A.

Definisi Malaria Penyakit malaria menurut World Health Organization (WHO) adalah

penyakit yang disebabkan oleh parasit malaria (plasmodium) bentuk aseksual yang masuk ke dalam tubuh manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles spp) betina, dengan gambaran penyakit berupa demam yang sering periodik, anemia, pembesaran limpa dan berbagai kumpulan gejala oleh karena pengaruhnya pada beberapa organ misalnya otak, hati dan ginjal. Penyakit malaria termasuk salah satu penyakit menular yang dapat

menyerang semua orang, bahkan mengakibatkan kematian terutama yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum (Depkes, 2003) B. Jenis-jenis Malaria Menurut Harijanto (2000) pembagian jenis-jenis malaria berdasarkan jenis plasmodiumnya antara lain sebagai berikut : 1. Malaria Tropika (Plasmodium Falcifarum) Malaria tropika/ falciparum malaria tropika merupakan bentuk yang paling berat, ditandai dengan panas yang ireguler, anemia, splenomegali, parasitemia yang banyak dan sering terjadi komplikasi. Masa inkubasi 9-14 hari. Malaria tropika menyerang semua bentuk eritrosit. Disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Plasmodium ini berupa Ring/ cincin kecil yang berdiameter 1/3 diameter eritrosit normal dan merupakan satu-satunya spesies yang memiliki 2 kromatin inti (Double Chromatin). 2. Malaria Kwartana (Plasmoduim Malariae) Plasmodium Malariae mempunyai tropozoit yang serupa dengan Plasmoduim vivax, lebih kecil dan sitoplasmanya lebih kompak/ lebih biru. Tropozoit matur mempunyai granula coklat tua sampai hitam dan kadang-kadang mengumpul sampai membentuk pita. Skizon Plasmodium malariae mempunyai 8-10 merozoit yang tersusun seperti kelopak bunga/ rossete. Bentuk gametosit sangat mirip dengan Plasmodium vivax tetapi lebih kecil. 3. Malaria Ovale (Plasmodium Ovale) Malaria Tersiana (Plasmodium Ovale) bentuknya mirip Plasmodium malariae, skizonnya hanya mempunyai 8 merozoit dengan masa pigmen hitam di tengah. Karakteristik yang dapat di pakai untuk identifikasi adalah bentuk eritrosit yang terinfeksi Plasmodium Ovale biasanya oval atau ireguler dan fibriated. Malaria ovale merupakan bentuk yang paling ringan dari semua malaria disebabkan oleh Plasmodium ovale. Masa inkubasi 11-16 hari, walau pun periode laten sampai 4

Sel darah merah berada dalam sirkulasi lebih kurang 120 hari. Parasit tumbuh dan mengalami pembelahan (proses skizogoni dengan menghasilakn skizon) 6-9 hari kemudian skizon masak dan melepaskan beribu-ribu merozoit. Setelah beberapa siklus. Terdiri dari 12-24 merozoit ovale dan pigmen kuning tengguli. sedangkan masa tunas/ incubasi intrinsik dimulai dari masuknya sporozoit dalam badan hospes sampai timbulnya gejala klinis demam.” Terjadi di dalam darah. Fase seksual Fase ini terjadi di dalam tubuh manusia (Skizogoni). sebagian merozoit berubah menjadi bentuk seksual. Fase di dalam hati ini di namakan “ Pra eritrositer primer. 4. Di dalam lambung nyamuk terjadi penggabungan dari gametosit jantan dan betina menjadi zigote. Serangan paroksismal 3-4 hari dan jarang terjadi lebih dari 10 kali walau pun tanpa terapi dan terjadi pada malam hari. Fase eritrosit dimulai dan merozoid dalam darah menyerang eritrosit membentuk tropozoid. namun seiring dengan maturasi. Malaria Tersiana (Plasmodium Vivax) Malaria Tersiana (Plasmodium Vivax) biasanya menginfeksi eritrosit muda yang diameternya lebih besar dari eritrosit normal. dan di dalam tubuh nyamuk (Sporogoni). Proses berlanjut menjadi trofozoit. Sel darah mengandung hemoglobin yang dapat mengangkut 20 ml O2 dalam 100 ml darah. sebagian merozoit di dalam eritrosit dapat berkembang menjadi bentuk-bentuk seksual jantan dan betina. Gametosit ini tidak berkembang akan mati bila tidak di hisap oleh Anopeles betina. Gametosit berbentuk oval hampir memenuhi seluruh eritrosit.tahun. Bentuknya mirip dengan plasmodium Falcifarum. penularan terjadi bila nyamuk betina yang terinfeksi parasit. Dalam waktu 3 minggu. sporozoit kecil yang memasuki kelenjar ludah nyamuk. Fase Aseksual Terjadi di dalam hati. tropozoit vivax berubah menjadi amoeboid. yang kemudian mempenetrasi dinding lambung dan berkembang menjadi Ookista. Eritrosit diproduksi oleh hormon . 2. menyengat manusia dan dengan ludahnya menyuntikkan “ sporozoit “ ke dalam peredaran darah yang untuk selanjutnya bermukim di sel-sel parenchym hati (Pre-eritrositer).skizonmerozoit. Setelah 2-3 generasi merozoit dibentuk. kromatinin eksentris. pigmen kuning Daur hidup spesies malaria pada manusia yaitu: 1. Masa antara permulaan infeksi sampai ditemukannya parasit dalam darah tepi adalah masa prapaten.

Malaria ini menyebabkan timbulnya berbagai manifestasi klinis akut yang bila tidak diobati dapat mematikan dalam . Setiap saat sel darah merah pecah. sel-sel darah merah pecah dan merozoit yang di lepaskan dapat memasuki siklus di mulai kembali.eritropoitin di dalam ginjal dan hati. Sel darah di hancurkan di limpa yang mana proses penghancuran yang di keluarkan diproses kembali untuk mensintesa sel eritrosit yang baru dan pigmen bilirubin yang dikelurkan bersamaan dari usus halus. antara lain limpa atau terdiam di hati dan di sebut “ekso-eritrositer sekunder“. penderita merasa kedinginan dan demam. Sebagian lainnya memasuki jaringan lain. Berikut ini merupakan klasifikasi parasit malaria : Phylum Kelas Subkelas Ordo Sub-ordo Famili Genus Sub-genus Spesies : Apicocomplexa : Sporozoa : Coccidiida : Eucoccidies : Haemosporidiidea : Plasmodiidae : Plasmodium : Laverania : Plasmodium falciparum Plasmodium vivax Plasmodium malariae Plasmodium ovale Untuk tujuan klinis dan diagnostik malaria dapat dianggap sebagai dua wujud penyakit. Dari sebagian merozoit memasuki sel-sel darah merah dan berkembang di sini menjadi trofozoit. Secara garis besar semua jenis Plasmodium memiliki siklus hidup yang sama yaitu tetap sebagian di tubuh manusia (aseksual) dan sebagian ditubuh nyamuk. Malaria yang paling berbahaya disebabkan oleh Plasmodium falciparum dan disebut sebagai malaria tertiana maligna. hal ini di sebabkan oleh merozoit dan protein asing yang di pisahkan. Dalam waktu 48 -72 jam.

Jarak terbangnya tidak lebih dari 2-3 km. Biasanya tinggal di dalam rumah. 2002. 4. 3. Malaria tersebut disebut dengan malaria tertiana benigna. Daur hidupnya memerlukan waktu ± 1 minggu.beberapa hari sejak mulai terinfeksinya. Malaria kongenital disebabkan oleh penularan agen penyebab melalui barier plasenta. namun kejadian ini jarang terjadi. air payau dan ada pula yang bersarang pada genangan air pada cabang-cabang pohon yang besar (Slamet. di luar rumah. 5. karena malaria tersebut hampir tidak pernah mematikan penderitanya. Menggigit antara waktu senja (malam hari) dan subuh hari. ada yang di air tawar. Plasmodium ovale. Karakteristik nyamuk Menurut Harijanto (2000) malaria pada manusia hanya dapat ditularkan oleh nyamuk betina Anopheles. Sebaliknya. Di Indonesia telah ditemukan 24 spesies Anopheles yang menjadi vektor malaria. D. Hidup di daerah tropic dan sub tropic. ditemukan hidup di dataran rendah. 7. malaria neonatus. Sarang nyamuk Anopheles bervariasi. Pada saat menggigit bagian belakangnya mengarah ke atas dengan sudut 48 derajat. dan senang mengigit manusia (menghisap darah). Malaria jenis kedua yaitu malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Lebih dari 400 spesies Anopheles di dunia. ETIOLOGI Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya. malaria disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamsuk malaria (anopeles) betina. C. 6. Karakteristik nyamuk Anopeles adalah sebagai berikut : 1. agak sering terjadi dan merupakan akibat dari pencampuran darah ibu yang terinfeksi dengan darah bayi selama proses kelahiran. Lebih senang hidup di daerah rawa. dan Plasmodium malariae. malaria juga dapat ditularkan melalui transfusi darah atau jarum suntik yang terkontaminasi darah penderita malaria. Selain berasal dari vektor nyamuk. hal 103). hanya sekitar 67 yang terbukti mengandung sporozoit dan dapat menularkan malaria. . 2.

wordpress.com/2012/06/28/asuhan-keperawatan-malaria-2/ . yaitu manusia maupun vertebra lainnya. Plasmodium malariae (menimbulkan malaria kuartana). http://fhazrirezanurmajid.Plasmodium sebagai penyebab malaria terdiri dari 4 spesies. Plasmodium falciparum (menimbulkan malaria falciparum yaitu malaria tertian berat). dan hospes definitif. yaitu nyamuk Anopheles. Malaria juga melibatkan hospes perantara. yaitu Plasmodium vivax (menimbulkan malaria vivax yaitu malaria tertian ringan). dan Plasmodium oval (menimbulkan malaria ovale).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful