You are on page 1of 8

A. PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Dalam melakukan suatu praktikum hal yang mendasar kita harus mengetahui tentang macam- macam alat ukur. Pada dasarnya,mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan satuannya. Pemilihan alat ukur yang digunakan harus disesuaikan dengan besaran yang hendak diukur. Simbol-simbol yang terdapat dalam alat ukur memiliki arti masing-masing yang menjelaskan penggunaan alat ukur. Dalam elektronika terdapat dua komponen yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Komponen aktif merupakan komponen yang dapat bekerja apabila ada catu daya dulu, contohnya: transistor dan dioda. Sedangkan komponen pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa ada catu daya, contohnya: resistor, potensio, kapasitordaninduktor. Telepon selular atau HP adalah sistem elektronika pada bidang komunikasi karena pada saat pengguna mendengarkan pembicaraan telepon maka HP berfungsi mengubah energi gelombang elektromagnetik menjadi energi gelombang mekanik suara, sedangkan saat digunakan untuk menelpon HP berfungsi mengubah energi gelombang mekanik suara menjadi energi gelombang elektromagnetik. Radio merupakan sistem elektronika bidang komunikasi karena berfungsi mengubah energi gelombang elektromagnetik menjadi energi gelombang mekanik suara. Televisi berfungsi mengubah energi gelombang elektromagnetik menjadi energi cahaya. Robot mengubah sinyal-sinyal listrik menjadi energi gerak dan timbangan digital mengubah energi mekanik berat menjadi energi listrik. 2. Tujuan Mengenali sistem aktif dari hubungan antara input dan outputnya. B. DASAR TEORI

Dalam bidang elektronika, komponen diartikan sebagai elemen terkecil dari rangkaian/sistem elektronis. Berdasarkan respons output terhadap inputnya komponen elektronik dibedakan menjadi komponen pasif dan komponen aktif. Komponen Aktif: Komponen yang dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik, serta mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contoh komponen aktif: Diode, merupakan piranti elektronika dengan dua elektrode, yang dapat digunakan untuk menyearahkan sinyal listrik, sehingga termasuk komponen aktif. Pada contoh di bawah ini, diode merupakan komponen dari rangkaian penyearah sinyal AC menjadi DC.

Gambar: Diode Sebagai Komponen Penyearah Jika dilakukan pengukuran dengan osiloskop menghasilkan:

Gambar: Bentuk Gelombang Input & Output Penyearah LED (light emitting diode). Jika dihubungkan dengan sumber tegangan seperti pada rangkaian di bawah ini, maka LED tersebut akan menyala. Jadi, LED termasuk komponen aktif karena dapat mengubah suatu bentuk energi (listrik) ke bentuk lainnya (cahaya).

Gambar: LED Mengubah Energi Listrik Menjadi Cahaya Untuk menentukan gain (dB) dapat dilakukan dengan rumus:
( ) ( )

Untuk mengukur beda fase dapat dilakukan dengan rumus:

Untuk mengukur frekuensi cut-off dapat dilakukan dengan rumus:

C. ALAT DAN BAHAN Power supply Generator Osiloskop Kabel

D. SKEMA

ADA DI BUKU PANDUAN PRAKTIKUM

E. LANGKAH KERJA
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Alat dan bahan disusun seperti pada rangkaian skema Sistem rangkaian dihidupkan Masukan diberikan pada jalur input Outputnya diamati dan kemudian dicatat Atenuasinya dipilih sehingga keluaran tidak clipping Watak dari sistem diamati secara cepat dengan mengubah harga frekuensi masukannya.

7.

Langkah 6 diulangi sebanyak 10 data.

F. DATA DAN GRAFIK 1. Data No. Frekuensi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 100 120 140 160 180 200 220 240 260

Vout (V) 0,06 0,08 0,1 0,1 0,12 0,12 0,12 0,14 0,14

Gain (dB) -17,31 -14,81 -12,87 -12,87 -11,28 -11,28 -11,28 -9,95 -9,95

Delta t x tim/div 0,002 0,0015 0,00125 0,001 0,001 0,0009 0,0008 0,0007 0,0007

Periode 0,01 0,008 0,007 0,006 0,0056 0,005 0,0045 0,0042 0,0038

Beda fase 72 64,8 63 57,6 64,8 64,8 63,36 60,48 65,52

10 2. Grafik

280

0,14

-9,95

0,0005

0,0036

50,4

Grafik Gain vs log Frekuensi


0 -2 1.9 -4 -6 2.1 2.3 2.5 y = 34.585ln(x) - 40.24 R = 0.9317 Data Log. (Data)

Gain (dB)

-8 -10 -12 -14 -16 -18 -20

log Frekuensi

)(

)(

Grafik Beda fase vs Frekuensi


80 70 60

Beda fase

50 40 30 20 10 0 80 120 160 200 240 280 320 Data 2 per. Mov. Avg. (Data)

Frekuensi

G. ANALISA

Analisa yang digunakan pada percobaan ini adalah berupa analisa grafik. Dimana dihasilkan grafik hubungan gain (dB) vs log Frekuensi. Gain (dB) adalah sumbu y dan log Frekuensi adalah sumbu x. Dari pengolahan data sedemikian sehingga, didapatkan grafik yang berupa logaritmik. Hal ini menandakan semakin besar input yang diberikan maka semakin besar output yang dihasilkan secara logaritmik.

Kelebihan dengan menggunakan metode ini adalah memudahkan pembaca mengetahui hubungan langsung atau maksut dari data pengamatan atau percobaan. Selain itu, proses pembuatan dan analisa menjadi lebih cepat. Dari percobaan kali ini dengan menggunakan grafik dapat diketahui frekuensi cut-off. Namun metode grafik ini memiliki kekurangan karena hanya menampilkan atau menggambarkan berdasarkan data atau hasil yang ada, dengan kata lain tidak dapat menghilangkan atau mengedit suatu kesalahan yang ada. Oleh karena itu, didapati atau adanya ralat dan beberapa keanehan atau ketidakakuratan.

Adapun grafik yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

Grafik Gain vs Frekuensi


0 75 -5 125 175 225 275 325

Gain (dB)

-10

-15

-20

Frekuensi (Hz)

Dari grafik diatas dapat kita simpulkan sementara bahwa grafik yang terbentuk adalah grafik untuk High Pass Filter. Namun, dari grafik diatsa belum bisa dicari frekuensi

cut-off karena grafik ini hanya mencakup untuk frekuensi-frekuensi yang bisa dilewatkan saja, tanpa menghadirkan frekuensi rendah. Secara umum, grafik daripada High Pass Filter adalah seperti grafik di bawah ini:

Nilai daripada frekuensi-frekuensi rendah yang tidak terbaca dari grafik sebelumnya karena dalam input data yang dimasukkan frekuensi yang digunakan adalah frekuensifrekuensi yang tinggi saja. Sehingga batas antara frekuensi rendah yang dicegah dengan frekuensi tinggi yang dilewatkan tidak tampak. Berdasarkan dari grafik High Pass Filter secara umum, maka grafik dari data yang diperoleh diolah sedemikian sehingga mendekati daripada grafik High Pass Filter secara umum. Sehingga diperoleh grafik seperti di bawah ini:

Dari grafik yang didapatkan di atas dapat ditentukan frekuensi cut-off dari nilai frekuensi saat daya turun menjadi setengah dari daya inputnya atau turun 3 dB atau dalam voltase adalah turun 0,7Volt. Sehingga didapat frekuensi cut-off yaitu 20 Hz.

Untuk grafik beda fase, bentuk daripada sebaran data untuk beda fase terlalu acak, sehingga sulit untuk dianalisis. Dari data dan grafik yang dapat di analis adalah bahwa grafik beda fase berbentuk fluktuatif dari fase tertingginya yaitu 72 dan fase terendanya yaitu 50,4.

Grafik Beda fase vs Frekuensi


80

Beda Fase

60 40 20 0 75 125 175 225 275 325

Frekuensi (Hz)

H. KESIMPULAN

Filter yang digunakan dalam rangkaian sistem aktif ini adalah High Pass Filter (HPF) Frekuensi cut-off Berdasarkan perhitungan 21,52 Hz Berdasarkan grafik 20 Hz Beda fase Fase tertinggi 72 Fase terendah 50,4
I. DAFTAR PUSTAKA

http://dediadryan.wordpress.com/teknik-interface/makalah-komponen-aktifdan-komponen-pasif/ (di akses pada 7 Desember 2013, pukul 22.10 WIB)

http://muchlas.ee.uad.ac.id/v2/kuliah/teknik-elektro-s1/dasar-elektronika/babi-dasar-elektronika/ (di akses pada 7 Desember 2013, pukul 22.30 WIB)


J. LAMPIRAN