You are on page 1of 18

LIPOMA

Refrat ini dibuat untuk melengkapi persyaratan mengikuti
Kepaniteraan Klinik Jnior di Bagian Ilmu Bedah RSUD Raden Mattaher
Fakultas Kedokteran Universitas Jambi

KELOMPOK A3:
1. FARINA SEPTIANA

G1A106005

2. MABRUROH

G1A106014

3. MARIO NATAPUTRA

G1A106016

4. FITRI YANI

G1A106027

5. LISA ISKANDAR

G1A106044

6. JOKO PRIMA ATMAJA

G1A106093

KEPANITERAAN JUNOR KLINIK
BAGIAN INSTALASI BEDAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS JAMBI

B (K) Onk . Sp. MABRUROH G1A106014 3. JOKO PRIMA ATMAJA G1A106093 Oleh: Pembimbing dr. FITRI YANI G1A106027 5. Riadi Ali. MARIO NATAPUTRA G1A106016 4. FARINA SEPTIANA G1A106005 2. LISA ISKANDAR G1A106044 6.2009/2010 LEMBAR PENGESAHAN PRESENTASI KASUS LIPOMA KELOMPOK A3: 1.

Mengingat makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.KEPANITERAAN KLINIK JUNIOR BAGIAN INSTALASI BEDAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS JAMBI 2009/2010 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Jambi. Akhir kata penulis ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata atau penulisan yang salah pada makalah ini. Karena atas berkat dan rahmatNya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “LIPOMA” ini guna memenuhi persyaratan KKJ di Bagian Bedah Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Ucapan terima kasih yang tulus penulis ucapkan kepada dosen-dosen pembimbing dan Rekan-rekan seperjuangan. maka kritik dan saran yang sifatnya membnagun sngat kami harapkan guna perbaikan penyusunan makalah selanjutnya. Dalam penulisan makalah ini penulis ucapkankan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan memberi dorongan dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Juni 2010 Penulis .

7 Diagnosis II.7 Prognosis I.5 Fraktur Femur II.6 Rencana Pemeriksaan Penunjang I.8 Terapi BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.8 Penatalaksanaan .1 Definisi II.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PENDAHULUAN BAB I PRESENTASI KASUS I.1 Identitas Penderita I.4 Diagnosis Kerja I.5 Diagnosis Banding I.4 Klasifikasi II.3 Pemeriksaan Fisik I.2 Anamnesis I.7 Pemeriksaan Penunjang II.6 Gejala Klinis II.2 Epidemiologi II.3 Etiologi II.

sel hematopoetik. otot. dan jaringan neurovaskular. Tumor jarinagn lunak umunya diklasifikasikan berdasarkan jenis jaringna yang membentuknya. otak dan selaputnya. termasuk lemak. jaringan fibrosa. B. Tumor jaringa lunak dapat terjadi pada semua usia. Sebagian besar adalah lesik jinak yang ditemukan secara tidak sengaja atau menimbulkan perhatian karena efek massa lokal. tulang rawan. istilah jaringan lunak digunakan untuk menjelaskan semua jaringan nonepitelial selain tulang.BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasrkan perjanjian. Tujuan Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini antara lain:  Mahasiswa mampu menjelaskan definisi Lipoma  Mahasiswa mampu menjelaskan tanda dan gejala klinis Lipoma  Mahasiswa mampu menjelaskan patofisiologi Lipoma  Mahasiswa mampu menjelaskan penatalaksanaan Lipoma . Namun sebagian tumor jaringan lunaka tidak diketahui asalnya. serta jaringan limfoid.

2 Anamnesis • Keluhan Utama : Benjolan pada bokong sebelah kiri • Keluhan Tambahan : (-) • Riwayat perjalanan penyakit : .1 Identitas Penderita Nama : ERT Umur : 14 th Jenis Kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Tani Status : Belum Menikah Agama : Islam Tanggal Masuk : 1.BAB I PERSENTASI KASUS 1.

Status Present .• Riwayat Penyakit dahulu: Trauma (-) DM disangkal Hipertensi disangkal • Riwayat penyakit keluarga DM & Hipertensi disangkal 1.3 Pemeriksaan Fisik A.

o epiktasis (-) • Bibir : o • Tidak sianosis Telinga : o hematom (-) o Sekret dari telinga (-) . Status Generalisata : • Kepala : simetris. : 37 °C GCS : E4 M6 V5 B. bentuk: mesochepal • Mata : o Konjunktiva anemis (-) o pupil isokor kiri dan kanan o refleks cahaya +/+ • Hidung : o Pernafasan cuping hidung (-). Darah : 120/80 mmhg Nadi : 88 x / menit RR : 24 x / Menit Temp.Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Composmentis Tek.

murmur (-). II reguler.• Leher : o JVP 5-2 cmH2O o Pembesaran kelenjar getah bening (-) • Thoraks o Inspeksi : Simetris fusiform. retraksi suprasternal (-) o Palpasi : Stem fremitus kanan = kiri o Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru batas jantung : Atas o Auskultasi • : ICS II kiri Kanan : linea para sternal kanan Kiri : 1 cm Mid clavicula kiri : Suara pernafasan vesikuler o Paru : vesikuler normal. • o Perkusi : timpani o Auskultasi : BU (+) normal Ektremitas . reguler . ronchi (-). Gallops (-) Abdomen o Inspeksi : Simetris o Palpasi : Soepel Hepar. ginjal dan limpa tidak ada pembesaran. wheezing (-) o Jantung : BJ I. retraksi interkostal (-).

6 Rencana Pemeriksaan Penunjang Biopsi Rontgen Thorak . Status Lokasi Extremitas inferior Pada Gluteus Maximus Sinistra  Inspeksi : Warna kulit normal Hiperemis (-) Tampak 2 benjolan  Palpasi : Nyeri tekan (-) Benjolan→ Uk : 5x5 cm & 2x2 cm Batas tegas Keras 1.5 Diagnosis Banding Liposarcoma Kista ateroma Abses 1.o Superior : Pembesaran KGB axilla (-) o Inferior : Pembesaran KGB inguinal (-) C.4 Diagnosis kerja Lipoma 1.

7 Prognosis : Quo ad vitam = Quo ad bonam Quo ad fungsional = Quo ad bonam 1.1 Definisi .8 Terapi: Operasi BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.Darah lengkap GDS OT. BT 1.

Tidak selalu jika kita mempunyai orangtua atau leluhur yang mempunyai lipoma ini. Karena lipoma merupakan lemak. Beberapa dokter percaya bahwa timbulnya lipoma biasanya dipicu dengan trauma kecil pada daerah yang bersangkutan. Jenis yang paling sering adalah yang berada lebih ke permukaan kulit (superficial).2 II. Angiolipoleimyma 3. namun juga dapat dijumpai pada anak-anak. sendi. Biasanya lipoma berlokasi di kepala.3 Varian Lipoma 1. 2002 : 268) Lipoma merupakan tumor mesenkim jinak (benign mesenchymal tumors) yang berasal dari jaringan lemak (adipocytes). bahu. Lipoma dapat menyerang anak dan dewasa. atau lengan.2 Etiologi Penyebab dari lipoma tidak diketahui dengan pasti.2 Lipoma adalah tumor jaringan lunak yang paling sering ditemukan.2 Biasanya lipoma dijumpai pada usia lanjut (40-60 tahun). Lipoma timbul tidak selalu karena faktor keturunan. maka kita akan mempunyai lipoma juga.3 II. saraf. Tidak ada korelasi antara pertumbuhan lipoma dengan kelebihan BB (over weight). badan. Namun ada suatu sindrom yang disebut hereditary multiple lipomatosis.Lipoma adalah tumor jinak subkutis yang berisi jaringan lemak. ataupun tendon. yaitu seseorang yang mempunyai lebih dari 1 lipoma pada tubuhnya. Tumor ini muncul dimana saja di tubuh. tetapi umunya sering pada jaringan subkutis. leher. Jenis yang lain adalah yang letaknya lebih dalam dari kulit seperti dalam otot. maka dapat muncul dimanapun pada tubuh ini. Angiolipoma 2. (Siregar. Chondroid lipoma . dan lebih sering pada pria. punggung.

tidak termasuk visera. dan tidak nyeri. b. Superficial subcutaneus lipoma II.2 Parameter-parameter yang penting untuk menentukan penatalaksanaan klinisnya adalah: a. dan sistem limforetikuler. Pleomorphiclipoma 9. c. Lipoma kebanyakan berukuran kecil. Ukuran makin besar massa tumor. Klasifikasi histologi dan penentuan stadium (grading) yang akurat (terutama di dasarkan pada derajat diferensiasinya). Pertumbuhannya sangat lambat dan jarang sekali menjadi ganas. Hibernoma 6. 20% di ekstermitas atas. Makin superfisial. terutama daerah paha. Intradermal spindle cell lipoma 7. d. dan 30% di badan dan retroperitoneum. selaput otak. Spindle cell lipoma 10.4.6 Manifestasi Klinis . Lokasi tumor. namun dapat tumbuh hingga mencapai lebih dari diameter 6 cm. prognosis makin baik. Neural fibrolipoma 8. Staging.4 Gejala Klinis Lipoma bersifat lunak pada perabaan.5 Patofisiologi Pada umumnya tumor-tumor jaringan lunak (soft tissue tumors [STTs]) adalah proliferasi masenkimal yang terjadi di jaringan nonepitelial ekstraskeletal tubuh. II.2 II. meskipun kirakira 40% terjadi di ekstermitas bawah. dan perkiraan laju pertumbuhan yang didasarkan pada mitosis dan perluasaan nekrosis. Dapat timbul di tempat di mana saja. Lipoma corpus callosum 5. 10% di kepala dan leher. dapat digerakkan. makin buruk hasil akhirnya.

muntah (vomiting). misalnya:2 a. II. c. Esophageal lipomas dapat berhubungan dengan aspiration dan infeksi saluran pernapasan yang berturutan (consecutive respiratory infections). d. c.Lipoma seringkali tidak memberikan gejala (asymptomatic). Lipoma juga sering terjadi pada payudara. f. atau dapat menjadi jelas melalui perdarahan (hemorrhage). untuk evaluasi jaringan (histology). Lipoma di saluran napas utama (major airways) dapat menyebabkan gagal napas (respiratory distress) yang berhubungan dengan gangguan bronkus (bronchial obstruction). Pasien datang dengan lesi parenkim (parenchymal lesions) atau endobronchial. jejunum. bila disertai gejala. Terlihat sebagai suatu massa kuning di kamar/bilik jantung (cardiac chamber). nyeri saat menelan (dysphagia). dan normalnya tidak berkapsul (unencapsulated). saat tumbuh.8 Penatalaksanaan . b. regurgitation. d. Lipoma jantung (cardiac lipomas) terutama berlokasi di subendocardial. Lipoma di usus (intestines). lebih dari 5 cm II. Biasanya pedunculated dan dependent. kosmetika (jenis subcutaneous lipomas). dan reflux. colon dapat menyebabkan nyeri perut (abdominal pain) dari obstruksi atau intussusception. misalnya: duodenum.7 Indikasi Lipoma dihilangkan dengan alasan sebagai berikut:2 a. Pasien dengan lipoma kerongkongan (esophageal lipoma) dapat disertai obstruction. Gejala yang muncul tergantung dari lokasi. namun tak sesering yang diharapkan mengingat luasnya jaringan lemak. Lipoma juga dapat muncul di jaringan subkutan vulva. b. jarang intramural. e. membesar.

dan duodenum) atau colon. Selain itu. Lipoma paru-paru memerlukan resection parenkim paru-paru atau saluran pernafasan yang terlibat (the involved airway). Terapi tergantung lokasi tumor. Lipoma pada vulva dapat dihilangkan di tempat (locally excised). baik dalam kanalis spinalis maupunke luar. atau perdarahan (hemorrhage). Lipoma pada payudara (breast lipomas) dihilangkan jika pada dasarnya meragukan. c. e. jaundice. lipoma dapat terus membesar. b. f. khususnya duodenum.2 a.1 Pembedahan (complete surgical excision) dengan kapsul sangatlah penting untuk mencegah kekambuhan setempat (local recurrence). Pada umunya pembedahan tidak sederhana karena batas antara jaringan saraf dengan jaringan lipoma sukar ditentukan akibat timbul fibrosis sehingga diperlukan bedah mikro. maka diperlukan pembedahan (surgical excision). semakin mudah eksisi dikerjakan. d. perut (stomach). Lipoma usus. Pemindahan setempat diindikasikan pada lipoma di dekat saluran nafas utama (major airways). Tujuan pembedahan adalah membebaskan mielum dari perlekatan yang sesudah lipoma di eksisi semaksimal mungkin. Terapi Medis Terapi medis termasuk eksisi endoskopik tumor di traktus gastrointestinal bagian atas (misalnya: esophagus.a. b. Jika lipoma esophagus tidak dapat dipindahkan dengan endoskopi. Pemindahan setempat (Local removal) diindikasikan pada lipoma usus (intestinal lipomas) yang menyebabkan obstruction. Terapi Pembedahan Pembedahan sebaiknya segera dilakukan karena semakin kecil lipoma. Pada lokasi yang tidak biasanya. sebaiknya dihilangkan baik secara endoskopi maupun pembedahan karena dapat menyebabkan obstruction.2 II.9 Perawatan Pasca Pembedahan . pemindahan lipoma menyesuaikan tempatnya.

Tergantung banyak hal misalnya lokasi lipoma. 3. 4. jaga agar kondisi luka tetap kering. 2.1. Luka tidak boleh kena air minimal 7 hari ( bisa lebih lama tergantung proses operasi yang dilakukan ). ukuran lipoma. Pencegahan agar tidak terjadi infeksi luka operasi. . Rasa nyeri akan timbul untuk beberapa hari. Pada lipoma yang cukup besar dan letaknya dalam diperlukan pemasanagn drain/ selang pada luka operasi utuk mengalirkan sisa-sisa bekuan darah post op. keadaan pasien secara keseluruhan.

2002 : 268) Lipoma merupakan tumor mesenkim jinak (benign mesenchymal tumors) yang berasal dari jaringan lemak (adipocytes). terutama daerah paha. Selain itu. Pada umunya pembedahan tidak sederhana karena batas antara jaringan saraf dengan jaringan lipoma sukar ditentukan akibat timbul fibrosis sehingga diperlukan bedah mikro. Pertumbuhannya sangat lambat dan jarang sekali menjadi ganas. Lipoma bersifat lunak pada perabaan. Dapat timbul di tempat di mana saja. Lipoma kebanyakan berukuran kecil. namun dapat tumbuh hingga mencapai lebih dari diameter 6 cm. . dan sistem limforetikuler. tidak termasuk visera. Pada umumnya tumor-tumor jaringan lunak (soft tissue tumors [STTs]) adalah proliferasi masenkimal yang terjadi di jaringan nonepitelial ekstraskeletal tubuh. lipoma dapat terus membesar. dan 30% di badan dan retroperitoneum. 10% di kepala dan leher. 20% di ekstermitas atas. dapat digerakkan. (Siregar. Pembedahan sebaiknya segera dilakukan karena semakin kecil lipoma. Tujuan pembedahan adalah membebaskan mielum dari perlekatan yang sesudah lipoma di eksisi semaksimal mungkin.BAB III KESIMPULAN Lipoma adalah tumor jinak subkutis yang berisi jaringan lemak. selaput otak. meskipun kirakira 40% terjadi di ekstermitas bawah. baik dalam kanalis spinalis maupunke luar. semakin mudah eksisi dikerjakan. dan tidak nyeri.

Jong. Jakarta : EGC 2. 2004.wim de. 2002. Buku Ajar Patologi Edisi 7. Siregar.DAFTAR PUSTAKA 1. Saripati Penyakit Kulit. 2007. Edisi 2. 3. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Robbins. Jakarta : EGC . Jakarta : EGC.