You are on page 1of 151

Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan Keaktifan

dan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Segiempat


Semester II Kelas VII MTs Fatahillah Beringin Ngaliyan
Semarang tahun pelajaran 2008/2009
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
dalam Ilmu Pendidikan Matematika
Oleh:
Ifa Luthfia
3105112
FAKULTAS TARBIYAH
INTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010
DEPARTEMEN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
FAKULTAS TARBIYAH
Jl. Alamat : Jl. Prof. Dr. Hamka Telp/Fax (024) 7601295, 7615387
PENGESAHAN
Skripsi Saudara : Ifa Luthfia
Nomor Induk : 3105112
Jurusan : Tadris Matematika
Judul : Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan
Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Pada Materi
Pokok Segiempat Semester II Kelas VII MTs Fatahillah
Beringin Ngaliyan Semarang Tahun Pelajaran 2008/2009.
Telah dimunaqasyahkan oleh Dewan Penguji Fakultas Tarbiyah Institut Agama
Islam Negeri Walisongo Semarang, dan dinyatakan lulus pada tanggal: 30 Juni
2010 dan dapat diterima sebagai syarat guna memperoleh gelar sarjana Strata 1
(S. 1) tahun akademik 2009/2010.
Semarang, 30 Juni 2010
Ketua Sidang Sekretaris Sidang
Siti Tarwiyah, M. Hum Saminanto,S.Pd,M.Sc
NIP. 19721108 199903 2001 NIP. 19720604 200312 1002
Penguji I Penguji II
Hj. Minhayati Shaleh, S. Si, M. Sc Lift Anis Mashumah, M.Ag
NIP. 150378228 NIP.19720928 199703 2001
DEPARTEMEN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
FAKULTAS TARBIYAH
Alamat: Prof. Dr. Hamka Kampus II Telp. 7601295 Fak. 7615387 Semarang
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Semarang, 16 Juni 2010
Lamp : 4 (Empat) Eksemplar
Hal : Naskah Skripsi Kepada Yth.
An Sdr. Ifa Luthfia Dekan Fakultas
Tarbiyah IAIN Walisongo
di Semarang
Assalamualaikum Wr. Wb
Setelah saya mengadakan koreksi dan perbaikan seperlunya, maka saya
menyatakan bahwa skripsi saudara:
Nama : Ifa Luthfia
NIM : 3105112
Jurusan : Tadris Matematika
Judul Skripsi : Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan
Keaktifan Dan Hasil Belajar Matematika Pada Materi
Pokok Segiempat Semester II Kelas VII Mts Fatahillah
Beringin Ngaliyan Semarang Tahun Pelajaran
2008/2009
Telah melalui proses bimbingan, selanjutnya saya mohon agar skripsi
saudara tersebut dapat dimunaqosahkan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Pembimbing I Pembimbing II
Hj. Minhayati Saleh, S.Si,M.Sc Drs. H. Jasuri, M.si
NIP. 19760426 200604 2 001 NIP.196710141994031005
MOTTO
w #k=s3 ! $# $ tR w) $ygyr
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupannya.
1
1
Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahnya, (Bandung : CV. Penerbit J-ART,
2004), hal 50
PERSEMBAHAN
Dengan tidak mengurangi rasa syukurku kepada Allah swt,
Tuhan sumber segala muara esensi.
Kupersembahkan totalitas usaha, karya, dan buah pikiran Skripsi ini untuk:
Abah Achmad Yasro,S.Pd dan Umi Maskanah tersayang, yang senantiasa mendidik
ananda dengan penuh pengorbanan, doa dan restu Panjenengan adalah hidup
ananda meniti langkah menuju ridloNya.
Robbighfir lii waaliwaalidayya warhamhuma kama Robbayaanii shoghiro
Suamiku yang selalu menghibur diriku ketika susah dan memberi semangat yang
tiada kira dalampembuatan skripsi ini
Putraku tercinta Achmad Rafa Fadhlurrohman, J adilah cahaya mata dan hatiku di
dunia hingga akhirat.
Adik-adikku tercinta, Naelis Saadah, Ulfatun Nisa, Muhammad AdchamHabib
ukirlah karya hidupmu melebihi aku .
Kakak-kakakku dan keluargaku, Muhlisin, M.A.Muqit, Siti Khoiriyah (juga si kecil
najwa) yang selalu memberikan bantuan juga semangat yang tiada kira.
Teman- teman TM 05, yang telah memberikan dorongan dan membantu dalam
penyusunan skripsi ini.
Almamaterku, IAIN Walisongo Semarang, Kampus yang berbasis, Diniyah,
Ukhuwah dan Ilmiah.
DEKLARASI
Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis menyatakan bahwa skripsi
ini tidak berisi materi yang telah pernah ditulis oleh orang lain atau diterbitkan.
Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali
informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan.
Semarang, 17 Juni 2010
Deklarator
Ifa luthfia
NIM. 3105112
ABSTRAK
IFA LUTHFIA (NIM: 3105112). Penerapan Metode Penugasan Untuk
Meningkatkan Keaktifan dan Hasil belajar Matematika Pada Materi Pokok
Segiempat Semester II Kelas VII MTs Fatahillah Bringin Ngaliyan Semarang
Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi. Semarang: Fakultas Tarbiyah Tadris
Matematika IAIN Walisongo Semarang 2009.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimanakah penerapan
metode penugasan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik
kelas VII MTs Fatahillah Bringin Ngaliyan Semarang pada materi pokok
segiempat. (2) Apakah penerapan metode penugasan dapat meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VII MTs Fatahillah Bringin
Ngaliyan Semarang pada materi pokok segiempat
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (clasroom action
research) pada peserta didik kelas VII B MTs Fatahillah Bringin Ngaliyan
Semarang. Dari hasil observasi secara langsung di kelas VII B melalui prasiklus
penelitian tindakan dapat diketahui metode yang digunakan oleh guru bidang
studi mata pelajaran matematika yang belum secara penuh mengedepankan
pembelajaran aktif dan cenderung terjadi komunikasi satu arah artimya peserta
didik cenderung pasif dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari kesiapan dan
keaktifan pada saat pembelajaran berlangsung, hal ini juga tampak dengan
adanya hasil belajar yang belum optimal artinya belum mencapai Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM). Kesiapan dalam pembelajaran dan keaktifan peserta
didik menggambarkan semangat untuk mengikuti pembelajaran. Obyek
penelitian ini adalah di MTs Fatahillah Bringin Ngaliyan Semarang dengan
populasi 198 peserta didik, yang terdiri dari kelas VII 74 peserta didik, kelas VIII
70 peserta didik, kelas IX 54 peserta didik. Subyek yang akan diteliti adalah
peserta didik pada kelas VII B yang berjumlah 36 peserta didik
Setelah dilaksanakan tindakan melalui pembelajaran dengan
menggunakan metode penugasan dengan materi yang belum diajarkan
menciptakan suasana pembelajaran aktif serta hasil belajar maksimal. Penelitian
ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap prasiklus, siklus I dan siklus II.
Pada tahap prasiklus, keaktifan belajar peserta didik mempunyai persentase 48%
dan rata-rata tes akhir 54,03. pada siklus I setelah dilaksanakan tindakan
keaktifan belajar peserta didik meningkat menjadi 55,6% dan rata-rata tes akhir
68,89. Sedangkan pada siklus II setelah diadakan evaluasi pelaksanaan tindakan
pada siklus II keaktifan belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu dapat
dipersentasekan menjadi 76% dan rata-rata tes akhir peserta didik adalah 74,23.
Dari tiga tahap tersebut jelas bahwa ada peningkatan setelah diterapkan metode
penugasan dengan sebelumnya.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti membuktikan bahwa ada
peningkatan keaktifan dan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti
pembelajaran dengan metode penugasan. Hasil penelitian tersebut diharapkan
dapat memberikan pengetahuan kepada semua pihak (peserta didik, guru, orang
tua) untuk dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran
matematika. Dorongan belajar atau motivasi atau semangat belajar juga bisa
berasal dari faktor orang tua atau keluarga yang dapat mempengaruhi kondisi
psikologi anak.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillhilladz nawwaran bi alilmi wa alaqli. Segenap puja dan
puji syukur peneliti panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, hidayah, dan bimbingan serta kekuatan lahir batin kepada diri
peneliti, sehingga skripsi ini yang merupakan hasil dari sebuah usaha ilmiah dan
proses akademik yang cukup panjang dapat terselesaikan sebagaimana mestinya.
Sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada junjungan kita
Nabi Agung Muhammad SAW, sosok historis yang membawa proses
transformasi dari masa uncivilized yang gelap gulita ke arah alam yang sangat
terang benderang dan berperadaban ini, juga kepada para keluarga, sahabat serta
semua pengikutnya yang setia disepanjang zaman.
Penelitian yang berjudul Penerapan Metode Penugasan Untuk
Meningkatkan Keaktifan dan Hasil belajar Matematika Pada Materi Pokok
Segiempat Semester II Kelas VII MTs Fatahillah Bringin Ngaliyan Semarang
Tahun Pelajaran 2008/2009 ini pada dasarnya disusun untuk memenuhi
persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam pada Fakultas
Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Oleh karena itu, karya ilmiah ini
merupakan kulminasi-formal akademik yang sudah barang tentu tetap disertai
akuntabilitas akademik juga dan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban
akademik (scholar duty) tetapi juga sebagai media untuk memberikan wacana
dan solusi dalam dunia kependidikan.
Cukup terkesan rasanya ketika penulis telah menyelesaikan proses
akademik dan penyusunan skripsi ini. Karena dengan media ini penulis telah
banyak belajar, berfikir, berimajinasi, mencurahkan segenap kemampuan dalam
hal pemikiran, kreativitas dan ketelitian untuk memenuhi kebutuhan curiosity
(rasa ingin tahu) penulis atas problematika hasil belajar peserta didik yang rendah
dalam mengarungi suatu setting pertempuran intelektualitas yang cukup
menantang sehingga dapat mencari dan menemukan identitas diri sebagai
seorang manusia yang dianugerahi akal oleh Sang Kholiq. Oleh karenanya,
penulis semakin sadar akan berbagai kelemahan, kebodohan dan keterbatasan
yang ada dalam diri penulis, wam ttum min alilmi illa qallan.
Dalam proses penyusunan penelitian tersebut, peneliti banyak
mendapatkan bantuan, bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak, oleh karena
itu izinkan peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada hamba-hamba Allah
yang telah membantu peneliti sehingga karya sederhana ini bisa menjadi
kenyataan, bukan hanya angan dan keinginan semata. Peneliti ucapkan terima
kasih yang tak terhingga kepada :
1. Prof. DR. H. Abdul Jamil, MA., Rektor IAIN Walisongo Semarang.
2. Prof. DR. H. Ibnu Hadjar, M. ED., Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN
Walisongo.
3. H. Abdul Wahid, M.Ag, Ketua Jurusan Tadris.
4. H. Mursyid, M.Ag., Sekretaris Jurusan Tadris.
5. Hj.Minhayati Shaleh, S.Si, M.Sc dan Yulia Romadiastri, S.Si., selaku
Pembimbing I (Bidang Materi), yang telah berkenan meluangkan waktu,
tenaga, dan fikirannya serta dengan tekun dan sabar memberikan
bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.
6. Drs.H. Jasuri,M.Si., selaku Pembimbing II (Bidang Metodologi), yang
juga telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dan fikirannya serta
dengan tekun dan sabar memberikan bimbingan dan pengarahan dalam
penyusunan skripsi ini.
7. Drs. Marasuddin Siregar, selaku Wali Studi selama Penulis menuntut
ilmu di IAIN Walisongo Semarang.
8. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membimbing, mendidik dan
memberikan pencerahan untuk selalu berpikir kritis-edukatif,
transformatif-inovatif dalam menggali ayat-ayat qauliyyah dan kauniyyah
selama berada di lingkungan Kampus IAIN Walisongo Semarang.
9. H. Lukmanul Amin AH.Lc.MSi, selaku kepala sekolah MTs. Fatahillah
Bringin Ngaliyan Semarang yang telah memberikan ijin kepada peneliti
dalam menyelesaikan penelitian ini
10. Slamet Santoso,S.Si, Guru Mata Pelajaran Matematika MTs. NU Nurul
Huda Mangkang yang telah memberikan informasi dan membantu
penelitian ini.
11. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, namun tak
terlupakan bantuannya yang turut dalam penyelesaian penelitian ini.
Akhirnya, semoga segala bantuannya yang tidak ternilai ini mendapatkan
balasan dari Allah SWT dengan balasan yang sepantasnya, dan semoga penelitian
ini bermanfaat khususnya bagi peneliti sendiri.
Semarang, 16 Juni 2010
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
ABSTRAK........................................................................................................ ii
MOTTO............................................................................................................. iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING..................................................................... v
PENGESAHAN................................................................................................ vi
PERSEMBAHAN............................................................................................. vii
DEKLARASI....................................................................................................
viii
KATA PENGANTAR....................................................................................... ix
DAFTAR ISI..................................................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN.....................................................................................
xi
v
BAB I : PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A. Latar Belakang.............................................................................. 1
B. Penegasan Istilah........................................................................... 3
C.Perumusan Masalah........................................................................ 4
D. Tujuan Penelitian.......................................................................... 5
E. Manfaat Penelitian ....................................................................... 5
BAB II : DESKRIPSI TEORI........................................................................... 7
A. Metode Penugasan....................................................................... 7
B. Belajar............. 9
1. Pengertian belajar............................................................... 9
2. Faktor-Faktor yang mempengaruhi belajar....................11
3. Makna keaktifan peserta didik dalam pembelajaran..........15
4. Definisi Hasil Belajar.................18
C. Metode Penugasan Dalam Pembelajaran Matematika......... 19
1. Pembelajaran Matematika..................................................... 19
2. Penugasan dan Relevansinya dengan pembelajaran
matematika............................................................................ 21
D. Materi Pokok Segiempat.............................................................. 23
E. Kajian Pustaka............................................................................. 28
F. Hipotesis Tindakan...................................................................... 29
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN....................................................... 30
A. Metode Penelitian.......................................................... ............ 30
1. Model Penelitian.................................................................... 30
2. Rancangan Penelitian............. 31
3. Kolaborator................................................................ 35
4. Subjek penelitian...................... . 35
5. Waktu dan Tempat penelitian
35
B. Indikator Keberhasilan.................. 35
C. Teknik Pengumpulan Data. 36
D. Metode Analisis Data 37
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 40
A. Gambaran Umum Madrasah........................... .. 40
1. Sejarah Berdirinya Madrasah............................................. 40
2. Identitas Madrasah................................................................
41
3. Keadaan Guru Tata Usaha (TU) dan Peserta Didik..............
42
4. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar(KMB).....................
42
B. Hasil Penelitian tindakan............................................................ 43
C. Pembahasan Penelitian...................... ................ 60
BAB V : PENUTUP........................................................................................ 65
A. Simpulan..................................................................................... 65
B. Saran........................................................................................... 65
C. Penutup....................................................................................... 66
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Daftar Nama subjek penelitian Siswa kelas VII B MTs Fatahillah
Bringin Ngaliyan Semarang tahun pelajaran 2008/2009
Lampiran 2 : Lembar observasi pengamatan peserta didik
Lampiran 3 : Lembar observasi pengelolaan kelas pembelajaran
Lampiran 4 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pra siklus
Lampiran 5 : Lembar Pretes
Lampiran 6 : Pembahasan Pretes
Lampiran 7 : Daftar nilai pretes
Lampiran 8 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I
Lampiran 9 : Lembar Kerja Siswa (LKS)siklus I
Lampiran 10 : Pembagian Kelompok Siklus I
Lampiran 11 : Tugas (PR) siklus I
Lampiran 12 : pembahasan PR siklus I
Lampiran 13 : Lembar Soal Tes Evaluasi Siklus I
Lampiran 14 : pembahasan Soal Tes Evaluasi Siklus I
Lampiran 15 : Pensekoran Soal Evaluasi Siklus I
Lampiran 16 : Hasil Tes Evaluasi Siklus I
Lampiran 17 : Nilai PR Siklus I
Lampiran 18 : Hasil Observasi Untuk Guru Terhadap Pengelolaan Kelas Pada
Siklus I
Lampiran 19 : Hasil Observasi Keaktifan untuk Peserta Didik pada Siklus I
Lampiran 20 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II
Lampiran 21 : Lembar Kerja Siswa (LKS)siklus II
Lampiran 22 : Pembagian kelompok Siklus II
Lampiran 23 : Tugas (PR) siklus II
Lampiran 24 : Pembahasan PR siklus II
Lampiran 25 : Lembar Soal Tes Evaluasi Siklus II
Lampiran 26 : Pembahasan Soal Tes Evaluasi Siklus II
Lampiran 27 : Pensekoran Soal Evaluasi Siklus I
Lampiran 28 : Hasil Tes Evaluasi Siklus I
Lampiran 29 : Nilai PR Siklus I
Lampiran 30 : Hasil Observasi Untuk Guru Terhadap Pengelolaan Kelas Pada
Siklus II
Lampiran 31 : Hasil Observasi Keaktifan untuk Peserta Didik pada Siklus I
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan kegiatan belajar mengajar yang berlangsung
dalam interaksi antara guru dan peserta didik. Interaksi terjadi saat guru
mengajar didalam kelas. Proses pengajaran yang optimal memungkinkan
hasil belajar yang optimal pula. Semakin besar usaha untuk menciptakan
kondisi dalam pembelajaran, makin tinggi pula hasil atau produk dari
pengajaran itu.
Salah satu yang diduga mempengaruhi kualitas pengajaran adalah variabel
guru.
2
sebab guru adalah sutradara dan sekaligus aktor dalam proses
pengajaran. Oleh karenanya, seorang guru harus mampu memilih strategi
yang paling efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi, antara guru
dan peserta didik. Suatu komunikasi dikatakan baik apabila terjadi respon
dari dua arah. Saat proses belajar mengajar di dalam kelas baik guru maupun
peserta didik telah mempersiapkan materi yang akan dipelajari. Namun,
umumnya peserta didik datang ke sekolah dalam keadaan tidak tahu materi
yang akan dipelajari dengan kata lain peserta didik belum mempunyai
persiapan materi yang cukup untuk dipelajari dalam proses belajar mengajar.
Hal ini mengakibatkan proses komunikasi ini tidak bisa berlangsung efektif.
Peserta didik cenderung pasif, lebih banyak mendengar penjelasan guru
daripada mengemukakan kesulitan dan ketidak pahaman mereka terhadap
materi.
Kepasifan peserta didik dalam kelas mungkin sekali terjadi
disebabkan karena peserta didik tidak mempunyai persiapan materi yang
cukup saat proses belajar mengajar. Padahal kesiapan merupakan suatu hal
2
Nana sudjana, dasar-dasar proses belajar mengajar, (Bandung : Sinar Baru algensindo,
1995)hlm. 41
yang harus dimiliki seseorang ketika melakukan sesuatu agar hasil yang
diperoleh menjadi lebih optimal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru mata pelajaran
matematika di MTs Fatahillah Bringin Ngaliyan Semarang, yaitu bapak
Slamet Santoso,S.si menyatakan bahwa daya tangkap peserta didik dalam
menerima pelajaran, keberanian peserta didik dalam mengemukakan dan
menjawab pertanyaan dirasa belum sesuai dengan kompetensi yang
diharapkan. Kegiatan pembelajaran dalam kelas, dan kegiatan peserta didik
secara individu masih sangat bergantung pada guru.
Nilai rata-rata peserta didik MTs Fatahillah Beringin kelas VII dalam
menyelesaikan soal-soal segiempat dari tahun ke tahun masih dibawah nilai
KKM, tahun pelajaran 2006/2007 dengan nilai 56, tahun pelajaran 2007/2008
dengan nilai 55. Sedangkan kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang
ditentukan oleh sekolah adalah 60. Melihat kondisi rendahnya hasil belajar
siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian
tugas pada peserta didik.
Dalam usaha meningkatkan hasil belajar peserta didik para ahli
pendidikan bekerja keras menemukan metode pembelajaran yang dianggap
efektif. Seperti ceramah, Tanya jawab, demonstrasi, inquiri, problem solving,
dll. Namun metode apapun yang akan digunakan guru dalam mengajar
alangkah baiknya bila peserta didik paham materi terlebih dulu sebelum
berinteraksi dengan metode-metode tersebut.
Senada dengan hal yang sedang dibahas bahwa, persiapan merupakan
salah satu hal penting yang diperlukan dalam suatu kegiatan pembelajaran.
Maka pengenalan materi sebelum materi diajarkan dapat dilakukan dengan
metode pemberian tugas. Dengan pemberian tugas ini diharapkan baik peserta
didik maupun guru terdorong untuk mempersiapkan diri sebelum kegiatan
pembelajaran dimulai.
Disamping itu, pemberian tugas sebelum materi diajarkan agar
membuat hasil belajar peserta didik lebih mantap, karena disamping
melaksanakan latihan-latihan selama mengerjakan tugas peserta didik juga
akan mengalami proses pengulangan setelah materi itu dibahas didalam kelas
bersama guru. Disamping itu dengan metode ini diharapkan dapat
menimbulkan keaktifan dan motivasi peserta didik.
Berdasarkan uraian diatas, penulis akan melakukan penelitian dengan
judul Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan Keaktifan dan
Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Segiempat Semester II Kelas
VII MTs Fatahillah Beringin Ngaliyan Semarang tahun pelajaran 2008/2009
Adapun alasan yang mendasari pengambilan judul diatas adalah:
1. Dari pengalaman peneliti ketika menjadi peserta didik, ternyata
banyak peserta didik yang mau belajar hanya ketika diberi
pekerjaan rumah. Sehingga pemberian tugas dirasakan sangatlah
perlu dalam upaya pembelajaran peserta didik.
2. Kesiapan adalah salah satu unsur penting dalam proses
pembelajaran, oleh karenanya sangatlah diperlukan adanya
persiapan materi baik guru maupun peserta didik. Sehingga dalam
kegiatan pembelajaran peserta didik tidak seperti botol kosong,
yakni semata-mata hanya menjadi lahan penuangan ilmu dari
guru.
3. Pemberian tugas merupakan bagian dari salah satu kurikulum
yang diberikan pada peserta didik untuk mengukur tercapainya
ketuntasan pembelajaran
B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalah pahaman dalam memahami judul diatas
dan demi menghindarkan dari bermacam-macam penafsiran, maka penulis
memberikan penjelasan tentang pengertian beberapa kata yang tercantum
dalam judul sehingga diketahui arti dan makna dalam pembelajaran yang
diadakan.
1. Metode Penugasan
Metode penugasan biasa disebut metode pemberian tugas atau resitasi.
Tugas yang paling sering diberikan dalam pembelajaran matematika
adalah PR yang diartikan sebagai latihan menyelesaikan soal-soal.
2. Keaktifan
Keaktifan berasal dari kata aktif yang berarti kegiatan
3
. Jadi
keaktifan belajar berarti kegiatan peserta didik dalam belajar. Keaktifan
yang dimaksud disini adalah sebuah proses yang diupayakan dalam
meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dalam
kelas ditandai dengan peningkatan nilai yang cukup signifikan yang
diperoleh oleh peserta didik.
3. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta
didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya.
4
Hasil belajar ini dapat
diketahui setelah guru memberikan evaluasi belajar.
4. Materi Pokok Segiempat
Materi pokok segiempat sesuai dengan standar kompetensi (SK)
dan kompetensi dasar (KD) yang ada, yang sesuai dengan kurikulum
tingkat satuan pendidikan (KTSP), materi ini merupakan salah satu materi
pokok dalam mata pelajaran matematika kelas VII tingkat menengah
pertama (SMP/MTs) yang diajarkan pada semester genap.
Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan materi pada sub
bahasan persegi panjang, jajargenjang, dan belah ketupat dengan standar
Kompetensi : Memahami konsep segiempat dan segitiga serta
menentukan ukurannya dan kompetensi dasar: Menghitung keliling dan
luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
3
Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya:kartika,1997),hlm.22
4
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1999),
cet. 6, hlm. 22.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang tersebut diatas, maka dapat dimunculkan
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah penerapan metode penugasan dalam meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar matematika pada materi pokok segiempat
di MTs Fatahillah?
2. Apakah pembelajaran dengan metode penugasan dapat meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar matematika pada materi pokok segiempat
di MTs Fatahillah?
D. Tujuan penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah diatas. Tujuan Penelitian ini
adalah:
1. Ingin mengetahui penerapan metode penugasan dalam meningkatkan
keaktifan han hasil belajar matematika materi pokok segiempat di
MTs Fatahillah?
2. Pembelajaran matematika dengan metode penugasan dapat
meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa materi pokok
segiempat kelas VII MTs Fatahillah.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dapat memberi manfaat;
1. Bagi Peserta didik
a. Sebagai masukan bagi peserta didik untuk memanfaatkan pekerjaan
rumah dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya
b. Sebagai masukan bagi peserta didik memanfaatkan pekerjaan rumah
sebagai pengetahuan dasar pada materi yang akan di ajarkan guru
selanjutnya.
c. Diharapkan dapat meningkatkan aktifitas belajar peserta didik.
d. Diharapkan peserta didik terampil menyelesaikan soal dan
memecahkan masalah dilingkungan sekitar.
2. Bagi guru
a. Dapat memilih atau menentukan metodel pembelajaran yang tepat
dalam mengajarkan materi.
b. Sebagai informasi bagi semua tenaga pengajar mengenai metode
pembelajaran penugasan.
3. Bagi Sekolah
Dengan hasil penelitian ini MTs Fatahillah Bringin Ngaliyan
Semarang dapat meningkatkan pemberdayaan penugasan agar prestasi
belajar peserta didik meningkat dan perlu diterapkan pada pelajaran lain.
4. Bagi Peneliti
a. Mendapatkan pengalaman langsung pelaksanaan pembelajaran
penugasan untuk materi pokok segitiga segiempat di jenjang
SMP/MTs, sekaligus sebagai contoh yang dapat dilaksanakan dan
dikembangkan kelak di lapangan.
b. Sebagai metode acuan dalam pembelajaran ketika peneliti telah terjun
didunia pendidikan sebagai guru.
BAB II
DESKRIPSI TEORI
A. Metode Penugasan
Dalam menyampaikan suatu materi, seorang guru diharapkan mampu
menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai dan kemampuan peserta didik dalam menerima materi.
Apabila kita ingin mengajarkan sesuatu kepada anak atau peserta didik
dengan baik dan berhasil pertama-tama yang harus diperhatikan adalah
metode atau cara pendekatan yang akan dilakukan, sehingga sasaran yang
diharapkan dapat tercapai atau terlaksana dengan baik, karena metode atau
cara pendekatan yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai
tujuan.
Metode atau cara atau pendekatan yang diharapkan dapat terlaksana
dengan baik, jika materi yang akan diajarkan dirancang terlebih dahulu.
Dengan kata lain bahwa untuk menerapkan suatu metode atau cara atau
pendekatan dalam pengajaran matematika sebelumnya menyusun strategi
belajar mengajar, dengan strategi belajar mengajar, atau tehnik mengajar dan
akhirnya dapat dipilih alat peraga atau media pelajaran sebagai pendukung
materi pelajaran yang akan diajarkan.
5
Menurut wina sanjaya, strategi atau metode adalah komponen yang
mempunyai fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan
sangat ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya
komponen lain, tanpa dpat diimplementasikan melalui strategi yang tepat,
maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses
pencapaian tujuan.
6
Metode penugasan biasa disebut metode pemberian tugas atau metode
tugas. Tugas adalah suatu pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan untuk
5
Lisnawaty Simanjuntak, dkk, Metode Mengajar Metematika, (jakarta:Rineka Cipta, 1993)hlm.
81
6
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (jakarta:
kencana prenada media, 2008), hlm. 60
diselesaikan.
7
tugas yang diberikan guru kepada peserta didik bersifat
edukatif yaitu dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan dan pengajaran.
Metode pemberian tugas belajar adalah cara penyajian bahan pelajaran
dengan menugaskan pelajar-pelajar mempelajari sesuatu yang kemudian
harus dipertanggung jawabkan.
8
Teknik pemberian tugas atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan
agar peserta didik memiliki hasil belajar yang lebih mantap karena peserta
didik melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas; sehingga
pengalaman peserta didik dalam mempelajari sesuatu dapat lebih
terintegrasi.
9
Tugas yang paling sering diberikan dalam pembelajaran matematika
adalah PR yang diartikan sebagai latihan menyelesaikan soal-soal. Melalui
pemberian PR kepada peserta didik diharapkan proses pencapaian tujuan
pembelajaran berjalan dua arah, dirumah dan disekolah. PR bisa
dipergunakan sebagai pengantar untuk masuk kedalam materi baru atau
mengelaborasi atas sejumlah kemampuan anak atas materi belajar yang baru
selesai diajarkan.
10
Dalam penelitian ini yang dimaksud penugasan adalah pemberian tugas
pekerjaan rumah (PR)berupa soal-soal latihan, dimana materi itu belum
diajarkan kepada peserta didik.
Menurut Marzano, R.J dkk yang dikutip oleh Thomas yang tersaji dalam
situs
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/30/04305249/pr.apakah.perlu
dalam bukunya yang berjudul classsroom instruction that works menunjukkan
bahwa setidaknya ada 4hal penting yang perlu diperhatikan ketika guru
memberikan pekerjaan rumah kepada peserta didik, yaitu:
7
Ulih Bukit Karo-karo, dkk, Metodologi Pengajaran, (Salatiga:CV, Saudara, 1981) hlm. 38
8
Ibid, hlm. 39
9
Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (jakarta:rineka cipta, 1991) hlm. 133
10
Thomas,PR apakah perlu?
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/30/04305249/pr.apakah.perlu [senin,30 maret
2009/04:30]
1. Banyaknya pekerjaan rumah sebaiknya berbeda untuk setiap levelnya.
Banyaknya PR bagi peserta didik SD atau SMP tidak perlu sebanyak dan
seberat dengan PR yag diberikan kepada peserta didik SMA.
2. Keterlibatan orang tua diusahakan seminimal mungkin.
3. Tujuan setiap PR harus jelas dan dapat diterjemahkan secara konkret.
4. guru harus memberikan umpan balik (Feedback) atas setiap PR yang
diberikan.
11
Menurut Hartono Kasmadi, terdapat dua bentuk latihan pekerjaan rumah,
yaitu:
12
a) Latihan yang bersifat preporatori
Disini tugas rumah ditujukan untuk mempersiapkan materi
sebelum belajar dikelas dan guru menunjukkan bab atau bagian dari buku
pelajaran yang harus dibaca dirumah, atau tugas-tugas lain.
b) Latihan Lanjutan
Tugas ini bermaksud untuk melengkapi bahan yang sudah
diajarkan dan peserta didik menyusun tugas latihan untuk memperkaya
pelajaran diluar kelas.
B. Belajar
1. Pengertian Belajar
Menurut Clifford T. Morgan berpendapat bahwa Learning may be
defined as any relatively permanent change in behaviour which occurs as
a result of experience or practice,
13
belajar adalah perubahan tingkah
laku yang relatif tetap sebagai akibat dari pengalaman atau latihan.
Winkel berpendapat, belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis,
yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang
menghasilkan perubahan-perubahan dalm pengetahuan-pemahaman,
11
Ibid
12
Hartono Kasnadi, Taktik Mengajar, (Semarang: IKIP Semarang Press, 1989) hlm. 137
13
Clifford T. Morgan dan Richard A. King, Introduction to Psychology, (Tokyo: Grow
Hill, 1971), hlm. 63.
keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif dan
berbekas.
14
Menurut para ahli psikologi, belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya.
15
Meskipun dikalangan ahli psikologi terdapat keragaman dalam cara
menjelaskan dan mendefinisikan makna belajar (learning). Namun, baik
secara eksplisit maupun implisit pada akhirnya terdapat kesamaan
maknanya, ialah bahwa definisi manapun konsep belajar itu selalu
menunjukkan kepada sesuatu proses perubahan perilaku atau pribadi
seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu.
16
Menurut syekh Abdul Aziz dan Abdul Majid dalam kitab At-
Tarbiyatul wa Thuruqut Tadris mendenifisikan belajar sebagai berikut:
,, .-, , _- _',=, , _ , , .'
,-_

(Belajar adalah merupakan perubahan tingkah laku pada hati (jiwa) Si


pelajar berdasarkan yang sudah dimiliki menuju perubahan baru)
Dalam perspektif Islam, belajar atau menuntut ilmu merupakan
kewajiban bagi setiap orang Islam. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW:
- ._ , - ._= , _ -. ., , -
' . ,_ , - : , : _. = ,_
14
W.S. Winkel, Psikologi Pengajaran, (Jakarta:Gramedia, 1989) hlm. 36
15
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta,
1995),hlm. 2
16
Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Kependidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002),
hlm. 157
17
Shaleh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Majid, At-tarbiyah wa Thuruqut Tadris, Juz I, (Mesir: Darul
Maarif, t.th), hlm. 169.
,, , = : .~ , _ .,, , . ... ) , ,_
- (

Dari Hisyam bin Ammar, dari Hafsh bin Sulaiman, dari Katsir bin
Syindhir, dari Muhammad bin Sirin, dari Anas bin Malik r.a. berkata :
Rasulullah SAW bersabda: Menuntut ilmu adalah fardhu (kewajiban)
bagi tiap-tiap muslim... (HR. Imam Ibnu Majah)
Pandangan islam tentang proses memperoleh ilmu pengetahuan
menempatkan aktivitas pendidikan dan pengajaran pada derajat ibadah
dan kesucian.
- _ , | , , _ = _ = - - , . , ,= _ , = -, - = _ = = , , |
): - c = , , | - , , = - = - | - , , | _ | -| (
) _ ,.- (
19
Dari Hurairah RA, sesungguhnya Rosulullah SAW
bersabda: Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka
Allah akan memudahkan baginya menuju surga. (HR. Muslim)
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi
dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan
faktor ekstern.
20
Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu
yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada
diluar individu.faktor yang datang dari diri peserta didik terutama
kemampuan yang dimilikinya. Faktor kemampuan peserta didik besar
sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Seperti
dikemukakan oleh clark bahwa hasil belajar peserta didik disekolah 70%
18
Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Mesir : Darul Fikr, t.t.), hlm. 81.
19
Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf AnNawawi, Riyadhus Shalihin, (Libanon : Darul Kutub
Al Ilmiah, 676 Hijriyah). Hlm. 370.
20
OP.Cit, Slameto, hlm. 54
dipengaruhi oleh kemampuan peserta didik dan 30% dipengaruhi oleh
lingkungan.
21
a. Faktor Intern
1) Faktor jasmaniah
a) Faktor kesehatan
Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta
bagian-bagiannya atau bebas dari penyakit. Kesehatan adalah
keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap
belajarnya.
b) Cacat tubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang
baaik atau kurang sempurna mengenai tubuh/badan. Cacat itu
dapat berupa buta, setengah buta, tuli, setengah tuli, patah
kaki, dan patah tangan, lumpuh, dll. Keadaan cacat tubuh juga
mempengaruhi belajar. Peserta didik yang cacat belajarnya
juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada
lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar
dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatan itu.
2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang mempengaruhi belajar ada 7 faktor, yaitu:
a) Inteligensi
Inteligensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar.
Dalam situasi yang sama, peserta didik yang mempunyai
tingkat inteligensi yang tinggi akan lebih behasil daripada
yang mempunyai inteligensi yang rendah.
b) Perhatian
Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang
dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu
obyek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Untuk dapat
21
Nana Sudjana, dasar-dasar proses belajar mengajar, (bandung : sinar baru algensindo,
1995)hlm. 39
menjamin hasil belajar yang baik, maka peserta didik harus
mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika
bahan pelajaran tidak menjadi perhatian peserta didik, maka
timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar.
c) Minat
Hilgard memberi rumusan tentang minat adalah sebagai
berikut:interest is persisting tendency to pay attention to and
enjoy some activity or content.Minat adalah kecenderungan
yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa
kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus
menerus yang disertai dengan rasa senang. Berbeda dengan
perhatian, karena perhatian sifatnya sementara (tidak dalam
waktu yang lama) dan belum tentu diikuti dengan perasaan
senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan
senang dan dari situ diperoleh kepuasan.
d) Bakat
Bakat atau aptitude menurut hilgard adalah: The capacity
to learn. Dengan perkataan lain bakat adalah kemampuan
untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi
kecakapan yang nyata sesudah belajar/berlatih. Jika bahan
pelajaran yang dipelajari peserta didik sesuai dengan bakatnya,
maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan
pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya.
e) Motif
Motif erat sekali hubugannya dengan tujuan yang akan
dicapai. Didalam menentukan tujuan itu perlu berbuat,
sedangkan yang menjadi penyebab berbuat adalah motif itu
sendiri sebagai daya penggerak/ pendorongnya.
f) Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan
seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk
melaksanakan kecakapan baru. Anak yang sudah siap(matang)
belum dapat melaksanakan kecakapannya sebelum belajar.
Belajarnya akan lebih berhasil jika anak sudah siap (matang).
Jadi kemajuan baru untuk memiliki kecakapan itu tergantung
dari kematangan dan belajar.
g) Kesiapan
Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi response atau
bereaksi. Kesediaan timbul dari dalam diri seseorang dan juga
berhubungan dengan kematangan, karena kematangan berarti
kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. Kesiapan ini perlu
diperhatikan dalam proses belajar, karena jika peserta didik
belajar dan padanya sudah ada persiapan, maka hasil
belajarnya akan lebih baik.
3) Faktor kelelahan
Kelelahan dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan
jasmani dan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemahnya
tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh.
Kelelahan jasmani terjadi karena kekacauan substansi sisa
pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah tidak/kurang lancar
pada bagian-bagian tertentu. Kelelahan rohani dapat dilihat
dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan
dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang.
b. Faktor Ekstern
Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar, dikelompokkan
menjadi 3 faktor, yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor
masyarakat.
1) Faktor keluarga
a) Cara orangtua mendidik
Cara orangtua mendidik anaknya besar pengaruhnya
terhadap belajar anaknya. Keluarga adalah lembaga
pendidikan yang pertama dan utama.
b) Relasi antaranggota keluarga
Relasi antaranggota keluarga ini erat hubungannya dengan
cara orangtua mendidik. Relasi antaranggota keluarga yang
tidak baik akan menebabkan perkembangan anak terhambat,
belajarnya terganggu dan bahkan dapat menimbulkan masalah-
masalah psikologis yang lain.
c) Suasana rumah
Suasana ruamh dimaksudkan sebagai situasi/kejadian-
kejadian yang sering terjadi didalam keluarga dimana anak
berada dan belajar. Suasana rumah juga merupakan faktor
yang penting yang tidak termasuk faktor yang disengaja.
Suasana rumah yang gaduh/ ramai dan semrawut tidak akan
memberi ketenangan kepada anak yang belajar.
d) Keadaan ekonomi keluarga
Keadaan ekonomi keluarga juga erat hubungannya dengan
belajar anak. Selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, juga
membutuhkan fasilitas belajar. Terlebih lagi jika keadaan
keluarga menjadikan anak harus ikut bekerja membantu
perekonomian keluarga, hal itu juga akan mengganggu belajar
anak.
e) Pengertian orangtua.
Anak belajar perlu dorongan dan pegertian orangtua. Anak
terkadang mengalami lemah semangat, disinilah perlunya
dorongan dan pengertian orangtua, membantu sedapat
mungkin kesulitan yang dialami anak disekolah.
2) Faktor sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup:
metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi
siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah,
standar pelajaran, keadaan gedung, dan tugas rumah.
3) Faktor Masyarakat
Faktor masyarakat meliputi kegiatan siswa dalam
masyarakat, media massa, teman bergaul, serta bentuk kehidupan
masyarakat, semuannya mempengaruhi belajar.
3. Makna Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran
Keaktifan berasal dari kata aktif yang berarti giat. Jadi keaktifan
belajar berarti kegiatan peserta didik dalam belajar
22
.
Peserta didik adalah sosok anak yang merupakan milik sang
pencipta dan milik dirinya sendiri. Keberhasilanya akan sangat
bergantung dari pemanfaatan potensi yang dia miliki. Karenanya
keaktifan peserta didik dalam menjalani KBM (kegiatan belajar mengajar)
merupakan salah satu kunci keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan.
Peserta didik akan aktif dalam kegiatan belajarnya apabila ada motivasi,
baik motivasi ekstrinsik maupun intrinsik
23
.
Untuk itu guru perlu menciptakan kondisi yang memungkinkan
terjadinya proses interaksi yang baik dengan peserta didik, agar mereka
dapat melakukan berbagai aktivitas belajar dengan efektif. Ilham
berpendapat bahwasanya dalam menciptakan interaksi yang baik
diperlukan profesionalisme dan tanggung jawab yang tinggi dari guru
dalam usaha untuk membangkitkan serta mengembangkan keaktifan
belajar peserta didik. Sebab segala keaktifan peserta didik dalam belajar
sangat menentukan bagi keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran.
Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasatya mengemukakan bahwa proses
belajar yang bermakna adalah proses belajar yang melibatkan berbagai
aktivitas para peserta didik. Untuk itu guru harus berupaya untuk
mengaktifkan kegiatan belajar mengajar tersebut.
24

22
Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Popular, (Surabaya: Arkola, 1994), hal 17
23
Masnur Muslich, KTSP Dasar Pemikiran dan Pengembangan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008),
hal 67
24
Ilham, Mengembangkan Keaktifan Belajar Peserta didik, http:// abangilham. wordpress.com
/2009/03/31/pentingnya-upaya-guru-dalam-mengembangkan-keaktifan-belajar-peserta didik/.
diakses tanggal 4 Agustus 2009 pada jam 09.00 WIB.
Agar peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran, maka
diperlukan berbagai upaya dari guru untuk dapat membangkitkan
keaktifan mereka. Sehubungan dengan pentingnya upaya guru dalam
membangkitkan keaktifan peserta didik dalam belajar, R. Ibrahim dan
Nana Syaodih mengemukakan bahwa: Mengajar merupakan upaya yang
dilakukan oleh guru agar peserta didik belajar. Dalam pengajaran peserta
didiklah yang menjadi subjek, dialah pelaku kegiatan belajar. Agar
peserta didik berperan sebagai pelaku dalam kegiatan belajar, maka
hendaknya guru merencanakan pengajaran, yang menuntut peserta didik
banyak melakukan aktivitas belajar. Hal ini tidak berarti peserta didik
dibebani banyak tugas. Aktivitas atau tugas-tugas yang dikerjakan peserta
didik hendaknya menarik minat peserta didik, dibutuhkan dalam
perkembangannya, serta bermanfaat bagi masa depannya
25
.
Menurut Dimyati Dalam setiap proses belajar, peserta didik selalu
menampakan keaktifan. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai
dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang
susah kita amati. Kegiatan fisik biasanya berupa membaca, mendengar,
menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya. Contoh
kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang
dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan
suatu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan, dan
kegiatan psikis yang lain
26
.
Dalam proses pembelajaran, peserta didik mengaktifkan berbagai
macam inderanya untuk dapat menyerap dan mencapai hasil belajar yang
maksimal. Keaktifan belajar peserta didik ini akan mempengaruhi hasil
belajar yang ia peroleh. Semakin tinggi tingkat keaktifan diharapkan
semakin besar hasil yang diperoleh. Sebenarnya terdapat berbagai macam
aktivitas peserta didik yang dilakukan ketika kegiatan pembelajaran
25
Ibid
26
Dimyati. Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006), hal 45
berlangsung, tetapi dapat dikelompokkan mengingat banyak aktivitas
yang sejenis.
Di lain pihak, Sudjana mengatakan bahwa keaktifan peserta didik
dapat dilihat dalam hal turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya,
terlibat dalam pemecahan masalah, bertanya kepada peserta didik lain
atau kepada guru jika tidak memahami persoalan yang dihadapinya.
Selain itu, keaktifan peserta didik ditandai pula dengan berusaha mencari
berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah,
melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru, menilai
kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang sejenis, kesempatan
menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperoleh dalam
menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapi
27
.
4. Definisi Hasil Belajar
Menurut WS. Winkel, mendefinisikan hasil belajar sebagai
perubahan sikap atau tingkah laku setelah anak melalui kegiatan belajar.
28
Sedangkan menurut sudjana, hasil belajar adalah kemampuan-
kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman
belajarnya.
29
Kemampuan-kemampuan peserta didik dalam pencapaian
hasil belajar peserta didik dalam proses belajar oleh Benyamin Bloom
mengklasifikasikan secara garis besar menjadi 3 ranah sebagai berikut.
a. Ranah kognitif, berkenaan dengan sikap hasil belajar intelektual yang
terdiri dari 6 aspek yaitu ingatan, aplikasi, analisis, sintesis dan
evaluasi.
b. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap yang terdiri dari 5 aspek yaitu
penerimaan, jawaban atas reaksi, penilaian, organisasi dan
internalisasi.
c. Ranah psikomotorik, berkenaan dengan skilsl (keterampilan).
30
27
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2007), hal. 175-176
28
WS. Winkel, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, (Jakarta: Gramedia, 1983), hlm. 48.
29
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya,
1999), cet. 6, hlm. 22.
30
Catharina Tri Anni, dkk, Psikologi Belajar, (Semarang: UPT MKK UNNES, 2006), hlm. 7-10.
Dari beberapa uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil
belajar adalah nilai yang dicapai seseorang dengan kemampuan
maksimal. Hasil belajar merupakan hal yang penting yang akan dijadikan
sebagai tolak ukur keberhasilan peserta didik dalam belajar dan sejauh
mana sistem pembelajaran yang diberikan guru berhasil/tidak.
Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah berupa
kemampuan kognitif dalam memecahkan masalah dan aktifitas belajar
peserta didik pada sub pokok bahasan keliling dan luas bangun datar
segiempat di kelas VIIB MTs Fatahillah.
C. Metode Penugasan Dalam Pembelajaran Matematika
1. Pembelajaran Matematika
Pembelajaran adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan
terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik
yang beragam agar terjadi interaksi yang optimal antara guru dengan
peserta didik serta antara peserta didik dengan peserta didik.
31
Sedangkan matematika secara etimologi, istilah mathematics
(Inggris), mathematic (Jerman), mathematique (Perancis), matematicio
(Itali), matematiceski (Rusia), atau mathematic/wiskunde (Belanda),
berasal dari bahasa Latin mathematica, yang mulanya diambil dari bahasa
Yunani mathematike, yang berarti relating to learning. Mathema yang
berarti pengetahuan atau ilmu (knowledge, science). Kata mathematike
sangat berhubungan erat dengan sebuah kata lainnya yang serupa, yaitu
mathanein yang mengandung arti belajar (berfikir).
32
Jadi pembelajaran matematika adalah proses atau kegiatan guru
mata pelajaran matematika dengan mengajarkan matematika kepada
peserta didik yang di dalamnya terkandung upaya untuk menciptakan
iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan
31
Amin Suyitno, Pemilihan Model-Model Pembelajaran dan Penerapannya di Smp, bahan
ajar, pelatihan (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2004), hlm. 1, t.d.
32
Mutadi, Pendekatan Efektif Dalam Pembelajaran Matematika, (Jakarta: PUSDIKLAT Tenaga
Teknis Keagamaan-DEPAG, 2007), hlm. 14.
kebutuhan peserta didik tentang matematika yang amat beragam agar
terjadi interaksi optimal antara guru dengan peserta didik serta antara
peserta didik dengan peserta didik lainnya dalam mempelajari
matematika.
Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung,
mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang
diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran
dan geometri, aljabar, peluang dan statistika, kalkulus dan
trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan
kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika
yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram,
grafik atau tabel.
33
Tujuan pembelajaran matematika adalah:
34
1) Melatih cara berpikir dan bernalar secara matematis.
2) Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi
dan penemuan.
3) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
4) Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau
mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain.
Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua
peserta didik dari SD hingga perguruan tinggi. Ada beberapa alasan
tentang perlunya peserta didik belajar matematika. Cornelius
mengemukakan 5 alasan perlunya belajar matematika.
35
a. Matematika merupakan sarana berpikir yang jelas.
b. Matematika merupakan sarana pemecahan masalah kehidupan
sehari-hari.
33
Arini Math, Definisi Matematika, http://arinimath.blogspot.com./2008/02/definisi-
matematika, html (diakses tanggal 14 Desember 2009).
34
Ibid.
35
Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 1999), hlm. 253.
c. Matematika merupakan sarana mengenal pola-pola hubungan
generalisasi pengalaman.
d. Matematika merupakan sarana untuk mengembangkan
kreativitas.
e. Matematika merupakan sarana untuk meningkatkan kesadaran
terhadap perkembangan budaya.
Untuk mempelajari matematika hendaklah berprinsip pada hal-hal
berikut:
a. Mengulangi pelajaran yang telah dipelajari atau diajarkan
merupakan suatu kebutuhan dan bukan suatu beban sehingga
Materi matematika disusun menurut urutan tertentu atau setiap
topik matematika berdasarkan subtopik tertentu.
b. Seorang peserta didik dapat memahami suatu topik matematika
jika telah memahami subtopik pendukung atau pra Syaratnya.
c. Perbedaan kemampuan antar peserta didik dalam mempelajari
atau memahami suatu topik matematika ditentukan oleh
perbedaan penguasaan subtopik pra syaratnya.
d. Penguasaan topik baru oleh peserta didik tergantung pada topik
sebelumnya.
e. Dilaksanakan dengan ikhlas dalam mengerjakan tugas yang
berupa latihan soal-soal.
2. Penugasan dan Relevansinya dengan Pembelajaran Matematika
Belajar dan mengajar adalah dua kegiatan yang tunggal tetapi memiliki
makna yang berbeda. Belajar diartikan sebagai suatu perubahan tingkah
laku karena hasil dari pengalaman yang diperoleh sedangkan mengajar
adalah kegiatan menyediakan kondisi yang merangsang serta
mengarahkan kegiatan belajar peserta didik untuk memperoleh
pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang dapat membawa
perubahan tingkah laku. Seperti yang dikemukakan oleh Sudjana bahwa
mengajar pada hakekatnya adalah suatu proses yaitu proses mengatur,
mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak didik sehingga dapat
menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan bimbingan atau
bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar mengajar.
36
Nasution mengemukakan bahwa mengajar pada hakekatnya adalah
suatu proses yakni proses mengatur, mengorganisasikan lingkungannya
sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi
proses belajar.
37
Metode penugasan biasa disebut metode pemberian tugas atau metode
tugas. Metode ini merupakan salah satu metode yang ingin menerapkan
learning by doing dari John Dewey. Tugas tersebut diberikan kepada
individu maupun kelompok. Mereka akan melaksanakannya di dalam
maupun di luar kelas dan di luar jam pelajaran. Adapun tugas yang bisa
diberikan oleh guru itu banyak macamnya antara lain PR untuk Bidang
Studi Matematika.
Efektivitas metode ini sudah pernah dibuktikan di Singapura pada
tahun 1993 sehingga membuat negara tersebut menjadi nomor satu di
dunia untuk bidang matematika dan IPA (Science). Di Singapura pada
tahun 1993, untuk bidang matematika dan sains, keberhasilan siswanya
adalah nomor satu di dunia. AS termasuk nomor 27 dan 17 untuk bidang
studi yang sama. Alasannya sangat sederhana, para siswa di sana sangat
rajin mengerjakan PR di bawah bimbingan gurunya. Guru memiliki
dedikasi yang tinggi untuk membuat soal dan memeriksa PR anak
didiknya. Setiap minggu guru-guru menghabiskan waktu 10 jam untuk
membuat soal PR, setiap siswa disana menghabiskan waktu 4,6jam
perhari untuk mengerjakan PR, sementara para siswa di dunia berkisar 2-
3 jam
38
36
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta; Rineka Cipta, 2002), hlm.45.
37
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2005), hlm. 182.
38
http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/07/pengaruh-pemberian-pr-dalam.html [30 des
2008]
Dalam penelitian ini PR ini diberikan kepada peserta didik pada akhir
pelajaran, dimana materi PR merupakan materi yang akan dipelajari
peserta didik pada pertemuan pembelajaran berikutnya. PR ini berupa
soal-soal latihan, yang akan dikerjakan peserta didik diluar jam pelajaran
khususnya dirumah.
Tugas atau PR tersebut ditujukan untuk membekali dan
mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran selanjutnya agar
pemahaman peserta didik pada materi yang diberikan akan lebih
mendalam. Dengan dasar learning by doing, diharapkan kesan pada diri
anak akan lebih mendalam dan mudah diingat. Dengan adanya PR ini,
pengalaman peserta didik atas suatu masalah akan dapat dibina lebih kuat
dengan bimbingan dari guru dan belajar kelompok bersama teman.
Disamping itu, adanya kesempatan untuk bertanya setelah menghadapi
soal/perintah yang tak terpecahkan saat pembelajaran berlangsung, akan
menambah pemahaman peserta didik pada materi yang dipelajari.
Dengan demikian keterbatasan waktu di kelas untuk memecahkan
suatu masalah atau pemahaman suatu materi akan terpecahkan dengan
adanya penambahan waktu belajar peserta didik dirumah. Disamping itu,
dengan adanya PR peserta didik didorong untuk mencari sendiri
bahan/sumber pengetahuan yang berkaitan dengan apa yang mereka
pelajari.
adapun langkah-langkah pembelajaran melalui pemberian tugas PR
adalah :
1. Guru memberikan salam kepada semua peserta didik
2. Guru mengadakan presensi terhadap kehadiran peserta didik
3. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik
4. PR dikumpulkan
5. peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok kecil
6. Guru memberikan lembar kerja kepada peserta didik.
7. Setiap kelompok mendiskusikan untuk mengisi lembar kerja
8. Perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi
p
l
Gambar 2.1
Gambar 2.2
9. Pembahasan PR sekaligus pendalaman materi
10. peserta didik diminta merangkum kembali materi yang telah
dipelajari hari itu.
11. Guru memberikan PR tentang soal-soal materi selanjutnya.
D. Materi pokok segi empat
Segiempat merupakan salah satu materi yang diajarkan di kelas VII
semester genap dengan
Standar Kompetensi : Memahami konsep segiempat dan segitiga serta
menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan
segiempat serta menggunakannya dalam
pemecahan masalah
Segiempat adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi.
Segiempat yang diteliti adalah persegi panjang, jajargenjang, dan belah
ketupat.
a. Persegi panjang
Sifat-sifat persegi panjang:
1) Sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar
( // )
2) Kedua diagonal sama panjang dan saling
berpotongan dan membagi dua diagonal sama
panjang
3) Keempat sudutnya siku-siku.
Keliling dan Luas persegi panjang
K = 2(p+l) keterangan:
K = Keliling
L = p x l L = Luas
P = Panjang
L = Lebar
b. Jajargenjang
A
D C
B
q
p
a
A
C
B
D
O
Gambar 2.3
Gambar 2.4
Jajargenjang adalah suatu segiempat dengan sisi-sisi yang
berhadapan sama panjang dan sejajar.
39
Sifat-sifat jajargenjang:
1) Sisi-sisi yang berhadapan sama
panjang dan sejajar.
AB // CD, BC // AD
2) Sudut-sudut yang berhadapan
sama besar
A = C, dan B = D
3) Jumlah sudut-sudut yang berdekatan adalah 180
0
A+ B = 180
0
C+ D =180
0
B+ C =180
0
D+ A =180
0
4) Kedua diagonal saling berpotongan membagi diagonal menjadi
dua sama panjang
AO = CO, dan BO = D
Keliling Jajargenjang
Keliling jajargenjang adalah jumlah panjang sisinya.
Lihat gambar jajargenjang diatas, panjang CD = p dan AD = q,sehingga
Keliling ABCD = AB+ BC+ CD +DA
= p + q + p + q
= 2 ( p + q )
Simpulan:
Untuk setiap jajargenjang ABCD jika keliling K, maka K = 2 x (p + q)
Luas jajargenjang
39
Cucun cunayah,dkk, pelajaran matematika untuk SMP/MTs kelas VII, (Bandung: Yrama
Widya,2007)hlm,349
t
a
t t
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 2.5
Gambar 2.6
1. Perhatikan Gambar (1)
a. Bangun datar diatas adalah jajargenjang
b. Alasnya= 5 satuan
c. tingginya = 3 satuan
2. Gambar (1) diubah dengan sedemikian rupa menjadi bangun (2)
3. Perhatikan Gambar (2)
a. Bangun datar yang terbentuk adalah persegi panjang
b. Panjangnya 5 satuan
c. Lebarnya 3 satuan
4. Bangun datar pada gambar (1) dan gambar (2) adalah sama
Jadi : Luas gambar (1) = Luas gambar (2)
= Luas daerah persegi panjang
= p x l
= 5 x 3
= 15 satuan
Simpulan : Jika sebuah Jajar Genjang dengan alas(a), tinggi (t), dan luas
daerah (L), maka, L = a x t
c. Belahketupat
Belahketupat dibentuk dari gabungan segitiga sama kaki dan
bayangannya setelah dicerminkan terhadap alasnya.
Sifat-sifat belah ketupat:
1) Semua sisi sama panjang
2) Kedua diagonal merupakan
sumbu simetri
3) Sudut-sudut yang berhadapan
sama besar dan dibagi dua sama
besar oleh diagonal-diagonalnya.
a. Keliling Belah ketupat
A
B
C
D
A
B
C
D
O
Gambar 2.7
Gambar 2.6
Keliling belahketupat adalah jumlah panjang keempat sisinya
Keliling belahketupat ABCD = AB + BC +
CD + DA
b. Luas Belah ketupat
Belahketupat ABCD disamping
dibentuk oleh dua buah segitiga
sama kaki yang kongruen, maka luas
daerah belahketupat adalah:
L = luas ABC + luas ADC
=
2
1
. AC. BO +
2
1
. AC . DO
=
2
1
. AC ( BO + DO)
=
2
1
. AC . BD
Misalkan AC disebut diagonal ke1 dan dinotasikan d
1
, sedangkan
BD disebut diagonal ke-2 dan dinotasikan d
2
. Jadi rumus luas daerah
belahketupat adalah :
L =
2
1
. d
1
. d
2
Dengan ringkasan materi diatas maka peserta didik harus mampu
menentukan langkah-langkah yang tepat dan sistematis dalam setiap
penyelesaian masalah sub pokok bahasan segiempat. Materi segiempat ini
membutuhkan pemahaman konsep yang matang, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, terlebih lagi pemahaman
konsep ini sangat dibutuhkan saat peserta didik menemukan soal berupa
soal cerita.
Berdasarkan keterangan diatas maka peneliti menggunakan Metode
penugasan karena metode ini mengedepankan pemahaman konsep yang
dituangkan dalam bentuk Pekerjaan Rumah (PR), dengan adanya PR ini
peserta didik dapat belajar sendiri, sehingga mereka akan menemukan
konsep yang dianggap sulit. kemudian saat proses belajar mengajar
berlangsung, peserta didik hanya memantapkan konsep materi. Karena
metode pembelajaran ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar
siswa secara individual.
Kesiapan awal yang ditemukan oleh peserta didik akan besar
pegaruhnya bagi pendalaman pada materi selanjutnya. Sehingga metode
pemberian tugas sebelum materi diajarkan ini akan sangat membantu
dalam kesiapan awal dan pemahaman konsep materi bagi peserta didik.
E. Kajian Pustaka
Dalam Tesis yang ditulis oleh mahasiswa pascasarjana UNNES,
Parmin yang berjudul Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Bologi
dengan Metode Pemberian Tugas Berwawasan SETS pada siswa kelas X
Madrasah Aliyah Matholiul Huda Pati, penelitian ini mengkaji
pemberian tugas berwawasan lingkungan atau SETS ( Science
Environment Technology and society) pada mata pelajaran Biologi untuk
meningkatkan aktifitas dan hasil belajar.
Disamping itu juga terdapat Tesis penelitian oleh mahasiswa
pascasarjana Universitas Negeri Malang (UNM), Erman Syarif yang
berjudul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Geografi
Fmipa Unm Melalui Penerapan Metode Pemberian Tugas Untuk Analisis
Data Kependudukan penelitian ini mengkaji tentang analisis data
kependudukan dengan pemberian tugas secara individu pada program
studi geografi dengan tujuan meningkatkan hasil belajar.
Dalam skripsi yang ditulis oleh seorang mahasiswa IKIP PGRI
Semarang, Misronah yang berjudul Peningkatan Hasil Belajar
Matematika Pokok Bahasan Kubus dan Balok Menggunakan Metode
Penugasan tipe Pemberian Tugas Rumah Sebelum Materi Diajarkan
Pada Siswa Kelas VIIA Semester II SMP Dondong Mangkang Semarang
tahun ajaran 2006/2007 memaparkan tentang penerapan materi Kubus
dan Balok melalui metode Penugasan tipe pemberian Tugas Rumah,
sebelum materi diajarkan dengan tujuan dapat meningkatkan hasil belajar
peserta didik.
Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, sebagai bahan
perbandingan yang sudah teruji keshahihannya. Dengan materi yang
berbeda pada pelajaran matematika maka penulis mengambil judul
penelitian Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan
Keaktifan Dan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Segiempat
Semester II Kelas VII Mts Fatahillah Bringin Ngaliyan Semarang Tahun
Pelajaran 2008/2009maksudnya yaitu bagaimana penerapan metode
peugasan pada materi pokok segiempat untuk meningkatkan keaktifan
dan hasil belajar matematika, sehingga pembelajaran dikelas menjadi
lebih aktif dan bermakna bagi peserta didik dalam mendapatkan
pengalaman belajar yang mempengaruhi keberhasilan belajar.
F. Hipotesis Tindakan
Melalui Strategi penugasan keaktifan dan hasil belajar Peserta
Didik Kelas VII B MTs Fatahillah Beringin Semarang Tahun Pelajaran
2008/2009 Materi Pokok segiempat dapat ditingkatkan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK),
yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar dengan sebuah tindakan
yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.
40
1. Model Penelitian
Konsep penelitian ini terdiri dari beberapa siklus tindakan dalam
pembelajaran berdasarkan refleksi mengenai hasil dari tindakan-tindakan
pada siklus sebelumnya. Dalam setiap siklus terdiri dari empat komponen
yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Prosedur PTK ini terditi dari 4 tahap, secara rinci sebagai berikut:
a. Perencanaan
1) Menyiapkan satuan tindakan
2) Membuat lembar pengamatan
3) Membuat lembar tes dan penilaian
4) Persiapan alat dokumentasi
b. Pelaksanaan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan
tindakan penerapan metode penugasan dalam menyelesaikan materi
pokok segiempat khususnya persegi panjang, jajar genjang, dan belah
ketupat untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik
yang telah direncanakan.
c. Pengamatan
Dalam tahap ini dilaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan
tindakan. Peneliti mempersiapkan lembar pengamatan untuk
mengetahui kondisi kelas terutama keaktifan belajar peserta didik
40
Panitia sertifikasi guru rayon XII, Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (Plpg) Sertifikasi
Guru Dalam Jabatan, (semarang:UNNES, 2008)hlm.9-5
yang berpengaruh pada hasil belajar peserta didik dalam materi pokok
segiempat. Disamping itu, peneliti juga melaksanakan pengamatan
terhadap tindakan guru dalam pembelajaran.
d. Refleksi
Datadata yang diperoleh melalui observasi dianalisis dan
didiskusikan dengan guru mitra sebagai kolaborator. Dalam penelitian
ini hasil pengamaatn kemudian didiskusikan dengan kolaborator yaitu
guru pelajaran matematika dan dicari solusi dari permasalahan
pembelajaran yang telah berlangsung. Berdasarkan hasil observasi
guru dapat merefleksi diri tentang penerapan metode penugasan dalam
materi pokok segiempat untuk meningkatkan hasil peserta didik dalam
pembelajaran matematika. Dengan melihat dan mengamati apakah
tindakan yang telah dilakukan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil
belajar peserta didik dalam materi pokok segiempat.
2. Rancangan Penelitian
Tahapan langkah penelitian ini disusun dalam siklus. Penelitian ini
dirancang dalam 3 siklus, yang terdiri dari pra siklus, siklus 1, dan siklus
2. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian adalah sebagai
berikut:
a. Pra siklus
Dalam pra siklus ini peneliti akan melihat pembelajaran
matematika dengan materi persegi panjang didalam kelas. Pada
pelaksanaan pra siklus ini guru belum memberikan tugas atau pekerjaan
rumah(PR) pada akhir pertemuannya.
Dalam pelaksanaan pembelajaran pra siklus ini juga akan diukur
dengan indikator penelitian yaitu keaktifan dan hasil belajar peserta didik
(rata-rata kelas dan ketuntasan belajar klasikal). Hal ini dilakukan sebagai
dasar untuk membandingkan keberhasilan pembelajaran dengan
penerapan metode penugasan pada siklus 1 dan siklus 2.
b. Siklus 1
1. Perencanaan
a) Peneliti dan guru merencanakan materi jajar jenjang dengan
menerapkan metode penugasan
b) Peneliti menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
pada materi yang telah direncanakan
c) Peneliti menyiapkan PR sebagai tugas peserta didik pada
pertemuan selanjutnya.
d) Peneliti menyiapkan lembar kerja siswa (LKS) sebagai bahan
diskusi peserta didik.
e) Peneliti menyiapkan lembar pengamatan yang meliputi lembar
pengamatan aktivitas peserta didik dan lembar pengamatan
guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran.
f) Peneliti menyiapkan evaluasi sebagai tes akhir siklus.
2. Tindakan
a) Guru memberikan salam kepada semua peserta didik
b) Guru mengadakan presensi terhadap kehadiran peserta didik
c) Guru memberikan appersepsi dan motivasi kepada peserta
didik
d) PR dikumpulkan
e) Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok kecil
f) Guru memberikan lembar kerja kepada siswa.
g) Setiap kelompok mendiskusikan untuk mengisi lembar kerja
h) Perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi
i) Pembahasan PR sekaligus pendalaman materi
j) Siswa diminta merangkum kembali materi yang telah
dipelajari hari itu.
k) Pemberian soal evaluasi pada siswa.
l) Mengumpulkan hasil evaluasi.
m) Guru memberikan PR tentang soal-soal materi selanjutnya,
yaitu belah ketupat.
3. Pengamatan
a) Pengamatan terhadap peserta didik
Penelitian mengamati aktivitas belajar baik peserta didik
dengan guru maupun peserta didik dengan peserta didik dalam
proses pembelajaran
b) Pengamatan terhadap guru
Peneliti mengamati guru dalam pengelolaan kegiatan
pembelajaran dengan metode penugasan.
4. Refleksi
Refleksi merupakan analisis dan evaluasi yang berkaitan
dengan pelaksanan kegiatan pembelajaran metode penugasan pada
tahap siklus I yang dilakukan peneliti bersama kolaborator.
a) Menganalisis hasil pengamatan siklus 1 untuk membuat
simpulan sementara terhadap pelaksanaan pengajaran di siklus
2
b) Mendiskusikan dengan guru tentang hasil analisis untuk
tindakan perbaikan pada pelaksanaan kegiatan penelitian
dalam siklus 2
c. Siklus 2
1. Perencanaan
a) Peneliti dan guru merencanakan materi belah ketupat
dengan menerapkan metode penugasan
b) Peneliti menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
pada materi yang telah direncanakan
c) Peneliti menyiapkan PR sebagai tugas peserta didik pada
pertemuan selanjutnya.
d) Peneliti menyiapkan lembar kerja siswa (LKS) sebagai bahan
diskusi peserta didik.
e) Peneliti menyiapkankembali lembar pengamatan yang
meliputi lembar pengamatan aktivitas peserta didik dan lembar
pengamatan guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran.
f) Peneliti menyiapkan evaluasi sebagai tes akhir siklus.
2. Tindakan
a) Guru memberikan salam kepada semua peserta didik
b) Guru mengadakan presensi terhadap kehadiran peserta didik
c) Guru memberikan appersepsi dan motivasi kepada peserta
didik
d) PR dikumpulkan
e) Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok kecil
f) Guru memberikan lembar kerja kepada siswa.
g) Setiap kelompok mendiskusikan untuk mengisi lembar kerja
h) Perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi
i) Pembahasan PR sekaligus pendalaman materi
j) Siswa diminta merangkum kembali materi yang telah
dipelajari hari itu.
k) Pemberian soal evaluasi pada siswa.
l) Mengumpulkan hasil evaluasi.
3. Pengamatan
a) Pengamatan terhadap peserta didik
Penelitian mengamati aktivitas belajar baik peserta didik
dengan guru maupun peserta didik dengan peserta didik dalam
proses pembelajaran
b) Pengamatan terhadap guru
Peneliti mengamati guru dalam pengelolaan kegiatan
pembelajaran dengan metode penugasan.
4. Refleksi
Refleksi merupakan analisis dan evaluasi yang berkaitan
dengan pelaksanan kegiatan pembelajaran metode penugasan pada
tahap siklus 1 yang dilakukan peneliti bersama kolaborator.
a) Menganalisis hasil pengamatan siklus 2 untuk membuat
simpulan terhadap pelaksanaan pengajaran di siklus 2.
b) Mendiskusikan hasil analisis dalam pelaksanaan siklus 2 untuk
mendapatkan suatu kesimpulan. Pada siklus 2 ini melalui
metode penugasan diharapkan keaktifan dan hasil belajar
matematika siswa kelas VII MTs Fatahillah Ngaliyan
Semarang lebih meningkat dari siklus 1.
3. Kolaborator
Kolaborator dalam penelitian tindakan kelas adalah orang yang
membantu mengumpulkan data-data tentang penelitian yang sednag
digarap bersama-sama dengan peneliti. Kolaborator dalam penelitian ini
adalah guru matematika kelas VII-B di MTs. Fatahillah yaitu bapak
Slamet santoso, S.Si.
4. Subjek Penelitian
Subjek yang akan diteliti pada penelitian ini adalah peserta didik
kelas VII-B di MTs Fatahillah Ngaliyan Semarang, sejumlah 36 siswa,
yang terdiri dari 19 peserta didik laki-laki, dan 17 peserta didik
perempuan.
5. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 18 Mei
sampai 4 Juni 2009 di kelas VII-B MTs. Fatahillah Bringin Ngaliyan
Semarang.
B. Indikator Keberhasilan
1. Tercapainya tujuan ke 1, yaitu ada peningkatan keaktifan belajar pada
peserta didik kelas VII-B MTs. Fatahillah Bringin dalam menyelesaikan
soal pada materi segiempat, dengan rata-rata aktifitas adalah 75%.
Dengan jenis aspek sebagai berikut:
a) Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas
(PR)
b) Ketuntasan peserta didik dalam menyelesaikan tugas PR
c) Keaktifan peserta didik dalam mendiskusikan lembar kerja
siswa(LKS).
d) Kecekatan peserta didik dalam membentuk kelompok.
e) Keseriusan peserta didik dalam berdiskusi.
f) Keaktifan dalam bertanya.
g) Keterampilan saat menjawab pertanyaan.
h) Keberanian peserta didik dalam menuliskan jawaban soal di papan
tulis.
i) Kecakapan dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan
kelas.
j) Kemampuan peserta didik dalam menarik kesimpulan tentang solusi
masalah yang dihadapi.
2. Tercapainya tujuan ke 2, yaitu ada peningkatan hasil belajar peserta didik
kelas VII-B MTs. Fatahillah Bringin dalam menyelesaikan soal pada
materi segiempat, yang ditandai rata-rata hasil belajar adalah 60 dengan
ketuntasan belajar 85%.
C. Teknik Pengumpulan Data
Dasar untuk mencapainya suatu penelitian ini, maka diperlukan data yang
mempunyai validitas yang tinggi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan
beberapa metode yaitu:
1) Metode observasi
Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisis dan
mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan
melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung.
41
Metode ini digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan peserta didik
dalam proses pembelajaran sehingga dapat diketahui apakah proses
pembelajaran berlangsung efektif.
41
Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Tehnik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 149.
2) Metode dokumentasi
Dokumentasi adalah catatan tertulis tentang berbagai kegiatan
atau peristiwa pada waktu yang telah lalu. Metode ini digunakan untuk
mengetahui dan mendapatkan daftar nama peserta didik yang akan diteliti.
3) Metode wawancara
Metode ini dilakukan untuk memperoleh data-data tentang
permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran sebelum pemberian
tindakan, diantaranya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan
dalam pembelajarn matematika, aktivitas dan hasil belajar peserta didik
sebelum pemberian tindakan.
4) Metode Tes
Tes dipakai untuk mengukur kemampuan siswa baik
kemampuan awal, perkembangan atau peningkatan kemampuan selama
dikenai tindakan, dan kemampuan siswa pada akhir tindakan.
42
Metode
ini digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik dalam belajar
dan pembelajaran matematika, tes dilaksanakan pada setiap pembelajaran
dan akhir siklus.
D. Metode Analisis Data
Data hasil pengamatan diolah dengan analisis deskriptif untuk
menggambarkan keadaan peningkatan indikator keberhasilan tiap siklus dan
untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran melalui strategi
penugasan.
1. Data keaktifan peserta didik
Adapun perhitungan persentase keaktifan peserta didik dalam
mengikuti pembelajaran adalah sebagai berikut:
Persentase(%) = % 100 x
N
n
Keterangan:
n = skor yang diperoleh tiap peserta didik
42
Op.cit, hlm. 9-23.
N = jumlah seluruh skor
2. Data mengenai hasil belajar
Data mengenai hasil belajar diambil dari kemampuan kognitif
peserta didik dalam memecahkan masalah dianalisis dengan
menghitung rata-rata nilai ketuntasan belajar.
a. Menghitung rata-rata
Untuk menghitung nilai rata-rata digunakan rumus:
43
N
x
x

=
Keterangan:
= x rata-rata nilai

x = jumlah seluruh nilai


N = jumlah peserta didik
b. Menghitung ketuntasan belajar
1) Ketuntasan belajar individu
Data yang diperoleh dari hasil belajar peserta didik dapat
ditentukan ketuntasan belajar individu menggunakan analisis
deskriptif persentase dengan perhitungan:
Ketuntasan belajar individu:
% 100 x
maksimum nilai
diperoleh yang nilai

Peserta didik dikatakan tuntas belajar secara individu


apabila nilai mereka mencapai minimal 6,0.
2) Ketuntasan belajar klasikal
Data yang diperoleh dari hasil belajar dapat ditentukan
ketuntasan belajar klasikal menggunakan analisis deskriptif
persentase dengan perhitungan.
Ketuntasan belajar klasikal:
43
Sudjana, Metode Statistika, (Bandung: Tarsito, 1996), hlm. 67.
% 100 x
didik peserta seluruh
belajar tuntas yang didik peserta

Keberhasilan kelas dilihat dari jumlah peserta didik yang mampu


menyelesaikan atau mencapai minimum 6,0 sekurang-kurangnya 85% dari
jumlah peserta didik yang ada di kelas tersebut
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Madrasah
1. Sejarah Berdirinya Madrasah
Keberadaan MTs Fatahillah dilatarbelakangi atas keprihatinan
akan nasib dan masa depan anak-anak usia sekolah di lokasi MTs,
khususnya yang berhubungan dengan pendidikan formal. Kurangnya
perhatian orang tua terhadap dunia pendidikan menjadikan banyak anak
yang putus sekolah. Sehingga setelah menyelesaikan pendidikan di MI
atau SD, sebagian besar dari mereka tidak melanjutkan ke jenjang
selanjutnya (SMP/MTs). Ironisnya untuk anak-anak putri ada yang harus
menikah di usia dini yang merupakan kebiasaan pada saat itu. Walaupun
ada sebagian yang melanjutkan ke pendidikan formal atau ke pesantren.
Melihat kondisi tersebut para pendiri MTs yang dipelopori oleh 5
tokoh masyarakat, yaitu Bapak Nashori S.Pd.I, Bapak Nur Cholis, S.Pd.I,
Bapak Abdul Djalal, Bapak Ahmad Munaji, Bapak Sualim,
bermusyawarah untuk mendirikan sebuah MTs. Niat baik ini mendapat
dukungan dari tokoh masyarakat, ulama dan orang tua peserta didik.
Kemudian maksud mulia ini ditindaklanjuti dengan permohonan SK
sebagai tanda legalitas ke departemen agama kota Semarang, dan pada
tahun 1984 resmi berdiri MTs Fatahillah dibawah naungan yayasan
Miftahul Huda.
Ketika pertama kali berdiri, MTs Fatahillah hanya memiliki 16
peserta didik, dengan gurunya adalah lima tokoh tadi, dan pada tahun
1986/1987 meluluskan 12 peserta didik, karena 4 peserta didik lainnya
keluar sekolah. Pada saat itu lokasi MTs Fatahillah masih menjadi satu
atau menumpang dengan MI Miftahul Akhlaqiyah, sehingga peserta didik
MTs Fatahillah masuk siang. Selanjutnya untuk tenaga pengajar dibantu
oleh Bapak Ali Kasmiran, Bapak Suhari , Bapak Budi Hardjo, Bapak Ali
Sofwan, Bapak Purwadi.
Kepala madrasah pertama kali adalah Bapak Nur Cholis S.Pd.I.
Beliau memegang jabatan sejak tahun 1984 sampai tahun 1990. pada
tahun 1990 MTs Fatahillah telah memiliki lokal dan gedung sendiri.
Selanjutnya kegiatan belajar mengajar dilakukan mulai pagi hari, adapun
kepala sekolah MTs Fatahillah yang kedua adalah Bapak Achmad
Chalimin yang menjabat mulai tahun 1990 sampai tahun 1994/1995.
karena kesadaran masyarakat akan kebutuhan pendidikan formal
meningkat, akhirnya jumlah peserta didik MTs Fatahillah juga
meningkat. Selanjutnya untuk menampung peserta didik, sebagian lokal
menumpang MI Miftakhul Akhlaqiyah. Kepala sekolah MTs Fatahillah
yang ketiga adalah Bapak KH Thohir Abdullah al Hafidz, yang menjabat
mulai tahun 1995 sampai tahun1998, selanjutnya tahun 1999 sampai
tahun 2002 Ibu Qurrutul Aini al Hafidzoh yang juga berprofesi sebagai
dosen fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang menjadi kepala
sekolah MTs Fatahillah yang keempat. Pada tahun 2002/2003 jabatan
kepala sekolah MTs Fatahillah vakum, dan yang ditunjuk menjadi pejabat
sementara kepala MTs Fatahillah adalah Bapak Zainul Muttaqim S.Ag
karena prestasinya baik dan grafik perkembangan MTs Fatahillah terus
positif. Pada tahun 2004 ada penambahan gedung baru untuk kelas VII,
IX A dan IX B. selanjutnya pada bulan Agustus 2008 jabatan kepala
sekolah MTs Fatahillah dipegang oleh Bapak Nashori S.Pd.I. Namun
mulai bulan Agustus 2009 ini yang menjadi kepala sekolah MTs
Fatahillah adalah bapak H Lukmanul Amin AH.Lc.MSi sampai sekarang.
2. Identitas Madrasah
Nama Madrasah : MTs Fatahillah
Alamat Madrasah : Jl. Falatehan no. 9 Beringin
Kecamatan : Ngaliyan
Kota : Semarang
Tahun Berdiri : 1984
Status Yayasan : Milik Miftakhul Huda
Luas Lokasi : 500 m
2
3. Keadaan Guru, Tata Usaha (TU) dan Peserta Didik
Jumlah guru di MTs Fatahillah adalah sebagai berikut
a. Mata Pelajaran Umum : 10 Orang
b. Mata Pelajaran PAI : 9 Orang
c. Tata Usaha (TU) : 1 Orang
Jumlah keseluruhan guru di MTs Fatahillah adalah 19 orang dan
1 orang Tata Usaha (TU)
Adapun jumlah peserta didik MTs Fatahillah untuk tahun ajaran
2008/2009 adalah sebagai berikut:
a. Kelas VII, Laki-Laki : 34 Orang
Perempuan : 40 Orang
b. Kelas VIII Laki-Laki : 32 Orang
Perempuan : 38 Orang
c. Kelas IX Laki-Laki : 21 Orang
Perempuan : 33 Orang.
Jumlah keseluruhan peserta didik MTs Fatahillah adalah 198
orang, yang terbagi dalam 2 kelas VII (A,B), 2 kelas VIII (A,B), dan 2
kelas IX (A,B).
4. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Kegiatan belajar mengajar di MTs Fatahillah dimulai dengan
pembiasan doa bersama, pelajaran dimulai pukul 07.00 WIB. Pada pukul
09.20 WIB sampai pukul 09.45 merupakan jam istirahat, peserta didik
dibiasakan untuk sholat dhuha berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengan
pelajaran sampai pukul 12.05 WIB. Pada pukul 12.05 WIB sampai pukul
12.35 WIB peseta didik istirahat ke 2 dan sholat dzuhur berjamaah,
kemudian pelajaran dilanjutkan kembali sampai pukul 13.45 WIB.
Pembelajaran diakhiri dengan pembacaan doa bersama.
Keterangan:
a. Jam 1 : Pukul 07.00 07.40 WIB
b. Jam 2 : Pukul 07.40 08.20 WIB
c. Jam 3 : Pukul 08.20 09.00 WIB
d. Jam 4 : Pukul 09.00 09.40 WIB
e. Istirahat 1 : Pukul 09.40 10.00 WIB
f. Jam 5 : Pukul 10.00 10.40 WIB
g. Jam 6 : Pukul 10.40 11.20 WIB
h. Jam 7 : Pukul 11.20 12.00 WIB
i. Istirahat 2 : Pukul 12.00 12.40 WIB
j. Jam 9 : Pukul 12.40 13.20 WIB
k. Jam 10 : Pukul 13.20 14.00 WIB
B. Hasil Penelitian Tindakan
Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan, untuk meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar matematika materi pokok segiempat peserta didik
kelas VII MTs Fatahillah Semarang, penelitian ini dilaksanakan dalam 3
siklus yaitu Pra siklus, siklus I dan siklus 2. Pra siklus merupakan persiapan-
persiapan yang dilakukan peneliti sebelum menerapkan strategi penugasan,
siklus I terdiri dari dua kali pertemuan dan siklus 2 juga terdiri dari dua kali
pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari yang dimulai pada
pertengahan bulan Mei tahun 2009. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VIIA
yang terdiri dari 36 peserta didik, tetapi selama penelitian tidak semua peserta
didik dapat mengikuti dari awal sampai akhir penelitian. Hal ini dikarenakan
ada peserta didik yang tidak hadir pada saat pembelajaran.
Pelaksanaan penelitian ini mencakup empat tahap yaitu perencanaan,
pelaksanaan tindakan, observasi/pengamatan dan refleksi. Untuk Hasil
Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut.
1. Pra siklus
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari wawancara (27 maret
2009) dengan Bapak Slamet Santoso,S.Si selaku guru matematika kelas
VIIB MTs. Fatahillah Bringin menyatakan bahwa pembelajaran
matematika memang telah menerapkan metode penugasan, namun
penugasan yang selama ini diterapkan berupa latihan soal dengan materi
yang telah diajarkan. Dengan kata lain metode penugasan dengan materi
belum diajarkan belum diterapkan pada pembelajaran matematika di MTs
fatahillah ini. Disamping itu, pembelajaran matematika masih terjadi
komunikasi satu arah artinya peserta didik cenderung pasif. Sehingga
peserta didik kurang menyukai pelajaran matematika dan menyebabkan
hasil belajar rendah. Hal ini terbukti dengan nilai pretes pada prasiklus.
Daftar Nilai Pretes Peserta Didik MTs Fatahillah
Materi Pokok Segiempat
No Nama Peserta Didik Nilai
Keterangan
1 Moch. Yanuar Abdillah 40 TIDAK TUNTAS
2 Ahmad Nadir 40 TIDAK TUNTAS
3 Ahmad Sholeh 45 TIDAK TUNTAS
4 Ahmad Thohirin 60 TUNTAS
5 Ali Maksum 60 TUNTAS
6 Anita Dwi Isnayati 55 TIDAK TUNTAS
7 Ardika Danu Saputra 30 TIDAK TUNTAS
8 Atina Fitriana 60 TUNTAS
9 Avinda Deviyanti 75 TUNTAS
10 Ayu Sofiana Putri 50 TIDAK TUNTAS
11 Budi Purnomo 50 TIDAK TUNTAS
12 Cintya Yulinda Putri 50 TIDAK TUNTAS
13 Deni Fachrus Syakirin 55 TIDAK TUNTAS
14 Doddy Ircham Pambudi 30 TIDAK TUNTAS
15 Eko Aji Setiawan 50 TIDAK TUNTAS
16 Eko Prasetiyo 70 TUNTAS
17 Eva Tri Rohmayani 60 TUNTAS
18 Ferri Rizki Ramadhan 50 TIDAK TUNTAS
19 Khoirul Marom 50 TIDAK TUNTAS
20 Lisa Umi Hanik 45 TIDAK TUNTAS
21 M. Fatachul Alim 60 TUNTAS
22 Maftuchah 65 TUNTAS
23 Mar'atul Muazizah 40 TIDAK TUNTAS
24 Melinda Gita Dewi 45 TIDAK TUNTAS
25 Muchamad Nadhirin 45 TIDAK TUNTAS
26 Muhammad Shidiq Ma'ani 70 TUNTAS
27 Rizki Surya Saputra 45 TIDAK TUNTAS
28 Safa'atun Ulfa 60 TUNTAS
29 Siti Nur Qori'ah 65 TUNTAS
30 Soffi Wunaizzah 75 TUNTAS
31 Sri Bekti Sulasih 60 TUNTAS
32 Supiati Ainun Ni'mah 60 TUNTAS
33 Tutik Quratu Aini 65 TUNTAS
34 Umi Chabibah 60 TUNTAS
35 Hisyam Abdurrahman 45 TIDAK TUNTAS
36 Subeki 60 TUNTAS
Jumlah 1945
Rata-rata =

didik peserta
nilai
=
36
1945
= 54.03
Hal ini juga diperkuat dengan pengamatan keaktifan peserta didik MTs
Fatahillah tahun pelajaran 2008-2009 saat pelaksanaan prasiklus
belangsung.
Hasil Pengamatan Keaktifan Prasiklus
No Aspek Pengamatan Presentase
keaktifan
(%)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Keaktifan peserta didik dalam mendengarkan
instruksi atau penjelasan dari guru
Keaktifan peserta didik dalam mendiskusikan
lembar kerja siswa(LKS)
Keaktifan peserta didik dalam bertanya
Kepiawaiyan saat menjawab pertanyaan
Kecakapan dalam mempresentasikan hasil diskusi
Kemampuan peserta didik dalam menarik
kesimpulan
50
40
45
50
50
55
Jumlah 290
Untuk hasil pengamatan oleh peneliti yang dilihat dari indikator
kesiapan dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran
matematika pada tahap prasiklus dapat diprosentasekan bahwa keaktifan
peserta didik dalam proses pembelajaran sebelum diterapkan metode
penugasan yaitu:
Prosentase Keaktifan (%) =

tan pengama aspek


prosentase
=
6
% 290
= 48 %
Pada siklus I penelitian yang telah dilakukan akhirnya diperoleh data-
data sebagai berikut.
2. Siklus I
a. Perencanaan
Sebelum memasuki siklus I guru dan peneliti melakukan
kolaborasi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan pada
kegiatan siklus I, dalam kolaborasi tersebut dapat dihasilkan
komponen-komponen sebagai berikut:
a. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus I
b. Lembar kerja siswa (LKS) siklus I
c. Lembar observasi peserta didik siklus I
d. Lembar observasi guru siklus I
e. Soal PR
f. Soal evaluasi siklus I
b. Pelaksanaan Tindakan
Penelitian siklus I ini dilaksanakan dalam dua kali tatap muka atau
dua pertemuan, seperti dalam tabel dibawah ini :
Jadwal Pelaksanaan Siklus I
Hari/ Tanggal Waktu
Pertemuan
ke-
Materi
Senin,
25 Mei 2009
2 x 40 1
Mengidentifikasi
sifat-sifat jajar
genjang
Menemukan rumus
dan menghitung
keliling jajargenjang
Rabu,
27 Mei 2009
2 x 40 2
Menemukan rumus
dan menghitung luas
jajargenjang.
Evaluasi siklus I
Deskripsi pelaksanaan tindakan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Pertemuan I
Pertemuan I dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 25 Mei 2009
Waktu : 12.40-14.00 WIB
Materi : Mengidentifikasi sifat-sifat, menemukan rumus
dan menghitung keliling jajargenjang
Pada pertemuan I ini, guru masuk kelas VII-B pada jam 12.40
WIB. Saat guru masuk sebagian peserta didik masih dalam perjalanan
dari mushola karena usai melaksanakan sholat dhuhur berjamaah.
Setelah semua peserta didik masuk dalam ruang kelas guru melakukan
absensi, dan ternyata semua peserta didik hadir dalam pembelajaran.
Sebelum memasuki materi, guru memberikan appersepsi materi
sebelumnya yaitu menghitung keliling dan luas daerah persegi
panjang. Setelah appersepsi dilakukan guru menanyakan pekerjaan
rumah yang diberikan kemarin dan dikumpulkan. Guru bertanya,
Siapa yang belum mengerjakan PR? silahkan angkat tangan!? dengan
ragu beberapa peserta didik mengangkat tangannya, ternyata ada 9
peserta didik yang belum mengerjakan PR. Pembelajaran dilanjutkan
dengan pembagian peserta didik menjadi beberapa kelompok dimana
setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik, pembagian kelompok
dilakukan secara acak. Guru mengumumkan pembagian kelompok
dan meminta peserta didik berkumpul dengan kelompoknya masing-
masing. Suasana kelas menjadi gaduh saat peserta didik berpindah
tempat untuk berkelompok, ada yang saling berebut tempat duduk
untuk kelompoknya, ada pula yang ribut mencari anggota
kelompoknya.
Setelah peserta didik tenang, guru meminta peserta didik
mendiskusikan lembar kerja yang telah diberikan. Selama proses
diskusi ada beberapa anak yang masih bercanda dengan temanya dan
bermain melipat-lipat kertas. Kemudian guru menegur mereka
sehingga mereka menjadi tenang dan konsentrasi berdiskusi.
Meskipun masih saja ada peserta didik yang tetap bermain melipat
kertas, peserta didik itu adalah Moch.Yanuar Abdillah. Setelah diskusi
selesai, guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan
hasil diskusi kedepan kelas. Namun belum ada perwakilan kelompok
yang berani untuk mempresentasikan, setelah menunggu beberapa
waktu akhirnya ada satu kelompok yang berani presentasi, mereka
yaitu kelompoknya Shiddiq Maani. Setelah presentasi selesai,
kelompok yang lain boleh menanggapi hasil presentasi.
Pembelajaran dilanjutkan dengan pembahasan PR. Guru meminta
peserta didik menuliskan jawaban PR dipapan tulis. Guru
bertanya,silahkan siapa yang mau maju ke depan untuk menuliskan
jawaban PR dipapan tulis?. Namun tidak ada seorang peserta didik
yang menjawab. Akhirnya guru menunjuk peserta didik agar
menuliskan jawaban PR di papan tulis, mereka adalah Lisa Umi
Hanik dan Ali Maksum. Setelah peserta didik menuliskan jawaban
PR, guru dan peserta didik lain mengkoreksi jawaban sekaligus
pendalaman materi.
Setelah pendalaman materi oleh guru kepada peserta didik selesai.
Guru bertanyasampai disini ada yang belum paham dan ada yang
ingi bertanya?. Peserta didik menjawab tidak pak, guru sekali lagi
menekankan kepahaman peserta didik dengan bertanya, paham?.
Peserta didik menjawab paham. Karena dirasa peserta didik sudah
paham, guru meminta peserta didik menyimpulkan materi. ada yang
bisa menyimpulkan sifat-sifat jajargenjang? guru bertanya. Seorang
peserta didik mengangkat tangan, dia adalah siti Nur Qoriah saya
pak, sifat-sifat jajar genjang adalah Sisi-sisi yang berhadapan sama
panjang dan sejajar. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Jumlah
sudut-sudut yang berdekatan adalah 180
0.
Kedua diagonal saling
berpotongan membagi diagonal menjadi dua sama panjang bagus,
bagaimana dengan rumus keliling jajar genjang?guru kembali
bertanya, 2 kali panjang tambah lebar, pak. Setelah menarik
kesimpulan, guru memberikan tugas yang berisi soal-soal latihan
menghitung luas daerah jajar genjang.
Dalam siklus I pertemuan 1 ini kegiatan peserta didik masih
tergantung pada guru. Saat guru meminta peserta didik
mempresentasikan hasil diskusi, peserta didik masih harus ditunjuk
guru agar mau maju ke depan. Selain itu suasana kelas juga masih
ramai dan banyak yang bercanda sendiri saat pembelajaran.
Pertemuan II
Pertemuan II dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 27 Mei 2009
Waktu : 10.40 12.00 WIB
Materi : Menemukan rumus dan menghitung luas daerah
jajargenjang.
Guru masuk seperti biasa dan mengucapkan salam kepada peserta
didik dan semua peserta didik menjawabnya dengan serempak.
Kemudian guru mengabsen mereka, kemudian guru mengabsensi
semua peserta didik. Sebelum pembelajaran dimulai guru memberikan
apersepsi materi sebelumnya yaitu mengidentifikasi sifat-sifat jajar
genjang, dan menghitung keliling jajargenjang. Setelah itu guru
bertanya tentang PR yang diberikan kemarin. Siapa yang belum
mengerjakan PR, jangan takut silahkan angkat tangan?!. Ternyata
masih ada 5 peserta didik yang tidak mengerjakan PR. Guru meminta
peserta didik untuk menuliskan jawaban PR dipapan tulis. Dua orang
peserta didik, yaitu Umi Chabibah dan Subki maju kedepan kelas dan
menuliskan jawaban PR. guru bertanya apakah ada peserta didik lain
yang mempunyai jawaban yang berbeda, ternyata tidak ada jawaban
dari peserta didik. Kemudian guru mengkoreksi soal nomor1 dan 2
yang ternyata kurang sempurna. Guru memberikan pendalaman materi
dengan sarana LKS. Guru bersama peserta didik melengkapi LKS.
Guru bertanyaapakah ada yang ingin bertanya?, seorang peserta
didik mengangkat tangan, yaitu Supiati.maaf pak, saya kurang
paham dengan soal PR yang nomor2 tadi, cara mencari banyak
genteng. Kemudian guru meminta Supiati untuk membaca soal PR
yang dimaksud. Atap sebuah rumah akan diberi genteng berbentuk
jajar genjang dengan panjang alas 30 cm dan tinggi 20 cm. Jika luas
atap 120 cm
2
. Berapa banyak minimum genteng yang dibutuhkan?.
Sebelum guru kembali menjelaskan pertanyaan itu, guru melemparkan
kepada peserta didik untuk menjawabnya dan ada salah satu peserta
didik yaitu Shiddiq Maani yang bisa menjawab pertanyaan itu saya
pak, guru meminta Shiddiq menerangkan jawaban sambil
menuliskanya di papan tulis.pertama dicari luas gentengnya dulu,
baru kemudian luas atap dibagi luas genteng. Guru langsung
membenarkan jawaban Shiddiq. Pembelajaran dilanjutkan dengan
evaluasi selama 20 menit. Setelah evaluasi selesai, jawaban
dikumpulkan dan guru memberikan PR materi selanjutnya, yaitu soal-
soal tentang mengidentifikasi sifat-sifat, menemukan dan menghitung
keliling belah ketupat.
Dalam siklus I pertemuan ke-2 kegiatan peserta didik mulai ada
peningkatan walaupun yang aktif kebanyakan anak-anak yang sudah
terbiasa berkomentar terhadap pertanyaan guru dan suasana kelas
mulai dapat dikendalikan oleh guru.
c. Hasil Pengamatan
Hasil Pengamatan yang didapatkan oleh peneliti dalam siklus I,
adalah sebagai berikut:
1) Hasil pengamatan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran
a) Peserta didik yang mengerjakan dan mengumpulkan PR cukup
baik, terbukti dari 35 peserta didik ada 9 peserta didik pada
pertemuan 1 dan 5 peserta didik pada pertemuan 2 yang tidak
mengumpulkan PR.
b) Ketuntasan peserta didik dalam menyelesaikan tugas PR
mencapai prosentase sebanyak 48.6% yang mendapatkan
kriteria cukup baik.
c) Peserta didik sudah cukup aktif dalam berdiskusi
d) Rata-rata Peserta didik sudah cukup cekatan dalam
membentuk kelompok.
e) Peserta didik rata-rata sudah serius dalam dalam berdiskusi.
f) Masih banyak Peserta didik yang masih takut untuk bertanya.
g) Peserta didik sudah cukup baik dalam menjawab pertanyaan
baik dari guru maupun dari peserta didik lain.
h) Banyak peserta didik yang masih takut untuk menuliskan
jawaban soal di papan tulis.
i) Peserta didik masih takut untuk mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas, sehingga guru harus menunjuk terlebih
dahulu peserta didik untuk maju mewakili kelompoknya
masing-masing..
j) Kemampuan peserta didik dalam menarik kesimpulan materi
sudah cukup baik.
2) Hasil pengamatan aktivitas guru
a) Kemampuan guru dalam membuka pelajaran, mengkondisikan
kelas dan memberi apersepsi sudah baik Guru belum maksimal
dalam membimbing peserta didik dalam diskusi kelompok.
b) Guru sudah melatih peserta didik untuk bekerja secara
kelompok dengan baik.
c) Guru belum memberikan bimbingan baik pada individual
maupun kelompok yang mengalami kesulitan.
d) Guru kurang memberikan motivasi peserta didik untuk
menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.
e) Guru belum memberikan penghargaan terhadap kelompok
yang berhasil mendiskusikan Lembar Kerja Siswa dan
memberikan motivasi kelompok yang dipandang kurang
berhasil dalam mendiskusikan Lembar Kerja Siswa
f) Guru sudah memfasilitasi pembahasan PR dengan baik
g) Guru bersama peserta didik sudah menyimpulkan materi yang
diajarkan pada pertemuan tersebut
h) Guru sudah memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada peserta
didik
i) Guru belum memberikan motivasi pada peserta didik untuk
mengerjakan PR
j) Guru sudah melakukan evaluasi pembelajaran sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
k) Guru kurang memberikan motivasi kepada peserta didik untuk
mengerjakan PR dan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
d. Hasil Refleksi
Setelah melaksanakan pembelajaran pada siklus I, guru bersama
peneliti berdiskusi tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode
penugasan dan menyimpulkan hal-hal yang masih kurang dalam
siklus I dan perlu diadakan perbaikan adalah:
1) Peserta didik yang mengumpulkan PR sudah cukup baik, namun
harus ditingkatkan.
2) Guru kurang memberikan bimbingan dan motivasi pada peserta
didik.
3) Masih banyak peserta didik yang belum berani untuk
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
4) Masih banyak Peserta didik yang masih takut untuk bertanya.
5) Guru belum memberikan penghargaan terhadap kelompok yang
berhasil mendiskusikan Lembar Kerja Siswa dan memberikan
motivasi kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam
mendiskusikan Lembar Kerja Siswa
6) Hasil belajar peserta didik belum mencapai indikator keberhasilan
yang telah ditetapkan.
Perencanaan perbaikan yang akan dilakukan oleh peneliti dan
guru untuk pelaksanaan siklus II berdasarkan kekurangan-kekurangan
pada siklus I adalah sebagai berikut:
1) Guru akan memberikan motivasi pada peserta didik agar
menggunakan PR sebagai sarana belajar.
2) Guru akan lebih maksimal dalam membimbing peserta didik yang
mengalami kesulitan.
3) Guru akan memberikan motivasi pada peserta didik agar berani
mempresentasikan hasil diskusi dan berani untuk bertanya.
4) Guru akan memberikan penghargaan kepada kelompok yang mau
mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
5) Hasil belajar peserta didik belum mencapai indikator keberhasilan
sehingga perlu dilakukan siklus II.
3. Siklus II
a. Perencanaan
Berdasarkan hasil Refleksi pada siklus I, guru dan peneliti
melakukan kolaborasi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang
diperlukan pada kegiatan siklus 2, dalam kolaborasi tersebut dapat
dihasilkan komponen-komponen sebagai berikut:
a. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus II
b. Lembar kerja siswa (LKS) siklus II
c. Lembar observasi peserta didik siklus II
d. Lembar observasi guru siklus II
e. Soal PR
f. Soal evaluasi siklus II
b. Pelaksanaan Tindakan
Seperti pada penelitian siklus I, penelitian siklus II ini
dilaksanakan dalam dua kali tatap muka atau dua pertemuan, seperti
dalam tabel dibawah ini :
Jadwal Pelaksanaan Siklus II
Hari/ Tanggal
Waktu Pertemuan
ke-
Materi
Kamis,
28 Mei 2009
2 x 40'
1
Mengidentifikasi sifat-
sifat belahketupat
Menemukan rumus
dan menghitung
keliling belahketupat
Senin,
1 juni 2009
2 x 40'
2
Menemukan rumus
dan menghitung luas
daerah belahketupat
evaluasi
Deskripsi pelaksanaan tindakan pembelajaran adalah sebagai
berikut:
Pertemuan I
Pertemuan I dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 25 Mei 2009
Waktu : 12.40-14.00 WIB
Materi : Mengidentifikasi sifat-sifat, menemukan rumus
dan menghitung keliling belahketupat.
Pertemuan I ini, guru masuk kelas VII-B pada jam 12.40
WIB. Berbeda dengan pertemuan lalu, saat guru masuk seluruh
peserta didik telah siap dibangku mereka masing-masing. Kegiatan
pembelajaran diawali oleh guru mengucapkan salam, dilanjutkan
peserta didik menjawab salam dengan serempak. Guru mengabsen
peserta didik. Pada pertemuan 1, semua peserta didik masuk sekolah
sehingga jumlah peserta didik genap 36 peserta didik. Setelah
mengabsen, guru memberikan appersepsi tentang materi sebelumnya
yaitu menghitung luas jajargenjang. Kemudian guru menanyakan
pekerjaan rumah yang diberikan kemarin dan dikumpulkan. Dari 36
peserta didik, hanya 1 peserta didik yang tidak mengerjakan PR. Guru
memberikan motivasi pada peserta didik dengan mengatakan bahwa
pada tahun 1993, untuk bidang matematika dan sains, Singapura
adalah nomor satu di dunia. Alasannya sangat sederhana, para siswa
di sana sangat rajin mengerjakan PR di bawah bimbingan gurunya,
makanya jangan bosan dengan PR. Justru dengan PR kalian akan
semakin pintar Pembelajaran dilanjutkan dengan pembagian peserta
didik menjadi beberapa kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari
4-5 peserta didik, pembagian kelompok dilakukan secara acak. guru
mengumumkan pembagian kelompok dan meminta peserta didik
berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Sama seperti pada
siklus 1, pada siklus 2 Suasana kelas juga menjadi gaduh saat peserta
didik berpindah tempat untuk berkelompok, ada yang saling berebut
tempat duduk untuk kelompoknya, ada pula yang ribut mencari
anggota kelompoknya. Namun ketika guru meminta peserta didik
untuk tenang, tidak lama kemudian peserta didik menjadi tenang dan
mulai mendiskusikan LKS yang telah diberikan. guru berkeliling dan
mendampingi kelompok yang mengalami kesulitan. Beberapa peserta
didik sudah mulai berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing,
berbeda dengan siklus satu, pada siklus 2 peserta didik sudah mulai
bertanya jika ada yang belum dipahami.
Guru meminta peserta didik yang telah selesai berdiskusi untuk
menuliskan hasil kerja mereka pada lembar jawaban yang telah
disediakan. guru meminta dua kelompok untuk mempresentasikan
LKS dan akan memberi hadiah kepada kelompok yang berani,
serentak semua kelompok berebut untuk mempresentasikan hasil
diskusinya, dan kelompok yang akhirnya maju di depan kelas adalah
kelompoknya Fatahul alim dan Siti Nur Qoriah, sementara
kelompok yang lain boleh menanggapi hasil presentasi. Guru
memberikan tepuk tangan pada kedua peserta didik yang telah
berpresentasi. setelah itu guru membimbing dan bersama-sama
mengoreksi tulisan yang ada di papan tulis.
Pembelajaran dilanjutkan dengan pembahasan PR. Guru meminta
peserta didik menuliskan jawaban PR dipapan tulis. Berbeda dengan
siklus I, pada pertemuan ini peserta didik terlihat antusias dan
berlomba menuliskan jawaban PR di papan tulis. Setelah peserta didik
menuliskan jawaban PR, guru dan peserta didik lain mengkoreksi
jawaban sekaligus pendalaman materi. Guru bertanya, jadi, apa saja
sifat-sifat belah ketupat? dengan bergantian peserta didik menjawab
semua sisinya sama panjang, setiap sudutnya dibagi dua sama besar
oleh diagonal-diagonalnya, diagonal-diagonalnya berpotongan saling
tegak lurus, diagonal-diagonalnya berpotongan sama panjang.tiba-
tiba seorang peserta didik yaitu Subki bertanyapak, lalu apakah
belahketupat itu sama dengan persegi?. Sebelum guru menjawab
pertanyaan dari peserta didik guru menawarkan kepada semua peserta
didik siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan dari temannya tadi.
Teryata ada beberapa yang mengacungkan tangan, dan guru memilih
satu peserta didik, yaitu Maftuchah. sama pak, kan keempat sisinya
sama panjang. baik, ada yang mau berpendapat lain?guru
memberikan umpan balik pada peserta didik yang lain. posisinya
beda pak peserta didik yang lain yaitu Avinda berpendapat. baik,
pada dasarnya belah ketupat dan persegi itu sama, tapi ada yang
membedakan yaitu; kalau persegi sudut-sudutnya harus 90
0
,
diagonal
belahketupat salah satunya lebih panjang dari diagonal yang lain.
Guru memberikan penghargaan pada peserta didik yang telah bertanya
dan berpendapat dari awal pembelajaran. Pembelajaran diakhiri
dengan pemberikan tugas yang berisi soal-soal latihan menghitung
luas daerah belah ketupat.
Pada siklus II pertemuan ke-1 kegiatan peserta didik di kelas
mulai tenang dan aktif serta suasana kelas lebih dapat terkontrol
dengan baik. Pada pertemuan ini semakin banyak peserta didik yang
bertanya.
Pertemuan II
Pertemuan II dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 1 Juni 2009
O C A
C
A
B
D
Waktu : 12.40-14.00 WIB
Materi : Menemukan rumus dan menghitung luas daerah
belahketupat.
Seperti pada pertemuan-pertemuan biasanya, pembelajaran pada
pertemuan 2 dibuka oleh guru dengan mengucapkan salam yang
dijawab dengan serempak oleh peserta didik. Setelah itu, guru
melakukan absensi peserta didik yang hadir dalam
pembelajaran,ternyata ada 1 peserta didik yang tidak hadir pada
pertemuan itu, yaitu ardika danu saputra dikarenakan sedang sakit.
Guru bertanya tentang PR yang diberikan kemarin. Siapa yang
belum mengerjakan PR, jangan takut silahkan angkat tangan?!,
berbeda dengan pertemuan sebelumnya, ternyata semua peserta didik
telah mengerjakan PR, kemudian guru meminta agar PR
dikumpulkan.guru dan peserta didik membahas PR. Guru memberikan
LKS pada setiap peserta didik, kemudiandengan demonstrasi dan
tanya jawab peserta didik melengkapi LKS.
Guru memberikan 6 buah soal dan meminta peserta didik untuk
maju kedepan kelas untuk menuliskan jawaban soal. Beberapa saat
tenang dan peserta didik terlihat berkonsentrasi mengerjakan
soal.tidak lama kemudian 5 orang peserta didik maju kedepan kelas
dan mengerjakan soal. Guru mengkoreksi ke-5 jawaban dan
meluruskan jawaban-jawaban yang kurang tepat. Guru memberikan
penghargaan pada peserta didik yang telah maju. Tertinggal 1soal
yaitu
Perhatikan gambar disamping! jika OBC =
(2x +10 )
0
, dan besar ADO= (5x 20 )
0
tentukan nilai x!
Kata peserta didik sulit, guru meyakinkan bahwa mereka bisa
mengerjakan dan memberikan penguatan bahwa bila jawaban salah
tidak bermasalah. Kemudian seorang peserta didik, yaitu Ali Maksum
maju mengerjakan soal tersebut. Ternyata jawabannya benar,
kemudian guru menjelaskan kedua sudut tersebut adalah sama besar
jadi untuk menghitung nilai x, OBC =ADO, kemudian
disubtitusikan.
Peserta didik meminta soal lagi, karena mereka sudah mulai
paham. Akhirnya guru menambahkan 2soal lagi. Seorang peserta
didik bertanyaboleh maju pak?, guru mempersilahkan dan peserta
didik berlomba mengerjakan soal. Guru memberikan kesempatan pada
peserta didik lain yang mau mengkoreksi jawaban soal temannya.
Guru memberikan penghargaan pada peserta didik yang telah aktif
dalam pembelajaran.
Pembelajaran dilanjutkan dengan evaluasi selama 20 menit,
setelah evaluasi selesai lembar jawaban dikumpulkan. Ketika guru
akan mengakhiri pertemuan dengan salam, seorang peserta didik yang
bernama Anita Dwi Isnayati lho pak, PR nya mana?, dengan
tersenyum guru menjawab apa tidak bosan dikasih PR terus?,
peserta didik lain yang bernama Budi Purnomo menjawab,tidak pak,
malah kalau tidak dikasih PR malas belajar. Pembelajaran diakhiri
dengan salam.
Pada pertemuan ke-2 kegiatan peserta didik dikelas sudah sangat
terkontrol oleh guru dan peserta didik sangat aktif dalam
pembelajaran serta suasana kelas tenang dan peserta didik mengikuti
semua instruksi guru saat pembelajaran.pada pertemuan ini juga
terjadi peningkatan antusias yang luar biasa, terbukti dengan
permintaan soal dan PR oleh peserta didik sendiri.
c. Hasil Pengamatan
Hasil Pengamatan yang didapatkan oleh peneliti dalam siklus II,
adalah sebagai berikut:
1. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran
a) Peserta didik yang mengumpulkan PR sudah sangat baik,
terbukti dari 35 peserta didik hanya ada 1 peserta didik yang
tidak mengumpulkan PR dan pada pertemuan 2 seluruh peserta
didik mengumpulkan PR.
b) Prosentase ketuntasan peserta didik dalam menyelesaikan
tugas PR mencapai 73% dengan kriteria baik, ketuntasan ini
lebih meningkat dibandingkan dengan siklus I.
c) Peserta didik lebih aktif dalam berdiskusi.
d) kecekatan peserta didik dalam membentuk kelompok lebih
baik.
e) Peserta didik lebih serius dalam dalam berdiskusi.
f) Banyak Peserta didik sudah berani bertanya kepada teman atau
guru tentang hal-hal yang kurang jelas.
g) Peserta didik sudah menjawab pertanyaan dari guru dengan
baik.
h) Peserta didik berlomba-lomba menuliskan jawaban soal di
papan tulis.
i) Peserta didik menjadi lebih berani mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas.
j) Kemampuan peserta didik untuk membuat kesimpulan materi
pelajaran sudah sangat baik.
3) Hasil pengamatan aktivitas guru
a) Kemampuan guru dalam membuka pelajaran, mengkondisikan
kelas dan memberi apersepsi sudah baik.
b) Guru sudah melatih peserta didik untuk bekerja secara
kelompok dengan baik.
c) Guru sudah memberikan bimbingan baik pada individual
maupun kelompok yang mengalami kesulitan, hal ini bisa
dilihat pada saat diskusi kelompok guru sudah berkeliling
untuk membimbing peseta didik/kelompok yang mengalami
kesulitan secara keseluruhan.
d) Guru sudah memberikan motivasi peserta didik untuk
menyampaikan hasil diskusi di depan kelas dengan baik.
e) Guru sudah memberikan penghargaan terhadap kelompok
yang telah presentasi.
f) Guru sudah memfasilitasi pembahasan PR dengan baik
g) Guru bersama peserta didik sudah menyimpulkan materi yang
diajarkan pada pertemuan tersebut
h) Guru sudah memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada peserta
didik
i) Guru sudah memberikan motivasi pada peserta didik untuk
mengerjakan PR
j) Guru sudah Melakukan evaluasi pembelajaran sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
k) Guru telah memberikan motivasi kepada peserta didik untuk
mengerjakan PR dan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
d. Hasil refleksi
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari penelitian
menunjukkan bahwa pada siklus II pembelajaran sudah sangat baik
dari pada siklus sebelumnya. Target meningkatnya hasil belajar
peserta didik yang ditandai dengan rata-rata hasil belajar peserta didik
di atas 6,0 dengan ketuntasan belajar klasikal 85,71% sudah tercapai
pada siklus II. Sehingga peneliti dan guru memutuskan tidak perlu
diadakan siklus berikutnya
C. Pembahasan Penelitian
Pembahasan yang dilakukan berdasarkan atas hasil pengamatan
yang dilanjutkan dengan refleksi pada setiap siklus tindakan. Pada Pra siklus,
pembelajaran yang dilakukan belum mendapatkan metode penugasan sebagai
usaha membuat peserta didik menjadi lebih siap dalam proses pembelajaran,
sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Pada pra siklus masih banyak peserta didik yang memperoleh nilai
di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan. Nilai peserta
didik pada prasiklus ini menunjukkan bahwa dari 36 peserta didik terdapat 19
peserta didik yang nilainya belum tuntas yakni masih di bawah KKM, yaitu
60, sedangkan peserta didik yang nilainya tuntas hanya 17 peserta didik
sehingga ketuntasan belajar klasikal hanya mencapai 47,2%. Adapun rata-rata
nilai pada prasiklus ini sebesar 54,03. Sedangkan untuk hasil nilai keaktifan
peserta didik sebesar 48%
Pada siklus 1 kegiatan pembelajaran matematika sudah cukup baik.
Guru sudah memberikan pembelajaran yang cukup baik, namun ada beberapa
hal yang perlu diperbaiki, guru belum memberikan motivasi kepada peserta
didik sehingga beberapa peserta didik masih banyak peserta didik yang takut
untuk bertanya, dan peserta didik juga masih canggung dalam
mempresentasikan hasil diskusi kedepan kelas. Guru juga kurang maksimal
dalam membimbing peserta didik yang mengalami kesulitan.
Aktivitas belajar peserta didik cukup baik yaitu 55,6%, namun
prosentase keaktifan belum berada diatas indikator yang ditetapkan sehingga
dapat dikatakan bahwa penelitian belum berhasil meningkatkan aktivitas
belajar peserta didik, sehingga ada beberapa hal yang masih perlu
ditingkatkan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta didik yang berani
bertanya atas penjelasan guru masih sedikit, dalam diskusi kelompok masih
didominasi oleh peserta didik yang pandai, dengan demikian masih perlu
adanya upaya untuk lebih meningkatkan aktifitas peserta didik diantaranya
dengan memberikan motivasi kepada peserta, khususnya dalam mengerjakan
PR sebagai bahan membuat peserta didik menjdi siap dalam proses kegiatan
belajar mengajar.
Hasil belajar peserta didik pada siklus 1 yang diperoleh mengalami
peningkatan dibandingkan dengan hasil belajar pada pra siklus, hal ini dapat
dilihat dari hasil nilai evaluasi pada siklus 1 (terlampir ).
Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik kelas VIIB pada siklus 1
sebesar 68,89 dengan ketuntasan belajar klasikal 66,67% dan yang tidak
tuntas sebanyak 33,33%. Dari 36 peserta didik yang tuntas sebanyak 24
peserta didik, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 12 peserta didik yakni
masih di bawah KKM.
Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa untuk indikator penelitian
pertama (rata-rata kelas) sudah terpenuhi. Namun untuk indikator penelitian
kedua (ketuntasan belajar klasikal) masih di bawah ketentuan yang ditentukan
oleh peneliti. Dengan demikian diperlukan perbaikan ke tahap siklus
selanjutnya yakni pada siklus 2.
Adapun hasil belajar peserta didik pada pelaksanaan siklus I dapat
dilihat dalam tabel dan grafik berikut:
Tabel 4.1 Keaktifan dan Hasil Belajar Siklus I
No Indikator Pra Siklus Siklus I
1.
2.
3.
Rata-Rata Kelas
Ketuntasan Belajar Klasikal
Keaktifan
54,03
47,2%
48%
68,89
66,67%
55, 6%
Pada pelaksanaan siklus II sudah menunjukkan adanya hasil yang
diharapkan dari penerapan metode pembelajaran penugasan pada materi
pokok segiempat. Peserta didik sudah terbiasa dengan PR yang materinya
belum diajarkan. sehingga dengan tugas ini peserta didik lebih siap dalam
proses pembelajaran.hal ini terlihat Dari Suasana kelas yang terlihat lebih
kondusif dibandingkan dengan siklus I. Peserta didik sudah terlihat aktif
pada proses pembelajaran. Beberapa peserta didik sudah ada yang berani
bertanya kepada guru tentang kesulitan mereka. Peserta didik pun lebih
berani maju untuk mempresentasikan hasil diskusi tanpa ditunjuk oleh guru.
Bahkan, mereka berebutan dalam menuliskan jawaban soal di papan tulis
sampai guru harus menambahkan soal karena banyak peserta didik yang tidak
kebagian menjawab soal.
Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik kelas VIIA pada siklus II
sebesar 74,23 dengan ketuntasan belajar klasikal 85,71% yang sudah berada
di atas ketentuan yaitu nilai rata-rata kelas lebih dari 60 dan ketuntasan
Diagram 4.1 Perbandingan Nilai Rata-Rata Kelas Pada Pra Siklus, Siklus
I, dan Siklus II
belajar klasikal di atas 85 %. Jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 30
sedangkan yang belum tuntas sebanyak 5 peserta didik yang masih di bawah
KKM. Pada siklus II ini aktivitas belajar peserta didik juga sudah baik yaitu
76%.
Hasil belajar peserta didik pada siklus II yang diperoleh mengalami
peningkatan dibandingkan dengan hasil belajar pada siklus I, hal ini dapat
dilihat dari hasil nilai evaluasi pada siklus II (terlampir).
Pada pelaksanaan siklus II hasil belajar sudah mencapai indikator
yang diinginkan oleh peneliti yakni nilai rata-rata kelas 60 dengan
ketuntasan belajar klasikal 85%. Dengan demikian tidak perlu dilakukan
siklus 3.
Adapun hasil evaluasi pada pelaksanaan siklus II, hasil belajar dapat
dilihat pada tabel dan grafik berikut:
Tabel 4.2 Keaktifan dan Hasil Belajar Siklus II
No Indikator Pra Siklus Siklus I siklusII
1.
2.
3.
Rata-Rata Kelas
Ketuntasan Belajar Klasikal
Keaktifan
54,03
47,2%
48%
68,89
66,67%
55,6%
74,23
85,71%
76%
0
10
20
30
40
50
60
70
80
pra siklus siklus 1 siklus 2
rata-rata kelas
Diagram 4.2 Perbandingan Ketuntasan Belajar Klasikal Pada Pra Siklus,
Siklus I,dan Siklus II
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
80.00%
90.00%
prasiklus siklus1 siklus2
ketuntasan belajar
klasikal
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
pra siklus siklus 1 siklus 2
keaktifan
Diagram 4.3 Perbandingan Keaktifan Pada Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Dari deskripsi dan analisis penelitian tindakan kelas yang telah
diuraikan pada bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Dengan metode penugasan peserta didik mempunyai kesiapan materi
yang lebih matang pada saat proses Kegiatan Belajar Mengajar(KBM)
berlangsung, sehingga proses pembelajaran lebih aktif.
2. Metode penugasan dapat meningkatkan keaktifan dan Hasil belajar
matematika pada materi pokok segiempat.hal ini terbukti dengan
adanya peningkatan dari pra siklus dengan nilai rata-rata 54,03 dengan
ketuntasan belajar klasikal 47,2%, meningkat menjadi 68,89 dengan
ketuntasan belajar klasikal 66,67% pada siklus I, dan pada siklus II
rata-rata kelas VIIA meningkat menjadi 74,23 dengan ketuntasan
belajar klasikal mencapai 85,71%. Begitu juga dengan keaktifan
peserta didik mengalami peningkatan dengan prosentase keaktifan
sebesar 56,04% pada siklus I, meningkat menjadi 76% pada siklus II.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan
metode penugasan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar
matematika pada materi pokok segiempat di MTs Fatahillah
B. Saran
Berkaitan dengan pembahasan hasil penelitian, bahwa model
pembelajaran penugasan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Berdasarkan kenyataan yang ada, maka saran-saran yang dapat diberikan
adalah sebagai berikut:
Setelah peneliti mengambil kesimpulan diatas, peneliti memberikan
beberapa saran sebagai berikut:
1. Agar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika peserta
didik, sebaiknya guru memilih model atau strategi pembelajaran yang
tepat.
2. Dalam proses pembelajaran matematika peserta didik diharapkan selalu
aktif, pembelajaran tidak hanya terpusat pada guru sementara peserta
didik hanya diam dan mendengarkan saja.
3. Hendaknya pembelajaran melalui strategi penugasan ini dapat
dikembangkan pada materi-materi lainnya khususnya pada pembelajaran
matematika.
C. PENUTUP
Dengan terselesaikannya penulisan skripsi ini, peneliti tak lupa
mengucapkan puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas Rahmat,
Taufiq dan Hidayah-Nya.
Peneliti menyadari adanya kekurangan dan kelemahan yang ada dalam
skripsi ini, oleh karena itu saran dan kritik dari berbagai pihak tetap peneliti
harapkan. Semoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi peneliti pada khususnya
dan pembaca pada umumnya.
Akhirnya tak lupa peneliti sampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu sepenuhnya dalam menyelesaikan skripsi ini, semoga
amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Amien.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta:
PT Rineka Cipta, 1999
Arini, Math, Definisi Matematika,
http://arinimath.blogspot.com./2008/02/definisi-matematika, html (diakses
tanggal 14 Desember 2009).
Anni, Catharina Tri, dkk, Psikologi Belajar, Semarang: UPT MKK UNNES,
2006
Aqib, Zainal, Penelitian Tindakan Kelas, Bandung:yrama widya, 2008
Bukit Karo-karo, Ulih, dkk, Metodologi Pengajaran, Salatiga: CV Saudara, 1981
Cunayah,Cucun,dkk, pelajaran matematika untuk SMP/MTs kelas VII, Bandung:
Yrama Widya,2007
Djamarah,Syaiful Bahri, Psikologi Belajar, Jakarta; Rineka Cipta, 2002
Ilham, Mengembangkan Keaktifan Belajar Peserta didik, http:// abangilham.
wordpress.com /2009/03/31/pentingnya-upaya-guru-dalam-
mengembangkan-keaktifan-belajar-peserta didik/. diakses tanggal 4
Agustus 2009 pada jam 09.00 WIB.
Kamisa, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Kartika,1997
Kasnadi, Hartono, , Taktik Mengajar, Semarang: IKIP Semarang Press,1989
Makmun, Abin Syamsuddin, Psikologi Kependidikan,Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2002
Majah, Ibnu, Sunan Ibnu Majah, Mesir : Darul Fikr, t.t.
Muslich, Masnur, KTSP Dasar Pemikiran dan Pengembangan,Jakarta: Bumi
Aksara, 2008
Mutadi, Pendekatan Efektif Dalam Pembelajaran Matematika,Jakarta:
PUSDIKLAT Tenaga Teknis Keagamaan-DEPAG, 2007
Nursidik, Pengaruh Pemberian PR Dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar
Matematika,http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/07/pengaruh-
pemberian-pr-dalam.html [30 des 2008]
Panitia Sertifikasi Guru Rayon XII, Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru
(PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, (semarang:UNNES, 2008
Purwanto, Ngalim, Prinsip-Prinsip dan Tehnik Evaluasi Pengajaran, Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2002
Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka cipta, 1991
Sanjaya, Wina,Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
Jakarta: kencana prenada media, 2008
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar, Jakarta: Rajagrafindo
Persada, 2001
Simanjuntak, Lisnawaty, dkk,Metode Mengajar Metematika, Jakarta:Rineka
Cipta,1993
Slameto,Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka
Cipta,1995
Sudjana, Metode Statistika, Bandung: Tarsito, 1996
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja
Rosdakarya,1999
_____, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar,Bandung : Sinar Baru algensindo,
1995
Suyitno, Amin, Pemilihan Model-Model Pembelajaran Dan Penerapannya Di
SMP, Bahan Ajar penelitian, Semarang: Universitas Negeri Semarang,
2004
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2005
Thomas, PR Apakah Perlu?
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/30/04305249/pr.apakah.perlu
[senin,30 maret 2009/04:30]
Umar, Muhammad Ali Hasan, Alhadis Lilmadrosatid Diniyyatil Awwaliyyah
juz2, Semarang:Toha Putera, 1992
Winkel, W.S.,Psikologi Pengajaran, Jakarta:Gramedia,1989
_____, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta: Gramedia, 1983
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Ifa Luthfia
Tempat Tanggal Lahir : Semarang, 30 Mei 1987
Alamat : Tapak Tugurejo 3/IV Tugu Semarang
Pendidikan Formal :
1. TK AL-Hidayah, Lulus tahun 1993
2. SDN Tugurejo 02 , Lulus tahun 1999
3. SMP N 18 Semarang, Lulus tahun 2002
4. MAN 1 Semarang, Lulus tahun 2005
Lampiran 1
SUBJEK PENELITIAN
KELAS VII B TAHUN PELAJARAN 2008/2009
No
.
Nama Jenis kelamin
L/P
Keterangan
1
Moch. Yanuar Abdillah
L Jumlah siswa = 36
2 Ahmad Nadir L Laki-laki= 19
3 Ahmad Sholeh L Perempuan = 17
4 Ahmad Thohirin L
5 Ali Maksum L
6 Anita Dwi Isnayati P
7 Ardika Danu Saputra L
8 Atina Fitriana P
9 Avinda Deviyanti P
10 Ayu Sofiana Putri P
11 Budi Purnomo L
12 Cintya Yulinda Putri P
13 Deni Fachrus Syakirin L
14 Doddy Ircham Pambudi L
15 Eko Aji Setiawan L
16 Eko Prasetiyo L
17 Eva Tri Rohmayani P
18 Ferri Rizki Ramadhan L
19 Khoirul Marom L
20 Lisa Umi Hanik P
21 M. Fatachul Alim L
22 Maftuchah P
23 Mar'atul Muazizah P
24 Melinda Gita Dewi P
25 Muchamad Nadhirin L
26 Muhammad Shidiq Ma'ani L
27 Rizki Surya Saputra L
28 Safa'atun Ulfa P
29 Siti Nur Qori'ah P
30 Soffi Wunaizzah P
31 Sri Bekti Sulasih P
32 Supiati Ainun Ni'mah P
33 Tutik Quratu Aini P
34 Umi Chabibah P
35 Hisyam Abdurrahman L
36 Subeki L
Lampiran 2
Lembar Observasi
Aktivitas Untuk Peserta Didik dalam Mengikuti Pembelajaran
Sekolah : MTs Fatahillah
Hari/ Tanggal :
Nama Siswa :
Petunjuk:
Berilah penilaian dengan tanda ( ) pada kolom yang sesuai dengan ketentuan
sebagai berikut.
Skor
No. Aspek Pengamatan
1 2 3 4
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan dan
mengumpulkan tugas (PR)
Ketuntasan dalam menyelesaikan tugas PR
Keaktifan peserta didik dalam mendiskusikan
lembar kerja siswa(LKS).
Kecekatan peserta didik dalam membentuk
kelompok.
Keseriusan peserta didik dalam berdiskusi.
Keaktifan dalam bertanya.
Keterampilan saat menjawab pertanyaan.
Keberanian peserta didik dalam menuliskan
jawaban soal di papan tulis
Kecakapan dalam mempresentasikan hasil diskusi
kelompok di depan kelas.
Kemampuan peserta didik dalam menarik
kesimpulan tentang solusi masalah yang dihadapi.
Keterangan:
Aspek A, skor 1: jika peserta didik tidak mengumpulkan PR
skor 2: jika peserta didik terlambat mengumpulkan PR, dan ada soal
yang tidak dikerjakan
skor3: jika peserta didik mengumpulkan PR tepat waktu, tapi ada soal
yang tidak dikerjakan.
Skor 4: jika peserta didik mengumpulkan PR tepat waktu, dan seluruh
soal dikerjakan semua.
Aspek B,skor 1: jika nilai rata-rata PR 40
Skor 2: jika nilai rata-rata PR 41-60
Skor 3: jika nilai rata-rata PR 61-80
Skor 4: jika nilai rata-rata PR 81
Aspek C,skor 1: mengikuti diskusi, namun bermain sendiri.
Skor 2: mengikuti diskusi, diam dan tidak berpendapat
Skor 3: mengikuti diskusi, sedikit berpendapat
Skor 4: aktif berdiskusi
Aspek D,skor 1: tidak cekatan
Skor 2: kurang cekatan
Skor 3:cukup cekatan
Skor 4: sangat cekatan
Aspek E,skor 1: ramai sendiri
Skor 2: kurang serius, tidak berpendapat tapi tenang
Skor 3: serius, namun kurang berpendapat
Skor 4: serius, tenang, berpendapat.
Aspek F, skor 1: tidak bertanya sama sekali.
Skor 2: bertanya, tapi malu, dan takut
Skor 3: Bertanya cukup sering
Skor 4: sering bertanya
Aspek G, skor 1: tidak terampil
Skor 2: menjawab tapi salah
Skor 3: menjawab tapi kurang tepat
Skor 4; menjawab dan benar
Aspek H, skor 1: tidak berani menulis
Skor 2: berani menulis tapi dipaksa
Skor 3; berani menulis dan tidak dipaksa
Skor 4: berani menulis dan terlihat antusias.
Aspek I, skor 1: tidak maju dan tidak ingin maju
Skor 2: tidak maju tapi punya keinginan untuk maju
Skor 3:maju tapi dipaksa
Skor 4: cakap
Aspek J, skor 1: tidak cakap
Skor 2: kurang cakap
Skor 3: cukup cakap
Skor 4: cakap
Lampiran 3
LEMBAR OBSERVASI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN
Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil
Belajar Matematika Pada Materi Pokok Segiempat
Sekolah : MTs Fatahillah
Hari/ Tanggal :
Nama Guru :
Jam Ke :
Tindak mengajar
Pelaksanaan No Aspek pengamatan
Ya Tidak
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Guru membuka pelajaran, mengkondisikan kelas dan
memberi apersepsi
Guru membimbing peserta didik dalam diskusi
kelompok.
Guru melatih peserta didik untuk bekerja secara
kelompok.
Guru memberikan bimbingan baik pada individual
maupun kelompok yang mengalami kesulitan.
Guru memberikan motivasi peserta didik untuk
menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.
Guru memberikan penghargaan terhadap kelompok
yang berhasil mendiskusikan Lembar Kerja Siswa dan
memberikan motivasi kelompok yang dipandang
kurang berhasil dalam mendiskusikan Lembar Kerja
Siswa
Guru memfasilitasi pembahasan PR
Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang
diajarkan pada pertemuan tersebut
Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada
peserta didik
10.
11.
12.
Guru memberikan motivasi pada peserta didik untuk
mengerjakan PR
Guru melakukan evaluasi pembelajaran sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk
mengerjakan PR dan aktif dalam kegiatan pembelajaran
p
l
Lampiran 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PRA SIKLUS
Sekolah : MTs Fatahillah
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/2
Alokasi waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan).
Standar Kompetens : Memahami konsep segiempat dan segitiga serta
menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar : 6.3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan
segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah
Indikator :
1. Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang
2. Menemukan rumus keliling dan luas persegi panjang
3. Menghitung keliling dan luas daerah persegi panjang.
A. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang
2. Peserta didik dapat menemukan rumus keliling dan luas daerah persegi panjang
3. Peserta didik dapat menghitung keliling dan luas daerah persegi panajng dengan
menggunakan rumus
B. Materi Pokok pembelajaran
Persegi Panjang
Sifat-sifat persegi panjang:
4) Sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar ( // )
5) Kedua diagonal sama panjang dan saling berpotongan dan membagi
dua diagonal sama panjang
6) Keempat sudutnya siku-siku.
Keliling dan Luas persegi panjang
K = 2(p+l)
L = p x l
C. Model Pembelajaran
Ceramah, Diskusi, dan Tanya jawab
D.Langkah Pembelajaran:
Keterangan : K = Kasikal, I = individu
E. Media, Sarana dan Sumber Belajar.
1. Media Belajar :
LKS 1 (Lembar Kerja Siswa).
2. Sarana Belajar : Penggaris, kapur/spidol, penghapus dan papan tulis.
3. Sumber Belajar :
a. Buku Paket Matematika SMP kelas VII, dari Pemerintah Kota.
Pengorganisasian
No Kegiatan pembelajaran Peserta
didik
Waktu
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Pendahuluan :
Apersepsi:
Guru memberikan salam kepada semua
peserta didik
Guru mengadakan presensi terhadap
kehadiran peserta didik
Guru memberikan motivasi kepada peserta
didik
Kegiatan Inti :
Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari
4 5 siswa
Guru memberikan lembar kerja kepada siswa.
Setiap kelompok mendiskusikan untuk
mengisi lembar kerja
Perwakilan dari kelompok mempresentasikan
hasil diskusi
Guru bersama siswa mengkoreksi hasil
diskusi, sekaligus pandalaman materi.
Bagi siswa yang belum paham dapat bertanya
agar dapat memahaminya
Penutup :
Siswa diminta merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari itu.
Guru memberikan PR tentang soal-soal materi
selanjutnya, yaitu jajargenjang.
K
K
I
K
I
K
15 menit
15 menit
10 menit
15 menit
10 menit
15 menit
b. Buku Matematika untuk SMP/MTs kelas VII, penerbit YRAMA
WIDYA.
F. Penilaian :
1. Prosedur Tes:
a. Tes Awal : Ada
b. Tes Proses : Ada
c. Tes Akhir : Ada
2. Jenis Tes:
a. Tes Awal : lisan
b. Tes Proses : pengamatan
c. Tes Akhir : Pilihan ganda dan Uraian
3. Alat Tes: Terlampir
Semarang, 18 Mei 2009
Guru Mapel matematika Peneliti
Slamet Santoso, S.Si Ifa Luthfia
NIM. 3105112
E
A
B
C D
16cm
A B
C D
x
Lampiran 5
Lembar Pretes
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. pernyataan yang benar adalah...
a. persegi panjang adalah segiempat yang sisi-sisi yang berhadapan
sama panjang dan sejajar
b. persegi panjang adalah bangun yang dibatasi empat sisis garis
lurus
c. persegi panjang adalah segiempat yang mempunyai dua sisi yang
sama panjang.
d. Persegi panjang adalah segiempat yang dua sudutnya 90
0
2. Pernyataan tentang diagonal persegi panjang yang benar adalah...
a. berpotongan tegak lurus
b. membagi dua persegi panjang menjadi dua segitiga yang siku-siku
c. membagi dua sama panjang
d. berpotongan membagi daerah persegi panjang menjadi empat
daerah yang luasnya sama
3. keliling suatu persegi panjang adalah 36 cm. Lebar persegi panjang itu 8
cm. Luas persegi panjang itu adalah....
a. 64 cm
2
c. 80 cm
2
b. 72 cm
2
d. 70 cm
2
4. panjang BE pada persegi panjang
disamping 7 cm. Maka panjang diagonal
AC = ...
a. 7 cm c. 13 cm
b. 12 cm d. 14 cm
5. luas persegi panjang ABCD =
192 cm
2
.jika panjang AB =
16cm, dan BC = x. Maka
panjang diagonalnya
adalah.......
a. 25 cm
b. 20 cm
c. 15 cm
d. 10 cm
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Pak tono akan menjual sawah, keliling sawah pak tono 240 m. jika
panjang sawah pak tono 70 m, dan harga setiap m
2
adalah 25.000, maka
berapa uang pak tono dari hasil menjual sawahnya?
2. Seorang atlet sedang berlari mengelilingi lapangan yang berbentuk
persegi panjang, panjang lapangan itu 150 m dan lebar 70 m. Bila atlet
berlari mengelilingi lapangan sebanyak tiga kali. Berapa meterkah jarak
yang ditempuh atlet tersebut?
Lampiran 6
PEMBAHASAN PRETES
I.
1. -Pernyataan A (Benar)
-Pernyataan B (Salah)
-Pernyataan C (Salah)
-Pernyataan D (Salah), Sehingga jawaban yang benar adalah A.
2. - Pernyataan A (Salah)
- Pernyataan B (Salah)
- Pernyataan C (Benar)
- Pernyataan D (Salah), Sehingga jawaban yang benar adalah C.
3. Diket : Kell = 36
Luas = 8 cm
Ditanya :Luas ?
Jawab: Kell = 2 (P + l)
36 = 2 (P + 8)
36 = 2P + 16
2P = 20
P = 10
Luas = P x l
= 10 x 8
= 80 cm
2
Jadi jawaban yang benar adalah C
4. Diketahui: BE = 7cm
Ditanya: panjang AC ?
Jawab : AC = 2 x Panjang BE
AC = 2 x 7
= 14 , jadi jawaban yang benar adalah (D)
5. Diketahui: Luas = 192
AB = 16cm
BC = x
Ditanya : Panjang diagonal?
Jawab :
Luas = AB . BC
192 = 16 . (x)
x =
16
192
= 12
panjang diagonal =
2 2
BC AB +
=
2 2
12 16 +
= 144 256 +
= 400
= 20
Jadi jawaban yang benar adalah (B)
II.
1. Diketahui : kell = 240 m
p = 70 m
harga sawah = 25.000/m
2
Ditanya : uang hasil menjual sawah?
Jawab: kell = 2 (p+l) L = p x l
240 = 2 (70 +l) = 70 x 50
240 = 140 + 2l = 3500
100 = 2 l
l = 50
uang hasil penjualan sawah = 3500 x 25.000
= 87.500.000
Jadi uang hasil penjualan sawah pak Tono sebesar Rp. 87.500.000
2. Diketahui : P = 150 cm
l = 70 cm
keliling 3 kali putaran
Ditanya:jarak yang ditempuh?
Jawab: Keliling = 2 ( p +l)
= 2(150 + 70)
= 2(220)
= 440
jarak yang ditempuh = 3(440)
= 1320 m.
Jadi, jarak yang ditempuh sejauh 1320 m
Lampiran 7
DAFTAR NILAI TES PRA SIKLUS
KELAS VII B
No Nama peserta didik Nilai
Keterangan
1 Moch. Yanuar Abdillah 40 TIDAK TUNTAS
2 Ahmad Nadir 40 TIDAK TUNTAS
3 Ahmad Sholeh 45 TIDAK TUNTAS
4 Ahmad Thohirin 60 TUNTAS
5 Ali Maksum 60 TUNTAS
6 Anita Dwi Isnayati 55 TIDAK TUNTAS
7 Ardika Danu Saputra 30 TIDAK TUNTAS
8 Atina Fitriana 60 TUNTAS
9 Avinda Deviyanti 75 TUNTAS
10 Ayu Sofiana Putri 50 TIDAK TUNTAS
11 Budi Purnomo 50 TIDAK TUNTAS
12 Cintya Yulinda Putri 50 TIDAK TUNTAS
13 Deni Fachrus Syakirin 55 TIDAK TUNTAS
14 Doddy Ircham Pambudi 30 TIDAK TUNTAS
15 Eko Aji Setiawan 50 TIDAK TUNTAS
16 Eko Prasetiyo 70 TUNTAS
17 Eva Tri Rohmayani 60 TUNTAS
18 Ferri Rizki Ramadhan 50 TIDAK TUNTAS
19 Khoirul Marom 50 TIDAK TUNTAS
20 Lisa Umi Hanik 45 TIDAK TUNTAS
21 M. Fatachul Alim 60 TUNTAS
22 Maftuchah 65 TUNTAS
23 Mar'atul Muazizah 40 TIDAK TUNTAS
24 Melinda Gita Dewi 45 TIDAK TUNTAS
25 Muchamad Nadhirin 45 TIDAK TUNTAS
26 Muhammad Shidiq Ma'ani 70 TUNTAS
27 Rizki Surya Saputra 45 TIDAK TUNTAS
28 Safa'atun Ulfa 60 TUNTAS
29 Siti Nur Qori'ah 65 TUNTAS
30 Soffi Wunaizzah 75 TUNTAS
31 Sri Bekti Sulasih 60 TUNTAS
32 Supiati Ainun Ni'mah 60 TUNTAS
33 Tutik Quratu Aini 65 TUNTAS
34 Umi Chabibah 60 TUNTAS
35 Hisyam Abdurrahman 45 TIDAK TUNTAS
36
Subeki 60 TUNTAS
Jumlah 1945
Rata-rata 54.027
Keterangan :
Rata-rata (x) =

P
N
= 027 . 54
36
1945
= =
Persentase Ketuntasan Klasikal = % 100
36
x
T

2 . 47 % 100
36
17
= = x %
Semarang, 20 Mei 2010
Peneliti Guru Mapel Matematika
Ifa Luthfia Slamet Santoso, S.Si
A
C
B
D
O
Lampiran 8
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I (Pertemuan ke-1)
Sekolah : MTs Fatahillah
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/2
Alokasi waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan).
Standar Kompetens : Memahami konsep segiempat dan segitiga serta
menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar : 6.3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan
segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah
Indikator :
1. Mengidentifikasi sifat-sifat jajargenjang
2. Menemukan rumus keliling jajargenjang
3. Menghitung keliling jajargenjang
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui metode penugasan peserta didik dapat memperdalam konsep
tentang sifat-sifat jajargenjang
2. Peserta didik dapat menemukan rumus keliling Jajargenjang
3. Melalui metode penugasan peserta didik dapat termotivasi untuk belajar
tentang sifat-sifat dan menghitung keliling jajargenjang
B. Materi Pokok pembelajaran
Jajargenjang
Sifat-sifat jajargenjang:
5) Sisi-sisi yang berhadapan sama
panjang dan sejajar.
AB // CD, BC // AD
6) Sudut-sudut yang berhadapan
sama besar
A = C, dan B = D
7) Jumlah sudut-sudut yang berdekatan adalah 180
0
A + B =180
0
C + D =180
0
B + C =180
0
D + A =180
0
q
p
A
D C
B
8) kedua diagonal saling
berpotongan membagi diagonal
menjadi dua sama panjang
AO = CO, dan BO = DO
Keliling Jajargenjang
K = p + q + p + q
= 2 x (p + q)
Contoh soal:
Perhatikan jajargenjang ABCD disamping!
Jika panjang BC=6cm dan AB : BC= 4:3, maka
berapakah kelilingnya?
Jawab:
AB : BC = 4 : 3
AB : 6 = 4 : 3
AB = 6
3
4
= 8
Keliling ABCD = 2( AB + BC)
= 2(8+ 6)
= 2 (14)
= 28
Jadi, kelilingnya adalah 28 cm.
C. Model Pembelajaran
Pemberian tugas, diskusi, dan tanya jawab
D. Langkah Pembelajaran:
Pengorganisasian
No Kegiatan pembelajaran Peserta
didik
Waktu
1.
2.
3.
4.
Pendahuluan :
Apersepsi:
Guru memberikan salam kepada semua
peserta didik
Guru mengadakan presensi terhadap
kehadiran peserta didik
Guru mengulang sedikit materi sebelumnya
PR dikumpulkan
K
I
12 menit
3 menit
Keterangan : K = Kasikal, I = individu
E. Media, Sarana dan Sumber Belajar.
1. Media Belajar :
LKS 1 (Lembar Kerja Siswa).
2. Sarana Belajar : Penggaris, kapur/spidol, penghapus dan papan tulis.
3. Sumber Belajar :
a. Buku Paket Matematika SMP kelas VII, dari Pemerintah Kota.
b. Buku Matematika untuk SMP/MTs kelas VII, penerbit YRAMA
WIDYA.
F. Penilaian :
1. Prosedur Tes:
a. Tes Awal : Tidak Ada
b. Tes Proses : Ada
c. Tes Akhir : Ada
2. Jenis Tes:
a. Tes Awal : -
b. Tes Proses : Uraian
c. Tes Akhir : Pilihan ganda dan Uraian
3. Alat Tes: Terlampir
Semarang, 25 Mei 2009
Guru Mapel matematika Peneliti
Slamet Santoso, S.Si Ifa Luthfia
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Kegiatan Inti :
Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari
4 5 siswa
Guru memberikan lembar kerja kepada siswa.
Setiap kelompok berdiskusi untuk mengisi
lembar kerja
Perwakilan dari kelompok mempresentasikan
hasil diskusi
Kelompok lain menanggapi presentasi
Pembahasan PR sekaligus pendalaman materi
Penutup :
Siswa diminta merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari itu.
Guru memberikan PR tentang soal-soal materi
selanjutnya, yaitu menemukan rumus dan
menghitung luas jajargenjang
K
K
G
I
I
K
K
5 menit
15 menit
10 menit
5 menit
20 menit
10 menit
t
a
t t
a
Gambar 1
Gambar 2
NIM. 3105112
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I (Pertemuan ke-2)
Sekolah : MTs Fatahillah
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/2
Alokasi waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan).
Standar Kompetens : Memahami konsep segiempat dan segitiga serta
menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar : 6.3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan
segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah
Indikator : 1. Menemukan rumus luas jajargenjang
2. Menghitung luas daerah jajargenjang
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui metode penugasan peserta didik dapat memperdalam konsep
tentang luas jajargenjang
2. Peserta didik dapat menemukan rumus luas daerah Jajargenjang
3. Melalui metode penugasan peserta didik memiliki keterampilan
4. menghitung luas daerah jajargenjang
B. Materi Pokok Pembelajaran
Luas jajargenjang
5. Perhatikan Gambar (1)
a. Bangun datar diatas adalah jajargenjang
b. Alasnya= 5 satuan
c. tingginya = 3 satuan
6. Gambar (1) diubah dengan sedemikian rupa menjadi bangun (2)
7. Perhatikan Gambar (2)
a. Bangun datar yang terbentuk adalah persegi panjang
b. Panjangnya 5 satuan
c. Lebarnya 3 satuan
8. Bangun datar pada gambar (1) dan gambar (2) adalah sama
Jadi : Luas gambar (1) = Luas gambar (2)
= Luas daerah persegi panjang
= p x l
= 5 x 3
= 15 satuan
L = a x t
Contoh soal: Luas daerah jajargenjang ABCD adalah 42
2
1
cm
2
. Jika tingginya
5 cm, berapakah alas jajargenjang?
Jawab:
Diketahui, L = 42
2
1
cm
2
dan t = 5 cm
L = a x t
42
2
1
= a x 5
a =
5
42
2
1
=
5
2
85
= 5 8
10
85
5 2
85
= =

C. Model Pembelajaran
Pemberian tugas, diskusi, dan tanya jawab
D. Langkah Pembelajaran:
Pengorganisasian
No Kegiatan pembelajaran Peserta
didik
Waktu
1.
2.
3.
4.
Pendahuluan :
Apersepsi:
Guru memberikan salam kepada semua
peserta didik
Guru mengadakan presensi terhadap
kehadiran peserta didik
Guru mengulang sedikit materi sebelumnya
PR dikumpulkan
K
I
12 menit
3 menit
Keterangan : K = Kasikal, I = individu
E. Media, Sarana dan Sumber Belajar.
1. Media Belajar : LKS 1 (Lembar Kerja Siswa).
2. Sarana Belajar : Penggaris, kapur/spidol, penghapus dan papan tulis.
3. Sumber Belajar :
a. Buku Paket Matematika SMP kelas VII, dari Pemerintah Kota.
b. Buku Matematika untuk SMP/MTs kelas VII, penerbit YRAMA
WIDYA.
F. Penilaian :
1. Prosedur Tes:
a. Tes Awal : Tidak Ada
b. Tes Proses : Ada
c. Tes Akhir : Ada
2. Jenis Tes:
a. Tes Awal : -
b. Tes Proses : Pengamatan
c. Tes Akhir : Pilihan ganda dan Uraian
3. Alat Tes: Terlampir
Semarang, 27 Mei 2009
Guru Mapel matematika Peneliti
Slamet Santoso, S.Si Ifa Luthfia
NIM. 3105112
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Kegiatan Inti :
Perwakilan siswa menuliskan jawaban PR di
papan tulis
Siswa lain dan guru mengkoreksi jawaban PR
yang telah ditulis
Dengan sarana LKS guru menyampaikan
pendalaman materi
Bagi siswa yang belum paham dapat bertanya
agar dapat memahaminya
Pemberian soal evaluasi pada siswa.
Siswa mengerjakan evaluasi.
Penutup :
Mengumpulkan hasil evaluasi.
Guru memberikan PR materi selanjutnya,
yaitu belah ketupat.
I
K
K
K
K
K
5 menit
10 menit
15 menit
5 menit
20 menit
5 menit
A
D C
B
O
Lampiran 9
K elompok
Lembar K er ja Si swa (LK S) si klus I 1.
2.
3.
4.
5.
M enemukan Si fat si fat jajar genjang
Perhatikan gambar diatas!
Untuk lebih memahami Sifat-sifat jajar genjang, lengkapilah lembar kerja berikut
ini!
1. Sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar( // )
AB = ..., BC = ....
AB// CD, ...//...
2. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar
A = dan B = .
3. Dua sudut yang berdekatan saling berpelurus
Ukurlah A, B ,C , dan D!
A + B = 180
0
B + C = ...
... + ... = ... ... + ... = ...
C + D = A + D = 180
0
... + ...= ... ... + ... = ...
4. Diagonal jajargenjang saling membagi dua sama panjang
Dengan penggaris ukurlah panjang AO =..., CO =..., BO = , DO =
Apakah panjang AO sama dengan CO ?
Apakah panjang BO sama dengan DO?
Jadi, sifat sifat jajargenjang :
A
D C
B
q
p
l
p
t
aa t
t t
aa t
Gambar 1
1.....................................................................................
2....................................................................................
3.....................................................................................
4.....................................................................................
M enemukan r umus keli li ng jajar an genjang
Perhatikan gambar dibawah ini dan isilah titik-titik dibawah ini!
Keliling jajaran genjang adalah jumlah panjang sisinya.
Lihat gambar jajaran genjang diatas, mengingat sifat jajargenjang yang
pertama, maka panjang AB = dan BC =, jika panjang AB =p dan BC =q
sehingga Keliling ABCD =. + + +
= + + +
=2 x ( + )
Simpulan:
Untuk setiap jajaran genjang ABCD jika keliling K, maka K =2 x ( +)
M enemukan Luas daer ah J ajar an Genjang
I ngatkah K ali an?
Sebuah persegi panjang dengan panjang (p),
lebar (l) dan luas (L) maka luas daerah persegi
panjang adalah
L = .. x
Kerjakan langkah-langkah kerja dibawah ini dengan baik dan
benar!
Gambar 2
1. Perhatikan Gambar (1)
a. Bangun datar apakah diatas?
b. Berapa alasnya? . satuan
c. Berapa tingginya ? .. satuan
2. Gambar (1) diubah dengan sedemikian rupa menjadi bangun (2) !
3. Perhatikan Gambar (2)
a. Bangun datar apakah yang terbentuk?
b. Berapa panjangnya? . satuan
c. Berapa lebarnya ? .. satuan
4. Apakah luas bangun datar pada bangun (1) sama dengan gambar (2) ? .....
Jadi : Luas gambar (1) = Luas gambar (2)
Luas daerah... = Luas daerah ....
= .... x ....
= ...x .....
= .... satuan
Simpulan : J ika sebuah J ajaran Genjang dengan alas(a),
tinggi (t), dan luas daerah (L ), maka, L = .... x .....
Lampiran 10
Pembagian Kelompok Siklus I
Kelompok 1:
1. Moch. Yanuar Abdillah
2. Anita Dwi Isnayati
3. Ali Maksum
4. Ahmad Nadir
Kelompok 2:
1. Tutik Quratu Aini
2. Umi Chabibah
3. Ayu Sofiana Putri
4. Avinda Deviyanti
Kelompok 3:
1. Ahmad Sholeh
2. Ahmad Thohirin
3. Budi Purnomo
4. Doddy Ircham Pambudi
Kelompok 4:
1. Atina Fitriana
2. Cintya Yulinda Putri
3. Eva Tri Rohmayani
4. Melinda Gita Dewi
Kelompok 5:
1. Deni Fachrus Syakirin
2. Eko Aji Setiawan
3. Eko Prasetiyo
4. Ferri Rizki Ramadhan
Kelompok 6 :
1. Khoirul Marom
2. Muhammad Shidiq Ma'ani
3. Rizki Surya Saputra
4. Muchamad Nadhirin
Kelompok 7:
1. Lisa Umi Hanik
2. Hisyam Abdurrahman
3. Subeki
4. M. Fatachul Alim
Kelompok 8 :
1. Maftuchah
2. Mar'atul Muazizah
3. Safa'atun Ulfa
4. Siti Nur Qori'ah
Kelompok 9:
1. Soffi Wunaizzah
2. Supiati Ainun Ni'mah
3. Sri Bekti Sulasih
4. Ardika Danu Saputra
Lampiran 11
Tugas Rumah (PR) Siklus I (pertemuan 1)
Petunjuk :
a. Bacalah basmasah sebelum mengerjakan.
b. Dianjurkan membuka buku dari beberapa sumber.
c. Boleh dikerjakan individu maupun kelompok
Kerjakan dengan baik dan benar!
1. Pada jajar genjang PQRS diketahui P = (3x + 2 ) dan S = (x + 30 ).
Tentukan Nilai x , sudut P dan S!
2. Pada jajar genjang ABCD diketahui panjang AB = ( 3m +5 ) cm dan CD = (
m + 8)cm. Jika keliling jajar genjang ABCD = 58 cm. Tentukan nilai m,
panjang AB dan CD!
Tugas Rumah (PR) Siklus I (pertemuan 2)
Petunjuk :
a. Bacalah basmasah sebelum mengerjakan.
b. Dianjurkan membuka buku dari beberapa sumber.
c. Boleh dikerjakan individu maupun kelompok
Kerjakan dengan baik dan benar!
1. Diketahui PQRS adalah suatu jajar genjang dengan diagonal PR dan QS yang
berpotongan di titik T. Jika PQ = (x +5 ) cm, SR = (3x -3 )cm QR = (2x 2 )
cm maka hitung :
a. Nilai x
b. Luas PQRS jika tinggi 5 cm
c. Keliling PQRS
2. Atap sebuah rumah akan diberi genteng berbentuk jajar genjang dengan
panjang alas 30 m dan tinggi 20 m. Jika luas atap 120 m
2
. Berapa banyak
minimum genteng yang dibutuhkan?
P
S
R
Q
(3x+2)
(x+30
)
A B
(3m+5)
(m+8)
C
D
Lampiran 12
Pembahasan PR Siklus I pertemuan 1
1. Diketahui:
P = (3x + 2 )
S = (x + 30 )
Ditanya: nilai x, P, danS?
Jawab:
Sudut yang berdekatan bejumlah 180(Sifat jajargenjang)
P+S = 180
0
(3x + 2 ) + (x + 30 ) = 180
0
4x +32 = 180
0
4x = 180
0
x = 45
0
Jadi nilai x = 45
0
, subtitusikan x
P = 3x + 2 S = x + 30
= 3(45) + 2 = 45 +30
= 135 + 2 = 75
= 137
Jadi, P = 137
0
danS = 75
0
2. Diketahui:
AB = (3m + 5 ) cm
BC = (m + 8 ) cm
Keliling ABCD = 58 cm
Ditanya: nilai m, panjang AB danBC?
Jawab:
Keliling = 2 (AB + BC)
58 = 2(3m + 5 + m + 8)
58 = 2(4m + 13)
58 = 8m + 26
8m = 58 26
8m = 32
m = 4
subtitusikan m,
AB = (3m + 5 ) BC = (m + 8 ) cm
= 3(4) + 5 = 4 +8
= 12 +5 = 12
= 17
Jadi, Panjang AB = 17cm, dan panjang BC = 12 cm.
A
D C
B
Lampiran 13
Lembar Soal Tes Evaluasi siklus I
I. Pilihlah jawaban yang paling benar!
1. Dari pernyataan berikut ini:
(1) sisi sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar
(2) diagonal-diagonalnya sama panjang dan saling tegak lurus
(3) sudut-sudut yang berhadapan sama besar
(4) jumlah sudut yang berdekatan adalah 180
0
yang merupakan sifat-sifat jajaran genjang adalah?
b. (1), (2), (3) c. (1), (3), (4)
c. (1), (2), (4) d. (2), (3), (4)
2. Pada gambar disamping diketahui jajaran genjang ABCD dengan A :
B = 17 : 28. besar A = ...
a.51
0
b.68
0
c.70
0
d.85
0
3. Pada jajar genjang PQRS diketahui panjang PQ = (3m +5)cm dan QR =
(m+8)cm. Jika keliling jajar genjang PQRS = 58 cm, maka nilai m
adalah...
a. 6 c. 3
b. 5 d. 4
4. Sebuah jajar genjang mempunyai panjang sisi 21cm dan 15cm. Berapakah
kelilingnya?
a. 72 cm c. 102 cm
b. 82 cm d. 54 cm
5. Bila diketahui tinggi jajar genjang = 7 cm dan panjang alas = 13 cm.
Berapakah luas jajar genjang?
a. 90cm
2
c. 92 cm
2
b. 91cm
2
d. 93 cm
2
II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Diketahui sebuah jajar genjang dengan ukuran sebagai berikut!
No Alas Tinggi Keliling Luas
a. 12 cm 16 cm ... cm ... cm
2
b. ... cm 8 cm ... cm 36 cm
2
A B
(3m+5)
(m+8)
C
D
c. 9 cm ... cm ... cm 108 cm
2
2. Atap sebuah rumah akan diberi genteng berbentuk jajar genjang dengan
panjang alas 20 cm dan tinggi 16 cm. Jika luas atap 192 m
2
. Berapa
banyak genteng yang dibutuhkan?
Lampiran 14
PEMBAHASAN SOAL EVALUASI SIKLUS I
I.
1. Pernyataan berikut ini:
(1) sisi sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar(benar)
(2) diagonal-diagonalnya sama panjang dan saling tegak lurus( salah)
(3) sudut-sudut yang berhadapan sama besar(benar)
(4) jumlah sudut yang berdekatan adalah 180
0
(benar)
jadi, jawaban yang benar adalah C, yaitu (1,3,4)
2. Pada gambar disamping diketahui jajaran genjang ABCD dengan A
: B = 17 : 28. besar A = ...
A dan B adalah sudut yang berdekatan, menurut sifatnya jumlah
sudut yang berdekatan adalah 180
0
.
Misalkan A =17x, B = 28x, berarti A + B = 180
0
17x + 28x = 180
0
45x = 180
0
x = 4
A =17x = 17(4) = 68, jadi, jawaban yang benar adalah B
3. Diketahui:
AB = (3m + 5 ) cm
BC = (m + 8 ) cm
Keliling ABCD = 58 cm
Ditanya: nilai m, panjang AB danBC?
Jawab:
Keliling = 2 (AB + BC)
58 = 2(3m + 5 + m + 8)
58 = 2(4m + 13)
58 = 8m + 26
8m = 58 26
8m = 32
m = 4
jadi, jawaban yang benar adalah D
4. Diketahui:
P = 21cm dan q = 15cm.
Ditanya:Berapakah kelilingnya?
Jawab:
K = 2 (p+q)
= 2 (21 +15)
= 2 ( 36)
= 72 cm, jadi, jawaban yang benar adalah A
5. Diketahui:
alas = 13cm dan tinggi = 7cm.
Ditanya:Berapakah luasnya?
Jawab:L = a x t
= 13 x 7
= 91, jadi, jawaban yang benar adalah B
II.
1. Lengkapilah tabel dibawah ini
No Alas Tinggi Keliling Luas
a. 12 cm 16 cm 64 192 cm
2
b. 6 8 cm 32 36 cm
2
c. 9 cm 12 54 cm 108 cm
2
a. Alas = 12cm, tinggi = 16cm, sisi miring =
2 2
16 12 +
= 256 144 +
= 256 144 +
= 400
= 20
Keliling = 2(alas+sisimiring) =2 (12 + 20) = 2 (32) = 64
Luas = 12 x 16 = 192 cm
2
b. tinggi = 8 cm, Luas = 36cm. Alas =
tinggi
luas
=
8
36
= 6cm
sisi miring =
2 2
8 6 + = 100 64 36 = + = 10 cm
keliling = 2(alas+sisimiring) = 2 (6 +10) = 2 (16) = 32 cm
c. alas = 9 cm, Luas = 108 cm
2
, tinggi =
tinggi
luas
=
9
108
= 12 cm
sisi miring = 225 81 144 9 12
2 2
= + = + = 15
Keliling = 2(alas+sisimiring) = 2 (12 +15) = 2 (27) = 54 cm
2. Diketahui: luas atap 192 m
2
, akan di beri genteng berbentuk jajar genjang
dengan panjang alas 20 cm, dan tinggi 16 cm
Ditanya : banyak genteng yang dibutuhkan ?
Jawab :
Luas jajar genjang = a x t
= 20 x 16
= 320 cm
2
Luas atap adalah 192 m
2
atau 1920000cm
2
Banyak genteng yang dibutuhkan =
enjang jaj luas
atap luas
arg
=
320
1920000
= 6000
Jadi, banyaknya genteng yang dibutuhkan sebanyak 6000 buah.
Lampiran 15
PENSEKORAN SOAL-SOAL EVALUASI SIKLUS I
1. Skor 10 untuk soal evaluasi yang pilihan ganda bernomor 1,2,3,4,5
2. Skor 25 untuk soal evaluasi yang uraian bernomor 1 dan 2
Keterangan Rumus :
Rata-rata (x) =

P
N
Nilai (N) =skor soal pilihan ganda +skor soal uraian
Persentase Ketuntasan Klasikal = % 100 x
P
T

Keterangan :
N = Nilai Peserta Didik
P = Peserta Didik
T = Peserta Didik yang Tuntas
Lampiran 16
DAFTAR NILAI TES EVALUASI SIKLUS I
KELAS VII B
No
Nama peserta didik Nilai
Keterangan
1 Moch. Yanuar Abdillah 55 TIDAK TUNTAS
2 Ahmad Nadir 50 TIDAK TUNTAS
3 Ahmad Sholeh 60 TUNTAS
4 Ahmad Thohirin 40 TIDAK TUNTAS
5 Ali Maksum 95 TUNTAS
6 Anita Dwi Isnayati 50 TIDAK TUNTAS
7 Ardika Danu Saputra 45 TIDAK TUNTAS
8 Atina Fitriana 90 TUNTAS
9 Avinda Deviyanti 75 TUNTAS
10 Ayu Sofiana Putri 55 TIDAK TUNTAS
11 Budi Purnomo 75 TUNTAS
12 Cintya Yulinda Putri 100 TUNTAS
13 Deni Fachrus Syakirin 40 TIDAK TUNTAS
14 Doddy Ircham Pambudi 45 TIDAK TUNTAS
15 Eko Aji Setiawan 85 TUNTAS
16 Eko Prasetiyo 80 TUNTAS
17 Eva Tri Rohmayani 55 TIDAK TUNTAS
18 Ferri Rizki Ramadhan 55 TIDAK TUNTAS
19 Khoirul Marom 30 TIDAK TUNTAS
20 Lisa Umi Hanik 65 TUNTAS
21 M. Fatachul Alim 80 TUNTAS
22 Maftuchah 80 TUNTAS
23 Mar'atul Muazizah 70 TUNTAS
24 Melinda Gita Dewi 90 TUNTAS
25 Muchamad Nadhirin 60 TUNTAS
26 Muhammad Shidiq Ma'ani 95 TUNTAS
27 Rizki Surya Saputra 70 TUNTAS
28 Safa'atun Ulfa 50 TIDAK TUNTAS
29 Siti Nur Qori'ah 65 TUNTAS
30 Soffi Wunaizzah 80 TUNTAS
31 Sri Bekti Sulasih 100 TUNTAS
32 Supiati Ainun Ni'mah 80 TUNTAS
33 Tutik Quratu Aini 80 TUNTAS
34 Umi Chabibah 80 TUNTAS
35 Hisyam Abdurrahman 80 TUNTAS
36 Subeki 75 TUNTAS
Jumlah
2480
Rata-rata 68.88889
Keterangan :
Rata-rata (x) =

P
N
= 89 . 68
36
2480
= =
Persentase Ketuntasan Klasikal = % 100
36
x
T

67 . 66 % 100
36
24
= = x %
Semarang, 27 Mei 2009
Peneliti Guru Mapel Matematika
Ifa Luthfia Slamet Santoso, S.Si
Lampiran 17
Nilai PR Siklus I
Nilai
NO Nama
pertemuan1 pertemuan 2
rata-rata
1 Moch. Yanuar Abdillah 0 0 0
2 Ahmad Nadir 0 0 0
3 Ahmad Sholeh 0 35 17.5
4 Ahmad Thohirin 40 40 40
5 Ali Maksum 50 75 62.5
6 Anita Dwi Isnayati 35 65 50
7 Ardika Danu Saputra 0 0 0
8 Atina Fitriana 40 70 55
9 Avinda Deviyanti 50 50 50
10 Ayu Sofiana Putri 40 40 40
11 Budi Purnomo 60 60 60
12 Cintya Yulinda Putri 65 55 60
13 Deni Fachrus Syakirin 40 40 40
14 Doddy Ircham Pambudi 0 0 0
15 Eko Aji Setiawan 50 70 60
16 Eko Prasetiyo 45 75 60
17 Eva Tri Rohmayani 50 70 60
18 Ferri Rizki Ramadhan 0 45 22.5
19 Khoirul Marom 0 0 0
20 Lisa Umi Hanik 65 60 62.5
21 M. Fatachul Alim 50 70 60
22 Maftuchah 70 70 70
23 Mar'atul Muazizah 70 70 70
24 Melinda Gita Dewi 45 45 45
25 Muchamad Nadhirin 0 45 22.5
26 Muhammad Shidiq Ma'ani 60 65 62.5
27 Rizki Surya Saputra 0 50 25
28 Safa'atun Ulfa 70 65 67.5
29 Siti Nur Qori'ah 70 55 62.5
30 Soffi Wunaizzah 70 70 70
31 Sri Bekti Sulasih 55 65 60
32 Supiati Ainun Ni'mah 70 75 72.5
33 Tutik Quratu Aini 50 70 60
34 Umi Chabibah 60 60 60
35 Hisyam Abdurrahman 60 65 62.5
36 Subeki 55 65 60
Rata-rata (x) =
2
2 1 pertemuan nilai pertemuan nilai +
Lampiran 18
LEMBAR OBSERVASI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I
Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil
Belajar Matematika Pada Materi Pokok Segiempat
Sekolah : MTs Fatahillah
Hari/ Tanggal : Senin, 25 Mei 2009
Nama Guru : Bapak Slamet Santoso, S.si
Jam Ke : IX X (dari jam 12.40 s/d jam 14.000
Tindak mengajar
Pelaksanaan No Aspek pengamatan
Ya Tidak
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Guru membuka pelajaran, mengkondisikan kelas dan
memberi apersepsi
Guru membimbing peserta didik dalam diskusi
kelompok.
Guru melatih peserta didik untuk bekerja secara
kelompok.
Guru memberikan bimbingan baik pada individual
maupun kelompok yang mengalami kesulitan.
Guru memberikan motivasi peserta didik untuk
menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.
Guru memberikan penghargaan terhadap kelompok
yang berhasil mendiskusikan Lembar Kerja Siswa dan
memberikan motivasi kelompok yang dipandang
kurang berhasil dalam mendiskusikan Lembar Kerja
Siswa
Guru memfasilitasi pembahasan PR
Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang

9.
10.
11.
12.
diajarkan pada pertemuan tersebut
Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada
peserta didik
Guru memberikan motivasi pada peserta didik untuk
mengerjakan PR
Guru melakukan evaluasi pembelajaran sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk
mengerjakan PR dan aktif dalam kegiatan pembelajaran

Penarikan Kesimpulan:
Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan disiklus I kurang optimal, hal ini
terbukti dengan adanya beberapa langkah pembelajaran yang belum terlaksana.
Oleh karena itu, diharapkan adanya pelaksanaan pembelajaran siklus II sebagai
perbaikan untuk mengoptimalkan penerapan metode penugasan dalam
pembelajaran.
Lampiran 19
ANALISIS HASIL PENGAMATAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK
DALAM MENGIKUTI
PEMBELAJARAN SIKLUS I
Aspek Pengamatan
NO N a m a
A B C D E F G H
1 Moch. Yanuar Abdillah 1 1 1 1 2 1 2 1
2 Ahmad Nadir 1 1 2 1 2 1 2 1
3 Ahmad Sholeh 1 1 2 1 2 1 2 1
4 Ahmad Thohirin 1 1 1 2 2 1 2 1
5 Ali Maksum 3 3 3 3 3 3 2 2
6 Anita Dwi Isnayati 2 2 2 2 3 1 3 1
7 Ardika Danu Saputra 1 1 2 2 3 1 2 1
8 Atina Fitriana 3 2 3 3 3 2 3 2
9 Avinda Deviyanti 3 2 3 2 3 2 3 2
10 Ayu Sofiana Putri 3 1 3 2 3 1 4 2
11 Budi Purnomo 3 2 3 2 3 1 2 1
12 Cintya Yulinda Putri 3 2 2 2 2 1 3 1
13 Deni Fachrus Syakirin 2 1 2 1 3 1 2 1
14 Doddy Ircham Pambudi 1 1 2 1 2 1 3 1
15 Eko Aji Setiawan 2 2 3 2 3 2 3 1
16 Eko Prasetiyo 3 2 3 2 3 1 3 3
17 Eva Tri Rohmayani 2 2 3 3 3 1 2 1
18 Ferri Rizki Ramadhan 1 1 2 1 2 1 2 1
19 Khoirul Marom 1 1 2 2 2 1 2 1
20 Lisa Umi Hanik 3 3 3 3 3 3 4 3
21 M. Fatachul Alim 3 2 3 2 3 2 3 2
22 Maftuchah 3 3 3 3 3 1 3 2
23 Mar'atul Muazizah 3 3 2 3 2 1 3 2
24 Melinda Gita Dewi 2 2 2 2 3 1 3 2
25 Muchamad Nadhirin 3 1 1 2 3 1 3 1
26
Muhammad Shidiq
Ma'ani 3 3 3 3 3 2 4 3
27 Rizki Surya Saputra 2 1 1 2 2 1 3 1
28 Safa'atun Ulfa 3 3 2 3 3 1 3 1
29 Siti Nur Qori'ah 3 3 3 3 3 3 4 2
30 Soffi Wunaizzah 3 3 3 2 3 1 3 2
31 Sri Bekti Sulasih 3 2 2 3 3 1 3 2
32 Supiati Ainun Ni'mah 3 3 3 3 3 3 3 2
33 Tutik Quratu Aini 3 2 3 3 3 1 3 2
34 Umi Chabibah 3 2 3 3 3 2 3 2
35 Hisyam Abdurrahman 2 3 2 2 3 1 3 1
36 Subeki 3 2 3 3 4 2 4 2
Jumlah 85 70 86 80 99 51 102 57
Prosentase 59 48.6 59.7 55.56 68.75 35.4 70.8 39.6
Kriteria Cukup Cukup Cukup Cukup Baik Kurang Baik Kurang Kurang
KETERANGAN :
ASPEK PENGAMATAN
A. Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan dan mengumpulkan PR
B. Ketuntasan peserta didik dalam menyelesaikan PR
C. Keaktifan peserta didik dalam menyelesaikan lembar kerja siswa (LKS).
D. Kecekatan dalam membentuk kelompok.
E. Keseriusan peserta didik dalam berdiskusi.
F. Keaktifan dalam bertanya.
G. Kepiawaiyan saat menjawab pertanyaan.
H. Keberanian peserta didik dalam menuliskan jawaban soal di papan tulis.
I. Kecakapan dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
J. Kemampuan peserta didik dalam menarik kesimpulan tentang solusi masalah
yang dihadapi.
KRITERIA PENILAIAN,
1= Kurang
2 = Cukup
3 = Baik
4=SangatBaik
KLASIFIKASI KEAKTIFAN,
40% =Kurang
41-60 % =Cukup
61% - 80% = Baik
81% = Sangat Baik
ANALISIS DATA AKTIVITAS
Berdasarkan data pada siklus I ini maka, diperoleh:
=

didik peserta seluruh Aktivitas 801


=

didik peserta 36
Skor Maksimum = 40
Maka,
rata rata keaktifan ( x ) =

didik peserta
didik peserta seluruh Keaktifan
=
36
801
= 22.25
Prosentase (%) =
Maksimum Skor
didik peserta rata rata Keaktifan


x 100%
=
40
25 . 22
x 100%
= 55.6 %.
Semarang, 27 Mei 2009
Peneliti Guru Mapel Matematika
Ifa Luthfia Slamet Santoso, S.Si.
D
y
Lampiran 20
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SIKLUS II (Pertemuan ke-1)
Sekolah : MTs Fatahillah
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/2
Alokasi waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan).
Standar Kompetens : Memahami konsep segiempat dan segitiga serta
menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar : 6.3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan
segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah
Indikator :
2. Mengidentifikasi sifat-sifat belahketupat
3. Menemukan rumus keliling belahketupat
4. Menghitung keliling belahketupat
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui metode penugasan peserta didik dapat memperdalam konsep
tentang sifat-sifat belahketupat
2. Peserta didik dapat menemukan rumus keliling belahketupat
3. Melalui metode penugasan peserta didik dapat termotivasi untuk belajar
tentang sifat-sifat dan menghitung keliling belahketupat
B. Materi Pokok pembelajaran
Belahketupat
Belahketupat dibentuk dari gabungan segitiga sama kaki dan bayangannya
setelah dicerminkan terhadap alasnya.
Sifat-sifat belah ketupat:
4) Semua sisi sama panjang
5) Kedua diagonal merupakan sumbu simetri
6) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar
dan dibagi dua sama besar oleh diagonal-
diagonalnya.
Contoh soal:
A
B
C
D
B
C A
z
x
65
0
s
Tentukan besar sudut x,y, dan z pada gambar
disamping!
Jawab :
Pada belahketupat, sudut yang berhadapan sama besar, sehingga x = 65
0
.
BAD adalah segitiga samakaki, sehingga ADB = ABD
BAD + ADB + ABD = 180
0
65
0
+ y + y = 180
0
65
0
+ 2y = 180
0
2y = 180
0
65
0
y = 57.5
0
Karena AD // BC, maka z = y = 57.5
0
Keliling Belah ketupat
Keliling belahketupat adalah jumlah panjang keempat sisinya
AB = s, dan AB = BC = CD = AD
sehingga keliling ABCD = AB + BC + CD + DA
= s + s + s + s
= 4s
Contoh soal: Suatu belahketupat memiliki panjang sisi 8 cm, berapakah
kelilingnya?
Jawab:
Diketahui panjang sisi = s = 8 cm
K= 4s = 4 x 8 cm = 32 cm
Jadi, Kelilingnya adalah 32 cm.
III. Model Pembelajaran
Pemberian tugas, diskusi, dan tanya jawab
IV. Langkah Pembelajaran:
Pengorganisasian
No Kegiatan pembelajaran Peserta
didik
Waktu
1.
2.
Pendahuluan :
Apersepsi:
Guru memberikan salam kepada semua
peserta didik
Guru mengadakan presensi terhadap
kehadiran peserta didik K 12 menit
Keterangan : K = Kasikal, I = individu
V. Media, Sarana dan Sumber Belajar.
1. Media Belajar :
LKS 1 (Lembar Kerja Siswa).
2. Sarana Belajar : Penggaris, kapur/spidol, penghapus dan papan tulis.
3. Sumber Belajar :
a) Buku Paket Matematika SMP kelas VII, dari Pemerintah Kota.
b) Buku Matematika untuk SMP/MTs kelas VII, penerbit YRAMA
WIDYA.
VI. Penilaian :
4. Prosedur Tes:
a. Tes Awal : Tidak Ada
b. Tes Proses : Ada
c. Tes Akhir : Ada
5. Jenis Tes:
a. Tes Awal : -
b. Tes Proses : pengamatan
c. Tes Akhir : Pilihan ganda dan Uraian
6. Alat Tes: Terlampir
Semarang, 28 Mei 2009
Guru Mapel matematika Peneliti
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Guru mengulang sedikit materi sebelumnya
PR dikumpulkan
Kegiatan Inti :
Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari
4 5 siswa
Guru memberikan lembar kerja kepada siswa.
Setiap kelompok berdiskusi untuk mengisi
lembar kerja
Perwakilan dari kelompok mempresentasikan
hasil diskusi
Kelompok lain menanggapi presentasi
Pembahasan PR sekaligus pendalaman materi
Penutup :
Siswa diminta merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari itu.
Guru memberikan PR tentang soal-soal materi
selanjutnya, yaitu menemukan rumus dan
menghitung luas belahketupat
I
K
K
G
I
I
K
K
3 menit
5 menit
15 menit
10 menit
5 menit
20 menit
10 menit
D
O
C
B
A
Slamet Santoso, S.Si Ifa Luthfia
NIM. 3105112
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SIKLUS II (Pertemuan ke-2)
Sekolah : MTs Fatahillah
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/2
Alokasi waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan).
Standar Kompetens : Memahami konsep segiempat dan segitiga serta
menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar : 6.3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan
segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah
Indikator : 1. Menemukan rumus luas belahketupat
2. Menghitung luas daerah belahketupat
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui metode penugasan peserta didik dapat memperdalam konsep
tentang luas jajargenjang
2. Peserta didik dapat menemukan rumus luas daerah Jajargenjang
3. Melalui metode penugasan peserta didik memiliki keterampilan
4. menghitung luas daerah jajargenjang
B. Materi Pokok pembelajaran
Luas Belah ketupat
Belahketupat ABCD disamping
dibentuk oleh dua buah segitiga sama
kaki yang kongruen, maka luas daerah
belahketupat adalah:
L = luas ABC + luas ADC
=
2
1
. AC. BO +
2
1
. AC . DO
=
2
1
. AC ( BO + DO)
=
2
1
. AC . BD
Misalkan AC disebut diagonal ke1 dan dinotasikan d
1
, sedangkan BD
disebut diagonal ke-2 dan dinotasikan d
2
. Jadi rumus luas daerah belahketupat
adalah :
L =
2
1
. d
1
. d
2
C. Model Pembelajaran
Pemberian tugas, diskusi, dan tanya jawab
D. Langkah Pembelajaran:
Keterangan : K = Kasikal, I = individu
E. Media, Sarana dan Sumber Belajar.
1. Media Belajar : LKS 1 (Lembar Kerja Siswa).
2. Sarana Belajar : Penggaris, kapur/spidol, penghapus dan papan tulis.
3. Sumber Belajar :
a. Buku Paket Matematika SMP kelas VII, dari Pemerintah Kota.
b. Buku Matematika untuk SMP/MTs kelas VII, penerbit YRAMA
WIDYA.
F. Penilaian :
1. Prosedur Tes:
Pengorganisasian
No Kegiatan pembelajaran Peserta
didik
Waktu
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Pendahuluan :
Apersepsi:
Guru memberikan salam kepada semua
peserta didik
Guru mengadakan presensi terhadap
kehadiran peserta didik
Guru mengulang sedikit materi sebelumnya
PR dikumpulkan
Kegiatan Inti :
Perwakilan siswa menuliskan jawaban PR di
papan tulis
Siswa lain dan guru mengkoreksi jawaban PR
yang telah ditulis
Dengan sarana LKS guru menyampaikan
pendalaman materi
Bagi siswa yang belum paham dapat bertanya
agar dapat memahaminya
Pemberian soal evaluasi pada siswa.
Siswa mengerjakan evaluasi.
Penutup :
Mengumpulkan hasil evaluasi.
Guru memberikan PR materi selanjutnya,
yaitu belah ketupat.
K
I
I
K
K
K
K
K
12 menit
3 menit
5 menit
10 menit
15 menit
5 menit
20 menit
5 menit
a. Tes Awal : Tidak Ada
b. Tes Proses : Ada
c. Tes Akhir : Ada
2. Jenis Tes:
a. Tes Awal : -
b. Tes Proses : Pengamatan
c. Tes Akhir : Pilihan ganda dan Uraian
3. Alat Tes: Terlampir
Semarang, 1 Juni 2009
Guru Mapel matematika Peneliti
Slamet Santoso, S.Si Ifa Luthfia
NIM. 3105112
A
D
C
B
Lampiran 21
Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II
Kelompok
1.
2.
3.
4.
1. Gambar diatas adalah
AB sejajar dengan ..dan AD sejajar dengan
Apakah AB = DC ?......
Apakah BC = DA?.....
Jadi, AB = BC = =
2. Ukurlah A dan C. Apakah A berhadapan dengan C?
A = ...., C = ....
Apakah besar A sama denganC?
Ukurlah sudut B dan D. Apakah B berhadapan dengan D?
B = ...., D = ....
Apakah besar B sama dengan D?
3. Berapakah A +B = ....., C + D =
4. Buatlah garis dari A ke C, dan dari B ke D, berilah huruf O diperpotongan
kedua garis itu!
Ukurlah dengan penggaris garis AO, CO, BO, dan DO. Apakah sama
panjang?
Ukurlah dengan busur derajat AOB, AOD, COB, dan COD.
Berapakah besarnya?
Karena AOB, AOD, COB, dan COD = , maka kedua diagonalnya
saling
A
D
C
B
s
l
p
d
2
Gambar 1
Kesimpulan:
Sifat-sifat Belahketupat:
1
2.
3
4
M enemukan r umus keli li ng Belah K etupat
Perhatikan gambar dibawah ini dan isilah titik-titik dibawah ini!
Keliling belah ketupat adalah jumlah panjang sisinya.
Pada belah ketupat ABCD, panjang AB = = = =s, sehingga Keliling
ABCD =AB + + +
=s + + +
= s
Simpulan:
Untuk setiap jajaran genjang ABCD jika keliling K, maka K =2 x ( +)
M enemukan Luas daer ah Belah K etupat
I ngatkah K ali an?
Sebuah persegi panjang dengan panjang (p),
lebar (l) dan luas (L) maka luas daerah persegi
panjang adalah
L = .. x
Kerjakan langkah-langkah kerja dibawah ini dengan baik dan
benar!
d
1
Gambar 2 1. Perhatikan Gambar 1!
a. Bangun datar apakah diatas?
b. Berapakah panjang d
1
?......... Satuan
c. Berapakah panjang d
2
?.......... Satuan
2. Gambar 1diubah menjadi bangun seperti Gambar 2 !
3. Perhatikan Gambar (2)
a. Bangun apakah yang terbentuk?
b. Berapakah panjangnya? ..... Satuan
c. Berapakah lebarnya? .....= x ..... Satuan
4. Apakah luas bangun datar pd gambar 1sama dengan gambar 2?.....
Jadi, Luas gambar 1 =Luas gambar 2
Luas daerah ketupat =L daerah .....
=.. x ..
=.. x .
= Satuan
Si mpul an : J i k a Sebuah Bel ah k et upat dengan
di agonal ber t ur ut -t ur ut d
1
dan d
2
, mempunyai l uas
daer ah (L)
Maka: L = x .. x ..
Lampiran 22
Pembagian Kelompok Siklus II
Kelompok 1:
1. Anita Dwi Isnayati
2. Ahmad Thohirin
3. Ahmad Nadir
4. Atina Fitriana
Kelompok 2:
1. Tutik Quratu Aini
2. Ayu Sofiana Putri
3. Eva Tri Rohmayani
4. Moch. Yanuar Abdillah
Kelompok 3:
1. Ahmad Sholeh
2. Ali Maksum
3. Budi Purnomo
4. Deni Fachrus Syakirin
Kelompok 4:
1. Avinda Deviyanti
2. Cintya Yulinda Putri
3. Melinda Gita Dewi Umi
Chabibah
Kelompok 5:
1. Doddy Ircham Pambudi
2. Eko Aji Setiawan
3. Eko Prasetiyo
4. Ferri Rizki Ramadhan
Kelompok 6 :
1. Khoirul Marom
2. Safa'atun Ulfa
3. Rizki Surya Saputra
Kelompok 7:
1. Lisa Umi Hanik
2. Hisyam Abdurrahman
3. Muchamad Nadhirin
4. Sri Bekti Sulasih
Kelompok 8 :
1. Maftuchah
2. Muhammad Shidiq Ma'ani
3. Mar'atul Muazizah
4. Subeki
Kelompok 9:
1. Soffi Wunaizzah
2. Supiati Ainun Ni'mah
3. M. Fatachul Alim
4. Siti Nur Qori'ah
Lampiran 23
Tugas Rumah (PR) Siklus II (pertemuan 1)
Petunjuk :
a. Bacalah basmalah sebelum mengerjakan.
d. Dianjurkan membuka buku dari beberapa sumber.
e. Boleh dikerjakan individu maupun kelompok
Kerjakan dengan baik dan benar!
1. Sebuah belah ketupat EFGH diketahui panjang EF = (5x 3) cm dan panjang
GH ( 2x + 3 ) cm. Maka panjang EF adalah?
2. Diketahui diagonal belah ketupat masing-masing 10cm dan 24 cm. Berapakah
Keliling belah ketupat tersebut?
Tugas Rumah (PR) Siklus II (pertemuan 2)
Petunjuk :
a. Bacalah basmalah sebelum mengerjakan.
b. Dianjurkan membuka buku dari beberapa sumber.
c. Boleh dikerjakan individu maupun kelompok
Kerjakan dengan baik dan benar!
1. Diketahui luas daerah belah ketupat 44cm dan panjang salah satu diagonalnya
8cm. Hitunglah panjang diagonal yang lain.
E
F
H
2x+3
G
5x-3
A
B
D
5
5
C 12 12
5
5
O
2. keliling sebuah belahketupat adalah 40 cm. Jika panjang salah satu
diagonalnya 12 cm, maka berapakah luas belahketupat tersebut ?
Lampiran 24
Pembahasan soal PR siklus II pertemuan 1
1. Diketahui:
EF = 5x 3
GH = 2x +3
Ditanya: panjang EF?
Jawab:
Berdasarkan sifatnya, EF=GH
5x 3 = 2x +3
5x-2x = 3 + 3
3x = 6
x = 2
Subtitusikan x ke EF, EF = 5x -3
= 5 (2 ) 3
= 10 3
= 7
Jadi, panjangnya EF = 7 cm
2. Diketahui:
d
1
= 10 cm
d
2
= 24 cm
Ditanya: keliling?
Jawab:
s = AB =
2 2
5 12 +
= 25 144 +
= 169
= 13
E
F
H
2x+3
G
5x-3
A
B
D
5
s
C
6 6
O
Keliling = 4s
= 4 x 13
= 52 cm
Pembahasan soal PR siklus II pertemuan 2
1. Diketahui: Luas = 44 cm
d
1
= 8 cm
Ditanya : d
2
?
Jawab: L =
2
1
. d
1.
d
2
44 =
2
1
. 8 . d
2
44 = 4 d
2
d
2
=
4
44
d
2
= 11cm
Jadi, panjang d
2
= 11cm
2. Diketahui : Keliling = 40 cm
d
1
=12 cm
Ditanya : luas?
Jawab :
Keliling = 4s
40 = 4s
s =
4
40
s = 10 cm
s =CD
d
2
= 2(OD), OD =
2 2
OC CD
=
2 2
6 10
= 36 100
D
O
C
B
A
D
O
C
B
A
= 64
= 8 cm
d
2
= 2 (8) = 16 cm
L =
2
1
. d
1.
d
2
L =
2
1
. 12 . 16
= 96 cm
2
Jadi luasnya adalah = 96 cm
2
Lampiran 25
Lembar Evaluasi siklus II
Pilihlah jawaban yang benar !
1. Berapakah sisi belah ketupat yang mempunyai diagonal 16 cm dan 12 cm.
a.10 cm c.20 cm
b.15 cm d.25 cm
2. Sebuah meja berbentuk belahketupat mempunyai panjang diagonal 8cm dan
6cm. Berapakah keliling meja tersebut?
a.15 cm c.35 cm
b.20 cm d.40 cm
3. Panjang diagonal-diagonal suatu belah ketupat adalah 8 dan (x + 1)cm.Jika
belahketupat tersebut mempunyai luas 44cm, maka nilai x adalah . . .
a.10 cm c.5 cm
b.20 cm d.15 cm
4. Perhatikan gambar disamping
jika besar ABC = 90
0
. berapakah ABD
a. 45
0
b. 35
0
c. 25
0
d. 15
0
5. Pak Joko mempunyai tanah berbentuk belahketupat dengan panjang sisinya
25m. berapakah keliling tanah pak joko?
a. 50 m c. 100 m
b. 25 m d. 200 m
6. Perhatikan gambar disamping! Jika
BDC = 30
0
, berapakah ADC
a. 30
0
b. 13
0
c. 15
0
d. 60
0
O
D
O
C
B
A
E
F
G
H
7. Sebuah belahketupat mempunyai keliling 96 cm. berapakah panjang sisi belah
ketupat itu?
a. 22 cm c. 24 cm
b. 23 cm d. 25 cm
8. Jika E = (2x +13)
0
, dan F =(3x +2)
0
tentukan
E!
a. 79
0
b. 83
0
c. 85
0
d. 101
0
9. Ita mempunyai taman berbentuk belahketupat yang sisinya 6m, jika ita ingin
menanam pohon disekeliling taman itu, berapa banyak pohon yang
dibutuhkan?
a. 10 buah c. 30 buah
b. 24 buah d. 15 buah
10. Belahketupat ABCD pada gambar disamping ini
diketahui DAB : ABC = 2 : 4. besar
DAB =...
a. 60
0
b. 30
0
c. 90
0
d. 15
0
Jawablah uraian dibawah ini dengan benar!
1. Deni mempunyai kebun berbentuk belahketupat dengan ukuran panjang
diagonalnya 10 m dan 8 m. jika
8
1
bagian dari kebun tersebut ditanami nangka.
Berapakah luas tanah yang ditanami nangka?
2. Tanah pak ikhsan berbentuk belahketupat dengan panjang diagonalnya adalah
8 m dan 12 m. jiak tanah tersebut akan ditanami rumput seharga Rp. 1500,00
per m dan biaya tukang rumput sebesar Rp. 25.000,00, berpakah biaya untuk
penanaman rumput pada tanah tersebut
Lampiran 26
Pembahasan Soal Evaluasi siklusII
I.
1. d
1
= 16 cm, d
2
= 12 cm, s = 20 400 144 256 12 16
2 2
= = + = + , (C)
2. d
1
= 8 cm, d
2
= 6cm, s = 10 100 36 64 6 8
2 2
= = + = +
Keliling = 4s = 4(10) = 40 , (D)
3. d
1
= 8 cm, d
2
= (x+1), keliling = 44, Luas =
2
.
2 1
d d
a. =
2
) 1 ( . 8 + x
44 = 4x + 4
4x = 40
x = 10 , (A)
4. ABC = 90
0
, ABD =
2
1
. ABC =
2
1
. 90
0
= 45
0
, (A)
5. sisi = 25, keliling = 4s = 4 (25) = 100, (C)
6. BDC = 30
0
, ADC = 2 x BDC = 2 x 30
0
= 60
0
, (D)
7. keliling = 96 cm, s = 24
4
96
4
= =
keliling
, (C)
8. E = (2x +13)
0
, F = (3x +2)
0
, E+F = 180
0
(2x+13)
0
+(3x+2)
0
= 180
0
5x +15
0
= 180
0
5x = 180
0
-15
0
5x = 165
0
x = 33
0
E = (2x +13)
0
= 2(33) + 13 = 66 + 13 = 79 , (A)
9. Sisi = 6 cm, keliling = 4s = 4x 6 = 24 , (B)
10. DAB : ABC = 2 : 4, misal DAB= 2y, ABC= 4y
DAB : ABC = 180
0
2y : 4y = 180
0
6y = 180
0
y = 30
0
DAB= 2y, 2(30) = 60
0
, (A)
II.
1. diketahui : d
1
= 10 cm,
d
2
= 8 cm
luas duren = 5 m
ditanya : Luas yang ditanami nangka?
Jawab : L = 40
2
8 10
2
.
2 1
= =
x d d
Lduren = 5 40
8
1
= x
Luas yang ditanami nangka = L- Lduren = 40 -5 = 35 m
2. diketahui : d
1
= 8 cm,
d
2
= 12cm
harga rumputRp. 1500,00
biaya tukang kebun Rp. 25.000,00
ditanya : biaya penanaman rumput?
Jawab : L = 48
2
12 8
2
.
2 1
= =
x d d
Harga rumput = 48 x 1.500 = 72.000
Biaya penanaman rumput = harga rumput + biaya tukang rumput
= 72.000 + 25.000
= 97.000
Lampiran 27
PENSEKORAN SOAL-SOAL EVALUASI SIKLUS II
1. Skor 5 untuk soal evaluasi yang pilihan ganda bernomor
1,2,3,4,5,6,7,8,9,dan 10
2. Skor 25 untuk soal evaluasi yang uraian bernomor 1 dan 2
Keterangan Rumus :
Rata-rata (x) =

P
N
Nilai (N) =Skor Soal Pilihan Ganda + Skor Soal Uraian
Persentase Ketuntasan Klasikal = % 100 x
P
T

Keterangan :
N = Nilai Peserta Didik
P = Peserta Didik
T = Peserta Didik yang Tuntas
Lampiran 28
DAFTAR NILAI TES SIKLUS II
KELAS VII B
No Nama peserta didik Nilai
Keterangan
1 Moch. Yanuar Abdillah 40 TIDAK TUNTAS
2 Ahmad Nadir 45 TIDAK TUNTAS
3 Ahmad Sholeh 60 TUNTAS
4 Ahmad Thohirin 65 TUNTAS
5 Ali Maksum 100 TUNTAS
6 Anita Dwi Isnayati 60 TUNTAS
8 Atina Fitriana 93 TUNTAS
9 Avinda Deviyanti 83 TUNTAS
10 Ayu Sofiana Putri 65 TUNTAS
11 Budi Purnomo 90 TUNTAS
12 Cintya Yulinda Putri 70 TUNTAS
13 Deni Fachrus Syakirin 65 TUNTAS
14 Doddy Ircham Pambudi 45 TIDAK TUNTAS
15 Eko Aji Setiawan 85 TUNTAS
16 Eko Prasetiyo 80 TUNTAS
17 Eva Tri Rohmayani 60 TUNTAS
18 Ferri Rizki Ramadhan 40 TIDAK TUNTAS
19 Khoirul Marom 55 TIDAK TUNTAS
20 Lisa Umi Hanik 65 TUNTAS
21 M. Fatachul Alim 93 TUNTAS
22 Maftuchah 90 TUNTAS
23 Mar'atul Muazizah 80 TUNTAS
24 Melinda Gita Dewi 80 TUNTAS
25 Muchamad Nadhirin 60 TUNTAS
26 Muhammad Shidiq Ma'ani 100 TUNTAS
27 Rizki Surya Saputra 90 TUNTAS
28 Safa'atun Ulfa 75 TUNTAS
29 Siti Nur Qori'ah 75 TUNTAS
30 Soffi Wunaizzah 88 TUNTAS
31 Sri Bekti Sulasih 93 TUNTAS
32 Supiati Ainun Ni'mah 90 TUNTAS
33 Tutik Quratu Aini 85 TUNTAS
34 Umi Chabibah 78 TUNTAS
35 Hisyam Abdurrahman 75 TUNTAS
36 Subeki 80 TUNTAS
Jumlah 2598
Rata-rata 72.16667
Keterangan :
Rata-rata (x) =

P
N
= 23 . 74
35
2598
= =
Persentase Ketuntasan Klasikal = % 100
35
x
T

71 . 85 % 100
35
30
= = x %
Semarang, 1 Juni 2009
Peneliti Guru Mapel Matematika
Ifa Luthfia Slamet Santoso, S.Si
Lampiran 29
Nilai PR Siklus II
nilai
No Nama
Prtm 1 Prtm2
rata-rata
1 Moch. Yanuar Abdillah 0 70 35
2 Ahmad Nadir 45 70 57.5
3 Ahmad Sholeh 45 70 57.5
4 Ahmad Thohirin 40 70 55
5 Ali Maksum 75 80 77.5
6 Anita Dwi Isnayati 60 70 65
7 Atina Fitriana 100 85 92.5
8 Avinda Deviyanti 65 85 75
9 Ayu Sofiana Putri 60 85 72.5
10 Budi Purnomo 75 80 77.5
11 Cintya Yulinda Putri 65 85 75
12 Deni Fachrus Syakirin 60 70 65
13 Doddy Ircham Pambudi 55 70 62.5
14 Eko Aji Setiawan 75 60 67.5
15 Eko Prasetiyo 55 65 60
16 Eva Tri Rohmayani 70 80 75
17 Ferri Rizki Ramadhan 55 70 62.5
18 Khoirul Marom 55 70 62.5
19 Lisa Umi Hanik 45 80 62.5
20 M. Fatachul Alim 70 80 75
21 Maftuchah 65 85 75
22 Mar'atul Muazizah 75 85 80
23 Melinda Gita Dewi 50 85 67.5
24 Muchamad Nadhirin 50 70 60
25 Muhammad Shidiq Ma'ani 85 85 85
26 Rizki Surya Saputra 55 65 60
27 Safa'atun Ulfa 65 75 70
28 Siti Nur Qori'ah 65 60 62.5
29 Soffi Wunaizzah 80 85 82.5
30 Sri Bekti Sulasih 55 75 65
31 Supiati Ainun Ni'mah 55 75 65
32 Tutik Quratu Aini 50 85 67.5
33 Umi Chabibah 100 85 92.5
34 Hisyam Abdurrahman 75 70 72.5
35 Subeki 80 85 82.5
Rata-rata (x) =
2
2 1 pertemuan nilai pertemuan nilai +
Lampiran 30
LEMBAR OBSERVASI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II
Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil
Belajar Matematika Pada Materi Pokok Segiempat
Sekolah : MTs Fatahillah
Hari/ Tanggal : Kamis, 28 Mei 2009
Nama Guru : Bapak Slamet Santoso, S.si
Jam Ke : IX X (dari jam 12.40 s/d jam 14.00)
Tindak mengajar
Pelaksanaan No Aspek pengamatan
Ya Tidak
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Guru membuka pelajaran, mengkondisikan kelas
dan memberi apersepsi
Guru membimbing peserta didik dalam diskusi
kelompok.
Guru melatih peserta didik untuk bekerja secara
kelompok.
Guru memberikan bimbingan baik pada individual
maupun kelompok yang mengalami kesulitan.
Guru memberikan motivasi peserta didik untuk
menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.
Guru memberikan penghargaan terhadap kelompok
yang berhasil mendiskusikan Lembar Kerja Siswa
dan memberikan motivasi kelompok yang

7.
8.
9.
10.
11.
12.
dipandang kurang berhasil dalam mendiskusikan
Lembar Kerja Siswa
Guru memfasilitasi pembahasan PR
Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi
yang diajarkan pada pertemuan tersebut
Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada
peserta didik
Guru memberikan motivasi pada peserta didik
untuk mengerjakan PR
Guru melakukan evaluasi pembelajaran sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan motivasi kepada peserta didik
untuk mengerjakan PR dan aktif dalam kegiatan
pembelajaran

Penarikan kesimpulan :
Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di siklus II sudah optimal, hal ini
terbukti dengan adanya beberapa langkah pembelajaran yang sudah terlaksana.
Oleh karena itu, dengan adanya pengelolaan pembelajaran yang optimal, maka
siklus II ini sudah cukup dalam menerapkan metode penugasan dalam
pembelajaran.
Lampiran 31
ANALISIS HASIL PENGAMATAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK
DALAM MENGIKUTI
PEMBELAJARAN SIKLUS II
Aspek Pengamatan
NO N a m a
A B C D E F G H I J
Jumlah
1
Moch. Yanuar
Abdillah 2 1 2 2 2 3 1 3 3 2
2 Ahmad Nadir 2 2 3 3 2 3 1 3 3 2
3 Ahmad Sholeh 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3
4 Ahmad Thohirin 2 2 4 4 3 3 2 3 2 2
5 Ali Maksum 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4
6 Anita Dwi Isnayati 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3
8 Atina Fitriana 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4
9 Avinda Deviyanti 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2
10 Ayu Sofiana Putri 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3
11 Budi Purnomo 3 3 4 4 3 4 2 3 4 3
12 Cintya Yulinda Putri 3 3 4 4 3 3 2 3 4 3
13
Deni Fachrus
Syakirin 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2
14
Doddy Ircham
Pambudi 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2
15 Eko Aji Setiawan 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2
16 Eko Prasetiyo 3 2 4 4 3 3 2 3 3 3
17 Eva Tri Rohmayani 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3
18 Ferri Rizki Ramadhan 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3
19 Khoirul Marom 2 3 3 3 2 3 2 3 2 2
20 Lisa Umi Hanik 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4
21 M. Fatachul Alim 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3
22 Maftuchah 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4
23 Mar'atul Muazizah 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3
24 Melinda Gita Dewi 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3
25 Muchamad Nadhirin 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3
26
Muhammad Shidiq
Ma'ani 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4
27 Rizki Surya Saputra 2 2 3 3 3 3 2 3 4 3
28 Safa'atun Ulfa 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4
29 Siti Nur Qori'ah 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4
30 Soffi Wunaizzah 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3
31 Sri Bekti Sulasih 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4
32 Supiati Ainun Ni'mah 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3
33 Tutik Quratu Aini 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3
34 Umi Chabibah 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4
35 Hisyam Abdurrahman 4 3 3 3 3 3 2 2 3 2
36 Subeki 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4
Jumlah 117 101 115 115 102 111 84 105 104 106 112
KETERANGAN :
ASPEK PENGAMATAN
A. Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan dan mengumpulkan PR
B. Ketuntasan peserta didik dalam menyelesaikan PR
C. menyelesaikan lembar kerja siswa (LKS).
D. Kecekatan dalam membentuk kelompok.
E. Keseriusan peserta didik dalam berdiskusi.
F. Keaktifan dalam bertanya.
G. Kepiawaiyan saat menjawab pertanyaan.
H. Keberanian peserta didik dalam menuliskan jawaban soal di papan tulis.
I. Kecakapan dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan
kelas.
J. Kemampuan peserta didik dalam menarik kesimpulan tentang solusi
masalah yang dihadapi.
KRITERIA PENILAIAN, KLASIFIKASI KEAKTIFAN,
1 = Kurang 40% = Kurang
2 = Cukup 41 60 % = Cukup
3 = Baik 61% - 80% = Baik
4 = Sangat Baik 81% = Sangat Baik
ANALISIS DATA AKTIVITAS
Berdasarkan data pada siklus II ini maka, diperoleh:
=

didik peserta seluruh Aktivitas 1057


=

didik peserta 35
Skor Maksimum = 40
Maka,
rata rata keaktifan ( x ) =

didik peserta
didik peserta seluruh Keaktifan
=
35
1057
= 30
Prosentase (%) =
Maksimum Skor
didik peserta rata rata Keaktifan


x 100%
=
40
30
x 100%
= 76 %.
Semarang, 1 Juni 2009
Peneliti
Ifa Luthfia