You are on page 1of 5

Cuplikan Film Patch Adam 1.

Aspek Kemanusiaan  Di rumah sakit jiwa, Patch Adam membantu teman sekamarnya yang bernama Rudy. Rudy sangat trauma dan ketakutan yang sangat tinggi pada tupai sehingga ia sering berhalusinasi kalau tupai selalu mendekat padanya. Pada malam itu Rudy tidak bisa tidur karena menahan rasa ingin ke kamar mandi dan selalu memainkan ranjangnya sehingga Patch Adam tidak dapat tidur. Setelah memahami keadaan temannya, Patch Adam berusaha membantu Rudy agar dapat ke kamar mandi, Usaha Adam pun berhasil Rudy dapat pergi ke kamar mandi tanpa rasa takut. Adegan ini menunjukan prinsip kemanuisaan karena Patch Adam telah menolong temannya untuk melawan rasa takut dan halusinasi berlebih terhadap tupai dan akhirnya Rudy pun dapat pergi ke kamar mandi tanpa rasa takut.  Patch adam bersama teman-temannya mendirikan sebuah klinik sederhana yang diperuntukkan bagi siapapun yang membutuhkan pertolongan kesehatan dan

mengratiskan biaya serta memberikan pelayanan yang sangat baik bagi orang yang datang berobat. Adegan ini termasuk aspek kemanusiaan karena pada adegan ini Patch Adam dan temantemannya rela mengorbankan waktu, tanaga, dan uang mereka untuk mendirikan sebuah klinik pengobatan gratis secara sukarela.  Pada suatu malam seorang ibu datang memohon untuk diizinkan melihat anaknya yang telah meninggal karena kecelakaan. Tetapi pihak rumah sakit tidak mengizinkan ibu tersebut melihat anaknya walaupun ibu tersebut telah memohon sambil menangis tetap saja ia tidak di ijinkan dengan alasan karena tidak mengisi formulir dan tidak mempunyai sejumlah uang untuk membayar biaya administrasi. Adagan ini sangat jelas menunjukan bahwa pihak rumah sakit tidak memperlakukan orang lain secara manusiawi dan tidak adil karena hanaya karena tidak mengisi formulir dan tidak punya sejumlah uang maka ibu tersebut tidak dapat bertemu dengan anaknya yang meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Awalnya ia hanya menghibur seorang anak yang bernama Cameron dan pada akhirnya membuat perilaku Adam disenangi oleh anak-anak yang berada di ruangan tersebut. Suatu hari nenek tidak mau makan dan seorang dokter yang juga sekamar dengan Adam saat kuliah pun merasa gagal karena tidak berhasil membujuk nenek untuk makan dan temannya tersebut meminta bantuan Adam. Yang pertama adalah seorang kakek yang ingin kembali berburu seperti masa mudanya dan Adam pun mengajak Truman dan Carin teman kuliah Patch untuk mmbantunya untuk mewujudkan fantasi kakek tersebut dengan mempersiapkan mainan dan balon. Dan juga pada saat Adam mewujudkan fantasi 2 orang tua yang lanjut usia. dan bersifat khas pada seseorang dalam caranya mengadakan hubungan.2. nenek merasa senang karena fantasinya terwujud untuk berendam di kolam yang penuh dengan mie serta mengubah pribadi David penderita kanker di kamar 305 menjadi lebih ceria dan menemaninya di akhir hidupnya Adegan ini menunjukan aspek perilaku / kepribadian Patch Adam yang sangat baik dan juga peduli serta menjaga hubungan baik dengan pasien.masih teringat di benaknya ia bermain mie dan memasukan tangannya ke dalam kumpulan mie yang banyak. karena ia rela mempermalukan dirinya dengan cara menjadi badut agar anak-anak di rumah sakit itu bisa terhibur dan juga ia mau untuk berusaha mewujudkan fantasi dari kakek dan nenek yang di rawat di rumah sakit tersebut. Adam dan teman-temannya pun berhasil. Nenek tersebut berfantasi ia ingin masuk pada sebuah kolam yang penuh dengan mie. . Aspek Perilaku / Kepribadian Kepribadian adalah seluruh pola emosi dan perilaku yang menetap. Adam bersama teman-temannya mempersiapkan sebuah kolam yang isinya mie dan nenek tersebut dibawa keluar dan masuk ke dalam kolam mie tersebut. Yang kedua adalah seorang nenek yang berfantasi ingin kembali pada masa kanak-kanaknya dimana dulu ia bersama ibunya membuat spaghetti. caranyaberpikir tentang lingkungan dan dirinya sendiri.1  Patch Adam menghibur anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan mengubah dirinya menjadi badut.

dia memposisikan dirinya pada diri pasien dan dia tau bahwa pasien merasa takut jadi Adam pun berusaha menyapa pasien dengan hangat agar dapat sedikit meredakan rasa takut pasien apabila dia tidak berempati seperti dokter dan rombongan mahasiswa tingkat 3 lain dia pun akan melakukan hal yang sama yaitu hanya fokus pada penyakit pasien. Aspek Empati Empati adalah kemampuan akan perasaan seseorang untuk mampu merasakan perasaan orang lain menurut sudut pandang orang tersebut. manghakimi pasien atas perbuatan dan perkataannya dan langsung keluar ruangan ketika urusannya .1  Ketika Patch Adam di rawat di rumah sakit jiwa. Adegan ini menggambarkan rasa empati Adam.  Patch Adam dapat mengubah pribadi David penderita kanker di kamar 305 yang agresif menjadi bisa kembali baik dan lebih ceria di akhir hidupnya.3. Saat dokter mempersilahkan rombongan mahasiswa tingkat 3 untuk bertanya. Adam hanya menanyakan nama ibu tersebut dan menyapanya dengan hangat hal tersebut membuat ibu tersebut langsung tersenyum. Kontan ibu tersebut tekejut dan ketakutan. dia tahu bahwa sebagai orang yang di vonis hidupnya tidak akan lama lagi pasti orang tersebut merasa sangat sedih yang juga berakibat pada perilakunya yang agresif tapi dengan penuh kesabaran Adam dapat mebuat David menjadi lebih baik secara emosional dan dia dapat menikmati sisa hidupnya dengan ceria. 4. menulis secukupnya. Disana ada seorang ibu yang menderita diabetes akut dan kakinya harus diamputasi.1  Patch Adam menyamar sebagai mahasiswa tingkat 3 dan ikut dalam proses identifikasi penyakit di rumah sakit rumah sakit. psikiater yang memeriksa Patch Adam dan beberapa orang lainnya seolah tidak peduli dengan kondisi mereka pada saat itu dan malah terus bertanya dan tidak mendengarkan apa yang mereka sampaikan secara baik. Adegan ini menunjukan rasa empati dari Patch Adam. Aspek Komunikasi Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat sehingga pesan tersebuat dapat dipahami. Psikiater hanya memberi pertanyaan secukupnya. Dokter dan mahasiswa tingkat 3 itu hanya berkonsentrasi pada penyakit ibu itu saja dan dokter secara langsung berkata bahwa kaki ibu tersebut harus di amputasi.

Adegan ini menunjukan bahwa Patc Adam menerapkan Etik profesi yaitu menerapkan prinsip Non-Maleficence yaitu point membantu Mrs. Adegan ini jelas menunjukan bahwa Patch adam dan teman-temannya menerapkan Etik Profesi yaitu memberlakukan prinsip Beneficence dalam praktek kesehatan yang mereka lakukan dimana mereka tidak memandang pasien sebagi sumber keuntungan.selesai tanpa mau menggali apa yang dirasakan pasien. karena dia mengabaikan aspek-aspek dari komunikasi efektif yang salah satunya adalah mendengar secara aktif dan juga berempati kepada pasien. Pengalam etika membuat kelompok menjadi baik dalam arti moral. 5. sebenarnya ia harus menjalankan komunikasi yang efektif seperti mau mendengarkan dan menanggapi keluhan pasien secara sabar bukannya terburu-buru meninggalkan ruangan pasien. Kenndy meninggkatkan semangat hidup.2  Seorang Dokter senior yang memimpin proses identifikasi penyakit mahasiswa tingkat 3.  Patch adam bersama teman-temannya mendirikan sebuah klinik sederhana yang diperuntukkan bagi siapapun yang membutuhkan pertolongan kesehatan dan mengratiskan biaya serta memberikan pelayanan yang sangat baik bagi orang yang datang berobat. ataupun terapi apa yang bisa ia berikan untuk dapat meningkatkan kondisi psikologis pasien. Adegan ini jelas menggambarkan bahwa Psikiater ini tidak menjalankan komunikasi efektif. namun . Kenndy untuk mandi mie. memeparkan gejala-gejala dan kemungkinan buruk dari penyakit yang di derita oleh pasien diabetes akut.  Patch Adam bersama teman-temannya berhasil mangabulkan impian Mrs. Aspek Etik profesi Etik Profesi adalah seperangkat perilaku anggota profesi dalam hubungannya dengan orang lain. Adegan ini menunjukan Dokter senior tersebut melanggar kode etik kedokteran yaitu di bagian Dokter memeparkan gejala-gejala dan kemungkinan buruk dari penyakit yang di derita oleh pasien hal ini melanggar prinsip Non-maleficenece dimana pada keadaan tersebut dokter memandang pasien seolah-oleh hanya sebagai objek.

Buku kedokteran EGC . Etika kedokteran dan hukum kesehatan. dkk. Jakarta.mereka memandang pasien sebagai orang yang membutuhkan pertolongan dan sudah kewajiban mereka unutuk memberikan pertolongan. 2011. Jakarta: UKRIDA 2 Jusuf. Komunikasi dan Empati(blok 1 modul 2). Daftar Pustaka 1 Andri. Amir. 2007.