You are on page 1of 40

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 1 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

Semarang Periode 14 Oktober - 2 November 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG Sistem perkemihan merupakan salah satu sistem yang penting dalam tubuh manusia. Sistem perkemihan terdiri dari ginjal, ureter, vesika urinaria dan uretra yang menyelenggarakan serangkaian proses untuk tujuan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, asam basa, mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea, kreatinin, asam urat dan urine. Gangguan pada sistem perkemihan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius dan kompleks, salah satunya yaitu adanya obstruksi karena adanya batu pada ginjal (nefrolithiasis) yang dapat mengakibatkan Gagal Ginjal Kronik (GGK). Penyakit ginjal adalah salah satu penyebab utama dari kematian dan cacat tubuh di banyak Negara seluruh dunia. Sebagai contoh, pada tahun 1994, lebih dari 15 juta manusia di Amerika Serikat diperkirakan mengidap penyakit ginjal yang tampaknya menjadi penyebab utama hilangnya waktu kerja [1]. Kegagalan ginjal dalam melaksanakan fungsi-fungsi vital menimbulkan keadaan yang disebut uremia atau penyakit ginjal stadium akhir (PGSA). Perkembangan terus berlanjut sejak tahun 1960 dari teknik dialisis dan transplantasi ginjal sebagai pengobatan PGSA merupakan alternative dari resiko kematian yang hampir pasti. PGSA adalah sebab utama dari morbiditas dan mortalitas di luar negeri. Hampir sepuluh ribu orang pertahun mengalami PGSA [2]. Indonesia termasuk Negara dengan tingkat penderita gagal ginjal cukup tinggi. Saat ini, jumlah penderita gagal ginjal mencapai 4.500 orang. Kecenderungan kenaikan penderita gagal ginjal itu natara lain terlihat dari meningkatnya jumlah pasien cuci darah, yang jumlahnya rata-rata 250 orang/tahun [3] Untuk menegakan diagnosis batu ginjal diperlukan anamesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium atau penunjang lainnya salah satunya adalah pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan laboratorium yang terdiri dari pemeriksaan darah dan urin serta pemeriksaan radiologi mampu membantu menegakan diagnosis batu ginjal. Pada pusat pelayanan kesehatan primer pemeriksaan pada pasien suspect 1

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 2 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober - 2 November 2013

batu ginjal hanya terbatas sampai pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan radiologi harus dilakukan di rumah sakit yang memiliki sarana radiologi. Dengan alasan efisiensi biaya dan efektivitas perlu diketahui apakah ada kesesuaian diagnosis batu ginjal menggunakan pemeriksaan mikroskopis urin dan pemeriksaan radiologi[4]. Tujuan pemeriksaan batu ginjal dengan pencitraan adalah menentukan adanya batu dalam ginjal, mengevaluasi komplikasi, memperkirakan kemungkinan bagian batu, pastikan bagian batu, menilai beban batu, dan mengevaluasi aktivitas penyakit. Adapun pemeriksaan yang dapat di antaranya adalah foto polos, USG, CT Scan, MRI, IVP, pielografi retrogard, dan renogram [5]. Berdasarkan uraian di atas, maka dibuat laporan mengenai kasus batu ginjal (Nefrolithiasis) yang ditemukan dengan pemeriksaan Pielografi Intra Vena (IVP).

1.2

TUJUAN a. Mengetahui dan memahami faktor-faktor resiko serta etiologi yang diduga dapat menyebabkan batu ginjal sehingga dapat dilakukan intervensi yang sesuai. b. Mengetahui dan memahami mekanisme dan patofisiologi terjadinya batu ginjal, sehingga pendekatan diagnostik yang tepat dapat dicapai. c. Mengetahui dan memahami anatomi ginjal dan diagnosis banding dari batu ginjal. d. Mengetahui pemeriksaan penunjang mana yang diperlukan untuk menunjang diagnostik pada batu ginjal terutama secara radiologi. e. Mengetahui penatalaksanaan dari batu ginjal.

1.3

MANFAAT Dengan penulisan laporan kasus ini diharapkan dapat dijadikan sebagai media belajar bagi mahasiswa klinik sehingga dapat mendiagnosis terutama secara radiologis dan mengelola pasien dengan permasalahan seperti pada pasien ini secara komprehensif.

2

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 3 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober - 2 November 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. SISTEM SALURAN KEMIH Sistem saluran kemih adalah suatu system dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupaurin (air kemih). Sistem saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih (vesika urinaria) dan uretra. System saluran kemih pada manusia dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1. Sistem Saluran Kemih Pada Manusia

2.2. TRAKTUS URINARIUS Ginjal merupakan organ pada tubuh manusia yang menjalankan banyak fungsi untuk homeostatis, yang terutama adalah sebagai organ ekskresi dan pengatur keseimbangan cairan dan asam basa dalam tubuh. Terdapat sepasang ginjal pada manusia, masing-masing di sisi kiri dan kana (lateral) tulang vertebra dan terletak retroperitoneal (dibelakang peritoneum). Selain itu sepasang ginjal tersebut dilengkapi juga dengan sepasang ureter, sebuah vesika urinaria (buli-buli/kandung kemih) dan uretra yang membawa urine kelingkungan luar tubuh [1]. Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti kacang, terdapat sepasang (masing-masing satu di sebelah kanan dan kiri vertebra) dan posisinya retroperitoneal. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah (kurang lebih 1 cm) dibanding ginjal kiri, hal ini disebabkan adanya hati yang mendesak ginjal sebelah kanan. Kutub atas ginjal kiri 3

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 4 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober - 2 November 2013

adalah tepi atas iga 11 (vertebra T12), sedangkan kutub atas ginjal kanan adalah tepi bawah iga 11 atau iga 12. Adapun kutub bawah ginjal kiri adalah processus tranversus vertebra L2 (kira-kira 5 cm dari Krista iliaka) sedangkan kutub bawah ginjal kanan adalah pertengahan vertebra L3. Dari batas-batas tersebut dapat terlihat bahwaginjal kanan posisinya lebih rendah dibandingkan ginjal kiri [1].

Gambar 2. Ginjal

Secara umum, ginjal terdiri dari beberapa bagian [6] :  Korteks, yaitu bagian ginjal di mana di dalamnya terdapat/terdiri dari korpus renalis/Malpighi (glomerulus dan kapsul Bowman), tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distalis. 4

yaitu bagian korteks di antara pyramid ginjal Processus renalis. Di sekeliling tubulus ginjal tersebut terdapat pembuluh kapiler. Nefron kortikal Yaitu :nefron di mana korpus renalisnya terletak di korteks yang relative jauh dari medulla serta hanya sedikit saja bagian lengkung Henle yang terbenam pada medulla. yang terdiri dari 9-14 pyramid. sedangkan v.2 November 2013          Medulla.renalis akan bermuara pada veba cava inferior. serabut saraf atau duktus memasuki/meninggalkan ginjal Papilla renalis. a. Nefron juxtamedula Yaitu : nefron dimana korpus renalisnya terletak di tepi medulla. Setelah memasuki ginjal melalui hilus. yaitu saluran yang membawa urine menuju vesica urinaria Unit fungsional ginjal disebut nefron. yaitu suatu bagian/area di mana pembuluh darah. yaitu percabangan dari pelvis renalis Pelvis renalis.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 5 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . yaitu bagian pyramid/medulla yang menonjol kearah korteks Hilus renalis.renalis akan bercabang menjadi arteri 5 . A. tubulus kontortus proksimal. lengkung Henle. yaitu bagian yang menghubungkan antara duktus pengumpul dan calix minor Calix minor. renalis merupakan percabangan dari aorta abdominal. 2. Columna renalis. Nefron terdiri dari korpus renalis/Malpighi (yaitu glomerulus dan kapsul bowman). Ginjal diperdarahi oleh a/v renalis. Berdasarkan letaknya nefron dapat dibagi menjadi : 1. disebut juga piala ginjal. yaitu percabangan dari calyx mayor Calyx mayor. memiliki lengkung Henle yang terbenam jauh ke dalam medulla dan pembuluhpembuluh darah panjang dan lurus yang disebut sebagai vasa rekta [6]. lengkung Henle dan tubulus pengumpul (ductus colligent). yaitu arteriol (yang membawa darah dari dan menuju glomerulus) serta kapiler peritubulus (yang memperdarahi jaringan ginjal). tubulus kontortus distal yang bermuara pada tubulus pengumpul. yaitu bagian yang menghubungkan antara calyx major dan ureter Ureter. Di dalamnya terdiri dari tubulus rektus.

anterior-superior. n.splachnicus minor dan n.2 November 2013 sublobaris yang akan memperdarahi segmen-segmen tertentu pada ginjal.lumbalis. Gambar 3. konsentrasi ion mineral dan komposisi air dalm darah [7]. 6 . mengatur pH. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tetentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal 3. Fungsi ginjal : Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolism tubuh: 1. Sedangkan persarafan simpatis melalui n.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 6 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Mengekskresikaan zat yang jumlahnya berlebihan 2. melalui n. inferior serta posterior [6]. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh 4. anterior-inferior.vagus [6]. Untuk persarafan simpatis ginjal melalui segmen T10-L1 atau L2.splanchnicus major. yaitu segmen superior. Menghasilkan zat hormone yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang 5. saraf ini berperan untuk vasomotorik dan aferen visceral. Nefron ginjal Ginjal memiliki persarafan simpatis dan parasimpatis. Hemostasis ginjal.

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 7 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Ureter diperdarahi oleh cabang dari a. lalu menyilangi pintu atas panggul dengan a.testicularis/ovarica serta a.vesicalis inferior.iliaca comunis. fleksura marginalis serta muara ureter ke dalam vesica urinaria. lalu melengkung secara ventro-medial untuk mencapai vesica urinaria. reabsorpsi. Ureter setelah keluar dari ginjal (melalui pelvis) akan turun di depan m. Gerakan peristaltic mendorong urine melalui ureter yang 7 . Terdapat sepasang ureter yang terletak retroperitoneal. Gambaran Ureter Ureter merupakan saluran sepanjang 25-30 cm yang membawa hasil penyaringan ginjal (filtrasi. pleksus aorticus. Ureter berfungsi untuk menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kemih.iliaca communis. aorta abdominalis. a.psoas major. a.renalis. sekresi) dari pelvis renalis menuju vesica urinaria. Tempat-tempat seperti ini sering terbentuk batu/kalkulus.2 November 2013 Gambar 4. masing-masing satu untuk setiap ginjal [8]. serta pleksus hipogastricus superior dan inferior [8]. Sedangkan persarafan ureter mellaui segmen t10L1 atau L2 melalui pleksus renalis. Ureter berjalan secara postero-inferior di dinding lateral pelvis. Terdapat beberapa tempat di mana ureter mengalami penyempitan yaitu peralihan pelvis renalis-ureter. Adanya katup uretero-vesical mencegah aliran balik urine setelah memasuki kandung kemih.

a. Vesica urinaria terletak di lantai pelvis (pelvic floor). fundus/basis dan collum. merupakan tempat untuk menampung urine yang berasal dari ginjal melalui ureter. Gambar 5. Gambaran vesica urinaria dan uretra Vesica urinaria.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 8 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Trigonum vesicae merupakan suatu bagian berbentuk mirip segitiga yang terdiri dari orifisium kedua ureter dana collum vesicae. bagian usus halus. Terdapat trigonum vesicae pada bagian posteroinferior dan collum vesicae. sedangkan persarafan pada vesica urinaria terdiri atas persarafan simpatis 8 . limfatik dan saraf [1]. longitudinal.vesicalis superior dan inferior.2 November 2013 diekskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran. bagian ini berwarna lebih pucat dan tidak memiliki rugae walaupun dalam keadaan kosong [6]. Vesicae urinaria diperdarahi oleh a. untuk selanjutnya diteruskan ke uretra dan lingkungan eksternal tubuh melalui mekanisme relaksasi sphincter. organ reproduksi. Namun pada perempuan. posterior. bersama-sama dengan organ lain seperti rectum. Serta mempunyai tiga permukaan (superior dan inferolateral dextra dan sinistra) serta empat tepi (anterior. Dalam keadaan kosong vesica urinaria berbentuk tetrahedral yang terdiri ada tiga bagian yaitu apex.vesicalis inferior di gantikan oleh a. lateral dextra dan sinistra). serta pembuluhpembuluh darah. sirkular).detrusor (otot spiral.vaginalis. melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih [6]. Dinding vesica urinaria terdiri dari otot m. sering juga di sebut kandung kemih atau buli-buli.

dan n. dan posisinya. yang berperan sebagai sensorik dan motorik. mempunyai selaput mukosa berbentuk lipatan disebut rugae (kerutan) dan dinding otot elastic sehingga kandung kencing dapat membesar dan menampung jumlah urine yang banyak [6].splanchnicus minor. Gambar 6. Adapun persarafan parasimpatis melalui n. Kandung kemih berfungsi sebagai tempat penampungan sementara (reservoa) urine.splachnicus lumbalis L1-L2. n.splanchnicus minor. ukuran.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 9 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .splanchnicus pelvicus S2-S4. Uretra pria dan wanita 9 . Persarafan simpatis melalui n.2 November 2013 dan parasimpatis. Secara umum volume dari vesika urinaria adalah 350-500 ml [6]. Kandung kemih bervariasi dalam bentuk. tergantung dari volume urine yang ada di dalamnya.

10 .sphincter urethrae eksternal berada di bawah kendali volunteer (somatis) [1]. Bagian ini dapat lebih berdilatasi / melebar disbanding bagian lainnya [1]. membentang dari pars membranosa sampai orifisium di ujung kelenjar penis. bersifat volunteer). Uretra pada pria memiliki panjang sekitar 20 cm dan juga berfungsi sebagai organ seksual (berhubungan dengan kelenjar prostat).5 cm) dibanding uretra pada pria.spchinter urethrae yang bersifat volunteer di bawah kendali somatic.sphincter externa (distal inferior dari kandung kemih dan bersifat volunter) [6] Pada pria. Bagian ini disuplai oleh persarafan simpatis [1]. merupakan bagian dari collum vesicae dan aspek superior kelenjar prostat. sedangkan pada wanita hanya memiliki m. merupakan bagian utetra paling panjang. uretra wanita tidak memiliki fungsi reproduktif [6]. pria memiliki dua otot sphincter yaitu m. merupakan bagian yang melewati/menembus kelnjar prostat. Pars membranosa (12-19 mm). pars prostatika. Setelah melewati diafragma urogrnital. sedangkan uretra pada wanita panjangnya sekitar 3.detrusor dan bersifat involunter) dan m.sphincter urethrae internal yang berlanjut dengan kapsul kelnjar prostat. pars membranosa dan pars spongiosa [1]. Pars prostatika (3-4 cm).sphincter interna (otot polos terusan dari m. Terdapat beberapa perbedaan uretra pada pria dan wanita. Pars spongiosa (15 cm). Diliputi otot polos dan di luarnya oleh m.5 cm. selain itu. uretra akan bermuara pada orifisiumnya di antara klitoris dan vagina (vagina opening). namun tidak seperti uretra pria.5 cm). Pars pre-prostatika (1-1. Pars pre-prostatoka dikelilingi otot m.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 10 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . merupakan bagian yang terpendek dan tersempit.sphincter externa (di uretra pars membranosa.2 November 2013 Uretra merupakan saluran yang membawa urine keluar dari vesica urinaria menuju lingkungab luar. Bagian ini menghubungkan dari prostat menuju bulbus penis melintasi diafragma urogenital. uretra dapat di bagi atas pars pre-prostatika. Terdapat m. Sedangkan uretra pada wanita berukuran lebih pendek (3. Bagian ini dilapisi oleh korpus spongiosum di bagian luarnya [1].

Gambar 7. reabsorsi. gula. disimpan sementara dalam kandung kemih dan dibuang melalui proses mikturisi [6]. 2. urea dan zat bermolekul 11 .SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 11 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . FISIOLOGI TRAKTUS URINARIUS Urin merupakan larutan kompleks yang terdiri dari sebagian besar air (96%) air dan sebagian kecil zat terlarut (4%) yang dihasilkan oleh ginjal. Urin dihasilkan dari penyaringan darah yang dialirkan melalui cabang aorta yaitu arteri renalis oleh nefron-nefron yang ada di ginjal. Nefron ginjal Proses pembentukan urin. uretra merupakan sebuah saluran yang berjalan dari leher kandung kecing kelubang air [6]. dan sekresi. Filtrasi (penyaringan) :capsula bowman dari badan Malpighi menyaring darah dalam glomerulus yang mengandung air. yaitu [6] a. garam.2 November 2013 Fungsi uretra yaitu untuk transport urine dari kandung kencing ke meatus eksterna. Nefron-nefron itu melakukan fungsi-fungsi seperti filtrasi.3.

Arah sumbu kebawahdan lateral sejajar dengan muskuli psoas kanan dan kiri. batu radioopak dan perkapuran dalam ginjal.dansekresi H+ dan K+. dan pergerakan ini dapat dilihat dengan fluoroskopi. Selanjutnya akan disalurkan ketubulus kolektifus ke pelvis renalis. pembuluh darah menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsorbsi aktif ion Na+ dan Cl. Reabsorbsi (penyerapankembali) :dalam tubulus kontortus proksimal zat dalam urin primer yang masih berguna akan direabsorbsi yang dihasilkan filtrate tubulus (urinsekunder) dengan kadar urea yang tinggi. Yang harus diperhatikan disini adalah kontur. ukuran dan posisi kedua ginjal. 2. UIV Pemeriksaan UIV akan menghasilkan sebuah gambaran yang disebut dengan pielogram. Kedua ureter berjalan lurus dari pelvis renis kedaerah pertengahan sacrum dan berputar kebelakang lateral dalam suatu arkus.PEMERIKSAAN RADIOLOGI TRAKTUS URINARIUS 1. Ginjal kanan letaknya kira-kira 2 cm lebih rendah daripada yang kiri. Pada pielogram normal. asam amino dan garam-garam. Pelvis renis lalu dilanjutkan dengan kalik mayor. turun ke bawah dan masuk kedalam dan depan untuk memasuki trigonum vesikaurinaria. c. 2. Di dalam filtrate ini terlarut zat seperti glukosa. ginjalmenjadilebihjelasterlihat. Sekresi (pengeluaran) :dalam tubulus kontortus distal. Pada pernafasan.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 12 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Dengan adanya lemak perineal. batas bawahnya setinggi korpus vertebra L3. Dari kalik mayor dilanjutkan dengan kalik minor yang jumlahnya antara 6-14 buah. Foto Polos Abdomen (FPA) Pada setiap pemeriksaan traktus urinarius sebaiknya diawali dengan pembuatan foto polos abdomen (FPA).4. akan didapatkan gambaran bentuk kedua ginjal seperti kacang. Dapat pula dilihat kalsifikasi dalam kista dan tumor. Tiga 12 . kedua ginjal bergerak. biasanya berjumlah 2 buah.Hal ini terutama dapat dilihat pada orang gemuk. b. Kutub atas ginjal kiri setinggi vertebra Th11.2 November 2013 besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrate glomerulus (urin primer).Interprestasi terhadap kalsifikasi saluran ginjal harus dilakukan secara hati-hati karena phlebolit dalam kelenjar mesenterika dan vena pelvis sering disalah artikan sebagai batu ureter [9].

2 November 2013 tempat penyempitan ureter normal adalah pada uretero pelvical junction. Lakukan irisan transversal untuk menentukan lokasi aksis ginjal. sedangkan pada ginjal kiri yang dipakai adalah lambung yang berisi air [7]. di bagian tengah 1-2 cm dan di bagian kutub 2-3cm. bila perlu gunakan magnifikasi. hepar juga digunakan sebagai sonic window. dan struktur anatomi dalam ginjal. Ukuran ginjal normal berkisar antara [10] : Ginjal kanan : 8-14 cm Ginjal kiri : 7-12 cm Diameter antero posterior rata-rata 4 cm dan diameter melintang rata-rata 5 cm.5-3. pasien dipuasakan untuk meminimalkan gas di usus yang dapat menghalangi pemeriksaan. Posisi supine tidak dianjurkan untuk memeriksa ginjal kiri karena gambaran ginjal terganggu oleh gambaran udara lambung dan usus. bentuk. letak. Penilaian kutub atas ginjal paling baik dengan sector transduser melalui celah iga. Piramis medulla berisi lebih banyak 13 .Sebelum pemeriksaan. Fokus transduser yang digunakan sekitar 5cm. Ekoparenkim ginjal relative lebih rendah dibandingkan dengan eko sinus ginjal. Pada keadaan normal. diikuti dengan irisan-irisan longitudinal. Lemak perirenal tampak sebagai lapisan yang berdensitas tinggi mengelilingi sisi luar ginjal. Tebal parenkim ginjal dibandingkan tebal sinus ginjal kira-kira 1:2. Medula dan korteks dapat jelas dibedakan.5 MHz cukup memadai. Ginjal kanan dapat diperiksa dengan pasien pada posisi supine. Ginjal turut bergerak pada pernapasan. left lateral decubitus dan pronasi. uretero vesical junction. yang relative lebih hiperekoik. USG Pemeriksaan USG ginjal merupakan pemeriksaan yang tidak invasive. 2. Sementara parenkim ginjal terdiri atas korteks dan medula. sehingga pasien diminta untuk menahan napas pada inspirasi dalam. ekokorteks lebih tinggi dari pada ekomedula. Pada ginjal kanan. Penilaian UIV sangat dibutuhkan untuk menentukan posisi ginjal dan daerah yang perlu dinilai lebih lanjut.USG dapat memberikan keterangan tentang ukuran. 3. dan persilangan pembuluh darah iliaka [7]. Sonic window yang digunakan adalah otot perut belakang dan postero lateral serta celah iga.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 13 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Tebal parenkim ginjal normal hamper merata.

NEFROLITHIASIS  Definisi Nephrolithiasis adalah adanya batu atau kalkulus dalam pelvis renal batu-batu tersebut dibentuk oleh kristalisasi larutan urin (kalsium oksalat asam urat. Batu ginjal terbentuk pada tubuli ginjal kemudian berada di kaliks infundibulum. tidak ada persiapan khususu untuk pasien. Batu sebesar kerikil biasanya dikeluarkan secara spontan. dan prone [11]. berbentuk segitiga. struvit dan sistin).2 November 2013 cairan dari pada korteks sehingga terlihat lebih hipoekoik. Pemeriksaan dilakukan pada kedua ginjal dengan posisi supine. infundibulum. pria lebih sering terkena penyakit ini dari pada wanita dan kekambuhan merupakan hal yang mungkin terjadi. jelly.05. Eko sinus ginjal juga dikenal sebagai central pelvicalical echo complex. Batu yang mengisi pielum dan lebih dari dua kalik ginja memberikan gambaran menyerupai tanduk rusa sehingga disebut batu staghorn [2]. kalium fosfat. terlihat sebagai daerah hiperekoik di bagian tengah ginjal.  Etiologi 1. tisu. Tranducer yang digunakan memiliki kapasitas 3. pelvis ginjal dan bahkan bias mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal.5.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 14 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Persiapan alat USG. dengan basis di kortek dan apeknya di sinus. Faktor intrinsik antara lain : a) b) Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya. dan handskun. dan kalises sebagian besar terdiri dari lemak [10]. 2. bila diperlukan dengan posisi LLD/RLD. Ukuran batu tersebut bervariasi dari yang granular (pasir dan krikil) sampai sebesar buah jeruk. Hal ini disebabkan karena di sekitar pelvis.0 MHz. Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun 14 .

batu struvit (magnesium ammonium fosfat) dan batu sistin a. dan ratarata terjadi pada usia decade ketiga. Batu kalsium ini terdiri dari 2 tipe yaitu monohidrat dan dihidrat. Batu Kalsium Oksalat : Merupakan jenis batu paling sering dijumpai. Kadang-kadang batu ini dijumpai dalam bentuk murni atau juga bisa dalam bentuk campuran. c. batu kalsium fosfat. b. Klasifikasi Batu Menurut susunan kimiawi[12]: Berdasarkan susunan kimianya batu urin ada beberapa jenis yaitu : batu kalsium okalat. Iklim dan temperatur Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi/.2 November 2013 c) Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan. d. Batu ini lebih umum pada wanita. 1. batu asam urat.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 15 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . yaitu lebih kurang 75 – 85% dari seluruh batu urin. Geografis : pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu ginjal yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stonebelt. Batu kalsium dihidrat biasanya pecah dengan mudah dengan lithotripsy (suatu teknik non invasive dengan menggunakan gelombang kejut yang 15 . e. oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu Pekerjaan : penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas atau sedentary life [1]. Diet : diet tinggi purin. Faktor ekstrinsik antara lain : a. misalnya dengan batu kalsium fosfat )biasanya hidroxy apatite).

Dalam urin kristal asam urat berwarna merah orange.Batu ini bersifat radioopak dan mempunyai densitas yang berbeda. Batu asam urat : Lebih kurang 5-10% dari seluruh batu ginjal dan batu ini tidak mengandung kalsium dalam bentuk mu rni sehingga tak terlihat dengan sinar X (Radiolusen) tapi mungkin bisa dilihat dengan USG atau dengan Intra Venous Pyelografy (IVP). Batu jenis dihidrat cenderung membentuk kristal seperti tetesan air mata.Dikatakan bahwa batu staghorn dan struit mungkin berhubungan erat dengan destruksi yang cepat dari ginjal’ hal ini mungkin karena proteus merupakan bakteri urease yang poten. Diurin kristal batu struit berbentuk prisma empat persegi panjang. tapi kadang-kadang dapat cukup besar untuk membentuk batu staghorn. c. Batu dapat tumbuh menjadi lebih besar membentuk batu staghorn dan mengisi seluruh pelvis dan kaliks ginjal. terdiri dari magnesium ammonium fosfat (batu struvit) dan kalsium fosfat. dan biasanya relatif lebih mudah keluar karena rapuh dan sukar larut dalam urin yang asam.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 16 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Batu asam urat ini biasanya berukuran kecil. Asam urat anhirat menghasilkan kristal-kristal kecil yang terlihat amorphous dengan mikroskop cahaya. b. Batu dapat tumbuh menjadi lebih besar membentuk batu staghorn dan mengisi seluruh pelvis dan kaliks ginjal. Separoh dari penderita batu asam urat menderita gout. dan batu ini biasanya bersifat famili apakah dengan atau tanpa gout. Batu Struvit : Sekitar 10-15% dari total. d. Dan kristal ini tak bisa dibedakan dengan kristal apatit. Batu asam urat ini terjadi terutama pada wanita.) sedangkan batu monohidrat adalah salah satu diantara jenis batu yang sukar dijadikan fragmen-fragmen. Batu Sistin : (1-2%) 16 .2 November 2013 difokuskan pada batu untuk menghancurkan batu menjadi fragmenfragmen. Batu ini terjadi sekunder terhadap infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri pemecah urea.

sitrat.2 November 2013 Lebih kurang 1-2% dari seluruh BSDK. Sedang kristal sistin diurin tampak seperti plat segi enam. . pirofosfat. berwarana kuning jeruk dan berkilau. Inti batu dapat berupa kristal atau bendaasing di saluran kemih. Jika kadar 17 . Batu Xantin : Amat jarang. Substansi tertentu seperti sitrat yang secraa normal mencegah kristalisasi dalam urin. Partikel-partikelyang berada dalam larutan yang kelewat jenuh (supersaturated) akan mengendap di dalamnukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu. Factor-faktor penyakit lain yang dapat mencetuskan peningkatan konsntrasi kalsium di dalam urin dan darah juga menyebabkan pembentukan kalsium [2]. Proses pembentukan batu ginjal dipengaruhi oleh beberapa factor yang kemudian dijadikan dalam beberapa teori :  Teori nukleasi batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu sabuk batu (nukleus). e.  Teori Matriks Mtriks organik terdiri atas serum/protein urine (albumin.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 17 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . antara lainmagnesium.  Teori kristalisasi Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentukan kristal. globulin dan mukoprotein)merupakan kerangka tempat diendapkannya kristal-kristal batu. kalsium fosfat dan asam urat yang meningkat. Bersifat Radioopak karena mengandung sulfur.  Patofisiologi Batu dapat terbentuk karena adanya substansi tertentu seperti kalsium oksalat. dan beberapa peptida. sangat sukar larut dalam air. Batu ini jarang dijumpai (tidak umum). Ditemukan disetiap bagian ginjal sampai kandung kemih dan ukurannya bervariasi dari deposit granular kecil (pasir atau kerikil) sampai batu sebesar kandung kemih yang berwarna orange. Namun bisa bersifat sekunder karena pemberian alupurinol yang berlebihan. Kondisi lain yang mempengaruhi laju pembentukan batu adalah pH urin status cairan. bersifat herediter karena defisiensi xaintin oksidase. mukoprotein.

Batu ginjal dapat bermanifestasi tanpa gejala sampai dengan gejala berat. Batu yang menyumbat ureter.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 18 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. 2. demam. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. Jika batu menyumbat aliran kemih. terutama ketika batu melewati ureter. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. terutama yang kecil (ureter). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. 3. Umumnya gejala berupa obstruksi aliran kemih dan infeksi. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. sehingga terjadilah infeksi. yang menjalar ke perut. daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Batu.2 November 2013 salah satu ataubeberapa zat itu berkurang. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). perut menggelembung. akan memudahkan terbentuknya batu di dalam saluran kemih. bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah.  Manifestasi Klinis Menurut Smeltzer (2000) menjelaskan beberapa gambaran klinis nefrolitiasis : 1. Gejala dan tanda yang dapat ditemukan pada penderita batu ginjal antara lain [1] :   Tidak ada gejala atau tanda Nyeri pinggang 18 . Gejala lainnya adalah mual dan muntah. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. menggigil dan darah di dalam air kemih.

3. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). 2. Identifikasi dari kristal yang ada di urin akan membantu konfirmasi keberadaan dan penentuan tipe batu. 4. sedangkan pemeriksaan biokimia dari darah puasa dan urin 24 jam dapat memperkirakan penyakit yang menyertai/menyebabkan terjadinya batu[13]  Penatalaksanaan Penatalaksanaan pada nefrolitiasis terdiri dari : 1. diberikan kalium sitrat. adanya riwayat batu dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan radiologis atau dengan IVU pada batu radiolusen.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 19 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Namun bila pernah ada batu maka diagnosa tipe batu yang paling tepat adalah dengan analisa batu. 19 . Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat.2 November 2013       Hematuria makroskopik atau mikroskopik Pielonefritis dan/ atau sistitis Pernah mengeluarkan batu kecil ketika kencing Nyeri tekan kostovetebral Batu tampak pada pemeriksaan pencitraan Gangguan faal ginjal  Diagnosis Adanya batu saluran atas ini dapat diketahui berdasarkan gejala-gejala klinis yang dijumpai. Selain itu ada dua hal lagi yang selalu harus dipertimbangkan yaitu : diagnosis tipe dari batu dan penyebab dari batu. Obat diuretik thiazid(misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru.

7. Batu asam urat. Terapi Medikamentosa Pada dasarnya penatalaksanaan batu saluran kemih secara farmakologis meliputi dua aspek: 1. merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 20 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . sarkoidosis. yang dapat dicapai dengan pemberian opioid (morfin sulfat) atau NSAID. yaitu dengan meluruhkan batu dan juga mencegah terbentuknya batu lebih lanjut (atau dapat juga sebagai pencegahan/profilaksis) Panduan khusus dalam menatalaksana batu saluran kemih: 1. kacang-kacangan. keracunan vitamin D. karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. 2. Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. 10. coklat. bisa diberikan kalium sitrat. 8. Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih. yang menyokong terbentuknya batu kalsium. ikan dan unggas. Sedangkan menurut Purnomo BB (2003). Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. penatalaksanaan nefrolitiasi adalah : 1. 6. seperti hiperparatiroidisme. 20 . merica dan teh). Menangani batu yang terbentuk. dan 2.2 November 2013 5. 9. Menghilangkan rasa nyeri/kolik yang timbul akibat adanya batu. Pasien dengan dehidrasi harus tetap mendapat asupan cairan yang adekuat Tatalaksana untuk kolik ureter adalah analgesik. Dianjurkan untuk banyak minum air putih. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah. asidosis tubulus renalis atau kanker.

Regimen ini meliputi kortikosteroid (prednisone). yaitu dengan bantuan agen alkalis. Agen yang dapat digunakan adalah sodium bikarbonat atau potasium sitrat. Pada pasien dengan kemungkinan pengeluaran batu secara spontan. Pada pasien batu asam urat.5-7. Hal ini dapat dicapai dengan pengaturan diet. jika terdapat hiperurikosurik/hiperurisemia dapat diberikan allopurinol. mengurangi nyeri serta memperkecil kemungkinan operasi. Pemberian analgesik yang dikombinasikan dengan MET dapat mempermudah pengeluaran batu. bahkan hingga 1 cm per bulan.0.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 21 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Di bawah ini adalah obat yang dapat digunakan untuk menatalaksana batu saluran kemih : 21 . Dengan cara demikian maka batu yang berespon terhadap terapi dapat meluruh. Selain itu. Oleh sebab itu tatalaksana lebih mengarah pada pencegahan terbentuknya kalkulus lebih lanjut. dapat diberikan regimen MET (medical expulsive therapy). sulit untuk terjadi peluruhan (dissolve). Pada batu dengan komposisi predominan kalsium. apabila terapi ini gagal (batu tidak keluar) maka pasien harus dikonsultasikan lebih lanjut pada urologis. peningkatan asupan cairan serta pengurangan konsumsi garam dan protein. calcium channel blocker (nifedipin) untuk relaksasi otot polos uretra dan alpha blocker (terazosin) atau alpha-1 selective blocker (tamsulosin) yang juga bermanfaat untuk merelaksasikan otot polos uretra dan saluran urinari bagian bawah. dapat diberikan D-penicillamine. Pemberian regimen ini hanya dibatasi selama 10-14 hari. pada pasien dengan batu sistin. pemberian inhibitor pembentuk batu atau pengikat kalsium di usus. 2alpha-mercaptopropionyl-glycine yang fungsinya mengikat sistin bebas di urin sehingga mengurangi pembentukan batu lebih lanjut. Sehingga dengan demikian batu dapat keluar dengan mudah (85% batu yang berukuran kurang dari 3 mm dapat keluar spontan) 4. pH dijaga agar berada pada kisaran 6.2 November 2013 3. Adapun batu dengan komposisi asam urat dan sistin (cystine) lebih mudah untuk meluruh.

Dapat digunakan kombinasi obat (seperti oxycodone dan acetaminophen) untuk menghilangkan rasa nyeri sedang sampai berat. Prednisone 10 mg PO dua kali sehari. bekerja dengan menghambat aktivitas COX yang bertanggung jawab dalam sintesis prostaglandin (PGD) sebagai mediator nyeri. Penggunaan prednisone dibatasi tidak boleh melebihi 5-10 hari. Ibuprofen 600-800 mg PO setiap 8 jam.Opioid analgesik.Calcium channel blockers. merupakan obat yang mengganggu konduksi ion Ca2+ pada kanal kalsium sehingga menghambat kontraksi otot polos. Juga memiliki efek imunosupresif. 22 . Bermanfaat dalam mengatasi kolik ginjal. Dalam keadaan normal reseptor α1-adrenergic merupakan bagian dari protein berpasangan protein G (G proteincoupled receptor). gangguan fungsi ginjal atau BB <50 kg) diikuti dosis 15 mg IV setiap 6 jam jika diperlukan. dengan adanya alpha blockers maka konstriksi otot polos (pada saluran kemih) tersebut dihambat.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 22 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Ketorolac 30 mg IV (15 mg jika usia >65 tahun. berfungsi sebagai penghilang rasa nyeri.2 November 2013 1. Obat antiinflamasi non-steroid. Salah satu efeknya adalah konstriksi otot polos. Protein ini berfungsi dalam signaling dan aktivasi protein kinase C yang memfosforilasi berbagai protein lainnya. 3. Dianjurkan untuk tidak digunakan melebihi 5 hari karena kemungkinan tukak lambung. atau Hydrocodone dan acetaminophen 1-2 tablet/kapsul PO setiap 4-6 jam jika diperlukan 2. merupakan agen antiinflamatorik yang dapat menekan peradangan di ureter. 4. Hanya jika diperlukan (prn= pro re nata) Morphine sulphate 2-5 mg IV setiap 15 menit jika diperlukan (jika RR<16 x/menit dan sistolik < 100 mmHg). Kortikosteroid. atau Oxycodone dan acetaminophen 1-2 tablet/kapsul PO setiap 4-6 jam jika diperlukan. Nifedipine 30 mg/hari PO extended release cap 5. Alpha blocker. merupakan antagonis dari reseptor α1-adrenergic.

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) yang adalah tindakan memecahkan batu ginjal dari luar tubuh dengan menggunakan gelombang kejut. Diuretic Thiazide. Tamsulosin merupakan alpha-1 blocker yang digunakan untuk memudahkan keluarnya batu saluran kemih Terazosin 4 mg PO setiap hari selama 10 hari 6. hidroklorothiazide 25-50 mg perhari. merupakan obat yang menghambat nefropati dan pembentukan kalkulus oksalat Allopurinol 100-300 mg PO setiap hari. 2.4 mg tablet PO setiap hari selama 10 hari. suatu enzim yang mengubah hipoxantin menjadi asam urat. Salah satu alternatif tindakan yang paling sering dilakukan adaah ESWL.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 23 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . dimakan bersama makanan. Agen alkalis Potassium citrate 30-90 mEq/hari PO dibagi menjadi 3-4 kali sehari. Indikasi ESWL :     Ukuran batu antara 1-3 cm atau 5-10 mm dengan gejala yang mengganggu Lokasi batu di ginjal atau ureter Tidak adanya obstruksi ginjal distal dari batu Kondisi kesehatan pasien memenuhi syarat (lihat kontraindikasi ESWL) Kontraindikasi ESWL : 23 .2 November 2013 Tamsulosine 0.Obat urikosurik. Cara ini disebut nefrolitotripsi. 8. 7. Allopurinol merupakan obat yang menghambat enzim xantin oksidase. Litotripsi Pada batu ginjal. litotripsi dilakukan dengan bantuan nefroskopi perkutan untuk membawa tranduser melalui sonde ke batu yang ada di ginjal.

Sehingga akan menyebabkan infeksi pada peritoneal. alat gelombang kejut. Hal in menyebabkan iskemis ginjal dan jika dibiarkan menyebabkan gagal ginjal 2. Kehamilan Koagulopati (gangguan pembekuan darah) Hipertensi tak terkontrol Obstruksi saluran kemih distal Ginjal sudah tidak berfungsi Adanya infeksi aktif Tindakan bedah Tindakan bedah dilakukan jika tidak tersedia alat litotripsor tindakan bedah lain adalah niprolithomy adalah pengangkatan batu ginjal dengan adanya sayatan di abdomen dan pemasangan alat. 3. mkain buruk prognosisnya.Infeksi : Dalam aliran urin yang statis merupakan tempat yang baik untuk perkembangbiakan microorganisme.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 24 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .2 November 2013       3.Gagal ginjal : Terjadinya karena kerusakan neuron yang lebih lanjut dan pembuluh darah yang disebut kompresi batu pada membrane ginjal oleh karena suplai oksigen terhambat. letak batu dan adanya infeksi serta obstruksi.  Komplikasi Komplikasi nephrolithiasis adalah [14] : 1.Hidronefrosis : Oleh karena aliran urin terhambat menyebabkan urin tertahan dan menumpuk diginjal dan lam-kelamaan ginjal akan membesar karena penumpukan urin 4.  Prognosis Prognosis batu ginjal tergantung dari factor-faktor ukuran batu. atau bila cara non bedah tidak berhasil.Avaskuler ischemia : Terjadi karena aliran darah ke dalam jaringan berkurang sehingga terjadi kematian jaringan. Letak batu yang dapat menyebabkan obstruksi dapat mempermudah 24 . Makin besar ukuran suatu batu.

sisanya masigh memerlukan perawatan ulang karena masih ada fragmen batu dinyatakan bebas dari batu. Makin besar kerusakan jaringan dan adanya infeksi karena factor obstruksi akan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal. 25 . namun hasil yang baik ditentukan pula oleh pengalaman operator. Pada pasien dengan batu yang ditangani dengan ESWL. 60% dinyatakan bebas dari batu. Pada pasien obstruksi akan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 25 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .2 November 2013 terjadinya infeksi.

mual (-).3 Riwayat Penyakit Sekarang : 10 tahun yang lalu pasien menjalani operasi batu ginjal pada ginjal sebelah kanan di RS Roemani Semarang.1. BAK sedikit.1 Identitas Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Pekerjaan No. sering terbangun tengah malam untuk BAK . Kalau BAK dirasakan sakit dan terus-terusan. Diakui oleh pasien mempunyai riwayat hipertensi. 3. nyeri pada bagian ulu hati kalau di buat tiduran.1 ANAMNESIS 3. dioperasi di RS Roemani 10 tahun yang lalu.1.4 Riwayat Penyakit Dahulu  Sebelumnya pernah mengalami sakit seperti ini. namun pasien tidak mau operasi.15 WIB 3. pasien datang berobat ke RSUD Kota Semarang 3. Pasien juga mengeluhkan pegel-pegel di seluruh seluruh badan. Moh Kartono : 50 Tahun : Laki-laki : Karang Rt 4 Rw 5 . CM Tanggal Masuk : Tn.2 Keluhan Utama : tidak bisa menahan BAK . Karena keadaan semakin memburuk.1.2 November 2013 BAB III LAPORAN KASUS 3. pusing. 26 .SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 26 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Mranggen : Islam : Buruh kasar : 233567 : 23 Oktober 2013 Autoanamnesis dengan pasien pada tanggal 23 Oktober 2013 pukul 11. Selain itu pasien juga merasakan perut kembung.1. Di diagnosis oleh dokter batu ginjal pada bagian ginjal kiri. Pasien pertamanya tidak bisa menahan BAK. 1 tahun yang lalu keluhan serupa muncul lagi.  Riwayat Hipertensi diakui. muntah (-).

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 27 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .  Riwayat Diabetes Mellitus disangkal.1.2 Pemeriksaan Fisik Tanggal 123Oktober 2013 jam 11.  Status Present 27 .  Riwayat TBC disangkal  Riwayat Kejang disangkal.2 November 2013  Riwayat Maag diakui. Pasien masih bisa melakukan activity daily living secara mandiri dengan baik.1.. ataupun minum alkohol.  Riwayat TBC disangkal  Riwayat Diabetes Mellitus disangkal  Riwayat Tumor disangkal  Riwayat Stroke disangkal 3.5 Riwayat Penyakit Keluarga  Tidak ada anggota keluarga yang pernah atau sedang mengalami sakit seperti ini. sebagai buruh kasar. mengonsumsi kopi atau teh secara teratur.6 Riwayat Sosial Ekonomi Pasien tidak memiliki kebiasaan merokok.  Riwayat Tumor disangkal  Riwayat Stroke disangkal  Riwayat Sakit Telinga disangkal  Riwayat Sakit Gigi disangkal 3.  Riwayat Hipertensi dikeluarga diakui (ayah). Kesan Sosial Ekonomi : Cukup 3. Pasien berobat menggunakan jamkesmas.. Pasien tidak memiliki pekerjaan yang tetap.35 WIB di bagian radiologi RSUD Kota Semarang.

: 36. equalitas sama pada keempat ekstremitas. :Palpebra asimetris (-/+). cekung (-/-). : Simetris. pupil bulat isokor Ø 2mm. dalam batas normal : Serumen (-/-). konjungtiva anemis (+/+).SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 28 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . reflek cahaya pupil (N). sekret (-/-). tidak mudah dicabut.4 ºC (aksila) : 22 x / menit : komposmentis. sklera ikterik (-/-). hiperemis (-) • Lidah • Uvula  Tonsil • Ukuran • Warna  Thorax 28 : T 1. Kepala Rambut Mata : Laki-laki : 50Tahun : 85 kg : 180 cm : 200 / 101 mmHg : 112 x / menit. kontak wajar dapat : Mesocephal :Hitam bercampur putih uban. nafas cuping hidung (-/-) : Simetris. tidak bengkak. status gizi baik. isi cukup. tidak nyeri.2 November 2013  Jenis Kelamin  Usia  Berat Badan  Panjang Badan  Tanda Vital  Tekanan Darah  Nadi  Suhu  Frekuensi Nafas  Pemeriksaan Fisik        Keadaan umum dipertahankan.1 : Hiperemis (-) : Dalam batas normal : di tengah. Telinga Hidung Leher  Faring • Mukosa Bukal : Warna merah muda. pembesaran kelenjar (-/-)  Tenggorokan : . irama regular.

tidak ada retraksi atau penyempitan sela iga. gallop (: Sonor pada kedua paru : Suara dasar : vesikuler.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 29 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . nyeri tekan (-/-) : nyeri ketok costovertebra (+/+) Inspeksi Palpasi : Datar : Supel. • Palpasi :Stem fremitus kedua paru normal. pekak alih (-) : Peristaltic (+) normal  Ekstremitas 29 . 2 cm kelateral linea midclavicularis sinistra. bising Jantung (-)  Abdomen      Ginjal   Palpasi Perkusi :ballotement tidak teraba. Suara tambahan : wheezing (- turgornormal. Perkusi : :ICS II linea parasternalis kiri :ICS III linea parasternalis kiri :ICS V 2 cm ke lateral linea o Batas atas o Pinggang o Batas kiri midclavicularis kiri o Batas kanan o Auskultasi o ). Suara jantung murni. tidak kuat angkat. tidak melebar. :ICS V linea sternalis kanan : Rreguler. nyeri tekan (+) di daerah suprapubik . hepar dan lien tidak teraba. dalam keadaan statis dan dinamis.2 November 2013  Paru-paru • Inspeksi :Simetris. Perkusi Auskultasi : Timpani. massa (-). pekak sisi (-). • Perkusi • Auskultasi /-). ronkhi(-/-)  Jantung • • • Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak Palpasi :Iktus kordis teraba di sela iga ke V.

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 30 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . E4V5M6  Pemeriksaa n Rangsang Gerakan • K ak u kuduk ( .2 November 2013 Pemeriksaan  Status Neurologik  GCS 15 .2 g/dL Hasil 30 .3 Pemeriksaan Penunjang 1.) • • • • Lasegue ( .)  Nervus kranialis : dalam batas normal  Motorik: • • Kekuatan : 5 Tonus : Normal  Sensorik: dalam batas normal  Refleks fisiologis: dalam batas normal  Refleks patologis: dalam batas normal  Otonom: retensio urin (-).) Kekuatan Turgor kulit Akral dingin Reflek fisiologis Reflek patologis Sianosis Petekhie Superior Inferior -/+/+ (N) -/-/-/Bebas 5/5 Cukup -/+/+ (N) -/-/-/Bebas 5/5 Cukup Meningeal: Brudzinski II/Brudzinski’s contralateral leg sign( .) Kernig ( . inkotinensia alvi (-) 3. Pemeriksaan Laboratorium 22 Oktober 2013 Pemeriksaan Hemoglobin 15.) Brudzinski I/Brudzinski’s neck sign ( .

2 November 2013 Hematocrit Leukosit Trombosit Masa pendarahan/BT Masa pembekuan/CT Bilirubin direk GDS Ureum Creatinin SGOT SGPT Bilirubin total Bilirubin indirek 43.3 mg/dL 32 U/L 45 U/L 1. Pemeriksaan EKG (28 Oktober 2013) 31 .2 /uL 266 103/uLin 01min 40 sec 07min 30 sec 0.38m mg/dL 91 mg/dL 33.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 31 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .28 mg/dL - 2.10 g 8.1 mg/dL 1.

2 November 2013 Kesan : normal 32 .SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 32 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .

Pemeriksaan Radiologi a. IVP (Tanggal 23 Oktober 2013) Gambatr 8 : foto polos abdomen 33 .SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 33 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .2 November 2013 3.

2 November 2013 Gambar 9: pemeriksaan IVP fase nefrogam (menit 5) gambar 10: pemeriksaan IVP fase pielogram (15 menit) 34 .SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 34 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 35 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .2 November 2013 Gambar 11 : pemeriksaan IVP fase sistigram (30/45 menit) 35 .

letak dan bentuk normal. letak dan bentuk normal. Th 11  GINJAL KANAN ukuran.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 36 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . talk tampak kinking. PCS tertutup bayangan batu opak. kontyras sudah tampak pada menit ke 5. tak tampak disatorsi kaliks. 36 .2 November 2013 Gambar 12: pemriksaan IVP post miction Interpretasi :  FOTO POLOS tampaklmlesi opak bentuk staghorn besar pada paravertebral kiri setinggi L 1-3 (dalam bayangan kontur ginjal kiri) dan tampak lesi bulat multiple ada paravertebral kanan setinggi V. PCS tak melebar. tak tampak filling defect maupun distorsi kaliks   URETER KANAN tak melebar. tak tampak pelebaran maupun endungan GINJAL KIRI ukuran. kontras sudah masuk pada menit ke 5.

MEDIAKMENTOSA • • • • • Analgesik: acetaminophen 325 mg bila nyeri (maks.2 November 2013      URETER KIRI tak melebar. tak tampak filling defect. NSAID: ibuprofen 300 mg 4x1 Urikosurik: allopurinol 300 mg 3x1 Alkalinizing agents: Potassium Citrat (Urocit K) 150 mg 1x1 Atau • Medical Expulsive Therapy (MET) dengan regimen standar:  Ketorolac 10 mg 4x1 selama5 hari  Nifedipine 30 mg 1x1 selama 7 hari  Prednisone 20 mg 2x1 selama 5 hari  Acetaminophen 4x2 selama 7 hari  Analgesik narkotik bila diperlukan 37 .SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 37 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Nephrolithiasis sinistra bentuk staghorn 3. tak tampak kinking. 6x1) Diuretik: Thiazide. maupun indentasi POST MIKSI tampak sisa urin sedikit KESAN: Fungsi kedua ginjal baik. tak tampak pelebaran maupun bendungan VESIKA URINARIA dinding regular. additional shadow. hidroklorothiazide 25-50 mg perhari.4 DIAGNOSIS Nephrolitiasis Diagnosis Banding : • Cystolitiasis • Pielonefritis 3.5 PENATALAKSANAAN A.

NON MEDIKAMENTOSA • • • Minum banyak air Diet rendah protein. PROGNOSIS • Ad vitam : dubia ad bonam • Ad functionam : dubia ad bonam • Ad sanactionam : dubia ad bonam 38 . 3. garam.6. dan purin Minum obat dan kontrol secara teratur Program : Rujuk ke poli bedah untuk dilakukan ESWL.2 November 2013 B.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 38 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober .

SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 39 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . 2.. 5thed. Fisiologi Kedokteran. Ed. Surabaya. Medicine International 1982. Naskah MABIXII. 2001. Dr Bruno Di Muzio. Ganong. Diakses 18 Oktober 2013 6. Jakarta.29(3):527-42.24) : 1110.3 Sja’bani. Ed 4. Jakarta: Balai Penerbit FK UI 11.http://radiopaedia. silvia A dan Lorraine M Wilson. 1 (22 . Dr Jeremy Jones et al. Jakarta. 5.. 1996 4. Kariadi 1994-1995. Essential of anatomy and physiology. . May 1991. Yendt ER Renal Calculi. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. M. Edisi 2. Jakarta:EGC 3. F. Patofisiologi : Konsep klinis ProsesProses Penyakit. Sanders T.. Chang E. Fungsi Sistem Tubuh Manusia. Jakarta 10. Analisa Batu ginjal pada Dewasa dan Anak di RSUP Dr. Purnomo B. Contemporary concepts in imaging urinary tract obstruction. 2002. Jakarta:Sagung Seto Price. 2006 39 12. Basuki.. Radiol Clin North Am. Saptahadi dan Rifki Muslim. US:FA Davis Company. Syaifuddin. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Rasad. Radiologi Diagnostik Edisi Kedua. Sjahriar. Pusat Penerbitan IlmuPenyakit Dalam FK UI.org/articles/urolithiasis. Cronan JJ. 2005. Scanlon VC. [Medline]. W. Widya Medika. 9. 2005.. Jakarta 8. Pathofisiologi : Aplikasi Pada Praktik Keperawatan.2 November 2013 DAFTAR PUSTAKA 1. 2003 Dasar-Dasar Urologi.2007 7.

John Wiley & Sons. Copy Editor : Adinda Candralela. (edisi 2). R. Jong Wim De. Sjamsuhidayat. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC 14.. 2004. 40 . Tortora G.SEORANG PASIEN DENGAN NEFROLITHIASIS 40 Bagian Radiologi RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Periode 14 Oktober . Principles of Anatomy and Physiology. Derrickson B. 2009.2 November 2013 13. J. 12th ed.