You are on page 1of 16

£d|s| o: 8or oo · 1aa oz

Program Pembaruan
Kasultanan Yogyakarta
Agraria
Hak atas Tanah Kraton
Politik Khusus Agraria
dan Pertanahan
taad
t . . . - | . · . sª : ª
oa|| eeaa|s|
"Land" ada|ab 8u|etln tlga bu|anan sebagal sarana komunlkasl dan
ln|ormasl program kerjasama 8appenas dan We·|d ßank da|am
kerangka Land Managemenr and Pe||cj Deze|eµmenr P·e¡ecr
(LMPDP) Komponen-1. LMPDP ada|ab program pengembangan
kebljakan pertanaban yang berbasls pada kesejabteraan rakyat.
Program pengembangan kebljakan pertanaban yang komprebensl|
dl |ndonesla sangat mendesak dl|akukan dengan me|lbat
kenyataan akan komp|eksnya permasa|aban agrarla: pertanaban,
peralran, pencemaran udara dan slstem penge|o|aan kekayaan
a|am yang ada dl da|amnya.
Untuk mengatasl ba| ltu mut|ak dlper|ukan adanya pemlklran yang
serlus untuk merekonstrukslnya, dengan cara me|akukan
pene|usuran terbadap kerangka, |andasan, dan tujuan
berke|anjutan yang lngln dlcapal. Pemlklran lnl, tentu saja nantlnya
menuntut tlndakan, dl|akukan agar ja|an |enggang nan ber|lku darl
ujung keberangkatan sampal tujuan dapat dengan je|as terpetakan
seblngga memudabkan bagl slapa saja, darl generasl ke generasl,
yang berge|ut dengan bldang keagrarlaan (dan |lngkungan bldup)
dapat bekerja |eblb mudab secara terus-menerus dan
berkeslnambungan. Seblngga sega|a tenaga, blaya dan waktu yang
dlke|uarkan secara sada· dlgunakan dengan penub tanggung jawab.
Ldlsl perdana lnl menyajlkan PLPTAN|AN sebagal tltlk sentra|
da|am re|orma agrarla, sepertl ter|lbat da|am esensl tu|lsan "Tujuan
Kbusus Po|ltlk Agrarla" dan "Program Pembangunan Agrarla". Dl
samplng ltu respek terbadap sejarab dan ekslstensl masyarakat
(tanab) adat dapat dlkajl da|am tu|lsan "Hak Atas Tanab Kraton
Kasu|tanan Yogyakarta", dan sebagal krltlk krltls yang menuntut
perenungan tersajl da|am "Mau ke Mana LMPDP?".
Pedaksl mengbarapkan berbagal plbak dapat memberlkan
masukan berupa tu|lsan l|mlab yang terkalt dengan upaya
pengembangan kebljakan pertanaban.
Sa|am.
tay taa¡a|wat|
eaaastar eaiassaaa
eaaaslaat
||. uaaa t;||aaa. n.f.
(kasata|t fata eaaaç sa;;eaas,
||. sa|as|a w|aya. n.t.
(kasata|t re||etaaa sa;;eaas,
eamlmµla eaaassl/
eaaaaççaaçjawae
||. e|ae||a famtaaaa. nrt
eailaaaaç
o|. ||. |a|y c|e wa|yaate. n.sc
(o||e|ta| re||etaaa. fata eaaaç aaa re|taaaaaa sa;;eaas,
eaaassl
s. caata|te
n. t||et
tamaa \aa|
kaa||a| e|za|
za|aa| t||t|a
o|aa |eaççeçea|
eaaastar eaiassaaa
o|. ¡a|. tay taa¡a|wat|
aiamat eaaassl
J|. |ataaa|aa|y ue. º
Ja|a|ta io:io
raeae (ozi, :io iees·eI
raz (ozi, :ºo zºe:
c·ma|| |m;a;-cta.aet.|a
oasala cratls
n. t||et
sa;;eaas
taad
£d|s| o: 8or oo · /eb oz
a|te|t|t|aa e|ea |nror.
aata| |a|aaçaa te|tatas
fa||saa/a|t||e| aa|am ta|et|a |a| t|aa|
meace|m|a|aa e;|a| ;eaçe|e|a ;|eç|am
kem;eaea·i |nror (r|u·sa;;eaas,
taad
s a | | e t | a | n r o r
o
Hak atas Tanah
KasuItanan Yogyakarta
KPATDN
r|eç|am remta|aaa
tcete|t
ote| ecotks|
fa¡aaa kaasas
rc||f|k tcete|t
naa |e naaa |nror:
s
s
z
::
8ldang kbusus agrarla membutubkan tujuan
kbusus agrarla yang stabl| dan berke|anjutan
serta suatu "lnstltusl agrarla" yang berstruktur
dan berslstem serta orlentasl kbusus yang je|as.
Terclptanya pasar tanab yang e|lslen yang menjadl
tujuan utama darl program LMPDP lnl, sangat je|as
bertentangan dengan konsepsl dasar tentang
penguasaan tanab (|and rena·e) dl |ndonesla, babwa
tanab meml|lkl |ungsl sosla| sebagalmana yang
dlatur da|am UUPA No. 5/196O.
Keberadaan Kraton Kasu|tanan
Yogyakarta-Kadlpaten Paku
A|aman yang dlakul sebagal cagar
budaya yang barus tetap
dljaga/dlpe|lbara keberadaannya
dengan pertlmbangan secara
blstorls, soslo|ogls, dan yurldls,
yaltu babwa Kraton Kasu|tanan
Yogyakarta-Kadlpaten Paku
A|aman dan wl|ayabnya |ablr
sebagal basl| perjanjlan Glyantl
13-2-1775 karena Per|awanan
Pangeran Mangkubuml terbadap
lntervensl Kumpenl 8e|anda.
3 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 t480 O1
0tama
Jµ|a|
saca ¡aça uews|ette| |nror
(s||a|aa aataaç| eeaa|s|,
keteraaqaa 5amµa/
rete . |nror/tt
|e|as| . kasa|taaaa \eçya|a|ta
£d|s| o: 8or oo · 1aa oz
Program Pembaruan
Kasultanan Yogyakarta
Agraria
Hak atas Tanah Kraton
Politik Khusus Agraria
dan Pertanahan
taad
t . . . - | . · . sª : ª
Meskl pada masa awa| pembangunan era
Soekarno, pembaruan agrarla sempat menjadl
agenda bangsa, namun te|ab klta ketabul bersama
babwa program pembaruan agrarla akblrnya
dlpetl-eskan sebe|um berbasl| dlja|ankan
sepenubnya pada saat orde baru berkuasa.
s
ebagal bldang yang strategls, kebljakan agrarla
berpengarub terbadap bajat bldup orang banyak.
Kebljakan agrarla pada dasarnya meml|lkl pljakan
yang domlnan pada ruang admlnlstrasl negara
(admlnlstrasl pub|lk). Da|am konteks lnl,
pemerlntab atau negara mempunyal peran
sentra| dan bertanggungjawab da|am
mengupayakan pembangunan dan
pencapalannya. O|eb karena ltu peran "po|ltlk"
sangat kenta| dan menentukan.
Po|itik dan Tujuan Khusus Agraria Da|am
Kerangka Hukum
8ldang kbusus agrarla memer|ukan tujuan kbusus
dan berke|anjutan. Ha| lnl sebagal syarat untuk
dapat dlketabulnya se|urub |aktor-|aktor yang
terdapat da|am struktur agrarla (Ag·a·sr·akra·).
Dengan kata |aln darl sana orang dapat
mene|usur, mengetabul, menemukan dan
mengkajl "|nsr|ras| ag·a·|a", yang me|lputl pra-
perencanaan, perencanaan, keuangan,
pe|aksanaan dan kontro| serta |lngkungan yang
mempengarubl proses bekerjanya. |ndonesla
mempunyal kekuasaan yang besar atas agrarla
(buml, alr, udara, dan kekayaan a|am yang
terkandung dl da|amnya). Namun dl slsl |aln
mempunyal tugas dan tanggung jawab untuk
tujuan umum yaltu menjamln kesejabteraan
rakyat (pasa| 33 ayat 3 UUD 1945 jo pasa| 2
UUPA).
Tujuan kbusus agrarla ter|etak pada Penje|asan
Umum | a|lnea terakblr: "Tujuan pertama dan
utama UUPA yaltu untuk mensejabterakan
rakyat tanl da|am rangka masyarakat adl| dan
makmur". Ha| lnl berartl bldang pertanlan
merupakan tltlk pangka| pemlklran dan kebljakan
agrarla untuk mencapal tujuan (kbusus), dengan
t480 O1 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 4
tldak mengurangl artl pentlng bldang-bldang
|alnnya, yang juga menjadl tanggung jawab
pemerlntab. Dl slnl jamlnan kesejabteraan petanl
menjadl tujuan utama. Ada kebutuban untuk
menyelmbangkan antara standar kesejabteraan
petanl dengan mereka yang bekerja dl sektor
non-pertanlan. |nl berartl penlngkatan
pengbargaan terbadap nl|al tukar produksl petanl
da|am kerangka masyarakat yang adl| dan
makmur. Dengan demlklan tuntutan kebutuban
standar bldup petanl. Mlsa|nya jamlnan
pendapatan, kesebatan, pendldlkan, barl tua,
kece|akaan kerja, dsb. Ha| lnl dapat dl|lbat da|am
pasa| 34 ayat 2 UUD 1945, UUPA, dan pasa| 13
UUPA jo. UU 4O/ 2OO4 tentang [amlnan Sosla|.
Selrlng dengan ltu, penduduk mempunyal bak
untuk mendapat jamlnan pangan dengan barga
yang pantas. Demlklan juga dengan jamlnan
ke|estarlan |lngkungan bldup dan peme|lbaraan
pemandangan sebagal tujuan agrarla (pasa| 14, 15
UUPA, UU Llngkungan Hldup).
[lka dlkajl |eblb jaub, tujuan untuk mencapal
kesatuan dan kesederbanaan bukum pertanaban
serta kepastlan bukum bak-bak atas tanab, pada
dasarnya "banya" sebagal sa|ab satu sub-|aktor
teknlk da|am struktur agrarla (|okus: pertanlan).
Tujuan kbusus agrarla tersebut be|um dlkena|
da|am po|ltlk praktls agrarla |ndonesla, sementara
pendldlkan po|ltlk bukum agrarla |ndonesla
se|ama lnl cenderung mengldentlkkan tujuan
po|ltlk agrarla sebandlng dan sebangun dengan
tujuan po|ltlk naslona|. Keadaan lnl secara |ogls
berpengarub terbadap konstruksl |lklr para
pe|aku untuk membangun agrarla dengan tanpa
dlbeka|l orlentasl yang je|as serta konsep kbusus
agrarla. Dltambab |agl adanya kecenderungan
konsep |lklr aparat pemerlntab dan masyarakat
fa¡aaa kaasas
re||t|| tcete|t
O|eb: Any Andjarwatl
Sehaga| nega·a he·kemhang, |ndenes|a d| sara s|s| menghadaµ| µe·masa|ahan ag·a·|a seµe·r| ha|nja nega·a-nega·a
he·kemhang ja|ra ·eje·ma ag·a·|a dengan |ara· he|akang µe·ara·an µe·andangan. D| s|s| |a|n |ndenes|a ¡aga menghadaµ|
µe·masa|ahan seµe·r| jang d|hadaµ| e|eh nega·a-nega·a ma¡a ja|ra menjesaa|kan akr|z|ras µe·ran|an dengan µe·kemhangan
ekenem|. Keadaan |n| he·ak|har µada hehan ||ngkangan h|daµ jang sangar he·ar, ka·ena ·aang ||ngkaµ ag·a·|a ||ngkangan
h|daµ mem|||k| med|a jang sama, ja|ra a|·, ranah dan ada·a (re·masak kekajaan a|am jang ada d| da|amnja}.
a8taa/
yang mengldentlkkan agrarla dengan tanab
(agrarla da|am artl semplt). Ha| tersebut
tercermln da|am po|ltlk praktls yang bervlsl
"Pembangunan pertanaban untuk sebesar-besar
kemakmuran rakyat guna mewujudkan keadl|an
dan keber|anjutan slstem kemasyarakatan,
kebangsaan dan kenegaraan Pepub|lk |ndonesla",
dan kebljakan pertanlan yang terkonsentrasl pada
penlngkatan produksl dan penlngkatan
pendapatan petanl. vlsl pertanaban tersebut
tldak mempunyal orlentasl yang je|as dan vlsl
pertanlan re|atl| |abl|, berpotensl rawan kebljakan
pertanlan yang tamba| su|am, karena dl sana tldak
mengena| sesuatu yang esensl yaknl seca·|rj yang
menjamln masa depan secara terus-menerus.
Paktor-|aktor da|am Ag·a·sr·akra· dapat
dlgo|ongkan ke da|am |aktor teknls, |aktor
ekonoml, dan |aktor sosla|. 8ekerjanya |aktor-
|aktor maupun sub-sub|aktor satu dengan yang
|alnnya sa|lng berkaltan dan tldak dapat
dl|epaskan. Tladanya tujuan kbusus da|am po|ltlk
praktls agrarla berartl terdapatnya kebljakan
parsla| darl maslng-maslng sub-sub |aktor
struktur agrarla.
Permasa|ahan Dasar Kebijakan Pertanahan
Usaba me|etakkan dasar-dasar Agrarla Naslona|
untuk mencapal kesatuan dan kesederbanaan
bukum pertanaban dan jamlnan kepastlan bak-
bak atas tanab pada dasarnya merupakan ja|an
ke|uar untuk mengatasl permasa|aban
keagrarlaan penlngga|an pemerlntab Hlndla
8e|anda. Da|am |ormat ltu bubungan-bubungan
bukum peml|lkan dan penguasaan atas tanab
dldasarkan pada go|ongan penduduk yaknl
go|ongan 8uml Putera, Go|ongan Lropa atau
Go|ongan Tlmur Aslng.
Da|am rangka kesatuan dan kesederbanaan
bukum pertanaban, bukum adat dlpakal sebagal
dasar bukum agrarla Naslona| (pasa| 3 dan pasa| 5
UUPA). Tetapl ba| lnl sampal sekarang maslb
menylsakan permasa|aban yang serlus dl da|am
bukum pertanaban. Ha| ltu dlsebabkan karena
sl|at p|ura|lsme bukum adat, tladanya a|at buktl
bak atas tanab adat, serta tldak seja|annya dengan
pengakuan tanab adat (UUPA, UU no. 41 tabun
1999 tentang Kebutanan, UU no. 18 tabun 2OO4
tentang Perkebunan, d||). Dl slsl |aln da|am
praktek untuk peml|lkan atau penguasaan atas
tanab re|atl| dltuntut pembuktlan secara tertu|ls.
8erkaltan dengan ltu mut|ak adanya jamlnan
bukum akan status tanab, apakab ltu tanab adat,
tanab prlvat atau tanab negara. Untuk kepastlan
lnl dlper|ukan adanya peta dasar yang berprlnslp
"sara ham| sara µera" agar pemerlntab dapat
menja|ankan tugas Perencanaan Umum (pasa| 14
UUPA). Tanpa adanya peta sepertl ltu mustabl|
dapat dl|aksanakan kebljakan agrarla yang
sasra|nah|e.
Kenyataannya, saat lnl mlnlma| ada 12 lnstansl
yang memegang peta dasar dan maslng-maslng
pada dasarnya berdlrl sendlrl-sendlrl. Ha| lnl
berartl babwa proses lnventarlsasl dan
penda|taran serta penguasaan tanab mengbadapl
permasa|aban yang pa|lng dasar, sementara
slstem penda|taran tanab yang dlja|ankan be|um
menjamln adanya kepastlan bukum. Ha| ltu
dlsebabkan karena sertl|lkat bak atas tanab banya
sebagal sa|ab satu tanda buktl bak atas tanab saja
(penda|taran bak), seblngga keberadaannya dapat
dlgugurkan o|eb plbak |aln yang mempunyal
tanda buktl bak yang |eblb kuat. Dengan
demlklan untuk mencapal tujuan menjamln
kepastlan bukum pertanaban maslb jaub
'panggang darl aplnya'. Dlbutubkan strategl yang
e|ektl| dan e|lslen untuk kebljakan penda|taran
tanab atau lnventarlsasl tanab se|urub wl|ayab
|ndonesla dengan memperbatlkan keterbatasan
tekno|ogl, sumber daya manusla, keuangan, dan
waktu. Untuk ltu dapat dlmu|al darl daerab yang
pa|lng sedlklt penduduknya sampal daerab yang
pa|lng padat penduduknya.
Slngkatnya, permasa|aban po|ltlk agrarla ter|etak
pada tladanya lndlkator |ondamen "peta dasar
yang satu" dan pembangunan dengan slstem
proyek dan target yang mengurangl |ungsl aparat
pemerlntab sebagal pe|ayan pub|lk. Permasa|aban
|aln adakab penyaklt kronls egolsme sektora|
da|am slstem admlnlstrasl negara yang
menggambarkan tladanya keje|asan wajab
kebljakan agrarla naslona|. O|eb karena ltu per|u
segera dl|akukan rekonstruksl kebljakan agrarla
naslona| yang stabl| dan berkeslnambungan, yang
bertujuan untuk menjamln kesejabteraan petanl,
menjamln pangan penduduk dengan barga yang
pantas dan menjamln |lngkungan bldup dan
peme|lbaraan pemandangan.
5 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 t480 O1
Dr. jur. Any Andjarwatl
Pengamat Kebljakan Agrarla
Referensi:
1. Any Andjarwatl, Dle Agrarverwa|tung ln |ndoneslen
(Admlnlstrasl Agrarla dl |ndonesla), Dlsertasl,
Zuvl|lerver|ag, Goettlngen, 2OO1.
2. Sunarjatl Hartono, Darl Hukum Antar Go|ongan ke
Hukum Antar Adat, te. 4, Cltra Adltya 8aktl, 8andung,
1991.
3. Supomo, Slstlm Hukum dl |ndonesla Sebe|um Perang
Dunla ||, Pradnya Paramlta, [akarta, 1981.
4. 8APPLNAS, Pancangan Kebljakan Perpetaan Naslona|
Untuk Mendukung Penataan Puang, 2OO3.
5. Departemen Pertanlan/8PN/Konsorslum Pembabaruan
Agrarla (KPA), Country Peport Pembabaruan Agrarla
dan Pembangunan Pedesaan |ndonesla, [akarta, 21
Pebruarl 2OO6.
s
erdlrlnya Kraton Kasu|tanan Yogyakarta-
Kadlpaten Paku A|aman berawa| darl lntervensl
Kumpenl 8e|anda ke da|am Kraton Kasunanan
Surakarta dan dllkutl |o|osnya Pangeran
Mangkubuml yang kemudlan o|eb penglkut
setlanya dlangkat sebagal Sunan Paku 8uwono
Senopatl atau Sunan Kabanaran. Glglbnya
per|awanan Pangeran Mangkubuml me|awan
Kumpenl 8e|anda, akblrnya dlse|esalkan dengan
Perjanjlan Glyantl (13-2-1755), dengan membagl
wl|ayab Kasunanan Surakarta, baglan 8arat
dlserabkan kepada Pangeran Mangkubuml (s|ga·
semengke-µa||jan nega·|), yang se|anjutnya
berge|ar Serl Su|tan Hamengkubuwono | yang
berkuasa dl Kasu|tanan Yogyakarta.
Karena besarnya kepercayaan para penglkut
setlanya, maka pengaturan mengenal tanab dan
selslnya dlpercayakan kepada Su|tan sebagal
Kagungan Da|em Noto. Atas kepercayaan
tersebut, se|anjutnya Su|tan menja|ankan
kewenangan atas tanab berupa: mengatur
penggunaan tanab untuk keberadan kraton serta
pendukunganya, dl samplng memberlkan bak-bak
untuk meman|aatkan tanab, antara |aln kepada:
a. Ke|uarga/Senrene (mlsa|nya: bak ml|lk, bak
pakal)
b. Kawa|e/Pakyat (mlsa|nya: bak ml|lk, bak pakal,
bak angga·aµ)
c. Orang dan |embaga aslng (bak e|gendem, bak
opsta|, bak pakal, plnjam, sewa).
Untuk mengurangl beban warga masyarakat
dengan masuknya perusabaan pertanlan aslng,
dladakan reorganlsasl dengan dlke|uarkan R|¡kh|ad
(P8) Kasu|tanan Yogyakarta 1918/16 dan P8
Kadlpaten Pakua|aman 1918/18 pasa| 1-nya yang
berlsl tentang "Sakaheh|ng ham| kang e·a ene
rendhe jekr|ne kada·he |ng ||jan mewe wewenang
e|gendem, dad| ham| kagangane K·aren |ngsan"
atau "Semua tanab yang tldak ada tanda
kepeml|lkan orang |aln maupun wewenang
e|gendem, ada|ab ml|lk Su|tan".
Se|anjutnya sete|ab se|urub tanab se|aln yang
dl|ekatl dengan bak e|gendem dlnyatakan menjadl
bak ml|lk kraton, dl antaranya dlserabkan kepada:
a. Warga masyarakat dl pedesaan (|uar Kotapraja)
dlberlkan bak angangge turun temurun.
b. Ke|uraban yang kemudlan dlbentuk, dlberlkan
bak anda·he atau dlsebut tanab desa, yang
penggunaannya sebagal: 1. Tanab kas desa,
basl|nya dlgunakan admlnlstrasl keglatan
ke|uraban, 2. Tanab bengkok/|anggah, untuk
pengbasl|an perangkat/pamong ke|uraban, 3.
Tanab µange·em-a·em, untuk pengbasl|an
mantan perangkat/pamong ke|uraban, 4. Tanab
desa untuk kepentlngan umum, mlsa|nya ja|an,
|apangan, dsb. (Cararan. Se|aln tanab sawab
tega|an tersebut yang berupa tanab |lar yang
kosong berupa butan be|ukar, tldak dlserabkan
sebagal bak anda·he ke|uraban, akan tetapl
merupakan tanab domaln bebas darl Paja
Kasu|tanan Yogyakarta-Kadlpaten Paku
A|aman.}
ua| atas faaaa ketfcu
kasa|taaaa \eçya|a|ta
atama
t480 O1 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 6
O|eb: Suyltno
c. Warga masyarakat dl Kotapraja, berdasarkan
P8 kasu|tanan Yogyakarta 1925/23 dan P8
Kadlpaten Paku A|aman 1925/25, dlberlkan
bak andarbe. Dengan tldak adanya reaksl darl
pemerlntab Hlndla 8e|anda terbadap ba|-ba|
tersebut dlatas, klranya menunjukkan
pengakuan terbadap kepeml|lkan Kasu|tanan
Yogyakarta-Kadlpaten Paku A|aman atas tanab-
tanab dl wl|ayabnya.
Dengan dltandatanganlnya Kontrak Po|ltlk antara
Srl Su|tan Hamengku 8uwono |X dan Dr. Luclen
Adam pada 18 Maret194O, dengan pasa| 39 ayat
(1) dan pasa| 4O ayat (1) serta pasa| 41 yang
maslb memberlkan kewenangan kepada
Kasu|tanan untuk memberlkan bak-bak atas
tanab dan jlka ada tanab dlper|ukan untuk negara
(Pemerlntab Hlndla 8e|anda) juga dlberlkan gantl
rugl, ba| lnl dapat dlartlkan pu|a babwa
Pemerlntaban Hlndla 8e|anda tetap mengakul
kepeml|lkan Kasu|tanan Yogyakarta atas tanab-
tanabnya.
Dengan dlbentuknya Daerab |stlmewa
Yogyakarta dengan UU Nomor 3 Tabun 195O
yang memberlkan kewenangan urusan rumab
tangga sendlrl da|am bldang agrarla/pertanaban,
maka te|ab dlke|uarkan Perda No. 5 Tabun 1974,
yang lslnya antara |aln: "me|angsangkan µemhe·|an
hak anda·he keµada wa·ga masja·akar Keraµ·a¡a
Yegjaka·ra dan men|ngkarkan hak angangge ra·an-
rema·an da·| wa·ga masja·akar µedesaan men¡ad|
hak m|||k µe·e·angan ra·an-rema·an se·ra hak
anda·he (hak m|||k} ke|a·ahan jang d|sehar ranah
desa jang sema|a d|he·|kan e|eh µ|hak Kasa|ranan
Yegjaka·ra-Kad|µaren Paka A|aman".
Da|am dlktum ke-4 baglan A UUPA dlnyatakan
babwa: "hak-hak dan wewenang-wewenang aras
ham| dan a|· da·| Swaµ·a¡a araa hekas Swaµ·a¡a
araa mas|h ada µada wakra ma|a| he·|akanja
andang-andang |n| haµas dan he·a||h keµada
nega·a". Kemudlan menurut dlktum Ke-4 8
dlnyatakan babwa "pe|aksanaannya dlatur |eblb
|anjut dengan Peraturan Pemerlntab". Namun
blngga sekarang peraturan pemerlntab tersebut
tldak pernab ada, seblngga:
a. Untuk tanab-tanab Hak 8arat sudab
dlber|akukan sebaglan ketentuan-ketentuan
UUPA se|urubnya, dan
b. Untuk tanab-tanab Hak Adat, baru
dlber|akukan sebaglan ketentuan-ketentuan
UUPA, yaltu se|aln ketentuan-ketentuan yang
mengatur bak-bak atas tanab dan
penda|tarannya.
Dengan te|ab ber|akunya UUPA secara penub dl
Daerab |stlmewa Yogyakarta berdasar Keppres
P| Nomor 33 Tabun 1984, yang antara |aln
dltlndak |anjutl dengan Keputusan Mendagrl
Nomor 69 tabun 1984, maka yang dlmaksud
dengan tanab-tanab Hak Adat sebagal dlmaksud
da|am Pasa| || Ketentuan Konversl UUPA dan
se|anjutnya dapat dlkonversl menurut PMPA
Nomor 2 Tabun 1962, ada|ab bak-bak atas tanab
adat D|Y sebagalmana dlatur da|am Peraturan
Daerab D|Y Nomor 5 Tabun 1954.
Dengan demlklan terbadap tanab-tanab Hak
Ml|lk Kraton Kasu|tanan Yogyakarta-Kadlpaten
Paku A|aman yang se|ama lnl be|um pernab
dl|epaskan, maslb bak ml|lk atau merupakan
domeln bebas darl kasu|tanan Yogyakarta-
Kadlpaten Paku A|aman dan blngga klnl be|um
terjangkau ketentuan-ketentuan UUPA.
Keberadaan Kraton Kasu|tanan Yogyakarta-
Kadlpaten Paku A|aman yang dlakul sebagal cagar
budaya yang barus tetap dljaga/dlpe|lbara
keberadaannya dengan pertlmbangan secara
blstorls, soslo|ogls, dan yurldls, yaltu babwa
Kraton Kasu|tanan Yogyakarta-Kadlpaten Paku
A|aman dan wl|ayabnya |ablr sebagal basl|
perjanjlan Glyantl 13-2-1775 karena Per|awanan
Pangeran Mangkubuml terbadap lntervensl
Kumpenl 8e|anda. Ha| tersebut bukan|ab
pemberlan atau penyeraban darl plbak
Kasunanan (Sunan ||). Pangeran Mangkubuml
yang dlangkat sebagal Sunan Paku 8uwono
Senopatl (Sunan Kabanaran) yang se|anjutnya
berge|ar Srl Su|tan Hamengku 8owono | o|eb
penglkut setlanya.
Menurut Kontrak Po|ltlk 18 Maret 194O, Kraton
Kasu|tanan Yogyakarta ada|ab baglan darl
Pemerlntab Hlndla 8e|anda dan merupakan
badan bukum yang dlwakl|l Srl Su|tan Hamengku
8uwono. Mendasarkan amanat Su|tan Hamengku
8uwono |X pada tangga| 5 September 1945,
Kasu|tanan Yogyakarta-Kadlpaten Paku A|aman
berbentuk Kerajaan yang merupakan Daerab
|stlmewa Yogyakarta dan merupakan baglan darl
Pepub|lk |ndonesla. Kepercayaan rakyat kepada
Su|tan untuk menyerabkan pengaturan tanab
selslnya sebagal Kegungan Da|em Noto, yang
memberlkan kewenangan atas tanab sebagal
subyek bak ml|lk, sangat|ab besar. R|¡kh|ad
Kasu|tanan Yogyakarta 1918/16 dan R|¡kh|ad
Kadlpaten Paku A|aman 1918/18 yang antara |aln
berlsl pernyataan domeln Kasu|tanan-Kadlpaten
dan ternyata tldak mendapat reaksl darl
pemerlntab Hlndla 8e|anda.
Se|anjutnya Ketentuan Pasa| 39 dan Pasa| 4O
serta pasa| 41 Kontrak Po|ltlk 18 Maret 194O
mengakul kewenangan pemberlan Hak Atas
Tanab o|eb Kasu|tanan Yogyakarta sebagal
kewenangan yang ada pada Hak Ml|lk, demlklan
pu|a pembayaran gantl keruglan apabl|a tanab-
tanab dlper|ukan untuk Pemerlntab Hlndla
7 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 t480 O1
8e|anda. Da|am dlktum ke-4 baglan A UUPA
tentang bapus dan bera|lbnya bak-bak dan
wewenang-wewenang atas buml dan alr darl
Swapraja atau bekas Swapraja kepada negara,
pe|aksanaannya menurut dlktum ke-4 8 maslb
per|u dengan Peraturan Pemerlntab, namun
Peraturan Pemerlntab dlmaksud be|um pernab
ada.
Kemudlan Pasa| 21 ayat (2) UUPA menyebutkan
babwa "0|eh Peme·|nrah d|reraµkan hadan-hadan
hakam jang daµar memµanja| hak m|||k dan
sja·ar-sja·arnja". Pasa| 49 ayat (1) UUPA
menyebutkan babwa "Hak m|||k aras ranah
hadan-hadan keagamaan dan ses|a| seµan¡ang
d|µe·ganakan anrak asaha da|am h|dang
keagamaan dan ses|a|, d|aka| dan d|||ndang|.
ßadan-hadan re·sehar d|¡am|n µa|a akan
memµe·e|eh ranah jang cakaµ anrak hanganan
dan asahanja da|am h|dang keagamaan dan ses|a|".
Da|am penje|asan Umum ||/5 UUPA dlkatakan
babwa "mesklpun pada dasarnya badan-badan
bukum tldak dapat mempunyal bak ml|lk atas
tanab, tetapl menglngat akan keper|uan
masyarakat yang sangat erat bubungannya
dengan |abam keagamaan,
sosla| dan bubungan
perekonomlan, maka
dladakan|ab suatu escaµe-c|aase
yang memungklnkan badan-
badan bukum tertentu
mempunyal bak ml|lk.
Dengan adanya escaµe-c|aase
lnl, maka cukup|ab nantl bl|a
ada keper|uan akan bak ml|lk
bagl sesuatu atau sesuatu
macam badan bukum dlberlkan
dlspensasl o|eb Pemerlntab,
dengan ja|an menunjuk badan
bukum tersebut sebagal badan
bukum yang dapat mempunyal
bak ml|lk atas tanab (Pasa| 21
ayat 2). 8adan-badan bukum
yang bergerak da|am |apangan
sosla| dan keagamaan dltunjuk
da|am Pasa| 49 sebagal badan
bukum yang dapat mempunyal
bak ml|lk atas tanab, tetapl
sepanjang tanabnya dlper|ukan
untuk usabanya da|am bldang
sosla| dan keagamaan ltu.
Klranya kepada Kraton
Kasu|tanan Yogyakarta-
Kadlpaten Paku A|aman dapat
dltunjuk sebagal plbak yang
mempunyal bak ml|lk atas tanab
berdasarkan ketentuan UUPA,
yang se|anjutnya dapat
memberlkan kewenangan kepada plbak-plbak
|aln deml ke|angsungan keberadaan Kraton
Kasu|tanan Yogyakarta-Kadlpaten Paku A|aman
dan pendukung-pendukungnya sebagal cagar
budaya.
Suyltno, SH, MS
Dosen Hukum Agrarla
Unlversltas Gadjab Mada (UGM)-Yogyakarta
t480 O1 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 8
Referensi:
1. Peraturan perundangan yang terkalt
2. Mr. Sudarlsman Purwokusumo, mengenal D|Y
3. Mr. Sudarlsman Purwokusumo, mengenal Pakua|aman
4. Laporan-|aporan dan k|lplng-k|lplng mass medla
5. Pljkb|aad krator Pakua|aman
6. Kontrak Kasu|tanan Yogya dengan Pemerlntab Hlndla 8e|anda.
r
a
e
t
e

t
y

t
|
m
a
a
9 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 t480 O1
5KEMA KEPEMERlNTAHAN
Daerah lstimewa YOGYAKARTA
camta| i
17-8-1945 Prok|amasl Kemerdekaan NKP|
18-8-1945 Su|tan - P.A|am menglrlm ¨Se|amat" kepada Pemerlntab P|
2O-8-1945 Su|tan - P.A|am menyatakan dl be|akang Plmplnan Pemerlntab P|
5-9-1945 Su|tan - P.A|am maslng-maslng menge|uarkan amanat, lslnya:
a. Kasu|tanan - Kadlpaten berbentuk kerajaan yang merupakan D|Y, baglan darl P|.
b. Kekuasaan da|am negerl dan urusan pemerlntaban dl tangan Su|tan-P.A|am
c. Hubungan Kasu|tanan-Kadlpaten dengan Pemerlntab P| bersl|at |angsung dan
Su|tan-P.A|am bertanggungjawab |angsung kepada Preslden P|.
6-9-1945 Su|tan-P.A|am maslng-maslng menerlma Plagam kedudukan Kesu|tanan-Kadlpaten
da|am |lngkungan P|, dltandatanganl Preslde pada 19 Agustus 1945 dan dlterlmakan o|eb
Mr. Maramls dan Mr. Sartono
3O-1O-1945 Su|tan - P. A|am menge|uarkan amanat dltandatanganl bersama:
a. Kasu|tanan-Kadlpaten menjadl Daerab |stlmewa D|Y
b. Su|tan H8 |X dan P.A|am v||| maslng-maslng sebagal Kepa|a Daerab dan Wakl|
Kepa|a Daerab D|Y.
24-4-1946 Dlke|uarkan Mak|umat no. 18/1946 tentang DPP dl D|Y
Pertlmbangan sebagal D|Y mendasarkan pada Pasa| 18 UUD '45, antara |aln:
1. Dlbapuskannya |ungsl Patlb, kekuasaan Gubernur/8|d/Tyokan [epang sebagal
a|at penjajaban terbadap Kasu|tanan-Kadlpaten
2. Amanat Su|tan-P.A|am yang memlbak P|, 5-9-1945.
3. 8ersatlnya Su|tan-P.A|am dengan Amanat bersama, 3O-1O-1945.
4. Tldak dlper|ukannya |ungsl Komlsarls Tlnggl/Wakl|nya dl D|Y
5. Dlberlkannya kekuasaan KN| D|Y sebagal kekuasaan |egls|atl|
6. Dlberlkannya kekuasaan Dewan Pemb.Daerab, dlpl|lb darl anggota DPP D|Y
3-3-195O UU no. 3 Tabun 195O dlbentuk D|Y:
Ps. 1/1 Kasu|tanan-Kadlpaten menjadl D|Y
/2 D|Y setlngkat dengan Proplnsl
Ps. 4/1 Urusan PT, a.|. ada|ab a·asan ag·a·|a
/4 Urusan PT D|Y sebe|um debentuk, dl|anjutkan
Ps. 5/1 Sega|a ml|lk D|Y sebe|um dlbentuk, menjadl
ml|lk D|Y berdasarkan UU no. 3 tb 195O.
5URAKARTA
P. MANGKU8UM|
PLP[AN[|AN G|YANT|, 13-2-1755
KUMPLN|
YOGYAKARTA KA5UNANAN MANGKUNEGARAN
KA5ULTANAN
PAKU ALAM
5ULTAN
5ULTAN
KADlPATEN
KA5ULTANAN
PAKU ALAM
18-3-194O Kontrak Po|ltlk:
- 8aglan Wl|ayab H8 (Pasa| 1 ayat 1)
- 8adan bukumdlwakl|l Su|tan - Paku A|am
Pepatlb Da|am (Pasa| 2)
1-8-1945 Kepatlban dlbapus, kekuasaan
|angsung Su|tan - Paku A|am
1. Penerlmaan penyeraban bak e|gendem
kepada negerl (medehew|nd)
2. Penyeraban tn. Negara kepada jawatan/
kementrlan/daerabotonom
3. Pemberlan lzln ba|lk nama bak e|gendem-
eµsra|
4. Pengawasan pekerjaan daerab otonomdl
bawabnya tentang agrarla.
KA5ULTANAN YK
DlY
KADlPATEN PA
Kasunanan-
Mangkunegaran
menjadl
Karesldenan
Surakarta (Per
Pem no. 16/SD
1946)
17-8-1945 Prok|amasl Kemerdekaan NKP|
18-8-1945 Su|tan - P.A|am menglrlm ¨Se|amat" kepada Pemerlntab P|
2O-8-1945 Su|tan - P.A|am menyatakan dl be|akang Plmplnan Pemerlntab P|
5-9-1945 Su|tan - P.A|am maslng-maslng menge|uarkan amanat, lslnya:
a. Kasu|tanan - Kadlpaten berbentuk kerajaan yang merupakan D|Y, baglan darl P|.
b. Kekuasaan da|am negerl dan urusan pemerlntaban dl tangan Su|tan-P.A|am
c. Hubungan Kasu|tanan-Kadlpaten dengan Pemerlntab P| bersl|at |angsung dan
Su|tan-P.A|am bertanggungjawab |angsung kepada Preslden P|.
6-9-1945 Su|tan-P.A|am maslng-maslng menerlma Plagam kedudukan Kesu|tanan-Kadlpaten
da|am |lngkungan P|, dltandatanganl Preslde pada 19 Agustus 1945 dan dlterlmakan o|eb
Mr. Maramls dan Mr. Sartono
3O-1O-1945 Su|tan - P. A|am menge|uarkan amanat dltandatanganl bersama:
a. Kasu|tanan-Kadlpaten menjadl Daerab |stlmewa D|Y
b. Su|tan H8 |X dan P.A|am v||| maslng-maslng sebagal Kepa|a Daerab dan Wakl|
Kepa|a Daerab D|Y.
24-4-1946 Dlke|uarkan Mak|umat no. 18/1946 tentang DPP dl D|Y
Pertlmbangan sebagal D|Y mendasarkan pada Pasa| 18 UUD '45, antara |aln:
1. Dlbapuskannya |ungsl Patlb, kekuasaan Gubernur/8|d/Tyokan [epang sebagal
a|at penjajaban terbadap Kasu|tanan-Kadlpaten
2. Amanat Su|tan-P.A|am yang memlbak P|, 5-9-1945.
3. 8ersatlnya Su|tan-P.A|am dengan Amanat bersama, 3O-1O-1945.
4. Tldak dlper|ukannya |ungsl Komlsarls Tlnggl/Wakl|nya dl D|Y
5. Dlberlkannya kekuasaan KN| D|Y sebagal kekuasaan |egls|atl|
6. Dlberlkannya kekuasaan Dewan Pemb.Daerab, dlpl|lb darl anggota DPP D|Y
3-3-195O UU no. 3 Tabun 195O dlbentuk D|Y:
Ps. 1/1 Kasu|tanan-Kadlpaten menjadl D|Y
/2 D|Y setlngkat dengan Proplnsl
Ps. 4/1 Urusan PT, a.|. ada|ab a·asan ag·a·|a
/4 Urusan PT D|Y sebe|um debentuk, dl|anjutkan
Ps. 5/1 Sega|a ml|lk D|Y sebe|um dlbentuk, menjadl
ml|lk D|Y berdasarkan UU no. 3 tb 195O.
5URAKARTA
P. MANGKU8UM|
PLP[AN[|AN G|YANT|, 13-2-1755
KUMPLN|
YOGYAKARTA KA5UNANAN MANGKUNEGARAN
KA5ULTANAN
PAKU ALAM
5ULTAN
5ULTAN
KADlPATEN
KA5ULTANAN
PAKU ALAM
18-3-194O Kontrak Po|ltlk:
- 8aglan Wl|ayab H8 (Pasa| 1 ayat 1)
- 8adan bukumdlwakl|l Su|tan - Paku A|am
Pepatlb Da|am (Pasa| 2)
1-8-1945 Kepatlban dlbapus, kekuasaan
|angsung Su|tan - Paku A|am
1. Penerlmaan penyeraban bak e|gendem
kepada negerl (medehew|nd)
2. Penyeraban tn. Negara kepada jawatan/
kementrlan/daerabotonom
3. Pemberlan lzln ba|lk nama bak e|gendem-
eµsra|
4. Pengawasan pekerjaan daerab otonomdl
bawabnya tentang agrarla.
KA5ULTANAN YK
DlY
KADlPATEN PA
Kasunanan-
Mangkunegaran
menjadl
Karesldenan
Surakarta (Per
Pem no. 16/SD
1946)
sc
e
s

i
º
i
e








t
u
c
t
u
c
c
c

f
u
e
u
u

f
c
n
u
e
u
u
z
:
z
s
(
i
c
i
e
(
sc
rtc
rtc
f
t
t
u
u
o
c
s
t
u
. st
e
tf
w
/s
f
t
u
t
u
r
c
e
o
|
k
t
u
t
k
t
|
s
c
w
t
r
(
s
c
n
c
u
f
t
e
t
,
e
s

i
º
z
s








t
u
o
t
c es
kcretscu
sc
sc
rtc
rtc
kcretscu
uu rt
e
s

t
u
o
t
e
sc
u
t
k

n
|
|
|
k

r
c
e u
s t
c c
u c t e
sckts utk
stetf
f
t
u
t
u
o
c
s
t

sc
sc
rtc
kcretscu
sckts utk
stetf
u
t
k

n
|
|
|
k

t
o
tf
u
t
k

n
|
|
|
k
f tot
rtc
f
t
u
t
u
s
o
c
t
uu rt

t480 O1 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 10
5KEMA
PEMBAGlAN TANAH
i. ee·c|çaa|sas| o|\
:. uurt se|am reaaa
kete|aaçaa.
z. o|\ · uurt
+. uurt se||a|a reaaa
camta| z
es . e|¡|t|aa
sc . sa|taa c|eaaa
rtc . ra|a t|amaa c|eaaa
ke;|atea . faaaa yaaç aaa |a|taaaya aeaçaa m|||| ke|a¡aaa (k|ea oeme|a,. m|sa|aya. a|aa·a|aa. mes¡|a. tamaa sa||
sc
sc
rtc
rtc
f
t
u
t
u
o
c
s
t
u
. st
e
tf
w
/s
t
k
t
|
s
c
t
r
w
(
s
c
n
c
u
e
t
f
t
,
kcretscu
r
o

s
/
i
º
s
c
+
s

e J
e t
.
o
e
u
t t iºzs

u
t
k

n
|
|
|
k

r
u
c
t
e
s
c
c
u et
c
r
o

s
/
i
º
s
+
f
u
e
u
u

f
c
n
u
u e
u
|
11 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 t480 O1
oµ|a|
and Managemenr Pe||cj and Deze|eµmenr P·e¡ecr
(LMPDP), da|am pandangan saya ada|ab proyek
besar yang bertujuan untuk membentuk pasar
tanab yang bebas (j·ee |and ma·ker) dl |ndonesla.
Proyek lnl ada|ab proyek pemerlntab yang
dlblayal o|eb 8ank Dunla da|am bentuk plnjaman
(|ean) dan |nre·nar|ena| Deze|eµmenr Assec|ar|en
(|DA) me|a|ul kredlt, yang te|ab dlja|ankan o|eb
pemerlntab sejak tabun 2OO4 dan berakblr blngga
Maret 2OO9.
Da|am acara sejr |aanch|ng 28 November 2OO6
penu|ls terkeslma babwa apa yang akan
dlkerjakan da|am proyek lnl sesunggubnya ada|ab
deretan persoa|an yang barus dljawab dan tldak
kunjung se|esal sampal sekarang. Du|u ada
program Land Adm|n|sr·ar|en P·e¡ecr jl|ld 1 dan
jl|ld 2. Namun konsu|tan 8PN menyebutkan
babwa ba| terbalk untuk memberlkan dan
memastlkan pertumbuban ekonoml dan
kemajuan sosla| yang berkeslnambungan dengan
cepat ada|ab suatu komltmen terbadap ekonoml
pasar - terutama da|am ba| pertanaban. O|eb
sebab ltu, Undang-undang Pokok Agrarla
(UUPA) barus dlgantl. Mode| agrarls yang
terkandung da|am UUPA No. 5/196O sudab
sangat ketlngga|an jaman dan tldak mendukung
slstem pasar pertanaban yang e|lslen dan e|ektl|.
Leblb |anjut dlkatakan, se|aln kepercayaan
terbadap prlnslp adat, banyak plbak percaya
babwa UUPA merupakan sumber kon||lk sosla|,
terutama karena tldak mengakul struktur
kepeml|lkan secara |uas serta tldak mengakul bak
atas tanab ke|ompok masyarakat. (7eµ|c Cjc|e 4.
"Hakam Pe·ranahan dan Pengaasaan 7anah d|
|ndenes|a, |sa-|sa mengena| Hak Aras 7anah,
!997). Pernyataan dl atas basl| |aporan yang
dlsusun o|eb P7. Pasar Pengemhangan Ag·|h|sn|s
dan A·cad|s £a·ecensa|r, konsu|tan yang dltunjuk
o|eb 8appenas dan 8PN da|am program LAP
tabap |. Da|am benak saya, akankab klta dlkeblrl
rub pertanaban lnl banya untuk kepentlngan
sesaat dan tuntutan |lbera|lsme? Tldak adakab
pakar yang dapat menjawab pertanyaan lnl?
Sekarang muncu| deretan program yang juga |ablr
atas temuan dan basl| studl yang te|ab berja|an.
Program LMPDP yang sekarang jlka dlcermatl
ada|ab baglan yang tldak terplsabkan dengan LAP
sebe|umnya.
Mensikapi kritik!
Konsorslum Pembaruan Agrarla (KPA) memberl
krltlk dan menge|uarkan momerandum
peno|akan terbadap program LAP tersebut
dengan |lma krltlk mendasar yaknl, (l) LAP
menguatkan ketlmpangan penguasaan tanab yang
Ada hanjak ha| jang wa¡|h k|ra ce·mar| re·ka|r
dengan µe·sea|an µengemhangan keh|¡akan
µe·ranahan d| |ndenes|a. ßanjak k·|r|k re|ah
d|ra||skan he·haga| µaka· da|am me·esµen
µ·eg·am LMPDP. Ada ha|knja k|ra me·enang dan
mendenga· re·|eh|h da|a se·ra har|-har| da|am
mengamh|| keµarasan. D|sre·s| |nje·mas|
memhaar k|ra semak|n me·|nd|ng akan nas|h
hangsa |n| ¡|ka µa·a µaka· r|dak aka· me||har
kenjaraan mendan|a. Qae Vad|s LMPDP!
O|eb: |rwan Subandl
naa |e naaa |nror:
t480 O1 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 12
sudab ada, (ll) proyek lnl tldak dla|amatkan untuk
menye|esalkan kon||lk tanab, (lll) proyek lnl
mengubab tanab komuna| menjadl satu bentuk
bak-bak µ·|zare, (lv) proyek lnl secara serlus
menlmbu|kan prob|em budaya patrlarkl, dan (v)
proyek lnl memberlkan kontrlbusl slgnl|lkan
terbadap penambaban butang |uar negerl
|ndonesla.
Memang ada aspek yang per|u dlcermatl yang
terkalt dengan skenarlo bank dunla untuk secara
slstematlk, programatlk, perlodlk dan bertabap
yang justru mendorong terclptanya pasar tanab
yang e|lslen dl |ndonesla. LMPDP sesunggubnya
tldak mengancam naslb rakyat kecl|
berpengbasl|an rendab dan mlskln |aban dengan
tujuan utama pengadaan tanab secara mudab dan
blaya murab. Namun bl|a dlte|usurl |eblb da|am
program sertl|lkasl LMPDP tetap tldak berplbak
pada rakyat banyak yang tldak meml|lkl tanab,
karena cara kerja darl LMPDP da|am pengadaan
tanab tetap memakal mekanlsme kredlt darl
bank. Artlnya, dapat dlpastlkan babwa banya
orang-orang yang bermoda| kuat yang blsa
mengakses kredlt dan lnl berartl tetap saja tanab
banya dlml|lkl sege|lntlr orang yang punya moda|
kuat.
5inkronisasi Pemahaman!
Kecurlgaan para aktl|ls pertanaban menjadl
pemlcu kearl|an da|am membuat sebuab studl
yang komprebensl|. Untuk ltu, |and managemenr
yang akan dlkembangkan o|eb LMPDP bo|eb jadl
berbeda dengan konsep |and ·eje·m.
Perbedaannya ada|ab: |and menagement tldak
merubab struktur penguasaan tanab yang
tlmpang, sedangkan da|am |and ·eje·m
menempatkan penda|taran tanab untuk re|orma
agrarla karena me|a|ul penda|taran tanab lnl|ab
terldentl|lkasl dengan je|as penguasaan dan
kepeml|lkan tanab yang menjadl dasar untuk
me|akukan |and ·eje·m.
Terclptanya pasar tanab yang e|lslen yang menjadl
tujuan utama darl program LMPDP lnl, sangat
je|as bertentangan dengan konsepsl dasar tentang
penguasaan tanab (|and rena·e) dl |ndonesla,
babwa tanab meml|lkl |ungsl sosla| sebagalmana
yang dlatur da|am UUPA No. 5/196O. Karena
je|as seka|l babwa program LMPDP lngln
mengubabnya menjadl komodltas yang dapat
dlperjua|be|lkan secara bebas. Se|aln ltu, LMPDP
juga bertujuan untuk mengurangl peran negara
da|am pengadaan tanab. Da|am dokumen
LMPDP dlsebutkan babwa tujuan darl program
lnl ada|ab untuk membantu program pemerlntab
da|am memberantas kemlsklnan, pertumbuban
ekonoml dan mempromoslkan peman|aatan
penub sumber daya tanab da|am konteks
keber|anjutan. Untuk mencapal tujuan lnl, maka
dlrumuskan dua tujuan turunan yaltu: (l)
penlngkatan keamaman penguasaan tanab dan
penlngkatan e|lslensl, transparasl, serta
perbalkan pemberlan |ayanan da|am penda|taran
dan pemberlan sertl|lkat tanab, (ll) penlngkatan
kapasltas pemerlntab |oka| untuk menja|ankan
|ungsl-|ungsl manajemen pertanaban dengan
cara-cara e|lslen dan transparan.
Persoa|an tanab sesunggubnya bukan|ab
persoa|an admlnlstrasl pertanaban be|aka. Maslb
banyak ketlmpangan penguasaan tanab dan
kon||lk serta perampasan tanab, yang da|am
ana|lsls pakar agrarla sebaglan besar darl
persoa|an tersebut ada|ab warlsan ko|onla|lsme.
O|eb karenanya per|u dl|akukan perombakan
menye|urub dan terpadu.
Untuk me|lbat secara dekat akan |eblb balk ka|au
semua pemangku kepentlngan meml|lkl
keberplbakan yang nyata da|am gerakan
memperbalkl re|orma agrarla terkalt dengan
studl LMPDP 1 lnl, yaltu apakab ada
kecenderungan babwa LMPDP akan
menempatkan admlnlstrasl dan manajemen
pertanaban untuk mengabdl pasar ketlmbang
re|orma agrarla? Akankab LMPDP mendorong
pasar tanab? Apakab pemangku kepentlngan
dapat terwadabl secara partlslpatl| da|am tabapan
studlnya?
|r. |rwan H. Subandl, Msl.
Sa|ab satu pe|aku studl LMPDP
k
ebljakan pembangunan ekonoml Orba sedlkltnya
te|ab menambab persoa|an da|am bldang
pertanaban. Pertomo, dl sektor pertanlan.
Kebljakan pertanaban tldak dldasarkan atas
penataan aset produksl tetapl |angsung dlarabkan
kepada upaya penlngkatan produktlvltas me|a|ul
revo|usl bljau. Ha| lnl menyebabkan
menlngkatnya jum|ab petanl tuna wlsma dan
mendorong percepatan guremlsasl petanl.
Kedoo, pada saat banyak petanl kebl|angan akses
pada tanab, ber|angsung pu|a kebljakan
penga|okaslan tanab da|am ska|a besar kepada
lndustrl perkebunan dan lndustrl kebutanan.
Ket|go, pembangunan lndustrl dan per|uasan
kota juga te|ab menlmbu|kan konversl besar-
besaran |aban pertanlan, apa|agl be|um dltaatlnya
tata ruang dan penataan tanab sebagal acuan
peman|aatan dan penggunaan tanab. Keempot,
tumbubnya kecenderungan menempatkan
persoa|an tanab da|am kerangka perburuan rente
seblngga menjadl ajang permalnan speku|an.
Keempat persoa|an lnl te|ab mengaklbatkan
setldaknya dua ba|. Pertama, semua proses dl
atas te|ab mendorong semakln tlngglnya
kuantltas dan kua|ltas sengketa pertanaban dl
tanab alr. Kedua, semua ba| dl atas te|ab
mendorong semakln tlmpangnya peml|lkan,
penguasaan, dan penge|o|aan sumber-sumber
agrarla kbususnya tanab. Sudab barang tentu,
dengan berbagal komp|lkasl tambaban dl atas
semakln mengukubkan argumentasl babwa
pembaruan agrarla ada|ab sebuab agenda yang
sangat mendesak untuk dlja|ankan bagl bangsa lnl.
[uga, merupakan tantangan babwa mewujudkan
pembaruan agrarla pada masa klnl tldak |eblb
mudab dlbandlng era sebe|umnya.
Rezim Pasar Da|am Pembaruan Agraria
Pasca dltetapkannya Tap. MPP No. |X/2OO1
tentang Pembaruan Agrarla dan Penge|o|aan
Sumber Daya A|am, dlskursus dan aksl po|ltlk
yang bere|asl dengan lsu pembaruan agrarla
semakln mendapat tempat da|am panggung
po|ltlk |ndonesla. Tapl, kecenderungan lnl
bukan|ab geja|a |ndonesla semata. Karena,
sebenarnya bamplr dl semua tempat dl berbagal
be|aban dunla yang tengab menga|aml proses
lntegrasl keda|am rezlm pasar bebas yang
lntensl|, keadaan yang demlklan lnl se|a|u terjadl.
[adl, blsa dlkatakan, lnl ada|ab geja|a lnternaslona|.
[lka merunut |eblb ke be|akang, babkan sejak
tabun 1975, 8ank Dunla sebenarnya te|ab
menge|uarkan sebuab dokumen pentlng yang
berjudu| Land Reje·m Pe||cj Paµe· (LPPP). Da|am
dokumen tersebut, 8ank Dunla mengakul babwa
program Land Reje·m ada|ab sebuab ja|an yang
pentlng da|am menggerakkan perekonomlan
naslona| sebuab negara dan dapat mendorong
|eblb cepat pertumbuban ekonoml pedesaan.
Namun, mengacu pada sltuasl pasar po|ltlk
dewasa ltu, dokumen tersebut tldak dlja|ankan.
Sebab, pada masa ltu |embaga-|embaga semacam
We·|d ßank maslb menarub kepercayaan yang
r|eç|am remta|aaa
tcete|t
O|eb: |wan Nurdln
oµ|a|
Sehaga| sehaah nega·a dengan µerens| ag·a·|a jang re·amar hesa·, semesr|nja
hanja µane·ama ke|ndahan|ah jang daµar d|ce·|rakan µada a|amdan manas|a
|ndenes|a d| |aµangan ag·a·|a. Naman, keadaan jang dem|k|an r|dak re·¡ad|.
Sehah, samµa| seka·ang, kem|sk|nan dan µengangga·an d| |ndenes|a aramanja
ada|ah samhangan da·| masja·akar µe·ran|an dan µedesaan. Seca·a s|ngkar,
keadaan |n| d|sehahkan e|eh keke||·aan µemhanganan se|ama |n| jang r|dak
menemµarkan µemha·aan ag·a·|a (|and ·eje·m dan acces ·eje·m} sehaga|
jendas| awa| da·| µ·eses µemhanganan. Mesk| µada masa awa| µemhanganan
e·a Seeka·ne, µemha·aan ag·a·|a semµar men¡ad| agenda hangsa, naman re|ah
k|ra keraha| he·sama hahwa µ·eg·amµemha·aan ag·a·|a akh|·nja d|µer|-eskan
sehe|amhe·has|| d|¡a|ankan seµenahnja µada saar e·de ha·a he·kaasa.
13 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 t480 O1
tlnggl kepada keberbasl|an revo|usl bljau dl
bldang pertanlan yang dlanggap jaub |eblb mudab
dan aman secara po|ltlk. Dl |aln slsl, jurus
penyesualan ekonoml domestlk keda|am slstem
ekonoml pasar lnternaslona| (Sr·acra·a|
Ad¡asmenr P·eg·ams-SAPs) dlanggap |eblb jltu
da|am mendorong pertumbuban ekonoml.
Da|am perkembangannya kemudlan, kedua
program tersebut justru secara nyata terbuktl
semakln menlngkatkan ketergantungan petanl
kepada para lndustrlawan benlb, pupuk dan
pestlslda. Sementara |aban-|aban pertanlan
mereka semakln kurus aklbat mode| pertanlan
semacam lnl. Sedangkan, SAPs blsa dengan
mudab dlbuktlkan kegaga|annya dl banyak
tempat.
8ercermln pada dua kegaga|an lnl, lsu tentang
pembaruan agrarla kemba|l mendapat tempat
yang pentlng dl era 9O-an. 8abkan, pembaruan
agrarla se|a|u tldak dlplsabkan dengan lsu-lsu
pengentasan kemlsklnan dunla. Slstem
kredlt/butang kepada para petanl yang
mendapatkan tanab berdasarkan sebuab
pandangan babwa tanab akan terdlstrlbusl banya
kepada petanl yang benar-benar blsa
memproduktl|kan tanabnya. Padaba|, proses lnl
te|ab mendorong petanl penggarap mendapatkan
tanab-tanab dengan barga yang |eblb maba| dan
tldak/kurang subur. 8ukankab akan se|a|u |eblb
banyak permlntaan (demand) dlbandlngkan saµµ|j
tanab. [uga, tanab-tanab yang subur kecl|
kemungklnan dl|epaskan o|eb para tuan tanab
kepada para petanl. Mode| lnl juga juga
membabayakan perekonomlan naslona| secara
|uas dan jangka panjang, sebab blaya pembe|lan
tanab dldapat o|eb pemerlntab me|a|ul skema
butang dan butang tersebut dlpero|eb dengan
persyaratan membuka pasar pertanlan.
Pembaruan agrarla versl pasar juga dldasarkan
keslmpu|an babwa pembaglan tanab kepada
rumab tangga petanl akan |eblb menguntungkan
ketlmbang kepada serlkat tanl atau koperasl
produksl serlkat tanl. Pandangan lnl dldasarkan
babwa pertanlan besar yang se|ama lnl dlke|o|a
negara dan komune produksl dl negara-negara
sosla|ls te|ab menga|aml kegaga|an da|am
mencapal e|lslensl produksl.
Pandangan lnl|ab yang mengkbawatlrkan dan
seka|lgus mendapat per|awanan banyak gerakan
sosla| dunla. Sebab, pembaruan agrarla yang
dlja|ankan ada|ab sebuab upaya slstematls da|am
menglntegraslkan masyarakat pertanlan dan
pedesaan da|am rezlm pasar bebas da|am ba|
produksl dan keuangan.
Proses pembaruan agrarla yang dlblmblng pasar
lnl sama seka|l tldak dltujukan sebagal sebuab
cara da|am mendorong trans|ormasl sosla|
me|a|ul |apangan agrarla me|a|ul pembentukan
moda| dl pedesaan. Seblngga, pembaruan agrarla
mode| pasar sama seka|l tldak menyentub proses
perencanaan pembangunan ekonoml desa kota
yang sa|lng menguatkan, menumbubkan lndustrl
naslona| yang kuat.
Program Pembaruan Agraria Nasiona|
La|u, bagalmana dengan pembaruan agrarla dl
|ndonesla dl tengab sltuasl naslona| dan
lnternasona| yang demlklan lnl? Kronlk agrarla
mencatat babwa pada tangga| 16 November
2OO5, pemerlntab mencanangkan program
Pevlta|lsasl Pertanlan, Perlkanan dan Kebutanan
(PPPK). Da|am program lnl, pemerlntab
berencana menga|okaslkan |aban abadl pertanlan
se|uas 15 juta bektar untuk |aban kerlng dan 15
juta bektar untuk |aban pertanlan basab (lrlgasl).
Ke|anjutan darl program lnl, pemerlntab
berencana me|epaskan kawasan butan se|uas
8.15 juta bektar kepada masyarakat (Kompas, 13
Desember 2OO6). Pencana pemerlntab dlblngkal
da|am sebuab P·eg·am Pemha·aan Ag·a·|a
Nas|ena| (PPAN). Pencana pemerlntab lnl
mendapat apreslasl posltl| darl berbagal ka|angan
masyarakat slpl| yang memperjuangkan
Pembaruan Agrarla dl |ndonesla. Tentu dengan
catatan krltls babwa program lnl bukan|ab skema
pembaruan agrarla yang dltentukan o|eb pasar.
[lka dlsejajarkan dengan masa |a|u, rencana
pemerlntab lnl tldak dapat dlmaknal sebagal
pembaruan agrarla sepertl kerap dlucapkan o|eb
pemerlntab. Sebab, pembaruan agrarla bukan|ab
agenda pendlstrlbuslan tanab semata, meskl lnl
ada|ab agenda utamanya. [uga, obyek pembaruan
agrarla tldak dapat dltentukan dan dlbatasl secara
seplbak o|eb pemerlntab (|aban butan) tanpa
me|lbat keadaan ketlmpangan agrarla dl maslng-
maslng tempat. Dengan demlklan, pembaruan
agrarla mestl|ab bersl|at kese|uruban, naslona|
dan serentak terbadap sumber-sumber agrarla
(bukan banya butan).
Dengan demlklan, beberapa catatan pentlng yang
barus menyertal program lnl seblngga berbasl|
ada|ab: Pertama, objek pembaruan agrarla
mestl|ab dlper|uas. Menyatakan butan semata-
mata sebagal objek ada|ab slkap menutup mata
terbadap objek yang |aln sepertl tanab-tanab
HGU perkebunan yang dlte|antarkan dan te|ab
babls masa ber|akunya ataupun yang cacat
bukum ketlka lzln dlke|uarkan. Objek-objek
pembaruan agrarla sebenarnya dapat mengacu
pada UUPA 196O, Kedua, me|lbatkan serlkat
tanl yang kukub memperjuangkan pembaruan
t480 O1 NOvLM8LP 2OO6 - [ANUAP| 2OO7 14
agrarla darl tlngkat |oka| blngga naslona|. Da|am
pembaruan agrarla ber|aku sebuab rumusan
"ranµa me||harkan nega·a ada|ah sehaah
kemasrah||an, ranµa me||harkan se·|kar ran| akan
menga|am| kegaga|an da|am mencaµa| ra¡aan-
ra¡aan µemha·aan". Dengan me|lbatkan serlkat
tanl da|am pe|aksanaannya, maka kesa|aban
da|am menentukan subyek pembaruan agrarla
dapat dlcegab, Ketiga, program lnl ada|ab
baglan pentlng darl usaba penye|esalan kon||lk
agrarla yang menlmpa kaum tanl. Seblngga,
program lnl mestl|ab memprlorltaskan tanab-
tanab yang se|ama lnl te|ab dlkuasal o|eb para
petanl, atau tengab dlsengketakan o|eb kaum
tanl, Keempat, skema pendlstrlbuslan obyek
pembaruan agrarla mestl|ab dlupayakan untuk
membentuk koperasl produksl dan badan usaba
ml|lk petanl. Dengan demlklan, pembaruan
agrarla ada|ab sebuab upaya membangun sebuab
unlt usaba bersama ml|lk petanl yang kuat dl
pedesaan. Dengan demlklan, se|aln dlstrlbusl,
dukungan moda|, tekno|ogl dan manajemen
pertanlan berke|anjutan, pengo|aban serta
per|lndungan pasar ada|ab usaba yang slnergls
dengan program pembaruan agrarla, Ke|ima,
menglngat |uasnya keter|lbatan sektor-sektor
pemerlntaban serta membutubkan
pembaruan/pembenaban bukum agrarla dl
da|amnya, program lnl mestl|ab dlplmpln
|angsung o|eb preslden dengan cara membentuk
sebuab badan pe|aksana/otorlta yang kbusus
untuk menja|ankan program. 8adan lnl bekerja
dengan tenggat waktu yang je|as untuk
menja|ankan pembaruan.

Untuk dapat membayangkan sebuab mode|
pembaruan agrarla, penu|ls mengajak me|lbat
petanl [awa. Da|am statlstlk naslona| klta
dapatkan data babwa pusat-pusat ketlmpangan
dan kemlsklnan pertanlan dan pedesaan
sesunggubnya berpusat dl [awa. 8abkan, jaub-
jaub barl C||jje·d Cee·rz te|ab menguralkan
keadaan yang lnvo|utl| da|am masyarakat
pertanlan [awa.
Da|am mengembangkan sebuab mode|
pembaruan agrarla dl [awa, maka ter|eblb dabu|u
yang barus dltentukan ada|ab tanab HGU
perkebunan (swasta dan negara) serta tanab
butan produksl ml|lk perbutanl (sebenarnya
perusabaan lnl |eblb mlrlp perkebunan kayu
ketlmbang butan) ada|ab objek pembaruan
agrarla, baru|ab dapat me|oncat kepada tanab-
tanab ke|eblban makslmum.
Sete|ab penentuan lnl, maka akan dldapat
gambaran babwa tanab-tanab tersebut be|um
cukup mampu da|am membentuk struktur
kaplta| masyarakat petanl dan pedesaan. Se|ama
lnl, para petanl [awa menyambung bldup dan
memenubl deret kebutuban dengan menjua|
tenaga secara serabutan pada sektor non
pertanlan ketlka masa bekerja dl tanab pertanlan
pada |ase tanam dan |ase panen te|ab usal.
Me|lbat kenyataan lnl, sa|ab satu mode|
pembaruan agrarla yang dlusu|kan dl [awa ada|ab:
1. Mendlstrlbuslkan tanab kepada
ke|ompok/serlkat petanl da|am skema HGU
da|am jangka waktu yang |eblb |ama darl HGU
perusabaan.
2. 8ersamaan dengan ltu, da|am ke|ompok lnl
mestl|ab dlbentuk usaba peternakan bersama
yang moda|nya dldapatkan darl pemerlntab.
Peternakan lnl dapat menjadl tumpuan da|am
mengbasl|kan pupuk dan pestlslda organlk
seblngga dapat menekan blaya produksl badan
usaba.
3. Da|am ke|ompok lnl juga dlbentuk unlt usaba
pengo|ab basl| natura pertanlan dengan
menerapkan tekno|ogl. Mode|-mode|
pengo|aban basl| natura dapat terus
dlkembangkan sesual dengan perkembangan
tekno|ogl.
4. Manajemen usaba ke|ompok lnl (peternakan,
pertanlan dan pengo|aban) dlatur da|am satu
atap.
5. Da|am usaba pertanlan bersama tersebut,
tanab tetap dlbagl da|am petak-petak. Setlap
petak dltanaml tanaman peme|lbaraan
bersama dlmana setlap satu petanl
bertanggung jawab.
6. Keuntungan dlbagl kepada setlap anggota
secara transparan sesual aturan baku
manajemen usaba.
Dengan mengembangkan mode| semacam lnl,
setldaknya membuka ja|an bagl penetrasl
tekno|ogl tepat guna bagl masyarakat tanl,
mengblndarl po|a-po|a transmlgrasl dan P|P-
8UN, serta memecabkan ke|eblban jam kerja
kaum tanl yang se|ama lnl dla|lbkan pada kerja-
kerja ln|orma| dl perkotaan.
|wan Nurdln
Konsorslum Pembaruan Agrarla (KPA)
IANAH

KESEIAHIEPAAN
PAKYAI