You are on page 1of 2

METODE PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

I.

Latar Belakang

Dalam kehidupan masyarakat modern, matematika dipandang sebagai ilmu pengetahuan masa kini yang meliputi pengetahuan tentang berhitung dan ilmu ukur ruang. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pemikiran cara berpikir yang logis,dan rasional, agar dapat menyelesaikan berbagai masalah. Untuk dapat mempelajari dan menguasai matematika dituntut suatu ketelitian dalam pemecahannya agar mendapatkan hasil yang tepat dan arahnya jelas yaitu sesuai dengan penalaran yang benar. Bagi sebagian murid sekolah, mengeluhkan soal pelajaran matematika. Mereka menganggap matematika sebagai pelajaran sulit. Terlebih lagi bila mereka mendapat nilai di bawah ratarata. Yang punya niat akan lebih tekun mempelajari, kembali hilang semangat. Maka dari itu untuk menghilngkan anggapan bahwa pelajaran matematika sebagai pelajaran sulit, seorang guru harus dapat menyampikan materi dengan metode mengajar yang efektif dan efisien. Metode mengajar yang diterapkan seorang guru haruslah cocok dengan materi yang disampaikn sehingga siswa akan lebih mudah untuk memahami dan termotivasi untuk belajar. Salah satu metode yang dapat mebrikan motivasi untuk belajar ialah metode permainan. II. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang datas, maka dapat drumuskan suatu rumusan masalah sebagai berikut: bagaimanakah penerapan metode permainan dalam pembelajaran matematika? III. Tujuan Adapun tujuan dari artikel ini untuk mengetahui penerapan metode permainan dalam pembelajaran matematika. IV. Manfaat Adapun manfaat dari artikel ini untuk memberikan gambaran mengenai penerapan metode permainan dalam pembelajaran matematika. V. Penerapan Metode Permainan Dalam Pembelajaran Matematika Permainan matematika adalah sesuatu kegiatan yang menyenangkan yang dapat menunjang tujuan instruksional dalam pengajaran matematika baik aspek kognitif, afektifr, maupun psikomotor. Kita perlu membatasi penggunaan permainan yang hanya sekedar permainan yang membuat orang senang, ketawa, dan lain lain, tetapi tidak menunjang tujuan instruksional dalam pengajaran matematika. Permainan matematika itu supaya dipergunakan secara berencana, tujuan instruksionalnya jelas, tepat penggunaannya, dan tepat pula waktunya. Bila demikian permainan matematika itu akan merupakan alat yang efektif untuk belajar. Mayke dalam Sudono (2000 : 3) mengemukakan bahwa belajar dengan bermain memberi kesempatan kepada anak untuk memanipulasi, mengulang-ulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktikkan, dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya. Disinilah proses pembelajaran terjadi, melalui permainan

memberikan pengalaman belajar pada peserta didik. Adapun beberapa contoh permainan matematika berikut dan kegunaannya. Siswa berlatih hafal fakta dasar melalui permainan kartu (kartu berangka). Peermainan bujursangkar ajaib berbagai ragam untuk meninggalkan keterampilan berhitung dan pemecahan masalah. Permainan honai dipakai untuk menerangkan konsep relasi dan fungsi. Namun metode ini pun memiliki kelemahan dan kelebihan dalam pross belajar mengajar. Adapun kelemahan dan kelebihan sebagai berikut: Kelemahan: Tidak semua topik dapat disajikan dengan metode permainan. Memakan waktu banyak. Pengajaran kita mungkin akan terganggu bila diadakan aturan kalah menang. Permainan akan mengganggu ketenangan kelas kelas di sekitarnya. Kelebihan : Dapat menimbulkan minat dan motivasi siswa. Siswa menjadi aktif, berpikir logis dan kritis. Terjadinya kepuasan pada dirinya Konsep konsep matematika akan lebih mantap dapat dipahami Kemampuan menemukan dan memevahkan masalah meningkat.

Belajar matematika melalui permainan dapat meningkatkan minat dan motivasi peserta didik serta menepis anggapan matematika itu sulit dan menyeramkan bahkan sebaliknya, belajar matematika itu mudah dan menyenangkan. Untuk itu, dituntut kreativitas pendidik dalam menyajikan/menyampaikan materi. Tak kalah pentingnya bagi orangtua agar turut berperan membantu anaknya belajar dengan cara yang menyenangkan.