LAPORAN PRAKTIKUM PENGENDALIAN VEKTOR-A IDENTIFIKASI TIKUS dan ECTOPARASITNYA

Disusun oleh : Nama NIM : Yevia Gyansa Dewi Irawati : PO 7133112063

Jurusan : D III KESEHATAN LINGKUNGAN

LABORATORIUM KIMIA LINGKUNGAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN YOGYAKARTA 2012/2013

LAPORAN PRAKTIKUM PENGENDALIAN VEKTOR-A MENGINDENTIFIKASI TIKUS DAN ECTOPARASITNYA JUDUL PRAKTIKUM HARI / TANGGAL LOKASI PRAKTIK : MENGINDENTIFIKASI TIKUS : SENIN, 20 MEI 2013 : LABORATORIUM KIMIA LINGKUNGAN

I. PENDAHULUAN A.Latar Belakang Tikus (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan tikus liar ataupun tikus rumah. Tikus ini tersebar di seluruh dunia. Tikus ini sering ditemukan di dekat bangunan gedung ataupun di tempat lain, jika terdapat makanan dan tempat berlindung. Tikus ini semuanya berasal mula dari keturunan yang telah ada yaitu keturunan dari tikus liar yamg sudah mengalami peternakan secara selektif. Tikus ini biasanya lebih suka hidup pada tempat yang memiliki suhu lingkungan yang tinggi (Anonymous, 2010) Tikus atau mencit adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Jenis ini sekarang ditemukan di seluruh dunia karena pengenalan oleh manusia. Tikus memakan makanan manusia dan barang-barang rumah tangga (Amori, 1996).

B. Tujuan Praktikum :   Mahasiswa dapat mengidentifikasi tikus Mahasiswa mampu melakukan pengukuran bagian-bagian tubuh tikus

II. METODE A. Alat dan Bahan Alat :      Perangkap tikus Kertas Sisir kutu/pinjal Sarung tangan Masker

        

Toples Karung tepung Mistar Mikroskop Lup/kaca pembesar

Bahan : Kapas Umpan Chloroform Tikus

B. Cara kerja 1. 2. 3. Menyiapkan alat dan bahan. Membawa tikus hasil tangkapan ke laboratorium Mematikan tikus dengan perangkap masukkan kantong terigu dengan mulut perangkap dibuka kearah kantong terigu 4. Bagian belakang perangkap dipukul-pukul agar tikus masuk ke dalam kantong terigu 5. Setalah itu mulut kantong terigu di masukkan ke dalam toples perlahan-lahan agar tikusnya masuk ke dalam toples 6. 7. Setelah toples di tutup, bunuh tikus menggunakn chloroform Kapas yang sudah diberi choroform dimasukkan kedalam toples dengan cara membelakangi tikus 8. 9. Setelah kapas masuk ,ditunggu hingga mati kira-kira 5 menit. Setelah mati, tikus diambil dan disisir di atas kertas putih untuk mencari pinjalnya 10. Setelah itu mulai melakukan idenifikasi tikus menggunakan kunci identifikasi yaitu SK, HF, HB, M, E ,T ,dan TL

III. HASIL Data hasil pengamatan :

Identifikasi Head body ( dari kepala sampai anus ) Tail ( dari anus sampai ujung ekor ) Dari moncong sampai ekor Ear ( telinga ) Kaki belakang ( dari ujung tumit sampai ujung kuku paling panjang Dari moncong sampai lekukan kepala Mamae Pinjal

Tikus 1 (dalam cm ) 25,5 cm

Tikus 2 ( dalam cm ) 12,5 cm

13,5 cm

14,0 cm

28,5 cm 2,5 cm 4,0 cm

27,0 cm 2,1 cm 3,50 cm

4,5 cm

5,0 cm

Tidak ada ( jantan ) Tidak ada pinjal

Tidak ada ( jantan ) Ada 10 pinjal Betina : 4 Jantan : 6

IV. PEMBAHASAN Pada pemeriksaan ini ,dapat diketahui bahwa yang diidentifikasi adalah ordo rodentia atau biasa disebut rattus-rattus. Tikus liar, tikus Norwegia, dan tikus coklat adalah hewan semarga dengan tikus laboratorium. Akan tetapi, nama ilmiah tikus liar lain dengan tikus hitam yaitu Rattus-rattus. Karena hewan ini lebih besar dari pada mencit,maka untuk beberapa macam percobaan, tikus lebih menguntungkan. Seperti pada mencit, untuk mengawinkan tikus dapat dipakai system kawin monogami maupun poligami. Bulu tikus liar berwarna keabu-abuan menciri dengan abdomen keputihputihan. Mata berwarna hitam dan kulit berpigmen. Ada dua sifat yang membedakan tikus dari hewan percobaan lain, yaitu bahwa tikus tidak dapat muntah karena sruktur anatomi yang tidak lazim di tempat esofsgus bermuara ke lambung, dan tikus tidak mempunyai kandung empedu.

Tikus rumah memiliki panjang dari ujung hidung mereka ke ujung tubuh mereka. Bulu mereka berkisar dalam warna dari coklat muda sampai hitam dan pada umunya memiliki warna putih. Tikus memiliki ekor panjang yang memiliki sedikit bulu dan memiliki deretan lingkaran sisik. Tikus rumah cenderung memiliki panjang bulu ekor lebih gelap ketika hidup erat dengan manusia, mereka berkisar 12-30 gram berat badanya. Banyak bentuk-bentuk domestik tikus telah dikembangkan yang bervariasi dalam warna dari putih menjadi hitam dan dangan bintik-bintik. (Syariffauzi, 2009 ).

Klasifikasi tikus yaitu ; Kerajaan Fillum Kelas Ordo Super family Familnya Sub suku Genus Species : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Muroidae : Muridae : Murinae : Rattus-rattus : Rattus-rattus norweyrats

V. KESIMPULAN 1. Tikus adalah binatang yang masih satu kerabat dengan tikus liar ataupun tikus rumah, asli dai Asia, India, dan Eropa Barat. 2. 3. Tikus mampu beradaptasi secara cepat dengan lingkungan yang ditempatinya. Tikus merupakan hewan yang bertulang belakang (vertebrata), pemakan segala (omnivore), dan hewan yang berkembangbiak (vivipar).

VI. DAFTAR PUSTAKA  http://www.scribd.com/doc/86878234/Laporan-Ilmu-Hewan-Lab , diakses tanggal 23 Mei 2013