Jurnal Ranying Bunu, Vol.3, No.1, Mei 2008 Perlindungan Hukum...

(Yoan Barbara) 66-73

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pekerja Anak
Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

Oleh : Yoan Barbara Runtunuwu
Dosen Fakultas Hukum, Universitas Palangka Raya

Abstrak
Bermacam bentuk eksploitasi terhadap pekerja anak baik di sector formal maupun informal
telah menyebabkan anak-anak tidak memperoleh hak-haknya di bidang pendidikan,
pelayanan, kesehatan, menikmati masa kanak-kanak untuk belajar dan bermain. Konvensi
dasar ILO Tahun 1999 Nomor 182 seperti yang disebutkan sebelumnya telah diratifikasi
oleh pemerintah Indonesia dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2000. Untuk menghapus
pekerja anak memang memerlukan waktu, tenaga, dana dan kesadaran seluruh masyarakat,
akan tetapi banyak anak yang tidak bisa menunggu sampai pemecahan masalah kemiskinan
dan pembangunan terselesaikan.

PENDAHULUAN keadaan yang membuat kehidupan dan
kerja anak-anak ini dapat di sebut sebagai
Pelanggaran terhadap hak-hak anak mendekati perbudakan. Praktik mirip
dapat terjadi melalui berbagai bentuk perbudakan, kendati bertentangan dengan
seperti eksploitasi untuk kepentingan hokum, tetap saja berlangsung secara
ekonomis bagi perorangan maupun meluas di seluruh dunia. Hal ini mencakup
kelompok, kekerasan dalam rumah tangga eksploitasi buruh anak-anak, kerja paksa,
dan perlakuan diskriminatif baik dalam penjualan anak-anak, pelacuran yang
keluarga maupun di masyarakat yang dipaksakan, penjualan narkotika dan
dilakukan secara nyata maupun penelantaran. Situasi kerja anak-anak
terselubung. Berkaitan dengan pekerja mungkin membahayakan kesehatan tubuh
anak, masih banyak anak-anak yang dapat dan kesehatan mental serta nilai moral,
ditemui bekerja di luar rumah disebabkan apalagi dengan upah yang sangat minim
oleh kebutuhan ekonomi. Dari segi jumlah atau tanpa upah sama sekali (Levin, 1994:
pekerja anak akan terus mengalami 67). Krisis ekonomi yang melanda
peningkatan karena krisis ekonomi yang Indonesia sejak Agustus 1997 telah
melanda Indonesia. Bermacam bentuk membawa akibat yang luar biasa bagi
eksploitasi terhadap pekerja anak di sektor kehidupan mayoritas bangsa Indonesia.
formal dan informal telah menyebabkan Puluhan juta jiwa penduduk langsung
anak-anak tidak memperoleh hak-haknya terperosok di bawah garis kemiskinan.
di bidang pendidikan, pelayanan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan
kesehatan, termasuk menikmati masa pada tahun 1998 lebih dari 79 juta jiwa
kanak-kanak untuk belajar dan bermain. atau 40 % penduduk berada di bawah garis
Meskipun perbudakan telah kemiskinan. Angka ini melonjak jauh
dinyatakan sebagai tindakan melanggar dibandingkan 20-25 juta jiwa sebelum
hokum di seluruh dunia, namun banyak krisis moneter. BPS melakukan koreksi
pada tahun 1999 dengan menyatakan lebih

ISSN : 1904 - 4107 66

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful