You are on page 1of 2

Peripheral giant cell granuloma (PGCG) is a non-neoplastic lesion representing a local hyperplastic reaction to injury or inflammation.

Hyperplasia (or "hypergenesis") means increase in number of cells/proliferation of cells. Hyperplasia is a common preneoplastic response to stimulus. Peripheral giant cell granuloma is a hyperplastic response in the gingival connective tissue is dominated by cellular components and endothelial histiositik. Both cell types are mixed and arranged in alobular pattern separated by fibrous connective tissue containing blood vessels of the sinusoids. Continued proliferating tissues causing organ enlargement or commonly referred to as neoplasia or benign tumor. Lesion begins with a dome-shaped swelling colored reddish orpurplish in the interdental papilla or alveolar ridge. Larger lesionsare usually around one or more teeth, often involving the periodontalligament, including the apex of the tooth. These lesions lead to the loss and movement of the teeth. In the edentulous area, domeshaped lesions, purple, and usually have an intact surface.Periapical radiographs typically show a loss of superficial layers ofcortical bone, and the remaining bones in the middle who are not involved. Peripheral giant cell granuloma is characterized by a swelling of the boundary is clear, loud, and often ulcerated. Basically not stemmed, smooth surface or slightly granulated and pink to red purple. Nodules are usually a few mm to 1 cm in diameter, although therapid enlargement can create a disturbing growth of the teeth beside it. Lesions are usually asymptomatic, but at because it is aggressive, then the underlying alveolar bone is often involved and make a radiolucency "peripheral cuff" superficial pathognomonic

Bahasa Indonesia : PGCG adalah lesi non neoplastik dari reaksi hiperplastik local atau inflamasi. Hiperlasia berarti bertambahnya jumlah sel / proliferasi sel. PGCG adalah reaksi hiperplastik pada jaringan ikat gingiva yang didominasi oleh komponen seluler histiositik dan endotelial. Kedua jenis sel tersebut bercampur baur dan tersusun pada pola lobular yang dipisahkan oleh jaringan ikat fibrous yang mengandung pembuluh darah sinusoid yang besar. Jaringan tersebut terus berpoliferasi sehingga menyebabkan pembesaran organ atau yang biasa disebut dengan neoplasia atau tumor jinak. Lesi diawali dengan pembengkakan berbentuk kubah berwarna kemerahmerahan atau keungu-unguan pada papilla interdental atau ridge alveolar. Lesi yang lebih luas biasanya mengelilingi satu atau lebih gigi, sering melibatkan ligamen periodontal, termasuk apeks gigi. Lesi ini menyebabkan hilangnya dan bergeraknya gigi. Pada daerah edentulous lesi berbentuk kubah, ungu, dan biasanya mempunyai permukaan yang utuh. Radiografi periapikal umumnya menunjukkan hilangnya lapisan superficial dari tulang kortikal, dan sisa tulang di bagian tengah yang tidak ikut terlibat. Granuloma sel raksasa perifer ditandai oleh suatu pembengkakan berbatas jelas , keras, dan jarang berulserasi. Dasarnya tidak bertangkai, permukaannya licin atau sedikit bergranula dan warnanya merah muda sampai merah ungu tua. Nodula tersebut biasanya beberapa mm sampai 1 cm diameternya, meskipun pembesaran yang cepat dapat menciptakan pertumbuhan besar yang mengganggu pada gigi-gigi disampingnya. Lesi tersebut umumnya tanpa gejala, tatapi karena sifatnya yang agresif, maka tulang alveolar dibawahnya seringkali terlibat dan membuat radiolusensi peripheral cuff superfisial patognomonik.