You are on page 1of 30

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kematian Maternal 2.1.1. Defenisi Kematian maternal adalah kematian wanita sewaktu hamil, melahirkan atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya masa kehamilan, tidak tergantung dari lama dan lokasi kehamilan, disebabkan oleh apapun yang berhubungan dengan kehamilan atau penanganannya, tetapi tidak secara kebetulan atau oleh penyebab tambahan lainnya. (Winkjosastro (Ed), 2002) 2.1.2. Tingkat Kematian Maternal Berdasarkan kesepakatan Internasional, tingkat kematian maternal didefenisikan sebagai jumlah kematian maternal selama 1 tahun dalam 100.000 kelahiran hidup. Sesungguhnya kematian ini lebih tepat disebut Maternal Mortality Ratio, sebab denominator untuk Maternal Mortality Rate seharusnya population at risk untuk kehamilan dan persalinan yaitu jumlah wanita usia reproduksi (15-44 tahun). (Winkjosastro (Ed), 2002) Data kematian maternal di Indonesia pada saat ini belum ada yang tepat. Hal ini disebabkan oleh belum adanya sistem pendaftaran wajib untuk kelahiran kematian, menurut perkiraan kasar angka kematian maternal adalah 6-8 per 100 kelahiran hidup.

Universitas Sumatera Utara

Angka-angka yang dewasa ini tersedia dari angka-angka dari rumah sakit dibeberapa daerah, selain menerima wanita untuk persalinan yang telah mendaftarkan diri terlebih dahulu, menerima pula penderita-penderita yang dikirim dari daerah sekitarnya karena kesukaran dalam persalinan. (Winkjosastro (Ed), 2002) 2.1.3. Penyebab Kematian Maternal Secara garis besar penyebab kematian ibu dapat dikategorikan dalam penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. 1. Penyebab Langsung Terjadi pada kehamilan yang dikehendaki atau tidak, terdapat komplikasi kehamilan dan persalinan seperti perdarahan, preeklampsia dan eklampsia serta infeksi. 2. Penyebab Tidak Langsung Jangkauan daerah Indonesia yang terlalu luas, kemiskinan, status gizi, anemia, keterlambatan memberi pertolongan yang adekuat. (Manuaba, 2001)

2.2. Perdarahan Perdarahan dapat dibedakan dalam dua kelompok yaitu perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum. 2.2.1. Perdarahan Antepartum Perdarahan antepartum adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan diatas 28 minggu atau lebih.

Universitas Sumatera Utara

Karena perdarahan antepartum terjadi pada umur kehamilan diatas 28 minggu maka sering disebut atau digolongkan perdarahan pada trimester ketiga. Perdarahan antepartum digolongkan sebagai berikut : 1. Perdarahan yang ada hubungannya dengan kehamilan a. Plasenta previa b. Solusi plasenta c. Perdarahan pada plasenta letak rendah d. Pecahnya sinus marginalis dan vasa previa 2. Perdarahan yang tidak ada hubungannya dengan kehamilan a. Pecahnya varices vagina b. Perdarahan polip serviks c. Perdarahan perlukan seviks d. Perdarahan karena keganasan serviks a. Plasenta Previa Plasenta previa adalah plasenta dengan implantasi disekitar segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh osteum uteri internum. Secara teoritis plasenta previa dibagi dalam bentuk klinis : 1. Plasenta pervia totalis Menutupi seluruh osteum uteri pada pembukaan 4 cm. 2. Plasenta previa partialis Menutupi sebagian osteum uteri internum. 3. Plasenta previa marginalis Apabila tepi plasenta berada sekitar pinggir osteum uteri internum.

Universitas Sumatera Utara

Tanpa sebab yang jelas . Pemeriksaan dalam d. nadi dan pernapasan dalam batas normal .Daerah ujung menjadi dingin . nadi dan pernapasan meningkat . Pemeriksaan fisik ibu a.Dapat berulang c. Pemeriksaan denyut jantung janin c. b. Kesadaran baik-koma c. Pada perdarahan yang banyak ibu tampak anemis.Tekanan darah turun. b. Perdarahan menimbulkan penyulit pada ibu maupun janin.Tanpa rasa sakit terjadi secara tiba-tiba . 3. Terjadi perdarahan pada kehamilan sekitar 28 minggu. Pemeriksaan penunjang Universitas Sumatera Utara . Pada pemeriksaan dapat dijumpai : . Pemeriksaan khusus kebidanan a. 2. Perdarahan pervaginam encer sampai bergumpal.Tekanan darah. Pada inspeksi dijumpai : a. Sifat perdarahan .Tampak anemis 4. Anamnese plasenta previa a.Diagnosis plasenta previa 1. Pemeriksaan palpasi abdomen b. Keadaan normal-syok b.

Pemasangan infus untuk mengimbangi perdarahan. 1998) b. Versi Braxton Hicks c. Dilengkapi dengan keterangan secukupnya.Penatalaksanaan plasenta previa Bentuk pertolongan pada plasenta previa adalah : 1. Bidan yang menghadapi perdarahan plasenta previa dapat mengambil sikap melakukan rujukan ketempat pertolongan yang mempunyai fasilitas yang cukup. 3. Universitas Sumatera Utara . Dalam melakukan rujukan penderita plasenta previa sebaiknya dilengkapi dengan : 1. 3. 2. (Manuaba. 2. Cunam Willet Gausz b. Pemasangan kantong karet. Persiapan donor darah untuk transfusi darah. Solusio Plasenta Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta sebelum waktunya dengan implantasi normal pada kehamilan trimester ketiga. Memecahkan ketuban di atas meja operasi selanjutnya pengawasan untuk dapat melakukan pertolongan lebih lanjut. 4. Segera melakukan operasi persalinan untuk dapat menyelamatkan ibu dan anak atau untuk mengurangi kesakitan dan kematian. Sedapat mungkin diantar oleh petugas. Pertolongan persalinan seksio sesarea merupakan pertolongan yang paling banyak dilakukan bentuk operasi lainnya seperti : a.

b.Terlepasnya plasenta sebelum waktunya menyebabkan timbunan darah antara plasenta dan dinding rahim yang dapat menimbulkan gangguan penyulit terhadap ibu dan janin. 2.Auskultasi jantung janin dapat terjadi asfiksia ringan dan sedang.Perdarahan dengan rasa sakit. . . Gambaran klinik solusio plasenta Gambaran klinik solusio plasenta tergantung dari seberapa bagian plasenta yang terlepas : 1. Terlepasnya plasenta kurang dasri 1/4 bagian.Gerak janin kurang. .Pada pemeriksaan dalam ketuban menonjol. d. . c. Universitas Sumatera Utara . Tidak memberikan gejala klinik dan ditemukan setelah persalinan. . Solusio plasenta sedang a. Dapat menimbulkan gejala klinik : .Perut terasa tegang. Persalinan berjalan dengan lancer pervaginam. Terlepasnya plasenta lebih dari 1/4 tetapi belum mencapai 2/3 bagian. b.Dapat terjadi gangguan pembekuan darah. .Palpasi bagian janin sulit diraba. Keadaan umum ibu dan janin tidak mengalami gangguan. Solusio plasenta ringan a.

.Dapat terjadi gangguan pembekuan darah.Terjadi syok dengan tekanan darah menurun. tidak sesuai dengan perdsarahan dan penderita tampak anemis.Pada pemeriksaan dijumpai turunnya tekanan darah sampai syok. Pemeriksaan fisik khusus . b. Perut terasa nyeri. Anamnese a. d.Pemeriksaan dalam ketuban tegang dan menonjol. . b. c. . Terjadi spontan atau karena trauma. Terdapat perdarahan disertai rasa nyeri. bagian janin sulit diraba. Terjadi perdarahan disertai rasa nyeri. 2. Lepasnya plasenta lebih dari 2/3 bagian. nadi dan pernapasan meningkat. .3. c. Solusio plasenta berat a. Penyulit pada ibu. . Pemeriksaan fisik a. dinding perut terasa sakit dan janin telah meninggal dalam rahim. . b. Pemeriksaan fisik umum.Solusio plasenta berat dengan Couvelarie uterus terjadi gangguan kontraksi dan atonia uteri Diagnosis solusio plasenta dapat ditegakkan dengan melakukan : 1.Pemeriksaan abdomen tegang.Palpasi abdomen Universitas Sumatera Utara . Diikuti penurunan sampai terhentinya gerakan janin.

.Perdarahan yang berhenti dan keadaan baik pada kehamilan prematur dilakukan rawat inap.Pemasangan infus dan transfusi darah . Solusi plasenta tingkat sedang dan berat Penanganannya dilakukan di rumah sakit karena dapat membahayakan jiwa penderitanya. Universitas Sumatera Utara . sehingga dapat menurunkan angka kesakitan atau kematian ibu maupun perinatal.Memecahkan ketuban .Keadaan janin masih baik daspat dilakukan penanganan secara konserfatif. Solusi plasenta ringan . 2. penanganan solusi plasenta sedang dan berat harus dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas mencukupi..Perdarahan berlangsung terus ketegangan makin meningkat dengan janin yang masih baik dilakukan seksio sesarea. .Auskultasi .Pemeriksaan dalam 3. 3. Sikap bidan dalam menghadapi solusio plasenta Bidan merupakan tenaga andalan masyarakat untuk dapat memberikan pertolongan kebidanan. Tatalaksananya adalah : .Perut tegang sedikit. Pemeriksaan penunjang Penanganan solusio plasenta 1. perdarahan tidak terlalu banyak. .Induksi persalinan atau dilakukan seksio sesarea oleh karena itu.

Memecahkan ketuban yang diikuti oleh induksi persalinan untuk mempercepat proses persalinan. d.Tanpa melakukan pemeriksaan dalam. c. Pada waktu persalinan perdarahan terjadi tanpa sakit dan menjelang pembukaan lengkap.Menyertakan keterangan tentang apa yang telah dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama.Dalam menghadapi perdarahan pada kehamilan.Mempersiapkan donor dari keluarga atau masyarakat. Untuk bidan segera melakukan konsultasi atau merujuk.Diantar petugas yang dapat memberikan pertolongan. Perdarahan pada plasenta letak rendah Plasenta rendah dimaksudkan bila pada pemeriksaan dalam jari tangan yang dimasukkan dapat mencapai tepi bawah plasenta. Dilakukan tindakan mengakhiri persalinan dengan indikasi. . . Universitas Sumatera Utara . Tindakan yang dapat dilakukan adalah : 1. perdarahan pada plasenta letak rendah baru terjadi bila pembukaan mendekati lengkap. Pecahnya sinus marginalis Pecahnya sinus marginalis merupakan perdarahan yang sebagian besar baru dapat diketahui setelah persalinan. perlu diperkirakan kemungkinan perdarahan karena sinus marginalis yang pecah. Dalam melakukan rujukan diberikan pertolongan darurat : . sikap bidan yang paling utama adalah melakukan rujukan kerumah sakit. 3.Pemasangan infus . 2. .

. Universitas Sumatera Utara . Faktor-faktor yang menyebabkan perdarahan postpartum adalah : . penyebab utama adalah atoni uteri. 1. 1998) 2. Perdarahan postpartum merupakan penyebab penting kematian maternal khususnya di negara berkembang.2. Perdarahan postpartum primer Terjadi dalam 24 jam pertama. penyebab utama adalah robekan jalan lahir dan sisa plasenta atau membran. dan robekan jalan lahir.e.Grandemultipara . Perdarahan Postpartum Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam setelah persalinan berlangsung. Perdarahan postpartum sekunder Terjadi setelah 24 jam pertama.Persalinan yang dilakukan dengan tindakan.2. Perdarahan karena pecahnya vasa previa Vasa previa adalah menyilangnya pembuluh darah plasenta yang berasal dari insersio vilamentosa pada kanlis servikalis. terbanyak dalam 2 jam pertama. Sikap yang harus dilakukan adalah mengirim penderita kerumah sakit untuk persalinan dengan primer seksio. 2. Gejala klinik yang perlu diperhatikan adalah ketuban pecah diikuti perdarahan dan terjadi asfiksia janin dalam kandungan.Jarak persalinan pendek kurang dari 2 tahun. retensio plasenta. perdarahan postpartum dibagi menjadi perdarahan postpartum primer dan sekunder. dan agak sukar untuk menegakkan diagnosa. (Manuaba. sisa plasenta.

. dengan liglasi arteri hipogastrika interna dan melakukan histerektomi. Faktor predisposisi . 2.Memberikan uterotonika dengan penyuntikan oksitoksin dan sejenisnya.Jarak hamil kurang dari 2 tahun . Penyebab dari atonia uteri adalah : 1.Distensi rahim berlebihan : hidramnion.Masase fundus uteri . Universitas Sumatera Utara . Sikap bidan dalam menghadapi atonia uteri 1.Grandemultipara . robekan vagina. melakukan tampone uterus dan vagina.Anemia . hamil kembar Untuk meningkatkan kontraksi otot rahim dan menghentikan perdarahan dapat dilakukan dengan jalan : .Meningkatkan penerimaan gerakan keluarga berencana. memberikan prostaglandin.Meningkatkan upaya preventif . Atonia Uteri Atonia uteri adalah tidak adanya kontraksi uterus setelah proses persalinan.Menghentikan atau menghilangkan sumber perdsarahan.Partus lama/persalinan terlantar. Bidan dapat mengambil langkah-langkah untuk menangani perdarahan atonia uteri sebagai berikut : . Tindakan persalinan .Trauma persalinan.a. .

Sikap umum bidan a.Melakukan konsultasi atau merujuk pasien dengan overdistensi. .. plasenta akreta. Retensio Plasenta Retensio plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelah persalinan bayi.Memberikan uterotonika . Sikap bidan dalam menghadapi retensio plasenta 1. . plasenta inkreta dan perkreta.Kompresi aorta abdominalis .Plasenta manual dengan segera dilakukan.Memasang infus dan memberikan cairan pengganti. .Grandemultipara dengan implantasi plasenta dalam bentuk plasenta adhesiva.Penderita diantar b. .Mengurangi peranan pertolongan persalinan oleh dukun.Mengganggu kontraksi otot rahim dan menimbulkan perdarahan.Melakukan masase uterus . 2. Kejadian retensio plasenta berkaitan dengan : .Anemis Universitas Sumatera Utara . . Memperhatikan keadaan umum penderita .Retensio plasenta tanpa perdarahan.Kompresi bimanual eksternal dan internal . Bidan dapat segera melakukan rujukan penderita dengan didahului tindakan-tindakan ringan : .

Mengetahui keadaan plasenta .Pastikan keadaan umum penderita.. Retensio plasenta tanpa perdarahan. Pada waktu melakukan pertolongan persalinan kala III tidak diperkenankan untuk melakukan masase dengan tujuan mempercepat proses persalinan plasenta. . . Meningkatkan usaha penerimaan keluarga berencana. Universitas Sumatera Utara . b. segera pasang infus dan berikan cairan pengganti.Jumlah perdarahan . 3.Melakukan pelepasan plasenta c.Kontraksi dan tinggi fundus uteri b.Apakah plasenta inkaserata . Retensio plasenta dengan perdarahan : . Upaya preventif retensio plasenta oleh bidan a. Sikap khusus bidan a. . nadi dan suhu .Langsung lakukan plasenta manual b. c. Meningkatkan penerimaan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih.Merujuk penderita.Tekanan darah.Proteksi dengan antibiotika . Memasang infus dan memberikan cairan pengganti 2. .Memberikan transfusi.Mempersiapkan plasenta manual dengan legeartis.

Kejadian inversio uteri sebagian besar disebabkan kurang legeartisnya pertolongan persalinan saat melakukan persalinan plasenta secara crede. Sikap umum bidan .c.Fundus didorong keatas . Tes plasenta telah lepas d. Persalinan legeartis b. Universitas Sumatera Utara .Lakukan plasenta manual Upaya preventif inversio plasenta oleh bidan a. Sikap bidan dalam menghadapi inversio uteri : 1. Sikap khusus bidan a. dengan otot rahim belum berkontraksi dengan baik.Masukan tangan ke vagina . Inversio Uteri Inversio uteri merupakan keadaan dimana fundus uteri masuk kedalam kavum uteri. Perhatikan tanda plasenta telah lepas c. dapat secara mendadak atau perlahan.Berikan uterotonika . Dorong fundus uteri e. Meningkatkan penerimaan keluarga berencana.Memasang infus dan memberikan cairan pengganti 2. Reposisi inversio uteri .

Evaluasi sumber perdarahan. Selain perdarahan antepartum dan postpartum. vagina. a. Kehamilan ektopik terganggu (KET) Kehamilan ektopik terganggu adalah kehamilan yang berimplantasi di luar endometrium normal dan sudah menimbulkan gangguan. Sumber perdarahan dapat berasal dari perineum. perdarahan yang masih berhubungan dengan kehamilan adalah perdarahan yang disebabkan oleh kehamilam ektopik terganggu (KET) dan juga keguguran atau abortus.d. serviks dan robekan uterus (ruptur uteri). Berdasarkan tempat implantasinya kehamilan ektopik dapat terjadi di : -Pars interstisial tuba -Pars ismika tuba -Pars ampularis tuba -kehamilan infundibulum tuba -Kehamilan abdominal Universitas Sumatera Utara . Perdarahan dapat dalam bentuk hematoma dan robekan jalan lahir dengan perdarahan bersifat arteri atau pecahnya pembuluh darah vena. 2. Perdarahan robekan jalan lahir Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Sikap bidan daslam menghadapi perdarahan robekan jalan lahir : 1. Melakukan ligasi sumber perdarahan.

Dengan demikian trias gejala klinik hamil ektopik terganggu sebagai berikut : 1. Hasil konsepsi mati dini. kesempatan berkembang yang sangat kecil menyebabkan hasil konsepsi mati dan lepas dalam lumen. 3. lamanya bervariasi dari beberapa hari sampai beberapa bulan dan dengan amenerhoen dapat di jumpai tanda-tanda hamil muda. disebabkan kehamilan tuba yang pecah. Terjadinya amenerhoe. Universitas Sumatera Utara . terjadi abortus atau ruptura kehamilan tuba terdapat perdarahan ke dalam kavum abdomen dalam jumlah yang bervariasi. Gangguan di luar tuba Dengan terjadinya implantasi di dalam lumen tuba dapat terjadi beberapa kemungkinan : 1. Gangguan pada lumen tuba b.Penyebab kehamilan ektopik a. tempatnya tidak mungkun memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang 2. 2. 3. dan keadaan umum ibu sebelum kehamilan terjadi. Terjadi abortus. jumlah darah yang terdapat dalam rongga abdomen. Tuba falopi pecah. Gejala Klinik Kehamilan Ektopik : Bila terjadi gangguan kehamilan tuba. Terjadinya nyeri abdomen. gejalanya tergantung pada tua kehamilan tuba. Perdarahan. lepasnya hasil konsepsi menimbulkan perdarahan dalam lumen serta membentuk timbunan darah. lamanya kedalam rongga abdomen . karena tidak dapat berkembang dengan baik maka tuba dapat pecah sehingga terjadi ruptura yang menimbulkan timbunan darah kedalam rongga abdomen.

Dalam perkembangan kadang-kadang mencapai aterm.Pasang infus cairan pengganti . Universitas Sumatera Utara . a. Keguguran (Abortus) Keguguran adalah dikeluarkanya hasil konsepsi sebelum mampu hidup di luar kandungan dengan berat badan kurang dari 1000 gram atau umur hamil kurang dari 28 minggu. Pemeriksaan khusus melalui vagina : nyeri goyang pada pemeriksaan vaginal.Menetapkan diagnosa . mungkin terasa tumor di samping uterus.Diagnosis Hamil Ektopik Yang Terganggu : 1. rasa nyeri yang mendadak. 2. b. dokter/rumah sakit. nyeri pada saat perabaan. atau mati karena kekurangan nutrisi yang disebabkan plasenta tidak mencapai tempat yang baik. nadi meningkat. tekanan darah turun sampai syok. daerah ujung dingin. Pemeriksaan fisik. Anamnesa tentang trias kehamilan ektopik terganggu: amenerhoe.Siapkan donor keluarga . . Kehamilan abdominal Kehamilan abdominal dapat berlanjut sampai mencapai besar tertentu.Sedapat mungkin di antar b. perdarahan. 3.Persiapan mengirim penderita ke puskesmas. Fisik umum : tampak anemis. Sikap Bidan Dalam Menghadapi Kehamilan Ektopik Terganggu : .

Universitas Sumatera Utara . indikasi sosial b. Keguguran dengan infeksi 7. Keguguran mengancam 4. Keguguran atau abortus dapat dibagi menjadi : a. Keguguran buatan terapeutik 2. Keguguran buatan ilegal c.Kejadian abortus sulit diketahui. Keguguran tak terhalangi 5. Berdasarkan Pelaksanaannya 1. Berdasarkan Kejadiannya 1. Keguguran spontan 2. Missed abortion Penyebab keguguran sebagian besar belum diketahui secara pasti. Keguguran lengkap 2. Keguguran habitualis 6. Faktor pertumbuhan hasil konsepsi : faktor kromosom. Berdasarkan Gambaran Klinisnya 1. faktor lingkungan endometrium. Keguguran tidak lengkap 3. Keguguran spontan diperkirakan sebesar 10% -15%. karena sebagian besar tidak dilaporkan dan banyak dilakukan atas permintaan. Keguguran buatan atas indikasi medis. tetapi terdapat beberapa faktor : 1.

hasil pemeriksaan dalam terdapat perdarahan dari kanalis servikalis. Pemeriksaan fundus uteri 3. penyakit menahun ibu. a. Kelainan yang terdapat pada rahim Dasar Diagnosis Keguguran Dugaan keguguran diperlukan beberapa kriteria sebagai berikut : a. Abortus imminen (keguguran mengancam) Terdapat keterlambatan datang bulan. Pemeriksaan hasil tes hamil dapat masih positif atau sudah negatif Hasil pemeriksaan fisik terhadap penderita bervariasi : 1. hipertensi yang menyebabkan gangguan peredaran darah plasenta. gangguan pembuluh darah plasenta. Pemeriksaan fisik bervariasi tergantung jumlah perdarahan 2. Besar rahim sesuai dengan usia kehamilan. Disertai sakit perut d. 3. 4. Dapat diikuti oleh pengeluaran hasil konsepsi e.2. terdapat perdarahan disertai perut sakit. ada kontraksi uterus. Terjadi perdarahan c. Universitas Sumatera Utara . Pemeriksaan dalam Dengan hasil pemeriksaan demikian tatalaksana penanganan keguguran disesuaikan dengan diagnosis klinik. Kelainan pada plasenta : infeksi pada plasenta. Terdapat keterlambatan datang bulan b. anemia ibu. Penyakit ibu : penyakit infeksi.

Pada kasus dengan perdarahan banyak. hormonal (progsrteron). dikeluarkan secara digital. dapat segera dilakukan kuretase. anti kontraksi (duvadilan. Universitas Sumatera Utara . duphaston). Abortus insipien (keguguran membakat) Keguguran membakat ini tidak dapat dihentikan. transamin). Vitamin. sehingga penderita mendapat penanganan yang tepat dan cepat. Apabila bidan menghadapi keguguran membakat. b. pada pemeriksaan dijumpai perdarahan lebih banyak. kanalis servikalis terbuka. penguat palsenta (gestanon. Evaluasi perdarahan dan jumlahnya. sehingga hasil konsepsi seluruhnya dapat dikeluarkan. Istirahat total ditempat tidur b. Pada hamil kurang dari 14 minggu. anti perdarahan (adona. karena setiap saat dapat terjadi ancaman perdarahan dan pengeluaran hasil konsepsi. tes kehamilan dapat diulangi.Penanganan Abortus Imminen : a. perut mules lebih hebat. valium). c. papaverin). segera berkonsultasi dengan dokter. b. Penanganan Keguguran Membakat : a. Keguguran membakat ditandai dengan perdarahan lebih banyak. konsultasi denga doter spesialis kandungan untuk penanganan lebih lanjut dan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Memberikan obat-obatan seperti penenang (penobarbita 3 x 30 mgrl.

sehingga tidak memerlukan tindakan. Abortus inkompletus (keguguran tak lengkap) Keguguran tak lengkap ditandai dengan dikeluarkannya sebagian hasil konsepsi darim uterus. dapat dipasang infus dan tranfusi darah untuk memulihkan keadaan umum. terjadi infeksi. perdarahan mendadak. dan kanalis servikalis telah tertutup. antibiotik untuk menghindari infeksi. memberikan uterotonika. Dalam keadaan gawat karena kekurangan darah. sehingga sisanya memberikan gejala klinis : perdarahan memanjang sampai keadaan anemis. bidan dapt berkonsultasi dengan dokter kandungan. Diikuti kerokan langsung pada umur hamil kurang dari 14 minggu dan dengan induksi pada umur hamil di atas 14 minggu.c. perdarahan sedikit. Gambaran klinisnya adalah uterus telah mengecil. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang keguguran lengkap. pada pemeriksaan dijumpai gambaran kanalis servikalis terbuka. c. sehingga tidak merugikan penderita. Abortus kompletus (keguguran lengkap) Keguguran lengkap berarti seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan. dapat diraba jaringan dalam rahim. c. Penanganan Keguguran Tak Lengkap : a. Universitas Sumatera Utara . b. Pengobatan.

bidan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas. Kebijakan tersebut dijelaskan melalui Keputusan Menteri Kesehatan yang No. sehingga bidan perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk penanganan. Bidan PTT Departemen kesehatan melakukan upaya terobosan untuk mempercepat penurunan AKI dengan menempatkan bidan di desa. Keguguran dengan infeksi memerlukan tindakan medis khusus. 1998) 2.Untuk mewujudkan kebijaksanaan ditetapkan itu. (Depkes RI. Tugas bidan adalah mengirimkan penderita kepusat pelayanan kesehatan yang dapat memberikan pertolongan. 2000) Universitas Sumatera Utara . Lulusan Pendidikan Bidan tersebut akan ditempatkan di desa-desa. Bidan adalah merupakan tenaga profesional yang strategis untuk ditempatkan dan bertugas di desa mempunyai wilayah kerja 1-2 dan dalam melaksanakan tugas pelayanan medik baik di dalam maupun di luar jam kerjanya. Abortus infeksiosus (keguguran disertai infeksi) Keguguran disertai infeksi sebagian dalam bentuk tidak lengkap dan dilakukan dengan cara kurang legeartis. maka diselenggarakanlah Program Pendidikan Bidan satu tahun bagi mereka yang telah lulus SPK. (Manuaba.3. Disamping itu penatalaksanaan khusus diperlukan pada keguguran habitualis dan missed abortion.d. telah 871/Menkes/SK/VII/1994.

Menurunkan jumlah kasus-kasus yang berkaitan dengan penyulit kehamilan persalinan dan perinatal. serta pelayanan kontrasepsi. Melaksanakan kegiatan pokok Puskesmas di desa wilayah kerjanya berdasarkan urutan prioritas masalah kesehatan yang dihadapi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dan diberikan. Meningkatkan kemampuan keluarga untuk hidup sehat dengan membantu pembinaan kesehatan kelompok dasawisma. 4. Meningkatkan mutu pelayanan ibu hamil. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan khususnya 5 program prioritas di desa. anak balita dan menurunkan angka kelahiran. bayi. Menurunkan jumlah balita dengan gizi buruk dan diare. perawatan nifas. dan perinatal.2. Universitas Sumatera Utara . pertolongan persalinan. 2. Tujuan Khusus 1.3. 6. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada masyarakat. 3.2.1.3. 2. 5. serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Tugas Pokok dan Fungsi Bidan PTT di Desa Tugas pokok bidan PTT di desa adalah sebagai berikut : a. Tujuan Penempatan Bidan PTT di Desa Tujuan Umum Secara umum tujuan penempatan bidan di desa adalah untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan melalui Puskesmas dan Posyandu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu.

Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah-rumah penduduk. Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan ke Puskesmas kecuali dalam keadaan darurat harus di rujuk ke fasilitas kesehatan lainnya. g. 2002) Universitas Sumatera Utara . (Depkes RI. Pelayanan kesehatan yang diberikan bidan di desa antara lain : a. Fungsi Bidan di desa antara lain : Bidan PTT di desa berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan. Membina dasn memberikan bimbingan teknis kepada kader serta dukun bayi. Menggerakkan dan membina masyarakat di desa wilayah kerjanya agar tumbuh kesadaran untuk dapat berperilaku hidup sehat. Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan yang sesuai dengan permasalahan setempat. Dalam menjalankan fungsinya bidan di wajibkan tinggal di desa tempat tinggalnya dan memberikan pelayanan secara aktif. e. Mendeteksi secara dini adanya efek samping dan komplikasi pemakaian kontrasepsi serta adanya penyakit-penyakit lain dan berusaha mengatasi sesuai dengan kemampuan. c. b. menangani persalinan dan pelayanan keluarga berencana. d. Membina kerja sama lintas program.b. Membina kelompok dasawisma di bidang kesehatan. lintas sektoral dan lembaga swadaya masyarakat. khususnya pelayanan KIA termasuk KB di wilayah desa tempat tinggalnya. f.

termasuk ketentuan kedinasan bagi Pegawai Negeri Sipil. 4.871/Menkes/VII/1994 tanggal 26 Agustus 1994 diuraikan dengan jelas kewajiban dan hak Bidan Pegawai Negeri tidak tetap yaitu : 2. Melaksanakan masa bakti sekurang-kurangnya selama 3 tahun dan dapat diperpanjang untuk 1 kali selama 3 tahun. 5. Kewajiban Bidan PTT 1. UUD 1945. 6. 2.3. Dalam lampiran Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Status Kepegawaian Bidan PTT di Desa Status kepegawaian bidan di desa adalah sebagai Pengatur Muda (Golongan II/a).3.3. 8.3. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Menyimpan rahasia Negara dan rahasia jabatan.2. ASKES dan wajib membayar iuran 2% dari gaji pokok. Negara dan Pemerintah. Melaksanakan tugas bidan sebagai bidan sesuai program pemerintah di bidang kesehatan.4. Menaati dan melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku.4. 7. Kewajiban dan Hak Pegawai Tidak Tetap Pada umumnya kewajiban dan hak bidan sebagai pegawai tidak tetap hampir sama dengan Bidan Pegawai Negeri Sipil. Universitas Sumatera Utara . 2. 3. Membayar pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.1. Menjadi peserta PT. Mengikuti latihan pra tugas untuk menunjang pelaksanaan tugas bidan PTT pada wilayah kerjanya.

Bidan PTT memperoleh biaya perjalanan dari ibu kota kabupaten tempat pendidikan kebidanan ke tempat tugas. 5. Bidan PTT apabila memerlukan pemeliharaan kesehatan memperoleh pelayanan berdasarkan uang duka tewas sebesar 12 kali penghasilan terakhir. Gaji pokok b.9. Menyampaikan laporan pelaksanaan pekerjaannya kepada kepala Puskesmas sesuai ketentuan yang berlaku.2. Tunjangan khusus d. Bidan PTT memperoleh biaya perjalanan setelah selesai masa bakti ke ibukota provinsi setempat. Hak Bidan PTT 1. Bidan PTT memperoleh perjalanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagian Pegawai Negeri Sipil Golongan II. Tunjangan pajak penghasilan 2.3. Universitas Sumatera Utara . 3.4. Bidan PTT apabila meninggal dunia pada waktu/karena dan dalam melaksanakan tugas memperoleh biaya pemakaman sesuai ketentuan yang berlaku. 4. 6. Bidan PTT memperoleh penghasilan berupa : a. 2. Tunjangan pegawai tidak tetap c. 10. Bidan PTT yang meninggal dunia pada waktu menjalankan tugas kepada ahli warisnya diberikan uang duka wafat sebesar 6 kali penghasilan terakhir. 7. Menjadi anggota Kopri selaku Pegawai Republik Indonesia.

Vit. .Alat dan obat kontrasepsi . Tiga bulan termasuk hari libur apabila yang bersangkutan bersalin. Bidan PTT berhak mendapat lisensi yaitu kewenangan untuk melakukan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan.8. Bidan PTT apabila memerlukan pemeliharaan kesehatan memperoleh pelayanan berdasarkan ketentuan yang berlaku terhadap peserta PT. c. Paling lama 14 hari kerja dalam satu tahun apabila sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter atau.Oralit .IUD KIT . 9. A dosis tinggi .Steteskop monoral . 10. bidan di desa memperoleh peralatan antara lain : . serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Vaksinasi KIT dan vaksin Universitas Sumatera Utara .Puskesmas KIT (PHN KIT dengan tensi meter dengan alat pertolongan persalinan). b. Bidan PTT memperoleh cuti : a. ASKES. Dalam rangka untuk melaksanakan kegiatannya. 12 hari kerja setelah melaksanakan tugas selama 1 tahun.

dan dapat mengintepretasikan materi tersebut secara benar. penciuman. c.4. Tingkatan Pengetahuan a. raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan (Knowledge) adalah merupakan hasil ”tahu”.2. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang di pelajari atau rangsangan yang telah diterima. Tahu (know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Universitas Sumatera Utara . Aplikasi (application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. Penginderaan terjadi melalui penginderaan manusia yakni: indra penglihatan. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan.4. Memahami (comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang di ketahui.4. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. rasa. dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. b. pendengaran. meramalkan dan sebaginya terhadap objek yang dipelajari. menyimpulkan. Pengtahuan 2.1. menyebutkan contoh. 2.2.

Pengukuran pengetahuan dapat di lakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian. Penilaian-panilain itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri. d. e. Analisis (analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan suatu materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen. prinsip. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi baru yang ada. metode.Aplikasi ini dapat diartikan aplikasi penggunaan hukum-hukum. atau menggunakan kriteri-kriteria yang telah ada. rumus. e. Evaluasi (evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Universitas Sumatera Utara . Sintesis (synthesis) Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. dan sebagainya dalm konteks atau situasi yang lain. Kedalam pengetahuan yang ingin kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkattingkat tersebut diatas. dan masih ada kaitannya satu sama lain. tetapi masih di dalam suatun struktur organisasi tersebut.

antar lain adalah fasilitas.2. atau sesuatu itu merupakan kebiasaan. Universitas Sumatera Utara . 4. Disamping faktor fasilitas diperlukan juga faktor dukungan (support) dari pihak lain.5. yakni dengan wawancara terhadap kegiatan-kegiatan yang telah beberapa jam. Tindakan Suatu sikap belum tentu otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). 3. Tingkat-tingkat tindakan. 2. Pengukuran juga dapat dilakukan secara langsung. atau bulan yang lalu. Respon terpimpin (guide respon) Dapat dilakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar sesuai denagn contoh. hari. Persepsi (perception) Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktek tingkat pertama. Adaptasi (adaptation) Adaptasi adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. yakni dengan mengobservasi tindakan atau kegiatan responden. yaitu: 1. Untuk terwujudnya sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. Mekanisme (mecanism) Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis. artinya tindakan itu sudah dimodifikasinya sendiri tanpa mengurangi kebenaran tindakannya tersebut. Pengukuran tindakan dapat dilakukan secara tidak langsung.