i

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Tim Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada Tim Penulis sehingga Tim Penulis
dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Penulisan Karya Ilmiah” yang
merupakan salah satu tugas terstruktur Bahasa Indonesia pada semester dua.
Dalam karya ilmiah ini kami membahas mengenai bagaimana
mengidentifikasikan masalah tulisan, latar belakang, tujuan dan manfaat penulisan,
mengindentifikasi kerangka teori, formulasi isi tulisan dan bagaimana membuat
kesimpulan dan saran dalam karya ilmiah.
Dalam menyelesaikan karya ilmiah ini, Tim Penulis telah banyak mendapat
bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini
Tim Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. Ibu Nata Margareta, S.Pd selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang
telah memberikan tugas mengenai karya ilmiah ini sehingga pengetahuan Tim
Penulis dalam penulisan karya ilmiah makin bertambah dan hal itu sangat
bermanfaat bagi penyusunan skripsi kami di kemudian hari.
2. Pihak-pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu yang telah turut
membantu sehingga karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam
waktu yang tepat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan karya ilmiah ini masih jauh dari
kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi Tim Penulis.
Akhir kata Tim Penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua. Kritik dan saran yang bersifat menbangun akan Tim Penulis terima dengan
senang hati.
Pontianak, 28 Maret 2010
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penelitian 3
D. Manfaat Penelitian 3
BAB II KERANGKA TEORI 5
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 7
BAB IV PEMBAHASAN
A. Identifikasi Masalah Tulisan 8
B. Menulis Latar belakang Masalah 9
C. Menulis Tujuan Penulisan 10
D. Menulis Manfaat Tulisan 10
E. Kajian Teori 10
F. Formulasi Isi Tulisan 12
1. Tahap Persiapan 12
2. Tahap Pengorganisasian Data 13
3. Tahap Mengolah Data 14
4. Jenis Hubungan Data 15
G. Membuat kesimpulan dan Saran 16
1. Pengertian Kesimpulan dan Saran 16
2. Langkah-langkah Menyusun Kesimpulan dan Saran 17
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 19
B. Saran 20
DAFTAR PUSTAKA
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menulis laporan penelitian karya ilmiah acap kali menjadi masalah
bagi seseorang yang sudah menyelesaikan proposal penelitian ilmiah, atau
bahkan sudah melaksanakan penelitian. Berbagai alasan seperti kesibukan,
sedikitnya waktu, tidak adanya biaya sering menjadi kambing hitam atas
ketidakberdayaan kita menyelesaikan laporan hasil penelitian karya ilmiah.
Akhirnya, setelah berbulan-bulan penelitian ilmiah dilaksanakan laporan
hasilnya belum juga selesai. Banyak kasus, mahasiswa yang sudah
menyelesaikan Ujian Negara masih bermasalah karena belum menyelesaikan
skripsi atau tesisnya.
Menyelesaikan laporan karya ilmiah terkait dengan kegiatan menulis.
Seperti yang kita ketahui, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang
masih menjadi masalah di negeri kita. Keterampilan menulis memang tidak
bisa lahir dengan serta merta. Diperlukan kolaborasi antara talenta manusia
dengan wawasan kebahasaan. Talenta melahirkan semangat menulis, dan
wawasan kebahasaan menjadi bekal untuk terampil menulis. Talenta saja tidak
cukup, sebab sebagai sebuah skill, seperti halnya naik sepeda, kegiatan
menulis perlu dilatih atau diasah. Semakin sering berlatih, maka kemampuan
menulis akan semakin baik. Untuk sekedar naik sepeda, hanya diperlukan
waktu sekitar satu bulan, dan untuk menjadi seorang atlet balap sepeda,
diperlukan latihan bertahun-tahun. Sama halnya dengan belajar menulis.
Untuk sekedar bisa menulis, dibutuhkan waktu beberapa bulan saja, tetapi
untuk menjadi penulis yang handal, yang tulisan-tulisannya ditunggu oleh para
pembaca, tentu dibutuhkan waktu latihan yang lebih lama lagi.
Tulisan bersifat efektif bila didasarkan atas prinsip-prinsip yang sama
dengan penyelidikan yang dilakukan sebelumya, yaitu kejelasan, ketetapan (bebas
2
dari kesalahan), dan kenalaran. Seperti halnya dengan sebuah percobaan, tulisan
harus didasarkan atas organisasi yang mantap dan rapih: “Organisasi yang baik
merupakan kunci tulisan yang baik” (Peterson 1980). Penulisan dan pikiran
merupakan dua hal yang saling berkaitan: sebuah tulisan yang disusun dengan
buruk sering mencerminkan percobaan yang kurang terorganisasi dengan latar
belakang pikiran yang kacau. Sebaliknya, penyusunan tulisan dapat membantu
penulis dalam pengertian masalah yang diselidikinya. Organisasi yang baik juga
menimbulkan kesederhanaan. Percobaan ilmiah kerap sangat rumit, tetapi
laporannya perlu ditulis dengan sederhana supaya dapat dibaca dan ditafsirkan
dengan mudah oleh orang lain (spesialis maupun bukan spesialis).
Menulis laporan hasil penelitian, tidak berbeda dengan menyusun
tulisan ilmiah populer lainnya. Secara teknis, bedanya pada kerangka tulisan.
Tulisan ilmiah hasil penelitian harus ditulis berdasarkan kerangka yang sudah
baku. Kerangka laporan hasil penelitian terdiri atas, Pendahuluan, Kajian
Teori, Metodologi Penelitian, Hasil Penelitian dan Pembahasan, serta
Simpulan dan Saran, yang ditambah dengan lampiran-lampiran bukti hasil
penelitian.
Oleh karena itu, dalam karya ilmiah ini kami mengangkat masalah
penulisan karya ilmiah. Tim Penulis mencoba menyusun suatu karya tulis
mengenai bagaimana mengidentifikasikan masalah tulisan, latar belakang, tujuan
dan manfaat penulisan, mengindentifikasi kerangka teori, formulasi isi tulisan dan
bagaimana membuat kesimpulan dan saran dalam karya ilmiah.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini adalah :
1. Bagaimana mengidentifikasi masalah tulisan?
2. Bagaimana menulis latar belakang?
3. Bagaimana menulis tujuan dan manfaat penulisan karya ilmiah?
4. Bagaimana mengidentifikasi kerangka teori dalam karya ilmiah?
5. Bagaimana memformulasikan isi tulisan?
6. Bagaimana membuat kesimpulan dan saran?
3
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk :
1. Mengetahui cara mengidentifikasi masalah tulisan.
2. Mengetahui cara menulis latar belakang masalah.
3. Mengetahui cara menulis tujuan dan manfaat penulisan karya ilmiah.
4. Mengetahui cara mengidentifikasi kerangka teori dalam karya ilmiah.
5. Mengetahui bagaimana memformulasikan isi tulisan.
6. Mengetahui cara membuat kesimpulan & saran.
D. Manfaat Penelitian
1. Ada banyak manfaat yang baik dari pembuatan karya ilmiah. Jika tidak
ada manfaatnya maka tentu saja Sekolah atau instansi sejenisnya tidak
akan menuntutnya. Beberapa manfaat antara lain :Melatih kreatifitas siswa
dalam menuangkan gagasan pemikirannya (ide-idenya) tentang suatu
kajian atau topik dari ilmu-ilmu yang sudah didalami. Di sini secara tidak
langsung penulis juga dilatih untuk menerapkan kemampuan berpikir
secara logis-sistematis, kemampuan membahasakan, kemampuan
menganalisis-kritik, dll.
2. Karya tulis itu, bukan hanya berguna bagi penulis saja tetapi juga sebagai
bahan referensi ilmiah dan sumbangan pengetahuan bagi sekolah, bagi
para pembaca tentang apa yang anda sumbangkan lewat ide penulis
melalui karya ilmiah tersebut.
3. Sebagai tuntutan akademik bagi para akademisi yang ingin berpetualang
terus dalam dunia pengetahuan dan pendidikan. Dengan hasil karya tulis,
penulis dilatih secara khusus untuk terbiasa menulis atau mengolah
sesuatu yang menjadi obyek tulisan ilmiah anda sehingga dapat
mempermudah anda manakala melanjutkan studi-studi ilmiah dan untuk
mencapai gelar-gelar ilmiah lainnya.
4
4. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti
tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan
teknik, aturan / kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.
5. Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya
menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi
penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu
pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
5
BAB II
KERANGKA TEORI
A. http://www.akatiga.org/index.php/artikeldanopini/lainnya/128
Ditulis Oleh: Satjipto Rahardjo
Dalam artikel ini dijelaskan Buku yang ditulis oleh sdr. Gunawan Wiradi
ini menambah informasi dan wawasan bagi kita tentang seluk-beluk penulisan
karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi komunitas akademis. Kelebihan dari
tulisan ini adalah fokusnya kepada masalah etika, yaitu etika penulisan karya
ilmiah. Etika penulisan adalah lebih daripada masalah teknis penulisan itu
sendiri. Ia sudah bicara tentang apa yang seharusnya dilakukan dan yang tidak.
Seseorang secara teknis, boleh telah menulis dengan cara yang benar, melainkan
tetap ada resiko melanggar etika penulisan ilmiah. Etika lebih menyentuh hati
daripada nalar pikiran.Melalui praktek menulis secara terus menerus, kualitas
sebuah karya ilmiah dapat ditingkatkan.
B. http://mgmp1.wordpress.com/2009/03/11/penulisan-karya-ilmiah-artikel-ilmiah/
Penulis Prof. Dr. Imam Suyitno, M.pd
Dalam artikel ini Bapak Imam menjelaskan mengenai berbagai hal
mengenai karya ilmiah yaitu seperti situasi menulis karya ilmiah, Tahap-tahap
penulisan ilmiah, yang terdiri dari tahap pemilihan topik atau pokok bahasan,
tahap pengumpulan informasi dan bahan, tahap evaluasi informasi dan bahan,
tahap pengelolaan pokok-pokok Pikiran dan terakhir tahap penulisan tahap
penyuntingan. Yang kedua Keterampilan yang diperlukan dalam menulis ilmiah
yaitu keterampilan bahasa, Keterampilan penyajian Keterampilan perwajahan.
Ketiga yaitu Hal penting dalam penulisan ilmiah. Ciri Tulisan Ilmiah yaitu
6
Empiris: informasi yang disampaikan bersifat faktual yang diperoleh berdasarkan
hasil pengamatan, kajian pustaka, penelitian.Sistematis: adanya keteraturan,
keterkaitan, dan ketergantungan antarbagianObjektif: bebas dari prasangkan
perorangan/pribadi. Analitis: berusaha membeda-bedakan pokok soalnya ke
dalam bagian yang lebih rinci. Verifikatif: mengandung kebenaran ilmiah yang
dapat diuji. Terakhir yaitu macam-macam Karya Ilmiah yang terdiri dari Artikel
ilmiah dan makalah ilmiah.
7
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Alat Pengumpulan Data
1. Metode yang Digunakan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,
suatu metode yang dapat memberikan gambaran suatu fenomena atau gejala
dari suatu keadaan tertentu baik yang berupa keadaan sosial, sikap, pendapat,
maupun cara yang meliputi berbagai aspek. Dengan metode deskriptif ini juga
bisa diketahui perbedaan-perbedaan dan dapat menemukan sebab-sebab dari
suatu akibat.
2. Pendekatan penelitian
Dalam penelitian, pendekatan penelitian yang kami gunakan adalah
pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif mengutamakan kualitas data. Oleh
karena itu, dalam penelitian kualitatif tidak digunakan analisis statistika.
B. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penulisan karya ilmiah ini, untuk mendapatkan data dan informasi
yang diperlukan, kami mempergunakan metode studi pustaka. Metode studi
pustaka atau literatur ini dilakukan dengan cara mendapatkan data atau
informasi tertulis yang bersumber dari buku-buku, koran, dan berbagai artikel
di internet yang menurut kami dapat mendukung penelitian ini.
8
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Mengidenfikasi Masalah Tulisan
Setelah mendapatkan topik atau judul penelitian yang akan anda
lakukan, hal selanjutnya yang dilakukan adalah merumuskan pertanyaan
masalah penelitian tersebut. Setelah sumber diperoleh, dibuat rumusan
masalah dan penelitian. Rumusan masalah dibuat dalam bentuk pertanyaan
dan menggambarkan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Pertanyaan-
pertanyaan dirumuskan secara tertulis. Oleh karena itu,perlu diperhatikan
penggunaan bahasa yang baik agar tidak terjadi salah tafsir. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami.
2. Pilihlah kata-kata yang mengandung arti yang sama bagi semua orang.
3. Gunakan kalimat pendek yang tidak menyulitkan pemahaman
Contoh rumusan pertanyaan penelitian dapat dilihat pada uraian berikut ini:
Topik : Pribadi siswa yang tidak tenang
Judul : pengaruh kepribadian siswa yang tidak tenang terhadap prestasi belajar
Variabel : kepribadian siswa dan prestasi belajar
Subjek/Populasi : Siswa
Rumusan masalah :
a. Faktor-faktor apakah yang melatarbelakangi timbulnya lepribadian yang
tidak tenang?
b. Apakah kepribadian yang tidak tenang berpengaruh terhadap prestasi
belajar?
c. Bagaimanakah cara menyikapi siswa yang memiliki kepribadian tidak
tenang agar tidak mengganggu siswa yang lain?
9
Pertanyaan-pertanyaan :
a. Apakah ada faktor-faktor dari dalam yang berpengaruh terhadap
kepribadian siswa?
b. Apakah ada faktor-faktor dari luar yang berpengaruh terhadap kepribadian
siswa (contoh : teman dan lingkungan sekitar)?
c. Benarkah kepribadian tidak tenang sangat berpengaruh terhadap prestasi
belajar?
d. Bagaimana sikap seorang guru jika menghadapi siswa yang memilliki
kepribadian tidak tenang?
Rumusan pertanyaan di atas, dapat dikembangkan ke dalam pertanyaan-
pertanyaan, seperti : angket atau kuesioner, atau pedoman wawancara. Teknik
yang dipakai dalam sebuah penelitian sangat tergantung pada data yang ingin
diperoleh. Misalnya, apabila data tersebut bersifat pribadi atau sensitif, maka
teknik yang dipakai adalah wawancara.
B. Menulis Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang masalah, peneliti harus mengemukakan masalah
alasan dipilihnya suatu masalah atau topik yang akan dijadikan bahan
penelitian. Mengapa masalah itu perlu diteliti dan apa yang
melatarbelakanginya. Dalam latar belakang masalah dikemukakan juga fakta-
fakta sementara yang diperoleh peneliti dari pengamatan dan studi
kepustakaan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan suatu
masalah adalah sejauh mana urgensi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari bagi masyarakat. Selain aspek urgensi dan manfaat, peneliti juga
mempertimbangkan aspek kepraktisan seperti fakta dan data yang dapat
diperoleh, dana, dan tenaga.
Dalam membuat latar belakang masalah, pertanyaan yang perlu ada
dalam benak peneliti adalah “kenapa masalah itu penting?”. Untuk menjawab
pertanyaan ini, peneliti akan memulainya dari sesuatu yang umum hingga
pada akhirnya menyempit pada titik permasalahan. Contohnya, peneliti ingin
10
meneliti tentang pendidikan alternatif, maka peneliti akan memulai dari
tingkat kemiskinan di Indonesia, kemudian menjelaskan HDI (Human
Development Indeks) Indonesia, hingga pada akhirnya masuk pada keterkaitan
antara kemiskinan dengan pendidikan berupa rendahnya akses pendidikan
bagi masyarakat miskin, perlu juga menjelaskan data-data pendukung.
C. Menulis Tujuan Tulisan
Tujuan penelitian merupakan rumusan masalah dalam bentuk kalimat
pernyataan. Contoh :
Rumusan masalah : faktor-faktor apakah yang mempengaruhi tingkat
kedisiplinan siswa SMU di Jakarta?
Tujuan penelitian : ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkat kedisiplinan siswa SMU di Jakarta.
Tujuan penelitian juga sangat berkaitan dengan kesimpulan. Bila masalah
penelitian merupakan hal yang dipertanyakan dan tujuan penelitian merupakan
jawaban yang ingin dicari, maka kesimpulan merupakan jawaban yang
diperoleh.
D. Menulis Manfaat Tulisan
Manfaat penelitian merupakan keguanaan nyata dari hasil yang akan
dicapai melalui penelitian tersebut. Misalnya, membantu pemerintah
menemukan alternatif kebijakan yang lebih bagus. Selain bersifat praktis,
manfaat penelitian juga bersifat teoritis.
E. Kajian Teori
Kajian teori atau kerangka teori berisi prinsip-prinsip teori yang
memengaruhi dalam pembahasan. Prinsip-prinsip teori itu berguna untuk
membantu gambaran langkah dan arah kerja. Kerangka teori akan membantu
11
penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti. Artinya, kerangka teori
harus bisa memberikan gambaran tata kerja teori itu.
Kerangka teori dipaparkan dengan maksud untuk memberikan gambaran
tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin
sudah pernah dilakukan para ahli untuk mendekati permasalahan yang sama
atau relatif sama. Dengan demikian pengembangan yang dilakukan memiliki
landasan empiris yang kuat.
Untuk membuat kerangka teori, kita harus menetapkan topik/masalah apa
yang akan dibahas, kemudian cari penelusuran pustaka atau bahan-bahan yang
berhubungan dengan topik tersebut dapat melalui berbagai media seperti buku-
buku referensi atau mencarinya di internet untuk dijadikan landasan/dasar teori
dari topik/masalah yang akan dibahas. Bahan-bahan yang dikumpulkan harus
lengkap dan sebanyak-banyaknya pastinya berhubungan dengan topik yang
akan dibahas.
Biasanya tidak ada prosedur baku dalam menentukan landasan/dasar
teori ini. Beberapa buku penulisan karya ilmiah pun satu sama lain tidak
seragam dalam konteks sistematikanya. Landasan teori biasanya mewajibkan si
penulis untuk menggunakan kerangka umum dari tema penulisan karya
ilmiahnya. Artinya kalau si penulis telah menentukan tema dari karya ilmiah,
maka buku-buku referensi tentu saja harus yang berhubungan dgn tema
tersebut. Bisa juga buku tambahan tetapi buku-buku utama atau jurnal yang
hendak kita kutip harus merupakan "referens" yang berkaitan dengan tema
yang hendak kita buat agar kerangka acuannya tidak terlalu meluas.
Misalnya, kerangka teori untuk menganalisis kesalahan (Anakes)
kebahasaan kita menggunakan teori yang berhubungan dengan itu, misalnya
dengan membuat rujukan buku karya Henry Guntur Tarigan, Pengajaran
Analisis Kesalahan Berbahasa, Penerbit Angkasa, Bandung.
12
F. Formulasi Isi Tulisan
Setelah data terkumpul, langkah berikutnya yang dilakukan peneliti
adalah mengolah dan menganalisis data tersebut.
1. Tahap Persiapan
a. Editing
Kegiatan editing adalah kegiatan meneliti atau memeriksa kembali
data yang telah dikumpulkan dari lapangan. Biasanya editing dilakukan
oleh kuesioner yang disusun secara berstruktur dan diisi melalui
wawancara formal. Dalam mengedit, hal-hal yang harus diperhatikan dari
sebuah data adalah sebagai berikut :
1. Memeriksa namadan kelengkapan identitas pengisi.
2. Mengecek kelengkapan data. Artinya memeriksa isi instrumen
pengumpulan data, termasuk kelengkapan lembar instrumen.
b. Coding
Coding atau pengkodean adalah usaha mengklarifikasikan jawaban
responden menurut macamnya. Tujuannya adalah menyederhanakan
jawaban responden sehingga dapat diolah. Usaha pengkodean dilakukan
dengan memberi simbol atau angka pada jawaban responden. Simbol atau
angka inilah yang disebut kode.
Contoh :
1) Kategori jenis kelamin
a) Laki-laki diberi kode 1
b) Perempuan diberi kode 0
2) Usia responden
a) 15-20 tahun diberi kode 1
b) 21-25 tahun diberi kode 2
c) 26-30 tahun diberi kode 3
3) Kategori tingkat pendidikan
a) SD diberi kode 1
b) SLTP diberi kode 2
13
c) SLTA diberi kode 3
d) Perguruan tinggi diberi kode 4
2. Tahap Pengorganisasian Data
Setelah pengkodean, langkah selanjutnya adalah pengorganisasian
data. Data-data yang telah diberi kode, kemudian dimasukkan ke dalam
tabel pengolahan, baik berupa tabel frekuensi maupun tabel silang. Dengan
demikian data dari lapangan akan tampak lebih sederhana, ringkas, dan
mudah dipahami.
Dengan melakukan kegiatan pengorganisasian data, peneliti akan
memperoleh keuntungan sebagai berikut :
a. Menghemat ruang, mengurangi penjelasan, dan pernyataan deskriptif
menjadi seminimal mungkin.
b. Bisa lebih menampilkan relasi dari proses-proses penelitian.
c. Data yang ditabulasikan itu bisa lebih mudah diingat daripada data yang
tidak ditabulasikan.
d. Pengaturan secara tabular ini mempermudah penjumlahan dari item-
itemnya dan mempermudah menemukan kesalahan-kesalahan.
e. Tabel akan memberikan basis yang mudah untuk mengadakan perhitungan.
Terdapat dua jenis tabel untuk mengorganisasi data agar mudah dibaca dan
ditafsir.
Tabel Frekuensi : Untuk mengetahui besarnya frekuensi data pada
masing-masing kategori perlu dilakukan perhitungan dengan menempatkan
kode jawaban yang sama pada kategori tabel yang disesuaikan. Cara yang
paling mudah adalah dengan cara talli. Contoh:
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Talli Frekuensi
Laki-laki llll 5
Perempuan llll 5
Jumlah llll llll 10
14
Tabel Silang : dibuat dengan cara memecahkan setiap satuan data dari
setiap kategori menjadi dua atau lebih subsatuan. Pemecahan data
demikian dilakukan dengan suatu kriteria yang baru.
Contoh :
Tabel 2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Usia dan Jenis Kelamin
Responden
Usia responden
Jenis kelamin
15-20 21-25
F % F %
Laki-laki 6 50 5 50
Perempuan 6 50 5 50
Jumlah 12 100 10 100
3. Tahap Mengolah Data
Cara pengelolaan data terdiri dari 2 cara. Kedua cara itu adalah cara
statistic dan nonstatistik.
a. Pengolahan data secara statistik
Cara statistik biasa digunakan untuk data yang bersifat kuantitatif .
Pengolahan data secara statistik mempunyai 2 fungsi. Pertama, membantu
peneliti melukiskan dan merangkum hasil pengumpulan datanya. Statistik
seperti ini disebut statistik deskriptif. Kedua, membantu meramalkan suatu
kesimpulan untuk suatu populasi yang lebih besar dari sekumpulan data
yang diselidiki. Statistik seperti ini disebut statistik inferensial.
b. Pengolahan data secara nonstatistik
Pengolahan data nonstatistik adalah cara mengolah data-data
kualitatif. Hasil pengolahan data langsung dapat diambil tanpa
menggunakan instrument statistik. Misalnya, dapat langsung diambil dari
hasil pengamatan, melalui angket tertutup atau wawancara.
15
4. Jenis Hubungan Data
Setelah mengolah data langkah selanjutnya menganalisis atau
menginterpretasikan data tersebut. Dalam tahap tersebut hal yang harus
diketahui adalah jenis hubungan data. Ada beberapa jenis hubungan data
yang perlu diketahui oleh seorang peneliti dalam menganalisis atau
menginterpretasikan data yang telah diolah. Jenis hubungan tersebut adalah
sebagai berikut.
a. Hubungan simetris
Apabila sebuah variable berhubungan dengan variable yang lain,
tetapi adanya variable tersebut bukan disebabkan oleh variable yang
pertama, hubungan demikian dinamakan hubungan simetris. Hubungan
simetris terjadi bila kedua variable merupakan akibat dari suatu factor yang
sama. Hubungan yang terjadi hanyalah kebetulan saja. Misalnya, seorang
peneliti menganalisis dua buah variable, yaitu meningkatkan pemakaian
pupuk oleh petani dan meningkatkan jumlah radio yang dimiliki petani.
Meningkatnya pengguna pupuk dan peningkatan jumlah radio disebabkan
factor yang sama, yaitu meningkatkan pendapatan para petani.
b. Hubungan Asimetris
Apabila suatu berhubungan dengan variabel yang lain tetapi
hubungan tersebut tidak timbal balik, hubungan itu disebut asimetris.
Misalnya hubungan antara “rajin” dan “sukses” atau pendidikan dan
perilaku sosial.
c. Hubungan Timbal Balik (Resiprokal)
Apabila kedua variabel saling mempengaruhi secara timbal balik (2
arah), hubungan itu dinamakan hubungan timbal balik. Dengan perkataan
lain, variabel X mempengaruhi variabel Y dan sebaliknya Y
mempengaruhi X. Dalam hubungan ini, kita tidak tahu mana sebab dan
16
mana akibat. Misalnya, tingkat pendidikan yang rendah akan
mempengaruhi penghasilan seseorang.
G. Membuat Kesimpulan dan Saran
1. Pengertian Kesimpulan dan Saran
Bagian akhir dari sebuah laporan penelitian adalah kesimpulan dan
saran. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat, jelas, dan sistematis dari
keseluruhan hasil analisa, pembahasan, dan pengujian hipotesa dalam
sebuah penelitian. Saran merupakan usul atau pendapat dari seorang
peneliti yang berkaitan dengan pemecahan masalah yang menjadi objek
penelitian ataupun kemungkinan penelitian lanjutan.
Pada bagian kesimpulan dan saran, peneliti berusaha memperlihatkan
benang merah antara keseluruhan bagian dalam penelitian, terutama antara
masalah penelitian, hipotesa, dan analisis data. Sebuah kesimpulan ilmiah
harus didasarkan pada hasil penelitian karena pada bagian ini peneliti
berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan masalah penelitian.
Kesimpulan berasal dari fakta-fakta atau hubungan yang logis. Pada
umumnya kesimpulan terdiri atas kesimpulan utama dan kesimpulan
tambahan. Kesimpulan utama adalah yang berhubungan langsung dengan
permasalahan. Dengan demikian, kesimpulan utama harus bertalian dengan
pokok permasalahan dan dilengkapi oleh bukti-bukti.Pada kesimpulan
tambahan, penulis tidak mengaitkan pada kesimpulan utama, tetapi tetap
menunjukkan fakta-fakta yang mendasarinya. Dengan sendirinya, penulis
tidakdibenarkan menarik kesimpulan yang merupakan hal-hal baru, lebih-
lebih jika dilakukan pada kesimpulan utama. Jika penulis bermaksud
menyertakan data atau informasi barumaka hendaknya dikonsentrasikan
pada bab-bab uraian dan bukannya pada kesimpulan.
Pendek kata, kesimpulan adalah berisi pembahasan tentang
kesimpulan semata. Pada tulisan ilmiah dari hasil penelitian yang
memerlukan hipotesis, maka pada kesimpulan utamanya harus dijelaskan
apakah hipotesis yang diajukan memperlihatkan kebenaran atau tidak.
17
Kesimpulan utama pada tulisan ilmiah dari hasil penelitian yang
memerlukan hipotesis tidaklah sedetil kesimpulan yang terdapat pada bab
analisis. Sebaliknya, pada tulisan ilmiah dari hasil penelitian yang tidak
memerlukan hipotesis, maka kesimpulan merupakan uraian tentang
jawaban penulis atas pertanyaan yang diajukan pada bab pendahuluan.
2. Langkah-langkah Menyusun Kesimpulan dan Saran
Sebagai langkah pertama, penulis menguraikan garis besar
permasalahan dan kemudian member ringkasan tentang segala sesuatu
yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya. Pada langkah berikutnya,
penulis harus menghubungkan setiap kelompok data dengan permasalahan
untuk sampai pada kesimpulan tertentu. Langkah terakhir dalam menyusun
kesimpulan adalah menjelaskan mengenai arti dan akibat-akibat tertentu
dari kesimpulan-kesimpulan itu secara teoritik maupun praktis.
Oleh karena itu, sangat penting bagi seseorang peneliti untuk
mengetahui cara atau teknik menarik kesimpulan atas data-data yang
diperolehnya. Umumnya terdapat dua logika penarikan kesimpulan, yakni
logika deduktif dan logika induktif.
a. Kesimpulan dengan logika deduktif
Logika deduktif atau umum-khusus merupakan proses berpikir yang
dimulai dari sesuatu hal yang umum ke hal-hal yang khusus. Proses
pengambilan keputusan ini dilakukan untuk penelitian dengan pendekatan
kuantitatif. Pengambilan kesimpulan dengan logika deduktif, dimulai
dengan teori yang digunakan, kemudian teori tersebut dikaitkan dengan
data yang diperoleh sehingga peneliti memperoleh kesimpulan.
Contoh :
Premis 1 : langit mendung maka hari akan hujan.
Premis 2 : hari ini langit mendung.
Kesimpulan : maka hari ini akan hujan.
18
b. Kesimpulan dengan logika induktif
Logika berpikir ini dimulai dari sesuatu hal yang spesifik sehingga
dapat dilihat pola yang terjadi dan pola ini akan menjadi kesimpulan bagi
sebuah penelitian proses logika berpikir ini dapat digunakan untuk
penelitian dengan pendekatan kualitatif.
Contoh :
Bukti 1 : senin hujan
Bukti 2 : selasa hujan
Bukti 3 : rabu hujan
Bukti 4 : kamis hujan
Kesimpulan : maka kemungkinan hari jumat hujan.
19
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Dalam mengidentifikasi masalah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
adalah pertama, gunakan bahasa yang mudah dipaham. Kedua, pilihlah
kata-kata yang mengandung arti yang sama bagi semua orang. Ketiga,
gunakan kalimat pendek yang tidak menyulitkan pemahaman.
2. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan suatu masalah
adalah sejauh mana urgensi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
bagi masyarakat. Selain aspek urgensi dan manfaat, peneliti juga
mempertimbangkan aspek kepraktisan seperti fakta dan data yang dapat
diperoleh, dana, dan tenaga.
3. Tujuan penelitian juga sangat berkaitan dengan kesimpulan dan manfaat
penelitian merupakan keguanaan nyata dari hasil yang akan dicapai
melalui penelitian tersebut.
4. Prinsip-prinsip teori dalam karya ilmiah berguna untuk membantu
gambaran langkah dan arah kerja. Kerangka teori akan membantu penulis
dalam membahas masalah yang sedang diteliti.
5. Dalam memformulasikan isi tulisan ada beberapa tahap yang dilakukan
yaitu tahap persiapan yang terdiri dari editing dan coding. Kedua, yaitu
tahap pengorganisasian data .
6. Kesimpulan merupakan uraian tentang jawaban penulis atas pertanyaan
yang diajukan pada bab pendahuluan. Dalam penulisan kesimpulan
umumnya terdapat dua cara penarikan kesimpulan, yakni cara nonstatistik
dan cara statistik.
7. Saran merupakan usul atau pendapat dari seorang peneliti yang berkaitan
dengan pemecahan masalah yang menjadi objek penelitian ataupun
kemungkinan penelitian lanjutan.
20
20
B. Saran
1. Dalam menulis karya ilmiah diharapkan memperhatikan sistematika
penulisan sehingga karya ilmiah tersebut dapat diterima oleh berbagai
kalangan.
2. Dalam menulis diharapkan penulis dapat mengkaji berbagai fenomena dan
permasalahan yang terjadi dalam masyarakat saat ini sehingga karya tulis
dapat menjadi menarik dan bermanfaat bagi para pembaca.
3. Kami mengharapkan para pembaca dapat meningkatkan kekreatifannya
dan kekritisannya dalam berfikir saat membuat karya ilmiah.
DAFTAR PUSTAKA
Maryati, Kun. 2007. SOSIOLOGI untuk SMA dan MA kelas XII. Jakarta:
Erlangga.
http://www.pdfqueen.com/html/
http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Abstrak-kesimp-saran.pdf
http://www.google.co.id#hl=id&source=hp&q=tujuan+penulisan+karya+ilmiah&
meta=&aq=0&aqi=g3&aql=&oq=tujuan+penulisan+ka&gs_rfai=&fp
http://id.shvoong.com/humanities/1914052-manfaat-menulis-ilmiah/
http://www.akatiga.org/index.php/artikeldanopini/lainnya/128
http://mgmp1.wordpress.com/2009/03/11/penulisan-karya-ilmiah-artikel-ilmiah/

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful