You are on page 1of 27

By Fitria Tri H, ST

Motor AC. Berikut adalah gambar komponen dasar pada motor AC.

Stator terdiri dari sebuah grup dari individual elektromagnetik yang di bentuk sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah silinder yang berlubang. 1. Sebuah motor AC mempunyai 2 komponen dasar. dengan sebuah pole dari masing-masing magnet menghadap ke center dari grup. yaitu : Stator. . Stator diambil dari kata ‘stationary’ yang artinya adalah tidak bergerak atau diam.

Rotor. Rotor adalah komponen elektrikal yang berputar yang juga terdiri dari sebuah grup yang terdiri elektromagnet yang disusun mengelilingi sebuah silinder dengan pole menghadap ke pole stator.2. Rotor diambil dari kata ‘rotate’ yang berarti berputar. .

. Berikut adalah gambaran sederhana tentang bagaimana rotor dapat berputar di dalam stator.

 Satu cara untuk menghasilkan medan putar pada stator dalam motor AC adalah dengan menggunakan tegangan 3 fasa pada kumparan didalam stator. .

. Berikut adalah bentuk sinyal arus pada tegangan 1 fasa.

 Berikut adalah bentuk sinyal arus dari tegangan 3 fasa. .

. Untuk menghasilkan medan pada motor AC 3 fasa adalah menggulung kumparan stator dengan baik dan menyambungkannya pada tegangan 3 fasa dengan benar.

 Koneksi pada 6 pole dalam stator ditunjukkan oleh gambar berikut : .

. Gambar berikut menunjukkan bagaimana medan putar pada stator di hasilkan dari tegangan 3 fasa.

 . hal ini menyebabkan pole C-2 menjadi N dan pole C-1 menjadi S. sehingga tidak membuat pole B-1 dan B-2 tidak bermagnet. Sedang untuk fasa ‘B’ tidak ada arus yang mengalir. sehingga pole A-2 menjadi S. Penjelasan untuk gambar diatas adalah sebagai berikut : Saat time 1 Arus yang mengalir pada fasa ‘A’ adalah positif. Sedang arus yang mengalir pada fasa ‘C’ adalah negatif. hal ini menyebabkan pole A-1 menjadi N.

. tegangan fasa bergeser 60˚. Pada fasa ‘A’ tidak ada arus yang mengalir sehingga pole A-1 dan A-2 tidak bermagnet. Untuk fasa ‘C’ arus yang mengalir adalah negatif sehingga menyebabkan pole C-1 menjadi S dan pole C-2 menjadi N. Untuk Fasa ‘B’ arus yang mengalir adalah positif sehingga menyebabkan pole B-1 menjadi N dan pole B-2 menjadi S. Saat time 2 Pada saat ini. Demikian seterusnya sampai time 7.

Sekarang kita akan membahas tentang rotor. motor AC dibagi menjadi 2 jenis. yaitu motor sinkron dan motor induksi.   Terbangkitnya medan putar pada stator telah kita bahas sebelumnya. . Berdasarkan cara dibangkitkannya pole magnet pada rotor. Rotor juga mempunyai pole sama seperti stator yang terdiri dari kumparan-kumparan.

 Ketika terjadi perubahan arah arus maka polaritas dari magnet juga akan berubah. .

 Tegangan induksi terjadi apabila sebuah kawat tembaga digerakkan dalam medan magnit atau sebuah konduktor yang diam dengan medan magnet berubah-rubah. .

 Hukum Faraday ( percobaan 1 ) .

ada arus mengalir. Bila digerakkan keluar dar kumparan maka ada arus mengalir dengan arah yang sebaliknya. Sebuah batang magnet digerakkan masuk kedalam kumparan. Pada saaat pertama kali tidak ada arus yang terukur pada galvanometer. .    Sebuah kumparan dipasang secara seri dengan sebuah pengukur arus ( galvanometer).

sama dengan sebelumnya. .   Bila batang magnet diam di dalam kumparan. Apabila ada tahanan didalam rangkaian maka tegangan itu disebut dengan tegangan induksi. tidak ada arus yang mengalir. Apabila batang magnet dibuat diam dengan kumparan yang digerakkan. maka arur mengalir.

 Untuk rotor sangkar. . ketika kumparan stator dihubungkan dengan tegangan AC 3 phasa maka akan terbangkitkan medan magnet pada pole stator yang memotong rotor.

Tegangan induksi ini akan mengalirkan arus pada konduktor ini. tegangan ( emf) akan terinduksikan pada konduktor ini. . arus akan mengalir pada konduktor ini dan berakhir di ring rotor. Ketika konduktor pada rotor memotong medan magnet yang terbangkitkan pada kumparan stator. Akibat dari arus yang mengalir ini maka akan terbangkitkan pula medan magnet pada konduktor di rotor.

 Karena kumparan stator terhubungkan dengan tegangan 3 fasa maka arus induksi pada konduktor rotor pun ikut berubah secara kontinyu sehingga rotor sangkar menjadi elektromagnet dengan pole utara – selatan. .

.

. Gambar berikut menunjukkan saat kumparan A1 adalah ‘ north ‘ yang menyebabkan pole rotor ‘ south ‘.

. Ketika motor pertama kali dihubungan dengan tegangan 3 fasa denga rotor pertama kali diam.  Pada motor induksi 3 fasa. terdapat perbedaan yang maksimum antara medan putar stator dan medan putar rotor. medan putar pada stator harus lebih cepat dari medan putar pada stator agar dapat menginduksi tegangan pada rotor.

perbedaan antara medan putar stator dan medan putar rotor menjadi kecil. Slip dibutuhkan untuk menghasilkan torsi. Perbedaan kecepatan medan putar stator dan medan putar rotor disebut dengan slip.  Ketika motor sudah mencapai kecepatan operasinya. .

begitu pula sebaliknya . Slip juga tergantung pada beban. Penambahan beban akan mengakibatkan kecepatan rotor menurun sehingga slip meningkat.