Jurnal Ilmu Hukum, Vol.3, No.2, Agustus 2008 Tindakan Hukum Penyelamatan...

(Christianata) 63-70

TINDAKAN HUKUM PENYELAMATAN KREDIT MACET MELALUI
RESTRUKTURISASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PERBANKAN

Oleh : Christianata
Staf Pengajar Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya

Latar Belakang Masalah Performing Loan (tidak bermasalah) atau
kredit bermasalah (Non Performing Loan)
Kegiatan perkreditan merupakan Kualitas dapat digolongkan sebagai berikut
proses pembentukan asset Bank. Kredit :2
merupakan risk asset bagi bank karena
asset Bank itu dikuasai pihak luar Bank a. Lancar;
yaitu para Debitur.1 Setiap Bank b. Dalam Perhatian khusus;
menginginkan dan berusaha keras agar c. Kurang lancar;
kualitas risk asset ini sehat dalam arti d. Diragukan, dan
produktif dan collectable. Namun kredit e. Macet.
yang diberikan kepada para Debitur selalu Tindakan Bank dalam usaha
ada resiko berupa kredit tidak dapat menyelamatkan dan menyelesaikan kredit
kembali tepat pada waktunya yang bermasalah akan beraneka ragam
dinamakan kredit bermasalah atau Non tergantung pada kondisi kredit bermasalah
Performing Loan (NPL). Kredit itu. Misalnya apakah Debitur kooperatif
bermasalah selalu ada dalam kegiatan dalam usaha menyelesaikan kredit
perkreditan Bank karena Bank tidak bermasalah itu. Bila Debitur kooperatif
mungkin menghindarkan adanya kredit dalam mencari solusi penyelesaian kredit
bermasalah. Bank hanya berusaha bermasalah dan usaha Debitur masih
menekan seminimal mungkin besarnya memiliki prospek maka dilakukan
kredit bermasalah agar tidak melebihi restrukturisasi kredit. Sebaliknya bagi
ketentuan Bank Indonesia sebagai Debitur yang memiliki etikad tidak baik
pengawas perbankan. Bank Indonesia (tidak kooperatif) untuk penyelesaian
melalui Surat Keputusan Direksi Bank kredit akan tergantung kuat tidaknya dari
Indonesia Nomor 31/147/KEP/DIR aspek hukum perjanjian kredit, pengikatan
Tanggal 12 November 1998 memberikan barang jaminan, kondisi fisik jaminan dan
penggolongan mengenai kualitas kredit nilai jaminan karena jaminan inilah satu-
apakah kredit yang diberikan Bank satunya sumber pengembalian kredit. Bagi
termasuk kredit Debitur yang ber-etikad tidak baik dan dari
aspek hukum kuat maka tindakan hukum
merupakan pilihan yang tidak dapat
dihindarkan. Untuk menyelesaikan kredit
1
Sutarno, Aspek-aspek Hukum Perkreditan
Pada Bank, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2004,
2
Cetakan 2, Hal 263. Ibid.

ISSN : 1904 - 4107 63

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful