Pengertian Kecemasan

Kecemasan adalah ketidak-mampuan individu dalam mengendalikan emosi dan perasan antara ketakutan dan kekhawatiran (Hyun, 1999), yang kuat serta meluap-luap (Chaplin, 2006) yang menyebabkan kegelisahan irasional (Mcloone,2006), dan perasaan tidak nyaman pada individu tersebut (Tell, 2010). Freud juga berpendapat bahwa kecemasan merupakan pengalaman subyektif individu mengenai ketegangan-ketegangan, kesulitan-kesulitan dan tekanan yang menyertai suatu konflik atau ancaman (Basuki, 1987; Hanum, 2002)

Kecemasan didefinisikan sebagai konsep yang terdiri atas dua dimensi utama, yaitu kekhawatiran (worry) dan emosionalitas (emotionally). Dimensi emosi merujuk pada reaksi fisiologis dari system saraf otonomik yang timbul akibat rangsangan atau perasaan yang tidak menyenangkan dan reaksi-reaksi emosi terhadap hal-hal buruk yang dirasakan individu ketika menghadapi situasi yang kurang menyenangkan (Hidayah,2004). Dimensi kekhawatiran merupakan aspek kognitip dari kecemasan yang di alami, berupa pikiran negative tentang diri dan lingkungannya dan perasaan negative terhadap kemungkinan kegagalan yang akan dihadapinya beserta konsekuensinya (Fiedman, 1997). Kekhawatiran adalah gambaran proses kognitif antisipatif yang dapat dipicu oleh pikiran yang berhubungan dengan kejadian realitis atau tidak realitis (Brown, 2006), berupa pikiran negatif tentang diri dan lingkungannya dan perasaan negatif terhadap kemungkinan kegagalan (Hidayah, 2004).

Banyak pengertian/definisi yang dirumuskan oleh para ahli dalam merumuskan pengertian tentang kecemasan. Beberapa ahli yang mencoba untuk mengemukakan definisi kecemasan, antara lain :

Maramis (1995) menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran, yang timbul karena dirasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Lazarus (1991) menyatakan bahwa kecemasan adalah reaksi individu terhadap hal yang akan dihadapi. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang menyakitkan, seperti kegelisahan, kebingungan, dan sebagainya, yang berhubungan dengan aspek subyektif emosi. Kecemasan merupakan gejala yang biasa pada saat ini, karena itu disepanjang perjalanan hidup manusia, mulai lahir sampai menjelang kematian, rasa cemas sering kali ada. Saranson dan Spielberger (dalam Darmawanti 1998) menyatakan bahwa kecemasan merupakan reaksi terhadap suatu pengalaman yang bagi individu dirasakan sebagai ancaman. Rasa cemas adalah perasaan tidak menentu, panik, takut, tanpa mengetahui apa yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan perasaan gelisah dan rasa cemas tersebut. Tjakrawerdaya (1987) mengemukakan bahwa kecemasan atau anxietas adalah efek atau perasaan yang tidak menyenangkan berupa ketegangan, rasa tidak aman dan ketakutan yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu yang mengecewakan tetapi sumbernya sebagian besar tidak disadari oleh yang bersangkutan.

Lebih lanjut, menurut Suryabrata (1986) apabila kecemasan timbul, maka akan mendorong orang untuk melakukan suatu usaha untuk mengurangi kecemasan itu atau mencegah impuls-impuls yang berbahaya. Faktor Penyebab Timbulnya Kecemasan Penyebab terjadinya kecemasan sukar untuk diperkiraan dengan tepat. Hal ini disebabkan oleh adanya sifat subyekif dari kecemasan, yaitu : Bahwa kejadian yang sama belum tentu dirasakan sama pula oleh setiap orang. Dengan kata lain suatu rangsangan atau kejadian dengan kualitas den kuantitas yang sama dapat diinterprestasikan secara berbeda antara individu yang satu dengan yang lainnya. Teori kognitif menyatakan bahwa reaksi kecemasan timbul karena kesalahan mental. Kesalahan mental ini karena kesalahan menginterpetasikan suatu situasi yang bagi individu merupakan sesuatu yang mengancam. Melalui teori belajar sosial kognitif, Bandura menyatakan bahwa takut dan kecemasan di hasilkan dari harapan diri yang negatif karena mereka percaya bahwa mereka tidak dapat mengatasi dari situasi yang secara potensial mengancam bagi mereka. Sedangkan berdasarkan sumber timbulnya kecemasan, Freud (Dalam Calvin S. Hall, 1993) membedakan kecemasan menjadi 3 macam, yaitu : a. Kecemasan Neurotik (Neurotic Anxiety), yaitu kecemasan yang berhubungan erat dengan mekanisme pembelaan diri, dan juga disebabkan oleh perasaan bersalah atau berdosa, konflik-konflik emosional yang serius, frustasi, serta ketegangan-ketegangan batin; b. Kecemasan Moral (Anxiety of moral conscience/super ego),

dimana individu merasa bahwa dirinya tidak mampu mengatasi apa yang terjadi atau apa yang dapat dilakukan untuk menolong diri sendiri. misalnya takut pada ular berbisa. Hall. yaitu kecemasan yang berhubungan erat dengan mekanisme pembelaan diri. yaitu rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar. serta ketegangan-ketegangan batin. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. kecemasan akan timbul bilamana individu tidak mampu menghadapi suatu keadaan stress.yaitu rasa takut akan suara hati. Progress on a cognitive-motivational-relational theory of Emotion.F. Secara umum Kecemasan merupakan suatu keadaan yang normal pada setiap individu. 1993) membedakan kecemasan menjadi 3 macam. Rasa Bersalah Sebagai Motif Mekanisme Difensi Pada Gangguan Cemas Secara Menyeluruh. Konfliknya terjadi bilamana individu tidak dapat memilih antara dua atau lebih kebutuhan atau tujuannya. D. dan juga disebabkan oleh perasaan bersalah atau berdosa. A Primer of Freudian Psychology. namun jika tidak dihadapi secara tepat maka akan menimbulkan gangguan psikologis yang lebih jauh. atau cenderung menaksir secara berlebihan suatu peristiwa yang membahayakan. konflik. b. Rajawali . tips mengatasi dan treatment terhadap kecemasan (anxiety). Kecemasan Realistik (Realistic Anxiety). 1995. Kecemasan juga dapat di sebabkan karena penilaian diri yang salah. Freud (Dalam Calvin S. 1991. Kecemasan Moral (Anxiety of moral conscience/super ego). Majalah Psikiatri Jiwa. 1999. Plume Publisher Lazarus. Kecemasan Neurotik (Neurotic Anxiety). Sumadi. Psikologi Kepribadian. Tekanan bierkan kecil tetapi bila bertumpuk-tumpuk dapat menjadi stress. Richard S. di masa lampau pribadi pernah melanggar norma moral dan bisa di hukum lagi. yaitu rasa takut akan suara hati. Menurut Miramis (1985). American Psychologist Tjakrawerdaya. kemampuan hidupnya. 1987. Sumbersumber kecemasan adalah frustasi. karena mereka keliru dalam menilai suatu bahaya yang dihubungkan dengan situasi tertentu. Jakarta : Yayasan Kesehatan Jiwa Dharmawangsa Suryabrata. 1986. Surabaya : Airlangga University Press Calvin S. c. yaitu : a. yaitu rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar. misalnya takut untuk melakukan perbuatan yang melanggar ajaran agama. Referensi Buku :      Miramis. dan krisis. konflik-konflik emosional yang serius. Dan krisis adalah suatu keadaan yang mendadak yang menimpa individu dan dapat menimbulkan kecemasan yang hebat. Kecemasan Realistik (Realistic Anxiety). frustasi. Secara sederhana kecemasan dapat disebabkan karena individu mempunyai rasa takut yang tidak realistis. Pada artikel berikutnya dunia psikologi akan menghadirkan gejala-gejala. misalnya takut untuk melakukan perbuatan yang melanggar ajaran agama. dimana stress dapat mengancam perasaan. Sedangkan berdasarkan sumber timbulnya kecemasan. di masa lampau pribadi pernah melanggar norma moral dan bisa di hukum lagi. W. Hall. c. Jakarta : CV. misalnya takut pada ular berbisa. Frustasi akan timbul bila adanya hambatan atau halangan antara individu dengan tujuan dan maksudnya. tekanan.

2.tegang. palpitasi.Kecemasan sangat berkaitan dengan perasaan tidak pasti dantidak berdaya.b. Teori Kecemasan .Kondisi dialami secara subyektif dan dikomunikasikan dalamhubungan interpersonal. mulut kering dansebagainya. ( Carpenito. kelelahan dan kelemahan. 2002). bingung. tidak bisaberkonsentrasi).BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. detak jantung meningkat) danpsikologis (misalnya panik. Kecemasan berbeda dengan rasa takut. dapat disimpulkanbahwa kecemasan adalah suatu perasaan subyektif mengenaiketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dariketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasaaman. peningkatan tekanan darah. gugup. 3.Kecemasan dapat didefininisikan suatu keadaan perasaankeprihatinan. ketidak tentuan. tegang. perhatian yang berlebihandan sebagainya.kurangnya orientasi lingkungan. 2000): a. diaforesis. detak jantung meningkat) dan psikologis (misal panik. tidak dapat rileks dan sebagainya. tegang. gelisah. Gejala-gejala yang timbul Gejala-gejala yang timbul akibat kecemasan adalah (Carpenito. dkk. Pengertian Kecemasan Kecemasan sebagai respon emosi tanpa objek yang spesifikyang secara subjektif dialami dan dikomunikasikan secarainterpersonal. bingung. berkeringat. Perasaan yang tidak menentu ini pada umumnya tidakmenyenangkan dan menimbulkan atau disertai disertasi perubahanfisiologis (misal gemetar. kekhawatiran padasesuatu yang akan terjadi dengan penyebab yang tidak jelas dandihubungkan dengan perasaan tidak menentu dan tidak berdaya(Suliswati. gemetar. KognitifGejala yang timbul seperti tidak mampu berkonsentrasi. kehilangan percaya diri. 2002). Perasaan yang tidak menentu tersebut pada umumnya tidakmenyenangkan yang nantinya akan menimbulkan atau disertaidisertasi perubahan fisiologis (misal gemetar. 2005). berkeringat.c. rasa gelisah. Kecemasan adalah kebingungan. keadaan emosi ini tidak memiliki obyek yang spesifik. EmosionalIndividu menyatakan bahwa dirinya merasa ketakutan.peningkatan frekuensi napas. pelupa. yangmerupakan penilaian intelektual terhadap suatu yang berbahaya(Stuart & Sundeen. termenung.insomnia. diare. kehilangan kontrol. ancaman yang tidakspesifik. FisiologisBeberapa gejala fisiologis yang timbul sepertipeningkatan frekuensi nadi.Berdasarkan beberapa uraian diatas.tidak berdaya. tidakbisa berkonsentrasi). atau takut dari kenyataanatau persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui ataudikenal (Stuart and Sundeens. orientasi padamasa lampau saat ini dan akan datang. Tinjauan Umum Tentang Kecemasan1. 2000)Menurut Carpenito (2000) menyebutkan bahwa kecemasanadalah suatu keadaan di mana individu atau kelompok mengalamiperasaan yang sulit (ketakutan) dan aktivasi sistem saraf otonomdalam berespons terhadap ketidakjelasan.

Kecemasan adalah konflik emosional yang terjadianatra dua elemen kepribadian yaitu id dan superego. Frustasi akan menimbulkan ketidakberdayaan untuk mengambilkeputusan yang berdampak terhadap ego. 5. (2005) ada 2 faktor yangmempengaruhi kecemasan yaitu : a.Kecemasan adalah konflik emosional yang terjadianatra dua elemen kepribadian yaitu id dan superego. Gangguan kecemasan juga tumpang tindihantara gangguan kecemasan dan depresi. karenabenzodiapine dapat menekan neurotransmitter gamma amino butyric acid . Id meewakili a.Menurut Stuart dan Sundeen. yangberperan penting dalam biologis yang berhubungan dengankecemasan 4. 8. Pola mekanisme koping keluarga atau pola keluarga menanganikecemasan akan mempengaruhi individu dalam beresponsterhadap konflik yang dialami karena mekanisme kopingindividu banyak dipelajari dalam keluarga. Teori BiologisMenunjukkan bahwa otak mengandung reseptorkhusus untuk benzodiazepin. Individudengan harga diri rendah terutama rentan mengalami kecemasanyang berat. Ahli teori perilaku lain menganggapkecemasan sebagai suatu dorongan yang dipelajari berdasarkankeinginan dari dalam diri untuk menghindari kepedihan. Id meewakili dorongan insting dan impuls primitive.6. Medikasi yang dapat memicu terjadinya kecemasan adalahpengobatan yang mengandung benzodiazepin. e. Teori keluargaMenunjukkan bahwa gangguan kecemasan biasanyaterjadi dalam keluarga. antara lain :a. Teori psikoanalitik. Peristiwa traumatik yang dapat memicu terjadinya kecemasanberkaitan dengan krisis yang dialami individu baik krisisperkembangan atau situasional. 4. yaitu segalasesuatu yang mengganggu kemampuan individu untuk mencapaitujuan yang diinginkan. obat-obatan yang meningkatkanneuroregulator inhibisi asam gama-aminobitirat (GABA). Teori perilakuKecemasan merupakan hasil dari frustasi. seperti perpisahandan kehilangan.c. Penyebab Kecemasan Menurut Suliswati. d. b. Konflik emosional yang dialami individu dan tidak terselesaikandengan baik. dan fungsi kecemasanadalah mengingatkan ego bahwa ada bahaya. dkk. Faktor predisposisi yang meliputi : 1. Konsep diri terganggu akan menimbulkan ketidakmampuanindividu berpikir secara realitas sehingga akan menimbulkankecemasan. Teori interpersonalKecemasan timbul dari perasaan takut terhadapketidaksetujuan dan penolakan interpersonal. Teori psikoanalitik. Ego atau aku berfungsi mengahi tuntutan daridua elemen yang bertentangan tersebut. yang menimbulkan kerentanan tertentu. 3. 7. Kecemasan jugaberhubungan dengan perkembangan trauma. Gangguan fisik akan menimbulkan kecemasan karenamerupakan ancaman integritas fisik yang dapat mempengaruhikonsep diri individu . sedangkan superegomencerminkan hati nurani seseorang dan dikendalikan normabudaya seseorang. Konflik antara id dan superego atau antarakeinginan dan kenyataan dapat menimbulkan kecemasan padaindividu. Riwayat gangguan kecemasan dalam keluarga akanmempengaruhi respon individu dalam berespon terhadap konflikdan mengatasi kecemasannya. (2002) ada beberapa teoriyang menjelaskan mengenai kecemasan. 2.

c. kecelakaan.(GABA) yang mengontrol aktivitas neuron di otakyang bertanggung jawab menghasilkan kecemasan . meliputi paparan terhadap infeksi virusdan bakteri polutan lingkungan. verbalisasi cepat dan blocking.Individu terdorong untuk belajar yang akan menghasilkanpertumbuhan dan kreativitas.\ . meliputi kegagalan mekanisme fisiologisystem imun.individu lebih memfokuskan pada hal penting saat itu danmengesampingkan hal lain. penyesuaianterhadap peran baru. gejalaringan pada lambung. tremor halus pada tangan dan suarakadang-kadang meninggi. kekurangannutrisi. d. 1) Respon Fisiologis Sesekali nafas pendek. a) Sumber internal. meliputi kesulitan dalam berhubunganinterpersonal di rumah dan di tempat kerja. tidak adekuatnya tempat tinggal. ketegangan yangmengancamintegritas fisik meliputi : a) Sumber internal. nadi ekstra sistolik dan tekanan darah naik. Rentang Respon Kecemasan Stuart dan Sundeen (2002) membagi kecemasan menjadi 4tingkatan yaitu : a. 3) Respon PrilakuPerasaan ancaman meningkat. regulasi suhu tubuh. Pada tingkat ini lahanpersepsi melebar dan individu akan berhati-hati dan waspada.1) Respon FisiologisSering nafas pendek.dan berfokus pada apa yang menjadi perhatiannya. 5. Berbagai ancaman terhadapintegritas fisik juga dapat mengancam harga diri. perubahan biologisnormal. 1) Respon FisiologisSering nafas pendek. 3) Respon PerilakuGerakan tersentak-sentak (meremas tangan). anoreksia. mampu menerima rangsangankompleks. Kecemasan sedangPada tingkat ini lahan persepsi terhadap lingkungan menurun. Kecemasan RinganKecemasan ringan berhubungan dengan keteganganakan peristiwa kehidupan sehari-hari. b) Sumber eksternal.b. b) Sumber eksternal. nadi dan tekanan darah naik. nadi dan tekanan darah naik.perceraian. meliputi kehilangan orang yang dicintai. sosial budaya. tekanankelompok. Kecemasan BeratPada kecemasan berat lahan persepsi menjadi sempit. 2) Respon KognitifLapang persepsi menyempit. berkeringantdan sakit kepala. 2) Ancaman terhadap harga diri meliputi sumber internal daneksternal. b. 3) Respon perilakuTidak dapat duduk tenang. konsentrasi pada masalah dan menyelesaikanmasalah secara efektif. rangsang luar tidak mampu diterima. Faktor presipitasi meliputi : 1) Ancaman terhadap integritas fisik. dan perasaan tidak nyaman. diare atau konstipasi. penglihatan kabur. muka berkerut dan bibir bergetar. gelisah. perubahan status pekerjaan.mulut kering.Individu cenderung memikirkan hal yang kecil saja dan mengabaikanhal-hal yang lain. 2) Respon KognitifLapang persepsi sangat menyempit dan tidak mampumenyelesaikan masalah. 2) Respon KognitifLapang persegi meluas. Individu tidak mampu berfikir berat lagi danmembutuhkan banyak pengarahan/tuntutan . PanikPada tingkat ini persepsi sudah terganggu sehingga individusudah tidak dapat mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukanapa-apa walaupun sudah diberi pengarahan/tuntunan. berbicara banyakdan lebih cepat.

Disadari dan berorentasi pada tindakan. ego oriented berguna untuk melindungidiri dengan perasaan yang tidak adekuat seperti inadequacy danperasaan buruk berupa penggunaan mekanismme pertahanan diri(defens mechanism ).1) Respon FisiologisNafas pendek. 6. Trial and error mencoba berbagi rencana pemecahan masalah yangdisusun. berteriak-teriak. Jenis mekanisme pertahan diri yaitu . b) ProyeksiMenyalahkan orang lain mengenai ketidakmampuanpribadinya atas kesalahan yang diperbuatnya. . Dipikirkan untuk memecahkan masalah. ketakutan. others berarti meminta bantuan orang lain Bila diri sendiri tidak mampu. kecemasan yang timbul dapatdiidentifikasi melalui respon yang dapat berupa respon fisik. Proses Adaptasi Kecemasan Proses adaptasi kecemasan menurut Suliswati. pucat. Begitu selanjutnya.b. presepsi kacau.d. hipotensi.tujuan untuk memuaskan kebutuhan). Hal yang perlu dihindariadalah adanya rasa keputusasaan yang terhadap kegagalanyang dialami . Trial and Error Others . Mekanisme koping1) Strategi pemecahan masalah. dan kemampuan mengalami distorsi . 2) Respon Kognitif Lapang persepsi terhadap lingkungan mengalami distorsi. (2005)meliputi :a. kompromi (mengubah cara. Strategi pemecahan masalah inisecarah ringkas dpat digunakan dengan metode STOP yaitu Source. rasa tercekik. sakit dada. Bila satu tidak berhasil maka mencoba lagi denganmetode yang lain. menarik diri (mengindari sumberancaman fisik atau psikologis). bocking .emosional dan kognitif atau intelektual. mengamuk dan marah. serta Pray and Patient . Source berarti mencaridan mengidentifikasi apa yang menjadi sumber masalah. 3) Ego oriented Dalam teori ini. tidakdapat berfikir logis.3) Respon PrilakuAgitasi.a) DenialMenghindar atau menolak untuk melihat kenyataan yang tidakdiinginkan dengan cara mengabaikan dan menolak kenyataantersebut. memenuhikebutuhan . danrendahnya koordanasi motorik. Berupa reaksi melawan (mengatasi rintangan untukmemuaskan kebutuhan). dkk.Strategi pemecahan masalah bertujuan untukmengatasi atau menanggulangi masalah atau ancaman yang adadengan kemampuan realistis. konflik. Realistis memenuhi tuntunan situasi stress .2)Task oriented (berorentasi pada tugas) a.c. Mekanisme inidigunakan untuk mengindari celaan atau hukuman yangmungkin akan ditimpakan pada dirinya. Sedangkan pray and patient yaitu berdoa kepada Tuhan.

mendengarkan cerita penderita sertamengobservasinya terutama perilaku nonverbalnya.Kedutan otot. Undoing Tindakan atau komunikasi tertentu yang bertujuanmenghapuskan atau meniadakan tindakan sebelumnya .Sulit menelan.Konstipasi (sukar buang air besar) 12.Perasaan ditusuk-tusuk 9.Detak jantung hilang sekejap 10.Kurangnya kesenangan pada hobi. 2001) yang terdiri atas 14 item dengan perincian sebagaiberikut : 1.Firasat buruk.Sering kencing.Rasa tertekan atau sempit di dada. Ini sangatberguna dalam menentukan adanya kecemasan dan untukmenetapkan tingkatnya.f) FantasiKeinginan yang tidak tercapai dipuaskan dengan imajinasiyang diciptakan sendiri dan merupakan situasi yang berkhyal.Cemas (was-was.Tidak dapat menahan kencingAmenorrhoe (tidak haid).Ketakutan pada kerumunan orang banyak 4.Suara tidak stabil 8.Mudah terkejut. Ketakutan ditandai oleh :.Mimpi buruk. g)Displacement Memindahkan perasaan yang tidak menyenangkan diri atauobjek ke orang atau objek lain yang biasannya lebih kurangberbahaya dari pada semula.Takikardia (denyut jantung cepat).Merasa tegang.Sering menarik nafas panjang 11.Berat badan menurun.GelisahMudah terkejut 3. Gejala urogenital (perkemihan dan kelamin) ditandai oleh :.e) RasionalisasiBerusahah memberikan memberikan alasan yang masuk akalterhadap perbuatan yang dilakukanya . ditandai dengan : .Rasa panas di perut. Gejala gastrointestinal (pencernaan) ditandai oleh :.Mudah tersinggung 2.Mimpi-mimpi. Gangguan kecerdasan ditandai oleh :.Bangun dengan lesu.Perut melilit.Penglihatan kabur.Sukar masuk tidur.Nyeri dada.Kaku.Mual. Perasaan cemas.Kehilangan minat.Mudah menangis.Ketakutan pada keramaian lalu lintas.Takut akan pikiran sendiri.Mimpi yang menakutkan 5. Gejala pernafasan ditandai oleh :.Perasaan tercekik. Gangguan tidur ditandai oleh :. Gejala kardiovaskuler ditandai oleh :. Perasaan depresi ditandai oleh :.Lesu.Gemetar. Gejala sensorik ditandai oleh :.Muntah .Perut terasa kembung atau penuh.Daya ingat menurun 6.Nyeri pada otot.Daya ingat buruk.Rasa lemas seperti mau pingsan.Terbangun malam hari.Merasa nafas pendek/ sesak.Perasaan berubah-ubah sepanjang hari 7.Ketakutan pada gelap.Denyut nadi mengeras.Menorrhagia (darah haid berlebihan).Tidur tidak nyenyak.Sedih.Tidak dapat istirahat tenang.Defekasi lembek.E (1990) ada tes-tes kecemasan denganpertanyaan langsung. dan pengalaman yangmenyakitkan . perasaan.Ketakutan ditinggal sendiri.Bangun dini hari. Gejala somatik ditandai oleh :.Gangguan pencernaanNyeri lambung sebelum atau sesudah makan.i) KompensasiMenutupi kekurangan dengan meningkatkan kelebihan yangada pada dirinya. 7. Adapun salah satu cara penilaian tingkatkecemasan adalah menggunakan skala tingkat kecemasan Hamilton(Hawari.Masa haid berkepanjangan.Sukar konsentrasi.Berdebar-debar. h.Masa haid amat .Ketakutan pada orang asingKetakutan pada binatang besar. khawatir) .d) RegresiKemunduran dalam hal tingkah laku yang dilakukan individudalam menghadapi stress . Penilaian Tingkat Kecemasan Menurut Maramis M.Tinitus (telinga berdenging).Gigi gemeretak.c) RepresiMenekan ke dalam tidak sadar dan sengaja melupakanterhadap pikiran. Ketegangan ditandai oleh : .Muka merah dan pucatMerasa lemah.

Mengerutkan dahi atau kening.Muka merah Cara penilaian : .Bulu . menggigit-gigit bibir). Perilaku sewaktu wawancara.Ejakulasi dini.Skor 28 sampai dengan 41 = kecemasan berat .Nafas pendek dan cepat.Gelisah (memainkan tangan/jari-jari.menarik-narik rambut.Skor 4 : Semua gejala ada Penilaian hasil yaitu dengan menjumlahkan nilai skor item 1sampai dengan 14 dengan ketentuan sebagai berikut : . ditandai oleh :.Skor 1 : dari gejala yang ada .Jari gemetar.Ereksi melemah.Pusing/sakit kepala. tidak dapat duduk dengantenang).pendek. 2001).Skor 2 : sampai dengan separuh dari gejala yang ada .Tidak tenang (bergerak terus.Skor 42 sampai dengan 56 = kecemasan berat sekali(panik) (Hawari.Muka tegang.Mulut kering.Skor 3 : lebih dari separuh gejala yang ada . .Impotensi 13.Haid beberapa kali dalam sebulan.Tonus otot meningkat.Skor 14 sampai dengan 20 = kecemasan ringan .Kepala terasa berat.Skor 21 sampai dengan 27 = kecemasan sedang . Gejala otonom ditandai oleh :.Skor kurang dari 14 = tidak ada kecemasan .Muka kering.Frigiditas (menjadi dingin).Skor 0 : tidak ada gejala sama sekali .Mudah berkeringat. meremas-remas tangan.Ereksi hilang.bulu berdiri 14.

mekanis. dan 1000 ml berupa susu. 6 bulan kedua berikutnya sebanyak 500 Kkal 3. Kebutuhan dasar ibu masa nifas 1. yang perlu diperhatikan adalah: 1.KEBUTUHAN DASAR PADA MASA NIFAS KEBUTUHAN DASAR IBU MASA NIFAS A. Suplemen zat besi dapat diberikan kepada ibu nifas selama 4 minggu pertama setelah kelahiran. Tidak ada kontra indikasi pemberian nutrisi setelah persalinan b. Tahun kedua sebanyak 400 Kkal Protein: Dianjurkan penambahan perhari: 1. 6 bulan kedua sebanyak 12 gr 3. misalnya : sayuran hijau Energi: Dianjurkan penambahan perhari: 1. Gizi ibu menyusui dibtuuhkan untuk: 1. mencegah konstipasi dan untuk memulai proses pemberian ASI eksklusif Asupan kalori perhari ditingkatkan sampai 2700 kalori. Mempercepat pemulihan kesehatan dan kekuatan d. Makan makanan yang tidak merangsang baik termis. Nutrisi dan cairan a. setiap hari hrs minum lebih dari 6 gelas per hari 3. Batasi makanan yang berbau keras 5. 6 bulan pertama sebanyak 700 Kkal 2. Makanan dianjurkan seimbang antara jumlah dan mutunya 2. kimia untuk menjaga kelancaran pencernaan ibu 4. Produksi ASI 2. Pemulihan kesehatan ibu Kebutuhan gizi. Banyak minum.000 unit) Contoh menu ibu menyusui Jenis Makanan Usia bayi 0-6 bulan Usia bayi lebih dari 6 bulan Nasi 5 piring 4 piring Ikan 3 potong 2 potong . Bisa mencegah terjadinya infeksi Ibu nifas memerlukan diet untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi. Harus mendapatkan nutrisi yang lengkap dengan tambahan kalori dari sebelum hamil (200500 kal) c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI e. 6 bulan pertama sebanyak 16 gr 2. Asupan cairan perhari ditingkatkan sampai mencapai 3000 ml. Tahun kedua sebanyak 11 gr Berikan pil zat besi selama 40 hr post partum Berikan kapsul vitamin A (200. Gunakan bahan makanan yang dapat merangsang produksi ASI.

Letakkan kedua belah tangan pada perut dibawah tulang iga. Observasi untuk 2 kali bak harus dalam 4-8 jam pertama dan minimal 200 cc c. Ambulasi a. Sebelum waktu ini. Berbaring pada punggung. Anjurkan untuk minum banyak cairan dan ambulasi d. Jelaskan tujuan dan manfaat ambulasi dini e. Maka untuk mencegah tejadinya trombosis vena perlu dilakukan ambulasi dini oleh ibu nifas. Observasi distensi abdomen. Rangsangan untuk berkemih : sitz bath untuk mengurangi oedema dan relaksasi spengkter. 3. maka ambulasi dini dimulai pada 24 – 36 jam setelah melahirkan. Latihan yang dilakukan pasca persalinan normal meliputi: 1. Berbaring pada punggung.Tempe 5 potong 4 potong Sayuran 3 mangkok 3 mangkok Buah 2 potong 2 potong Jenis Makanan Usia bayi 0-6 bulan Usia bayi lebih dari 6 bulan Gula 5 sendok 5 Sendok Susu 1 gelas 1 gelas Air 8 gelas 8 gelas 2. ibu tersebut harus diminta untuk melakukan latihan menarik nafas yang dalam serta latihan tungkai yang sederhana dan harus duduk serta mengayunkan tungkainya di tepi ranjang. Ambulasi dilakukan secara bertahap sesuai kekuatan ibu Terkadang ibu nifas enggan untuk banyak bergerak karena merasa letih dan sakit. Tujuan latihan pasca melahirkan adalah: Menguatkan otot-otot perut dan dengan demikian menghasilkan bentuk tubuh yang baik Mengencangkan dasar panggul sehingga mencegah atau memperbaiki stress inkontinensia Membantu memperbaiki sirkulasi darah di seluruh tubuh NB: postur tubuh yang baik dianjurkan sejak awal untuk membantu mencegah nyeri punggung. 2.Pada persalinan normal dan keadaan ibu normal maka biasanya ibu diperbolehkan untuk mandi dan ke WC dengan dibantu pada 1 atau 2 jam setelah persalinan. Kendurkan sedikit lengan kiri dan kencangkan lengan kanan. kedua lengan diluruskan di atas kepala dengan telapak tangan menghadap keatas. lemaskan tungkai kiri dan kencangkan tungkai kanan shg seluruh sisi tubuh yang kiri menjadi kencang sepenuhnya. kemudian keluarkan lewat mulut sambil mengencangkan dinding perut untuk membantu mengosongkan paru-paru. Pada saat yang sama. Meningkatkan sirkulasi dan mencegah resiko thrombophlebitis c. kedua lutut ditekuk. Jika keadaan tersebut tidak segera diatasi maka ibu tersebut akan terancam mengalami trombosis vena. Meningkatkan fungsi kerja peristaltic dan KK ---→ Mencegah distensi abdominal dan konstipasi d. palpasi dan auskultasi post SC b. . Kalau perlu kateter sewaktu Pada ibu pasca SC. Eliminasi : BAK atau BAB a. Ulangi pada sisi tubuh yang kanan. kompres hangat / dingin e. Ambulasi sedini mungkin kecuali ada kontra indikasi b. Tarik nafas perlahan-lahan dan dalam lewat hidung.

Jika ibu mengalami kesulitan tidur di malam hari dan dia nampak gelisah maka perlu diwaspadai ibu mengalami gangguan psikosis masa 6. Ulangi disebelah luar lutut kanan. pasca SC. dll) harus dimandikan setiap hari dengan pencucian daerah perineum yang dilakukan 2 X perhari dan setiap selesai buang hajat. Ajarkan ibu untuk membersihkan sendiri Pasien yang hrs istirahat di tempat tidur (hipertensi. Penggantian pembalut hendaknya sering dilakukan. Didiskusikan mulai hamil dan diulang pada post partum berdasarkan budaya dan kepercayaan ibu dan keluarga c. Seksual a. Membutuhkan istirahat dan tidur yang cukup b. Memiringkan panggul Berbaring pada punggung dgn kedua lutut ditekuk. 5. Posisi yang sama sprti diatas. kurang istirahat dan . Kontraksikan otot-otot perut untuk membuat tulang belakang menjadi datar dan otot-otot pantat menjadi kencang. Letakkan kedua lengan di sebelah luar lutut kiri. Angkat kepala dan bahu hingga sudut sekitar 45 derajat. Sesudah hari ketiga Berbaring pada punggung. kedua lutut ditekuk dan kedua lengan direntangkan. biasanya daerah perineum dicuci sendiri. Luka pada perineum akibat episiotomi. Paling sering menggunakan air hangat yang mengalir (bisa ditambah larutan anti septik) diatas vulva perineum setelah BAK atau BAB c. Kencangkan dasar panggul. Payudara juga harus diperhatikan. Istirahat ini bisa berupa tidur siang maupun tidur malam hari. setidaknya setelah membersihkan perineum atau setelah BAK atau BAB. maka ibu membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan keadaannya. Teruskan gerakan ini dengan berdiri dan duduk 4. Kedua tungkai sedikit dijauhkan. pertahankan selama 3 detik dan lemaskan perlahanlahan 6. Vulva higiene dapat memberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi secara seksama pada daerah perineum dan mengurangi rasa sakitnya. Sering membersihkan perineum akan meningkatkan kenyamanan dan mencegah resiko infeksi b. Keinginan seksual ibu rendah : level hormon rendah. Dipengaruhi oleh derajat rupur perineum dan penurunan hormon steroid setelah persalinan d. 5. Kebersihan diri/ perineum a. Kontraksi vagina Berbaring pada punggung. Hindari penyemprotan langsung d. Tindakan rutin di Rumah Sakit hendaknya jangan mengganggu waktu istirahat dan tidur ibu Setelah selama sembilan bulan ibu mengalami kehamilan dengan beban kandungan yang begitu berat dan banyak keadaan yang mengganggu lainnya serta proses persalinan yang begitu melelahkan ibu. adaptasi peran baru.3. Sering menjadi perhatian ibu dan keluarga b. Setelah ibu mampu mandi sendiri (2 X perhari). lakukan masase payudara secara perlahan-lahan dan jika putting susu masih terbenam maka tarik-tariklah keluar secara hati-hati. 4. ruptur atau laserasi merupakan daerah yang tidak mudah untuk dijaga agar tetap bersih dan kering. Istirahat sangat penting untuk ibu yang menyusui c. Istirahat a. pertahankan selama 3 detik dan kemudian lemaskan. pertahankan selama 3 detik dan kemudian lemaskan.

trombosis dan lain-lain g. Mengurangi rasa sakit pada otot-otot b. Faktor kesiapan ibu untuk memulai senam post partum : 1. tiap hari ditambah 1 kali hinga akhirnya sampai 10 kali sehari. l. Memperbaiki peredaran darah c. Menghindarkan kelainan. Membangkitkan kembali pengendalian atas otot-otot spinkter. senam ini dapat dilakukan 3-4 kali sehari misalnya pada waktu pagi bangun tidur. Menstrulasi terjadi pada kurang lebih 9 minggu/ 4-8 minggu (ibu tidak menyusui) dan kurang lebih 30-36 minggu / 4-18 bulan pada ibu yang menyusui 7. tanpa menggunakan bagian lainnya 4. kaki diangkat pelan setinggi yang dapat dicapai. Dengan tidur terlentang. Mempercepat involusi f. Pada hari ke-3 dan seterusnya mengangkat kaki kedua-duanya sekaligus. Selain itu senam masa nifas juga memiliki tujuan tertentu antara lain : a. Tingkat kesegaran tubuhnya sebelum kelahiran bayi 2. terutama otot-otot perut yang telah terjadi longgar setelah kehamilan. Melancarkan pengeluaran lochea e. Meredakan hemoroid dan varikositas vulva. e. Pengguanaan kontrasepsi (ovulasi terjadi pada kurang lebih 6 minggu) karena kembalinya kedalam masa subur tidak bisa diprediksi f. Mengencangkan otot-otot perut dan perineum d. Apakah ia telah mengalami persalinan yang lama dan sulit atau tidak 3. Penderita tidur terlentang. j. Latihan atau senam nifas Senam masa nifas berupa gerakan-gerakan yang berguna untuk mengencangkan ooto-otot. Urutan lainnya sama. Untuk mempercepat penyembuhan. penderita menarik nafas panjang melalui perut (jangan menggembungkan dada) menghitung sampai 15 dengan terlentang. Memperbaiki respon seksual Senam sederhana pada hari ke 2 setelah persalinan ialah : 1. lengan dilipatkan pada dada atau menekan tempat tidur lalu perlahanlahan hanya duduk dengan kaki selonjor rapat dan lurus. mencegah komplikasi dan meningkatkan otot-otot punggung. Kaki diturunkan dan kaki diputar-putar ke arah luar tempat tidur. tegak lurus setinggi yang dapat dicapai. bergantian antara kaki kiri dan kanan 2. Meningkatkan pengendalian atas urine k. Penyesuaian post partum yang sulit oleh kerena suatu sebab . Bila keadaan ibu baik. siang dan malam. Pada waktu senam tidak menggunakan bantal. Dengan tangan disamping. tumit ditekan pada tempat tidur 3. pelvis dan abdomen h. dagu ditundukkan hingga mengenai dada. Kegel execise : untuk membantu penyembuhan luka perineum i. Apakah bayinya mudah dilayani atau rewel dalam meminta asuhan 4.tidur. Meringankan perasaan bahwa “segalanya sudah berantakan”. m. misalnya : emboli.

lutut dibengkokkan. Tidak akan ada orang yang tahu atau melihat anda melakukannya. Kontraksikan otot abdomen pada waktu menghembuskan nafas dan kencangkan pantat. Kemudian melakukan gerakan pergelangan kaki yang melingkar besar perlahan mula-mula dalam satu arah kemudian kearah sebaliknya Fase II : Tambahkan senam ini bila terasa nyaman (biasanya pada hari ke 2-7 . dengan lutut dibengkokkan. Otot-otot abdomen yang telah dipulihkan dan diperkuat adalah sangfat penting untuk mrenopang punggung bagian bawah. tekan dan tahan. kemudian lepaskan. bengkokkan pergelangan kaki sedapat mungkin. Ulangi gerakan senam 2 – 5 kali. Untuk mengontraksikan pasangan otot-otot ini. Pengencangan abdomen Pada penghembusan nafas : (untuk abdomen) Berbaringlah atau berbaring miring. dan kemudian balik turun secara perlahan. 3. tangan dibagian perut. Penjelasan senam bagi ibu . bayangkanlah bahwa anda sedang buang air seni dan lalu anda tiba-tiba menahannya ditengah-tengah: Atau bayangkan bahwa dasar panggul merupakan sebuah elevator secara perlahan anda menjalankannya sampai lantai 2 lalu kemudian kelantai 3 dan seterusnya. Mengencangkan otot-otot abdomen : Otot-otot abdomen setelah melahitrkan akian menunjukkan kebutuhan perhatian yang paling jelas. Dengan menggunakan visualisasi dan berkonsentrasi pada otot. jari kaki mendongak ke atas kemudian menunjuk ke bawah sambil menekukan kaki. kemudian secara perlahan turunkan dan lepaskan. Meskipun kadang-kadang sulit untuk secara mudah mengaktifkan otot-otot dasar panggul ini selama hari pertama atau kedua. Segera lakukan senam kegel pada hari pertama post partum bila memang memungkinkan.Tahan selama 3 hitungan panjang kemudian lepaskan 4.. Putarlah panggul dengan jalan meratakan punggung bagian bawah sampai ke lantai dengan meniadakan bagian yang berongga. Begitulah cara melatih otot-otot tersebut. Pada saat menghembuskan nafas. Hitung sebanyak 3 kali hitungan yang panjang. 2. Lakukan dengan santai dan bernafas dalam-dalam saat melakukan senam tersebut. Fase I (hari-hari pertama post partum) 1. Biarkan panggul miring naik keatas.Latihan senam pasca persalinan : 1. Memperkuat dasar panggul Senam yang pertama paling baik dan paling aman untuk memperkuat dasar panggul ialah senam kegel. Lakukanlah 1 -100 kali dalam sehari. Miringkan panggul : (untuk punggung bagian bawah abdomen) Berbaringlah. anjurkanlah agar ibu tetap mencobanya. Hiruplah perlahan dalam-dalam sampai merasakan abdomen naik. angkat dan tarik masuk. tenpat mata rantai terlemah dari kerangka tubuh manusia Penting sekali untuk memeriksa apakah ada pemisahan dari otot-otot perut (diastasis) eebelum memulai senam abdomen. tariklah otot abdomen kedalam hingga paru-paru terasa kosong. Tundalah penekukan dan pengangkatan kaki jika memenag terdapat diastasisi yang parah. Lingkaran pergelangan kaki : (untuk sirkulasi dan kenyamanan) Dengan kaki dinaikkan atau telapak kaki diatas lutut. 2. Senam kegel : (untuk dasar panggul) Lakukanlah senam ini kapan saja dimana saja. Mengembalikan tonus otot-otot abdomen merupakan tujuan utama dari senam dalam masa post partum.

Putarlah ke dua arah. Akan tetapi. Read More . Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. secara bergantian angkat salah satunya lebih tinggi dari yang lain (seakan sedang memetik buah apel dari pohonnya). Sebelum menggunakan metode KB hal-hal berikut sebaiknya dijelaskan dahulu pada ibu. Kapan metode itu dapat digunakan untuk wanita pasca persalinan yang menyusui. ada baiknya untuk bertemu dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan dan untuk melihat apakah metode tersebut bekerja dengan baik. pinggir ranjang atau meja kopi. 4. Bahu berputar dan lengan terlantang : untuk postur dan peredaan tegangan punggung bagian atas Selagi anda duduk. meliputi : a. Merentang untuk postur abdomen dan kenyamnan Berbaringlah dengan kaki dinaikkan sedikit diatas bangku pendek. Pengertian a. Kontraksikan dinding abdomen dan pantat secara perlahan naikkan pinggul menjauh dari lantai hingga tubuh dan kaki berada dalam satu garis lurus. Nifas (puerperium) adalah masa pulihnya kembali alat-alat reproduksi yang dimulai setelah partus selesai. Idealnya pasangan harus menunggu sekurang kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali. Efek samping d. dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. oleh karena itu amenorhea laktasi dapat dipakai sebelum haid pertama kembali untuk mencegah terjadinya kehamilan 3. Kekurangannya e. Biasanya ibu post partum tidak aakan menghasilkan telur (ovulasi) sebelum mendapatkan haidnya selama meneteki. Jangan bengkokkan punggung. Bagaiman metode itu f. Jika pasangan memilih metode KB tertentu.1. 2. b. Namun petugas kesehatan dapat membantu merencanakan keluarganya dengan mengajarkn kepada meraka tentang cara mencagah kehamilan yang tidak diinginkan. seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. Ingat untuk bernafas. Bagaimana metode ini dapat mencegah kehamilan serta metodenya. Kemudian angkat ke 2 lengan ke atas kepala. 8. Latihan ini juga bisa dilakukan sambil berdiri 2. siku dibengokkan tangan diatas bahu. angkat lengan sampai setinggi bahu. Keluarga Berencana 1. Kelebihan dan keuntungan c.

Selama 1 – . yang merupakan respons untuk segera mengurangi jumlah volume intra uterin. Seksio sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. karena ketidakseimbangan antara bagian terendah janin dengan panggul ibu. Disproporsi Cefalo Pelvik artinya bahwa janin tidak dapat dilahirkan per vaginam secara normal. Perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas adalah a. Selanjutnya setiap 24 jam penurunan fundus uteri ± 1 – 2 cm sehingga pada hari kesepuluh masa post partum palpasi fundus sudah tidak teraba lagi.b. Perubahan Fisiologis Masa Nifas Perubahan fisiologis pada periode post partum meliputi masa involusi yang merupakan proses kembalinya (ukuran dan fungsi) sistem reproduksi kekondisi sebelum hamil dan berlangsung hingga minggu keenam post partum. c. kalau anak hidup akan dilakukan tindakan seksio sesarea. b. ± 2 cm dibawah umbilikus. Read more 2. Dalam waktu tiga sampai empat hari involusi berlangsung cepat karena kontraksi uterus berlangsung baik. Involusi Uterus Pada akhir kala III dari persalinan uterus berada pada garis tengah. dengan fundus menetap pada sakral promontorium. Kontraksi Uterus Intensitas kontraksi uterus meningkat secara bermakna setelah persalinan bayi.

progesteron. kortisol dan insulin) menurun dengan cepat setelah persalinan. prolaktin. Pada waktu pertama keadaan uterin ibu ditingkatkan ehingga fundus menetap dengan tegas. Pada ibu yang tidak menyusui umumnya teraba nodular-nodular. Nodular-nodular itu bilateral dan menyebar. kemerahan dan mungkin laserasi pada 18 jam post partum serviks memendek dan mengeras pada akhir minggu pertama pulih sempurna. Vagina Penurunan kadar estrogen pada post partum bertanggung jawab terhadap penipisan mukosa vagina dan ketidakadaan rugae. f. d. Lochea . Serviks Serviks akan tampak adanya oedema. Rugae akan timbul pada minggu keempat. meskipun tidak pernah sebagus seperti pada wanita nullipara. Periode relaksasi dan kontraksi dengan kuat adalah lebh umum pada kehamilan dan mungkin menyebabkan nyeri perut yang tidak nyaman yang disebut after pains dimana terus berlangsung sampai masa puerperium. aktivitas uterin menurun secara progressif dan stabil. tipis dan terbuka. Portio teraba lunak. Payudara/laktasi Konsistensi hormon-hormon yang distimulasikan pada payudara berkembang selama kehamilan (estrogen. e. gonadotrofin. c.2 jam pertama post partum.

Pada awal pemulihan uterin post partum adalah merah terang. berubah menjadi merah tua atau coklat kemerahmerahan.Lochea adalah keluaran dari uterus setelah melahirkan. . itu mungkin berisi sedikit gumpalan-gumpalan dan bekuan darah.

2 .2001). terjadi karena masing-masing sel menjadilebih kecil karena cytoplasma nya yang berlebihan dibuang.o t o t n ya .2009). c) .2005). t e t a p i seluruh organ genitalia baru pulih kembali seperti sebelum hamil dalamwaktu tiga bulan ( Winkjosastro.1 Post PartumManifestasi klinik masa nifas adalah hal -hal yang bersifat karakteristik dalam masa nifas4.P o s t P a r t u m ( m a s a n i f a s ) a d a l a h m a s a e n a m m i n g g u s e j a k b a yi lahir sampai organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil ( Doengoes. S E C T I O C A E S A R I A Sectio Caesaria adalah pembedahan untuk mengeluakan janind e n g a n m e m b u k a d i n d i n g p e r u t d a n d i n d i n g u t e r u s (Wiknjosastro. 2005).Post Partum adalah masa 6 minggu sejak janin lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke kondisi sebelum hamil ( Bobak.Jensen (2004) meliputi :a.S e c t i o c a e s a r i a a d a l a h a l t e r n a t i v e d a r i k e l a h i r a n v a g i n a b i l a keamanan ibu dan janin terganggu ( Doengoes.KONSEP DASAR 1 .P o s t P a r t u m ( p u e r p u r i u m ) a d a l a h m a s a ya n g d i m u l a i s e t e t e l a h p a r t u s s e l e s a i d a n b e r a k h i r k i r a .1 Adaptasi FisiologiP e r u b a h a n f i s i o l o g i s p a d a m a s a p o s t p a r t u m m e n u r u t B o b a k . uterus akan mengeras k a r e n a k o n t r a k s i d a n r e a k s i p a d a o t o t . d a p a t d i a m a t i d e n g a n pemeriksaan Tinggi Fundus Uteri : a) Setelah placenta lahir hingga 12 jam pertama Tinggi FundusUteri 1 .1 . 2006). 1) Involusi uterus Terjadi setelah placenta lahir. Involusi Yaitu suatu proses fisiologi pulihnya kembali alat kandungan ke keadaan sebelum hamil. POST PARTUMP o s t p a r t u m a t a u m a s a n i f a s ( p u e r p u r i u m ) a d a l a h m a s a s e t e l a h placenta lahir dan berakhir ketika alat -alat organ reproduksi kembaliseperti keadaan sebelum hamil (Siti Saleha.1. Lowdermik.k i r a s e t e l a h e n a m m i n g g u .1. b) Pada hari ke-6 tinggi Fundus Uteri n o r m a l n ya b e r a d a d i pertengahan simphisis pubis dan pusat.2006).Sectio Caesaria ialah tindakan untuk melahirkan janin dengan berat badan diatas 500 gram melalui sayatan pada dinding uterus yang utuh(Gulardi &Wiknjosastro. P E N G E R T I A N 1. 2001) TANDA DAN GEJALA / MANIFESTASI KLINIK 4.2 jari dibawah pusat.

2) Beberapa hari setelah melahirkan akan m e n a n g g u h k a n keterlibatannya dalam tanggung jawab sebagai seorang ibu dania lebih mempercayakan kepada orang lain dan ibu akan lebihmeningkatkan kebutuhan akan nutrisi dan istirahat. F a s e “ t a k i n g i n ” ( F a s e D e p e n d e n 1) Selama 1 . 2) Lochea sanguinolenta Berwarna coklat. Menurut pembagiannya sebagai berikut : 1) Lochea rubra Berwarna merah. Jensen (2004) yaitu :a . mengandung serum. b. b .selaput lendir. tempat melekatnya placenta menjaditidak beraturan dan ditutupi oleh vaskuler yang kontraksi sertatrombosis pada endometrium terjadi pembentukan scar sebagai proses penyembuhan luka.10. 2) .4. Lochea Yaitu kotoran yang keluar dari liang senggama dan terdiri dari jaringan-jaringan mati dan lendir berasal dari rahim dan liangsenggama. terdiri dari lendir dan darah. mukosa serviksdan bakteri atau kuman yang telah mati. berisi leucocyt. m i s a l n y a menceritakan tentang pengalaman kehamilan. melahirkan dan rasa ketidaknyamanan.Pada hari ke-9 / 12 tinggi Fundus Uteri sudah tidak teraba.6 post partum.2)Ibu mulai tertarik melakukan pemeliharaan pada bayinya. 3) Lochea serosa Berwarna merah muda agak kekuningan.c . dependensi sangat dominan pada ibu dan ibu lebih memfokuskan pada dirinya sendiri. 2) Involusi tempat melekatnya placentaSetelah placenta dilahirkan. F a s e “letting go” (Fase Interdependen)1)Fase ini merupakan suatu kemajuan menuju peran baru. terdapat pada harikesatu dan kedua. Adaptasi psikososialA d a 3 f a s e p e r i l a k u p a d a i b u p o s t p a r t u m m e n u r u t B o b a k . F a s e “ t a k i n g hold” (Fase Independen) 1) I b u s u d a h m a u m e n u n j u k k a n p e r l u a s a n f o k u s p e r h a t i a n n y a yaitu dengan memperlihatkan bayinya. leucocyt dan jaringan yang telah mati. 3) M e n u n j u k k a n k e g e m b i r a a n y a n g s a n g a t .2. 3) Ibu mulai terbuka untukmenerima pendidikan kesehatan bagi diri dan bayinya.2 hari pertama. pada harike-7 . terdiri dari cairan bercampur darah dan pada harike-3 . Lowdermik. pada hari ke-1 . 4) Lochea alba Berwarna putih / jernih. sel epitel.2minggu setelah melahirkan. Proses penyembuhan luka padaendometrium ini memungkinkan untuk implantasi dan pembentukan placenta pada kehamilan yang akan datang.1.

F a s e I I I ( M a t u r a s i ) Kolagen terus bertumpuk.Sel epitel beregener asi dalam 1 minggu.3 Fase Nifas / post partumFase-fase nifas terbagi menjadi 3 (tiga). Ini menekan pembuluh darah baru danarus darah menurun. Terpasang kateter urinarius h. Status pulmonary bunyi paru jelas dan vesikuler k .tergantung pada tempat dan luasnya bedah c . yaitu : a. Jaringan baru memiliki banyak pembuluh darah. Kehilangan darah selama prosedur pembedahan kira -kira 600-800ml f.Kemandirian dalam merawat diri dan bayinya lebih meningkat. Luka terlihat seperti merah jambu yang . Aliran lokhea sedang dan bebas bekuan yang berlebihan (lokhea tidak banyak) e. B o n d i n g d a n A t t a c h m e n t p a d a a n a k ya n g b a r u d i l a h i r k a n 4. Auskultasi bising usus tidak terdengar atau samar i .Manifestasi klinis sectio caesarea menurut Doenges (2001). Lapisan tipis dari sel epitel bermigrasi lewat luka dan menutupiluka. pasien akan terlihat merasa sakit pada fase I selama 3 harisetelah bedah besar. Adanya luka insisi pada bagian abdomenc . l e u k o s i t m u l a i menghilang dan ceruk mulai berisi kolagen serabut protein putih. F u n d u s u t e r u s k o n t r a k s i k u a t d a n terletak di umbilicus d. L a t e p o s t p a r t u m : M i n g g u I I – V I p o s t p a r t u m 4. Emosi labil / perubahan emosional dengan m e n g e k s p r e s i k a n ketidakmampuan menghadapi situasi baru g.2 Manifestasi Klinik Post Sectio CaesariaPersalinan dengan Sectio Caesaria . Tumpukan kolagen akan menunjang lukadengan baik dalam 6 – 7 hari. N y e r i a k i b a t l u k a p e m b e d a h a n b. memerlukan perawatan yanglebih koprehensif yaitu: perawatan post operatif dan perawatan post partum. Immediate post partum : 24 jam post partum b .Fibrin bertumpuk pada gumpalan yang mengisi luka dan pembuluhd a r a h t u m b u h p a d a l u k a d a r i b e n a n g f i b r i n s e b a g a i k e r a n g k a .4 Fisiologi Proses Penyembuhan Luka a. P a d a k e l a h i r a n s e c a r a S C t i d a k d i r e n c a n a k a n m a k a b i a s a n y a kurang paham prosedur l . b .antara lain :a . F a s e I I ( P r o l i f e r a s i ) B e r l a n g s u n g 3 s a m p a i 1 4 h a r i s e t e l a h b e d a h .3) Mengenal bahwa bayi terpisah dari dirinya4. Jadi jahitan diangkat pada waktu ini. Fase I ( Inflamasi)Penyembuhan luka leukosit mencerna bakteri dan jaringan rusak. P e n g a r u h a n e s t e s i d a p a t menimbulkan mual dan muntah j. E a r l y p o s t p a r t u m : m i n g g u I p o s t p a r t u m c .

2 . maka terjadi reflek miksi dan defekasi. secara perlahan peristaltick e m b a l i n o r m a l d a n d i s e r t a i a d a n y a f l a t u s .d . Pada orang dewasa reflek ini dapatdikendalikan oleh kehendak.3 . K O N S E P D I R I Rasa nyeri pada luka insisi menyebabkan adaptasi terhadap peran baruindividu terganngu Setelah luka sembuh. pada sebagian individu dapat timbul keloid yang menimbulkan perubahan citra diri. Anestesi mempengaruhi respon terhadap rasa mual dan muntah pada 1 sampai 2 hari pertama post sectio caesaria.Bila jaringan itu aseluler. .4 . medulla oblongata tidak dapat mengantarkan impuls efferent sehingga ventilasi pulmonary tergganggu.menyebabkan rangsang saraf simpatis menyebabkan berkurangnya peristaltik. u n t u k i t u d i l a k u k a n p e m a s a n g a n k a t e t e r d a n p e n g o s o n g a n lambung sebelum anestesi dilakukan. jaringan kolagen tidak akanm e n j a d i c o k l a t k a r e n a s i n a r m a t a h a r i d a n t i d a k a k a n k e l u a r keringat dan tumbuh rambut (Smeltzer. Efek anestesi berakhir menimbulkan rasa nyeri y a n g d i p e r s e p s i k a n s e c a r a s u b ye k t i f . Halini menyebabkan keterbatasan gerak individu.luas. K E B U T U H A N NUTRIS IE f e k a n e s t e s i s a a t s e c t i o c a e s a r i a m e n s u p r e s i s y s t e m s a r a f s a r a f perifer. B i l a s e b e l u m p e r i s t a l t i c terdengar / normal. Saat efek anestesi berakhir secara perlahan pulmo kembali normal. klien makan hal ini menimbulkan distensi abdomen. A k i b a t n ya ( a k i b a t r a s a n ye r i i n i ) individu merasakan nyeri bertambah terutama saat batuk dan bergerak. F a s e I V Fase terakhir berlangsung beberapa bulan setelah bedah. K E B U T U H A N E L I M I N A S I Miksi dan Defekasi merupakan reflek yang berpusat pada kornu lateralismedulla spinalis bagian sacral. Untuk merangsang masuknyaOksigen dan keluanya CO2. 5 . K E B U T U H A N A K T I V I T A S A d a n ya t r a u m a j a r i n g a n . Karena penciutan luka terjadi ceruk yang berwarna/berlapis putih. m e n i m b u l k a n d i s k o n t i n u i t a s j a r i n g a n y a n g menimbulkan rasa nyeri.F a s e i n i b e r l a n g s u n g m i n g g u k e d u a s a m p a i m i n g g u k e e n a m . Pasiena k a n mengeluh gatal di seputar luka. saraf yang menghambat berasal dari korteksd i d a e r a h l o b u s p a r a s e n t r a l i s b e r j a l a n d a l a m t r a k t u s p i r a m i d a l i s ( merupakan saraf parasimpatis). K E B U T U H A N O K S I G E N A S I Mekanisme pernafasan diatur dan dikendalikan oleh factor kimiawi dan persarafan. Pengendalian oleh saraf diatur oleh pusat otomatik dalammedulla oblongata yang mengantarkan impuls eferen ke otot pernafasanmelalui radix saraf servikalis dan diantar ke diafragma melalui saraf frenikus.Pada saat operasi SC dilakukan mekanisme persyarafan secara sengajaditekan. Bila Vesika urinaria dan rectum tegang. avaskuler. klien dianjurkan untuk batuk dan bernafasdalam setiap 2 jam pada 24 jam pertama. Walaupun kolagen terus m e n i m b u n p a d a w a k t u i n i l u k a m e n c i u t d a n m e n j a d i t e g a n g . 2001) DAMPAK PENYAKIT TERHADAP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA1 . Pasien harus menjaga agar tidak menggunakan otot yang terkena.Pada saat dilakukan anestesi terjadi supresi terhadap medulla spinalis dankorteks sehingga klien tidak dapat mengendalikan reflex untuk miksi dand e f e k a s i .

ada ptasiterhadap peran ibu terganggu.KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN Adanya luka insisi diskotinuitas jaringan terganggu gangguan rasaaman : nyeri Perdarahan saat sectio caesaria dilakukan dapat menimbulkan penurunan k a d a r Hemoglobin dalam darah b e r k u r a n g n y a O 2 d a l a m d a r a h menimbulkan rasa pusing dan mual .KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLITEfek anestesi juga mempengaruhi tonus uteri yang dapat menimbulkanatonia uteri. pemeriksaan HB post operasi perludilakukan.Rasa tidak nyaman pada ibu mengakibatkan bonding terhambat.7.6. Atonia Uteri dapat dapat menimbulkan p erdarahan hebat Resiko gangguan cairan dan elektrolit .

motivasi. kehamilan. c. status musculskletal. Disamping kemampuan menggerakkan akstremitas bawah mobilisasi tercakup dalam pengkajian terhadap aktivitas kehidupan sehari – hari pasien untuk menyusun rencana askeb yang bersifat individual (Suchinchliff. Mobilisasi Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas dan merupakan faktor yang menonjol dalam mempercepat pemuihan pasca bedah. Mobilisasi dini adalah pergerakan yang dilakukan sedini mungkin di tempat tidur dengan melatih bagian – bagian tubuh untuk melakukan peregangan atau belajar berjalan (Soelaiman. Prosedur mobilisasi Hari 1 – 4 a. berdiri dan kembali ketempat tidur. peristaltik maupun berkemih (Carpenito. b.ehnik Mobilisasi yang Benar pada Post SC Kamis. B. R. hlm 9). frekuensi aktifitas dan kelainan hasil laboratorium. Indikator pemulihan pasca seksio sesaria dengan mobilisasi Pada hari ketiga sampai kelima setelah operasi ibu diperbolehkan pulang ke rumah apabila tidak terjadi komplikasi. mengurangi resiko terjadinya konstipasi. kaki dan jari – jarinya agar kerja organ pencernaan segera kembali normal ( Kasdu. Pada pasien post operasi seksio sesarea 6 jam pertama dianjurkan untuk segera menggerakkan anggota tubuhnya. tangan.. Faktor fisiologis. cemas. 2005. 2006. kursi. perubahan ini menunjukkan bahwa rahim berkontraksi yaitu mengalami proses untuk kembali ke kondisi dan ukuran yang normal.faktor emosional. 03 Mei 2012 23:00 | LAST_UPDATED2 | Oleh Abdul Muis bin Abdullah ziadh A. pola tidur. Gerakan itu seperti sedang . Hari ketiga umumnya ibu baru akan buang air besar. hlm 17). hlm 69). faktor perkembangan. dan melakukannya di kamar mandi dengan dibantu suami atau keluarga. Membentuk lingkaran dan meregangkan telapak kaki Ibu berbaring di tempat tidur. keberadaan nyeri. . Mobilisasi mengacu pada kemampuan seseorang untuk berjalan. 1999 hlm 7). Tujuan mobilisasi pada ibu pasca bedah seksio sesaria Tujuan mobilisasi dini yaitu membantu proses penyembuhan ibu yang telah melahirkan. bangkit. kemudian bentuk gerak lingkaran dengan telapak kaki satu demi satu. A. Pada hari kelima fundus uteri berada pada pertengahan pusat simfisis dan hari ketujuh setelah operasi luka bekas sayatan mengering (Kasdu. depresi. perubahan system skletal (Potter & Perry. D. jenis kelamin. frekuensi penyakit atau operasi dalam 12 bulan terakhir. status kardiopulmonar. mobilisasi dini merupakan suatu aspek yang terpenting pada fungsi fisiologis karena hal itu esensial untuk mempertahankan kemandirian. Gerak tubuh yang bisa dilakukan adalah menggerakkan lengan. Faktor – faktor yang mempengaruhi mobilisasi a. kloset. faktor perkembangan yang mempengaruhi moilisasi adalah usia. untuk menghindari terjadinya infeksi pada bekas luka sayatan setelah operasi seksio sesarea. hlm 2). Pada hari keempat lokia pada ibu pasca seksio sesarea normalnya 2 x ganti doek/ hari.S. kekakuan atau penegangan otot – otot di seluruh tubuh. dimana saat awal setelah persalinan ibu mengalami sembelit. ketergantungan zat kimia. Perkembangan kesembuhan ibu pasca seksio sesaria dapat dilihat dari hari kehari. pernafasan. Hari kedua setelah operasi ibu berusaha buang air kecil sendiri tanpa bantuan kateter. mengatasi terjadinya gangguan sirkulasi darah. hlm 71 ). 2000. Mobilisasi dini dapat dilakukan pada kondisi pasien yang membaik. 2000 hlm 6 ). dan gambaran diri. duduk dan sebagainya. Konsep mobilisasi mula – mula berasal dari ambulasi dini yang merupakan pengembalian secara berangsur – angsur ke tahap mobilisasi sebelumnya untuk mecegah komplikasi (Ancheta. Dengan demikian mobilisasi dini adalah suatu upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan cara membimbing penderita untuk mempertahankan fungsi fisiologi( Carpenito. tipe penyakit. 2000. 2003. perubahan masa otot karena perubahan perkembangan. factor emosional yang mempengaruhi mobilisasi adalah suasana hati. 2003. hlm 31). mengurangi terjadinya dekubitus. C.

Dorong pinggul pada sisi yang sama dengan kaki yang tertekuk ke arah bahu. . .Berbaringlah di atas tempat tidur. mulai dari pinggang perlahan – lahan. ulurkan kaki.Kemudian. namun teruslah berusaha dengan bantuan lengan sampai ibu berhasil duduk.Tekanlah sebuah bantal dengan ketat di atas bekas luka ibu untuk menyangga. Kemudian. Kemudian gerakkan kaki pelan – pelan ke sisi tempat tidur. mulailah memeindahkan berat tubuh ke tangan . Tempatkan kedua tangan ibu di bagian dada atas dan tarik nafas. Menarik perut Berbaringlah di tempat tidur dan kontraksikan otot – otot dasar pelvis. Gunakan tangan ibu untuk menyangga insisi. dan lakukan 2 kali sehari. Meluncurkan kaki Berbaring dengan lutut tertekuk dan bernafaslah secara normal. Pertahankan posisi itu selama beberapa saat. Tempatkan kedua tangan di atas tulang rusuk. e. Menggulingkan lutut Berbaring di tempat tidur . c. dan cobalah untuk menarik perut. b. bernafas lewat mulut. lalu tekanlah dada saat ibu menghembuskan nafas. Kemudian. Cobalah batuk 2 atau 3 kali. Hari 4 – 7 a. h. sehingga ibu dapat merasakan paru – paru mrngembang.lakukan 5 sampai 10 kali setiap kali ibu menyusui. g.menggambar sebuah lingkaran dengan ibu jari kaki ibu ke satu arah. Kemudian regangkan masing – masing telapak kaki dengan cara menarik jari – jari kaki ibu ke arah betis.Berbaring dan tekukkan kaki sedikit. Saat berjalan usahakan kepala tetap tegak. b. f. lemaskan tubuh ke depan selama satu menit.Kemudian tarik nafas sedikit lebih dalam. Lakukan gerakan menunjuk ke arah jari – jari kaki.Cobalah untuk bernafas lebih dalam sehingga mencapai perut. tekukkan kaki ke atat dan remtangkan kaki yang satu lagi. Lakukan 6 hingga 8 pengulangan untuk masing – masing tubuh. Cobalah untuk mengangkat tubuh. c. Berdiri dan meraih Duduklah di bagian tepi tempat tidur. Cobalah meluruskan seluruh tubuh lalu luruskan kaki – kaki ibu. lalu balikkan ujung telapak kaki ke arah sebaliknya sehingga ibu merasakan otot betisnya berkontraksi. sehingga ibu dapat menggoyangkan pinggul ke arah belakang. lalu lemaskan. Bangkit dari tempat tidur . Teruslah berjalan selama beberapa menit sebelum kembali ke tempat tidur. Lakukan 4 hingga 8 tekukan selama 2 detik. berjalanlah ke depan. . Dorong kaki menjauhi tubuh dengan lurus. kemudian letakkan tangan di samping tubuh untuk menjaga keseimbangan - . Sangga insisi ibu dengan cara menempatkan kedua tangan secara lembut di atas daerah tersebut. . Jika dilakukan dengan benar pelvis akan menekuk. .Perlahan – lahan letakkan kedua tangan di atas bekas luka dan berkontraksilah untuk menarik perut menjauhi tangan ibu. cobalah bagian atas tubuh ibu. d.Putar kapala ibu dan gunakan tangan – tangan ibu untuk membantu dirinya ke posisi duduk.ekuk lutut dan miring ke samping. sehingga ibu akan merasakan sedikit denyutan di sekitar insisi. melawan dorongan alamiah untuk membungkuk. Duduk setegak mungkin dan tarik nafas dalam – dalam beberapa kali. lalu luncurkan kaki di atas tempat tidur. lalu ke arah lainnya. Lakukan 4 kali dorongan untuk satu kaki. Arahkan nafas itu ke arah tangan ibu. Sentakan pinggul . Lakukan 5 kali tarikan. Gunakan tangan ibu untuk mendorong ke depan dan perlahan turunkan telapak – telapak kaki ibu ke lantai. lalu hembuskan nafas seperti sebelumnya. luka akan tertarik dan terasa sangat tidak nyaman. Lakukan gerakan ini dua atau tiga kali sehari. . Berjalan Dengan bantal tetap tertekan di atas bekas luka. Pertimbangkanlah untuk mengontraksikan otot – otot punggung agar dada mengembang dang meregang. menjauhi tubuh. luruskan tulang punggung dengan cara mengangkat tulang – tulang rusuk. d. tarik dan hembuskan nafas yang lebih dalam lagi beberapa kali. . Seraya mendorong tumit. Ulangi sebanyak tiga atau empat kali. Duduk tegak . angkat tubuh hingga berdiri. Saat melakukan gerakan yang pertama. Menekuk pelvis Kontraksikan abdomen dan tekan punggung bagian bawah ke tempat tidur. Saat menyusui Tarik perut semabari menyusui. Kontraksikan otot – otot perut selama beberapa detik lalu lemaskan.Gerakkan tubuh ke posisi duduk. Bernafas dalam – dalam . Hal ini akan merangsang jaringan – jaringan di sekitar bekas luka.

Jika melakukan gerakan ini dengan benar.Perlahan – lahan gerakkan kedua lutut ke satu sisi. hlm 8) . meningkatkan toleransi. menurunkan tekanan darah. meningkatkan toleransi terhadap stres. f. dan cobalah untuk melakukan gerakan yang sama dengan sentakan pinggul. meningkatkan mobilisasi sendiri. e. perasaan lebih baik.M. E. tidak dilakukan mobilisasi secara dini akan menghambat pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga menyebabkan terganggunya kontraksi uterus (Fauzi. dengan mobilisasi dini kontraksi uterus akan baik sehingga fundus uteri keras. memperbaiki toleransi otot untuk latihan. Rasakan tulang tungging terangkat.Perlahan – lahan angkat tubuh dengan bertopang kedua tangan dan kaki di atas tempat tidur. pada sistem metabolik dapat meningkatkan laju metabolisme basal. mungkin meningkatkan masa otot. maka resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan. mengurangi kelemahan. ibu bisa merasakan perut meregang. kemudian menguatkan otot jantung. C. memperbaiki aliran balik vena. perdarahan yang abnormal. F. saat melengkung tubuh ke bawa. 2004. ibu dapat menambah beberapa gerakan dalam rangkaian ini. Saat ibu dapat mempertahankan posisi merangkak tanpa merasa tak nyaman sedikitpun. memperbaiki kontraksi miokardial. Lakukan gerakan ini 5 kali sehari. saat meluruskan punggung. 2007. C. hlm 38). dan berkurangnya penyakit (Potter. involusi uterus yang tidak baik. meningkatkan produksi panas tubuh. ibu akan merasa seolah – olah menggoyanggoyangkan ekor. Gerakkan lutut hingga bisa merasakan tubuh ikut berputar. 2006. meningkatkan mobilitas lambung. . Tekan telapak kaki ke bawah dan perlahan – lahan angkat pinggul dari tempat tidur. Posisi merangkak . Akhiri dengan meluruskan kaki.Tekan bagian tengah punggung ke arah bawah. meningkatkan ventilasi alveolar. pada sistem muskuloskletal memperbaiki tonus otot. Bentangkan kedua tangan ke bagian samping untuk keseimbangan.Tekan tangan dan kaki di tempat tidur. Posisi jembatan Berbaringlah di atas tempat tidur dengan kedua lutut tertekuk. pada sistem respiratori meningkatkan frekuensi dan kedalaman pernafasan. berkonsentrasilah menarik abdomen (Gallagher. meningkatkan pemecahan trigliseril.. Lakukan gerakan ini 5 kali sehari. Kemudian. sehingga pinggul terdorong ke arah bahu. Kerugian bila tidak melakukan mobilisasi Peningkatan suhu tubuh karena adanya involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi dan salah satu dari gejala infeksi adalah peningkatan suhu tubuh.M. hlm 24). Manfaat mobilisasi Pada sistem kardiovaskuler dapat meningkatkan curah jantung. pada sistem toleransi otot. meningkatkan pengembangan diafragma. karena kontraksi membentuk penyempitan pembuluh darah yang terbuka. menurunkan kerja pernafasan. Lakukan 3 kali ayunan lutut ke masing – masing sisi. . Perry. meningkatkan penggunaan glukosa dan asam lemak.

karena kontraksi membentuk penyempitan pembuluh darah yang terbuka 3. Perubahan yang terjadi pada ibu pasca operasi akan cepat pulih misalnya kontraksi uterus.MOBILISASI DINI PADA IBU POST SC A. MANFAAT MOBILISASI BAGI IBU POST SC 1. posisi atau adanya kegiatan yang dilakukan ibu setelah beberapa jam melahirkan dengan persalianan Caesar. Rentang gerak fungsional . Mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli Dengan mobilisasi sirkulasi darah normal/lancar sehingga resiko terjadinya trombosis dan tromboemboli dapat dihindarkan. 3. B. Involusi uterus yang tidak baik Tidak dilakukan mobilisasi secara dini akan menghambat pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga menyebabkan terganggunya kontraksi uterus E. Mobilisasi adalah suatu pergerakan dan posisi yang akan melakukan suatu aktivitas / kegiatan. b. Mobilisasi dini memungkinkan kita mengajarkan segera untuk ibu merawat anaknya. PENGERTIAN MOBILISASI PASCA SC 1. 1. otot –otot perut dan panggul akan kembali normal sehingga otot perutnya menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi rasa sakit dengan demikian ibu merasa sehat dan membantu memperoleh kekuatan. KERUGIAN BILA TIDAK MELAKUKAN MOBILISASI. Faal usus dan kandung kencing lebih baik. maka resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan. 2. Dengan bergerak akan merangsang peristaltic usus kembali normal. 2. a. RENTANG GERAK DALAM MOBILISASI Menurut Carpenito (2000) dalam mobilisasi terdapat tiga rentang gerak yaitu : 1. TUJUAN MOBILISASI Membantu jalannya penyembuhan penderita / ibu yang sudah melahirkan C. Aktifitas ini juga membantu mempercepat organ-organ tubuh bekerja seperti semula. dengan demikian ibu akan cepat merasa sehat dan bisa merawat anaknya dengan cepat 3. c. Mobilisasi ibu post partum adalah suatu pergerakan. Rentang gerak aktif Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara menggunakan ototototnya secara aktif misalnya berbaring pasien menggerakkan kakinya. Peningkatan suhu tubuh Karena adanya involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi dan salah satu dari tanda infeksi adalah peningkatan suhu tubuh. 2. Penderita merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation. Perdarahan yang abnormal Dengan mobilisasi dini kontraksi uterus akan baik sehingga fundus uteri keras. Rentang gerak pasif Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang lain secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki pasien 2. D. mempercepat kesembuhan. Dengan bergerak. d.

Setelah 24 jam ibu dianjurkan untuk dapat mulai belajar untuk duduk 4. 6 jam pertama ibu post SC Istirahat tirah baring. 3. 2. hari demi hari penderita/ibu yang sudah melahirkan dianjurkanbelajar duduk selama sehari. mobilisasi dini yang bisa dilakukan adalah menggerakkan lengan. ibu diharuskan untuk dapat miring kekiri dan kekanan mencegah trombosis dan trombo emboli 3. Hari ke 2 : a. 6-10 jam.2003) Tahap. Hari ke 1 : a. mengangkat tumit. menegangkan otot betis serta menekuk dan menggeser kaki 2. hari ke 3 sampai 5 1) belajar berjalan kemudian berjalan sendiri pada hari setelah operasi. PELAKSANAAN MOBILISASI DINI 1. tangan. TAHAP-TAHAP MOBILISASI DINI mobilisasi dini dilakukan secara bertahap (Kasdu. Selanjutnya secara berturut-turut. Ibu dapat duduk 5 menit dan minta untuk bernafas dalam-dalam lalu menghembuskannya disertai batuk. 2) Mobilisasi secara teratur dan bertahap serta diikuti dengan istirahat dapat membantu penyembuhan ibu. Berbaring miring ke kanan dan ke kiri yang dapat dimulai sejak 6-10 jam setelah penderita / ibu sadar b. b. Setelah ibu dapat duduk. .tahap mobilisasi dini pada ibu post operasi seksio sesarea : 1. Kemudian posisi tidur terlentang dirubah menjadi setengah duduk c. menggerakkan ujung jari kaki dan memutar pergelangan kaki. Latihan pernafasan dapat dilakukan ibu sambil tidur terlentang sedini mungkin setelah sadar. F.Berguna untuk memperkuat otot-otot dan sendi dengan melakukan aktifitas yang diperlukan.batuk kecil yang gunanya untuk melonggarkan pernafasan dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan pada diri ibu/penderita bahwa ia mulai pulih. dianjurkan ibu belajar berjalan G.

Kulit menjadi lecet dan luka 5. Berjalan dengan perlahan. D. 3. 2002) B. Otot –otot perut dan panggul akan kembali normal sehingga otot perut menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi rasa sakit 4. Mengembalikan kerja organ-organ yang pada akhirnya justru akan mempercepat penyembuhan luka. Menambah rasa sakit 3. Badan menjadi pegal dan kaku 4. Memperlama perawatan dirumah sakit . Lebih cepat merangsang usus (peristaltik usus) sehingga akan lebih cepat kentut/flatus yang berdampak mampercepat penyembuhan setelah operasi 5. Menahan rasa nyeri 2. menggerakkan tangan dan kaki yang bisa ditekuk atau diluruskan. Menjamin kelancaran peredaran darah 2. menggerakkan badan lainnya yaitu miring ke kiri atau ke kanan. Penyembuhan luka menjadi lama 2. 3. Manfaat Mobilisasi 1. Cara mobilisasi 1. Terhindar dari lecet yang mengakibatkan luka karena terlalu lama tirah baring C. 6. 4. Dampak tidak mobilisasi 1. baik bersandar maupun tidak 5. Terhindar dari pemendekan otot dan tendon . Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan setelah operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur sampai dengan bisa turun dari tempat tidur.Pengertian Mobilisasi Mobilisasi adalah suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan kegiatan dengan bebas (kosier. berjalan ke kamar mandi dan berjalan ke luar kamar (Brunner & Suddarth. Menggerakan badan dengan duduk. 1989). 6. Duduk di atas tempat tidur dengan kaki yang dijatuhkan atau ditempatkan di lantai sambil digerak-gerakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful