Siti Sundari Miswadi, dkk., Pengaruh Pembelajaran Elaborasi...

373

PENGARUH PEMBELAJARAN ELABORASI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA
Siti Sundari Miswadi, Murbangun Nuswowati, Wasi’ah
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229

ABSTRAK
Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses yang mengaitkan informasi baru pada konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Pembelajaran elaborasi merupakan salah satu pembelajaran bermakna yang mengaktifkan kognitif siswa sehingga memudahkan dalam memahami konsep-konsep baru. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran elaborasi dilakukan eksperimen dengan mengambil sampel dari kelas X secara cluster random sampling, sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi dan angket. Berdasarkan hasil analisis data, hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol, yang berarti pembelajaran elaborasi berpengaruh terhadap hasil belajar kimia pada materi hidrokarbon kelas X di SMA Negeri 11 Semarang. Besarnya pengaruh pembelajaran elaborasi 13,7465% dan tergolong rendah. Secara keseluruhan, hasil belajar afektif dan psikomotorik kelompok eksperimen lebih baik dari hasil belajar kelompok kontrol, sedangkan hasil angket refleksi siswa terhadap pembelajaran, siswa senang dengan pembelajaran elaborasi. Kata kunci : pembelajaran elaborasi, hasil belajar PENDAHULUAN Perkembangan yang pesat di era globalisasi ini menuntut semua aspek kehidupan termasuk diantaranya aspek pendidikan untuk menyusun visi, misi, tujuan dan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan kebutuhan agar tidak ketinggalan jaman (Manthovani, 2007: 1). Salah satu kebijakan telah dibuat oleh pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan memberlakukan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum yang berorientasi pada siswa (http:// www.pikiran-rakyat.com/cetak/ 1202/12/0803. htm), artinya dalam proses belajar mengajar tidak hanya guru yang aktif, tetapi siswa juga dituntut aktif dalam proses belajar mengajar tersebut. Dalam pembelajaran tersebut guru hanya bertindak sebagai mediator, fasilitator dan motivator. Selama ini siswa cenderung pasif dalam proses belajar mengajar. Untuk merubah sikap tersebut diperlukan suatu pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses yang mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang (Trianto, 2007:25). Melalui pembelajaran bermakna, informasi baru akan lebih mudah ditransfer ke dalam memori yang menyebabkan suatu materi pelajaran dapat difahami dengan baik. Salah satu pembelajaran bermakna adalah pembelajaran elaborasi. Pembelajaran elaborasi ini berpijak dari teori elaborasi. Teori elaborasi adalah teori yang membahas tentang makro level dan menggambarkan metode yang berkaitan dengan hubungan beberapa ide yang menampilkan epitome sebagai pengajaran awal. Epitome sendiri merupakan unit konseptual yang serupa dengan skemata (Uno, 2007:143). Pengajaran dengan elaborasi menggunakan tujuh komponen, yaitu urutan elaborasi untuk struktur

(2) elaborasi tahap pertama. yaitu menyajikan uraianuraian tiap bagian yang ada dalam kerangka Berdasarkan latar belakang masalah di atas di atas maka tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran elaborasi terhadap hasil belajar kimia pada materi hidrokarbon kelas X di SMA Negeri 11 Semarang. hlm 373-378 utama pengajaran. karena akan dianalogikan atau dibandingkan dengan pengetahuan yang dimiliki siswa. (2) untuk mengetahui hasil belajar afektif dan psikomotorik digunakan lembar observasi. daya beda dan tingkat kesukaran. 2007:143-144). Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling dari seluruh kelas X dan secara cluster random juga ditentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pelaksanaan pembelajaran elaborasi berdasarkan pada prinsip penyajian kerangka isi. penyajian pensintesis secara bertahap. sintesis. analogi. siswa juga dituntut mempunyai keterampilan-keterampilan belajar untuk mengatur proses internalnya ketika siswa belajar. Uji validitas soal tes digunakan rumus rpbis. dan (3) untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran elaborasi digunakan angket (khusus siswa eksperimen). mengingat dan berfikir. 1999). aktifator strategi kognitif dan kontrol siswa (Larasati. Dalam desain penelitian ini hasil belajar yang timbul pada kelas eksperimen dibandingkan dengan hasil belajar yang timbul pada kelas kontrol. penyajian jenis pensintesis dan tahapan pemberian rangkuman (Uno. (5) rangkuman dan sintesis akhir yang menyajikan sintesis dan rangkuman keseluruhan isi dalam pelajaran yang diberikan. 2009. bagian terpenting disajikan pertama kali. sedangkan langkah-langkah pembelajaran elaborasi yaitu : (1) menyajikan epitome yang memuat bagian paling pokok dan/atau paling penting dari pelajaran. Data hasil belajar kognitif dianalisis menggunakan uji t untuk mencari hasil belajar yang lebih baik antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. cakupan optimal elaborasi. reliabilitas digunakan rumus KR-20. 3 No. sedangkan untuk uji beda dan tingkat kesukaran digunakan rumus uji beda dan tingkat kesukaran (Arikunto.374 Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. Dalam pembelajaran elaborasi. b). Keterampilanketerampilan belajar ini dapat ditumbuhkan dengan menggunakan gambar. . Instrumen pengumpulan data ada tiga jenis yaitu : (1) untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa digunakan soal tes yang telah diuji validitas. peralatan yang berhubungan dengan materi pelajaran. elaborasi secara bertahap. 2002a. Ketujuh komponen tersebut juga akan mempermudah belajar siswa dalam menerima pengetahuan baru. reliabilitas. Vol . (4) elaborasi tahap kedua. urutan prasyarat pembelajaran. diagram. Rumus uji t: x1 − x 2 t= 1 1 s + n1 n 2 dengan : isi. (3) pemberian rangkuman dan sintesis antar bagian. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen.1. merangkum. elaborasi ini lebih merinci sub-sub bagian pada elaborasi tahap pertama dengan maksud membawa siswa pada tingkat kedalaman yang ditetapkan di tujuan pengajaran.

maka terhadap pembelajaran elaborasi dapat disimpulkan bahwa kebanyakan siswa merasa senang dengan pembelajaran elaborasi.71 dengan rata-rata 67.16 % siswa menjawab kebanyakan menyenangkan. 2002:239) Analisis selanjutnya adalah analisis untuk mengetahui pengaruh pembelajaran elaborasi terhadap hasil belajar siswa. 13. Berdasarkan hasil angket tanggapan siswa HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil perhitungan uji t diperoleh t hitung = 2.412 > ttabel = 1.66 yang berarti hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol.14 dan nilai tertinggi 100. Pembahasan Hasil analisis tes akhir menunjukkan thitung 2. psikomotorik dan angket dianalisis dengan cara analisis deskriptif kualitatif dengan rumus : Nilai terendah 48.65% siswa menjawab selalu menyenangkan.. Oleh karena penggunaan pembelajaran elaborasi dapat meningkatkan hasil belajar.86 dan nilai tertinggi 88. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pembelajaran kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Pengaruh Pembelajaran Elaborasi.33% siswa menjawab selalu membosankan.412 >ttabel 1. .71. sedangkan rata-rata kelas 78.7465%..66. siswa kelas eksperimen secara keseluruhan dinyatakan tuntas dengan nilai terendah 68. Ini ditunjukkan 4. Untuk kelas kontrol dinyatakan dua siswa tidak tuntas dan tiga puluh tujuh siswa dinyatakan tuntas Nilai terendah 62. yaitu : KD = rb2 x 100%.Siti Sundari Miswadi.69.60.57 dan nilai tertinggi 85. dalam analisis ini digunakan rumus koefisien korelasi biserial yaitu : sedangkan siswa kelas kontrol dinyatakan sepuluh siswa tidak tuntas dan dua puluh sembilan siswa. Harga koefisien korelasi biserial ini mempunyai koefisien determinasi (KD) sebesar 13.. dkk.91% siswa menjawab seimbang antara menyenangkan dan membosankan.95% siswa menjawab kebanyakan membosankan dan hanya 2.37079. artinya besarnya pengaruh pembelajaran elaborasi terhadap hasil belajar kimia materi hidrokarbon adalah 13.94. Hasil belajar afektif.29. 51. Hasil analisis nilai afektif. (Sudjana. Nilai terendah 57. Hasil analisis nilai psikomotorik. Setelah itu dilanjutkan analisis pengaruh pembelajaran dan didapatkan hasil koefisien korelasi biserial (rb) = 0.57 dengan rata-rata kelas 75.00 dengan rata-rata 72. 2002: 390) Harga koefisien korelasi biserial selanjutnya digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh pembelajaran elaborasi terhadap hasil belajar dengan menggunakan rumus koefisien determinasi. 27.7465%. siswa kelas eksperimen dinyatakan empat siswa tidak tuntas dan tiga puluh sembilan siswa tuntas dengan batas kriteria ketuntasan 65.57 dan nilai tertinggi 85. 375 s2 = (n 1 − 1)s12 + (n 2 − 1)s22 n1 + n 2 − 2 (Sudjana.

siswa juga dapat memahami suatu konsep lebih mendalam karena konsep yang diterima dikaitkan dengan konsep lain yang terkait dan siswa lebih mudah mengingat informasi baru yang disampaikan guru. Metode pelajaran juga dibuat bervariasi.376 Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. Harga koefisien korelasi biserial yang besarnya 0. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran elaborasi hanya berpengaruh 13. Faktor. peneliti telah menekankan penguatan faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang menunjang dalam model pembelajaran elaborasi di kelas eksperimen. OHP digunakan untuk menampilkan tabel-tabel dan gambar. Nyoto dan Suprianto memberikan hasil yang baik pada pembelajaran elaborasi karena sampelnya adalah mahasiswa. Guru juga membutuhkan waktu lama untuk mencari analogi yang cocok bagi setiap materi yang abstrak. 2005:216).1. Materi yang dipilih adalah hidrokarbon. 2003:54) misalnya sarana prasarana dan minat belajar.37076 ini mempunyai harga koefisien determinasi 13. Jika harga koefisien korelasi biserial ini dicocokkan dengan pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi (Sugiyono.2535% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.7465% sedangkan 86. sintesis dan rangkuman pada setiap selesai penyajian satu materi. siswa lebih mudah mengingat konsep karena dalam penyampaian materi diberikan analogi sehingga lebih konkrit. kartu hidrokarbon dan styrofoam. tanya jawab. Beberapa peneliti membuktikan keefektifan pembelajaran elaborasi seperti Hanclosky dalam Uno (2007:151) membuktikan bahwa teori elaborasi lebih unggul bila dibandingkan dengan advance organizer dan analisis tugas dalam belajar konsep dan prinsip.7465%. Diantara keempat metode tersebut yang sering digunakan adalah metode tanya jawab dan diskusi. diskusi dan praktikum. karena pada pembelajaran model elaborasi ini siswa selalu dihadapkan dalam penemuan prinsip dan teori.faktor lain meliputi faktor internal dan eksternal (Slameto. Dari penelitian Hanclosky. sarana dan prasarana. Nyoto (1999) juga membuktikan bahwa model elaborasi lebih unggul dibandingkan dengan gaya kognitif dan locus of control. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran elaborasi efektif diterapkan kepada siswa yang sudah berolah kemampuan kognitifnya. Vol . Penelitian lain yang dilakukan oleh Suprianto (2002) menunjukkan bahwa penerapan model elaborasi mempunyai pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan prestasi belajar bila dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dimaklumi karena penyajian materi lebih sistematis. diantaranya materi pelajaran. metode pembelajaran. sedangkan kartu dan styrofoam untuk mengaktifator siswa dan . Hasil perhitungan harga koefisien korelasi biserial (rb) besarnya 0. adanya prestasi belajar siswa yang berbeda sehingga membutuhkan waktu yang lama agar materi diterima dengan baik oleh siswa. seperti ceramah. 2009. Disamping itu. Dalam penelitian ini. hlm 373-378 pembelajaran elaborasi berpengaruh terhadap hasil belajar kimia pada materi hidrokarbon kelas X di SMA Negeri 11 Semarang. maka hubungan pembelajaran elaborasi terhadap hasil belajar kimia pada materi hidokarbon tergolong rendah. Sarana dan prasarana yang digunakan pada kelas eksperimen diantaranya OHP.37076. Hal ini disebabkan penerapan pembelajaran elaborasi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memberikan analogi. salah satu materi kimia yang cakupannya besar sehingga perlu dielaborasi. 3 No.

Hasil belajar kognitif kelompok eksperimen mempunyai rata-rata kelas lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai afektif kelompok eksperimen 72. Dalam pelaksanaan model elaborasi ini.26 untuk kelompok kontrol. sedangkan kelompok kontrol mendapat pembelajaran konvensional. sedangkan kelompok kontrol mendapat penjelasan yang cukup untuk melaksanakan praktikum...69. kelompok eksperimen selalu mempunyai rata-rata lebih tinggi dari kelompok kontrol.91 % siswa menjawab seimbang antara menyenangkan dan membosankan dan hanya 2. . 51. dkk. Dalam semua indikator. peneliti mengalami kendala pada siswa yang mempunyai prestasi belajar rendah. Adapun tanggapan siswa terhadap suasana belajar pada pembelajaran elaborasi adalah menyenangkan. Siswa tersebut kurang mampu dalam menemukan konsep.29 lebih besar dari ratarata nilai afektif kelompok kontrol 67. prinsip dan teori yang ada pada materi hidrokarbon karena sebagian besar materi disampaikan dalam bentuk tabel-tabel dan realisasi gambar.16% siswa menjawab kebanyakan menyenangkan. tetapi yang lebih menonjol pada indikator keaktifan mengerjakan tugas dan keaktifan menjawab pertanyaan. bahkan siswa berkreasi sendiri dalam menggunakan kartu hidrokarbon dan berantusias memiliki kartu hidrokarbon sebagai alat pembelajaran di rumah.33% siswa menjawab selalu membosankan. Dalam hal ini digunakan styrofoam untuk menunjukkan bentuk molekul senyawa hidrokarbon dalam dimensi ruang. Pengaruh Pembelajaran Elaborasi. Hasil belajar psikomotorik kelompok eksperimen mempunyai rata-rata kelas lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yaitu 78. Siswa juga diberi kesempatan untuk memilih urutan materi yang dipelajari sehingga siswa akan merasa senang dalam pembelajaran ini. Hasil belajar afektif kelompok eksperimen secara keseluruhan lebih baik dari pada kelompok kontrol. Siswa merasa senang pada saat menggunakan kartu hidrokarbon dan styrofoam sebagai aktifatornya. Siswa juga diaktifkan aspek kognitifnya dengan alat yang memungkinkan siswa menghubungkan materi yang dipelajari dengan alat tersebut.6 untuk kelompok kontrol. yaitu 73.. Hal ini ditunjukkan 4. 377 memudahkan dalam menganalogi dan mensintesis isi pelajaran. 27. Hal ini karena dalam kelompok eksperimen mendapatkan penjelasan secara detail tentang prosedur penggunaan alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum. sehingga dimungkinkan pemahaman siswa tehadap materi yang disampaikan kurang maksimal karena tidak disertai elaborasi materi. Selain itu digunakan kartu hidrokarbon sebagai permainan yang berfungsi mengembangkan konsep yang dimiliki siswa dan memotivasi siswa dalam belajar. Hal ini karena kelompok eksperimen mendapat pembelajaran elaborasi yang memudahkan siswa dalam memahami materi dan materi tersebut dapat tersimpan dengan baik dalam memori siswa.94 untuk kelompok eksperimen dan 75. karena materi pelajaran kebanyakan disajikan dalam bentuk tabel-tabel yang selanjutnya guru mengarahkan dan membimbing siswa untuk menemukan konsep dari tabel-tabel yang disajikan.65% siswa menjawab selalu menyenangkan.37 untuk kelompok eksperimen dan 69. Dalam pembelajaran elaborasi siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan kognitif.Siti Sundari Miswadi. Kartu dan styrofoam juga mempunyai fungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar. sedangkan model elaborasi ini berdampak positif pada siswa yang mempunyai prestasi belajar tinggi karena dapat menjadi media dalam mengembangkan kemampuan kognitifnya.

Peningkatan Prestasi Belajar melalui Penerapan Model Pembelajaran Elaborasi (Studi Eksperimen Pengorganisasian Bahan Perkuliahan pada Jurusan Biologi FKIP UMS. 2002. hlm 373-378 Pembelajaran yang dilakukan pada kelompok kontrol adalah pembelajaran konvensional. 2007. Pengaruh pembelajaran elaborasi ini tergolong rendah yang besarnya 13. Arikunto.1999. dalam http://smu-net. motivasi belajar siswa kurang dan siswa kurang tertarik belajar kimia sehingga berakibat rendahnya nilai belajar kimia. Semarang : IKIP Press. M. Slameto. Jakarta:Rineka cipta. Dalam pembelajaran ini guru menjelaskan materi kemudian siswa diberi kesempatan bertanya dan mencatat materi. Jakarta : Prestasi pustaka.com/main. Statistika untuk Penelitian . Edisi Revisi. 15 Maret 2007. Darsono. Uno. 2003.id/jurnal/lain/ JPK/1999a.No.pikiran-rakyat. Jakarta: Bumi aksara.Yuenda Vicky. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses belajar mengajar. Vol . Bandung : Alfabeta. Jakarta: Rineka cipta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Suprianto. 2002. Pembelajaran pada kelompok kontrol hanya menggunakan metode ceramah.A. Edisi revisi V. Nyoto. 2002a. DAFTAR PUSTAKA Arikunto.com/ cetak/1202/12/0803. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya . Karena pembelajaran elaborasi mempunyai pengaruh rendah jika diterapkan pada kelas X. Pengaruh Pengorganisasian Modul. . Dari ketiga metode tersebut yang lebih dominan digunakan adalah metode ceramah. Suharsimi. Amat. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan . 3 No. 2002: 62 – 74.ac.htm diunduh 18 Juni 2008. diunduh 8 Juli 2007 Manthovani. php? mode=1&act =pb&xkd=1. Sudjana. dalam http://www. 2005. Sugiyono. Makalah disampaikan dalam seminar nasional “kurikulum tingkat satuan pendidikan” yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial.htm diunduh 19 Mei 2007.1999. 2007. maka hendaknya dilaksanakan pada kelas XI atau kelas XII untuk mengetahui pengaruh pembelajaran elaborasi terhadap hasil belajar.378 Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. 1. MA.1. Anonim. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang kreatif dan Eektif. 2002b. Belajar dan Pembelajaran: ModelModel Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivisme. Pada penyampaian materi digunakan media OHP seperti pada kelompok eksperimen. dalam http://www. Jakarta: Bumi aksara. 2009. tanya jawab dan praktikum tanpa disertai dengan metode lain seperti diskusi. 2002. Suharsimi. Edisi revisi. Teori Pembelajaran elaborasi. 2007. Metode Statistika. Hamzah B. Trianto. Penggunaan media yang kurang bervariasi inilah yang juga lebih rendah dari kelompok eksperimen. Gaya Kognitif dan Locus of Control terhadap Keefektifan Pembelajaran IPA di SLP Terbuka di Kotamadya Malang . Eko.7465%. Y Septi. Larasati. Bandung: Tarsito.malang. Pelaksanaan KTSP di SMA Nasional Karangturi Semarang (Strategi dan Implementasi). SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran elaborasi berpengaruh terhadap hasil belajar kimia pada materi hidrokarbon kelas X di SMA Negeri 11 Semarang.Vol 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful