You are on page 1of 9

SOSIAL BUDAYA DALAM KESEHATAN DAN PENYAKIT

Dari empat faktor tersebut di atas. Antara yang pertama dan kedua d ihubungkan dengan ecological balance. 2. populasi penduduk. kuratif. Unsur-unsur utama ini tercakup dalam konsep tentang humors. India. lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif. genetika. yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia. 4. Behaviour atau perilaku. promotif. dan sebagainya. yin dan yang. perbedaan suku bangsa dan budaya. ayurveda dosha. distribusi penduduk. menunjukkan model keseimbangan (equilibrium model) seseorang dianggap sehat apabila unsur . peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor seperti kelas sosial. dan rehabilitatif. Pernyataan tentang pengetahuan ini dalam tradisi klasik Yunani. Tingkah laku sakit.MASALAH SEHAT DAN SAKIT Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia. perilaku. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis). 3. Cina. bergantung dari variabel-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien. social budaya. . merupakan resultante dari 4 factor yaitu: 1. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being . Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi. Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik. dan sebagainya.unsur utama yaitu panas dingin dalam tubuhnya berada dalam keadaan yang seimbang. Environment atau lingkungan.

Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan daripada mengobati penyakit.lindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit. dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan per . Dilihat dari segi sosio cultural terdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut. dengan illness dimaksud reaksi personal. kedua pengertian itu dinamakan penyakit. serta khusus pada interaksi antara beberapa aspek ini yang mempunyai pengaruh pada kesehatan dan penyakit. dan kultural terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman . Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease. Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa Indonesia. memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun teta p mengupayaka yang sakit segera sehat. sedangkan pasien mengalami illness yang dapat disebabkan oleh disease illness tidak selalu disertai kelainan organic maupun fungsional tubuh. interpersonal.PARADIGMA SEHAT Adalah cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. proaktif antisipatif. Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan. Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang membahas pengetahuan sehat-sakit pada aspek sosial budaya dan perilaku manusia. Telah dikembangkan pengertian tentang penyakit yang mempunyai konotasi biomedik dan sosio cultural. dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral. .

social dan pengertian profesional yang beragam. terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. selain itu hasil berbagai kebudayaan juga dapat menimbulkan penyakit. leluhur atau roh jahat). WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani. maupun kesejahteraan social seseorang. WHO melihat sehat dari berbagai aspek. atau makhluk manusia (tukang sihir. termasuk juga kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. nyaman. Penyebab bersifat Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan. . antropologi kesehatan di pandang sebagai disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia. Dalam kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Dulu dari sudut pandangan kedokteran. yakni suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau kondisi tubuh kelainan-kelainan serta gejala yang dirasakan. Penyakit sendiri ditentukan oleh budaya: hal ini karena penyakit merupakan pengakuan sosial bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar. Sebatas mana seseorang dapat dianggap sempurna? Oleh para ahli kesehatan. Definisi WHO (1981): Health is a state of complete physical. rohani. yaitu: Naturalistik dan Personalistik. Konsep sehat sakit yang dianut pengobat tradisional (Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat. sehat harus dilihat dari berbagai aspek. makanan (salah makan). sehat sangat erat kaitannya dengan kesakitan dan penyakit. Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal. ketidak seimbangan dalam tubuh. bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang yang sehat. kebiasaan hidup. and not merely the absence of disease or infirmity. mental and social well -being. Masyarakat dan pengobat tradisional menganut dua konsep penyebab sakit.KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT BUDAYA MASYARAKAT Istilah sehat mengandung banyak muatan kultural. Cara hidup dan gaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit. Sedangkan konsep Personalistik menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu. roh. wajar. Sedangkan sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan. dan dapat melakukan aktivitas sehari –hari dengan gairah. tukang tenung).

kata kaddala ikut tercakup di dalamnya. mempunyai pengetahuan yang menarik mengenai masalah sakit-sehat. pusing. gatal. Pengertian penderita sebagai akibat dosa dari ibu-bapak merupakan awal derita akibat leprophobia. gigi bengkak. Orang tua. badan kuning. arti sakit adalah sebagai berikut: sakit badaniah berarti ada tanda .) di masyarakat Bugis menunjukkan bahwa timbul dan diamalkannya leprophobia secara ketat karena menurut salah seorang tokoh budaya. Baginya. Pada penelitian Penggunaan Pelayanan Kesehatan Di Propinsi Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat (1990). Sedangkan hasil diskusi kelompok di Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa anak sakit dilihat dari keadaan fisik tubuh dan tingkah lakunya yaitu jika menunjukkan gejala misalnya panas.Bgs. seseorang dinyatakan sakit kala u sudah tidak bisa bekerja.tanda penyakit di badannya .Menelusuri nilai budaya. Ide yang bertujuan guna terciptanya moral yang agung di keluarga baru. Disebutkan bahwa bila terjadi pelanggaran melakukan hubungan intim saat istri sedang haid. tidak enak badan. keluarga sangat menolak anaknya didiagnosis kusta. badan berkeringat. Seorang pengobat tradisional yang juga menerima pandangan kedokteran modern. batuk pilek. panas dingin. diare. batuk . dalam nasehat perkawinan orang-orang tua di sana. muntah -muntah. kaki dan perut bengkak. Bagi orang dewasa. rewel. lemas. kurus kering. tidak mau makan. Rasa rendah diri penderita dimulai dari rasa rendah diri keluarga yang merasa tercemar bila salah seorang anggota keluarganya menderita kusta. kurang darah. Dituduh berbuat dosa melakukan hubungan intim saat istri sedang haid bagi seorang fanatic Islam dirasakan sebagai beban trauma psikosomatik yang sangat berat. mual.batuk. tidak bisa berjalan. misalnya mengenai pengenalan kusta dan cara perawatannya. hasil diskusi kelompok di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa anak dinyatakan sakit jika menangis terus. mencret.nilai budaya di Kabupaten Soppeng. tidak mau tidur. Adanya istilah kaddala sikuyu (kusta kepiting) dan kaddala massolong (kusta yang lumer). berkembang menuruti proses komunikasi dalam masyarakat dan menjadi konsep penderita kusta sebagai penanggung dosa. Hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif atas nilai . Kusta telah dik enal oleh etnik Makasar sejak lama. luka. merupakan ungkapan yang mendukung bahwa kusta secara endemik telah berada dalam waktu yang lama di tengah-tengah masyarakat tersebut. mereka (kedua mempelai) akan terkutuk dan menderita kusta/kaddala. dalam kaitannya dengan penyakit kusta (Kaddala.

ramuan. Sudarti (1987) menggambarkan secara deskriptif persepsi masyarakat beberapa daerah di Indonesia mengenai sakit dan penyakit. Orang dewasa dianggap sakit jika lesu. lemah. Untuk penyebab sakit yang ke tiga harus dimintakan bantuan dukun. Untuk mengobati sakit yang termasuk dalam golongan pertama dan ke dua. atau sakit . tidak dapat bekerja.seperti panas tinggi. dan badan lemah atau sakit. pantangan m akan. tidak kuat bekerja. . penglihatan lemah. kehilangan nafsu makan. makan dan tidur normal.). sulit makan. penglihatan terang. Penyebabnya adalah perubahan cuaca. tidak mengeluh lesu.ramuan. tetapi bisa diketahui dengan menanyakan pada yang gaib. kyai dan lain-lain. Pengobatannya adalah dengan cara mengompres dengan es. Beberapa contoh penyakit pada bayi dan anak sebagai berikut : a. Sakit demam dan panas. Selanjutnya masyarakat menggolongkan penyebab sakit ke dalam 3 bagian yaitu : 1. Makanan yang diklasifikasikan ke dalam makanan panas dan dingin. supaya panasnya turun. suhu badan normal. Karena pengaruh gejala alam (panas. dingin) terhadap tubuh manusia 2.sakit badan. kuat bekerja. Pada orang yang sehat. Penyakit tampek (campak) disebut juga sakit adem karena gejalanya badan panas. kena hujan. sering menangis dan tidak nafsu makan. Di Indramayu dikatakan penyakit adem meskipun gejalanya panas tinggi. labu putih yang dingin atau beli obat influensa. Anak yang sakit ditandai dengantingkah laku rewel. guna-guna. Pada penyakit batin tidak ada tanda -tanda di badannya. maunya tiduran atau istirahat saja. Supranatural (roh. atau "kantong kering" (tidak punya uang). salah makan. dapat digunakan obat -obatan. masyarakat menganggap bahwa sakit adalah keadaan individu mengalami serangkaian gangguan fisik yang menimbulkan rasa tidak nyaman. atau masuk angin. kerok. Dengan demikian upaya penanggulangannya tergantung kepada kepercayaan mereka terhadap penyebab sakit. setan dan lain-lain. gerakannya lincah. 3. pijat. dan bantuan tenaga kesehatan. tidur tergan ggu. oyong. sorot mata cerah.

Perilaku dan cara hidup manusia dapat merupakan penyebab bermacam . tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu bersangkutan. Sakit kejang-kejang Masyarakat pada umumnya menyatakan bahwa sakit panas dan kejangkejang disebabkan oleh hantu. sedangkan dari segi kemasyarakatan keadaan sakit dianggap sebagai peny impangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif. dan lain . Di Indramayu ibu-ibu mengobatinya dengan membalur anak dengan asam kawak. Faktor emosional dan psikososial ini pada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan manusia atau kebudayaan. atau kesambet. . Ditinjau dari segi biologis penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia. Sakit tampek (campak) Penyebabnya adalah karena anak terkena panas dalam. Penanggulangannya dengan obat tradisional misalkan den pucuk daun jambu dikunyah ibunya lalu diberikan kepada anaknya (Bima Nusa Tenggara Barat) obat lainnya adalah Larutan Gula Garam (LGG). Penyimpangan itu dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkungan manusia. makan makanan pedas. meminumkan madu dan jeruk nipis atau memberikan daun suwuk. pil Ciba dan lain –lain. encer. makan kacang terlalu banyak. makan udang. ikan. Di Indramayu pengobatannya adalah dengan dengan pergi ke dukun atau memasukkan bayi ke bawah tempat tidur yang ditutupi jaring. Penyebabnya adalah salah makan. KEJADIAN PENYAKIT Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. d. anak dimandikan saat panas terik. Di Sukabumi disebut hantu gegep.b. c. Larutan Gula Garam sudah dikenal hanya proporsi campur nya tidak tepat.macam penyakit baik di zaman primitif maupun di masyarakat yang sudah sangat maju peradaban dan kebudayaannya. anak meningkat kepandaiannya. yang menurut kepercayaan dapat mengisap penyakit. sedangkan di Sumatra Barat disebabkan hantu jahat.lain. Sakit mencret (diare). susu ibu basi. Oralit.

manusia dan lingkungannya. seperti tampak pada ciri sel-sabit (sickle-cell) di kalangan penduduk Afrika Barat. yang diberi nilai -nilai tertentu. menaruh perhatian pada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alamnya. Dalam peradaban modern. peran dan karir seorang yang sakit (sick role). interaksi dokter-perawat. keterkaitan antara simbol-simbol sosial dan risiko kesehatan sering tampak jelas. tingkah laku penyakitnya dan cara -cara tingkah laku penyakitnya mempengaruhi evolusi kebudayaannya melalui proses umpan balik. penyakit dilihat dari sudut pasien. yaitu `mutih' (ditambah vitamin seperlunya agar tidak kekurang an vitamin) sampai darahnya menjadi bersih kembali. yang memberikan imunitas relatif terhadap malaria. membuka mata para dokter bahwa kebenaran ilmu . dokter-pasien. perawat-pasien. Menurut pasien penyakitnya disebabkan karena "darah kotor" oleh karena itu satu-satunya jalan penyembuhan adalah dengan makan makanan yang bersih . perilaku sakit (illness behavior) perbedaan antara illness dan disease. Para ahli antropologi kesehatan yang dari definisinya dapat disebutkan berorientasi ke ekologi.Konsep kejadian penyakit menurut ilmu kesehatan bergantung jenis penyakit. model penjelasan penyakit (explanatory model ). Bagi seorang dokter pendapat itu tidak masuk akal. tetapi begitulah kenyataan yang ada dalam masyarakat. Secara umum konsepsi ini ditentukan oleh berbagai faktor antara lain parasit. tetapi juga sebagai akibat dosa. Bagi masyarakat Dani di Papua. penyakit dapat merupakan simbol sosial positif. Suatu kajian hubungan antara psikiatri dan ant ropologi dalam konteks perubahan sosial ditulis oleh Rudi Salan berdasarkan pengalaman sendiri sebagai psikiater. bahkan merupakan karakteristik yang diing inkan karena memberikan proteksi yang tinggi terhadap gigitan nyamuk Anopheles. Etiologi penyakit dapat dijelaskan melalui sihir. salah satu kasusnya sebagai berikut: Seorang perempuan yang sudah cukup umur reumatiknya diobati hanya dengan vitamin dan minyak ikan saja dan percaya penyakitnya akan sembuh. Penyakit dapat dipandang sebagai suatu unsur dalam lingkungan manusia. Simbol sosial juga dapat merupakan sumber penyakit. misalnya remaja merokok. PERILAKU SEHAT DAN PERILAKU SAKIT Penelitian-penelitian dan teori-teori yang dikembangkan oleh para antropolog seperti perilaku sehat (health behavior). Ciri sel sabit sama sekali bukan ancaman. vektor. suatu perubahan evolusi yang adaptif.

kebudayaan. .kedokteran modern tidak lagi dapat dianggap kebenaran absolut dalam proses penyembuhan . sedangkan perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Persepsi masyarakat tentang sehat . KESIMPULAN Cara dan gaya hidup manusia. kepercayaan bahkan seluruh peradaban manusia dan lingkungannya berpengaruh terhadap penyakit.sakit ini sangatlah dipengaruhi oleh unsur pengalaman masa lalu di samping unsur sosial budaya. perawatan kebersihan diri. adat istiadat. Secara fisiologis dan biologis tubuh manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya. penjagaan kebugaran melalui olah raga dan makanan bergizi. Kajian mengenai konsekuensi kesehatan perlu memperhatikan konteks budaya dan sosial masyarakat . Sebaliknya petugas kesehatan berusaha sedapat mungkin menerapkan kreter ia medis yang obyektif berdasarkan gejala yang tampak guna mendiagnosis kondisi fisik individu. Perilaku sehat diperlihatkan oleh individu yang merasa dirinya sehat meskipun secara medis belum tentu mereka betul-betul sehat. termasuk pencegahan penyakit. Perilaku sakit diartikan sebagai segala bentuk tin dakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan. Manusia mempunyai daya adaptasi terhadap lingkungan yang selalu berubah. Sesuai dengan persepsi tentang sakit dan penyakit maka perilaku sakit dan perilaku sehat pun subyektif sifatnya. yang sering membawa serta penyakit baru yang belum dikenal atau perkembangan/perubahan penyakit yang sudah ada.