I.

TUJUAN

Membuat dan mengevaluasi sediaan salep dengan basis salep II. DASAR TEORI Salep merupakan bentuk sediaan dengan konsistensi semisolid bermin!ak umumn!a tidak mengndung air dan mengandung ba"an akti# !ang dilarutkan atau didispersikan dalam suatu pemba$a. %emba$a atau basis dari salep digolongkan dalam empat tipe !aitu basis "idrokarbon atau bersi#at lemak &an"!drous' basis serap basis !ang dapat di(u(i dengan air dan basis larut air.  )asis Salep *idrokarbon )asis salep "idrokarbon &basis bersi#at lemak' bebas air. %reparat !ang berair mungkin dapat di(ampurkan "an!a dalam +umla" sedikit sa+a bila lebi" min!ak sukar ber(ampur. )asis "idrokarbon dipakai terutama untuk e#ek emolien. )asis salep tersebut berta"an pada kulit untuk $aktu !ang lama dan tidak memungkinkan lainn!a lembab ke udara dan sukar di(u(i. ,er+an!a sebagai ba"an penutup sa+a tidak -mongering- atau tidak ada peruba"an dengan ber+alann!a $aktu. )asis "idrokarbon merupakan basis salep !ang betul.betul bebas air &(ompletel! an"!drous'. /ormulasi basis "idrokarbon dibuat dengan men(ampur "idrokarbon (air &min!ak mineral dan para#in (air' dengan "idrokarbon !ang mempun!ai rantai alkil lebi" pan+ang dantitik lele" lebi" tinggi misaln!a para#in puti" dan para#in kuning. %enggunaan basis salep an"idrat sebagai sistem peng"antaran obat topikal sangat terbatas. *al ini dikarenakan sebagian besar obat relati# tidak larut dalam min!ak "idrokarbon. %eningkatan kelarutan obat dalam basis salep "idrokarbon sering dilakukan untuk tu+uan memperbaiki si#at penetrasi ba"an obat pada kulit. 0ara !ang dapat dilakukan !aitu dengan men(ampurkan pelarut. %elarut !ang dapat (ampur dengan "idrokarbon misaln!a isopropil miristat atau propilen glikol. Namun perlu diper"atikan ba"$a peningkatan kelarutan obat dalam #ormulasi sering dapat menurunkan ke(epatan pelepasan se"ingga dapat menurunkan e#ek terapetik. Untuk salep "idrokarbon !ang tidak mengndung ba"an akti# paling sering digunakan untuk tu+uan emolien. 0onto" basis salep !ang lainn!a !ang termasuk dalam basis salep "idrokarbon antara lain 1 a. 2aselin 2aselin terdiri dari vaselin puti" dan kuning. 2aselin puti" adala" bentuk !ang tela" dimurnikan $arnan!a karena pemu(atan menggunakan asam sul#at an"!drous tidak larut dalam air tidak ter(u(ikan dengan air. ,erugiann!a adala" berlemak dan tidak dapat dikombinasikan dengan (airan !ang mengndung air "an!a dapat men!erap ait 34 +arang dipengaru"i ole" udara kelembaban keban!akan ba"an obat dan ba"an kimia vaselin digunakan pula sebagai pelumas pelindung penutup kulit karena merupakan #ilm penutup pada kulit !ang men(ega" penguapan. b. %ara#in %ara#in adala" para#in solidum sen!a$a "idrokarbon !ang padat dan digunakan mengeraskan salep karena dapat menaikkan titik lebur digunakan dalamkonsentrasi 5.34 tergantung dera+at kekerasan !ang diinginkan. %ada

para#in li6uidum ada 5 +enis !aitu 1 viskosiatas ringan untuk vanis"ing (ream dan viskositas berat untuk (old (ream. %ara#in (ampuran "idrokarbon padat !ang dimurnikan diperole" dari min!ak bumi tidak ber$arna atau puti" kurang lebi" massa !ang tembus (a"a!a !ang dapat digunakan untuk membuat keras atau kaku dasar salep setenga" padat !ang berlemak. (. %etrolatum atau vaselin %etrolatum US% adala" (ampuran dari "idrokarbon setenga" padat diperole" dari min!ak bumi. %etrolatum suatu massa !ang keli"atann!a bagus berma(am.ma(am $arnan!a dari kekuning.kuningan sampai kuning gading !ang muda. Melebur pada temperatur antara 7890 dan :990 dapat digunakan se(ara tunggal atau dalam (ampuran dengan ;at lain sebagai dasar salep. d. Min!ak mineral Min!ak mineral adala" (ampuaran dari "idrokarbon (air !ang di"asilkan dari min!ak bumi. )erguna untuk menggerus ba"an !ang tidak larut pada preparat salep dengan dasar berlemak. e. Silikon Termasuk basis bermin!ak bila dipegang rasan!a seperti min!ak tak (ampur dengan air (airan +erni" tidak berasa dan tidak berbau. Stabil pada oksidasi dan &ta"an aksidasi' dan stabil pada temperatur tinggi. #. Min!ak tumbu".tumbu"an 0onto"n!a Ol. Sesami dan Ol. Olive digunakan sebagai pelumas dan penurun titik lebur salep. %ada proses "idrogenasi men+adi semisolid !ang ber$arna puti". ,euntungan "idrogenasi adala" salep makin stabil dan tidak tengik serta menamba" da!a absorbsi air.  )asis Salep Absorpsi )asis salep serap merupakan basis salep seperti basis "idrokarbon &bersi#at lemak' namun dapat ber(ampur atau men!erap se+umla" tertentu air. Dengan demikian basis +enis ini berguna untuk pen(ampuran larutan berair ke dalam basis "idrokarbon &bersi#at lemak'. )asis salep absorpsi bersi#at tidak muda" di"ilangkan dari kulit ole" pen(u(ian dengan air. Seperti salep "idrokarbon basis salep serap dapat digunakan sebagai emolient. 0onto" dari basis serap salep adala" petrolatum "idro#ilik lanolin dan (old (ream. Dasar salep absorpsi dapat men+adi dua tipe !aitu &<' !ang memungkinkan pen(ampuran larutan berair "asil dari pembentukan emulsi air dan min!ak &misaln!a petrolatum "idro#ilik dan lanolin an"idrida' dan &5' !ang suda" men+adi emulsi air min!ak &dasar emulsi' memungkinkan ber(ampurn!a sedikit penamba"an +umla" larutan berair &misaln!a lanolin dan (old (ream'. Dasar salep ini berguna sebagai emolient $alaupun tidak men!ediakan dera+at penutupan seperti !ang di"asilkan dasar salep bermin!ak atau berlemak. Seperti dasar berlemak dasar salep absorpsi tidak muda" di"ilangkan dari kulit ole" pen(u(ian air. Dasar.dasar salep ini +uga ber#aeda" dalam #armasi untuk pen(ampuran larutan berair ke dalam larutan berlemak. Misaln!a larutan berair mula.mula dapat diabsorpsi ke dalam dasar salep absorpsi kemudian (ampuran ini dengan muda" di(ampurkan ke dalam dasar salep berlemak. Dalam melakukan "al ini se+umla" ekuivalen dari dasar salep berlemak dalam #ormula digantikan dengan dasar salep absorpsi.

 =anolin An"idrida =anolin an"idrida dapat mengandung tidak lebi" dari 9 534 air lanolin an"idrida tidak larut dalam air tapi ber(ampur tanpa terpisa" dengan air dua kali beratn!a. 0onto" basis +enis ini adala" salep polietilen glikol !ang merupakan kombinasi antara polietilenglikol 7739 dan polietilenglikol >99 dengan perbandingan >1:.lilin membentuk sabun natrium !ang beker+a sebagai . Obat +enis tertentu dapat diabsorpsi lebi" baik ole" kulit +ika menggunakan dasar salep ini dari pada dasar salep lainn!a. Dalam penggunaan salep dengan basis +enis ini mampu untuk mengabsorpsi (airan serosai !ang keluar dalam kondisi dermatologi. 0onto" basis !ang dapat di(u(i dengan air adala" basis !ang terdiri dari alko"ol strearat dan petrolatum puti" &#ase min!ak' propilenglikol dan air &#ase air' serta Na laurel sul#at sebagai ba"an pengemulsi. )asis salep ini sangat muda" melunak dengan penamba"an air men!ebabkan larutan air tidak dapat ditamba"kan ke dalam dasar salep ini. %en(ampurann!a dengan air meng"asilkan emulsi air dalam min!ak. Natrium borat di(ampur dengan asam lemak bebas !ang ada dalam lilin.  )asis Salep !ang Dapat di(u(i dengan Air Merupakan emulsi min!ak dalam air bersi#at dapat di(u(i dari kulit dan pakaian dengan menggunakan air.  0old 0ream 0old (ream &krim pendingin' merupakan emulsi air dalam min!ak setenga" padat puti" dibuat dengan lilin setil ester lilin puti" min!ak mineral natrium borat dan air murni. . %enamba"an air dapat di(ampurkan ke dalam lanolin dengan pengadukan. %etrolatum *idro#ilik %etrolatum "idro#ilik dari kolesterol alko"ol stearat lilin puti" dan petrolatum puti". )asis salep ini berlaku seperti krim !aitu dapat dien(erkan dengan air atau larutan berair.  )asis larut air Merupakan basis salep !ang "an!a mengandung komponen !ang larut dalam air se"ingga dapat di(u(i dengan air. %emili"an )asis Salep Dalam pemili"an basis salep untuk mem#ormulasi suatu ba"an akti# men+adi sediaan salep #aktor !ang dipertimbangkan antara lain adala" &<' si#at pelepasan !ang diinginkan atas ba"an obat dari basis salep &5' si#at pelembaban basis salep !ang diinginkan &7' tingkat stabilitas ba"an obat pada basis salep &>' #aktor lain !ang berkaitan dengan pen(apaian tu+uan .  =anolin =anolin adala" setenga" padat ba"an seperti lemak diperole" dari bulu domba &ovis aries' merupakan emulsi air dalam min!ak !ang mengandung air antara 534 dan 794. Dalam #ormulasi basis salep ini digunakan untuk di(ampurkan dengan ba"an obat tidak berair atau ba"an padat.rim pendingin digunakan sebagai emolient dan dasar salep.at pengemulsi. Dasar salep ini memiliki kemampuan mengabsorpsi air dengan membentuk emulsi air dalam min!ak.

sama sampai diperole" sediaan !ang "omogen. %endinginan !ang sangat (epat dapat men!ebabkan #ormulasi men+adi keras karena terbentuk ban!ak kristal berukuran ke(il sedangkan pendinginan !ang lebi" lambat meng"asilkan sedikit kristal se"ingga produk men+adi lebi" lembek. Dalam metode pen(ampuran komponen salep di(ampur bersama. Namun demikian selama proses terdapat berbagai parameter !ang "arus dikontrol se(ara seksama misaln!a ke(epatan pendinginan.pengobatan. la"an dengan pengadukan terus menerus sampai (ampuran mengental. %ada pembuatan salep dengan peleburan untuk #ormula dengan tipe emulsi maka proses peleburan dibuat kurang lebi" sama !aitu ?9. )erikutn!a (ampuran didinginkan perla"an. . .?3o0 kemudian #ase air ditamba"kan se(ara perla"an sambil diaduk kepada #ase min!ak dan su"u tetap diperta"ankan selama 3. Dalam pemili"an basis salep "arus dipa"ami ba"$a tidak ada basis salep !ang ideal dan +uga tidak ada basis salep !ang dapat memenu"i semua si#at !ang diinginkan.<9 menit. %embuatan Salep %embuatan #ormulasi salep dapat dilakukan dengan dua metode umum !aitu &<' metode pen(ampuran dan &5' metode peleburan.emudian dilakukan pendinginan dengan pengadukan konstan. %eng"alusan komponen sebelum proses pen(ampuran kadang. kadang diperlukan se"ingga diperole" salep !ang tidak kadar. %ada metode peleburan semua ba"an di(ampurkan dan dilebur pada temperatur !ang lebi" tinggi daripada titik lele" semua eksipien.

N O.imia Muda" teroksidas i. *arus terlindung dari (a"a!a +ika dalam udara lembab terkena sinar mata"ari langsung $arna men+adi gelap larutan dengan p* tidak lebi" dari 5 men+adi inakti# dan rusak pada p* ? atau lebi" se"ingga pen!impa nan dalam $ada" tertutup baik dan terlindung dari (a"a!a &/I III'. < )a"an Akti# Tetrasi klin E#ek Utama .arakteri stik . <4 suspense tetrasiklin dalam air memiliki p* 7.arakter istik /isika Antibiotik • Bastrointe %emeria bakteriostatik n1 stinal spe(trum luas Serbuk meliputi ter"adap kristalin nausea ("lamidia(eae ber$arn vomiting a diare M!(oplasma • Mulut kuning Ri(kettsia tidak kering dan ban!ak peruba"an berbau. bakteri aerob .? Si#at lain Tidak untuk sediaan in+eksi .elaruta $arna dan anareob nC lida" gram @ dan stomatitis sangant gram A !ang d!sp"agia sedikit pat"ogen • Dis#ungsi larut dalam renal aur &<15399' larut dalam alko"oil &<139' praktis tidak larut dalam kloro#or m dan eter larutan dalam met"ano l larutan asam dan larutan alkali "idroksi da &Martind ale' E#ek Samping .

. Jika dalam udara lembab terkena sinar mata"ari langsung $arna men+adi gelap larutan dengan p* tidak lebi" dari 5 men+adi inakti# dan rusaak pada p* ? atau lebi" &/I III'. 5 8 &US% 5D' Dapat digunakan untk sediaan in+eksi.5. <4 larutan dalam air memiliki p* < 8. . Jika dimaksu#k an untuk sediaan in+eksi disimpan dalam $ada" steril ter"adap kedap. =arut (dalam larutan alkali "idroksi da dan (arbonat tetapi tidak stabil karena muda" dirusak ole" larutan alkali &US% 5D' %en!imap anan dalam $ada" tertutup baik dan terlindung dari (a"a!a.elaruta n 1 larut dalam air &<1<9' sedikit larut dalam al(o"ol &<1<99' praktis tidak larut dalam kloro#or m eter aseton. Tetrasi klin *0l Antibiotik spe(trum luas Sebagai terapi +era$at !aitu meng"ambat pertumbu"an Propionibaak terium acnes M!ast"enia gravis agranulosito sis anemia aplastik anemia "emolitik neutropenia trombositop enia %emeria n1 serbuk kristalin ber$arn a kuning tidak berbau dan "igrosko pis.

)a"an akti# diinginkan untuk berpenetrasi sampai ke dermis. Jika dalam udara lembab terkena sinar mata"ari lamgsung $arna men+adi gelap. %en!impa nan dalam $ada" tertutup baik dan terlindung dari (a"a!a. Antibiotik spe(trum luas. Merupaka n suatu kompleks dari sodium metap"os p"ate dan tetrasiklin. Sebagai alternative pengobatan a(tinom!(osis in#eksi ra(un serangga ant"raE bron("itis gastroent"erit is %eningkatan tekanan ter"adap intra(ranial sakit kepala gangguan pengli"atan papilla edema "idroksi da &martind ale' %emeria n1 serbuk kristalin ber$arn a kuning dan tidak berbau. • Salep memiliki kemampuan pen!ebaran !ang baik pada kulit. • Salep memiliki konsistensi !ang kental se"ingga dapat berta"an (ukup lama pada daera" !ang perlu diobati. lapisan dermis Tu+uan terapi 1 lokal . lapisan epidermis . %emili"an bentuk sediaan Target organ !ang ditu+u 1 .emungkinan rute penetrasi !ang mungkin dilalui ole" ba"an akti# adala" 1  %ermukaan kulit  Stratum korneum  Epidermis "idup dan dermis )entuk sediaan !ang terpili" adala" salep basis "idrokarbon. .Tetrasi klin komple ks p"os#at . Alasan 1 • Dipili" sediaan salep basis "idrokarbon karena tetrasiklin "idroklorida tidak stabil dalam air.

. b. %eruba"an sedikit sa+a pada karakterisasi tersebut dapat men!ebabkan peruba"an #armakokinetika #armakodinamika suatu sen!a$a. E#ekti# E#ekti# dapat diartikan sebagai se+umla" ke(il obat !ang diberikan pada pasien mampu memberikan e#ek !ang maksimal dan optimal. Aman Aman artin!a sediaan !ang dibuat "arus aman se(ara #isiologis maupun psikologis dan dapat meminimalisirsuatu e#ek samping se"ingga tidak lebi" toksik dari ba"an akti# !ang belum di#ormulasi. Jumla" atau dosis pemakaian sekali pakai se"ari dan selama pengobatan &kurun $aktu' "arus mampu untuk men(apai reseptor dan menimbulkan respons #armakologis. %ers!aratan mutu 1 a. %ers!aratan Mutu %ERSFARATAN MUTU Sediaan !ang dibuat "arus memenu"i pers!aratan mutu !ang setara dengan ketentuan US% dan memper"atikan kriteria penda#taran obat +adi Depkes RI. )a"an sediaan #armasi merupakan sen!a$a kimia !ang mempun!ai karakteristik #isikokimia !ang ber"ubungan dengan e#ek #armakologis.III.

(.<?97'.<?97' 5. Takaran Dosis A. >. TA. &US% GII p.Sediaan e#ekti# adala" sediaan bila digunakan sesuai aturan !ang disarankan dengan aturan pakai meng"asilkan e#ek #armakologis !ang optimal untuk tiap bentuk sediaan dengan e#ek samping minimal.<?97'. Stabilitas mikrobiologi Tidak ditemukan pertumbu"an mikroorganisme selama $aktu edar. %.si#at #isika seperti organoleptis keseragaman kelarutan dan viskositas tidak beruba". (oli Enteroba(ter sp.: di"arapkan tidak mengalami peruba"an potensi. Mikroorganisme !ang tidak bole" ditemukan pada sediaan1 Salmonella sp. aeruginosa 0lostridium sp. 7. Stabilitas #isika Si#at. I2. Stabilitas #armakologis Selama pen!impanan dan pemakaian e#ek terapetikn!a "arus tetap sama &US% GII p.ARANHDOSIS IAT A. E. Stabil <. Stabilitas kimia Se(ara kimia inert se"ingga tidak menimbulkan peruba"an $arna p* dan bentuk sediaan &US% GII p.<?97' 3. 0andida albi(ans &=a("man p. Sediaan dibuat pada p* 7.TI/ Diambil dari pustaka 1 . Jika mengandung penga$et "arus tetap e#ekti# selama $aktu edar.>:8'. Stabilitas toksikologi %ada pen!impanan maupun pemakaian tidak bole" ada kenaikan toksisitas &US% GII p.

J. MARTINDA=E ED.'' %enggunaan Tetrasiklin *idroklorida untuk topi(al dalam salep mengandung 74 0. Molekular and 0lini(al Aspe(ts. Antimi(roba 0"emot"er <DD5C 5DC 5>3. %ER*ITUNBAN DAN A=ASAN )O)OT TIA% .> kali +adi dalam se"ari dibutu"kan 1 599 mg.Jurnal Revie$. ).799 mg E > J :99 mg.EMASAN Dalam sekali pemakaian salep kurang lebi" digunakan 599 mg.8>99 mg Dipili" penggunaan salep 7E se"ari se"ingga dibuat salep dengan kemasan >599 mg.799 mg.799 mg E 7 599 mg.TI/ DAN )A*AN TAM)A*AN 2aselin Album &EEipient13D?' . I. STUDI %RA/ORMU=ASI )A*AN A. Tetra(!(line. 0"opra I. 7: *A= <557 &A("rom!(in &=aderle U. %enggunaan topi(al akibat sensitisasi dan dapat mengkontribusi pengembangan akibat resistensi dapat digunakan tetrasiklin "idroklorida 74 dalam salep. Dalam se"ari digunakan 7.<599 mg E ? "ari J >599 mg.<599 mg Jika pemakaiann!a dalam < minggu dibutu"kan salep seban!ak 1 :99 mg.?? &%ubmed id 1 <3D5:D:'. 3 gram. et.D99 mg J 899mg. Al.

%emerian /ungsi 1 $arna puti" translusen massa lunak.ene (arbon disul#ide kloro#orm eter "eksena dan sebagian besar min!ak #iE dan muda" menguap. 1 sebagai emolien lubriakn pemba$aHbsis oleaginous %enggunaan Salep optalmik %reparasi auti( Emulsi topi(al =osion topi(al Salep topi(al .59 9 <.: 9 3.onsentrsi &4' 7.elarutan 1 praktis tidak larut dalam aseton etanol etanol D34 dingin atau panas gliserin dan airC larut dalam ben.794 >.onsentrasi &4' <9.534 *ingga <994 . Inkompatibilitas 1 vaselin album merupakan material inert denagn sedikit inkompatibilitas.D3 .75 <. Mineral Oil &%ra##in li6uid' %emerian 1 mineral oil merupakan (airan min!ak !ang vis(ous transparan dan tak ber$arna tanpa #luoresensi. Mineral oil praktis tak berassa dan tak berbau saat dingin dan berbau k"as petroleum saat dipanaskan. /ungsi solven. 1 sebagai emollient basis salep %enggunaan Emollient krim topi(al Emulsi topi(al Salep topikal . 2aselin album tak berbau tak berasa.7 <.

ene kloro#orm karbon disul#ide eter dan petroleum eter.34 propilenglikol atau dengan penggunaan paraben . (ampuran paraben digunakan untuk meng"asilkan #ormulasi %"arma(euti(al penga$et !ang e#ekti# e#ikasi penga$et !ang ditingkatkan dengan penamba"an 5.: disterilkan dengan auto(lave pada <59o0 selama 59 menit. Nipagin &Met"!l %araben' EEpient "al 7>9 p* 1 7. digunakan sebagai penga$et pada kosmetik produk makanan .. Dapat ber(ampur dengan volatile oil dan #iEed oil ke(uali (astor oil.: Dalam larutan air Met"!l %araben pada p* 7. ADI 1 <9 mgHkg )) .elarutan 1 et"anol < dalam 5 Et"anol &D34' < dalam 7 Et"anol &394' < dalam : Eter < dalam <9 Bliserin < dalam :9 Min!ak mineral praktis tidak larut Min!ak ka(ang < dalam 599 %ropilenglikol < dalam3 Air < dalam >99 < dalam 39 pada 39o0 < dalam 79 pada 89o0 Nipagin . .elarutan 1 praktis tidak larut dalam etanol D34 gliserin dan airC larut dalam asseton ben. Inkompatibilitas 1 Mineral oil inkompatibel dengan oksidator kuat.

9 <8 Nipasol &%rop!l %araben' EEipient "al >39 Dalam larutan air propil paraben pada p* 7. . ADI 1 <9 mgHkg )) %rop!l %araben .9 9? 9 <9 9 977 9 9<3.9 53 9 953.onsentrasi 9 9:3.: dapat disterilisasi dengan autoklav tanpa dekomposisi stabil pada p* 7. %enggunaan Nipagin IM I2 S0 in+eksi In"alasi solution Intradermal in+e(tion Nasal solution Optalmi( preparation Oral solution dan Suspensi Re(tal preparation Topi(al preparation 2aginal preparation . Dalam larutan air&kurang dari <94 dari dekomposisi'.:.9 5 9 9<3.9 7 9 <.dalam kombinasi dengan anti mikroba !ang lain seperti imidurea.9 <8 9 95. Met"!l paraben&9 <84' bersama dengan propil paraben &9 9954' digunakan sebagai +enis penga$et parenteral #ormulasi.elarutan Aseton Etanol Etanol Eter Bliserin muda" larut < dalam < < < dalam 3 : muda" larut < dalam 539 .9 5 9 <.

9 < 9 93.osol#en $ater.propanediol propane.onsentrasi 1 Sebagai 1 *ume(tan  topikal  <3 4 . )J 1 < 978 g H (m7 pada su"u 59 o0 .9 9< . %ropil %araben &9 954' bersama dengan propil paraben &9 <84' dapat digunakan sebagai +enis penga$et.9 : 9 95.elarutan 1 < 5. %ropilenglikol sebagai penga$et pada kosmetik produk makanan #ormulasi #armasetika mungkin digunakan sendiri kombinasi dengan ester paraben lain atau dengan anti mikroba !ang lain.9 9< 9 9<.9 95 9 9<3 9 95. < 5. 1 %elarut basis ekstraktan dan penga$et .9 95 9 95. =arut dalam < dalam : bagian Eter Ctidak membentuk misel dengan min!ak dan min!ak mineral tapi tereduksi dalam beberapa min!ak essensial.loro#orm Etanol &D3 4' Bliserin dan air.onsentrasi 9 993.9 59 9 9<? 9 9<.diol met"!l gl!(ol met"!l et"!lene gl!(ol < 5.di"idroE!propane.Min!ak mineral Min!ak ka(ang %ropilenglikol %ropilenglikol &394' Air < dalam 7779 < dalam ?9 < dalam 7 D < dalam <<9 < dalam >739 pada <390 < dalam 5399 < dalam 553 pada 89o0 . /ormualasi %arenteral %"arma(euti(al %enggunaan Nipasol IM I2 S0 In+eksi =arutan in"alasi In+eksi intadermal =arutan nasal =arutan oral suspensi Re(tal preparation Topi(al preparation 2aginal preparation Op"talmi( preparation %ropilen Blikol Sinonim /ungsi .misible 1 Membentuk misel dengan Aseton . .

.elarutan 1 =arut dalam air dalam larutan alkali "idroksida dan dalam larutan karbonat sukar larut dalam etanol praktis tidak larut dalam kloro#orm dan dalam eter.ing seperti %otasium %ermanganat Rumus struktur H H C H H C OH H C H OH Rumus empiris 1 07*8O5 Tetrasiklin *idroksida /ungsi %emerian 1 )a"an akti# 1 Serbuk "ablur kuning tidak berbau agak "igroskopis. Dalam larutan dengan p* lebi" ke(il dari 5 potensi berkuran dan (epat rusak dalam larutan alkali "idroksida. )M 1 >89 D RAN0ANBAN /ORMU=A NO BAHAN FUNGSI < Tetrasiklin *0l Sebagai anti +era$at 5 2aselin album Sebagai basis Per kemasan 9 <3 g >>g Per Batch <3g >> g .%enga$et  semisolida  <3 A 79 4 Solvent H kosolvent  topikal  3 A 89 4 In(ompatibilitas In(ompatible dengan oEidi. Stabil d udara tetapi pada pemaparan ter"adap (a"a!a mata"ari !ang kuat dalam udara lembab men+adi gelap.

2ASE=IN A=)UM Dalam sediaan mengandung D74 2aselin album &3 g' J D7 4 E 3 g J D7 x 3g <99 J>>g Dalam < bat(" sediaan 39 g J D74 E 39 g J D7 x 39 g <99 J >> g 7.7 > 3 : ? %ara##in li6uid Nipagin Nipasol %ropilen glikol Jasmine oil Sebagai basis Sebagai penga$et Sebagai penga$et Sebagai pelarut nipagin dan nipasol Sebagai pembau 9 <?3 g 9 99?3 g 9 9<53 g 9 53 g 9 993 g <?g 9 9?3 g 9 <53 g 53g 9 93 g JUM=A* )A*AN <. TETRASI. MINERA= OI= &%ARA//IN =IKUID' Dalam sediaan 3 g mengandung 7 3 4 mineral oil .=IN *0l Dalam sediaan mengndung 7 4 tetrasiklni *0l &3 g' J74E3g J 7 E3g <99 J 9 <3 g Dalam < bat(" sediaan 39 g J 7 4 E 39 g J 7 x 39 g <99 J<3g 5.

NI%ASO= Dalam < sediaan 3 g mengandung 9 534 nipasol J 9 53 4 E 3 g J 9 53 x3g <99 J 9 9<53 g Dalam < bat(" sediaan 39 g . NI%ABIN Dalam sediaan 3 g mengandung 9 <34 nipagin J 9 <3 4 E 3 g J 9 <3 x 3g <99 J 9 99?3 g Dalam < bat(" sediaan J 9 <3 4 E 39 g J 9 <3 x 39 g <99 J 9 9?3 3.J734E3g J 73 x3g <99 J 9 <?3 Dalam < bat(" sediaan 39 g J 7 3 4 E 39 g J 73 x 39 g <99 J < ?3 g >.

Mendispersikan no > ke no 3. Menamba"kan sisa no 5 pada su"u 39 A 3390 aduk ad "omogen. Sebagian no 5 dipinda"kan ke dalam miEer didinginkan pada su"u 3990 &sampai su"u 3990'. Menimbang tetrasiklin *0l < 3 g. Men!iapkan alat dan ba"an. Mendispersikan no ? ke no :. ?. Menimbang petrolatum &vaselin album' seban!ak >> g dilele"kan pada su"u ?390. 11. Menamba"kan oleum +asmine 9 93 g ke dalam (ampuran no <<. :. Didinginkan dalam su"u ruang &5890'. 3. UJI ORBANO=E%TIS . Masukkan dalam $ada" &tube' E2A=UASI SEDIAAN <. 13. 8. 9. Menimbang Nipagin 9 9?3 g dan Nipasol 9 <53 g. 2. <5. <>. Menamba"kan (ampuran no 8 ke no D aduk "omogen. Menimbang parra#in li6uid &mineral oil' < ?3 g. <9. >.ERJA <. Melarukan Nipagin dan Nipasol dalam propilenglikol 9 53 g. 7.J 9 53 4 39 g J 9 53 x 39 g <99 J 9 <53 g 0ARA .

*omogenitas sediaan dapat dili"at dari keter(ampuran ba"an.Untuk mengeta"ui apaka" suatu sediaan sesuai dengan spesi#ikasi !ang tela" ditentukan dan merupakan tes a$al setela" sediaan itu dibuat.ba"an !ang digunakan pada basis semisolida. Se(ara organoleptis sediaan salep !ang dibuat "arus 1 )entuk Larna )au 1 Salep 1 . Ta"apan u+i "omogenitas 1 . UJI DAFA SE)AR Ta"apan u+i da!a sebar 1 Timbang salep seban!ak 9 3 g =etakkan salep tepat di ba$a" ka(a bulat !ang ba$a"n!a sertai dengan skala diameter kemudian ditutupi dengan ka(a lain !ang tela" ditimbang dan dibiarkan selama satu menit Ukur diameter sebarn!a Setela" < menit tamba"kan beban 39 gram )iarkan < menit kemudian ukur diameter sebarn!a . UJI *OMOBENITAS Dilakukan untuk mengeta"ui ke"omogenan sediaan !ang dibuat.uning 1 Jasmine 5.Tiap sampel diletakkan pada ka(a ob+ek lalu dengan bantuan ka(a ob+ek lain dili"at di ba$a" mikroskop pada perbesaran <99 kali.o o< gram salep dari 7 tempat berbeda diambil. 7.

AT Ta"apan pengu+ian 1 Salep dengan berat 9 53 gram diletakkan di atas dua gelas ob+ek !ang tela" ditentukan Tekan dengan beban < kg selama 3 menit %asang ob+ek glass pada alat u+i Tamba"kan beban 89 gram pada alat u+i 0atat $aktu pelepasan krim dari gelas ob+ek 3.ekentalan atau viskositas sediaan termasuk sala" satu "al !ang "arus diper"atikan dalam pembuatan sediaan salep. 5 pada alat .menerus "ingga diperole" diameter !ang (ukup untuk meli"at pengaru" beban ter"adap diameter sebar salep %rinsip ker+a 1 Salep seban!ak < gram diletakkan pada lempeng ka(a berskala lalu di atasn!a ditutup lempeng ka(a dan diberi beban 3 gram lalu diamkan selama 5 menit.- =akukan "al !ang sama tiap < menit dengan penamba"an beban 39 gram se(ara terus.emudian beban ditamba" dengan beban 3 gram serta amati pen!ebaran !ang ter+adi. >. UJI DAFA =E.OSITAS )ertu+uan untuk mengeta"ui kekentalan dari sediaan salep. UJI 2IS.9> Ta"apan pengu+ian1 Ambil beberapa gram sediaan salep %asang rotor no. Alat 1 2iskotester 2T. . .

- Masukkan bagian ba$a" rotor pada sediaan se"ingga semua bagian ter(elup - Jalankan alat sampai +arum penun+uk menun+ukkan angka !ang konstan - 0atat "asil dan matikan alat %rinsip ker+a 1 0airan dimasukkan antara (up dan bob sampai temperature seimbang. )eban ditempatkan seimbang. UJI p* Untuk mengukur p* digunakan kertas p* indokator langsung pada sediaan. )eban ditempatkan pada penggantung.: 3 %EM)A*ASAN NO Ma(am U+i %arameter Spesi#iksai !ang diren(anakan <.riteria . :. Organoleptis )entuk )entuk 1 )entuk 1 @ *asil . Ta"apan pengu+ian 1 =arutkan se+umla" salep dengan a6uadest 0elupkan kertas universal Amati peruba"an pada kertas universal (o(okkan dengan standart p* sediaan salep !ang kami buat memiliki rentang nilai p* > 3. 0atat $aktu untuk berputar <99 kali.

uning 5. *ampir semua "asil evaluasi memenu"i spesi#ikasi !ang diren(anakan ke(uali u+i "omogenitas. >.: > @ 7.$arna bau salep )au 1 +asmine oil Larna 1 . p* 7. *omogenitas *omogen Tidak "omogen . Sediaan !ang di"asilkan tidak "omogen mungkin disebabkan karena tidak (ampurn!a propilen glikol dan para#in (air sedangkan obat tetrasiklin *0l didispersikan ke dalam (ampuran tersebut se"ingga mengakibatkan tidak (ampurn!a sediaan. . viskositas Da!a sebar <:9 mpas Diameter J : (m @ 3.uning salep )au 1 +asmine oil Larna 1 .ESIM%U=AN . /ormula dan teknik ker+a !ang tela" dilakukan tidak dimungkinkan untuk dibuat dalam skala industri karena sediaan !ang dibuat dalam skala laboratorium bersi#at tidak "omogen.

Organoleptis )entuk )au Larna 1 salep 1 +asmine oil 1 kuning Spesi#ikasi !ang diinginkan )entuk )au Larna 1 salep 1 +asmine oil 1 kuning *asil sediaan tela" sesuai dengan spesi#ikasi !ang diinginkan. 3. b. *omogenitas . • Salep memiliki kemampuan pen!ebaran !ang baik pada kulit. (. Alasan pemili"an bentuk sediaan salep !aitu • Dipili" sediaan salep basis "idrokarbon karena tetrasiklin "idroklorida tidak stabil dalam air. *asil sediaan salep tetrasiklin *0l !ang diperole" antara lain a. p* p* sediaan !ang diperole" !aitu > p* ini termasuk dalam rentang p* dalam literatur !aitu 7 A :. • Salep memiliki konsistensi !ang kental se"ingga dapat berta"an (ukup lama pada daera" !ang perlu diobati.<. )a"an akti# diinginkan untuk berpenetrasi sampai ke dermis. Salep merupakan bentuk sediaan dengan konsistensi semisolid bermin!ak umumn!a tidak mengndung air dan mengandung ba"an akti# !ang dilarutkan atau didispersikan dalam suatu pemba$a. 5.

Diperole" sediaan !ang tidak "omogen karena tidak (ampurn!a propilen glikol dan para#in (air sedangkan obat tetrasiklin *0l didispersikan ke dalam (ampuran tersebut se"ingga mengakibatkan tidak (ampurn!a sediaan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful