You are on page 1of 12

LAPORAN 07

PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM ELEKTRONIKA

RANGKAIAN SEKUENSIAL DENGAN ROM

Disusun oleh :
ABDUL HARIS HERYANI
06502241010

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009
A. KOMPETENSI
Setelah selesai praktikum dapat :
Merancang rangkaian sekuensial dengan ROM

B. SUB KOMPETENSI
Setelah selesai praktikum mahasiswa dapat:
1. Merancang rangkaian sekuensial dengan rom
2. Merencanakan dekoder 3 to 7
3. Merancang ROM

C. DASAR TEORI
Prosedur perancangan yaitu mengikuti urutan langkah langkah dalam
proses sintesis berikut ini :

Diag.
Keadaa
n

Diskripsi Pers.
Tabel. Tabel
Fungsi masukan
Keadaa Transisi
elemen Rangkaian
1 n 2 3 memori

State
assignme
nt

D. LANGKAH KERJA
Membuat pencacah modulo 7 naik /turun dengan menggunakan rom
1. Mendiskripsikan Fungsi Pencacah:
Rangkaian pencacah modulo 7 dapat mencacah naik bila masukan X =1
dan mencacah turun jika masukkan x = 0.
2. Menentukan Diagram Keadaan
1 0 X=
1
0 S1
6 1
X=
1 0
0 1
0
5 2
S2
0 0
1 0 1
4 3
1
3. Menentukan Jumlah Flip-Flop
Jumlah FF = 3 yaitu DFF C, B, A

4. Mengubah Menjadi Tabel Keadaan

Keadaa Keadaan Berikut
X=1 X=0 CBA

Awal

0 000 001 110
1 001 010 000
2 010 011 001
3 011 100 010
4 100 101 011
5 101 110 100
6 110 000 101

5. Implementasi

D
E
K MEMORI ROM
O
D
E
R

SAKLAR ELEKTRONIK x

FF C FF B FF A
Z
E. HASIL DAN ANALISA

Tampilan pada
7Segment
TAMPILA
N PADA
Red
Indikator
DEKOD
ER
SAKLAR

MEMORI

FF
A

FF
B
FF
C
1. Mendiskripsikan Fungsi Pencacah:
Rangkaian pencacah modulo 8 dapat mencacah naik bila masukan x =1
dan mencacah turun jika masukkan x = 0.

2. Menentukan Diagram Keadaan

3. Menentukan Jumlah Flip-Flop
Jumlah FF = 3 yaitu DFF C, DFF B, DFF A
B
C
D
4. Mengubah Menjadi Tabel Keadaan

Keadaan Keadaan Berikut
Awal CBA 0X=1 CBA X=0 CBA
0 000 001 111
1 001 1 010 000
2 010 011 001
3 011 100 010
2
4 100 101 011
5 101 110 100
6 110 3 111 101
7 111 000 110
4

a. Dekoder 5

6

7
7Segmen
t

Memor
i

Rangkaian dekoder ini digunakan untuk memberikan masukan angka 0
hingga 7.
b. Memori

D 0

1
E

2
K
3
O
4

D 5

E 6

7
R
Keadaan Keadaan
Awal CBA
X=1 X=0

0 000 001 111
1 001 010 000
2 010 011 001
3 011 100 010
4 100 101 011
5 101 110 100
6 110 111 101
7 000 110

Pemberian cell pada memori diatas dengan merujuk nilai pada tabel
kebenaran, dimana ketika terdapat logika 1 baik untuk x=0 maupun x=1,
maka cell diberikan pada memori dengan menghubungkan pada kolom
dan baris. Dan ketika logika 0 maka tidak diberikan cell.
Isi dari rangkaian cell adalah sebagai berikut :
baris Pada rangkaian cell ini digunakan transistor
NPN. Dimana basis dan collector-nya
digabung menjadi satu untuk disambungkan
pada baris, dan emitor selanjutnya untuk
dihubung/disambungkan pada kolom.
kolom

c. FF
x=0 saklar x=1
x=0 saklar x=1 saklar not
saklar not
x=0 saklar x=1
saklar not

C 7Segment B 7Segment
D 7Segment

clock
clock
clock
Rangkaian ini menggunakan D Flip Flop dengan input dua gerbang AND
yang digabung menggunakan gerbang OR.
”ketika saklar terhubung Vcc” (X= 1)
Tampilan pada seven segment menunjukan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, kemudian
kembali ke 0 dan seterusnya.
”ketika saklar terhubung ground” (X= 0)
Tampilan pada seven segment menunjukan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, kemudian
kembali ke 0 dan seterusnya.
Hasil dari logic
analyzer
clock

QA
QB 7
Segmen
QC

0
1
2
3 Red Indi
ka
4
tor
5
6
7
saklar

Terlihat bahwa saat saklar terhubung ke Vcc (x=1), maka hasil yang dapat
ditampilkan menunjukan angka dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 0, dan
seterusnya.
clock

QA
QB 7
Segm
QC en

0
1
2
3 Red
4 Indi
5 ka
6 tor
7

saklar

Terlihat bahwa saat saklar terhubung ke ground (x=0), maka hasil yang
dapat ditampilkan menunjukan angka dari 0, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, 0, 7 dan
seterusnya.

F. KESIMPULAN
1. Langkah-langkah untuk membuat pencacah dengan menggunakan rom
adalah sebagai berikut :
a. Mendiskripsikan Fungsi Pencacah
b. Menentukan Diagram Keadaan
c. Menentukan Jumlah Flip-Flop
d. Mengubah Menjadi Tabel Keadaan
2. Dengan menggunakan transistor NPN, dimana basis dan collector
disambung menjadi satu untuk selanjutnya disambung ke baris dan emitor
untuk selanjutnya disambung ke kolom, maka memori pada rom bias
difungsikan, yaitu dengan memberikan cell sesuai dengan table keadaan
(apabila berlogika 1, cell akan diberikan pada memori).
3. Ketika saklar terhubung dengan VCC (x=1) hasil yang ditampilkan adalah
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 0 dan seterusnya, sebaliknya ketika saklar terhubung
ground (x=0) maka hasil yang ditampilkan adalah 0, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, 0, 7
dan seterusnya.