BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Beberapa jembatan yang ada di samarinda telah mengalami kerusakan yang disebabkan karena bertambahnya volume kendaraan yang melewati jembatan serta karena umur jembatan yang sudah tua. Kerusakan tersebut harus segera diperbaiki karena jika tidak akan mengakibatkan keruntuhan struktur. Beberapa jembatan yang telah mengalami kerusakan di antaranya Jembatan Arif Rahman Hakim dan Jembatan Dua di Samarinda. Jembatan Arif Rahman Hakin dan Jembatan Dua samarinda telah mengalami keretakan terutama pada plat lantai jembatan. Keretakan pada plat beton lantai jembatan akan mengakibatkan rembesan air yang akan menyebabkan terjadi proses keasaman pada baja tulangan akibat selanjutnya baja akan mengembang dan menjadi keropos. Baja yang keropos akan putus sehingga fungsi baja tulangan dalam beton yaitu menahan gaya tarik akan berkurang dan pada tahap tertentu akan tidak berfungsi sama sekali. Jika sistem struktur yang dibangun dengan beton bertulang tidak berfungsi maka akan terjadi keruntuhan pada plat beton yang mengalami keretakan dan rembesan air. Untuk mengatasi masalah retak pada plat beton lantai jembatan dapat dilakukan dengan perbaikan Injection yaitu dengan cara memasukkan bahan perekat kedalam celah atau retakan pada plat lantai beton. Kemudian diinjection dengan tekanan sampai terlihat pada lubang atau celah lain telah terisi. Penginjection harus dilakukan sampai penuh sehingga seluruh celah retak dapat tertutupi dengan rapat.

1

1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara kerja perbaikan lantai jembatan apabila direncanakan dengan bahan perekat low pressure system dan dengan pelat baja ? 1.3. Maksud dan Tujuan Penulisan Maksud dan tujuan dari penulisan ini yaitu sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui cara perbaikkan retak lantai jembatan dengan cara suntikan bahan perekat menggunakan low pressure system dan dengan pelat baja atau penambahan gelagar 1.4. Batasan Penulisan Berdasarkan hasil pengamatan, maka isi penulisan mengenai perkuatan lantai jembatan dengan metode injection (low pressure system) dan penambahan gelagar terutama pada jembatan II dan jembatan Arif Rahman Hakim di samarinda 1.5. Sistematika penulisan laporan Dalam memudahkan pembahasan untuk menyusun laporan maka dibuat sistematika penulisan laporan. Adapun urutan pokok penulisan laporan adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini mengemukakan tentang tinjauan umum, latar belakang rumusan masalah, maksud dan tujuan penulisan, batasan penulisan, metode penulisan laporan, sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Berisikan tentang definisi masalah yang dibahas, teori dan rumus – rumus yang digunakan, serta literature (sumber) dari perolehan data. BABIII PERANCANGAN PEREKAT LOW PERBAIKAN PRESSURE GELAGAR 2 DENGAN SYSTEM PADA BAHAN DAN

PENAMBAHAN JEMBATAN

LANTAI

Berisikan tentang data teknis lapangan, jenis data apa saja yang digunakan, macam dan jenis survey yang dilakukan, analisa data yang digunakan, konsep dan perancangan DAFTAR PUSTAKA Berisikan tentang buku-buku referensi penunjang penulisan laporan praktek kerja lapangan

3

BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Definisi Perbaikan retak pada pelat beton lantai jembatan dengan cara penyuntikan.

Bahan perekat ini adalah suatu cara perbaikan retak beton yang retakannya berkisar antara 0,04 mm sampai dengan 2,00 mm menjadi satu kesatuan kembali, sehingga retak beton tidak bertambah parah dan beton dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya. Pekerjaan ini meliputi penyuntikan bahan perekat kedalam retakan yang ada sampai terisi penuh. Jenis pekerjaan perbaikan ini apabila kondisi beton struktur yang akan diperbaiki sesuai persyaratan dibawah ini :  Lebar retak beton yang ada pada struktur beton tidak lebih dari 2,00 mm  Mutu beton yang ada tidak boleh kurang dari K-175.  Bagian struktur beton yang akan diperbaiki belum mengalami kebocoran atau belum ada rembesan air dari bagian atas. Jenis bahan perekat, bahan penutup / seal dan injector / alat penyuntik yang digunakan harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Kuasa Bangunan atau telah mendapat rekomendasi dari Balai Penelitian Independen melalui hasil penelitian / pengujian bahan epoxy resin dan bahan penutup / seal atau sesuai persyaratan tersebut dibawah ini

2.2 2.2.1

Teori dan Rumus Bahan Perekat Bahan perekat ini harus mempunyai daya penetrasi sedemikian rupa

sehingga dapat mengisi celah retak pada posisi penyuntikan dari bawah keatas dalam keadaan struktur bergetar ( lalu-lintas tidak ditutup ). Tidak menyusut setelah mengeras, sehingga bahan perekat harus merupakan jenis epoxy murni tanpa bahan pelarut apapun yang dapat mengakibatkan penyusutan bahan. Bahan perekat harus tahan terhadap air hujan, air laut dan bahan kimia lainnya seperti karbon monoxjde atau H2SO4 dan sebagainya. Jenis cairan bahan perekat harus 4

3.05 g/cm3 Viscosity ( JIS K 6838) 500 ± 200 m Pa.10 g /cm3 Kekuatan lentur (Flexural strength) (JIS K 7203) 400 Kg/cm2 Tegangan leleh tekan (Comprressive yeald strength) (JIS K 7208) 600 Kg/cm2 4.50 Kg/cm2 Kekuatan Geser Tarik (JIS K 6850) 110 Kg/cm2 2. Bahan Penutup (Grout) Bahan penutup ini digunakan untuk menutup bagian luar celah retak agar bahan perekat tidak mengalir keluar.2.15 ± 0. Kekuatan Tarik (Tensile strength) (JIS K 7113) 200 Kg/cm2 Kekuatan Kejut (Impact strength) (JIS K 7111) 14. Alat Injeksi (Injection) Alat injeksi adalah alat yang digunakan untuk memasukan cairan bahan perekat/epoxy resin masuk kedalam celah retakan sampai kebagian retak yang 5 .000 Kg/cm2 5. Modulus Elastisitas (Comprressive ejlasic coefficient) (JIS K 7208) 10. 3.3.s Kekuatan Tekan (Comprressive yeald strength) (JIS K 7208) 500 Kg/cm2 4.memenuhi persyaratan untuk melekatkan struktur beton akibat retakan atau memenuhi persyaratan AASTHO M235 atau JIS sebagai berikut : Jenis cairan bahan perekat harus memenuhi persyaratan untuk melekatkan struktur beton akibat retakan atau memenuhi persyaratan AASTHO M235 atau JIS sebagai berikut : 1. Bahan penutup ini harus mempunyai persyaratan sebagai berikut : 1. Berat jenis (Specific Gravity ) (JIS K 7112) 1. Kekuatan Geser Tarik (Tensile shear strength) (JIS K 6850) 100 Kg/cm2 2. 6. 2.000 Kg/cm2 5.70 ± 0. 7. Modulus Elastisitas (Comprressive young’s modulus) (JIS K 7208) 40.2. 2.2. Berat jenis ( Specific Gravity) (JIS K 7112 ) 1.

paling kecil dengan tekanan rendah ( low pressure). Baja 1. d. T. yang terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :   Tabung dispenser sebagai tempat bahan perekat / epoxy yang sudah dicampurkan antar komponen A dan B.Tebal pelat baja 4. c.4. Selang plastic ø 6 mm untuk merangkaikan injector/naple menjadi satu rangkaian.2. Pelat Baja Bahan (material) pelat baja yang dipakai harus memenuhi persyaratan sebagai berikut . Injector/naple. Pengatur tekanan yang berfungsi untuk mengatur tekanan udara dari compressor yang dapat disetel sesuai keinginan yaitu antara 1 s/d 12 Psi. Alat injeksi tersebbut harus terdiri dari 4(empat) bagian yang terpisah yaitu : a. Pompa bertekanan rendah (low pressure) dengan tekanan antara 1 – 12 Psi. dan jenis alat penyuntik tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas. Alat penyuntik tersebut harus dapat menghasilkan tekanan sebesar 3 – 3. yang terbuat dari bahan plastic dengan permukaan yang bergerigi tujuannya adalah agar dapat merekat dengan baik pada permukaan beton yang direkatkan dengan bahan penutup /seal. b.50 mm . yang berguna sebagai alat penyambung injector/naple dengan selang plastic ø 6 mm dan dihubungkan dengan injector/naple lainnya.sambung.Sesuai dengan standar JIS G 3101 dengan grade 42 2. Pemberi Tugas/Satuan Tugas sebelum dipergunakan. Baut anker ( untuk memasang pelat baja ) Baut anker yang dipakai mutu tinggi yang harus memenuhi persyaratan AASHTO M 164 atau sesuai persyaratan JIS / ASTM sebagai berikut : 6 . 2.50 Kg/cm2 secara terus menerus selama proses perekatan berlangsung.

Modulus Elastisitas (ASTM D 695) (1. dinding penahan tanah dan lain sebagainya.10 g/cm3 b. 5. pancang dan pada berbagai kondisi lain. 7 . selama diketahui variasi gaya aksial.3. Karakteristik Beton Pada Plat Lantai Beton bertulang adalah suatu kombinasi antara beton dan baja dimana tulangan baja berfungsi menyediakan kuat tarik yang tidak dimiliki oleh beton.a. Kelebihan dari beton bertulang adalah sebagai berikut : 1. Tegangan Geser Tarik (JIS K 6850) ≥ 12 Kg/cm2 e. 2. unsur gaya lainnya.20 ± 0. 4. momen lentur. serta bentang dan dimensi dari setiap elemen. Tutup baut terbuat dari pelat baja yang direkatkan dengan bahan penutup ( seal ) dan dicat anti karat. 3. gaya geser. Kekuatan Tekan ( JIS K 6911) ≥ 600 Kg/cm2 c. bangunan gedung. beton merupakan bahan struktur terbaik untuk bangunan yang banyak bersentuhan dengan air.000 Kg/cm2 d. 2.5 – 3) x10. Baut anker merupakan jenis baut mutu tinggi dan anti karat. Pipa udara ( pipa aluminium ) ø 10 x 100 mm dipakai sebagai ventilasi udara dan lobang control. Pelat baja yang sudah terpasang harus diberi pelindung cat anti karat yang terdiri dari atas dua lapisan yaitu cat dasar dan cat akhir dimana merupakan cat marine yang diberi warna abu-abu. Berat jenis ( JIS K 6911) 1. Beton memiliki kuat tekan yang relatif tinggi dibanding dengan bahan lainnya. dirancang dari prinsip dasar desain yang berlaku umum bagi setiap sistem struktur. jembatan. Pipa pengisi ( pipa aluminium ) ø 10 x 60 mm dipakai sebagai pipa untuk menyuntikan cairan bahan perekat. Tulangan baja juga dapat menahan gaya tekan sehingga digunakan pada kolom. Sistem struktur yang dibangun dengan beton bertulang seperti. Beton bertulang mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap air dan api.

hal ini akan berpengaruh pada konstruksi bangunan bentang – panjang dimana berat beban mati beton yang besar akan mempengaruhi momen lentur. 3. maka untuk mengetahui mutu beton. 6. Beton bertulang tidak memerlukan biaya perawatan yang tinggi. Beton bertulang memerlukan bekisting atau cetakan untuk menahan beton tetap pada tempatnya dan bentuknya sampai beton mengeras. Struktur beton sangat kokoh. hingga menjadi atap kubah. kekuatan beton tidak berkurang dengan berjalannya waaktu bahkan semakin lama semakin bertambah karena lamanya proses pemadatan pasta semen. 4. 5. kolom. pada umumnya ditinjau terhadap kuat beton tersebut. Selain kelebihan – kelebihan yang dimiliki. 4. Selain itu. yaitu : a. Beton dengan f’c kurang dari 10 MPa. Rendahnya kekuatan per satuan berat beton mengakibatkan beton bertulang menjadi berat. Karena sifat utama dari bahan beton sangat kuat menerima beban tekan. Beton mempunyai kuat tarik yang sangat rendah. Mutu beton dibedakan dalam 3 (tiga) hal. Kelemahan beton adalah sebagai berikut : 1. 8 . Sifat – sifat beton sangat bervariasi karena bervariasinga proporsi campuran dan pengadukannya.digunakan untuk beton non struktur. balok. sehingga memerlukan penggunaan tulangan tarik ( baja tulangan ). Salah satu keistimewaan beton adalah dapat dicetak menjadi bentuk yang sangat beragam. misalnya pada atap. Beton memiliki umur yang panjang. selain itu penuangan dan perawatan beton tidak bisa ditangani seteliti yang dilakukan pada material baja struktur dan kayu lapis. tiang pancang. 2. dinding dan lain sebagainya. penyangga sementara juga diperlukan untuk menjaga agar bekisting tetap berada pada tempatnya. mulai dari pelat.3. beton juga memiliki kelemahan – kelemahan.

semen. Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton yaitu = faktor air c. jenis semen. sedang bagian dalam belum terjadi pengerasan. 3). mengakibatkan pengerasan beton permukaan dan bagian dalam beton tidak bersamaan. Retak (crack) Crack adalah retak pada permukaan beton karena mengalami penyusutan. 2. Retak besar dengan lebar retakan lebih dari 1. Pengolahan beton ini meliputi : Pengadukan beton. Beton dengan f’c = 10 MPa ke atas dan kurang dari 20 MPa biasanya digunakanuntuk beton struktur.5 mm sampai 1. perataan dan perawatan beton.2 mm. Dengan demikian adanya keretakan pada beton dan rembesan air akan terjadi proses keasaman pada baja tulangan. Retak sedang dengan lebar retakan antara 0. Kuat tekan beton akan menurun apabila terjadi kerusakan pada beton. Penyebab terjadinya keretakan pada beton adalah : 1. karena bagian luar sudah mengeras. agar mutu beton tersebut sesuai dengan yang disyaratkan. Pengolahan beton merupakan faktor yang perlu diperhatikan. Khusus struktur bangunan tahan gempa dipakai mutu beton f’c minimal 20 MPa. umur beton dan perbandingan campuran beton. lendutan akibat beban hidup (live load)/ beban mati (dead load). pemadatan. akibat selanjutnya baja akan mengembang dan menjadi keropos. pengangkutan beton. Retak kecil dengan lebar retakan kurang dari 0.2 mm. penuangan beton. Macam kerusakan beton : a. akhirnya mengakibatkan keretakan. akibat gempa bumi maupun perbedaan temperatur yang tinggi pada waktu proses pengeringan. faktor-faktor sifat agregat. 2). Perawatan beton yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pada saat beton berumur sampai dengan 28 hari. crack dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam yaitu : 1). Baja yang mengembang atau 9 .b.5 mm. Proses pemadatan beton yang tidak sempurna mengakibatkan beton berongga yang akhirnyamenimbulkan keretakan.

Akibat selanjutnya akan terjadi keruntuhan struktur pada struktur yang mengalami keretakan dan rembesan air. Macam metode perbaikan beton yaitu: a) Coating b) Injection (Grouting) c) Shotcrete d) Prepacked concrete e) Jacketing f) 2. b.bertambahnya volume baja akan mengakibatkan keretakan yang lebih parah dan kerusakan beton.2001) yaitu: 1) Stabilitas bentuk 2) Koefisien muai panas 3) Modulus Elastisitas 4) Permeabilitas Sistem atau metode perbaikan beton harus dipilih/disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakannya. 1985 dan Roomfield. Perbaikan ini meliputi perbaikan akibat kerusakan kosmetik yaitu perbaikan hanya pada permukaan struktur yang berupa plesteran dan cat – catan. Untuk perbaikan beton perlu dipilih bahan perbaikan yang memenuhi sifat bahan (Suhendro.4 Penambahan tulangan Klasifikasi Perbaikan Struktur Beton a) Perbaikan ringan. Pengelupasan (spalling) Pengelupasan (spalling) pada struktur yaitu terkelupasnya selimut beton besar atau kecil sehingga tulangan pada beton tersebut terlihat. Baja yang keropos akan putus sehingga fungsi baja tulangan dalam beton yaitu menahan gaya tarik akan berkurang dan pada tahap tertentu akan tidak berfungsi sama sekali. 1997). 10 . hal ini apabila dibiarkan dengan bertambahnya waktu. tulangan akan berkarat / korosi akhirnya patah (Crane.

Perbaikan ini meliputi pengelupasan plesteran lama karena plesteran yang lama sudah rusak (berlumut) dan diganti dengan plesteran baru dengan campuran 1 Pc : 3 pasir. c) Perbaikan Besar Retak besar yaitu retak dengan lebar 35 mm sampai dengan 75 mm. Sebelum plesteran baru ini dilaksanakan.5 Metode Perbaikan a) Perbaikan ringan. 2.b) Perbaikan sedang. 11 . b. Adapun perbaikan ini dilaksanakan pada seluruh plesteran yang rusak akibat rembesan air yang secara visuil kelihatan basah dan cat-catan mengelupas. balok beton dibiarkan terbuka beberapa waktu sambil menunggu perbaikan strukturnya. Perbaikan ini terjadi pada plat lantai dan balok c) Perbaikan berat. Retak sedang yaitu retak dengan lebar 10 mm sampai dengan 35 mm. b) Perbaikan sedang Pada perbaikan struktur ini yang perlu dilakukan adalah meneliti terlebih dahulu keretakan pada struktur dengan mengupas seluruh plesteran pada struktur yang secara visuil mengalami rembesan air. Perbaikan berat dilakukan pada struktur bangunan yang pada waktu hujan mendapat rembesan air secara langsung. Perbaikan ini dilakukan pada struktur yang mendapat rembesan air hujan tidak langsung dan jarak dari sumber rembesan lebih dari 2m. berulang-ulang dan berlangsung lama. Retak kecil yaitu retak dengan lebar 0.25 sampai dengan 10 mm. Perbaikan ini meliputi perbaikan struktur melalui beberapa pemilihan metode perbaikan. Selanjutnya meneliti tingkat keretakan beton dan diklasifikasikan sebagai berikut : a.

Tujuan pengelompokan ini dilakukan karena jenis atau spesifikasi bahan yang digunakan berbedabeda. kemudian diinjection dengan tekanan. Alternatif perbaikan dan metode perbaikan Dari penjelasan pada sub bab metode perbaikan struktur yaitu sub bab metode perbaikan. c. adapun perbaikan retak pada beton dilakukan dengan jalan injeksi atau grouting dengan bahan produk FOSROC jenis Epoxy Grouts. Metode ini tidak direkomendasikan karena dengan coating atau melapisi permukaan beton akan menyebabkan air dalam beton terperangkap atau tidak terjadi penguapan. sampai terlihat pada lubang atau celah lain telah terisi atau mengalir keluar. Retak kecil atau berpori-pori kecil menggunakan Conbextea EP 10 TG. b. jacketing dan penambahan tulangan. shotcrete. Adapun alternative perbaikan berat ditentukan oleh jenis kerusakan strukturnya yang meliputi : coating.6. Lapisan ini digunakan untuk menyelimuti beton terhadap lingkungan yang merusak beton. yaitu a. injection. prepacked concrete. 2. 12 . Retak besar menggunakan Conbextea EP 65 TB. a) Coating Perbaikan coating adalah melapisi permukaan beton dengan cara mengoleskan atau menyemprotkan bahan yang bersifat plastik dan cair. telah dijelaskan alternatif perbaikan untuk perbaikan ringan dan perbaikan sedang. b) Injection (grouting) Perbaikan injection adalah memasukkan bahan yang bersifat kedalam celah atau retakan pada beton. Metode ini direkomendasikan untuk perbaikan dengan mempertimbangkan dan menggabungkan dengan metode perbaikan yang lain. Retak sedang menggunakan Conbextea EP 40 TG.

c) Shotcrete Perbaikan Shotcrete adalah menembakkan mortar atau beton dengan ukuran agregat yang kecil. f) Penambahan tulangan Perbaikan penambahan tulangan untuk memperkuat elemen struktur seperti plat. karet . pada permukaan beton yang akan diperbaiki. maka metode ini bisa dilaksanakan. Kemudian di injection dengan mortar yang sifat susutnya kecil dan mempunyai ikatan yang baik dengan beton lama.7. e) Jacketing Perbaikan jacketing adalah melindungi beton terhadap kerusakan dengan menggunakan bahan selubung. agar dapat berfungsi lagi sebagai pemikul beban. 2. beton komposit. Metode ini direkomendasi dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan tulangan baja. bahwa sebelum pelaksanaan harus diketahui seberapa besar tingkat korosi baja tulangan. kemudian dibersihkan dan diisi dengan beton segar. Shotcrete dapat digunakan untuk perbaikan permukaan yang vertikal maupun horisontal dari bawah. beton baru ini dibuat dengan cara mengisi ruang kosong dengan agregat sampai penuh. balok dan kolom yang sudah rusak cukup parah. maka metode ini bisa dilaksanakan. Apabila tingkat korosi masih bisa ditoleransi atau bisa dibersihkan dengan bahan kimia. Pembebanan pada gelagar memanjang meliputi : 13 . Contoh Rumus Perhitungan Gelagar Gelagar jembatan berfungsi untuk menerima beban-beban yang bekerja diatasnya dan menyalurkannya ke bangunan dibawahnya. d) Prepacked Concrete Perbaikan prepacked concrete adalah mengupas beton. dapat berupa baja. Metode ini direkomendasikan dengan tambahan. Apabila tulangan baja terjadi korosi.

Gambar 5. yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur. dan air hujan) • Beban hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D” atau beban jalur.• Beban mati Beban mati terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban-beban yang bekerja diatasnya (pelat lantai jembatan.9 Pemodelan Beban Gelagar Memanjang 14 . dan beban garis “P” ton per jalur lalu lintas tersebut. perkerasan.

15 .

16 .

17 .

18 .

19 .

20 .

21 .

2.3 Pengamatan bentuk / penampang sungai Pengamatan Kondisi Topografi Metode Analisa Data Untuk penunjang menganalisis struktur jembatan. 3.2 Studi Literatur Data Tanah Data Curah Hujan Data Pendukung Lain Jenis Survey yang Dilakukan Survey dimaksud untuk mengamati kondisi yang sebenarnya akan direncanakan.RSNI T01-2005 tentang Standar Pembebanan Untuk Jembatan. Analisa Struktur Atas dengan menggunakan : . data tersebut antara lain : 3.2 Data Sekunder Data Sekunder adalah data yang didapatkan dari instansi terkait. diperlukan data-data perencanaan sebagai berikut : 1.BAB III PERANCANGAN PERBAIKAN DENGAN BAHAN PEREKAT LOW PRESSURE SYSTEM DAN PENAMBAHAN GELAGAR PADA LANTAI JEMBATAN 3.1.1 3.1 Jenis Data Data Primer Untuk Mendapatkan data primer dilakukan survey lapangan ( pengamatan langsung lokasi ). 22 . survey ini meliputi : Pengamatan Kondisi Hidrologi Pengamatan ini dimaksud untuk mengetahui kondisi hidrologi secara langsung 3.

5 Penyajian Data Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek pemeliharaan berkala Lantai Jembatan dengan Metode Berkala Jembatan Dalam Kota jembatan dalam kota Samarinda Telah dilakukan Perhitungan pekerjaan injection.1 Jembatan Dua o Panjang retak o Dalam retak o Lebar retak 3.50 m.Serta buku – buku lain yang dapat menunjang dalam penyelesaian tugas akhir ini 2. = 15 cm = 0. Data-data yang akan dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut adalah sebagai berikut: 3. Analisa Struktur Bawah dengan menggunakan : .06 mm 23 . Sungai Dama dan Jl.Analisa pondasi dalam 3.4 Data Umum Proyek Nama Proyek : Pemeliharaan Samarinda.. Pekerjaan : Perkuatan Injection.2 = 3. = 15 cm = 0. Arif Rahman Hakim Samarinda.5. Lokasi : Jl. Kalimantan Timur 3.08 mm Jembatan Arif Rahman Hakim o Panjang retak o Dalam retak o Lebar retak = 3.75 m.5.

3 DENAH LOKASI PROYEK JEMBATAN ARIF RAHMAN HAKIM JEMBATAN DUA 24 .3.5.

25 .

sehingga retak beton tidak bertambah parah dan beton dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya. Pekerjaan ini meliputi penyuntikan bahan perekat kedalam retakan yang ada sampai terisi penuh.04 mm sampai dengan 2. 26 .00 mm  Mutu beton yang ada tidak boleh kurang dari K-175.00 mm menjadi satu kesatuan kembali.6.  Bagian struktur beton yang akan diperbaiki belum mengalami kebocoran atau belum ada rembesan air dari bagian atas.3. Konsep dan Perancangan Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek pemeliharaan berkala jembatan dalam kota Samarinda Telah dilakukan Perhitungan pekerjaan injection Perbaikan retak pada pelat beton lantai jembatan dengan cara penyuntikan. Jenis pekerjaan perbaikan ini apabila kondisi beton struktur yang akan diperbaiki sesuai persyaratan dibawah ini :  Lebar retak beton yang ada pada struktur beton tidak lebih dari 2. Perbaikan retak beton yang retakannya berkisar antara 0.

50 0.0008 8 x 0.1 (a) Analisa Perkiraan Perhitungan Bahan Jembatan Dua 27 .12 Kg 360 x 1.517 Kg 311.30 = 3.50 : 0.08 x 12 0.003 x 1.50 m = 15 cm mm = 0.320 Kg 0.517 Kg Cairan Perekat (Sealant) 3.04 x x 0.50 0.6. Perhitungan Kebutuhan Bahan ANALISA PERKIRAAN KEBUTUHAN BAHAN UNTUK PEKERJAAN PERKUATAN LANTAI JEMBATAN PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Nama Jembatan No Keterangan : JEMBATAN DUA Perhitungan Volume  KEBUTUHAN BAHAN PER BAIKAN RETAK LANTAI BETON JEMBATAN UNTUK 1 M 2 .6.197 Kg 0.15 x 1.005 8 x 0.Lebar retak Alat Penyuntik 3.320 Kg 1.544 Kg 0.04 x x 0.008 x 70% 8 Bh Bahan Penutup ( Grout ) 3.1.16 Kg 360 x 0.Panjang retak .864 Kg  Cairan Perekat (sealant) Tabel 3.Dalam retak .880 Bh Bahan Penutup (Grout) 546.3.864 Kg M2 Luas 8 m x 5 m x 12 petak 360 Alat Penyuntik 360 x 8 Bh 2.9 x 12 1.

360 Kg 1.75 m = 15 cm mm = 0.643 Kg Cairan Perekat (Sealant) 12 3.0006 x 0.016 Bh Alat Penyuntik  Bahan Penutup (Grout) 224 x 1.75 : 0.Lebar retak = 3.360 Kg 0.6 m 224 Luas 224 x 8 Bh 2.797 Kg x 5 petak M2 28 m x 1.003 x 1.437 Kg 0.6.30 x 70% 9 Bh Bahan Penutup ( Grout ) 3.15 x 1.643 Bh 368.Dalam retak .53 Kg Cairan Perekat (sealant) Tabel 3.1 (b) Analisa Perkiraan Perhitungan Bahan Jembatan Arif Rahman Hakim 28 .797 Bh 178.9 x 12 1.06 Alat Penyuntik 3.ANALISA PERKIRAAN KEBUTUHAN BAHAN UNTUK PEKERJAAN PERKUATAN LANTAI JEMBATAN PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Nama Jembatan No Keterangan : JEMBATAN ARIF RAHMAN KAMIM Perhitungan Volume  KEBUTUHAN BAHAN PER BAIKAN RETAK LANTAI BETON JEMBATAN UNTUK 1 M 2 .04 TOTAL KEBUTUHAN BAHAN x 9 0.283Kg 0.08 x 0.Panjang retak .04 x x 0.03 Kg 224 x 0.75 x 0.75 0.05 9 x 0.

1.000 50.189.3 JEMBATAN DUA Perbaikan Reatak Lantai Jembatan Dengan Metode Injection Cairan Perekat (Grout) Bahan Penutup (sealant) Alat Penyuntik Sub Total II Kg Kg Bh 311.No Pekerjaan Satuan Kuantitas Harga Satuan (Rp) e Jumlah Harga (Rp) f=(d x e) a I I.000 150.RAHMAN HAKIM Perbaikan Reatak Lantai Jembatan Dengan Metode Injection Cairan Perekat (Grout) Kg 178.1 (c) Analisa Harga Perbaikan Retak Lantai Jembatan Dua dan Jembatan Arif Rahman Hakim 29 .3 III III.317.00 50.28 81.2 III.918 138.016 48.1 II.12 2.9 560.000 II II.46 Bahan Penutup (sealant) Kg 368.240 307.03 150.1 II.6.3 JEMBATAN A.000 50.000 98.000 87.000.768.1 III.1.204.000 48.1.713. 1 III.000 50.345. 1.04 546.880 282.00 202.2 3.53 282.871.000 55. 1.1 UMUM b c d Ls Sub Total I 1.2 II.50 Alat Penyuntik Bh Sub Total III TOTAL ( I + II + III ) 2.1.

Tidak menyusut setelah mengeras.05 g/cm3 Viscosity ( JIS K 6838) 500 ± 200 m Pa.3. 3. Kekuatan Geser Tarik (Tensile shear strength) (JIS K 6850) 100 Kg/cm.2. sehingga bahan perekat harus merupakan jenis epoxy murni tanpa bahan pelarut apapun yang dapat mengakibatkan penyusutan bahan.6. Bahan perekat harus memenuhi persyaratan kekuatan dan berat jenis serta kekentalan sebagai berikut : Bahan Perekat dengan spesifikasi sebagai berikut : 1. Bahan Perekat (Grout) Bahan perekat ini harus mempunyai daya penetrasi sedemikian rupa sehingga dapat mengisi celah retak pada posisi penyutikan dari bawah ke atas dalam keadaan struktur bergetar (lalu lintas tidak ditutup). Modulus Elastisitas (Comprressive ejlasic coefficient) (JIS K 7208) 10.15 ± 0.2 Perbaikan Retak Lantai Jembata Dengan Cara Suntikan Bahan Perekat Menggunakan Low Pressure System 3.s Kekuatan Tekan (Comprressive yeald strength) (JIS K 7208) 500 Kg/cm2 4. Berat jenis ( Specific Gravity) (JIS K 7112 ) 1.1 Material a. 2. NO 1 JENIS MATERIAL Low FUNGSI APLIKASI Viscosity-Liquid Epoxy pengisi celah retakan Based On High Strength Epoxy Resins injection 2 Thixotropic Epoxy Resin Bahan penutup jalur retakan dan Adhesive.6.air laut dan bahan kimia lainnya seperti karbon monoaxide atau H2SO4 dan sebagainya. Fillers 30 High Strength perekat Nipple . Bahan perekat harus tahan terhadap air hujan.000 Kg/cm2 5.

5 – 2.10 g /cm3 Kekuatan lentur (Flexural strength) (JIS K 7203) 400 Kg/cm2 Tegangan leleh tekan (Comprressive yeald strength) (JIS K 7208) 600 Kg/cm2 4. Alat penyuntik terdiri dari Nipple Injecksi dan Cap (kepala) atau T (te) alat pengunci.1 Jenis Material Bahan Perekat dan Fungsinya b. Bahan Penutup ( seal ). Modulus Elastisitas (Comprressive young’s modulus) (JIS K 7208) 40. Alat penyuntik Alat penyuntik adalah alat untuk menekan cairan bahan perekat masuk ke dalam celah retak sampai kebagian retak yang paling kecil dengan tekanan rendah.3 Nipple Alat retakan yang menempel beton pada untuk memasukkan Epoxy 4 Selang Set Penghubung Nipple dan Pompa Grouthing 5 b.2.50 Kg/cm2 Kekuatan Geser Tarik (JIS K 6850) 110 Kg/cm2 3. dan 31 . Penutup (seal) Bahan penutup ini digunakan untuk menutup bagian luar celah retak agar bahan perekat tidak mengalir keluar dari celah retak yang tidak tertutup oleh alat penyuntik.70 ± 0.dengan spesifikasi sebagai berikut : 1.6. Berat jenis (Specific Gravity ) (JIS K 7112) 1. 3.2 Peralatan a. Kekuatan Tarik (Tensile strength) (JIS K 7113) 200 Kg/cm2 Kekuatan Kejut (Impact strength) (JIS K 7111) 14.2. 2. Thinner Untuk mencuci peralatan Tabel 3. Alat penyuntik tersebut harus dapat menghasilkan tekanan sebesar 1.6. 6.000 Kg/cm2 5. 7.0 bar secara konstan selama proses perekatan berlangsung. selang penghubung dan pompa injecksi (Lyli Corp) yang mempunyai alat ukur ganda dan bertekanan konstan serta terjaga.

dan jenis alat penyuntik tersebut 32 . Selang plastic ø 6 mm untuk merangkaikan injector/naple menjadi satu rangkaian.sambung. yang terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut : 2. T. Tabung dispenser sebagai tempat bahan perekat / epoxy yang sudah dicampurkan antar komponen A dan B.2. Alat penyuntik tersebut harus dapat menghasilkan tekanan sebesar 3 – 3. Pengatur tekanan yang berfungsi untuk mengatur tekanan udara dari compressor yang dapat disetel sesuai keinginan yaitu antara 1 s/d 12 Psi. 5. Honda Honda Local Makita Makita MERK Tabel 3.6. Pompa bertekanan rendah (low pressure) dengan tekanan antara 1 – 12 Psi. 6. yang terbuat dari bahan plastic dengan permukaan yang bergerigi tujuannya adalah agar dapat merekat dengan baik pada permukaan beton yang direkatkan dengan bahan penutup /seal. yang berguna sebagai alat penyambung injector/naple dengan selang plastic ø 6 mm dan dihubungkan dengan injector/naple lainnya.2 Jenis – Jenis Alat Penyuntik Alat Injection dengan spesifikasi alat sebagai berikut : 1. 3.50 Kg/cm2 secara terus menerus selama proses perekatan berlangsung. 4. Injector/naple.jenis alat penyuntik tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas sebelum dipergunakan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 JENIS ALAT Sikat Kawat Sikat Ijuk Pompa Injeksi Air Compressor Genset Padlle Mixer Gerinda Mesin Bor Listrik Local Local Lyli Corp.

harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas. Menggunakan sarung tangan agar cairan perekat tidak menempel ditangan.minyak. 3. 3. dan pastikan lubang Nipple tepat pada beton yang retak dengan menggunakan stick dan tekan dengan 33 . 3.6.6. Bersihkan permukaan yang akan diinjeksi dengan sikat kawat sehingga bersih dari kotoran.jamur dan lain-lain.6.3 Keselamatan Kerja 1.2. Pekerjaan Pada Plat Lantai Beton Jembatan    Seluruh area yang akan dikerjakan harus dibuatkan marka yang disetujui oleh Supervisor/Direksi. karena bisa mengakibatkan tangan terkelupas. 2.4 (b. Kemudian bersihkan dari debu-debu dengan menggunakan compressor sehingga sepanjang retakan dengan lebar ± 50 mm benar-benar bersih dan pastikan kondisi keretakan kering sebelum diinjeksi. Menggunakan tali keselamatan yang diikatkan ke badan.4 Pelaksanaan a.2. Menggunakan kacamata pelindung pada saat pemasangan nipple injector agar cairan sealant tidak menetes ke mata. Pemasangan Nipple Injector Gambar 3.1) Pemasangan Nipple Injector  Pasang Nipple injeksi dengan bahan penutup (sealant) pada setiap jarak 15 cm. b. Pemberi Tugas/Satuan Tugas sebelum dipergunakan. karena bekerja dibawah lantai jembatan beresiko terjatuh.2.

3) Pemasangan Cap atau T (te)  Hubungan masing-masing Cap atau T (te) dengan selang injeksi maximal 5 – 10 Nipple per 1 (satu) kali injeksi.2. Gambar 3.4 (b.6 (b. Gambar 3. c.2.4.  Pasang Cap atau T (te) pada Nipple pada 1 (satu) kali tekanan.tangan beberapa detik sampai Nipple benar-benar sudah fix terpasang.6.2) Pemasangan Bahan Sealent  Sepanjang retakan antara 2 Nipple dipasang bahan sealent sehingga dapat dipastikan Epoxy yang diinjeksi tidak ada yang bocor keluar. Pencampuran Bahan Epoxy (Cairan Perekat) 34 .

2.Gambar 3. d.1) Pengadukan Bahan Epoxy Component A  Aduk dengan Paddle mixer kecil (Component A) ± 2 menit. Gambar 3.6 (c.6 (c.2.6 (d.2.2) Pengadukan Bahan Epoxy Component B  Aduk dengan Paddle mixer kecil (Component B) ± 2 menit.4.4.0 bar. 35 . Gambar 3. Penginjeksian Gambar 3.1) Pemasangan Tabung Cairan Perekat  Pasang tabung yang berisi cairan perekat pada mesin injeksi dan setel tekanan sampai dengan 1.4.4.2.5 – 2.6 (c.3) Pencampuran Component A & B  Campurkan Component A : B = 2 : 1 dan aduk dengan Paddle mixer kecil ± 3 menit dengan volume sesuai kapasitas tabung alat injeksi.

Gambar 3.2. Kontrol   Bisa dilakukan dengan cara Core Drill untuk mengetahui Epoxy masuk apa tidak. Dilihat pada retakan yang terjauh yang tidak tertutup sealant apakah Epoxynya keluar atau tidak. Sealant dan lainnya.6 (d. Jenis pekerjaan ini mencakup pekerjaan perbaikan retak dengan cairan bahan perekat seperti telah diuraikan pada spesifikasi perbaikan retak dengan cara suntikan bahan perekat dan ditambah dengan pelekatan pelat baja dengan cara 36 .5 bar.4. 3. baik terhadap bekas Nipple. Pembersihan  Setelah Epoxy berumur 24 jam. f. e.2) Penekanan Kembali Cap pada Bipple  Apabila pada Nipple sudah ada tanda-tanda basah (karena bahan Epoxy yang keluar) tekan Cap pada Nipple 1 (satu) kali lagi untuk mengunci agar bahan Epoxy tidak keluar dan untuk menjaga tekanan Epoxy didalam beton tetap terjaga 1. kalau keluar berarti Epoxy sudah bisa masuk kedalam jalur retakan. segera dilakukan pembersihan dengan menggunakan gerinda.7 Perbaikan Retak Dengan Cara Suntikan Bahan Perekat Dan Dengan Pelat Baja Atau Penambahan Gelagar Perbaikan retak dengan cara penyuntikan bahan dan ditambah dengan perkuatan pelat baja atau penambahan gelagar baja dimaksudkan untuk perbaikan retak dimana struktur beton secara teknis tidak mampu lagi menahan beban yang diinginkan sehingga perlu ditambah suatu perkuatan guna menambah daya dukung terhadap momen gaya lintang yang akan terjadi.

Bahan perekat harus memenuhi persyaratan kekuatan dan berat jenis serta kekentalan sebagai berikut : Bahan Perekat dengan spesifikasi sebagai berikut : 1. 3.000 Kg/cm2 5. NO JENIS MATERIAL 1 Low FUNGSI APLIKASI Viscosity-Liquid Epoxy pengisi celah retakan Based On High Strength Epoxy Resins injection 37 . Tidak menyusut setelah mengeras. Modulus Elastisitas (Comprressive ejlasic coefficient) (JIS K 7208) 10. Bahan perekat harus tahan terhadap air hujan.air laut dan bahan kimia lainnya seperti karbon monoaxide atau H2SO4 dan sebagainya.05 g/cm3 2.1 Material Jenis material cairan bahan perekat yang disyaratkan sesuai dengan material yang tersebut pada : a. Kekuatan Tekan (Comprressive yeald strength) (JIS K 7208) 500 Kg/cm2 4.s 3.7. Berat jenis ( Specific Gravity) (JIS K 7112 ) 1. Sesuai dengan persyatan pada spesifikasi perbaikan retak dengan cara suntikan cairan perekat.baut anker ditambah dengan suntikan bahan perekat atau pelekatan gelagar pada gelagar lainnya sesuai dengan gambar rencana.15 ± 0. Bahan perekat ini harus mempunyai daya penetrasi sedemikian rupa sehingga dapat mengisi celah retak pada posisi penyutikan dari bawah ke atas dalam keadaan struktur bergetar (lalu lintas tidak ditutup). Viscosity ( JIS K 6838) 500 ± 200 m Pa. Kekuatan Geser Tarik (Tensile shear strength) (JIS K 6850) 100 Kg/cm. Bahan perekat retak struktur beton. sehingga bahan perekat harus merupakan jenis epoxy murni tanpa bahan pelarut apapun yang dapat mengakibatkan penyusutan bahan.

Jenis bahan perekat ini tidak boleh menyusut setelah mengeras.2 Thixotropic Epoxy Resin Bahan penutup jalur retakan dan Adhesive. Berat jenis (Specific Gravity ) (JIS K 7112) 1. Bahan Penutup ( seal ). carbon monoxide atau H2SO4 dan sebagainya.3. air laut. Kekuatan Tarik (Tensile strength) (JIS K 7113) 200 Kg/cm2 6. Bahan perekat pelat baja atau gelagar baja pada struktur beton. Jenis cairan bahan perekat untuk melekatkan pelat baja atau gelagar tambahan pada struktur beton harus memenuhi persyaratan.7. Kekuatan lentur (Flexural strength) (JIS K 7203) 400 Kg/cm2 3. Cairan bahan perekat ini harus tahan terhadap air dan bahan kimia lainnya antara lain air hujan. Bahan Penutup Bahan penutup ini digunakan untuk menutup bagian luar celah retak agar bahan perekat tidak mengalir keluar dari celah retak yang tidak tertutup oleh alat penyuntik. Tegangan leleh tekan (Comprressive yeald strength) (JIS K 7208) 600 Kg/cm2 4. c. Fillers High Strength perekat Nipple 3 Nipple Alat retakan yang menempel beton pada untuk memasukkan Epoxy 4 Selang Set Penghubung Nipple dan Pompa Grouthing 5 Thinner Untuk mencuci peralatan Tabel.dengan spesifikasi sebagai berikut : 1. Kekuatan Geser Tarik (JIS K 6850) 110 Kg/cm2 38 .000 Kg/cm2 5.1 Material Bahan Perekat Retak Stuktur b.10 g /cm3 2.50 Kg/cm2 7. sehingga bahan perekat ini harus merupakan bahan epoxy murni dan tidak mengandung bahan pelarut. Modulus Elastisitas (Comprressive young’s modulus) (JIS K 7208) 40.70 ± 0. Kekuatan Kejut (Impact strength) (JIS K 7111) 14.

2 Peralatan Peralatan yang digunakan untuk mengerjakan kerjaan perbaikan retak dengan cara suntikan adalah sebagai berikut a.   Pembersih Thinner Cat Pelat baja atau gelagar yang sudah terpasangharus diberi pelindung cat anti karat yang terdiri dari atas dua lapisan yaitu cat dasar dan cat akhir dimana cat akhir merupakan cat marine yang diberi warna 3. 39 .5 mm Sesuai dengan standart yang digunakan pemberi kerja.000 Kg/cm2 Tegangan Geser Tarik (JIS K 6911) > =120 Kg / cm2 Baut Anker merupakan jenis baut mutu tinggi dan anti karat.  Baut Anker (untuk memasang pelat baja) Baut anker yang dipakai harus memenuhi persyaratan sebagaimana dijelaskan sebagai berikut : Berat Jenis Kekutan Tekan Modulus Elastisitas (JIS K 6911) 1. Gelagar Baja harus memenuhi persyaratan AASHTO M 270-82 dan disambungkan dengan gelagar induk (melintang) dengan baut mutu tinggi yang harus sesuai dengan standart AASHTO M 16482.  Pipa Aluminium Dipakai sebagai pipa suntikan dan pipa ventilasi udara diameter 10 mm.d.0 G / CM3 (JIS K 6911) > =600 Kg / cm2 (ASTM D 695) (1.5-3) x 10.7.2 ± 0. Baja  Pelat Baja Material pelat baja yang dipakai harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :  Tebal Pelat Baja 4. pompa.

7. Pompa alat pemompa ini berfungsi sebagai alat untuk memompa sehingga cairan bahan perekat masuk kedalam celah pelat baja.4 Pelaksanaan a. Menggunakan tali keselamatan yang diikatkan ke badan. 3.  Permukaan struktur beton yang telah selesai disuntik dengan bahan perekat dibersihkan terhadap bekas beton yang tidak sempurna dan 40 . b. mesin gurinda c.3 Keselamatan Kerja 1. karena bisa mengakibatkan tangan terkelupas. 3. karena bekerja dibawah lantai jembatan beresiko terjatuh. sikat kawat. Pelaksanaan Pelat Baja  Pelat baja yang dipakai adalah pelat baja yang sesuai dengan jenis material yang telah disyaratkan pada items b. Menggunakan sarung tangan agar cairan perekat tidak menempel ditangan.b. Menggunakan kacamata pelindung pada saat pemasangan nipple injector agar cairan sealant tidak menetes ke mata. Tahapan Pekerjaan Pekerjaan perkuatan dengan pelat baja atau gelagar ini harus dimulai dengan perbaikan retak struktur beton terlebih dahulu seperti yang diuraikan pada spesifikasi perbaikan retak dengan cara suntikan cairan perekat. Mesin pemotong plat baja atau gelagar baja : adalah untuk memotong plat baja atau gelagar baja guna menyesuaikan dimensi atau panjang yang harus dipasang. 2. dengan dimensi dan diberi lubang untuk anker serta lubang ventilasi dengan bor dimana lokasi ditentukan sesuai dengan gambar rencana.5. 3. Mesin gerinda dan sikat kawat : adalah alat yang digunakan untuk membersihkan kotoran-kotoran dan bekas beton yang tidak sempurna dan bekas bahan penutup yang harus dibersihkan kembali.7.

 Beri tanda tempat dimana baut-baut anker akan ditempatkan pada struktur beton.  Pelat baja kemudian ditempatkan dengan posisi ± 3 mm dari permukaan struktur beton dan selanjutnya baut anker yang dipasang pada lokasi yang telah ditentukan tersebut diatas. lengkap dengan fisher dan jenis baut yang telah disyaratkan pada item b.  Setelah selesai pekerjaan penyuntikan bahan perekat kemudian dapat dikerjakan pekerjaan-pekerjaan pengecatan permukaan pelat baja sesuai dengan gambar rencana material yang disyaratkan pada item b. sambungkan pelat baja. daerah antara pelat baja dengan pipa penyuntik dan pipa udara.5. kemudian struktur beton dibor pada tempat-tempat yang sudah diberi tanda. kemudian dibersihkan kembali dengan thinner untuk bagian yang akan menempel pada struktur beton.  Gunakan bahan penutup untuk menutup celah-celah yang ada antara pelat baja dengan struktur beton.  Bersihkan permukaan pelat baja yang akan dilekatkan terlebih dahulu dari karat dan kotoran yang ada.5.karat-karat yang ditimbulkan oleh besi tulangan dengan mesin gerinda sesuai dengan petunjuk Direksi. yang kemudian bagian yangn akan dilekatkan pada struktur beton dibersihkan kembali dengan thinner. Gunakan baut paku tembok (remseet).2 melalui lubang yang sudah dipasang pipa-pipa penyuntik pada pelat baja dan pompakan cairan bahan perekat melalui pipa udara yang ada.  Tempstksn gelagar tambahan pada lokasi yang sesuai dengan gambar rencana dan berilah jarak sekitar 10 mm antara permukaan 41 . c.  Suntikan cairan bahan perekat yang sesuai dengan persyaratan item b. Penambahan Gelagar  Bersihkan permukaan gelagar yang akan dilekatkan dari karat dan kotoran-kotoran sesuai dengan petunjuk Direksi.

.struktur beton dengan permukaan gelagar baja yang akan dilekatkan. 42 .

Struktur Beton Bertulang. Gramedia Pustaka Metode-Kerja-PostTension-jembatan-box-girder-perawang-riau.DAFTAR PUSTAKA    Dipohusodo.htm 43 . 1994. Istimawan.htm STRUKTUR BETON BERTULANG.