You are on page 1of 6

TUGAS PENDAHULUAN ANALISA SENSORI

METODE SEGITIGA

NAMA NIM

: MENTARI M. : G311 10 272

LABORATORIUM ANALISA DAN PENGOLAHAN MUTU PANGAN PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

SOAL: 1. Dan juga. Pengujian sensori sangat penting dilakukan agar kita dapat mengetahui suka tdk suka konsumen terhadap produk pangan. 2. Persyaratan teknis pengujian sensori A. pencium dan penglihatan yang dapat menganalisis respon menjadi informasi yang dapat dikomunikasikan. penerimaan konsumen. JAWAB: 1. Jelaskan pengertian pentingnya dilakukan pengujian sensori ! 2. Deskripsikan cara pengujian sensori metode segitiga ! 4. Persyaratan yang harus diuji adalah:  Dapur dengan peralatan yang lengkap . Jabarkan yang anda ketahui mengenai anlisa sensori. Tuliskan tipe-tipe pengujian pada metode uji pembanding (discrimming test)! 5. Jelaskan persyaratan teknis pengujian sensori ! 3. Carilah Jurnal mengenai pengujian sensori dengan metode segitiga review dan sertakan jurnal. Ruang Preparasi dan Pengujian 1) Ruang Preparasi Jenis peralatan yang diletakkan di ruang preparasi tergantung pada produk yang akan diuji. Menurut saya analisa sensori itu biasa disebut juga dengan pengujian organoleptik yang melibatkan alat inderawi manusia seperti indera perasa. dan untuk menentukan karakteristik sensori yang sesuai pada konsumen serta merancang produk tersebut dengan karakteristik sensori yang sesuai.

Waktu terbaik adalah sekitar pukul 10. Pensyaratan yang harus dipenuhi yaitu:  Lingkungan yang tenang dan nyaman  Jika memungkinkan. Kecuali jika warna bukan merupakan parameter yang diamati. Persyaratan Umum 1) Waktu Pengujian Waktu pelaksanaan pengujian sensori dapat mempengaruhi hasil pengujian.00 sore hari. . memiliki penyejuk ruangan  Pada beberapa kasus diperlukan pengawasan kelembaban  Harus terpisah dari ruang preparasi  Harus bebas dari bau asing dan bau yang berasal dari ruang preparasi B.00 pagi dan 16. 2) Pencahayaan Pencahayaan harus seragam. tidak boleh mempengaruhi penampakan produk yang sedang diuji. Memiliki system ventilasi yang baik untuk mengeluarkan bau.  Memiliki ruang gerak yang cukup  Harus terpisah dengan ruang pengujian 2) Ruang Pengujian Ruang pengujian yang khusus diusahakan agar gangguan dapat diminimalkan serta kondisi dapat diawasi dan dikendalikan.

Beberapa produk seperti saus Lombok dan bumbu-bumbu harus diencerkan terlebih dahulu sebelum diujikan. . Wadah yang sama harus digunakan untuk setiap produk untuk menghindari bias. 5) Perlengkapan Perlengakan atau alat uji seharusnya tidak mempengaruhi rasa dan aroma produk yang diuji. maka suhu penyajian harus sama pada setiap pengujian untuk masingmasing produk. Agar hasil dapat dibandingkan.  Memiliki pengaruh yang netral terhadap produk yang diuji  Tidak menutupi sifat alami produk  Tidak mengalihkan perhatian dari produk yang diuji 4) Pengenceran Semua produk pangan yang disajikan sesuai dengan cara normal produk tersebut dikonsumsi. Beberapa pertimbangan dalam penentuan makanan pendamping adalah sebagai berikut:  Mewakili pola konsumsi pangan yang umum.3) Makanan Pendamping Makanan pendamping digunakan untuk menyajikan produk sebagaimana layaknya dikonsumsi. Penggunaan makanan pendamping harus dilakukan secara konsisten dalam pengujian. 6) Suhu Pengujian Sampel sebaiknya disajikan sesuai dengan suhu penyajian pada saat dikonsumsi umumnya.

7) Kuantitas Sampel Direkomendasikan bahwa setiap panelis menerima sampel berupa cairan sebanyak 16 ml dan sampel berupa padatan 28 gram. kelelahan dahkan kebosanan. dapat mengakibatkan panelis mengalami kebingungan.scribd. Sumber: http://id. Jumlah sampel yang efektif untuk diuji pada satu sesi sebaiknya ditentukan pada uji pendahuluan. 10) Pembilasan Panelis diberikan cairan atau suatu bahan untuk membilas mulut diantara setiap sampel yang disajikan. Kode pada sampel seharusnya tidak memberikan gambaran identitas perlakuan produk dan kode itu seharusnya tidak menyebabkan bias. 8) Jumlah Sampel Perlu dilakukan pembatasan jumlah sampel yang dapat ditangani oleh panelis.com/doc/72031212/tp-deskriptif . Banyaknya jumlah sampel harus tetap konsisten sepanjang pengujian. jumlah ini berlipat dua untuk uji kesukaan. Terlalu banyak sampel. 9) Pengkodean dan Urutan Penyajian Urutan penyajian sampel kepada panelis dilakukan secara acak. Hal ini bertujuan agar rasa atau aroma dari sampel sebelumnya terikut dan menyebabkan penilaian menjadii kurang tepat.

.tekpan. Pada uji tranguler sampel kecap ini panelis yang bisa menjawab Cuma 8orang dari 18 panelis. Cara Pengujian Sensori Uji Segitiga yaitu sebagai berikut : Pada uji segitiga adalah pengujian yang dilakukan dengan cara membandingkan ke-tiga sampel. Sampel yang digunakan dalam praktikum ini adalah kecap sedaap dan kecap bangau. ini berbeda nyata. warna dan kekentalan. Sumber: http://id.pdf 4. Pengujian ini dilakukan dengan tujuan membandingkan sampel kecap dari produk yang berbeda. Dari tiga sampel ini dapat dibedakan secara visual seperti dari penampakan.ac.3.unimus. Trianguler adalah membandingkan sample yang sama diantara tiga sampel./Pengujian-Organoleptik-dalam-IndustriPangan. Yaitu dua sampel yang sama dan satu nya adalah berbeda.