LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI

MORFOLOGI BUNGA

Di Susun oleh:
BAIQUNI AL FIKRI

(4442121258)

DEVI ARIANTO

(4442121258)

EGI TRINUGRAHA

(4442120558)

LIKA RUSTIANTI

(4442120558)

MUHTADI

(4442120818)
KELAS 3B

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
SERANG-BANTEN
2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa,
yang kiranya patut kami selaku penulis ucapkan, karena atas berkat rahmat dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan ini. Dalam laporan ini kami
menjelaskan mengenai Morfologi Bunga dalam praktikum Botani.

Kami

menyadari, dalam laporan ini masih banyak kesalahan dan

kekurangan. hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan, pengetahuan dan
pengalaman yang kami miliki, namun demikian banyak pula pihak yang telah
membantu kami

dengan menyediakan dokumen atau sumber informasi,

memberikan masukan pemikiran. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran. Demi perbaikan dan kesempurnaan laporan ini di waktu yang akan datang.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kami pada khusunya dan pembaca pada
umumnya.

Serang, 25 November 2013

Tim Penyusun

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................ii
DAFTAR TABEL.............................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................iv
DAFTAR LAMPIRAN.....................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Tujuan Pratikum............................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................3
2.1 Pengertian Bunga...........................................................................................3
2.2 Bagian Bunga................................................................................................3
2.3 Jumlah Bunga Dan Tata Letaknya Pada Suatu Tumbuhan...........................8
2.4 Kelamin Bunga..............................................................................................8
2.5 Tipe Bunga....................................................................................................9
2.6 Simetri Bunga................................................................................................9
2.7 Rumus Bunga..............................................................................................10
2.8 Diagram Bunga............................................................................................12
BAB III METODE PRATIKUM...................................................................13
3.1 Waktu dan Tempat......................................................................................13
3.2 Alat dan Bahan............................................................................................13
3.3 Cara Kerja....................................................................................................13
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.........................................................14
4.1 Hasil.............................................................................................................14
4.2 Pembahasan.................................................................................................16
BAB V KESIMPULAN...................................................................................22

.......2 Saran..................................... warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan.....25 BAB I ii PENDAHULUAN 1........................22 5.............. alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga............ tetapi bagi tumbuhan yang berbiji...........................................................23 DAFTAR PUSTAKA.......... Tumbuhan saja. Bunga (flos) merupakan salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara generatif yang memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda menurut jenisnya........................... sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri-sendiri...................................... sehingga pada bunga ini ...... mudahlah diketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk.....24 LAMPIRAN............................................... Jika kita memperhatikan suatu bunga......................1 Latar Belakang Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat....................5.. Morfologi Tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhanpun sudah demikian besar perkembangannya hingga dipisahkan menjadi morfologi luar dan morfologi saja (morphology in sensu stricto = dalam arti yang sempit) dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan........................................1 Kesimpulan... hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu......... Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah Morfologi Tumbuhan.....................

. Namanya diambil dari cirinya yang paling khas. Bunga sebenarnya adalah modifikasi daun dan batang untuk mendukung sistem pembuahan tertutup.dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan. 2. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan menghitung rumus bunga. yaitu menghasilkan organ reproduksi dalam bentuk bunga. Tumbuhan berbunga adalah kelompok terbesar tumbuhan yang hidup di daratan. baunya. warnanya. Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya. pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya. kelompok ini sekarang menempati takson sebagai divisio. ada dan tidaknya madu ataupun zat lain. dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Sistem pembuahan tertutup (dikatakan tertutup karena bakal biji 1 terlindung di dalam bakal buah atau ovarium) ini juga menjadi ciri khasnya yang lain. "penyangga" atau "pelindung") dan σπερμα (sperma. Dari kedua ciri tersebut muncullah nama Anthophyta ("tumbuhan bunga") dan Angiospermae ("berbiji terbungkus"). Dalam sebagian besar sistem taksonomi modern. klasifikasi terbaru berdasarkan APG (Sistem klasifikasi APG II) menempatkannya dalam suatu klad yang tidak menempati suatu takson dan dinamakan Angiosperms. Ciri yang terakhir ini membedakannya dari kelompok tumbuhan berbiji yang lain: tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae. Mengingat pentingnya bunga pada tumbuhan. bentuk jamak untuk "biji") yang diperkenalkan oleh Paul Hermann pada tahun 1690. Nama lain yang juga dikenakan kepadanya adalah Magnoliophyta ("tumbuhan sekerabat dengan magnolia"). Namun demikian. 1. Agar mahasiswa mampu mengetahui bagian –bagian bunga. Nama Angiospermae diambil dari penggabungan dua kata bahasa Yunani Kuno: αγγειον (aggeion.2 Tujuan 1.

Jika terjadi . tangkai bunga (pediselus) dan kelenjar madu (nektarium).1 Pengrtian Bunga Bunga adalah pucuk yang termodifikasi. Bunga dianggap ranting yang bersumbu pendek dengan daun-daun yang merapat dan memiliki bentuk khas sesuai fungsinya. Bagian utama bunga dapat saling berlekatan atau saling terpisah-pisah.BAB II 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Bagian utama bunga terdiri dari kelopak (kaliks). tajuk /mahkota (corolla). Bagian lainnya adalam dasar bunga (reseptakulum). disebut demikian karena menunjukan beberapa perubahan dalam pengaturan apeks pucuk. benang sari (stamen) dan putik (pistilum).

pleiopetalum) atau saling berlekatan (p. Tenda bunga (periginium). dapat berlekatan (gamesepalus /sinsepalus) atau terpisah (polipetal/ dialipetal). dengan lain perkataan kelopak dan tajuk bunga sama. Tersusun terpisah (perigonium choripetalum/p. berwarna hijau. Perhiasan bunga (perianthium). bahkan biasanya lalu tampak duduk dalam satu lingkaran. . Bagian-bagian yang menyusun tenda bunga dinamakan phalaenopsis Fitzg. beberapa 3 jenis bunga ada yang memiliki perhiasan bunga (perigonium). Helaiannya disebut sepal. C. yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun.2 Bagian Bunga Bunga pada umumnya mempunyai bagian-bagian berikut: A. Itulah yang disebut tenda bunga (perigonium). calisinus. gamotepalis). dengan ruas-ruas yang amat pendek. Tangkai bunga (pedicellus). tidak semua bunga mempunyai hiasan bunga yang jelas dapat dibedakan dalam kelopak dan ujung bunganya. padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan. Sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain. Bunga terdiri dari beberapa daun yang tersusun berkarang. 2. D. baik bentuk maupun warnanya.sintepalum/p. Helainnya disebut tepal. sedangkan jika mirip dengan kaliks disebut p.persatuan 2 yang sama disebut konasi atau kohesi sedangkan jika persatuan antara 2 bagian yang berbeda disebut adnasi. Berbagai jenis tumbuhan mempunyai hiasan bunga yang tidak lagi dapat dibedakan mana kelopak dan mana tajuknya. yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar. Karang paling luar adalah kelopak. yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke bunga. Dasar bunga (receptaculum).sepaloid/p. B. Jika tenda bunga ini memiliki cirri seperti corolla disebut spetaloid/corrolina. Fungsi korola adalah untuk menarik pollinator dan sebagai pelindung alat kelamin. yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang.

daun-daun hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar. jika hanya bagian kecil daun-daun saja yang berlekatan. menarik. b) Bercangap (fissus).menurut banyak dan sedikitnya bagian yang berlekatan dibedakan menjadi 3 macam kelopak. sama sekali tidak berlekatan. biasanya berwarna hijau. jika bagian yang berlekatan melebihi separuh panjang kelopak. jadi puncung-puncungnya kira-kira separuhnya. c) Berlekuk (lobatus). actinomorphus). Pada kelopak biasanya yang berlekatan hanya bagian bawah daun-daun kelopaknya saja. jika daun-daun kelopak yang satu dengan yang lain benar-benar terpisah-pisah. 2. dengan warna yang indah. merupakan hiasan bunga yang terdapat di sebelah kanan kelopak. Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla). bentuk kelopak yang bermacam-macam itu dapat dibedakan 4 dalam 2 golongan: a) Beraturan atau aktinomorf (regularis.Kelopak tersusun atas bagian-bagiannya yang dinamakan daun kelopak (sepala). jika kelopak dengan beberapa cara dapat dibagi menjadi dua bagian yang setangkup (simetri) b) Setangkup tunggal atau zigomorf (zygomorphus). Pada bunga-bunga daun kelopak mempunyai sifat yang berbeda-beda.Melihat simetrinya. lebih kecil dan lebih lebar daripada hiasan bunga yang sebelah dalam. umumnya lebih besar. Dengan bentuk susunan yang bagus. pucuk-pucuknya panjang. lebih dari separuh panjang kelopak. 1. Kelopak (calyx). Berlekatan (gamesopalus). kelopak yang bersifat demikian dijumpai pada kelopak yang bertaji (calcaratus) dan berbibir (labiatus) F. jika bagian yang berlekatann kira-kira meliputi separuh panjangnya keopak. dan dianggapnya bahwa warna yang indah atau baunya yang wangi yang menyebabkan serangga tertarik pada . Bagian ini disebut kelopak (calyx). bagian atasnya yang berupa puncung-puncungnya tetap bebas. jadi puncung-puncungnya pendek.E. tidak jarang pula mempunyai bau yang harum atau sedap. a) Berbagi (partitus). Lepas atau bebas (polesepalus).

Berlekatan (syampetalus. dan penghubung (konektiv). kaarena mereka dapat menjadi pelantara berlangsungnya penyerbukan. kepala sari (antera). Pada benang sari dapat dibedakn 3 bagian yaitu: a) Tangkai sari (filamentum). . jika daun-daun tajuk terpisah-pisah satu sama lain. Benang sari terdiri dari tangkai sari (filament). gemopetalus atau monopetalus). Daun-daun tajuk tidak ada atau sangat kecil sehingga sama sekali tidak 5 menarik perhatian. Dalam keadaan yang demikian pada tajuk bunga dapat dibedakan 3 bagian berikut: 1) Tabung atau buluh tajuk 2) Pinggiran tajuk 3) Leher tajuk.bunga yang seringkali datang mengunjungi bunga untuk mencari makan. Benang sari (stamen). atau polypetalus). G. Seperti halnya pada bagian-bagian bunga yang diuraikannya dahulu. misalnya dapat ditemukan pada bunga Canna hybrid. Bunga tanpa tajuk bunga (apetalus) seringkali dinamakan pula bunga telanjang (flos nudus). c. dan seperti halnya dengan daun-daun kelopak. Tumbuhan memang memerlukan adanya kunjungan binatang-binatang tadi. Bagian-bagian tajuk bunga dinamakan daun tajuk atau daun mahkota (petala). b. dialypetalus. ialah bagian bawah daun tajuk yang tidak lebar dan seringkali lebih tebal daripada bagian lainnya. benang sari pun merupakan suatu metamorphosis daun yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan. daun-daun mahkota bunga menunjukan sifat yang berbeda pula: a. yaitu bagian yang lebar dan biasanya tipis. yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat atau batang. 2) Helaian daun tajuk (lamina). bagi tumbuhan merupakan alat kelamin jantan. Lepas atau bebas (choripetalus. Dalam keadaan demikian pada setiap daun tajuk dapat dibedakan 1) Kuku daun tajuk (unguis). tetapi ada stamen yang seperti lembaran yang biasanya steril.

Daun-daun penyusun putik disebut daun buah. seperti pada Hibiskis sp 2. Putik terdiri dari bakal buah (ovarium). Menurut banyaknya daun buah yang menyusun sebuah putik. Ovarium menumpang (superum) 2. 2 pendek). yaitu jika putik hanya tersusun atas sehelai daun buah saja. seperti misalnya pada kapas. Putik pun tersusun atas daun-daun yang telah mengalami metamorphosis. 2 pendek) dan tetradinamus (4 panjang. Benang sari yang berlekatan dapat dibedakan menjadi: 1. misalnya terdapat pada semua tumbuhan yang berbuah polong. b) Putik majemuk (composites). Berdasarkan panjangnya dapat dibedakan menjadi benang sari dinamus (2 panjang.b) Kepala sari (anther). Kepala sari dapat terpisah atau berlekatan. putik dapat dibedakan kedalam: a) Putik tunggal (simplex). memiliki 2 tukal (1+9) seperti papilionaceae 3. Dalam satu bunga jumlah benang sari bervariasi. tangkai putik (stilus) dan kepala puttik (stigma). Putik (pistilum). Ovarium tenggelam (inferum) . Diadelfus. tetapi tumbuhan yang berbiji telanjang misalnya pakis haji itu masih terlihat jelas. merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya. seperti pada Calliandra sp H. c) Penghubung ruang sari (connectivum). Benang sari dapat terpisah atau berlekatan satu dengan yang lain. Bahwasanya putik itu merupakan metamorphosis daun 6 sudah amat sukar untuk dibuktikan. yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. lebih dari 2 tukai. Polyadelfus. bagian ini merupakan lanjutan tangkai sari yang menjadi penghubung kedua bagian kepala sari (ruang sari) yang terdapat di kanan kiri penghubung ini. Berdasarkan letak ovarium terdapat dasar bunga. dapat dibedakan menjadi: 1. putik merupakan alat kelamin betina. Monadelfus. terdiri dari 1 tukal. jika putik terdiri dari dua daun buah atau lebih. misalnya kacang-kacangan. (carpellum). Di dalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum). dan daun-daun buah sebagai kedeluruhan yang penyusun putik atau yang dinamkan ginaecium.

jika hanya mempunyai salah satu dari kedua macam alat kelaminnya. Ovarium epiginus 2. yang dapat terdiri atas: 1 lingkaran daun-daun kelopak. Ruang pada karpel dapat dibedakan menjadi marginalis. dinamakan berkelamin tunggal (unisexual). maka bunga dapat dibedakan dalam: a. Ovarium periginus 3. dan apical. biasanya bunga coklat dan kembang merak. Jadi menurut tempatnya pada tumbuhan. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam 4 lingkaran dikatakan: bersifat tetrasiklik. Bunga tidak lengkap atau bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos incompompletes). Bunga lengkap atau bunga atau bunga sempurna (flos completusl). Bunga pada ujung batang (flos terminalis). Ovarium hhipoginus Putik tersusun dari karpel. b. jika bunganya banyak. dapat sebagian bunga-bunga tadi terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagainya pada ujung batang atau cabang-cabang. 1 atau 2 lingkaran benang-benang sari dan satu lingkaran daun-daun buah. karpel ini dapat terpisah-pisah (apokarp) atau bersatu (sinkarp). Melihat bagian-bagian yang terdapat pada bunga (tangkai dan dasar bunganya tidak diperhitungkan). sentralis. dapat dibedakan menjadi : 1. 1 lingkaran daun-daun mahkota. jika salah satu bagian hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada.3. 2. basalis. aksilaris. dan jika bagian-bagiannya tersusun dalam 5 lingkaran: pentasiklik. Ovaruim setengah tenggelam (heni/semi inferum) Berdasarkan letak ovarium terhadap perhiasan bunga.3 Jumlah Bunga Dan Tata Letaknya Pada Suatu Tumbuhan Jika suatu tumbuhan hanya mempunyai satu bunga saja. kita dapat membedakan: a. parietalus. biasanya bunga itu terdapat pada ujung batang. . Jika bunga tidak mempunyai hiasan bunga7 itu deisebut telanjang (nudus).

melainkan hanya putik saja. Bunga kelamin tunggal (unisexualis). 2. jika pada bunga hanya terdapat salah 8 satu kedua macam alat kelaminnya. yaitu bunga yang tidak mempunyai benang sari. yaitu bunga yang terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina). Bunga banci atau kelamin dua (hermaphroditus). jika pada bunga hanya terdapat benang sari tanpa putik.5 Tipe Bunga . misalnya bunga jagung yang terdapat di bagian atas tumbuhan. misalnya pada kembang merak. Bunga ini seringkali dinamakan pula bunga sempurna atau bunga lengkap. berdasarkan alat kelamin yang ada padanya dapat dibedakan lagi dalam: 1) Bunga jantan (flos masculus). jika pada bunga terdapat benang sari maupun putik. Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris). misalnya bunga terung.4 Kelamin Bunga Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga. b.b. 2) Bunga betina (flos femineus). 3) Bunga mandul atau tidak berkelamin. dapat: • Terpencar atau terpisah-pisah (flores spersi). 2. misalnya pada kembang sepatu (Hibiscus rosa-sintesis). karena biasanya pun jelas mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas kelopak dan mahkota. Suatu rangkaian bunga dinamakan dinamakan pula bunga majemuk (anthotaxis atau inflorescantia). misalnya bunga pinggir (bunga pita) pada bunga matahari. kembang telang (Clitoria ternatea L) Selain itu pada suatu tumbuhan dapat kita lihat. misalnya bunga jagung yang tersusun dalam tongkolnya. di bedakan: a. bahwa bunganya yang besar besar jumlahnya itu. misalnya pada kembang sepatu • Berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beranekaragam.

Setangkup tunggal 9 Hanya dapat dibuat satu bidang simetri saja yang membagi bunga menjadi 2 bagian yang setangkup 3. Bunga tunggal Tumbuhan yang menghasilkan satu bunga 2.7 Rumus bunga .6 Simetri Bunga 1. Setangkup ganda Dapat dijadikan 2 bagian yang setangkup menurut 2 bidang simetri yang tegak lurus satu sama lain 4. Bunga majemuk campuran yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan sifat bunga majemuk terbatas maupun sifat bunga majemuk tak terbatas 2. Bunga majemuk tak terbatas yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus b. Bunga majemuk terbatas yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga c. Asimetris Tidak dapat dibuat satu bidang simetri dengan jalan apapun juga 2.1. Simetri banyak Dapat dibuat banyak bidang simetri untuk membagi bunga dalam 2 bagiannya yang setangkup 2. Bunga majemuk Tumbuhan yang menghasilkan lebih dari satu bunga a.

yang dinyatakan dengan huruf A. A 10. yang dinyatakan dengan huruf K singkatan kata kalix (calyx). G 1 (bunga merak: Caesalpinia pulcherrima Swartz. 5 daun mahkota. 6 benang sari dan sebuah putik yang terjadi dari 3 daun buah. Yaitu. yang dinyatakan dengan huruf C singkatan kata corolla (istilah ilmiah untuk mahkota bunga) 3) Benang-benang sari. suatu rumus bunga hanya dapat ditunjukan hal-hal mengenai 4 bagian pokok bunga sebagai berikut: 1) Kelopak. Maka rumusnya adalah: K 5. A 5. bunga lilia gereja yang bersifat aktinomorf rumusnya menjadi: .) Jika kita mengambil contoh lain yaitu bunga yang mempunyai tenda bunga. huruf-huruf merupakan singkatan nama bagian-bagian bunga. 10 Maka rumusnya adalah: P 6. C 5. G 1. Jadi. Misalnya. Biasanya hanya diberikan dua macam tanda simetri. lilia gereja (Lilium longiflorum Thunb. yang merupakan istilah ilmiah untuk kelopak 2) Tajuk atau mahkota. A 10. yang dingyatakan dengan huruf G. Jika bunga misalnya mempunyai 5 daun kelopak. 10 benang sari dan putik yang terjadi dari sehelai daun buah. Didepan rumus hendaknya diberi tanda yang menunjukkan simetrei bunga. Oleh karena itu. singkatan kata gynaecium (istilah ilmiah untuk alat kelamin betina).Lambang-lambang yang dipakai dalam rumus bunga memberitahukan sifat bunga yang bertalian dengan simetrinya atau jenis kelaminnya.) yang mempunyai 6 daun tenda bunga. G 3. A 6. ’ untuk bunga yang bersimetri banyak (octinomorphus) dan tanda untuk bunga yang bersimetri satu (zygomorphus). dalam hal rumus bunga merak yang bersifat zigomorf. rumusnya menjadi: K 5. singkatan kata adroecium (istilah ilmiah untuk alat-alat jantan pada bunga) 4) Putik. Sedangkan. sedangkan angka-angka menunjukan jumlah masing-masing jumlah bagian bunga.

C 5. Jika kedua contoh rumus tersebut di atas dilengkapi dengan lambang jenis kelaminnya. maka rumusnya menjadi: S K 5. sedangkan bunga lilia gereja mempunyai 2 lingkaran daun tenda bunga dan 2 lingkaran benang sari. A 6. A 5 + 5. A 3 + 3. A 10. maka yang menunjukkan jumlah bagian di dalam tiap lingkaran dengan tanda + (tanda tambah) diantara kedua angka tadi. Dan S ’ P 6. G 3. Jika bagian-bagian bunga yang tersusun dalam masing-masing lingkaran itu berlekatan satu sama lain. tiap lingkaran berbilangan 3. Contoh kedua rumus di atas harus kita ubah menjadi: S K (5). Contoh kedua rumus di atas harus kita ubah menjadi: S K 5. A 6. A 5 + 5. G 1. . Dan S ’ P 3 + 3. C 5. Suatu bagian bunga dapat tersusun dalam lebih daripada satu lingkaran.‘ P 6. Bunga merak misalnya mempunyai 2 lingkaran benang sari dengan 5 benang sari dalam tiap lingkaran. Bunga-bunga yang dipakai contoh diatas misalnya. Dalam hal yang demikian di belakang huruf yang menunjukkan bagian yang tersusun dalam lebih daripada satu lingkaran tadi harus ditaruh 2 kali angka yang menunjukkan jumlah bagian di dalam tiap lingkaran dengan tenda + (tanda tambah) diantara kedua angka 11 tadi. Selain lambang yang menunjukkan simetri pada rumus bunga dapat pula ditambahkan lambang yang menunjukkan jenis kelamin bunga. G 3. C 5. Untuk bunga yang banci (hemafroditus) dipakai lambang: S. G 1. G 3. masing-masing mempunyai bagian-bagiannya yang tersusun dalam 5 lingkaran. G 1. Untuk bunga jantan dipakai lambang U dan untuk bunga betina dipakai lambang: T. Lambang jenis kelamin ditempatkan di depan lambang simetri.

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Perlu diperhatikan. benang sari.8 Diagram bunga Dalam mendiskripsikan bunga. Fakultas Pertanian.S ’ P (3 + 3).2 Alat dan Bahan . bahwa lazimnya dari daun-daun kelopak dan tajuk bunga digambar melintang bagian tengah-tengahnya. tanggal 14 november 2013 pukul 09. Salah satu gambar bunga yang melukiskan keadaan bunga dan bagian-bagiannya adalah diagram bunga. BAB III 12 METODOLOGI 3. sedang dari benang sari digambarksan penampang kepala sari. Serang. A 3 + 3. dan dari putik penampang melintang bakal buahnya . Yang dinamakan diagram bunga ialah suatu gambar proyeksi pada bidang datar dari semua bagian bunga yang dipotong melintang. G (3).00 WIB s/d selesai yang bertempat di Laborotarium Bioteknologi. tajuk bunga. disamping secara verbal (dengan kata-kata) dapat dikatakan gambar-gambar agar pembaca dapat memperoleh kesan yang lebih mendalam tentang keadaan bunga. dan putik. 3. disamping keempat bagian pokok tersebut di atas. 2. juga bagian-bagian bunga lainnya jika masih ada. jadi pada diagram itu digambarkan penampang-penampang melintang daun –daun kelopak.1 Waktu dan Tempat Praktikum Botani tentang Morfologi Bunga yang dilaksanakan pada hari Kamis.

2 Bahan 1. Bunga Pukul 4 5.serta lengkapi semua bunga dengan rumus bunga tersebut. Bunga Bougenville Tumbuhan 4. 4. 5 Kertas HVS 2. Bunga Adenium 2. Selanjutnya tentukan rumus bunga dari keterangan –keterang bagian bunga yang telah di ketahui tadi.2.3 Cara Kerja 1.1 Alat 3. Ambil bahan yang akan di amati (bunga) dan lalu gambar bunga secara utuh dan mendetails 3. Buka buku morfologi tumbuhan dan identifikasi bagian –bagian bunga. Bunga Sepatu 3.3. BAB IV 13 HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Buku Morfologi 3.2. Alat tulis 1.1 Hasil Tabel 1 Hasil Pengamatan Bunga No Nama Bunga Gambar Bunga 14 Keterangan . Bunga Allamanda 3. Siapkan alat tulis dan kertas HVS sebanyak 5 lembar 2.

C5. obesum Adenium Gambar 1 Adenium obesum 2 Bunga Allamanda Gambar 2 Pleurotus ostreatus Nama binomial Adenium obesum Rumus bunga ♂ * K5. A6 Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Filum: Basidiomycota Kelas: Magnoliopsida Ordo: Apocynales Famili: Apocynaceae Genus: Allamanda Spesies: Allamanda cathartica Nama binomial Pleurotus ostreatus Rumus bunga ♂ * K5.A5 .1 Bunga Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Gentianales Famili: Apocynaceae Genus: Adenium Spesies: A. C 5.

A6.C5.G1 Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Caryophyllales Famili: Nyctaginaceae Genus: Mirabilis Spesies: M. jalapa Nama binomial Mirabilis jalapa Rumus bunga Gambar 4 Mirabilis jalapa 5 Bunga ∗ K5. Rumus bunga P ♀* K5.C5. 4 Bunga Pukul Nama binomial Bougainvillea spp.3 Bunga Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Caryophyllales Famili: Nyctaginaceae Genus: Bougainvillea Spesies: Bougainvillea buttiana Bougenville Gambar 3 Bougainvillea spp. rosa-sinensis Sepatu Nama binomial 15 Gambar 5 Hibiscus rosa-sinensis .G1 Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Malvales Famili: Malvaceae Genus: Hibiscus Spesies: H.A~.

Adenium atau Kamboja Jepang (nama kamboja jepang sendiri sebenarnya menyesatkan.Dari rumus tersebut dapat di peroleh bahwa 16 bunga ini berkelamin jantan dan bunga ini memiliki simetri banyak. C5. bunga adenium memiliki 5 kelopak.Sekilas tentang adenium. padahal Adenium berasal dari Asia Barat dan Afrika) berasal dari daerah gurun pasir yang kering. karena dapat diidentikkan dengan kamboja. A6. 4. (G)4.Hibiscus rosa-sinensis Rumus bunga * K5.1 Bunga Adenium Mahkota (corolla) Tangkai bunga (pediselus) Benang sari (stamen) Kepala sari (antera) Gambar 6 Bunga Adenium Penpang Atas Dasar bunga (reseptakulum) Pada bunga adenium memiliki rumus bunga sebagai berikut Gambar 7 Bunga Adenium Penampang Samping ♂ * K5. C 5. yang banyak ditemui di areal pemakaman. dari daratan asia barat sampai afrika. 5 mahkota.Sebutannya disana adalah Mawar Padang .Bila di lihat dari bagian –bagian pada bunga. 6 benang sari.2. (A)~. Sedangkan embelembel kata jepang seakan-akan bunga ini berasal dari Jepang.2 Pembahasan 4.

Tanaman alamanda termasuk dalam golongan perdu berkayu dengan tinggi yang dapat mencapai 2 meter. sementara tunas mudanya berwarna . maka begitu ada tanaman yang sosoknya kecil tapi mirip kamboja. Dan sekilas tentang bunga allamanda Allamanda cathartica adalah tanaman hias yang umum disebut sebagai bunga alamanda dan juga sering disebut sebagai bunga terompet emas. dan 1 putik. mungkin dikaitkan dengan stereotype yang beredar.A5. tanaman ini dinamakan adenium karena salah satu tempat asal adenium adalah daerah Aden (Ibukota Yaman).Pasir (desert rose). Gambar 8 Bunga Allamanda Tangkai bunga (pediselus) Bunga allamanda mempunya rumus sebagai berikut ♂ * K5.C5.2 Bunga Allamanda Mahkota Bunga ( corolla) Kepala Putik ( stigma ) Tangkai Putik ( stilus ) Bakal Biji (ovulum). 5 mahkota. atau bunga buttercup. Contohnya buah-buahan yang besar biasa disebut sebagai Bangkok. bunga lonceng kuning. Disebut sebagai adenium.Masyarakat Indonesia menamakan adenium sebagai kamboja jepang. Tanaman ini bersifat evergreen (hijau sepanjang tahun). sehingga jika dahulu kala sudah ada Kamboja yang sosok tanamannya tinggi besar.2. Batangnya yang sudah tua akan berwarna cokelat karena pembentukan kayu. sedangkan tanaman yang kecil-kecil biasa disebut Jepang. 4. Bunga allamanda berkelamin jantan dan memiliki satu simetri serta bunga ini memiliki 17 5 kelopak. tanaman ini tumbuh lebih baik pada kondisi media yang kering dibanding terlalu basah. disebutlah sebagai kamboja jepang. Karena berasal dari daerah kering.Bunga alamanda berasal dari daerah Amerika Tengah dan Selatan dan banyak ditemukan di Brazil di mana bunga ini umum digunakan sebagai hiasan karena bentuknya yang indah.

dan kawasan hiasan laman.C5. seorang Komander Laut Perancis. Berasal dari Amerika Selatan. Nama Inggeris bunga ini. adalah kebiasaannya bahawa kebanyakan daunnya akan luruh dan meninggalkan bunga-bunga dan dahan-dahan yang menarik. Pokok bunga kertas mendapat nama disebabkan bunganya yang nipis dan mempunyai ciri-ciri seperti kertas. pokok bunga kertas sering ditanam di taman-taman. Nama botani bunga ini Bougainvillea spp. iaitu Bougainvilla.hijau. 4. Semasa pokok bunga kertas berbunga. pula dinamakan sempena nama Louis Antoine de Bougainville.5 cm.2. . Bunga alamanda berwarna kuning dan berbentuk seperti terompet dengan ukuran diameter 5-7. Pokok Bunga Kertas (bahasa Inggeris: "bougainvillea") mempunyai bunga berwarna-warni yang berkembang sepanjang tahun dan oleh itu.G1. telah menjadi pilihan tanaman hiasan tropika yang sangat 18 popular. Sekilas tentang bunga bougenville sebagia berikut. Selain itu daun alamanda pada umumnya berkumpul sebanyak tiga atau empat helai. Tanaman ini memiliki bunga yang harum. kawasan perumahan.A6.3 Bunga Bougenville Mahkota Bunga (Corolla) Tangkai bunga (pediselus) Benang Sari (stamen) Kepala Sari (antera) Gambar 9 Bunga Bougenville Pada bunga bougenville yang kelompok kami amati memiliki rumus bunga P ♀* K5. Daunnya memiliki bentuk yang melancip di ujung dengan permukaan yang kasar dengan panjang 6 hingga 16 cm.

baik selapis mahupun banyak lapis. iaitu B.C5. Akhirnya pada saat matang bewarna hitam sepenuhnya. glabra. Banyak kacukan telah dilakukan daripada tiga spesies asal ini untuk menghasilkan pokok bunga kertas yang mempunyai pelbagai warna kelopak. lebarnya 2 – 9 cm.4 Bunga Pukul 4 Mahkota Bunga (Corolla) Kepala Sari (antera) Benang Sari (stamen) Kelopak Bunga (calyx) Bakal Biji (ovulum). Daunnya berbentuk seperti gambar hati berujung runcing dan panjangnya 3 – 15 cm. dan memiliki 1 putik.Pokok bunga kertas tergolong dalam famili Nyctaginaceae yang mengandungi 28 genus dan 250 spesies. B. Butt. jika sudah masak berukuran 8 mm. Batangnya tebal dan tegak tidak berbulu dan banyak bercabang-cabang. Buahnya keras. berwarna hitam.dan bunga ini bersimetri banyak. Mrs. pada umur 3 bulan tanaman ini baru mulai berbunga Bunga pukul empat termasuk dalam suku kampah – kampahan. kemudian berubah menjadi hitam kehitaman. Pada waktu muda bijinya berwarna hijau.2. 4. dan B. 5 kelopak.G!. banyak memiliki benang sari. bahkan kadang-kadang dalam satu pohon terdapat warna campuran. spectabilis. Bunganya seperti terompet kecil. kuning.A~. Tangkai bunga (pediselus) Gambar 10 Bunga Pukul 4 Bunga puluk empat memiliki rumus bunga * K5. ada yang merah. berbentuk telur dan bila sudah tua di dalamnya . warna bunga tergantung 19 jenisnya. Terdapat tiga spesies utama bougainvilla di Malaysia.Bunga ini adalah bunga banci karena meiliki 2 alat kelamin. Bunga pukul empat merupakan tanaman hias. Bijinya bulat berkerut. Terdiri dari 5 mahkota . putih.

Dan berikut sekilas tentang bunga sepatu . Tanaman ini biasanya tumbuh liar tidak terpelihara. meskipun suhu lingkungan sejuk. Bunga pukul empat tidak dapat setiap saat mekar. memiliki 5 kelopak. Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan.200 m di atas permukaan laut. Mekarnya hanya pada jam-jam tertentu saja. namun demikian juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. 20 Gambar 11 Bunga Sepatu Memiliki banyak benang sari serta 4 putik lalu kenapa rumus terdapat tanda kurung karena a dan g pada bunga sepatu saling berdekatan.5 Bunga Sepatu Kepala Sari (antera) Tangkai Putik (stilus) Mahkota Bunga (Corolla) Bakal Biji (ovulum). Bunga Pukul empat merupakan tanaman tropis. Di Indonesia hampir ditanam dimana-mana sehingga mudah dijumpai karena tanaman ini mudah beradaptasi dengan iklim tropik. (A)~. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval . C5.2. Benang Sari (stamen) Kelopak Bunga (calyx) Bunga sepatu yang kami amati memilikiTangkai rumus bunga bunga (pediselus) * K5. (G)4. dapat tumbuh sampai ketinggian 1. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan Bunga Pukul Empat adalah tanah yang gembur.terdapat zar tepung yang mengandung lemak. terdiri daribunga ini berkelaminbanci atau hermaprodit lalu bunga ini bersimetri banyak . subur. Suhu yang dikehendaki berkisar antara 26 – 30° C. 4. dengan pH tanah 6 – 7. yaitu pada sore hari. 5 mahkota. dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi.

Pada umumnya. BAB V 21 PENUTUP 5. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. dan penempelan. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Bunga bisa mekar menghadap ke atas. hingga 20 cm. Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. atau menghadap ke samping.1 Kesimpulan Bunga merupakan organ yang sangat penting bagi tumbuhan magnoliophyta ( tumbuhan berbuga ). Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga.yang bertaburan serbuk sari. sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur. Tanaman berkembang biak dengan cara stek. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun.karena bunga merupakan organ reproduksi bagi tumbuhan . pencangkokan. ke bawah. tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Bunga berbentuk trompet dengan diameter bunga sekitar 6 cm.

2 Saran Sebaiknya sebelum dan sesudah praktikum diadakan doa bersama. Benang sari adalah alat kelamin jantan terdiri dari tangkai sari (filamen). Jika terjadi persatuan 2 bagian yang sama disebut konasi atau kohesi sedangkan jika persatuan antara 2 bagian yang berbeda disebut adnasi. Putik terdiri dari bakal buah (ovarium). 22 5. Fungsi kelopak adalah melindungi bunga pada saat masih kuncup. Banyak bunga bergantung kepada angin untuk menggerakkan debunga antara bungabunga spesies yang sama. Putik (pistilum) adalah alat kelamin betina. Keseluruhan benang sari pada bunga disebut andresium (androecium). benang sari (stamen) dan putik (pistilum). Bentuk-bentuk bunga sangat beragam tergantung pada jenis tumbuhan tersebut. Fungsi mahkota adalah untuk menarik polinator dan sebagai pelindung alat kelamin. Karangan paling luar adalah kelopak.tersebut. helaiannya disebut petal. Proses ini diistilahkan sebagai pendebungaan. Di dalam ovarium terdapat bakal biji. Keseluruhan putik disebut ginasium (gynaecium). tangkai bunga (pediselus) dan kelenjar madu (nektarium). Serta praktikan berharap agar tidak hanya para . Helaiannya disebut sepal. kepala sari (anthera). dapat berlekatan (gamosepalus/sinsepalus) atau terpisah (polipetal/dialipetal).Bagian utama bunga dapat saling berlekatan atau terpisah-pisah. sehingga praktikan dapat memanfaatkan waktu yang telah disediakan dengan seefisien mungkin. tangkai putik (stilus) dan kepala putik (stigma). Setelah kelopak. Ada juga yang bergantung kepada haiwan. Bunga terdiri dari beberapa daun yang tersusun berkarang. dan penghubung (conectivum).Fungsi bunga ialah untuk menjadi pengantara bagi penyatuan gamet jantan dan gamet betina.Bunga memiliki rumus bunga yang berbeda -beda di karenakan bedanya struktur bunga yang di miliki setiap bunga. khususnya serangga untuk berbuat demikian. dapat ditemukan korola. Bagian lainnya adalah dasar bunga (reseptakulum). Tempoh masa yang mana proses ini dapat dilakukan (iaitu bunga telah menjadi matang dan berfungsi) digelarkan antesis.Praktikan berharap agar dalam praktikum selanjutnya dapat berlangsung dengan lebih tenang. Bagian utama bunga terdiri dari kelopak (calix) tajuk/ mahkota (corolla).

namun para asisten juga sehingga praktikum dapat berjalan lebih tertib.A. Estiti B. 1995. 1991. 1991. Bandung: ITB Loveless.praktikan yang mematuhi tata tertib pada saat di dalam laboratorium ( Tidak bicara hal di luar praktikum di dalam laborotarium ).R. Morfologi Tumbuhan Berbiji. DAFTAR PUSTAKA 23 Fahn. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Press. A. Hidajat. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik.Para praktikan juga di tuntut untuk keilmuannya dalam praktikum agar apa yang akan di praktikum dalam laborotarium para praktikan sudah bisa menguasai materi praktikum tanpa harus bertanya ke pada asisten laborotarium dengan pertanyaan yang seharusnya praktikan ketahui.Gramedia Pustaka Utama . Jakarta: PT. Anatomi Tumbuhan Edisi 3.

.. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Jakarta: Erlangga Salisbury.. Campbell. Ikha Mumud.. Mango.. Sri Amintarti. Reece. 1992.. http://ikhauad. PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin.00 WIB Joe..17 ..blog. New York: Miami.Morton. Diagram Bunga. 2012................. ITB: Bandung... Tjirosoepomo. 1987. p.. Lembaga Pengembangan Pendidikan.......com/2012/07/07/diagram-bunga/ Diakses 25 November 11.. 1999. In: Fruits of warm climates... 2012. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. J....00 WIB DAFTAR TABEL 24 Tabel 1 Hasil Pengamatan Bunga.. Muzayyinah. 2011.. 2008. FL.Terminologi Tumbuhan.wordpress. Surakarta: PT..... Morfologi Tumbuhan... Biologi Jilid 2. 2005. 221–239.. Gembong...... Frank. http://pjauhar...com/ 2012/10/06/diagram-tumbuhan/ Diakses 25 November 2013 13.. Diagram & Rumus Bunga. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan.

..............................................................20 .....19 Gambar 4 Mirabilis jalapa..........................18 Gambar 2 Pleurotus ostreatus..........DAFTAR GAMBAR iii Gambar 1 Adenium obesum...........................................19 Gambar 6 Bunga Adenium Penpang Atas.....................18 Gambar 3 Bougainvillea spp.........................................................................19 Gambar 5 Hibiscus rosa-sinensis............................................................................................................................

...........22 Gambar 10 Bunga Pukul 4....................... ...................................................................................................................................21 Gambar 9 Bunga Bougenville........................................................................................... Lampiran 2 Morfologi Bunga Devi................................Gambar 7 Bunga Adenium Penampang Samping..........................23 Gambar 11 Bunga Sepatu................. Lampiran 5 Morfologi Bunga Muhtadi.................................................................. Lampiran 3 Morfologi Bunga Egi............................................ Lampiran 4 Morfologi Bunga Lika.........................................................................................................................24 DAFTAR LAMPIRAN iv Lampiran 1 Morfologi Bunga Baiquni...............20 Gambar 8 Bunga Allamanda..................................................................

v .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful