A.

Definisi Glaukoma Glaukoma adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata, sebagai akibat adanya hambatan sirkulasi atau pengaliran cairan bola mata (cairan jernih yang membawa oksigen, gula dan nutrient/zat gizi penting lainnya ke bagianbagian mata dan juga untuk mempertahankan bentuk bola mata). Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidak-seimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata, sehingga merusak jaringan jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata. Kerusakan ini tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kebutaan pada tahapan yang parah. Oleh karena itu glaukoma dapat mengganggu penglihatan yang perlu diwaspadai. Perlu dicatat bahwa setelah terjadi hilangnya penglihatan yang disebabkan oleh glaukoma, maka hal ini tidak dapat disembuhkan kembali, maka sangat penting untuk mencegah atau menghentikan proses hilangnya penglihatan ini.

A. Epidemiologi Glaukoma laukoma adalah penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia setelah katarak.Di Indonesia glaukoma diderita oleh 3% dari total populasi penduduk. Umumnya penderita glaukoma telah berusia lanjut, Pada usia diatas 50 tahun, tingkat resiko penderita glaukoma meningkat sekitar 10%. Hampir separuh penderita glaukoma tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut. Menurut data dari WHO pada tahun 2002, penyebab kebutaan paling utama di dunia adalah katarak (47,8%), galukoma (12,3%), uveitis (10,2%), age- related mucular degeneration (AMD) (8,7%), trakhoma (3,6%), corneal apacity (5,1%), dan diabetic retinopathy (4,8%). B. Faktor Resiko Glaukoma Beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya glaukoma, karena glaukomakronis dapat mengakibatkan kerusakan pada p englihatan tanpa gejala yang jelas, sebaiknyakita berhati-hati pada beberapa faktor: 1. Usia Usia merupakan faktor risiko terbesar dalam perkembangan munculnya glaukoma.Setiap orang dengan usia di atas 60th sangat beresiko untuk menderita glaukoma, dimana pada usia ini resiko akan meningkat hingga 6 kali lipat.

2. Ras Pada ras tertentu, seperti pada orang-orang berkulit hitam resiko terjadinya

glaukomameningkat sangat segnifikan dibandingkan dengan ras yang lain. Alasan perbedaan ini belumdapat dijelaskan. Pada orang-orang asia cenderung untuk menderita glaukoma sudut tertutup,sedangkan pada orang ras yang lain justru beresiko untuk terjadi glaukoma meskipun tekananintraokuler rendah 3. Riwayat Keluarga dengan Glaukoma Jika seseorang memiliki riwayat keluarga denganglaukoma, akan berpotensi untuk menderita glaukoma, riwayat keluarga meningkatkan resiko4 hingga 9 kali lipat. 4. Kondisi Medis Diabetes meningkatkan reskio glaukoma, selain itu riwayat darah tinggiatau penyakit jantung juga berperan dalam meningkatkan resiko. Faktor risiko lainnyatermasuk retinal detasemen, tumor mata dan radang pada seperti uveitis kronis dan iritis.Beberapa jenis operasi mata juga dapat memicu glaukoma sekunder. 5. Cedera Fisik Trauma yang parah, seperti menjadi pukulan pada mata, dapatmengakibatkan peningkatan tekanan mata. Selain itu cedera juga dapat menyebabkanterlepasnya lensa, tertutupnya sudut drainase. Selain itu dapat juga menyebabkan glaukomasekunder sudut terbuka. Glaukoma jenis ini dapat terjadi segera setelah terjadinya traumaatau satu tahun kemudian. Cedera tumpul seperti mata memar atau cedera tumbus pada matadapat merusak sistem drainase mata, kerusakan pada sistem drainase ini yang seringkalimemicu terjadinya glaukoma. Cedera paling umum yang menyebabkan trauma pada mata adalah aktivitas yang berhubungan dengan olahraga seperti baseball atau tinju. 6. Penggunaan Kortikosteroid Jangka Panjang Resiko terjadinya glaukoma meningkat pada penggunaan kortikosterid dalam periode waktu yang lama. Pada beberapa kasusmembuktikan hubungan antara penggunaan kortikosteroid dengan glaukoma. Sebuah studiyang dilaporkan dalam Journal of American Medical Association, 5 Mar 1997, menunjukkanterjadi peningkatan 40% insiden hipertensi bola mata dan glaukoma sudut terbuka pada orang dewasa yang membutuhkan sekitar 14 sampai 35 puffs corticosteroid inhaler untuk mengontrol asma. Ini merupakan dosis yang sangat tinggi, yang hanya diperlukan dalam kasus-kasus asma parah.

Pigmentary glaukoma adalahglaukoma sekunder yang disebabkan oleh pigmen granule yang di lepaskan dari bagian belakang iris. Glaukoma Sudut Tertutup . Klasifikasi Glaukoma Glaukoma dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1.7.1. 1. Glaukoma Primer Pada glaukoma primer. sebagai contoh. penyebab timbulnya glaukoma tidak diketahui. yang disebut juga sebagai glaukoma simpleks atau glaukoma kronik. granule-granule ini dapat memblokir trabecular meshwork. Glaukoma primer dibagi atas 2 bentuk yaitu glaukoma sudut tertutup atau glaukoma sudut sempit dan glaukoma sudut terbuka. C. Kelainan Pada Mata Kelainan struktural mata dapat menjadi penyebab terjadinyaglaukoma sekunder. pigmentary glaukoma.

1.Tindakan pembedahan harus dilakukan pada mata dengan glaukoma sudut tertutup akut karena serangan dapat berulang kembali pada suatu saat. Pada umumnya sudut bilik mata depan sudah sempit sejak semula (bersifat herediter). iris berangsur-angsur menutupi jalan keluar cairan mata tanpa gejala yang nyata. penglihatan kabur disertai dengan adanya halo (pelangi disekitar lampu).Serangan glaukoma mudah terjadi pada keadaan ruang yang gelap seperti bioskop yang memungkinkan pupil melebar. Hambatan . Posisi lensa yang kedepan akan mendorong iris ke depan.2. iris sembab meradang. tanpa disertai dengan hambatan pupil. Hanya pembedahan yang dapat mengobati glaukoma sudut tertutup akut. Sudut Tertutup Akut Terjadi pada pasien dengan sudut bilik mata sempit. Tekanan bola mata akan naik bila terjadi gangguan jumlah cairan keluar akibat bertambahnya jaringan parut. tekanan bola mata sangat tinggi yang mengakibatkan pupil lebar. 1. influenza. mata merah. antimuntah serta obat yang melebarkan pupil. dan akibat mengkonsumsi beberapa obat tertentu seperti antidepresan. 1. Sudut Tertutup tanpa Hambatan Pupil Glaukoma sudut tertutup tanpa hambatan pupil adalah glaukoma primer yang ditandai dengan sudut bilik mata depan yang tertutup.1. sehingga menyebabkan gangguan penglihatan cairan bilik mata depan ke jaring trabekulum.4.1.1.1. 1. Sudut Tertutup dengan Hambatan Pupil Sudut tetutup dengan hambatan pupil adalah glaukoma dimana ditemukan keadaan sudut bilik mata depan yang tertutup disertai dengan hambatan pupil. oleh karena itu diperlukan tekanan yang lebih tinggi untuk mendorong cairan mata (akuos humor) keluar melalui celah iris. Pada keadaan ini perlahan-lahan terbentuk jaringan parut antara iris dan jalur keluar cairan mata. Keluhan ini hilang bila pasien masuk ruang terang atau tidur karena terjadi miosis yang mengakibatkan sudut bilik mata terbuka. Pada glaukoma sudut tertutup terjadi penutupan pengaliran keluar cairan mata secara mendadak. antihistamin.3. kornea suram dan edem. Tekanan yang mendadak ini akan memberikan rasa sakit yang sangat di mata dan di kepala serta perasaan mual dan muntah. Keadaan mata menunjukkan tanda-tanda peradangan seperti kelopak mata bengkak. Bila usia bertambah tua maka lensa akan bertambah cembung sehingga bilik mata depan akan bertambah dangkal. Sudut Tertutup Kronik Pada glaukoma tertutup kronis.1.

b.aliran cairan mata (akuos humor) dapat terjadi karena penutupan sudut bilik mata yang dapat terjadi sedikit demi sedikit sampai tertutup sama sekali atau mendadak tertutup sama sekali. Diduga glaukoma diturunkan secara dominan atau resesif pada kira-kira 50% penderita. 1. Secara genetik penderitanya adalah homozigot. Perjalanan penyakit biasanya berupa serangan-serangan yang singkat dan hilang timbul. akan tetapi keadaan sudut bilik mata depan tidak terbuka kembali seperti semula (menjadi lebih sempit). Masing-masing keadaan memberikan gambaran klinik yang berbeda-beda antara lain : a. Pada penderita glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks) 99% hambatan terdapat pada jaring trabekulum dan kanal Schlemm.2. Faktor pencetus dapat berupa keadaan emosi yang terlalu gembira. sesudah menonton film di bioskop. Mata tidak merah dan sering penderita tidak memberikan keluhan sehingga terdapat gangguan susunan anatomik tanpa disadari penderita.1.2. Dapat juga terjadi karena serangan mendadak yang tidak diatasi dengan baik. Pada umumnya glakoma sudut terbuka kronik (simpleks) ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun. Penutupan Sudut Mendadak (Acute Angle Closer) Penutupan sudut terjadi secara mendadak atau tiba-tiba sehingga aliran cairan mata (akuos humor) dari bilik mata depan menjadi terhalang sama sekali. Sesudah setiap kali serangan sudut bilik mata depan terbuka kembali. c. Glaukoma Sudut Terbuka 1. Gangguan akibat tingginya tekanan bola mata terjadi .berada dalam ruangan yang gelap atau minum terlalu banyak. walaupun penyakit ini kadang kadang ditemukan pada usia yang lebih muda. Penutupan Sudut Intermedit (Intermettent Angle Closer) Pada umumnya sudut bilik depan sudah sempit sejak semula dan dapat menyebabkan gangguan aliran cairan mata (akuos humor) menuju ke jaring trabekulum. Glaukoma Sudut Terbuka Kronik (Simpleks) Glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks) adalah glaukoma yang penyebabnya tidak ditemukan dan disertai dengan sudut bilik mata depan yang terbuka. Penutupan Sudut Menahun (Chronic Angle Closure) Dapat terjadi karena penutupan sudut yang perlahan-lahan atau merupakan kelanjutan serangan intermitet yang sudah menimbulkan dengan kornea pada sudut bilik mata) yang luas.

1.Glaukoma sekunder dapat disebabkan atau dihubungkan dengan kelainan-kelainan atau penyakit yang telah diderita sebelumnya atau pada saat itu. 2.pada kedua mata. yang dapat mengakibatkan kematian dari sel-sel saraf optik yang bertugas membawa impuls/rangsang dari retina menuju ke otak. Pasien akan memperlihatkan kelainan funduskopi berupa ekskavasi papil glaukomatosa dan kelainan pada lapang pandangan. kelainan uvea. Glaukoma ini terjadi bersamaan dengan kelainan lensa. Penyebab dari tipe glaukoma bertekanan rendah (normal). Pada stadium permulaan ditemukan tekanan intraokuler (TIO) atau tekanan di dalam bola mata. berhubungan dengan kekurangan sirkulasi darah di daerah saraf optik mata.4. 1.2.2. Glaukoma Steroid Pemakaian kortikosteroid topikal ataupun sistemik dapat mencetuskan glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks). Glaukoma Miopi (Pigmen) Glaukoma miopi dan pigmen adalah glaukoma primer sudut terbuka dimana pada pemeriksaan gonioskopi ditemukan pigmentasi yang nyata dan padat pada jaring trabekulum. yang tinggi dan adanya halo (pelangi disekitar lampu) karena adanya edema pada kornea. dimana terjadi . Sesudah stadium permulaan dapat diatasi biasanya tekanan intraokuler (TIO) atau tekanan di dalam bola mata dapat terkontrol. 1.2. Glaukoma Tekanan Rendah (Normal) Glaukoma bertekanan rendah (normal) adalah suatu keadaan dimana ditemukan penggaungan papil saraf optik dan kelainan lapang pandangan yang khas glaukoma tetapi disertai dengan tekanan bola mata yang tidak tinggi (normal). Glaukoma Sekunder Glaukoma sekunder adalah glaukoma yang diketahui penyebab timbulnya.3. trauma. Pada pasien glaukoma steroid akan terjadi peninggian tekanan bola mata dengan keadaan mata yang terlihat dari luar putih atau normal.Glaukoma dibangkitkan lensa merupakan salah satu bentuk daripada glaukoma sekunder. sehingga ditemukan gejala klinik akibat tekanan yang tinggi. seperti : kelainan lensa. pembedahan dan lain-lain. akan tetapi berjalan progresif sampai berakhir dengan kebutaan. Pada glaukoma simpleks terdapat perjalanan penyakit yang lama.2. Bila steroid diberhentikan maka pengobatan glaukoma steroid masih diperlukan sama seperti pengobatan padaglaukoma lainnya.

sehingga menutup sudut bilik mata depan. Hambatan siliar pada glaukoma maligna terjadi karena penempelan lensa dengan badan siliar atau badan kaca dengan badan siliar. Glaukoma Kongenital Glaukoma kongenital merupakan suatu keadaan tingginya tekanan bola mata akibat terdapatnya gangguan perkembangan embriologik segmen depan bola mata. kelainan pembentukan kanal Schlemm. 3. penyakit peradangan pembuluh darah. Hambatan ini dapat bersifat total dan relatif. Glaukoma dengan Hambatan Pupil Glaukoma dengan hambatan pupil adalah glaukoma sekunder yang timbul akibat terhalangnya pengaliran cairan mata (akuos humor) dari bilik mata belakang ke bilik mata depan. Glaukoma neovaskuler dapat diakibatkan oleh berbagai hal. Pada hambatan yang bersifat total. 2. Akibatnya terjadi tekanan yang lebih tinggi di bilik mata belakang dibandingkan dengan bilik mata depan. 2. Hal ini menyebabkan terjadinya penimbunan cairan mata (akuos humor) hasil produksi badan siliar di bagian belakang yang mendesak ke segala arah. Neovaskuler ini menuju ke sudut bilik depan dan berakhir pada jaring trubekulum. Pada hambatan yang bersifat relatif. glaukoma terjadi akibat perlekatan iris dengan lensa ataupun iris dengan badan kaca.Akibat pembendungan cairan mata.1. 2. dan kelainan akibat tidak sempurnanya pembentukan pembuluh darah bilik yang menampung cairan bilik mata. tekanan bola mata meninggi pada saat bola mata sedang dalam perkembangan sehingga terjadi pembesaran bola mata yang . Glaukoma Maligna Glaukoma maligna adalah suatu keadaan peningkatan tekanan intrakuler (TIO) atau tekanan pada bola mata oleh karena terdapatnya hambatan siliar (ciliary block). Hal ini biasanya terjadi sesudah peradangan. serta penyakit tumor mata. penyakit pembuluh darah sistemik. Glaukoma Neovaskuler Glaukoma neovaskuler adalah glaukoma sekunder yang disebabkan oleh bertumbuhnya jaringan fibrovaskuler (neovaskuler) di permukaan iris. Keadaan ini akan mengakibatkan terjadinya pendangkalan bilik mata depan. misalnya: kelainan pembuluh darah.2. glaukoma terjadi akibat iris dan pangkal iris terdorong kedepan.3. Gangguan perkembangan embriologik dapat berupa kelainan akibat terdapatnya membran kongenital yang menutupi sudut bilik mata depan pada saat perkembangan bola mata.gangguan pengaliran cairan mata (akuos humor) ke sudut bilik mata akibat mencembungnya lensa mata.

disebut sebagai buftalmos. Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliari. Akibatkan penyakit lain dari tubuh. Glaukoma Absolut Glaukoma absolut adalah suatu keadaaan akhir semua jenis glaukoma dimana tajam penglihatan sudah menjadi nol atau sudah terjadi kebutaan total akibat tekanan bola mata memberikan gangguan fungsi lanjut. 6. . hal ini terlihat pada suatu sikap seakan-akan ingin menghindari sinar sehingga bayi tersebut akan selalu menyembunyikan kepala dan matanya. bilik mata dangkal. 4. Adanya kelainan pertumbuhan pada sudut bilik mata depan (goniodisgenesis). Etiologi Glaukoma  Etiologi penyakit Glaukoma secara umum: 1. kornea terlihat keruh. berupa trabekuloidisgenesis. Gangguan fasilitas pengeluaran cairan mata atau susunan anatomis bilik mata yang menyempit. 2. Hambatan aliran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil (Glaukoma hambatan pupil). Sangat mungkin merupakan penyakit yang diturunkan dalam keluarga (genetic). dan korneodisgenesis dan yang paling sering trabekulodisgenesis dan goniodisgenesis.Pada glaukoma absolut. 4. Akibat penyakit atau kelainan lain dalam mata. Akibatkan efek samping obat misalnya steroid. 2. Rasa silau dan sakit akan terlihat pada bayi yang menderita glaukoma kongenital.  Etiologi berdasarkan tiap klasifikasinya:  Glaukoma primer Glaukoma dengan etiologi tidak pasti. dimana tidak didapatkan kelainan yang merupakan pnyebab glaukoma. Glaukoma ini ditemukan pada orang yang telah memiliki bakat bawaan glaukoma seperti: 1. 5. mata keras seperti batu dan disertai dengan rasa sakit. Kelainan pada glaukoma kongenital terdapat pada kedua mata. D.Gejala-gejala glaukoma kongenital biasanya sudah dapat terlihat pada bulan pertama atau sebelum berumur 1 tahun. 3.irisdisgenesis  Glaukoma simpleks Glaukoma yang penyebabnya tidak diketahui.

2. Kelainan pembentukan kanal schlemm dan saluran keluar cairan mata yang tidak sempurna terbentuk. 6. 2. misal pemakaian steroid yang lama. 3. terdapat sumbatan pada trabekulum oleh bahan yang lepas pada sindroma ini. 4. Gejala dan Tanda Glaukoma  Glaukoma primer  Glaukoma primer sudut tertutup Akut : a. Misal lensa maju akibat katarak insipien. Obat-obatan. Sindroma pigmentari. yang dapat disebabkan: 1. Kelainan lensa. penglihatan kabur Kronik : . Kenaikan tahanan vena episklera. 7. rasa sakit berat (cekot-cekot) di mata. misal operasi katarak. b. 9. 3. Sindroma eksfoliatif. Neovaskularisasi sudut. mata merah. 8. misal adanya fistula karotiko-kavernosa. 5. Glaukoma kongenital 1.  Glaukoma sekunder Akibat kelainan di dalam bola mata. berair c. Membrane kongenital yang menutupi sudut bilik mata pada saat pengembangan bola mata. E. disini terdapat sumbatan trabekulum oleh pigmen iris. Inflamasi mata/ uveitis Trauma yang merusak sudut iridokornea atau menyebabkan iris menutup sudut atau menyebabkan blok pupil atau blok silier.  Glaukoma absolut Akibat tekanan bola mata yang memberikan gangguan fungsi penglihatan lanjut. Operasi mata. misal pada penderita Diabetes Melitus. dapat sampai sakit kepala dan muntah-muntah. Penyumbatan pengaliran keluar cairan mata oleh jaringan sudut bilik mata yang terjadi oleh adanya kelainan kongenital.

 Glaukoma sudut terbuka Awal : a. Pada sebagian besar kasus tidak terdapat penyakit mata lain ( glaukoma primer ). Tekanan intra-okuler tersebut ditentukan oleh kecepatan pembentukan humor akueus dan tahanan terhadap aliran keluarnya air mata.buta Glaukoma simpleks Tidak diketahui tanda dan gejalanya. c. Biasanya rasa sakit kurang berat dibandingkan dengan yang akut. Mekanisme peningkatan tekanan intra-okuler pada glaukoma adalah gangguan aliran keluar humor akueus akibat kelainan system drainase sudut kamera anterior ( glaukoma sudut terbuka ) atau gangguan akses humor akueus ke system drainase ( glaukoma sudut tertutup ). b.  penyempitan lapang pandang . Patofisiologi . c. b. merah dan kabur dapat hilang dengan sendirinya. d. e. mungkin tanpa gejala rasa capai pada mata rasa pegal pada mata fluktuasi tajam penglihatan kadang-kadang melihat seperti pelangi sekitar lampu Lanjut : a. F. b. gejala hampir sama dengan yang akut tetapi rasa sakit. penglihatan kabur mata merah rasa sakit di mata dan sakit kepala. fotofobia/takut sinar mata berair  Glaukoma absolut Stadium akhir Glaukoma yang dimana terjadi kebutaan total.  Glaukoma sekunder a. dan terjadi serangan berulang beberapa kali.  Glaukoma kongenital a. Patogenesis Glaukoma Glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan intra-okuler yang disertai pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapangan pandang.a.

Penutup saluran nasolacrimal berguna karena bila obat diteteskan pada mata. Masalah yang nyata adalah waktu pemberian obat yang bermacam-macam disertai dengan menutup saluran keluar yang mengalirkan obat ke rongga hidung (kanal nasolakrimalis). obat akan masuk ke rongga hidung dan masuk ke dalam peredaran darah dan bagian tubuh yang lain sehingga akan memberikan efek samping. tekanan intra-okuler mencapai 60-80 mmHg sehingga. Aturan pemakaian obat diperlukan pada pemakaian berbagai macam obat tetes yang diberikan. Medikamentosa Pengobatan dengan obat-obatan ditujukan untuk menurunkan tekanan intra-okular dengan cepat utuk mencegah kerusakan nervus optikus.peningkatan tekanan intra-okuler baik disebabkan oleh mekanisme sudut terbuka atau sudut tertutuo akan berhubungan dengan bentuk-bentuk glaukoma. Sebaiknya antara pemakaian 2 jenis obat dalam batas 10-15 menit. Non Medikamentosa . menurunkan inflamasi intra-okular. Untuk mencegah hal ini maka pada saat meneteskan obat ke mata maka tempat pengaliran obat masuk ke hidung (punctumlakrimal) ditutup dengan jari selama 1-2 menit. Biasanya 50% dari obat akan masuk ke dalam mata yang efeknya akan sangat baik dan waktu kerjanya akan lebih lama. Mekanisme utama pada penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atrofi sel ganglion difus yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di saraf optikus. Pada glaukoma sudut tertutup akut. Iris dan korpus siliare juga menjadi atrofik dan prosesussiliaris memperlihatkan degenerasi hialin. Diskus optikus menjadi atrofik disertai pembesaran cekungan optik. Efek peningkatan tekanan intra-okuler di dalam mata ditemukan pada semua bentuk glaukoma yang manifestasinya ditentukan oleh perjalanan waktu dan besar peningkatan tekanan intra-okuler. terjadi kerusakan iskemik pada iris yang disertai edema kornea. b. Kegagalan hasil pengobatan dapat disebabkan oleh kesalahan dalam teknik pemaaian obat walaupun pasien memakai semua obat sesuai resep. Penatalaksanaan Glaukoma a. miosis. G. menjernihkan korea. Obat yang diteteskan dalam waktu dekat tidak efisien karena obat yang pertama diteteskan dibilas oleh obat tetes yan berikutnya. serta mencegah terbentuknya sinekia anterior perifer dan posterior.

Adanya variasi tekanan diurnal yang signifkan pada pasien dengan kerusakan diskus yang berat. 1. Ada berbagai cara yang tersedia diantaranya. Target penurunan tekanan intra-okular tidak tercapai Kerusakan jaringan saraf dan penurunan fungsi penglihatan yang progresif meski telah diberi dosis maksimal obat yang bisa ditoleransi ataupun telah dilakukan laser terapi ataupun tindakan pembedahan lainnya. Namun. Pengawasan terhadap pasien sangat penting mengingat efek yang kurang baik dari operasi. diantaranya trabekulektomi dengan berbagai variasinya.Glaukoma bukan merupakan penyakit yang dapat diobati dengan operasi saja. LTP juga efektif pada pasien dengan pigmentasi glaukoma dan pasien dengan sindrom pengelupasan kulit. yaitu: 1. 2. resiko katarak di kemudian hari dan infeksi. 3. implantasi jalan pintas akuos. pasien pada afakia atau pseudoafakia tidak terlalu memberikan respon yang baik. argon laser trabekuloplasti (ALT). diodor laser trabekuloplasty dan selektif laser trabekuloplasty (SLT). Operasi biasanya merupakan pendekatan primer baik untuk glaukoma kongenital maupun glaukoma blok papil. LTP juga tidak efektif untuk mengobati glaukoma tekanan rendah dan glaukoma sekunder seperti uveitis glaukoma. operasi sudut untuk glaukoma kongenital dan glaukoma sudut tertutup dan ablasi badan silar. Prosedur lain seperti iridektomi dan gonioplasti diperuntukkan untuk gangguan sudut dan drainase cairan. Biasanya salah satu dari pinggir anyaman trabekula (1800).Operasi glaukoma dapat dilakukan dengan laser maupun teknik bedah insisi dengan banyak prosedur yang bertujuan menurunkan TIO. Operasi untuk glaukoma sudut terbuka Laser trabekuloplasti Laser trabekuloplasti (LTP) adalah teknik yang menggunakan energi laser yang dijatuhkan pada anyaman trabekula pada titik yang berbeda. Kontraindikasi ITP . a. LTP dapat menurunkan sekitar 20-25% TIO awal pasien. seperti masalah yang berkaitan dengan bleb. Keputusan untuk melakukan operasi glaukoma biasanya langsung pada keadaan yang memang memiliki indikasi untuk dilakukannya operasi. LTP diindikasikan pada pasien glaukoma yang telah mendapat dosis maksimalobat yang bisa ditoleransi dimana dengan gonioskopi merupakan glaukoma sudut terbuka dan menuntun penurunan TIO. Selain efektif pada pasien dengan glaukoma sudut terbuka. prosedur non-penetrasi TIO.

Tujuannya agar cairan mata bisa melewati anyaman trabekula menuju ruang subkonjungtiva dimana pada saat bersamaan tekanan intraokuler optimal tetap dipertahankan ( tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah ) sebagaimana mempertahankan bentuk bulat mata ( mencegah pendangkalan bilik mata depan). Iridektomi merupakan prosedur operasi yang aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi sekitar 80% pada penderita glaukoma sudut tertutup primer. yaitu: eksposure. 2. Trabekulektomi Trabekulektomi merupakan suatu cara yang konservatif dalam penanganan glaukoma. pengaturan aliran dan penutupan konjungtiva.adalah pada pasien dengan inflamasi glaukoma. pengaliran keluarnya dipercepat atau salurannya diperluas. iridektomi. b. robekan konjungtiva. parasintesis. Teknik ini dimulai dengan melakukan beberapa tahapan. pentupan flap sclera. TIO yang pernah dilaporkan sekitar 50-60 mmHg dan peningkatan TIO temporer ini bisa menyebabkan kerusakan saraf optik. Prosedur laser iniaman dan selektif dengan hasil penurunan TIO yang hampir sama dengan ALT. Selective laser trabeculoplasty Selective laser trabeculoplasty (SLT) adalah prosedur laser yang menggunakan frekuensi ganda dengan target melanin intraseluler. Operasi untuk glaukoma sudut tertutup 1. sklerostomi. Dengan demikian memungkinkan pupil untuk bergerak mundur ke belakang sehingga membuka sudut glaukoma. Laser iridektomi Teknik bedah ini pertama kali dipublikasikan oleh seorang ahli ogtalmologi Jerman bernama Albrecht von Graefe tahun 1857 pada pasien glaukoma akut. Komplikasi utama dari LTP ini adalah peningkatan TIO yang temporer yang terjadi pada sekitar 20% pasien. glaukoma neovaskularisasi atau sinekia sudut tertutup pada pasien dengan glaukoma yang progresif. 3. Trabekulektomi merupakan teknik bedah untuk mengalirkan cairan melalui saluran yang ada dan sering dilakukan pada glaukoma sudut terbuka. Pada trabekulektomi ini cairan mata tetap terbentuk normal akan tetapi. flap sclera. Tujuan yang ingin dicapai adalah terbukanya drainase cairan mata dari bilik mata belakang ke bilik mata depan dan mengurangi tekanan yan tnggi di bilik mata belakang akibat blok pupil yang relatif. Dilaporkan sekitar 80% pasien glaukoma sudut terbuka dengan terapi medis yang tidak terkontrol menunjukkan penurunan TIO. . iridokornal endothelial (ICE).

Tingkat efektivitsa yang tinggi Sedikit tindakan invasive sehingga jarang menyebabkan trauma Resiko komplikasi yang rendah . dan iris yang “tenggelam”. pendalaman COA. Sedangkan trabekulektomi dapat dilakukan meskipun kornea jernih atau keruh. 3. Prinsip kerja goniotomi adalah menginsisi anyaman trabekula dari dalam bola mata. dan goniosinekialisis. 3. Laser genioplasti atau iridoplasti perifer Genioplasti atau iridoplasti adalah teknik untuk memperdalam sudut. Pembedahan Insisi Diantaranya adalah iridektomi perifer. Operasi untuk glaukoma kongenital Untuk kasus-kasus glaukoma yang terjai selama tahun-tahun pertama kehidupan terapi pembedahan adalah terapi yang secara umum efektif disbanding terapi farmakologis. Laser iridektomi juga diindikasikan untuk mencegah blok pupil pada mata yang beresiko tinggi pada pemeriksaan gonioskopi karena serangan glaukoma sudut tertutup pada mata yang di sebelahnya. 4. Goniotomi dan trabekulektomi merupakan prsedur pilihan dalam glaukoma primer kongeital ini. Kontraindikasi laser genioplasti dan irioplasti sama dengan laser iridektomi. Stroma dibakar dengan argon laser pada bagian perifer iris untuk membuat kontraksi dan membuat datar iris. ekstraksi katarak. Apabila dua pilihan terapi diatas gagal. ruang yang dangkal. Keuntungan dari goniotomi adalah: 1. Sementara itu.Indikasi iridektomi yaitu adanya blok pupil dan kebutuhan untuk menentukan adanya blok pupil. Dilakukan apabila bedah laser tidak memberikan hasil. Goniotoromi hanya dapat dilakukan pada mata dengan kornea yang relatif jernih. trabekulekomi adalah mengkanalisasi anal Schlemm dari permukaan luar bola mata dan memotong anyaman trabekula dari kanal tersebut menuju balik depan mata. Adakalanya ini berguna pada glaukoma sudut tertutup akibat iris plateau. Sementara itu. sulit untuk dilakukan laser iridektomi karena kondisi kornea yang keruh. kontraindikasi laser iridektomi adalah adanya rubeosis iridis yang aktif dan pemakaian antikoagulan sistemik termasuk aspirin. Dokter harus menangani dulu serangan ini secara medis kemudian baru dilanjutkan terapi bedah.Pada glaukoma sudut tertutup akut. maka perlu dipikirkan untuk terapi pembedahan gabungan dengan pembedahan trabekulektomi dan tubes shunt. 2. 2.

Dapat dilakukan meskipun kornea keruh Teknik pembedahan lebih mudah. hipertrikosis. uveitis anterior. 5.konjungtiva hiperemis. Obatobat yang bisa diberikan pada penderita glaukoma sebagai berikut: efek samping yang di timbulkan pada mata adalah meningkatkan pigmentasi iris. penglihatan kabur. B. Adapun efek samping yang di timbulkan pada mata adalah m e n i n g k a t k a n pigmentasi iris. untuk mencegah kerusakan nervus optikus. Meningkatkan aliran cairan mata lebih baik daripada prosedur lain Mencadangkan knjungtiva untuk operasi filtrasi Keuntungan trabekulektomi adalah: 1. reaktivasi keratitis herpes.005% dan dosis 4 kali sehari. Menurunkan resiko trauma intraocular Akses menuju kanal Schlemm lebih tepat H.4. nyeri sendi dan otot. ampingsistemik adalah gejala seperti flu.penglihatan kabur.penglihatan kabur. 4. Obat ini mempunyai efek untuk menurunkan aliran uveoskleral dan dapat menurunkan T I O s e b e s a r 2 5 . sedangkan efek prostaglandin Analog.hipertrikosis. . sertamencegah t e r b e n t u k n ya s i n e k i a a n t e r i o r p e r i f e r d a n posterior. efek samping yang di timbulkan pada mata adalah meningkatkan pigmentasi iris.kreatitis 1. sakit kepala Serta dapat menurunkan TIO sebesar 27-33% Efek samping sama dengan latanaprost.konjungtiva hiperemis. prostaglandin Analog A.3 2 % . Travoprost ( travatan ) : obat ini mempunyai konsentasi 0. 2.004% dengan dosis pemakaian 4 kali sehari dan efeknya sama dengan latanoprost yaitu meningkatkan aliran uveoskleral dan m e n u r u n k a n T I O s e b e s a r 2 5 . 3. keratitis. Bimanoprost (lumigan) : konsentrasi 0. sedangkan efek sampingsistemik adalah gejala seperti flu. menurunkan i n f l a m a s i intraokular.3 2 % . Pengobatan Glaukoma Pengobatan dengan obat-obatan ditujukan untuk menurunkan tekanan intraokular dengancepat. Obat inimempunyai efek untuk menurunkan aliran uveosk leral dan trabekular .kreatitis. uveitis anterior. untuk menjernihkan kornea. latanaprost ( xalatan ) : konsentrasi 0. nyeri sendi dan otot.005% dan dosis 4 kali sehari.hipertrikosis. reaktivasi keratitis herpes. miosis. C. sakit kepala.

alergi sedangkan efek samping sistemik adalah bradikardi.5% dand o s i s p e m a k a i a n 2 . Efek samping samadengan latanoprost. alergi sedangkan efek samping sistemik adalah bradikardi. iritasi. 2 5 % . iritasi. blok jantung. bronkospasme. keratitis punctate. hipotensi.15% dan dosis pemakaian 2 kali sehari Obat ini mempunyai efek untuk meningkatkan alirantrabekular serta dapat menurunkan TIO sebesar 13-18%. hipotensi. 0 . hipotensi. 0. hipotensi. blok jantung. Timolol-LA(istalol) : obat ini m e m p u n ya i konsentrasi 0. anestesi kornea. blok jantung. alergi sedangkan efek samping sistemik adalah bradikardi. depresi SSP. . bronkospasme. E f e k n ya y a i t u m e n u r u n k a n p r o d u k s i akuos dan menurunkan TIO sebesar 20-30%. 3 % d a n dosis pemakaian 2 kali sehari.alergi sedangkan efek samping sistemik adalah bradikardi. keratitis punctate. depresi SSP. Adapun efek samping yang ditimbulkan pada mata adalah kekaburan. 4. iritasi. Adapun efek samping yangditimbulkan pada mata adalah kekaburan. hipotensi. Timolol maleate (tmoptic) : obat ini mempunyai konsentrasi 1 0 . Adapun efek samping yangditimbulkan pada mata adalah kekaburan. anestesi kornea. keratitis punctate. blok jantung. Unoprostone ( rescula ) : obat ini mempunyai konsentrasi 0. anestesi kornea. anestesi kornea. bronkospasme. keratitis punctate. anestesi kornea. blok jantung.4 k a l i s e h a r i . Nonselektif 1.D.5% dan akuos d o s i s pemakaian 4 kali sehari. Adrenergic antagonist ( bloker ) A . 2.25%. Adapun efek samping y a n g ditimbulkan pada mata adalah kekaburan. keratitis punctate. iritasi. depresi SSP. 5 % dan dosis pemakaian 4 kali sehari. Efeknya yaitu menurunkan produksi pada mata akuos dan menurunkan TIO 20-30%. 3. 5. depresi SSP. iritasi. Efeknya yaitu menurunkan produksi akuosd a n menurunkan TIO sebesar 20-30%. bronkospasme. bronkospasme. Efeknya yaitu menurunk an produksi danmenurunkan TIO sebesar 20-30%. alergi sedangkan efek samping sistemik adalah bradikardi. Timolol hemihydrate (betimol) : obat ini mempunyai konsentrasi 0. Levobunolol (betagan) : obat ini mempunyai konsentrasi 0. M e t i p r a n o l o l ( o p t i p r a n o l o l ) : o b a t i n i m e m p u n ya i k o n s e n t r a s i 0 .5% dan d o s i s p e m a k a i a n 2 . E f e k n ya y a i t u m e n u r u n k a n p r o d u k s i akuos dan menurunkan TIO sebesar 20-30%.4 k a l i s e h a r i . depresi SSP. Adapu efek samping yang di timbulkan adalah kekaburan.

Adrenergic agonis A. B . retraksi kelopak mata. E p i n e f r i n ( e p i f r i n ) : obat ini mempunyai konsentrasi 0. alergisedangkan efek samping sistemik adalah komplikasi paru-paru. Efeknya yaitu menurunkan produksi akuos. Adapun efek samping yang ditimbulkan pada mata adalah kekaburan. retraksi kelopak mata. s a k i t k e p a l a . 2%. Efeknya yaitu menurunkan produksi akuosdan menurunkan p r o d u k s i akuos d a n menurunkan TIO sebesar 15-20%. Adapun efek samping yang ditimbulkan padamata adalah iritasi.menurunkan tekanan vena episkleral dan menurunkan TIO sebesar 2030%. ekstrasistole. midriasis dan lain-lain. iritasi.6.5%. retraksi kelopak mata. alergi. 1%. kelelahan. selekif Apraclonidin HCl (iopidin) : obat ini mempunyai konsentrasi 0. 1.1% dan dosis pemakaian 2-4 kali sehari Efek samping sistemik adalah intrinsic simapatomimetik. 2.5%. dan dosis pemakaian 2 kali sehari. Efeknya yaitu meningkatkan aliran akuos dan menurunkan TIO sebesar 15-20%. iskemia. anestesi kornea. adrenergik agonista A. Dipivefrin HCL (propin) : obat ini mempunyai konsentrasi 0.l a i n sedangkan efek s a m p i n g s i s t e m i k a d a l a h h i p e r t e n s i . selektif Betaxolol (betoptic) : obat ini mempunyai konsentrasi 0. B. 1% dandosis pemakaian 2-3 kali sehari.25% dan dosis pemakaian 2 kali sehari. Sangat selektif . konjungtiva hiperemis. Carteolol hydrochloride (ocupress) : Obat ini mempunyai konsentrasi 0. B . konjungtivitis folikularis dan lain-lain sedangkan efek samping sistemik adalah hipotensi. midriasis dan l a i n .1% dan dosis pemakaian 2 kali sehari.25%. 0. hidung dan mulut kering. konjungtiva hiperemis. Efeknya yaitu meningkatkan aliran akuos dan menurunkan TIO sebesar 15-20%. Adapun efek samping yang ditimbulkan padamata adalah iritasi. vasovagal attack. keratitis punctate.Adapun efek samping yang ditimbulkan pada mata adalah iritasi.

2-10% dan dosis pemakaian 2-4 kali sehari. Acetazolamide bekerja pada siliaris dan mencegah sintesis bikarbonat. Anti kolinesterase agent ( indirect acting ) Echothiopate iodide (phospholine iodide ) : obat ini mempunyai konsentrasi 0. epifora. Asetazolamide ( diamox ) : obat ini mempunyai konsentrasi 62.Efeknya yaitu menurunkan produksi akuos. Efeknya yaitu meningkatkan aliran tra bekular dan menurunkan TIO sebesar 15-25%. miosis. sedangkan efek samping sistematik adalah meningkatkan salivase. Adapun efek samping pada mata adalah sinekia posterior. C.meningkatkan aliran uveoskleral dan menurunkan TIOsebesar 20-30%. Ini menyebabkan penurunan transport natrium dan pembentukan akuos karena transport bikarbonat dan natrium saling berkaitan.2% ( alphagam ) : obat ini mempunyai konsentrasi 0. Acetazolamide deberikan secara oral . D.5. kelelahan. 125 dan 250mg dan dosis pemakaian 2-4 kali sehari. Jalur cairan terbuka dan aliran keluar akuos meningkat. menurunkan TIO melalui kontraksi otot siliaris. katarak. Sedangkan efek sistematiknya adalah m eningkatkan salvias. Obat ini merupakan langkah pertama dalam terapi glaucoma. dan lain-lain. Efeknya yaitu menurunkan produksi akuos. kontraksi tersebut menarik taji sclera dan menyebabkan anyaman trabekular teregang dan terpisah. Adapun efek samping yang ditimbulkan selektif pada mata adalah kekaburan . tetapi obat ini terlalu toksin untuk penggunaan jangka . keratitis. Carbonic anhidrase inhibitors A.insomnia dan lainlain. Dosis dan frekuensi pemberiannya disesuaikan dengan individu.edem kelopak mata. hipotensi. 5. Efeknya yaitu meningkatkan aliran trabekular.2% dan dosis pemakaian 2-3 kali sehari. Adapun efek sampingnya ditimbulkan pada mata adalah miopi.sensasi benda asing sedangkan efek samping sistemik adalah sakit kepala. kekeringan. meningkatkan sekresi gaster. Peningkatan k o n s e n t r a s i d a n interval dosis bisa memperbaiki respon yang inadekuat dan menurunkan TIO 33 sebesar 15-25%. Oral 1. Parasympatomimetic ( miotic ) agentsa Agonist kolinergik ( direct acting ) pilocarpin HCL ( isoptocarpine ) : obat ini mempunyai kosentrasi 0.125% dan dosis pemakaian 2 -4 kali sehari.Brimonidine tartrate 0. meningkatkan sekresi gaster. myopia dan lain-lain.

konjungtuvitis. Efeknya yaitu menurunkan produksi akuos dan menurunkan TIO sebesar 15-20%. 7. gagal jantung kongestif dan lain-lain. gagal jantung kongestif danlain-lain. itis. 50 dan 100mg dan dosis pemakaian 2-3 kali sehari. Dorzolamide merupakan inhibitor aktif carbonicanhidrasi ( CA-2 ) yang diberikan topical. G l i s e r i n ( o r a l ) : o b a t i n i m e m p u n ya i k o n s e n t r a s i 5 0 % d a n d o s i s p e m a k a i a n 2gr/kgBB.panjang dan menurunkan TIO sebesar 15-20%.2 0 % . latargi dan lain-lain. latargi. Obat antiglaukoma: . Dorzolamide dapat digunakan sendiri pada pasien dengan kontraindikasi beta bloker. Adapun efek samping yang ditimbulkan pada mata adalah miopi. B. Metazolamide ( metazane ) : obat ini mempunyai konsentrasi 25. B . penglihatan kabur. sakit kepala. Efeknya yaitu osmatik gradient dehydrates vitreous dan menurunkan TIO sebesar 15-20%. Topika Dorzolamide ( trusopt ) : obat ini mempunyai konsentrasi 2% dan dosis pemakaian 2-3 kali sehari. dan lainlain. Hiperosmoticagents A . dan50% Mannitol parenteral (osmitrol) : obat ini mempunyai konsentrasi 20% soln soln dan dosis pemakaian 2gr/kgBB. konjungtuvitis. Adapun efek samping pada mata adalah TIO rebound sedangkan efek samping sistemik adalah retensi urin. Efeknya yaitu o smotic gradientd e h yd r a t e s v i t r e o u s d a n m e n u r u n k a n T I O s e b e s a r 1 5 . sakit kepala. Adapun efek samping sistemiknya adalah asidosis. Adapun efek samping sistemiknya adalah asidosis. 2. depresi. depresi. A d a p u n e f e k samping yang ditimbulkan pada mata adalah TIO rebound sedangkan efek samping sistemik adalah retensi urin. Efeknya yaitu osmotic gradient dehydrates vitreous. keratitis.

teratitis. kepala sakit Sistemik Efek samping uveoskleral trabekular . hipertrikosis . keratitis herpes Travoprost Bimatoprost 0.15% 2x Meningkatk an aliran 13-18% s.a Meningkatk an uveoskleral dan trabekular Unoprostone isopropyl β –adrenergic antagonist (β -bloker) 0.d.03% 4x 4x s.a Gejala spt flu.d.a 25-32% 27-33% s.d.Obat anti glaukoma Jenis obat Konsentra Dosi si s Efek obat Penurun an TIO Okular Prostaglandins analogs Latanoprost 0.a s.d.a s. reaktivasi.005% 4x Meningkatk an aliran 25-30% Meningkatk an pigmentasi iris.a s. nyeri otot dan sendi.004% 0. konjungtiva hiperemis.a s. penglihatan kabur. uveitis anterior.d.d.d.

a 15-20% s.d.a s.5.25-0.25-0.d. 0.3% 1. iritasi.d. punctuate. bronkospasme . hiperemis.a s.a s.d.a s. 2x s.25% 2x s.0.a 20-30% s.a 20-30% s.d. 2x 0.5% 4x Menurunka n produksi 20-30% Kekaburan.a 20-30% 20-30% s. keratitis.0 % Meningkatk an akuos aliran 15-20% Iritasi konjungtiva.a s.5% 0. anestesi.d. 2x 1.5% 4x.d. kornea. 2.a Simpatomime tik intrinsik s.a Bradikardi. blok jantung.midria sis Aβ 2-adrenergic agonist Selektif Kepala ekstra sistole 0.a s.a s. alergi Timolol-LA Timolol hemihydrate levobonolol 0. retraksi kelopak mata.d.d.0% 2x 4x. akuos depresi SSP .d. hipotensi.Non selektif Timolol maleate 0.25.d.5% 4x 4x.a Komplikasi paru-paru Adrenergic agonist Non selektif Epinefrin 0.d.d.d. 2x metipranolol Carteolol hydrochloride Selektif Betaxolol 0.

2% 0. alergi. epipora Carbonic anhidrase inhibitors Oral Asetazolamide 62. meningkatkan sekresi gaster Sakit kepala.125% 4x.2-10. miosis. iskemia. retraksi. vasovagal attack Sangat selektif Brimonidine tartrate 0. kekeringan. kelelahan. Sama dengan pilokarpin Meningkatkan salvias. katarak. konjungtivit is.5. 2x s. folikularis Hipotensi. insomnia akuos. hidung dan akuos. keratitis. meningkatk an aliral uveoskleral trabekular . kelopak mata. 3x Menurunka n produksi 20-30% Iritasi.0% 2x. sensasi benda asing Parasimpatomimetik (miotik) agent Agonis kolinergik (direct acting) Pilokarpin HCL 0.a 15-25% Myopia.2% 2x. kelelahan.d. hipotensi. 3x Menurunka n produksi 20-30% Kekaburan edem kelopak mata.0% 2-4% Meningkatk an aliran 15-25% Sinekia posterior.Apraclonidin HCL 0.5-1. menurunkan tekanan vena episkleral mulut kering. 125. 2-4x Menurunka 15-20% Tidak ada Asidosis. miopia Anti kolinesterase agent (indirect acting) Achothiopate iodide 0.

3x s.a s.d. gagal jantung kongestif s. letargi s.a 100 mg Topical Dorzolamide 2.d. yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. penglihatan kabur.a s. maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan.a s. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf .a TIO rebound Retensi sakit urin.a akuos metazolamide 25.d.d.d.d. keratitis. Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung. Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi (Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris) untuk mencegah serangan akut.d. Jika penyakit ini ditemukan secara dini. konjungtivit is Kurang menyebabkan efek sistemik Hiperosmotik agents Mannitol(parenter 20% al) 2g/K g BB Osmotic gradient dehydrates vitreous Gliserin(Oral) 50% s. Pecegahan Glaukoma Gangguan ini bisa diatasi dengan menghindari sinar matahari langsung (menggunakan kaca mata) dan mengkonsumsi manggis yang mengandung antioksidan.a s.0% 2x. 3x s.a E.a Myopia.d. 2x. kepala. Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka.250 mg n produksi depresi. 50.d.

3. Glaukoma Kongenital Diagnosis dan penatalaksanaan dini sangat penting. Apabila tindakan operatif dapat dilakukan secara tepat maka prognosis akan lebih baik. perlu kontrol teratur. . Glaukoma Sudut Tertutup Diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat dan cepat adalah kunci utama untuk mempertahankan penglihatan. F. Prognosis Glaukoma 1. Glaukoma Sudut Terbuka Apabila ditatalaksana dengan baik. 2. tidak dapat sembuh dengan sempurna. dapat mempertahankan penglihatan tetapi. Apabila ditemukan gejala klinik dari glaukoma sudut tertutu maka perlu penanganan sesegera mungkin. Oleh karena itu.mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Related Interests