You are on page 1of 20

Kerangka Kebijakan

Pertanahan Nasional
Sumber Daya Tanah
Ekonomi
£d|s| oz /eb · 4µr oz
taad
Pertanahan Nasional
Konsep Dasar
Pengembangan Kebijakan
(KKPN)
t . . . - | . · . sª : ª
s- ¡ . : ª - · , - z. : · , : · t - . . ¡ : : : · ª - · | : · : · : ·
ÌSSN 1978-7626

taad
s a | | e t | a | n r o r
kease; oasa|
k c s i J a k a n
reaçemtaaçaa
:s
Da|am kurun waktu 1993-2OO1 prosentase
penduduk mlskln dl perdesaan se|a|u |eblb
besar dlbandlngkan dengan persentase
penduduk mlskln dl perkotaan, babkan dl
perdesaan terdapat kecenderungan adanya
geja|a penlngkatan penduduk mlskln.
8anyak pendapat krltls yang
dl|ontarkan menyatakan
kebljakan pertanaban
cenderung tldak
komprebensl|, dlkembangkan
secara terplsab-plsab
(|nc·emenra|) dan tanpa ada
kerangka (j·amewe·k) yang
je|as.
n a s i o n a t
ece1anauan
4
ote| ecotks|
:o
s
Da|am ba| penguasaan tanab, ada tlga dlmensl
yang per|u dlperbatlkan. Pertama, dlmensl
sejarab, Kedua dlmensl Hukum, dan Ketlga
dlmensl Manajemen Pertanaban
reayeae|aaaaaaa re|aaç|at
se|ta reaaet|a|s|aa faaaa ueça|a
aaa reaçe|e|aaaaya
reaçaasaaa faaaa
keteraaqaa 5amµa/
rete . |nror/nt
|e|as| . kawasaa n.u. faam||a. Ja|a|ta
kcs|Jtktu rceftututu
aaa
rcuccuftstu kcn|sk|utu
kkru. r|eses reayasaaaa
aaa nete|| re|e|aya
c|eaem| sunsceot\t ftutu
s
:o
:s
Pemerlntab menyadarl babwa masa|ab
pertanaban yang darl barl ke barl semakln
mencuat da|am kebldupan masyarakat per|u
segera dlatasl. Dlldentl|lkasl beberapa kondlsl
da|am masyarakat yang menggambarkan
masa|ab utama bldang pertanaban dewasa lnl.
Sesudab manusla, sumber daya a|am kbususnya
tanab ada|ab sumberdaya yang pa|lng berbarga dl
suatu negara. Peran negara ada|ab untuk
memastlkan babwa tanab dlgunakan semakslma|
mungkln untuk kepentlngan rakyatnya.
Sumberdaya tanab merupakan sumberdaya
a|am yang sangat pentlng untuk ke|angsungan
bldup manusla karena sumberdaya tanab
merupakan masukan yang dlper|ukan untuk
setlap bentuk aktlvltas manusla. Penguasaan
tanab menunjukkkan status sosla|, ekonoml
atau po|ltlk seseorang.
Kerangka Kebijakan
Pertanahan Nasional
Sumber Daya Tanah
Ekonomi
£d|s| oz /eb · 4µr oz
taad
Pertanahan Nasional
Konsep Dasar
Pengembangan Kebijakan
(KKPN)
t . . . - | . · . sª : ª
s- ¡ . : ª - · , - z. : · , : · t - . . ¡ : : : · ª - · | : · : · : ·
c;|a| teataaç reaçemtaaçaa
kcs|Jtktu rceftututu
a| |aaeaes|a
Lsrt heJskst
Undang-undang dasar Negara P| mengamanatkan babwa "8uml dan
alr dan kekayaan a|am yang terkandung dl da|amnya dlkuasal o|eb
Negara dan dlpergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat". Operaslona|lsasl amanat lnl memer|ukan penetapan
kebljakan yang wujud |orma|nya dapat berbentuk peraturan
perundang-undangan balk Undang-undang, peraturan Pemerlntab,
Peraturan Daerab maupun peraturan-peraturan |alnnya. Sepanjang
berkaltan tanab, amanat tersebut dltegaskan o|eb Undang-undang
Nomor 5 Tabun 196O tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok
Agrarla atau yang |eblb dlkena| sebagal UUPA. Kebljakan pertanaban
pada waktu lnl pada dasarnya barus ber|andaskan ketentuan-
ketentuan dan prlnslp-prlnslp dl da|am UUPA sebagal Hukum Tanab
Naslona| |ndonesla.
Masa|ab tanab sendlrl merupakan masa|ab yang sangat komp|eks.
Sega|a macam aspek kebldupan manusla ada sangkutnya dengan
masa|ab tanab. Tanab merupakan tempat beradanya manusla, tanab
memberl makan kepada manusla, babkan pada saat manusla sudab
tldak mempunyal kebldupan karena menlngga|, tanab maslb
memberl tempat kepadanya sebagal tempat perlstlrabatan yang
terakblr. O|eb karena ltu penentuan kebljakan pertanaban tldak
bo|eb banya dldekatl darl sa|ab satu aspek saja. Penentuan kebljakan
pertanaban memer|ukan proses yang rumlt dan me|lbatkan semua
yang bersangkutan. Ldlsl Land ke-2 lnl mengambl| tema utama
Pemhenrakan Keh|¡akan Pe·ranahan, dengan menyajlkan artlke|
utama berjudu| "Kenseµ Dasa· Pengemhangan Keh|¡akan Pe·ranahan
Nas|ena|". Artlke| lnl berusaba mengldentl|lkasl unsur-unsur da|am
pengembangan kebljakan pertanaban naslona| dan me|etakkannya
da|am bubungan yang mudab dlpabaml, seblngga dlbarapkan akan
dapat membantu pengembangan unsur-unsur kebljakan tersebut
menuju suatu pembentukan kebljakan pertanaban yang
komprebensl| dan mampu mewujudkan amanat Undang-Undang
dasar P.|. sepertl dlsebut dl atas.
Sebubungan dengan tema tersebut da|am edlsl lnl juga dlsajlkan
artlke| yang menggambarkan sebaglan darl proses pembentukan
kebljakan pertanaban yang tengab dl|akukan me|a|ul kajlan da|am
rangka LMPDP, yaltu mengenal Penyederbanaan Perangkat
Penguasaan Tanab dan mengenal Penge|o|aan Tanab Negara. Kajlan
lnl be|um se|esal karena ltu rumusan kebljakan juga be|um ada,
namun arab kebljakan yang akan dlusu|kan klranya sudab ter|lbat.
Artlke| |aln yang menguralkan sa|ab satu sudut pandang atau unsur
pertlmbangan da|am perumusan kebljakan juga dlsajlkan, yaltu yang
menyangkut sudut pandang ekonoml, dengan judu| £kenem|
Samhe·daja 7anah. Se|anjutnya, penu|lsan yang me|engkapl edlsl lnl
ada|ab Keh|¡akan Pe·ranahan jang Mendakang Pengenrasan
Kem|sk|nan d| Pe·desaan, dan basl| wawancara dengan And·eas
C·eersche|, Adz|se·j Censa|ranr Komponen-1 LMPDP.
eaaassl
Penanqqunqjawab
Ltrektur Perketssn, lsts husn¡
Jsn Pertsnshsn
Pemimµin Bedakci
lr. htnells lsn|unsn, HPA
PeIindunq
Leµutt 8tJsn¡ Pen¡en|sn¡sn Pen|sn¡unsn
Jsn 0tenent Lsersh 8sµµenss
£ditot
8. 0untsrte
hhstrul htzsl
0ewan Bedakci
l 5uJsrjsnte VtrjeJsrsene, 5h. HA
ln¡. AnJress 0reetschel, Ltµl. A¡r., H5c
Lr. lur. Any AnJjsrwstt
lr. hsns Aµrtysns, Hl
lr . 5slusrs VtJys, HA
5uJtrs, 5.5es
Bedakci
Zstnsl Artltn
Ltsh Len¡e¡ent
AnJt Lyns htsns
AIamat Bedakci
ll. Lstuhsrhsry he. 3
lsksrts 10310
Phene ,021) 310 1333-31
lsx ,021) 330 2333
www.lsnJµeltcy.er.tJ
L-nstl : lnµJµoc|n.net.tJ
lultssn/srttkel Jslsn |ullettn tnt ttJsk
nencerntnksn eµtnt µen¡elels µre¡rsn
LHPLP ,Plü-8sµµenss)
0ecain & Layout
H. Artel
0icttibuci & Adminicttaci
Ltcs h
huntk P
,5ekretsrtst henµenen-1 LHPLP)
sa;;eaas
taad
£d|s| oz /eb oz · 4µr oz
l558 :vzs·zozo
Jtter|ttksn eleh henµenen-1 LHPLP,
untuk kslsn¡sn ter|stss
3 FE8RUARl - APRlL 2OO7 t480 O2
u
ntuk menjawab pertanyaan "besar" sepertl apa
konsep dasar kebljakan pertanaban naslona|, ada
balknya jlka klta menurunkan pertanyaan tersebut
menjadl beberapa pertanyaan yang |eblb "kecl|".
Dengan demlklan, rangkuman atas jawaban
pertanyaan-pertanyaan turunan tadl pada akblrnya
akan menjadl jawaban atas pertanyaan utama yang
dlsampalkan pada awa| tu|lsan lnl. Da|am konteks
tersebut, maka pertanyaan yang cukup
representatl| untuk dlajukan
ada|ab, apa saja komponen yang
menjadl cence·n da|am kebljakan
pertanaban naslona| dan
bagalmana keterkaltan antar-
komponen da|am kebljakan
pertanaban tersebut. Klta dapat
memu|al menemukan jawaban
terbadap dua pertanyan tersebut
dengan memetakan ter|eblb
dabu|u berbagal aktlvltas da|am
penge|o|aan pertanaban
sebagalmana pada gambar 1.
Akan |eblb memudabkan untuk
"membaca" peta komponen
kebljakan pertanaban darl atas
ke bawab. Setlap batang (ha·)
merepresentaslkan wl|ayab atau
domaln darl sebuab komponen
kebljakan pertanaban. 8atang yang berwarna
merupakan komponen utama darl kebljakan
pertanaban, yang terdlrl darl slstem penguasaan
(rena·|a| sjsrem), admlnlstrasl pertanaban (|and
adm|n|sr·ar|en) dan perencanaan penggunaan tanab
(sµar|a| µ|ann|ng). Adapun batang yang tldak
berwarna merupakan sub komponen darl
komponen utama atau batang berwarna dl atasnya.
kease; oasa|
reaçemtaaçaa ket|¡a|aa
re|taaaaaa uas|eaa|
Seµe·r| aµa kenseµ dasa· keh|¡akan µe·ranahan d| |ndenes|a
se·|ngka|| d|µe·ranjakan e|eh hanjak e·ang d| nege·| |n|. ßanjak
µendaµar k·|r|s jang d||enra·kan menjarakan keh|¡akan µe·ranahan
cende·ang r|dak kemµ·ehens|j, d|kemhangkan seca·a re·µ|sah-µ|sah
(|nc·emenra|} dan ranµa ada ke·angka (j·amewe·k} jang ¡e|as.
ßahkan ada µendaµar jang mas|h memµe·ranjakan kemana
sesanggahnja a·ah keh|¡akan µe·ranahan jang d|kemhangkan,
wa|aaµan sadah ¡e|as re·raang da|am kensr|ras| nega·a hahwa
µenge|e|aan samhe·daja a|am, re·masak ranah, d|ganakan anrak
sehesa·-hesa·nja kemakma·an ·akjar.
O|eb: Kbalru| Plza| ®)
t480 O2 FE8RUARl - APRlL 2OO7 4

Pendaftaran Tanah
Sistem Penguasaan Tanah
Pajak dan Biaya Tanah
Ì
n
f
o
r
m
a
s
i
p
e
r
t
a
n
a
h
a
n
Transaksi Tanah
Pemilikan Tanah
KEBIJAKAN PERTANAHAN
Administrasi Pertanahan
LANDASAN: UNDANG UNDANG DASAR 1945
KEBIJAKAN SDA LAINNYA
Tanah Negara
Hak atas Tanah Ìnd/Komunal
Distribusi Tanah
Penatagunaan Tanah
Penataan Ruang
Konsep darl peta lnl tldak akan menje|askan
bagalmana bentuk ke|embagaan pertanaban, atau
bagalmana mengadmlnlstraslkan sebldang tanab,
atau bagalmana merencanakan penggunaan tanab,
atau kenapa terjadl kon||lk dan sengketa
pertanaban. Konsep lnl murnl bermaksud
menje|askan komponen-komponen da|am sebuab
kebljakan pertanaban dan menunjukkan bubungan
antar komponen tersebut.
Posisi Kebijakan Pertanahan da|am Konstitusi
Para pendlrl bangsa lnl te|ab menetapkan |andasan
yang kuat bagl semua jenls penge|o|aan sumberdaya
a|am, termasuk tanab, sebagalmana tertuang da|am
Undang Undang Dasar pasa| 33, yaltu dlpergunakan
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Landasan lnl tldak blsa tldak menjadl tltlk
keberangkatan untuk semua kebljakan yang terkalt
dengan penge|o|aan sumberdaya a|am. Pada
gambar, ba| lnl dlrepresentaslkan dengan batang
bertu|lskan "Landasan" yang memenubl se|urub
domaln dan memanjang darl ujung klrl sampal
kanan. Dengan demlklan sudab menjadl suatu
kepastlan babwa sepertl apapun kebljakan
pertanaban yang akan dlkembangkan barus
memberl kontlbusl nyata terbadap sebesar-
besarnya kemakmuran rakyat. Landasan lnl tldak
banya ber|aku bagl kebljakan pertanaban, tetapl
juga bagl kebljakan sumberdaya a|am |alnnya sepertl
kebutanan, pertambangan, ke|autan dan |aln
sebagalnya.
Satu ba| yang per|u dlpabaml dl slnl ada|ab
sumberdaya a|am merupakan suatu slstem besar
yang sa|lng terkalt satu dengan |alnnya. O|eb karena
ltu, semua kebljakan yang berbubungan dengan
penge|o|aan sumberdaya a|am barus slnkron satu
dengan yang |aln karena maslng-maslng kebljakan
akan sa|lng mempengarubl. Pada gambar ba| lnl
dlslmbo|kan dengan batang yang ber|abe|kan
kebljakan pertanaban dan kebljakan sumberdaya
|alnnya yang berlrlsan (eze·|aµ) satu dengan yang
|aln. Kebljakan yang tldak slnkron atau tldak
berlrlsan akan menlmbu|kan kon||lk da|am
penge|o|aan sumberdaya a|am. Contob yang
konkret mengenal ba| lnl ada|ab ke|uarnya lzln
konsesl pertambangan dl kawasan butan |lndung.
Komponen Kebijakan Pertanahan
Kebljakan pertanaban, dl manapun ltu, dlbarapkan
blsa memberl menjawab mengenal slapa yang akan
menguasal tanab dan seberapa besar, bagalmana
tanab dladmlnlstraslkan dan, yang tldak ka|ab
pentlng ada|ab, untuk tujuan apa. O|eb karenanya,
dapat dlyaklnl ada tlga komponen yang barus
dlana|lsls da|am pengembangan kebljakan
pertanaban sebagalmana te|ab dlsebutkan dl atas,
yaltu komponen penguasaan tanab, komponen
admlnlstrasl pertanaban dan komponen
penggunaan tanab.
Komponen kebljakan penguasaan tanab
merumuskan bagalmana tanab dlkategorlkan
berdasarkan slapa yang berbak menguasal tanab
tersebut. Kategorl umum yang serlng dlpergunakan
ada|ab tanab negara dan bukan tanab negara (tanab
lndlvldu/komuna|). 8erdasarkan kategorlsasl
penguasaan tanab tersebut kemudlan dltentukan
jenls bak atas tanab atas penguasaan tersebut.
Seberapa |uas tanab yang dapat dlkuasal dan
bagalmana dlstrlbusl penguasaan tanab menjadl
domaln darl kebljakan penguasaan tanab.
Komponen kebljakan admlnlstrasl pertanaban akan
merumuskan bagalmana penguasaan tanab dlcatat
berdasarkan jenls bak atau status kepeml|lkan tanab
tersebut (mlsa| bak ml|lk atau bak pakal, dsb).
Pencatatan lnl dlmaksudkan untuk memberlkan
kepastlan bukum bak atas kepeml|lkan sebldang
tanab yang akan dljamln dan dl|lndungl o|eb negara.
Dengan adanya pencatatan lnl maka akan tersedla
ln|ormasl mengenal kepeml|lkan atas sebldang
tanab, sepertl slapa yang meml|lkl tanab, dlmana
|okaslnya, dlgunakan untuk apa, dan berapa nl|al
tanab tersebut. Pencatatan juga dl|akukan terbadap
perplndaban status kepeml|lkan, balk yang bersl|at
permanen atau sementara, yang dlaklbatkan darl
suatu transaksl. Sebagal konsekuensl atas jamlnan
dan per|lndungan tersebut dan ongkos untuk
pencatatan, negara berbak memungut pajak dan
blaya atas pencatatan tersebut yang maslb menjadl
domaln darl kebljakan admlnlstrasl pertanaban.
Pencatatan lnl pada akblrnya akan mengbasl|kan
suatu slstem ln|ormasl mengenal bldang-bldang
tanab atau yang dlkena| dengan slstem ln|ormasl
pertanaban. Komponen kebljakan pertanaban yang
terakblr ada|ab kebljakan penggunaan tanab yang
mengatur untuk apa sebldang tanab dlpergunakan
dan dlman|aatkan. Dl |ndonesla kebljakan lnl
dlkena| dengan penataan ruang.
[lka dlperbatlkan darl gambar dl atas, ter|lbat babwa
komponen kebljakan admlnlstrasl pertanaban
berada dl tengab-tengab komponen kebljakan
penguasaan tanab dan kebljakan penataan ruang.
Dengan kata |aln, kebljakan admlnlstrasl pertanaban
akan memedlasl kebljakan slstem penguasaan tanab
dan penggunaan tanab. Dl satu slsl, sebldang tanab
yang te|ab dlkuasal o|eb seseorang maka orang
tersebut barus menggunakan tanabnya sesual
dengan peruntukkan yang dltetapkan da|an rencana
tata ruang. Dl slsl |aln, penggunaan sebldang tanab
untuk suatu peruntukkan tertentu barus
memperbatlkan penguasaan atas tanab tersebut.
Kebljakan admlnlstrasl pertanaban akan memedlasl
dua kepentlngan tersebut me|a|ul mekanlsme
perljlnan penggunaan dan peman|aatan ruang.
Kebljakan Penguasaan Tanab: Tanab negara, bak
atas tanab lndlvldu/komuna|, dlstrlbusl tanab
Sebagalmana te|ab dlje|askan dl atas, kategorlsasl
penguasaan tanab dl |ndonesla dlbedakan menjadl
dua jenls penguasaan, yaltu tanab negara dan se|aln
5 FE8RUARl - APRlL 2OO7 t480 O2
tanab negara. Kebljakan mengenal penguasaan
tanab barus memberlkan de|lnlsl dan krlterla yang
je|as atas pembaglan tersebut. Tanab mana yang
dlde|lnlslkan sebagal tanab negara dan tanab mana
yang bukan tanab negara. Dl |ndonesla, de|lnlsl dan
krlterla tanab negara maslb menjadl perdebatan
terutama dlkaltkan dengan slstem penguasaan
masyarakat adat. Dl satu slsl, negara mengakul
slstem penguasaan tanab masyarakat adat
sementara dl slsl |aln pengakuan tersebut serlngka|l
dlmarglna|kan dengan a|asan kepentlngan
pembangunan atau kepentlngan naslona| yang |eblb
|uas.
O|eb karena ltu, dlper|ukan pende|lnlslan u|ang
tanab negara yang tegas seblngga tldak
menlmbu|kan k|alm tanab negara yang seplbak dl
|apangan. Secara slmu|tan, pende|lnlslan u|ang tanab
negara lnl juga barus dllkutl dengan penegasan
mengenal de|enlsl tanab adat (komuna|), dengan
catatan tldak mengbldupkan kemba|l tanab adat
yang pada kenyataannya sudab tldak ada.
Satu ba| yang pentlng untuk dlrumuskan
da|am kebljakan penguasaan tanab
ada|ab kategorlsasl terbadap jenls bak
yang akan dlberlkan atas penguasaan
sebldang tanab, balk ltu penguasaan
o|eb perorangan/badan bukum maupun
penguasaan bersama (komuna|). Hak
atas tanab yang dlberlkan memberlkan
bak dan kewajlban bagl peml|lk tanab
untuk menggunakan tanabnya sesual
dengan jenls baknya. Kategorlsasl jenls
bak atas tanab sebalknya
mempertlmbangkan jangka waktu
penguasaan tanab (permanen atau
sementara) serta peruntukkan
penggunaan atas tanab tersebut. Hak
atas tanab lnl yang kemudlan dlcatat
da|am slstem admlnlstrasl pertanaban.
Dl |ndonesla, kategorlsasl bak atas tanab dlatur
da|am UUPA yang jum|abnya ada 14 jenls bak atas
tanab. Namun pada kenyataannya, praktek
penda|taran tanab saat lnl banya mencatat dan
menda|tarkan 5 jenls bak atas tanab ke da|am
slstem admlnlstrasl pertanaban, yaltu Hak Ml|lk,
Hak Guna 8angunan (HG8), Hak Guna Usaba
(HGU), Hak Pakal (HP) dan Hak Penge|o|aan (HP|).
Ha| lnl menunjukkan adanya kesenjangan (gaµ)
antara slstem penguasaan tanab dengan
admlnlstrasl pertanaban yang ada.
O|eb karena ltu, kebljakan penguasaan tanab
dlarabkan pada penyederbanaan lnstrumen
penguasaan tanab yang saat lnl dlrasakan ter|a|u
beragam seblngga tldak semuanya dapat
dladmlnlstraslkan dengan balk. Kebljakan
penguasaan tanab juga barus blsa memastlkan
dlstrlbusl penguasaan tanab yang adl| dan merata
bagl se|urub rakyat |ndonesla. Untuk tujuan
tersebut, mekanlsme dlstrlbusl tanab dan
pembatasan atas penguasaan tanab yang ber|eblb
juga merupakan domaln darl kebljakan penguasaan
tanab.

Administrasi Pertanahan: Pendaftaran tanah,
kepemi|ikan tanah, transaksi tanah, pajak dan
biaya pertanahan, sistem informasi
pertanahan
Mengapa penguasaan tanab barus dlcatat atau
dlda|tar? Pada masa dabu|u ketlka jum|ab penduduk
tldak sebanyak sekarang, setlap anggota masyarakat
mengetabul status kepeml|lkan setlap bldang tanab
yang ada dl wl|ayab mereka. Selrlng dengan
berja|annya waktu dan bertambabnya jum|ab
penduduk, perubaban status kepeml|lkan balk
me|a|ul transaksl ataupun warls menyebabkan
status kepeml|lkan tanab semakln rumlt seblngga
dlper|ukan pencatatan kbusus. Perbedaannya,
ketlka du|u kepeml|lkan tanab dl|lndungl o|eb
slstem sosla| yang ber|aku dl masyarakat (tanab sl A
tldak mungkln dlk|alm o|eb sl 8 karena semua
orang mengetabul tanab ltu ml|lk sl A) maka ketlka
slstem sosla| berkembang dan menjadl semakln
rumlt (karena jum|ab penduduk terus bertambab
tadl) per|lndungan tersebut dlambl| a|lb o|eb negara
me|a|ul mekanlsme penda|taran tanab. Da|am ba|
lnl, sertl|lkat tanab yang dlke|uarkan o|eb |embaga
negara menjadl buktl kepeml|lkan yang kuat atas
tanab yang dljamln dan dl|lndungl o|eb negara.
Dengan status kepeml|lkan atas tanab yang je|as,
ada beberapa keuntungan tambaban bagl sl peml|lk
tanab. Pertomo, tentunya bagl sl peml|lk tanab
akan |eblb mudab menjua| tanab yang dlml|lklnya
jlka suatu saat dla memer|ukannya. Darl slsl
pembe|l, keje|asan status kepeml|lkan tanab akan
menlmbu|kan rasa aman ketlka me|akukan
pembe|lan tanab. Kedoo, sl peml|lk tanab akan
mempero|eb akses ke permoda|an karena sertl|lkat
tanab blsa menjadl agunan ke bank/|embaga
keuangan.
t480 O2 FE8RUARl - APRlL 2OO7 6
Untuk me|akukan pencatatan atas status
kepeml|lkan tanab atau atas perubaban status
kepeml|lkan tanab aklbat transaksl tanab, negara
dapat me|akukan pungutan sebagal blaya
pencatatan dan pajak sebagal "ongkos"
per|lndungan bukum yang dlsedlakan o|eb negara
terbadap tanab tersebut. Pungutan lnl, balk da|am
bentuk pajak ataupun blaya |alnnya, termasuk
|lngkup darl kebljakan admlnlstrasl pertanaban.
8esaran pajak dan blaya pertanaban secara |angsung
akan mempengarubl pe|aksanaan pencatatan tanab.
Pajak dan blaya yang tlnggl tentu akan beraklbat
pada keengganan masyarakat untuk mencatatkan
tanabnya. Untuk jenls-jenls tanab tertentu, sepertl
tanab yang dlkuasal o|eb masyarakat mlskln atau
tanab yang ber|ungsl sosla|, dlbebaskan darl
pungutan pajak dan blaya pertanaban. Pada gambar
ba| lnl dlrepresentaslkan o|eb area admlnlstrasl
pertanaban yang tldak dlcover o|eb batang ber|abe|
"Pajak dan 8laya Pertanaban" (batang "Pajak dan
8laya Pertanaban" |eblb pendek darl batang
"Admlnlstrasl Pertanaban"). Da|am
perkembangannya, pajak dan blaya pertanaban
dapat berperan sebagal lnstrumen pengenda|lan
terbadap penggunaan tanab me|a|ul skema lnsentl|
dan dlslnsentl|.
8agalmana praktek admlnlstrasl pertanaban dl
|ndonesla saat lnl? 8erdasarkan data terakblr yang
ada, bldang tanab yang terda|tar baru 37,5 juta
bldang darl perklraan jum|ab bldang tanab yang
mencapal 85 juta bldang. Ha| lnl menunjukkan
maslb banyak status kepeml|lkan tanab yang tldak
je|as dan secara |orma| be|um ter|lndungl o|eb
negara. Dl samplng ltu, kua|ltas pencatatan juga
maslb be|um balk dlmana maslb serlng dltemukan
tumpang tlndlb pencatatan atas bldang tanab yang
sama atau pencatatan dl|akukan dl atas tanab yang
maslb da|am sengketa penguasaan.
Lambatnya pencatatan atau penda|taran tanab
merupakan aklbat darl slstem penda|taran yang
rumlt dan blaya penda|taran yang maba| seblngga
tldak terjangkau o|eb masyarakat |uas. Slstem
penda|taran yang rumlt blsa jadl aklbat darl slstem
penguasaan tanab yang rumlt seblngga su|lt untuk
dladmlnlstraslkan (ada 14 jenls bak yang barus
dlda|tarkan dengan per|akuan yang berbeda).
Slstem penda|taran tanab yang ada juga be|um
menjangkau penguasaan tanab o|eb masyarakat
adat seblngga penguasaan tanab o|eb masyarakat
adat dapat dlkatakan bamplr be|um ada yang dlcatat
secara |orma|.
O|eb karena ltu, pengembangan kebljakan
admlnlstrasl pertanaban ke depan dlarabkan pada:
pertomo, penyederbanaan slstem pencatatan tanab
yang blsa mempercepat proses penda|taran tanab,
termasuk penda|taran terbadap tanab adat.
Penyederbanaan slstem pencatatan lnl juga
mencakup pencatatan atas berbagal jenls transaksl
tanab (perplndaban status kepeml|lkan balk ltu
Kbalru| Plza|, ST
Perencana pada Dlrektorat Perkotaan,
Tata Puang dan Pertanaban 8appenas
karena jua| be|l, warls, sewa ataupun transaksl
|alnnya) yang ke depan dlperklrakan akan semakln
lntensl|, kedoo, penataan terbadap struktur pajak
dan blaya pertanaban yang terjangkau o|eb
masyarakat |uas namun tetap dapat menopang
keber|anjutan darl slstem pencatatan tersebut.
Pajak dan blaya pertanaban dlarabkan juga sebagal
lnstrumen pengenda|lan terbadap penggunaan
tanab serta sebagal lnstrumen pengenda|l bagl
transaksl tanab yang meruglkan masyarakat dan
untuk mencegab terjadlnya ketlmpangan atau
penumpukan penguasaan tanab pada sebaglan kecl|
ke|ompok masyarakat.
Penataan ruang dan penatagunaan tanah
Untuk apa dan bagalman sebldang tanab
dlpergunakan cenderung menjadl baglan atau
domaln darl penataan ruang. Namun penggunaan
sebldang tanab tldak blsa |epas darl status
penguasaan dan peml|lkan atas sebldang tanab
tersebut. O|eb karena ltu, kebljakan penatagunaan
tanab menjadl medlasl atau lnter|ace darl slstem
penguasaan tanab dan slstem penataan ruang.
Penggunaan tanab untuk |ungsl sosla| |eblb
dlutamakan darl penguasaan dan peml|lkan tanab.
Kebljakan penatagunaan tanab juga mencakup
slstem pencatatan atas status penggunaan tanab
yang dl|akukan me|a|ul mekanlsme perljlnan (ljln
|okasl, |M8, dsb). 8agalmanapun lntl darl semua
kebljakan penatagunaan tanab tersebut ada|ab
bagalmana memastlkan penggunaan tanab sesual
dengan rencana tata ruang yang ada.
Satu ba| yang pentlng dlpabaml ada|ab babwa semua
komponen kebljakan pertanaban yang dluralkan dl
atas sa|lng terkalt dan sa|lng mempengarubl.
Kebljakan mengenal admlnlstrasl pertanaban,
mlsa|nya bagalmana mempercepat penda|taran
tanab, akan su|lt dllmp|ementaslkan jlka slstem
penguasaan tanab maslb ter|a|u rumlt dan be|um
je|as (sepertl penguasaan tanab adat). 8egltu pun
dengan slstem penataan ruang. Pencana tata ruang
akan su|lt untuk dllmp|ementaslkan jlka slstem
penguasaan tanab (sepertl bak atas tanab dan
bawab tanab) dan admlnlstrasl pertanaban (mlsa|
perljlnan) be|um mendukung peman|aatan ruang.
7 FE8RUARl - APRlL 2OO7 t480 O2
Latar Be|akang
Pemerlntab menyadarl babwa masa|ab
pertanaban yang darl barl ke barl semakln
mencuat da|am kebldupan masyarakat per|u
segera dlatasl. Dlldentl|lkasl beberapa kondlsl
da|am masyarakat yang menggambarkan masa|ab
utama bldang pertanaban dewasa lnl,
dlantaranya: semakln maraknya kon||lk dan
sengketa tanab, semakln terkonsentraslnya
peml|lkan dan penguasaan tanab pada
seke|ompok kecl| masyarakat, dan |emabnya
jamlnan kepastlan bukum atas peml|lkan,
penguasaan dan penggunaan tanab.
Da|am upaya mengatasl masa|ab tersebut
Pemerlntab memandang per|u untuk
membangun suatu kerangka kebljakan
pertanaban naslona| untuk dlpergunakan sebagal
pedoman o|eb semua plbak, balk pemerlntab,
masyarakat maupun sektor swasta, da|am
menanganl masa|ab-masa|ab pertanaban sesual
dengan bldang tugas dan kepentlngannya maslng-
maslng. Tujuan akblr darl kebljakan pertanaban
naslona| lnl ada|ab terwujudnya kondlsl
kemakmuran rakyat sebagalmana dlamanatkan
o|eb Pasa| 33 ayat (3) UUDP|, UUPA dan TAP
MPP |X/2OO1 sebagal aklbat penge|o|aan
pertanaban dan sumberdaya a|am |alnnya secara
berkeadl|an, transparan, partlslpatl| dan
akuntabe|.
Proses Penyusunan
Penyusunan Kerangka Kebljakan Naslona|
Pertanaban (KKPN) dlmu|al pada tabun 2OO2
da|am rangka pe|aksanaan Program
Pengembangan Kebljakan dan Manajemen
Pertanaban. Program tersebut dl|akukan me|a|ul
kajlan-kajlan yang dl|okuskan pada 4 aspek, yaltu
bukum dan kon||lk pertanaban, admlnlstrasl
pertanaban, penguasaan dan penggunaan tanab,
serta lnstltusl pertanaban dan desentra|lsasl.
Kajlan lnl dl|akukan o|eb Ke|ompok-ke|ompok
Kerja yang beranggotakan wakl|-wakl| darl semua
lnstansl yang berkaltan dengan penge|o|aan
pertanaban, dengan dlarabkan o|eb Tlm
Koordlnasl dan Tlm Teknls Program
Pengembangan Kebljakan dan Manajemen
Pertanaban.
Se|anjutnya, suatu Naskab Pancangan KKPN
dlsusun dengan baban dasar rekomendasl yang
dlbasl|kan o|eb Ke|ompok-ke|ompok Kerja dl
atas. Naskab Pancangan tersebut se|esal dlsusun
da|am bu|an [anuarl 2OO4. Untuk menampung
asplrasl pub|lk, Naskab Pancangan KKPN
dlkonsu|taslkan dengan berbagal ka|angan dengan
me|aksanakan dlskusl-dlskusl terbatas dan
|okakarya daerab dan naslona|.
Konsu|tasl pub|lk tabap pertama dl|akukan da|am
bu|an [unl 2OO4, yaltu untuk Wl|ayab | [awa dan
Wl|ayab || 8a|l, NT8 dan NTT. Untuk konsu|tasl
tabap kedua dl|aksanakan Pebruarl dan Maret
2OO5 untuk Wl|ayab ||| Ka|lmantan Tlmur,
Su|awesl dan Ma|uku dan Wl|ayab |v Sumatera
dan Ka|lmantan. Sedangkan Konsu|tasl Tabap
Kedua dltlndak |anjutl dengan |ecas C·eaµ
D|scass|en (PGD) mengenal 3 lsu yang menonjo|
da|am Lokakarya Daerab, yaltu tentang
Landre|orm, Hak u|ayat, dan [amlnan bukum
penguasaan tanab.
Penyempurnaan deml penyempurnaan dl|akukan
atas Naskab Pancangan KKPN o|eb sta| 8appenas
dengan se|a|u berkonsu|tasl dengan Tlm
Penyusun semu|a. Konsu|tasl pub|lk yang terakblr
dl|akukan dengan me|aksanakan Lokakarya
Naslona| KKPN pada tangga| 6 November 2OO6.
Hasl| rumusan terakblr lnl akan
dllmp|ementaslkan da|am 2 bentuk:
a. Sebaglan dlmasukkan ke da|am Pencana
Pembangunan Naslona| [angka Menengab,
ke|aaç|a ket|¡a|aa
re|taaaaaa uas|eaa|
O|eb: Tlm Pedaksl
(kkru,
t480 O2 FE8RUARl - APRlL 2OO7 8
r|eses reayasaaaa aaa nate|| re|e|aya
b. Sebaglan dl e|aborasl sebagal rencana kerja
yang |eblb lmp|ementatl|.
Materi Pokok KKPN
Materl pokok Naskab Pancangan KKPN terbagl
da|am 4 bab yang terdlrl atas bab Pendabu|uan,
Masa|ab Pertanaban Dewasa |nl, Kerangka
Umum Kebljakan Pertanaban, dan baglan
Penutup. Dl 8ab Pendabu|u, dlmuat |atar
be|akang dlper|ukannya KKPN dan rumusan yang
|eblb je|as mengenal kondlsl yang dlkebendakl
untuk dlwujudkan dengan adanya KKPN, yaltu
babwa da|am penge|o|aan pertanaban setlap
kebljakan, program, dan proses penge|o|aan
pertanaban dl se|urub tanab alr barus dapat
menglnterna|lsaslkan jlwa dan semangat 4
(empat) prlnslp utama. Keempat prlnslp utama
ltu ada|ab: (1) pertanaban barus berkontrlbusl
secara nyata untuk menlngkatkan kesejabteraan
rakyat dan me|ablrkan sumber-sumber
kemakmuran baru, (2) pertanaban barus
berkontrlbusl secara nyata untuk menlngkatkan
tatanan kebldupan bersama yang |eblb
berkeadl|an da|am kaltannya dengan
peman|aatan, penggunaan, penguasaan dan
peml|lkan tanab, (3) pertanaban barus
berkontrlbusl secara nyata da|am menjamln
keber|anjutan slstem kemasyarakatan,
kebangsaan, dan kenegaraan |ndonesla dengan
memberlkan akses se|uas-|uasnya pada generasl
akan datang pada sumber-sumber ekonoml
masyarakat - tanab, dan (4) pertanaban barus
berkontrlbusl secara nyata da|am menclptakan
tatanan kebldupan bersama secara barmonls
dengan mengatasl berbagal sengketa dan kon||lk
pertanaban dl se|urub tanab alr dan menata
slstem penge|o|aan yang tldak |agl me|ablrkan
sengketa dan kon||lk dl kemudlan barl.
Pada 8ab kedua mengenal masa|ab pertanaban
dewasa lnl, dlmuat gambaran masa|ab pertanaban
yang per|u dlatasl dengan pembentukan KKPN,
antara |aln: maraknya kon||lk, terkonsentraslnya
peml|lkan, dan |emabnya jamlnan kepastlan
bukum. Ada 9 (sembl|an) |aktor penyebab
terjadlnya masa|ab tersebut, yaltu: peraturan
perundang-undangan yang tldak kondusl|,
terbatasnya akses masyarakat terbadap peml|lkan
dan penguasaan tanab secara adl|, be|um
terwujudnya ke|embagaan pertanaban yang
e|ektl| dan e|lslen, pe|aksanaan penda|taran tanab
be|um optlma|, be|um optlma|nya penatagunaan
tanab, |emabnya slstem ln|ormasl berbasls tanab,
pemecaban kon||lk dan sengketa pertanaban
be|um memadal, |emabnya slstem perpajakan
tanab, serta be|um memadalnya per|lndungan
bak-bak masyarakat atas tanab.
8ab ketlga memuat uralan tentang prlnslp dasar
kebljakan pertanaban yang menguralkan dasar
bukum dan kebljakan bagl penentuan kebljakan
pertanaban. Se|aln ltu, tujuan umum KKPN, yaltu
terwujudnya suatu kondlsl kemakmuran rakyat
sebagalmana dlamanatkan o|eb pasa| 33 ayat 3
UUD 45, TAP MPP |X/2OO1 dan UUPA 196O
me|a|ul penge|o|aan pertanaban secara
berkeadl|an, transparan, partlslpatl| dan
akuntabe| serta berkeslnambungan. 8aglan
terakblr memuat tentang tujuan kbusus KKPN,
yang berbubungan |angsung dengan
permasa|aban pertanaban yang dlbarapkan
terse|esalkan dengan pe|aksanaan kebljakan
pertanaban da|am KKPN, mlsa|nya
terse|esalkannya kon||lk dan sengketa
pertanaban, terbangunnya slstem ln|ormasl
pertanaban yang akurat, transparan mudab
dlakses dan komprebensl|, dsb.
8ab keempat memuat arab kebljakan beserta
rencana tlndak yang dlanggap per|u dl|aksanakan
untuk menye|esalkan masa|ab pertanaban sepertl
dluralkan dl atas. |dentl|lkasl rencana tlndak
merupakan rekomendasl darl plbak-plbak yang
|angsung berkaltan dengan upaya penye|esalan
permasa|aban pertanaban yang dlbadapl. Arab
kebljakan dan rencana tlndak dlsusun sbb.:
Pertama: Pe|ormasl Peraturan Perundang-
undangan
Kedua: Penlngkatan Akses Masyarakat terbadap
Peml|lkan dan Penguasaan Tanab Secara Adl|
Ketlga: Pengembangan Ke|embagaan Pertanaban
Keempat: Penlngkatan Penda|taran Tanab Ke|lma:
Pengembangan Penatagunaan Tanab Keenam:
Pengembangan Slstem |n|ormasl 8erbasls Tanab
Ketujub: Penye|esalan Kon||lk dan Sengketa
Tanab
Kede|apan: Pengembangan Slstem Perpajakan
Tanab
Kesembl|an: Per|lndungan Hak-bak Masyarakat
Atas Tanab
Dua bab terakblr merupakan bab penutup dan
bab 'Da|tar lstl|ab dan Slngkatan'.
9 FE8RUARl - APRlL 2OO7 t480 O2
o
Temuan 5tudi
a|am ba| penguasaan tanab, ada tlga dlmensl yang
per|u dlperbatlkan. Pertama, dlmensl sejarab.
Dlmensl sejarab mencakup rlwayat pero|eban
tanab yang cukup beragam balk darl waktu
pero|eban tanabnya, maupun cara
mempero|ebnya. Kenyataan dl masyarakat kedua
ba| tersebut manjadl kenda|a da|am mempero|eb
akses bak atas tanab secara |orma|.
Dlmensl yang kedua ada|ab dlmensl bukum.
Dlmensl bukum ada|ab jenls bak atas tanab dan
jangka waktu ber|akunya bak. 8erdasarkan
jangka waktu bak / perlzlnan terdapat 3
ke|ompok jenls bak yaknl turun menurun atau
se|amanya (contob: Hak Ml|lk berdasar UUPA
maupun Adat), jangka waktu tertentu, sepertl
HG8, HGU, HP berdasar UUPA, dan sementara
(8agl Hasl|, Sewa, Gadal). Keberagaman jenls dan
jangka waktu bak yang ada dl masyarakat
menjadl kenda|a bagl upaya reglstrasl untuk
memberlkan kepastlan bukum dan per|ldungan
bukum o|eb Pemerlntab, balk da|am penentuan
jenls bak, prosedur, proses, dan pensyaratannya.
Dlmensl yang ketlga ada|ab dlmensl manajemen
pertanaban, berupa be|um adanya / be|um
e|ektl|nya pengaraban peruntukan, penggunaan
dan peman|aatan berdasarkan PTPW dan po|a
penge|o|aan tata guna tanab merupakan kenda|a
utama bagl penga|okaslan |aban untuk usaba
lnvestasl, pemberlan bak atas tanab, perpajakan
serta pengeda|lan a|lb |ungsl tanab. Mengenal
tanab negara, darl studl yang dl|akukan dapat
dlslmpu|kan babwa tanab negara dapat
dlde|lnlslkan darl statusnya, darl |ungsl dan darl
terjadlnya/terbentuknya. 8erdasarkan statusnya,
de|lnlsl tanab negara ada|ab bldang-bldang tanab
yang be|um ada bak atas tanab atau bekas bak
yang babls masa ber|akunya. 8erdasarkan
|ungslnya, tanab negara ada|ab bldang tanab yang
ber|ungsl untuk kepentlngan pub|lk atau
per|lndungan. Sedangkan berdasarkan
terbentuknya, tanab negara dapat terbentuk
karena proses a|am maupun buatan manusla
(contob: rek|amasl, penlmbunan).
Pada kenyataannya, bldang-bldang tanab tersebut
te|ab ada penggarapan/pengbunlan dengan
berbagal jenls penggunaan dan peman|aatan
tanab, balk untuk usaba non-komersla| dan
komersla| maupun yang ber|ungl per|lndungan
dan yang bersl|at kepentlngan pub|lk (pub|lc
goods). Subyek bak yang meman|aatkan balk
perorangan, lnstansl/pemerlntab, badan bukum
maupun |embaga masyarakat adat/u|ayat.
Lembaga yang mempunyal |ungsl dan tugas
menge|o|a tanab negara sampal saat lnl be|um
je|as. Kondlsl demlklan beraklbat menjadl
sumber permasa|aban dl |apangan, antara |aln
da|am bentuk penggarapan tanab tanpa lzln,
penyerobotan tanab, sengketa / kon||lk tanab,
penggusuran dan sebagalnya.
Studl juga mengga|l permasa|aban tentang
penda|taran tanab. L|ektl|ltas penda|taran tanab
atau pensertl|lkatan tanab yang dlbarapkan
sebagal penopang utama penge|o|aan pertanaban
dan pembangunan yang berke|anjutan, maslb
Dr. 8arljadl, dkk ®)

femaaa uas|| ka¡|aa
reayeae|aaaaaaa re|aaç|at
se|ta reaaet|a|s|aa faaaa ueça|a
aaa reaçe|e|aaaaya
reaçaasaaa faaaa
t480 O2 FE8RUARl - APRlL 2OO7 10
jaub darl barapan. Ha| lnl antara |aln dlsebabkan
karena prosedurnya yang panjang,
ketldakkeje|asan proses, dan pensyaratan yang
rumlt serta blaya yang tldak terjangkau
masyarakat umumnya. |tu semua merupakan
permasa|aban k|aslk yang se|a|u muncu| da|am
setlap dlskusl maupun pendataan dl tlngkat
pemegang bak. Darl ana|lsa data dl 8PN dengan
asumsl babwa pertumbuban bldang tanab
mencapal sekltar 2,O% per-tabun maka
dlperklrakan pada tabun 2OO5 jum|ab bldang
tanab yang per|u dlsertl|lkatkan sekltar 8O juta
bldang tanab (dl |uar butan). Sedangkan
kemampuan 8PN da|am |lma tabun terakblr
ada|ab sekltar 1,5 juta bldang/tabun. Apabl|a
kemampuan dltlngkatkan sebesar 2 juta
bldang/tabun maka dlper|ukan waktu |eblb 2O
tabun untuk menye|esalkannya. Waktu se|ama ltu
akan semakln berpotensl untuk tlmbu|nya
berbagal masa|ab pertanaban aklbat
perkembangan penduduk, perkembangan po|ltlk,
sosla| ekonoml dan sosla| budaya serta adanya
pengarub g|oba|.
Rekomendasi 5tudi
Da|am menyusun rekomendasl studl, maka
dlgunakan |andasan konspetua| babwa
penyederbanaan perangkat penguasaan tanab
dan penge|o|aan tanab negara, merupakan
baglan tldak terplsabkan dengan pembangunan
dan pengembangan slatem admlnlstrasl
pertanaban naslona|, daerab maupun |oka|.
Slstem admlnlstrasl tanab dl masa depan
dlbarapkan mampu sebagal sarana mengatur dan
menentukan bubungan bukum antara manusla
dengan tanab, sarana pe|ayanan kepada
masyarakat dan pembangunan berke|anjutan
serta sebagal sarana pengenda|lan bak
penguasaan tanab. Penge|o|aan pertanaban (|and
managemenr) pada bakekatnya mengatur
bubungan antara subyek dan obyek bak da|am
kaltannya penguasaan dan penggunaan tanab.
Se|aln kepastlan bak penguasaan tanab dlper|ukan
kepatlan peruntukan pengunaan dan
peman|aatan untuk memberlkan rasa aman bagl
pemegang bak /penggarap/pengguna. Sedangkan
keglatan reglstrasl tanab (kadastera|) ada|ab
upaya membangun slstem ln|ormasl dasar (SD|s)
pertanaban, dan merupakan awa| pembangunan
ln|rastruktur slstem admlnlstrasl tanab.
Landasan kebljakan yang dlanut ada|ab
pemabaman babwa tanab da|am wl|ayab negara
P| merupakan aset 8angsa, dan bubungan antara
bangsa |ndonesla dengan tanab bersl|at abadl.
Negara sebagal organlsasl kekuasaan tertlnggl
se|urub rakyat, dlberl wewenang untuk mengatur
dan menye|enggarakan peruntukan,
penggunaaan, persedlaan dan peme|lbaraan
buml, alr dan ruang angkasa. Negara juga dlberl
kewenangan untuk menentukan dan mengatur
bubungan-bubungan bukum antara orang-orang,
buml, alr dan ruang angkasa. Se|aln ltu negara
juga dlberl kewenangan untuk menentukan dan
mengatur bubungan-bubungan bukum antara
orang-orang dan perbuatan-perbuatan bukum
yang mengenal buml, alr dan ruang angkasa.
Semua ltu da|am batas-batas agar buml, alr, ruang
angkasa, serta kekayaan a|am yang terkandung dl
da|amnya dapat dlman|aatkan bagl sebesar-besar
kemakmuran se|urub rakyat. Ha| yang juga per|u
mendapatkan perbatlan klta semua ada|ab babwa
penyederbanaan perangkat penguasaan tanab
serta pende|lnlslan dan penge|o|aan tanab negara,
merupakan sebaglan upaya operaslona|lsasl
amanat pasa| 33 ayat 3 UUD 1945 dan Tap MPP
/ |X / 2OO1 yaltu pembabaruan penge|o|aan
pertanaban dan sumberdaya agrarla |alnnya
secara berkeadl|an, transparan, partlslpatl| dan
akuntabe|.
Atas dasar pemlklran dl atas, studl lnl
merekomendaslkan 3 ba|: tentang
penyederbanaan perangkat penguasaan, tentang
tanab negara dan penge|o|aannya, dan tentang
penda|taran tanab.
Rekomendasi pertama: penyederhanaan
perangkat penguasaan
1. Penyederbanaan penguasaan tanab me|lputl
perumusan dan penyederbanaan dokumen
(a|as bak) bagl semua kategorl penguasaan
tanab, dan penyederbanaan jenls bak berdasar
jangka waktu.
2. Dokumen tanab (a|as bak) pada dasarnya
ada|ab |akta penguasaan dan penggunaan /
peman|aatan bldang tanab dl |apang, menjadl
acuan (henchma·k) bagl pengesaban a|as bak
secara |orma|.
3. Wa|aupun keper|uan penyederbanaan jenls bak
atas tanab secara eksk|usl| tldak muncu| dl
tlngkat pemegang bak, namun da|am kaltan
penlngkatan |ungsl admlnlstrasl da|am rangka
menanggapl kebutuban pembanguan
berke|anjutan dan dlnamlka tuntutan g|oba|,
dlajukan konsep penyederbanaan bak
penguasaan tanab yang dlkaltkan dengan jangka
waktu ber|akunya dan jenls penggunaan dan
peman|aatan tanabnya, dengan
menge|ompokkan menjadl tlga ba|. Pertomo,
berdasarkan jangka waktu ber|akunya yaltu
bak tanpa batas jangka waktu, bak dengan
pembatasan janangka waktu tertentu dan bak
bersl|at sementara. Kedoo, berdasarkan
pengunaan dan peman|aataanya yaltu bukan
untuk usaba (contob tempat tlngga|), untuk
tempat usaba (komersla|), untuk kepentlngan
11 FE8RUARl - APRlL 2OO7 t480 O2
bak atas tanab.
2. Peglstrasl tanab me|lputl semua bldang tanab
da|am wl|ayab Pepub|lk |ndonesla, balk yang
te|ab ada bak maupun yang be|um ada baknya.
Percepatan reglstrasl tanab dlbutubkan untuk
membangun Slstem Data |n|ormasl Spasla|
(SD|s) sebagal pl|ar utama |n|rastruktur
Admlnlstrasl Pertanaban.
3. Percepatan reglstrasl tanab barus menglkut
sertakan masyarakat secara aktl| , dengan
penye|enggaraan sensus pertanaban secara
naslona|. Untuk lnl pendataan |apang o|eb
Pemerlntab merupakan upaya mut|ak
dl|akukan da|am jangka waktu tldak |eblb darl
8 tabun, se|urub bldang tanab, balk yang te|ab
ada bak maupun be|um, te|ab dlda|tar. Hasl|
sensus berupa da|tar memuat ln|ormasl setlap
bldang / b|ok tanab yang berlsl data yang
terkalt semua aspek yang terkalt dengan
pertanaban.
Ketlga rekomendasl dl atas da|am
pe|aksanaannya merupakan proses jangka
menengab maupun panjang dengan tanpa
perubaban slstem penge|o|aan pertanaban yang
sudab ada secara radlka|. Sedangkan ba|-ba| yang
per|u dl|akukan guna mendukung rekomendasl
tersebut ada|ab berupa penerapan secara
bertabap jenls bak berdasarkan jangka waktu dan
peman|aatan tanab per|u dl|akukan. Da|am ba| lnl
maslb per|u dlsepakatl nama jenls bak. Kemudlan
perubaban persepsl babwa bak atas tanab tldak
banya memberlkan kepastlan bubungan bukum
juga memberlkan kepastlan peruntukan,
penggunaan dan peman|aatan tanab. Sebagal
konsekuensl jenls penggunaan/ peman|aatan
tanab dan pera|lbaannya barus tercatat da|am
da|tar tanab (buku tanab). Dan terakblr
pemabaman babwa tanab negara sebagal tanab
yang dlkuasal |angsung o|eb negara, barus
dlke|o|a o|eb |embaga / Departemen tersendlrl
yang terplsab darl |embaga/Departemen yang
da|am menja|ankan tugas dan |ungslnya
memer|ukan bak penguasaan peml|lkan atas
tanab.
pub|lk (|asum dan |asos, termasuk tempat
perlbadatan), dan untuk kepentlngan
per|lndungan/konservasl. Ket|go, komblnasl
antara buru| yang pertama dan kedua tersebut
menentukan jenls bak penguasaan tanab, bak
tanpa batas waktu me|uputl untuk perumaban/
tempat tlngga|, per|lndungan dan konservasl,
pertabanan dan keamanan serta untuk
kepentlngan pub|lk, dengan jangka waktu
tertentu mlsa|nya untuk kepentlngan
komersla|/usaba, dan bak yang bersl|at
sementara me|lputl penggunaan dan
peman|aatan yang bersl|at sementara (sewa,
bagl basl| pertanlan, garapan dan sebagalnya).
Rekomendasi kedua: Tanah Negara dan
penge|o|aannya
1. Tanab Negara dlde|lnlslkan sebagal bldang-
bldang tanab yang be|um ada bak atas tanab
atau bekas bak yang babls masa ber|akunya,
yang |angsung dlkuasal Negara dan ber|ungsl
untuk kepentlngan pub|lk atau per|lndungan
termasuk tanab-tanab bentukan baru (tanab
o|oran, tanab endapan baru dl pantal maupun
sungal atau tanab tlmbu| dan sebagalnya).
2. Negara sebagal organlsasl kekuasaan tertlnggl
untuk menge|o|a tanab dan sumber daya a|am
|alnnya sebagal aset bangsa mendapat
pemabaman yang sama o|eb semua plbak
masyarakat, lnstansl dan badan bukum serta
pakar, balk untuk tanab maupun sumberdaya.
Permasa|abannya ada|ab sejaubmana
pemlsaban tugas dan |ungsl |embaga sebagal
penge|o|a tanab negara, yang pada bakekatnya
menjadl personl|lkasl darl negara, dengan
|embaga pemerlntab yang bertugas dan
ber|ungsl sebagal pengguna/ peman|aat tanab
sebagal pemegang bak.
3. Untuk penge|o|aan tanab negara dlajukan
rekomendasl sebagal berlkut:
a. Tanab negara da|am |lngkup naslona|, antar
sektor dan antar masyarakat adat dlke|o|a
o|eb |embaga / lnstansl pemerlntab yang
bukan sebagal pemegang bak atas tanab
atau pengguna tanab.
b. Tanab negara yang peman|aatannya untuk
tujuan / komodltl tertentu dan atau da|am
|lngkup wl|ayab tertentu da|am wl|ayab
negara dapat dlberlkan penge|o|aannya
kepada Departemen/ Pemda / Lembaga
Adat / Masyarakat adat tertentu
Rekomendasi ketiga: Tentang Pendaftaran
Tanah
1. Pemlsaban tabapan reglstrasl tanab
(kadastera|) darl kesatuan slstem proses
penda|taran tanab, merupakan kebljakan yang
tepat untuk percepatan pemberlan kepastlan
t480 O2 FE8RUARl - APRlL 2OO7 12
Tlm Pene|ltl Kajlan Komponen-1 LMPDP
f
erdapat banyak barapan, babwa perdesaan barus
mampu tumbub menjadl wl|ayab yang kuat da|am
menyangga perkotaan. Se|aln karena jum|ab
penduduk yang tlngga| dl perdesaan |eblb
banyak, maslb banyak juga aset-aset atau sumber
daya a|am yang dlbarapkan mampu
menggerakkan perekonomlan dl perdesaan.
Maju dan bangkltnya perekonomlan dl perdesaan
dlbarapkan dapat beraklbat terbadap
menurunnya angka kemlsklnan dl perkotaan. Ha|
lnl blsa terjadl, menglngat kemlsklnan dl
perkotaan sebaglan besar dlaklbatkan o|eb
gaga|nya urbanlsasl da|am menyerap tenaga kerja
darl perdesaan ke perkotaan, seblngga sebaglan
besar mereka masuk ke sektor ln|orma|/jasa dan
burub perusabaan yang sangat rentan terbadap
PHK.
Sa|ab satu strategl da|am membangun perdesaan
ada|ab dengan cara menlngkatkan produktlvltas
sektor pertanlan. Penga|aman negara maju saat
lnl, ada|ab babwa mereka blsa kuat karena sektor
pertanlannya yang juga kuat dan mampu
menopang sektor lndustrl, seblngga terjadl
ket|¡a|aa re|taaaaaa
yaaç neaaa|aaç
Pangkuman Hasl| Lokakarya "Keh|¡akan Pe·ranahan jang Mendakang Pengenrasan Kem|sk|nan d| Pe·desaan" (2OO3)
Dlrektorat Perkotaan, Tata Puang dan Pertanaban - 8appenas)
a| re|aesaaa
reaçeatasaa kem|s||aaa
Da|am ka·an wakra !993-200! µ·esenrase µendadak m|sk|n d| µe·desaan
se|a|a |eh|h hesa· d|hand|ngkan dengan µe·senrase µendadak m|sk|n d|
µe·keraan, hahkan d| µe·desaan re·daµar kecende·angan adanja ge¡a|a
µen|ngkaran µendadak m|sk|n. Ha| |n| menggamha·kan hahwa se|ama ka·an
wakra !993-200! re|ah re·¡ad| µena·anan µ·edakr|z|ras µe·ekenem|an d|
µe·desaan, jang mengak|harkan daja dakang w||ajah µe·desaan menga|am|
µena·anan.
13 FE8RUARl - APRlL 2OO7 t480 O2
keterkaltan yang erat antara sektor pertanlan
dengan sektor lndustrl, yang mengaklbatkan
lndustrl menjadl semakln kuat dan mampu
menyerap ke|eblban tenaga kerja aklbat e|lslensl
dl sektor pertanlan, seblngga proses trans|ormasl
struktura| tldak tlmpang.
Pada tabun 1999 jum|ab petanl tunaklsma
berjum|ab sekltar 3O,6O6 juta orang, dan jum|ab
petanl yang meml|lkl tanab kurang darl O,5 ba
(petanl gurem) sekltar 4O,OO9 juta orang, dan
blsa dlpastlkan babwa mereka sebaglan besar
termasuk da|am go|ongan mlskln. Dengan
demlklan, darl sudut pandang kesejabteraan,
upaya untuk mensejabterakan petanl tunaklsma
dan petanl gurem merupakan |angkab strategls
da|am menclptakan perekonomlan yang kuat dl
perdesaaan. Me|a|ul po|a plklr lnl|ab kebljakan
pertanaban dlupayakan dapat menyumbang pada
usaba untuk mengatasl kemlsklnan atau
menlngkatkan kesejabteraan mereka yang pa|lng
kurang beruntung dl pedesaan.
Keb|jokoo Pertooohoo ¥oog Dopot
Meogoroog| Kem|sk|ooo d| Perdesooo
Me|lbat kenyataan begltu banyaknya petanl
gurem dan petanl tunaklsma dl |ndonesla, maka
upaya untuk mengurangl kemlsklnan dl
perdesaan dapat dl|akukan dengan cara ,
Pertomo, mengurangl jum|ab petanl tunaklsma
dan petanl gurem me|a|ul pengembangan agro
lndustrl dl perdesaan yang berbasls |lngkungan
dan pembukaan kesempatan kerja darl sektor
lndustrl, pengo|aban dan jasa. Kedoo, ada|ab
dengan cara menlngkatkan kepeml|lkan dan
penguasaan tanab serta upaya |alnnya yang
mengbambat a|lb |ungsl tanab, dan |ragmentasl
tanab.
Kebljakan pertanaban
yang dapat mengurangl
kemlsklnan dl perdesaan,
ada|ab
(1) Menlngkatkan
kepeml|lkan tanab,
(2) Menlngkatkan
penguasaan tanab yang
dllkutl o|eb penggunaan
dan peman|aatan tanab
seoptlma| mungkln,
(3) Kebljakan pencegaban
konso|ldasl |aban yang
ber|eblban dan
pencegaban |ragmentasl,
(4) mengenda|lkan |aju
konversl tanab pertanlan
ke non pertanlan, dan (5)
kebljakan pertanaban
yang dapat menlngkatkan
daya guna dan produktlvltas |aban.
L|ektlvltas kebljakan pertanaban yang dapat
menlngkatkan kepeml|lkan dan penggunaan
tanab bagl petanl mlskln da|am upaya
menurunkan kemlsklnan dl perdesaan secara
agregat akan dlpengarubl o|eb besarnya |aban
yang dapat dljadlkan sebagal objek darl kebljakan
tersebut. Menurut Slmatupang (2OO2) tota| |uas
tanab pertanlan saat lnl kurang darl 4O juta
bektar, jlka |uas tanab lnl dlbagl rata kepada
sekltar 3O juta petanl tunaklsma dan 4O juta
petanl gurem dl |ndonesla, maka basl|nya tetap
saja mereka da|am poslsl sebagal petanl gurem.
Da|am pe|aksanaannya |oglka dengan membagl
rata semua tanab pertanlan, tldak mungkln
terjadl. Da|am satuan wl|ayab tertentu upaya
untuk menlngkatkan kepeml|lkan atau
penguasaan tanab dapat dl|akukan sepanjang
tersedlanya tanab-tanab untuk dldlstrlbuslkan.
Dengan demlklan, kebljakan untuk mengatasl
kemlsklnan dl perdesaan, tldak banya blsa
dlse|esalkan dengan cara menlngkatkan
kepeml|lkan atau penguasaan tanab akan tetapl,
dlpengarubl juga o|eb upaya yang dapat
mengurangl jum|ab petanl gurem dan tunaklsma
dl perdesaan. Kebljakan penlngkatan
kepeml|lkan tanab dl |ndonesla dlmu|al me|a|ul
program |andre|orm dengan payung bukum
UUPA. Program |andre|orm sebagal strategl
untuk mencapal keadl|an da|am pero|eban dan
peman|aatan tanab pertanlan te|ab dlawa|l
dengan penerbltan UU No 56 Prp tabun 196O
berlkut pe|bagal peraturan pe|aksanaanya. Sa|ab
satu strategl yang dlpl|lb ada|ab redlstrlbusl tanab
pertanlan yang berasa| darl tanab-tanab ke|eblban
batas makslmum, tanab guntal (ahsenree), tanab
swapraja, tanab partlke|lr, dan Tanab Negara dan
t480 O2 FE8RUARl - APRlL 2OO7 14
tanab objek |andre|orm. Secara operaslona|,
program lnl tldak berja|an |ancar karena kenda|a
yang bersl|at po|ltls, teknls admlnlstratl| , dan
|ega|.
Menurut Marla (2OO2), sampal dengan [unl 1998 ,
darl 1.397.167 bektar tanab objek |andre|orm,
yang baru dldlstrlbuslkan 787.931 bektar (56,4
persen), dengan jum|ab penerlma sebanyak
1.267.961 ke|uarga petanl. 8erdasarkan data
tersebut, ter|lbat babwa sete|ab bamplr 4O
tabun, ternyata baru separub darl tanab objek
|andre|orm ltu yang blsa dlbaglkan. Se|aln ltu
dengan me|lbat jum|ab petanl tunaklsma dan
petanl gurem, serta perbandlngan antara |uas
tanab pertanlan dengan tanab objek |andre|orm,
maka petanl yang menjadl sasaran darl program
|andre|orm ada|ab sangat kecl|. Pe|aksanaan
program |andre|orm, tldak banya berbentl pada
pembaglan tanab saja, me|alnkan dlper|ukan
adanya tlndak |anjut berupa pe|ayanan
kemudaban da|am mempero|eb kredlt, bantuan
pemasaran basl| produksl, bantuan permoda|an,
dan dukungan ln|rastruktur sepertl lrlgasl, ja|an
dan transportasl yang menunjang terbadap
berkembangnya usaba pertanlan dl perdesaan.
Tanpa ltu semua |and·eje·m yang te|ab dl|akukan,
akan menga|aml kegaga|an, dan tanab yang te|ab
dlml|lkl petanl ada kemungklnan akan dljua|
kemba|l, menglngat mereka semua akan tetap
menga|aml kesu|ltan da|am mempertabankan
bldupnya. Dengan demlklan upaya pencegaban
transaksl pada tanab basl| redlstrlbusl per|u
dle|ektl|kan. Saat lnl upaya untuk me|akukan
dlstrlbusl tanab menga|aml bambatan-bambatan
dlantaranya ada|ab, semakln terbatasnya tanab
yang tersedla, tldak tersedlanya data akurat
untuk mendeteksl tanab-tanab potensla| sebagal
objek |andre|orm , adanya keterbatasan dana
pemerlntab, dan tldak ber|ungslnya redlstrlbusl
swadaya karena krlsls ekonoml, maka upaya
|alnnya yang dapat mengurangl kemlsklnan dl
perdesaan ada|ab dengan cara memberlkan akses
kepada petanl atau masyarakat untuk
meman|aatkan tanab-tanab yang dlblarkan tldak
produktl|.
Pe|aksanaan kebljakan redlstrlbusl tanab
memer|ukan pembenaban slstem admlnlstrasl
dan penda|taran tanab yang balk seblngga
dlbasl|kan ln|ormasl mengenal berapa banyak
tanab yang akan dldlstrlbuslkan. Se|ama maslb
terdapat tanab yang dapat dl dlstrlbuslkan, maka
program penlngkatakan kepeml|lkan tanab bagl
masyarakat mlskln dl perdesaan maslb dapat
dl|aksanakan. Sete|ab dlpero|eb ln|ormasl
mengenal banyaknya tanab yang akan
dldlstrlbuslkan maka, kebljakan dlstrlbusl tanab
kepada para petanl dapat dl|aksanakan jlka
mekanlsme dlstrlbusl tanab sudab dlatur
sedemlklan rupa seblngga memenubl aspek |ega|
dan berkeadl|an.Namun demlklan, da|am
pe|aksanaannya penerapan kebljakan pertanaban
yang dapat mengurangl kemlsklnan dl perdesaan
barus dldukung o|eb slstem admlnlstrasl
pertanaban yang cukup balk, yang
memungklnkan setlap pengambl| keputusan
mempero|eb ln|ormasl yang akurat dan aµ re
dare, menyangkut kepeml|lkan, penguasaan,
penggunaan tanab dan sebagalnya.
Kebljakan pertanaban sepertl dlje|askan dl atas
dapat menjadl masukan sebagal suatu sub slstem
kebljakan yang dapat mengurangl kemlsklnan dl
perdesaan. O|eb karenanya, per|u adanya
dukungan kebljakan |aln yang |eblb komprebensl|
da|am membangun perdesaan menjadl suatu
kawasan ekonoml yang dapat mensejabterakan
penduduk sekltarnya.
15 FE8RUARl - APRlL 2OO7 t480 O2
Dlsarlkan o|eb:
Dlab Lenggogenl, sta| Dlrektorat PTPP,
8appenas
Wawancara dengan Andreas Groetscbe| ®)
c;|a| teataaç reaçemtaaçaa
kcs|Jtktu rceftututu
a| |aaeaes|a
Apokoh ort| peot|og peogemboogoo keb|jokoo
pertooohoo bog| sebooh oegoro! Seberopo
peot|og ho| tersebot ootok lodooes|o!
Sesudab manusla, sumber daya a|am kbususnya
tanab ada|ab sumberdaya yang pa|lng berbarga dl
suatu negara. Peran negara ada|ab untuk
memastlkan babwa tanab dlgunakan semakslma|
mungkln untuk kepentlngan rakyatnya. Kebljakan
pertanaban barus memasukkan dan
menyelmbangkan tujuan-tujuan sosla|, ekonoml,
dan |lngkungan darl berbagal pemangku
kepentlngan yang berbeda-beda. Merupakan
sebuab proses panjang untuk mengupayakan agar
kepentlngan masyarakat terwakl|l da|am kebljakan
pertanaban dan kepentlngan lnl berubab darl waktu
ke waktu selrlng dengan perkembangan yang ada.
|ndonesla sedang menentukan tujuan-tujuan yang
bendak dlcapal darl berbagal sektor yang terkalt
dengan tanab sepertl pertanlan, kebutanan,
perumaban, pertambangan, dan lnvestasl aslng.
Yang per|u dlkembangkan |eblb |anjut ada|ab suatu
kebljakan pertanaban umum yang memberlkan
kerangka untuk kebljakan sektora| dan mencegab
kebljakan sektora| yang tldak sa|lng terkalt yang
dapat mengarab pada terbentuknya bukum dan
peraturan yang sa|lng bertentangan.
Contobnya ada|ab perbedaan kepentlngan dan
tujuan-tujuan dl ba|lk usu|an Program Pembaruan
Agrarla dan upaya untuk mempromoslkan budldaya
tanaman h|e-ene·gj. Pada saat yang bersamaan,
rencana undang-undang mengenal 'Pertanlan yang
berke|anjutan' sedang dlbabas. Semua lnlslatl| lnl
pentlng bagl |ndonesla dan berdampak pada
keputusan-keputusan yang pentlng mengenal
peman|aatan tanab, namun da|am sltuasl tldak
adanya kebljakan pertanaban yang koordlnatl| dan
sa|lng terkalt ada kemungklnan tlmbu| masa|ab yang
tldak sebarusnya muncu|.
Apokoh odo perbedooo do|om ho| koosep dosor
keb|jokoo pertooohoo ootoro oegero sedoog
berkemboog doo oegoro mojo sepert| £ropo
doo |eb|h khosos |og| [ermoo!
Menurut saya konsep dasarnya ada|ab sangat mlrlp.
Secara umum, tujuan kebljakan pertanaban ada|ab
untuk memberlkan kerangka bagl 'pertumbuban
yang berkeadl|an'. Untuk ltu artl pentlng
keterbukaan dan konsep yang operaslona| dlakul dl
mana-mana. Dl |ndonesla dan berbagal negara |aln
dl kawasan Asla Tenggara, aspek keadl|an da|am
akses terbadap tanab maslb menempatl ranklng
yang sangat tlnggl. Dl [erman, ada beberapa tujuan
|aln, perencanaan pertumbuban ekonoml dan
perbatlan terbadap |lngkungan yang memalnkan
peran yang |eblb domlnan da|am pembuatan
kebljakan pertanaban. Menyelmbangkan kebutuban
yang berbeda darl setlap pemangku kepentlngan
memer|ukan suatu proses yang terbuka dan
dlke|o|a dengan balk. Tujuan dan peran darl
berbagal pemangku kepentlngan, kbususnya
negara, akan berubab da|am proses pembangunan.
Dl |ndonesla, negara menganggap dlrlnya berperan
sebagal 'pengemban', yang dapat dl|aksanakan
dengan balk apabl|a dla 'meml|lkl' dan me|aksanakan
sendlrl penge|o|aan tanab. Pungsl-|ungsl lnl dl
negara-negara maju blasanya dl|akukan o|eb sektor
swasta, sedangkan negara banya menetapkan
pangaturannya. Perbedaan |aln yang utama antara
negara sedang berkembang dan negara maju ada|ab
|eblb pada mekanlsme operaslona|nya, yaknl
lnstltusl yang dlml|lkl pemerlntab untuk
me|aksanakan kebljakan pertanaban .
t480 O2 FE8RUARl - APRlL 2OO7 16
Ke·angka keh|¡akan d| h|dang µe·ranahan me·aµakan µ|arje·m jang d|µe·|akan e|eh saara Nega·a
da|ammengemhangkan |eh|h ¡aah keh|¡akan µe·ranahan nas|ena| seca·a amam, memhenrak ke·angka
anrak keh|¡akan sekre·a| dan memhanra mengh|nda·| keh|¡akan sekre·a| jang r|dak sa||ng re·ka|r jang
akan menga·ahkan µada hakam dan µe·ara·an jang sa||ng he·renrangan. 7e·ka|r dengan ha| |ra
Redaks| Land mewawanca·a| Paka· £kenem| Pe·ran|an da·| je·man, And·eas C·eersche|, d| jaka·ra
he|am|ama |n|. Keµada Land, a|amnas 7echn|ca| Un|ze·s|rj ej ße·||n |n| menjamµa|kan µandangannja
renrang Pengemhangan keh|¡akan µe·ranahan d| |ndenes|a se·ra µenga|amannja d| nega·a |a|n.
Apo moso|oh otomo berko|too deogoo keb|jokoo
pertooohoo ,oog d|hodop| o|eh oegoro
berkemboog sepert| lodooes|o!
Perubaban sedang terjadl dengan sangat cepat dl
|ndonesla dan dl negara-negara |aln yang
memutuskan untuk menganut a|lran pembangunan
yang dldorong o|eb kekuatan pasar. Masa|abnya
ada|ab se|agl perkembangan kebljakan memer|ukan
proses keterbukaan dan koordlnasl, ada tekanan
yang sangat besar untuk segera meml|lkl ketentuan
dan peraturan yang akan mengarabkan
pembangunan dan meyaklnkan masyarakat |oka|
dan lnvestor aslng babwa perubaban dl|akukan
da|am kerangka bukum yang operaslona| dan dapat
dl|aksanakan. Llngkungan lnstltusl yang akan
memastlkan koordlnasl pengembangan kebljakan
sepertl ltu dl |ndonesla maslb berkembang. Negara
meml|lkl proses pengembangan dan transparansl
perumusan kebljakan yang memadal. Namun
apabl|a suatu upaya yang mu|tl dlslp|ln sepertl
pengembangan kebljakan pertanaban barus
dl|akukan, maka sangat dlbutubkan koordlnasl
antara berbagal sektor kementrlan. 8eberapa
negara |aln membentuk komlte koordlnasl, yang
me|lputl perwakl|an tlngkat tlnggl untuk
memastlkan babwa pengembangan kebljakan
dl|akukan dengan barmonls, dltambab dengan
koordlnasl teknls untuk memastlkan babwa
peraturan-peraturan pe|aksanaannya sa|lng seja|an.
Apo ,oog horos d||okokoo do|om opo,o
memboot Keroogko Keb|jokoo Pertooohoo
Nos|ooo| (KKPN) meojod| re[ereos| otomo bog|
poro pemboot keb|jokoo pertooohoo d| mos|og-
mos|og sektor doo doeroh!
|ndonesla sudab meml|lkl d·ajr KKPN (Kerangka
Kebljakan Pertanaban Naslona|). 8appenas barus
terus menerus me|akukan peran koordlnasl da|am
me|akukan |lna|lsasl dokumen ltu. Saya plklr proses
tersebut sejaub lnl sangat terbuka dan memberl
kesempatan kepada semua pemangku kepentlngan
untuk dldengar suaranya. Tugas 8appenas saat lnl
ada|ab merumuskan dokumen yang memberl ruang
bagl semua sektor dan wl|ayab untuk dlwakl|l
kepentlngannya dan dapat menyumbangkan ldenya.
Da|am tabap lnl saya klra ada dua pl|lban bagl
8appenas untuk memastlkan babwa KKPN akan
menjadl dokumen pemandu da|am me|aksanakan
kebljakan-kebljakan pertanaban. Dokumen ltu
sendlrl dapat dlberl status bukum resml atau lslnya
akan tercermln da|am da|am Pencana
Pembangunan [angka Menengab dl mana
perslapannya akan dl|akukan tabun depan. |nl tentu
saja tldak sa|lng terplsab dan saya plklr apa yang
dlbarapkan orang ada|ab me|lbat bagalmana KKPN
dlse|esalkan, dapat dloperaslona|kan dan
dl|aksanakan o|eb berbagal sektor. 8appenas
meml|lkl peran yang pentlng da|am memastlkan
babwa proses lnl tetap transparan dan
terkoordlnasl.
ßogo|mooo hoboogoo ootoro LMPDP doo
KKPN doo bogo|mooo LMPDP meodokoog
proses |o|!
Land Managemenr and Pe||cj Deze|eµmenr P·e¡ecr
(LMPDP) mendukung upaya pemerlntab da|am
pengembangan kebljakan dan pengembangan
kapasltas yang terkalt. Proyek lnl memberlkan
saran-saran teknls dan prosedura| yang memastlkan
babwa lsl dan proses perumusan KKPN
mencermlnkan se|uas mungkln pengetabuan dan
kepentlngan darl semua pemangku kepentlngan.
Proyek lnl me|aksanakan kajlan-kajlan teknls,
menerbltkan pub|lkasl sepertl bu|etln lnl,
menye|enggarakan webslte, dan me|aksanakan
ta|ksbow me|a|ul radlo dan te|evlsl mengenal lsu-lsu
da|am KKPN. Tujuannya ada|ab untuk memberl
pemerlntab |eblb banyak pl|lban da|am
mengusabakan tercapalnya tujuan-tujuan umum
kebljakan pertanaban me|a|ul perangkat peraturan,
dan juga me|a|ul mekanlsme pajak dan |lska| yang
dapat mundukung manajemen dan perencanaan
pertanaban. Langkab-|angkab sepertl ltu
dl|aksanakan secara |uas dl berbagal negara da|am
upaya mengarabkan peman|aatan dan penggunaan
tanab.
Apo soroo oodo berko|too deogoo
peogemboogoo keb|jokoo pertooohoo!
Secara umum saya klra |ndonesla te|ab meml|lkl
prosedur perumusan kebljakan yang dlrumuskan
dengan balk. Sejaub lnl KKPN te|ab me|a|ul
serangkalan konsu|tasl pub|lk dan dra|t KKPN
sendlrl dan dokumentasl yang menyertalnya
memuat ln|ormasl yang sangat banyak dan re|evan
untuk semua pemangku kepentlngan. Dokumen-
dokumen tersebut per|u dl konso|ldasl dan
se|anjutnya dlpastlkan babwa berdasarkan KKPN
semua sektor dan kementrlan mengadopsl
kebljakan pertanaban sektora| yang sa|lng terkalt
dan merumuskan serta me|aksanakan peraturan
pe|aksanaan yang barmonls dan tldak sa|lng
bertentangan. Da|am bubungan lnl barangka|l suatu
"Komlte Koordlnasl Kebljakan Pertanaban" dapat
memalnkan peran yang pentlng . Proses ltu tentu
saja tldak akan berbentl pada dladopslnya KKPN
dan peraturan serta ketentuan yang menyertalnya.
Pemerlntab tetap barus mendukung upaya untuk
menumbubkan kesadaran masyarakat mengenal
kebljakan pertanaban, dan peraturan yang terkalt ,
dan memecabkan lsu-lsu ke|embagaan dan
pemerlntaban da|am pe|aksanaan kebljakan dan
peraturan tersebut. Saya klra klta akan blsa me|lbat
banyak aktlvltas yang dl|akukan o|eb pemerlntab
tabun depan da|am menyesualkan dan mengadopsl
KKPN.
17 FE8RUARl - APRlL 2OO7 t480 O2
Dlterjemabkan o|eb Pedaksl
®) Team Leader Advlsory Consu|tant,
Komponen 1-LMPDP
c
|eb karena ltu tanab meml|lkl nl|al pasar dan nl|al
ekonoml yang berbeda-beda. Tanab dlperkotaan
yang dlgunakan untuk keglatan lndustrl dan
perdagangan blasanya meml|lkl nl|al pasar yang
tertlnggl karena dl sltu ter|etak tempat tlngga|
dan sumber pengbldupan manusla yang
memberlkan nl|al produksl yang tertlnggl.
Namun nl|al pasar be|um|ab mencermlnkan nl|al
ekonoml tanab karena be|um memperbltungkan
tanab sebagal suatu aset a|am (nara·a| caµ|ra|).
Prlnslp da|am mengbltung nl|al ekonoml tanab
ada|ab tanab tldak semata dlnl|al dengan nl|al
pasar, tetapl juga termasuk nl|al yang tak dapat
dlraba (|nrang|h|e) ataupun nl|al-nl|al sosla| yang
lnberen. Penl|alan ekonoml terbadap tanab
merupakan ana|lsls yang cukup komp|eks karena
beberapa a|asan, antara |aln: (1) adanya sl|at
beterogenltas darl sl|at |lslk (kesuburan) yang
cukup besar, (2) adanya sl|at beterogenltas darl
segl akseslbl|ltas, ba| tersebut erat kaltannya
terbadap |okasl tanab, dan (3) adanya varlasl darl
slstlm penguasaan tanab (µ·eµe·rj ·|ghr), yang
menyebabkan keper|uan kebljaksanaan yang akan
berbeda-beda.
Tu|lsan lnl mencoba mengetengabkan beberapa
pendekatan dan metode yang berkenaan dengan
penl|alan ekonoml atas tanab, dengan maksud
tldak terjadl ande·µ·|c|ng terbadap tanab.
5ewa Tanah
Sewa Tanab (Land Renr) dlde|lnlslkan sebagal
ke|eblban nl|al penerlmaan darl basl| peman|aatan
tanab yang bersangkutan dengan blaya yang
dlke|uarkan se|aln tanab, mlsa|nya tenaga kerja,
kaplta|, baban baku dan energl, yang dapat
dlpakal untuk mengubab sumberdaya a|am
menjadl barang (geeds) . Sewa tanab sebagal
surp|us ekonoml dapat terjadl karena kesuburan
dan |okaslnya. Pada dasarnya sewa tanab tersebut
merupakan ba|as jasa untuk peman|aatan tanab
yang dlpakal da|am suatu aktlvltas. Sewa tanab
merupakan konsep pentlng da|am ekonoml
sumberdaya tanab. |stl|ab sewa tanab dapat
mempunyal artl : (1) Cenr·acr Renr, sebagal
pembayaran darl penyewa kepada peml|lk tanab,
(2) £cenem|c Renr atau Land Renr, yang
merupakan surp|us pendapatan dl atas blaya
produksl dlmana tanab merupakan lnput da|am
|aktor produksl. Dltlnjau darl aspek ekonoml,
peman|aatan tanab dlkatakan semakln e|lslen
ka|au tanab tersebut mengbasl|kan ·enr yang
semakln tlnggl.
c|eaem|
sunsceot\t ftutu
Samhe·daja ranah me·aµakan samhe·daja a|am jang sangar µenr|ng anrak
ke|angsangan h|daµ manas|a ka·ena samhe·daja ranah me·aµakan masakan
jang d|µe·|akan anrak ser|aµ henrak akr|z|ras manas|a. Pengaasaan ranah
menan¡akkkan sraras ses|a|, ekenem| araa µe||r|k sesee·ang. 7anah ¡aga daµar
he·jangs| sehaga| jakre· µ·edaks| (|nµar jakre·} µada he·haga| akr|z|ras
ekenem| seµe·r| µe·ran|an (da|am a·r| |aas}, µe·mak|man, keg|aran |ndasr·|,
eksµ|e·as| m|ne·a|, sehaga| ha·ang keme·s|| jang daµar d|µe·¡aa|-he||kan araa
sehaga| ¡am|nan (he·g} dan |a|n-|a|n.
t480 O2 FE8RUARl - APRlL 2OO7 18
O|eb: Mubammad Pldwansyab
Konsep ·enr dapat dldekatl dengan pendekatan
aze·age za|ae (per bektar, per m2) yang
merupakan se|lslb antara barga produk yang
dlbasl|kan darl peman|aatan tanab tersebut
dengan blaya rata-rata (tldak termasuk blaya
untuk tanab) yang dlke|uarkan untuk membe|l
lnput yang dlgunakan da|am mengbasl|kan
produk tersebut. Se|aln ltu, konsep rent dapat
dldekatl dengan pendekatan ma·g|na| za|ae, yang
merupakan se|lslb antara barga produk terakblr
dan blaya per unlt lnput (tldak termasuk tanab)
terakblr yang dlpakal mengbasl|kan tambaban
produk terakblr tersebut. Da|am kasus-kasus
dlmana klta menganggap barga-barga produk
konstan dan lnput tersedla dengan penawaran
yang e|astls sempurna, pendekatan aze·age za|ae
akan menjadl sama dengan pendekatan ma·g|na|
za|ae.
8esarnya £cenem|c Renr/Land Renr bergantung
pada: (1) jenls penggunaan |aban tersebut (bote|,
kebun jagung, d||), (2) da|am ba|-ba| tertentu
(pertanlan) tergantung kepada kesuburan tanab
tersebut, (3) Tekno|ogl yang dlpakal da|am
peman|aatan tanab tersebut, dan (4)
akseslbl|ltasnya (terkalt dengan jarak tanab
tersebut ke pasar).
Reot dan Hak Penguasaan Tanah
Hak penguasaan (P·eµe·rj R|ghr) atas tanab dapat
dlke|ompokkan menjadl 2 jenls, yaltu: (1) µ·|zare
µ·eµe·rj ·|ghr, (2) cemmen µ·eµe·rj ·|ghr (eµen
access). Pada µ·|zare µ·eµe·rj masa|ab pasar akan
tlmbu| yang memungklnkan untuk mencapal
e|lslen da|am a|okasl penggunaan sumberdaya
tanpa campur tangan pemerlntab. Sedangkan
Dr. Mubammad Pldwansyab
Tenaga Ab|l Lkonoml Pertanaban
pada cemmen µ·eµe·rj masa|ab pasar tldak
tumbub, terjadl lne|lslensl dan tldak mencapal
e|lslen da|am a|okasl sumberdaya tanpa campur
tangan pemerlntab. Apabl|a tanab bersl|at eµen
access, maka akan tercapal keadaan jum|ab
tenaga kerja tercapal pada kondlsl Aze·age
µ·edacr = W, yang berartl pada penguasaan
slstlm lnl tldak terdapat ·enr. Seba|lknya pada
µ·|zare µ·eµe·rj sl peml|lk tanab dapat mengatur
jum|ab tenaga kerja agar tercapal kondlsl
marglna| product = W, yang pada kondlsl
tersebut rent akan mencapal makslmum.
Metode Hedoo|c: Ni|ai Properti
Metode heden|c µ·|c|ng (nl|al propertl)
merupakan pendekatan untuk mendapatkan
barga barang-barang propertl yang dlpengarubl
o|eb tlngkat kua|ltas |lngkungannya. Metode lnl
pada awa|nya dlgunakan untuk menl|al barga
|aban dengan semakln berkurangnya tlngkat
po|usl danau yang ada dl sekltar |aban tersebut.
Semakln kecl| tlngkat po|usl yang blsa dlcapal
maka akan berpengarub posltl| terbadap barga
|aban.
KEBlIAKAN PEPIANAHAN

KESEIAHIEPAAN PAKYAI