You are on page 1of 14

VAGINAL SMEAR

Oleh : Nama NIM Rombongan Kelompok Asisten : Risna Wahyuningsih : B1J011128 : VI :3 : Wawat Carwati

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN II

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2012

I. Metode vaginal smear dapat diaplikasikan dalam bidang kesehatan yaitu untuk mendeteksi adanya kanker rahim. LATAR BELAKANG Vaginal smear merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi fase-fase dalam siklus estrus pada individu betina. uterus. Melalui metode pap smear yang di aplikasikan pada manusia. metode ini dapat dilakukan dengan cara mengamati tipe sel dan proporsi masing-masing sel yang ditemukan dalam preparat apusan yang diperoleh dari hewan tersebut. Panjang siklus estrus pada mencit (Mus musculus) sangat singkat yaitu 4-5 hari. dan vagina. Alasannya karena mencit mudah didapatkan. mempunyai struktur organ tubuh yang mampu mewakili kelas mamalia. Sel epitel berbentuk oval atau poligonal. secara ekonomis relatif murah. Tipe sel yang digunakan untuk mengidentifikasi fase-fase dalam siklus estrus adalah sel epitel dan leukosit. Metode ini digunakan pada mamalia seperti mencit (Mus musculus). Metode vaginal smear atau apusan vagina dapat digunakan untuk mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada dinding vagina sehingga stadium siklus dapat ditentukan dengan tepat. siklus estrus berkaitan dengan perubahan aktivitas dan perubahan struktur pada ovarium. . Periode estrus berlangsung dalam waktu yang singkat. sedangkan leukosit berbentuk bulat dan berinti. ukuran mencit (Mus muscullus) yang relatif kecil sehingga mudah diamati dan mengalami masa siklus estrus sepanjang tahun. PENDAHULUAN A.

Tujuan Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk membuat apus vagina dari mencit (Mus muscullus) serta mengidentifikasi tipe-tipe sel dalam preparat dan menentukan fase estrus dari hewan uji.B. .

. TINJAUAN PUSTAKA Vaginal smear atau yang lebih dikenal dengan apus vagina ialah perubahanperubahan histologis vagina yang terjadi pada semua mamalia betina selama siklus estrus.II. sehingga preparat apus vagina kurang dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai indikator kejadian di ovarium. Satu siklus estrus terdapat empat fase yaitu proestrus. telah masak kelamin dan tidak dalam masa kehamilan (Nalbandov. estrus. Fase estrus tersebut masing-masing berkaitan dengan perubahan aktivitas dan perubahan struktur ovarium. Fase Folikuler Fase folikuler merupakan fase persiapan atau pertumbuhan folikel dengan cepat. Teknik preparat apus vagina ternyata yang paling bermanfaat. 1990). seperti pada wanita dan pada semua hewan domestikasi. Hewan yang diamati silkus estrusnya adalah hewan yang berumur 8 minggu. karena pada spesies ini histologi vagina dapat mencerminkan kejadian-kejadian pada ovarium paling tepat. Fase Estrus Terdiri dari dua fase yaitu : 1. periode antara suatu fase estrus dengan fase estrus berikutnya disebut satu siklus estrus. 1992). terutama pada spesies yang memiliki siklus estrus pendek seperti mencit (Mus musculus). Menurut (Frandson. akan mengalami keterlambatan satu sampai beberapa hari dari perubahan ovarium. uterus dan vagina. Perubahan pada keempat bagian tersebut saling berhubungan satu sama lain sehingga dengan melihat perubahan pada salah satu bagian tersebut dapat diperkirakan perubahan struktur pada bagian lain. Spesies dengan siklus yang lebih panjang. metestrus atau postestrus dan diestrus. Sedangkan Fase estrus adalah fase dimana hewan betina mau menerima pejantan untuk kopulasi (perkawinan).

Biasanya mencit (Mus musculus) terlihat tidak tenang dan lebih aktif. Ovulasi berhubungan dengan fase estrus. sel-sel baru ini disebut juga sel cornified (sel yang menanduk). Fase estrus merupakan periode ketika betina reseptif terhadap jantan dan akan melakukan perkawinan. Fase ini terjadi selama 12 jam. mencit jantan akan mendekati mencit betina (Mus musculus ♀) dan akan terjadi kopulasi. 2008). Fase estrus merupakan periode waktu ketika betina reseptif terhadap jantan dan akan melakukan perkawinan. Sel cornified ini terbentuk akibat adanya pembelahan sel epitel berinti secara mitosis dengan sangat cepat sehingga inti pada sel yang baru belum terbentuk sempuna bahkan belum terbentuk inti dan sel-sel baru ini berada di atas sel epitel yang membelah. yaitu setelah selesai fase estrus. ovarium terjadi pertumbuhan folikel dengan cepat menjadi folikel pertumbuhan tua atau disebut juga dengan folikel de Graaf. Sel-sel cornified ini berperan penting pada saat kopulasi karena sel-sel ini membuat vagina pada mencit betina (Mus musculus ♀) tahan terhadap gesekan penis pada saat kopulasi. dengan kata lain mencit betina (Mus musculus ♀) berada dalam keadaan mencari perhatian kepada mencit jantan (Mus musculus ♂).Tamyis. Fase ini estrogen bertindak terhadap sistem saraf pusat (Nongae. Pada apusan vaginanya akan terlihat sel-sel epitel yang sudah tidak berinti (sel cornified) dan tidak ada lagi leukosit. Perilaku mencit betina (Mus musculus ♀) pada tahap ini sudah mulai gelisah namun keinginan untuk kopulasi belum terlalu besar. Mencit jantan (Mus musculus ♂) melakukan semacam panggilan ultrasonik dengan jarak gelombang suara 30 kHz – 110 kHz yang dilakukan sesering mungkin . Setelah fase ini berakhir fase selanjutnya adalah fase estrus dan begitu selanjutnya fase akan berulang (A. Pada tahap ini hormon estrogen sudah mulai banyak dan hormon FSH dan LH siap terbentuk.Terdiri dari : Fase proestrus. 2008).

Tamyis. Tahap ini vagina pada mencit betina (Mus musculus ♀) membengkak dan berwarna merah.Tamyis. Terdiri dari : Fase Metestrus. Jika pada tahap estrus tidak terjadi kopulasi maka tahap tersebut akan berpindah pada tahap metestrus (A. sementara itu mencit betina (Mus musculus ♀) menghasilkan semacam pheromon yang dihasilkan oleh kelenjar preputial yang diekskresikan melalui urin. Pada ovarium korpus luteum dibentuk secara aktif. 2. pada tahap metestrus birahi pada mencit (Mus musculus) mulai berhenti. dan mencit betina (Mus musculus ♀) sudah tidak reseptif pada jantan. sel-sel epitel sudah tidak berinti. Fase ini lebih lama dari fase folikel.selama masa pedekatan dengan mencit betina. Pada tahap ini hormon yang terkandung paling banyak adalah hormon progesteron yang dihasilkan oleh korpus leteum (A. Lalu tahap estrus akhir dimana terjadi ovulasi yang hanya berlangsung selama 18 jam. Fase Luteal Fase luteal merupakan fase pertumbuhan dan berfungsinya corpus luteum. Mencit (Mus musculus) dapat mendeteksi pheromon ini karena terdapat organ vomeronasal yang terdapat pada bagian dasar hidungnya. terdapat sel-sel leukosit yang berfungsi untuk menghancurkan dan memakan sel telur tersebut. 2008). aktivitasnya mulai tenang. Sel epitel pada mencit akan mengalami penandukan atau terkornifikasi (Adnan. 2006). 2008). Ukuran uterus pada tahap ini adalah ukuran yang paling kecil karena uterus menciut. . Tahap estrus pada mencit (Mus musculus) terjadi dua tahap yaitu tahap estrus awal dimana folikel sudah matang. dan ukuran uterus pada tahap ini adalah ukuran uterus maksimal. Fase ini terjadi selama 6 jam. tahap ini terjadi selama 12 jam. Pheromon ini berfungsi untuk menarik perhatian mencit jantan (Mus musculus ♂).

Tahap ini terbentuk folikelfolikel primer yang belum tumbuh dan beberapa yang mengalami pertumbuhan awal.5 hari. tahap ini terjadi selama 2-2. 2008). Hormon yang terkandung dalam ovarium adalah estrogen meski kandungannya sangat sedikit. Pada apusan vagina akan terlihat banyak sel epitel berinti dan sel leukosit (A.Fase Diestrus.Tamyis. Fase ini disebut pula fase istirahat karena mencit betina (Mus musculus ♀) sama sekali tidak tertarik pada mencit jantan (Mus musculus ♂). .

Tutup dengan cover glass. 2. Mencit ditelentangkan untuk diperiksa. dan diputar perlahan dua hingga tiga kali. dan pewarna methylen blue 1% akuosa. Setelah agak kering gelas preparat ditetesi dengan methylen blue 1% dan diarahkan. 7. Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum vaginal smear adalah mencit betina (Mus musculus ♀) yang masak kelamin dan tidak sedang hamil. Object glass kering yang sudah dibersihkan dengan alkohol 70% disiapkan. 8. MATERI DAN METODE A. kemudian secara perlahan dimasukkan ke dalam vagina mencit sedalam ± 5 mm. gelas objek beserta penutupnya. kamera dan mikroskop cahaya. Metode Cara kerja pada praktikum vaginal smear adalah: 1.III.kemudian dibiarkan mengering. Cotton bud dioleskan memanjang tiga kali dengan arah yang sama pada object glass. 3. 6. . Hasil yang diperoleh digambar dan difoto serta ditentukan fasenya. larutan alkohol 70%. preparat ditetesi dengan aquades. 5. Bila pewarnanya berlebih. Mencit betina yang telah masak kelamin disiapkan. 4.9 %. tissue. larutan NaCl 0. Materi Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah cotton bud. Cotton bud dibasahi dengan larutan NaCl 0. Preparat diamati dengan mikroskop. B.9%. lalu kering anginkan.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL (A) Keterangan: 1 (B) Gambar (A): Mikroskopis Siklus Estrus Fase Estrus Perbesaran 10 x 40 Gambar (B): Skematis siklus estrus fase estrus Keterangan Gambar : 1. Sel epithel terkornifikasi .IV.

pada siklus menstruasi pendarahan keluar terjadi akibat adanya arteri spiral yang mengalami konstriksi bersamaan dengan luruhnya endometrium bagian (pars) fungsionalis. Sel leukosit merupakan sel antibodi yang terdapat di seluruh bagian individu. Sel leukosit di vagina berfungsi membunuh bakteri dan kuman yang dapat merusak ovum.Tamyis. Sel epitel berbentuk oval atau polygonal sedangkan sel leukosit berbentuk bulat berinti (Nalbandov. serta Adnan. External Bleeding. Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan oleh A. Perubahan perilaku. pada siklus estrus terlihat adanya perubahan perilaku pada setiap tahapannya namun pada siklus menstruasi perubahan perilaku tidak terlalu terlihat. Siklus estrus memiliki perbedaan dibandingkan dengan siklus menstruasi. Perbedaannya antara lain siklus estrus terjadi pada mamalia non primata sedangkan siklus menstruasi terjadi pada hewan primata dan pada manusia. 2006 yang menjelaskan bahwa pada saat estrus sel-sel epitel pada mencit betina akan mengalami terkornifikasi. Metode vaginal smear menggunakan sel epitel dan sel leukosit sebagai bahan identifikasi. Bentuk sel epitel poligonal dan tidak beraturan. Sel epitel merupakan sel yang terletak di permukan vagina sehingga apabila terjadi perubahan kadar estrogen maka sel epitel merupakan sel yang paling awal terkena akibat dari perubahan tersebut. Pars basalis tidak meluruh dan permukaannya yang berbatasan pars fungsionalis akan diperbaiki pada fase reparasi. 1976). atau disebut juga dengan pendarahan keluar. 2008. dapat diketahui dari sel yang tampak yaitu epitel mengalami penandukkan (terkornifikasi) menunjukkan bahwa mencit (Mus musculus) sedang mengalami fase estrus. pada tahap estrus vagina pada mencit betina (Mus musculus♀) membengkak dan berwarna merah. sehingga pars fungsionalis beserta arteri spiral akan . PEMBAHASAN Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.B.

Peluruhan sel endometrium ini disebabkan karena adanya pengurangan jumlah hormon progesteron yang dihasilkan oleh korpus leteum. Pendarahan keluar atau dapat pula disebut dengan external bleeding dapat terjadi pada hewan non primata. Contoh hewan yang mengalami pseudomenstruasi antara lain : anjing. yaitu hewan yang mengalami fase estrus hanya hewan betina yang masak kelamin. dua belas sampai empat belas jam. pada hewan yang mengalami siklus estrus perkawinan hanya terjadi pada fase estrus saja sedangkan pada primata dan manusia yang mengalami siklus menstruasi perkawinan dapat terjadi kapan saja. kucing. dua puluh lima sampai dua puluh tujuh jam. metestrus.2006). sedangkan pada fase estrus tidak terjadi pendarahan keluar karena tidak adanya arteri spiral jadi yang terjadi adalah adanya perobakan endometrium dan sel-sel yang sudah tidak dibutuhkan akan dimakan oleh sel-sel darah putih pada tubuhnya sendiri. Waktu kawin. sedangkan pada siklus menstruasi pendarahan keluar dikarenakan adanya peluruhan dari dinding endometrium. dan sapi (Rahardian. Durasi masing-masing komponen siklus estrus untuk tikus dengan siklus empat atau lima hari yang proestrus. . Selama fase estrus sel epitel mengalami penandukan (Russell.utuh kembali. Namun darah yang keluar ini seringkali disalah artikan sebagai menstruasi padahal faktor-faktor yang mempengaruhi hal ini berbeda dengan yang terjadi pada mamalia oleh karena itu pendarahan pada hewan mamlia ini disebut pula pseudomenstruasi. dan diestrus. estrus. 55-57 jam. 2008). enam sampai delapan jam. namun volume darah yang dikeluarkan hanya sedikit tidak sebanyak pada primata dan manusia. Hasil pengamatan dengan pustaka sama. kuda.

Fase yang terjadi pada mencit (Mus musculus) menunjukkan bahwa hewan tersebut sedang dalam fase estrus dapat diketahui dari preparat yang berisi sel epitel terkornifikasi. Tipe sel yang digunakan untuk mengidentifikasi fase-fase dalam siklus estrus adalah sel epitel dan sel leukosit. 3. Prosedur pembuatan preparat apus vagina yaitu cotton bud yang sudah dibasahi dengan larutan NaCl 0. KESIMPULAN DAN SARAN A. Epitel bentuknya oval atau polygonal. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. 2. .V. sedangkan leukosit bulat dan berinti.9% dimasukkan ke dalam vagina marmut kemudian putar searah secara perlahan cotton budnya sedalam ± 5mm lalu cotton bud tersebut dioleskan memanjang dua atau tiga baris olesan dengan arah yang sama pada objek glass yang sudah diberi alkohol 70% kemudian olesan yang ada di object glass diberi larutan methylen blue 1% lalu keringkan kira-kira 5 menit selanjutnya amati di mikroskop.

estrus. Sebaiknya saat praktikum disediakan empat preparat apus vagina yang terdiri dari fase proestrus. dan diestrus sehingga praktikkan dapat membandingkan dari setiap fase. mesestrus/postestrus. .B. Saran Sebaiknya saat praktikum disediakan preparat apus vagina yang sudah jadi sehingga dapat membantu kelompok yang belum berhasil membuat apus vagina.

kr/~cspark/teaching/chap5. Anatomy and Phisiology of Farm Animal. A.DAFTAR REFERENSI Adnan. 1992. V. http://cyberbiology.medicastore.gsnu. Jurusan Biologi FMIPA UNM.blogspot. Makassar.com Tamyis. 2006. Freeman and Company. . Frandson. W.com/2008/06/estrus-laporan praktikum-biologi.ac. United Kingdom. Tanggal akses 1 Oktober 2011. Jakarta. Fisiologi Reproduksi pada Mamalia dan Unggas. Universitas Indonesia Press. Nalbandov. The Female Reproductive Cycle: A Practical Histological Guide to Staging. www. A. 1976. http://nongae. 2008.html. D. Russell. Estrus.html. 1 Oktober 2011. A. Society of Toxicologic Pathology. 2008. 2006. R. Hormon dan Reproduksi. V. Nalbandov. Lea Febigur. Reproduksi dan Embriologi. Philadelphia. Nongae. Estrus Cycle. San Fransisco. H. Westwood. 2008. F. 1990. Rahardian. Reproductive Physiology of Mammals and Birds.