You are on page 1of 18

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam praktek klinik, seorang dokter akan sering menjumpai peristiwa interaksi obat di mana aksi dari suatu obat berubah oleh karena pengaruh obat yang lain yang diberikan secara bersamaan atau hampir bersamaan. Kepentingan untuk membahas masalah interaksi obat tidak lepas dari kenyataan kebiasaan dalam praktek pengobatan, di mana umum sekali untuk memberikan obat lebih dari satu secara bersamaan kepada pada seorang penderita atau yang sering disebut sebagai polifarmasi. Interaksi obat tidak selamanya merugikan, tetapi jika kemungkinan terjadi interaksi ini dan tidak diwaspadai pada waktu memberikan obat pada pasien, maka terjadinya dampak negatif yang merugikan akan lebih besar. Pengaruh interaksi beberapa macam obat yang kita konsumsi secara bersamaan, atau yang lebih dikenal dengan istilah interaksi obat, merupakan salah satu kesalahan pengobatan yang paling banyak dilakukan saat ini. Namun, biasanya kesalahan pengobatan karena interaksi obat jarang terungkap, karena kekurangpengetahuan, baik dokter, apoteker, apalagi pasien tentang interaksi obat. ika terjadi kegagalan pengobatan, umumnya sangat jarang dikaitkan dengan interaksi obat. Padahal kemungkinan terjadinya interaksi obat ini cukup besar, terutama pada pasien yang mengonsumsi lebih dari ! macam obat pada saat yang bersamaan. Pada saat ini lebih dari "! jenis obat baru dilempar ke pasar setiap tahunnya. Dan, tampaknya hampir mustahil jika seorang dokter atau apoteker harus menghafalkan dan menguasai masalah interaksi obat dari sekian ribu macam obat yang beredar sekarang ini. #leh sebab itu. setiap pusat pengobatan modern, apakah itu rumah sakit, puskesmas atau praktek dokter pribadi, dan juga apotek, sebaiknya atau bahkan seharusnya memiliki akses paling tidak ke salah satu pusat data interaksi obat. $gar berbagai macam obat yang diberikan kepada pasien dapat diperhitungkan terlebih dahulu dengan seksama kemungkinan interaksinya. %wamedikasi atau pengobatan sendiri yang kini banyak dilakukan juga sangat potensial menimbulkan masalah interaksi obat. Demikian pula jika pasien berkonsultasi dan mendapat obat dari beberapa orang dokter pada saat bersamaan.

&

1. 0emahami dampak klinik dari intertaksi obat 2. atau sedang minum jamu atau suplemen makanan tertentu. bisa hanya sedikit menurunkan khasiat obat namun bisa pula fatal. baik melalui penghambatan penyerapannya atau dengan mengganggu metabolisme atau distribusi obat tersebut di dalam tubuh. pasien juga harus menginformasikan kepada dokter apakah pada saat itu ia juga sedang mengikuti program K' tertentu. yang beberapa di antaranya dapat diakses melalui internet. -ang kedua. 0emahami berbagai bentuk interaksi obat ". . interaksi obat dapat menyebabkan gangguan atau masalah kesehatan yang serius. pada apoteker di apotek. atau di pusat-pusat data interaksi obat yang dapat dipercaya. interaksi obat dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan khasiat obat. $gar dokter pemberi resep dapat mempertimbangkan dan memilih obat yang akan diberikan kepada pasien. Informasi tentang obat dan interaksi obat ini dapat ditanyakan pada dokter yang memberikan resep. " . Konsumen juga sebaiknya tidak malas dan tidak bosan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai obat yang dikonsumsinya. yang tidak ada atau paling sedikit efek negatif interaksi obatnya. atau dapat mencari sendiri di buku-buku farmasi dan kesehatan. atau yang biasa disebut obat yang dapat dibeli bebas tanpa resep dokter. obat apa yang sedang dikonsumsinya saat itu. baik obat yang diresepkan dokter ataupun obat-obat #() *o+er the counter. 0ampu menelaah interaksi dan melakukan upaya untuk menghindari terjadinya dampak yang merugikan dari interaksi obat. -ang pertama.isiko kesehatan dari interaksi obat ini sangat ber+ariasi. konsumen harus selalu memberi tahu dokter yang mengobatinya. karena meningkatnya efek samping dari obat-obat tertentu. 0emahami mekanisme interaksi obat 1.Karena itu..2 Tujuan (ujuan dari pembuatan makalah ini adalah/ &. %elain itu. Pada prinsipnya interaksi obat dapat menyebabkan dua hal penting.

(idak tercapainya efek terapetik yang diinginkan.1 !at !&ek #bat 3 obat yang kemungkinan besar menjadi obyek interaksi atau efeknya dipengaruhi oleh obat lain. yakni obat yang aksinya atau efeknya dipengaruhi atau diubah oleh obat lain. manakala dua obat atau lebih diberikan secara bersamaan atau hampir bersamaan. 2. #bat obyek. Interaksi dapat membawa dampak yang merugikan kalau terjadinya interaksi tersebut sampai tidak dikenali sehingga tidak dapat dilakukan upaya-upaya optimalisasi. Kemungkinan terjadinya peristiwa interaksi harus selalu dipertimbangkan dalam klinik. ".2 !at " !at #ang Terli!at Dala$ Peristi%a Interaksi !at Interaksi obat sedikitnya melibatkan " jenis obat yaitu/ &. #bat presipitan (precipitan drug).1 Definisi Interaksi obat adalah peristiwa di mana aksi suatu obat diubah atau dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan secara bersamaan. 2.2. %ecara 1 . tetapi beberapa interaksi justru diambil manfaatnya dalam praktek pengobatan. sehingga akan memperlambat ekskresi penisilin dan mempertahankan penisilin lebih lama dalam tubuh. . %ehingga dampak negatif dari interaksi ini yang kemungkinan akan timbul antara lain/ . misalnya peristiwa interaksi antara probenesid dengan penisilin. sudah akan menyebabkan perubahan besar pada efek klinik yang timbul. (idak semua interaksi obat membawa pengaruh yang merugikan. yakni obat yang mempengaruhi atau mengubah aksi atau menimbulkan efek obat lain. #bat 3 obat di mana perubahan sedikit saja terhadap dosis *kadar obat. umumnya adalah obat 3 obat yang memenuhi ciri/ a.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. di mana probenesid akan menghambat sekresi penisilin di tubuli ginjal.(erjadinya efek samping.

/ antiepilepsi. #bat 3 obat yang memenuhi ciri-ciri di atas dan sering menjadi obyek interaksi dalam klinik meliputi/ .antikon+ulsansia *antikejang. #bat 3 obat dengan ikatan protein yang kuat.antikoagulansia/ warfarin.glikosida jantung/ digoksin. tidak besar. #bat 3 obat seperti ini juga sering dikenal dengan obat 3 obat dengan lingkup terapetik sempit (narrow therapeutic range). b. . dari obat. . .#bat 3 obat sitotoksik. Kenaikan sedikit saja dosis *kadar.#bat 3 obat susunan saraf pusat. dan lain-lain. #bat 3 obat dengan rasio toksis terapik yang rendah *low to5ic/therapeutic ratio. akan saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri-sendiri.2. obat sudah menyebabkan terjadinya efek toksis. #bat 3 obat yang tergusur ini (displaced) kemudian kadar bebasnya dalam darah 2 .2 !at 'resi'itan #bat 3 obat presipitan adalah obat yang dapat mengubah aksi6efek obat lain. oleh karena dengan demikian akan menggusur ikatan-ikatan yang protein obat lain yang lebih lemah. . . artinya antara dosis toksik dan dosis terapetik tersebut perbandinganya *atau perbedaanya. yakni apakah obat yang manfaat kliniknya mudah dikurangi atau efek toksiknya mudah diperbesar oleh obat presipitan.. . maka obat presipitan umumnya adalah obat 3 obat dengan ciri sebagai berikut/ a.antibiotika aminoglikosida.kontrasepsi oral steroid. 7ntuk dapat mempengaruhi aksi6efek obat lain.hipoglikemika/ antidiabetika oral seperti tolbutamid. 2.prokainamid dll.antihipertensi. Kedua ciri obat obyek di atas.farmakologi obat 3 obat seperti ini sering dikatakan sebagai obat 3 obat dengan kur+a dosis respons yang tajam *curam4 steep dose response cur+e. . . .. klorpropamid dll.anti-aritmia/ lidokain. 0isalnya dalam hal ini pengurangan kadar sedikit saja sudah dapat mengurangi manfaat klinik *clinical efficacy.

c.(. terutama meningkatnya efek toksik. obat 3 obat yang lain sehingga kadar dalam darah lebih cepat hilang. 2. #bat 3 obat yang mempunyai sifat sebagai perangsang en8im (enzyme inducer) misalnya rifampisin. yaitu/ & " 1 2. atau merangsang (inducer) en8im-en8im yang memetabolisir obat dalam hati. %edangkan obat 3 obat yang dapat menghambat metabolisme (enzyme inhibator) termasuk kloramfenikol. sulfa dan lain lain.akan meningkatkan kadar obat obyek sehingga terjadi efek toksik. #bat 3 obat dengan kemampuan menghambat *inhibitor. )iri-ciri obat presipitan tersebut adalah jika dilihat dari segi interaksi farmakokinetika. fenilbuta8on. obat 3 obat golongan diuretika dan lain-lain.( Pe$!agian Dan )ekanis$e Interaksi Interaksi obat berdasarkan mekanismenya dapat dibagi menjadi 1 golongan besar. Interaksi far$asetik Interaksi ini merupakan interaksi fisika-kimia di mana terjadi reaksi fisika-kimia antara obat 3 obat sehingga mengubah *menghilangkan. metabolisme dan ekskresi renal. terutama pada proses distribusi *ikatan protein. -ang sering terjadi misalnya reaksi antara obat 3 obat yang dicampur dalam cairan secara bersamaan. simetidin dan lain-lain. misalnya dalam infus atau suntikan. fenilbutason. fenitoin. #bat 3 obat yang termasuk dalam kelompok obat dengan ikatan protein kuat misalnya aspirin.1 Interaksi 9armasetik Interaksi famakokinetik Interaksi farmakodinamik. aktifitas farmakologi obat.. alopurinol. b. ! . fenobarbital dan lain-lain akan mempercepat eliminasi *metabolisme. #bat 3 obat yang dapat mempengaruhi6merubah fungsi ginjal sehingga eliminasi obat 3 obat lain dapat dimodifikasi. 0isalnya probenesid.akan meningkat dengan segala konsekuensinya. 0asih banyak obat 3 obat lain yang dapat bertindak sebagai obat presipitan dengan mekanisme yang berbeda-beda. karbama8epin.

untuk melihat peringatan-peringatan pada pencampuran dan cara pemberian obat *terutama untuk obat 3 obat parenteral misalnya injeksi infus dan lain-lain. &. %ebelum memakai larutan untuk pemberian infus..)ampuran penisilin *atau antibiotika :-laktam yang lain. harus perhatikan bahwa tidak ada perubahan warna. angan menimbun terlalu lama larutan yang sudah dicampur. jangan dicampur dalam satu suntikan. 'otol ifus harus selalu diberi label tentang jenis larutannya. < . lidakoin dan lain-lain. dengan aminoglikosida dalam satu larutan tidak dianjurkan. %ediaan intra+ena sebaiknya disiapkan jika diperlukan. termasuk dosis dan dan waktunya. berikan lewat " jalur infus. distribusi *ikatan protein. jangan memberikan suntikan campuran obat kecuali kalau yakin betul bahwa tidak ada interaksi antar masing-masing obat.alaupun obat 3 obat ini pemakaian kliniknya sering bersamaan. %elalu perhatikan petunjuk pemberian obat dari pembuatnya (manufacturer leaflet). tersebut. ika harus memberi per infus dua macam obat. %ehingga mekanisme interaksi inipun dapat dibedakan sesuai dengan proses-proses biologik *kinetik. a. obat 3 obat yang sudah dimasukkan.(. presipitasi dan lainlain dari larutan. intra+ena atau yang lain. .2 Interaksi *ar$ak+kinetik Interkasi farmakokinetik terjadi bila obat presipitan mempengaruhi atau mengubah proses absorpsi. kecuali kalau yakin tidak ada interaksi 2. motilitas gastrointestinal oleh karena obat 3 obat seperti morfin atau senyawa-senyawa antikolinergik dapat mengubah absorpsi obat 3 obat lain. dan ekskresi dari obat 3 obat obyek.. Interaksi dalam proses absorpsi Interaksi dalam proses absorpsi dapat terjadi dengan berbagai cara misalnya. Dianjurkan sedapat mungkin juga menghindari pemberian obat bersama-sama lewat infus. kecuali untuk obat 3 obat yang memang sudah tersedia dalam bentuk larutan seperti metronida8ol . metabolisme. Perubahan *penurunan. kekeruhan. 'eberapa tindakan hati-hati (precaution) untuk menghindari interaksi farmasetik ini mencakup.

misalnya meningkatnya efek toksik dari antikoagulan warfarin atau obat 3 obat hipoglikemik *tolbutamid. Interaksi dalam proses distribusi Interaksi dalam proses distribusi terjadi terutama bila obat 3 obat dengan ikatan protein yang lebih kuat menggusur obat 3 obat lain dengan ikatan protein yang lebih lemah dari tempat ikatannya pada protein plasma. %ebagai contoh. Digoksin *sukar larut dalam cairan saluran cerna. )ontoh interaksi obat dalam proses absorbsi !at !jek !at 'resi'itan $ntasid *mengurangi keasaman lambung. $kibatnya maka kadar obat bebas yang tergusur ini akan lebih tinggi pada darah dengan segala konsekuensinya. oleh karena terbentuk senyawa kompleks yang tidak diabsorpsi.". 0etoklopramid *memperpendek waktu pengosongan lambung. =ampir sama dengan interaksi ini adalah dampak pemakaian obat 3 obat dengan ikatan protein yang tinggi pada keadaan malnutrisi (hipoproteinemia). 1. )ekanis$e interaksi Perubahan p= cairan saluran cerna efek &ang terja. Karena kadar protein rendah. 0akanan juga dapat mengubah absorpsi obat 3 obat tertentu. karena pemberian bersamaan dengan fenilbutason. 0isalnya tingkat pengikatan antara tetrasiklin dengan senyawa-senyawa logam berat akan menurunkan absorpsi tetrasiklin. maka obat 3 obat dengan ikatan protein yang tinggi akan lebih banyak dalam keadaan bebas karena kekurangan protein untuk mengikat obat sehingga dengan dosis yang sama akan memberikan kadar obat bebas yang lebih tinggi dengan akibat meningkatnya efek > . klorpropamid. (ingkat pengikatan molekul obat 3 obat tertentu oleh senyawa logam sehingga absorpsi akan dikurangi. terutama terjadinya peningkatan efek toksik. Perubahan Penurunan motilitas usus absorpsi digoksin b. sulfa atau aspirin. misalnya/ umumnya antibiotika akan menurun absorpsinya bila diberikan bersama dengan makanan.i Penurunan absorpsi 9e S+lusi Diberikan jarak waktu pemberian obat yang berinteraksi minimal " jam Diberikan jarak waktu pemberian obat yang berinteraksi minimal " jam 9e *diabsorbsi paling baik jika cairan lambung sangat asam.

karbamasepin. Dosis antikoagulan diperkecil.. %uatu obat *presipitan. 0ekanisme Penggusuran ikatan protein tolbutamid oleh fenilbuta8on ?fek yang terjadi =ipoglikemia %olusi Dosis antikoagulan diperkecil. )ontoh interaksi obat dalam proses distribusi #bat #bjek #bat Presipitan (olbutamid 9enilbuta8on *ikatan *dapat protein @<A.ifampisin $ntiepileptika/ fenitoin. menggeser antikoagulan oral dari ikatannya dengan albumin plasma. Disamping itu interaksi dalam proses distribusi dapat terjadi bila terjadi perubahan kemampuan transport atau uptake seluler suatu obat oleh karena obat 3 obat lain. yaitu Pemacuan en8im *enzyme induction. dapat memacu metabolisme obat lain *obat obyek. fenobarbital. Kenaikan kecepatan eliminasi *pembuangan atau inakti+asi.arfarin 9enilbuta8on *ikatan *dapat protein @@A. #bat 3 obat yang dapat memacu en8im metabolisme obat disebut sebagai enzyme inducer. akan diikuti dengan menurunnya kadar obat dalam darah dengan segala konsekuensinya. B . debrisokuin. Dikenal beberapa obat yang mempunyai sifat pemacu en8im ini yakni/ . Penggusuran Perdarahan ikatan protein *ada mekanisme dinamik lain.toksik. menggeser antikoagulan oral dari ikatannya dengan albumin plasma. 0isalnya obat 3 obat antidepresan trisiklik atau fenotiasin akan menghambat transport aktif ke akhiran saraf simpatis dari obat 3 obat antihipertensif *guanetidin. c. sehingga mengurangi6menghilangkan efek antihipertensi. interaksi dalam proses metabolisme Interaksi dalam proses metabolisme dapat terjadi dengan dua kemungkinan. . sehingga mempercepat eliminasi obat tersebut.

Pemacuan en8im akan berakibat kegagalan terapi. yakni terutama obat dengan lingkup terapi yang sempit. 0etabolisme suatu obat juga dapat dihambat oleh obat lain. $kibat dari penghambatan metabolisme obat ini adalah meningkatnya kadar obat dalam darah dengan segala konsekuensinya. $kibat Klinik Penurunan efek antikoagulan %olusi Dosis warfarin diperbesar ". sehingga efek toksik meningkat )ontoh-contoh interaksi dalam metabolisme baik berupa pemacuan en8im atau penghambatan en8im ditampilkan )ontoh-contoh interaksi pada proses metabolisme #bat #bjek warfarin *banyak disimpan di hati. #bat 3 obat yang punya kemampuan untuk menghambat en8im yang memetabolisir obat lain dikenal sebagai penghambat en8im (enzyme inhibitor). Penghambatan en8im (enzyme inhibitor). maka interaksi metabolisme dapat membawa dampak merugikan. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa/ . @ .simetidin .&C kali.kloramfenikol .eritromisin . .alopurinol.isonia8id . tetapi jika fenobarbital dihentikan. karena kadar optimal tidak tercapai. (ergantung dari jenis obat obyek yang mengalami interaksi. maka reaksi oksidasi fase I yang dikatalisir oleh en8im sitokrom P-2!C dalam mikrosom hepar yang paling banyak dan paling mudah dipicu. oleh karena terhambatnya proses eliminasi obat. dosis warfarin diturunkan kembali. #bat Presipitan 9enobarbital *larut lemak dan dapat menginduksi sintesis en8im metabolisme di hati dan mukosa 0ekanisme 0empercepat metabolisme warfarin. dll.Penghambatan en8im akan berakibat mengingkatnya kadar obat melampaui ambang toksik.propanolol .Dari berbagai reaksi metabolism obat.fenilbutason . #bat 3 obat yang dikenal dapat menghambat aktifitas en8im metabolisme obat adalah/ .

9urosemid juga dapat meningkatkan efek toksik ginjal dari aminoglikosida.*dapat menghambat p-glikoprotein yaitu transporter di usus dan tubulus ginjal. Interaksi dalam proses ekskresi Interaksi obat atau metabolitnya melalui organ ekskresi terutama ginjal dapat dipengaruhi oleh obat 3 obat lain. Interaksi obat pada proses ekskresi #bat objek Digoksin *ekskresi melalui ginjal. Interaksi probenesid dan penisilin adalah contoh interaksi yang menguntungkan secara terapetik. sehingga terjadi peningkatan kejadian efek toksik digoksin. %alisilat menghambat sekresi aktif metotreksat. %alisilat *ekskresi dalam bentuk 0ekanisme interaksi 0enghambat sekresi aktif di tubuli ginjal $kibat klinik 0enurunkan sekresi digoksin di tubulus ginjal dan menaikkan absorbsi di usus halus. . #bat 3 obat diuretika menyebabkan retensi lithium karena hambatan pada proses ekskresinya. Kegagalan kontrasepsi Diberikan jarak waktu pemakaian. kira-kira sampai " kali. Klinidin juga menghambat sekresi aktif digoksin dengan akibat peningkatan kadar digoksin dalam darah. maka kadaar penisilin dapat dipertahankan dalam tubuh. metabolisme di hati dan mukosa saluran cerna.?stradiol saluran cerna. #bat presipitan Kinidin. sehingga efek digoksin meningkat %olusi 0enurunkan dosis digoksin menjadi separuhnya. 0etotreksat *diekskresi hanya 0enghambat kadar metotreksat sekresi aktif tinggi.kemungkinan oleh karena perubahan ekskresi aminoglkosida. -ang paling dikenal adalah interaksi antara probenesid dengan penisilin melalui kompetisi sekresi tubuli sehingga proses sekresi penisilin terhambat.ifampisin 0empercepat *menginduksi metabolisme sintesis en8im estradiol. sehingga di tubuli toksisitas hebat Dosis metotreksat diturunkan. &C . d.

ginjal *juga akibat kerusakkan ginjal oleh $IN%. 2. #bat objek Digoksin #bat presipitan 9urosemida 0ekanisme interaksi Peningkatan ekskresi kalium dan magnesium sehingga mempengaruhi kerja jantung. distribusi. Interaksi langsung terjadi apabila dua obat atau lebih bekerja pada tempat atau reseptor yang sama. $kibat klinik 9urosemid menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit sehingga mempengaruhi digiksin yang menyebabkan aritmia.(. && . tetapi efek obat presipitan tersebut akhirnya dapat mengubah efek obat obyek. %olusi Penambahan diuretic hemat kalium dan pengukuran kadar kalium dan magnesium dalam darah. %edangkan interaksi tidak langsung terjadi bila obat presipitan punya efek yang berbeda dengan obat obyek.ina$ik Pada interaksi farmakokinetik terjadi perubahan kadar obat obyek oleh karena perubahan pada proses absorpsi. metabolitnya melalui ginjal.melalui ginjal.( Interaksi far$ak+. (etapi yang terjadi adalah perubahan efek obat obyek yang disebabkan oleh obat presipitan karena pengaruhnya pada tempat kerja obat . metabolisme dan ekskresi obat. atau bekerja pada tempat yang berbeda tetapi dengan hasil efek akhir yang sama atau hampir sama. Pada interaksi farmakodinamik tidak terjadi perubahan kadar obat obyek dalam darah. Interaksi farmakodinamik dapat dibedakan menjadi Interaksi langsung (direct interaction) dan interaksi tidak langsung (indirect interaction).

. &" . 0isalnya. Diberikan jarak waktu pemakaian 2.Penundaan absorbsi karena perubahan p= lambung . $kibat dari interaksi jenis ini adalah terjadinya peningkatan efek samping karena terjadinya peningkatan obat atau manfaat obat dapat berkurang bahkanmenghilang jika makanan atau minuman yang dikonsumsi memberikan efek antagonis terhadap obat. pada banyak bahan obat.. masih belum jelas bagaimana pengaruh pemberian makanan pada saat yang sama terhadap kinetika obat.arfarin %alisilat $spirin menghambat agregasi trombosit sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan thrombus terutama ditemukan pada system arteri ?fek koagulan meningkat sehingga resiko pendarahan meningkat.Interaksi !at . Pada sejumlah senyawa makanan menyebabkan penundaan absorbsi karena perubahan harga p= dalam lambung serta motilitas usus.engan )akanan Pada interaksi jenis ini efek suatu obat akan dipengaruhi oleh makanan atau minuman. Dunakan obat berikut ini satu jam sebelum atau dua jam sesudah makan untuk mencegah interaksi yang mungkin menurunkan efek obat/ Interaksi obat dengan makanan dapat terjadi karena/ . Dalam hal ini makanan atau minuman dapat memberikan efek sinergisme ataupun antagonis * berlawanan . tetapi lebih mudah diperkirakan dari efek farmakologi obat yang dipengaruhi.Perubahan motilitas usus Pengetahuan mengenai pengaruh obat terhadap makanan terhadap kerja obat masih sangat kurang. Interaksi jenis ini tidak mudah dikelompokkan. Karena itu..

1. telinga berdenging. mudah tersinggung. coklat. tremor. $kibatnya mungkin terjadi efek samping merugikan karena terlalu banyak teofilin *rangsangan berlebih. sari buah jeruk. )ontoh makanan yang merupakan sumber kofein adalah/ kopi. 0akanan yang mengandung kofein dapat meningkatkan efek obat asma karena makanan berkofein dapat menstimulasi system saraf pusat sehingga menyebabkan terjadinya rangsangan berlebihan. $bsorpsi tetrasiklin akan berkurang oleh ion logam ber+alensi banyak *misalnya kalsium. kelapa.tuberkulostatika rifampisisn dan isoniazid. beberapa pil pelangsing yang dijual bebas. 0akanan beralkali4 seperti/ amandel. ". teh.. pusing. kepala susu. Dolongan (eofilin #bat asma golongan (eofilin bekerja sebagai stimulant system saraf pusat dengan cara melebarkan jalan udara dan memudahkan pernapasan penderita asma. dan gangguan penglihatan. Fuinora. &. kastanye. Fuinaglute Dura-(abs. denyut jantung tidak teratur. kola dan minuman ringan. pusing sakit kepala.4 dapat meningkatkan efek kinidin. dan mungkin terjadi serangan. Kinidin *)ardioEuin. insomnia. magnesium atau ion besi. (etrasiklin &1 . absorpsinya ditunda dan diabsorpsi dalam jumlah lebih kecil pada pemakaian setelah makan dibandingkan dengan apabila obat-obat ini digunakan pada waktu lambung kosong. atau denyut jantung tidak teratur. DuraEuin. sediaan untuk flu6batuk4 nyeri4 dan sakit yang mengganggu akibat haid. susu mentega. disertai gejala mual. Dengan peningkatan efek tersebut dapat mengakibatkan kemungkinan terjadinya efek samping merugikan karena terlalu banyak kinidin disertai gejala jantung berdebar. (etrasiklin adalah antibiotik yang digunakan untuk melawan infeksi. takikardia. Fuinide5 ?5tentabs. miju-miju. buah-buahan *kecuali jagung. Kinidin digunakan untuk menormalkan kembali denyut jantung yang tak beraturan. serta kloestiramin. sakit kepala.

0akanan yang terlalu sedikit mengandung garam dapat menimbulkan keracunan litium dengan gejala pusing. dan bicara tidak jelas. dan displasia enamel. bingung. 2. Dolongan obat kardio+askular oleh dokter penulis resep obat oral kardio+askular pada &1B sampel di apotek H5I adalah golongan obat $)? Inhibitors. sedangkan yang berkadar garam tinggi dapat menurunkan efek litium. golongan )a $ntagonis. tetrasiklin harus dihindarkan bagi ibu hamil. nyeri perut. Interaksi !at 'a. lemah. Gitium Gitium digunakan untuk menaggulangi beberapa gangguan jiwa yang berat. golongan :-'locker. #bat objek (etrasiklin #bat presipitan Kalium. 0akanan berkadar garam rendah dapat meningkatkan efek litium. &2 . dan anak-anak dibawah usia B tahun karena tetrasiklin dapat langsung terikat pada kalsium dan mengakibatkan pendaran *fluorescence.. antiaritmia. mual. #bat kardio+askular secara umum terbagi menjadi obat gagal jantung. #bat juga dapat tersimpan dalam tulang dan mengakibatkan kelainan bentuk atau hambatan pertumbuhan. 2. nanar. antasida. Kalsium 0ekanisme $kibat klinik interaksi 0embentuk Pendarahan kelat dengan logam. kehilangan selera makan. atau ferrous sulfate. )ontoh obat yang berinteraksi dengan makanan.a Kasus k/usus Interaksi obat pada kasus khusus misalnya pada kasus kardio+askuler. antihipertensi dan hipolipidemik. antiangina. pemudaran warna.akan membentuk khelat dengan logam. sehingga pemberiannya tidak boleh bersamaan dengan pemberian susu dan produknya. 7ntuk menghindari pengendapan dalam gigi atau tulang yang sedang berkembang. mulut kering. %olusi Diberikan & sampai " jam setelah makan. tak bertenaga.

Interaksi yang terjadi karena adanya efek farmakologi obat yang berlawanan. Kejadian hiperkalemia ini dapat diminimalisasi dengan menghentikan pemberian diuretik atau dengan memberikan Natrium satu minggu sebelum pengobatan dengan $)? Inhibitor. %ehingga bila kedua obat ini diberikan secara bersamaan akan menyebabkan terjadinya efek yang berlawanan. 'ila obat ini diberikan bersama obat diuretik hemat kalium atau suplemen kalium akan meningkatkan resiko terjadinya hiperkalemia. 0isalnya 9urosemide adalah diuretik yang dapat berperan sebagai antihipertensi berawal dari efeknya meningkatkan ekskresi natrium. (eronac yang mengandung ma8indol adalah obat adrenergik yang bekerja secara tidak langsung artinya menimbulkan efek adrenergik melalui penglepasan Norepinefrin yang tersimpan dalam ujung syaraf. (ekanan darah akan menurun akibat berkurangnya curah jantung. tapi juga efektif untuk pengobatan gagal jantung. ma8indol merangsang susunan syaraf pusat yang dapat meningkatkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi. tidak saja bermanfaat sebagai obat untuk hipertensi. Penghambat $)? ini mengurangi pembentukan $ngiotensin II sehingga terjadi +asodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron yang menyebabkan terjadinya ekskresi natrium dan air. Interaksi antara )apoten yang berisi captopril golongan $)? Inhibitor dengan K%. 9rekuensi terbesar dan merek dagang yang berjumlah paling banyak digunakan dalam sampel adalah golongan $)? Inhibitor. yang mengandung Kalium. hal ini seiring dengan cakrawala pengobatan gagal jantung mulai berubah setelah melalui penelitian klinis lebih dari &! tahun $)? Inhibitor yang ditemukan oleh )ushman dan #ndetti pada tahun &@>>. klorida dan air sehingga mengurangi +olume plasma dan cairan ekstra sel. #bat objek )aptopril golongan $)? Inhibitor #bat presipitan Kalium 0ekanisme interaksi $kibat klinik =iperkalemia %olusi memberikan Natrium satu minggu sebelum pengobatan dengan $)? Inhibitor. serta retensi kalium. &! .Dolongan Diuretik dan Digo5in.

ika profil hubungan dosis *kadar. $dakalanya interaksi tersebut terjadi karena kedua mekanisme tersebut.BAB III PE)BAHASAN (. 'erikut ini adalah upaya 3 upaya untuk menghindari dampak negatif dari interaksi obat/ &< . makna klinik interaksi obat juga akan sangat tergantung kepada jenis dari efek yang terjadi. 0ekanisme interaksi farmakokinetik dan farmakodinamik tidak selamanya berdiri sendiri-sendiri. bisa terjadi perdarahan atau kegagalan antikoagulasi yaitu meningkatnya efek toksik baik disertai dengan meningkatnya kadar obat obyek atau tidak dan dapat pula terjadi kegagalan efek terapetik. (. yakni apabila efek obat obyek yang mengalami perubahan tersebut merupakan efek farmakologik utama6penting terhadap timbulnya efek terapetik maupun efek toksik dari obat. #bat 3 obat dengan resiko toksik terapetik yang rendah (low toxic:therapeutic ratio). atau sering dikenal juga sebagai obat dengan lingkup terapi sempit. Di mana perubahan sedikit kadar atau jumlah obat akan berpengaruh besar terhadap efek obat.1 Da$'ak Klinik Interaksi !at %ecara teoritis banyak sekali interaksi yang mungkin terjadi dengan mekanisme yang telah diuraikan di muka. terutama untuk interaksi farmakodinamik. 0isalnya perubahan sedikit saja dari efek antikoagulasi. Namun demikian. juga ada interaksi dinamik yang memperberat efek yang terjadi. sehingga untuk ini yang penting adalah menge+aluasi6mengobser+asi efek yang terjadi.2 U'a&a )eng/in.ari Da$'ak Negatif (indakan berhati-hati atau kewaspadaan diperlukan untuk menghindari dampak negatif dari interaksi obat. maka setiap perubahan kadar karena interaksi obat akan memberikan perubahan efek yang sangat berarti. tidak semuanya memberikan dampak klinik yang penting. %ebagai contoh interaksi antara aspirin dengan obat 3 obat hipoglikemik atau dengan antikoagulan warfarin. Disamping interaksi kinetik pada ikatan protein. dengan respons dari obat obyek. Di samping kedua hal di atas. Dampak klinik akan sangat tergantung pada ciri-ciri obat obyek.

&. ?+aluasi efek sesudah pemberian obat 3 obat secara bersamaan untuk menilai ada tidaknya efek samping6toksik dari salah satu atau kedua obat . baik secara kinetik atau dinamik 1. yakinkan bahwa tidak ada interaksi yang merugikan. Ikutilah sedini mungkin pemakaian obat secara bersamaan bila ternyata ada efek samping atau efek toksik yang timbul. bersamaan. <. dan lain-lain ".'eberapa interaksi yang pernah dilaporkan mempunyai anti klinik. ika memang harus memberikan obat gabungan *lebih dari satu. =indari semaksimal mungkin pemakaian obat gabungan *polifarmasi.pengobatan tuberkulosis.. kecuali jika memang kondisi penyakit yang diobati memerlukan gabungan obat dan pengobatan gabungan tersebut sudah diterima dan terbukti secara ilmiah manfaatnya. &> . 2. $tau dapatkah obat obyek atau obat presipitan diganti !. ika ada interaksi segera lakukan tindakan-tindakan/ $pakah perlu pengurangan dosis obat obyek. .pengobatan infeksi berat seperti sepsis. 0isalnya/ . Kenalilah sebanyak mungkin kemungkinan interaksi yang timbul pada obat 3 obat yang sering diberikan bersamaan dalam praktek polifarmasi.

dengan respons dari obat obyek.1 Kesi$'ulan Interaksi obat tidak lepas dari kenyataan kebiasaan dalam praktek pengobatan. maka terjadinya dampak negatif yang merugikan akan lebih besar. tetapi jika kemungkinan terjadi interaksi ini dan tidak diwaspadai pada waktu memberikan obat pada pasien. Di mana perubahan sedikit kadar atau jumlah obat akan berpengaruh besar terhadap efek obat. maka setiap perubahan kadar karena interaksi obat akan memberikan perubahan efek yang sangat berarti. ika profil hubungan dosis *kadar. Dampak klinik dari interaksi obat sangat tergantung pada ciri-ciri obat obyek. Interaksi obat tidak selamanya merugikan. &B .BAB I0 KESI)PULAN -. di mana umum sekali untuk memberikan obat lebih dari satu secara bersamaan kepada pada seorang penderita atau yang sering disebut sebagai polifarmasi.