You are on page 1of 3

KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK a.

Definisi Suatu tindakan operasi pengangkatan kantong empedu dengan cara invasive minimal melalui endoskopik (laparoskopik) b. Indikasi o Penderita dengan simtomatik batu empedu yang telah dibuktikan secara imaging diagnostic terutama melalui USG abdomen o Penderita kolesterolosis simtomatik yang telah dibuktikan melalui USG abdomen o Adenomyomatosis kantung empedu simtomatik c. Kontra indikasi absolut o Peritonitis o Obstruksi usus o Koagulopati yang tidak terkontrol o Hernia diafragmatik yang besar o Penyakit Paru obstruktif berat dan penyakit jantung kongestif berat d. Kontra indikasi relatif (tergantung keahlian operator) o Cirrhosis hepatis o Riwayat operasi abdomen dengan adhesi o Kolesistitis akut o Gangrene dan empyema gall bladder o Biliary enteric fistula o Kehamilan o Ventriculoperitoneal shunt e. Mortalitas Mortalitas pasca kolesistektomi laparoskopik 0,1% f. Perawatan pasca bedah Pasca bedah penderita dirawat di ruangan 3-4 hari, diobservasi komplikasi seperti nyeri pasca operasi, gangguan motilitas usus. Setelah pasase usus baik penderita bisa mulai diet per oral. g. Follow – up Terutama ditujukan terhadap tanda-tanda kebocoran empedu, peritonitis, dan perdarahan.

Trocart III → dimasukkan pada kuadran kanan atas setinggi umbilikus di sebelah lateral dari trocart kedua. Dengan trokar peritoneum ditembus dan dimasukkan port lalu dimasukkan CO2 ke dalam kavum abdomen untuk menimbulkan pneumoperitoneum sehingga abdomen cembung. insisi diperdalam secara tajam dan tumpul sampai tampak linea alba. Gall bladder dipegang dengan grasper/forcep dari port lateral (4). 9. Penderita dalam posisi supine dan dalam narkose 2. kemudian didorong ke arah superior dan dipertahankan pada posisi ini. dibuat incisi vertikal sepanjang 10 mm 5. Tiga buah trocart dimasukkan dengan memperhatikan secara langsung tempat penetrasi intra abdomen. (gambar). Linea alba dipegang dengan klem dan diangkat. Dilakukan insisi lengkung di bawah umbilikus sepanjang 20 mm. 3. Gambar Tempat Port Laparoskopik . 8. 4. Posisi pasien diubah menjadi Anti Trendelenburg ringan (10-15°) dan sedikit miring ke kiri. Desinfeksi pada dada bagian bawah dan seluruh abdomen. 7. 6.Teknik Operasi 1. Melalui port umbilikal dimasukkan videoscope ke dalam cavum abdomen. Trocart I → dimasukkan di epigastrium ± 5 cm di bawah procesus xyphoideus dengan penetrasi intraabdomen di sebelah kanan ligamentum falciforme Trocart II → dimasukkan pada kwadaran kanan atas abdomen beberapa cm di bawah costa terbawah pada linea midclavicula.

12. Sistika dijepit dengan metal clip di bagian distal dan dua buah metal klip di bagian proksimal kemudian dipotong. Duktus sistikus yang telah terlihat jelas dijepit dengan metal clip sedekat mungkin dengan kandung empedu. Videoscope dikeluarkan dari port umbilikus dan dipindah ke port epigastric. Duktus sistikus bagian proksimal dijepit dengan dua buah metal clip dan dipotong. (hati-hati jangan menarik infundibulum keras. Disecting forceps dimasukkan dari port epigastrium (2) dan jaringan di sekitar duktus sistikus dan arteri sistika disisihkan sampai kedua struktur tersebut tampak jelas. Infundibulum dipegang dengan grasper dari port medial (3) dan ditraksi ke arah caudal. dapat menjepit duktus koledokus) 13. 14. a. 11.10. Kantong empedu dibebaskan dengan menarik dengan grasping forceps dari porte umbilikalis (1) Algoritma Batu Empedu .