ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK

ANAMNESA Mengumpulkan data-data dalam anamnesis biasanya ialah hal yang pertama dan sering merupakan hal yang terpenting dari interaksi dokter dengan pasien. Dokter mengumpulkan banyak data yang menjadi dasar dari diagnosis, dokter belajar tentang pasien sebagai manusia dan bagaimana mereka telah mengalami gejala-gejala dan penyakit, serta mulai membina suatu hubungan saling percaya Ada beberapa cara untuk mencapai sasaran ini. Cobalah untuk memberikan lingkungan yang bersifat pribadi, tenang, dan bebas dari gangguan. Dokter berada pada tempat yang dapat diterima oleh pasien, dan pastikan bahwa pasien dalam keadaan nyaman. Panggil pasien dengan nama dan statusnya; mis., Ibu Lina, dan memperkenalkan diri Dengan anamnesis yang baik dokter dapat memperkirakan penyakit yang diderita pasien. Anamnesis yang baik harus lengkap, rinci (detail), dan akurat sehingga dokter bukan saja dapat mengenali organ atau sistem apa yang terserang penyakit , tetapi juga kelainan yang terjadi dan penyebabnya . Anamnesis dilakukan dan dicatat secara sistematis. Ia harus mencakup semua hal yang diperkirakan dapat membantu untuk menegakkan diagnosis. Mulailah mengumpulkan anamnesis dengan pertanyaan terbuka: "Apa yang membawa anda ke rumah sakit?... Ada hal lain?.. Coba ceritakan pada saya tentang hal tersebut.". Cara yang lain untuk mendorong pasien mengungkapkan riwayat mereka termasuk: Fasilitasi- postur, tindakan, atau kata-kata yang mengkomunikasikan minat, seperti menjorokkan badan , membuat kontak mata, atau mengucapkan "Ya-ya" atau "Teruskan". Refleksi-pengulangan kata-kata atau frase yang pasien katakana. Klarifikasi-menanyakan apa maksud dai kata-kata atau kalimat yang pasien ucapkan. Respons-Respons empati-mengenali melalui tindakan atau kata-kata tentang perasaan pasien, seperti dengan mengucapkan "Saya mengerti" atau "Pastinya hal tersebut menakutkan anda." Menanyakan tentang perasaan yang berkenaan dengan gejala-gejala, peristiwa, atau hal-hal lain yang dialami pasien. Konfrontasi- menyebutkan sesuatu tentang perilaku atau perasaan pasien yang tidak diungkapkan secara verbal atau terlihat tidak konsisten dengan cerita pasien.

Interpretasi-mengungkapkan dengan kata-kata tentang apa yang anda terka tentang perasaan-perasaan pasien atau tentang arti dari gejala-gejala, peristiwa, atau hal lainnya bagi pasien. Untuk mendapatkan detail yang khusus, sering dibutuhkan pertanyaan langsung. Ucapkan dalam kata-kata yang dapat dipahami oleh pasien. Ungkapkan dengan keadaan netral sehingga tidak menimbulkan bias bagi pasien. Tanyakan hanya satu hal pada waktu tertentu. Berlanjut dari hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus. Tanyakan sesuatu untuk menghasilkan respons-respons yang bertahap ketimbang hanya ya atau tidak. Pertanyaan pilihan berganda juga kadang-kadang digunakan. Beberapa topik mungkin pada awalnya bisa sukar bagi praktisi untuk ditanyakan atau bagi pasien untuk dibicarakan, tetapi sangat penting untuk tercakup dalam setiap anamnesis. Hal ini mencakup penyiksaan dan penyalahgunaan, depresi dan pikiran bunuh diri, penggunaan alkohol atau obat-obat terlarang, praktik seksual, dan penyakit hubungan kelamin.Ulaslah dan latihlah pendekatan-pendekatan untuk topik-topik tersebut dengan efektif. Adapun sistematika anamnesis terdiri dari: Keluhan Utama Keluhan utama yang dinyatakan oleh pasien merupakan dasar utama untuk memulai evaluasi masalah pasien atau dapat disebut sebagai keluhan pasien yang mendorongnya untuk berobat. Kebanyakan keluhan utama ditandai dengan nyeri, gangguan fungsi, perubahan dari keadaan normal sebelumnya, atau observasi pasien. Bantulah pengungkapan keprihatinan utama pasien dengan memakai pertanyaan-pertanyaan yang sederhana dan tidak terbatas dan membiarkan pasien memakai kata-katanya sendiri. Kata-kata yang dipergunakan oleh pasien dicatat di dalam rekam medis. Mula-mula, jangan meminta penjelasan. Anjurkanlah pasien unutuk melanjutkan keterangannya dengan isyarat-isyarat yang menunjukkan persetujuan dan membesarkan hati, seperti mengangguk-anggukkan kepala atau instruksi-instruksi sederhana untuk melanjutkan keterangannya. Anda dapat mengulangi pernyataan-pernyataan pasien, secara singkat dan disertai dengan instruksi-instruksi yang agak terarah untuk melanjutkan keterangannya. Ini akan sangat efektif selama bagian wawancara ini. Bila pasien telah menyelesaikan pertanyaan pertamanya ini, buatlah ringkasan tentang apa yang telah anda dengar dan beritahukanlah bagaimana anda akan melakukan wawancara selanjutnya. Pernyataan ini kembali memperlihatkan perhatian anda terhadap persepsinya dan perhatian yang

anda berikan terhadapnya. Ia juga menunjukkan permulaan perubahan yang dilakukan secara berangsur-angsur dalam gaya wawancara dimana anda akan menjadi lebih terpusatkan Yang dicatat dalam keluhan utama hanya 1 (satu) keluhan dan lama keluhan itu telah dideritanya. Riwayat Penyakit Sekarang Penyakit yang sekarang diderita merupakan alasan untuk perawatan di rumah sakit atau kunjungan pasien ke tempat praktek pribadi dokter. Perhatian anda mula-mula dipusatkan pada persoalan-persoalan penting yang menyebabkan pasien datang kepada anda dan kemudian kepada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang berkaitan dengan keadaan pasien sekarang. Susunan wawancara anda dan riwayat penyakit tertulis yang dibuat harus mencerminkan prinsip ini dengan jelas. Kalau seorang pasien datang dengan komplikasi yang berkaitan dengan masalah kronis, tekanlah kecenderungan anda untuk segera memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian di masa lalu. Mula-mula, tentukanlah perubahan-perubahan penting pada keadaan pasien dewasa ini. Penyakit yang sekarang diderita merupakan hal yang paling penting dalam pikiran pasien dan mudah diselidiki. Pasien biasanya telah menyusun kata-kata yang akan diucapkan, dan mereka harus mendapat kesempatan untuk mengungkapkan persepsi mereka. Kalau mungkin , riwayat penyakit sekarang harus dapat menentukan suatu diagnosis. Ia hampir selalu menunjuk ke bidang-bidang patologi dan mengarah kepada sejumlah kecil pertimbangan atau mekanisme patofisiologi. Secara aktif, dengarkanlah pasien anda. Berikanlah perhatian pada sikap pasien , petunjuk-petunjuk non-verbal, emosi, nada suara, dan faktor-faktor lain. Analisis riwayat penyakit sekarang dimulai dari suatu dasar yang kuat, keluhan utama, dan kemudian menuju pada tiap gejala. Wawancara hanya dipusatkan pada delapan ciri tiap gejala. Dokter harus menginterpretasikan informasi dan merumuskan gagasan-gagasan ketika pasien berbicara. Mula-mula, dengarkanlah dengan penuh perhatian dan pertimbangkanlah berbagai macam kemungkinan – sebagian serius atau jarang terjadi, sebagian lagi sepele dan sering terjadi. Pilihlah faktor-faktor yang akan diberikan perhatian terbesar dan yang akan membantu anda menyusun analisis tentang masalah tersebut secara paling efektif. Ada dua macam faktor yang akan dapat membantu anda- faktor-faktor yang paling spesifik dan terjadi pada relatif sedikit penyakit, dan faktor-faktor yang paling sensitif, yang sering terjadi terutama pada penyakit-penyakit yang paling berat. Dalam evaluasi anda, berikanlah bobot tambahan pada gejala-gejala yang menimbulkan perasaan tidak enak- baik secara fisik maupun emosional-yang paling besar pada diri pasien. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terbatas memungkinkan pasien untuk berbicara sebanyak mungkin pada awal wawancara, Pemakaian bentuk pertanyaan ini sangat penting, karena mempermudah identifikasi penemuan-penemuan penting yang berkaitan yang kalau tidak mungkin luput dari perhatian kita. Dokter membuat penafsiran yang tepat tentang kemungkinan penyakit spesifik yang mendasari keluhan pasien bedasarkan pada delapan ciri gejala, dan kombinasi gejala dan tanda non-spesifik. Jika anda menemukan bahwa anda tidak dapat membuat diagnosis dengan tepat, kemungkinan besar anda tidak cermat dalam definisi anda tentang delapan ciri tiap gejala penyakit.

Ciri pertama tiap gejala yang membantu anda mempersempit perhatian anda adalah lokasi yang tepat. Nyeri, gangguan fungsi, dan observasi biasanya mengarah kepada suatu daerah tertentu. Nyeri dada jelas menarik perhatian terhadap struktur-struktur di dada. Perubahan dari keadaan stabil sebelumnya tidak mempunyai lokalisasi yang tepat. Demam, rasa tidak enak badan, penurunan berat badan, atau labilitas emosional mungkin tidak mempunyai lokalisasi anatomik. Kalau gambaran umumnya sudah jelas, mentalah pasien utnuk sedapat mungkin menunjukkan lokasi gejala-gejala dan organ atau sistem organ yang terlibat. Tanyakanlah kaitan antara gejala atau strukturnya atau fungsi normal organ yang dibicarakan ("Apakah rasa sakit tersebut paling hebat di bagian tengah dada anda atau pada bahu anda?") Ciri berguna kedua ialah penilaian setiap gejala secara kualitatif dan kuantitatif. Mintalah pasien anda unutk melukiskan kualitas dan kuantitas gejala dan tanda dalam suatu referensi umum. Pastikanlah bahwa anda memahami dengan jelas apa yang disebutkan oleh pasien tersebut. Anda harus menentukan keluhan dengan tepat. Mungkin penting sekali untuk membimbing sumber informasi yang memberikan keterangan yang samar-samar dengan pertanyaan-pertanyaan tertutup langsung yang memberikan ukuran spesifik tentang beratnya gejala, frekuensi dan intensitasnya. ("Apakah nyeri tersebut berlangsung lebih dari satu jam, lima belas menit, lima menit? Apakah nyeri tersebut bersifat tajam seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar atau nyeri tumpul?") Urutan kronologis setiap kejadian adalah sangat penting. Perjelaslah keluhan mana yang timbul pertama kali dan urutan timbulnya keluhan lain. Hubungan waktu antara gejala-gejala yang berkaitan juga sangat berguna. Terjadinya gejala-gejala yang sama hebatnya secara serentak atau berkembangnya beberapa gejala ketika beberapa gejala lainnya berkurang menyarankan mekanisme patofisiologi yang menunjukkan diagnosis spesifik tertentu. Ciri berikutnya berkaitan dengan faktor-faktor dan keadaan-keadaan yang memperburuk atau mengurangi gejala-gejala. Di sini, struktur dan fungsi organ atau sistem organ mengarah kepada diagnosis. ("Bagaimana pengaruh makan terhadap nyeri lambung anda?"). Hubungan waktu sangat berguna. Lama penyakit sekarang membedakan penyakit akut dan kronis. Gejala-gejala yang berlangsung selama bertahun-tahun kemnungkinan besar tidak disebabkan oleh keganasan atau infeksi. Perubahan gejala dengan berlalunya waktu membantu menentukan kemajuan penyakit. Apakah gejala-gejala tersebut menetap, berulang, memburuk , atau membaik? Jika berlangsung secara periodik, apakah panjang siklusnya berubah? Pasien secara sukarela sering menyampaikan gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan. Ini harus selalu diperhatikan secara serius, walaupun hal tersebut kelihatannya sangat aneh atau tidak fisiologis. Sikap anda menerima pengamatan pasien secara begitu saja memperlihatkan penghargaan terhadap pasien sebagai seorang pengamat dan mungkin bermanfaat dalam menemukan penyakit yang tersembunyi. Suatu kesalahan yang sering terjadi pada pihak dokter ialah secara pematur menganggap bahwa mereka mengetahui diagnosisnya. Mereka mengabaikan informasi yang berkaitan yang diberikan oleh pasien. Jangan berharap bahwa pasien dapat menghubungkan semua hubungan yang mungkin. Di sini kebebasan anda untuk mengikuti berbagai macam pertanyaan adalah berguna. Hindarilah

Yang penting ajukanlah persoalan dan pertanyaan tentang gejala-gejala yang belum disebutkan oleh pasien tetapi yang harus dipertimbangkan dengan mengingat cerita pasien. Riwayat Penyakit Dahulu . Informasi ini membantu memperjelas diagnosis. anda akan kehilangan banyak faktor yang sangat mempengaruhi hasil perawatan kebanyakan pasien. Keadaan keluhan saat pasien bertemu dengan dokter sekarang Alasan mengapa pasien berobat sekarang III. Wawancara anda harus meneliti riwayat kejadian medis di masa lalu yang berkaitan dengan sistem organ yang kelihatannya terutama berkaitan dengan keluhan pasien. Kalau anda tidak memperluas pertimbangan anda dengan mencakup faktor-faktor sosial dan psikologis. termasuk hubungan pribadi dan antar perorangan.mengembangkan suatu bentuk hafalan yang sedemikian restriktifnya sehingga anda tidak dapat mengikuti petunjuk-petunjuk yang timbul dalam pembicaraan dengan pasien. Hal ini secara ringkas dapat diperoleh apabila mencakup secara rinci (detail) tentang: Keadaan pasien sebelum menderita keluhan/penyakitnya sekarang Keluhan yang timbul pertama kali dan keadaan pasien pada saat itu. Penyajian yang tidak langsung ini mencerminkan tekanan sosial dan usaha pasien untuk mengatasi stress pribadi yang sulit. kegiatan di waktu senggang dan aktivitas sexual. Ciri terakhir yang perlu ditanyakan ialah respons gejala terhadap intervensi terapeutik pasien. Tanyakanlah tentang dampak emosional atau psikologis suatu penyakit dengan menanyakan bagaimana reaksi pasien terhadap gejala penyakit dan tentang ketakutan dan keprihatinannya terhadap penyebab gejala tersebut. Perjalanan/perkembangan penyakit/keluhan pasien sejak keluhan itu timbul sampai pasien datang berobat/ bertemu dengan dokter. Riwayat penyakit sekarang harus mencakup dua komponen tambahan. padahal kebutuhan primer mereka berkaitan dengan penyakit psikologik atau psikiatrik yang penting. Selidikilah hubungan gejala-gejala penyakit dengan gaya hidup pasien dan aktivitas pribadinya. Tanyakanlah gejala dan tanda gangguan sistem organ yang terlibat sebelum anda menutup bagian wawancara ini. pekerjaan. Banyak pasien datang dengan gejala-gejala fisik dan memusatkan pembicaraan pada persoalanpersoalan ini. Riwayat penyakit sekarang dapat dikatakan sebagai bagian anamnesis yang terpenting. memberitahukan sesuatu tentang beratnya masalah. Pertanyaanpertanyaan terarah yang anda ajukan akan dipusatkan pada dan membantu memperjelas keterangan rinci yang diberikan oleh pasien. karena dapat memberikan gambaran jelas tentang penyakit yang diderita pasien. dan menyarankan kebutuhan teraupetik pasien.

Berusahalah untuk memperoleh rincian tentang alergi obat dan uraian khusus tentang gejala. Tindakan-tindakan bedah yaitu : Setiap pembedahan yang pernah dialami oleh penderita.Ialah penyakit-penyakit yang jelas diagnosisnya bagi pasien maupun dokternya. yang pernah diderita pasien dahulu. dan adanya sekuele akibat tindakan tersebut.Imunisasi. reaksi terhadap tes tuberculin. diagnosis akhir.operasi. Setelah menanyakan penyakit dengan urutan kronologis. yaitu meliputi tanggal.alasan dan hasil dari perawatan di rumah sakit. tanyakanlah apakah pasien pernah menderita dua atau tiga penyakit umum yang menyerang tiap system tubuh. gejalagejala yang diderita hingga memerlukan tindakan pembedahan tersebut . Periksalah riwayat penyakit dahulu secara kronologis. keganasankeganasan tertentu (limfoma atau leukemia limfositik akut). dan kronologi kejadian.adakah reaksi terhadap pembiusan yang tidak diinginkan( terutama jika ada pembedahan tambahan dipertimbangkan).bagaimana keadaan penyakit itu sekarang.penyakit-penyakit masa dewasa.Catat penyakit masa kanak-kanak. PerAwatan lainnya di rumah sakit. tanda. tetapi mempunyai potensi untuk kambuh lagi atau menimbulkan sekuele. kecelakaan dan cedera. termasuk tanggal pembedahan.Pertanyaan tentang kejadian-kejadian hidup yang berkaitan berguna sebagai pertanda dan membantu mengingat kembali. Penyakit-penyakit yang pernah diderita pasien dahulu yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit sekarang atau memperberat penyakit sekarang.hepatitis B. perawatan kesehatan dan catatan kondisi fisik juga harus diperiksa dan dicatat.alergi.partus dan postnatal relevan untuk meneliti penyakit congenital atau herediter.Informasi prenatal.sifat tindakan.Tuberkulosis. Catat kapan penyakit itu diderita.Banyak pasien menganggap bahwa mereka alergi terhadap obat.alergi terhadap obat dan alergen lain. bagaimana diobati .alkoholisme dan depresi berat misalnya termasuk dalam kategori ini.siapa yang mengobati. Pakailah kejadian-kejadian penting dalam hidup ini untuk membantu pasien merekontruksi kejadian medis secara kronologis dan tepat.keracunan. . padahal sebenarnya mereka hanya menderita efek samping yang umum Penyakit-penyakit masa lampau berjangka panjang yaitu : Penyakit-penyakit yang menghilang dengan pengobatan atau dengan sendirinya. penyakit psikiatri.

Tanggal suntikan tetanus yang terakhir harus dipastikan. pengobatan yang diberikan dan setiap kecacatan yang diakibatkannya.Orang-orang yang lebih tua dan penderita-penderita dari semua golongan umur yang menderita penyakit menahun memerlukan vaksin influenza setiap tahun dan imunisasi terhadap pneumokok setiap 6 tahun. . Yang paling penting adalah adanya riwayat reaksi alergi obat-obatan.rubela( German measles). oleh karena penderita jaran menganggap obat-obatan yang tidak diresepkan ini sebagai ’pengobatan" atau " obat" sehingga tidak menyebutkan pengunaannya Alergi : Alergi musiman. polio.rubeola(campak biasa).dan rubela(MMR). termasuk imunisasi dari campak (measles). difteria. termasuk obat bebas seperti laksatif. lingkungan atau makanan dengan manifestasi dan pengobatannya didokumentasikan.Oleh karena tersebarnya derivat penisilin dan frekuensi alergi yang bermakna terhadap bahab-bahan tersebut. adalah bijaksana untuk hkhusus menanyakan reaksi terhadap penisilin. Pengobatan yaitu semua obat-obatan yang dipergunakan saat ini atau pernah dipergunakan secara teratur di masa lampau.nefritis interstitial alergika atau syok anafilaktik) dengan efek sampingan yang bukan alergi seperti mual dan tinja encer.hepatitis B. maka elemen yang akan dicakup adalah infeksi-infeksi virus umumnya: Parotitis. pertusis dan tetanus(DPT pada kanak-kanak) dan Hemophilus influenzae tipe B (HiB).reaksi histamin seperti sembab muka dan mulut. Status imunisasi: Data esensial berubah dengan perubahan umur penderita.Cara yang paling ekonomis adalah dengan bertanya :" apakah anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap penisilin atau obat-obat lainnya?" Penyakit masa kanak-kanak : Informasi ini mengandung arti penting dalam riwayat penyakit seseorang yang lebih muda dibandingkan dengan yang lebih tua.Jika terdapat riwayat alergi terhadap obat atau unsur apapun yang dipergunakan dalam diagnosis dan pengobatan.Semua anak dan dewasa muda harus mempunyai catatan imunisasi yang lengkap.parotitis.varisela.dan penyakit demam reumatik.Adalah penting untuk membedakan reaksi alergi sesungguhnya (misalnya ruam kulit. Jika dalam riwayat mengindikasikan.Cedera berat yang sebelumnya tidak disebutkan yaitu : Sifat dari cedera. antihistamin dan vitamin. aspirin. maka rincian tentang reaksi dan nama bahan yang bersangkutan harus dipastikan.

bibi. begitu pula dengan dokumentasi tipe persalinan (melalui vagina atau seksio saesar) dan setiap komplikasi dari kehamilan dan persalinan.paman dan bibi. Tanyakanlah tentang kesehatan atau penyebab kematian anggota keluarga yaitu orang tua.atau nenek. dia biasanya akan mampu mengikuti pola dengan mudah. sekali lagi tanyakan tentang informasi yang sama. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Ialah penyakit keturunan atau familier.dsb.batu ginjal/empedu. Bagian riwayat hidup ini berkesinambungan dengan berkembangnya pengetahuan kita tentang pasien. dan (2) pencarian terhadap pola familial rekuren yang umum. dan setiap masalah kesehatan besar yang mereka alami.Genogfram niasanya merupakan sebuah tabulasi tiga generasi. V.Jika terlihat serangan jantung.penyakit jantung. akan sangat menolong bila menanyakan penyakit jantung lainnya atau kematian mendadak pada kakek-nenek. ceritakan kepada saya tentang umurnya jika masih hidup.karena pasien kemungkinan dapat menderita penyakit yang sama.bibi dan paman.Riwayat kehamilan dan persalinan yaitu: Menentukan jumlah kehamilan. Jelaskan bagian RPK dari riwayat medik sebelum memulai tabulasi.hipertensi. kakek dan nenek dari pihak ibu dan ayah. tanyakan adanya anggota keluarga lainnya dengan masalah yang identik atau mirip.cek silang untuk melihat apakah penderita mengetahui adanya kaanker payudara pada anak perempuan. Riwayat Hidup / Data Pribadi dan Kebiasaan – kebiasaan ( RH ) Kita perlu mengetahui orang macam apakah penderia tersebut."Setelah orang tua berikutnya adalah saudara kandung."Saya ingin mempelajari tentang kesehatan dan masalah kesehatan dari anggota keluarga anda yang dekat.umur kematian bila sudah meninggal. Tingkatan yang ketiga adalah anak-anak penderita jika ada.Jika penderita diberikan instruksi yang memadai. saudara kandung.Penyakit keturunan dan penyakit-penyakit penting lainnya dalam keluarga antara lain DM.Mulailah dengan orang tua anda. yang terdapat dalam keluarga pasien (sedarah) atau penyakit menular pada orang-orang yang amat dekat hidupnya atau berhubungan dengan pasien (isteri/suami). Terdapat dua komponen dalam RPK : (1) sebuah genogram yang membentuk "pohon keluarga" dari kesehatan dan penyakit.Jika penderita mempunyai potensi penyakit turunan. saudara sepupu. lahir hidup. abortus spontan atau induksi. Kita memperoleh . IV.Contohnya jika adanya kanker payudara pada ibu atau saudara wanita.

keadaan keuangan. Tugas kita adalah untuk dapat mengerti penyakit pasien dalam konteks kepribadian dan lingkungan rumahnya. Informasi ini dapat ditempakan dalam permulaan rekaman medis di bawah judul Profil Pasien atau digabungkan dalam suatu bagian yang berjudul Riwayat Sosial. Tempat tinggal " di mana anda tinggal ? " " Apakah disana baik – baik saja ?" " Apakah perumahan anda padat ?" " Bagaimana ventilasi rumah anda? " "Penggunaan kamar mandi pribadi atau menggunakan kamar mandi umum ? " " Apa rumah anda serih terkena banjir ?" " dekat pabrik dengan ?" Pekerjaan "Apakah pekerjaan anda ?" . dan pertolongan diperlukan ? Kita juga harus tau cara pasien bereaksi terhadap lingkungan hidupnya. Sekarang kita memperluas pengertian kita dengan pertanyaan – pertanyaan tambahan. Wawancara dengan keluarga atau teman mungkin akan sangat membantu. status perkawinan. dan pemaparan terhadap toksin potensial. catatan pekerjaan. penyalahgunaan obat.sebagian kecil informasi riwayat hidup pasien selama saat – saat pertama wawancara dengan pasien. minum alkohol. Buatlah catatan khusus tentang kebiasaan – kebiasaan : Jumlah dan lama merokok. Apakah pasien dapat sembuh dengan memuaskan di rumah dan pada tahap mana. tempat dalam keluarga. Dalam sistem pencatatan. dan kebiasaan sehari – hari semuanya mencerminkan keadaan pasien dan lingkungannya..penjelasan. Keluarga " Apakah segala sesuatunya baik – baik saja di rumah ? " " Apakah anda mempunyai masalah keluarga ? " Mungkin memadai dengan bertanya " Bagaimana dengan pernikahan anda ? Apakah tidak terdapat masalah dalam seks ? " Masalah ini mungkin ada karena alasan fisik atau emosi. Sebagian diantarannya merupakan informasi yang sensitif untuk pasien dan mungkin memerlukan beberapa wawancara untuk mendapatkan evaluasi yang lengkap. Sebagian informasi ini kita peroleh selama " percakapan kecil " sepanjang kontak kita dengan pasien. Apakah konsekuensi dari penyakitnya ? apakah nasehat. latar belakang pendidikan. " profil pasien " . isi riwayat hidup di beri tempat yang menonjol. Pisahkanlah informasi ini agar mendapat perhatian khusus. dan pasien mungkin dapat menghargai kesempatan untuk membicarakan kekuatirannya.

Obat – obatan " Obat apa saja yang anda minum sekarang ? " " Apakah anda minum obat lain dalam beberapa bulan terakhir ?" " apa anda minum Jamu ?" Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. rumah tangga atau kehidupan sosial anda ? " Merokok " Apakah anda merokok ? " " apakah anda pernah merokok ? " " Mengapa anda berhenti merokok ? " " Berapa batang rokok yang anda hisap tiap hari ? " Hal – hal ini terutama relevan untuk penyakit jantung dan paru. Mungkin membantu untuk melacaknya sepanjang hari. " Apakah penyakit anda mempengaruhi pekerjaan anda ? " Hobi " Apakah yang anda lakukan dalam waktu luang ? " " Apakah anda melakukan kegiatan sosial ? " Alkohol " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Pecandu alkohol biasanya meremehkan jumlah alkohol yang diminumnya tiap hari. dan lain – lain. kita dapat menanyakan " Apakah anda pernah minum pada pagi hari ?" " Apakah anda kuatir untuk membatasi keniasaan minum anda ? " Apakah akibatnya sampai mempengaruhi pekerjaan. tanyakan tentang binatang peliharaan. asbetosis. Bila relevan. harus selalu ditanyakan. Tetapi bagaimanapun. Daftar semua obat dan dosisnya yang lengkap sebisa mungkin diketahui. . bepergian ke luar negri pada waktu bekerja berkontak dengan misalnya debu arang. Bila terdapat kecurigaan terhadap masalah minum. " Apakah memuaskan anda ? " ." Dapatkah anda menjelaskan kepada saya dengan tepat apa yang anda kerjakan ?" . baik dahulu maupun sekarang.

telinga. Mulai dengan pertanyaan ringan dan umum tentang tiap sistem. dan diagnosa klinis sementara kita. Kebanyakan pertanyaan pada tinjauan sistem ini berdasarkan gejala . tanyakan tentang mata. Ini merupakan suatu daftar ( ’check list’ ) gejala yang belum disebutkan. namun itu sangat penting karena saya ingin memeriksa anda secara keseluruhan dan teliti ".VI. jalannya anamnesa dan fisik diagnostik akan terganggu dan hal –hal yang penting menjadi tidak terdeteksi dan tercatat. dan lainnya saat kita memeriksa. Pertanyaan – pertanyaan tersebut berkisar sekitar susunan dan sistem yang diperiksa. Jangan menanyakan keluhan yang telah masuk dalam keluhan sekarang.pertanyaan mulai dari kepala sampai jari kaki. Bila pada waktu melakukan tinjauan sistem – sistem ini didapatkan jawaban yang positif. hal – hal yang terinci harus juga diberikan Tanda (*) menunjukkan pertanyaan –pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan. Namu bila ada banyak symptoms. Bila pasien hanya mempunyai sedikit symptoms hal ini bisa efektif. Untuk mengerti dan melakukan Tinjauan Sistem sering merupakan hal yang cukup sulit. Akan sangat membantu untuk menyiapkan pasien denyan mengatakan " Pertanyaan – paetanyaan saya selanjutnya akan sangat banyak . Hal ini memfokoskan perhatian pasien dan memudahan kita untuk memikirkan pertanyaan yang lebih spesifik terhadap sistem yang ingin lebih kia perhatikan. yang tidak termasuk keluhan yang sekarang hendak diobati. Contoh untuk memulai pertanyaan adalah : " Bagaimana pengelihatan dan pendengaran anda ?" " Bagaimana paru –paru dan pernafasan anda ? " " Apa ada masalah dengan jantung anda ? " " Bagaimana pencernaan anda ? " " Bagaimana kencing anda ? " Kita juga bisa menambahkan dan memfariasikan pertanyaan tergantung dari usia pasien.Pikirkan rangkaian pertanyaan . keluhan pasien. Kita juga bisa melakukan tinjauan sistem ini bersamaan saat fisik diagnostik. Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ( TS ) Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ini dalah keluhan – keluhan pasien yang lain. namun terkadang ada yang menanyakan penyakit. karena pemeriksaan sistem tubuh ini bertujun untuk menemukan gejala – gejala yang belum disadari sebagai gejala oleh pasien dan gejala –gajala yang telah dilupakannya atau dianggapnya tidak penting. keadaan umum pasien. contohnya seperti pneumonia atau tuberculosis. Pertanyaan Umum .

Karena makin tidak memenuhi syarat kamar tidurnya maka pertanyaan keringat malam akan kehilangan maknannya .Sebaliknya bagi pasien yang tidur di kamar dengan AC. mka keluhan keringat malam akan mempunyai makna yang penting. maka kesegaran jasmani juga akan terasa menurun. Penurunan nafsu makan dan berat badan karena diet dan olah raga intensif juga harus ditanyakan. Biasanya bila nafsu makan baik.Tanyakan tentang gejala –gejala berikut : *Berat badan " Berapa berat badan anda sebelum sakit ? " " Apakah berat badan anda turun atau naik akhir –akhir ini ? " " Apakah baju anda lebih sempit atau lebih longgar dari sebelumya ? *Nafsu makan " Bagaimana nafsu makan anda ? Perihal nafsu makan adalah hal yang penting. Maka tanyakan kemudian tentang kesegarannya. Tanyakan sejak kapan penurunan nafsu atau rasa lapar terus muncul. pederita juga akan merasa segar – bergairah. Ruam ( ’Rash’ ) Apakah anda pernah mengalami ruam kulit akhir – akhir ini ? Apakah gatal ? . *Kesehatan umum / kesegaran " Apakah anda merasa diri anda sehat ? " Lelah " Apakah anda merasa lebih atau kurang merasakan lelah dibandingkan sebelumnya ? " Demam atau menggigil " Apakah anda perhatikan adanya penyakit akhir – akhir ini ? " Berkeringat pada malam hari " Apakah anda perhatikan adanya keringat pada malam hari atau pada waktu lain ? " namun perlu ditanyakan perihal kondisi kamar tidur pasien. Sebaliknya jika penderita sudah tidak suka makan.

lebih hebat dan dapat barlangsung berjam –jam. hilang bila beristirahat. menjalar ke leher rahang dan lengan kiri. *Pembengkakan pergelangan kaki. Ortopnoe ( sesak nafas bila berbaring datar ) dan dyspnoe nocturnal paroksismal merupakan gajala gagal jantung kiri.Pembengkakan atau benjolan Sistem Kardiovaskular dan Pernafasan Tanyakan tentang gejala – gejala berikut : *Nyeri dada " Apakah anda mengalami nyeri atau rasa tidak enak pada dada akhir – akhir ini ? " Penyebab paling sering dari nyeri dada adalah : o Penyakit jantung iskemik : Nyeri dada hebat di tengah dada seperti diikat. Sering pada gagal jantung kongestif ( gagal jantung kanan ) Palpitasi . Angina adalah nyeri yang dicetuskan oleh aktifitas fisisk atau emosi .. o Nyeri pleuritik : Nyeri seempat dan tajam. Pada infark miokard nyeri mungkin terjadi pada waktu istirahat. *Napas pendek " Apakah anda selalu merasa sesak napas ? " Ortopnoe " Apakah anda mengalami sesak nafas bila berbaring ? " " Berapa banyak bantal yang anda gunakan ? " Dyspnoe nokturnal paroksismal " Apakah anda terbangun malam hari karena menderita kesukaran bernafas ? " Sesak nafas ( Dyspnoe ) dan nyeri dada harus dilukiskan dengan tepat dan derajat aktifitas fisik yang menyebabkan timbulnya harus dicatat ( misalnya menaiki tangga. biasanya lateral . setelah berjalan 100 meter ). memburuk pada waktu ispirasi atau batk.

" Apakah anda merasakan debar jantung anda ? " Palpitasi mungkin : Denyut tunggal ( ektopik ?) Lambat atau cepat Teratur atau tidak Minta pada pasirn untuk menunjukkan tempatnya. *Batuk " Apakah anda menderita batuk ? " " Apakah batuk kering atau anda membatukkan dahak / lendir ? " Kapan saja anda batuk ? Sputum " Apa warna dati dahak / lendir yang anda batukkan ? Sputum berwarna hijau biasanya menunjukkan infeksi saluran napas akut. *Hemoptisis " Apakah ada batuk darah ? " Hemoptisis harus dianggap serius. Penyebabnya antara lain : o Karsinoma bronkhus o Emboli Paru o Stenosis Mitral o Tuberkulosis o Bronkiektasis Sinkop ( ’syncope’ ) . Takikardi paroksismal biasanya mulai dan berakhir secara mendadak. Sputum yang jernih tiap hari pada waktu bulan – bulan musim dingin menjurus ke bronkhitis kronik.

Bila terlihat makanan yang lama. Bila darah dimntahkan. bagaimana warnanya galap atau merah terang ? Dysfagia " Apakah anda mengalami kesukaran menelan ? " Untuk makanan padat : sering obstruksi organik Untuk makanan cair : sering akibat kelainan neurologik atau psikologik Indigesti " Apakah anda merasa tidak enak dalam lambung setelah makan ? " Nyeri Abdominal " Dimanakah yang terasa nyeri ? " ." Pernahkah anda mengalami pendangan gelap ? " ( ’blackouts’ ) *Merokok " apakah anda merokok ? " " Berapa banyak / bungkus rokok yang anda hisap tiap hari ? " "Sudah berapa lama anda merokok ? " " Apa alasan anda berhenti merokok ?" Sistem Gastrointestinal Tanyakan tentang hal –hal berkut : Mual " Apakah terjadi pada waktu anda merasa sakit ? " " Apa munculnya setelah makan ? " Muntah " Apakah anda muntah ? " " Seperti apa muntah tersebut ? " Muntahan seperti bubuk kopi mungkin tercampur darah. terdapat stenosis pilorus.

Kotoran mungkin pucat. Darah yang berada pada permukaan kotoran mungkin dari hemoroid. Ikterus " Apakah urin anda berwarna gelap ? " " Apakah kotoran anda pucat " " Obat apa yang anda minum akhir – akhir ini ? " " Apakah anda pernah mendapat suntikan atau transfusi akhir –akhir ini ? " " Apakah akhir – akhir ini anda pergi ke luar kota atau ke luar negri ? " " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Ikterus mungkin bersifat obstruktif ( urin berwarna gelap. transfusi ( hepatitis serum ). alohol. berhubungan dengan obat." Apakah berhubungan dengan makanan atau buang air besar ? " " Apakah yang menyembuhkan nyeri tersebut " *Kebiasaan buang air besar " Apakah buang air besar anda normal ? " Bila terdapat kecurigaan terhadap diare. banayk dan berbusa ( steatore ) atau hitam seperti ter dari darah yang tercerna ( melena ). berapa kali buang air besar tiap hari dan sifatnya ( darah ? pus ? mukus ? ) harus ditanyakan. atau infeksi ( berpergian ke luar kota / keluar negri ) Sistem Genito – urinarius Tanyakan tentang hal – hal berikut : Nyeri pinggang " Adakah nyeri pada punggung anda ? " Nyeri pada pinggang menjurus pada pielonefritis *Urin " Apakah buang air kecil anda baik ? " " Apakah anda banyak kencing di malam hari ? " . sedangkan darah yang bercamur dalam kotoran mungkin merupakan tanda tumor ganas atau penyakit inflamasi usus. kotoran pucat ).

Sakit kepala oksipital terdapat pda waktu bangun tidur pagi – pagi mungkin akibat tekanan intrakranial meningkat ( misalnya karena tumor atau hipertensi maligna ) Penglihatan " Apakah anda megalami penglihatan yang kabur atau kembar ? " ." Apakah anda mengalami kesulitan dalam berkemih ? " " Apakah ada darah dalam kencing anda ? " Poliuria dan nokturia terdapat pada diabetes Prostatisme mengakibatkan urinasi yang lambat. Sekret vagina Nyeri pada waktu bersetubuh ( dispareunia ) Sistem Saraf Tanyakan tentang hal –hal berikut : *Sakit kepala " Apakah anda menderita sakit kepala ? " " Dimana sakitnya ? " Sakit kepala sering merupakan akibat ketegangan dan terdapat di daerah frontal atau oksipital.aliran yang buruk dan menetes Seks " Apakah terdapat masalah seksual ? " *Menstruasi " Apakah ada masalah dalam menstruasi anda ? " " Apakah sangat banyak darah yang keluar ? " " Apakah anda mengeluarkan darah diantara masa – masa haid ? " Perdarahan vagina diantara masa – masa haid atau setelah menopause meningkatkan kemungkinan tumor ganas serviks atau uterus.

*Rasa kuatir dan anxietas " Apakah anda cenderung kuatir ? " " Adakah waktu tertentu dimana anda merasa galisah atau tegang ? " " Adakah rasa kuatir dalam pekerjaan atau keluarga anda ? " . Cara berjalan yang tidak mantap " Adakah kesulitan dalam nerjalan atau berlari ? ’ Lemah Perasaan baal atau sensasi berlebihan " Adakah daerah – daerah yang dirasakan baal ( kebal ) ? " Rasa sakit seperti tertusuk paku atau jarum Gangguan Sfingter " Adakah kesulitan menahan buang air kecil / besar ? " *Depresi " Bagaimana perasaan anda ’mood’ Apakah gembira atau sedih ? " Bila mengalami depresi. perasaan bersalah.Pendengaran Pusing " Apakah anda mengalami pusing atau episode dimana dunia terasa berputar ’ vertigo’ ? " Pusing mungkin berasal dari kelainan jantung sehingga palpitasi harus selalu ditanyakan pada keadaan seperti itu. iritabilitas. seberapa dalam ? " " Bagaimana perasaan anda tentang masa depan ? " " Apakah seperti ini yang sering anda rasakan ? " " Sudah berapa lama ?" " Menurut anda apakah penyebabnya ? " Selidiki tentang perhatian ’ interest ’. konsentrasi.

Osteoatritis merupakan sendi yang seolah " habis terpakai ". kekakuan. menyerang persendian – persendian yang menyokong berat badan misalnya panggul atau lutut. pembengkakan sendi –sendi interfalang hingga membentuk kumparan." Ada kekhawatiran dalam keuangan ? " Tidur " Adakah kesulitan tidur ? " " Apa anda bangun terlalu pagi ?" " apakah anda gelisah ketika tidur atau sering terbangun di malam hari ? ’ Kesulitan tidur biasanya berkaitan dengan depresi atau anxietas. lidah nyeri. dan sering asimetris. nyeri tekan dan sakit ) dan atralgia ( nyeri pada persendian ). kontrol sfingter hilang. Sistem Lokomotor Tanyakan tentan nyeri. disertai pembengkakan sendi –sendi meta – karpo falangea. seperti sendi metatarsofalangea. pertama. pada malam hari o Cara terjadi dan berakhirnya o Tanda – tanda sebelumnya atau aura o Menggigit lidah. Kejang atau pingsan Hal – hal terinci berikut harus dicari dari penderita atau orang yang mengetahui : o Lamanya o Frekuensi dan lama serangan o Waktu serangan misalnya bila berdiri. Gout biasanya menyerang satu sendi. Pada tangan. tetapi kemudian dapat berkembang menyerang tangan secara luas dengan benjolan asam urat (9 tophi ) pada beberapa sendi yang asimetris. atau pembengkakan sendi. cedera dan lain – lain Epilepsi grand mal yang klasikmenunjukkan pingsan ( tidak sadar ) terjadi mendadak tanpa danya peringatan dan pada waktu sadar kembali. Terdapat banyak penyebab dari atritis ( sendi membengkak. . dan tidak dapat menahan buang air. Atritis reumatoid merupaan penyakit autoimun umum dengan sendi – sendi yang terserang simetris. penderita merasa pusing dengan sakit kepala.

Trauma.Penyakit Paget (disertai pembesaran pembuluh darah. orbita seolah tenggelam. b. . Wajah: . .PEMERIKSAAN FISIK KEPALA Bentuk: Kepala normal : ukuran rata-rata dan bentuknya bulat.Syphilis congenital (dengan benjolan/ penebalan simetris pada dahi yang disebut Parrot’s node). Kepala abnormal : a. c. . dan tampak matanya menunjukkan "the setting sun sign"). deformitas). Tumor. Makrosefali pada : -Hydrocephalus (dengan sutura lebar. Nyeri ketuk: pada daerah sinus/ mastoid yang terkena pada sinusitis dan mastoiditis. Deformitas kepala dijumpai pada: Penyakit paget→frontal bossing: menonjolnya tulang-tulang frontal. d. Pada waktu bayi tidur hanya pada satu sisi. Mikrosefali atau anencefali karena kelainan congenital. Kraniostosis→bila suatu sutura menutup secara premature.Rickets (berbentuk kotak).

Kemerahan: pada orang yang menderita penyakit katup mitral. c. teregang. Ekspresi wajah dapat menunjukkan watak dan emosi atau keadaan sakit. kebiruan atau kelihatan seperti warna timah. Dehidrasi: "facies Hipocrates"  hidung tajam. bentuk. hipertrofi tonsil dan adenoid : "facies Adenoid"  tampak seperti orang bodoh. PPOK. cuping telinga memanjang dan pengerutan wajah premature. payah jantung. Merah seperti buah ceri : fase akut keracunan CO atau CN. mengering dan terasa panas. Warna muka : Pucat : pada penderita AI. pelipis di sekitar dahi kasar. Sianosis : nyata ditemukan pada orang yang mempunyai cacat jantung bawaan disertai shunt dari kanan ke kiri. hitam. . warna. wajah penderita kelihatan berwarna hijau. b. keadaan hipoksia lainnya. lubang hidung besar. mulut selalu terbuka. mata cekung. a.Periksa : ekspresi. lepra : "facies Leonina" (wajah seperti wajah seekor singa)  alis mata rontok. Ikterik : pada orang yang mempunyai gangguan pada hati yang berat.

myxedema. juga pada demam tifoid. Xanthelasma yaitu bercak kekuningan. Penderita penyakit berat : wajah toksik demam tifoid berat. hipertiroidisme. bila tadinya keriting menjadi lurus. otot wajah pada sisi yang terkena mengalami kelumpuhan dan penderita tidak mampu bersiul. Rambut yang mudah rontok pada DM. sindrom horner. Sindroma Cushing : muka bulat seperti bulan purnama "moon face". . alopesia. atau belang-belang seperti bendera –"flag sign". kelebatan. cornea. Paralisis N. sclera. Pada lepra alis dan bulu mata rontok sama sekali ("madarosis") Pada malnutrisi bulu mata panjang-panjang.VII satu sisi : asimetris. iris. Kalau diminta mengerutkan dahi maka sisi yang terkena tetap licin dan kelopak mata pada sisi yang terkena tidak dapat di tutup. kekeringan. myxedema. Pada myxedema: seperti mengantuk. syphilis tampak menjadi botak terutama di bagian belakang seperti dimakan ngengat "moth eaten appearance". tak bermimik. lensa. conjungtiva. alis mata menipis terutama bagian sisi pada orang tua.Penyakit Parkinson: wajah seperti memakai topeng. pupil. tidak berkilat.kering. distribusi Perubahan warna rambut terjadi pada: malnutrisi atau kwarshiorkor menjadi pirang seperti rambut jagung. bola mata. Uban yang timbul di usia muda mungkin karena keturunan. Rambut: Periksa warna. disertai alis mata meninggi dan imobilitas wajah. penyakit Simmond atau karena trauma emosionil yang berat. anemia perniciosa. Mata: Periksa alis mata. Kelopak mata ptosis pada kelumpuhan NIII. mudah rontok hingga menjadi tipis. kelopak mata. menonjol pada kelopak mata terutama di bagian medial dihubungkan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. Myasthenia gravis. atau karena jamur pada rambut atau kulit kepala. Pada hipertiroidisme: wajah hyperalert.

pilek hebat. Jarak yang jauh antara kedua bola mata disebut hypertelotrismus terdapat pada sindroma down. penyakit cacing. bila: . perdarahan. sindroma nefrotik. sinusitis. Bola mata yang menonjol disebut exophtalmus atau proptosis. radang mata.Oedema kelopak mata pada orang yang habis menangis hebat. glaucoma. alergi. Pada fractura basis cranii timbul hematoma di sekitar mata hingga seolah memakai kacamata(brill hematome). oedem kelopak mata terutama tampak pada saat waktu bangun tidur pagi-pagi. pada hipertiroidisme (tanda dari Enroth) dan pada trombosis sinus cavernosus Pada glomerulonefritis. meningocele .unilateral : tumor.

bilateral : kemungkinan trombosis sinus cavernosus atau penyakit basedow i.tanda Joffroy : tidak ada kerutan dahi pada waktu melirik ke atas . memerah dan berair pada radang. Pada conjunctiva bulbi mungkin terdapat: .tanda Riesman : bila kelopak mata ditutup didengar dengan stetoskop terdengar arterial bruit j. Pada penyakit basedow selain exophtalmus dan tanda enroth juga dijumpai: .pterygiuum (penebalan conjunctiva bulbi berbentuk segitiga yang puncaknya dapat mencakup sampai pada cornea.tanda moebius : ketidakmampuan mata untuk berkonvergens pada sebuah objek yang diletakkan di depan hidung .tanda Stellwag : mata jarang berkedip ..tanda dalrympel : retraksi kelopak mata atas .tanda von graefe : bila melirik ke bawah kelopak mata atas tertinggal . conjunctiva palpebra inferior tampak pucat pada anemia. biasanya terdapat pada bagian nasal) . Tampak petechie/ purpura pada endokarditis bakterialis. Bola mata : tekanan dalam bola mata diperiksa dengan 2 jari pada bola mata yang ditutup dan melirik ke bawah * tekanan tinggi (terasa keras) terdapat pada glaucoma dan hipoglikemi * tekanan rendah (terasa lunak) terdapat pada hiperglikemi k.tanda Rosenbach : kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna .

kekuningan akibat hyperpigmentasi berupa bercak-bercak tidak merata.. pada keadaan ikterus berwarna kuning merata. atau diberi atropine atau pada seorang morfinis (pinpoint pupil) . regular (tepinya rata) dan isokor (diameter pupil dan kanan sama) .normal : bentuknya bulat.midriasis : pupil melebar misalnya: berada di tempat gelap. mungkin reaksi alergi terhadap protein kuman Mycobacterium Tuberculosis atau cacingan) Sclera.pannus (neovaskularisasi dan infiltrasi di conjungtiva bulbi.phlycten (benjolan putih kekuningan dikelilingi zona merah. Pada orang tua. cincin atau setengah lingkaran berwarna putih keruh agak di sebelah medial daripada limbus cornea disebut arcus senilis. terdapat pada trachoma) .penyinaran pada pupil yang satu akan menyebabkan pupil satunya lagi akan ikut mengecil  reflex cahaya tidak langsung dan reflex konsensuil pupil juga akan mengecil bila mata berkonvergensi dan berakomodasi tes dengan menyeluruh pasien melihat dengan kedua mata ujung jari dokter pada jarak kira-kira setengah meter di depan hidung pasien kemudian digerakkan perlahan –lahan mendekati ujung hidung pasien . Bila annulus/ arcus senilis (pada limbus cornea) berwarna hijau kecoklatan atau merah atau kuning kehijauan disebut cincin Kayser Fleischer yang dijumpai pada penderita penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikuler) Pupil mata . Pada osteogenesis imperfecta sclera berwarna kebiru-biruan Kornea. sering terdapat pada orang tua terutama yang berkulit warna.

putih kekuningan merupakan deposit asam urat.Lensa mata tampak keruh pada katarak misalnya pada orang tua (katarak senilis) atau pada DM. hypoparatiroidisme. . dapat juga terjadi sejak lahir karena saat di dalam kandungan ibunya menderita Rubella atau karena mata sering terkena panas. sinar UV atau sinar x. biasanya pada penderita gout pada tetani. daerah sekitar telinga. terdapat tanda Chvostek yaitu bila daerah pipi tepat di depan daun telinga diketuk dengan satu jari. membrane tympani daun telinga seorang cretin relative besar tophi : benjolan (nodul) keras. Telinga : Periksa daun telinga. liang telinga. menyebabkan kontraksi/ spasme otot-otot muka sisi tersebut.

kental. . keruh. ukuran.Hidung : Periksa bentuk. keruh. berbau. liang hidung dan mukosa pada syphilis bentuk hidung seperti pelana "saddle nose" cairan yang keluar dari liang hidung bisa: lendir: pada sinusitis banyak.

pucat pada alergi. warna. . lepra. bengkak pada peradangan.ada nyeri tekan/ ketuk pada daerah sinus darah (epistaxis) mungkin disebabkan peradangan. demam tifoid. kelainan a. hipertensi. penyakit perdarahan. Labioschizis : bibir terbelah biasanya congenital. difteri. Bibir : Periksa bentuk. trauma. dll mukosa hidung merah. neoplasma. benda asing. DHF.

pneumonia/ Pada defisiensi vit B12 mungkin dijumpai cheilosis yaitu lecet-lecet pada sudut mulut. DM. oedem angioneurotik. yang bila meradang/ terkena infeksi misalnya oleh candida disebut perleche Pada syphilis congenital pada sudut mulut mungkin terdapat raghades yaitu parut kecil-kecil. kedinginan. asthma bronchiale berat. demam bibir pucat pada shock. linear seperti lipatan-lipatan Bibir jarang menderita neoplasma Gigi dan gusi: Periksa kebersihan oral. bibir bengkak mungkin karena trauma. anemia sianotik pada decompensatio cordis. pocket dengan pus berbau di .a. sering terdapat pyorrhea alveolaris (retraksi gusi. warna mukosa dan pembengkakan gusi pada DM. jumlah dan kelainan gigi. alergi bibir kering pada dehidrasi. kelainan bronchopneumonia. jantung congenital.

mudah berdarah dan terasa nyeri. karang gigi. letak antara gigi agak berjauhan (gigi jarang) Caries dentis sering terdapat pada orang yang kekurangan unsur fluor.5ppm) terjadi mottled enamel pada giginya (bintikbintik pada gigi berwarna kuning kecoklatan) Warna mukosa gusi sehat adalah merah jambu (pink) Gingivitis menyebabkan warnanya menjadi merah disertai pembengkakan. Pada hypopituitarisme. banyak caries lubang. pada skorbut (def vit C) gusi bengkak. pada orang yang unsure fluornya berlebihan missal dalam air minumnya (>1. mudah berdarah. gigi longgar pada penderita epilepsy yang diberi .dalamnya). nyeri pada perabaan serasa seperti spon. gigi longgar/goyang.

kenyal. sering disertai bercak keputihan seperti bekas susu pada kandidiasis. misalnya pada wanita hamil. akromegali. mudah luka. mudah berdarah pada gusi mungkin dijumpai tumor (fibroma). Selain DM bercak kandidiasis dapat ditemnukan pada leukemia dan AIDS. . terasa seperti terbakar. Pada dehidrasi lidah mengecil.pengobatan dilantin (diphenylhydantoin). warna dan kelainan pada cretin. gusi bengkak. merah. gusi bengkak. bentuk. kering. nekrotis. keriput Pada DM lidah kering. karena terjadi hyperplasia pada leukemia. tanpa rasa nyeri. Lidah: Periksa ikuran. myxedema. lidah relative besar hingga menonjol keluar.

sulfHB. berkilat. Pada neurosis. atau yang bernafas melalui mulutnya. Pada demam tifoid. . Lidah sianotik pada kelainan jantung misalnya decomp.kiri atau saluran penafasan (misalnya PPOK) atau keracunan darah. Tremor lidah pada penyakit Parkinson. Pada defisiensi vitamin B2 dan polycythemia rubra vera. licin. hypertiroidisme. Pada anemia perniciosa. Pada penyakit Addison lidah kecil dengan bercak-bercak datar berbentuk bulat atau oval berwarna coklat kehitaman pada sindrom peutz-jegher. licin. lidah pucat. CO.Lidah kering. Pada scarlet fever. Sikatriks npada lidah mungkin dijumpai pada penderita epilepsy. lidah merah. Pada pellagra. lidah merah dengan papil besar-besar disebut raspberry atau strawberry tongue. bengkak. warna lidah merah magenta. Jika seperti kerut-kerut scrotum (scrotal tongue) mungkin menderita defisiensi vitamin B. lidah kering-kotor-putih-kelabu dengan pinggiran merah disebut coated tongue. CN. anxietas. Pada AIDS bercak merah coklat kehitaman sedikit menonjol di permukaan (sarcoma Kaposi). misalnya metHb. lidah seperti gambaran peta (geographical tongue). Pada kelumpuhan N XII lidah mencong ke sisi yang sakit bila dijulurkan. kotor umumnya pada penderita demam.

kelainan normal berwarna pink. Noma adalah gangrene progressif destruktif pada mukosa buccal hingga menyebabkan perforasi. warna putih kelabu dikelilingi zona merah di mukosa bukal berhadapan dengan gigi molar bawah. Bercak koplik (bercak sebesar ujung jarum pentul. merah pada radang. dijumpai pada anak-anak malnutrisi berat.Mukosa mulut dan palatum: Periksa warna. sianotik pada kelainan jantung. tanda dini morbili. Ulkus atau perforasi pada palatum mungkin . bercak/eflorosensi. pucat pada anemia. dan saluran nafas.

kelainan normal: T1. merah dengan bercak-bercak kotoran (detritus) difteri. Tonsil: Periksa: ukuran. berwarna merah dan memanjang Pada AI tampak pulsasi yang sunkron dengan denyut jantung Pharynx: Periksa warna. gerak/pilsasi Pada peradangan. T1bila . warna. kelainan peradangan. seperti membrane putih kelabu yang melekat erat (sulit dilepaskan dari dinding pharynx dan mudah berdarah. ukuran.disebabkan syphilis Uvula: Periksa warna.

misal: bronkiektasis.setelah diangkat T0 T0- Peradangan tonsil membesar. lidah. hidung. . merokok. berbau tikus (mousy smell) bau nafas dapat disebabkan oleh kelainan pada gigi. paru. sinus. merah. lambung:CA lambung. mungkin ada detritus Bau nafas: pada uremia : bau seperti urin / amoniak pada asidosis (DM tidak terkontrol) : bau aseton pada kegagalan hati : berbau busuk (foetor hepatikus) pada difteri. gusi.

nyeri leher.PEMERIKSAAN FISIK LEHER Pemeriksaan Fisik Keluhan pasien yang menunjukkan kemungkinan adanya penemuan penting di leher adalah : riwayat adanya massa atau benjolan . laring. vena jugularis interna. demam atau anoreksia (yang memberi kesan tumor atau infeksi). gangguan neurologis sementara. kelenjar submandibula. Sarung ini mengandung arteri karotis komunis. faring. dan gejala-gejala pernafasan berupa stridor atau suara serak. pusing.Garis tengah dibatasi oleh incisura kartilago thyroidea dan incisura suprasternal. dan lemak. dan trigonum posterior atau lateral untuk pencatatan dan interpretasi penemuan. maka perlu dievaluasi dengan teliti. sinkop. dan nervus vagus. . Muskulus sternokleidomastoideus juga menutupi vagina karotis yang terletak lateral terhadap laring. kelenjar limfe. Sedangkan trigonum posterior hanya berisi kelenjar limfe. Trigonum anterior terdiri dari kelenjar tiroid. Apabila ada tanda-tanda dan gejala-gejala sistemik yang mencerminkan efek hormon yang berasal dari leher (tiroid dan paratiroid) dan penurunan berat badan. I. ANATOMI Leher dibagi oleh muskulus sternokleidomastoideus menjadi trigonum anterior atau medial.

Fungsinya menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. . Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin terbesar dalam tubuh. membungkus trakea bagian atas dan terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh isthmus.Kelenjar tiroid yang terdapat pada trigonum anterior.

.

tumor. Suatu massa yang timbul setelah makan atau minum adalah khas untuk kantong faringeal atau divertikulum esophagus letak tinggi. Jika suara serak tadi disertai dengan adanya benjolan tiroid. Jika massa itu terletak di garis tengah kemungkinan besar suetu kista tiroglossus. . sifat. massa leher harus dicurigai ganas. Diatas 40 tahun. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan leher: Inspeksi Kulit efloresensi leher. Benjolan di leher seorang pasien di bawah 20 tahun kemungkinan suatu pembesaran kelenjar getah bening tonsilar atau massa kongenital. III. Jika benjolan di leher tersebur disertai nyeri kemungkinan besar terdapat infeksi akut. dan keadaan nyeri leher memberi petunjuk yang berguna tentang kemungkinan penyebabnya. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Massa leher Pasien sering merasa bahwa benjolan atau massa di leher sebagai kanker sampai terbukti sebaliknya. Tiroiditis menyebabkan rasa nyeri pada bagian anterior leher yang bertambah berat bila daerah tersebut. Umur pasien juga ada hubungannya dengan penilaian massa leher. Oleh karena itu mereka sering gelisah. Suara serak Suara serak menujukkan adanya peradangan. meskipun dipertimbangkan juga kemungkinan limfoma. Nyeri leher Letak. Suatu massa yang membesar lebih bermakna kerimbang massa yang telah ada selama bertahun-tahun. Nyeri yang berasal dari jantung dapat dialihkan ke leher bagian depan tengah atau rahang. Hubungan antara infeksi saluran nafas bagian atas dengan benjolan pada leher biasanya menunjukkan bahwa kelenjar limfe berfungsi normal. terjepit pakaian atau pada waktu menelan. memberi kesan adanya peralisis pita suara oleh penekanan nervus laringeus rekuren oleh tumor. Riwayat perjalanan penyakit dan tanda-tanda serta gejala yang berhubungan adalah penting.II. atau gangguan neurologist pada pita suara dan kotak suara. Rasa nyeri yang disebabkan peradangan faring dapat dialihkan ke daerah submandibularis dekat angulus mandibula. Diantara umur 20-40 tahun. Nyeri yang timbul pada gerakan kepala berasal dari struktur musculoskeletal. Letak massa dan sifat fisiknya memberikan informasi diagnostik tambahan yang berguna. lebih umum penyakit tiroid. sampai terbukti demikian.

Sikap kepala. trakea dan arteri karotis ) Tes Rentan g geraka n . parotis. spasme otot Rentang gerakan leher Pembesaran kelenjar (tiroid. KGB) Palpasi Trakea Tiroid dari anterio r dan posteri or KGB dan arteri karotis Auskultasi Jika perlu Bruit (dari tiroid.

Palpasi Untuk memastikan keterangan yang telah diperoleh dari inspeksi. ke atas tepian rahang untuk meraba kelompok tonsilaris. Misalnya pada tumor intratorakal (sindrom vena jugularis). ukuran dan mobilitasnya. dan keatas ke untai aurikularis anterior di depan telinga. Untuk memastikannya dilakukan palpasi. tetanus. Jika terdapat bendungan aliran darah ke vena torakalis. sepanjang rahang untuk meraba kelompok submaksilaris. lalu perkirakan berapa besarnya. Bila didapati. palpasi dapat dimulai dari daerah oksipital. yang terdapat superficial terhadap prosesus mastoideus. Dari depan. maka dilakukan palpasi. ke ujung rahang untuk kelenjar submentalis. Kekakuan pada leher. yang mana pada keadaan ini leher miring pada arah yang sakit dan sukar digerakkan karena rasa nyeri. sepanjang muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba untai servikalis superfisialis. vena-vena jugularis akan menonjol. serta nyeri tekan. Perhatikan ada tidaknya pembesaran. gagal jantung kanan. konsistensi.Pengisi an vena (tentuk an nilai JVP) Inspeksi Pada inspeksi leher tentukan adakah: Asimetri karena pembengkakan. Tortikolis. Kelenjar limfe. leukemia. misalnya kaku kuduk pada meningitis. konsisstensi. Misalnya pada tuberculosis vertebra servikalis. melintasi muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba rantai servikalis profunda di sebelah dalam muskulus. yang dapat disebabkan aneurisma arteri karotis. Palpasilah suatu massa untuk menentukan letak. Pembengkakan terdapat pada satu sisi dan dapat diraba pulsasi arteri pada daerah tersebut. Palpasi dilakukan baik dari depan maupun dari belakang pasien. limfoma malignum. ke dalam trigonum anterior. tangan pemeriksa digerakkan kea rah aurikularis posterior. ke bawah ke trigonum posterior untuk merba untai servikalis posterior. Pulsasi yang abnormal atau bendungan vena. dituliskan besarnya. Pembesaran kelenjar limfe dapat dijumpai pada tuberculosis kelenjar. . Terbatasnya gerakan leher yang dapat disebabkan adanya pembengkakan leher. Kelenjar tiroid (struma).

menyebabkan kelenjar limfe bersatu karena biasanya terjadi perluasan penyakit ke periskapular. kornu lateral kartilago hyoidea mungkin mengalami osifikasi dan teraba seperti kelenjar limfe yang keras seperti batu. yang dapat digerakkan bebas ke kanan dan ke kiri tapi tidak dapat ke atas dan ke bawah. kenyal dan tidak melekat. tidak nyeri atau ada nyeri tekan. bisa seperti karet atau keras seperti batu. Bila kelenjar mengandung limfosit polimorfonuklear (limfadenitis).Kelenjar limfe dapat terpisah atau menyatu.sternokleidomastoideus ke lateral dan kartilago thyroidea ke medial. Letakkan tiga jari anda di sisi kartilago thyroidea. terdapat nyeri tekan. Penyakit metastasis memberi kesan keras seperti batu pada jari yang meraba. Jika tidak ada krepitasi seperti itu mungkin menunjukkan adanya suatu massa pada ruang retrofaringeal. Kartilago tiroidea merupakan struktur yang paling menonjol di garis tengah. Dengan hatihati geserlah m. Kartilago hyoidea terletak di atas kartilago tiroidea. Limfoma dan kadang-kadang karsinoma. Pembesaran fisiologis kelenjar limfe sebagai respon terhadap fungsi penyaring yang aktif. Selanjutnya palpasi arteri karotis. bisa bebas atau melekat. . Pada orang tua. Bila digerakkan ke lateral teraba krepitasi sewaktu ia menggeser melewati bagian anterior vertebra servikalis. biasanya menyebabkan pembesaran yang tersendiri.

kemungkinan tumor yang bukan berasal dari kelenjar tiroid. . Jika anda pindah ke belakang pasien.sternokleidomastoideus. Mulamula pasien diminta untuk sedikit fleksi leher. Mula-mula. kemudian letakkan jari-jari anda medial terhadap m. sekali lagi rabalah kelenjar tiroid yang membesar. Suruh pasien menelan. Bila tidak. Bila kelenjar tiroid membesar. kemudian tentukanlah garis bentuk lobus lateral. Letakkan ujung jari anda pada pinggir lateral m. kedua tangan dapat melakukan palpasi secara serentak. dalam posisi ini.sternokleidomastoideus dan ujung jari anda pada garis tengah tepat di atas incisura sternalis.Periksalah kelenjar tiroid dari depan dan rabalah dari depan dan dari belakang. Tiroid normal tidak mudah teraba. waktu menelan akan teraba sebagai jaringan yang berjalan ke atas di bawah jari anda. lakukanlah palpasi dengan jari menyilang trakea.

untuk mengetahui adakah bruits pada kelenjar tiroid tersebut. dengarkan di tiap sinus karotis kemungkinan adanya aliran turbulen pada pembuluh darah atau bising karotis (carotid bruit). Bising . maupun suatu keadaan hipertiroid. Auskultasi dilakukan dari arah depan.C. tirotoksikosis). Auskultasi Auskultasi dilakukan pada tiroid yang membesar. Jika pasien berusia diatas 50 tahun. Pada arteri karotis sering terjadi suatu proses aterosklerosis. yang cenderung untuk suatu keadaan vaskularisasi yang bertambah (misalnya pada suatu keganasan. Bahan ateromatosa yang menonjol ke lumen mengganggu aliran lamellar dan menimbulkan arus yang turbulen yang terdengar sebagai bising sistolik.

PENEMUAN-PENEMUAN YANG DIDAPATI PADA PEMERIKSAAN LEHER . Hentikanlah aliran darah vena dari kepala dengan jari anda.sternokleidomastoideus. yang ditemukan secara kebetulan karena dengung vena (venous hum) dapat didengar pada dasar leher dan incisura suprasternalis. Tindakan ini akan menimbulkan bayangan yang akan membantu anda melihat fluktuasi dalam kolom darah pada vena jugularis. D. kosongkan vena di bawah jari anda yang menekan tersebut dan perhatikan pengisian vena jugularis dari bawah. melewati m.sistolik dan diastolic. Pada gagal jantung kanan. Pakailah senter kecil untuk menerangi leher dari sudut tangensial. Pasien berbaring dengan kepala pada tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat. Pada gagal jantung kiri. IV. Periksalah vena jugularis eksterna yang berjalan ke medial dari pertengahan klavikula. bendungan di ventrikrl kiri diteruskan ke atrium kiri dan vena pulmonalis dan kemudian tertampung di dalam paru. bendungan di ventrikel kanan diteruskan ke atrium kanan dan vena kava superior sehingga tekanan vena jugularis meninggi. Pengukuran Tekanan Vena Jugularis Pemeriksaan dilakukan pada vena jugularis eksterna kanan karena ia merupakan hubungan (sambungan) langsung dari vena kava superior. menuju ke angulus mandibula. Dengan jari lainnya.

periksalah tiga sifatnya: limfadenpati yang berhubungan. nodul multiple. Kelenjar limfe yang nyeri tekan menandakan adanya peradangan. sedangkan pembesaran kelenjar yang nyeri tekan menyarankan adanya tiroiditis akut. keras seprti kayu menandakan adnya tiroiditis kronis. Pada penyakit tiroid yang menyebabkan pembesaran difus. lobus piramidalis yang terletak di garis tengah dapat diraba dengan mudah. Biasa juga disebabkan oleh kanker laring. dan tekstur. demikian pula kelenjar yang baru membesar. Wajah pasien. dank eras. atau tiroid. Benjolan lateral yang bukan berasal dari kelenjar limfe mencakup aneurisma arteri karotis. Kelenjar limfe yang keras seperti karet melekat satu sama lain menandakan adanya limfoma. tunggal. Bila anda meraba nodul tiroid. menandakan kemungkinan adanya gangguan. Goiter ditandai pada palpasi teksturnya difus (homogen) atau nodular (teraba massa multiple). higroma kistik dan celah kista brankialis.kelenjar limfe yang keras seperti karang menandakan adanya tumor. Benjolan di garis tengah tidak pernah berasal dari kelenjar limfe. Gerakan leher dihambat oleh spasme hebat pada otot-otot leher (kaku kuduk).sifat yang membantu menentukan arti pembesaran adalah tekstur. Goiter atau pembesaran tiroid menandakan adanaya hiper atau hipoaktif dari kelenjar. nodularitas. . Fleksi kepala dengan menyentuhkan dagu ke dada akan menimbulkan nyeri hebat. Limfadenopati kenyal yang berhubungan menandakan adanya tumor. tidak nyeri dan teraba menunjukkan adanya infeksi atau teraba secara kebetulan.Meningitis menyebabkan spasme leher dan nyeri. faring. dan ukuran. faringitis dan tonsilitis yang tersering. penampilan fisik (habitus) dan sifat lainnya dapat memberikan petunjuk khusus akan adanya gangguan fungsi tiroid. Kelenjar yang membesar disebut goiter. Nodul multiple menandakan adanya goiter. Kelenjar limfe yang lunak. Kelenjar yang membesar. Kelenjar yang teraba pada trigonum servikalis anterior.

.

Memeriksa saraf otak (I-XII) dapat membantu menentukan lokasi dan jenis penyakit. A. Bila inti rusak akan diikuti oleh degenerasi saraf perifernya. Lesi dapat terjadi pada serabut saraf atau bagian perifer (infranuklir). dan biasanya dinyatakan dengan angka romawi I-XII. Nervus Olfaktorius (N.NERVI CRANIALIS Saraf otak ada 12 pasang. pada inti (nuklir) atau hubungannya ke sentral (supranuklir).I) . sedangkan saraf otak lainnya (III-XII) mempunyai bangunan dan fungsi mirip saraf spinal dan bereaksi mirip dengan saraf spinal terhadap proses penyakit. Saraf I dan II berfungsi mirip jaringan otak.

Kerusakan saraf ini menyebabkan hilangnya penciuman (anosmia). B. atau berkurangnya penciuman (hiposmia). Dengan mata pasien tertutup. Juga untuk mengetahui apakah gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan saraf atau penyakit hidung lokal. amoniak.V) seperti mentol. zat pengetes didekatkan ke hidung pasien dan suruh menciumnya. Pemeriksaan: Tujuan: untuk mendeteksi adanya gangguan menghidu.Nervus Olfaktorius merupakan saraf sensorik yang fungsinya hanya satu. cuka. Zat pengetes yang digunakan sebaiknya zat yang dikenali sehari-hari misalnya kopi. pembauan). Jangan menggunakan zat yang dapat merangsang mukosa hidung (N. Cara pemeriksaan: periksa lubang hidung apakah ada sumbatan atau kelainan setempat misalnya polip. Nervus Optikus (N. menghidu (penciuman. tembakau. the.II) . Tiap lubang hidung diperiksa satu persatu dengan jalan menutup lubang hidung yang lainnya dengan tangan. yaitu mencium bau. alkohol. jeruk.

III) D. maka pemeriksa akan melihat gerakan tersebut lebih dahulu. Pemeriksaan: Tujuan: mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan apakah kelainan pada visus disebabkan kelainan okuler lokal atau oleh kelainan saraf. serabut melanjutkan diri dengan membentuk traktus optikus ke korpus genikulatum lateral dan setelah bersinap disini rangsang diteruskan melalui traktus genikulokalkarina ke korteks optik kemudian berakhir di korteks yang disebut korteks striatum. Nervus Abducens (N. Jika hendak memeriksa mata kanan pasien. Jika ada gangguan kampus penglihatan.VI) Ketiga saraf otak ini diperiksa bersama-sama. Penderita disuruh berdiri atau duduk berhadapan dengan pemeriksa dengan jarak kira-kira 1 meter. yaitu serabut yang menghantarkan rangsang yang datang dari bagian medial retina. Impuls kemudian dihantarkan melalui serabut saraf yang membentuk nervus optikus. Mucle Innervation Primary function elevation Secondary function intorsion extorsion Tertiary function adduction adduction Superior rectus Occulomotor (N. Sebagian dari serabut ini. Setelah itu pemeriksa menggerakkan jari tangannya dibidang pertengahan antara pemeriksa dan pasien.III) Inferior rectus Occulomotor depression (N. Jika pasien mulai melihat gerakan jari-jari pemeriksa. Dari khiasma optikus.VI) Medial rectus Occulomotor adduction (N.IV) E.Alat penangkap rangsang cahaya ialah sel batang dan kerucut yang terletak di retina.ia harus memberitahu dan hal ini dibandingkan dengan pemeriksa. Nervus Trokhlearis (N.III) Superior Trochlear (N. sedangkan pemeriksa harus menutup mata kanannya. maka mata kiri pasien harus ditutup dengan tangannya atau dengan kertas.IV) intorsion depression abduction . Gerakan dilakukan dari arah luar ke dalam.III) Lateral rectus Abducens abduction (N. Kemudian pasien disuruh melihat terus (memfiksasi matanya) pada mata kiri pemeriksa dan pasien harus selalu melihat ke mata kanan pemeiksa. karena kesatuan fungsinya yaitu mengurus otototot ekstrinsik dan instrinsik bola mata. C. Cara pemeriksaan: dilakukan dengan jalan membandingkan dengan kampus penglihatan pemeriksa yaitu dengan metoda konfrontasi dari donder. Nervus Occulomotorius (N. menyilang ke sisi lainnya di khiasma optikus.

apakah ikut mengecil oleh penyinaran mata yang lainnya. misalnya jari kita yang ditempatkan dekat matanya. kita tahan gerakan ini dengan jalan memegang (menekan) kelopak mata. Perhatikan juga pupil mata yang tidak disinar. Juga perhatikan bentuk pupil apakah bundar dan tepinya rata (normal) atau tidak. 2. eksoftalmus. Bila demikian disebut refleks cahaya tidak langsung (konsensual) positif. yaitu klopak mata yang terjatuh. setelah itu mata di senter dan dlihat apakah ada reaksi pada pupil. Ptosis Kelumpuhan nervus III dapat menyebabkan terjadinya ptosis. 4. sedangkan yang melebarkan pupil disarafi serabut simpatis (torakolumbal). Waktu ia membuka mata. Besarnya pupil dipengaruhi banyak faktor terutama intensitas cahaya. Kedudukan (posisi) bola mata Perhatikan apakah bola mata menonjol (eksoftalmus) atau selah-olah masuk kedalam (enoftalmus). Untuk menilai tenaga m. kemudian ia disuruh membukanya. 3. Otot polos yang mengecilkan pupil dipersarafi oleh saraf parasimpatis dan nervus III. apakah ada ptosis. levator palpebra. Refleks akomodasi Pasien disuruh melihat jauh kemudian ia disuruh melihat dekat. 5. Hal ini disebabkan kelumpuhan m.oblique Inferior oblique Occulomotor (N. Refleks pupil Perhatikan besarnya pupilpada mata kiri dan kanan apakah sama (isokor) atau tidak sama (anisokor). 1. Pada keadaan normal pupil mengecil.III) extorsion elevation abduction Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: selagi berwawancara dengan pasien perhatikan celah matanya. Refleks pupil terdiri dari reaksi cahaya langsung dan tak langsung (konsensual). Mata pasien difiksasi pada benda yang jauh letaknya. Pada kelumpuhan nervus III refleks ini negatif. dan tidak dapat dibuka. mata tertutup. Gerakan bola mata . Positif bila terlihat pupil mengecil. dan apakah ada strabismus. Bila demikian disebut refleks cahaya langsung positif. levator palpebra pasien disuruh memejamkan matanya.

Bagian motorik mengurusi otot mengunyah. Nervus Trigeminus (N. Untuk memeriksa bagian sensorik. dengan menyelidiki rasa raba. tanyakan juga apakah telihat benda kembar (diplopia). atas. F. suhu daerah-daerah yang disarafinya. bawah lateral. rasa nyeri. pasien disuruh merapatkan giginya sekuat mungkin dan kemudian perhatikan besarnya tonus dan konturnya. bawah dan ke arah miring yaitu atas lateral. . apakah lancar dan mulus atau kaku. atas medial.Pasien disuruh melihat mengikuti jari pemeriksa yang digerakkan ke arah lateral. Bagian sensorik mengurus sensibilitas dari muka melalui ketiga cabangnya yaitu. Kekuatan otot dapat dinilai dengan menyuruh pasien menggigit suatu benda.V) Terdiri dari dua bagian yaitu bagian sensorik (porsio mayor) dan bagian motorik (porsio minor). Kemudian pasien disuruh membuka mulut dan perhatikan apakah ada deviasi rahang bawah. Nervus Oftalmikus Nervus Maksilaris Nervus Mandibularis Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: untuk memeriksa bagian motoris. medial. bawah medial. Perhatikan apakah mata pasien dapat mengikutinya dan bagaimana gerakan bola mata.

sebab mendapat persarafan bilateral. bila tidak dapat memejamkan mata berarti matanya pada sisi yang parese. Fungsi motorik perhatikan muka pasien. mata kurang dipejamkan. pasien dapat mengangkat alis dan mengkerutkan dahinya.VII sebelum percabangan khorda timpani dapt menyebabkan ageusi (hilangnya pengecapan) 2/3 bagian anterior lidah. maka disebabkan oleh kelumpuhan jenis perifer (LMN). Cara pemeriksaan: Menyuruh pasien mengangkat alis dan mengkerutkan dahi Kelumpuhan UMN sesisi. pejaman mata. Dalam hal ini kerutan dahi menghilang. Pada kelumpuhan jenis sentral (UMN) muka dapat simetris saat istirahat.G.VII) Nervus Fasialis merupakan saraf motorik yang menginervasi otot-otot ekspresi wajah (UMN dan LMN). Fungsi pengecapan Kerusakan N. dan sudut mulut. simetris atau tidak. Menyuruh pasien menyeringai (menunjukkan gigi geligi). Bila asimetris wajah jelas. Perhatikan apakah asimetris sudut mulut. Pada kelumpuhan jenis LMN jelas adanya asimetris. Bila ringan maka tenaga pejaman kurang kuat. baru nyata bila pasien melakukan gerkan misalnya menyeringai. Menyruh pasien memejamkan mata Bila berat maka pasien tidak dapat memejamkan mata. Suruh pula pasien memejamkan mata satu persatu. mengembungkan pipi. Pemeriksaan: 1. kerutan dahi. plika nasolabialis mendatar dan sudut mulut menjadi rendah. Juga membawa serabut parasimpatis ke kelenjar ludah dan lakrimalis. . mencucurkan bibir. apakah dapat bersiul. Nervus Fasialis (N. plika nasolabialis. Termasuk sensasi pengecapan 2/3 bagian anterior lidah.

Nervus Glossopharingeus (N. Kemudian disuruh menentukan pada telinga mana yang terdengar lebih keras.IX) . Hal ini didaptkan pada tuli perseptif (tuli saraf). Nervus Vestibulokokhlearis (N. demikian juga dengan gangguan serebelar. konduksi tulang lebih baik dari pada konduksi udara. I. Tes ini berguna menilai adanya disfungsi sistem vestibular. mengangkat lengannya tinggi-tinggi (sampai vertikal) dan kemudian kembali ke posisi semula. garpu tala didekatkan ke telinga pemeriksa. Orang normal mampu berdiri dalam sikap romberg yang dipertajam selama 30 detik atau lebih. Garpu tala dibunyikan kemudian ditempatkan didekat telinga pasien. Pada gangguan vestibular didapatkan salah tunjuk atau deviasi. Pada tuli konduktif. Pemeriksaan saraf vestibularis Tes romberg dipertajam yang Pada tes ini pasien berdiri dengan satu kaki yang satu didepan kaki lainnya.H. Garpu tala dibunyikan ditekankan pangkalnya pada dahi pasien tepat dipertengahan. tumit yang satu berada didepan jari-jari kaki yang lain. Tes Weber Membandingkan pendengaran telinga kiri dan kanan (lateralisasi). Tes Rinne Membandingkan konduksi tulang dan konduksi udara. Tes Schwabach Membandingkan pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa. Pada telinga normal konduksi udara lebih baik dari pada konduksi tulang. Bila masih tedengar oleh pemeriksa disebut tes schwabach memendek.VIII) Terdiri dari dua bagian yaitu saraf kokhlearis (pendengaran) dan saraf vestibularis (keseimbangan). Kemudian ia disuruh menutup mata. Pemeriksaan saraf kokhlearis. Lengan dilipat pada dada dan mata kemudian ditutup. Salah tunjuk pointing) (past Pasien disuruh merentangkan tangannya dan telunjuknya menyentuh telunjuk pemeriksa. Setelah pasien tidak mendengar lagi.

. sternocleidomastoideus: Perhatikan keadaan m. Untuk ini pasien menyebutkan: aaaaaaa. .XI) Saraf XI menginervasi m. Untuk mengukur kekuatan otot dapat dilakukuan cara yaitu: pasien disuruh menggerakkan bagian badan yang digerakkan oleh otot yang ingin kita periksa dan kita tahan gerakan ini. Nervus Vagus (N. Fungsi pengecapan Nervus Glossopharingeus mengandung serabut aferen khusus untuk pengecapan. sternocleidomastoideus dan m. Apakah normal. karena kedua saraf ini berhubungan erat satu sama lain. yaitu pengecapan 1/3 bagian posterior lidah. kita gerakkan bagian badan pasien dan disuruh ia menahannya. Pemeriksaan: Fungsi motorik Perhatikan kualitas suara pasien. Nervus Aksesorius (N.X) Nervus IX dan X diperiksa bersamaan. K. trapezius menyebabkan gerakan menoleh (rotasi) pada kepala. trapezius: Perhatikan keadaan m. Pemeriksaan m. sternocleidomastoideus pada saat istirahat dan bergerak. serak (disfoni).J. Pemeriksaan m. Kemudian disuruh mengangkat bahunya dan kita tahan. trapezius pada saat istirahat dan bergerak. atoni. Tempatkan tangan kita di atas bahu pasien. dan ditahan dengan tangan pemeriksa diletakkan didagu. Selain itu pasien juga dapat disuruh menoleh ke kiri atau kanan.

lidah dijulurkan mencong ke sisi yang lumpuh PEMERIKSAAN FISIK THORAX A. Pemeriksaan: Suruh pasien membuka mulut dan perhatikan lidah dalam keadaan istirahat dan bergerak.L. Nervus Hypoglossus (N. Pada parese satu sisi. Bila lidah digerakkan atau dijulurkan. perhatikan apakah julurannya mencong. Pemeriksaan Fisik Paru .XII) Saraf ini mengandung serabut somato sensorik yang menginervasi otot intrinsik dan otot ekstrinsik lidah.

pada dinding thorax ditetapkan garis-garis / linea-linea imajiner sebagai berikut : Garis-garis vertikal : .Pemeriksaan fisik paru terdiri atas INSPEKSI. Pasien sebaiknya terbaring lurus terlentang. yaitu : Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada tempat yang tenang. dan AUSKULTASI. Tapi sebelum melakukan keempat tahap di atas ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemeriksa. Bila tidak dapat terbaring terlentang bias dilakukan sambil duduk dengan kaki tergantung ke bawah di pinggir bangku pemeriksaan. terang. Pemeriksa sabar dan tenang. PERKUSI. Pasien sebaiknya telanjang pada bagian atas dada sampai batas pinggang. dan usahakan ada di ruang tertutup agar pasien tidak merasa malu serta usahakan ada pendamping. Pemeriksaan thorax ini perlu dilakukan secara berurutan dan untuk memudahkan kita melokalisasi kelainan. berdiri di samping kanan pasien. PALPASI. Pada pasien wanita perlu diterangkan untuk membuka bagian dada tersebut untuk dapat memeriksa jantung dan paru secara jelas.

Di Depan ( ventral ) : o Garis midsternalis o Garis sternalis kanan dan kiri o Garis midclaviculari s kanan dan kiri o Garis parasternalis kanan dan kiri Di Sisi ( lateral ) : o Garis axillaris anterior o Garis axillaris media o Garis axillaris posterior Di Belakang ( dorsal ) : o Garis midspinalis o Garis scapularis kanan dan kiri o Garis midscapularis kanan dan kiri Garis-garis horizontal : .

Di Depan dan sisi adalah sela-sela iga Di belakang adalah garis-garis horizontal setinggi vertebrae thorakal .

Proyeksi permukaan struktur tulang thorax dan lobus pulmonary dengan tempat-tempat garis thorax anterior. Proyeksi permukaan lobus paru kanan terhadap garis thorax lateral .

Proyeksi permukaan visera paru posterior terhadap garis thorax posterior Urutan Pemeriksaan Dada (Bila pasien duduk selama pemeriksaan) Posisi Pemeriksa Berhadapan dengan pasien Manuver Inspeksi dinding dada anterior Inspeksi dan palpasi posisi trakea Inspeksi gerakan pernafasan Hitung pernafasan Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis Perkusi angulus costo vertebralis Palpasi gerakan pernafasan Perkusi peranjakan diafragma Perkusi paru (posterior) Auskultasi paru (posterior) Pada sisi kanan dan kiri pasien berurutan Inspeksi dinding dada lateral Menghadap punggung pasien .

diameter anteroposterior besar o Sela iga lebar. iga-iga tidak terlalu horizontal / vertical. diameter anteroposterior : diameter lateral = 5 : 7. iga lebih miring / vertical o Angulus costae < 70o o Scapula menonjol ke belakang o Terdapat pada pasien malnutrisi tuberculosis o Sinonim : Pthisic – chest Dada tong o Dada mengembung. Perhatikan bentuk dada atau thoraks dalam keadaan tidak bergerak ( statis ). iga lebih horizontal o Pada potongan melintang jadi membulat o Tulang punggung melengkung ( kifosis ) Berhadapan dengan pasien .Perkusi paru (lateral) Auskultasi paru (lateral) Auskultasi paru (anterior) Perkusi paru (anterior) I. INSPEKSI Pada inspeksi terdapat hal-hal yang harus diperhatikan : 1. sela iga tidak terlalu lebar / sempit. lihat apakah : a. angulus costae 70o – 90o b. Normal Simetris. potongan melintang bentuk elips. diameter anteroposterior pendek o Sela iga sempit. Abnormal: Dada paralitikum o Dada kecil. gepeng.

Jika seperti busur ( arkuer ) kemungkinan karena osteoporosis.o Angulus costae > 90 o o Terdapat pada : bayi ( normal ). Jika berbentuk anguler ( sudut ) = gibbus. Kelainan ini terlihat pada pemeriksaan dari samping. yang terdapat pada penderita spondilitis TBC. Kifosis dorsalis ringan Kifosis dorsalis berat (gibbus) Scoliosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke lateral. o Sinonim : Barrel – chest atau dada emfisematikus Kifosis : Melengkungnya ( lordosis ) kurvatura vertebra pada posisi anterior posterior secara berlebihan dari normal. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari belakang. emfisema. . Kemungkinan karena kebiasaan berposisi jelek sejak kecil atau poliomyelitis. proses penuaan. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

chest Pectus carinatum : Dada dengan tulang sternum menonjol ke depan. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. Perbatasan kartilago kosta terhadap sternum relatif tertekan. atau tumor intra abdominal. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. ascites. Kompresi pada jantung atau pembuluh darah yang besar dapat menyebabkan murmur. Perubahan letak ke arah posterior dari sternum bawah. Kemungkinan karena hamil tua. Sinonim : Funnel .Lordosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke anterior. Perubahan letak ke arah anterior dari sternum. Sinonim : Pigeon – chest atau dada burung. . Pectus excavatum : Dada dengan tulang sternum yang mencekung ke dalam.

Terdapat pada penderita skorbut ( defisiensi vit. Terdapat pada penderita rachitis.Flail – chest : Gerakan pernafasan abnormal yang berkaitan dengan fraktur iga multiple. Rachitic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan rawan iga di dada membentuk benjolan sehingga menyerupai untaian biji tasbih. Area yang mengalami cedera bergerak ke dalam selama inspirasi dan ke arah luar saat expirasi. C ) . Scorbutic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan tulang dada seolah menonjol karena tulang dada mengalami depresi sehingga tampak juga seperti untaian biji tasbih.

Kelainan lain pada dada yang sering ditemukan: Kuli t : warna. luka operasi . Ben dungan vena Emf isema subkuti s Gine komast ia ( pada pria ) atau mamm ae atrofi / tumor Pen yempit . bekas jaringa n parut. tonjola n tumor. bintikbintik. spider nevi (sirosis hepatic ).

Dada dalam keadaan bergerak / dinamis : Frekue nsi pernafa san : Frekue nsi pernafa san normal pada pria 14-18 x / menit sedang kan pada wanita adalah 16-20 x / menit.an sela iga Pele baran sela iga saat expiras i (obstuk si mekani sme pentil pada bronku s) 2. dan pada .

bayi adalah 30-50 x / menit. Takipn oe : frekue nsi nafas >20x / menit. anxieta . misaln ya pada pemak aian overdo sis obatobat narkoti k. pneum onia. misaln ya pada decom pensati o cordis. kelaina n serebra l. Bradip noe : frekue nsi nafas <14x / menit.

Sifat pernafasan : .s. asidosi s.

.

Pada wanita sehat umum nya pernafa san thoraka l lebih domina n dan disebut thorak oabdomi no. bila terbali k mungk in ada .

pernafa san abdomi nal lebih domina n dan disebut abdomi nothorak al. Kelain an ini diseba bkan bentuk anatom i dada dan perut . Sedang kan pada pria sehat.kelaina n pada rongga thorax atau dindin gnya. bila terbali k kemun gkinan mender ita periton itis atau paralys is diafrag ma.

Di sampin g itu adakah terlihat bagian dada yang terting gal dalam pernafa san. Jenis pernafasan lain adalah : Pernafasan dengan pursed lips. . Perhati kan juga apakah terdapa t pemak aian otototot bantu pernafa san.wanita yang berbed a dari pria. pernafasan seperti menghembus sesuatu lewat mulut. misalnya pada pasien PPOK dan asma. misaln ya pada pasien TBC lanjut atau PPOK.

barbiturat. pemeriksa hendaknya juga mendengar kelainan yang langsung dapat didengar tanpa bantuan alat pemeriksa : Suara batuk ( kering dan berdah ak ) menunj ukkan adanya ganggu an dalam saluran . tekanan intracranial meninggi.Pernafasan dengan mengambil nafas lewat mulut dan mengeluarkan lewat hidung. Normal : Dilakukan secara teratur dengan fase-fase inspirasi-ekspirasi yang teratur secara bergantian. Pernafasan Kussmaul : pernafasan cepat dan dalam (takipnoe disertai hiperpnoe). Pernafasan cuping hidung ( lebih terlihat pada pasien anak kecil ) B. hypoxia kronik. Pernafasan Biot : irama pernafasan yang sama sekali tidak teratur. Keadaan ini biasanya merupakan pertanda kurang baik. atau uremia. Di samping melihat keadaan-keadaan tersebut di atas. keracunan opium. Irama pernafasan i. Bentuk kelainan irama pernafasan tersebut kadang-kadang dapat ditemukan pada orang normal tapi gemuk ( obesitas ) atau pada waktu tidur. Hal ini terjadi karena terlambatnya respon reseptor klinis medulla otak terhadap pertukaran gas. misalnya pada pasien pneumonia. Terdapat pada kerusakan otak. ii. makin lama makin besar dan kembali lagi seperti tadi dan seterusnya. Sinonim : pernafasan ataxic. Terdapat pada : decompensatio cordis kiri. kemudian makin mengecil hingga apnoe ( tidak bernafas ) beberapa saat lalu mulai lagi dengan amplitude yang kecil. Terdapat pada asidosis ( misalnya pada DM tidak terkontrol dan gagal ginjal ). Abnormal : Pernafasan Cheyne – Stokes : amplitudo pernafasan mulai dari kecil makin lama makin besar sampai mencapai yang tertinggi.

bronku s / bronki olu. Terjadi karena adanya penyu mbatan daerah laring. . Suara mengi ( wheezi ng ) yaitu suara nafas berbun yi ngikk yang terdeng ar selama fase inspira si dan ekspira si karena terjadi penye mpitan jalan udara. Stridor adalah suara nafas ngorok secara teratur.

misaln ya pada tumor. Suara serak ( hoarse ness ) yang terjadi karena kelump uhan pada saraf .Stridor dapat berupa inspirat oir ( ganggu an pada saluran nafas atas ) dan ekspira toir ( gangua n pada saluran nafas bawah) . perada ngan pada trakea. atau ada benda asing di trakea.

laring atau perada ngan pita suara. pemeriksa hendaknya juga memeriksa apakah ada kelainan pada ekstremitas atas yang berhubungan dengan penyakit paru seperti : Jari tabuh (clubbi ng). pada penyak it paru suppur atif dan kanker paru Sia nosis perifer pada ujungujung kuku jari tangan menunj ukkan hipoks emia Kar at nikotin pada peroko k berat Oto t-otot . Setelah memperhatikan hal-hal di atas.

tangan dan lengan yang megeci l karena peneka nan nervus thoraci c I eloh tumor paru di apeks paru ( Sindro m Pancoa st ) Kelainan kepala yang menunjukkan gangguan pada paru seperti : m ata yang menge cil pada Sindro ma Horner sia nosis pada ujung lidah pada hipoks emia. Hal lain yang perlu diperhatikan pada gangguan paru adalah sputum ( dahak ) : sputum banyak dan purulen terdapat pada bronkiektasis .

Tentukan amplitude gerak nafas hemithorax kiri dan kanan serta bandingkan. Normal akan dirasakan sama kuatnya. fibrosis pada satu sisi. bronkiektasis. Trakea. konsolidasi. atau tumor. kanker paru. Bila mengeras pada satu sisi kemungkinan ada infiltrat. Normal amplitudonya sama. II. Bila tidak sama. atau atelektasis. atelektasis kompresif. PALPASI 1. normalnya terletak di tengah. Bila melemah pada salah satu sisi mungkin penyebabnya adalah efusi pleura. emfisema. submandibula dan kedua axilla. Bila membesar  limfadenopati yang menunjukkan terdapatnya proses di daerah paru seperti kanker paru. sudut yang dibentuk oleh kedua ibu jari pemeriksa ditetapkan. atau atelektasis obstruktif.sputum warna merah muda dan berbusa ( pink frothy ) terdapat pada oedema paru (gagal jantung) sputum berdarah ( hemoptisis ) terdapat pada penyakit tuberculosis paru. pneumothorax. Angulus subcostae : dengan kedua telapak tangan pada masing-masing arcus costae. Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada tempat-tempat yang simetris. normalnya 70o . Atau pada kedua sisi terdapat kelainan yang tidak sama.90o 2. kemungkinan terdapat emfisema. misal ‘tujuh puluh tujuh’ berulang-ulang dan getarannya pada kedua dinding thorax diraba oleh kedua telapak tangan yang masing-masing diletakkan pada hemithorax secara simetris. o Vocal fremitus Pasien diminta untuk mengucapkan kata-kata apa saja. efusi pleura. Dalam keadaan statis : Apakah ada kelenjar getah bening yang membesar di daerah supraklavikula. Dalam keadaan dinamis : o Gerak dinding thorax saat inspirasi dan ekspirasi. . Bila trakea bergerak ke kiri atau ke kanan perhatikan apakah karena pendorongan oleh tumor atau tertarik ke bagian yang sakit ( scwharte / fibrosis apeks paru oleh tuberculosis ) Diraba apakah ada penonjolan pada dinding dada.

III. Sinkron saat gerak inspirasi-ekspirasi dan teraba amat halus.o Friction fremitus Mungkin dapat teraba getaran pada dinding thorax akibat gesekan permukaan kedua pleura ( parietalis dan viseralis ) yang meradang / pleuritis. PERKUSI Teknik perkusi dinding thorax dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : Perkusi langsu ng adalah pemeri ksaand imana .

dindin g dada diketuk ringan dengan ujung jari tengah. Perkusi tidak langsu ng, bagian distal jari tengah dan telunju kdari tangan yang satu kita tempel kan dengan erat pada dindin g dada, kemudi an jari tengah tangan yang lain kita gunaka n untuk menget uk dengab n kuat jari

yang ditemp elkan pada dindin g dada.

Tujuan perkusi adalah untuk memperlihatkan keadaan pekak pada tempat dimana seharusnya ada resonansi. Macam-macam bunyi perkusi : Bunyi perkusi tympan i adalah bunyi yang amat nyarin

g seperti menget uk abdom en yang kosong . Misaln ya pada perkusi yang dilakuk an pada pneum othora x. Bunyi perkusi hiperso nor adalah bunyi perkusi yang kurang nyarin g disban ding dengan bunyi timpan i. Misaln ya pada paru yang mengal ami

emfise ma. Bunyi perkusi sonor adalah bunyi yang kurang nyarin g disban ding bunyi hiperso nor. Merup akan bunyi perkusi dindin g thorax yang normal . Bunyi perkusi redup adalah bunyi perkusi yang kurang nyarin g disban ding dengan bunyi sonor.i ni timbul pada

. Misaln ya pada paru dengan tumor yang besar atau atelekt asis. atau paru normal dengan efusi pleura.paru yang terdapa t infiltrat e atau konsoli dasi. Bunyi pekak ialah bunyi perkusi pada thorax bila jaringa n paru didala mnya tidak lagi terdapa t udara.

Pada kedua hemith orax dilakuk an secara simetri s dan asimetr is. Bunyi perkusi sonor berarti kedua hemi thorax .Pemeriksaan perkusi digunakan untuk : Memer iksa keadaa n paru dan cavum pleura.

Bunyi perkusi redup mungk in terdapa t infiltrat e. . tumor atau efusi pleura. Bunyi perkusi hiperso nor mungk in adanya emfise ma. Bunyi perkusi pekak mungk in adanya suatu tumor yang besar.berarti kedua paru dan cavum pleura dalam keadaa n normal .

Bunyi perkusi tympan i mungk in adanya pneum othora x yang besar. Norma l. batas antara bunyi sonor (paru) dan redup (hati yang . Meneta pkan batas paru hepar Perkusi dari atas ke bawah garis midcla vikular is kanan.pneum onia kecil atau kavitas dalam paru.

Bila pasien dalam keadaa n inspira si dalm maka batas ini normal nya 2 jari lebih rendah.diliputi paru) adalah pada sela iga ke IV. Meneta pkan batas paru- . Ini disebut peranja kan. dan batas redup ke pekak (hati yang tidak diliputi jaringa n paru) pada sela iga ke VI.

lambun g Perkusi dari atas kebaw ah pada garis axillari es anterio r kiri dengan pasisi pasien tegak. Batas bawah paru dan batas atas jantung nor5m alnya pada sela iga ke VIII IV. dan perut kosong . AUSKULTASI Terdapat 2 cara untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan oleh paru: Aunsk ultasi langsu ng terdiri .

dari menem pelkan telinga langsu ng pada dindin g dada Auskul tasi tidak langsu ng mengg unakan stetosk op. . Ujung membrane digunakan agar dapat mendengar suara bernada tinggi. Stetoskop mempunyai 2 macam ujung yaitu : Ujung bell digunakan untuk mendengar suara yang bernada rendah.

vesikuler tidak pada tempatnya. Suara nafas abnormal Suara nafas trakeal. Fase inspirasi:ekspirasi 1:2 Suara nafas vesikuler Barasal dari bronchus kecil/bronchiolus. Suara nafas normal Suara nafas trakeal Suara inspirasi ekspirasi di trachea (didengar di daerah leher) Fase inspirasi:ekspirasi 1:3 Suara nafas brnchial Berasal dari bronchus besar. didengar pada dada bagian tengah.didengar di seluruh daerah perifer dada. Fase inspirasi:ekspirasi 3:1 2. Keadaan ini mungkin disebabkan olehkarana bronkus/bronkiolus dan alveolus mengalami infiltrasi/konsolidasi Suara nafas vesikuler memanjang (fase ins:eks 3:2/3:3) . bronchial.Pemeriksaan ini digunakan untuk : 1.

sedang dan halus. Pernapasan cog-wheel Suara nafas tersendat-sendat pada pleuritis adhesive. 3. efusi pleura. 4. Ronkhi basah bila cairan bersifat encer dan kering bila cairannya agak kental tergantung lumennya (bronkus besar/sedang/kecil_) ronkhi basah dapat bersifat kasar. Suara nafas yang mengeras Pada keadaan infiltrasi/konsolidasi paru dan atelektasis Suara nafas amforik Seperti meniup kedalam botol kosong pada kavitas besar pada paru. Vocal resonance .Terdengar bila bronkus kecil/bronkiolus mengalami penyempitan. Suara nafas metamorphosing Inspirasi yang berubah mendadak dari halus menjadi kasar pada sumbatan bronkus yang mendadak lepas/hilang. Suara gesek pleura Karena gesekan kedua permukaan pleura. Terjadi peda perangan pada pleura. pneumo thorax. Krepitasi Suara seperti menggesek rambut dekat telinga. Suara tambahan Ronkhi Disebabkan adanya cairan di dalm lumen bronkus. atau obstuksi bronkus. karena adanya cairan pada alveolus. Suara nafas yang lemah Pada empiema. Suara nafas asmatik Ekspirasi memanjang dengan wheezing pada penderita asma bronchial.

Sama seperti vocal fremitus hanya didengarkan dengan stetoskop. . Bila vocal resonance mengeras disebut aegophoni. Bila vocal resonance mengeras disebut whispered pectoriloquy.

Tempat-tempat baik untuk perkusi dan auskultasi ditandai dengan lingkaran .

dan hanya 1/3 terletak di sebelah kanan sternum. merupakan denyut sistolik yang singkat. . atau kira-kira 7-9 cm dari garis midsternal. terlebih dahulu pemeriksa sudah dapat memperkirakan/membayangkan proyeksi posisi jantung ke dinding toraks depan. Sebagian permukaan depan (anterior) jantung terdiri atas ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang berdekatan langsung dengan dinding toraks depan. Sedangkan ventrikel kiri yang terletak di kiri dan belakang ventrikel kanan hanya menempati sebagian kecil permukaan jantung anterior. karena bagian depan ventrikel kiri inilah yang menimbulkan impuls apeks.B. Sebagian besar jantung ( 2/3 bagian) terletak pada sebelah kiri sternum. Pemeriksaan Fisik Jantung Sebelum memulai melakukan pemeriksaan fisik jantung. yang terdapat di sela iga kelima sedikit medial dari garis midklavikula kiri. tetapi bagian ini sangat penting.

kapan membuka dan menutupnya katup-katup jantung tersebut. Pemeriksaan fisik jantung meliputi : Inspek si pasien Penguk uran tekana n darah Pemeri ksaan denyut arteri Pemeri ksaan denyut vena jugular is Perkusi jantung Palpasi jantung Auskul tasi jantung Pemeri ksaan edema depend en . pemeriksa juga sudah dapat membayangkan aliran darah di dalam keempat rongga jantung.Sisi kanan jantung berasal dari atrium kanan. sedangkan atrium kiri berada di bagian posterior. Saat akan melakukan pemeriksaan fisik jantung. Bagian atas jantung terdiri dari beberapa pembuluh darah besar aorta dan arteri pulmonalis. dan tidak dapat dideteksi secara langsung.

Wajah tanpa ekspresi dengan kelopak mata bengkak dan hilangnya sepertiga luas alis dijumpai . Apakah ada xantomata? Xantomata tendo adalah massa agak kekuningan sekeras batu yang biasanya ditemukan melekat pada tendo ekstensor jari tangan adalah patognomonik untuk hiperkolesterolemia familial. Apakah pasien berada dalam distres akut? Sepeti apa pernapasan pasien? Apakah ia bernapas dengan susah payah? Apakah memakai obat pernapasan tambahan? Inspeksi Kulit Kulit dapat mengungkapkan banyak perubahan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Apakah ada sianosis? Jika ya. Inspeksi Wajah Kelainan jantung dapat pula dikaitkan dengan kelainan pada wajah dan kepala. Jari tangan dengan splinter hemorrhage pada pasien dengan endokarditis diperlihatkan pada Gambar IX D. Anemia berat. telinga letak rendah. Wajah bulat seperti bulan dan mata yang terletak berjauhan mengarah kepada stenosis pulmonal. strabismus.Pasien harus berbaring terlentang. apakah sentral atau perifer? Suhu dapat mencerminkan penyakit jantung. dan tirotoksikosis cenderung membuat kulit lebih hangat. beri-beri. Tetapi penemuan ini tidak spesifik karena ditemukan pula pada banyak keadaan lain. hidung yang menengadah. Inspeksi Kuku Sering kali. Inspeksi Evaluasi Penampilan Umum Inspeksi umum pasien sering memberikan petunjuk berharga untuk diagnosis penyakit jantung. Bagian kepala tempat tidur dapat sedikit ditinggikan jika pasien merasa lebih nyaman dengan posisi ini. Pasien dengan konsentrasi kolesterol total di atas 450 mg/100 cc dengan xantomata tendo pada permukaan ekstensor jari tangannya diperlihatkan dalam gambar IX C. Stenosis aorta supravalvula. suatu kelainan congenital. Apakah ada ruam kulit? Adanya eritema marginatum ( eritema dimana daerah kemerahan berbentuk cakram dengan tepi yang menonjol ) pada pasien demam mengarah kepada demam reumatik akut. klaudikasio intermiten berkaitan dengan rasa dingin pada ekstremitas inferior jika dibandingkan dengan ekstremitas superior. Perdarahan ini berjalan dari tepi bebas proksimal dan secara klasik dikaitkan dengan endokarditis bacterial subakut. bahkan termasuk trauma setempat pada kuku. Tendo Achilles dan tendo plantar telapak kaki juga merupakan lokasi umum untuk xantomata tendo. dan hipoplasia mandibula. dengan pemeriksa berdiri di sisi kanan tempat tidur. dijumpai bersama-sama dengan mata yang terletak berjauhan. spinter hemorrhage dapat terlihat sebagi garis kecil coklat-kemerahan di dasar kuku.

Kekeruhan kornea mungkin dijumpai pada sarkoidosis yang mungkin menjadi penyebab cor pulmonale atau gangguan miokard. Webbing dijumpai pada orang dengan sindrom Turner. Stenosisi pulmonal merupakan kelainan jantung yang menyertai keadaan ini. Pindahnya lensa mata sering dijumpai pada pasien dengan sindrom Marfan. . atau mata yang berjarak lebar. Inspeksi Konfigurasi Dada Inspeksi dada seringkali mengungkapkan informasi mengenai jantung. terutama stemosis pulmonal dan stenosis aorta supravalvular. hipertensi. harus membagkitkan kecurigaan akan hiperlipoproteinema. seringkali bilateral. dan aterosklerosis. Apakah palatumnya melengkung tinggi? Palatum yang melengkung tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan jantung kongenital seperti prolaps katup mitral. Pemeriksaan mata dapat memperlihatkan arkus senilis. suatu penyebab penting regurgitasi aorta. terlalu banyak hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga penemuan ini kurang dapat diandalkan. Inspeksi Mata Adanya plak kekuningan pada kelopak mata. Apakah ada petekiae pada palatum? Endokarditis bakterial subakut sering disertai dengan petekia di palatum seperti terlihat pada pasien Gambar X A. atau dada burung. Pectus excavatum. Hipertelorisme. yang disebut xantelasma. sering dijumpai pada pasien diatas usia 50 tahun dengan penyakit arteri koronaria yang bermakna. Individu-individu ini mungkin menderita kardiomiopati.pada hipotiroldisme. atau tanda Lichstein. yang mungkin mengalami koarktasio aorta. Pectus carinatum. meskipun lesi ini kurang spesifik ketimbang xantoma. Inspeksi Mulut Mintalah pasien untuk membuka mulutnya lebar-lebar. adalah lipatan melintang. berkaitan dengan penyakit jantung kongenital. Karena dada dan jantung berkembang pada waktu yang hampir bersamaan selama embriogenesis. Inpeksi Leher Pemeriksaan leher dapat memperlihatkan webbing. Perdarahan konjungtiva lazim dijumpai pada endokarditis infektif. juga berkaitan dengan sindrom Marfan. atau pula sindrom Noonan. Pemeriksaan retina dapat memberikan informasi yang berguna mengenai diabetes. Arkus (lihat Gambar VI A) yang dijumpai pada pasien di bawah 40 tahun harus membangkitkan kecurigaan terhadap hiperkolesterolemia. Lipatan daun telinga. Meskupun ini merupakan tanda yang berguna. atau da da cekung ke dalam. tidak mengherankan bahawa segala sesuatu yang mengganggu perkembangan dada dapat mengganggu perkembangan jantung pula. Inspeksi palatumnya. Pasien dengan xantelasma dan hiperkolesterolemia diperlihatkan dalam gambar IX F. dijumpai pada sindrom Marfan dan para prolaps katup mitral.

atau jari kaki ekstra. Sfigmomanometer terdiri dari kantong karet yang dapat digembungkan di dalam suatu penutup kain.Apakah ada gerakan jantung yang dapat dilihat? Inspeksi Ekstremitas Sebagai kelainan kongenital jantung berkaitan dengan kelainan ekstremitas. Ada beberapa fase yang terjadi secara berurutan ketika tekanan penyumbat turun. 1976). titik menghilang 65 (tekanan darah diastolik). Jari tangan yang panjang dan kurus mengarah kepada sindrom Marfan dan kemungkinan regurgitasi aorta. Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah sampai 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan sampai 95 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Pengukuran Tekanan Darah Prinsip Tekanan darah dapat diukur secara langsung dengan kateter intra-arterial atau secara tidak langsung dengan sfigmomanometer. Fase 4 terjadi bila intensitas suara tiba-tiba melemah ketika tekanan mendekati tekanan darah diastolik. Sekarang tidak ada lagi aliran turbulensi. Disamping itu perubahan tekanan darah normal terjadi . jari tangan ekstra. Fase 5 terjadi bila bunyi sama sekali menghilang. Tekanan darah sistolik adalah 125. Pasien dengan defek septum atrium mungkin mempunyai falang ekstra. Pengukuran darah secara tidak langsung meliputi deteksi timbul dan hilangnya bunyi Korotkoff secara auskultatoris di atas arteri yang ditekan. dan manometer untuk mengukur tekanan di dalam kantong karet. Pencatatan titik meredup dan menghilangnya bunyi ini seringkali membantu komunikasi. Bunyi Korotkoff adalah bunyi bernada rendah yang berasal dari dalam pembuluh darah yang berkaitan dengan turbulensi yang dihasilkan dengan menyumbat arteri secara parsial dengan manset tekanan darah. Pembuluh darah tidak tertekan lagi oleh manset penyumbat. Tekanan darah dapat dicatat sebagai 125/75-67. karena ada batas ketepatan ± 3 mmHg bagi semua sfigmomanometer. Fase 1 terjadi bila tekanan penyumbat turun sampai tekanan darah sistolik. titik meredup 75. titik meredup mungkin lebih akurat (Freis. 1968). Tetapi. Fase 2 terjadi pada tekanan kira-kira 10-15 mmHg di bawah fase 1 dan terdiri dari suara mengetuk yang diikuti dengan bising. Suara mengetuknya jelas dan secara berangsur-angsur intensitasnya meningkat ketika tekanan penyumbat turun. Titik hilangnya bunyi Korotkoff mungkin lebih cepat ketimbang titik meredupnya untuk penentuan tekanan darah diastolik (London dan London. jika titik hilangnya lebih dari 10 mmHg di bawah titik meredup. Tekanan darah sebaiknya dicatat hanya pada 5 mmHg terdekat. Fase 3 terjadi bila tekanan penyumbat turun cukup banyak sehingga sejumlah besar volume darah dapat mengalir melalui arteri yang tersumbat sebagian. bola karet untuk memompa kantong. Bunyinya serupa dengan bunyi fase 2 kecuali bahwa hanya terdengar bunyi ketukan.

yaitu titik timbulnya bunyi Korotkoff. Prosedur ini diperlihatkan dalam Gambar 11-11. Ukuran manset penting untuk penentuan tekanan darah yang tepat. Segera setelah denyut diraba. Menurut prosedur ini. arteri brakialis atau radialis kanan dipalpasi sementara manset dipompa di atas tekanan yang diperlukan untuk menghilangkan denyut nadi. Tekanan sistolik diketahui dengan timbulnya kembali denyut brakial. dan disokong kira-kira setinggi jantung. sekrup itu dibuka untuk mengurangi tekanan kantong karet dengan cepat. Manset ini harus dilingkarkan dengan sempit disekeliling lengan dengan tepi bawah 1 inci di atas fosa antekubiti. Sekrup yang dapat diputar dibuka perlahan-lahan untuk mengurangi tekanan di dalam kantong karet secara lambat. pakelah manset paha. Celah auskultasi adalah keadaaan hening yang disebabkan oleh lenyapnya bunyi korotkoff setelah muncul untuk pertama kali dan timbulnya kembali bunyi pada tekanan yang lebih rendah. Kantong manset diletakkan di atas arteri brakialis kanan. Kantong karet harus terletak di atas arteri.dari waktu ke waktu dan pengukuran sampai kurang dari 5 mmHg memberikan perasaan ketepatan yang semu. seperti ditemukan pada hipertensi dan stenosis aorta. Untuk menentukan tekanan darah sistolik secara memadai dan untuk menyingkirkan kesalahan karena celah auskulasi. Manset ini sebaiknya 20% lebih lebar ketimbang diameter ekstremitas. . Kepentingan klinis hal ini adalah tekanan darah sistolik dapat ditentukan secara keliru pada tingkat yang lebih rendah. tekanan darah mula-mula diperiksa dengan palpasi. Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan pasien berbaring dalam posisi supinasi dengan nyaman. Ini adalah tekanan darah sistolik. Jika lengan terlalu gemuk. Celah auskultasi ada sewaktu terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas. Lengan sedikit difleksikan. Pemakaian manset yang terlalu kecil untuk lengan berukuran besar akan menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih tinggi daripada sebenarnya.

Teknik Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi Tekanan darah diukur secara auskultasi di lengan kanan dengan memompa manset kira-kira 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang ditentukan dengan palpasi. Diafragma stetoskop harus diletakkan di atas arteri sedekat mungkin dengan tepi manset. Teknik menentukan tekanan darah secar auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-12.Gambar 11-11. sebaiknya diperiksakan kembali pada akhir pemeriksaan fisik. Mansetnya dikempiskan secara perlahan-lahan. Tekanan darah sistolik adalah titik dimana terdengar bunyi mengetuk pertama. sementara anda mengevaluasi bunyi Korotkoff. . Jika tekanan darahnya tinggi. ketika pasien mungkin lebih tenang. Tekanan darah sistolik. dan titik menghilangnya bunyi Korotkoff ditentukan. sebaiknya tepat di tepi bawah manset itu. titik meredup.

Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 15 mmHg atau lebih merupakan tanda hipotensi ortostatik. penentuan tekanan darah pada ekstremitas inferior penting untuk mrnyingkirkan kemungkinan koarktasio aorta. Kemudian tekanan darah diukur kembali untuk melihat adanya penurunan yang berkaitan dengan posisi duduk. Ada banyak kekacauan mengenai defenisi denyut parodoks (dikenal pula sebagai pulsus paradoksus). atau postural. Pada stenosis aorta supravalvular. Menyingkirka Kemungkinan Stenosis Aorta Supravalvular Jika hipertensi ditemukan dilengan kanan. Teknik Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi Menyingkirkan Kemungkinan Hipotensi Ortostatik Hipotensi ortostatik diperiksa dengan meminta pasien duduk sementara tekanan manset ditinggikan. Menyingkirkan Kemungkinan Tamponade Jantung Bila tekanan darah arteri yang rendah dan denyut nadi cepat dan lemah. yang ditandai dengan penurunan tekanan sistolik selam inspirasi lebih besar daripada normal. dan lakukanlah pengukuran tekanan darah dengan auskultasi. diletakkan mengelilingi aspek posterior bagian pertengahan paha. Bunyi Korotkoff ditentukan seperti pada ekstremitas inferior dengan tepi bawah tepat pada maleolus. Pada kebanyakan pasien juga terjadi peningkatan denyut jantung ketika pasiennya duduk. Stetoskop diletakkan diatas arteri tibialis posterior atau dorsalis pedis. Anda tidak perlu mengukur tekanan darah secara palpasi atau memeriksa terjadinya perubahan ortostatik. Stetoskop diletakkan diatas arteri di fosa poplitea. Menyingkirkan Kemungkinan Koarktasio Aorta Jika tekanan darah meningkat dikedua lengan. hipertensi mungkin ditemukan dilengan kanan sedangkan hipotensi ada dilengan kiri. kita perlu menyingkirkan kemungkinan tamponade jantung. . Tekanan darah sistolik ditungkai yang lebih rendah daripada di lengan mengarah kepada koarktasio aorta. terdapat perbedaan tekanan darah pada kedua lengan. lakukanlah pemeriksaan berikut ini: Pasang manset pada lengan kiri.Gambar 11-12. Tanda klinis yang berguna yang mengarah kepada tamponade jantung adalah adanya denyut paradoks yang bermakna. Pasien diminta berbaring pada perutnya sementara manset paha. Denyut paradoks harus didefenisikan sebagai penurunan normal (kira-kira 5 mmHg) dalam tekanan arteri sistolik selama inspirasi (Henkind et al. dan tentukan tekanan secara auskultasi saja. Besarnya penurunan tekanan sistoliklah yang menentukan apakah pulsus paradoksus normal atau abnormal. 1987). 6 cm lebih lebar dari manset lengan.

yang mungkin disebabkan oleh tamponade jantung. seperti diperlihatkan pada Gambar 11-13.bukan denyut radial . Secara berangsur-angsur kurangi tekanan di dalam manset sampai bunyi terdengar pada waktu ekspirasi saja. Metode ini tepat untuk kebanyakan irama teratur. Pulsus paradoksus yang berlebihan bukan merupakan fenomena spesifik untuk tamponade jantung karena juga dijumpai pada efusi perikardial yang besar. ketiga dan keempat harus diletakkan di atas arteri radialis. Dengan demikian terjadi pulsus defisit. Tamponade jantung timbul bila ada peningkatan tekanan intraperikardial yang mengganggu pengisian diastolic yang normal. Jika perbedaan di antara kedua tekanan ini melebihi 10 mmHg. Denyut Arteri Informasi berikut ini diperoleh dari palpasi denyut arteri: Kecepa tan dan irama jantung Kontur denyut itu Amplit udo denyut Penentuan Kecepatan Denyut Jantung Kecepatan denyut jantung secara rutin ditentukan berdasarkan palpasi denyut radial. Jika pasien mempunyai irama yang tidak teratur. pada perikarditis konstriktif. seperti asma dan emfisema. Jari kedua. Lanjutkan mengurangi tekanan di dalam manset secara perlahan-lahan sampai bunyinya terdengar selama inspirasi. Pompa manset tekanan darah sampai tidak terdengar bunyi. mungkin ada pulsus defisit Pada fibrilasi atrilim. yaitu perbedaan antara denyut apikal (prekordial) dengan denyut radial. Pemeriksa harus menghitung denyut selama 30 detik dan mengalikan jumlah denyut dengan angka 2 untuk memperoleh jumlah denyut per menit. seperti pada fibrilasi atrium.Teknik menentukan besarnya denyut paradoks adalah sebagai berikut: Mintalah pasien untuk bernafas senormal mungkin. hanya auskultasi jantung . . Catatlah tekanan ini. sebagian kontraksi mungkin sangat lemah dan tidak dapat menimbulkan gelombang denyut yang memadai meskipun terjadi kontraksi ventrikel. dikatakan ada pulsus paradoksus yang bermakna. banyak impuls membombardir nodus atrioventrikular dan ventrikel. Pemeriksa harus berdiri di depan pasien dan memegang kedua arteri radialis. Catat tekanan ini. dan pada keadaan yang berkaitan peningkatan usaha ventilasi. Karena lamanya periode pengisian diastolik berbeda-beda.yang akan memberikan hasil yang akurat untuk kecepatan denyut jantung. Pada kasus seperti itu.

Denyut tidak teratur secara tidak teratur tidak mempunyai pola. Bigeminus adalah denyut yang timbul sccara berpasangan. pcriksalah dengan cermat iramanya. Makin lambat kecepatannya. tidak teratur secara teratur. Jika iramanya tidak teratur. tetapi diagnosis fisik dapat memberikan sejumlah petunjuk. Denyut pertama adalah denyut sinus. Elektrokardiogram sebenarnya merupakan cara terbaik untuk mendiagnosis irama jantung. biasanya ventrikular. Irama tidak teratur secara teratur adalah denyut yang tidak teratur dalam pola tertentu. Jika denyut prematurnya timbul sangat dini . apakah ada pola dalam ketidakteraturannya itu? Irama jantung dapat dibagi menjadi teratur. atau tidak teratur secara tidak teratur.Gambar 11-13. Denyut prematur mungkin dapat dikenali dengan adanya denyut ekstra tersendiri selama suatu irama yang teratur. yang diikuti dengan denyut prematur. Teknik memeriksa denyut arteri radialis Penentuan Irama Jantung Sewaktu mempalpasi denyut arteri radialis. Anda harus mempalpasinya lebih lama.

denyut arteri karena kontraksi jantung ini mungkin tidak ditemukan jika pemeriksa memeriksa irama jantung berdasarkan palpasi saja. yang akan menyebabkan refleks penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Palpasi harus dilakukan pada bagian bawah leher untuk menghindari penekanan pada sinus karotis. berdirilah dalam posisi yang sama dan letakkan jari-jari yang sama pada trakea dan geserkanlah ke kiri untuk meraba arteri karotis sinistra. Letakkanlah jari telunjuk dan jari tengah anda pada kartilago tiroid dan geserkanlah ke arah lateral di antara trakea dan muskulus sternokleidomastoideus. Anda harus dapat meraba denyut karotis tepat di sebelah medial muskulus sternokleidomastoideus. Irama yang timbul secara sangat tidak teratur tanpa pola disebut "tidak teratur secara tidak teratur" dan merupakan denyut yang dijumpai pada pasien dengan fibrilasi atrium. Tiap arteri karotis diperiksa secara tersendiri. . Palpasi Arteri Karotis Periksalah denyut arteri karotis dengan berdiri di sisi kanan pasien. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-14. Jangan menekan kedua karotis pada saat yang sama! Setelah memeriksa karotis kanan. dengan pasien dalam posisi telentang.selama periode diastolik.

Denyut berpuncak ganda mempunyai gelombang perkusi dan tidak yang menonjol. gelombang menurun. Pemeriksa harus meletakkan tangannya dengan kuat pada arteri karotis sampai meraba kekuaten maksimal. Makin tinggi tekanan venanya. . Karena vena jugularis interna kanan lebih lurus daripada yang kiri. Denyut yang meningkat adalah denyut yang besar. yang memegang lampu senter kecil. Pada saat ini bentuk gelombang seharusnya sudah dapat diketahui Denyutnya dapat dilukiskan sebagai norma. Penentuan Bentuk Gelombang Jugular Untuk menampakkan bentuk. yang lebih mudah dilihat. Jari yang melakukan palpasi merasakan tekanan yang lemah dengan puncak yang jelas. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-15. makin rendah tekanannya. Sinar dan bayangan itu berfungsi memperbesar bentuk gelombang. makin kecil elevasi yang dibutuhkan. makin besar elevasi yang diperlukan. Vena itu sendiri tidak terlibat. pada sterum pasien dan mengarahkan sinarnya ke sisi kanan leher pasien. (Ringkasan kelainan denyut arteri dapat dilihat pada Gambar 11-29). dan lamanya gelombang itu. berkurang. meningkat. Pulsasivena jugularis interna ditemukan di bawah muskulus sternokleidomastoideus dan dapat dilihat ketika dibantarkan ke jaringan sekitarnya. kurang akurat dan jangan dipakai. Dengan berdiri di sisi kanan pasien pemeriksa harus meletakkan tangan kanannya. gelombang jugular. Sistem jugularis eksterna. Kepala pasien diputar sedikit ke kanan dan agak ke bawah untuk merelaksasikan muskulus sternokleidomastoideus. Kontur seringkali dilukiskan sebagai kecepatan gelombang menarik. dengan atau tanpa gelombang dikrotik. Kepala pasien kira-kira 250 dengan bidang horizontal. hiperkinetik. Pasien barus berbaring telentang tanpa bantal sehingga leher tidak fleksi dan mengganggu pulsasi. kuat. hanya vena jugularis intema kanan yang diperiksa. Jari yang melakukan palpasi merasakan bertambah besarnya kaki asendens dan ketukan yang kuat pada puncaknya. Bayangan pulsasi dapat ditangkap di atas kertas di belakang pasien. Teknik memeriksa pulsasi arteri karotis Memeriksa Karakteristik Denyut Arteri Karotis Arteri karotis dipakai untuk memeriksa kontur dan amplitudo denyut arteri. atau berpuncak ganca. Denyut yang berkurang adalab denyut yang kecil dan lemah.Gambar 11-14. Denyut Vena Jugularis Vena jugularis interna memberikan informasi mengenai bentuk gelombang dan tekanan atrium kanan. Gelombang denyut karotis yang normal adalah halus. Kontur adalah bentuk gelombang. dengan kaki gelombang yang menaik lebib curam dan lebih cepat ketimbang kaki gelombang yang menurun.

Teknik memriksa bentuk gelombang jugular Jika tidak ada gelombang yang terlihat. Denyut jangular harus dibedakan dari pulsasi arteri karotis. cenderung lebih jelas terlihat. pemeriksa dapat menentukan siklus jantung dengan meraba impuls karocis kiri dengan tangan kirinya. sudut elevasi kepala tempat tidur harus dikurangi. Jika vena-vena leher dapat terlihat pada batas rahang ketika pasien sedang duduk. Untuk membantu mengenali bentuk-bentuk gelombang . Perbedaan Bentuk Gelornbang Jugular dan Karotis Denyut Jugularis . Penurunannya. pemeriksa harus memperhatikan bentuk gelombang pada angulus mandibula dengan pasien dalam posisi duduk tegak. Tabel 11-16 memuat daftar perbedaan penting antara kedua denyut tersebut. Tabel 11-6. bukannnya gelombang itu sendiri.Gambar 11-15.

Mula-mula pemeriksa harus menentukan tingginya distensi vena dengan memperhatikan puncak bentuk gelombang di dalam pulsasi vena jugularis interna.. batas atas yang normal adalah 4-5 cm di atas annulus sternal. tekanan atrium kanan biasanya melbihi 15 mmHg. Rujukan standar adalah angulus manubriosternal. Pada 45 . Pada saat ini. tekanan vena biasanya normal. Pemeriksaan Refluks Hepatojugular . Kalimat pernyataannya dapat sebagai berikut: "pada elevasi 45 . Garis horizontal imaginer kemudian ditarik dari angulus sterna. kita perlu menentukan tingkat rujukan. tekanan vena biasanya normal. sehigga membuat pemeriksaan ini menjadi tidak tepat dalam meramalkan peninggian tekanan. Satu-satunya pernyataan tepat yang dapat dibuat adalah bahwa tekanan atrium kanan meninggi bila terjadi distensi vena leher sampai tepi rahang ketika pasien duduk 90 . jika pasien pada 30 . Pada setiap elevasi. Pasien yang terlihat dalam Gambar X B mempunyai distensi vena lehersamapi angulus mandibula ketika duduk tegak. Tekanan atrium kanannya adalah 21 mmHg. posisi ini dipakai untuk mengukur tekanan di dalam sistem jugularis interna. Berkali-kali telah diperlihatkan bahwa sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan ini rendah. batas atas yng normal adalah 6 cm. Usaha menentukan tekanan atrium kanan dengan manometer jungular memberikan hasil yang sangat tidak tepat.Palpasi Bentuk gelombang Kualitas Penekanan Inspirasi Internal Tidak dapat dipalpasi Multi formasi: 2 atau 3 komponen Halus berombak Bentuk gelombang hilang Tinggi gelombang Denyut Jugularis Internal Tinggi gelombang berkurang Tinggi gelombang meninggi Denyut Karotis Dapat dipalpasi Tunggal Kuat Tidak ada efek Tidak ada efek Denyut Karotis Tidak ada efek Duduk Tindakan Valsava Tidak ada efek Mengukur Tekanan Vena Jugularis Untuk menilai tekanan dalam jantung kanan. denyut jangula 7 cm di atas angulus sternal dalam posisi telentang. Bila tinggi kolom vena samam atau lebih rendah daripada angulus sternal dalam posisi telentang. Sudut elevasi kepala tempat tidur juga dihitung. Pemeriksa kemudian mengukur jarak dari angulus sternal ke garis imaginer ini.

dan ventrikel kiri. Impuls apikal. Pemeriksaan ini dikenal pula sebagi kompresi abdominal. Jika pemeriksaan ini dilakukan secara tidak tepat yaitu dengan mulut pasien tertutup. akan terjadi tindakan valsava yang akan memberikan hasil pemeriksaan refluks hepatojugular yang tidak tepat. gerakan ventrikel kanan. memukul dinding dada anterior selama kontraksi isovolumetrik. perkusi dilakukan pada sela iga ketiga. fungsi ventrikel kanan secara kasar dapat dinilai. Ini biasanya berkaitan dengan teknik yang tidak tepat. menyebabkan bertambahnya distensi vena leher. Pada beberapa keadaan klinis. arteri pulmonalis. perkusi mungkin berguna. Penekanan dilakukan selama 20-30 detik. Beberapa peneliti merasa bahwa pemeriksaan refluks hapatojugular adalah teknik dengan sensitivitas dan spesifitas rendah. Dengan menekan di atas hati. angka ketepatannya seharusnya cukup baik.Pemeriksaan yang berguna untuk menentukan tekanan vena jugularis yang tinggi adalah refluks hepatojugular. Jika dilakukan dengan tepat seperti diuraikan di atas. Palpasi Titik Impuls Maksimum . Pada gagal ventrikel kanan distensi vena leher tetap ada selama seluruh periode penekaan. Palpasi Palpasi dilakukan untuk mengevaluasi impuls apikal. ini untuk mencegah tindakan Valsava. atau titik impuls maksimum (PMI) melukiskan gerakan keluar apeks jantung ketika berotasi berlawanan arah dengan jarum jam. Kebanyakan klinikus merasa bahwa perkusi untuk memperkirakan ukuran jantung hanya sedikit membantu. keempat dan kelima dari garis aksilaris anterior kiri ke garis aksilaris anterior kanan. yang turun tibatiba kalau tangan yang menekan dilepas. Pasien dengan gagal ventrikel kanan mempunyai hati dengan sinusoid yang berdilatasi. Ini mencakup dekstrokardia dan tension pneumotoraks dada kiri. Prosedur ini dilakukan dengan pasien dalam posisi berbaring di tempat tidur. Pemeriksa meletakkan tangan kananya di atas hati di kuadran kanan atas dan melakukan tekanan yang progresif menguat. karena sensitivitas ini rendah. yang diikuti dengan penurunan tingkat akhir selama bagian penekanan. ketika dilihat dari bawah. Ada tidaknya thrill juga ditentukan dengan palpasi. bernafas biasa. Redup ini disebabkan adanya jantung. Perkusi Perkusi batas-batas jantung Teknik perkusi telah diuraikan dalam bab terdahulu. Pada keadaan-keadaan ini dapat ditemukan redup pada sisi kanan sternum. Biasanya ada perubahan dari perkusi dari sonor ke redup kira-kira 6 cm disebelah lateral kiri sternum. mulut terbuka. Respons normalnya adalah bertambahnya distensi sementara dari vena jugularis interna dan eksterna selama beberapa siklus jantung. Penekanan pada hati mendorong darah keluar dari sinusoid ini masuk ke dalam vena kava inferior dan jantung kanan.

Teknik memriksa titik impuls maksimum Titik impuls maksimum teraba pada kira-kira 70% orang normal dalam posisi duduk. dapat diperkirakan bahwa pasien tidak menderita kardiomegali. Jika titik impuls maksimum tidak dapat diraba dalam posisi duduk. Jika impuls apikal tidak teraba. garis midklavikular.Pemeriksa harus berdiri di sisi kanan pasien. maksimurn tidak berpindah ke lateral. Posisi titik impuls maksimum dalam posisi dekubitus lateral kiri harus dinilai dengan pemahaman bahwa impuls jantung normal sekarang sedikit berpindah ke kiri. Hanya ujung-ujung jari yang diletakkan di dada pada sela iga kelima. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-16. Jika pada posisi dekubitus lateral kiri titik impuls. dengan tinggi tempat tidur disesuaikan dengan kenyamanan pemeriksa. karena ujung jari paling sensitif untuk menilai gerakan setempat. penilaian pasti tidak dapat dibuat. Jika impuls apikal pindah ke lateral. pemeriksa harus menggerakkan ujung jari tangannya di daerah apeks jantung. . Titik impuls maksimum harus dicatat. Titik impuls maksimum biasanya dalam jarak 10 cm dari garis midsternal dan diameternya tidak lebih dari 2-3 cm. pasien harus diperiksa kembali dalam posisi berbaring telentang dan posisi dekubitus lateral kiri. Gambar 11-16. Palpasi titik impuls maksimum paling mudah dilakukan dengan pasien dalam posisi duduk. Titik impuls maksimum yang pindah ke lateral atau teraba dalam 2 sela iga selama fase respirasi yang sama mengarah kepada kardiornegali.

. pengembangan paru-paru yang berlebihan memindahkan titik impuls maksimum ke bawah dan ke kanan. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-17. yang cenderung lebih terbatas tempatnya. Pada pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis. Adanya impuls sistolik di sela iga kedua di sebelah kiri sternum mengarah kepada hipertensi pulmonal. Pada pasien dengan penyakit paru obstruktif menahun. pada ujung bawah sternum. tetapi hal ini dapat teraba pula pada orang tanpa hipertensi pulmonal. Adanya impuls ini mengarah kepada dilatasi arteri pulmonal. Pemeriksa memakai ujung-ujung jari untuk memeriksa adanya gerakan setempat. Rotasi ini memutar ventrikel kiri ke arah posterior dan membuatnya sulit untuk dipalpasi. dan titik impuls maksimum mungkin benar-benar dihasilkan oleh ventrikel kanan. Impuls ini disebabkan oleh penutupan katup pulmonal dengan tekanan yang meningkat. Impuls apikal yang disebabkan oleb ventrikel kanan lebih tersebar daripada yang dihasilkan oleh ventrikel kiri. pada pasien dengan pembesaran ventrikel kanan. Titik impuls maksimum pada pasien seperti itu teraba di daerah epigastrium. jantung berotasi searah jarum jam. jika dilihat dari bawah. titik impuls maksimum yang berada pada lokasi normal mengarah kepada kardiomegali. Palpasi Gerakan Setempat Sekarang pasien disuruh berbaring sehingga palpasi keempat daerah jantung utama dapat dilakukan.Meskipun titik impuls maksimum biasanya sesuai dengan apeks ventrikel kiri.

. Teknik memeriksa gerakan jantung setempat Palpasi Gerakan Umum Setelah mempalpasi dada dengan ujung jari. Teknik pemeriksaan heave diperlihatkan dalam Gambar 11-18.Gambar 11-17. pemeriksa memakai bagian proksimal tangannya untuk meraba adanya gerakan ke luar yang terus menerus pada suatu daerah yang luas. mengarah kepada ventrikel kanan yang besar. Pemeriksa kembali mempalpasi masing-masing dari empat daerah jantung utama. yang disebut heave atau lift. yaitu impuls parasternal kiri yang terus-menerus yang disertai dengan retraksi lateral. Adanya RV rock.

Ujung lidi diletakkan tepat di atas daerah itu dan dipegang oleh jari pemeriksa. Teknik memeriksa gerakan jantung umum Setiap keadaan yang memperbesar laju pengisian ventrikel selama fase awal diastol dapat menimbulkan impuls yang dapat dipalpasi yang terjadi setelah impuls utama ventrikel kiri. Gambar 11-19.Gambar 11-18. Teknik memperkuat gerakan jantung agar lebih mudah terdeteksi Palpasi Thrill . Teknik ini diperlihatkan pada Gambar 11-19. Impuls Kedua di daerah titik impuls maksimum ini biasanya teraba bersama-sama dengan S3. Ini bekerja sebagai titik tumpu. Sering kali S3 lebih mudah diraba daripada didengar. Pemakaian spatula lidah atau lidi kapas dapat membantu memperkuat secara visual apa yang telah dipalpasi. dan gerakannya diperbesar oleh gerakan lidi kapas.

seperti irama gallop atau bising karenastenosis atrioventrikular. Jika tidak pada ketinggian yang tepat. bukannya dengan ujung jari. trikuspid dan mitral. harus ditekan kuat-kuat pada kulit. lubangnya akan mengenai dinding kanal eksternal dan menurunkan intensitas bunyi jantung. Masukan daii mata kita kelihatannya paling penting. Tetapi pemeriksa tidak boleh membatasi auskultasinya pada daerah-daerah ini saja. Adanya thrill menunjukkan bising (murmur) yang kuat. Thrill paling baik diraba dengan memakai kepala tulang metakarpal. lebib baik didengar dengan diafragma. konsentrasi otak akan lebib dicurahkan kepada masukan auditoris dan bunyi yang terdengar akan menjadi lebih jelas. Jika Anda menghilangkan gangguan rangsangan visual. Palpasi thrill biasanya kurang penting karena auskultasi akan memperlihatkan adanya bising kuat yang menimbulkan thrill tersebut. Bagian telinga stetoskop harus cukup pas dengan ukuran telinga pemeriksa sehingga masih dapat dipakai dengan nyaman. Seperti dijelaskan dalam bab terdahulu. bel stetoskop harus diletakkan secara ringan pada kulit. lebib baik didengar dengan bel . Auskultasi Teknik Auskultasi yang baik memerlukan ruangan yang tenang. tempat tidur harus disesuaikan sehingga pemeriksa berada pada posisi yang nyaman. Daerah-daerah ini telah ditentukan untuk memberikan standarisasi. Setiap usaha harus dilakukan untuk menghilangkan bunyi tambahan dari radio. . Pemeriksa harus mendengarkan di daerah aorta. Jangan sekali-kali mendengarkan melalui pakaian apa saja! Auskultasi Daerah-Daerah Jantung Pemeriksa harus berada pada sisi kanan pasien sementara pasien berbaring telentang. sedangkan diafragma. tetapi juga harus cukup ketat untuk menyingkirkan bunyi eksternal. Jika bagian telinganya mengarah ke belakang. dan bising regurgitasi. Bunyi bernada tinggi.stetoskop. diikuti dengan masukan taktil. seperti penutupan katup.Thrill adalah sensasi getaran superfisial yang teraba pada kulit di atas daerah turbulensi. Masukan sensoris terpenting berikutnya adalah masukan auditoris. Oleh karena itu penemuan thrill hanya menambah informasi sedikit untuk diagnosis. thrill tidak akan dapat diraba. atau sejajar dengan arah kanan auditoris eksternal. Ini berkaitan dengan fakta bahwa otak kita dibanjiri dengan berbagai macam masukan sensoris. Jika memakai tekanan yang terlalu besar. tetapi ini merupakan suatu tanda fisik yang menarik yang harus membuat pemeriksa menjadi waspada akan apa yang akan didengar. Bagian telinga stetoskop diarahkan ke anterior. dan sebagainya. Bunyi yang lebih sulit didengar sebenarnya akan terdengar lebih kuat. Sering kali berguna jika Anda inenutup mata sementara mendengarkan bunyi jantung. kejadian sistolik. pulmonal. Bunyi bernada rendah. dan ditekankan dengan sangat ringan pada kulit. televisi. Pemeriksa seharusnya mulai pada salah satu daerah dan menggerakkan stetoskopnya sedikit demi sedikit dari satu daerah ke daerah lainnya di perikordium.

mendengarkan bising diastolik bernada tinggi kerena regurgitasi aorta pada sela iga kedua dan ketiga. membungkuk ke depan Semua daerah prekordial diperiksa ketika pasien telentang. Pasien diminta untuk mengeluarkan napas dan kemudian menahannya ketika pemeriksa dengan memakai diafragma. Kemudian pasien diminta untuk duduk tegak dan semua daerah diperiksa dengan diafragma stetoskop. jika cukup kuat. Tidak ada dinding akustik di dada. . Bising yang khas terdengar di apeks dengan penyebaran ke aksila dapat terdengar di leher. Observasi yang penting adalah untuk menentukan tempat dimana bunyi tersebut paling kuat atau paling jelas terdengar. pemeriksa harus menetukan apakah ada S3 dan S4. Posisi Auskultasi Standar Empat posisi standar untuk auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-20. Sekarang pemeriksa harus meletakkan stetoskopnya di apeks untuk mendengarkan adanya bissng diastolik bernada rendah karena stenosis mitral. Dalam contoh ini bising itu mungkin terdengar paling kuat di apeks dan aksila. pasien disuruh untuk berbaring pada sisi kiri tubuhnya.Ketika mendengarkan pada apeks dan batas sternal bawah kiri dengan bel stetoskop. Bising jantung dapat tersebar luas. yang paling baik didengar dengan bel stetoskop. Akhirnya pasien diminta untuk membungkuk ke depan. yaitu : Telentang Dekubitus lateral kiri Duduk tegak lurus Duduk. Dengan memakai cara sistematis pemeriksa mulai pada daerah aorta atau apeks dan dengan cermat mendengarkan bunyi jantung. Setelah semua daerah diperik sa. kanan dan kiri.

.

TABEL 11-7. Di samping itu. Pemeriksa harus mencurahkan waktunya pada setiap daerah sebelum melanjutkan ke daerah selanjutnya. Yang paling penting adalah anda harus memakai denyut karotis bukan denyut radial. S3 atau S4 yang berasal dari jantung kanan juga akan menguat selama inspirasi . dipakai untuk mendengarakn dearah basis Pengaruh Pernapasan Pemeriksa harus memberikan perhatian khusus kepada intesitas bunyi jantung. dipakai untuk mendengarkan semua daerah. S2 terdengar setelah denyut tersebut. tangan kiri diletakkan pada arteri karotis pasien. Ini berkaitan dengan meningkatnya aliran kembali darah yang terjadi dengan inspirasi yang mangakibatkan meningkatnya keluaran ventrikel kanan. Cara yang paling dapat diandalkan untuk mengenali S1 dan S2 adalah menentukan waktu terjadinya bunyi itu dengan mempalpasi arteri karotis. A. Pendekatan untuk Auskultasi yang Cermat Sampai pemeriksa berpengalaman dalam pemeriksaan jantung. pemeriksa harus dapat menetukan waktu peristiwa-peristiwa dalam siklus jantung. Pendekatan Auskultasi Jantung Posisi Telentang Evaluasi S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada Dekubitus lateral kiri . Posisi auskultasi. D. Ia harus mendengarkan beberapa siklus jantung pada tiap posisi untuk membuatnya yakin mengenai observasi yang dilakukan. dipakai untuk mendengarkan dengan bel stetoskop di daerah mitral. Sementara tangan kanan pemeriksa mengubah-ubah posisi stetoskop. sehingga akan terjadi kesalahan dalam penentuan waktu ini. dipakah untuk mendengarkan semua daerah. yang mencakup efek pernapasan. Bunyi yang mendahului denyut karotis adalah S1. Posisi telentang.Gambar 11-20. Kebanyakan bising atau bunyi jantung yang berasal dari jantung kanan akan menguat dengan inspirasi. Posisi duduk membungkuk ke depan. ia harus memeriksa bunyi-bunyi jantung dengan cara yang diuraikan dalam Tabel 11-7. Posisi dekubitas lateral kiri. Posisi untuk uegak. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-21. Penentuan Waktu Peristiwa-Peristiwa Jantung Untuk menafsirkan bunyi-bunyi jantung dengan tepat. B. C. Keterlambatan waktu dari S1 sampai denyut radial adalah bermakna.

Duduk tegak

aspek dengan memakai bel stetoskop S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Bising atau bunyi siastolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada basis jantung Memakai diagram stetoskop

Duduk tegak, bungkuk ke depan

Uraian Mengenai Bising Jantung Jika terdapat bising jantung, perhatian harus diarahkan kepada cirri-ciri berikut :

Waktu bising dipandang dari sudut sistol atau diastol adalah sangat penting: Apakah bising sistolik mulai timbul bersama-sama dengan, atau setelah S1? Apakah ia berakhir sebelum, bersama-sama dengan, atau setelah S2? Apakah bising itu menempati seluruh periode sistolik? Bising terjadi sepanjang sistol disebut holosistolik atau pansistolik. Bising ini mulai timbul bersama-sama dengan S1 dan berakhir setelah S2. Bising ejeksi sistolik mulai timbul setelah S1 dan berakhir setelah S2. Apakah bising itu hanya terjadi pada awal sistol, mid-sistole, atau bagian akhir sistole? Apakah bisisng itu menetap sepanjang seluruh periode sistolik. Bising seperti itu disebut holodiastolik. Di daerah mana bising paling baik didengar? Penyebaran bising dapat memberi petunjuk mengenai penyebabnya. Apakah bising itu menyebar ke aksila? leher? punggung?

meskipun kuno. III Intensit as sedang tanpa thrill .Intensitas bising digolongkan dari I sampai VI. berfungsi sebagai alat komunikasi dengan orang lain mengenai intensitas bising I Intensit as terenda h. II Intensit as rendah. berdasarkan kekuatan yang makin bertambah. sering tidak terdeng ar oleh pemeri ksa yang belum berpen galama n. Sistem penggolongan berikut ini. biasan ya dapat dideng ar oleh pemeri ksa yang belum berpen galama n.

Berkait an dengan thrill. "derajat IV/VI". VI Intensit as terkuat : dapat dideng ar sewakt u stetosk op diangk at dari dada. Tiap bising yang berkaitan dengan thrill paling sedikit mempunyai derajat IV/VI. sebagai derajat "II/VI. misalnya. "derajat II-III/VI".IV Intensit as sedang dengan thrill V Bising terkuat yang dapat dideng ar bila stetosk op diletak kan di dada. Bising dapat dilukiskan. Perlu diketahui bahwa bising derajat IV/VI lebih kuat daripada bising II/VI hanya karena ada turbulensi yang . Berkait an dengan thrill.

Tujuan Auskultasi Tujuan pada akhir auskultasi adalah agar dapat melukiskan hal-hal berikut ini: Intensit as S1 di semua daerah Intensit as S2 di semua daerah Ciriciri setiap bunyi sistolik Ciriciri setiap bunyi . Gesekan ini dapat disebabkan oleh iritasi pleura (yaitu gesekan pleura). Gesekan yang menghilang apabila pasien menahan napas berasal dari pleura. Pasien dengan gesekan perikardial biasanya mengalami nyeri dada yang berkurang dengan duduk membungkuk ke depan. dua komponen diastolik terjadi selama pengisian cepat dan kontraksi atrium. "kasar". atau "kasar seperti manggarut" (scratchy). Kualitas bising dapat dilukiskan sebagai "bergemuruh" (rumbling). "musikal". Penulisan "IV" dipakai karena ada sistem penggolongan lain yang kurang populer yang memakai hanya empat kategori. Gesekan perikardial paling baik didengar pada pasien dalam posisi duduk sementara menahan napasnya selama ekspirasi. kedua-duanya mungkin mempunyai makna klinis. Uraian Mengenai Gesekan Perikardial Gesekan friksi (friction rub) adalah bunyi ekstrakardial yang berlangsung singkat yang mempunyai sifat khas seperti bunyi gesekan pada ampelas. Gesekan perikardial khas mempunyai tiga komponen: satu sistolik dan dua diastolik.lebih besar. atau perikardium (yaitu gesekan perikardial). "meniup" (blowing). "seperi bunyi mesin" (machinery). mungkin pula tidak. Komponen sistolik terjadi selama ejeksi.

KORELASI KLINIKOPATOLOGIK Perhatian sekarang akan dipusatkan kepada perubahan patologis. Yang paling jelas adalah 4+. bekas tekanan jari akan tetap ada. tergantung pada lamanya cekungan tadi bertahan. seperti daerah pretibial. Pada pasien seperti ini pemeriksa harus memeriksa kemungkinan adanya edema di sakrum. yang menyebabkan hal-hal berikut ini: Kelainan bunyi jantung pertama Kelainan bunyi jantung kedua Systolic click Opening snap diastolic Bising jantung (murmur) Kelainan Bunyi Jantung Pertama Kelainan Intensitas Sl . seperti pada gagal jantung kongestif. daerah dependen biasanya sakruin dan bukan pretibia.diastoli k Dengan pengalaman. Pemeriksaan Edema Bila tekanan vena perifer tinggi. Splitting S2 menjadi A2 dan P2 selama inspirasi paling jelas terdengar di daerah pulmonal dengan pasien berbaring telentang. pemeriksa akan dapat mendengarkan semua bagian siklus jantung pada satu daerah dan membandingkan bunyi dan peristiwa yang terjadi dengan daerah lain. Seperti telah diuraikan di atas. dan bila jari itu diangkat. Peningkatan cairan jaringan ini menimbulkan edema yang "cekung" kalau ditekan. Pada pasien yang terbaring di tempat tidur. hal ini meningkatkan aliran balik vena dan memperlebar pemisahan A 2P2. tekanan di dalam vena disebarkan secara retrograd pada pembuluh-pembuluh yang lebih kecil. Uji adanya Edema Untuk memeriksa adanya pitting edema. selama 2-3 detik. yang mengakibatkan timbulnya edema di daerah dependen. jari ditekankan kepada daerah dependen. Pitting edema biasanya digolongkan dari 1+ sampai 4+. S1 paling kuat di apeks dan S2 paling kuat di basis. jari-jari akan terbenam ke dalam jaringan. Biasanya. Jika ada pitting edema. Terjadi transudasi cairan.

Katup mitral terbuka normal selama diastol untuk pengisian ventrikel. Ini berhubungan langsung dengan tekanan di dalam atrium kin pada saat di mana tekanan ventrikel kiri melebihinya dan menutup katup. . Katup mitral tetap terbuka lebih lama dan menutup lebih lambat ketimbang normal. Setelah bertahun-tahun. Bila katup atrioventrikular menjadi kaku karena fibrosis atau kalsifikasi. selama fase cepat kenaikan tekanan di dalam ventrikel. makin kuat komponen mitral dari S1. kontraksi ventrikel terjadi sedemikian cepatnya setelah kontraksi atrium sehingga tekanan atrium masih tinggi ketika tekanan ventrikel kiri melebihinya. ia tidak akan dapat bergerak. jarak yang ditempuhnya lebih sedikit ketimbang jarak yang ditempuh dari posisi terbuka lebar. Jika interval PR memendek. Penurunan kontraktilitas akan memperlemah S1. yang lebih membuka lagi katup mitral pada masa diastolik akhir. Katup yang mengalami defonnasi secara patologis (pada stenosis mitral) akan menghasilkan S1 yang lebih kuat atau lebih jelas. ketika katup mengalami lebih banyak kalsifikasi. Jika katup dalam posisi pertengahan. Gelombang P pada elektrokardiogram sesuai dengan kontraksi atrium. Posisi katup pada waktu kontraksi ventrikel mempengaruhi intensitas S1. Arc of coaptation adalah sudut melalui mana katup menutup. dan makin kuat S1. Makin besar terbukanya. penutupannya akan lebih kuat. sehingga S1 melemah. yang meninggikan tekanan atrium kiri (gelombang "a" pada perekaman atrium kiri). Hal itu dapat dilihat pada keadaau-keadaan di mana ada interval PR yang memendek pada elektrokardiogram. Meningkatnya kontraktilitas akan meningkatkan intensitas Sl.Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas S1 adalah sebagai berikut : Laju kenaik an tekana n ventrik el Keadaa n katup Posisi katup Jarak jantung dari dindin g dada Makin cepat laju kenaikan tekanan ventrikel kiri. makin lebar arc of coaptation. yang memperkeras S1.

St akan lebih lemah daripada normal. Pemanjangan interval PR. Keadaan-keadaan seperti regurgitasi mitral. seperti pada penutupan katup atrioventrikular yang. makin lemah S1. Tiap keadaan yang mempersingkat sistole ventrikel kiri akan membuat A2 terjadi lebih awal ketimbang normal. baik secara elektris maupun mekanis. Hipertensi meningkatkan tekanan sistolik aorta dan menimbulkan A2 yang keras dari komponen S2. akan melemah pula. Kelainan S2 yang Terpisah (Splitting) Bunyi jantung kedua yang terpisah (Splitting) secara fisiologis normal telah diuraikan pada bab mengenai anatomi dan fisiologi. fibrosis tidak menimbulkan peningkatan intensitas. Karena katup semilunar merupakan tipe katup yang secara morfologis berbeda. Bab ini akan nienguraikan splitting yang abnormal. menghasilkan S1 yang melemah sampai terjadinya dropped beat. Komponen pulmonal S2 akan diperlambat selama inspirasi dan ekspirasi. Pengisian ventrikel kanan akan diperlambat oleh blok cabang berkas kanan atau stenosis pulmonal. atau duktus arteriosus yang paten akan mempersingkat . intensitas Sl akan lebih lemah daripada normal. Pada pasien yang sangat gemuk atau menderita penyakit paruparu obstruktif kronis. keadaan yang menurunkan tekanan sistolik akan mem perlemah S2. makin panjang interval PR. akan memperlambat P2 dan menimbulkan pelebaran splitting S2. defek septum ventrikel. demikian pula akan terjadi splitting yang lebar. Sebaliknya. Kelainan Bunyi Jantung Kedua Kelainan Intensitas 2 Keadaan-keadaan yang mengubah intensitas S2 adalah sebagai berikut: Peruba han tekana n sistolik Keadaa n katup Tiap keadaan yang menimbulkan peningkatan tekanan sistolik akan memperbesar intensitas S2. fibrotik.Pada umumnya. seper[i dijumpai pada fenomena Wenekebach . sehingga akan terjadi splitting S2 yang lebar. Kalsifikasi atau fibrosis katup senulunar akan menyebabkan melemahnya penutupan katup tersebut. Pada pasien dengan efusi perikardium yang besar. Tiap keadaan yang memperlambat sistole ventrikel kanan. Bila jarak jantung dengan dinding dada menjadi lebih besar.

Keadaan lain. Selama inspirasi. memperlambat ejeksi ventrikel kiri dan menyebabkan splitting paradoks S2. Ejection click pulmonal paling baik didengar di daerah pulmonal. Ejection Click adalah bunyi bernada tinggi yang terjadi pada awal sistole pada permulaan ejeksi dan dihasilkan oleh pembukaan katup semilunar yang mengalami deformasi secara patologis. Stenosis pulmonal atau aorta dapat menimbulkan ejection click. . Tiap keadaan. P2 bergerak normal dan mendekati Sl splitting P2 . Blok cabang berkas kiri atau stenosis aorta akan memperlambat pengosongan ventrikel kiri. dan interval Sl sampai A2 akan lebih singkat ketimbang normal. tetapi jalan pintas atrium kiri ke kanan membuat volume atrium kanan tetap konstan selama pernapasan. Mungkin tunggal atau multipel. splitting lebar dan lidak berubah dengan pernapasan: Ini karena peningkatan aliran balik vena ke atrium kanan selama inspirasi secara normal meningkatkan tekanannya. tekanan atrium kanan lebih rendah. Bunyi ini tajam dan bernada tinggi. "saluran keluar" ventrikel kiri ada dua.sistole ventrikel kiri. Pada defek septum ventrikel dengan jalan pintas kiri ke kanan. Pada keadaan ini. Bila kalsifikasi bertambah. Keadaan ini memperlambat penutupan katup aorta setelah terjadinya sistole ventrikel kanan dan P2. Opening snap adalah suatu kejadian diastolik yaitu bunyi terbukanya katup atrioventrikular yang mengalami deformasi secara patologis. yang memperlambat pengosongan ventrikel kiri akan menimbulkan splitting paradoks S2. kedua faktor ini menjadi kunci dalam timbulnya splitting S2 yang lebar. P2 biasanya bergerak menjauhi S1 menuju A2. sedangkan ejection click aorta terdengar di daerah aorta. mobilitas katup berkurang dan ejection click lenyap. Ini kira-kira sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengatakan "ma-ma" dengan cepat. Keadaan -yang paling sering berkaitan dengan midsystolic click adalah prolaps katup mitral atau trikuspid. Urutan normal A2 – P2 menjadi terbalik. Splitting menetap pada S2 adalah tanda auskultasi untuk adanya defek septum atrium. Mereka timbul pada pertengahan sistole. opening snap trikuspid pada stenosis trikuspid terjadi setelah P2. Midsystolic click bukanlah ejection click. Opening snap mitral pada stenosis mitral terjadi setelah A2. Selama ekspirasi. Splittingnya dikatakan menyempit. dan posisinya dalam siklus jantung dapat berubah bergantung gerakan yang mengubah geometri ventrikel. Pelebaran selama ekspirasi ini adalah paradoks.A2 melebar. tetapi juga sistole ventrikel kanan akan memanjang.. Pada keadaan ini. tidak hanya sistole ventrikel kiri yang akan lebih singkat. oleh karena itu sistolenya akan lebih singkat. seperti gagal ventrikel kiri dan hipertensi berat. Bunyinya singkat dan terdengar seperti bunyi "klik". Dengan ekspirasi. baik elektris maupun mekanis. Opening Snap Diastolik Pembukaan katup atrioventrikular biasanya tidak menimbulkan bunyi dan terjadi kira-kira 100 mdetik setelah S2. oleh karena itu splitting normal tidak terjadi.

Bising "meniup" (blowing) terjadi kalau ada perbedaan yang besar dengan volume aliran -yang berbeda-beda. Bising ini bernada sedang dan paling baik didengar dengan diafragma stetoskop. vitas tinggi. Interval ini kira-kira 50-60 mdetik dan kira-kira sama dengan interval S2 OS yang sangat pendek. Mereka mulai segera setelah S1 dan berakhir sebelum S2. Setiap peningkatan aliran atau volume dapat menimbulkan ejection murmur meskipun katupnya normal. Ejection click karena stenosis katup semilunar mungkin mendahului bising itu. Ia mulai bersama-sama dengan Sl dan berakhir setelah S2.Interval di antara S2 dan opening snap disebut interval S2 . berkurangnya aliran melalui katup aorta yang mengalami stenosis berat dapat menimbulkan bising yang hampir tidak dapat didengar. intensitas bising ini tidak mencerminkan beratnya penyakit. Ejection murmur berbentuk wajik dan dilukiskan sebagai "kresendo-dekresendo". Ejection murmur sebagai tanda stenosis aorta merupakan penemuan dengan sensitivitas tinggi tetapi spesifisitas rendah. Sumbatan terhadap aliran atau adanya aliran dari diameter kecil ke diameter yang lebih besar akan menimbulkan turbulensi. Waktu S2 . Bising dapat pula timbul bila sejumlah besar darah mengalir melalui lubang normal. ketika tekanan ventrikel kiri turun di bawah tekanan atrium kiri. seperti terdengar pada stenosis mitral yang berat.OS akan memendek kalau beratnya keadaan ini bertambah. Ketika stenosis mitral memburuk. Bising yang "kasar" (harsh) disebabkan oleh perbedaan tekanan yang besar dan aliran yang besar pula. Tekanan di dalam atrium kiri akan meningkat. Dalam keadaan ini lubang normal relatif stenotik untuk volume yang bertambah itu. Turbulensi menyebabkan arus berlawanan (eddies) yang memukul dinding dan menimbulkan getaran yang didengar pemeriksa sebagai bising. karena Imenunjukkan arah aliran yang retrograd. Istilah "regurgitasi". Bertambahnya aliran melintasi katup aorta yang menyempit secara minimal akan menimbulkan bising yang kuat. Karena berdasarkan aliran. . Istilah ejection murmur ditujukan untuk bising yang dihasilkan oleh turbulensi melintasi katup semilunar selama sistol seperti pada stenosis aorta atau stenosis pulmonal. Istilah yang lebih disukai adalah "regurgitasi". "inkompetensi". Bising "gemuruh" (rumbling) disebabkan oleh daerah dengan perbedaan tekanan kecil yang tergantung pada aliran. Bising ini berlangsung sampai setelah S2 karena tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan atrium bahkan setelah penutupan katup semilunar.engan sensiti. dan perbedaan tekanan di antara kedua sisi katup uiitral akan bertambah.OS dan mempunyai arti spesifik dalam hal beratnya stenosis. Suatu S3-yang menunjukkan beban volume berlebihan pada ven-trikel--sering terdengar. Berusahalah mengatakan "mada" secepat mungkin. tahanan dan sumbatan terhadap alirau makin besar. Bising Jantung (Murmur) Bising jantung timbul kalau ada energi turbulen di dalam dinding jantung dan pembuluh darah. Bising ini bernada tinggi dan paling jelas didengar dengan diafragMa. Bising ini disebut holosistolik atau pansistolik. Oleh karena itu katup mitral akan membuka lebih dini ketimbang normal. Bising systolic regurgitan dihasilkan oleh aliran retrograd dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah selama sistole. seperti pada regurgitasi mitral atau trikuspid. dan "insufisiensi" sering dipakai sebagai sinonim untuk jenis bising in~. Bising holosistolik pada regurgitasi katup atrioventrikular adalah penemban d.

Pembukaannya sebanding dengan opening snappenutupannya adalah suatu S1 "prostetik". . Stenosis mitral dan stenosis trikuspid merupakan contoh bising jenis ini. Ada jeda di antara S2 dan permulaan bising. Karena katup atri ventrikular mengalami stenosis. Bunyi Jantung Sikius Jantung Bunyi Sistolik awal Ejection click Bunyi pembukaan katup pretesa aorta Sistole pertengahan/akhir Midsystolic click Rub Diastoli k awal Opening snap S3 Bunyi pembukaan katup protesa mitra Deburan tumor Diastolik pertengahan S3 Summation gallop Akhir diastolik S4 kadang-kadang Bunyi pacu jantung disebut presistolik) Pembukaan dan penutupan katup aorta prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. menyerupai tanda stenosis mitral. pengisian cepat tidak terjadi dan ada perbedaan tekanan di sepanjang diastole. Pembukaannya sebanding dengan ejection click. penutupannya adalah suatu S2 "prostetik". Bising ini bernada rendah dan paling je.k dimulai pada waktu tertentu setelah S2 dengan membukahya katup atrioventrikular. kontraksi atrium akan memperbesar perbedaan tekanan pada akhir diastole.Bising atrioventrikular diastoli. Pembukaan dan penutupan katup mitral prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. Relaksasi isovolumetrik sedang terjadi selama periode ini. jika katupnya mobil. Jika pasien mempunyai irama sinus yang normal. Bisingnya berbentuk dekresendo. Miksoma atrium yang bertangkai dapat keluar masuk cincin mitral.jas didengar dengan bel stetoskop dan pasien berbaring dalam posisi dekubitus lateral kiri. dan akan terjadi peningkatan bising pada saat ini. Bising atrioventrikular diastolik merupakan tanda yang sensitif dan spesifik untuk stenosis katup atrioventrikular. atau presistole. dan dimulai dengan opening snap.

Bising semilunar diastolik ditnulai segera setelah S2.§ Pada denyut jantung yang cepat periode diastole memendek. setelah S2 tidak ada keterlambatan sampai mulai tirubulnya bising itu. . Bising semilunar diastolik adalah suatu tanda dengan sensitivitas rendah tetapi spesifisitas tinggi. RISING SISTOLIK Stenosis Regurgitast Aorta Mitral Lokasi Daerah aorta Apeks Penyebaran Leher Aksila Bentuk Wajik Holosistolik Nada Sedang Tinggi Kualitas Kasar Meniup Tanda terkait A2 melemah S1 Ejection click S3 S4 Titik impuls maksi Tekanan denyut mum (PMI) difus sempit dan pindah ke lateral Denyut meningkat dengan perlahan dan terlambat Berbeda dengan bising atrioventrikular diastolik. seperti terdengar pada regurgitasi aorta atau pulmonal. Jika ada S3 dan Sq bunyinya mungkin "disumasi" menjadi bunyi tunggal yang disebut summation gallop. Bising bernada tinggi berbentuk dekresendo dan paling jelas didengar dengan diafragma stetoskop. dengan pasien dalam posisi duduk membungkuk ke depan.

tumpul? .TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Gejala-gejala penting penyakit jantung mencakup berikut ini: • Nyeri dada • Ketidakteraturan irama jantung (palpitasi) • Dispnea (sesak napas) • Sinkop (pingsan) • Kelelahan • Edema dependen (pembengkakan tungkai) • Hemoptisis (batuk darah) • Sianosis (kulit berwarna kebiruan) Nyeri Dada Nyeri dada mungkin merupakan gejala penyakit jantung yang paling penting. .... usus.. Telah diketahui bahwa nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan paru-paru. dan muskuloskeletal. bernapas? .. kandung empedu. rasa panas? • ..... . berbaring? . . . menggerakkan lengan atau leher?" "Bagaimana deskprisi nyerinya?• . Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut ini kepada setiap pasien dengan nyeri dada: "Di mana nyerinya?" "Sudah berapa lama Anda menderita nyeri itu?" "Apakah episode nyerinya berulang?" "Berapa lama Anda menderita nyeri itu ?" "Berapa seringAnda mengalami nyeri itu?" "Apa yangAnda lakukan untuk membuatnya lebih baik?" 'Apa yang membuat nyeri itu memburuk? . memeras? . menekan? .. .. Tetapi ia tidak patognomonik untuk penyakit jantung..

seperti ditusuk pisau? . ketika menggerakkan lengan? . Lengan kanan punggung Deskripsi "Nyeri terus menerus"... tajam? . Ciriciri yang tertera di sini merupakan ciri-ciri yang lazim ditemukan.. Daftar ini dipakai hanya dipakai sebagai petunjuk. "seperti "tumpul". "tertekan". menjepit? . menusuknusuk?" 'Apakah nyerinya timbul pada waktu beristirahat? . ditusuk-tusuk". emosi... demam? ..sikap oleh makan.. melalaukan aktivitas ftsik? .. setempat Penyebaran Lengan kiri.. waklu rriengalami stres emosional? . ..nyeri terus-menerus? .gerakan Dihilangkan Istirahat.. palpitasi? ...... berjam jam.. selama koitus?" 'Apakalt nyerinya berkaitan dengan sesak napas? . . batuk? . . nitrogliserin Apa saja oleh Angina dan nyeri dada lain mungkin timbul dalam berbagai cara. .. sesudah makan? .. difus Di bawah payudara kiri. "seperti diperas".. nausea atau vomitus? .. Pernapasao. . berhari-hari Dicetuskan Usaha fisik.dingin tubuh. ketika tidur?. .. "Tajam". "seperti di sayat" " seperti dijepit" Intensitas Ringan sampai berat Menyiksa Lamanya Bermenit-menit Beberapa detik.... berdenyut?.. rahang. batuk darah? .... Tetapi daftar ini tidak mutlak. nyeri tungkai?" Ciri-Ciri Nyeri Dada' Angina Bukan Angina Lokasi Retrosternal.

Penyebab Lazim Nyeri Dada Sistem organ Penyebab Jantung Penyakit arteri koronaria Penyakit katup aorta Hipertensi pulmonal Prolaps katup mitral Perikarditis Stenosis subaorta hipertrofik idiopatik (IHSS) Vaskular Diseksi aorta Pulmonal Emboli paru Pneumonia Pleuritis Pneumotoraks Muskuloskeletal Kostokondritis Artritis Spasme otot Tumor tulang Neural Herpes zoster Gastrointestinal Penyakit tukak Penyakit kolon Hiatus Hernia Pankreatitis .

suatu peradangan tulang tawan kosta. Herpes zoster.Kolesistitis Emosional Ansietas Depresi Sindrom Tietze. aterosklerosis koroner dan penyakit katup aorta merupakan penyebab tetsering. Pasien mungkin Penyebab Lazim Palpitasi Ekstrasistole Denyut prematur atrium (APB) Denyut prematur nodal Denyut prematur ventrikel (VPB) Takiaritmia Takikardia supraventrikel paroksismal (PSVT) Flutter atrium (AFI) . Palpitasi Palpitasi adalah sensasi tidak nyaman di dada yang berkaitan dengan berbagai macam aritmia. seraagan virus pada saraf tepi dalam distribusi dermatom. Ini adalah tanda patognomonik angina yang biasanya disebut tanda Levine. Angina pektoris merupakan gejala sejati penyakit arteri koronaria. Sangat sering pasien melukiskan anginanya dengan mengepalkan tinjunya dan meletakkannya di atas sternum. Bila nyeri dada berkaitan dengan etiologi jantung. Angina merupakan akibat hipoksia miokard yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai koroner dan kebutuhan miokard.

"berhenti". Dikenal pula sebagai kontraksi prematur ventrikel (VPC) atau kontraksi ventrikel prematur (PVC). "meloncatloncat". "denyut yang melompat".Fibrilasi atrium (AF) Takikardia atrium multifokal (MAT) Takikardia ventrikel (VT) Bradiaritmia Blok jantung Henti sinus Obat-obatan Bronkodilator Digitalis Antidepresan Merokok Kafein Tirotoksikosis Dikenal pula sebagai kontraksi prematur atrium (APC) atau kontraksi atrium prematur (PAC). penting untuk menanyakan pertanyaan berikut ini: "Berap a lama Anda sudah mengal ami palpita . Bi1a seorang pasien mengeluh palpitasi. Penting untuk ditentukan apakah pasien pernah mengalama episode yang sama di masa lalu dan apa yang dilakukan untuk menghilangkannya. mungkin berkaitan dengan sensasi "kontraksi yang kuat". "mengetuk-ngetuk". atau "tidak teratur". seperti pada regurgitasi aorta. Setiap keadaan di mana terjadi peningkatan isi sekuncup (stroke volume). Palpitasi sangat lazim dan tidak perlu menunjukkan penyakit jantung yang serius. Pasien mungkin melukiskan palpitasi sebagai "berdebar-debar".

si?" 'Apaka h serang an palpita sinya terjadi secara berula ngulang? "Jika ya. "Berap a sering? " "Kapa n dimula inya serang an ini?" "Berap a lama serang an ini 6erlan gsung? " "Bagai mana rasany a?" 'flpaka h tindaka n atau posisi tertent u mengh .

.entikan nya?" 'Elpak ah serang an ini berhen ti secara tibatiba?" 'Apaka h Anda dapat menghi tung denyut nadi Anda selama serang an?" "Dapat kah Anda menget ukkan irama tersebu t di meja ini?" 'Apaka h Anda mengal ami palpita si setelah latihan fisik berat?.. .

ketika melaku kan aktivita s fisik? . mengal ami nyeri dada?" 'Apaka h palpita si diserta i dengan muka kemera han. nyeri kepala. bila lelah?" 'Apaka hAnda pernah pingsa n selama palpita si? . .. ketika berbari ng pada sisi kiri tubulz? ... atau berkeri ..... sesuda h makan ?.

dingin ?" "Obatobatan apa yang sedang Anda gunaka n?" 'Apaka h Anda minum obat untuk paru paru Anda ?" 'Apaka h Anda minum obat untuk kelenja r tiroid? " 'Apaka h Anda pernah diberit ahu bahwa ada ganggu an pada ...ngat?" 'Apaka hAnda tidak tahan panas? .

kelenja r tiroid Anda? " "Berap a banyak teh, kopi, atau soda cola yang Anda minum setiap hari?" 'Apaka h Anda meroko k?" 'Apaka h Anda minum minum an yang menga ndung alkohol ?" 'Apaka hAnda mempe rhatika n bahwa setelah palpita siAnda harus buang

air kecil?" Di samping sebab primer kardiovaskular, keadaaan yang lazim berkaitan dengan palpitasi adalah tirotoksikosis, hipoglikemia, demam, anemia, feokromositoma, dan ansietas. Hipertiroidisme merupakan penyebab penting gangguan irama yang berasal dari luar jantung. Kafein, tembakau dan obat-obatan juga merupakan faktor penting dalam aritmogenisitas. Amine simpatomimetik yang dipakai dalam pengobatan bronkokonstriksi juga merupakan perangsang kuat untuk terjadinya aritmia. Pada pasien dengan gangguan panik dan keadaan ansietas lainnya, sensasi palpitasi dapat terjadi selama periode laju dan irama jantung yang normal. Pasien yang pernah mengalami serangan palpitasi harus ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: "Bagaimana serangan terdahulu berakhir?" "Berapa seringAnda mengalami serangan ini?" . 'Apakah Anda dapat mengakhirinya sendiri?" Jika ya, "Bagaimana caranya?" 'Apaka h Anda pernah diberit ahukan bahwa Anda mender ita sindro m WolffParkin sonWhite? "4 Dispnea Keluhan dispnea sangat penting. Pasien akan melukiskan bahwa ia "sesak napas" atau bahwa ia "tidak mendapat udara dalam jumlah yang cukup". Dispnea biasanya berhubungan dengan penyakit jantung atau paru-paru. Dispnea nokturnal paroksismal (PND) terjadi di malam hari atau bila pasien telentang. Posisi ini meningkatkan volume darah intratorakal, dan jantung yang lemah mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan beban ini; sebagai akibatnya dapat timbul gagal jantung kongestif. Pasien terbangun kira-kira 2 jam setelah tertidur, sangat sesak, sering kali batuk, dan mengurangi rasa sesak dengan berlari ke jendela untuk "mendapatkan lebih banyak udara." Episode PND relatif spesifik untuk gagal jantung kongestif.

Gejala PND sering berkaitan dengan gejala ortopnea. Ortopnea adalah keadaan di mana pasien memerlukan lebih banyak bantal untuk tidur. Penting untuk bertanya ke pada semua pasien: "Berapa banyak bantal yang Anda perlukan untuk tidur?" Untuk membantu mengukur beratnya ortopnea, dapat dinyatakan, misalnya, "ortopnea 3 bantal selama 4 bulan terakhir." Dispnea aktivitas fcsik (DOE) biasanya disebabkan oleh gagal jantung kongestif kronis atau penyakit paru berat. Penting untuk mengukur beratnya dispnea dengan menanyakan,"Berapa blok rumah yang dapat Anda tempuh sekarang ?

Sebab-sebab Umum Dispnea
Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Gagal ventrikel kiri Stenosis mitral Paru-paru Penyakit paru obstruktif Asma Penyakit paru restriktif Emboli paru Hipertensi pulmonal Emosional Ansietas Pemaparan tempat tinggi Berkurangnya tekanan oksigen Anemia Berkurengnya kapasitas pengangkut oksigen "Berapa blok rumah yang dapat Anda lalui 6 bulan yang lalu?" Pemeriksa sekarang dapat berusaha mengukur beratnya dispnea. Misalnya, "Pasien mengalami DAF 1 blok rumah selama 6 bulan terakhir. Sebelum 6 bulan yang lalu, pasien dapat berjalan melalui 4 blok rumah taripa menjadi sesak napas. Di samping itu, selama 3 bulan yang lalu pasien mengalami ortopnea 4 bantal." Trepopnea adalah bentuk jarang dispnea posisional di mana pasien dispnea berkurang sesaknya bila berbaring pada sisi kiri atau kanannya. Patofisiologi trepopnea tidak diketahui dengan baik. Sinkop

Pingsan, atau sinkop, adalah hilangnya kesadaran untuk sementara yang disebabkan oleh perfusi serebral yang inadekuat. Penting untuk menanyakan kepada pasien apa yang dimaksudkannya dengan "pingsan" atau "pusing". Sinkop mungkin berkaitan dengan penyebab jantung atau pun bukan jantung. Bila pasien menyebutkan pingsan, penting untuk menanyakan pertanyaanpertanyaan berikut: "Apa yang sedang Anda lakuka n tepat sebelu m Anda pingsa n ?" 'Apaka h Anda mender ita serang an pingsa n berula ng?" Jika ya, "Berap a sering Anda mender ita serang an ini?" "Apaka h pingsa n timbul secara

. palpita si? . mad rasa? . nyeri dada? . lapar? " 'Apaka h ada tanda pering atan . . ...tibatiba?" 'Apaka h Anda kehilan gan kesada ran?" 'Anda berada dalam posisi apa ketika pingsa n?" 'Apaka h pingsa n didahu lui oleh gejala lain? ..... bingun g?. .. nausea ?. .

Curah jantung mungkin berkurang oleh aritmia atau lesi obstruktif. stenosis subaorta hipertrofik idiopatik. Jika pasien menyebutkan palpitasi sebelum sinkop. misalnya stenosis katup aorta. Posisi pasien tepat sebelum pingsan penting karena informasi ini dapat membantu menentukan penyebab Penyebab Lazim Sinkop Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Berkurangnya perfusi serebral karena gangguan irama jantung Obstruksi keluaran ventrikel kiri Metabolik Hipoglikemia Hiperventilasi . mungkin ada penyebab aritmogenik.lain yang menunj ukkan bahwa Anda akan pingsa n?" 'Apaka h tinja Anda berwar na hitam seperti ter setelah pingsa n?" Aktivitas yang dilakukan sebelum sinkop penting karena beberapa etiologi kardiak berkaitan dengan sinkop selama aktivitas Ssik. dan hipertensi pulmonal primer.

Sinkop sinus karotis berkaitan dengan sinus karotis yang hipersensitif dan lebih sering dijumpai pada orang berusia lanjut. seperti donor darah. Beberapa mekanisme telah dipostulasikan untuk menjelaskan terjadinya hal. Hipotensi ortostatik adalah suatu bentuk sinkop postural dan disebabkan oleh keterbatasan otonom perifer. penyebabnya mungkin hipotensi ortostatik. kelemahan. atau keadaan stres. perspirasi. Keadaan ini biasanya terjadi setelah minum alkohol dalam jumlah cukup banyak. Sinkop miksi adala6 sinkop yang biasanya terjadi selama mengejan pada waktu buang air kecil di malam hari. Umumnya diterima . Ada dua macam hipersensitivitas sinus karotis: jenis kardioinhibisi (bradikardia). jika pasien pingsan setelah bangun tiba-tiba dari tempat tidur di tengah malam untuk berlari menjawab telepon. Keadaan ini sering didahului oleh nausea. Misalnya. Tahanan vaskular sistemik mendadak turun tanpa diimbangi dengan peningkatan curah jantung sebagai akibat peningkatan vagotonia. Sinkop vasovagal terjadi selama periode ketegangan emosional. rasa tidak enak di epigastrium. Tekanan darah sistemik tiba-tiba turun karena kegagalan refleks adaptif untuk mengkompensasi sikap tubuh tegak. Sinkop post-tusif biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis. dan jenis vasodepresor (hipotensi tanpa bradikardia).Hipoksia Psikiatrik Histeria Neurologik Epilepsi Penyakit serebrovaskular Hipotensi ortostatik Berkurangnya volume darah Obat antidepresan Obat antihipertensi Vasovagal Vasodepresi Miksi Refleks viseral (vasodepresor) Batuk Penyakit paru kronis Sinus karotis Respons vasodepresor terhadap sensitivitas sinus karotis sinkop. menerima kabar buruk. sehingga terjadi sinkop. atau suatu "perasaan tenggelam". Bila pasien dengan sinkop sinus karotis memakai baju dengan kerah baju sempit atau memutar lehernya ke arah tertentu. terjadi peningkatan rangsangan pada sinus karotis.ini. Sinkop vasovagal adalah jenis pingsan yang paling sering ditemukan. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik secara tiba-tiba.

.. Ada sejumlah pertanyaan lain yang sebaiknya ditanyakan kepada pasien dengan sinkop yang mengarahkan perhatian kita kepada etiologi neurologik. Penyebab tersering kelelahan adalah ansietas dan depresi.. Kelelahan Kelelahan adalah gejala umum berkurangnya curah jantung.. Mungkin terjadi pula peningkatan tekanan cairan serebrospinal yang menyebabkan berkurangnya perfusi ke otak. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut: "Sudah berapa lama Anda merasa lelah?" 'Apaka h timbul nya secara tibatiba?" "Apaka h Anda merasa lelah sepanj ang hari? . di malam hari?" "Bilam ana Anda .bahwa batuk menyebabkan peningkatan tekanan intratoraks sehingga mengurangi aliran balik vena dan menurunkan curah jantung. Pasien dengan gagal jantung kongestif dan penyakit katup mitral sering kali mengeluh lelah. di pagi hari? . Arah pertanyaan harus berusaha membedakan kelelahan organik dari kelelahan psikogenik. Keadaan lain yang berkaitan dengan kelelahan adalah anemia dan penyakit kmnis. Tetapi kelelahan tidak spesifik untuk penyakit jantung.

Mereka seringkali merasa lebih lelah di rumah ketimbang di tempat kerja. tetapi kadang-kadang menyebutkan lebih lelah di pagi hari. sangat sering dikeluhkan pasien. Pewawancara harus menanyakan: "Bilam ana Anda menget ahui pertam a kali adanya edema ?" .merasa paling lairang lelah?" 'Apaka h Anda merasa lebila lelah di rumah ketim6 ang di tempat kerja?" 'Apaka h rasa lelahny a hilang dengan beristir ahat?" Pasien dengan lelah psikogenik merasa lelah "sepanjang waktu". ketika kebanyakan pasien dengan penyebab organik merasa paling kurang sehat. Edema Pembengkakan tungkai. suatu bentuk edema dependen. Mereka mungkin merasa paling sehat di penghujung hari.

'Apaka h kedua tungkai sama bengka knya?" "Apaka h bengka k timbul tibatiba?" 'flpaka h bengka k membu ruk pada suatu waktu dalam satu hari?" 'Apaka h bengka k hilang setetah tidur malam hari?" 'Apaka h pening gian tungkai membu at bengka .

jantun g.k berkur ang?" 'Anda sedang memin um obat apa saja?" 'flpaka h ada riwaya t penyak it ginjal. edema atau sesak napas ?" 'Apaka h Anda mengal ami rasa . atau hati?" 'Apaka h Anda mengal ami sesak napas? " Jika yq "Mana yang lebih dahulu .

Keadaan ini berkaitan dengan pintas kanan ke kiri melalui patent ductus arteriosus (PDA). darah yang kurang mengandung oksigen hanya dipompa ke ekstremitas inferior untuk . Jika pasien juga mengeluh dispnea. Pada pintas kanan ke kiti yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal.nyeri di tungkai ?" 'Apaka h ada ulkus di tungkai Anda? " Jika pasien nya wanita. 'Apaka h Anda minum pil ' KB?" 'Apaka h edema berkait an dengan peruba han daur haid?" Pasien dengan gagal jantung kongestif mengalami edema simetris pada tungkai bawah yang memburuk dengan berjalannya hari. yang terletak di bawah tingkat arteti karotis dan subklavia kiri. Keadaan paling baik di pagi hari setelah tidur dengan meninggikan tungkai di tempat tidur. Ini disebut sianosis diferensial. darah di dalam arteri pulmonal melintasi PDA. Sianosis Terkadang mungkin dijumpai sianosis hanya pada ekstremitas inferior. Pada pasien dengan dispnea dan edema yang disebabkan oleh gadgguan jantung. adalah berguna untuk menentukan mana yang timbul lebih dahulu. dispnea biasanya timbul lebih dahulu sebelum terjadinya edema.

Ginjal diperdarahi oleh arteri renalis. Aorta yang berdenyut dengan diameter kira-kira 2 cm. maka arteri renalis kanan lebih panjang dari arteri renalis kiri. lambung pancreas dan usus. dapat teraba sebagai struktur digaris tengah. kecuali daerah kecil pada permukaan posterior yang melekat langsung pada diafragma. Tepi bawah hati dengan lebar normal ( 8-12 cm ) dapat dipalpasi pada sebagian orang normal yang melakukan inspirasi dalam. Kandung empedu dan porta hepatikus terletak dibawah kulit hipokondrium kanan. Akibatnya vena renalis kiri kira-kira dua kali lebih panjang dari vena renalis kanan. Hal ini menunjukan daerah nyeri tekan ginjal Duodenum dan pancreas terletak didalam abdomen bagian atas. Karena gambaran anatomis ini maka ahli bedah transplantasi biasanya lebih suka memilih ginjal kiri donor yang kemudian diputar dan ditempatkan pada pelvis kanan resipien. Ginjal adalah organ profunda retroperitoneal didaerah pinggang. Uterus dan vesika urinaria merupakan struktur-struktur digaris tengah yang biasanya tidak dapat dipalpasi kecuali kalau telah membesar. Limpa terletak dibagian posterior kanan didepan iga kedelapan. Sebagian darah masuk ke paru-paru untuk mengalami oksigenisasi dan akhirnya dipompa melalui aorta untuk menghasilkan warna kulit yang normal di ekstremitas superior. Karena aorta terletak disebelah kiri garis tengah. Normalnya tidak dapat dipalpasi Promontorium sacrum dapat dipalpasi pada pasien kurus dikutub atas sector hipogastrium selama inspirasi dalam. Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. Sudut costo vertebral adalah sudut yang dibentuk oleh batas bawah iga kedua belas dan prosesus transverses vertabra lumbalis. Kubah diafragma dimulai kira-kira pada sela iga keenam digaris midclavicula. Hati memiliki dua lobus utama. Hati memiliki dua sumber suplai darah yaitu dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta dan dari aorta melalui arteri hepatica. Ujung limpa sedikit dapat dipalpasi pada 5% pasien normal yang sudah mencapai umur akademis. dan sering kali tidak dapat dipalpasi.menimbulkan sianosis hanya pada lokasi tersebut. Sedangkan vena renalis menyalurkan darah kedalam vena cava superior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Permukaan hati diliputi oleh peritoneum viseralis. kesembilan dan kesepuluh. menonjol ketepi bawah iga kanan. PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN Anatomi Hati terletak dibawah diafragma dan dilindungi oleh iga-iga bawah. . Bagian bawah hati adalah cekung dan merupakan atap ginjal kanan. kanan dan kiri. Uterus dan Vesika urinaria yang membesar dapat dipalpasi pada simpisis pubis. Tepi bawahnya yang biasanya tipis dan halus.

Abdomen dibagi dalm sembilan regio yaitu : regio epigastrium. regio hypokondrium kanan dan kiri. dan region inguinalis (iliaca) kanan dan kiri. region hypogastrika (supra pubik). . region lumbalis kanan dan kiri. region umbilicalis.

perkusi. meteorismus. ascites. . dan retensio urine. Vesika urinaria lebih baik dalam keadaan kosong. Sebaiknya penderita bernafas melalui mulut atau diajak bercakap-cakap. Dinding perut penderita harus dalam keadaan ‘relax’. Perut yang tampak membuncit pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh obesitas. kehamilan. Pada anak-anak agak membuncit hingga masa pubertas. palpasi. Kedua tungkai jika perlu dalam keadaan fleksi pada sendi paha dan lutut. mendatar. Periksa : Bentuk abdomen Kulit dinding perut dan umbilicus Gerak dinding perut pada pernafasan Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut Bentuk Abdomen Normal simetris. dan auskultasi. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. tumor intra abdominal.Inspeksi Pemeriksaan abdomen dapat dilakukan dalam posisi pasien telentang atau tegak.

secum. lambung. Kadang-kadang. pada keadaan ini darah akan mengalir kearah bawah untuk memintasi obstruksi pada vena cava superior. Bentukperut yang seperti perut kodok yaitu buncit. Jika ditemukan didaerah supra pubis. Kelainan hati dan limpa dapat menimbulkan pembengkakan didaerah hipokondrium. Jaringan parut bekas operasi memberikan petunjuk tentang kelainan abdomen. garis hiperpigmentasi yang berjalan dari umbilicus sampe simfisis. dengan sagging pada pinggang (bila bebaring telentang). . pelvis atau retroperitoneal dapat bermanifestasi sebagai ekimosis setempat didaerah pinggang atau disekitar umbilicus. mungkin disebabkan oleh distensi kandung kemih atau pembesaran uterus. tampak perut buncit. Pada kehamilan atau adanya tumor intra abdominal. menunjukan bahwa wanita tersebut pernah hamil. Kulit Dinding Perut dan Umbilicus Kulit abdomen perlu diperhatikann secara khusus. Caput medusae adalah lingkaran vena-vena yang berdilatasi menyebar dari umbilicus dan merupakan aliran kolateral vena pada sirosis dan hipertensi portal. Tentukanlah apakah pembengkakan tersebut meliputi seluruh abdomen atau setempat saja. dan tanyakanlah riwayat penyakit yang berkaitan. atau pancreas dapat menimbulkan pembengkakan epigastrium. atau sigmoid mungkin abnormal. Keadaan ini dapat dijumpai pada orang yang kekurangan makan atau dehidrasi. Stria karena baru saja mengalami perubahan berat badan dan stria berpigmen pada sindrom cushing terlihat dengan jelas pada dinding abdomen. Kelainan ini sering ditemukan dan menunjukan kelemahan dan terpisahnya musculus rectus. Bentuk perut asimetris dapat disebabkan oleh adanya penonjolan pada salah satu sisi misalnya karena adanya tumor atau pembesran hepar/lien. Linea nigra. disertai dengan umbilicus yang tertarik kekiri dan kekanan (‘smiling umbilicus’) terdapat pada ascites. Distensi harus dibedakan dari lemak. perhatikanlah daerah anatomiknya. Ginjal. Bila pasien ascites diinspeksi dalam posisi tegak. Diastesis recti adalah suatu tonjolan digaris tengah yang dapat diperlihatkan dengan meminta pasien mengangkat kepalanya. pada posisi tegak maupun telentang perut tampak buncit tanpa ‘sagging’ pada pinggang dan tanpa ‘smiling’ pada umbilicus. umbilicus menonjol ( tidak ‘smiling’ ).Perut yang ‘schapoid’ (cekung) adalah perut dimana konturnya menyerupai lunas perahu yang turun secara tiba-tiba dari prosesus xipoideus. ovarium. Didaerah iliaka. Periksalah apakah pasien anda mempunyai jaringan parut. Jika setempat. limpa atau hati mungkin menyebabkan distensi pinggang sedangkan aorta. Perdarahan abdominal.

Pada kelumpuhan diafragma. Tapi pada obstruksi usus. Pada penderita tumor lambung pulsasi didaerah epigastrium pun akan tampak lebih menonjol. Pada tumor intra abdominal atau kehamilan. gerakan dinding perut menjadi sebaliknya. walau perut buncit umbilicus tidask menonjol. Vena kulit mungkin tampak tetapi tidak menonjol dan berkelok-kelok. pergerakan dinding perut saat bernapas juga tidak tampak. Normal tidak tampak gerak peristaltic. Arah aliran darah didalam vena pada obstruksi vena porta ialah vena yang teletak diatas umbilikus dari atas kebawah sedangkan pada vena yang terletak dibawah umbilikus dari bawah ke atas. Pada ascites yang amat besar. vana yang berdilatasi terutama vena dibagian tengah dinding perut sedangkan pada obstruksi vena cava. disebabkan oleh dilatasi venae yang mungkin disebabkan oleh adanya obstruksi vena porta (misalnya pada sirosis hati). vena yang berdilatasi adalah vena yang terdapat di daerah perifer dinding abdomen. akan tampak gerak peristaltic disebelah proksimal dari temapt obstruksi traktus digestivus. bila tampak demikian. Gerak dinding perut dalam keadaan ststis dan pada waktu bernapas. Pulsasi dapat tampak pada dinding perut di daerah epigastrium yang mungkin disebabkan oleh hipertropi ventrikel kanan atau pada orang normal yang amat kurus.. atau pernah ascites. Pada obstruksi vena cava superior. arah aliran darah dalam vena yang berdilatasi itu semua keaarah bawah. Pada pembesaran perut. sedangkan pada obtruksi vena cava interior. Pada obesitas. Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut. Juga terdapat pada keadaan dehidrasi. Pada peritonitis tidak ada pergerakan dinding perut sama sekali. maka denyut itu tampak walau pada orang yang tidak kurus sekalipun dan bersifat ekspansif berdenyut kesegala arah). umbilikus dapat menonjol. . Pulsasi tampak jelas yang berasal dari denyut aorta abdominalis yang diteruskan ke dinding perut. kulit dinding perut akan tampak tegang . Tapi bila aorta abdominalisnya mengalami aneurysma. Pada umbilikus dapat terjadi hernia atau neoplasma. licin dan mengkilap. Pada waktu bernapas normal dinding perut mengembang pada waktu inspirasi dan mengempis pada ekspirasi secara simetris. Pulsasi didaerah hipokondrium kanan dapat berasal dari hepar pada pasien yang menderrita insufisiensi katup trikusfpidalis. semua aliran darah dalam vena dari bawah ke atas. atrau obstruksi vena cava superior atau interior pada obstruksi vena porta.Kulit yang keriput menandakan bahwa dinding perut mengalami distensi seperti misalnya karena kehamilan. misalnya pada abses subdiafragma.

Abdomen – hernia Abdomen-ascites .

Abdomen.caput medusae Abdomen-obese .

atau massa dengan mempalpasi kedua sisi berlawanan struktur tersebut. Pada tiap ekspirasi abdomen turun. dimana tangan dimasukkan lebih dalam lagi.tangan yang dingin.Periksalah abdomen dengan hati-hati. mula-mula palpasilah tiap sektor dengan perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut. Perhatikanlah wajah pasien untuk melihat tanda-tanda perasaan tidak enak selama palpasi. Palpasi bimanual yang sebenarnya bermanfaat untuk mengetahui garis bentuk organ.Abdomen-hepatomegaly Palpasi abdomen Informasi yang diperoleh dengan palpasi berbeda-beda tergantung pada perhatian dan ketelitian yang dicurahkan. secara perlahan-lahan tingkatkanlah tekanan tangan yang memeriksa sampai anda puas dengan hasilnya. Untuk membantu mencapai bagian dalam abdomen. Jika ada alasan untuk mencurigai kelainan atau nyeri di suatu daerah. letakkanlah tangan lainnya pada tangan yang melakukan palpasi untuk menambah tekanan. Ujung jari tangan ditekankan dengan gerak menusuk yang cepat kedalam abdomen. Jika anda merasa perlu memeriksa lebih dalam lagi. terutama kalau abdomen tersebut besar atau penuh dengan cairan. Seorang pasien yang tegang dapat menjadi lebih santai jika sendi panggul dan sendi lututnya difleksikan dan hanya tumitnya yang berada pada meja periksa. . Dengan memakai bantalan jari-jari dan tangan yang sejajar dengan abdomen. Pemeriksa yang berpengalaman akan mengalihkan perhatian pasien selama pemeriksaan dengan membicarakan hal-hal ringan. Ballotement bermanfaat. atau pemeriksaan yang dilakukan secara sepintas lalu akan menggagalkan usaha anda. struktur vaskuler. Cara ini dapat memperlihatkan adanya massa atau pembesaran organ yang tidak dapat diketahui dengan palpasi biasa. palpasilah daerah tersebut pada saat terakhir. Ini dilakukan dari depan kebelakang melalui pinggang atau dengan menekan kedua sisi struktur tersebut di bagian anterior. dan posisi ini dipertahankan sampai ekspirasi berikutnya. mintalah pasien untuk bernafas perlahan-lahan dan dalam-dalam. yang untuk sementara memindahkan cairan yang berada diatasnya. Pada tiap daerah pemeriksaan. lemah-lembut. Palpasi yang dilakukan secara tergesa-gesa. dan tidak tergesa-gesa.

lebarnya harus ditentukan dengan perkusi. Kalau teraba. letakkan tangan kiri anda pada iga kanan bawah dan arahkanlah jari-jari tangan kanan anda ke arah bahu kanan. Pada palpasi yang dilakukan di daerah hipokondrium kanan mungkin ditemukan pembesaran hati atau kandung empedu. tajam. Pembesaran lobus kiri hati dapat melintasi garis tengah dan sampai ke hipokondrium kiri. Penarikan umbilikus kadang-kadang dapat dipakai untuk memperlihatkan peradangan peritoneum. Jika ada cairan bebas. Yang terakhir ini merupakan tanda pembengkakan yang merata. Tangan yang melakukan palpasi secara perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut ditekankan dalam –dalam ke dalam abdomen dan kemudian secara tiba-tiba dilepaskan. nyeri tekan. baik persial maupun hamper lengkap. dan lemak. Tepi hati mungkin dapat diraba pada orang normal. Kalau timbul kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit akut pada kandung empedu. Mintalah asisten anda untuk menekan garis tengah dengan pinggir tangannya. Kadang-kadang letaknya jauh sekali dari jari-jari anda yang melakukan palpasi. pasien dapat menggerenyit atau berteriak.Letakkanlah satu tangan anda di pinggang dan ketuklah pinggang yang berlawanan dengan ujung jari tangan anda. Diantara ketiga keadaan ini. nyeri tekan dapat diperlihatkan dengan palpasi dalam secara langsung dengan jari tangan anda ketika pasien sedang menarik nafas dalam. dan ditemukan sebagai suatu massa yang . Nyeri tekan pantulan adalah suatu tanda penting untuk adanya iritasi peritoneum. Pasien akan tersendat-sendat ketika ia menarik nafas dalam. Gelombang peristaltik dapat teraba dimana saja di dalam abdomen dan biasanya menunjukkan obstruksi mekanis. Secara progresif. Jika demikian. Sebagai teknik alternatif. atau tumpul. Hati yang sangat membesar lebih sering tidak di temukan ketimbang hati yang sedikit membesar. dan lakukanlah penekanan. hanya cairan yang akan menghantarkan gelombang tekanan. Palpasi dalam pada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada pasien normal. tangan yang melakukan palpasi akan merasakan adanya benturan gelombang cairan. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam ketika anda berusaha menjepit kandung empedu yang sedang meradang di antara ibu jari anda dan margo kosta.Palpasi abdomen yang menggelembung membantu dalam membedakan dilatasi usus. Pada palpasi hati. tanyakanlah dengan segera tempat iritasi maksimum. Lobus kiri hati dapat membesar dan mencapai daerah ini. Tepi hati akan terasa menyentuh ujung jari tangan anda ketika ia turun pada waktu inspirasi. Ketika peritoneum kembali ke posisi semula. anda dapat meletakkan tumit tangan kiri anda pada margo kosta dan melengkungkan jari-jari tangan anda di atas tepi hati ketika pasien sedang menarik nafas. perhatikanlah apakah tepinya tidak nyeri.Anda dapat menggetarkan hati dengan melakukan perkusi dengan telapak tangan anda pada iga dan memperlihatkan nyeri tekan di daerah hati tersebut. nyeri tekan pada kuadran kanan atas dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat. lakukanlah palpasi lebih rendah sampai anda mencapai krista iliaka. dan ia akan mengalami nyeri tekan kalau anda mempalpasi kandung empedu tersebut. Kalau hati teraba. cairan. Tanda Murphy diperoleh dengan meletakkan tangan kiri pada iga kanan pasien dan menyangkutkan ibu jari anda di atas margo kosta. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam. Demikian pula.

Keganasan intraabdomen dapat menjalar ke daerah ini sebagai Sister Mary Joseph node. Di daerah iliaka kanan sering di temukan dilatasi sekum. kira-kira di pertengahan antara umbilikus dengan spina iliaka anterior superior. seringkali anda dapat meraba ginjal kanan pada orang kurus dan. Ia akan teraba seperti massa berbentuk sosis lunak dan mungkin nyeri tekan kalau di guling-gulingkan di antara ujung-ujung jari tangan. Pada hernia.Jika anda merasa tidak pasti tentang pembesaran limpa. aorta bercabang di atas promontorium sakrum.teraba pada palpasi. Aorta abdominal terletak di bawah dan sedikit di atas dan di sebelah kiri umbilikus. yang kalau membesar dapat di tentukan garis bentuknya dengan palpasi. gulingkanlah tubuh pasien kearah anda sehingga berada dalam posisi dekubitus lateral kanan untuk mendorong organ tersebut ke arah lebih superior dan anterior. Pulsasi lateral merupakan tanda bahwa anda memang memegang kedua sisi pembuluh darah ini dan tidak di atasnya. Daerah umbilikus perlu mendapat perhatian khusus. Palpasi Hati . Sokonglah margo kosta kiri dengan tangan kiri anda dan masukkanlah secara perlahan-lahan jarijari tangan anda ke dalam daerah subkosta ketika pasien menarik nafas secara perlahan-lahan dan dalam-dalam. Demikian pula di sebelah kiri. yang dapat di palpasi kalau mengalami pembesaran patologik. limpa dan ginjal kiri. meskipun untuk kepastiannya perlu di lakukan pemeriksaan pelvis. Umbilikus lazim menjadi tempat hernia. Tekankanlah jari tangan anda ke dalam pusat. Lordosis yang menonjol dan abdomen yang tipis dapat membuat promontorium ini jelas kelihatan. Yang terakhir ini biasanya akan turun menjauhi jari-jari tangan anda ketika anda berusaha mendekati margo kosta. anda akan meraba suatu cincin fasia yang berbatas tegas di sekitar suatu depresi lunak di bagian tengah. Juga. sigmoid atau ovarium kiri dapat di temukan di daerah fosa iliaka kiri. Tepat di sebelah medialnya terdapat ovarium kanan. Pada palpasi bimanual. Mungkin sangat sulit untuk membedakan limpa yang besar dengan ginjal yang besar. Pada orang yang berusia lanjut. dan lambung terletak di antaranya dan jari-jari yang melakukan palpasi. kadangkadang. Tepat di bawah umbilikus. Hipokondrium kiri mengandung fundus lambung. satu tangan terletak di belakang dan satu lagi di depan. Pinggang mengandung ginjal. Daerah iliaka kanan mengandung titik Mc Burney – daerah dengan nyeri tekan maksimum pada apendisitis. Hipogastrium mengandung kandung kemih dan uterus. ginjal tidak bergerak pada waktu inspirasi.kutub bawah ginjal kiri. Pankreas bersilangan dengan tulang belakang di daerah ini. Palpasilah secara bimanual pada kedua sisi aorta untuk mengetahui diameter lateralnya. Pembesaran limpa paling baik di deteksi dengan palpasi yang dilakukan dengan cara yang sama seperti palpasi hati. ektasia mungkin sulit dibedakan dari aneurisma sejati.

Mulai kira-kira 10 cm di bawah tepi iga dan kemudian ke atas ke arah tepi iga-iga. saat penderita bernapas agak dalam.Palpasi dengan jarijari yang fleksi pada sendi metakarpofala ngea dengan sisi telunjuk sejajar dengan hati. Lukiskan posisi tepi hati dalam cm di bawah tepi iga pada garis midklavikular. Raba tepi hati untuk menentukan : K o n s i s t e n s i R e g u .

Bila .l a r a t a u i r e g u l a r N y e r i t e k a n P u l s a s i Perkusi tepi atas dan tepi bawah hati setelah palpasi untuk memastikan kelainan yang dijumpai.

Palpasi tepi bawah kea rah bawah. hati mungkin meluas ke hipogastrium.hati tidak teraba dan hipokondrium kanan pekak. Bila hati membesar: K e r a s I r e g u l a r ? M e t a s t a s i s T i d a k .

n y e r i t e k a n M e m b e s a r K e r a s l i c i n T i d a k n y e r i t .

e k a n ? S i r o s i s M e m b e s a r ? L i m f o m a L i c i n ? G a g a l j .

a n t u n g k o n g e s t i f N y e r i t e k a n ? A l k o h o l M e m b e s a r .

baringkan penderita pada sisi kanan dengan lengan kiri tergantung bebas di depan dan raba kembali pada inspirasi dalam. Sifat-sifat dari limpa : . sedikit membesar. Bila limpa tidak teraba.Bila terdapat kecurigaan bahwa limpa. palpasi 10 cm di bawah pinggir iga pada hipokondrium. Minta penderita untuk menarik napas dalam. lakukan ke atas kea rah iga-iga.? I n f e k s i Limpa Seperti pada hati. untuk mendorong limpa ke bawah sehingga dapat di palpasi. periksa daerah pekak dari limpa dengan perkusi-limpa dapat membesar hingga ke daerah hipogastrium.

T e m p a t B e n t u k ( ? c e k u n g a n ) T i d a k d a p a t m e r a b a b .

a g i a n a t a s n y a B e r g e r a k p a d a r e s p i r a s i P e k a k p a .

d a p e r k u s i Lukiskan seperti pada hati. Limpa sangat membesar : ? L e u k e m i a m y e l o i d k r o n i k ? M i e l o .

penyakit polikistik. Konsistensi-feses mungkin mencekung (indented) dengan penekanan. Ukuran. Bentuk. Massa Palpasi dengan abdomen Bila di temukan massa.f i b r o s i s Ginjal Palpasi bimanual Dorong ke atas dengan tangan kiri pada sudut ginjal dan raba ginjal dari anterior dengan menggunakan tangan kanan. Ginjal yang besar mungkin menunjukkan suatu tumor. Nyeri pada ginjal sering bila terdapat infeksi. lukiskan : Tempat. Minta penderita untuk bernapas dalam supaya ginjal berada di antara kedua tangan. teliti seluruh . atau hidronefrosis.

mungkin normal pada penderita kurus atau aneurisma besarekspansif-bruit. Pemeriksaan palpasi abdomen : Tepi hati Ujung limpa Semua massa Perhatikan nyeri tekan Nyeri pantulan Defense musculare . Bila dengan mudah teraba. Pekak pada perkusiterutama penting dalam penentuan apakah usus terdapat di depan massa. Pulsasi-penyebaran pulsasi dari aorta atau pembengkakan yang berpulsasi. Apakah berubah setelah defekasi atau miksi? Aorta Palpasi pada garis tengah di atas umbilikus untuk massa yang berpulsasi.Terfiksasi atau dapat di gerakkan-apakah bergerak pada respirasi? Nyeri tekan.

Palpasi dalam dada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada orang normal. Pasien yang mengalami nyeri tekan dapat menegangkan otot-otot perutnya secara volunteer atau involunter.Pemeriksaan gelombang kalau perlu Penemuan-penemuan lazim pada palpasi abdomen untuk cairan Nyeri tekan setempat atau umum harus dibedakan. karena akan timbul nyeri tekan yang jelas. demikian pula palpasi aorta dan daerah hipogastrium pada banyak wanita. sedangkan defense musculare yang sejati atau rigiditas tidak berada di bawah kendali kesadaran. Ingatlah bahwa lobus kiri hati normal dapat mencapai epigastrium dan menjadi massa yang dapat di palpasi. . Nyeri tekan pantulan adalah tanda penting peradangan peritoneum yang biasanya menyertai Defense musculare sejati dan rigiditas. Dalam keadaan seperti itu. Pada keadaan ini. yang secara refleks menyebabkan spasme pada otot-otot abdomen. daerah yang sakit akan teraba seperti kayu atau papan. Ini adalah daerah di mana peritoneum melekat pada kulit tanpa di halangi oleh otot. Abdomen yang benar-benar kaku menunjukkan peradangan peritoneum di bawahnya. Penegangan otot-otot perut yang terjadi secara volunter dapat di atasi dengan mengalihkan perhatian pasien. penarikan umbilikus dapat membantu menentukan adanya peritonitis. Jangan kacaukan dengan varian normal.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tekniknya sama seperti pada perkusi thoraks. mulailah perkusi di garis tengah dan bergeraklah ke kedua pinggang.Perkusi abdomen Seperti di tempat-tempat lainnya. Cairan bebas menunjukkan usus yang mengandung udara terapung-apung di bagian paling atas. dan cairan peritoneal yang terlokalisir . Udara tersebut mungkin berada di dalam gelung usus yang mengalami distensi atau terdapat bebas di dalam abdomen. Bersama-sama dengan cara-cara lainnya. Gulingkanlah tubuh pasien ke sisi lainnya dan ulangi. Massa dengan timpani menunjukkan pembesaran ginjal. Jari pasif yang di letakkan dengan hati-hati di abdomen di ketuk oleh jari pleksor dengan ketukan stakato. Jika tepi hati telah teraba di hipokondrium kanan. Perkusi di daerah epigastrium dan hipokondrium kiri menimbulkan bunyi timpani karena adanya gelembung gas di dalam lambung. Ada dua sumber kesalahan potensial. Pembesaran limpa yang ringan bermanifestasi sebagai perubahan timpani menjadi pekak ketika sela iga terbawah di perkusi dan pasiennya menarik nafas dalam – tanda perkusi limpa. memberikan petunjuk yang jelas. ada atau tidak adanya timpani. Pekak yang berpindah menunjukkan asites.Lebarnya berbeda-beda dari pasien ke pasien. Pembesaran limpa dan ginjal dapat lebih di bedakan dengan bantuan perkusi. Ingatlah bahwa fleksura lienika kolon terletak di belakang limpa tapi di depan ginjal. bersama-sama dengan massa yang dapat di palpasi. Nyeri pekak pantulan dapat diperoleh dengan perkusi dan juga dengan palpasi. Hal ini di sebut shifting dullness. di garis aksila anterior. Timpani menunjukkan udara. Tandailah dengan pena anda tempat di mana resonansi berubah menjadi pekak. tetapi ukuran yang melebihi 12 cm mungkin abnormal. Perkusi memastikan dan memperjelas banyak penemuan pada palpasi. Pekak limpa seringkali di temukan di antara sela iga kesembilan dan kesebelas. dan kenyataan ini di manfaatkan dengan perkusi. anda harus menentukan apakah ia benar-benar membesar atau hanya terdorong ke bawah. Pada pasien yang berbaring. perkusi menggambarkan batas-batas statik antara jaringanjaringan dengan kepadatan yang berbeda-beda. Adanya massa tanpa timpani di kuadran kanan atas mengarah pada pembesaran limpa. lokasi timpani dapat menentukan tempat obstruksi. Lakukanlah perkusi pada paru-paru anterior yang resonan dan bergeraklah ke bawah sampai pekak hati menunjukkan batas atas. Kadang-kadang perpindahan usus yang relative tidak mengandung udara akan memberikan hasil positif palsu.Jarak antara garis-garis yang di buat ketika pasien telentang dan ketika tubuhnya di gulingkan menunjukkan jumlah cairan karena permukaan cairan akan selalu rata. dan bunyi serta resistensinya di perhatikan. Seringkali terisi dengan udara. Gulingkanlah tubuh pasien ke salah satu sisi dan ulangilah prosedur itu pada sisi yang lebih rendah.

Meskipun demikian.akan memberikan hasil negative palsu. Pada keadaan ini di jumpai dua petunjuk : pertama. Sekarang cairan akan tergenang di umbilikus. Pada kasus asites yang meragukan. dan usus yang resonan terdorong ke bawah dan lateral – tepat kebalikan asites bebas. Kista ini dapat berukuran besar sekali dan terlihat sebagai distensi abdomen yang sangat menyolok. di mana anda akan dapat menemukan daerah yang pekak. dan kedua. Pemeriksaan perkusi abdomen : Ukuran hati dan limpa M a s s a P e m e r i k s a a n p i n d a h n y a p e k a k . cairannya trdapat di dalam suatu ruang tertentu. Suruhlah pasien untuk berdiri di atas empat anggota tubuhnya. berusahalah menemukan puddle sign (tanda genangan). umbilikus tidak menonjol keluar. pekak cairan tetap terdapat di bagian anterior pada pasien yang berada dalam posisi berbaring. Contoh khas keadaan yang terakhir ini adalah kista ovarium.

k a l a u p e r l u Penemuan-penemuan pada perkusi abdomen Perkusi memastikan penemuan-penemuan yang di peroleh dengan palpasi. dan timpani menunjukkan adanya gas. Pekak alih menunjukkan adanya asites. . pekak yang menetap menunjukkan massa.

Bising usus didengarkan bila terdapat .Auskultasi Abdomen Auskultasi ialah salah satu dari bagian pemeriksaan fisik. Sumber suara abdomen mencakup peristaltik dan struktur vaskuler. Auskultasi sebaiknya dilakukan sebelum palpasi atau perkusi agar tidak merangsang timbulnya peristaltik. Pemeriksaan auskultasi yang dilakukan pada abdomen adalah pemeriksaan: Bising usus: Bising usus disebabkan bunyi udara dan cairan dalam usus yang bergerak karena peristaltik usus. Perubahannya adalah dalam hal intensitas. frekuensi berkaitan dengan kecepatan gelombang. dengan cara mendengarkan suara melalui stetoskop. Aktivitas peristaltik memancarkan berbagai macam suara bergelembung ketika permukaan antara air dan udara berubah dengan adanya gelombang kontraksi. Auskultasi memberikan infromasi tentang kejadian dinamik. frekuensi dan nadanya. Intensitas berkaitan dengan kekuatan peristaltik. dan nada berhubungan dengan ketegangan dinding visera.

Bila peristaltik meningkat seperti pada diare atau gastroenteritis bising usus terdengar 10-15 kali per menit. Arterial bruit terdengar pada fase sistolik jantung bersamaan atau tepat setelah ictus cordis. Aorta abdominalis paling baik didengar tepat diatas . Setiap arteri besar dalam abdomen dapat menjadi sumber bising. Bila selama 3-10 menit tidak terdengar sekalipun bising usus. menyempit atau berkelok.tanda abnormal. Arterial bruit juga harus bisa dibedakan dengan bising jantung yang menyebar dan berasal dari jantung. keadaan ini disebut "silent abdomen". Dengarkan pada seluruh abdomen dengan stetoskop diafragma kira-kira 10-15 detik atau 1 menit. misalnya terdapat pada peritonitis dan ileus paralitikus. misalnya nyeri abdomen. Normal bising usus akan terdengar 13 kali per menit. Peristaltik usus halus cenderung bernada tinggi ketimbang gemuruh panjang kolon yang bernada rendah. Pada Obstruksi usus memberikan bising usus hiperaktif atau berdenting. Arterial bruit:Berasal dari arteri.menunjukan aliran turbulen didalam pembuluh darah yang berdilatasi. didapat nyeri kolik disertai dengan bising usus yang meningkat dan amat nyaring. Pada obstruksi usus.

Paling sering terdengar di daerah umbilikalis atau daerah hepar. Venous hum: Lebih halus terdengarnya daripada arterial bruit dan nadanya lebih tinggi. Bising arteri lienalis penting karena stenosis arteri renalis mungkin merupakan penyebab hipertensi. Gejala-gejala abdomen daerah Keluhan pada abdomen dapat berkaitan dengan kelainan lokal atau dapat disebabkan oleh penyakit sistemik. Bunyi gesek yang terdengar didaerah hati mungkin dijumpai pada hepatoma. Terdapat beberapa gejala atau kumpulan gejala yang karakteristik pada suatu penyakit yang sering merupakan masalah bagi pasien untuk memperoleh pertolongan medis. tapi mungkin juga terdengar karena pasien menderita sirosis hepatic dengan hipertensi portal. Friction rub: Bunyi ini sama kedengarannya seperti bunyi gesekan pleura atau pericardial. arteri hepatica di hipokondrium kanan. atau cholesystisis. Terdengar sepanjang fase sistolik maupan diastolic jantung.pembuluh darah di epigastrium. Mungkin terdengar di daerh hati atau lien. arteri lienalis di hipokondrium kiri. Bunyi gesek yang terdengar di daerah lien mungkin disebabkan oleh peradangan atau infark limpa. tapi terdengar bersamaan dengan inspirasi dan ekspirasi. . Venuos hum mingkin berasal dari vena cava orang normal.

tumor. Sehingga diperlukan tehnik anamnesis yang spesifik untuk menyamakan persepsi. mual. penyakit tiroid. rasa penuh/begah dan rasa panas di dada/epigastrium. kembung. dan bahkan pada satu pasien pun keluhan dapat bervariasi dari segi jenisnya ataupun kualitasnya dari waktu ke waktu. Fungional: dyspepsia dispepsianon-ulkus. Etiologi Gangguan pada lumen saluran cerna: tukak peptik. Tidak jarang pula satu gejala medis tertentu diekspresikan secara berbeda-beda. penyakit jantung koroner. dengan yang mendengarkan. gastritis. Penyakit sistemik: diabetes melitus. nonsteroid. dan saluran empedu. sosial.Gejala atau kumpulan gejala tersebut tak jarang menimbulkan persepsi atau interpretasi yang berbeda diantara yang mengeluh. rasa cepat kenyang. diantaranya: DISPEPSIA Merupakan kumpulan gejala/simtom atau sindrom yang terdiri dari keluhan nyeri ulu hati. Pendekatan Diagnostik Anamnesis akurat untuk menilai apakah keluhan ini local atau berdasarkan gangguan sistemik. dalam hal ini dokter. sendawa. fungsional atau DIARE . pancreas. Sindrom dyspepsia ini secara garis besar dapat disebabkan oleh gangguan lokal atau sistemik serta oleh gangguan yang bersifat organik atau fungsional. Obat-obatan: anti-inflamasi antibiotic. teofilin. bergantung latar belakang pendidikan . Penyakit pada hati. tanda peritonitis. organomegali. dalam hal ini pasien . Pemeriksaan fisis untuk mengindentifikasi kelainan intralumen yang padat misalnya massa intraabdomen. muntah. Keluhan ini tidak perlu selalu semua ada pada setiap pasien. Dibawah ini terdapat beberapa simtom yang sering dikeluhkan oleh pasien didaerah abdomen. digitalis. atau budaya pasien.

konsistensi feses menjadi cair. Bakteri: yang memproduksi enterotoksin (S.perfringens. mual. Salmonella sp.Diare adalah meningkatnya frekuensi buang air besar.aureus dalam bentuk keracunan makanan. Bila diare dalam bentuk bercampur darah. sangat mungkin merupakan keracunan makanan yang disebabkan toksin bakteri. E.coli. Secara praktis dikatakan diare bila frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi cair. Yersinia). Bila muntahnya sangat mencolok. tidak ada darah. biasanya mempunyai gejala feses benar-benar cair. Pendekatan Diagnostik Pada umumnya diare akut disebabkan infeksi atau toksin bakteri.coli). harus dipikirkan kemungkinan diare karena C.kembung. Inflammatory bowel disease. Diare digolongkan keadaan akut atau bila telah terjadi lebih dari 2 minggu digolongkan dalam diare kronik. Iskemia intestinal. V. lender dan disertai demam. Diare Akut Etiologi Virus Protozoa: Giardia lamblia.aureus. nyeri perut terutama daerah umbilicus (karena kelainan terutama daerah usus halus). biasanya disebabkan oleh virus atau S. Adanya riwayat pemakaian antibiotika yang lama. dan muntah. C. Diare yang terjadi tanpa kerusakan mukosa usus (non-inflammatory) dan disebabkan oleh toksin bakteri (terutama E. Travelers diarrhea merupakan kejadian daire pada wisatawan.diffficile. Entamoeba hystolitica. Colitis radiasi. C. biasanya disebabkan oleh kerusakan mukosa usus yang ditimbulkan oleh .cholera. dan perut terasa mules ingin buang air besar. Adanya makan makanan tertentu (terutama makanan siap santap) dan adanya keadaan yang sama pada orang lain.difficile) dan yang menimbulkan inflamasi mukosa usus (Shigella.

laksatif katartik.lamblia. Diare sekretorik: terjadinya sekresi intestinal yang berlebihan dan berkurangnya absorpsi menimbulkan diare yang cair dan banyak. magnesium sulfat). Pada umumnya diare akut bersifat sembuh sendiri dalam 5 hari dengan pengobatan sederhana yang disertai rehidrasi. Hal ini terjadi pada intoleransi laktosa. obat (antacid). obstruksi limfatik. Penyebab yang klasik adalah irritable bowel syndrome. harus diwaspadai kemungkinan suatu keganasan saluran cerna (terutama tumor kolon). biasanya disebabkan diare osmotic Adanya penurunan berat badan yang bermakna. Diare inflamatorik: disebabkan oleh factor inflamasi seperti inflammatory bowel disease. nematode usus atau pada keadaan immunocompromized. Diare Kronik Etiologi Pada umumnya etiologi diare kronik dapat dikelompokkan dalam 4 kategori patogenesis terjadinya. Malabsorpsi: pada umumnya disebabkan oleh penyakit usus halus. . reseksi sebagian usus. Salmonella atau amebiasis.invasi Shigella. Pendekatan Diagnostik Bila dengan puasa diare berkurang. Daerah yang terkena adalah kolon.hystolitica. obat laksatif (laktulosa. Pada umumnya disebabkan tumor endokrin. dan pertumbuhan bakteri yang berlebihan. E. Infeksi kronik: seperti G. malabsorpsi garam empedu. diare osmotic: disebabkan oleh osmolalitas intralumen usus lebih tinggi dari dalam serum. defisiensi enzim pancreas. Anamnesis yang akurat pada umumnya akan mendekatkan kita pada kemungkinan patogenesisnya. Diare karena gangguan motilitas: hal ini disebabkan transit usus yang cepat atau justru karena terjadinya statis yang menimbulkan perkembangan bakteri intralumen yang berlebihan.

gagal ginjal kronik. Disfungsi otot dinding dasar pelvis. megakolon. penyekat kalsium. pseudo-obstruksi kronik. Penyakit sistemik: hipotiroidisme. sensasi tidak puasnya buang air besar. kurang minum. alumunium hidroksida. Pendekatan Diagnostik Anamnesis yang akurat untuk mendeteksi adanya penurunan berat badan. harus mengejan. suplemen besi dan kalsium. striktur. Obat-obatan: antikolinergik. kebiasaan buang air besar yang buruk. peristaltic usus dan tidak boleh dilupakan adalah colok dubur. Etiologi Pola hidup: diet rendah serat. terdapat rasa sakit. kurang olah raga. abses perineum. pendarahan saluran cerna.KONSTIPASI Konstipasi adalah persepsi gangguan buang air besar berupa berkurangnya frekuensi buang air besar. Dalam praktek sehari-hari dikatakan konstipasi bila buang air besar berkurang dari 3 kali seminggu atau lebih dari 3 hari tidak buang air besar atau dalam buang air besar harus mengejan secara berlebihan. Pemeriksaan fisis untuk menilai keadaan sistemik dan local. kodein). riwayat keluarga kanker. opiate (morfin. neuropati autonom. lesi medulla spinalis. atau feses keras. NYERI PERUT . terutama tanda adanya massa intra abdomen. Kelainan stuktural kolon: tumor. pola buang air besar sebelumnya. diabetes mellitus. Penyakit neurologis: Hirschprung. Idiopatik: transit kolon yang lambat. hemoroid. Disepakati bahwa buang air besar yang normal frekuensinya adalah 3 kali sehari sampai 3 hari sekali.

Ujung saraf nyeri pada organ padat seperti hati dan ginjal terbatas pada kapsula-nya. inflammatory bowel disease. Regangan kapsula organ: hepatitis. dyspepsia fungsional. colitis infeksi. infark miokard dan paru dan lainnya. Dapat berasal dari nyeri viseral abdomen akibat rangsang mekanik (seperti regangan. iskemia).jadi rasa nyeri timbul bila ada regangan karena pembesaran organ. spasme) atau kimiawi (seperti inflamasi. Sedangkan nyeri peritoneum parietal lebih bersifat tajam dan lokasinya lebih jelas. esofagitis. Obstruksi visceral: Ileus obstruksi. pielonefritis. Kelainan mukosa viseral: tukak peptik. Nyeri viseral ini bersifat tumpul.Nyeri perut dapat merupakan variasi kondisi dari yang sangat ringan sampai yang bersifat fatal. trauma muskuloskletal. apendistis. divertikulitis. kolesistitis. Gangguan motilitas: irritable bowel syndrome. kista ovarium. peritonitis. pankreatitis. Ekstra abdominal: herpes. Etiologi Inflamasi peritoneum parietal: perforasi. kolik bilier atau renal karena batu. Referred pain dapat dijelaskan pada keadaan di mana serat nyeri viseral dan serat somatic berada pada satu tingkat di susunan saraf spinal. Gangguan vascular: iskemia atau infark intestinal. rasa terbakar dan samara batas lokasinya. Pendekatan Diagnostik Berdasarkan lokasi nyeri: .

apendisitis menimbulkan rasa nyeri tumpul dan menetap. kolik ginjal. rasa panas seperti pada esofagitis. gi Pankreas. duodenu Ginjal. Pada dasarnya harus dibedakan rasa nyeri kolik seperti pada obstruksi intestinal dan bilier. kolon Pancreas. tukak peptic. gaster. Sedangkan pada nyeri kronik lbih sulit menentukannya karena banyak factor psikologis yang turut berperan. ovarium.ap Kualitas nyeri: perlu diketahui kualitas rasa nyeri tersebut. Appendik.Lokasi nyeri Kuadran kanan atas Kuadran kanan bawah Kuadran kiri atas Kuadran kiri bawah Difus Dugaan sumber Hepar. pankreastitis akut. Factor yang mencetuskan dan factor yang meringankan nyeri: nyeri perut yang dapat . gaster. di mana ekspresi bahasa tidak sama untuk menggambarkan rasa nyeri. rasa nyeri yang bersifat tumpul seperti pada batu ginjal. ileus obstruksi. Usus halus. Kantung empedu. intensitas nyeri relative dapat diurut berdasarkan intensitas nyeri yang paling hebat sampai ke relative ringan sebagai berikut. Hal ini tidak mudah. aorta. kolesistitis. Intensitas nyeri: pada keadaan akut. gastroenteritis. apendisitis. perforasi ulkus. rasa seperti diremas pada kolesistitis. terutama di Indonesia. dan esofagitis.

rasa nyeri berkurang setelah buang air besar. Harus juga ditelusuri gejala sistemik lain yang menyertainya. Pada penyakit kolon. Nyeri pada penyakit pancreas sering terjadi setelah makan. . dan juga pada iskemia intestinal.diringankan dengan minum antacid dapat diperkirakan menderita tukak peptic (terutama tukak duodenum).

Anatomi Alat Reproduksi Alat reproduksi wanita dibagi menjadi 2: Alat genitalia externa dan Alat genitalia interna. Pada wanita umumnya batas atasnya melintang sampai pinggir atas simfisis. Alat Genitalia Externa Mons veneris adalah bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada wanita dewasa ditutupi oleh rambut kemaluan. PEMERIKSAAN FISIK GENITALIA A. Pemeriksaan fisik Genitalia wanita 1. dan terisi oleh jaringan lemak.Dugaan sumber penyakit berdasarkan lokasi nyeri. sedangkan ke bawah sampai ke sekitar anus dan paha. lonjong mengecil ke bawah. Ke bawah dan ke belakang kedua labia . Labia mayora terdiri atas bagian kanan dan kiri.

korpus klitoridis. kanan dan kiri oleh kedua labia minora. Vulva kurva berbentuk lonjong dengan ukuran panjang dari muka ke belakang dan dibatasi di muka oleh klitoris. Alat Genitalia Interna .mayora bertemu posterior. dan di belakang oleh perineum. Klitoris kira-kira sebesar kacang hijau dan terdiri dari glans klitoridis. dan membentuk kommisura Labia minora adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam dari labia mayora. Bulbus vestibuli sinistra et dextra terletak di bawah selaput lendir vulva. Perineum yang terletak antara vulva dan anus. dekat ramus os pubis. panjangnya rata-rata 4 cm. Introitus vagina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. dan dua krura yang menggantungkan klitoris ke os pubis.

dibawahnya terdapat jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. kardinale . Bentuk vagina sebelah dalam yang berlipat-lipat disebut rugae. Arteria vesikalis inferior yang memberikan darah ke bagian sepertiga tengah vagina. Ligamentum infundibulo-pelvikum. korpus uteri. Epitel vagina terdiri dari epitel gepeng tidak bertanduk. Vagina mendapat darah dari: Arteria uterina yang memberikan darah ke bagian sepertiga atas vagina. Arteria hemoroidalis mediana dan Arteria pudendus interna yang memberikan darah ke bagian sepertiga bawah vagina. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Ligamentum latum. Ligamentum rotundum. dan serviks uteri. Ligamentum sakro-uterina. Uterus ini sebenarnya terapung-apung dalam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamenta yang menyokongnya. Ligamenta yang menyokongnya adalah: Ligamentum (Mackenrodt). Uterus terdiri dari fundus uteri. Uterus berbentuk seperti buah advokat atau buah peer yang sedikit gepeng ke arah muka belakang. di tengah-tengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Di vagina tidak didapatkan kelenjarkelenjar bersekresi.Vagina adalah suatu penghubung antara introitus dan uterus.

Di bagian anterior. Jika dapat dilihat. Usahakanlah agar pasien tetap santai dengan memberitahukannya tentang setiap bagian pemeriksaan dan mengajaknya berpartisipasi sepanjang pemeriksaan dilakukan. dan genitalia externa untuk melihat adanya peradangan dan anatomi abnormal. periksalah himen. dan vestibulum vagina. pars ismika. Pembuluh darah ini berasal dari Arteria iliaka interna (Arteria hipogastrika). ulkus. Pembuluh darah lain yang memberi darah ke uterus adalah Arteria ovarika sinistra et dextra.Uterus diberi darah oleh Arteria uterina sinistra et dextra yang terdiri dari ramus asenden dan ramus desenden. 2. Tuba falloppii terdiri atas pars interstisialis. membengkak dan nyeri tekan. Posisi litotomi merupakan posisi yang terbaik untuk melakukan pemeriksaan. Periksalah dengan inspeksi rambut pubis. pars ampullaris. dan infundibulum. kelenjar parauretral. Di samping uretra. Wanita pada umumnya mempunyai dua ovarium kiri dan kanan. Carilah jaringan yang meradang dan pengeluaran sekret. perineum. Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm. lebar dan tebal kira-kira 1. Pastikan bahwa pasien baru saja buang air kecil. terdapat meatus uretra. Di bawah klitoris di garis tengah. atau pembesaran. kelenjar bartolin. periksalah klitoris yang ditutupi kedua labia mayora untuk melihat tanda-tanda iritasi. kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi .5 cm. Pemeriksaan Pelvis Pemeriksaan pelvis yang dilakukan oleh seorang dokter pria harus ditemani oleh asisten wanita.

Selain itu. lakukanlah penekanan ke arah posterior dan masukkan spekulum dalam posisi vertikal. antara tangan pada vagina dan tangan pada abdomen dan untuk mengkombinasikan palpasi vagina dan rektum dengan palpasi abdominal. Rabalah dinding vagina sambil anda terus memasukkan jari anda lebih dalam dan kalau jari anda telah menyentuh serviks. Pemeriksaan bimanual dilakukan dengan tujuan untuk meraba uterus dan adneksa. Pertama. Visualisasikanlah serviks dan dinding vagina. maka perhatikan konsistensi serviks dan adanya lesi-lesi yang telah ada sebelumnya. untuk menggambarkan organ-organ yang terdapat dalam rongga pelvis. perhatikan adanya perasaan nyeri atau pergerakan serviks. Satu atau dua jari tangan vaginal kita basahi dengan bahan pelicin dan dengan hati-hati kita masukkan ke dalam introitus vagina. Kemudian letakkan jari anda ke forniks . lakukan penekanan ke arah posterior dan putarlah spekulum tersebut dan bukalah. lumasi spekulum dengan air lalu masukkan jari-jari tangan yang memakai sarung tangan.Lanjutkan dengan pemeriksaan spekulum.

Perhatikan kedudukan.posterior dan dengan tangan anda yang lain. Setelah melakukan pemeriksaan bimanual. nyeri tekan. angkatlah serviks dan uterus ke atas agar anda dapat meraba kedua tangan anda. lakukan palpasi pada garis tengah abdomen kirakira sepertiga jarak ke umbilikus. dan mobilitas uterus. konsistensi. ukuran. bentuk.sfingter ani dan kompetensinya. B. maka lakukan pemeriksaan gabungan rekto-vaginal untuk menilai tonus m. dan untuk menemukan adanya hemoroid dan penyakit rektum lainnya. Pemeriksaan Fisik Genitalia Pria Anatomi Genitalia Pria Penis Batang penis dibentuk oleh 3 kolumna dari jaringan erektil pembuluh darah yaitu korpus spongiosum ( berisi uretra) dan 2 . Kalau anda telah selesai melakukan pemeriksaan ini. perhatikan jari rektal anda akan kemungkinan adanya darah dan warna tinja. Kemudian dengan mempergunakan jari vaginal.

Normalnya meatus uretra terletak di ventral dari ujung glans Skrotum Skrotum adalah suatu kantong yang terdiri dari 2 kompartemen yang berisi testis. Kelenjar Prostat Prostat merupakan struktur glandular yang terletak di dalam pelvis. Kantong skrotum merupakan suatu kantong kulit. Testosteron tersebut yang akan menstimulasi pertumbuhan genetalia dan perkembangan sex sekunder. sisi kiri tergantung lebih rendah daripada sisi kanan pada kebanyakan pria dan lebih tinggi daripada sisi kanan pada beberapa pria. Korpus spongiosum membentuk bulbus penis yang berakhir pada glans dan bagian yang melebarnya (corona). otot polos dan fasia yang terletak posteroinferior terhadap dasar batang penis.korpora kavernosa. glans ditutup oleh preputium dimana smegma terkumpul. epididimis dan kumpulan struktur secara selektif yang dikenal dengan korda spermatika. limfatik dan suplai saraf. struktur ini terdiri dari vas deferens. Dua lobus lateral dan lobus posterior dari prostat dapat dinilai melalui dinding rektum. . Sedangkan letak uretra adalah di ventral dari batang penis. Testis sendiri berfungsi menghasilkan spermatozoa an testosteron. Setiap bagian dari kantong yang terbagi ini terdiri dari testis. arteri dan vena. sekitar 2 cm dorsal terhadap simfisis pubis. Kantong skrotum tidak simetris. Pada laki-laki yang belum disirkum.

terutama penilaian untuk hernia inguinalis. Pemeriksaan Fisik Genitalia Eksterna Gaya berat mempermudah pemeriksaan genital pria. pembedahan. Pasien diminta untuk berdiri dan pemeriksa duduk berhadapan dengan pasien. orgasme. Klinisi selalu menggunakan sarung tangan untuk memimpin pemeriksaan. gangguan pada inervasi persyarafan. Daerah inguinal dan genital seluruhnya terpapar. menurunnya androgen dan psikogenik. Keluarnya cairan dari penis bisa disebabkan oleh gonococcal bila cairannya berwarna kuning dan non gonococcal uretritis bila cairannya berwarna jernih atau putih. Gangguan ereksi disebabkan faktor psikogenik. gangguan neurologik. baik dengan Meminta pasien untuk mengangkat dan memegang gaunnya. ejakulasi Cairan yang keluar dari penis atau lesi di penis Skrotum : Nyeri. menurunnya aliran darah pada sistem arteri hypogastrik. orientasi seksual Respon seksual : Libido.Riwayat kesehatan Gejala yang perlu ditanyakan adalah : Fungsi seksualnya. atau menurunkan celana dalamnya sampai lutut . dan juga disebabkan oleh disfungsi endokrin dan efek samping obat. bengkak dan lesi Menurunnya libido disebabkan faktor psikogenik seperti depresi. menurunnya hormon testosteron. Ejakulasi dini disebabkan oleh obat.

tidak dapat dikembalikan sampai bisa terjadi oedem. perhatikan adanya retraksi prepusium atau anjurkan pasien untuk meretraksi. Sedangkan parapimosis adalah prepusium yang melekat di mana sekali prepusium ditarik. jaringan ikat. Prepusium ( kulit depan) Bila belum disirkum. . langkah ini penting untuk mengetahui adanya chancre atau carsinoma Pimosis adalah suatu prepusium yang melekat di mana prepusium tidak dapat ditarik melampaui glansnya. Glans Perhatikan adanya ulcus. K u l i t Perhatikan kulit sekitar dasar penis apakah ada ekskoriasi. inflamasi dan perhatikan juga rambut pubis Ekskoriasi genital biasanya disebabkan oleh kutu atau skabies b. nodul atau tanda inflamasi.PENIS Inspeksi Inspeksi penis meliputi : a .

karena riwayat atau adanya sekresi yang terlihat. periksa adakah tandatanda peradangan atau sekret. perbaiki letak preputium.Balanitis adalah radang pada glans sedangkan balanoposthitis adalah radang pada glans dan prepusiumnya Hipospadia adalah kelainan kongenital di mana meatus terletak pada inferior penis Meatus uretra Periksa posisi meatus uretra . Setelah inspeksi glans. tidak ditemukan sekret. Caranya adalah dengan menekan glans di antara dua jari. korona dan meatus uretra. Jangan sentuh meatusnya kecuali jika biakan diindikasikan. Buka meatus uretra sehingga meatus terbuka dan memungkinkan kita melihat cairan yang keluar dari meatus. Normalnya. . jari telunjuk di atas dan ibu jari di bawah.

Atau bila perlu kita melakukannya sendiri. adanya nyeri dan indurasi. tebal dan mempunyai rugae kasar. memberi kesan adanya striktur uretra atau karsinoma. Indurasi di sepanjang permukaan ventral penis. sehinnga cairan bisa terdorong keluar melalui meatus uretra dan taruh di slide kaca untuk pemeriksaan kultur. perhatikan adanya kulit kemerahan. Rasa nyeri sekitar daerah indurasi berarti adanya suatu peradangan periuretra. akibat sekunder dari striktur uretra. Palpasi Palpasi adanya abnormalitas pada penis. Kulit kantong skrotum biasanya lebih hiperpigmentasi dibandingkan dengan tempat lain. maka suruh dia melakukan gerakan mengurut penis dari pangkal penis ke glans.Jika pasien mengatakan adanya cairan keluar dari uretra tetapi anda tidak melihat. Bagian skrotum kiri biasanya lebih panjang daripada yang kanan sebagai akibat dari korda spermatika kiri yang lebih . kista epidermoid dan kemungkinan kanker kulit. SKROTUM DAN ISINYA Inspeksi Inspeksi skrotum meliputi: Kulit Lipat ke atas untuk melihat bagian permukaan posterior.

Adanya pembengkakan skrotum yang nyeri dapat disebabkan epididimitis akut. Bentuk perabaan dari skrotum Catat adanya pembengkakan. hernia inguinal indirect. Kantong skrotum memberikan respons terhadap rangsangan luar dan sebagai contoh dapat terlihat berkontraksi dan menebal jika ruangan dan tangan pemeriksa dingin atau pasien gelisah. P a .panjang sehingga menyebabkan skrotum tidak simetris. Skrotum yang bengkak dapat disebabkan oleh . dan skrotum yang bengkak. orkhitis akut. benjolan keras dan vena-vena. hernia inguinal strangulasi Palpasi a . kemungkinan adanya cryptorchidism( undescensus testikulorum). Adanya gangguan perkembangan skrotum pada satu atau dua sisi. hidrokel.

.l p a s i m a s i n g m a s i n g t e s t i s d a n e p i d i d i m i s Palpasi masingmasing testis dan epididimis.

bentuk. Adanya nyeri ringan pada nodul dalam pada testis ada kemungkinan suatu kanker testikuler b. dan rasa nyeri serta rasakan adanya nodul. Pembengkakan dari skrotum dan testis dapat dievaluasi secara transiluminasi. Carilah perubahan sinar yang berupa warna merah. sinari bagian belakang skrotum dari arah belakang ke massa yang dituju. . Cari adanya nodul atau pembengkakan. Caranya denganm menggelapkan ruangan.menggunakan ibu jari dan dua jari pertama Catat ukuran. Penekanan pada testis normalnya menimbulkan rasa nyeri viseral dalam. telusuri dari epididimis sampai permukaan kanalis inguinalis. konsistensi. Palpasi masingmasing korda spermatika(saluran sperma) dan vasdeferens Palpasi korda spermatika termasuk vasdeferens.

Suruh pasien untuk berbaring. gunakan tangan kanan untuk sisi kanan pasien dan tangan kiri untuk sisi kiri pasien.HERNIA a. yang paling sering. Adanya tonjolan menunjukan adanya hernia PALPASI Untuk mencari hernia inguinalis. adalah lemahnya integritas cincin abdominal melalui daerah dimana isi korda spermatika keluar dari kavun pelvis (hernia indirek). mulai dengan titik yang cukup rendah sehingga jari-jari anda mempunyai cukup mobilitas untuk meraih kanalis inguinalis sejauh mungkin. tertawa atau maneuver Valsava dapat menyebabkan tonjolan. Hernia inguinalis Terdapat dua tempat yang menunjukkan hernia inguinalis.Batuk . Segitiga tersebut letaknya sedikit di atas dan lateral pons .Tekan kulit skrotum dengan jari telunjuk. INSPEKSI Observasi daerah inguinal untuk memeriksa adakah tonjolan. Pertama adalah defek kongenital dekat tuberkel pubis (hernia direk) dan kedua. Ikuti korda spermatika ke atas sampai di sebelah atas ligamentum inguinalis dan temukan segitiga pintu dari kanalis inguinalis eksterna.

Suruh pasien untuk menejan atau batuk lagi. b. Transiluminasi massa skrotum. Apabila ada hernia maka massa hernia akan tersentuh jari kita Untuk mengevaluasi hernia femoralis. Lihat adanya pembengkakan atau rasa nyeri . Pemeriksaan pada hernia scrotalis Inspeksi Jika menemukan pembesaran massa skrotum yang besar. Bila cincin kanalis melebar. Caranya dengan menyruh pasien untuk mengejan dan batuk. maka anjurkan pasien untuk tidur terlentang. Dengan jari.pubis. Dengan posisi tersebut diharapkan massa akan kembali sendiri ke dalam abdomen. cari lokasi dari cincin kanalis sebelah luar. Jika massa tersebut masuk. tempatkan jari-jari pada sebelah anterior paha di regio kanalis femoralis. hal ini adalah kemungkinan adanya hernia. sorotan lampu yang dikonsentrasikan. Dengan ruang digelapkan . maka massa tersebut adalah suatu hernia. memungkinkan jari telunjuk anda masuk ke dalam dan bila mungkin ikuti alur dari kanalis inguinalis ke arah lateral sedikit obliq. (dari lampu kecil atau cahaya transiluminasi sinus) dipegang di belakang massa yang dipalpasi dan . Pemeriksa menaikkan penis dengan tangan yang tidak dominan agar seluruh skrotum tampak.

jika jari dapat masuk berarti suspek hidrokel Auskultasi Dengarkan massa dengan stetoskop. Palpasi Masukkan jari di atas massa di dalam scrotum.ditunjukan secara anterior. Piuria merupakan respon tubuh terhadap terjadinya radang di dalam saluran kemih. baik hidrokel atau spermatokel. jika terdengar bunyi usus berarti suatu hernia. Kegagalan massa untuk mentransmisikan cahaya menunjukkan bahwa itu jaringan padat. transmisi dari sorotan lampu malalui massa menunjukkan adanya kista yang mengandung cairan. . Keadaan ini dapat disebabkan stenosis meatus eksternus atau striktur uretra. tetapi jika terdengar bising usus berarti suatu hidrokel Keluhan-keluhan yang sering dijumpai pada genitourinarius pria : Sulit buang air kecil Sulit buang air kecil atau disuria adalah tanda peradangan saluran kemih bagian bawah.

hernia. Inkontinentia urin adalah ketidakmampuan pasien untuk menahan pengeluaran urin secara volunter. didapatkan pasien hipertrofi prostat. Distensi kandung kemih menyebabkan penuhnya perut bawah dan suprapubis dengan keinginan kuat untuk buang air kecil. Nyeri di lipat paha dapat disebabkan oleh patologi di korda spermatika. atau bertambahnya volume urin.Perubahan frekuensi dan volume urin Terjadi pada inkontinentia dan polakisuria. pelvis ginjal. Nyeri Terjadi jika ada peregangan secara tiba-tiba pada ureter. bila terjadi secara berangsur biasanya tidak nyeri. Nyeri pada testis dapat disebabkan penyakit testis atau pada epididimitis. Dorongan urin yang sedemikian kuatnya menyebabkan timbul inkontinentia. Nyeri tumpul di sudut kostovertebral berkaitan dengan pegangan kapsul ginjal yang terjadi tiba-tiba. pasiennya gelisah dan tidak nyaman dalam posisi apa aja. Dilatasi ureter bagian bawah dapat menyebabkan nyeri alih pada skrotum. Sistitis menyebabkan seringnya buang air kecil oleh karena iritasi mukosa kandung kemih. Hipertroft prostate merupakan penyebab tersering berkurangnya kapasitas kandung kemih yang dapat dipergunakan. limfadenitis. yang disebabkan oleh pielonefritis akut dan hidronefrosis obstruksi. nyeri pada distensi ureter sangatlah hebat. atau kelenjar prostat. testis. Biasanya disebabkan berkurangnya ukuran kandung kemih. Nyeri spasmodik seperti kolik karena dilatasi ureter bagian atas dapat menyebabkan nyeri alih pada testis yang sama. . Pembesaran ini dirasakan sakit bila melalui proses yang tiba-tiba. atau kandung kemih. herpes zoster atau kelainan neurologis. iritasi dinding saluran kemih.

kebanyakan pembesaran bersifat unilateral. hernia. bila ada pada seluruh urin menunjukkan letak perlukaan di atas kelenjar prostat dan bila didapatkan 10-14 hari post ISPA bias berarti GNA. pada akhir berkemih pada uretra posterior. Pembesaran skrotum yang nyeri dapat disebabkan oleh peradangan akut epididimitis atau testis. torsi korda spermatika. . atau hernia strangulata. Warna merah juga bias disebabkan pemakaian obat piridium. spermatokel. varikokel. Pembesaran skrotum Bengkak dalam skrotum dapat berkaitan dengan pembesaran testis atau epididimitis. atau hidrokel. Varikokel sering menyebabkan ketidaksuburan. rifampicin. zat warna pada tumbuhan dan makan bit secara berlebihan.Urin berwarna merah Gejala yang penting yang harus dievaluasi karena sering menyebabkan hematuria. Hematuria merupakan petunjuk adanya penyalit serius pada saluran kemih. Pembesaran testis dapat disebabkan oleh peradangan atau tumor. Hematuria yang terjadi pada awal berkemih menunjukkan letak di uretra anterior.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful