KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan YME, yang telah memberikan limpahan rahmat_Nya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “ Flu Burung (H5N1)”, disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah keperawatan penyakit tropik , jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dalam penulisan makalah ini tentunya penulis berterimakasih kepada dosen pembimbing mata kuliah ini yaitu Andri S,Kep. Ns, yang telah membimbing, memotifasi dan mendampingi kami dalam pembelajaran. Makalah ini berisi tentang Pengertian flu burung, Patofisiologi flu burung, Etiologi flu burung, Tanda dan gejala flu burung, Cara penularan flu burung, Cara pencegahan flu burung, Penatalaksanaan flu burung. Penulis menyadari bahwa sepenuhnya dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran semua pihak untuk menyempurnakan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Yogyakarta, 10 Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………. 1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………… 1.3 Tujuan……………………………………………………………………………….. BAB 2. PEMBAHASAN A. Pengertian Flu burung ..................................................................................... B. Patofisiologi flu burung .................................................................................. C. Etiologi flu burung ......................................................................................... D. Tanda dan gejala flu burung ........................................................................... E. Cara penularan flu burung .............................................................................. F. Cara pencegahan flu burung ........................................................................... G. Penatalaksanaan flu burung ............................................................................ H. Pathway ........................................................................................................... I.   Askep .............................................................................................................. BAB 3. PENUTUP Kesimpulan ..................................................................................................... Daftar pustaka ................................................................................................. 25 27 6 6 7 7 9 10 11 17 19 4 5 5

BAB I PENDAHULUAN A.000 kematian. Tahun 1968 virus bermutasi menjadi H3N2 atau “Hongkong Flu” menyebabkan 700. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (drift. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas sebagai jalur migrasi burung liar. awal wabah pada peternakan di dunia telah dikonfirmasi sejak Desember 2003. Beberapa tahun kemudian. yang disebabkan oleh flu burung subtipe H5N1. kurangnya pengetahuan sebagian penduduk Indonesia terhadap dampak dari flu burung juga ikut berpengaruh pada kasus penyebaran flu burung. Pada 8 Februari 2006. wabah pandemi virus influenza telah membunuh lebih dari 40. Virus influenza ini termasuk famili Orthomyxoviridae. . Akhirnya pada tahun 1997. dimana subtipe yang mewabah saat itu adalah virus H1N1 yang dikenal dengan “Spanish Flu”. Tahun 1957 virus bermutasi menjadi H2N2 atau “Asian Flu” menyebabkan 100. shift).000 kematian. Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Selain itu. Organisasi Kesehatan Hewan Dunia menyatakan bahwa wabah flu burung pertama kali terjadi di Nigeria. Hingga 6 Juni 2007. Tahun 1977 virus bermutasi menjadi H1N1 atau “Russian Flu”. Hal ini dipengaruhi oleh matapencaharian penduduk Indonesia sebagai peternak unggas sehingga Indonesia rawan pada penyebaran penyakit flu burung.000 orang. WHO telah mencatat sebanyak 310 kasus dengan 189 kematian pada manusia yang disebabkan virus ini termasuk Indonesia dengan 99 kasus dengan 79 kematian. Sehingga pada 21 Juli 2005. kemudian menyebar hingga ke Mesir dan Kamerun. LATAR BELAKANG Flu burung telah menjadi perhatian yang luas dari masyarakat karena telah menewaskan banyak korban baik unggas maupun manusia. Pada awal tahun 1918. virus bermutasi lagi menjadi H5N1 atau “Avian Influenza”. tiga kasus fatal terjadi di Tangerang. Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas. dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N) dan memiliki waktu inkubasi selama 1 minggu pada unggas dan 3 hari pada manusia.

jengger berwarna biru. minuman. infeksi mata. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis. dan nyeri otot. Gejala flu burung pada unggas adalah kematian secara mendadak dengan laju mortalitas mendekati 100%. batuk dan nyeri tenggorokan. dan luka pada kaki. dan sentuhan. Virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi (60ᵒC selama 30 menit). namun dapat bertahan hidup pada suhu rendah (0ᵒC selama lebih dari 30 hari). TUJUAN a) Mengetahui pengertian flu burung b) Mengetahui patofisiologi flu burung c) Mengetahui etiologi flu burung d) Mengetahui tanda dan gejala flu burung e) Mengetahui cara penularan flu burung f) Mengetahui cara pencegahan flu burung g) Mengetahui penatalaksanaan flu burung . Virus H5N1 lebih patogen daripada subtipelainnya sehingga disebut dengan Highly Pathogenic H5N1 Avian Influenza (HPAI).Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan. Sedangkan gejala umum yang terjadi pada manusia adalah demam tinggi (suhu badan di atas 38ᵒC). B. radang saluran pernapasan atas. pneumonia. RUMUSAN MASALAH a) Apa pengertian flu burung ? b) Patofisiologi flu burung ? c) Etiologi flu burung ? d) Tanda dan gejala flu burung ? e) Cara penularan flu burung ? f) Cara pencegahan flu burung ? g) Penatalaksanaan flu burung ? C.

satunya cara virus flu burung dapat menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia adalah jika virus flu burung tersebut bermutasi dan bercampur dengan virus flu manusia. PENGERTIAN FLU BURUNG Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam .BAB II PEMBAHASAN A. Penularan dapat juga terjadi melalui pakaian. Penularan pada manusia karena kontak langsung. Menurut WHO. Secara kemungkinan mekanisme penularan dari unggas kemanusia. B. flu burung lebih mudah menular dari unggas ke manusia dibanding dari manusia ke manusia. Unggas yang terinfeksi dapat pula mengeluarkan virus ini melalui tinja. Belum ada bukti penyebaran dari manusia ke manusia. perlu ditegaskan bahwa penularan pada dasarnya berasal dari unggas sakit yang masih . dan juga belum terbukti penularan pada manusia lewat daging yang dikonsumsi. di kandangnya dan alat-alat peternakan (termasuk melalui pakan ternak). termasuk sepatu para peternak yang langsung menangani kasus unggas yang sakit dan umum. ada pada 3 saat jual beli ayam hidup di pasar serta berbagai mekanisme lain. Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1 (H=Haemagglutinin. juga dapat terjadi melalui kendaraan yang mengangkut binatang itu. PATOFISIOLOGI FLU BURUNG Flu burung bisa menulari manusia bila manusia bersinggungan langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. Bubuk inilah yang dihirup oleh manusia atau binatang lainnya. Virus flu burung hidup di saluran pencernaan unggas.misalnya karena menyentuh unggas secara langsung. Satu. Virus ditularkan melalui saliva dan feses unggas. N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.Dalam hal penularan dari unggas ke manusia. yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk.

tidak menularkan flu burung ke orang yang memakannya. yaitu. Unggas yang telah dimasak. Saat ini. Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas.6 sialiloligosakarida yang berasal dari membran sel di mana didapatkan residu asam sialat yang dapat berikatan dengan residu galaktosa melaluiikatan 2.Di dalam tinja unggas dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat bertahan lebih lama. virus Flu Burung tidak menyerang manusia. H3N2. yaitu. Virus flu burung akan mati dengan pemanasan 80°C selama 1 menit. ETIOLOGI FLU BURUNG Etiologi penyakit ini adalah virus influenza. strain H5N1 (H=hemagglutinin. . C. Penyebaran virus Avian Influenza (AI) terjadi melalui udara droplet infection di mana virus dapat tertanam pada membran mukosa yang melapisi saluran nafas atau langsung memasuki alveoli (tergantung dari ukuran droplet). H9N2 dan lainlain. H1N 1. Secara umum. tipe B dan tipe C.hidup dan menular. Adapun sifat virus ini. Virus yang tertanam pada membran mukosa akan terpajan mukoprotein yang mengandung asam sialat yang dapat mengikat virus. Hal ini terlihat dari basil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C. N= neuraminidase). penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Viru. tipe A. tetapi mati pada pemanasan 60°C selama 30 menit. namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia. H5N1. Reseptor spesifik yang dapat berikatan dengan virus influenza berkaitan dengan spesies darimana virus berasal. digoreng dan lain-lain.6 linkage. yaitu. Virus Inluenza tipe A terdiri dari beberapa strain. H7N7. Virus avian influenza manusia (Human influenza viruses) dapat berikatan dengan alpha 2. Dikenal beberapa tipe Virus influenza.

Kematian mendadak b. Kasus Suspek Kasus suspek adalah seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temp > 38°C). muntah dan nyeri perut serta diare f. Radang saluran pernapasan atas h. a. batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau ber-ingus serta dengan salah satu keadaan. Demam (suhu badan diatas 38 °C) b. DEFINISI KASUS 1. Gejala pada manusia: a. MASA INKUBASI a. Pneumonia i. Batuk dan nyeri tenggorokan g. Pada anak sampai 21 hari 2. Pendarahan hidung dan gusi d. kontak dengan kasus konfirmasi flu burung dalam masa penularan. Nyeri otot 1. sesak nafas e. Jengger berwarna biru b. Pada Unggas : 1 minggu b. Pada Manusia : 1-3 hari . Gejala pada unggas: a. Borok di kaki c. .D. Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. lemas c. Infeksi mata j. TANDA DAN GEJALA FLU BURUNG Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.   seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang sedang berjangkit flu burung.

Bahan disinfektan fomalin dan iodine dapat membunuh virus menakutrkan ini. Di dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit. Terbukti tidak terdapat penyebab lain. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Virus ini mati pada pemanasan 56 derajat Celcius dalam 3 jam atau 60 derajad celcius selama 30 menit. virus dapat bertahan lebih lama. bekerja pada suatu laboratorium yang sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung 2. 3. misal : Test HI yang menggunakan antigen H5N1. Contohnya: pekerja di peternakan ayam. Unggas yang sakit oleh Influenza A atau virus H5N1 dapat mengeluarkan virus dengan jumlah besar dalam kotorannya. Kasus Kompermasi Kasus kompermasi adalah kasus suspek atau "probale" didukung oleh salah satu hasil pemeriksaan laboratorium. . melalui air liur.    Bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1). CARA PENULARAN FLU BURUNG Flu burung menular dari unggas ke unggas. Dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonia gagal pernafasan/ meninggal. Penyakit ini juga dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Peningkatan titer antibody H5 sebesar 4 kali E. lendir dari hidung dan feces. pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya.    Kultur virus influenza H5N1 positip. Virus itu dapat bertahan hidup di air sampai empat hari pada suhu 22 derajad celcius dan lebih dari 30 hari pada nol derajad celcius. PCR influenza (H5) positip. dan dari unggas kemanusia. Kasus "Probable" Kasus "probale" adalah kasus suspek disertai salah satu keadaan.

b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A (H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian. Penularan diduga terjadi dari kotoran secara oral atau melalui saluran pernapasan. 14 di Vietnam) F. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung b. CARA PENCEGAHAN FLU BURUNG 1. cairan hidung. c. di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7) dan satu diantaranya meninggal. d. Pertama kontaminasi langsung dari lingkungan burung terinfeksi yang mengandung virus kepada manusia. e. Avian Virus influenza avian dapat ditularkan terhadap manusia dengan 2 jalan. Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A (H5N1) di Vietnam (19) dan Thailand (6) yang menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand. Pada tahun 1999. (contoh : masker dan pakaian kerja). Menggunakan alat pelindung diri. . Pada tahun 2003. Burung yang terinfeksi virus akan mengeluarkan virus ini melalui saliva (air liur). Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Pada tahun 2003. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. dan kotoran. 2. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. Untuk mencegah penyebaran tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1. Pada Manusia: Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang): a. Pada Unggas: a. Ayam dan manusia di Hongkong. Vaksinasi pada unggas yang sehat 2.5 juta ayam yang terinfeksi flu burung. 3. Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain: 1. Cara lain adalah lewat perantara binatang babi. di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A (H5N1) dan satu orang meninggal.Virus flu burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.

3. keluhan pernafasan. Masyarakat umum: a. radang mata. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari. sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Imunisasi. G. PENATALAKSANAAN FLU BURUNG Pengobatan bagi penderita flu burung adalah: a. d.5 menit. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus). Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4. yaitu : Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) c. c. Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari. Amantadin diberikan pada awal infeksi. atau larutan pemutih/khlorin 0. d.5%untuk alat2/instrumen) e. b. Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan keluarganya. Mengolah unggas dengan cara yang benar. b. Anti replikasi neuramidase (inhibitor): Tamiflu dan Zanamivir e.f. Oksigenasi bila terdapat sesak napas. . Basuh tangan sesering mungkin. penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu.

pakaian 1. Kontak langsung dgn unggas 2. PATHWAY FLU BURUNG UNGGAS : melalui tinja kemudian mongering dan di hirup LANGSUNG TIDAK LANGSUNG 1. Penyebaran flu virus avian influenza menyebar melalui udara memasuki alveoli radang dan bengkak peningkatan produksi eksudat bersihan jalan nafas tdk efektif . Alat-alat peternakan 4.I. Kendaraan yg mengangkut binatang 3. Transfuse darah 2.

Seminggu terakhir klien sibuk mengurus unggas-unggasnya yang kebetulan banyak yang mati mendadak. batuk. isolasi virus H5N1 dalam sekret hidung dan dahak. KU : lemah b. Suhu 390C. HR: 100x/menit. saturasi oksigen 98%. saturasi oksigen 98 % c. ronkhie (+). Data Fokus DS : a. Isolasi virus H5N1 dalam sekret hidung dan dahak . Seminggu terakhir klien sibuk mengurus unggas-unggasnya yang kebetulan banyak yang mati mendadak b. ASKEP KASUS FLU BURUNG Tn F (35 thn) masuk rumah sakit atas rujukan dari puskesmas setempat karena diindikasikan suspek flu burung. akantetapi gambaran rontgen thorak belum menunjukan adanya infiltrat. HR 100 x/menit. ronkhie (+). Saat dilakukan pemeriksaan di RS didapatkan: keadaan umum klien lemah.J. TTV : TD 125/80 mmHg. sakit kepala. dengan dahak yang banyak dan sesak nafas RR: 24x/menit. Klien mengalami demam dengan suhu 390C. sakit tenggorokan. nyeri otot. nyeri otot. Kesadaran: CM (compas mentis) d. RR 24x/menit. sakit kepala. TD: 125/80 mmHg. 1. Sakit tenggorokan. kesadaran: CM (compos mentis).pilek. batuk pilek dengan dahak yang banyak dan sesak nafas DO : a.

Rokhie : (+) Saturasi oksigen 98% Etiologi Sekresi tertahan Problem Ketidak efektipan jalan nafas yang banyak dan .HR : 100 x/menit . DS -seminggu terakhir klien sibuk mengurus unggasunggasnya yang DO -TD : 125/80 mmHg -Suhu : 39 0C -RR : 24 x/menit .2. Diagnosa keperawatan 1.Isolasi firus H5N1 sesak nafas dalam sekret hidung dan dahak 2.Rhonkie : (+) yang mati mendadak 3. Sakit tenggorokan Batuk pilek dengan dahak DS Symptom DO . Analisa Data No.HR : 100 x/menit Invasi virus Hipertermia kebetulan banyak . 1.Ronkie : (+) .RR : 24 x/menit . Hipertermia berhubungan dengan invasi virus ditandai dengan : DS : .RR : 24 x/menit .seminggu terakhir klien sibuk mengurus unggas-unggasnya yang kebetulan banyak yang mati mendadak DO : .suhu : 390C .

24/12/ 12.30 (080013) .Berikan cairan dan nutrisi secukupnya kepada klien -Ajarkan klien memasukkan cairan melalui oral -kolaborasikan dengan dokter untuk pemberian obat parasetamol -untuk mengetahui keadaan pasien -Agar tercukupnya kebutuhan cairan pada klien. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam. Intervensi Jam/tgl No . .Radial pulse dengan batas 08. I Tujuan (NOC) Intervensi (NIC) Rasional TTD Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam.Isolasi virus H5N1 dalam sekret hidung dan dahak 4.Nyeri otot. termoregulation (0800) dapat teratasi dengan kriteria hasil : -Monitor TTV pasien.00 II.00 -pernafasan dengan batas normal 16-20 x/menit 07.2 6/12/1 2 07. Dx selasa. -Agar pasien dapat memasukkan cairan secara mandiri -agar mempercepat kesembuhan klien 07.00 normal 60-100 x/menit (080012) -hipertermia dengan batas normal (36-370C) rabu. sakit kepala. . batuk pilek dengan dahak yang banyak dan sesak nafas DO : -RR : 24 x/menit -ronkie (+) -saturasi oksigen : 98 % .Agar klien dapat bernafas dengan .Ketidak efektifan jalan nafas berhubungan dengan sekresi tertahan yang ditandai dengan : DS : -Pasien mengeluh sakit tenggorokan. ketidak efektifan jalan nafas (0410) dengan kriteria hasil : Airway management (3140) -pantau pernafasan dan status klien -dorong klien untuk -Untuk mengetahui keadaan pernafasan klien .

00 -pernafasan (16-20 x/menit) (041004) -pernafasan normal dengan kriteria tidak menggunakan alat bantu nafas dan suara menggunakan nafas dalam -Ajarkan klien bagaimana cara batuk efektif -Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat pengencer dahak bila perlu dilakukan suction lancar -Agar klien dapat mengeluarkan dahak -Agar memperlancar pernafasan klien dan mempercepat kesembuhan klien 09. Dx Implementasi Respon TTD Selasa.07.30 08. Implementasi Hari/tgl Jam No.30 dengan batuk efektif (041012) -penumpukan sekret dapat diatasi dengan batuk efektif (041021) - 5.00 nafas (041005) -kemampuan untuk mengeluarkan sekret 09. -Memonitor TTV -DS: -. 24/12/12 11. -DO: suhu= 360C RR = 19 x/menit Ronkie = (-) HR = 80 x/menit Selasa.Klien mengatakan kondisinya sudah membaik .00 -Memberikan cairan dan nutrisi secukupnya kepada klien DS: .00 I. 24/12/12 12.

00 -Mengajarkan klien memasukkan cairan melalui oral DS: -klien mengatakan sudah bisa memasukkan cairan melalui oral secara mandiri DO: Klien terlihat dapat memasukkan cairan melalui Selasa. 24/12/12 13. 26/12/12 10.00 -berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat penurun panas (parasetamol) DS: -klien mengatakan kondisinya mulai membaik dan demamnya turun DO: Suhu tubuh klien normal 360C rabu. 24/12/12 14.00 IIMemantau pernafasan dan -DS: klien mengatakan sulit status oksigen bernafas karena adanya penumpukan sekret DO: klien terlihat sesak dan Mondorong klien untuk adanya bunyi ronkie menggunakan nafas dalam -DS: klien mengatakan dapat oral dengan baik .DO: Klien terlihat segar dari sebelumnya Selasa.

Dx Evaluasi TTD Selasa. S : Pasien mengatakan kondisinya mulai membaik dan kebutuhan cairan sudah terpenuhi O : pasien terlihat tenang dan segar dari sebelumnya TTV: -Suhu : 360C -HR: 80x/menit -RR : 19x/menit A : hipertermia teratasi keseluruhan .menggunakan nafas dalam DO: klien terlihat dapat Mengajarkan bagaimana efektif -DS: klien mengatakn dapat menggunakn batuk efektif DO: klien terlihat dapat Berkolaborasi dokter dalam dengan menggunakan batuk efektif pemberian dengan baik cara klien menggunakan nafas dalam batuk dengan baik obat pengencer dahak bila perlu dilakukan suction -DS: klien mengatakn dapat bernafas dengan lega DO: klien terlihat bernafas dengan baik dan lancar. Evaluasi Tgl/jam No. 24/12/12 2012 I. 6.

klien mengatakn dapat bernafas dengan lega tanpa hambatan O: .klien terlihat sesak dan adanya bunyi ronkie .klien mengatakan dapat menggunakan nafas dalam . 26/12/12 10.30 II. S: .klien mengatakn dapat batuk efektif .klien mengatakan sulit bernafas karena adanya penumpukan sekret .P : hentikan intervensi Rabu.klien dapat menggunakan nafas dalam -klien terlihat dapat batuk efektif -klien terlihat bernafas dengan baik dan lancar A : Airway management teratasi keseluruhan P : Hentikan intervensi .

Belum ada bukti penyebaran dari manusia ke manusia. yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk. Hal ini terlihat dari basil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia. Saat ini. flu burung lebih mudah menular dari unggas ke manusia dibanding dari manusia ke manusia. strain H5N1 (H=hemagglutinin. KESIMPULAN Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam . penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Viru. Virus flu burung hidup di saluran pencernaan unggas.BAB III PENUTUP A. Secara umum. Menurut WHO. Unggas yang terinfeksi dapat pula mengeluarkan virus ini melalui tinja. . Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas. Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1 (H=Haemagglutinin. Bubuk inilah yang dihirup oleh manusia atau binatang lainnya. virus Flu Burung tidak menyerang manusia. N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia Flu burung bisa menulari manusia bila manusia bersinggungan langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. N= neuraminidase). dan juga belum terbukti penularan pada manusia lewat daging yang dikonsumsi.

id/afrilia2012/2012/12/04/patofisiologi-flu-burung/ http://fluburung.DAFTAR PUSTAKA        http://digilib.its.com/2012/03/09/flu-burung-gejala-cara-penularan-pencegahan-danpengobatannya/ http://individuasi.ac.ac.org/gejala-pada-manusia.com/2006/02/25/pengertian-flu-burung/ http://dreamfile.blogspot.id/public/ITS-Undergraduate-13409-Chapter1.com/tag/flu-burung/ .wordpress.asp http://tiopenta.html http://siswa.wordpress.com/2011/10/makalah-flu-burung-dbd.univpancasila.wordpress.pdf http://rivafauziah.