You are on page 1of 13

LAPORAN 08

PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM ELEKTRONIKA

FREQUENCY METER

Disusun oleh :
ABDUL HARIS HERYANI
06502241010

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009
A. KOMPETENSI
1. Dapat merancang alat ukur
2. Merancang batas ukur
3. Dapat mengkalibrasi

B. SUB KOMPETENSI
1. Memilih landasan teori yang relevan
2. Menerapkan prosedur perancangan alat ukur frekuensi
3. Menggambar diagram rangkaian
4. melakukan pengamatan dan penyajian data
5. menganalisis data dan menyimpulkan
6. mendiskripsikan prinsip kerja alat ukur dan unjuk kerja
7. Menyusun daftar komponen yang diperlukan
8. Mengkalibrasi alat ukur frekuensi

C. DASAR TEORI
Pedoman rancangan Praktek:
1. Membuat counter (lihat teori counter)
2. Monostable Multivibrator : Td (waktu tunda) 1,1(RC)(lihat teori IC555
sebagai Monostable Multivibrator
3. Schmitt trigger lihat (teori pembentuk gelombang kotak)
4. Gerbang NAND, AND, (lihat teori logika)
5. Seven segment dan dekoder (lihat teori seven-segment dan dekoder)
6. Trafo (lihat teori trafo)
7. Kerja sistem diharapkan sistem pengukur frekuensi dapat mengukur setiap
frekuensi yang masuk (Analog/Digital), bila frekuensi melebihi batas
kemampuan alat ukur terjadi overflow dan berhenti pada angka 99.
disediakan saklar sebagai pemilih batas ukur untuk menyesuaikan obyek
yang diukur, dan dilengkapi dengan saklar reset untuk mengembalikan
counter ke posisi nol
8. Kalibrasi bila terjadi silisih antara frekuensi masukan dan keluaran, perlu
mengubah variabel pewaktuan agar terjadi kesesuaian.
9. Lay-out Sistem

Overflow
Pensaklaran Penampil

Frekuensi Pembentuk Gerb
analog yang Pencacah
pulsa ang
diukur

Pewaktuan

D. ALAT/INSTRUMEN
Catu Daya DC 5V
Logik analiser
CRO
Lampu Indikator
Pembangkit pulsa
Decoded 7 segment
IC555, IC 7490, IC NOT SCHMIT TRIGER,
IC AND, IC NAND
E. KESELAMATAN KERJA
Kerapihan pengawatan, perhatikan pemasangan polaritas sumber tegangan,
pemasangan saklar jangan sampai hubung singkat, pengaturan frek. WG dan
frek. LA.

F. LANGKAH KERJA
1 Membuat analisis kebutuhan sebuah rangkaian pengukur frekuensi
dengan mengguna-kan time base dan counter yang mengukur setiap
frekuensi sinyal masukan baik analog maupun digital, dengan tampilan 3
digit seven segment yang telah terkodekan, tampilan overflow (999),
saklar pemilih batas ukur (gunakan 2 pilihan batas ukur), saklar reset, dan
saklar masukkan sinyal digital/analog
2 Langkah-langkah perancangan
a. Membuat pencacah modulo 100 berbasis IC 7490 beserta tampilan
seven segment terdekodekan.
b. Membuat sebuah monostabil-multivibrator dengan dua time base
(batas ukur X1 dan X10)
c. Membuat rangkaian pengubah gelombang sinus ke bentuk pulsa
d. Menghubungkan a, b, c, dan overflow seperti pada gambar lay-out
dengan gerbang logika
e. Mengkalibrasikan hasil tampilan dengan mengatur time base
f. Mengamati hasil bentuk gelombang pada titik strategis dengan
CRO/logik anlyser.
g. Mengubah semua rangkaian dalam bentuk simbol dengan
menggunakan IC (bila ada)
h. Menyimpan semua rangkaian dan pengamatan kedalam Word prsesor
dan print-out hasil nya sebagai laporan sementara

G. HASIL DAN ANALISA
1 Membuat analisis kebutuhan sebuah rangkaian pengukur frekuensi
dengan menggunakan time base dan counter yang mengukur setiap
frekuensi sinyal masukan baik analog maupun digital, dengan tampilan 3
digit seven segment yang telah terkodekan, tampilan overflow (999),
saklar pemilih batas ukur (gunakan 2 pilihan batas ukur), saklar reset, dan
saklar masukkan sinyal digital/analog
2 Langkah-langkah perancangan
a. Membuat pencacah modulo 100 berbasis IC 7490 beserta tampilan
seven segment terdekodekan.
b. Membuat sebuah monostabil-multivibrator dengan dua time base ( batas
ukur X 1 dan X10)
c. Membuat rangkaian pengubah gelombang sinus ke bentuk pulsa
d. Menghubungkan a, b, c, dan overflow seperti pada gambar lay-out dengan
gerbang logika
e. Mengkalibrasikan hasil tampilan dengan mengatur time base
f. Mengamati hasil bentuk gelombang pada titik strategis dengan
CRO/logik anlyser.
g. Mengubah semua rangkaian dalam bentuk simbol dengan
menggunakan IC (bila ada)
h. Menyimpan semua rangkaian dan pengamatan kedalam Word prsesor
dan print-out hasil nya sebagai laporan sementara

H. HASIL DAN ANALISA
a.Membuat pencacah modulo 100 berbasis IC 7490 beserta tampilan seven
segment

Terlihat dari logic
analyzer bahwa
rangkaian
merupakan
pencacah modulo
100, rangkaian ini
menggunakan dua
buah IC 7490,
dimana untuk input
A S
A IC pertama didapat
B T
U dari sumber clock
C
A
D N dan untuk input IC

kedua didapat dari
P
A
U QD IC kedua. Dan
L
B
U pin RO1 dan RO2
C H
A masing-masing IC
D N
disatukan.
AS
BA
T
CU
A
DN

AP
U
BL
U
CH
A
DN
0 1 23 456 9

b.Membuat sebuah monostabil-multivibrator
Dengan menggunakan C = 0.1 µF

Dari rangkaian diatas, maka waktu tunda dapat dihitung sebagai berikut:
td = 1.1 RA C
= 1.1 x 9.13x106 x 0.1x10-6
= 1.0043
Dapat diketahui bahwa td dari rangkaian monostabil multivibrator dengan C =
0.01 µF ini jika dilihat pada tabel keterangan adalah bernilai 1.0046.
Sehingga bisa diperoleh selisih antara td perhitungan dan td praktek yaitu:
Δtd = 1.0046 – 1.0043 = 0.0003

Dengan menggunakan C = 1 µF

Dari rangkaian diatas, maka waktu tunda dapat dihitung sebagai berikut:
td = 1.1 RA C
= 1.1 x 913x103 x 1x10-6
= 1.0043
Dapat diketahui bahwa td dari rangkaian monostabil multivibrator dengan C =
0.01 µF ini jika dilihat pada tabel keterangan adalah bernilai 1.0046.
Sehingga bisa diperoleh selisih antara td perhitungan dan td praktek yaitu:
Δtd = 1.0043 – 1.0030 = 0.0013

c.Membuat rangkaian pengubah gelombang sinus ke bentuk pulsa

Pada rangkaian pengubah gelombang sinus ke bentuk pulsa ini, digunakan
schmitt trigger (sebagai pengubah gelombang), dimana untuk masukan
dari schmitt trigger diperoleh dari clock source pembangkit gelombang
kotak dengan nilai frekuensi 100Hz/50%. Untuk selanjutnya keluaran dari
schmitt trigger akan diteruskan pada pin clock IC.

d.Menghubungkan a, b, c, dan overflow seperti pada gambar lay-out dengan
gerbang logika
Monostabil
multivibrat
or

overflow

Pencacah Pembentu
modulo Gerba k
100 ng gelomban
AND g kotak

Rangkaian diatas merupakan gabungan dari beberapa rangkaian
sebelumnya, yaitu rangkaian pencacah modulo 100, rangkaian pembentuk
gelombang kotak dan gerbang AND, rangkaian monostabil multivibrator
dan overflow.
 gerbang AND mendapat dua masukan, yaitu pertama dari clock
(pembangkit gelombang kotak yang dihubungkan schmitt trigger) dan
kedua dari output IC 555. Keluaran dari gerbang AND digunakan
sebagai masukan pada clock IC 7490.
 rangkaian overflow merupakan rangkaian JKFF, dimana J dan K digabung
dan dihubunkan pada vcc, clear-nya dihubungkan dengan RO1 dan RO2
masing-masing IC 7490, clocknya merupakan output dari sebuah
gerbang AND 4 input, dengan input dari 7segment.
Hasil percobaan:
 dengan R = 900KΩ/5%, C = 0.1 µF dan clock source 100Hz/50%, maka
didapatkan penghitungan pada pencacah modulo 100 didapatkan nilai
10, dan tidak terjadi overflow serta td bernilai 62.4499x10-3
Dari rangkaian diatas, maka waktu tunda dapat dihitung sebagai berikut:
td = 1.1 RA C  Sehingga selisih antara td perhitungan dan
= 1.1 x 900x103 x td praktek:
0.1x10-6 Δtd = 99x10-3 - 62.4499x10-3 = 36.5501
= 99x10-3 x10-3
 dengan R = 900KΩ/5%, C = 1 µF dan clock source 100Hz/50%, maka
didapatkan penghitungan pada pencacah modulo 100 didapatkan nilai
98 (kurang tepat), dan tidak terjadi overflow serta td bernilai
62.4499x10-3
Dari rangkaian diatas, maka waktu tunda dapat dihitung sebagai berikut:
td = 1.1 RA C  Sehingga selisih antara td perhitungan dan
= 1.1 x 900x103 x td praktek:
1x10 -6
Δtd = 990x10-3 – 708.3226x10-3 = 281.6774
= 990x10-3 x10-3
Pada output IC 555, Red indikator menyala, mengindikasikan bahwa
sebenarnya IC 555 belum berhenti, hal ini juga terlihat dari timing
diagram diatas(belum ada garis turun, sebagai indikasi IC 555 belum
bekerja 1 clock penuh).
 dengan R = 910KΩ/5%, C = 1 µF dan clock source 100Hz/50%, maka
didapatkan penghitungan pada pencacah modulo 100 didapatkan nilai
00 dan terjadi overflow serta td bernilai 751.4661x10-3 (0.7514661).
Dari rangkaian diatas, maka waktu tunda dapat dihitung sebagai berikut:
td = 1.1 RA C
= 1.1 x 910x103 x 1x10-6
= 1.001
 Sehingga selisih antara td perhitungan dan td praktek:
Δtd = 1.001– 0.7514661= 0.2945331
Pada output IC 555, Red indikator menyala, mengindikasikan bahwa
sebenarnya IC 555 belum berhenti(terlihat pada timing diagram), dan
overflow diindikasikan dengan red indikator yang menyala dari keluaran
JKFF.

I. KESIMPULAN
a. Untuk membuat sebuah perancangan, langkah-langkahnya adalah sebagai
berikut:
1) Membuat pencacah modulo 100 berbasis IC 7490 beserta tampilan
seven segment
2) Membuat sebuah monostabil-multivibrator
3) Membuat rangkaian pengubah gelombang sinus ke bentuk pulsaza
4) Menghubungkan a, b, c, dan overflow seperti pada gambar lay-out dengan
gerbang logika
b. Terdapat selisih nilai td antara td perhitungan dengan hasil td praktek,
tetapi perbedaannya tidak terlalu signifikan (bernilai 10-3)