You are on page 1of 7

Askep Gigantisme dan Akromegali

04.36 | Askep

PENDAHULUAN Gigantisme dan akromegali adalah kelainan yang disebabkan oleh karena sekresi hormone pertumbuhan (Hp) atau Growth Hormone (GH) yang berlebihan. Gigantisme terjadi kalau produksi hormone berlebihan. GH terjadi sebelum proses penutupan epifisis. Sedangkan akromegali terjadi kalau proses tersebut terjadi setelah penutupan epifisis. Sehingga tampak terjadinya pertumbuhan jaringan lunak dan struktur tulang yang berlebihan. Efek anabolic GH dimungkinkan karena adanya mediator Insulin Like Growth Faktor 1 (IFG1) yaitu suatu peptisida yang dihasilkan oleh jaringan hati sebagai respon terhadap rangsangan GH. Kemajuan dalam endokrinologi memungkinkan kita dapat menilai hasil pengobatan operatif secara lebih baik dengan melakukan analisis klinis dan laboratorium. Saat ini respon yang paling baik untuk menilai hasil pengobatan adalah memperhatikan gejala klinis dan mengukur kadar hormone terbaik dengan segala akibatnya.

A. PENGERTIAN Gigantisme dan akromegali adalah kelainan yang disebabkan oleh karena sekresi hormone pertumbuhan (HP) atau Growth Hormon (GH) yang berlebihan. (Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 1, edisi 3) Gigantisme dan akromegali merupakan peningkatan hormone protein dalam banyak jaringan, meningkatkan penguraian asam lemak dan jaringan adipose dan kadar glukosa darah. (Keperawatan Medikal Bedah, Bruner&Suddarth, 2001) B. ETIOLOGI Penyebab gigantisme dan akromegali dapat digolongkan sebagai berikut: a) GA (Gigantisme Akromegali) Primer atau Hipofisis, dimana penyebabnya adalah adenoma hipofisis. b) GA Sekunder atau Hipotalamik, disebabkan oleh karena hipersekresi GHRH dari Hipotalamus. c) GA yang disebabkan oleh karena tumor ektopik (paru, pancreas, dll) yang mensekresi HP atau GHRH.

dan berminyak Lipatan kulit kasar. Adenoma hipofisis merupakan penyebab paling sering. mikro adenoma dengan diameter lebih kecil dari 10 mm dan makro adenoma kalau diameternya lebih dari 10 mm. Kadang-kadang tumor ektopik dapat pula dijumpai digaris migrasi rathke pouch yaitu disinus sfenoidalis dan di daerah para farings. dll. skin tag Acanthosis nigricans Hipertrikosis Suara parau Akibat pada proses metabolism Gangguan toleransi glukosa/diabetes melitus Hiperfosfatemia Hiperlipidemia Hiperkalsemia Akibat pada tulang TANDA DAN Kelebihan hormon pertumbuhan (GH) sering terjadi pada usia antara decade kedua dan keempat. Pembesaran tangan dan kaki. D. PATOFISIOLOGI Melihat besarnya tumor adenoma hipofisis dapat dibedakan dalam dua bentuk yakni. bibir. Sedangkan pada decade keempat terjadi secara terus-menerus setelah stadium awal yang melewati decade tiga sehingga tampak gejala GH: Frontal Bossing. Gambaran 1) klinis Pembesaran GAMBARAN akibat pembesaran keatas KLINIS tumor: (Superior) . a) • • • • • b) • • • • • • • c) • • • • GEJALA (Skelet) Gigantisme Frontal Bossing Kiposis. Namun secara klinis keadaan ini sulit dibedakan dengan akromegali yang disebabkan oleh karena adeno hipofisis. Penyebab lain adalah tumor Is Let Sel pancreas yang menghasilkan HP (Isolated Ectopic Production Of GH). Akromegali yang disebabkan oleh karena GHRH (Growth Hormone Realising Hormon) sangat jarang (kurang dari 1%). Perbedaannya hanya dibuat atas dasar pemeriksaan histopatologis yang mendapatkan adanya hyperplasia dan bukan adanya adenoma. karena GH pada decade dua (usia 5 tahun) merupakan stadium awal perjalanan penyakit secara lambat. E. dan telinga Pembesaran tangan dan kaki Kulit tebal.C. basah. lidah. Tumor pada umumnya dijumpai disayap lateral sella tursica. Ostopenia Artropi Pertumbuhan tulang ekstremitas berlebihan Akibat pada jaringan lunak Pelebaran dan penebalan hidung.

1. 2. yang mempunyai kepekaan tinggi untuk mendiagnosis adanya tumor hipofisis (baik mikro maupun makro adenoma) • Laboratorium darah yaitu pemeriksaan darah yang mengukur kadar GH akan menunjang diagnosis gigantisme dan akromegali G. V. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Tumor hipofisis saat ini dapat diketahui melalui pemeriksaan: • CT Scan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). dan VI Penyumbatan pembuluh darah (sinus kavenosus) Kejang (temporal lobe seizures) Pertumbuhan ke inferior (dasar sella) CSF Rinorea Pertumbuhan ke anterior Perubahan kepribadian (frontal lobe type personality changes) Infark (pituitary appoplexia) F. yaitu: pembedahan radiasi medikamentosa 1) Terapi pembedahan adalah cara pengobatan utama. kalau tindakan operasi tidak . PENATALAKSANAAN Tujuan pengobatan adalah: 1) Menormalkan tubuh kembali kadar GH atau IGF1/SM-C 2) Memperkecil tumor atau menstabilkan besarnya tumor 3) Menormalkan fungsi hipofisis 4) Mencegah komplikasi akibat kelebihan kadar GH/IFG1 atau SM-C akibat pembesaran tumor Dalam 1) 2) 3) hal ini dikenal Terapi Terapi Terapi 3 macam terapi. Cara terakhir TESH ini dilakukan dengan cara pembedahan melalui sudut antara celah intra orbita dan jembatan hidung antara kedua mata untuk mencapai tumor hipofisis. Dikenal 2 macam pembedahan tergantung dari besarnya tumor yaitu bedah makro dengan melakukan pembedahan pada batok kepala (TC atau Trans Cranial) dan bedah mikro (TESH/ Tans Ethmoid Sphenoid Hypophysectomy). 3.• • 2) • • • 3) • 4) • 5) Sakit kepala Gangguan penglihatan Pembesaran ke lateral Kelumpuhan saraf III. IV. KOMPLIKASI jantung Hipertensi melitus Hipertropi Diabetes H. 2) Indikasi radiasi adalah sebagai terapi pilihan secara tunggal.

dll. nadi yang menurun.memungkinkan dan menyertai tindakan pembedahan atau masih terdapat gejala aktif setelah terapi pembedahan dilakukan. 1. dan • Terjadi perbaikan gangguan toleransi glukosa Efek samping yang terjadi adalah vaso spasme digital. hipotensi ortostatik. yaitu: a) Radiasi secara konversional (Conventinal High Voltage Radiation. 150 69 15000 RAD) 3) Terapi medikamentosa Agosis dopamine Pada orang normal dopamine atau agosis dopamine dapat meningkatkan kadar HP tetapi tidak demikian halnya pada pasien akromegali. Perbaikan klinis yang dicapai: • Menurunkan kadar HP menjadi dibawah 5 mikrogram/ 1 pada 50 kasus • Menormalkan kadar IGF1/ SM-C pada 50% kasus • Penyusunan tumor Efek samping: ringan dan mempunyai sifat sementara yaitu nyeri local/ di daerah suntikan dan kram perut. masalah financial yang berhubungan dengan kondisi Tanda: ansietas. Dosis: dosis rata-rata adalah 100-200 mikrogram diberikan setiap 8 jam. peka rangsangan . dan dinaikkan secara berkala 2. sesak nafas ringan. Tindakan radiasi dapat dilaksanakan dalam 2 cara. letargi/ PENGKAJIAN KEPERAWATAN PASIEN ISTIRAHAT letih disorientasi 2) SIRKULASI Gejala: kaji adanya riwayat hipertensi Tanda: perubahan tekanan darah postural. Pada akromegali dopamine ataupun agosis dopamine menurunkan kadar HP dalam darah. nausea. I. Perbaikan klinis yang dicapai antara lain adalah: • Ukuran tangan dan jari mengecil. tergantung pada orang lain. 45 69 4500 RAD) b) Radiasi dengan energy tinggi partikel berat (High Energy Particles Radiation. b) Ocreotide (long acting somatostatin analogue) Cara pemberian melalui subkutan. Contoh agosis dopamine: a) Brokriptin Dianjurkan memberikan dosis 2.5 mg setiap 2-4 hari.5 mg sesudah makan malam. konstipasi. lipatan kulit kasar 3) INTEGRITAS EGO Gejala: stres. 1) Gejala: Tanda: DASAR ASUHAN DATA AKTIVITAS/ lemah.

Ajarkan tehnik relaksasi bila nyeri Kolaborasi dalam pemberian analgesik IMPLEMENTASI: a. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya pertumbuhan organ-organ yang berlebihan 3. Mengobservasi adanya tanda-tanda nyeri non verbal c. tebal. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kulit basah. seperti: ekspresi wajah. INTERVENSI INTERVENSI DX 1: a. MAKANAN/ terjadi kehilangan turgor jelek. gangguan penglihatan mengantuk. basah. dan berminyak Tanda: menurunnya kekuatan umum atau rentang gerak. Berikan posisi yang nyaman pada klien e. Nyeri berhubungan dengan adanya adenoma kelenjar hipofisis b.4) Tanda: 5) Gejala: Tanda: 6) Gejala: Tanda: 7) Tanda: urine encer juga ELIMINASI kuning CAIRAN makan berminyak sering kulit tebal. Observasi adanya tanda-tanda nyeri non verbal. menangis. Berikan kompres panas lembab pada kepala g. letargi KENYAMANAN kepala hebat wajah NYERI/ meringis apabila terjadi sakit 8) KEAMANAN Gejala: kulit tebal. menarik diri c. Menciptakan lingkungan yang nyaman d. Mengkaji karakteristik nyeri b. Anjurkan pasien untuk beristirahat diruangan yang tenang f. Menganjurkan pasien untuk beristirahat agar menurunkan stimulasi yang berlebihan yang dapat mengurangi nyeri . DIAGNOSA KEPERAWATAN a. kepala NEUROSENSORI hebat. lamanya) b. Ciptakan lingkungan yang nyaman d. dan berminyak yang disebabkan oleh hiperlipidemia c. gelisah. Kaji karakteristik nyeri (catat intensitasnya skala 0-10. basah nafsu dan pusing/ pening. kulit rusak/ turgor kulit jelek 2. Memberikan posisi yang nyaman pada klien e. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri itu muncul h. sakit disorientasi.

Mendemonstrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas pengalih sesuai indikasi untuk situasi individual INTERVENSI DX 2: a. Menganjurkan pasien untuk menjaga pakaian agar tetap kering untuk mencegah adanya iritasi pada kulit d. Bersihkan dan keringkan kulit khususnya daerah-daerah kelembapan tinggi Kolaborasi dalam memberikan cairan untuk hidrasi yang adekuat IMPLEMENTASI: a. Menganjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri itu muncul h. Kaji turgor kulit (keelastisannya) b. Mendorong mengungkapkan masalah tentang proses penyakit dan memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi rasa takut b. Dorong mengungkapkan mengenai masalah tentang proses penyakit b. Anjurkan pasien agar menjaga pakaian agar tetap kering dan bebas kotoran d. Melaporkan nyeri terkontrol b. Turgor b. Mengobservasi keadaan kulit c. Bantu dengan kebutuhan perawatan yang diperlukan d. Berikan bantuan positif IMPLEMENTASI: a. Berpartisipasi pada tingkat c. Membersihkan dan mengeringkan kulit karena kulit yang bersih dan kering cenderung mengalami ekskoroasi/ kerusakan Berkolaborasi dalam memberikan cairan untuk hidrasi yang adekuat EVALUASI: a. Ikut sertakan pasien dalam merencanakan perawatan dan membuat jadwal aktivitas c. Membantu kebutuhan perawatan yang diperlukan untuk mempertahankan penampilan yang dapat meningkatkan citra diri d. Memberikan kompres panas lembab pada kepala untuk meningkatkan sirkulasi pada otot dan mengurangi tegangan g. Observasi keadaan kulit (kelembapan) c. Mengikut sertakan pasien dalam memenentukan perawatan untuk meningkatkan perasaan kompetensi/ harga diri dan mendorong kemandirian c. Mengungkapkan kulit baik kemampuan untuk mencegah pemahaman tentang (keelastisannya) kerusakan kulit kebutuhan INTERVENSI DX 3: a. Memberikan bantuan positif bila perlu agar memungkinkan pasien merasa senang terhadap . Mengajarkan tehnik relaksasi bila nyeri Berkolaborasi dalam pemberian analgesik EVALUASI: a. Mengkaji turgor kulit (keelastisannya) b.f.

masrie.html . Keperawatan Medikal Bedah. Ilmu Penyakit Dalam. Doenges Guyton J. Patofisiologi dan Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. C. Arthur Elizabeth. Rencana Manusia Asuhan dan Keperawatan. Penyakit. At 1999. perubahan hidup dan kemungkinan keterbatasan DAFTAR PUSTAKA Corwin Davey. 2000.co. edisi 6.cc/2010/09/askep-gigantisme-dan-akromegali. menguatkan perilaku positif. 2005. 2001. meningkatkan percaya diri EVALUASI: Mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit. Jakarta :EGC http://www. 2005. jilid 1. edisi 8. Jakarta : EGC Suyono Slamet. Jakarta : Balai Penerbit FKUI Wilson & Price. Jakarta Jakarta : : EGC Erlangga : : EGC EGC Marilyn. 2000. Jakarta Jakarta Fisiologi Mekanisme Suddart & Bruner.diri sendiri. Patrick. Glance Medicine. A Patofisiologi. E.