You are on page 1of 25

Persetubuhan dengan Tindak Kekerasan Rimenda Dwirana Barus NIM : 102010315/ D3 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Alamat Korespondensi : Jalan Terusan Arjuna Utara 6, Jakarta Barat e-mail : ri_mhen@yahoo.com Kasus Anda bekerja sebagai dokter di IGD sebuah rumah sakit. Paa suatu sore hari datan gseorang laki-laki berusia 45 tahun membawa anak perempuannya yang berusia 14 tahun menyatakan bahwa anaknya tersebut baru saja pulang ―dibawa lari‖ oleh teman laki-laki yang berusia 18 tahun selama 3 hari keluar kota. Sang ayah takut apabila telah terjadi sesuatu pada diri putrinya. Ia juga bimbang apa yang akan diperbuatnya bila sang anak telah ―disetubuhi‖ laki-laki tersebut dan akan merasa senang apabila anda dapat menjelaskan berbagai hal tentang aspek medikolegal dan hukum kasus anaknya. Pengembangan kasus sebagai berikut. anak perempuan bernama Mawar selama 3 hari ‗dibawa lari‘ tersebut telah disetubuhi oleh seorang pria berusia 18 tahun. Persetubuhan dilakukan dengan tindak kekerasan dan berada dibawah ancaman pelaku. Pendahuluan Kejahatan terhadap kesusilaan dapat berupa persetubuhan,pencabulan maupun pelecehan seksual. Dewasa ini kejahatan susila atau kejahatan seksual makin marak terjadi, terutama anakanak di bawah umur sebagai korbannya. Pemeriksaan kasus-kasus persetubuhan yang merupakan tindak pidana, hendaknya dilakukan dengan teliti dan waspada. Sebagai ahli klinis sebaiknya perhatian utamanya tertuju pada kepentingan pengobatan penderitasekaligus melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan kejahatan.1 Tujuan pembuatan makalah adalah untuk memberikan penjelasan mengenai beberapa hal berkaitan dengan tindak kejahatan seksual, meliputi aspek hukum dan medikolegal, pemeriksaan korban dan pelaku, visum et repertum, aspek psikososial, dan peran LSM.

1

Aspek Hukum A. Tentang Delik Aduan Pasal 74 KUHP (1) Pengaduan hanya boleh diajukan dalam waktu enam bulan sejak orang yang berhak mengadu mengetahui adanya kejahatan, jika bertempat tinggal di Indonesia, atau dalam waktu sembilan bulan jika bertempat tinggal di luar Indonesia. (2) Jika yang terkena kejahatan menjadi berhak mengadu pada saat tenggang tersebut dalam ayat 1 belum habis, maka setelah saat itu pengaduan hanya masih boleh diajukan. Selama sisa yang masih kurang pada tenggang tersebut. Pasal 75 KUHP Orang yang mengajukan pengaduan, berhak menarik kembali dalam waktu tiga bulan setelah pengaduan diajukan.2 B. Kejahatan Terhadap Kesusilaan Pasal 89 KUHP Membuat orang pingsan atau tidak berdaya disamakan dengan menggunakan kekerasan. 1 Pasal 284 KUHP (1) Dihukum dengan pidana penjara paling alma Sembilan bulan: 1a) seorang pria yang elah kawin,yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW (Burgerlyk Wetboek) berlaku baginya. 1b) seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak, padahal diketahui bahwa pasal 27 BW (Burgerlyk Wetboek) berlaku baginya. 2a) seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan tu, padahal diketahuinya bahwa yang turut bersalah telah kawin; 2b) seorang wanita yang belum kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahui olehnya bahwa yang turut bersalah telah kawin dan pasal 27 BW berlaku baginya. (2) Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/istri yang tercemar, dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27 BW, dalam tenggang waktu tiga bulan diikuti dengan permintaan untuk bercerai atau pisah-meja dan ranjang karena alasan itu juga. (3) Terhadap pengaduan ini tidak berlaku pasal 72, 73, dan 75. (4) Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam sidang pegnadilan belum dimulai.

2

Pasal 287 KUHP (1) Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan. Tindak pidana ini merupakan persetubuhan dengan wanita yan menurut Undang-Undang belum cukup umur. kecuali jika umurnya wanita belum sampai dua belas tahun atau jika ada salah suatu hal tersebut pasal 291 dan pasal 294. BW pasal 27 Dalam waktu yang sama seoran laki hanya diperbolehkan mempunyai satu orang perempuan sebagai isterinya. bila tidak ada pengaduan. diancam karena melakukan perkosaan. umur korban belum cukup 12 tahun. (2) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. pada hal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya. Jika umur korban belum cukup 15 tahun tetapi sudah di atas 12 tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. atau b. Tetapi keadaan akan berbeda jika: a. Pasal 286 KUHP Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan. Pasal 285 KUHP Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan. korban yang belum cukup 15 tahun itu menderita luka berat atau mati akibat perbuatan itu (KUHP pasal 291). seorang perempuan hanya satu orang laki sebagai suaminya. bahwa umurnya belum lima belas tahun. atau kalau umurnya tidak ternyata.(5) Jika bagi suami-istri itu berlaku pasal 27 BW. pada hal diketahui atau sepatutnya harus diduga. tidak ada tuntutan. pengaduan tidak diindahkan selama perkawinan belum diputuskan karena perceraian atau sebelum putusan yang menyatakan pisah menja dan tempat tidur menjadi tetap. penuntutan baru dilakukan bila ada pengaduan dari yang bersangkutan. dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. atau 3 . Jadi dengan keadaan itu persetubuhan tersebut merupakan delik aduan. bahwa belum mampu kawin.

anak tirinya.1 Pasal 290 KUHP Diancam dengan pidana paling lama tujuh tahun : 1. (2) Jika salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 285. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. Barang siapa melakukan perbuatan cabul. 288 dan 290 mengakibatkan luka-luka berat. dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. membujuk. dijatuhkan pidana penjara paling lama 12 tahun. bahwa belum mampu dikawin. atau bersetubuh di luar perkawinan dengan orang lain.1 C. korban yang belum cukup 15 tahun itu adalah anaknya. 287 dan 290 itu mengakibatkan mati. bahwa belum mampu dikawin. bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata. bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya. untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. kebohongan. dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.2 Pasal 291 KUHP (1) Jika salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 286. 4 . Pasal 289 KUHP Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.c. 287. dengan seseorang pada hal diketahui. Undang-Undang No. Berlaku pula bagi yg menggunakan tipu muslihat. bujangnya atau bahwahannya (ps 294). 3: Barang siapa membujuk seseorang yang diketahui atau sepatutnya harus diduga. 286. bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata. anak yang berada dibawah pengawasannya. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 Setiap orang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain dipidana dengan pidana penjara maks 15 tahun min 3 tahun dan denda Rp 60 – 300 juta. muridnya. 2: Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang pada hal diketahui atau sepatutnya harus diduga.

ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. Keputusan Menkeh No. Sebab apabila bukan alat bukti yang sah tentunya penyidikan mengusahakan alat bukti lain yang sah dan ini berarti bagi daerah-daerah yang belum ada dokter ahli kedokteran kehakiman akan mengalami kesulitan dan penyidikan dapat terhambat. dan pada beberapa bidang juga mengacu kepada sumpah dokter dan etika kedokteran. Pasal 133 KUHAP (1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka.01PW. sedangkan keterangan yang diberikan oleh dokter bukan ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan. Keterangan yang diberikan oleh dokter bukan ahli kedokteran kehakiman itu alat bukti sah atau tidak.Pasal 82 Sengaja melakukan kekerasan atau ancaman. M. keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana.3 Aspek Medikolegal Prosedur medikolegal adalah tata-cara atau prosedur penatalaksanaan dan berbagai aspek yang berkaitan pelayanan kedokteran untuk kepentingan hukum. dilak dengan diberi cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat. memaksa. kebohongan. Hal ini tidak menjadi 5 . (3) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuatkan identitas mayat. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.07-03tahun 1982 Tentang Pedoman Pelaksanaan KUHAP Dari penjelasan Pasal 133 ayat (2) menimbulkan beberapa masalah antara lain sebagai berikut: a.1 Penjelasan pasal 133 KUHAP (2) keterangan yang diberikan oleh ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan ahli. membujuk untuk melakukan atau membiarkan dilakukannya percabulan dipidana dengan penjara maks 15 tahun min 3 tahun dan denda Rp 60 – 300 juta. Secara garis besar prosedur medikolegal mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. (2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis. tipu muslihat.

Pertenttangan antara kepentingan hukum dan kewajiban hukum 3. (3) Jika pada waktu melakukan kejahatan belum lewat dua tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga. demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah. diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda paling banyak Sembilan ribu rupiah. Pasal 183 KUHAP Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurangkurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benarbenar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melalukannya. Pertentangan anatara dua kepentingan hukum 2. demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana. menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan. Pasal 216 KUHAP (1) Barangsiapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu. Pasal 222 KUHAP Barangsiapa dengan sengaja mencegah. walaupun nilainya agak rendah. maka pidananya dapat ditambah sepertiga.1 Pasal 48 KUHP Barang siapa melakukan perbuatan karena pengaruh daya paksa tidak dipidana MA 117/K/Kr/1968 2 juli 1969 Dalam ―noodtoestand‖ harus dilihat adanya: 1. tetapi diserahkan saja pada hakim yang menilainnya dalam sidang. tetapi keterangan itu sendiri dapat merupakan petunjuk dan petunjuk itu adalah alat bukti yang sah. setiap orang yang menurut ketentuan undangundang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi tugas menjalankan jabatan umum. (2) Disamakan dengan pejabat tersebut diatas. atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya. menghalang-halangi atau menggagalkan pemeriksaan mayat untuk pengadilan. Pertentangan antara dua kewajiban hukum 6 .masalah walaupun keterangan dari dokter bukan ahli kedokteran kehakiman itu bukan sebagai keterangna ahli. diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

kehormatan kesusilaan atau harta benda sendii maupun orang lain. tidak dipidana. barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. tidak dipidana. Dokter dapat menentukan apakah 7 . kecuali di tempat yang tak ada dokter ahli demikian.4 Visum et Repertum yang dihasilkan mungkin menjadi dasar untuk membebaskan terdakwa dari penuntutan atau sebaliknya untuk menjatuhkan hukuman.Pasal 49 KUHP (1) Tidak dipidana. Pemeriksa harus yakin akan semua bukti – bukti yang ditemukannya karena berbeda dengan di klinik. yang langsung disebabkan keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu. ia tidak lagi mempunyai kesempatan untuk melakukan pemeriksaan ulang guna memperoleh lebih banyak bukti. dokter jangan sampai meletakkan kepentingan si korban di bawah kepentingan pemeriksaan. terutama bila si korban adalah anak – anak.1 Sebagai ahli klinis yang perhatian utamanya tertuju pada kepentingan pengobatan penderita. Penundaan pemeriksaan dapat memberikan hasil yang kurang memuaskan. Pasal 50 KUHP Barang siapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan ketentuan undang-undang.2 Pemeriksaan Medis Korban Pemeriksaan kasus – kasus yang merupakan persetubuhan yang merupakan tindak pidana hendaknya dilakukan dengan teiti dan waspada. Tetapi dalam melaksanakan kewajibannya. Di Indonesia pemeriksaan korban persetubuhan yang diduga merupakan tindak kejahatan seksual umumnya dilakukan oleh dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan. memang agak sukar untuk melaukan pemeriksaan yang berhubungan dengan kejahatan. karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum (2) Pembelaan terpaksa yang melampui batas. Sebaiknya korban kejahatan seksual dianggap sebagai orang yang telah mengalami cedera fisik dan atau mental sehingga sebaiknya pemeriksaan ditangani oleh dokter klinik. dokter umumlah yang harus melakukan pemeriksaan tersebut.1 Pada tindak pidana di atas perlu dibuktikan telah terjadi persetubuhan dan telah terjadi paksaan dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan. Hendaknya pemeriksaan tidak sampai menambah trauma psikis yang sudah di deritanya.

persetubuhan telah terjadi atau tidak. sedang gigi molar III pada usia 17 sampai 21 tahun. Cari tahu pula apakah pernah bersetubuh? Persetubuhan yang terakhir? Apakah menggunakan kondom? Keluhan saat pemeriksaan?1 Penentuan umur korban amat perlu ditentukan pada pemeriksaan medis.SIM dsb) . maka umur dapat langsung disimpulkan dari hal tersebut. Demikian pula jika dokter tidak menemukan tanda kekerasan. siklus haid. apalagi jika dikuatkan oleh bukti diri (KTP. sehingga seharusnya tidak dimasukkan dalam Visum et Repertum. Gigi molar II mengalami erupsi pada usia kurang lebih 12 tahun. bukan istilah medis. dan apakah terdapat tanda – tanda kekerasan. katalepsi. Ditemukannya tanda kekerasan pada tubuh korban tidak selalu merupakan akibat paksaan. Yang berwenang untuk menentukan hal tersebut adalah hakim. maka hal itu belum merupakan bukti tidak terjadi paksaan. penggunaan obat-obatan. Anamnesis terdiri dari bagian yang bersifat umum dan khusus. Pengumpulan data tentang umur. Jika setengah sampai 8 . sehingga ia juga tidak mungkin menentukan apakah perkosaan telah terjadi. karena perkosaan adalah pengertian hukum. tanggal dan tempat lahir. dokter meminta pada korban untuk menceritakan segala sesuatu tentang kejadian yang dialaminya dan sebaiknya terarah.1 Pada hakekatnya dokter tak dapat menentukan unsur paksaan yang terdapat pada tindak pidana perkosaan.5 Anamnesis Anamnesis merupakan suatu yang tidak dapat dilihat atau ditemukan oleh dokter sehingga bukan merupakan pemeriksaan yang obyektif. jenis pasal yang dilanggar dan jumlah hukuman yang dapat dijatuhkan. Tetapi ia tidak dapat menentukan apakah terdapat unsur paksaan dalam pidana ini. Dalam hal korban mengetahui secara pasti tanggal lahirnya/umurnya. mungkin juga disebabkan oleh hal lain yang tidak ada hubungannya dengan paksaan. Anamnesis dibuat terpisah dan dilampirkan pada Visum et Repertum dengan judul ―keterangan yang diperoleh dari korban‖. perlu dilakukan foto rongent gigi. Untuk wanita yang telah tumbuh molar IInya. status perkawinan.1 Anamnesis umum. syncope. penyakit kelamin dan penyakit kandungan serta adanya penyakit lain : epilepsy. Akan tetapi jika korban tak mengetahui umurnya secara pasti maka perlu diperiksa erupsi gigi molar II dan molar III. karena hal itu menentukan jenis delik (delik aduan atau bukan). Dalam mengambil anamnesis. sehingga dokter jangan menggunakan istilah perkosaan dalam Visum et Repertum.

Dari data ini dokter dapat mengerti mengapa ia tidak dapat menemukan lagi spermatozoa. Cari tahu apakah korban pingsan. kancing terputus akibat tatikan. Kriteria sudah tidaknya wanita mengalami haid pertama atau menarche tak dapat dipakai untuk menentukan umur karena usia menarch saat ini tidak lagi pada usia 15 tahun tetapi seringkali jauh lebih muda dari itu. Kerokan kuku mungkin menunjukkan adanya sel-sel epitel kulit dan darah yang berasal dari pemerkosa atau penyerang. Perlu diketahui apakah korban melawan. air mani.seluruh mahkota molar III sudah mengalami mineralisasi (terbentuk) . korban mencuci. tanggal dan jam. tetapi persetubuhan yang pada dasarnya tidak disetujui oleh wanita yang bersangkutan. Tetapi saat pelaporan yang terlambat mungkin juga disebabkan karena korban diancam untuk tidak melapor kepada polisi. tapi akarnya belum maka usianya kurang dari 15 tahun. bercak darah. Ada kemungkinan korban menjadi pingsan karena ketakutan tetapi mungkin juga korban dibuat pingsan oleh laki-laki pelaku dengan pemberian obat tidur atau obat bius. Hal khusus yang perlu diketahui adalah waktu kejadian. tanah. Jika korban benar telah diperkosa biasanya akan segera melapor. Tanyakan pula di mana tempat terjadinya.1 Pemeriksaan Fisik Korban 1. dan sebagainya yang mungkin melekat pada pakaian atau tubuh korban. misalnya perempuan itu merasa tertipu. cemas akan menjadi hamil atau selang beberapa hari baru diketahui ayah atau ibu dan karena ketakutan mengaku bahwa ia telah disetubuhi dengan paksa. dapat diperkirakan bahwa peristiwa itu bukan peristiwa perkosaan. Bila waktu antara kejadian dan pelaporan kepada yang berwajib berselang beberapa hari atau minggu.6 Anamnesis khusus. Sebaliknya petugas pun dapat mengetahui di mana harus mencari trace evidence yang ditinggalkan oleh korban atau pelaku. pada tubuh korban mungkin ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan dan pada alat kelamin mungkin terdapat bekas perlawanan. atau tanda-tanda lain dari persetubuhan. Jika korban melawan maka pakaian mungkin ditemukan robekan. mandi dan mengganti pakaian. Pakaian. lumpur dan lain-lain yang mungkin berasal dari tempat kejadian. Karena berbagai alasan. Dicatat juga 9 . apakah setelah kejadian. 1 Sebagai petunjuk dalam pencarian trace evidence yang berasal dari tempat kejadian. misalnya rumput. Tanyakan apakah terjadi penetrasi dan ejakulasi. Pakaian ditentukan helai demi helai dan dilihat apakah terdapat robekan lama atau baru sepanjang jahitan atau melintang pada pakaian.

d) Selaput dara. leher. Pemeriksaan Khusus (Bagian Genitalia). 2. Bahan sampel dari vestibulum diambil untuk pemeriksaan sperma. memar dan luka lecet akibat goresan kuku. serta rambut digunting untuk pemeriksaan laboratorium dan untuk perbandingan dengan rambut kemaluan pria tersangka. memer atau luka lecet pada daerah mulut. Pada kasus yang diduga terjadi kehilangan kesadaran hendaklah dilakukan pemeriksaan urin dan darah. diambil dan diperlakukan seperti bahan bukti.5cm dan lingkaran yang memungkinkan persetubuhan adalah 9cm. paha bagian dalam dan pinggang. Harus ingat bahwa persetubuhan tidak selalu terjadi deflorasi. keadaan emosional dan tanda-tanda bekas hilang kesedaran atau diberikan obat seperti needle marks. Introitus vagina dilihat apakah ada tanda-tanda kekerasan. Ukur lingkaran ujung jari pada batas ini. tinggi dan berat badan. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan speculum hanya apabila pemeriksaan mengijinkan dan sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis obstetrik dan ginekologi.apakah pakaian rapi atau tidak. pergelangan tangan. b) Dilihat adanya atau tidak tanda-tanda kekerasan. c) Dicatat perkembangan alat kelamin sekunder. keadaan jantung dan abdomen. a) Rambut kemaluan. c) Vulva. benda yang melekat dan pakaian yang mengandung trace evidence dikirim ke laboratorium. b) Cari bercak air mani sekitar alat kelamin. d) Dilihat juga apakah terdapat trace evidence yang melekat pada tubuh korban dan sekiranya ada. Ukuran pada seorang perawan kirakira 2. lengan.edema. tekanan darah. Periksa: Apakah ruptur atau tidak. Yang perlu diperhatikan adalah: Tanda-tanda kekerasan seperti hiperemi. kerok dengan sisi tumpul skalpel atau swab dengan kapas lidi dibasahi garam fisiologis. 10 . tentukan apakah ruptur baru atau lama. Diperiksa : Ada atau tidaknya rambut melekat karena air mani mongering. robekan menjalar sampai insertion disertai adanya jaringan parut di bawahnya. catat lokasi ruptur dan apakah sampai insertion atau tidak. 3. Pemeriksaan Tubuh: a) Dijelaskan penampilan. Ukur lingkaran orifisium dengan cara memasukkan ujung kelingking atau telunjuk perlahan-lahan sehingga teraba selaput dara menjepit ujung jari. pemeriksaan refleks cahaya pupil. Pada ruptur lama.

4) Darah: Kemungkinan darah dari deflorasi. kadang – kadang sampai 6 hari pasca persetubuhan. Kemudian diletakkan terbalik di atas cawan berisi lugol sehingga uap yodium mewarnai lapisan kaca objek tersebut. Perhatikan pergerakkan spermatozoa. 1) Tanpa pewarnaan. Periksa dibawah mikroskop dengan pembesaran 500 kali. dapat disimpulkan bahwa spermatozoa masih dapat ditemukan 3 hari. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan apakah pria baru melakukan persetubuhan. dilakukan dengan menekan kaca objek pada glans penis. 5) Tanda bekas kekerasan akibat perlawanan oleh korban. Penentuan spermatozoa (mikroskopis). Bahan pemeriksaan: cairan vagina Metode pemeriksaan: tanpa pewarnaan dan dengan pewarnaan. Pemeriksaan Pada Pria Tersangka 1. 3) Bercak semen: dicatat apakah adanya bercak semen. 11 .1 2. Pemeriksaan umum yang dapat dilakukan meliputi: 1) Pakaian. 2) Rambut kemaluan: diambil sebagai bahan pembanding sekiranya terdapat rambut yang ditemukan di kemaluan korban. Pemeriksaan ini paling bermakna untuk memperkirakan saat terjadinya persetubuhan. Tujuannya untuk menentukan adanya sperma. Haid akan memperpanjang waktu ini sampai 3 – 4 jam. daerah corona atau frenulum. Dilakukan pemeriksaan golongan darah yang ditemukan. tidak mempunyai arti dalam pembuktian sehingga tidak perlu ditentukan. Sitoplasma sel epitel vgina akan berwarna coklat tua karena mengandungi glikogen. spermatozoa masih dapat ditemukan hingga 2 minggu pasca persetubuhan. Pada orang mati. bahkan mungkin lebih lama lagi2. 6) Dilakukan pemeriksaan secret urethra untuk menetukan apakah ada atau tidak penyakit kelamin. 6) Pemeriksaan sel epitel vagina pada glans penis. f) Perlu juga dilakukan pemeriksaan untuk melihat apakah ada atau tidak penyakit kelamin.e) Frenulum labiorum pudenda dan commisura labiorum posterior diperiksa untuk melihat utuh atau tidak. a) Cara pemeriksaan: Letakkan satu tetes cairan vagina pada kaca objek kemudian ditutup. Berdasarkan beberapa penelitian. Untuk melihat motilitas spermatozoa. b) Hasil: Umumnya disepakati dalam 2 – 3 jam setelah persetubuhan masih dapat ditemukan spermatozoa yang bergerak dalam vagina.

b) Hasil: Keuntungan dengan pulasan ini adalah inti sel epitel dan leukosit tidak terdiferensiasi. kontrasepsi. sari buah dan tumbuh-tumbuhan2. air teh. tunggu selama 1 menit. b) Reagen : Larutan A: Brentamin Fast Blue B 1 g (1) . Asam asetat glasial 10 ml (3) . Enzim fosfatase asam menghidrolisis natrium alfa naftil fosfat. Reaksi fosfatase asam dilakukan bila pada pemeriksaan tidak ditemukan sel spermatozoa. Bahan pemeriksaan yang digunakan adalah cairan vaginal. biru metilen atau hijau malakit. menentukan apakah bercak tersebut adalah bercak mani atau bukan. keringkan dan periksa dibawah mikroskop. Penentuan Cairan Mani (kimiawi). a) Dasar reaksi (prinsip): Adanya enzim fosfatase asam dalam kadar tinggi yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. pertama bahan (2) dan (3) dilarutkan dalam 12 . sel epitel berwarna merah muda merata dan leukosit tidak terwarnai. tunggu 10-15 menit. Kepala spermatozoa tampak merah dan lehernya merah muda. Untuk membuktikan terjadinya ejakulasi pada persetubuhan dari ditemukan cairan mani dalam sekret vagina. sehingga harus selalu dilakukan pada setiap sampel yang diduga cairan mani sebelum dilakukan pemeriksaan lain. Cara pewarnaan yang mudah dan baik untuk kepentingan forensik adalah pulasan dengan hijau malakit dengan prosedur sebagian berikut : Buat sediaan apus dari cairan vaginal pada gelas objek. yaitu dengan pemeriksaan laboratorium : 1) Reaksi Fosfatase Asam. Bila hal ini terjadi. maka perlu dilakukan penentuan cairan mani dalam cairan vagina2. hasil positif semu dapat terjadi pada feses. keringkan diudara. Alfa naftol yang telah dibebaskan akan bereaksi dengan brentamin menghasilkan zat warna azo yang berwarna biru ungu. a) Cara pemeriksaan: buat sediaan apus dan fiksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api. Natrium asetat trihidrat 20 g (2) .2) Dengan Pewarnaan. dan fiksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api. belum tentu dalam vagina tidak ada ejakulat karena kemungkinan azoosperma atau pascavasektomi. cuci lagi dengan air. Pulas dengan HE. Merupakan tes penyaring adanya cairan mani. ekornya berwarna hijau Bila persetubuhan tidak ditemukan. 3. perlu dideteksi adanya zat-zat yang banyak terdapat dalam cairan mani. cuci dengan air. Tes ini tidak spesifik. Askuades 100 ml (4). warnai dengan Malachite-green 1% dalam air. warnai dengan larutan Eosin Yellowish 1 %dalam air.

c) Cara pemeriksaan: Cairan vaginal ditetesi larutan reagen. 3. dapat mempercepat waktu reaksi. sedangkan bercak yang mengandung enzim tersebut memberikan intensitas warna secara berangsur-angsur. adanya bakteri-bakteri dan jamur. c) Cara pemeriksaan: Bahan yang dicurigai ditempelkan pada kertas saring yang terlebih dahulu dibasahi dengan aquades selama beberapa menit. Yodium 2. Reaksi ini dilakukan dan mempunyai arti bila mikroskopik tidak ditemukan spermatozoa. Larutan B: Natrium alfa naftil fosfat 800 mg + aquades 10 ml. 2. Enzim fosfatase asam yang terdapat di dalam vagina memberikan waktu reaksi rata-rata 90 – 100 detik. tampak kristal kolin periodida coklat berbentuk jarum dengan ujung sering terbelah. Kemudian kertas saring diangkat dan disemprotkan / diteteskan dengan reagen. Ditentukan waktu reaksi dari saat penyemprotan sampai timbul warna ungu. Kehamilan. Test ini tidak khas untuk cairan mani karena bahan yang berasal dari tumbuhan atau binatang akan memperlihatkan kristal yang serupa tetapi hasil postif pada test ini dapat menentukan kemungkinan terdapat cairan mani dan hasil negative menentukan kemungkinan lain selain cairan mani2. 13 . kemudian (1) dilarutkan dalam larutan peyangga tersebut.4.5 g. Reaksi Berberio. kemudian lihat dibawah mikroskop. Reaksi Florence. Jika disimpan dilemari es. b) Reagen (larutan lugol) dapat dibuat dari : Kalium yodida 1. a) Dasar: Menentukan adanya kolin. Waktu reaksi 30 detik merupakan indikasi kuat adanya cairan mani. belum dapat menyatakan sepenuhnya tidak terdapat cairan mani karena pernah ditemukan waktu reaksi > 65 detik tetapi spermatozoa positif. a) Dasar reaksi: Menentukan adanya spermin dalam semen. lalu saring cepat ke dalam botol yang berwarna gelap. Bila 30 – 65 detik.(4) untuk menghasilkan larutan penyangga dengan pH 5. d) Hasil: Bercak yang tidak mengandung enzim fosfatase memberikan warna serentak dengan intensitas tetap. reagen ini dapat bertahan berminggu-minggu dan adanya endapan tidak akan mengganggu reaksi2. Waktu reaksi > 65 detik.5 g. b) Reagen : Larutan asam pikrat jenuh. d) Hasil :Bila terdapat mani. 89 ml Larutan A ditambah 1 ml larutan B. masih perlu dikuatkan dengan pemeriksaan elektroforesis. Reaksi ini dilakukan bila terdapat azoospermia/tidak ditemukan spermatozoa atau cara lain untuk menentukan semen tidak dapat dilakukan. karena intensitas warna maksimal tercapai secara berangsur-angsur. Akuades 30 ml.

batas sering tidak jelas.4. Reagen dialirkan dengan pipet dibawah kaca penutup. 4. Gambaran substansi golongan darah dalam bahan pemeriksaan yang berasal dari forniks posterior vagina. d) Hasil: Hasil positif bila. substansi golongan darah dapat dideteksi dalam cairan tubuhnya seperti air liur. Pada individu yang termasuk golongan sekretor (85% dari populasi). didapatkan kristal spermin pikrat kekuningan berbentuk jarum dengan ujung tumpul. Bercak mani berbatas tegas dan warnanya lebih gelap daripada sekitarnya. Kristal mungkin pula berbentuk ovoid2. biarkan mengering. bercak segar menunjukkan permukaan mengkilat dan translusen kemudian mengering. b) Pada tekstil yang tidak menyerap. Ekstrak diletakkan pada kaca objek. tutup dengan kaca penutup. 5. Pemeriksaan Bercak Mani Pada Pakaian. cairan mani. dan lain-lain.1 Golongan Darah Wanita O Substansi ‗sendiri‘ H A B A+B A A A+H B H* B B B+H A H* AB A+B dalam sekret vagina Substansi ‗asing‘ H* A+H berasal dari semen Keterangan: H* = Hanya H. Hanya golongan sekretor saja yang golongan darahnya dapat ditentukan dalam semen yaitu dilakukan dengan cara absorpsi inhibisi. Tabel 1. 1) Secara visual. Substansi golongan darah dalam cairan mani jauh lebih banyak dari pada air liur (2 – 100 kali).c) Cara pemeriksaan (sama seperti pada reaksi Florence): Bercak diekstraksi dengan sedikit akuades. a) Pada bahan sutera / nilon.1 Hasilnya apabila ada substansi ‗asing‘ menunjukkan di dalam vagina wanita tersebut terdapat cairan mani. Penentuan Golongan Darah ABO Pada Cairan Mani. sekret vagina. tetapi selalu lebih gelap daripada sekitarnya. 14 . Dalam waktu kira-kira 1 bulan akan berwarna kuning sampai coklat. Bercak yang sudah agak tua berwarna kekuningan. Kadang-kadang terdapat garis refraksi yang terletak longitudinal.

bila tidak teraba kaku. spermatozoa dengan kepala berwarna merah dan ekor berwarna merah muda terlihat banyak menempel pada serabut benang. Untuk memastikan bahwa sel epitel berasal dari seorang wanita. Pada tekstil yang tidak menyerap. Bercak mani teraba kaku seperti kanji. Untuk membuktikan bahwa seorang pria baru saja melakukan persetubuhan dengan seseorang wanita. Hasil akan menunjukkan sel-sel epitel vagina dengan sitoplasma berwarna coklat karena mengandung banyak glikogen. 15 .Letakkan pada gelas objek dan uraikan sampai serabut-serabut saling terpisah. Bahan makanan. Bahan dipulas dengan reagen Baecchi selama 2 – 5 menit. Bercak pada sutera buatan atau nilon mungkin tidak berflouresensi. bercak semen menunjukkan flouresensi putih. Bila terlihat bercak ungu. korona serta frenulum. Periksa dengan mikroskop pembesaran 400 x.1 2) Secara taktil (perabaan). a) Reagen dapat dibuat dari: Asam fukhsin 1 % 1 ml. kemudian letakkan dengan spesimen menghadap kebawah diatas tempat yang berisi larutan ligol dengan tujuan agar uap yodium akan mewarnai sediaan tersebut. dan serbuk deterjen yang tersisa pada pakaian sering berflouresensi juga. b) Cara Pemeriksaan: Gunting bercak yang dicurigai sebesar 5 mm x 5 mm pada bagian pusat bercak. Pemeriksaan Pria Tersangka. Cara pemeriksaan: Sehelai kertas saring yang telah dibasahi akuades ditempelkan pada bercak yang dicurigai selama 5 – 10 menit. Tutup dengan kaca penutup dan balsem Kanada. Flouresensi terlihat jelas pada bercak mani pada bahan yang terbuat dari serabut katun. Ambillah 1 – 2 helai benang dengan jarum. urin. terutama pada bagian kolum. 4) Uji pewarnaan Baecchi.c) Pada tekstil yang menyerap. dicuci dalam HCL 1 % dan dilakukan dehidrasi berturut-turut dalam alkohol 70 %. Keringkan lalu semprotkan / teteskan dengan reagen. masih dapat dikenali dari permukaan bercak yang teraba kasar. Kaca objek ditempelkan dan ditekan pada glans penis. dapat dilakukan pemeriksaan sebagai berikut. d) Dibawah sinar ultraviolet. Lalu dijernihkan dalam xylol (2x)dan keringkan di antara kertas saring. Biru metilen 1 % 1 ml. kertas saring diletakkan kembali pada pakaian sesuai dengan letaknya semula untuk mengetahui letak bercak pada kain. 80 % dan 95 – 100 % (absolut). Asam klorida 1 % 40 ml. sekret vagina. a) Cara lugol. bercak segar tidak berwarna atau bertepi kelabu yang berangsur-angsurmenguning sampai coklat dalam waktu 1 bulan.1 6. c) Hasil: serabut pakaian tidak berwarna. 3) Skrining awal (dengan Reagen fosfatase asam).

Ciri-cirinya adalah menempel erat pada permukaan membran inti dengan diameter kira-kira 1 µ yang berbatas jelas dengan tepi tajam dan terletak pada satu dataran fokus dengan inti. bila pada pria tertuduh juga ditemukan N. gonorrhea. Pemeriksaan dilakukan pada hari ke I. Jika pada pemeriksaan didapatkan N. V dan VII. sekret perlu diambil untuk pemeriksaan serologik dan 16 . Pemeriksaan dari secret ureter (urut dengan jari) dan dipulas dengan pewarnaan Gram. Menggunakan metode PCR. DNA menggunakan konsep polimorfisme. 1 Jenis pemeriksaan DNA : a) Pemeriksaan DNA tanpa amplifikasi. yang membedakan adalah pendekatan terhadap korban Pengumpulan barang bukti harus dilakukan jika hubungan seksual terjadi dalam 72 jam sebelum pemeriksaan fisik. 8. Pemeriksaan DNA. Pada dasarnya pemeriksaan laboratorium forensik pada korban wanita dewasa dan anak-anak adalah sama. Kemampuannya bisa memperbanyak DNA jutaan sampai milyaran kali memungkinkan dianalisisnya sampel forensic yang jumlahnya amat minim. maka lokus tersebut dikatakan bersifat polimorfik.1 7. ini merupakan petunjuk yang cukup kuat.perlu ditentukan adanya kromatin seks (barr bodies) pada inti. Polimorfisme adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya suatu bentuk yang berbeda dari suatu struktur dasar yang sama. III. gonorrhoea berarti terbukti adanya kontak seksual dengan seseorang penderita. perhatikan inti sel epitel yang ditemukan dan cari barr bodies. Kelemahan pemeriksaan ini adalah bila persetubuhan tersebut telah berlangsung lama atau telah dilakukan pencucian pada alat kelamin pria. 1 b) Pemeriksaan DNA dengan amplifikasi. juga memberikan keuntungan karena dapat digunakan untuk membedakan satu orang dengan orang lainnya. Jika terdapat variasi pada suatu lokus yang spesifik dalam suatu populasi. maka pemeriksaan ini tidak akan berguna lagi. Jika terdapat ulkus. gonorrhea. Memerlukan DNA sedikit dan tidak perlu utuh. hal ini penting karena banyak dari sampel forensic merupakan sampel postmortem yang tak segar lagi. Sifat polimorfik ini disamping menunjukkan variasi individu. Pemeriksaan dapat berupa : 1) Pelacak multilokus : banyak pita DNA. Menggunakan metode Southern Blot dan memerlukan DNA yang relatif utuh. Pemeriksaannya cenderung cepat. Dengan pembesaran besar. 2) Pelacak single lokus : dua pita/orang. Pemeriksaan lebih lama. Pemeriksaan terhadap N.

sebaliknya adanya robekan pada hymen hanya merupakan adanya suatu benda (penis atau benda lain). diantaranya: a) besarnya penis dan derajat penetrasinya. e) keaslian barang bukti serta waktu pemeriksaan. b) bentuk dan elastisitas hymen. dan spermin. Pemeriksaan kehamilan dan pemeriksaan toksikologik terhadap urin dan darah juga dilakukan bila ada indikasi. 2) Persetubuhan ada tetapi tandatandanya tidak dapat ditemukan. Komponen yang terdapat di dalam ejakulat dan dapat diperiksa adalah enzim asam fosfatase. maka adanya sperma di dalam liang vagina merupakan tanda pasti adanya persetubuhan. c) ada tidaknya ejakulasi dan keadaan ejakulat itu sndiri. Apabila ejakulat tidak mengandung sperma maka pembuktian adanya persetubuhan dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan terhadap ejakulat tersebut. maka perkiraan saat terjadinya persetubuhan. yang mencakup dua kemungkinan: 1) Memang tidak ada persetubuhan. d) posisi persetubuhan. Maksimal dokter dapat mengatakan bahwa pada diri wanita yang diperiksanya tidak ditemukan tanda-tanda persetubuhan.bakteriologik (-). Perkiraan saat terjadinya persetubuhan 17 . yang masuk ke dalam vagina Apabila pada persetubuhan tersebut disertai dengan ejakulasi dan ejakulat tersebut mengandung sperma. dengan sendirinya pembuktian adanya persetubuhan secara kedokteran forensik tidak mungkin dapat dilakukan secara pasti. Dengan demikian hasil dari upaya pembuktian persetubuhan dipengaruhi berbagai faktor. tidak terdapatnya robekan pada hymen. Apabila persetubuhan telah dapat dibuktikan secara pasti. Sperma di dalam vagina masih dapat bergerak dalam waktu 4-5 jam postcoital. harus ditentukan. penetrasi tersebut dapat lengkap atau tidak lengkap dan dengan atau tanpa disertai ejakulasi. Apabila pada kejahatan seksual yang disertai dengan persetubuhan itu tidak sampai berakhir dengan ejakulasi.1 Pembuktian Adanya Persetubuhan Persetubuhan adalah suatu peristiwa dimana terjadi penetrasi penis ke dalam vagina. sperma masih dapat ditemukan tidak bergerak sampai 24-36 jam post-coital. tidak dapat dipastikan bahwa pada wanita tidak terjadi penetrasi. hal ini menyangkut masalah alibi yang sangat penting di dalam proses penyidikan. dan bila wanitanya masih akan dapat ditemukan sampai 7-8 hari. kholin. Dengan demikian.

Pada pemeriksaan perlu diperhatikan apakah korban menunjukkan tanda-tanda bekas kehilangan kesadaran. mungkin juga disebabkan oleh hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan paksaan. Pada umumnya penyembuhan tersebut akan tercapai dalam waktu 7-10 hari post-coital. Ditemukannya tanda kekerasan pada tubuh korban tidak selalu merupakan akibat paksaan. Terjangkitnya penyakit kelamin pada wanita hanya merupakan petunjuk bahwa wanita itu telah mengalami persetubuhan dengan laki-laki yang menderita penyakit kelamin sejenis. Oleh karena hal ini pada bagian kesimpulan suatu visum et repertum hanya dituliskan ada tidaknya tanda-tanda kekerasan serta jenis kekerasan yang menyebabkan. Penyakit kelamin yang masa inkubasinya singkat lebih bermakna di dalam upaya pembuktian bila dibandingkan dengan penyakit kelamin yang masa inkubasinya lama. tubuh wanita yang telah dibersihkan akan menyulitkan pemeriksaan oleh karena keadaannya sudah tidak asli. Terjadinya kehamilan jelas merupakan tanda adanya persetubuhan.juga dapat ditentukan dari proses penyembuhan dari selaput dara yang robek. Pakaian korban yang telah diganti. Dengan demikian pemeriksaan sedini mungkin merupakan keharusan. dengan demikian nilai bukti ini menjadi kurang. akan tetapi oleh karena waktu yang dibutuhkan untuk itu cukup lama. Hal lain yang dapat diperiksa untuk menentukan terjadinya persetubuhan adalah pemeriksaan adanya kehamilan dan adanya penyakit kelamin. 7 Pembuktian Adanya Kekerasan Seorang dokter dapat menentukan apakah tanda-tanda kekerasan. hipnotik. hipnotik. atau narkotik telah dipergunakan. maka hal itu belum merupakan bukti bahwa paksaan tidak terjadi. Tanda-tanda persetubuhan dengan berlangsungnya waktu akan menghilang dengan sendirinya. Tetapi ia tidak dapat menentukan apakah terdapat unsur paksaan pada tindakan ini. 18 . bila dari pemeriksaan diharapkan hasil yang maksimal. Apabila ada petunjuk bahwa alkonol. atau tanda-tanda telah berada di bawah pengaruh alkohol. maka dokter perlu mengambil urin dan darah untuk pemeriksaan toksikologi. luka-luka akan sembuh dan mayat akan menjadi hancur. Demikian pula jika dokter tidak menemukan tanda kekerasan. narkotik.

2) Pada pemeriksaan vagina dan cervix dengan speculum tampak adanya lecet pada daerah labia mayor. Persetubuhan dilakukan pada hari ketiga setelah kepergian korban dan teman prianya. Keadaan perkembangan payudara dan pertumbuhan rambut kemaluan perlu dikemukakan. Untuk wanita yang telah tumbuh gigi geraham 2-nya.3 akan muncul pada usia 17-21 tahun atau lebih. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan pula : 1. tiga sentimeter ke kiri dari garis tengah depan terdapat memar berwarna ungu kehitaman. Spermatozoa sudah tidak bergerak. Persetubuhan dilakukan oleh paksaan teman pria sebagai pelaku. 2. nyeri. didapatkan informasi bahwa korban berusia 14 tahun telah pergi bersama teman laki-laki korban dengan ajakan jalan-jalan.1 Interpretasi hasil Dari hasil anamnesis. Jika setengah sampai seluruh mahkota geraham 3 sudah mengalami mineralisasi (terbentuk). interpretasi hasil yang dapat diperoleh dari hasil pemeriksaan medis antara lain adalah : Pada pemeriksaan himen tampak bentuk hymen rupture. Kemudian korban dan teman prianya tersebut pergi ke luar kota. 3. Korban aman dari kehamilan setelah tes kehamilan menunjukkan hasil negatif. dan lokasi robekan pada pukul 7. dan pelaku melakukan tindak kekerasan dengan menampar pipi korban. ukuran lubang hymen 9. perlu dilakukan foto ronsen gigi. Bercak semen dan cairan mani pada celana dalam menandakan terjadinya ejakulasi oleh pelaku. menandakan persetubuhan telah terjadi lebih dari 5 jam.yang terjadi pada usia kira-kira 12 tahun. sedangkan gigi geraham ke. 19 . tampak: 1) adanya robekan baru. 3) Pada pemeriksaan dalam / colok dubur tidak ditemukan rahim yang membesar. 4) Pada wajah.Perkiraan Umur Dokter perlu menyimpulkan apakah wajah dan bentuk badan korban sesuai dengan umur yang dikatakannya. tapi akarnya belum maka usianya kurang dari 15 tahun. Kriteria sudah tidaknya wanita mengalami haid pertama atau menarche tak dapat dipakai untuk menentukan umur karena usia menarch saat ini tidak lagi pada usia 15 tahun tetapi seringkali jauh lebih muda.5 cm. berukuran lima kali tiga sentimeter. Ditentukan apakah gigi geraham belakang ke-2 sudah tumbuh atau belum. Pada korban.

telah terjadi persetubuhan. Selalu sehat no. dokter pada Rumah Sakit Ukrida. 1 Jakarta Barat 11111 Telp/fax 021-212121 PRO JUSTITIA Jakarta. Rimenda. rambut rapi.Berdasarkan pemeriksaan-pemeriksaan di atas. 10 Desember 2013 Saya yang bertanda tangan di bawah ini. sikap selama pemeriksaan membantu-------------------------------------------20 . gelisah. atas permintaan dari Kepala Kepolisian Jakarta Barat dengan suratnya nomor no: XV/VER/IX/9. bertempat di RS Ukrida. tertanggal 9 Desember 2013. telah dilakukan pemeriksaan terhadap korban dengan nomor registrasi 08120023. terjadi ejakulasi dan penetrasi. dengan kesadaran baik. Visum et Repertum RS Ukrida Jl. maka dengan ini menerangkan bahwa pada tanggal Sembilan sdesember dua ribu tigabelas. Korban datang dalam keadaan sadar penuh. Jakarta Barat-------------------------------------------------------------- Hasil Pemeriksaan:-------------------------------------------------------------------------------------------a. telah dapat disimpulkan korban ini masih di bawah umur. penampilan bersih. yang menurut surat tersebut adalah:---------------------------------------Nama Umur : Mawar ----------------------------------------------------------------------------------------: 14 tahun--------------------------------------------------------------------------------------- Jenis Kelamin : Perempuan-----------------------------------------------------------------------------------Warga Negara : Indonesia------------------------------------------------------------------------------------Pekerjaan Alamat : Pelajar----------------------------------------------------------------------------------------: Jl. pukul limabelas lewat dua puluh lima menit Waktu Indonesia Bagian Barat. Tanjung 16. serta terjadi tindak kekerasan.

tanpa robekan------------------------------------------------------------------------------c. Pakaian rapi. Kita tidak dapat mengatakan telah terjadi suatu kejahatan seksual jika pelaku dan korban sama-sama berusia diatas 15 tahun. Rimenda NIP 13454 Aspek Psikososial Penelitian menunjukkan bahwa kejadian kejahatan susila lebih sering dilakukan oleh pihak yang sebelumnya saling mengenal. Pemeriksaan laboratorium untuk sel mani positif dan pada usapan vagina dengan pulasan malachite green ditemukan adanya sperma------------------------------------------------------------Kesimpulan:---------------------------------------------------------------------------------------------------Robekan baru selaput dara pada arah jam tujuh dan ditemukannya sperma pada usapan vagina menandakan memang telah terjadi persetubuhan----------------------------------------------------------Ditemukannya memar pada bagian wajah menandakan adanya tanda-tanda kekerasan. atau dengan teman yang umurnya tidak berbeda jauh. dr. tekanan darah seratus sepuluh per tujuh puluh milimeter air raksa. apalagi jika 21 .b. Tanda kelamin sekunder sudah berkembang----------------------------------------------------------d. Pada wajah.------------Demikian Visum et Repertum ini saya buat dengan sebenar-benarnya dengan mengingat sumpah jabatan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana-------------------------------------- Jakarta. berukuran lima kali tiga sentimeter. nyeri. misalnya antara tetangga. Alat kelamin dan kandungan: ----------------------------------------------------------------------------Mulut alat kelamin: Pada kedua bibir kecil kemaluan tampak kemerahan ----------------------Selaput dara : Terdapat robekan baru pada selaput dara hingga ke dasar sesuai dengan arah jarum jam tujuh --------------------------------------------------------------------------------------------g. paman dengan keponakan. pernapasan dua puluh kali per menit-------e. tiga sentimeter ke kiri dari garis tengah depan terdapat memar berwarna ungu kehitaman. Keadaan umum jasmaniah baik.-----------------------------------------------f. 10 Desember 2013 Dokter yang memeriksa. denyut nadi sembilan puluh kali per menit. Pada pemeriksaan tes kehamilan PPT hasilnya negatif----------------------------------------------h.

atau minuman. kebanyakan pelaku dari tindakan asusila biasanya adalah orang yang usianya lebih tua. Jika anak tidak menginginkan aktivitas seksual tersebut. Tetapi lain halnya jika korban merasa sangat menderita atas kegiatan tersebut. atau bahkan langsung menyetubuhi korban. maka perilaku anak dapat berubah total. atau bahkan ancaman. Nasihat tersebut tidak dapat melindungi anak-anak 100% terbebas dari tindakan kejahatan susila. biasanya mengenal pelaku dengan baik. Sayangnya. dan sudah dapat memberitahu akibat dari perkosaan. Orang tua harus membujuk sang anak. misalnya menjadi lebih pendiam. dengan membekali anak dengan nasihat-nasihat tersebut. anak yang menjadi korban sering kali diam dan tidak ingin menceritakan kejadian yang dialaminya. Hal yang terbaik untuk menghindarkan anak dari pelaku kejahatan susila adalah dengan memberikan nasihat yang pas dan mudah dimengerti oleh anak tersebut sesuai dengan usianya. para orang tua berharap agar anak-anak 22 . dan sering bermimpi buruk pada malam hari. Untuk anak seperti pada kasus diatas. penyakit akibat hubungan kelamin. peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membangun kembali mental anak yang terpuruk. karena sampai kapanpun tindakan kejahatan tersebut tidak akan pernah hilang. atau makanan. korban harus mendapatkan perlindungan dan segera diterapi secara intensif yang dikenal sebagai terapi psikososial. karena usianya membuat sang anak sudah mulai dapat diajak berdiskusi. dan dapat mengatakan bahwa tekanan yang diberikan oleh pelaku bukanlah sebuah hal yang buruk. dan pelaku sering mengiming-imingi korban dengan sesuatu. atau mungkin mengajak korban menonton video porno bersama. Tindakan ini dilakukan dapat dengan berbagai cara. takut untuk bertemu dengan orang dewasa. Apapun tindakan itu. maka sudah pasti korban tidak akan melaporkan kegiatan itu kepada siapapun. semisal permen untuk anak yang masih kecil. Tetapi. sering melamun. misalnya pelaku langsung mempertontonkan organ genitalnya kepada korban. termasuk kepada orang tua. dan kehamilan yang tidak diinginkan karena mencoba-coba melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Jika korban melakukannya berdasarkan rasa suka.dilakukan suka sama suka. Sedangkan korban. sehingga anak mau menceritakan masalahnya. Korban tersebut diam bukan karena menikmati. Tetapi. tetapi karena takut akan ancaman dari pelaku. dan juga rasa malu yang kelak harus dihadapi korban seandainya ia menceritakan masalah ini kepada orang lain. Di saat seperti ini. orang tua tidak perlu menutupi apa itu hubungan seksual.

Organisasi ini dalam terjemahan harfiahnya dari Bahasa Inggris dikenal juga sebagai Organisasi non pemerintah (disingkat ornop atau ONP). melakukan penelaahan. menerima pengaduan masyarakat. pemantauan. birokrasi ataupun negara. Peran (Pasal 76): Melakukan sosialisasi Perundangan. masukan dan pertimbangan kepada presiden dalam rangka perlindungan anak. 7 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Swadaya Masyarakat (disingkat LSM) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. Indonesia terkait kasus susila dan kekerasan terhadap anak. Berdasarkan Undang-undang No. 2) KOMNAS ( Komisi Nasional Perlindungan Anak). Maka secara garis besar organisasi non pemerintah dapat di lihat dengan ciri. 1) KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). saran.16 tahun 2001 tentang Yayasan.Memberikan laporan. evaluasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.mereka dapat terbebas dari bahaya tersebut. Organisasi tersebut bukan menjadi bagian dari pemerintah. antara lain: 1) Organisasi ini bukan bagian dari pemerintah. birokrasi ataupun negara. Menjamin hak anak untuk menyatakan pendapatnya secara bebas dalam semua hal yang menyangkut dirinya dan pandangan anak selalu dipertimbangkan sesuai kematangan anak. mengumpulkan data dan informasi. maka trauma psikologis yang dihasilkan dapat menghantuinya terus menerus hingga dewasa dan dapat mempengaruhi kehidupannya. tidak hanya untuk kepentingan para anggota seperti yang dilakukan koperasi ataupun organsiasi profesi. karena sekali saja kejahatan tersebut menimpa sang anak. Secara khusus akan mengupayakan dan membela hak 23 Beberapa LSM yang ada di . Prinsip organisasi: Memiliki prinsip sebagai organisasi yang independen dan memegang teguh prinsip pertanggungjawaban publik serta mengedepankan peluang dan kesempatan pada anak dan partisipasi anak serta menghargai dan memihak pada prinsip dasar anak. maka secara umum organisasi non pemerintah di indonesia berbentuk yayasan. 3) kegiatan dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum. 2) dalam melakukan kegiatan tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan (nirlaba).

publikasi dan sosialisasi informasi tentang hak-hak anak dan situasi anak di Indonesia. Tugas dokter tidak hanya menjalankan fungsi maksimal dalam bidang kesehatan. menyalahkan diri sendiri. h) Melakukan perlindungan khusus.8 Kesimpulan Untuk menyelesaikan permasalahan kasus kejahatan seksual. baik tingkat Regional. b) Melakukan kajian hukum dan Kebijakan Regional dan Nasional yang tidak memihak pada kepentingan terbaik anak. namun dokter tersebut dituntut untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan kedokteran seoptimal mungkin dan mematuhi tuntutan undang-undang terhadapnya terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan proses hukum. informasi dan investigasi terhadap pelanggaran hak-hak anak di Indonesia. depresi. rasa takut berhubungan intim dengan lawan jenis. dan kehamilan yang tidak diinginkan. Tindakan perkosaan membawa dampak emosional dan fisik kepada korbannya. goncangan jiwa. pemerintah dan lembaga terkait. c) Memberikan penilaian dan pendapat kepada pemerintah dalam rangka mengintegrasikan hak-hak anak dalam setiap kebijakan. f) Menyampaikan pendapat dan usulan tentang pemantauan. b) advokasi dan Pendampingan pelaksanaan Hak-Hak Anak. menuntut diambilnya langkah penanganan yang holistik dan komprehensif termasuk dukungan psikososial yang secara otomatis membutuhkan dukungan optimal dari keluarga dan masyarakat. Secara emosional. d) kordinasi antar Lembaga. e) Menyebarluaskan. (pemajuan atau kemajuan). dan perlindungan hak-hak anak kepada parlemen. Komisi Nasional Perlindungan Anak memiliki peran: a) Pemantauan dan Pengembangan Perlindungan Anak. c) kajian strategis terhadap berbagai kebijakan yang menyangkut Kepentingan Terbaik Anak. tidak hanya membutuhkan intervensi medis semata-mata tapi. g) Mempunyai mandat untuk membuat laporan alternative kemajuan perlindungan anak di tingkat nasional. Nasional maupun Internasional. 24 . Komisi Nasional Perlindungan Anak memiliki fungsi: a) melakukan pengumpulan data. d) Memberikan pendapat dan laporan independen tentang hukum dan kebijakan berkaitan dengan anak. korban perkosaan bisa mengalami stress.untuk berpartisipasi dan didengar pendapatnya dalam setiap kegiatan. proses peradilan dan administrasi yang mempengaruhi hidup anak.

id/bitstream/123456789/12121/1/09E01668. Peranan komisi perlindungan anak indonesia. Diunduh tanggal 17 Januari 2011 dari eprints. Wibisana W.: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: 1997. 2007. London: Praeger. Jakarta.p.ac.61-126. Djaja SA. Penatalaksanaan holistik pada anak korban kekerasan. Clinical forensic medicine—a physcian guide. 2010.85-110. Newton M.id/3904/1/d2ba9622ff4c9218ce9c181c339467dd35d1f78b. Color atlas of forensic medicine and pathology. 2005. 25 . Peraturan perundang-undangan bidang kedokteran. Florida: CRC Press. Labay LM. editor. 2009.ui.id/kuhpoutuu/undang-undang-nomor-23-tahun2002-tentang-perlindungan-anak/ 4. Slamet P. 5. Houck MM. 2009.p.go. h147-64 2.p77-102. Ilmu Kedokteran Forensik. In editor: Spark MM. Jakarta. h33-6 3.pdf.ac. 8. Substanse abuse and poisoning. Forensic science—modern methods of solving crime. Indrasari W.usu. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: 1994. Sexual assault examination. Budiyanto A. Dharmono S. 7. Yuli B et al.pdf. Diunduh tanggal 17 Januari 2011 dari repository. In: Catanese CA. Catanese CA.bphn.Daftar pustaka 1. Hukum Pidana. Trace evidence. http://hukumpidana. 2nd edition. Siswandi S et al. Rogers D. 6. New Jersey: Humana Press.