Klasifikasi Derajat Anemia Menurut WHO yang dikutip dalam buku Handayani W, dan Haribowo A S, (2008) : 1.

Ringan sekali Hb 10,00 gr% -13,00 gr% 2. Ringan Hb 8,00 gr% -9,90 gr% 3. Sedang Hb 6,00 gr% -7,90 gr% 4. Berat Hb < 6,00 gr% Klasifikasi Anemia Klasifikasi anemia menurut Setiawan Y (2006), anemia dalam kehamilan dapat dibagi menjadi : Anemia Zat Besi (kejadian 62,30%) Anemia dalam kehamilan yang paling sering ialah anemia akibat kekurangan zat besi. Kekurangan ini disebabkan karena kurang masuknya unsur zat besi dalam makanan, gangguan reabsorbsi, dan penggunaan terlalu banyaknya zat besi. Anemia Megaloblastik (kejadian 29,00%) Anemia megaloblastik dalam kehamilan disebabkan karena defisiensi asam folat. Anemia Hipoplastik (kejadian 80,00%) Anemia pada wanita hamil yang disebabkan karena sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah merah. Dimana etiologinya belum diketahui dengan pasti kecuali sepsis, sinar rontgen, racun dan obat-obatan. Anemia Hemolitik (kejadian 0,70%) Anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat, yaitu penyakit malaria. Anemia Lain Pembagian anemia berdasarkan pemeriksaan hemoglobin menurut Manuaba (2007), adalah : 1. Tidak anemia : Hb 11,00 gr% 2. Anemia ringan : Hb 9,00-10,00 gr% 3. Anemia sedang : Hb 7,00-8,00 gr% 4. Anemia berat : Hb < 7,00 gr% 2.4.6 Komplikasi Anemia Dalam Kehamilan Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin, sedangkan pengaruh komplikasi pada kehamilan dapat diuraikan, sebagai berikut : Bahaya Pada Trimester I Pada trimester I, anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion, kelainan congenital, abortus / keguguran. Bahaya Pada Trimester II

Pada trimester II, anemia dapat menyebabkan terjadinya partus premature, perdarahan ante partum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia intrapartum sampai kematian, gestosis dan mudah terkena infeksi, dan dekompensasi kordis hingga kematian ibu. Bahaya Saat Persalinan Pada saat persalinan anemia dapat menyebabkan gangguan his primer, sekunder, janin lahir dengan anemia, persalinan dengan tindakan-tindakan tinggi karena ibu cepat lelah dan gangguan perjalanan persalinan perlu tindakan operatif (Mansjoer dkk, 2008). Kebutuhan Tablet Besi Pada Kehamilan Kebutuhan tablet besi pada kehamilan menurut Jordan (2003), dijelaskan bahwa : Pada kehamilan dengan janin tunggal kebutuhan zat besi terdiri dari : 200-600 mg untuk memenuhi peningkatan massa sel darah merah, 200-370 mg untuk janin yang bergantung pada berat lahirnya, 150-200 mg untuk kehilangan eksternal, 30-170 mg untuk tali pusat dan plasenta, 90-310 mg untuk menggantikan darah yang hilang saat melahirkan. Dengan demikian kebutuhan total zat besi pada kehamilan berkisar antara 440-1050 mg dan 580-1340 mg dimana kebutuhan tersebut akan hilang 200 mg (Walsh V, 2007) melalui ekskresi kulit, usus, urinarius. Untuk mengatasi kehilangan ini, ibu hamil memerlukan rata-rata 30,00-40,00 mg zat besi per hari. Kebutuhan ini akan meningkat secara signifikan pada trimester terakhir, yaitu rata-rata 50,00 mg / hari pada akhir kehamilan menjadi 60,00 mg / hari. Zat besi yang tersedia dalam makanan berkisar 6,00 sampai 9,00 mg / hari, ketersediaan ini bergantung pada cakupan diet. Karena itu, pemenuhan kebutuhan pada kehamilan memerlukan mobilisasi simpanan zat besi dan peningkatan absorbsi. Penatalaksanaan Anemia Kehamilan Menurut Setiawan Y (2006), dijelaskan bahwa pencegahan dan terapi anemia pada kehamilan berdasarkan klasifikasi anemia adalah sebagai berikut : Anemia Zat Besi Bagi Wanita Hamil Saat hamil zat besi dibutuhkan lebih banyak daripada saat tidak hamil. Pada kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta, kebutuhan zat besi pada setiap trimester berbeda. Terutama pada trimester kedua dan ketiga wanita hamil memerlukan zat besi dalam jumlah banyak, oleh karena itu pada trimester kedua dan ketiga harus mendapatkan tambahan zat besi. Oleh karena itu pencegahan anemia terutama di daerah-daerah dengan frekuensi kehamilan yang tinggi sebaiknya wanita hamil diberi sulfas ferrossus atau glukonas ferrosus, cukup 1 tablet sehari, selain itu wanita dinasihatkan pula untuk makan lebih banyak protein dan sayur-sayuran yang banyak mengandung mineral serta vitamin. Terapinya adalah oral (pemberian ferro sulfat 60 mg / hari menaikkan kadar Hb 1,00 gr% dan kombinasi 60 mg besi + 500 mcg asam folat) dan parenteral (pemberian ferrum dextran sebanyak 1000 mg (20 ml) intravena atau 2 x 50 ml gr diberikan secara intramuskular pada gluteus maksimus dapat meningkatkan Hb relatif lebih cepat yaitu 2,00 gr% (dalam waktu 24 jam). Pemberian parentral zat besi mempunyai indikasi kepada ibu hamil yang terkena anemia berat). Sebelum pemberian rencana parenteral harus dilakukan test alergi sebanyak 0,50 cc / IC.

Anemia Megaloblastik Pencegahannya adalah apabila pemberian zat besi tidak berhasil maka ditambah dengan asam folat, adapun terapinya adalah asam folat 15-30 mg / hari, vitamin B12 1,25 mg / hari, sulfas ferrosus 500 mg / hari, pada kasus berat dan pengobatan per oral lambat sehingga dapat diberikan transfusi darah. Anemia Hipoplastik Anemia hipoplastik ini dianggap komplikasi kehamilan dimana pengobatan adalah tranfusi darah. Anemia Hemolitik Pengobatan adalah tranfusi darah. Anemia Lain Dengan pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan yaitu pada trimester I dan III. Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami anemia, maka dilakukan pemberian tablet besi sebanyak 90 tablet pada ibu hamil di Puskesmas, artinya ibu hamil setiap hari mengkonsumsi 1 tablet besi. http://fourseasonnews.blogspot.com/2012/04/klasifikasi-derajat-anemia-menurut-who.html

ANEMIA

A. Pengertian Anemia

Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit serta jumlah hemoglobin dalam 100 ml darah. (Ngastiyah, 1997).

Secara fisiologis, anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan sehingga tubuh akan mengalami hipoksia. Anemia bukan suatu penyakit atau diagnosis melainkan merupakan pencerminan ke dalam suatu penyakit atau dasar perubahan patofisilogis yang diuraikan oleh anamnese dan pemeriksaan fisik yang teliti serta didukung oleh pemeriksaan laboratorium.

5. C. Akibat dari sel darah merah yang prematur atau penghancuran sel darah merah yang berlebihan. 4. Secara fisiologis anemia terjadi bila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan. 7. Faktor lain meliputi kehilangan darah. kekurangan nutrisi. faktor keturunan. 2. beberapa penyebab anemia secara umum antara lain : a. penyakit kronis dan kekurangan zat besi. b. 6.B. namun semua kerusakan tersebut secara signifikan akan mengurangi banyaknya oksigen yang tersedia untuk jaringan. Pusing Mudah berkunang-kunang Lesu Aktivitas kurang Rasa mengantuk Susah konsentrasi Cepat lelah . Produksi sel darah merah yang tidak mencukupi. Etiologi Anemia Anemia disebabkan oleh berbagai jenis penyakit. Tanda dan Gejala Anemia 1. c. Menurut Brunner dan Suddart (2001). d. 3.

Kegagalan sumsum dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi. kebutuhan tidur meningkat 14. Perdarahan berulang/kronik pada anemia pasca perdarahan. 9. . pajanan toksik. Mudah infeksi pada anemia aplastik dan anemia karena keganasan. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemplisis (destruksi). Takikardia . Iritabilitas dan Anoreksia 12.8. D. Letargi. PATOFISIOLOGI Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum atau kehilangan sel darah merah secara berlebihan atau keduanya. hal ini dapat akibat defek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah. 2. urin berwarna kuning tua/coklat. perut mrongkol/makin buncit pada anemia hemolitik 3. prestasi kerja fisik/pikiran menurun Konjungtiva pucat 10. Purpura 15. anemia defisioensi besi Ikterus. Telapak tangan pucat 11. murmur sistolik 13. invasi tumor atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Perdarahan Gejala khas masing-masing anemia: 1.

Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sel fagositik atau dalam system retikuloendotelial. hitung retikulosit dalam sirkulasi darah. lemah . dan ada tidaknya hiperbilirubinemia dan hemoglobinemia. (pada kelainan hemolitik) maka hemoglobin akan muncul dalam plasma (hemoglobinemia). hemoglobin akan berdifusi dalam glomerulus ginjal dan kedalam urin (hemoglobinuria). derajat proliferasi sel darah merah muda dalam sumsum tulang dan cara pematangannya. 2. pucat. Hasil samping proses ini adalah bilirubin yang akan memasuki aliran darah. seperti yang terlihat dalam biopsi. Apabila konsentrasi plasmanya melebihi kapasitas haptoglobin plasma (protein pengikat untuk hemoglobin bebas) untuk mengikat semuanya. Kesimpulan mengenai apakah suatu anemia pada pasien disebabkan oleh penghancuran sel darah merah atau produksi sel darah merah yang tidak mencukupi biasanya dapat diperoleh dengan dasar:1. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direfleksikan dengan peningkatan bilirubin plasma (konsentrasi normal ≤ 1 mg/dl. Anemia ↓ viskositas darah menurun ↓ resistensi aliran darah perifer ↓ penurunan transport O2 ke jaringan ↓ hipoksia.5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera). Apabila sel darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi. kadar diatas 1. terutama dalam hati dan limpa.

Anemia aplastik Penyebab:  agen neoplastik/sitoplastik  terapi radiasi. yaitu anemia defisiensi jumlah sel darah merah disebabkan oleh defek produksi sel darah merah. antibiotic tertentu  obat antu konvulsan. meliputi: a. Anemia hipoproliferatif. senyawa emas.↓ beban jantung meningkat ↓ kerja jantung meningkat ↓ payah jantung A. Klasifikasi Anemia Klasifikasi berdasarkan pendekatan fisiologis: 1. fenilbutason  benzene  infeksi virus (khususnya hepatitis) ↓ Penurunan jumlah sel eritropoitin (sel induk) di sumsum tulang . tyroid.

Morfologis: anemia normositik normokromik b. perdarahan susunan saraf pusat. petekia. deferensiasi) Hambatan humoral/seluler ↓ Gangguan sel induk di sumsum tulang ↓ Jumlah sel darah merah yang dihasilkan tak memadai ↓ Pansitopenia ↓ Anemia aplastik Gejala-gejala:  Gejala anemia secara umum (pucat. lemah. replikasi. Anemia pada penyakit ginjal Gejala-gejala:   Nitrogen urea darah (BUN) lebih dari 10 mg/dl Hematokrit turun 20-30% . dll)  Defisiensi trombosit: ekimosis. perdarahan saluran kemih. perdarahan saluran cerna. epitaksis.Kelainan sel induk (gangguan pembelahan.

Anemia defisiensi besi Penyebab:    Asupan besi tidak adekuat. polip. varises oesophagus. gastritis. kebutuhan meningkat selama hamil. Kelainan ini meliputi artristis rematoid. osteomilitis. dll.) ↓ gangguan eritropoesis ↓ Absorbsi besi dari usus kurang ↓ sel darah merah sedikit (jumlah kurang) sel darah merah miskin hemoglobin ↓ . menstruasi Gangguan absorbsi (post gastrektomi) Kehilangan darah yang menetap (neoplasma. Anemia pada penyakit kronis Berbagai penyakit inflamasi kronis yang berhubungan dengan anemia jenis normositik normokromik (sel darah merah dengan ukuran dan warna yang normal). Sel darah merah tampak normal pada apusan darah tepi Penyebabnya adalah menurunnya ketahanan hidup sel darah merah maupun defisiensi eritopoitin c. abses paru. tuberkolosis dan berbagai keganasan d. hemoroid.

penyakit usus dan keganasan. meradang Stomatitis angularis. makan ikan segar yang terinfeksi. agen kemoterapeutik. penurunan intrinsik faktor (aneia rnis st gastrektomi) infeksi parasit. ↓ Sintesis DNA terganggu ↓ Gangguan maturasi inti sel darah merah ↓ Megaloblas (eritroblas yang besar) ↓ Eritrosit immatur dan hipofungsi . pecandu alkohol. sakit di sudut mulut Morfologi: anemia mikrositik hipokromik e. infeksi cacing pita. Anemia megaloblastik Penyebab:   Defisiensi defisiensi vitamin B12 dan defisiensi asam folat Malnutrisi.Anemia defisiensi besi Gejala-gejalanya:    Atropi papilla lidah Lidah pucat. merah. malabsorbsi.

Kadar porfirin eritrosit bebas ---.meningkat . leukemia limfositik kronik  Defisiensi glukosa 6 fosfat dihidrigenase  Proses autoimun  Reaksi transfusi  Malaria ↓ Mutasi sel eritrosit/perubahan pada sel eritrosit ↓ Antigesn pada eritrosit berubah ↓ Dianggap benda asing oleh tubuh ↓ sel darah merah dihancurkan oleh limposit ↓ Anemia hemolisis 1. yaitu anemia defisiensi jumlah sel darah merah disebabkan oleh destruksi sel darah merah:  Pengaruh obat-obatan tertentu  Penyakit Hookin. PEMERIKSAAN KHUSUS DAN PENUNJANG a. Anemia hemolitika. limfosarkoma. mieloma multiple.2.

8 ug/g adalah diagnostic untuk defisiensi besi g. h. Anemia aplastik: Dengan transplantasi sumsum tulang dan terapi immunosupresif dengan antithimocyte globulin ( ATG ) yang diperlukan melalui jalur sentral selama 7-10 hari. Penatalaksanaan Anemia Penatalaksanaan anemia ditujukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang. Sanas & Lehman. Prognosis buruk jika transplantasi sumsum tulang tidak berhasil. yaitu : 1.lebih dari 2. Konsentrasi feritin serum ---.menurun d. Mean cospuscle volume ( MCV) dan mean cospuscle hemoglobin concentration ( MCHC ) ---menurun menyebabkan anemia hipokrom mikrositik atau sel-sel darah merah yang kecil-kecil dan pucat. Dengan pengobatan. hemoglobin------. . Selama pengobatan jumlah retikulosit ---. Rasio hemoglobin porfirin eritrosit ---. Bila diperlukan dapat diberikan transfusi RBC rendah leukosit dan platelet ( Phipps. C.b. 1995 ). i.meningkat dalam 3 sampai 5 hari sesuadh dimulainya terapi besi mengindikasikan respons terapeutik yang positif. Saturasi transferin -----. Konsentrasi besi serum ------.menurun e. Penatalaksanaan anemia berdasarkan penyebabnya. Hemoglobin menurun f.menurun c.kembali normal dalam 4 sampai 8 minggu mengindikasikan tambahan besi dan nutrisi yang adekuat. Cassmeyer.

. o Anemia defisiensi asam folat penanganannya dengan diet dan penambahan asam folat 1 mg/hari. Anemia pada penyakit kronis o Kebanyakan pasien tidak menunjukkan gejala dan tidak memerlukan penanganan untuk aneminya. besi sumsum tulang dipergunakan untuk membuat darah. Dengan memberikan transfusi darah dan plasma.2. Anemia pada penyakit ginjal o Pada paien dialisis harus ditangani dengan pemberian besi dan asam folat o Ketersediaan eritropoetin rekombinan 3. o Untuk mencegah kekambuhan anemia terapi vitamin B12 harus diteruskan selama hidup pasien yang menderita anemia pernisiosa atau malabsorbsi yang tidak dapat dikoreksi. sehingga Hb meningkat. Transfusi darah diberikan bila kadar Hb kurang dari 5 gr %. bila difisiensi disebabkan oleh defekabsorbsi atau tidak tersedianya faktor intrinsik dapat diberikan vitamin B12 dengan injeksi IM. dengan keberhasilan penanganan kelainan yang mendasarinya. 5. Anemia pada defisiensi besi Dengan pemberian makanan yang adekuat. 6. Dalam keadaan darurat diberikan cairan intravena dengan cairan infus apa saja yang tersedia. Anemia pasca perdarahan . secara IM pada pasien dengan gangguan absorbsi. Anemia megaloblastik o Defisiensi vitamin B12 ditangani dengan pemberian vitamin B12. 4. Pada defisiensi besi diberikan sulfas ferosus 3 x 10 mg/hari. Pada defisiensi asam folat diberikan asam folat 3 x 5 mg/hari.

MASALAH KOLABORASI a. c. d. Gagal jantung 2. e. Kesemutan ) RENPRA ANEMIA . PK : Trombositopenia F. b. D. MASALAH KEPERAWATAN a. PK Anemi b. Dengan penberian transfusi darah menggantikan darah yang hemolisis. Inefektif perfusi jaringan Intoleransi Aktifitas Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh Kelelahan/ fatigue Risiko infeksi 1. Anemia hemolitik .7. KOMPLIKASI ANEMIA 1. Kejang dan parestesia (perasaan yang menyimpang seperti rasa terbakar .

Setelah dilakukan tindakan keparawatan selama 3x24 jam klien dapat meningkatkan toleransi aktivitas dengan kriteria : . Awasi kesadaran dan tanda-tanda vital dalam batas penurunan kesadaran normal.Bebas dari kelelahan setelah beraktivitas 1. Latih ROM bila keadaan klien memungkinkan .Tingkatkan aktivitas klien sesuai dengan kemampuan .No 1 Diagnosa Perfusi jaringan in efektif b/d. Kaji penyebab intoleransi aktivitas klien 3. Hindari pergerakan yang berlebihan terhadap Kriteria Hasil : Kulit tidak pucat. Manajemen terapi tranfusi sesuai terapi rentang normal 6. Monitor tenda-tanda vital setelah tindakan 2.Keseimbangan kebutuhan aktivitas dan istirahat . Intervensi jaringan 1.penurunan konsentrasi HB dan Darah Tujuan Perfusi terpenuhi dilakukan perawatan.Adanya peningkatan beraktivitas toleransi aktivitas 4. Pemberian O2 pernasal sesuai program 7. Ukur vital sign 2. Atur posisi dengan kepala datar atau tubuh lebih rendah 3. Ajarkan klien teknih penghematan energi untuk 5. Monitoring keefektifan suplai O2 2 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan berkurangnya suplay oksigen ke susunan saraf pusat. nilai Hb dan eritrosit dalam 5.tanda 4.

muntah) Beri makanan dalam kondisi hangat. muntah. Monitor tanda vital dan respon klien (wajah pucat. Kaji status nutrisi pasien kaji masukan selama perawatan per shift Kaji terhadap ketidaknyamanan (mual. .Tidak terjadi penurunan BB 7.Mual. 5. usia dan kebutuhan metabolisme 4 Kelelahan/ Keletihan berhubungan dengan kondisi fisik kurang Konservasi energi  Monitor intake nutrisi adekuat. anoreksi hilang 6. muntah. terpenuhi kebutuhan nutrisinya dengan 3. Lakukan oral hygene Kolaborasi dengan ahli gizi akan kebutuhan kalori. Setelah dilakukan 1. anoreksia. . - 5 Resiko infeksi dengan faktor risiko penurunan imunologis Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam tidak terjadi infeksi dengan   Ukur vital sign monitor adanya tanda-tanda infeksi . Tentukan kativitas yang mampu dilakukan klien sesuai dengan petunjuk dokter. .3 Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual. .Bebas dari tandatanda malnutrisi. TTV dbn. Setelah dilakukan  tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam . tindakan keperawatan selama 3x24 jam klien 2. Aktivitas klien berjalan normal.Intake nutrisi adekuat.porsi kecil tapi sering Motivasi anak untuk menghabiskan makanan dengan melibatkan orang tua. konjunctiva). kelelahan dapat  teratasi dengan keriteria hasil :  klien menunjukkan peningkatan aktivitas bertahap  klien tidak tampak lelah. protein dan cairan sesuai ndengan penyakit. Ajarkan mobilisasi bertahap dan peningkatan aktivitas fisik yang sesuai Dorong kemandirian klien. kriteria hasil : 4.

seperti pucat. dan kuku penderita tampak pucat.kriteria : .  6 PK : Trombositopenia Perawat diharapkan  dapat meminimalkan komplikasi dari adanya  trombositopenia dengan kriteria :  . kurang nafsu makan. hipokloridia.com/index. Tanda yang khas meliputi anemia. mudah terinfeksi penyakit.Vital sign dalam batas Normal  Monitor hasil laboratorium (angka lekosit dan differensial) Lakukan teknik aseptik dan septik setiap melakukan tindakan pada klien. 2008). angular stomatitis. bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. kurang tenaga dan kepala terasa melayang. kuku dan konjungtiva palbera. Observasi pada daerah / tempat pemasangan infus. Gejala awal anemia zat besi berupa badan lemah. bervariasi. stamina tubuh menurun. Jika anemia bertambah berat. lelah. disfagia. lesu. 2006). Kalau anemia sangat berat.Tidak terdapat tanda-tanda infeksi. kepekaan terhadap infeksi meningkat. lunglai atau yang biasa disebut 5L juga merupakan salah satu gejala . sakit kepala. koilonikia dan pafofagia. letih. anoreksia. Gejala lemah. Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini. . dapat berakibat penderita sesak napas bahkan lemah jantung (Zarianis. Kepucatan bisa diperiksa pada telapak tangan. lelah.php?option=com_content&view=article&id=76:anemia&catid=38:ppni-akcategory&Itemid=66 Tanda dan gejala anemia biasanya tidak khas dan sering tidak jelas. selaput lendir kelopak mata. kelemahan. daya konsentrasi menurun. Tanda yang kurang khas berupa kelelahan.Trombosi dalam keadaan normal (350-450 rb/mmk)  Observasi keadaan umum Klien Monitor hasil laboratorium (angka trombosit) Observasi adanya tanda-tanda perdarahan Kolaborasi pemberian tranfusi trombosit http://ppni-klaten. kinerja intelektual serta kemampuan kerja menurun (Arisman. kateter Ajarkan pada klien dan keluarga tentang cara pencegahan infeksi serta tanda-tanda terjadinya infeksi Kolaborasi pemberian antibiotika    . mudah lelah. wajah. Selain itu.Angka lekosit dan differensial dalam batas normal. kelainan perilaku tertentu. berdebar dan sesak napas. Anemia bisa menyebabkan kelelahan. glositis. kurang energi. bibir. dan pandangan berkunang-kunang – terutama bila bangkit dari duduk.

keracunan obat. kurang energi. pandangan sering berkunang-kunang terutama dari keadaan duduk kemudian berdiri. 1999). antara lain besi. kelainan genetik. pemeriksaan fisik dan informasi laboratorium.Anemia. sakit kepala. lelah. kualitas hemoglobin dan volume packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price. Gejala yang lain adalah mata berkunang-kunang. Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah. 2002 : 935). vitamin B12 dan asam folat. yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges. berkurangnya daya konsentrasi dan menurunnya daya tahan tubuh (Wikipedia. 2006 : 256). melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dan perubahan patofisiologis yang mendasar yang diuraikan melalui anamnesis yang seksama. Gejala awal anemia kurang zat besi adalah keluhan badan lemah. ujung jari dan bibir biasanya tampak pucat (Syafitri. elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. 2008) . Sumber: http://id. kurang nafsu makan. wajah.com/exact-sciences/biology/2266757-tanda-dan-gejalaanemia/#ixzz25VwVwgoA Pengertian Anemia Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari. seperti kehilangan komponen darah. Etiologi Anemia Penyebab tersering dari anemia adalah kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk sintesis eritrosit.shvoong. Tanda lainnya adalah kelopak mata. Penyebab umum dari anemia: . Selebihnya merupakan akibat dari beragam kondisi seperti perdarahan. penyakit kronik. daya konsentrasi menurun. Dengan demikian anemia bukan merupakan suatu diagnosis atau penyakit. dan sebagainya. Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer. 2007).

5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera. . kadar 1. Patofisiologi Anemia Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sum-sum tulang dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi.                                Perdarahan hebat Akut (mendadak) Kecelakaan Pembedahan Persalinan Pecah pembuluh darah Penyakit Kronik (menahun) Perdarahan hidung Wasir (hemoroid) Ulkus peptikum Kanker atau polip di saluran pencernaan Tumor ginjal atau kandung kemih Perdarahan menstruasi yang sangat banyak Berkurangnya pembentukan sel darah merah Kekurangan zat besi Kekurangan vitamin B12 Kekurangan asam folat Kekurangan vitamin C Penyakit kronik Meningkatnya penghancuran sel darah merah Pembesaran limpa Kerusakan mekanik pada sel darah merah Reaksi autoimun terhadap sel darah merah Hemoglobinuria nokturnal paroksismal Sferositosis herediter Elliptositosis herediter Kekurangan G6PD Penyakit sel sabit Penyakit hemoglobin C Penyakit hemoglobin S-C Penyakit hemoglobin E Thalasemia (Burton. masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah. tumor. atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang . 1990). Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir. Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sistem fagositik atau dalam sistem retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. pajanan toksik.

MCV (molume korpuskular rerata) dan MCH (hemoglobin korpuskular rerata) menurun dan mikrositik dengan eritrosit hipokronik (DB). SDP : jumlah sel total sama dengan sel darah merah (diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik). penderita anemia akan mudah terkena infeksi. karena harus memompa darah lebih kuat.Anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). misal : peningkatan kerusakan sel darah merah : atau penyakit malignasi. gangguan neurologik (syaraf) yang dimanifestasikan dalam perubahan perilaku. Pemeriksaan Penunjang Jumlah darah lengkap (JDL) : hemoglobin dan hemalokrit menurun. 1998). menurun berat (aplastik). bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung (Sjaifoellah. kurang tenaga dan kepala terasa melayang. LED : Peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi. Gejala lain adalah munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah). meningkat (respons sumsum tulang terhadap kehilangan darah/hemolisis). letih. Manifestasi Klinis Anemia Gejala klinis yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem dalam tubuh antara lain penurunan kinerja fisik. Gampang batuk-pilek. Pada kasus ibu hamil dengan anemia. Jika kapasitasnya kurang. kelemahan. dan berisiko bagi janin. 1998). Pansitopenia (aplastik). Lambat menangkap. anorexia (badan kurus kerempeng). gangguan fungsi epitel. jantung juga menjadi gampang lelah. lesu. Tes kerapuhan eritrosit : menurun (DB). termasuk otak (Sjaifoellah. maka asupan oksigen pun akan kurang. atau gampang terkena infeksi saluran napas. peningkatan (AP). Selain bayi lahir dengan berat badan rendah. sel darah merah mempunyai waktu hidup lebih pendek. yakni lemah. Otak terdiri dari 2. misal : menurun (AP). Jika anemia bertambah berat. misal : pada tipe anemia tertentu. anemia bisa juga mengganggu perkembangan organ-organ tubuh. jika lambat ditangani dan berkelanjutan dapat menyebabkan kematian. lalai. Masa hidup sel darah merah : berguna dalam membedakan diagnosa anemia. . Salah satunya otak. 1998). Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting. Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Dan kalau sudah rusak. dan berkurangnya keasaman lambung. Jumlah retikulosit : bervariasi. Jumlah eritrosit : menurun (AP). serta perkembangan kognitif yang abnormal pada anak. Anemia bisa menyebabkan kelelahan. Akibatnya. Kalau muncul 5 gejala ini. Sering pula terjadi abnormalitas pertumbuhan. Cara mudah mengenal anemia dengan 5L. bisa dipastikan seseorang terkena anemia. lelah. tidak bisa diperbaiki (Sjaifoellah. gampang flu. Pewarna sel darah merah : mendeteksi perubahan warna dan bentuk (dapat mengindikasikan tipe khusus anemia). Komplikasi Anemia Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah. Jika suplai ini kurang.5 miliar sel bioneuron.

usahakan makanan yang diberikan seperti ikan. 4. ukuran. hemolitik). Pemeriksaan andoskopik dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan : perdarahan GI (Doenges. Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau. 2. Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral 4. meningkat (DB). Analisa gaster : penurunan sekresi dengan peningkatan pH dan tak adanya asam hidroklorik bebas (AP). daging. menunjukkan perdarahan akut / kronis (DB). normal atau tinggi (hemolitik) Hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur hemoglobin. Pemberian preparat fe Perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan Peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan. Anemia pernisiosa : pemberian vitamin B12 3. feses. telur dan sayur. misal: peningkatan megaloblas (AP). membedakan tipe anemia. 1999). tinggi (hemolitik) TBC serum : meningkat (DB) Feritin serum : meningkat (DB) Masa perdarahan : memanjang (aplastik) LDH serum : menurun (DB) Tes schilling : penurunan eksresi vitamin B12 urine (AP) Guaiak : mungkin positif untuk darah pada urine. Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian cairan dan transfusi darah. Pengobatan Anemia (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) : 1. 6. lemak sumsum dengan penurunan sel darah (aplastik). Transpalasi sel darah merah. Penatalaksanaan Medis Tindakan umum : Penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang. membentuk. Anemia defisiensi besi Penatalaksanaan : Mengatur makanan yang mengandung zat besi. Folat serum dan vitamin B12 membantu mendiagnosa anemia sehubungan dengan defisiensi masukan/absorpsi Besi serum : tak ada (DB). Aspirasi sumsum tulang/pemeriksaan/biopsi : sel mungkin tampak berubah dalam jumlah. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi. 2. dan bentuk.Jumlah trombosit : menurun caplastik. Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan oksigen 5. Bilirubin serum (tak terkonjugasi): meningkat (AP. . 1. 3. Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah. dan isi gaster. Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada.

masukan diet protein hewani rendah/masukan produk sereal tinggi (DB). malaise umum. Pengisian kapiler melambat (penurunan aliran darah ke kapiler dan vasokontriksi kompensasi) kuku : mudah patah. Diare atau konstipasi. kelemahan. Toleransi terhadap latihan rendah.Asuhan Keperawatan Anemia Pengkajian Keperawatan Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluru(Boedihartono. dan tanda-tanda lain yang menunujukkan keletihan. melena. Sklera : biru atau putih seperti mutiara (DB). Tidak pernah puas mengunyah atau peka terhadap es. tumbuh uban secara premature (AP). Tanda : lidah tampak merah daging/halus (AP. Kehilangan produktivitas . dan penurunan kekuatan. tepung jagung. 1999) meliputi : 1) Aktivitas / istirahat Gejala : keletihan. tubuh tidak tegak. Pengkajian pasien dengan anemia (Doenges. Letargi. Tanda : distensi abdomen. 3) Integritas ego Gejala : keyakinanan agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan. Tanda : depresi. 4) Eleminasi Gejala : riwayat pielonefritis. AP) atau kuning lemon terang (AP). Tanda : TD : peningkatan sistolik dengan diastolik stabil dan tekanan nadi melebar. apatis. Bunyi jantung : murmur sistolik (DB). Mual/muntah. Kulit seperti berlilin. gagal ginjal. Bibir : selitis. kering. depresi segmen ST dan pendataran atau depresi gelombang T. feses dengan darah segar. misalnya penolakan transfusi darah. berjalan lambat. Nyeri mulut atau lidah. anoreksia. penurunan semangat untuk bekerja. dan kurang tertarik pada sekitarnya. Stomatitis dan glositis (status defisiensi). Disritmia : abnormalitas EKG. 5) Makanan/cairan Gejala : penurunan masukan diet. lesu. dyspepsia. cat. Riwayat endokarditis infektif kronis. CHF (akibat kerja jantung berlebihan). 2) Sirkulasi Gejala : riwayat kehilangan darah kronik. postur lunglai. misalnya perdarahan GI kronis. Rambut : kering. tampak kisut/hilang elastisitas (DB). menarik diri. kotoran. Bahu menurun. defisiensi asam folat dan vitamin B12). dan sebagainya (DB). menstruasi berat (DB). sindrom malabsorpsi (DB). Tanda : takikardia/ takipnae . Palpitasi (takikardia kompensasi). Flatulen. Turgor kulit : buruk. pucat dapat tampak sebagai keabu-abuan). tanah liat. dispnea pada waktu bekerja atau istirahat. menipis. Hematemesis. faring. mulut. Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak. kesulitan menelan (ulkus pada faring). 1994). Penurunan haluaran urine. Adanya penurunan berat badan. angina. misalnya inflamasi bibir dengan . takikardia. Ataksia. Kelemahan otot. (catatan: pada pasien kulit hitam. bibir) dan dasar kuku. berbentuk seperti sendok (koilonikia) (DB). pucat. pucat (aplastik. Ekstremitas (warna) : pucat pada kulit dan membrane mukosa (konjuntiva. Membrane mukosa kering. mudah putus. hipotensi postural.

vertigo. sering infeksi. menggigil. abses paru. 7) Nyeri/kenyamanan Gejala : nyeri abdomen samara : sakit kepala (DB) 8). penyembuhan luka buruk.sudut mulut pecah. pusing. apatis. Tanda : serviks dan dinding vagina pucat. perubahan proses pencernaan. 10) Seksualitas Gejala : perubahan aliran menstruasi. 1999) meliputi : 1. dan dispnea. keseimbangan buruk. Gangguan penglihatan. 7. dan bayangan pada mata. Riwayat kanker. baik terhadap pengobatan atau kecelekaan. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien dengan anemia (Doenges. limfadenopati umum. klaudikasi. Epitaksis : perdarahan dari lubang-lubang (aplastik). Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologist. Ptekie dan ekimosis (aplastik). Hilang libido (pria dan wanita). kaki goyah . Riwayat terpajan pada radiasi. depresi cenderung tidur. Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan sekunder (penurunan hemoglobin leucopenia. AP). berdenyut. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna atau ketidak mampuan mencerna makanan /absorpsi nutrient yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata maupun potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono. dan posisi. Gangguan koordinasi. terapi kanker. atau penurunan granulosit (respons inflamasi tertekan)). Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen/nutrient ke sel. paralysis (AP). Konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan masukan diet. Insomnia. Oftalmik : hemoragis retina (aplastik. 9) Keamanan Gejala : riwayat pekerjaan terpajan terhadap bahan kimia. Mental : tak mampu berespons. Tanda : peka rangsang. Pernapasan Gejala : riwayat TB. 2. Napas pendek pada istirahat dan aktivitas. 1994). penurunan penglihatan. salah interpretasi informasi . tinnitus. ketidak mampuan berkonsentrasi. misalnya menoragia atau amenore (DB). Kelemahan. Tanda : takipnea. ortopnea. penurunan rasa getar. . berkeringat malam. 3. lambat dan dangkal. tanda Romberg positif. Transfusi darah sebelumnya. Tanda : demam rendah. 4. (DB). Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen (pengiriman) dan kebutuhan. ataksia. 6) Neurosensori Gejala : sakit kepala. efek samping terapi obat. tidak mengenal sumber informasi. 6. Sensasi manjadi dingin. Kurang pengetahuan sehubungan dengan kurang terpajan/mengingat . 5. Imppoten. parestesia tangan/kaki (AP) . Tidak toleran terhadap dingin dan panas. gelisah.

Rasional : meningkatkan ventilasi semua segmen paru dan membantu memobilisasi sekresi untuk mencegah pneumonia. Rasional : menurunkan risiko kerusakan kulit/jaringan dan infeksi. Rasional : mencegah kontaminasi silang/kolonisasi bacterial. Ambil specimen untuk kultur/sensitivitas sesuai indikasi (kolaborasi) Rasional : membedakan adanya infeksi. Rasional : indikator infeksi lokal.Intervensi Keperawatan Intervensi adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan (Boedihartono. Rasional : membantu dalam pengenceran secret pernapasan untuk mempermudah pengeluaran dan mencegah stasis cairan tubuh misalnya pernapasan dan ginjal. Amati eritema/cairan luka. Catat adanya menggigil dan takikardia dengan atau tanpa demam. . Rasional : mungkin digunakan secara propilaktik untuk menurunkan kolonisasi atau untuk pengobatan proses infeksi local. Berikan antiseptic topical . oleh pemberi perawatan dan pasien. Catatan : pembentukan pus mungkin tidak ada bila granulosit tertekan. atau penurunan granulosit (respons inflamasi tertekan)). mengidentifikasi pathogen khusus dan mempengaruhi pilihan pengobatan. Berikan perawatan kulit. Intervensi dan implementasi keperawatan pasien dengan anemia (Doenges. Berikan isolasi bila memungkinkan. Catatan : pasien dengan anemia berat/aplastik dapat berisiko akibat flora normal kulit. antibiotic sistemik (kolaborasi).meningkatkan penyembuhan luka. Pantau suhu tubuh. Pantau/batasi pengunjung. bebas drainase purulen atau eritema. 1995). Tujuan : Infeksi tidak terjadi. 1999) adalah : . latihan batuk dan napas dalam. Rasional : adanya proses inflamasi/infeksi membutuhkan evaluasi/pengobatan. . dan demam. bila respons imun sangat terganggu. Motivasi perubahan posisi/ambulasi yang sering. Tingkatkan masukkan cairan adekuat. Rasional : menurunkan risiko kolonisasi/infeksi bakteri. Pertahankan teknik aseptic ketat pada prosedur/perawatan luka. Rasional : membatasi pemajanan pada bakteri/infeksi. 1) Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan sekunder (penurunan hemoglobin leucopenia. Intervensi Keperawatan Tingkatkan cuci tangan yang baik . 1994) Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan (Effendi. Kriteria hasil : – mengidentifikasi perilaku untuk mencegah/menurunkan risiko infeksi. Perlindungan isolasi dibutuhkan pada anemia aplastik. perianal dan oral dengan cermat.

Rasional : menurunkan kelemahan. perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan atau mempertahankan berat badan yang sesuai. . Teknik perawatan mulut khusus mungkin diperlukan bila jaringan rapuh/luka/perdarahan dan nyeri berat. pernapasan. Rasional : meningkatakan efektivitas program pengobatan. Rasional : mengawasi masukkan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan. Observasi dan catat masukkan makanan pasien. Intervensi Kaji kemampuan ADL pasien. Rasional : kebutuhan penggantian tergantung pada tipe anemia dan atau adanyan masukkan oral yang buruk dan defisiensi yang diidentifikasi. misalnya nadi.tidak mengalami tanda mal nutrisi. Rasional : membantu dalam rencana diet untuk memenuhi kebutuhan individual. berikan obat sesuai indikasi. Kriteria hasil : – melaporkan peningkatan toleransi aktivitas (termasuk aktivitas sehari-hari) . flatus dan dan gejala lain yang berhubungan. Timbang berat badan setiap hari. Rasional : mengidentifikasi defisiensi. meningkatkan pemasukkan dan mencegah distensi gaster. Rasional : mengawasi penurunan berat badan atau efektivitas intervensi nutrisi. sebelum dan sesudah makan. . termasuk makan yang disukai. dan tekanan darah masih dalam rentang normal. Rasional : meningkatkan nafsu makan dan pemasukkan oral. pantau hasil pemeriksaan laboraturium. Observasi dan catat kejadian mual/muntah. termasuk sumber diet nutrisi yang dibutuhkan. Berikan pencuci mulut yang di encerkan bila mukosa oral luka. gunakan sikat gigi halus untuk penyikatan yang lembut. memudahkan intervensi.Menununjukkan perilaku. Kolaborasi pada ahli gizi untuk rencana diet. Rasional : gejala GI dapat menunjukkan efek anemia (hipoksia) pada organ. Tujuan : dapat mempertahankan/meningkatkan ambulasi/aktivitas.2) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna atau ketidak mampuan mencerna makanan /absorpsi nutrient yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Kolaborasi . Berikan dan Bantu hygiene mulut yang baik . . Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi Kriteria hasil : – menunujukkan peningkatan/mempertahankan berat badan dengan nilai laboratorium normal. Kolaborasi . Menurunkan pertumbuhan bakteri. 3) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen (pengiriman) dan kebutuhan.menunjukkan penurunan tanda intolerasi fisiologis. meminimalkan kemungkinan infeksi. Berikan makan sedikit dengan frekuensi sering dan atau makan diantara waktu makan. Intervensi Kaji riwayat nutrisi.

Rasional : iskemia seluler mempengaruhi jaringan miokardial/ potensial risiko infark. Intervensi Awasi tanda vital kaji pengisian kapiler. Kolaborasi pengawasan hasil pemeriksaan laboraturium. Rasional : memberikan informasi tentang derajat/keadekuatan perfusi jaringan dan membantu menetukan kebutuhan intervensi. . warna kulit/membrane mukosa. Tujuan : dapat mempertahankan integritas kulit. Rasional : mengidentifikasi defisiensi dan kebutuhan pengobatan /respons terhadap terapi. Gunakan teknik menghemat energi. Rasional : memaksimalkan transport oksigen ke jaringan. Awasi upaya pernapasan .Rasional : mempengaruhi pilihan intervensi/bantuan. Rasional : manifestasi kardiopulmonal dari upaya jantung dan paru untuk membawa jumlah oksigen adekuat ke jaringan. Kaji kehilangan atau gangguan keseimbangan. Kriteria hasil : – mengidentifikasi factor risiko/perilaku individu untuk mencegah cedera dermal. Rasional : termoreseptor jaringan dermal dangkal karena gangguan oksigen. Rasional : meningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan oksigenasi untuk kebutuhan seluler. Berikan lingkungan tenang. anjurkan pasien istirahat bila terjadi kelelahan dan kelemahan. batasi pengunjung. Observasi tanda-tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas. gemericik menununjukkan gangguan jajntung karena regangan jantung lama/peningkatan kompensasi curah jantung. Berikan sel darah merah lengkap/packed produk darah sesuai indikasi. Rasional : meningkatkan aktivitas secara bertahap sampai normal dan memperbaiki tonus otot/stamina tanpa kelemahan. 5) Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologist. Meingkatkan harga diri dan rasa terkontrol. 4) Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen/nutrient ke sel. gaya jalan dan kelemahan otot. Tinggikan kepala tempat tidur sesuai toleransi. Selidiki keluhan nyeri dada/palpitasi. auskultasi bunyi napas perhatikan bunyi adventisius. dan kurangi suara bising. Ukur suhu air mandi dengan thermometer. Rasional : menunjukkan perubahan neurology karena defisiensi vitamin B12 mempengaruhi keamanan pasien/risiko cedera. Catatan : kontraindikasi bila ada hipotensi. Rasional : meningkatkan istirahat untuk menurunkan kebutuhan oksigen tubuh dan menurunkan regangan jantung dan paru. anjurkan pasien melakukan aktivitas semampunya (tanpa memaksakan diri). Rasional : dispnea. Hindari penggunaan botol penghangat atau botol air panas. Tujuan : peningkatan perfusi jaringan Kriteria hasil : – menunjukkan perfusi adekuat. dasar kuku. pertahankan tirah baring bila di indikasikan. misalnya tanda vital stabil. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi.

Akan membantu memperthankan status hidrasi pada diare. konsistensi. Bantu untuk latihan rentang gerak. ekskoriasi. Pelindung tumit/siku dan bantal sesuai indikasi. misalnya kulit domba. Dorong masukkan cairan 2500-3000 ml/hari dalam toleransi jantung. perubahan proses pencernaan. eritema. laksatif pembentuk bulk atau enema sesuai indikasi. frekuensi dan jumlah. catat perubahan pada turgor. (kolaborasi) Rasional : menghindari kerusakan kulit dengan mencegah /menurunkan tekanan terhadap permukaan kulit. nutrisi dan imobilisasi. Intervensi Observasi warna feses. yang diperlukan sebagai penyebab. hangat local. Kriteria hasil : – menunjukkan perubahan perilaku/pola hidup. Batasi penggunaan sabun. Rasional : kondisi kulit dipengaruhi oleh sirkulasi. Rasional : meningkatkan sirkulasi kesemua kulit. yang bekerja sebagai perangsang untuk defekasi. Berikan pelembek feses. kehilangan berlebihan atau alat dalam pengidentifikasi defisiensi diet. Rasional : mencegah ekskoriasi kulit dan kerusakan. Hindari makanan yang membentuk gas. Tujuan : membuat/kembali pola normal dari fungsi usus. Rasional : meningkatkan sirkulasi jaringan. Rasional : membantu mengidentifikasi penyebab /factor pemberat dan intervensi yang tepat. Rasional : bunyi usus secara umum meningkat pada diare dan menurun pada konstipasi. catat perubahan kondisi kulit atau mulai kerusakan. Auskultasi bunyi usus. membatasi iskemia jaringan/mempengaruhi hipoksia seluler. . keranjang. Rasional : membantu dalam memperbaiki konsistensi feses bila konstipasi. mencegah stasis. Awasi intake dan output (makanan dan cairan). terkontaminasi. factor pemberat. kasur tekanan udara/air. Sabun dapat mengeringkan kulit secara berlebihan. Kolaborasi ahli gizi untuk diet siembang dengan tinggi serat dan bulk. Reposisi secara periodic dan pijat permukaan tulang apabila pasien tidak bergerak atau ditempat tidur. gangguan warna. stimulant ringan. 6) Konstipasi atau Diare berhubungan dengan penurunan masukan diet. Lakukan perawatan perianal setiap defekasi bila terjadi diare. Rasional : serat menahan enzim pencernaan dan mengabsorpsi air dalam alirannya sepanjang traktus intestinal dan dengan demikian menghasilkan bulk. Rasional : area lembab. Rasional : menurunkan distress gastric dan distensi abdomen Kaji kondisi kulit perianal dengan sering. memberikan media yang sangat baik untuk pertumbuhan organisme patogenik. Rasional : dapat mengidentifikasi dehidrasi. Jaringan dapat menjadi rapuh dan cenderung untuk infeksi dan rusak. Anjurkan pemukaan kulit kering dan bersih. efek samping terapi obat.Intervensi Kaji integritas kulit. Gunakan alat pelindung.

(kolaborasi) Rasional : mempermudah defekasi bila konstipasi terjadi. dengan melibatkan pasien. 7) Kurang pengetahuan sehubungan dengan kurang terpajan/mengingat . Tujuan : pasien mengerti dan memahami tentang penyakit. (kolaborasi). Berikan obat antidiare. prosedur diagnostic dan rencana pengobatan. . Evaluasi Evaluasi adalah perbandingan yang sistemik atau terencana tentang kesehatan pasien dengan tujuan yang telah ditetapkan. . Rasional : mengetahui seberapa jauh pemahaman klien dan keluarga serta menilai keberhasilan dari tindakan yang dilakukan. Diskusikan kenyataan bahwa terapi tergantung pada tipe dan beratnya anemia. keluarga dan tenaga kesehatan lainnya. Menurunkan ansietas dan dapat meningkatkan kerjasama dalam program terapi. misalnya Metamucil.Melakukan tiindakan yang perlu/perubahan pola hidup. Tinjau tujuan dan persiapan untuk pemeriksaan diagnostic. Rasional : megetahui seberapa jauh pengalaman dan pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya. Rasional : memberikan dasar pengetahuan sehingga pasien dapat membuat pilihan yang tepat. Pengetahuan menurunkan ansietas. Intervensi Berikan informasi tentang anemia spesifik. Rasional : dengan mengetahui penyakit dan kondisinya sekarang. selanjutnya meningkatkan beban jantung. salah interpretasi informasi . misalnya Defenoxilat Hidroklorida dengan atropine (Lomotil) dan obat mengabsorpsi air. Rasional : menurunkan motilitas usus bila diare terjadi. Kriteria hasil : – pasien menyatakan pemahamannya proses penyakit dan penatalaksanaan penyakit. Berikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya dan kondisinya sekarang.mengidentifikasi factor penyebab. Rasional : ansietas/ketakutan tentang ketidaktahuan meningkatkan stress. . 4) Peningkatan perfusi jaringan. . (Lynda Juall Capenito. tidak mengenal sumber informasi. klien dan keluarganya akan merasa tenang dan mengurangi rasa cemas. 3) Pasien dapat mempertahankan/meningkatkan ambulasi/aktivitas.Pantau keefektifan. Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya. Minta klien dan keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah diberikan. Rasional : diet dan pola makan yang tepat membantu proses penyembuhan. dilakukan dengan cara berkesinambungan. Anjurkan klien dan keluarga untuk memperhatikan diet makanan nya. 1999:28) Evaluasi pada pasien dengan anemia adalah : 1) Infeksi tidak terjadi. 2) Kebutuhan nutrisi terpenuhi.

1995. Pengantar Proses Keperawatan. ed. 7) Pasien mengerti dan memahami tentang penyakit. Nasrul. dan sebaliknya. J. J. terlalu sedikit makan dapat menyebabkan kekurangan gizi. Marilynn E. prosedur diagnostic dan rencana pengobatan. Wilkinson. EGC : Jakarta. Binarupa Aksara : Jakarta Carpenito. namun tidak menyebabkan penumpukan makanan berlebih dalam tubuh. EGC : Jakarta. 2. Segi Praktis Ilmu Penyakit Dalam. dr. Terlalu banyak makan dapat menyebabkan kelebihan berat badan. Begitu juga sebaliknya bagi mereka yang kekurangan gizi. Standar Perawatan Pasien. Jakarta. EGC : Jakarta Effendi . FKUI : Jakarta Noer. 1994.L.5) Dapat mempertahankan integritas kulit. edisi 7. 6) Membuat/kembali pola normal dari fungsi usus. .com/askep-anemia/ Cara Praktis Menghitung Kebutuhan Kalori Tubuh Vinka Kumala. Sjaifoellah. mereka harus menyusun menu dietnya agar tetap mencukupi kebutuhan metabolisme sehari-harinya. 1999. http://nursingbegin. Rencana Asuhan keperawatan dan dokumentasi keperawatan. Monica Ester : Jakarta. Rencana Asuhan Keperawatan pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pasien. DAFTAR PUSTAKA Boedihartono. Hassa. EGC : Jakarta Doenges. 2006. Diagnosis Keperawatan dan Masalah Kolaboratif. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Judith M.3. L. Bagi yang sudah terlanjur memiliki berat badan berlebih. ed. 1990. 1999. tetapi semua orang ternyata juga harus mengatur menu diet atau menu makanan sehari-harinya. Burton. Proses Keperawatan di Rumah Sakit. 1998. 1985. | 29/10/2010 | 13 Comments Tidak hanya untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Ilmu Kesehatan Anak jilid 1.

lemak. bagaimana caranya mengatur sendiri menu diet Anda? Sebelumnya.75 x BB) + (5 x TB) – (6.56 x BB) + (1.0 x KKB Sementara itu.3 x KKB Stress sedang (2) : 1.76 x U) WANITA = 655.7 x TB) – (4. sehingga seluruhnya berada dalam porsi yang seimbang. Selain itu. maka baik kelebihan maupun kekurangan berat badan dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalorinya untuk berat badan yang ideal.2 + (9.1 x (TB – 100)) Cara 2: Menggunakan Body Mass Index(BMI)/Indeks Massa Tubuh (IMT) IMT ideal pada pria dan wanita: Wanita  13-17 : dibawah ideal (terlalu kurus/anoreksia) .Oleh karena itu.77 x U) Keterangan: BB = Berat Badan ideal (kg) TB = Tinggi Badan (cm) U = Umur (tahun) Dengan perhitungan KKB seperti cara di atas. serta zat-zat lain dalam tubuh. mari menghitung kebutuhan kalori tubuh anda. dan mineral. pengaturan menu diet sebaiknya diterapkan pada semua orang. Lalu. dengan memperhatikan proporsi karbohidrat.47 + (13. yaitu: KKB = 40 x (TB – 100) Dengan faktor koreksi: Stress ringan (1) : 1. di Indonesia juga sering digunakan perhitungan Kebutuhan Kalori Basal yang lebih simpel. protein. ada 2 cara sederhana menghitung berat badan ideal: Cara 1: BB ideal = (TB – 100) – (0.5 x KKB Stress berat (3) : 2. vitamin. Untuk menghitung kebutuhan kalori basal/KKB (kalori yang Anda butuhkan untuk kegiatan sehari-hari) dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut: LAKI-LAKI = 66.

4 g protein. jumlah kalori yang Anda dapatkan per jenis zat dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis makanan. kentang. 2 g lemak. 40 g karbohidrat. Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g) Nasi 1 gelas 200 Roti putih 3 potong kecil 70 Singkong 1 potong 120 Kentang 2 buah sedang 210 Makaroni ½ gelas 50 GOLONGAN II Sumber Protein Hewani 1. 7 g protein. Berikut adalah contoh beberapa daftar satuan penukar yang digunakan. ataupun roti. Rendah Lemak 1 satuan penukar = 50 kalori. Yang menyenangkan. Misalnya. Bahan makanan pada tiap golongan bernilai gizi hamper sama. setiap jenis makanan tersebut dapat diganti menjadi makanan lain dengan satuan penukar. oleh karena itu satu sama lain dapat salong menukar dan disebut satuan penukar.  19-24 : IDEAL 26-31 : Obesitas (kegemukan) Pria    14-18 : dibawah ideal 20-25 : IDEAL 28-33 : Obesitas MENYUSUN MENU DIET ANDA Setelah mengetahui kebutuhan kalori. yaitu:    Karbohidrat 60-75% Protein 10-15% Lemak 10-25% Kalau Anda sudah menghitung jumlah kalori ideal untuk Anda. protein. sehingga Anda tidak bosan memakan jenis makanan yang itu-itu saja. GOLONGAN I Sumber Karbohidrat 1 satuan penukar = 175 kalori. untuk karbohidrat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi nasi. Anda dapat menghitung jumlah masing-masing kalori untuk karbohidrat. Kemudian. . makaroni. Anda dapat memulai menyusun menu diet Anda sesuai proporsi zat-zat makanan yang seimbang. dan lemak berdasarkan persentase di atas.

Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g) Ikan 1 potong sedang 40 Ayam tanpa kulit 1 potong sedang 40 Udang segar 5 ekor sedang 35 2. 7 g karbohidrat.fitnessandfreebies. Tinggi Lemak 1 satuan penukar = 150 kalori.html http:// health/public/heart/obesity/lose_wt/fd_exch. 3 g lemak.com/fitness/foodex. Dengan menhitung jumlah kebutuhan kalori basal. 7 g protein. 5 g protein. Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g) Kacang hijau 2 sendok makan 20 Kacang kedelai 2 ½ sendok makan 25 Tahu 1 biji besar 110 Tempe 2 potong sedang 50 Kacang tanah 2 sendok makan 15 Daftar lainnya dapat dilihat pada buku-buku Ilmu Gizi atau pada Referensi. REFERENSI: http://www. Lemak Sedang 1 satuan penukar = 75 kalori. 3 g lemak. 5 g lemak. 7 g protein.htm . Anda kini dapat menyusun sendiri menu yang anda inginkan sesuai dengan proporsi zat-zat makanan bagi tubuh. Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g) Bakso 10 biji sedang 170 Daging kambing 1 potong sedang 40 Daging sapi 1 potong sedang 35 Telur ayam 1 butir 55 3. Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g) Ayam dengan kulit 1 potong sedang 55 Bebek 1 potong sedang 45 Sosis ½ potong sedang 50 Daging babi 1 potong sedang 50 Kuning telur ayam 4 butir 45 GOLONGAN III Sumber Protein Nabati 1 satuan penukar = 75 kalori.

Anemia defisiensi Anemia yang terjadi akibat kekurangan faktor-faktor pematangan eritrosit.com/ http://www. 2. pemeriksaan fisik yang teliti serta pemeriksaan laboratorium yang menunjang. seperti defisiensi besi. asam folat. redistribusi aliran darah ke organ-organ vital). 3. reaksi hemolitik pada transfusi darah. .wordpress. malaria.kalbe.com/ BAB I PENDAHULUAN 1.gov/ http://rjthoughts. umur individu. Bisa bersifat intrasel seperti pada penyakit talasemia. Anemia dapat diklasifikasikan menjadi empat bagian : 1. Anemia hemolitik Anemia yang terjadi akibat penghancuran sel darah merah yang berlebihan. tingkat aktivitasnya.info-sehat.1 Latar Belakang Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume / jumlah sel darah merah (eritrosit) dalam darah atau penurunan kadar hemoglobin sampai dibawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Hb<10 g/dL).nih. protein. meningkatkan pelepasan oksigen oleh hemoglobin. inkompabilitas golongan darah. piridoksin dan sebagainya. parahnya anemia tersebut. defisiensi Glucose-6-Phospate-Dehydrogenase (G6PD) atau bersifat ekstrasel seperti intoksikasi. vitamin B12.id/cdk http://www. mengembangkan volume plasma. Dengan demikian anemia bukanlah suatu diagnosis melainkan pencerminan dari dasar perubahan patofisiologis yang diuraikan dalam anamnesa. Anemia post hemoragik Anemia yang terjadi akibat proses perdarahan masif atau perdarahan yang menahun. sehingga terjadi penurunan kemampuan darah untuk menyalurkan oksigen ke jaringan. 1. Anemia aplastik Anemia yang terjadi akibat terhentinya proses pembuatan sel darah oleh sumsum tulang. mekanisme kompensasi tubuh (seperti: peningkatan curah jantung dan pernapasan. sferosis kongenital.nhlbi.co. Manifestasi klinik yang timbul tergantung pada kecepatan timbulnya anemia. sickle cell anemia/hemoglobinopatia. keadaan penyakit yang mendasari.http://www.

Tanda dan gejala yang sering timbul pada anemia adalah sakit kepala, pusing, lemah, gelisah, diaforesis (keringat dingin), takikardi, sesak napas, kolaps sirkulasi yang progresif cepat atau syok, dan pucat (dilihat dari warna kuku, telapak tangan, membran mukosa mulut dan konjungtiva). Selain itu juga terdapat gejala lain tergantung dari penyebab anemia seperti jaundice, urin berwarna hitam, mudah berdarah dan pembesaran lien. Untuk menegakkan diagnosa dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan sel darah merah secara lengkap, pemeriksaan kadar besi, elektroforesis hemoglobin dan biopsi sumsum tulang. Untuk penanganan anemia didasarkan dari penyakit yang menyebabkannya seperti jika karena defisiensi besi diberikan suplemen besi, defisiensi asam folat dan vitamin B12 dapat diberikan suplemen asam folat dan vitamin B12, dapat juga dilakukan transfusi darah, splenektomi, dan transplantasi sumsum tulang.
1.2 Tujuan Tujuan penulisan referat ini antara lain untuk mengetahui definisi, etiologi, epidemiologi, insidensi, patofisiologi, manifestasi klinik, diagnosis, diagnosis banding, komplikasi, pengobatan, pencegahan dan kontrol, serta prognosis dari anemia pada anak. BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Anemia Defisiensi

Adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit, seperti defisiensi besi, asam folat, vitamin B12, protein, piridoksin dan sebagainya. Anemia defisiensi dapat diklasifikasikan menurut morfologi dan etiologi menjadi 3 bentuk: 2.1.1 Mikrositik Hipokrom Mikrositik berarti sel darah merah berukuran kecil dibawah ukuran normal (Mean Corpuscular Volume (MCV) <80 fL), hipokrom berarti mengandung hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) kurang). Hal ini menggambarkan defisiensi besi, keadaan sideroblastik dan kehilangan darah kronik atau gangguan sintesis globin seperti pada penderita talasemia, dari semua itu defisiensi besi merupakan penyebab utama anemia didunia. Anemia defisiensi besi merupakan penyakit yang sering pada bayi dan anak yang sedang dalam proses pertumbuhan dan pada wanita hamil yang keperluan besinya lebih besar dari orang normal. Jumlah besi dalam badan orang dewasa adalah 4-5 gr sedang pada bayi 400 mg, yang terdiri dari : masa eritrosit 60 %, feritin dan hemosiderin 30 %, mioglobin 5-10 %, hemenzim 1 %, besi plasma 0,1 %. Kebutuhan besi pada bayi dan anak lebih besar dari pengeluarannya karena pemakaiannya untuk proses pertumbuhan, dengan kebutuhan rata-rata 5 mg/hari tetapi bila terdapat infeksi meningkat sampai 10 mg/hari. Besi diabsorsi dalam usus halus (duodenum dan yeyenum) proksimal. Besi yang terkandung dalam makanan ketika dalam lambung dibebaskan menjadi ion fero dengan bantuan asam lambung

(HCL). Kemudian masuk ke usus halus dirubah menjadi ion fero dengan pengaruh alkali, kemudian ion fero diabsorpsi, sebagian disimpan sebagai senyawa feritin dan sebagian lagi masuk keperedaran darah berikatan dengan protein (transferin) yang akan digunakan kembali untuk sintesa hemoglobin. Sebagian dari transferin yang tidak terpakai disimpan sebagai labile iron pool. Penyerapan ion fero dipermudah dengan adanya vitamin atau fruktosa, tetapi akan terhambat dengan fosfat, oksalat, susu, antasid. Berikut bagan metabolisme besi: Gambar 2.1 Metabolisme Besi Sumber besi dapat diperoleh dari makanan seperti hati, daging, telur, buah, sayuran yang mengandung klorofil, serta cadangan besi dalam tubuh. Bayi normal/sehat cadangan besi cukup untuk 6 bulan, bayi prematur cadangan besi cukup untuk 3 bulan. Ekskresi besi dari tubuh sangat sedikit bisa melalui urin, tinja, keringat, sel kulit yang terkelupas dan karena perdarahan (menstruasi). Sedangkan besi yang dilepaskan pada pemecahan hemoglobin dari eritrosit yang sudah mati akan masuk kembali ke dalam iron pool dan digunakan lagi untuk sintesa hemoglobin. Pengeluaran besi dari tubuh yang normal : Bayi Anak 4-12 tahun Laki-laki dewasa Wanita dewasa Wanita hamil 0,3 – 0,4 mg.hari 0,4 – 1 mg/hari 1 – 1,5 mg/hari 1 – 2,5 mg/hari 2,7 mg/hari

Etiologi
Menurut patogenesisnya :
    

Masukan kurang : Malnutrisi Energi Protein (MEP), defisiensi diet, pertumbuhan cepat. Absorpsi kurang : MEP, diare kronis Sintesis kurang : Transferin kurang Kebutuhan meningkat : Infeksi dan pertumbuhan cepat Pengeluaran bertambah: Kehilangan darah karena infeksi parasit dan polip

berdasarkan umur penderita penyebab dari defisiensi besi dapat dibedakan:

Bayi < 1tahun : Persediaan besi kurang karena Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), lahir kembar, ASI eklusif tanpa suplemen besi, susu formula rendah besi, pertumbuhan cepat, anemia selama kehamilan Anak 1-2 tahun : Masukan besi kurang, kebutuhan yang meningkat karena infeksi berulang (Enteritis, Bronchopneumonia), absorpsi kurang

  

Anak 2-5 tahun divertikulum meckeli Anak 5-remaja Remaja-dewasa

: Masukan besi kurang, kebutuhan meningkat, kehilangan darah karena : Perdarahan karena infeksi parasit dan polip, diet tidak adekuat : Menstruasi berlebihan

Gejala klinis
- Lemas, pucat dan cepat lelah - Sering berdebar-debar - Sakit kepala dan iritabel - Pucat pada mukosa bibir dan faring, telapak tangan dan dasar kuku - Konjungtiva okuler berwarna kebiruan atau putih mutiara (pearly white) - Papil lidah atrofi : lidah tampak pucat, licin, mengkilat, merah, meradang dan sakit - Jantung dapat takikardi - Jika karena infeksi parasit cacing akan tampak pot belly - Penderita defisiensi besi berat mempunyai rambut rapuh, halus serta kuku tipis, rata, mudah patah dan berbentuk seperti sendok.

Laboratorium
    

Kadar Hb <10 g/dL, Ht menurun MCV <80, MCHC <32 % Mikrositik hipokrom, poikilositosis, sel target Sum-sum tulang sistem eritropoetik hiperaktif Serum Iron (SI) menurun, Iron Binding Capacity (IBC) meningkat

Terapi
     

Pengobatan kausal Makanan adekuat Sulfas ferosus 3X10 mg /KgBB/hari. Diharapkan kenaikan Hb 1 g.dL setiap 1-2 minggu Transfusi darah bila kadar Hb <5 g/dL dan keadaan umum tidak baik Antihelmintik jika ada infeksi parasit Antibiotik jika ada infeksi

2.1.2 Makrositik Normokrom (Megaloblastik)

1-2. Asam folat sendiri diserap dalam duodenum dan jejenum bagian atas. MCHC normal). ginjal. Hal ini diakibatkan oleh gangguan atau terhentinya sintesis asam nukleat DNA seperti yang ditemukan pada defisiensi B12 dan atau asam folat. terikat pada protein plasma secara lemah dan disimpan didalam hati. dengan kebutuhan perhari 50mg. a. MCV >96 fL Retikulosit biasanya berkurang Hipersegmentasi neutrofil Aktivitas asam folat dalam serum rendah (normal antara 2. ragi. Etiologi       kekurangan masukan asam folat gangguan absorpsi kekurangan faktor intrinsik seperti pada anemia pernisiosa dan postgastrektomi infeksi parasit penyakit usus dan keganasan obat yang bersifat antagonistik terhadap asam folat seperti metotrexat Gejala klinis        pucat lekas letih dan lemas berdebar-debar pusing dan sukar tidur tampak seperti malnutrisi glositis berat (radang lidah disertai rasa sakit) diare dan kehilangan nafsu makan Laboratorium      Hb menurun.5 mg/hari untuk bayi . Tanpa adanya asupan folat. sayur hijau. Asam folat dapat diperoleh dari hati. Jumlah asam folat dalam tubuh berkisar 6-10 mg.Makrositik berarti ukuran sel darah merah lebih besar dari normal tetapi normokrom karena konsentrasi hemoglobin normal (MCV >100 fL. granulopoetik. persediaan folat biasanya akan habis kira-kira dalam waktu 4 bulan.8 mg/ml) Sum-sum tulang eritropoetik megaoblastik. Anemia Defisiensi Asam Folat Asam folat adalah bahan esensial untuk sintesis DNA dan RNA. trombopoetik Terapi   Asam folat 3X5 mg/hari untuk anak Asam folat 3X2.

1. Anemia Defisiensi Vitamin B12 Dihasilkan dari kobalamin dalam makanan terutama makanan yang mengandung sumber hewani seperti daging dan telur. sel darah putih dan trombosit. hitung retikulosit rendah atau hilang. Secara morfologis sel-sel darah merah terlihat normositik dan normokrom. 2. rerata 6-8 tahun. malabsorpsi dan lain-lain. pembedahan lambung dan ileum terminale. 1. kelainan ginjal. mikroftalmi. sehingga penderita mengalami pansitopenia yaitu kekurangan sel darah merah.2 Anemia Aplastik / Pansitopenia Keadaan yang disebabkan berkurangnya sel-sel darah dalam darah tepi sebagai akibat terhentinya pembentukan sel hemapoetik dalam sum-sum tulang. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan :       hipokrom makrositik mikrositik normokrom MCV. Didapat Disebabkan oleh : . MCH.3 Anemia Dimorfik Suatu campuran anemia mikrositik hipokrom dan anemia megaloblastik. hiperpigmentasi kulit. Kongenital Timbul perdarahan bawah kulit diikuti dengan anemia progresif dengan clinical onset 1. anomali jari. Atasi faktor etiologi b. panderita alkoholik kronik. Salah satu contoh adalah sindrom fanconi yang bersifat constitusional aplastic anemia resesif autosom. Untuk pengobatannya dapat diberikan suplementasi vitamin B12. perawakan pendek. sesak napas. Anemia jenis ini biasanya disebabkan karena kurangnya masukan. Adapun gejala dari penyakit ini berupa penurunan nafsu makan. Anemia aplastik dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : 1.1. biopsi sumsum tulang menunjukkan keadaan yang disebut pungsi kering dengan hipoplasia yang nyata dan terjadi penggantian dengan jaringan lemak. Vitamin B12 merupakan bahan esensial untuk produksi sel darah merah dan fungsi sistem saraf secara normal. pada 2/3 penderita disertai anomali kongenital lain seperti mikrosefali. diare.5-22 tahun. dan cepat lelah. 2. MCHC mungkin normal SI menurun sedikit IBC agak menurun Sum-sum tulang terlihat gejala campuran dari kedua jenis anemia Untuk terapi dapat diberikan : preparat besi dan asam folat 2. lemah. Biasanya disebabkan oleh defisiensi dari asam folat dan besi.

limpa/hepar membesar. palpitasi. Au. pembesaran limpa. sulfonamide. hepar maupun kelenjar getah bening. metotrexate. sesak karena gagal jantung dan sebagainya. maka umumnya tidak ditemukan ikterus. Laboratorium       Anemia hipokrom normositik dan makrositik Retikulosit menurun Leukopenia Trombositopenia Kromosom patah Sum-sum tulang hipoplasia/aplasia yang diganti oleh jaringan lemak atau jaringan penyokong Terapi       Prednison/kortikosteroid 2-5 mg/KgBB/hari secara oral Androgen/testosteron 1-2 mg /KgBB/ hari secara parenteral Transfusi darah bila perlu Pengobatan terhadap infeksi sekunder Makanan lunak Istirahat . retikulositopenia. Hepatitis Lain-lain seperti keganasan. Oleh karena sifatnya aplasia sistem hematopoetik. lemah.              radiasi sinar rontgen dan sinar radioaktif zat kimia seperti benzena. penyakit endokrin Yang paling sering bersifat idiopatik Pucat. insektisida. penyakit ginjal. Hb. busulfan. palpitasi Sesak napas karena gagal jantung Aplasia sistem hematopoetik seperti ikterus. anorexia. Individual seperti alergi Infeksi seperti TBC milier. lemah. As. Pb obat seperti kloramfenikol. fenilbutazon. Ht. kelenjar getah bening membesar Anemia karena eritropoetik menurun. eritrosit menurun Perdarahan oleh karena trombopoetik menurun atau trombositopenia Rentan terhadap infeksi oleh karena granulopoetik menurun atau netropenia Bersifat berat dan serius Gejala klinis Klinis akan terlihat anak pucat dengan berbagai gejala anemia lainnya seperti anoreksia.

2.1 Gangguan Intrakorpuskular (kongenital) Kelainan ini umumnya disebabkan oleh karena ada gangguan dalam metabolisme eritrosit sendiri. Suatu infeksi yang ringan dapat menimbulkan krisis aplastik. Gejala umum penyakit ini disebabkan adanya penghancuran eritrosit sehingga dapat menimbulkan gejala anemia. dan pembesaran limpa. jaundice. Dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu : a. pucat. Gangguan enzim yang mengakibatkan kelainan metabolisme dalam eritrosit . bilirubin meningkat bila fungsi hepar buruk dan keaktifan sumsum tulang untuk mengadakan kompensasi terhadap penghancuran tersebut (hipereaktif eritropoetik) sehingga dalam darah tepi dijumpai banyak eritrosit berinti. Penyebab hemolisis pada penyakit ini disebabkan oleh kelainan membran eritrosit. Gangguan pada struktur dinding eritrosit  Sferositosis Umur eritrosit pendek. Penyakit ini dapat dibagi dalam 2 golongan besar yaitu : 2. polikromasi. diturunkan secara dominan. Limpa membesar dan sering disertai ikhterus. sesak napas. roboransia. dengan splenektomi dapat mengurangi proses hemolisis. Antithymocyte Globulin (ATG) untuk pasien tua.3.3 Anemia Hemolitik Pada anemia hemolitik umur eritrosit menjadi lebih pendek (normal umur eritrosit 100-120 hari). jumlah retikulosit meningkat. urin berwarna gelap. pengangkatan limpa pada keadaan yang ringan dan anak yang agak besar (2-3 tahun). hemolisis tidak seberat sferositosis. bundar dan resistensi terhadap NaCl hipotonis menjadi rendah.  Ovalositosis (eliptositosis) 50-90% eritrosit berbentuk oval (lonjong). bentuknya kecil. Utnuk pengobatan dapat dilakukan transfusi darah dalam keadaan kritis. bahkan eritropoesis ektrameduler.  A beta lipoproteinemia Diduga kelainan bentuk ini disebabkan oleh kelainan komposisi lemak pada dinding sel. Gejala klinis penyakit ini berupa: menggigil.  Gangguan pembentukan nukleotida Kelainan ini dapat menyebabkan dinding eritrosit mudah pecah b. Transplantasi sumsum tulang pada pasien muda. Pada anak gejala anemia lebih menyolok dibanding dengan ikhterus. cepat lelah. retikulosit meningkat.

Proses hemolitik dapat timbul akibat atau pada : obat-obatan (asetosal.  Defisiensi glutation Diturunkan secara resesif dan jarang ditemukan.3 DPG). HbA2 tidak lebih dari 2 % dan HbF tidak lebih dari 3 %. pucat.  Defisiensi triose phosphatase isomerase (TPI) Menyerupai sferositosis tetapi tidak ada peningkatan fragilitas osmotik dan hapusan darah tepi tidak ditemnukan sferosit. Terdapat 2 golongan besar gangguan pembentukan Hemoglobin ini yaitu :   gangguan struktural pembentukan hemoglobin (hemoglobin abnormal) misal HbE. Penyakit ini lebih nyata pada laki-laki.    Defisiensi difosfogliserat mutase Defisiensi heksokinase Defisiensi gliseraldehide 3 fosfat dehidrogenase Ketiga jenis terakhir diturunkan secara resesif dan diagnosis ditgakkan dengan pemeriksaan biokimia. sesak napas. Pada bentuk homozigot bnersiaft lebih berat. Gejala klinis bervariasi. obat anti malaria). sulfa. Glutation dalam keadaan tereduksi (GSH) diduga penting untuk melindungi eritrosit dari setiap oksidasi. Khas dari penyakit ini adanya peninggian kadar 2. jaundice dan pembesaran hepar. c. memakan kacang babi. Diturunkan secara dominan melalui kromosom X. untuk terapi dapat dilakukan tranfusi darah. Hemoglobinopatia Hemoglobin orang dewasa normal teridi dari HbA (98%). Gejala klinis yang timbul berupa cepat lelah. Untuk terapi bersifat kausal. Defisiensi G6PD Akibat kekurangan enzim ini maka glutation (GSSG) tidak dapat direduksi. Gangguan jumlah (salah satu atau beberapa) rantai globin misal talasemia . bayi baru lahir. terutama obat-obatan. Pada bayi baru lahir HbF merupakan bagian terbesar dari hemoglobinnya (95%).  Defisiensi piruvat kinase Pada bentuk homozigot berat sekali sedang pada bentuk heterozigot tidak terlalu berat. alergi serbuk bunga.  Defisiensi glutation reduktase Disertai trombositopenia dan leukopenia dan disertai kelainan neurologis. kemudian pada perkembangan konsentrasi HbF akan menurun sehingga pada umur 1 tahun telah mencapai keadaan yang normal.3 difosfogliserat (2. HbS dan lainlain.

penghancuran eritrosit meningkat dan defisiensi asam folat. Kadar besi dalam serum (SI) meninggi dan daya ikat serum besi (IBC) menjadi rendah. poikilositositosis. Di Indonesia talasemia merupakan penyakit terbanyak diantara golongan anemia hemolitik dengan penyebab intrakorpuskular. jumlah retikulosit meningkat.  Darah tepi Mikrositik hipokrom. pada hapusan darah tepi didapatkan anisositosis. sel target. penderita talasemia HbE maupun HbS secara klinis lebih ringan dari talasemia mayor. kortek tipis sehingga mudah fraktur dan trabekula kasar. Secara molekular dibedakan atas:     Talasemia µ (gangguan pembentukan rantai µ) Talasemia b (gangguan pembentukan tantai b) Talasemia b-d (gangguan pembentuka rantai b dand yang letak gennya diduga berdekatan ) Talasemia d (gangguan pembentukan rantai d) Secara klinis talasemia dibagi dalam 2 golongan yaitu :  Talasemia mayor (bentuk homozigot) Memberikan gejala klinis yang jelas  Talasemia minor Biasanya tidak memberikan gejala klinis Gejala klinis dan laboratorium  Kelainan darah Berupa anemia berat tipe mikrositik karena sintesis HbA menurun. tulang medula lebar. Diindonesiakira-kira 45% penderita talasmeia juga mempunyai HbE. tulang tengkorak memperlihatkan diploe dan brush appereance. hipokromi.  Kelainan organ Karena proses penyakit dan hemosiderosis karena transfusi. menarche. gangguan pertumbuhan sex sekunder. Berupa hepatomegali – splenomegali. Umumnya datang . perikarditis dan kardiomegali dapat menyebabkan decomp kordis. pada anak yang besar disertai gizi yang jelek dan muka fasies mongoloid.d. Talasemia Penyakit anemia hemolitik herediter yang diturunkan dari kedua orang tua kepada anakanaknya secara resesif. Hemoglobin mengandung kadar HbF yang tinggi lebih dari 30%. Gangguan pertumbuhan berupa pendek.

transfusi. diuretik. kulit. .4 minggu. darah lengkap setiap 4 minggu . pemeriksaan DNA .Pemberian kelasi besi (deferoxamin /DFO): jika kadar feritin ³2000 mg/L diberikan 5 hari dalam 1 minggu. Pengobatan  Saat diagnosis (baru) . Jika Hb < 8 g/dL oleh karena anemi dapat dilakukan transfusi. foto tulang.Pemeriksaan IQ .Pemantauan fungsi organ : setiap 3 bulan . .Atasi anemia dengan transfusi Packed Red Cell (PRC) bila Hb <6g/dL dan dipertahankan >12 g/dL .Lengkapi penunjang : kadar besi dan feritin. Komplikasi Anemia berat dan lama dapat menyebabkan gagal jantung.Obat-obatan seperti vitamin C dan asam folat 2-5 mg/hari. . Hemokromatosis.Splenektomi .Kontrol Hb 2.ke dokter pada umur 4-6 tahun sedang talasemia mayor gejala sudah tampak pada umur 3 bulan.Atasi komplikasi: untuk dekomp kordis jika Hb>8 g/dL dan ada kardiomiopati beri dosteral IM. analisa Hb. dosteral biasa.Lengkapi antropometri . limpa. jantung). jika kadar feritin <2000 mg/L diberikan tiap kali transfusi . limpa yang besar mudah ruptur kadang disertai tanda hipersplenisme seperti leukopenia dan trombositopenia.Imunisasi hepatitis B  Tindak lanjut (pasien lama) . Penderita talasemia HbE dapat hidup hingga dewasa. Jika ada infeksi beri antibiotik. sehingga ditimbun dalam berbagai organ (hepar. rontgen thorak dan EKG. digitalisasi hanya bila Hb >8 g/dL. transfusi darah berulang dan proses hemolisis menyebabkan kadar besi dalam darah sangat tinggi.Atasi komplikasi karena penyakit : gagal jantung karena anemia beri oksigen. transfusi.

dapat pula diberikan prednison atau hidrokortison dengan dosis tinggi pada anemia hemolitik imun ini. 2.. bahan kimia (bensin. Anemia akibat penghancuran eritrosit karena reaksi antigen-antibodi. toksin (hemolisin) streptokokus. Kehilangan darah 12-15% : pucat. racun ular.Pemberian vitamin. jamur. 2.3. 2. biasanya penyebabnya merupakan faktor yang didapat (acquired) dan dapat disebakan oleh: 1. hemoroid. ginjal dan sebagainya) dan peningkatan aliran darah ke organ vital (otak dan jantung). 3. a. syok reversibel Kehilangan darah >20% : syok reversibel Terapi : transfusi darah dan plasma Pengaruh lambat .2 Gangguan Ektrakorpuskular Golongan dengan penyebab hemolisis ektraseluler. Pengobatan Pemberian transfusi darah dapat menolong penderita.Hingga sekarang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan. Seperti inkompabilitas golongan darah.Untuk mengeluarkan besi dari jaringan tubuh diberikan iron chelating agent yaitu desferal secata intramuskular atau intavena. . alergen atau hapten yang berasal dari luar tubuh. perdarahan usus. Obat-obatan. air). Kehilangan darah mendadak Pengaruh yang timbul segera      Kehilangan darah yang cepat akan menimbulkan reflek kardiovaskular sehingga terjadi kontraksi arteriola. . Hipersplenisme. takikardi.4 Anemia Post Hemoragik Terjadi akibat perdarahan masif atau perdarahan menahun seperti kehilangan darah karena kecelakaan. bisa juga karena reaksi autoimun. operasi. virus. penurunan aliran darah ke organ yang kurang vital (anggota gerak. Pembesaran limpa apapun sebabnya sering menyebabkan penghancuran eritrosit. ulkus peptikum. transfusi darah diberikan bila kadar Hb telah rendah (kurang dari 6 g/dL) atau bila anak mengeluh tidak mau makan dan lemah .Splenektomi dilakukan pada anak 2 tahun sebelum didapatkan tanda hipersplenisme atau hemosiderosis. saponin. malaria. tekanan darah normal/menurun Kehilangan darah 15-20% : tekanan darah menurun.

Anemia dapat diklasifikasikan menjadi empat bagian : . kolaps sirkulasi yang progresif cepat atau syok.000-20. Tanda dan gejala yang sering timbul adalah sakit kepala. Anemia bukanlah suatu diagnosis melainkan pencerminan dari dasar perubahan patofisiologis yang diuraikan dalam anamnesa. Terapi dapat diberikan PRC b. pemeriksaan fisik yang teliti serta pemeriksaan laboratorium yang menunjang. pusing. membran mukosa mulut dan konjungtiva).   Pergeseran cairan ektraseluler ke intraseluler sehingga terjadi hemodilusi Gejala: leukositosis (15. eritropoetik meningkat. lemah. sesak napas. eritrosit menurun. Kehilangan darah menahun Berupa gejala defisiensi besi bila tidak diimbangi dengan masukan suplemen besi.000/mm3). Untuk penanganan anemia didasarkan dari penyakit yang menyebabkannya. Hb. oligouria/anuria. gelisah. telapak tangan. diaforesis (keringat dingin). dan pucat (dilihat dari warna kuku. takikardi. BAB III PENUTUP KESIMPULAN     Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume/jumlah sel darah merah (eritrosit) dalam darah atau penurunan kadar Hemoglobin sampai dibawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Hb<10 g/dL). Ht. gagal jantung.

defisiensi asam folat: Asam folat 3X5 mg/hari untuk anak. defisiensi enzim. 1. Anemia hemolitik  Anemia defisiensi dibedakan menjadi : 1. Gangguan ektrakorpuskuler  Anemia post hemoragik bisa karena : 1. transfusi.Anemia defisiensi. Makrositik normokrom : defisiensi asam folat dan vitamin B12 1. transplantasi sumsum tulang pada pasien muda. antihelmintik jika ada infeksi parasit. digitalisasi hanya bila Hb >8 g/dL). mikrositik hipokrom: Pengobatan kausal. . Anemia hemoragik 4.5 mg/hari untuk bayi.Anemia hemolitik. Anemia defisiensi 2.Anemia defisiensi. Anemia dimorfik  Anemia hemolitik dibedakan menjadi : : kelainan struktur dinding eritrosit. kehilangan darah menahun  § Penatalaksanaan anemia: . Anemia aplastik 1. makanan adekuat. anemia dimorfik: diberikan preparat besi dan asam folat Anemia aplastik: Prednison/kortikosteroid 2-5 mg/KgBB/hari secara oral. transfusi darah bila kadar Hb <5 g/dL dan keadaan umum tidak baik. makanan lunak. lengkapi . Androgen/testosteron 1-2 mg /KgBB/ hari secara parenteral. istirahat. jika ada infeksi beri antibiotik. transfusi darah bila perlu.Anemia defisiensi. sulfas ferosus 3X10 mg /KgBB/hari. Antithymocyte Globulin (ATG) untuk pasien tua .Anemia defisiensi.1. Mikrositik hipokrom : defisiensi besi 2. pengobatan terhadap infeksi sekunder. asam folat 3X2. . defisiensi vitamin B12: diberikan suplementasi vitamin B12. makrositik normokrom. gangguan intrakorpuskuler: Saat diagnosis (baru). makrositik normokrom. Kehilangan darah mendadak 2. Gangguan intakorpuskuler hemoglobinopatia 2. diuretik. antibiotik jika ada infeksi. Atasi anemia dengan transfusi PRC bila Hb <6g/dL dan dipertahankan >12 g/dL. . atasi faktor etiologi. atasi komplikasi karena penyakit (gagal jantung karena anemia beri oksigen.

Anemia Post hemoragik. pemberian vitamin. kehilangan darah mendadak: Transfusi darah dan plasma (cepat).dokterbook. Kontrol Hb 2. Gangguan autoimun. analisa Hb.Jumlah granulosit yang lebih dari 2. penyakit atau galur sel sabit (sickle cell trait) dan talasemia. pemeriksaan DNA).antropometri. lengkapi penunjang (kadar besi dan feritin. foto tulang. http://www. . terutama di Indonesia karena kejadian infeksi masih tinggi.Anemia Post hemoragik. imunisasi hepatitis B. dan neorologi juga dapat ditemukan. pulmoner. integument.000 /mm3 menunjukkan prognosis yang lebih baik 4. rontgen thorak dan EKG. Tindak lanjut (pasien lama). transfuse). untuk mengeluarkan besi dari jaringan tubuh diberikan iron chelating agent yaitu desferal secara intramuscular/intravena. atasi komplikasi (untuk dekomp kordis jika Hb>8 g/dL dan ada kardiomiopati beri dosteral IM. jika kadar feritin <2000 mg/L diberikan tiap kali transfuse). Obat-obatan seperti vitamin C dan asam folat 2-5 mg/hari. Gambaran sum-sum tulang (hiposeluler atau aseluler) 2.aspek terkait kehamilan pada kondisi ini dibahas dalam bagian berikut.  § Prognosis dan Perjalanan Penyakit Prognosis bergantung kepada: 1. kehilangan darah menahun: Berikan suplemen besi. pemberian kelasi besi (deferoxamin /DFO) (jika kadar feritin ³2000 mg/L diberikan 5 hari dalam 1 minggu. . gangguan ekstrakorpuskuler: Pemberian transfusi darah dapat menolong penderita.4 minggu. Aspek . pemeriksaan IQ. saluran cerna. . pemberian PRC (lama). jika Hb < 8 g/dL oleh karena anemia dapat dilakukan transfusi. dapat pula diberikan prednison atau hidrokortison dengan dosis tinggi pada anemia hemolitik imun. . khususnya anemia yang disebabkan oleh defisiensi besi atau asam fola. pemantauan fungsi organ setiap 3 bulan.Pencegahan infeksi sekunder. Kadar HbF yang lebih dari 200 mg% memperlihatkan prognosis yang lebih baik 3.com/2012/05/31/anemia/ Kondisi medis dapat memperburuk kehamilan. splenektomi dilakukan pada anak 2 tahun sebelum didapatkan tanda hipersplenisme atau hemosiderosis. darah lengkap setiap 4 minggu. splenektomi. Kondisi medis yang paling sering muncul ialah anemia. dosteral biasa. transfusi darah diberikan bila kadar Hb telah rendah (kurang dari 6 g/dL) atau bila anak mengeluh tidak mau makan dan lemah.Anemia hemolitik.

1993). anemia sel sabit dan talasemia. anemia lazim terjadi dan biasanya disebabkan oleh difesiensi besi. DEFINISI Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah eritrosit yang beredar atau konsentraisi hemoglobin menurun. sekunder terhadap kehilangan darah sebalumnya atau asupan besi yang tidak a jarang dekuat. . gangguan medis yang paling umum ditemui pada masa hamil. Wanita ini memiliki insiden komplikasi puerperal yang lebih tinggi. Apabila seorang wanita mengalami anemia selama hamil. Dengan demikian. Dua puluh persen (20%) sisanya mencakup kasus anemia herediter dan berbagai variasi anemia didapat. Anemia menyebabkan penurunan kapasitas darah untuk membawa oksigen. termasuk anemia defisiensi asam folat. mempengaruhi sekurang – kurangnya 20% wanita hamil. seperti infeksi. Jantung berupaya mengonpensasi kondisi ini dengan meningkatkan curah jantung. preeklampsia) dapat mengakibatkan jantung kongestif.5 gr% pada trimester II (Saifuddin. Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10.ada penurunan trasportasi oksigan dari paru-paru ke jaringan perifer. Sabagai akibat. 2002). BAB II KONSEP ANEMIA PADA IBU HAMIL A. bahkan kalaupun minimal. anemia yang menyertai komplikasi lain (misalnya. Ia berisiko membutuhkan transfusi darah. Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% (Wiknjosastro. Anemia. Upaya ini meningkatkan kebebasan kerja jantung dan menekan fungsi ventricular. Selama kehamilan. dengan angka nosional 65% yang setiap daerah mempunyai variasi berbeda. daripada wanita hamil dengan nilai hematologi normal.Anemia pada kehamilan di Indonesia masih tinggi. tidak ditoleransi dengan baik. kehilangan darah pada saat ia melahirkan. Sekitar 80% kasus anemia pada masa hamil merupakan anemia tipe defisiensi besi (Arias.

KLASIFIKASI ANEMIA DALAM KEHAMILAN Klasifikasi anemia dalam kehamilan menurut Mochtar (1998). Anemia dalam kehamilan yang disebabkan karena kekurangan zat besi. tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi. keperluan zat besi untuk wanita hamil.2002). fero glukonat atau Na-fero bisirat. 2002). Pemberian preparat 60 mg/ hari dapat menaikan kadar Hb sebanyak 1 gr%/ bulan. Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru. jenis pengobatannya relatif mudah. B. Anemia diindikasikan bila hemoglobin ( Hb) kurang dari 12 g/dl pada wanita yang tidak hamil atau kurang dari 10 g/dl pada wanita hamil. Terapi Oral adalah dengan memberikan preparat besi yaitu fero sulfat. Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu. Malabsorpsi 4. Anemia Defisiensi Zat Besi Adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Saat ini . Kurang zat besi dalam diit 3. a. adalah sebagai berikut: 1. Menurut Mochtar (1998) penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut: 1. cacing usus. Kurang gizi (malnutrisi) 2. ETIOLOGI Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduannya saling berinteraksi (Safuddin. haid dan lain-lain 5. bahkan murah. malaria dan lain-lain C. Pengobatannya yaitu.

sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal. penyakit saluran pencernaan atau masa kehamilannya tua (Wiknjosastro. Pemberian preparat parenteral dengan ferum dextran sebanyak 1000 mg (20 mg) intravena atau 2 x 10 ml/ IM pada gluteus. 2001). Kebutuhan ini terdiri dari.program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin. sering pusing. urin dan kulit. Anemia Megaloblastik Adalah anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folik. Pada pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat sachli. 2002). Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari. 2. ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba. jarang sekali karena kekurangan vitamin B12. Asam folik 15 – 30 mg per hari . Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg zat besi. 2002). dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan yaitu trimester I dan III. Hasil anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah. Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus. mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah pada hamil muda. Pengobatannya: a. Terapi Parenteral baru diperlukan apabila penderita tidak tahan akan zat besi per oral. Hasil pemeriksaan Hb dengan sachli dapat digolongkan sebagai berikut: 1) Hb 11 gr% : Tidak anemia 2) Hb 9-10 gr% : Anemia ringan 3) Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang 4) Hb < 7 gr% : Anemia berat Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekatai 800 mg. b. Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg zat besi perhari. Untuk menegakan diagnosa Anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan anamnesa. dapat meningkatkan Hb lebih cepat yaitu 2 gr% (Manuaba. dan adanya gangguan penyerapan. 2001).

Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah. pemeriksaan pungsi ekternal dan pemeriksaan retikulosi. Sering pusing. Bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obat penambah darah. kelelahan. hal ini tidak memberi hasil. GEJALA ANEMIA PADA IBU HAMIL Gejala anemia pada kehamilan yaitu:   Ibu mengeluh cepat lelah. Pengobatannya tergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya. Untuk diagnostik diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan diantaranya adalah darah tepi lengkap. 4. serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital. kelemahan. Anemia Hemolitik Adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. Sulfas ferosus 3 X 1 tablet per hari d. . Sehingga transfusi darah berulang dapat membantu penderita ini. Namun pada beberapa jenis obat-obatan. D. membentuk sel darah merah baru. 3. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah. Anemia Hipoplastik Adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang. Vitamin B12 3 X 1 tablet per hari c.b.

atau mudah megantuk 2. Lidah luka. Sakit kepala .       Mata berkunang-kunang. Diet yang tidak adekuat 5. Kehilangan darah kronik 3. Tanda dan Gejala 1. Malaise. Pusing atau kelemahan 3. Riwayat keluarga 4. GAMBARAN KLINIS A. Konsentrasi hilang. Jarak kehamilan yang terlalu dekat 6. Nafas pendek (pada anemia parah). Riwayat 1. Nafsu makan turun (anoreksia). E. Keletihan. Pika ( nafsu makan terhadap bahan bukan makanan ) B. malaise. Anemia pada kehamilan sebelumnya 7. Mentruasi berlebihan 2. dan Keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda.

Anemia megaloblastik makrositik disebabkan oleh gangguan apa pun yang mempengaruhi sintesis DNA sel. Anemia normokrom normositik disertai dengan perdarahan berlebihan atu gagalnya aktivitas sumsum tulang.tetapi sintesis hemoglobin terganggu. Dasar kuku pucat 9. Aneroksia. TES LABORATORIUM Hitung sel darah lengkap dan Apusan darah: untuk tujuan praktis. Takikardi F. Sel-sel kecil. dengan penurunan dengan konsentrasi hemoglobin.mual.4. Kulit pucat 7. tetepi membiarkan hemoglibinasi normal . Apusan darah tepi memberikan evaluasi morfologo eritrosit. Nilai besi serum (serum iron) membantu mambedakan dua kelaianan : besi serum menurun pada defisiensi besi dan normal ( atau meningkat ) pada talasemia. . G. DIAGNOSA BANDING Anemia hipokrom mikrositik: produksi eritrosit norma. maka anemia selama kehamilan dapat didefinisikan sabagai hemoglobin kurang dari pada 10 atau 11 gr/100 ml dan hematokrit kurang dari pada 30% sampai 33% . atau muntah 6. Defiesiensi besi dipengaruhi oleh sintesis hemetalasemia lemah dalam mensientesis globulin. Lesi pada mulut dan lidah 5. Mukosa membrane atau kunjung tiva pucat 8. hitung jenis leukosit dan perkiraan keadekutan trombosit.

PENATALAKSANAAN A. Kadar Hb 10 g/dl disertai Ht 30% menunjukkan anemia (1) Rujuk pasien ke ahli gizi atau konseling gizi.5-11. Waspada dehidrasi dan preklamsi b. Kadar Hb 11. Lakukan hitungan darah lengkap pada kunjungan awal. masalah pembekuan darah. atau peyakit hemolitik herediter lain. d. Kadar Hb 10. Kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrin (Ht) pada kehamilan a. SDM makrositik hipokrom menunjukkan anemia pernisiosa 2. (2) Rekomendasikan pemberian suplemen ferum-sulfat 325 mg per oral. Kadar Hb < 9-10 g/dl dengan Ht 27%-30% dapat menunjukkan anemia megaloblastik. namun masih normal. kaji riwayat pasien 1. Kadar Hb lebih dari 13 g/dl dengan Ht lebih dari 40% dapat menunjukkan hipovolemia. 2.5-13 g/dl dengan Ht 34%-40% menunjukkan keadaan yang normal dan sehat. Kadar Hb <9g/dl dengan Ht <27% atau anemia yang tidak berespon terhadap pengobatan di atas. anemia glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD). 2 atau 3 kali/hari. atau satu kapsul time-release. penyakit sel sabit.H. Morfologi a.5 g/dl dengan Ht 31%-32% menunjukkan kadar yang rendah. c. Kaji riwayat keluarga B. SDM mikrositik hipokrom menunjukkan anemia defisiensi zat besi c. 1. Morfologi normal menunjukkan sel darah merah (SDM) yang sehat dan matang b. Pada saat kunjungan awal.atau keduanya (2) Berikan suplemen zat besi 1 atau 2 kali/hari. Telusuri riwayat anemia. (1) Rujuk pasien ke ahli gizi atau konseling diet. f. seperti Slow-Fe setiap hari e. diperlukan langkah-langkah berikut: .

Atasi tanda-tanda anemia (sesuai informasi sebelumnya pada poin IV-Penatalaksanaan B2). Konsultasikan ke dokter bila: a. (3) Konsultasikan dengan dokter (4) Rujuk pasien ke ahli gizi atau konseling gizi. .0 g/dl atau Ht <27%. Kadar Hb <9. Terdapat penurunan yang signifikan. 2. C.(1) Periksa adanya pendarahan samara tau infeksi. Tidak berespons trhadap terapi setelah 4-6 minggu d. yaitu 28 minggu kehamilan dan 4 minggu setelah memulai terapi. Terdapat penurunan Ht yang menetap walaupun sudah mendapat terapi b. c. 1. dibandingkan dengan hasil sebelumnya (singkirkan kesalahan labotaturium). periksa kadar hematokrin pda awal kunjungan . Bila pasien hamil. (2) Pertimbangkan untuk melakukan uji laboratorium berikut: (a) Hb dan Ht (untuk meyingkirkan kesalahan laboratorium) (b) Kadar kosentrasizat besi serum (c) Kapasitas pegikat zat besi (d) Hitung jenis sel (SDP dan SDM) (e) Hitung retikulosit (untuk megukur produksi eritrosit) (f) Hitung trombosit (g) uji guaiac pada feses untuk medeteksi pendarahan samar (h) Kultur feses untuk memeriksa telur dan parasit (i) Skrining G6PD (lahat panduan untuk anemia: Hemolitik didapat) bila klien keturunan Afika-Amerika.

Kadar Ht < 30% B. AKIBAT LANJUTAN Pada ibu hamil yang anemia dapat mengalami: 1. Satu atau lebih factor-faktor predisposisi anemia 2. Morfologi menunjukkan SDM hipokrom mikrositik . Definisi dan Etiologi A. Konfirmasi diagnosis sebagai anemia defisiensi zat besi bila terdapat: 1. Keguguran. ANEMIA: DEFISIENSI ZAT BESI I. Anemia defisiensi zat besi merupakan anemia yang paling umum saat kehamilan. B. II. 3. Morfologi terdiri dari SDM hipokrom mikrositik.I. Zat besi serum menurun dan kapasitas pengikat zat besi meningkat. Perdarahan sebelum dan pada waktu persalinan. 5. 2. Dapat menimbulkan kematian. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). C. Gambaran Klinis A. Curigai adanya anemia defisiensi zat besi bila terdapat: 1. 4. Lahir sebelum waktunya. sekitar 95% anemia terkait kehamilan tergolong anemia defisiensi zat besi.

(4) Rujuk ke ahli gizi. Terapi anemia: 1. Setiap sediaan garam zat besi standar sudah mencukupi kebutuhan zat besi. Pada kunjungan awal. (2) Diskusikan sumber-sumber zat besi dalam diet. Bila Hb <10 g/dl dan Ht <30%. (1) Tinjau diet pasien. (2) Minum 1-3 tablet per hari dalam dosis yang terbagi. lakukan tindakan berikut: a.2. Terapi oral ialah dengan pemberian : fero sulfat. Berikan konseling gizi. Periksa ulang Ht pada 28 minggu kehamilan. (1) Tablet zat besi time-release merupaka pilihan terbaik. . Kebutuhan zat besi saat kehamilan adalah 60 mg unsure zat besi. (3) Zat besi diabsorbsi lebih baik pada keadaan lambung kosong. Skrining rutin 1. tanyakan tentang riwayat anemia atau masalah pembekuan darah sebelumnya. b. B. III. 2. 2. Minta hitung darah lengkap pada kunjungaan awal. Minum 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudahnya. namun lebih mahal. Sarankan suplemen zat besi sebagai tambahan vitamin paranatal. 3. Penatalaksaan A. (3) Berikan kepada pasien selebaran mengenai makanan tinggi zat besi. Diskusikan pentingnya mengonsumsi vitamin prenatal (disertai zat besi). 4. fero gluconat. Saturasi zat besi serum <15% setelah terapi zat besi pasien dihentikan selama satu minggu. atau Na-fero bisitrat.

Bila Hb <9 g/dl dan Ht <27% pertimbangkan anemia megaloblastik. Kini program nasional mengajukan kombinasi 60 mg besi dan 50µg asam folat untuk profilaksis anemia. 5. untuk mengetahuinya dapat diberikan dosis 0. Pemberian parenteral ini mempunyai indikasi : intoleransi besi pada gastrointestinal. Anemia megaloblastik adalah penyakit yang ditandai dengan penurunan jumlah SDM (sel darah merah) dan hipokrom makrositik. Efek samping pada traktus gastrointestinal relatif kecil pada pemberian preparat Na-fero bisitrat dibandingkan dengan ferosulfat. dapat meningkatkan Hb relatif lebih cepat yaitu 2 g%. 4. 3. (6) Lebih baik mengkonsumsi zat besi bersama antasid atau makanan daripada tidak mengkonsumsi sama sekali. Anemia megaloblastik berhubungan dengan kurangnya sayuran segar atau protein hewani dalam diet. dan kepatuhan yang buruk.5 cc/im dan bila tak ada reaksi. pertimbangkan pemberian cairan IV atau heparin lock saat persalinan. Kelola pasien ini menurut panduan terapi anemia. Efek samping utama ialah reaksi alergi. 6. II. Jarang dijumpai kasus anemia megaloblastik saja.(4) Vitamin C membantu absorbs zat besi. anemia yang berat. Umumnya terkait dengan anemia defisiensi zat besi. C. 7. Minum zat besi disertai jus yang tinggi vitamin C atau tablet vitamin C. Pemberian preparat parenteral yaitu dengan ferum dextran sebanyak 1000 mg (20 ml) intravena atau 2 x 10 ml/im pada gluteus. ANEMIA: MEGALOBLASTIK I. (5) Antasid dan produk susu dapat mengganggu absorbs zat besi. Definisi dan Etiologi A. dapat diberikan seluruh dosis. Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikkan kadar Hb sebanyak 1 g%/bulan. Gambaran klinis . B. Bila kadar Hb <9 g/dl dan Ht ≤27% saat mulai persalinan.

dan sedikit peningkatan pada hitung Hb dan Ht. Satu sampai dua milligram asam folat per hari untuk memperbaiki defisiens asam folat. Suplemen zat besi. III. Kadar Hb dan Ht rendah serta tidak berespon terhadap terapi zat besi C.A. dengan pertimbangan bahwa anemia megaloblastik jarang terjadi tanpa anemia defisiensi zat besi. Hitung darah lengkap 1. Perhatikan adanya peningkatan hitung retikulosit sebesar 3-4% dalam 2-3 minggu. 2. Konseling gizi 1. Anoreksia B. Mual dan muntah 2. Rekomendasikan sumber-sumber asam folat dalam diet 3. Suplemen 1. Vitamin prenatal yang mengandung asam folat dan zat besi 2. Rujuk ke ahli gizi C. atau keduanya. B. Penatalaksanaan A. 3. Riwayat diet menunjukkan asupan rendah sayuran segar. Ulangi hitung darah lengkap dalam 1 bulan. Morfologi 1. SDM hipokrom makrositik 2. Gejala 1. protein hewani. ANEMIA: HEMOLITIK DIDAPAT (ACQUIRED HEMOLYTIC ANEMIA) . Kaji diet pasien 2.

lakukan kultur dan sensitivitas (culture and sensitivity. B. Etiologi. Terapi 1. Penatalaksanaan A. Infeksi dan beberapa obat oksidik pada kondisi defisiensi G6PD akan memicu hemolisis SDM yang megakibatkan anemia hemolitik ringan sampai berat. Diafenilsulfon 7. dan Mediterania. Dua persen dari semu wanta keturunan Afrika-Amerika menderita penyakit ini. Pengobatan: Pasien harus menghindari obat-obat berikut: 1. Asam para-aminosalisilat 5. C&S) urine bulanan. Definisi. Fenasetin . Resepkan 1 mg asam folat setiap hari. Insidens. Skrining: Pasien keturunan Afrika-Amerika yang mengalami anemia atau kerap mengalami infeksi saluran kemih (ISK) berulang harus menjalani skrining G6PD. C. II. Aldomet 2. 4. Asam askorbat (dosis besar) 3. Berikan daftar obat-obatan yang perlu dihindari. yaitu enzim yang berfungsi sebagai katalis penggunaan glukosa secara aerob oleh SDM. 3. Bila pasien hamil. Asam nalidiksik 4. yang ditandai dengan ketidak mampuan tubuh memproduksi enzim G6PD.I. Aspirin 6. 2. Anemia ini dapat ditemukan pada keturunan Afrika-Amerika. Suatu defek enzimatik yang terkait-kromosom X dan diturunkan. III. Konsultasikan dengan dokter bila pasien dalam keadaan krisis atau mengalami anemia berat. Asia. IV.

yang bias juga normokrom atau hipekrom. Diagnosis ditegakkan bila terjadi perbaikan setelah percobaan terapi dengan 1000 mg vitamin B12 per parenteral selama 3 bulan. Diagnosis A. II. Defisiensi dan Etologi A. IV. Kuinidin 12. Isoniazid 9. Anemia pernisiosa disebabkan kekurangan faktor intrinsik pada asam lambung. Kloramfenikol 10. morfologi SDM menjadi normal. Anemia pernisiosa ditandai dengan SDM makrositik. B. B. yang diperlukan untuk absorbsi vitamin B12 dari makanan . Kasus ini jarang dijumpai pada individu dibawah usia 35 tahun. SDM tidak matang dengan normal. Penatalaksanaan .8. Terapi asam folat dapat menyamarkan anemia pernisiosa karena SDM menjadi normositik. SDM pada anemia sulit dibedakan dengan SDM pada defisiensi asam folat. III. namun hematokrit tdak meningkat. meskipun penyakit ini masih ada. Kuinakrin (atabrine) 11. C. Gambaran Klinis A. Kuinin 13. Curigai adanya anemia pernisiosa bila setelah terapi asam folat. B. karena B12 tidak dapat diabsorbsi. Kuinosid 14. Methylene blue ANEMIA: PERNISIOSA I.

Bila tidak ada perubahan. Kaji diet pasien terhadap produk hewani. Ulangi hitung sel darah lengkap dalam 1 bulan. Satu dari 500 keturuna Afrika-Amerika menderita penyakit ini.A. Pada sifat (trait) sel sabit. Angka morbiditas dan mortalitas penyakit ini tinggi. B. Penatalaksanaan A. B. ada satu gen normal dan satu gen Hb-S. kedua gen adalah Hb-S. 2. Bila uji positif. Kondisinya membaik bila: a. kedua gen normal dan tidak ada masalah. 2. Morfologi normal b. minta pemeriksaan elektroforesis hemoglobin. Bila uji negatif. penyakit ini kronik dan melemahkan. Bila asupan dietnya kurang sumber-sumber vitamin B12 berikan konseling gizi. Insidens 1. ANEMIA: SEL SABIT I. II. Satu dari 12 keturunan Afrika-Amerika membawa sifat sel sabit. konsultasikan ke dokter. C. Jenis 1. 1. Programkan skrining sel sabit pada semua pasien Afrika-Amerika: 1. Pada penyakit sel sabit. D. 2. Berikan 1 cc (1000 ng) vitamin B12 parenteral per IM setiap bulan. Definisi dan Etiologi A. Kadar Ht meningkat 2. gejala tidak tampak kecuali pada keadaan deprivasi oksigen berat. . Tawarkan rujukan ke ahli gizi.

b.pasien dianggap beresiko tinggi dan harus dirujuk ke dokter. Bila gen homozigot. . Pertimbangkan kultur dan sensitivitas urine bulanan karena peningkatan resiko ISK selama kehamilan. Bila gen heterozigot. 2. pasien dianggap beresiko rendah dapat dikelola secara normal selama kehamilan dan persalinan. Sarankan pemeriksaan ayah bayi.a. Beri konseling kepada pasien: 1. C. ada kemungkinan bayinya menderita penyakit ini. Rujuk pasien untuk konseling genetik bila perlu. B. Bila gen ayah juga heterozigot. Jelaskan kepada pasien mengenai sifat sel sabit yang dibawanya. 3.

PENGKAJIAN Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluru(Boedihartono. berbentuk seperti sendok (koilonikia) (DB). Sklera : biru atau putih seperti mutiara (DB). faring. angina. Pengkajian pasien dengan anemia (Doenges. Kelemahan otot. Bahu menurun. dan tanda-tanda lain yang menunujukkan keletihan. menstruasi berat (DB). takikardia. postur lunglai. Integritas ego . AP) atau kuning lemon terang (AP). hipotensi postural. lesu. tubuh tidak tegak. tumbuh uban secara premature (AP). misalnya perdarahan GI kronis. 3. dispnea pada waktu bekerja atau istirahat. Toleransi terhadap latihan rendah. Pengisian kapiler melambat (penurunan aliran darah ke kapiler dan vasokontriksi kompensasi) kuku : mudah patah. menipis. menarik diri. berjalan lambat. bibir) dan dasar kuku. Bunyi jantung : murmur sistolik (DB). pucat (aplastik. Ekstremitas (warna) : pucat pada kulit dan membrane mukosa (konjuntiva. apatis. Sirkulasi Gejala : riwayat kehilangan darah kronik. 1994). Kulit seperti berlilin. Tanda : takikardia/ takipnae . (catatan: pada pasien kulit hitam. mulut. mudah putus. Disritmia : abnormalitas EKG. pucat dapat tampak sebagai keabu-abuan). 1999) meliputi : 1. Ataksia.BAB III KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA A. Palpitasi (takikardia kompensasi). penurunan semangat untuk bekerja. Rambut : kering. malaise umum. kelemahan. dan kurang tertarik pada sekitarnya. Letargi. Riwayat endokarditis infektif kronis. depresi segmen ST dan pendataran atau depresi gelombang T. CHF (akibat kerja jantung berlebihan). dan penurunan kekuatan. Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak. Aktivitas / istirahat Gejala : keletihan. 2. Tanda : TD : peningkatan sistolik dengan diastolik stabil dan tekanan nadi melebar. Kehilangan produktivitas .

masukan diet protein hewani rendah/masukan produk sereal tinggi (DB). kering. dan posisi. Tanda : depresi. berdenyut. Nyeri/kenyamanan Tanda : takipnea. Eleminasi Gejala : riwayat pielonefritis. Gejala : riwayat TB. pucat. Oftalmik : hemoragis retina (aplastik. misalnya inflamasi bibir dengan sudut mulut pecah. cat. dan bayangan pada mata. dan sebagainya (DB). sindrom malabsorpsi (DB). tampak kisut/hilang elastisitas (DB). Tanda : lidah tampak merah daging/halus (AP. paralysis (AP). Penurunan haluaran urine. Gangguan koordinasi. anoreksia. Membrane mukosa kering. AP). 4. tanda Romberg positif. Diare atau konstipasi. lambat dan dangkal. 7. Gejala : nyeri abdomen samara : sakit kepala (DB) 8. gelisah. Turgor kulit : buruk. 5. ortopnea. kesulitan menelan (ulkus pada faring). kotoran. Insomnia. Nyeri mulut atau lidah. . 6. Tanda : peka rangsang. tinnitus. Mual/muntah. Makanan/cairan Gejala : penurunan masukan diet. pusing. depresi cenderung tidur. ketidak mampuan berkonsentrasi. gagal ginjal. klaudikasi. dyspepsia. misalnya penolakan transfusi darah. tanah liat. penurunan penglihatan. Adanya penurunan berat badan. ataksia. defisiensi asam folat dan vitamin B12). (DB). melena. vertigo. kaki goyah . Napas pendek pada istirahat dan Pernapasan aktivitas. Kelemahan. apatis. Flatulen. Epitaksis : perdarahan dari lubang-lubang (aplastik). Mental : tak mampu berespons. parestesia tangan/kaki (AP) . Tidak pernah puas mengunyah atau peka terhadap es. Stomatitis dan glositis (status defisiensi).Gejala : keyakinanan agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan. Sensasi manjadi dingin. keseimbangan buruk. dan dispnea. feses dengan darah segar. penurunan rasa getar. tepung jagung. Bibir : selitis. Tanda : distensi abdomen. Neurosensori Gejala : sakit kepala. Hematemesis. abses paru.

Riwayat kanker. baik terhadap pengobatan atau kecelekaan. Tidak toleran terhadap dingin dan panas. Seksualitas Gejala : perubahan aliran menstruasi. B. berkeringat malam. Imppoten. Intoleransi aktivitas Melaporkan berhubungan dengan 1.. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mencerna makanan 3. Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh sekunder yang tidak adekuat (mis: penurunan hemoglobin. Riwayat terpajan pada radiasi. Tanda : demam rendah. Konstipasi berhubungan dengan perubahan pada pola makan. Hilang libido (pria dan wanita). terapi kanker. 10. Ptekie dan ekimosis (aplastik). DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. C.9. Kaji kemampuan 1. limfadenopati umum. Transfusi darah sebelumnya. Tanda : serviks dan dinding vagina pucat. misalnya menoragia atau amenore (DB). eukopenia. INTERVENSI KEPERAWATAN No Diagnosa Keperawatan Tujuan/Kriteria hasil Intevensi Rasional 1. sering infeksi. Keamanan Gejala : riwayat pekerjaan terpajan terhadap bahan kimia. 2. supresi/penurunan respon inflamasi) 4. penyembuhan luka buruk. Gangguan penglihatan. menggigil. Mempengaruhi pasien untuk pilihan peningkatan toleransi melakukan untuk intervensi/bantuan aktivitas(termasuk melakukan .

Kaji defesiensi vitamin kehilangan/gang B12 guan mempengaruhi keseimbangan keamanan gaya jalan. cedera. 2. tugas/AKS normal. pusing. kardiopulmonal pernapasan dari upaya jantung selama dan dan paru untuk sesudah membawa jumlah aktivitas. aktivitas sehari-hari. Anjurkan pasien 5. 4. nadi. Regangan/stres kardiopulmonal berlebihan/stres dapat menimbulkan kegagalan. Menunjukkan perubahan neurologi karena 2. Ubah posisi kebutuhan oksigen pasien dengan tubuh dan perlahan dan pantau terhadap menurunkan regangan jantung pusing. 3. berdenyut dan peningkatan resiko cedera. Manifestasi darah. 6. dan paru. 6. Awasi tekanan 3. . Berikan 4. Meningkatkan istirahat untuk menurunkan 5. Hipotensi postural untuk atau hipoksia menghentikan serebral dapat aktivitas bila menyebabkan palpitasi. lingkungan tenang.ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. oksigen adekuat ke jaringan. pasien/resiko kelemahan otot.

Berikan makan sedikit dan 3. meminimalkan kemungkinan infeksi. 4. catat kejadian mual/muntah. Berikan dan bantu hygiene 5.2. Observasi dan laboratorium normal. menduga kemungkinan intervensi. 7. Gejala GI dapat menunjukkan efek anemia (hipoksia) pada organ. Timbang berat badan tiap hari. Ketidakseimbangan Menunjukkan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mencerna makanan. frekuensi sering dan/atau makan diantara waktu makan. mulut yang baik sebelum dan sesudah makan. Kolaborasi : 1.Berikan obat sesuai indikasi. Kaji riwayat 1. Observasi dan 4. catat masukan 2. Mengawasi masukan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan. stabil dengan nilai 2. Berikan pencuci mulut yang diencerkan bila mukosa oral luka. 1. Meningkatkan nafsu makan dan pemasukan oral. Teknik perawatan mulut khusus mungkin . makanan pasien. Mengawasi penurunan berat badan atau efektivitas intervensi nutrisi. 6. Makan sedikit dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan pemasukan juga mencegah distensi gaster. menurunkan pertumbuhan bakteri. flatus dan gejala lain yang berhubungan. termasuk peningkatan berat makanan yang badan atau berat badan disukai. nutrisi. 5. gunakan sikat gigi halus untuk 6. penyikatan yang lembut. 3. Mengidentifikasi defisiensi.

Menurunkan resiko infeksi bakteri. penggantian 2.mis. Tingkatkan cuci 1. resiko infeksi. atau bila kehilangan darah terlalu cepat untuk penggantian oral menjadi efektif. 2. asam 7. Diberikan sampai defisit diperkirakan teratasi dan disimpan untuk yang tak dapat diabsorpsi atau terapi besi oral. Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh sekunder yang tidak adekuat (mis: penurunan hemoglobin. asam folat (Flovite).Vitamin dan diperlukan bila suplemen jaringan mineral. berat. pasien. Mngidentifikasi perilaku 1. Kolaborasi : askorbat 1. Kebutuhan (vitamin C). seperti rapuh/luka/perdar sianokobalamin ahan dan nyeri (vitamin B12). Mencegah kontaminasi silang. 3. Pertahankan 3. 2. tangan yang baik untuk oleh oemberi mencegah/menurunkan perawatan dan 2.) tergantung pada tipe anemia dan/atau adanya masukan oral yang buruk dan defisiensi yag diidentifikasi. Membantu dalam pengenceran secret teknik aseptic pernafasan untuk ketat pada mempermudah prosedur/ pengeluaran dan .Besi dextran (IM/IV.

diare. membutuhkan 4.eukopenia. konsistensi. Kolaborasi: untuk pengobatan berikan proses infeksi local. Tingkatkan masukan cairan 4. 4. dan pada pola makan. Bunyi usus secara usus umum meningkat 3. Auskultas bunyi 2. evaluasi/pengobata catat adanya n. dengan perubahan frekuensi. mencegah statis cairan tubuh. 2. antibiotic sistemik. jumlah. Awasi masukan pada diare dan dan haluaran menurun pada dengan konstipasi. Pantau suhu. Konstipasi Membuat/kembali pola 1. mengidentifikasi dehidrasi. perawatan luka. Dapat makanan/cairan. berhubungan normal dari fungsi usus. Kolaborasi: berikan obat anti defisiensi diet. Kaji kondisi kulit kehilangan perianal dengan berlebihan atau sering. Observasi warna 1. Mencegah difenoxsilat ekskoriasi kulit dan hidroklorida. antiseptic topical. supresi/penurunan respon inflamasi). alat dalam mengidentifikasi 5. perhatian khusus pada 3. feses. . Adnya proses inflamasi/infeksi adekuat. misalnya: 4. 4. 3. Membantu mengidentifikasi penyebab/ factor pemberat dan intervensi yang tepat. Mungkin digunakan dengan atau secara propilaktik untuk menurunkan tanpa demam kolonisasi atau 5. menggigil dan takikardia 5.

Nanda. Sarwono. Tidak ada tanda terjadinya malnutrisi.2009. B. perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan/atau berat badan yang sesuai.Jakarta:EGC. Klien menunjukan perilaku. EVALUASI 1.dkk. Terjadi penurunan tanda fisiologis intoleransi. Loowdermilk.M. Menurunkan multilitas usus bila diare terjadi. nadi.Diagnosa Keperawatan 2009-2011. 2.2005. mis. Marilynn E.Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Meternal dan Neonatal. Perilaku untuk mencegah/menurunkan risiko infeksi dapat diidentifikasi.dkk.D.2006.kerusakan kulit.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka. 2009. Doenges. 5.2000. Obstetri dan Ginekologi Pansuan Praktik.Kapita Selekta Kedaruratan Obstet dan Ginekologi. Fungsi usus mulai kembali normal. Taber Ben-zion. . pernapasan. A.Jakarta:EGC. Prawirohardjo. dan TD masih dalamrentang normal pasien.1994. mempertahankan DAFTAR PUSTAKA Morgan Geri. D. dkk.Jakarta:EGC.Buku Ajar Keperawatan Maternitas. 4. 3.Jakarta:EGC.

com Login to Twitter Login to OpenID Name Email Website (optional) Displayed next to your comments. .Manuaba. Be the first one! Post a new comment  Enter text right here! Comment as a Guest. Ida Bagus Gde. or login:     Login to IntenseDebate Login to WordPress. Not displayed publicly.Jakarta:EGC Share Login Follow the discussion Comments There are no comments posted yet. If you have a website.Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan KB. link to it here.2001.

tk | www. 5.upik.New !! AsKep Anemia (Diagnosa Nanda 2011) . AsKep Diabetes Gestasional AsKep Anak dengan Anemia . 8. 9.New !! Mekanisme Koping Orientasi Pegawai Kesehatan Partograf Patologi Ilmu . 16.tk Mengenai Saya . 6. 15.New !! AsKep Tumor Ginjal Kumpulan Makalah 1. 13. 3. Fisioterapi Dada Pada Anak . 7. 9.Diagnosa Nanda 2011 . 12. 6. 10.New !! AsKep Hiperemesis Gravidarum AsKep Hipopituitari . 3. 14. 4. 11. 2. 2. 5.New !! Pembiayaan Kesehatan Perlukah Susu Kalsium Tinggi ? Transportasi Dan Aksesibilitas Lansia www. 11.upik. 7.upik. 4.New !! AsKep OTALGIA AsKep Perikondritis AsKep Perubahan dan Adaptasi Psikologis selama Masa Kehamilan AsKep Pylonefritis .New !! Job Description Kamar Operasi Konsep Dasar Penyakit Parkinson Manajemen Logistik Keperawatan Manajemen Pengangkatan Pegawai . 8. 10. 12.tk | www.New !! AsKep Dismenore .New !! AsKep Gangguan Telinga karena Benda Asing AsKep Hematologi (All In One) AsKep Herpes Zoster AsKep Hiperemasis Gravidarum .Submit Comment Subscribe to Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Daftar isi Asuhan Keperawatan 1.New !! AsKep Meniere .Diagnosa Nanda 2011 .

upik..www.tk unknownable.. Lihat profil lengkapku TEKAN CTRL + KLIK SALAH SATU IKLAN DIBAWAH UNTUK MENGHILANGKAN KOTAK INI .