You are on page 1of 27

BAB I PENDAHULUAN Keperawatan sebagai profesi mengharuskan pelayanan keperawatan diberikan secara profesional dengan kompentensi yang memenuhi

standar dan memperhatikan kaidah dan moral, sehingga masyarakat menerima pelanyanan berupa asuhan keperawatan yang bermutu sesuai denagan mukadimah dan kode etik keperawawatan alinea 3 dan 4 praktek keperawatan haruslah dapat melaksanakan tugas pelayanan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan cakupan tangungjawab perawatan Indonesia adalah meningkatkan derajat kesehatan, mencegah terjadi penyakit, mengurangi dan menghilangi penderitaan serta memulihkan kesehatan yang semua ini dilaksanakan atas dasar pelayanan paripurna !a "de #umadi $afar %&&&' (()* +erdasarkan hal tersbut, institusi pendidikan diploma III ,kademi -erawatan .umah /akit 0ustira* 0apat menghasilkan tenaga perawat profesional pemula yang dapat diandalkan, tidak hanya dari segi ilmu dan keterampilan semata, namun juga dapat menganalisa masalah1masalah yang ada diekitar masyarakat yang semakin luas, komplek dan juga dinamis* A. Latar Belakang Masalah /aluran pencernaan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan

8 yang terdiri dari pengunyahan, penelanan dan pencampuran dengan en2im dan 2at cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus* 3akanan yang masuk kedalam tubuh dimetabolisme di dalam sel untuk menghasilkan energi, membentuk jaringan, hormon dan en2im* 3akanan dapat bergerak dari saluran cerna bagian atas sampai keanus karena adanya gerakaan peristaltik yang berasal dari kontraksi usus yang diatur oleh sistem syaraf otonom dan syaraf enterik* ,pabila saluran pencernaan ini mengalami gangguan maka akan berakibat pada tubuh itu sendiri, salah satu gangguannya yaitu pada organ appendiks /aepudin 4 %&&( ' 56)* ,ppendiks yaitu suatu organ tambahan seperti kantung yang tidak mempunyai fungsi yang terletak pada bagian inferior dari sekum* +ila terjadi peradangan pada appendiks maka akan terjadi appendicitis* ,ppendicitis adalah peradangan yeng terjadi pada daerah appendiks yang disebabkan obstruksi oleh faeces yang akhirnya merusak aliran darah dan mengkikis mukosa mengakibatkan inflamasi 7gram 4 %&&5 ' 8%9)* +erdasarkan catatan epidemiologi .umah /akit 0ustira :imahi* 0iketahui jumlah penderita dari bulan 3aret 8668 sampai ,gustus 8668 penderita ,ppendiktomi :imahi* yang dirawat di ruang perawatan +edah .umah /akit 0ustira

3 ;,+7! I 0istribusi penyakit bedah digestive selama < bulan -ebruari s=d #uli 8668 ) di ./ 0ustira :imahi Kasus +edah ;erbanyak %* ,ppendicitis 8* @I! 3* @aemorhoid 4* Ileus obstruksi 9* -eritonitis <* :holitiasis (* :a pancreas 5* "bstipasi &* 0yspepsi %6*:olostomi ?eb %( 89 %6 3 8 1 % 1 1 1 3aret 38 ( 9 3 1 % 1 8 % % +ulan ,pril 3ei 94 43 %3 86 %8 %8 8 % % 8 1 % % % 1 1 1 1 1 1 #uni 34 & 4 % 1 % 1 1 1 1 #uli 45 %5 8 8 8 % 1 1 % 1 #umlah 885 &8 49 %8 ( 4 3 8 8 % > %<,%6 <,4& 3,%( 6,54 6*4& 6,85 6,8% 6,%4 6,%4 6,6(

#umlah 95 98 53 56 4& (4 3&< %66 /umber ' 0ata laporan bulanan rekam medik ruang perawatan bedah ./ 0ustira :imahi dari bulan pebruari sampai dengan bulan juli 8668 +erdasarkan data di atas bahwa penyakit appendicitis merupakan angka yang terbanyak diantara penyakit bedah yang lain sebanyak %<,%6 >* -erlu membutuhkan perawatan dan penanganan yang sangat optimal dan komprehensif untuk mencegah gangguan yang lebih lanjut sehingga klien sehat seperti semula* -enyakit appendicitis apabila dibiarkan akan meyebabkan perforasi dan apabila tidak dilakukan operasi akan meyebabkan infiltrat dan kemungkinan besar akan mengakibatkan kematian* 0engan pernyataan diatas maka penulis merasa tertarik untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien ;n*3 dengan post appendiktomi dan melaporkannya dalam bentuk karya tulis dengan judul ,suhan Keperawatan -ada

4 -asien ;n*3 dengan $angguan /istem -encernaan ,kibat -ost ,ppendiktomi ,tas Indikasi ,ppendicitis ,kut hari ke18 0iruang -erawatan /atu .umah /akit 0ustira :imahi

B. Tujuan Penulisan %* ;ujuan Amum -enulis mampu melakukan asuhan keperawatan pada pasien ;n*3 dengan post ,ppendiktomi di ruang perawatan satu .umah /akit 0ustira dan melaksanakan proses keperawatan* 8* ;ujuan Khusus /etelah melakukan asuhan keperawatan pada pasien ;n*3 dengan -ost ,ppendiktomi penulis dapat ' a* 3elaksanakan pengkajian dengan menggunakan pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data, menganalisa dan menegakkan diagnosa

keperawatan* b* 3embuat rencana tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan berdasarkan prioritas masalah* c* 3elaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan berdasarkan prioritas masalah* d* 3engevaluasi hasil dari tindakan1tindakan perawatan yang telah

dilaksanakan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan* e* 3endokumentasikan proses perawatan dengan benar*

C. Metode dan Tehnik Pengum ulan Data 3etode penulisan yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif berbentuk study kasus, yaitu berupa gambaran proses perawatan yang dilakukan oleh penulis* ,dapun tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah ' %* Bawancara yaitu menggunakan komunikasi langsung dengan klien, keluarga, perawat ruangan maupun tim medis lainnya untuk mendapatkan data dan mengetahui masalah yang dihadapai* 8* "bservasi yaitu melalui pengamatan langsung terhadap klien, dengan menggunakan asuhan keperawatan* 3* -emeriksaan fisik yaitu dengan malakukan pemeriksaan dari kepala hingga kaki untuk menmgindentifikasi gangguan yang terjadi pada sistem tubuh secara inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi* 4* /tudy dokumentasi yaitu penulis langsung menggunakan status klien, catatan perawatan, dan catatan medis* 9* /tudy kepustakaan yaitu mengumpulan dan mempelajari dari buku1buku sumber dan materi1materi yang menunjang sesuai dengan judul*

D.!istematika Penulisan /istem penulisan karya tulis ini membahas gambaran secara umum mengenai uraian pembuatan study kasus ini*

< $ambarannya adalah sebagai berikut ' +ab satu ' -endahuluan, terdiri dari ' !atar belakang masalah, tujuan penulisan, metode dan teknik pengumpulan data, sistematika data* +ab dua ' ;injauan teoritis mengenai konsep dasar yang meliputi, pengertian, anatomi fisiologi, etiologi, patofisiologi, komplikasi, dan teoritis asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa pengumpulan

keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan catatan perkembangan* +ab tiga ' ;injauan kasus meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi, dan pembahasan* +ab empat ' Kesimpulan dan saran

<

( BAB II TIN"AUAN TE#$ITI!

A. %onse Dasar %* -engertian a* ,ppendicitis ,ppendiksitis merupakan penyakit bedah sebagai akibat kebudayaan yang menyangkut kebiasaan makan Koswari 4 %&&3 '8%8)* /edangkan menurut -rice, %&&9 4 46%) appendicitis merupakan

peradangan yang terdapat pada apendik dan mengenai seluruh bagian lapisan organ tersebut* /edangkan kalau appendicitis vermiformis merupakan tabung buntu yang relatif panjang namun sempit, memiliki ukuran yang panjangnya <

sampai dengan & centimeter dan diperdarahi oleh apendikularis price %&&% ' 8&<) 3enurut pendapat /uparman ' %&&6 ' %(() bahwa appendiksitis akut adalah kasus gawat bedah abdomen yang sering terjadi* Kejadian yang paling tinggi ditemukan pada usia dekade kedua dan ketiga* -enulis menarik kesimpulan bahwa appendiksitis adalah peradangan pada appendik yang terjadi akibat ataupun karena oleh infeksi oleh bakteri* ,ppendiksitis ini biasanya dilakukan dengan cara pengangkatan appendik tersebut yang dinamakan dengan appendiktomi*

5 b* ,ppendiktomi ,ppendiktomi adalah tindakan pengangkatan jaringan appendik @oungton,%&&% 4 9()* ;etapi pendapat lain mengatakan appendictomi sebagai nama yang menyatakan upaya untuk mengangkat jaringan appendik yang terinfeksi* #adi secara singkat appendiktomi dapat disimpulkan adalah tindakan pembedahan yang berfungsi untuk mengangkat jaringan appendik yang mengalami peradangan*

8* ,natomi ?isiologi 3enurut "swari %&&3 4 8%8) ,ppendik terletak pada caecum diujung ;enia atau pita otot) panjang pendeknya usus buntu itu tidak berpengaruh terhadap terjadinya peradangan* Ajung usus buntu terdapat pada semua arah caecum misalnya dapat sampai ke panggul, ke sakrum atau melilit ke usus halus* !etak yang paling banyak ditemui pada retrocaecal atau belakang sekum* /edangkan menurut -rice, /ylvia ,nderson, 3c :arty Bilson %&&% 4 8&<) ,ppendiks vermiformis merupakan tabung buntu yang relatif panjang namun sempit, memiliki ukuran enam sampai sembilan centimeter dan diperdarahi oleh appendikularis* -ada posisi yang normal appendiks terletak pada dinding abdomen dibawah titik 3c +urney dengan cara menarik garis garis spinna illiaka superior anterior kanan ke umbilikus*

& ;itik tengah garis ini merupakan tempat pangkal appendiks gambar 8*%)

$ambar ' penampang apendik pada posisi normal /umber, patofisiologi, price, %&&9 4 46%) 0inding appendiks terdiri dari empat lapisan* Keempat lapisan ini adalah tunika serosa, tunika muskularis, tunika sub mukosa dan tunika mukosa* -ada dasarnya dinding appendiks sama seperti yang dimiliki oleh dinding usus halus, tetapi masih dapat dibedakan* -erbedaannya terletak pada dinding submukosa, pada dinding appendiks dinding submukosanya terdapat banyak folikel limfe 7velyn : -earce%&&8 4 %&9)* 3enurut /uparman %&&6 4 %(() +erpendapat bahwa fungsi appendiks ini tidak diketahui tetapi kadang1kadang appendiks disebut ;onsil ,bdomen, karena ditemukan banyak jaringanlimfoid sejak intra uteri akhir kehamilan dan mencapai puncaknya kira1kira %9 tahun yang kemudian mengalami atrofi serta praktis menghilang pada usia <6 tahun* /ehingga dapat diperkirakan apppendiks mempunyai peranan dalam mekanisme immunologi*

&

%6 ,ppendiks mengeluarkan cairan yang bersifat basah dan mengandung amilase, 7repsin dan musin*

3* 7tiologi dan faktor pencetus "bstruksi lumen apendik menjadi faktor utama terjadinya apendicts* Cang termasuk kemungkinan penyebab obstrksi adalah sebagai beikut ' "leh parasit, calculi ?ecolith ) didalam appendik, hiperplasia jaringan

lymphoid yang merupakan penyebab terbanyak* ,danya benda asing seperti cacing* Infeksi virus, appendik yang melilit karena adanya perlengketan, malfungsi dari sistem katup pada pintu appendk* /edangkan faktor pencetus lain sehingga terjadinya appendicitis adalah karena makanan yang pedas, kebiasaan menahan +,+, makanan yang keras dan biji1bijian, intake cairan yang kurang*

4* $ambaran klinis -ada kasus appendicitis akut, biasanya gejala1gejala permulaan adanya nyeri dan perasaan yang tidak enak pada sekitar umbilikus, mual dan muntah* $ejala ini pada umumnya dapat berlangsung selama %18 hari* 0an dalam beberapa jam nyeri dapat menjalar ke daerah kuadran kanan bawah, terdapat nyeri pada titik 3: burney, sehingga timbul spasme otot dan nyeri lepas* 0apat mengakibatkan demam dan leukositosis moderat* +ila appendik ruptur, nyeri seringkali hilang secara dramatis untuk sementara*

%6

%% 9* -atofisiologi ,ppendicitis merupakan suatu peradangan pada apendik* Karena peradangan yang diduga terutama oleh obstruksi dari lumen appendik menyebabkan mukus yang diproduksi mukosa terbendung* 3akin lama mukus yang terbendung makin banyak dan menekan dinding apendik sehingga mengganggu aliran darah limfe dan menyebabkan dinding appendik menjadi oedem serta merangsang tunika serosa dan veritonium viceral* "leh karena persyarafan apendik sama denga usus, maka rangsangan itu dirasakan sebagai rasa sakit di daerah umbilikus* 0isebabkan adanya penyempitan lumen akibat hiperplasia jaringan lymphoid submukosa* ?aeces yang terperangkap pada lumen appendik mengalami penyerapan air dan terbentuklah fecolith yang akhirnya 3enurut -urnawan #unadi at al %&&8 4 348) bahwa penyumbatan pada appendiks menyebabkan mukosa yang diproduksi mukosa terbendung, makin lama mukosa yang terbendung makin banyak sehingga menekan sehingga dinding appendiks oedema serta merangsang tunika serosa dan peritonium visceral, oleh karena persyarafan appendik sama dengan anus maka rangsangan itu dirasakan sebagai rasa sakit sekitar umbilikus*

<* ;anda dan $ejala ;anda1tandanya nyeri tekan daerah kuadran kanan bawah, nyeri juga ditemukan daerah panggul sebelah kanan kalau apendik terletak diretrocekal*

%%

%8 ,pabila terjadi appendikcitis pelvis akan ditemukan tanda1tanda rasa nyeri didaerah vagina dan rektum* $ejala1gejalanya antara lain ' rasa sakit daerah epigastrium, daerah periumbilikus, di seluruh abdomen atau di kuadran kanan bawah* .asa sakit yang samar1samar, ringan sampai moderat dan kadang1kadang kejang* 0an yang lainya adalah biasanya lemas, mual, muntah dan gelisah* -erut terasa tidak enak, kadang sakit sekitar pusar lalu pindah keperut bawah "swari %&&3 ' 8%8 )*

(* 3anajemen Amum 3edik /emua pasien dengan adanya dugaan gangguan appendicitis harus segera dipuasakan* #angan diberikan analgetik sampai keputusan pasti operasi appendiknya sebab akan mengaburkan gejala1gejala untuk dapat

mendiagnosakan* #angan diberikan pencahar atau dilakukan enema sebab akan meningkatkan rangsangan terjadinya iritasi pada daerah yang teinfeksi* -engobatan menurut "swari %&&3 '8%3) bila ditemukan appendicitis akut maka satu1satunya membuang usus buntu ,ppendiktomi), karena bila ditunda ada kemungkinan terjadi gangren atau perforasi* -ada abses appendiks dilakukan drainase mengeluarkan nanah* +ila keadaan memungkinkan appendiks dituang sekaligus* +ila tidak mungkin harus ditunggu 8 sampai 3 bulan kemudian baru appendiknya pada operasi ke 8*

%8

%3 -erawatan pasca operasi sama dengan operasi abdomen lainya yaitu puasa sampai terdengar bising usus atau platus baru boleh makan bubur sari* ,nti biotika diberikan pula sesuai dengan perintah ahli bedahnya*

5* 0ampak ,ppendiktomi ;erhadap /istem ;ubuh !ain a* /istem -ernapasan $angguan sistem pernapasan akan terjadi berkaitan dengan efek anesthesi yang menyebabkan relaksasi saluran napas dan terjadi hipersalivasi atau hipersekresi sekret berkaitan dengan pemasangan 7;; intra operasi, sementara reflek batuk lemah atau tidak ada sehingga sekret akan terkumpul dijalan napas* -ada kondisi lebih lanjut dapat terjadi pneumonia akibat tirah baring sehingga ronchi akan terdengar dikedua belah paru* ,pabila terjadi distensi abdomen akan terjadi takhipnoe, napas menjadi cepat dan dangkal sebagai akibat dari menurunnya kemampuan pengembangan paru*

b* /istem Kardiovaskuler -ada sistem ini dapat terjadi penurunan @eart .ate @.) dan tekanan darah sebagai efek dari obat1obat anesthesi* Dadi dan tensi akan menjadi normal setelah efek obat anesthesi hilang dan apabila klien mengalami kesakitan kemungkinan nadi dan tensi akan meningkat* /edangkan apabila terjadi

%3

%4 perdarahan intra atau pasca operasi nadi dan tensi akan turun klien tampak sianosis dan pada keadaan perdarahan hebat mungkin terjadi syok

c* /istem -encernaan Dyeri didaerah epigastrium, periumbilikal diseluruh abdomen yang bersifat ringan hingga kejang1kejang, beralih kekuadran kanan bawah dan menetap secara progresif bertambah hebat* 0an semakin hebat apabila pasien bergerak, adanya mual dan muntah yang timbul selang beberapa jam sesudahnya merupakan kelanjutan rasa sakit yang timbul permulaan

d* /istem .eproduksi Dyeri tekan pada kuadran kanan bawah yang diteruskan ke daerah panggul* .asa nyeri pada rektum dan vagina diteruskan ke daerah rectum apabila terjadi appendicitis pelvis*

e* /istem 3uskulusskeletal Kelemahan otot dapat terjadi sebagai manifestasi dari intake nutrisi yang kurang sehingga metabolisme dijaringan pun akan menurun* /elain itu adanya gangguan pergerakan terutama eEtremitas bawah yang berkaitan dengan nyeri dan distensi pada daerah abdomen*

%4

%9 f*/istem Integumen -emenuhan personal hygiene berkurang akibat keterbatasan kemampuan mungkin akan terjadi dekubitus akibat tirah baring tanpa mobilisasi dan kontinue atau lingkungan yang tidak bersih adanya luka operasi pada daerah abdomen akan menimbulkan rasa nyeri dan apabila perawatan luka tidak steril akan mengakibatkan infeksi pada daerah luka suhu tubuh meningkat

g* /istem -ersyarafan ,danya luka operasi merupakan stimulus bagi reseptor ujung syaraf untuk disampaikan ke sistem syaraf pusat dan dipersepsikan nyeri* Dyeri selanjutnya akan mengaktipasi sistem .,/ sehingga klien menjadi sulit tidur

h* /istem 7ndokrin +iasanya tidak ada kelainan sebagai dampak dari tindakan appendiktomi

B. %onse Asuhan %e era&atan Pada %lien Dengan Post A endiktomi. -elayanan keperawata dapat optimal dan terlaksana dengan baik, sehingga sangat diperlukan beberapa kriteria dan langkah yang berfokus pada proses keperawatan* 3enurut pendapat Dasrul 7ffendi %&&9 ' 3) proses keperawatan adalah

suatu pendekatan sistematis untuk mengenal masalah dan mencarikan alternatif

%9

%< pemecahan dalam memenuhi kebutuhan klien, secara dinamis dalam memperbaiki dan meningkatkan kesehatan klien ketahap maksimum dengan pendekatan ilmiah berdasarkan pada ' %* -engkajian * 3erupakan pemikiran dasar dari proses keperawatan bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang klien, agar dapat mengindentifikasi, mengenali masalah kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien baik fisik, mental, sosial, dan spiritual juga keadaan lingkungan* Dasrul, 7ffendi %&&9 ' %5 ) a* -engumpulan data* Caitu mengenai pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentukan masalah1masalah serta kebutuhan1kebutuhan keperawatan dan kesehatan lain %)* +iodata 3enurut Cosep ;ueng %&&3 ' %3 ) yang sangat diperlukan sekali yaitu nama umur, jenis kelamin, pendidikan, agama, alamat rumah dan penaggung jawab* 8)* .iwayat Kesehatan a)* Keluhan Atama Keluhan utama yang mungkin muncul pada klien dengan post appendiktomi yaitu nyeri pada insisi bedah, klien mengeluh pusing, klien mengeluh mual*

%<

%( b)* .iwayat kesehatan sekarang 3erupakan penjabaran dari keluhan utama dengan pendekatan sesuai -, F, ., /, ;* nyeri yang dirasakan didaerah operasi, nyeri biasanya bertambah bila ada pergerakan atau batuk, dan berkurang dengan posisi tidur yang nyaman dan relakasi, nyeri yang dirasakan bisa terlokalisasi atau menyebar ke arah bawah atau atas, skala nyeri berkisar 3 sampai 9, nyeri yang dirasakan terus menerus* c)* .iwayat Kesehatan 0ahulu +iasanya akan didapat riwayat adanya nyeri di daerah kuadran kanan bawah perut dan perlu ditanyakan kemana biasanya klien mencari pertolongan bila mengalami sakit* Kebiasaan makan biasanya menkonsumsi makanan yang pedas dan mengandung biji1 bijian yan sulit dicerna* /elain itu biasa klien menahan +,+ dan biasanya jarang minum sehingga intake cairan kurang* d)* .iwayat Kesehatan Keluarga* -erlu dikaji lebih lanjut kebiasaan makan dikeluarga, apakah ada anggota keluarga dengan penyakit yang sama dengan klien dan kebiasaan anggota keluarga mencari pertolongan bila ada anggota keluarga yang sakit* /elain itu pula perlu ditanyakan adanya pantangan1pantangan misalnya makanan dan kepercayaan waktu sakit*

%(

%5 3)* -engkajian ?isik a)* /istem pernapasan -ernapasan normal, mungkin terjadi takhipneu dan pernapasan cepat dangkal, batuk dan penumpukan sekret pada jalan napas, replek batuk yang masih lemah atau tiodak ada, ronchi G= G dan mungkin terjadi pnemonia* b)* /istem Kardiovaskuler -ada sistem ini tensi dan nadi menurun berkaitan dengan adanya pengaruh obat anesthesi dan imobilisasi, tensi turun akibat dari perdarahan pada saat operasi* ;ensi dan nadi bisa juga meningkat pada saat klien mengeluh nyeri yang hebat, pucat pada mukosa dan perifer bila terjadi perdarahan* c)* /istem -encernaan -ada sistem ini distensi abdmen, bising usus tidak ada atau lemah, mual dan muntah, distensi abdomen, spasme usus, pemasukan nutrisi tidak adekuat, nyeri tekan abdmen* d)* /istem perkemihan -ada post op hari ke1% intake cairan peroral masih sedikit berkaitan dengan puasa, intake perinfus dan nutrisi per enteral selama masih puasa,

%5

%& e)* /istem muskuluskeletal -ergerakan terbatas karena nyeri, rentang gerak umumnya tidak terbatas kecuali pada eEstremitas bawah berkaitan dengan luka operasi atau distensi abdomen* f)* /istem Integumen /uhu tubuh klien normal dan apabila terjadi infeksi suhu tubuh akan meningkat, adanya perubahan terhadap kelembaban pada turgor kulit, personal hygiene terganggu kulit, kuku, rambut dan mulut )* ;erdapat luka sayat pada abdomen* g)* /istem -ersyarafan -ada umumnya sistem persyarafan tidak terdapat kelainan, keadaan umum baik dan kesadaran compos mentis, glasslow coma scale %9 akan terjadi ganguan istirahat tidur yang berkaitan dengan nyeri* h)* /istem 7ndokrin Amumnya tidak terjadi kelainan pada sistem endokrin

4)* 0ata -sikososial a) -enampilan klien bagaimana, apakah nampak kesakitan, tenang atau apatis* b) /tatus emosi klien apakah mengalami ketidakstabilan, apakah marah tetapi tergantung terhadap penyakit yang dideritanya*

%&

86 c) +agaimana cara klien berkomunikasi tetapi tergantung pada kebiasaan klien sehari1hari* d) Konsep diri $ambaran diri pasien pada umumnya G, pasien tidak malu terhadap penyakit yang dideritanya* 0an harga diri pasien tidak terganggu* -ada ideal dirinya bagaimana harapan klien pada saat ini unutk dirinya dan keluarga serta orang lain* +agaimana peran diri klien kemungkinan akan terganggu karena hospitalisasi* Identitas dirinya bagaimana klien memandang terhadap keberadaannya* e) +agaimana klien berinteraksi pada keluarga, perawat, pasien lainya, serta temannya*

9)* 0ata /piritual +agaimana keyakinan klien terhadap kesembuhannya, bagaimana kenyakinan klien terhadap ;uhan Cang 3aha Kuasa, apakah klien menerima tentang keadaannya pada saat ini, apakah terhadap kepercayaannya selaku umat muslim* ada gangguan

<)* -emeriksaan 0iagnostik a) /el darah merah ' leukositosis diatas %8666= mm3, netropil meningkat sampai (9 > b) Arinalis normal, tetapi eritrosit = leukosit mungkin ada*

86

8% c) ?oto abdomen ' 0apat menyatakan adanya pengerasan material pada apendiks fekalit), ileus terlokalisir* b* ,nalisa 0ata -engumpulan data1data atau di kelompokan lalu divalidasikan dan dapat menemukan masalah yang akan muncul sehingga dirumuskan ke dalam diagnosa keperawatan*

8* 0iagnosa Keperawatan 0an Intervensi a* .esiko tinggi infeksi sehubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan utama 4 perforasi pada apendik, peritonitis, pembentukan abses, prosedur invasif dan insisi bedah* Intervensi : ,wasi tanda vital, perhatikan demam, menggigil, berkeringat, perubahan mental, dan meningkatnya nyeri abdomen* Rasional : 0engan adanya Infeksi = terjadiyan sepsis, abses, peritonitis* !akukan pencucian tangan yang baik dan perawatan luka aseptik, berikan perawatan paripurna* Rasional : 3enurunkan resiko penyebaran bakteri !ihat insisi dan balutan, catat karakteristik drainase luka = drain dimasukkan ), adanya eritema* Rasional : memberikan deteksi dini terjadinya proses infeksi, dan pengawasan penyembuhan peritonitis yang telah ada sebelumnya* bila

8%

88 +erikan informasi yang tepat, jujur pada pasien atau orang terdekat* Rasional : -engetahuan tentang kemajuan situasi memberikan dukungan emosi, membantu menurunkan ansietas* ,mbil contoh drainase bila diindikasikan Rasional : Kultur pewarnaan gram dan sensitivitas berguna untuk mengidentifikasikan organisme penyebab dan pilihan terapi* +erikan antibiotik sesuai indikasi Rasional ' 3ungkin diberikan secara profilatik atau menurunkan jumlah organisme -ada infeksi yang telah ada sebelumnya ) untuk menurunkan penyebaran dan pertumbuhannya pada rongga abdomen* +antu irigasi dan drainase bila diindikasikan Rasional : 0apat diperluka untuk mengalirkan isi abses terlokalisir.

b* .esiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah praoperasi 4 pembatasan praoperasi contoh puasa), status metabolik

demam proses penyembuhan) 4inflamasi peritonium dengan cairan asing* Intervensi : !ihat membran mukosa 4 kaji turgor kulit dan pengisian kapiler Rasional : Indikator keadekuatan sirkulasi perifer dan hindari seluler* ,wasi tekanan darah dan nadi

88

83 Rasional : -eritonium bereaksi terhadap iritasi atau infeksi dengan

menghasilkan sejumlah besar cairan yang dapat menurunkan volume sirkulasi darah, mengakibatkan hipovolemia, dehidrasi dan dapat terjadi ketidakseimbangan elektrolit*

c* Dyeri akut yang berhubungan dengan ' 0istensi jaringan usus oleh inflamasi 4 adanya insisi bedah* Intervensi : Kaji nyeri, cata lokasi, karakteristik, beratnya skala 619), sedikit dan laporkan perubahan nyeri dengan tepat* Rasional ' +erguna dalam pengawasan keefektifan obat, kemajuan penyembuhan, perubahan pada karakteristik nyeri, menunjukkan terjadinya abses atau peritonitis, memerlukan upaya evaluasi medik dan intervensi* -ertahankan istirahat dengan posisi semi fowler* Rasional ' $ravitasi melokalisasi eksudat inflamasi dalam abdomen bawah atau pelvis, menghilangkan tegangan abdom,en yang bertambah dengan posisi terlentang. 0orong ambulasi dini Rasional : 3eningkatkan normalisasi fungsi organ, contoh merangsang peristaltik dan kelancaran flatus, menurunkan ketidaknyamanan abdomen*

83

84 +erikan aktivitas hiburan Rasional : ?okus perhatian kembali, meningkatkan relaksasi dan peningkatkan kemampuan koping* -ertahankan puasa = penghisapan Daso $astrik ;ube pada awal* Rasional : 3enurunkan ketidaknyamanan pada peristaltik usus dini dan irigasi gaster=muntah* +erikan analgetik sesuai indikasi Rasional : 3enghilangkan nyeri mempermudah kerjasama dengan intervensi tetapi lain contoh' ambulasi dan batuk +erikan kantong es pada abdomen Rasional : 3enghilangkan dan mengurangi nyeri melalui penghilangan rasa ujung syaraf, catatan jangan lakukan kompres panas karena dapat menyebabkan kongesti jaringan

d* Kurang pengetahuan kebutuhan belajar) tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan, yang berhubungan dengan4 kurang terpajang mengingat salah interprestasi, informasi4 tidak mengenal sumber informasi Intervensi : Kaji ulang pembatasan aktivitas pasca operasi, contoh mengangkat berat, olahraga, seks, latihan menyetir* Rasional : memeberikan informasi pada pasien untuk merencanakan kembali ritinitas biasa tanpa menimbulkan masalah*

84

89 0orong aktivitas sesuai toleransi dengan priode istirahat priodik Rasional : tanda yang membantu mengindentifikasi fluktuasi volume intra vaskuler ,wasi masukan dan keluaran, catat warna urine = konsentrasi, berat jenis Rasional : penurunan haluaran urine pekat dengan peningkatan berat jenis diduga dehidrasi = kebutuhan peningkatan cairan* ,uskultasi bising usus, catat kelancaran flatus, gerakan usus* Rasional : indikator kembalinya peristaltik, kesiapan untuk pemasukan peroral* +erikan sejumlah kecil minuman jernih bila pemasukan peroral dimulai dan dilanjutkan dengan diet sesuai toleransi* Rasional ' menurunkan irigasi gaster = muntah untuk meminimalkan kehilangan cairan* +erikan perawatan mulut perlindungan bibir Rasional ' dehidrasi mengakibatkan bibir dan mulut kering dan pecah1 pecah* -ertahankan penghisapan gaster = usus Rasional : selang nasogastrik biasanya dimasukkan pada praoperasi dan dipertahankan pada fase segera pasca operasi untuk dekompresi usus meningkatkan istirahat usus mencegah muntah* +erikan cairan IH dan eletrolit sering dengan perhatian khusus pada

89

8< Rasional ' mencegah kelemahan , meningkatkan penyembuhan perasaan sehat dan mempermudah kembali keaktivitas normal ,njurkan menggunakan laksatif atau pelembab proses ringan bila perlu dan hindari anemia* Rasional : membantu kembali kefungsi usus semula, mencegah mengejan saat defekasi* 0iskusikan perawatan insisi, termasuk mengganti balutan, pembatasan mandi, dan kembali kedokter untuk megangkat jahitan = pengikat* Rasional : -emahaman meningkatkan kerjasama dengan program terapi, meningkatkan penyembuhan dan proses perbaikan* Identifikasi gejala yang memerlukan evaluasi medik, contoh peningkatan nyeri 4 edema = eritema luka, adanya drainase, demam* Rasional : Apaya intervensi menurunkan resiko komplikasi serius contoh penyembuhan, peritonitis 3* -elaksanaan -ada tahap ini perawat menerapkan pengetahuan dan keterampilannya berdasarkan ilmu1ilmu keperawatan dan ilmu yang lainnya yang berkaitan secara terintegrasi, beberapa faktor mempengaruhi pelaksanaan keperawatan antara lain sumber1sumber yang ada, pengorganisasian pekerja perawat secara lingkungan fisik untuk pelayanan keperawatan yang dilakukan* 7valuasi terhadap pasien yang mengalami appendicitis yang menurut beberapa pendapat yaitu '

8<

8( a* .asa nyaman nyeri Kriteria 7valuasi ' -asien tampak rileks, mampu tidur=istirahat dengan tepat 0oenges 3*7* 3oushouse,866649%%) b* .esiko tinggi infeksi Kriteria evaluasi ' -enyembuhan luka dengan benar, bebas tanda infeksi=inflamasi drainase purulen, eritema dan demam 3arelyn, 8666 ' 96&) c* .esiko tinggi kekurangan volume Kriteria 7valuasi ' membran mukosa, turgor kulit baik, tanda vital stabil dan secara individu keluaran urine adekuat d* Kekurangan pengetahuan Kebutuhan belajar ) tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan Kriteria 7valuasi ' 3enyatakan pemahaman, proses penyakit pengobatan dan potensial komplikasi berpartisipasi dalam pengobatan

8(