PROSES TERBENTUKNYA ENDAPAN BAHAN GALIAN

Bahan galian adalah produk dari suatu magma dimana magma merupakan larutan silica panas yang kaya akan elemen-elemen volatile dimana magma tersebut berada jauh di bawah permukaan bumi yang kemudian melalui reaksi panas dari massa padatan. Macam-macam proses pembentukan bahan galian: 1. 2. 3. 1. 2. 4. 5. 1. Metamofic concentration Sublimation hydrothermal processes Cavity filling Replacement Sedimentation Metamorphism Magmatic Concentration

Terbentuknya bahan galian karena adanya diff dari magma. Magma sebagai cairan panas dan pijar merupakan sumber dari jebakan bijih yang terjadi dari bermacam-macam komponen, dimana dari masing-masing komponen mempunyai daya larut yang berlainan. Pada waktu magma naik ke permukaan bumi, maka temperature dan tekanannya akan turun. Akibatnya terjadi kristalisasi, dimana komponen yang sukar larut akan mengkristal lebih dahulu sebagai terbentuk endapan bijih. Proses magmatic concentration dibagi atas: I. Early magmatic Early magmatic disebabkan karena terjadi langsung dari proses magmatic mineral yang terjadi lebih cepat dari membekunya batuan silikat dan dipisahkan oleh kristalisasi diff. A. Dissemination Dimana mengkristalnya mineral-mineral terpencar tanpa adanya konsentrasi. Contoh: 1. Cebakan intan di Africa Selatan didapat pada batuan ultrabasa yang disebut kimberlite. Intan ini dianggap sebagai Phenocryst yaitu kristal-kristal besar yang mengkrital dalam magma yang dalam sekali yang kemudian terangkat bersama magma sehingga didapat sebagai kejadian yang sekarang. 2. Cebakan Corundum dalam batuan nepheline syenit di Ontaria, Canada.

B. Segregation

Cebakan chromite di Transvall. Ciri-ciri jebakan ini: hubungan dengan magma jelas endapan terdapat dalam lingkungan intrusi karena adanya gravity dif. Perubahan ini disebut Deuteric alteration yang terjadi pada akhir kristalisasi dari batuan beku dan cirri-cirinya hampir mirip dengan efek yang dihasilkan proses pneumatolytic atau larutan hydrothermal. Terdapat dike atau badan intrusi yang lain di dalam batuan aslinya. Cebakan magnetite di faruna Swedia. Jebakan late magmatic terutama berasosiasi dengan batuan beku yang basic dan disebabkan oleh bermacam-macam proses differensiasi. 2. Cebakan Titaniferous magnetite di Cubarland. Jebakan ore mineral late magmatic terjadi setelah terbentuknya batuan silikat yang menerobos dan bereaksi dan menghasilkan rangkaian reaksi. kebanyakan jebakan mgmatic termasuk dalam golongan ini. Contoh: 1. kemudian massa ini menerobos masuk ke dalam celah-celah batuan sekelilingnya. Contoh: 1. A. Ciri-cirinya: adanya fragmen-fragmen batuan di dalamnya. Magma dari endpan late magmatic mempunyai sifat mobilitas tinggi. Late magmatic Jebakan menghasilkan kristal setelah terbentuk batuan silikat sebagai bentuk sisa magma yang lebih kompleks dan mempunyai corak dengan variasi yang lebih banyak.Terjadi dari hasil gravity diff dan akumulasi dari mineral-mineral. Africa Selatan dalam batuan anorthosite yang mempunyai lapisan Cr 20-30 inch. Injection Bijih mineral terkonsentrasi oleh adanya kristalisasoi diff. C. Hubungan struktur dari jebakan dengan batuan yang diterobosnya jelas sekali menunjukkan adanya injection. Residual Liquid Segregation . II. Terjadi metamorphose pada dinding batuan. maka dalam teksturnya menunjukkan pseudootrasigrafi.

Di samping itu terdapat pula au dan Ag. Cebakan Ni. Jebakan ini umumnya sejajar dengan struktur primer btuan sekitarnya yang umumnya terdiri dari anhorthsite. Chalcopyrite.Liquid menerobos keluar ke tempat yang tekanannya lebih rendah ke dalam celah atau perlapisan batuan di atasnya. Contoh: 1. norite. Chalcopyrite. Cebakan Titanifereous magnetite di Bushveld complex di Afrika Selatan. Wyo. Canada terdapat cebakan bijih Ni dalam bentuk lensa yang teratur pipih disebut Marginal Deposite. D. Twetapi pada jenis magma yang basic menjadi kaya oleh Fe dan Ti. Beberapa badan bijih yang terjadi cukup besar dan kaya untuk membetuk jebakan yang berharga.Dalam proses diff magma. B. Ini adalah magma yang utama yang menghasilkan anorthosite. residual magma umumnya lebih kaya akan silikat alkali dan uap air. maka residual liquid yang kaya Fe akan terfilter keluar membentuk late magmatic injection deposite. magnetite. . mineral Pyrrhotite. 2. Contoh: 1. Residual Liquid Injection Proses ini hampir sama dengan diatas. Immiscible Liquid Segregation Dalam sisa magma yang basic dari Fe-Ni-Cu Sulphide berupa saat pendinginan mereka memisah membentuk bagian yang tidak bisa bercampur mengumpul pada dasar sumber magma membentuk larutan yang terpisah. dimana kumpulan residual liquid yang banyak mengandung Fe oleh adanya tekanan dari luar menyebabkan : . Dimana pada residu liquid yang kaya akan suphide diselingi gangguan sebelum konsolidasi sehingga menyebabkan liquid menerobos ke dalam celah-celah batuan. Plagiocelah mengkristal pertama-tama dan Fe oksida dengan atau tanpa piroxenne mengkristal belakangan. gabro atau batuan lain. Cu Sulphide di Insizwa Afrika Selatan. pyrote. Contoh: . Bentuk jebakan tidak teratur atau dapat mirip bentuk dike. Petlandite ( bijih Ca dan Ni ). Resudual liquid tadi mungkun menerobos keluar atau bisa juga trepisah dari rongga-rongga kristal dari dapur magma dan mengkristal disitu tanpa perpindahan. Petlandite dalam batuan gabro yang kontak dengan sedimen. Di Sudbury Ontario. Cebakan platinum di Iron Mountain. Immiscible Liquid injection Proses ini hampir sama dengan proses Immiscible Liquid Segregation di atas. Keseluruhan ini terdapat dalam batuan norite brexia dimana mineralmineralnya adalh pyrrhotite. C. 2.Jika pengumpulan liquid ini tidak terjadi.

dan Indonesia. BATUAN HASIL . Cebakan di Vlacfontein. Zn: Oksida Fe. Cu.epithermal TABEL 1 Pengaruh dari Tiap Proses pada Beberapa Batuan NO 1. proses pada temperatur tinggi --. Sedang beberapa endapan yang tidak ekonomis seperti endapan cloridha Fe. Dalam proses sublimasi terjadi penguapan yang langsung dari bentuk badan kemudian diikuti ore deposit/pengendapan dari uap tersebut pada temperatur atau tekanan yang lebih rendah. 3. Jepang. menurut Lingren.-----. Sublimation Proses ini termasuk suatu proses yang kurang begitu penting dalam ganesa bahan galian. Proses ini berhubungan erat dengan gejala vulkanis adalah endapan minerqal yang terdapat disekitar gunung api fumarol. 2. 2. misalnya di Itali. boracic acis dan logam – logam alkali lainnya.hypothermal. proses pada temperatur intermedia ---.mesethermal proses pada temperatur rendah --------. yang penting hanya beberapa endapan Sulphide. dimana kebanyakan tidak cukup besar dikerjakan. Magma akan menghasilkan product akhir berupa larutan magma dimana didalamnya dapat terkonsentrasi bermacam-macam meta. 2. disebut juga larutan hydrothermal. Sesuai dengan temperatur pembentukannya dan jarak terhadap intrusi magma. Afrika Selatan. proses hidrothermal dapat dibedakan atas tiga macam yaitu : 1. 3.1. jebakan Nickel di Norwegia. Hyrothermal Processes Dalam poses diff. Cu. Larutan hydrothermal ini mengangkut mineral-mineral yang terkumpul didalam intrusi membentuk cebakan mineral-mineral yang ekonomis.

pyrite. secyrite.silification .igneous intrusi Mesothermal . epidote.kapur Ephithermal .aluminite. 4. chlorite.batuan acid . clay mineral . . quartz. secirite. clay .2.lava .granitic -schist lava .batuan besic Hypothermal .kapur . 3.shale lava .cholorite. calcite.

Adanya celah-celah dalam batuan tempat larutan mengalir ”E” Adanya tempat pengendapan mineral yang terkadung larutan Reaksi kimia yang . . chlorite. quartz. siderite.silicified to jasperoid. topaz. . pyroxine. dolomite. Celah rekahan dalam batuan tempat bergeraknya larutan mineralisation dibedakan atas : I.tourmaline. Syarat – syarat utama untuk pembentukan hydrothermal deposite. Adanya larutan mineralisasi yang meralut dan mengankut unsur-unsur mineral. mika.siriciyte. .silification. amphibole. Dalam keterangan yang lebih lanjut adalah sebagai berikut : a. Bedding planes.serpentine. Cukupnya konsentrasi dari unsur-unsur minreal yang diendapkan untuk membentuk cebakan yang ekonomis.. . clay mineral. Original cavities in rock 1 2 3 4 5 6 7 Pore space Crystal latticos Vesicles or ”blow holes” Lava drain channels Cooling Cracks Igneous breccia cavities.emyebabkan pengendapan. Rongga asli (rock opening) . epidote. . clay.gnesses.

Volcanic pipes 5.1. II. Cavities due to folding and warping a. pitches and flats c. Shear-zone cavities 3. Solution caves 8. Colling cracks celah yang terjadi sewaktu magma mendingin columnar jointing. with or without faulting 2. Rongga yang terjadi kemudian. Induced civities in Rock 1. Bidang perlapisan tempat terbaik bagi proses hydrothermal. Igneous breccea celah yang terjadi sewaktu magma mendingin columnar jointing. 3 Visicle blow hole yakni rongga-rongga yang terjadi karena gas yang keluar sewaktu magma membeku (lava basalt dan rhyolite) 4 5 6 7 Volume flow drains yaitu pipa/saluran yang terjadi karena magma mengalir. Pore space = antar butir (porosyte) Permeability batuan tergantung pada : ukuran dan bentuk rongga jumlah rongga dalam satu bidang hubungan antar rongga 2 Struktur kristal adalah rongga antara atom-atom kristal-kristal hanya dapat ditembus dengan cara difusi. Fissures. Saddle reefs b. Tectonic breccias 6. Rock alteration opening Untuk keterangan selanjutnya dapat dijelaskan sebagai berikut: b. . anticlinal and synclinal cracking and slumping 4. Collapse breccias 7.

6. Lubang yang terakhir proses tidak terisi disebut “Vugs”. Fissure veins Shear-zone deposite Stock works Saddle reefs Ladder veins Pitches and flats. 7. 2. Replacement (dalam proses ini mineral-mineral yang terbentuk lebih dahulu direplace/diganti oleh mineral yag datang kemudian) A.Zn. Vulcanic pipe rongga di batuan karena peledakan Breksi tektonik karena gejala patahan membentuk rongga-rongga antarfragmen Solution cavi rongga-rongga dibatu gamping karena pelarutan Callapse breccea gejala callapse—rongga 8. 5. 2. Proses hydrothermal termasuk salah satu proses uang penting dalam pembentukan bijih. dan Cu dihasilkan oleh proses ini. 6. Dua proses penting dalam proses ini adalah : A.1. Rongga karena perlipatan (saddle reef) sedimen yang mengalami gravitasi perlengkungan rongga 4. Cavity Filling (Pengisian celah batuan oleh larutan mineral) Pengendapan dari mineral dalam proses ini akan mengisi celah dalam lorong pada umumnya terjadi dari dinding batuan menuju ke dalam secara berturut-turut. Cavity Filling (pengisian celah batuan) B. 3. 5. Rongga alderasi batuan yang mengalami alderasi mineral tak stabil akan keluar meninggalkan rongga.Pb. 4.Fold cracks . Cara pengisian celah batuan secara bertahap ini disebut “Crustification” Proses cavity filling telah menghasilkan banyak cebakan mineral yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam dan beberapa dari cebakan telah menghasilkan kumpulan meter dari mineral mineral yang besar. Cebakan yang terbentuk dari cavity filling dapat digolongkan sebagai berikut: 1. Fissure dalam batuan karena terjadi dijasnasi Shear holes cavity patahan kecil dalam batuan 3. karena bijih-bijih sulphide Fe.

tetradite dan covelite. Susunan mineral terdiri dari: calcopyrite. Mineral-moneral peserta pyrite. dikenal sebagai The Range Hill of Earth. Breccia-filling deposite:Vulcanic. Umumnya berbentuk tabung atau tabular tetapi membentuk rongga yang tipis dan jarang dalam jumlah yang besar karena kesempatan untuk mengendap kecil-kecil. 2. 8. chalcosite. Contoh : cebakan Au dengan Phyrite di Atago New Zealand. Stockworks Stockworks adalah jalinan (rangkaian) oro bearing veinless dalam massa batuan. Shear-zone deposite (sesaran) Bentuknya tipis pada daerah sesaran.gash vein Pore space filling 10. specularite.7. Fissure terjadi karena adanya pengaruh tention compression atau gaya tersendiri terhadap batuan. Ruangan yang terjadi pada sasaran ini tidak cukup untuk pengumpulan non ferrous metal sebagai cebakan ini pengumpulan telah banyak membentuk endapan yang ekonomis dalam endapan primernya. Bentuk celah batuan yang terjadi tergantung pada batuan induknya.tectonic Solution cavity filling:cave. 3. dapat simple atau beraneka macam. Peleburan juga sering terjadi pada bagian yang lemah oleh gaya mineralisasi pada waktu masuknya mineralisator. Terrahedrite. Stockworks veinlet terbentuk dari : .chalcopyrite. Contoh : cebakan Sn di Altenberg yang diliputi rangkaian celah jaringan mineral dengan diameter 3000” yang memotong batuan granite porpyri. Sedangkan batuan terdiri dari quartz dan quartz monzolite yang dimana terjadi suatu sistem patahan sebagai mineral-mineral. Celah tempat mineralisasi terjadi karena gerakan tectonic patahan. umumnya fissure tidak lurus baik pada strike atau dipnya. kedudukannnya vertikal atau bersudut 45o-90o. 9.callapse. Vesicular fillings 1.channel. Daerah diantara veinlet sendiri diliputi juga oleh bijih mineral “F”. Contoh : Cebakan Cu di Montana. Fissue Veins Bentuk kebanyakan dari tabular pipih atau dua dimensi lebih besar dari dimensi ketiga. Tiap veinlet lebar beberapa inchi dan panjangnya beberapa feet. enorgite. magnetite. bornite. Fissure (urat) yang terdapat dalam batuan diiisi oleh mineral.

Dalam retakan dilalui larutan mineralisator sehingga terbentuk cebakan bahan galian. sebagai lapisan sedimen dapat menjadi retak-retak. Ladder vein deposite terjadi pada joint/celah yang memotong dike bila dike vertikal maka celah horizontal. Pitches and Flat (Fold Cracks) Terjadi karena gaya penurunan sebuah sinklinal. Cebakan ini umumnya pada daerah kapur dan dapat menghasilkan bahan yang ekonomis.1 2 Rekahn pada waktu pendinginan bagian atas atau nagian tepi dari batuan intrusi. rongga-rongga terjadi karena adanya pengaruh tangensial disamping adanya kontraksi pada waktu pendinginan batuan. Ladder Vein Menurut Grout. tourmalin (apecific catathermal disamping pengaruh albitasan) 6. Batuan terdiri dari sandstone yang mengandung rekahan yang diisi quartz yang mengandung Au dengan mineral pyrite dan arsenopyrite (mesothermal lindgren). Rekahan yang tidak teratur Contoh: Endapan Sn alluvial di Malaysia dan Indonesia berasal dari desintegrasi stockworks deposite Cebakan Au dan Ag di Quartz Hill. 5. Breccia Filling Deposits Bentuk dan susunan cebakan ii tidak teratur rongga dan yang terjadi di sini dengan breccia berasal dari : Volcanism Collapse Tectonic . Contoh: The Morning Star Gold Bearing Dike di Victoria Australia Endapan Au di Alaska yang terdapat bersama pyrolusite. Contoh: Pitches and flats Pb-Zn deposite di Missisipi Valley (galena) 7. Saddle Reef Lekukan antiklinal pada batuan sedimen yang berlapis dimana terjadi rongga pada lapisan yang kemudian diisi oleh larutan Hydrotermal lalu membentuk cebakan bahan galian bentuk seperti pelana (saddle). Celah-celah ini kemudian diiisi oleh mineral yang dapat membentuk cebakan yang ekonomis. Contoh : cebakan Au di Bendigo. Gilpin Colorado 4.

quartz. Karena kerja dari air permukaan kapur yang mengandung CO2 sehingga melarutkan lapisan kapur yang terletak sebelah ata dari permukaan air tanah. 9. Cebakan ini terjadi karene adanya guguran dari batuan yang masuk ke dalam larutan yang ada di bawahnya. Pb ore dan Oksida Cu. Breccia terbentuk oleh adanya patahan sesar dan intrusi atau gaya-gaya tectonic lain sehingga didapatkan bermacam-macam bentuk breccia. Mengandung Ag. tourmaline. Tectonic breccia deposite. Bahan galian terbentuk diantara fragmen batuan. Contoh: Gua-gua yang terjadi di Wisconsin dan Illionis. Contoh: . Vanadium dan logam-logam lainnya. terdapat Zn.Volcanic breccia deposit. sehingga terjadi batuan breccia yang mengandung ronggarongga lapisan terjadinya mineralisasi dalam rongga tersebut. Tetapi mungkin juga terdapat besi-besi. Collapse Breccia Deposite. Cebakan yang terjadi disebut ”Cave deposite”. Intrusi batuan andesite monzonite/porpyry dalam andesit lava berumur tersier. terjadi karena aktivitas eksplosif gunung api dimana menghasilkan kepundan yang vertikal atau synklin yang kemudian diisi oleh breccia. Zn. Pb. specularity. umumnya endapan minyak. Tambang Cu di Braden Chili dengan kadar 2. bornite. Poreshace Filling Rongga tempat terjadinya bijih adalah pori-pori batuan. Contoh: Cebakan Cactus pipe di Utah AS. 8.3% Cu. siderite. Contoh: cebakan Pb dan Zn di Arkansas dalam bentuk mineral sphalerite yang terjadi bersama-sama scondary chert/dolomite yang diselingi dengan quartz. Solution Cavity Filling Umumnya terjadi pada daerah kapur. Pb dan Zn Cebakan Zn di Appalachian AS dalam daerah kapur uang telah berubah menjadi dolomit. Endapan ini terdapat dalam batu kapur orthovisium. Mineralnya: Chalcopyrite. Contoh: Tambang Au di Bull Domingo dekat Lake City Colorado. terdapat sebagai shpalerite dengan calsite yang mengisi batuan tersebut. gas alam dan air. pegmatite. Dalam rongga dapat terbentuk mineralisasi sehingga pengisian di samping dan seterusnya terjadi pelebaran pada rongga-rongga tersebut.

Melalui suatu rekahan yang merupakan center. kemudian menyebar. karena batuan sampingnya mudah diserap oleh larutan mineralisasi sehingga menimbulkan cebakan yang terpencar (dissominated ore). Arizona. air panas dan pada suhu rendah dengan mineralisasi komponen sederhana. 2. karena bertemunya mineralisator dengan mineral-mineral yang tidak stabil. uap. Secara multiplace center. Proses ini menghasilkan ”massive ore body”. Dalam proses ini terjadi pseudomorphose dengan adanya penggantian mineral. 10. Contoh: cebakan Cu di Lake Superior yang telah ditambang sejak abad 17. dip 48o dapat diikuti sedalam 4500”. Kristalisasi terjadi karena intrusi dua batuan monzonite. 3.cebakan Cu dalam pori-pori sand stone yang dikenal sebagai Red Bed Ores di Texas. Vesicular Filling Terjadi karena gas yang keluar ketika pendinginan yang basalt yang kemudian vesikular ini dapat diisi larutan hydrothermal yang membentuk bahan galian. Colorado dan Utah. Umur paefaceus ke dalam formasi fine grade silicated quartzcite. Replacement Proses yang penting bagi endapan epigenetic atau disebut juga metasomatic replecement mencakup pembentukan mineral pada pada suhu pypothermal. mesothermal dan terutama epithermal. Contoh: Cebakan galena vein di Idaho. sehingga dapat menyebabkan high grade ore body yang massive atau tak teratur. pengaruhnya lebih luas dan perubahannya tidak teratur. B. yaitu: 1. Pertimbangan replacement tergantung pada sifat-sifat fisik dan kimia dari batuan induk Proses replacement dibagi 3. Contoh: Cebakan bijih Sulphida di Kennecott. Dibandingkan dengan fissure vein. Proses replacement dapat juga terjadi karena adanya mineralisator yang berupa gas. Cu terbesar dalam batuan amydoloid. Bentuk endapan replacement disebut replacement vein. Dimulai dari celah batuan. Tempat mineral yang satu diganti dengan mineral yang lain karena pengaruh difusi dengan adanya gerakan ion-ion dalam larutan yang konsentrasinya berlainan. Dinding celah yang mula-mula direplace kemudian berlangsung terus-menerus ke dalam sampai pada batuan samping yang merupakan batas proses replacement. Lebar daerah mineralisasi 40”. Cebakan yang terbentuk dari replacement dapat dibagi atas: Massive deposite . Mexico. Alaska.

Ti. Selain iklim dan komposisi kimia batuan. nikel. Al . khususnya pelapukan kimia dan fisika pelapukan akan berlangsung pada seluruh batuan dan endapan mineralisasi yang telah tersingkap dipermukaan bumi. Endapan sedimentasi dapat dibagi menjadi: A. Kondisi ini sesuai dengan reaksi bown’s yang mana batuan yang bersifat basa-ultrabasa terbetuk duluan dan akan melapuk lebih dulu dibandingkan dengan batuan yang mengandung mineral asam–intermedier. titan dan lainya). khususnya curah hujan. magmatik akhir dan hidrotermal adalah tekanan dan temperature pembentukan. Co. Hal ini disebabkan air hujan akan terakumulasi baik pada struktur geologi rapat dan porositas yang tinggi. Hubungan sifat fisik batuan.Cs. Cr. Pada batuan atau mineralisasi yang bersifat basa – ultrabasa.air hujan relative melarutkan mineral karena air hujan mengandung CO2 dan sedikit asam dari atmosfir. Fe. factor lainnya adalah komposisi fisik batuan.- Replacement Lode deposite Disseminated deposite 4. dibandingkan struktur yang jarang dan porositas yang kecil. dimana sumber batuan berasal dari batuan yang sifatnya pembawa mineral / unsure seperti Ni. yang kemudian terakumulasi dan tersedimentasikan pada suatu tempat. Proses pembentukan endapan residu Pada prinsipnya pembentukan endapan residu akan terbentukjika ada sumber. granodiorit batuan beku ultra basa serta endapan mineralisasi. maka pelapukan kimia dan fisika akan maksimal. magnetit. bila kontak dengan udara atau air hujan akan terjadi pada pelapukan kimia dan fisiknya yang maksimal. dimana untuk iklim tropis dengan curah hujan tinggi. struktur dan tekstur dengan pembentukan endapan residu. Sumber untuk pembentukan endapan residu umumnya berasal dari batuan pembawa seperti granit. Sedangkan batuan yang bersifat asam sampai dengan intermedier bila terjadi kontak dengan udara dan air hujan pelapukan yang terjadi tidak semaksimal seperti batuan yang bersifat basa-ultrabasa. maka pelapukan kimia dan fisik akan maksimal. Sedimentation Endapan sediment adalah endapan yang terbentuk dari proses pengendapan dari berbagai macam mineral yang telah mengalami pelapukan dari batuan asalnya. Pt. Hubungan iklim dengan komposisi kimia batuan. porositas dan tektonik.Bisa juga terbentuk dari mineralisasi primer seperti endapan magmatik awal atau ensdapan magmatik akhir (cromit. . Pembentukan endapan residu dipengaruhi oleh gaya-gaya geologi yang bersumber dari luar bumi (eksogen). struktur geologi. yang berpengaruh terhadap pelapukan kimia. serta iklim yang yang berlangsung didaerah tersebut. dimana pembentukan endapan ini tidak dipengaruhi oleh tekanan dan temperature yang berasal dari magma. dimana intensitas pelapukannya sangat ditentukan oleh komposisi kimia dari endapan mineralisasi. C. unsure tanah jarang dan yang lainya . Perbedaan yang paling mendasar dari pembentukan endapan residu dengan endapan magmatik awal. bila struktur geologinya rapat (patahan dan rekahan) dan porositas tinggi.

dimana zona ini merupakan zona sulfidasi atau zona pengkayaan supergene.Hubungan kondisi tektonik dengan pembentukan endapan residu adalah pada daerah dengan kondisi pengangkatan berangsur. hematite atau pun mineral-mineral sulfide lainnya. maka selanjutnya adalah proses pelarutan garam-garam dan asam sulfat yang berlangsung dibawah muka air. Pelapukan pada pembentukan endapan residu ini sebagai: Menghancurkan (Pelapukan Fisik. Setelah pembentukan zona pelindihan dan zona oksidasi. sebab fluktuasi permukaan air tanah akan berangsur dan membentuk penampang pelapukan akan menebal sampai ratusan meter. terutam batuan beku ultra basa. Setelah endapan bijih terbentuk. mineral-mineral yang terbentuk pada zona ini adalah . Daerah ini terjadi jika telah mengalami pengangkatan. Kehadiran mineral-mineral/unsur-unsur tertentu pada hasil pelapukan berhubungan erat dengan mobilitas mineral-mineral tersebut terhadap proses pelapukan normal. kemudian akumulasi dari bijih –bijih primer yang mengalami proses oksidasi yang kemudian akan membentuk mineral-mineral oksida skunder seperti limonit. non logam dan unsure lain dipengaruhi oleh mobilitas dan ketahanan mineral terhadap proses reduksi. maka hasil pelapukan akan tebal. Mengubah material kurang berharga menjadi material berharga. yang merupakan bongkah-bongkah mineralisasi. Bagian atas dari zona pelapukan endapan bijih/mineralisasi. Konsentrasi endapan residu. berat jenis serta posisinya terhadap zona pelapukan. Jika kondisinya ideal maka akan terbentuk penampang lengkap. Setelah pembentukan gossen. disebut gossan. setelah pengangkatan awal yang terletak pada lereng topografi yang tidak kritis. Plagioklas basa dan batuan karbonat akan intensif dipengaruhi oleh air hujan yang bersifat asam. Kondisi pelapukan batuan terhadap endapan bijih dan non logam dipengaruhi oleh pH dan eH dari media penyebab dan lingkungannya. Jika pelapukan kimia dominant dan proses erosi relative tidak mempengaruhi. Presentase kehadiran unsure-unsure logam. Akibat pengaruh pelapukan terhadap endapan bijih. maka akan terbentuk zona pelapukan. dan biologi). kimia. sehingga kondisi ini bertolak belakang yang menyebabkan batuan mudah mengalami pelapukan. Zona oksidasi merupakan zona pengayaan mineral-mineral oksida sekunder. maka akan mengalami pelapukan yaitu pelapukan fisik dan kimia. memeindahkan dan mengumpulkan. Terjadi peda lingkungan basa dan temperature tinggi (1500 C) sedangkan air hujan bersifat asam. Dibawa zona oksidasi maka unsure yang memiliki mobilitas lebih tinggi dan tidak terpengaruh oleh proses oksidasi serta memiliki berat jenis lebih besar akan lebih benyak dijumpai. Melepaskan mineral aksesoris yang resisten melalui proses desintegrasi mineral batuan disekitarnya. maka pada bagian bawahnya akan terbentuk zona pelindian atau pencucian. dan kemudian tersingkap di permukaan. dilanjutkan proses pelapukan dan erosi. maka akan terbentuk endapan residu dibagian atas endapan bijih. bila tidak ada bagian yang tererosi. Kondisi ini disebabkan oleh pembentukan batuan tersebut. karbonisasi. Dimana untuk batuan yang tersusun oleh mineral-mineral mafic. oksidasi.

maka terjadi endapan yang sangat tidak teratur dan yang akan mengalami pengendapan pertama adalah material yang tertransport terlebih dahulu. Perubahan kecepatan aliran sungai ini akan meyebabakan pula pengandapan sediment lain akan bergradasi ke arah atas sesuai dengan berat jenis atau ukuran sediment tersebut. casitrit. muara sungai dan sepanjang garis pantai. Pembentukan Endapan Alluvial Setelah batuan pembawa unsure mineral terbentuk dan tersingkap. . Sumber endapan alluvial berasl dari hasil pelapukan daerah sepanjang sungai yang kemudian tererosi dan tertransportasi. sebagai akibat terdapatnya endapan batuan/mineral-mineral yang resisten.mineral-mineral berat yang resisten terhadap perubahan fisik dan kimia ini antara lain: emas. Kenampakan ini akan memperlihatkan suatu struktur yang disebut ‘gradede bedding”. perubahan ini akan menyebabka minerl-mineral berat yang awalnya tertransportasi akan mengendap dan terakumulasi pada bagian dasar sungai. karena pengaruh iklim menyebabakan batuana pembawa tadi mengalami desintegrasi dan dekomposisi. umumnya terjadi terhadap endapan mineral primer. Endapan alluvial adalah endapan hasil pelapukan yang mengalami erosi. B. Bila pelapukannya tidak tertransportasi maka akan terbentuk endapan residu. maka material ini akan tertransportasi oleh media air sepanjang sungai . akan menyebabkan perubahan kecepatan aliran sungai. sehingga akan terbentuk endapan hasil pelapukan. C. Erosi Tertransportasi dan Sedimentasi Setelah material sumber endapan mengalami erosi. Sedimen yang memiliki berat jenis besar/ukuran besar akan terendapkan terlebih dahulu yang kemudian diikuti oleh sediment yang berat jenis dan ukuran yang lebih ringan. akan meninggalkan jarak berupa rongga-rongga yang merupakan tempat keberadaan awal mineral – mineral primer. Endapan konsentrasi residu. porfir. residu managan. residu alumunium dan lain-lain. dan tertransportasi membentuk endapan alluvial atau endapan konsentrasi . mialnya kalkosit(Cu2S). dan replacement.sulfide skunder. Endapan sungai ini akan terakumulasi sejalan dengan berkurangnya gradient kemiringan sungai.Bentuk dasar sungai yang tidak Rata. dessiminated. tertransportasi dan sedimentasi. hilir. Akibat adanya proses pelindihan menyebabakan migrasi logam-logam tertentu dampak dari pelarutan mineral-mineral primer sulfide. kondisi ini terus berlangsung sejak awal tersingkap hingga hingga keberadaannya saat ini. intan platina dll. Beberapa contoh endapan residu antara lain: endapan residu nikel residu besi. kromit.pada proses pembentukan endapan konsentrasi diawali proses erosi terhadap material sumber yang mkengalami pelapukan dan masih kompak. Pada kondisi tertentu dimana aliran sungai sangat pekat dengan energi yang kuat (arus cepat). Reaksi-reaksi kimia terhadap mineral-mineral primer yang terkonsentrasi pada endapan bijih akan terjadi pada zona oksidasi dan sulfidasi. yang terakumulasi. Akumulasi endapan sungai ini dapat dijumpai dari hulu. vein.

Sulawesi. sedangkan dalam contact metasomisim dapat menghasilkan cebakan mineral yang berharga dan sifatnya lain sama sekali. NTB dan NTT. kasitrit. dan akan dijumpai hingga ’nugget’ dan peletit yang berukuran besar. Kalimantan. dan lainnya. Sedangkan yang berukuran lanau–lempung adalah kasitrit dan bauxite. Contoh endapan aluuvial yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia antara lain: 1 2 3 4 Intan didaerah Martapura. 2 Contact Metasomism. umumnya akan berasosiasi baik dengan endapan alluvial yang berukuran bongkah-bongkah krikil. beryl atau garnet. akan semakin berukuran kecil dan berbentuk membulat sejalan dengan jauhnya jarak transportasi. hal ini terutama mengubah texture dari mineral – mineral pada daerah tepi tersebut. Effect gas panas ini menurut Barrel ada dua macam: 1 Contact Metamorphism. Yaitu effect gas panas diikuti penambahan material baru dari dapur magma. dan Singkep. maka oleh pengaruh kontak dari gas pada temperatur tinggi yang keluar dari magma. Contact metasomatism Dalam proses magmatic dimana adanya intrusi dari magma terhadap batuan sampingnya. besi. kecuali beberapa non metalicl deposite sepertri sillimanite. Material yang tertransportasi dan tersedimentasi. Endapan–endapan ini sangat dikontrol oleh arus sungai yang masuk ke laut dan pengaruh ombak serta pasang surut sebagai agen sedimentasi. Mineral-mineral lain yang terendapkan pada alur sungai seperti emas.Pada pengendapan emas skunder. Sumatra jawa barat. Endapan ini akan berkembang mengikuti perkembangan alur sungai purba hingga saat ini. . Emas didaerah kalimanatan. Bintan. 5. Mineral-mineral yang tersedimentasi di sepanjang pantai akan memiliki ukuran pasir (1/16 -2 mm) dan bahkan berukuran lanau–lempung. akan terkonsentrasi pada sungai meandering baik pada bagian luar dan dalam. kromit. 1. akan terjadi dua gejala yang penting. yaitu effect yang terjadi pada batas tepi dari masa intrusi itu sendiri. Kemungkinan dapat terjadi pegmatit mineral seperti tourmaline. Contact Metamorphisim dapat menyebabkan: Internal effect (endogene). yaitu effect gas panas diikuti penambahan material basa dari dapur magma. Penambahan pada contact metamorphism menimbulkan cebakan mineral yang penting. intan. platina. Pasir besi di Jawa Tengah Kasitrit dipulau Bangka. terutama mineral-mineral bijih yang keras dan resisten memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

tidak terlalu dalam. garnet. cukup 4000-6500 jaraknya dari permukaan bumi pada temperatur 800¬¬oC. Pengubahan komposisi terjadi rekondisasi dan kristalisasi dan kristalisasi. Contoh: Cebakan Cu di Bisbee Arizona yang terdapat dalam batuan kapur. Mg. Dengan material tambahan yang dibawa serta oleh magma dimana oleh reaksi metasomism dengan batuan senntuhan disekelilingnya membentuk mineralmineral baru pada keadaan temperatur yang tinggi. Batuan limestone yang mengandung CaCo3. 2. bersentuhan dengan batuan yang relatifd seperti CaCo3. Contact metasomism. biotite. Kadang–kadang terdapat limonite dan sidenite. quartz monzonite. mineral – mineralnya yaitu: Cuprite. mangnetite. Cebakan Fe di iron Spring Utah dengan kadar 50% Fe. Mex dan di long Lake Ontario mineralnya sphalerite dengan magnetite dan sulphide Te serta Pb. magma mengandung Rock Jarming mineral. calcopyrite. mineralnya Cassiterite.limestone murni 2. pyrite. Type tertentu dari magma (komposisi intermed) grano deorite. manchoniten. Disebut juga pneumatolitic proses. quartz dan clay mungkin berubah sebagai berikut : .dolomit + qoartz + H2O .sandstone . AB + CD ============= AC + BD Magma batu gamping . scheelite dan pyrrhotite. mineralnya magnite. Didaerah sentral terdapat tourmaline. hematite. 4. Fe. galena dan sphalerite. ============ ============ ============ ============ wollastonite tremolite quartzite marble Cebakan Zn di honover N.CaO + quartz .External effect (exogene). bornite. wolfframite. kedalam cukup memadai. chalcosite. quartz bersama magnite. Syarat kondisi untuk terjadi metasomisma kontak : 1. Cebakan Sn di Phitaronta Finlandia dan Dutamon England. yaitu effect terhadap batuan yang diterobos oleh massa beku tersebut. 3.

graphite. pyrolusite. celah – celah dan patahan. massareno pyrite.gejala pengaruh magmatis. spalerite. Dilihat kontak suatu bhaan intruisi ---. mineral – mineral manganis. Bila proses ini dominat adalah gas-gas maka proses ”Pneumatolitis”. chalcopyrite. pyrite.AB + CD + XV ======== AC + XBDY Batu gamping zat Gejala metasoyisme kontak sering terlihat pada structure batuan seperti lapisan yang miring. molybdenite. sckiste. Bila oleh cairan panas ”Hydrothermal’. retak. wolframite. hematite. galena. caserite. Mineral – mineral yang dihasilkan oleh proses metasotisme kontak antara lain adalah : Magnite. bornite. Metasotisme kontak terjadi dalam periode magmatis dimana cairan magma mengalami perubahan pengerutan / penambahan atau pengantian bahan yang diperlukan oleh gas-gas cairan-cairan panas terbentuk mineral dengan komposisi tertentu. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful