HIRARKI GEREJA KATOLIK

Mar. 27 Semakin tahu no comments Yesus menghendaki hirarki dalam Gereja. Yesus menghendaki hirarki dalam Gereja-Nya. Hal tersebut tampak ketika dalam karya-Nya di depan publik Ia memilih 12 rasul (Mat 4:18-22; Mrk 1:16-20; Luk 5:1-11) dan juga kemudian 70 muridNya (Luk 10:1). Jika Kristus tidak menghendaki semacam susunan dalam jemaat, tentu Ia tidak perlu memilih mereka ini. Maka, adanya susunan hirarki dalam Gereja justru terbentuk sesuai dengan kehendak Kristus, yang mendirikan Gereja-Nya di atas Rasul Petrus (lih. Mat 16:18). Jika kita tekun membaca Kitab Suci, kita akan menemukan banyaknya ayat dalam Kitab Suci yang menunjukkan keutamaan rasul Petrus dibandingkan dengan rasul-rasul lainnya. Di dalam Konsili Yerusalem (49-50) pada saat terjadi konflik jemaat tentang masalah keyahudian, Rasul Petruslah yang membuat keputusan, walaupun kemudian Rasul Yakobus yang berbicara dalam khotbah penutup. Maka walau benar semua rasul dan penatua yang melayani dalam sidang itu, namun di dalam sidang itu tetap berdiri seorang pemimpin yang memutuskan, terutama jika terjadi konflik ataupun perbedaan pandangan, dan peran ini dilaksanakan oleh Rasul Petrus dan selanjutnya oleh para penerusnya. Keutamaan Uskup Roma/Paus (penerus Rasul Petrus) juga secara khusus nampak pada surat St. Klemens, selaku penerus Rasul Petrus, yang ditujukan kepada jemaat di Korintus untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di sana. Di masa selanjutnya, hirarki dimulai dari diakon, imam, penilik jemaat/uskup. Maka prinsip susunan kepemimpinan Gereja bermula dari Kristus yang menunjuk ke12 rasul, dan kemudian setelah kenaikan-Nya, para murid mulai pula menunjuk para penilik jemaat dan diaken/ diakon, seperti pengajaran Rasul Paulus kepada Timotius (1 Tim 3). Para penilik jemaat ini disebut uskup ataupun imam; sebagaimana disebut dalam tulisan St. Ignatius Martir (ia adalah murid langsung dari Rasul Yohanes dan dari Uskup Antiokhia setelah Rasul Petrus) dan St. Klemens dari Aleksandria; sehingga urutannya dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah adalah uskup, imam, dan diakon. St. Ignatius Martir (110) mengajarkan agar jemaat tidak memisahkan diri dari kesatuan dengan para uskup yang mencerminkan pikiran Kristus.

Kepada jemaat di Efesus (n.3-5) St. Ignatius menulis: “Aku mendesak kamu agar menyesuaikan tindakanmu dengan pikiran Tuhan. Sebab Yesus Kristus…. adalah pikiran Allah Bapa, sebagaimana para uskup, yang ditunjuk di seluruh dunia, mencerminkan pikiran Kristus.

Maka, kamu harus bertindak sesuai dengan pikiran para uskup, seperti yang pasti kamu lakukan. Para imam… adalah terikat secara erat dengan para uskup seperti dawai pada sebuah harpa…. Jangan salah tentang hal ini. Jika barangsiapa tidak berada di dalam tempat kudus (gereja), ia kekurangan roti Tuhan. Dan jika doa satu atau dua orang sangat besar kuasanya, betapa lebih lagi doa uskup dan seluruh Gereja. Barang siapa yang gagal bergabung dalam penyembahanmu menunjukkan kesombongannya, dengan kenyataan bahwa ia menjadi seorang skismatik. Ada tertulis, “Tuhan menolak orang yang sombong”. Mari kita, dengan sungguh menghindari melawan uskup sehingga kita dapat tunduk kepada Tuhan.”

Kepada jemaat di Trallia, n.2-7, St. Ignatius menulis: “Sebab ketika kamu menaati uskup seperti seandainya ia adalah Yesus Kristus, kamu… hidup tidak hanya menurut cara manusia, tetapi menurut cara Yesus Kristus, yang demi kita, menderita, wafat, supaya kamu dapat percaya akan kematian-Nya… Oleh karena itu, adalah penting, untuk bertindak jangan sampai tanpa [persetujuan] uskup. Bahkan tunduklah kepada para imam sebagaimana kepada para rasul Yesus Kristus. Ia adalah pengharapan kita, dan jika kita hidup dalam kesatuan dengan-Nya sekarang, kita akan mencapai hidup kekal. Mereka juga yang adalah diakon… harus memuaskan semua orang. Sebab mereka tidak hanya melayani makanan dan minuman, tetapi melayani Gereja Tuhan. Barang siapa ada di dalam tempat kudus, adalah murni, sedangkan ia yang berada di luar tempat kudus adalah tidak murni. Artinya: mereka yang melakukan apapun tanpa uskup, imam dan diakon tidak mempunyai hati nurani yang jernih.” (n.7)

Kepada jemaat di Smyrna, n.8, St. Ignatius menulis: “Jauhkan dirimu dari skisma sebagai sumber dari segala kesulitan/kejahatan. Kamu semua harus tunduk pada uskup sama seperti Yesus Kristus kepada Allah Bapa. Tunduk juga kepada para imam seperti kamu kepada para rasul; dan hormatilah para diakon seperti kamu menghormati hukum Tuhan …. Kamu harus menganggap Ekaristi sebagai yang sah, jika dirayakan oleh uskup atau oleh seseorang yang diberinya kuasa. Di mana uskup berada, biarlah kongregasi umat berada, seperti di mana Yesus Kristus berada, di sanalah ada Gereja Katolik. Tanpa supervisi dari uskup, tidak ada baptisan ataupun perayaan Ekaristi diperbolehkan….”

Kepada jemaat di Filadelfia, n.7, St. Ignatius menulis: “…saya berbicara dengan suara yang keras, suara dari Tuhan: “Perhatikanlah uskup dan imam dan para diakon“. Sebagian orang mengira bahwa saya mengatakan hal ini karena saya tahu adanya perpecahan di antara beberapa orang; namun Dia, yang menjadi alasan mengapa saya dirantai, menjadi saksi bahwa saya tidak mengetahuinya dari manusia; melainkan dari Roh yang membuatku mengatakan hal ini, “Jangan melakukan sesuatu tanpa uskup, jagalah badanmu

Yoh 17:20-21). dari kemuliaan malaikat dan di mana susunan tersebut. menantikan orang-orang yang telah mengikuti langkah-langkah dari para murid dan yang telah hidup di dalam kepenuhan kebenaran menurut Kitab Suci. imam dan Uskup. sebagaimana dikehendaki oleh Kristus (lih. turutilah Kristus. Yesus menghendaki hirarki dalam Gereja-Nya.” (St. menurut pendapatku. Klemens dari Aleksandria (150-215). adanya susunan hirarki dalam Gereja justru terbentuk sesuai dengan kehendak Kristus. Jika kita tekun membaca Kitab Suci. Keutamaan Uskup . Jika Kristus tidak menghendaki semacam susunan dalam jemaat. tentu Ia tidak perlu memilih mereka ini. sebagian untuk para uskup dan para diakon. “Di dalam Gereja. Clement of Alexandria. Melalui kesatuan dengan Uskup inilah kita sebagai umat dapat menghindari perpecahan. Di dalam Konsili Yerusalem (49-50) pada saat terjadi konflik jemaat tentang masalah keyahudian. cintailah persatuan. Clement of Alexandria. St. seperti Dia telah menuruti Allah Bapa. yang dimulai dari diakon. kita ketahui bahwa sejak abad-abad awal di dalam Gereja telah ada hirarki kepemimpinan. para imam. 27 Semakin tahu no comments Yesus menghendaki hirarki dalam Gereja. mengajarkan: “Banyak nasehat-nasehat untuk orang-orang tertentu telah ditulis di dalam Kitab Suci: sebagian untuk para imam. The Instructor of Children 3:12:97:2). dan para diakon terjadi sebagai suatu gambaran. Hal tersebut tampak ketika dalam karya-Nya di depan publik Ia memilih 12 rasul (Mat 4:18-22. seperti yang dikatakan di dalam Alkitab. HIRARKI GEREJA KATOLIK Mar. Luk 5:1-11) dan juga kemudian 70 muridNya (Luk 10:1). walaupun kemudian Rasul Yakobus yang berbicara dalam khotbah penutup.sebagai bait Allah. namun di dalam sidang itu tetap berdiri seorang pemimpin yang memutuskan. Salah satu tugas uskup yang terpenting adalah mempersatukan umat. tingkatan dari para uskup. Miscellanies 6:13:107:2). terutama jika terjadi konflik ataupun perbedaan pandangan. Maka. yang mendirikan Gereja-Nya di atas Rasul Petrus (lih. Mrk 1:16-20. kita akan menemukan banyaknya ayat dalam Kitab Suci yang menunjukkan keutamaan rasul Petrus dibandingkan dengan rasul-rasul lainnya. dan peran ini dilaksanakan oleh Rasul Petrus dan selanjutnya oleh para penerusnya. Dengan demikian. … “(St. Mat 16:18). Maka walau benar semua rasul dan penatua yang melayani dalam sidang itu. Rasul Petruslah yang membuat keputusan. dan menjaga persatuan. dengan selalu menyampaikan ajaran Kristus.” Selanjutnya. jauhkanlah perpecahan.

Jika barangsiapa tidak berada di dalam tempat kudus (gereja). St. untuk bertindak jangan sampai tanpa [persetujuan] uskup. “Tuhan menolak orang yang sombong”. dan diakon. Ignatius Martir (110) mengajarkan agar jemaat tidak memisahkan diri dari kesatuan dengan para uskup yang mencerminkan pikiran Kristus. Mereka juga yang adalah diakon… harus memuaskan semua orang. yang demi kita. adalah pikiran Allah Bapa.” Kepada jemaat di Trallia. Ia adalah pengharapan kita. Klemens dari Aleksandria. dengan sungguh menghindari melawan uskup sehingga kita dapat tunduk kepada Tuhan. imam. kamu harus bertindak sesuai dengan pikiran para uskup. sehingga urutannya dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah adalah uskup.2-7. Ignatius menulis: “Aku mendesak kamu agar menyesuaikan tindakanmu dengan pikiran Tuhan. Maka. betapa lebih lagi doa uskup dan seluruh Gereja. Ignatius Martir (ia adalah murid langsung dari Rasul Yohanes dan dari Uskup Antiokhia setelah Rasul Petrus) dan St. kamu… hidup tidak hanya menurut cara manusia. penilik jemaat/uskup. Klemens. Para imam… adalah terikat secara erat dengan para uskup seperti dawai pada sebuah harpa…. yang ditunjuk di seluruh dunia. seperti pengajaran Rasul Paulus kepada Timotius (1 Tim 3). St. Dan jika doa satu atau dua orang sangat besar kuasanya. hirarki dimulai dari diakon. selaku penerus Rasul Petrus. mencerminkan pikiran Kristus. tetapi melayani Gereja Tuhan. para murid mulai pula menunjuk para penilik jemaat dan diaken/ diakon. Bahkan tunduklah kepada para imam sebagaimana kepada para rasul Yesus Kristus. Ada tertulis. Para penilik jemaat ini disebut uskup ataupun imam. Ignatius menulis: “Sebab ketika kamu menaati uskup seperti seandainya ia adalah Yesus Kristus. adalah penting. Sebab Yesus Kristus…. menderita. Kepada jemaat di Efesus (n. Jangan salah tentang hal ini. Barang siapa ada di dalam tempat kudus. Sebab mereka tidak hanya melayani makanan dan minuman. sebagaimana para uskup.Roma/Paus (penerus Rasul Petrus) juga secara khusus nampak pada surat St. sebagaimana disebut dalam tulisan St. dengan kenyataan bahwa ia menjadi seorang skismatik. imam. . dan kemudian setelah kenaikan-Nya. Mari kita. supaya kamu dapat percaya akan kematian-Nya… Oleh karena itu. seperti yang pasti kamu lakukan. ia kekurangan roti Tuhan.3-5) St. adalah murni. wafat. kita akan mencapai hidup kekal. Di masa selanjutnya. dan jika kita hidup dalam kesatuan dengan-Nya sekarang. Maka prinsip susunan kepemimpinan Gereja bermula dari Kristus yang menunjuk ke12 rasul. n. tetapi menurut cara Yesus Kristus. Barang siapa yang gagal bergabung dalam penyembahanmu menunjukkan kesombongannya. yang ditujukan kepada jemaat di Korintus untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di sana.

” (n. dan hormatilah para diakon seperti kamu menghormati hukum Tuhan …. tidak ada baptisan ataupun perayaan Ekaristi diperbolehkan…. Artinya: mereka yang melakukan apapun tanpa uskup. kita ketahui bahwa sejak abad-abad awal di dalam Gereja telah ada hirarki kepemimpinan. dari kemuliaan malaikat dan di mana susunan tersebut. Klemens dari Aleksandria (150-215). St. Dengan demikian. Clement of Alexandria. imam dan Uskup. jika dirayakan oleh uskup atau oleh seseorang yang diberinya kuasa. melainkan dari Roh yang membuatku mengatakan hal ini. Di mana uskup berada. n. suara dari Tuhan: “Perhatikanlah uskup dan imam dan para diakon“. dan para diakon terjadi sebagai suatu gambaran.sedangkan ia yang berada di luar tempat kudus adalah tidak murni.8. Miscellanies 6:13:107:2).7) Kepada jemaat di Smyrna. menantikan orang-orang yang telah mengikuti langkah-langkah dari para murid dan yang telah hidup di dalam kepenuhan kebenaran menurut Kitab Suci. seperti Dia telah menuruti Allah Bapa. St. jauhkanlah perpecahan. “Jangan melakukan sesuatu tanpa uskup. The Instructor of Children 3:12:97:2). para imam. Kamu semua harus tunduk pada uskup sama seperti Yesus Kristus kepada Allah Bapa.” (St. menjadi saksi bahwa saya tidak mengetahuinya dari manusia. biarlah kongregasi umat berada. menurut pendapatku. Ignatius menulis: “Jauhkan dirimu dari skisma sebagai sumber dari segala kesulitan/kejahatan. Ignatius menulis: “…saya berbicara dengan suara yang keras. di sanalah ada Gereja Katolik. turutilah Kristus. Kamu harus menganggap Ekaristi sebagai yang sah. yang dimulai dari diakon.” Selanjutnya. seperti di mana Yesus Kristus berada. Tunduk juga kepada para imam seperti kamu kepada para rasul. St. “Di dalam Gereja. tingkatan dari para uskup. cintailah persatuan. jagalah badanmu sebagai bait Allah. yang menjadi alasan mengapa saya dirantai. seperti yang dikatakan di dalam Alkitab. n. … “(St.” Kepada jemaat di Filadelfia. Clement of Alexandria. sebagian untuk para uskup dan para diakon. Tanpa supervisi dari uskup. mengajarkan: “Banyak nasehat-nasehat untuk orang-orang tertentu telah ditulis di dalam Kitab Suci: sebagian untuk para imam. imam dan diakon tidak mempunyai hati nurani yang jernih. Salah satu tugas uskup yang . Sebagian orang mengira bahwa saya mengatakan hal ini karena saya tahu adanya perpecahan di antara beberapa orang. namun Dia.7.

terpenting adalah mempersatukan umat. Yoh 17:20-21). dan menjaga persatuan. sebagaimana dikehendaki oleh Kristus (lih. dengan selalu menyampaikan ajaran Kristus. . Melalui kesatuan dengan Uskup inilah kita sebagai umat dapat menghindari perpecahan.

.

  Home           Katekese Katekese Umat Dokumen Gereja Apologetik Kitab Suci Orang Kudus Jadwal Misa Sadar Liturgi Artikel Iman Hubungi Kami .

Dewan Para Uskup Pada akhir zaman Gereja perdana. 15:9. Pengganti meraka yakni. dan para imam serta diakon sebagai pembantu uskup KITAB SUCI +Deuterokanonika Katekismus Gereja Katolik No. misalnya 3. itulah Tahbisan uskup. Tetapi hal itu tidak berarti bahwa hanya ada dua belas uskup (karena duabelas rasul). Materi iman Dokumen Gereja No: masukkan no. Striktur Hierarkis Gereja yang sekarang terdiri dari dewan para Uskup dengan Paus sebagai kepalanya. para Uskup. Disini dimaksud bukan rasul satu persatu diganti oleh orang lain. Yang menjadi pimpinan Gereja adalah dewan para uskup. Mat 28:20). dsb) Pada akhir perkembangannya ada struktur dari Gereja St. masukan bab. dalam kurun kitab. Yakni Gereja yang mengarang Kitab Suci Perjanjian baru. Ignatius dari Antiokhia pada awal abad kedua.479. tempat Roh Kudus mengangkat mereka untuk menggembalakan jemaat Allah (lih. bagi Gereja merupakan azas seluruh kehidupan untuk selamanya.0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) . imam dan diakon. Struktur ini kemudian menjadi struktur Hierarkis yang terdiri dari uskup. 834 atau 883-901 1. : masukkan no. Inilah kelompok yang sudah terbentuk waktu Yesus masih hidup. yang dipercayakan Kristus kepada para rasul itu. seperti juga dinyatakan dalam Konsili Vatikan II (LG 20).Kalender Liturgi hari ini Kitab Hukum Kanonik No. sudah diterima cukup umum bahwa para uskup adalah pengganti para rasul. hal tersebut juga di pertegas dalam Konsili Vatikan II (LG 20 dan LG 22). Seperti Paulus juga menyebutnya kelompok itu " mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku" (Gal 1:17). Perutusan ilahi. Seseorang diterima menjadi uskup karena diterima kedalam dewan itu. katekismus yang dikehedaki. 3.898-906 HIERARKIS GEREJA KATOLIK Menurut Ajaran resmi Gereja struktur Hierarkis termasuk hakikat kehidupan-nya juga. Maka dari itu dalam himpunan yang tersusun secara hirarkis yaitu para Rasul telah berusha mengangkat para pengganti mereka. yang dikehedaki .(LG 20). "Seorang menjadi anggota dewan para uskup dengan menerima tahbisan sakramental dan berdasarkan persekutuan hierarkis dengan kepada maupun para anggota dewan" (LG 22).Maka Konsili mengajarkan bahwa "atas penetapan ilahi para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja" Kepada mereka itu para Rasul berpesan. dan waktu antara kebangkitan Yesus dan kemartiran St. Demikian juga Paulus pun seorang rasul. 67. sebab tahbisan uskup berarti bahwa seorang anggota baru diterima kedalam dewan para uskup (LG 21). sebagaimana dalam Kitab Suci (1Kor 9:1. Sebagai sifat kolegial ini. "penatua" (presbyteros). tetapi kalangan para rasul sebagai pemimpin Gereja diganti oleh kalangan para uskup. makdud dari "atas penetapan ilahi para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja" ialah bahwa dari hidup dan kegiatan Yesus timbulah keplompok orang yang kemudian berkembang menjadi 1 1 1 Gereja. dewan para uskup menggantikan dewan para rasul. Paus. Tegasnya. dikehendaki-Nya menjadi gembala dalam Gereja-Nya hingga akhir jaman (LG 18). Jadi. yang mengenal "penilik" (Episkopos). kanon: contoh masukan no kanon: 34. Proses perkembangan pokok itu terjadi dalam Gereja perdana : Pilih kitab atau Gereja para rasul. 2. Kis 20:28). Sebab Injil. akan berlangsung sampai akhir zaman (lih. Ignatius dari Antiokhia. Para Rasul Sejarah awal perkembangan Hierarki adalah kelompok keduabelas rasul. seperti yang dikenal sekarang. yang harus mereka wartakan. Paus Kristus mengangkat Petrus menjadi ketua para rasul lainnya untuk menggembalakan umat-Nya. tahbisan uskup belalu dilakukan oleh paling sedikit tiga uskup. agar mereka menjaga seluruh kawanan. nomor ayat yang dituju secara prinsip terbentuklah hierarki Gereja sebagaimana dikenal dalam Gereja sekarang. dan "pelayan" (diakonos).

yang ditumpangi tangan 'bukan untuk imamat. menjalankan tugas kepemimpinannya. Karena itu Roma selalu dipandang sebagai pusat dan pedoman seluruh Gereja. "Diantara tugas-tugas utama para uskup pewartaan Injilah yang terpenting" (LG 25). melainkan untuk pelayanan'" (LG29). "Di masing-masing jemaat setempat dalam arti tertentu mereka menghadirkan uskup. dan untuk merayakan ibadat ilahi" 6. Maka dalam tiga bidang itu para uskup. lama kelamaan pastor pembantu mendapat daerahnya sendiri. para uskup semakin diserap oleh tugas oraganisasi dan administrasi. bukan hanya sebagai uskup lokal melainkan terutama dalam fungsinya sebagai ketua dewan pimpinan Gereja. yang mempertemukan orang dalam komunikasi iman. Menurut kesaksian tradisi. dan sebagai uskup Roma ia adalah pengganti Petrus dengan tugas dan kuasa yang serupa dengan Petrus. khususnya di pedesaan." (Mat 16:17-19). Tugas konkret mereka sama seperti uskup: "Mereka ditahbiskan untuk mewartakan Injil serta menggembalakan umat beriman. Dengan Demikian. Tetapi itu sebetulnya tidak menyangkut tugasnya sendiri sebagai uskup. Seorang uskup dapat disebut "pastor kepala" pada zaman itu. 4. dan Paus untuk seluruh Gereja. para imam menjadi wakil uskup. sehingga uskup sebagai pemimpin Gereja lokal. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. sebagai penolong dan organ mereka" (LG 28). Dalam ketiga bidang kehidupan Gereja uskup bertindak sebagai pemersatu. sebuah keuskupan tidak lebih besar daripada sekarang yang disebut paroki. melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Mereka pembantu uskup tetapi tidak mewakilinya. Para uskup mempunyai 2 macam pembantu. Tugas pokok uskup ditempatnya sendiri dan Paus bagi seluruh Gereja adalah pemersatu. melainkan cara melaksanakannya. Komunikasi iman Gereja terjadi dalam pewartaan. dan imam-imam "pastor pembantu". 5. Maka menurut keyakinan tradisi. Tugas itu boleh disebut tugas kepemimpinan. Paus adalah uskup Roma. Imam Pada zaman dahulu. Diakon "Pada tingkat hiererki yang lebih rendah terdapat para diakon. bahwa dia ketua dewan para uskup. uskup roma itu pengganti petrus. Tugas hierarki yang pertama dan utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat.pengganti Petrus adalah pemimpin para uskup. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. jarang kelihatan ditengahtengah umat. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Tugas pemersatu dibagi menjadi tiga tugas khusus menurut tiga bidang kehidupan Gereja. Makin lama daerahdaerah keuskupan makin besar. Uskup Paus adalah juga seorang uskup. kekhususannya sebagai Paus. dan para uskup "dalam arti sesungguhnya disebut pembesar umat yang mereka bimbing" (LG 27). Para imam dipanggil melayani umat Allah sebagai pembantu arif bagi badan para uskup. melihat perkembangan demikian. Petrus adalah uskup Roma pertama. yaitu pembantu umum (disebut imam) dan pembantu . perayaan dan pelayanan. hal ini dapat kita lihat dalam sabda Yesus sendiri : "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu.

Para kardinal diangkat oleh Paus. Berikut link Artikel terkait dalam proses Pembelajaran iman Katolik : [Home katekese] [Pengantar Awal] [Menjadi Katolik] [Pengenalan akan Allah] [Hierarkis Gereja] [Home Dasar Iman Katolik] [Magisterium] [Tradisi Suci] [Kitab Suci] [Home Gereja Katolik] [Sejarah Gereja Katolik] [Satu] [Kudus] [Katolik] [Apostolik] [Allah Tritunggal] [Bapa] [Putra] [Roh Kudus] [Home Hukum Gereja] [Sepuluh Perintah Allah] [Lima Perintah Gereja] [Katekismus Gereja Katolik] [Kitab Hukum Kanonik] [Sejarah Syahadat] [Syahadat iman/Syahadat Panjang] [Syahadat Para Rasul/Syahadat Pendek] [Penjelasan Syahadat Pendek] [Home Liturgi] [TPE Umat 2005] [TPE Imam 2005] [Simbol-simbol Liturgi] [Kalender Liturgi] [Perlengkapan Liturgi] [Arti kata liturgi] [Teologi Liturgis] [Pelayanan Perangkai Bunga Liturgis] [Bagaimana Menyanyikan misa] [Bunga dalam tata ruang liturgis] [Liturgi. bunga] [Tata Gerak Sikap Tubuh] [Tata Kata Liturgis] [Home Sakramen] [Sakramen Baptis ] [Sakramen Ekaristi] [Sakramen Tobat ] [Sakramen Krisma] [Sakramen Perkwainan] [Sakramen Perminyakan] [Sakramen Imamat] [Doa-doa Dasar Katolik] [Tanda Salib] [Bapa Kami] [Salam Maria] [Kemualiaan] [Doa Tobat] [Doa Iman] [Terpujilah] [Doa-doa Liturgis] [Ibadat Pagi] [Ibadat sore] [Ibadat malam] [Doa masa Advent] [Doa Masa Natal] [Doa Masa Prapaskah] [Doa Masa Paskah] [Doa Novena Roh Kudus] [Doa Roh Kudus] [Home Doa-doa Pribadi] [Doa Pribadi] [Doa Keluarga] [Doa Jemaat] [Doa Masyarakt Umum ] [Devosi & Ziarah] [Jalan Salib] [Doa Silih] [Litani Hati Yesus] [Doa Rosario] [Litani St. Perawan Maria] [Novena Tiga Salam Maria] [Dosa] [Dosa Berat] [Dosa Ringan] [Bunda Maria] [Api Penyucian] [Orang-Orang Kudus] [Mistagogi] [Sifat-Sifat Allah] [Yesus Kristus] [Gereja & Pewartaannya] [Penghayatan Sakramen] [Hidup Menjemaat] [Silsilah Yesus Kristus] . bahkan fungsi kardinal menjadi suatu jabatan kehormatan. Dewasa ini para kardinal dipilih dari uskup-uskup seluruh dunia. maka Paus baru sebetulnya dipilih oleh pastor-pastor kota Roma. jadi diakon juga termasuk kedalam anggota hierarki oo 000 ooo Istilah nama: seorang kardinal adalah seorang uskup yang diberi tugas dan wewenang memilih Paus baru. Sejak abad ke 13 warna pakaian khas adalah merah lembayung. khususnya pastor-pastor dari gereja-gereja "utama" (cardinalis)).khusus (disebut diakon). dekorasi. bila ada seorang Paus yang meninggal. (karena Paus adalah uskup roma. lama kelamaan para kardinal juga berfungsi sebagai penasihat Paus. Bisa dikatakan juga diakon sebagai "pembantu dengan tugas terbatas".

Lumen Gentium adalah Konstitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Gereja.Diakon adalah pembantu Uskup dan Imam dalam pelayanan terhadap umat beriman. Di Gereja Katolik ada 2 macam Diakon.Kardinal .imankatolik.Paus. “Konsili Suci mengajarkan. 3. 2. maka seorang diakon masuk dalam kalangan hirarki.id 1. yaitu : 1) mereka yang dipersiapkan untuk menerima tahbisan Imam .or. MSF.Imam merupakan ―penolong dan organ para uskup‖ (Lumen Gentium 28) Didalam Gereja Katolik ada imam diosesan (sebutan yang sering dipakai imam praja) dan imam religius (ordo atau kongregasi).Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www. dsb) adalah imam yang tidak terikat dengan keuskupan tertentu.Imam diosesan adalah imam keuskupan yang terikat dengan salah satu keuskupan tertentu dan tidak termasuk ordo atau kongregasi tertentu. Mereka ditahbiskan untuk mengambil bagian dalam imamat jabatan. 2) mereka yang menjadi Diakon untuk seumur hidupnya tanpa menjadi Imam. OFM. melainkan lebih terikat pada aturan ordo atau kongregasinya. Imam religius (misalnya SJ. 5. bahwa atas penetapan ilahi. Karena tahbisannya ini. para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja‖ (Lumen Gentium 20). 4.

tugas Kristus berikutnya adalah mewartakan-Nya kepada manusia dan membimbing mereka agar menghayati: (a) persatuan Tuhan-manusia itu. Kardinal dapat dipilih dari kalangan Imam ataupun Uskup. yaitu Yustinus Kardinal Darmojuwono Pr (alm. Itulah yang dilakukan Kristus baik pada waktu penciptaan maupun waktu penebusan. dan (b) martabat mulia sebagai manusia sejati. ketika Dia diutus Bapa. Kata ―kardinal‖ berasal dari kata Latin‖cardo‖ yang berarti ―engsel‖. Selain tugas tersebut. 2. perbaikannya dilakukan dengan cara yang sama. Pengurus Lingkungan Tugasnya adalah menampung dan menyalurkan masalahmasalah yang ada di lingkungan kepada Dewan Paroki atau Pastor Parokinya. Kristus membimbing. merencanakan. Setelah mereka rusak karena menolak Roh Kudus. 2. Misalnya kegiatan pewartaan sabda. dimana seorang Kardinal dipilih menjadi asisten-asisten kunci dan penasehat dalam berbagai urusan gereja. Manusia diciptakan dengan cara dihembusi (dipersatui) Nafas Hidup lalu jadi manusia sejati (Kekasih Allah. mengajari serta melatih mereka. perayaan liturgi dan membangun masyarakat. perutusan Gereja Katolik bukan saja dibidang liturgi dan pewartaan. Citra Allah. Misalnya sebagai: 1. Pengurus Wilayah atau Stasi Tugasnya adalah mengkoordinasi kegiatan antar lingkungan yang berada didalam wilayah Dewan Parokinya. Pengurus Dewan Paroki Tugasnya adalah memikirkan. yaitu dihembusi lagi dengan Roh Kudus. .) dan Julius Kardinal Darmaatmaja SJ. memutuskan dan mempertanggung-jawabkan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan dan karya paroki. 4. Pengurus Kelompok Tugasnya adalah menjadi tumpuan utama dan pertama untuk mengembangkan kehidupan umat Katolik. tetapi juga dibidang pengembalaan. TIGA TUGAS KRISTUS 1.adalah merupakan gelar kehormatan. Merekalah yang melakukan berbagai program lingkungan dalam rangka pembinaan umat. dan Keluarga Allah). turun ke dunia untuk bersatu dengan manusia dan mencurahkan Roh Kudus. Bagi kaum awam. atau dipersatui dengan Allah. Dengan begitu manusia pulih kembali menjadi manusia sejati. 3. Juga mengadakan pendataan dalam lingkungan atau kelompok dan mengadakan pertemuanbersama dengan Pengurus Kelompok. Di Indonesia telah ada 2 orang Kardinal.

memberi nasihat dan teguran. Ke atas. baik perorangan maupun kelompok. Kalau romo mengemban imamat jabatan. Berkat Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma. Memberi teladannya. mempersatukan Allah kepada manusia. dan Keluarga Allah. Citra Allah. Dan sebagai gembala. Kristus mewartakan bahwa (a) Kerajaan Allah sudah datang dan menyatu dengan manusia (Immanuel).TUGAS GEREJA Tugas gereja dalam mewartakan adalah sebagai berikut : 1. umat Allah ke sana ke mari menebar berkat. kemanusiaan. kesucian. Ke bawah. Dan bahwa (b) karenanya manusia telah dipulihkan menjadi manusia sejati. Kristus mempersatukan manusia kepada Allah. 4.3. Ke bawah (kepada jemaat): imam membawa firman dan berkat Allah. umat juga dijadikan imam. MEWARTAKAN (KERYGMA) . di mana mereka bersatu dengan Tuhan. ke bawah. umat memegang imamat umum. mengajar agama. Menjadi pemimpin informal. Nabi adalah orang yang mewartakan firman Allah (berkhotbah). umat Allah menyampaikan firman Allah. umat Allah mempelopori kebaikan. dan menjadi sempurna sebagai Kekasih Allah. Ke atas (kepada Allah): dia membawa doa dan permohonan umat. derma. Kristus sebagai gembala memimpin domba-domba-Nya menuju surga. nabi dan raja (gembala). uluran tangan menolong (helping hands). Tugas Kristus tersebut diringkas menjadi tiga. dan persatuan. 28 November 2007 TUGAS . umat Allah mempersembahkan doa dan permohonan untuk orang lain. Ranting yang bersatu dengan pokok anggur akan hidup dan menghasilkan buah (Yoh 15). Tri Tugas Kristus yakni imam. Sebagai nabi. Rabu. Dan ke atas. Dan sebagai gembala Kristus mengajari serta melatih mereka agar hidup sebagai manusia sejati. “memasukkan” Roh Allah ke dalam manusia. serta mendorongnya agar rajin ke gereja. mengajak teman berdoa. dia tinggal dalam Aku. Barangsiapa makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku. JUGA TIGA TUGAS UMAT ALLAH: Tri Tugas Kristus itu diturunkan-Nya kepada murid-murid-Nya. “memasukkan” manusia ke dalam Allah. Kristus sebagai Imam. Dan Raja adalah orang yang memimpin rakyatnya. dan penghiburan. memberitahu kehadiran Allah di hati manusia dan bahwa martabat manusia itu luhur-mulia. dan Aku dalam dia (Yoh 6:56). Imam adalah orang yang di rumah ibadat berdiri paling depan. nabi dan raja terhadap masyarakat (dan orangtua terhadap anaknya).

Sabda. Media-cara : Doa gereja – Doa di dalam gereja : Doa gereja.Pewarta sabda : Kristus. leitourgia ) . 2. biarawan. dan wahyu Allah. : Tugas pewartaannya yakni tugas panggilan setiap orang yang percaya pada Kristus. Mengajar Magistarium : Tugas hirarki dalam mengajar adalah pengajaran. menciptakan gereja. biarawati. dalam bentuk liturgi ( Yunani. MENGUDUSKAN (LITURGIA) Pengudusan dalam perayaan Gereja tampil istimewa dalam keikutsertaan penuh & aktif seluruh umat Allah yang kudus dalam perayaan liturgi ( persekutuan iman). Gereja berasal dari Kristus Gereja adalah Sabda : Kristus dapat hadir & bicara dalam sejarah manusia. contohnya: imam. perumusan iman sesuai situasi & perkembangan zaman. sabda Allah. Doa umum. dan gereja merupakan pewartaan & kesaksian tentang Yesus Kristus. doa bersama.

Jika seseorang secara resmi menyatakan tobat dan imannya pada Kristus. Pembaptisan juga membuat penerimanya mengambil bagian dalam imamat Kristus dan merupakan landasan komuni (persekutuan) antar semua orang Kristen. Dalam keadaan darurat. atau (dalam Gereja Latin. siapapun yang berniat untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja. . Sakramen : Sakramen sebagai sarana untuk menyampaikan kepada umat manusia tentang rahasia penyelamatan Allah. : Doa dalam gereja. yakni kesatuan gereja dengan kristus melalui doa. serta bertekad ikut serta dalam tugas panggilan Kristus. Sakramen ini dilayankan dengan cara menyelamkan si penerima ke dalam air atau dengan mencurahkan (tidak sekedar memercikkan) air ke atas kepala si penerima "dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus" (Matius 28:19). namun tidak demikian halnya dalam Gereja Timur) seorang diakon. dan membuat orang yang dibaptis itu mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah melalui "rahmat yang menguduskan" (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan dengan Kristus dan Gereja-Nya). Babtis Pembaptisan adalah sakramen pertama dan mendasar dalam inisiasi Kristiani. Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan dari hukuman akibat dosa-dosa tersebut. maka ia diterima dalam umat dengan sakramen permandian. Doa pribadi. dapatmembaptis. bahkan jika orang itu bukanlah seorang Kristiani. : Ada 7 sakramen dalam gereja 1. Pelayan sakramen ini biasanya seorang uskup atau imam. : Sakramen menunjukkan tindakan Allah kepada kita.atau lebih dikenal sebagai ibadat resmi gereja.

sakramen ini ditunda sampai si penerima mencapai usia awal kedewasaan. barulah Ekaristi. yakni diawali dengan pembaptisan. kemudian penguatan.Tobat Sakramen Tobat. karunia Roh Kudus menandai si penerima seperti sebuah meterai. rahmat yang diberikan dalam pembaptisan "diperkuat dan diperdalam" (KGK 1303). Putera. baik dalam variasi Barat maupun Timurnya. Pelayan sakramen ini adalah seorang uskup yang ditahbiskan secara sah. orang tersebut laksana baru lahir dalam gereja. Sakramen ini adalah sakramen penyembuhan rohani dari seseorang yang telah dibaptis yang . biasanya setelah yang bersangkutan diperbolehkan menerima sakramen Ekaristi. penguatan hanya diterima satu kali. Seperti pembaptisan. dan Sakramen Pengampunan(KGK 1423–1424). umat Allah (Gereja). dan si penerima harus dalam keadaan layak (artinya bebas dari dosa-maut apapun yang diketahui dan yang belum diakui) agar dapat menerima efek sakramen tersebut. dan imam berkata. Di Timur sakramen ini dilayankan segera sesudah pembaptisan. 2. ‖Aku mempermandikan engkau dalam nama Bapa. di mana administrasi biasanya dikhususkan bagi orang-orang yang sudah dapat memahami arti pentingnya. dan Roh Kudus‖. 3. disertai doa khusus yang menunjukkan bahwa. yang memberinya aroma khas. Orang yang telah dipermandikan harus siap hidup bagi Allah. untuk turut serta bertanggung jawab atas kehidupan Umat Allah dan pada sesama. Krisma menjadi tanda kedewasaan. Di Barat.Orang yang menerima sakramen permandian diterima oleh Kristus menjadi anggota tubuhNya. Melalui sakramen ini.Krisma Penguatan atau Krisma adalah sakramen kedua dalam inisiasi Kristiani. Kian lamakian dipulihkan urut-urutan tradisional sakramen-sakramen inisiasi ini. sakramen ketiga dari inisiasi Kristiani. minyak yang telah dicampur sejenis balsam. jika seorang imam (presbiter) melayankan sakramen ini — sebagaimana yang biasa dilakukan dalam Gereja-Gereja Timur dan dalam keadaan-keadaan istimewa (seperti pembabtisan orang dewasa atau seorang anak kecil yang sekarat) dalam Gereja Ritus-Latin (KGK 1312–1313) — hubungan dengan jenjang imamat di atasnya ditunjukkan oleh minyak (dikenal dengan nama krisma atau myron) yang telah diberkati oleh uskup dalam perayaan Kamis Putih atau pada hari yang dekat dengan hari itu. Sakramen ini diberikan dengan cara mengurapi penerimanya dengan Krisma. Perayaan dalam peristiwa permandian berupa pencurahan air pada dahi.

4. untuk melakukan beberapa perbaikan dan sebagai suatu sarana pengobatan untuk menghadapi pencobaan selanjutnya. ditransformasi dalam segala hal kecuali wujudnya yang kelihatan menjadi Tubuh dan Darah Kristus. umat kristiani berkumpul untuk bersyukur kepada Allah Bapa yang telah membangkitkan Kristus dan menjadikanNya penyelamat. dan penyilihan. Sakramen ini memiliki empat unsur: penyesalan si peniten (si pengaku dosa) atas dosanya (tanpa hal ini ritus rekonsiliasi akan sia-sia). absolusi (pengampunan) oleh imam. Seseorang harus melakukan melakukan apa yang mungkin dilakukannya guna memperbaiki kerusakan yang telah terjadi (misalnya. namun sekarang ini biasanya melibatkan suatu tugas sederhana yang harus dilaksanakan oleh si peniten. unsur penyilihan ini sangat berat dan umumnya mendahului absolusi. dan yang tidak diberi ragi dalam ritus Latin. perubahan ini disebut transubstansiasi. memberi ganti rugi kepada pihak yang telah dirugikan). Ekaristi adalah sakramen (yang ketiga dalam inisiasi Kristiani) yang dengannya umat Katolik mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus Kristus serta turut serta dalam pengorbanan diriNya. dalam iman Katolik.terjauhkan dari Allah karena telah berbuat dosa. Si pendosa yang bangkit dari dosa tetap harus memulihkan sepenuhnya kesehatan rohaninya dengan melakukan lagi sesuatu untuk memperbaiki kesalahannya: dia harus 'melakukan silih bagi' atau 'memperbaiki kerusakan akibat' dosa-dosanya. Akan tetapi dosa juga merusak dan melemahkan si pendosa sendiri. Armenia dan Ethiopia. mengembalikan barang yang telah dicuri. memulihkan nama baik seseorang yang telah difitnah. Keadilan yang sederhana pun menuntut yang sama. Penyilihan ini juga disebut 'penitensi'" (KGK 1459). . Tanda pertobatan tersebut diterima dalam perayaan sakramen tobat. pengakuan kepada seorang imam (boleh saja secara spirutual akan bermanfaat bagi seseorang untuk mengaku dosa kepada yang lain. Roti (yang harus terbuat dari gandum. Itu menjadi tanda terbentuknya suatu Ekaristi. Aspek pertama dari sakramen ini (yakni mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus Kristus) disebut pula Komuni Suci. "Banyak dosa yang merugikan sesama. Para pengikut Kristus perlu bertobat secara terusmenerus dihadapan Allah dan sesama. namun diberi ragi dalam kebanyakan Ritus Timur) dan anggur (yang harus terbuat dari buah anggur) yang digunakan dalam ritus Ekaristi. serta hubungannya dengan Allah dan sesama. Pada awal abad-abad Kekristenan. akan tetapi hanya imam yang memiliki kuasa untuk melayankan sakramen ini).Ekaristi Sejak jaman rasul.

sakramen ini diberikan hanya bagi orang-orang yang berada dalam sakratul maut. tidak dapat diceraikan. Baru menderita sakit ataupun makin memburuknya kondisi kesehatan membuat sakramen ini dapat diterima berkali-kali oleh seseorang. umat awam dapat diberi wewenang dalam lingkup terbatas sebagai pelayan luar biasa Komuni Suci.Perkawinan pernikahan atau perkawinan seperti imamat. "Ritus-Ritus Terakhir" yang lain adalah pengakuan dosa (jika orang yang sekarat tersebut secara fisik tidak memungkinkan untuk mengakui dosanya. tindakan pengudusan yang paling istimewa oleh Allah terhadap umat beriman dan tindakan penyembahan yang paling istimewa oleh umat beriman terhadap Allah. yang tergantung pada ada atau tidaknya penyesalan si sakit atas dosa-dosanya). karena telah mencapai penggunaan akal budi. Diakon serta imam biasanya adalah pelayan Komuni Suci.adalah suatu sakramenn yang mengkoesersi penerimanya guna suatu misi khusus dalam pembangunan gereja. 6.serta menganugrahkan rahmat demi perampungan misi tersebut. 5. Dalam tradisi Gereja Barat. Sakramen ini menganugerahkan kepada pasangan yang bersangkutan rahmat yang mereka perlukan untuk mencapai kekudusan dalam . dan Ekaristi. Dalam sakramen ini seorang imam mengurapi si sakit dengan minyak yang khusus diberkati untuk upacara ini. Sakramen ini yang dipandang menjadi suatu tada cinta kasih yang menyatukan Kristus dengan Gereja menetapkan diantara 2 pasangan suatu ikatan yang bersifat permanen dan eksklusif. dengan bertindak selaku pribadi Kristus sendiri. sebuah kata yang arti aslinya dalam bahasa Latin adalah "bekal perjalanan". mulai berada dalam bahaya yang disebabkan sakit atau usia lanjut" (kanon 1004.Perminyakan Pengurapan Orang Sakit adalah sakramen penyembuhan yang kedua. serta sebagai suatu titik dimana umat beriman terhubung dengan liturgi di surga. Ekaristi dipandang sebagai "sumber dan puncak" kehidupan Kristiani. yang dimateraikan oleh Allah. yang dilayankan sebagai salah satu dari "Ritus-Ritus Terakhir". maka minimal diberikan absolusi. "Pengurapan orang sakit dapat dilayankan bagi setiap umat beriman yang. KGK 1514). yang bilamana dilayankan kepada orang yang sekarat dikenal dengan sebutan "Viaticum".Hanya uskup atau imam yang dapat menjadi pelayan Sakramen Ekaristi.dengan demikian pernikahan antara pria yang sudah dibabtis dengan wanita yang sudah di babtis telah dimasuki secara sah dan telah dsempurnakan dengan persetubuhan. sehingga dikenal pula sebagai "Pengurapan Terakhir".

hidup perkawinan mereka serta untuk meghasilkandan mengasuh anak mereka dengan penuh tanggung jawab 7. . tolong menolong.pelayanan mempunyai dasar dalam ketaatan kepada Allah sang pencipta. 3.prinsip dasar kehidupan gereja. itulah panggilan gereja menurut hidup Kristus. : Pelayanan dalam hal ini adalah kerjasama. bukan dilayani. ( HK. Melayani (Diakonia) : Yesus datang untuk melayani bukan dilayani. Imamat Umat membutuhkan pelayan yang bertugas demi kepentingan dan perkembangan umat dalah hidup bermasayarakat Pelantikan para pelayan itu dinyatakan dalam tahbisan sakramen imamat. Dalam hal ini pelayanan gereja adalah dengan melibatkan diri dalam usaha membebaskan umat manusia dari penderitaan & kemiskinan. YAITU SENASIB DENGAN ORANG-ORANG MENDERITA Pelayanan diwujudkan dengan menolong. Kasih 1 ) ‖Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap‖ Kesetiaan pada Kristus sebagai Tuhan dan Guru. : Ciri-ciri pelayanan :   Ciri religius. : Pelayanan dalam perwujudan iman kristiani adalah dengan mengikuti jejak kristus. saling membantu. Sebagai murid kristus maka kita juga harus mengambil sikap untuk melayani. meng utamakan orang-orang yang membutuhkan.MENGAMBIL BAGIAN DALAM SENGSARA DAN PENDERITAAN KRISTUS. : Saling melayani.Pelayanan merupakan wujud konkret untuk memberi teladan bahwa kita adalah murid Kristus. dan menghayati bahwa kemerdekaan adalah kesempatan untuk melayani sesama yang tercapai dalam kebersamaan dan persaudaraan. yaitu orang-orang miskin. menyadari.

agar potensi dan keterlibatan warga Negara dikembangkan sesuai tujuan Negara. : Gereja mendukung usaha swadaya dalam kemasyarakatan.membangun yayasan pendidikan serta yayasan kesehatan katholik juga organisasi & perkumpulan untuk membangun kesejahteraan masyarakat. budaya. Gereja dengan Negara : Dalam usaha pembangunan. menghayati sikap Kristus dihadapan sesama. : Gereja mendukung segala waha pemupuk toleransi & kerukunan antar umat beragama serta solidaritas terhadap kaum miskin. tapi mengakui keterbatasan usaha manusia. KERENDAHAN HATI Dalam hal ini tidak boleh membanggakan pelayanannya.4. . gereja mendukung usaha perlindungan HAM atas dasar manusiawi. dan bernegara. : Dalam upaya hukum. menerima dunia & umat manusia apa adanya. Wujud pelayanan gereja : Kegiatan social gereja ( sebagai perwujudan iman ). Gereja mengharapkan tokoh-tokoh dan masyarakat kristiani untuk berpartisipasi dalam upaya pembangunan sesuai keahlian & panggilan serta dapat memberi teladan kejujuran & keadilan yang layak di tiru.