You are on page 1of 2

1.

Hubungan konduktivitas (o ) dengan resistivitas ( ) adalah sebagai berikut :



o

o
1 1
= = atau

2. Pengaruh Salinitas terhadap Konduktivitas dan Resistivitas
Elektrolit / ion sepertinatrium klorida, magnesium klorida, kalsium klorida dan
sebagainya membantu meningkatkan konduktivitas. Elektrolit ini merupakan elekrolit
jenis garam. Tingkat kadar garam dalam batuan ataupun air dapat diukur dari kadar
salinitasnya.
"Salinitas praktis dari suatu sampel ditetapkan sebagai rasio dari konduktivitas
listrik (K) sampel pada temperatur 15
o
C dan tekanan satu standar atmosfer terhadap
larutan kalium klorida (KCl), dimana bagian massa KCl adalah 0,0324356 pada
temperatur dan tekanan yang sama. Rumus dari definisi ini adalah :

S = 0.0080 - 0.1692 K
1/2
+ 25.3853 K + 14.0941 K
3/2
- 7.0261 K
2
+ 2.7081 K
5/2


J adi, semakin tinggi salinitas, maka semakin tinggi konduktivitasnya dan semakin
rendah resistivitasnya.

3. Pengaruh Suhu terhadap Konduktivitas Dan Resistivitas
Hubungan antara suhu dengan resistivitas dapat dirumuskan dengan :
( ) T
O
A + = . 1 o
Dengan :

o
= resistivitas sebelum kenaikan suhu (.m)
= resistivitas setelah kenaikan suhu (.m)
= koefisien suhu (/K)
T = perubahan suhu (K)

J adi, semakin tinggi suhu, maka semakin tinggi resistivitasnyanya dan semakin rendah
konduktivitasnya.


4. Hubungan Porositas dengan Resistivitas Batuan
Porositas adalah perbandingan antara seluruh pori-pori dengan volume total
batuan. Resistivitas batuan berhubungan langsung dengan porositas batuan itu.
Resistivitas batuan () dengan porositas batuan () dinyatakan dalam hukum Archi :
m
w
a

= |
Dengan
w
adalah resistivitas air yang ada dalam pori, a dan m adalah suatu parameter
yang nilainya ditentukan sedemikian sehingga persamaan ini cocok dengan hasil
pengukuran.