You are on page 1of 23

TBC ANAK

A. PENGERTIAN Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang dapat menyerang berbagai organ tubuh manusia seperti paru, ginjal, kelenjar getah bening, selaput jantung, selaput otak usus, dan lain lain, tetapi yang paling banyak adalah organ paru. !"ahar,#$$%&. 'eseorang disebut penderita tuber(ulosis paru jika kuman ).Tuber(ulosis menyerang paru. Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi pada paru yang disebabkan oleh my(oba(terium tuber(ulosa, yaitu suatu bakteri tahan asam. !'uriadi,#$$%& Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh ).Tuber(ulosis yang biasanya ditularkan dari orang ke orang melalui nu(lei droplet le*at udara. !Netina,#$$#&. ". ETI+,+GI -enis kuman berbentuk batang, ukuran panjang %./0um dan tebal $,1 . $,20um. 'ebagian besar kuman berupa lemak0lipid sehingga kuman tahan asam dan lebih tahan terhadap kimia, fisik. 'ifat lain dari kuman ini adalah aerob yang menyukai daerah yang banyak oksigen, dalam hal ini lebih menyenangi daerah yang tinggi kandungan oksigennya yaitu daerah apikal paru, daerah ini yang menjadi prediklesi pada penyakit tuber(ulosis 3lasifikasi tuber(ulosis di Indonesia yang banyak dipakai berdasarkan kelainan klinis, radiologist dan mikrobiologis 4 %. Tuberkulosis paru #. "ekas tuber(ulosis paru 1. Tuberkulosis paru tersangka yang terbagi dalam 4 a. T" paru tersangka yang diobati !sputum "TA negatif, tapi tanda tanda lain positif&. b. T" paru tersangka yang tidak diobati !sputum "TA negatif dan tanda tanda lain meragukan&. Penyebab tuber(ulosis ini adalah my(oba(tterium tuber(ulosis, my(roba(terium bo5is, dan my(oba(terium afri(anum.

6aktor . faktor yang menyebabkan seseorang dapat terinfeksi my(oba(terium tuber(ulosis paru adalah 4 %. 7sia 7sia bayi mungkin besar mudah terinfeksi karena imaturitas imun tubuh bayi. Pada masa puber dan remaja terjadi masa pertumbuhan (epat namun kemungkinan mengalami infeksi (ukup tinggi karena asupan nutrisi tidak adekuat. #. -enis kelamin Angka kematian dan kesakitan lebih banyak terjadi pada anak perempuan pada masa akhir kanak . kanak dan remaja. 1. 8erediter 9aya tubuh seseorang diturunkan se(ara geneti(. /. 3eadaan stress 'ituasi yang penuh stres menyebabkan kurangnya asuupan nutrisi sehingga daya tahan tubuh menurun. :. Anak yang mendapat terapi kortikosteroid 3emungkinan mudah terinfeksi karena daya tahan tubuh anak ditekan oleh obat kortikosteroid. 2. Pada masa puber dan remaja dimana terjadi masa pertumbuhan yang (epat, kemunginan infeksi (ukup tinggi karena diet yang tidak adekuat. ;. )y(oba(tterium tuber(ulosis, my(roba(terium bo5is, dan my(oba(terium afri(anum. <. )eningkatnya sekresi steroid adrenal yang menekan reaksi inflamasi dan memudahkan untuk penyebar luasan infeksi. =. Nutrisi 4 satuan nutrisi yang kurang %$. Infeksi berulang 4 8I>, measles, pertusis %%. Tidak memenuhi turan pengobatan. ?. TAN9A 9AN GE-A,A a. 9ahak ber(ampur darah b. "atuk darah

(. 'esak nafas dan rasa nyeri dada d. "adan lemah, nafsu makan menurun e. 9emam !subfebris, kadang kadang /$ /% ?, seperti demam influensa.. f. "atuk !kering, produktif, kadang kadang hemoptoe !pe(ahnya pembuluh darah&. g. 'esak napas, jika infiltrasi sudah setengah bagian paru. h. Nyeri dada, jika infiltrasi sudah ke pleura. i. )alaise , anoreksia, badan kurus, sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam 9. )ANI6E'TA'I 3,INI' a. 9emam, malaise, anoreksia, berat badan menurun, kadang kadang batuk !batuk tidak selalu ada, menurun sejalan dengan lamanya penyakit&, nyeri dada, hemoptysis. b. Gejala lanjut, !jaringan paru . paru sudah banyak rusak& 4 pu(at, anemia lemah dan berat badan menurun. (. Pemulaan tuber(ulosis primer biasanya sukar diketahui karena mulainya penyakit se(ra perlahan. 3adang tuber(ulosis ditemukan pada anak tanpa gejala atau keluhan. E. PE)ERI3'AAN 9IAGN+'TI3 a. Pemeriksaan fisik b. Ri*ayat penyakit 4 ri*ayat kontak dengan indi5idu yang terinfeksi penyakit (. Reaksi terhadap test tuber(ulin 4 reaksi test positif ! diameter @ :mm& menunjukkan adanya infeksi primer d. Radiologi 4 terdapat kompleks primer dengan atau tanpa perkapuran pembesaran kelenjar paratrakeal, penyebran milier, penyebaran bronkogen, atelektasis, pleuritis dengan efusi, (airan asites. e. 3ultur sputum 4 kultur bilasan lambung atau sputum, (airan pleura, urine, (airan serebrospinal (airan nodus limfe ditemukan hasil tuber(ulosis. f. Patologi anatomi dilakukan pada kelenjar getah bening, hepar, pleura, peritoneum, kulit ditemukan tuberkal, dan basiltahan asam

g. 7ji "?G4 reaksi positif jika setelah mendapatkan suntikan "?G langsung terdapat reaksi lo(al yang besar dalam *aktu kurang dari ; hari set penyuntikan. h. Infeksi T" 4 hanya diperlihatkan oleh skin test tuber(ulin positif i. Penyakit T" 4 gambaran radiologi positif, kultur sputum posif, dan adanya gejala gejala penyakit 6. 3+)P,I3A'I %. Efusi pleura #. 'irosis hepatis 1. )eningitis !'meltAer dan "renda, #$$#& /. 'pondilitis :. Pleuritis 2. "ronkopneumoni ;. Atelektasis !'uriadi, #$%$& G. PAT+6I'I+,+GI a. )asuknya kuman tuber(ulosis didalam tubuh tidak selalu menimbulkan penyakit. Infeksi dipengaruhi oleh 5irulensi dan banyaknya basil tuber(ulosis serta daya tahan tubuh manusia. b. 'egera setelah menghirup basil tuber(ulosis hidup kedalam paru . paru, maka terjadi eksudasi dan konsolidasi yang terbatas disebut fo(us primer. "asil tuber(ulosis akan menyebar, histosit mulai mengangkut organisme tersebut kekelenjar limfe regional melalui saluran getah bening menuju kelenjar regional sehingga terbentuk komplek primer dan mengadakan reaksi eksudasi terjadi sekitar # %$ minggu!2 < minggu& pas(a infeksi. (. "ersamaan dengan terbentuknya kompleks primer terjadi pula hypersensiti5itas terhadap tuberkuloprotein yang dapat diketahui melalui uji tuber(ulin. )asa terjadinya infeksi sampai terbentuknya kompleks primer disebut masa inkubasi. d. Pada anak yang mengalami lesi, dalam paru dapat terjadi dimanapun terutama di perifer dekat pleura,tetapi lebih banyak terjadi di lapangan ba*ah paru

dibanding dengan lapangan atas. -uga terdapat pembesaran kelenjar regional serta penyembuhannya mengarah ke klasifikasi dan penyebarannya lebih banyak terjadi melalui hematogen. e. Pada reaksi radang dimana leukosit polimorfonuklear tampak pada al5eoli dan memfagosit bakteri namun tidak membunuhnya. 3emudian basil menyebar ke limfe dan sirkulasi. 9alam beberapa minggu limfosit T menjadi sensiti5e terhadap organisme T"? dan membebaskan limfokin yang merubah makrofag atau mengaktiifkan makrofag. Al5eoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia akut. Pneumonia seluler ini dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak ada sisa nekrosis yang tertinggal, atau proses dapat berjalan terus dan bakteri terus difagosit atau berkembang biak dalam sel. )akrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu sehingga membentuk sel tuberkel epiteloid yang dikelilingi oleh limfosit. Nekrosis pada bagian sentral memberikan gambaran yang relatifpadat pada keju, yang disebut nekrosis kaseosa. f. Terdapat 1 ma(am penyebaran se(ara patogen pada tuber(ulosis anakB penyebaran hematogen tersembunyi yang kemudian mungkin menimbulkan gejala atau tanpa gejala klinis, penyebaran milier, biasanya terjadi sekaligus dan menimbulkan gejala akut, kadang . kadang kronis, penyebaran hematogen berulang. 8. PENATA,A3'ANAAN a. Nutrisi adekuat b. 3emoterapi 4 pemberian terapi pada tuber(ulosis didasarkan pada 1 karasteristik basil, yaitu basil yang berkembang (epat ditempat yang kaya akan oksigen, basil yang hidup dalam lingkungan yang kurang oksigen berkembang lambat dan dorman hingga nbeberapa tahun, basil yang mengalami mutasi sehingga resistensi terhadap obat. IsoniAed !IN8& bekerja sebagai bakterisidal terhadap basil yang tumbuh aktif, diberikan selama %< #/ bulan, dosis %$ #$ mg0kgbb0hari melalui oral. 'elanjutnya kombinasi antara IN8, rifampiAin, dan pyraAinamid !PCA& diberikan selama 2 bulan. 'elama # bulan pertama obat diberikan setiap hari, selanjutnya obat diberiakan # kali

dalam % minggu. +bat tambahan antara lain streptomy(in !diiberikan intramus(ular& dan ethambutol. Terapi kortikosteroid diberikan bersamaan dengan obat antituber(ulosis, untuk mengurangi respon peradangan, misalnya pada meningitis. (. Pembedahan 4 dilakukan jika kemoterapi tidak berhasil. 9ilakukan dengan (ara mengangkat jaringan paru yang rusak, tindaka ortopedi untuk memperbaiki kelainan tulang, bronkoskopi untuk mengangkat polip granulornatosa tuber(ulosis atau untuk reseksi bagian paru yang rusak. d. Pen(egahan B menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi basil tuber(ulosis, mempertahankan status kesehatan dengan intake nutrisi yang adekuat, meminum susu yang sudah dilakukan pasteurisasi, isolasi jika pada analisa sputum terdapat bakteri hingga dilakukan karnoterapi, pemberian imunisasi "?G untuk menungkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi oleh basil tuber(ulosis 5irulen. I. PAT8DAE'

A'78AN 3EPERADATAN A. PENG3A-IAN 9ata data yang perlu dikaji pada asuhan kepera*atan dengan Tuberkulosis paru ialah sebagai berikut 4 %. Ri*ayat Perjalanan Penyakit 3eluhan utama4 "atuk produkif dan non produktif #. Ri*ayat Penyakit 'ebelumnya4 a. Pernah sakit batuk yang lama dan tidak sembuh sembuh. b. Pernah berobat tetapi tidak sembuh. (. Pernah berobat tetapi tidak teratur. d. Ri*ayat kontak dengan penderita Tuberkulosis Paru. e. 9aya tahan tubuh yang menurun. f. Ri*ayat 5aksinasi yang tidak teratur. 1. Ri*ayat Pengobatan 'ebelumnya4 a. 3apan pasien mendapatkan pengobatan sehubungan dengan sakitnya. b. -enis, *arna, dosis obat yang diminum. (. "erapa lama. pasien menjalani pengobatan sehubungan dengan

penyakitnya. d. 3apan pasien mendapatkan pengobatan terakhir. /. Ri*ayat 'osial Ekonomi4

a. Ri*ayat pekerjaan. -enis pekerjaan, *aktu dan tempat bekerja, jumlah penghasilan. b. Aspek psikososial. )erasa diku(ilkan, tidak dapat berkomunikisi dengan bebas, menarik diri, biasanya pada keluarga yang kurang marnpu, masalah berhubungan dengan kondisi ekonomi, untuk sembuh perlu *aktu yang lama dan biaya yang banyak, masalah tentang masa depan0pekerjaan pasien, tidak bersemangat dan putus harapan. 6aktor Pendukung4

Ri*ayat lingkungan. Pola hidup. !Nutrisi, kebiasaan merokok, minum alkohol, pola istirahat dan tidur, kebersihan diri&. Tingkat pengetahuan0pendidikan pasien dan keluarga tentang penyakit,

pen(egahan, pengobatan dan pera*atannya.

%& Pola akti5itas dan istirahat 'ubjektif4 Rasa lemah (epat lelah, akti5itas berat timbul. sesak !nafas pendek&, sulit tidur, demam, menggigil, berkeringat pada malam hari. +bjektif4 Takikardia, takipnea0dispnea saat kerja, irritable, sesak !tahap, lanjutB infiltrasi radang sampai setengah paru&, demam subfebris !/$ ./%$?& hilang timbul.

#& Pola nutrisi 'ubjektif4 Anoreksia, mual, tidak enak diperut, penurunan berat badan.

+bjektif4 Turgor kulit jelek, kulit kering0bersisik, kehilangan lemak sub kutan.

1& Respirasi 'ubjektif4 "atuk produktif0non produktif sesak napas, sakit dada. +bjektif4 )ulai batuk kering sampai batuk dengan sputum hijau0purulent, mukoid kuning atau ber(ak darah, pembengkakan kelenjar limfe, terdengar bunyi ronkhi basah, kasar di daerah apeks paru, takipneu !penyakit luas atau fibrosis parenkim paru dan pleural&, sesak napas, pengembangan pernapasan tidak simetris !effusi pleura.&, perkusi pekak dan penurunan fremitus !(airan pleural&, de5iasi trakeal !penyebaran bronkogenik&.

/& Rasa nyaman0nyeri 'ubjektif4 Nyeri dada meningkat karena batuk berulang. +biektif4 "erhati hati pada area yang sakit, prilaku distraksi, gelisah, nyeri bisa timbul bila infiltrasi radang sampai ke pleura sehingga timbul pleuritis.

:& Integritas ego 'ubjektif4 6aktor stress lama, masalah keuangan, perasaan tak berdaya0tak ada harapan. +bjektif4 )enyangkal !selama tahap dini&, ansietas, ketakutan, mudah tersinggung.

PE)ERI3'AAN 9IAGN+'TI3

a& 3ultur sputum4 )ikobakterium Tuberkulosis positif pada tahap akhir penyakit. b& Tes Tuberkulin4 )antouF test reaksi positif !area indurasi %$ %: mm terjadi /< ;# jam&. (& Poto torak4 Infiltnasi lesi a*al pada area paru atas B Pada tahap dini tampak gambaran ber(ak ber(ak seperti a*an dengan batas tidak jelas B Pada ka5itas bayangan, berupa (in(in B Pada kalsifikasi tampak bayangan ber(ak ber(ak padat dengan densitas tinggi. d& "ron(hografi4 untuk melihat kerusakan bronkus atau kerusakan paru karena T" paru. e& 9arah4 peningkatan leukosit dan ,aju Endap 9arah !,E9&. f& 'pirometri4 penurunan fuagsi paru dengan kapasitas 5ital menurun.

". INTER>EN'I INTERVENSI No % NANDA Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas "atasan 3arakteristik 4 Respirator

(NOC)

(NIC)

'etelah dilakukan tindakanAir*ay 'u(tioning kepera*atan selama G. F #/ jam klien akan4 stat!s %. "#. Pastikan Auskultasi sebelum su(tioning. Respirator Air#a paten$ Respirator E&$han'e Aspiration yang (re)ention, dengan :. Stat!s" %as /. stat!s " 1. Informasikan pada klien dan keluarga tentang su(tioning )inta klien nafas dalam sebelum su(tion dilakukan. "erikan menggunakan memfasilitasi nasotrakeal 2. Gunakan alat yang steril setiap melakukan tindakan ;. Anjurkan setelah pasien untuk +# nasal dengan untuk suksion kebutuhan suara nafas sesudah oral0tra(heal su(tioning Ventilation dan

Tidak ada batuk 'uara tambahan napas

Perubahan frekuensi napas

Perubahan irama napas

'ianosis 3esulitan

dibuktikan

indikator sebagai berikut4 berbi(ara0mengeluar !% : @ tidak pernah, jarang, kan suara

kadang kadang, sering, atau selalu& Kriteria *asil " )endemonstrasikan dalam yang batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu !mampu<.

Penurunan bunyi napas

9ispnea 'putum jumlah berlebihan

istirahat dan napas dalam kateter dikeluarkan dari nasotrakeal )onitor status oksigen

"atuk yang tidak efektif

mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips& )enunjukkan jalan nafas yang paten !klien%$. tidak merasa ter(ekik, irama nafas, frekuensi pernafasan ada suara dalam nafas =.

pasien Ajarkan suksion 8entikan menunjukkan suksion dan keluarga

+rtopnea Gelisah )ata lebar terbuka

bagaimana (ara melakukan

berikan oksigen apabila pasien bradikardi, peningkatan saturasi +#, dll. Air*ay )anagement %. "uka jalan nafas, guanakan teknik (hin lift atau ja* thrust bila perlu #. Posisikan pasien untuk memaksimalkan 5entilasi Identifikasi perlunya pemasangan jalan nafas buatan /. :. Pasang mayo bila perlu ,akukan fisioterapi dada jika perlu pasien alat

6aktor berhubungan4 ,ingkungan


yang

rentang normal, tidak abnormal& )ampu mengidentifikasikan dan men(egah fa(tor yang dapat menghambat nafas

Perokok pasif )engisap asap )erokok

+bstruksi jalan napas

jalan 1.

'pasme napas )u(us jumlah berlebihan

jalan dalam yang

Eksudat al5eoli

dalam

2.

3eluarkan sekret dengan batuk atau su(tion

)ateri

asing

;.

Auskultasi

suara

nafas,

dalam jumlah napas

(atat adanya suara tambahan <. ,akukan su(tion pada

Adanya napas buatan

jalan

'ekresi

yang =.

mayo "erikan bronkodilator bila perlu %$. "erikan pelembab udara 3assa basah Na?l ,embab

tertahan0sisa sekresi

'ekresi bronki

dalam

6isiologis

-alan alergik Asma Penyakit

napas

%%.

Atur intake untuk (airan mengoptimalkan keseimbangan.

paru

%#.

)onitor status +#

respirasi

dan

obstruksi kronis

8yperplasia dinding bron(hial

Infeksi 9isfungsi 'etelah dilakukan tindakanEnergy )anagement kepera*atan selama G. F #/ jam klien akan4 Ener' $onser)ation #. Self Care" AD+s, yang %. +bser5asi pembatasan klien anak melakukan akti5itas 9orong untuk perasaan mengungkapkan terhadap keterbatasan 1. !% : @ tidak pernah, jarang, 3aji adanya fa(tor yang menyebabkan kelelahan /. )onitor nutrisi dan adanya dalam

#.

neuromuskular Intoleransi akti)itas "atasan karakteristik 4

Respons tekanan darah abnormal terhadap akti5itas

Respon frekuensidibuktikan dengan indikator jantung abnormalsebagai berikut4 terhadap akti5itas

6aktor yang berhubungankadang kadang, sering, atau 4 selalu&

Tirah baring 3elemahan umum Kriteria *asil " :. "erpartisipasi akti5itas disertai RR )ampu hidup akti5itas melakukan sehari hari ;. fisik dalam tanpa 2.

sumber energi tangadekuat )onitor pasien akan

adanya kelelahan fisik dan emosi se(ara berlebihan )onitor kardi5askuler akti5itas )onitor pola tidur dan lamanya tidur0istirahat pasien respon terhadap

3etidakseimbang an antara suplai dan kebutuhan oksigen

peningkatan

tekanan darah, nadi dan

Imobilitas Gaya monoton

!A9,s& se(ara mandiri

A$ti)it Therap %. 3olaborasikan dengan

Tenaga Rehabilitasi )edik dalammeren(anakan progran terapi yang tepat. #. "antu klien untuk akti5itas mengidentifikasi

yang mampu dilakukan 1. "antu dengan untuk memilih fisik,

akti5itas konsisten yangsesuai kemampuan psikologi dan so(ial /. "antu mengidentifikasi mendapatkan diperlukan sumber untuk untuk dan yang akti5itas

yang diinginkan :. "antu untuk mendpatkan alat bantuan akti5itas seperti kursi roda, krek 2. "antu mengidentifikasi yang disukai ;. "antu membuat di*aktu luang <. "antu untuk pasien0keluarga mengidentifikasia klien jad*al untuk latihan untu akti5itas

kekurangan dalam berakti5itas =. 'ediakan penguatan positif bagi yang aktif berakti5itas %$. "antu pasien untuk

mengembangkan moti5asi diri dan penguatan %%. )onitor respon fisik, emoi, so(ial dan spiritual

Ketidaksei,-an'an Ke-!t!han T!-!h "atasan karakteristik 4

'etelah dilakukan tindakanN!trition /ana'e,ent #/ jam klien akan4 %. 3aji makanan N!tritional Stat!s " food #. and .l!id Intake 3olaborasi dengan ahli giAi untuk kalori menentukan dan nutrisi jumlah yang adanya alergi

N!trisi " K!ran' Darikepera*atan selama G. F

3ram abdomen

Nyeri abdomen 0ei'ht " Bod /ass, yang )enghindari makan dibuktikan dengan indikator 1. sebagai berikut4 !% :@tidak pernah, jarang, kadang kadang, sering, atau selalu& Kriteria *asil " Adanya berat peningkatan badan badan dengan sesuai ideal tinggi :. 2. /.

dibutuhkan pasien. Anjurkan pasien untuk

meningkatkan intake 6e Anjurkan meningkatkan 5itamin ? "erikan substansi gula Eakinkan serat untuk diet yang pasien protein untuk dan

"erat badan #$H atau lebih di ba*ah berat badan ideal

3erapuhan kapiler

9iare 3ehilangan rambut berlebihan

dimakan mengandung tinggi men(egah konstipasi ;. "erikan terpilih giAi& <. Ajarkan pasien bagaimana membuat harian. =. )onitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori "erikan informasi tentang kebutuhan nutrisi %%. 3aji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan (atatan makanan makanan ! yang sudah

dengan tujuan "erat sesuai badan )ampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi Tidak ada tanda tanda malnutrisi berat Tidak terjadi penurunan berat berarti badan yang %$.

"ising hiperaktif

usung

dikonsultasikan dengan ahli

3urang makan 3urang informasi 3urang pada makanan minat

Penurunan

badan dengan asupan makanan adekuat

3esalahan konsepsi

3esalahan informasi

)embrane

mukosa pu(at N!trition /onitorin'

3etidakmampuan memakan makanan %. #. "" pasien dalam batas normal )onitor adanya penurunan berat badan 1. sensasi /. )onitor tipe dan jumlah akti5itas yang biasa dilakukan )onitor interaksi anak atau orangtua selama makan :. )onitor selama makan 2. -ad*alkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan lingkungan

Tonus menurun

otot

)engeluh gangguan rasa

)engeluh asupan makanan kurang dari R9A !re(ommended daily allo*an(e&

?epat

kenyang

setelah makan

'aria*an rongga mulut ;. )onitor kulit kering dan perubahan pigmentasi

'teatore <. 3elemahan pengunyah otot =. otot %$. )onitor patah )onitor mual dan muntah )onitor kadar albumin, kekeringan, rambut kusam, dan mudah )onitor turgor kulit

3elemahan untuk menelan

6aktor yang berhubungan 4


%%.

total protein, 8b, dan kadar 8t 6aktor biologis 6aktor ekonomi %#. )onitor makanan

3etidakmampuan untuk mengabsorpsi nutrisi %1.

kesukaan )onitor pertumbuhan dan perkembangan

3etidakmampuan untuk makanan men(erna

%/.

)onitor pu(at, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungti5a

6aktor psikologis

%:.

)onitor kalori dan intake nuntrisi

%2.

?atat

adanya

edema,

hiperemik, hipertonik papila lidah dan (a5itas oral. %;. ?atat jika lidah ber*arna magenta, s(arlet

K!ran'n a (en'etah!an "atasan karakteristik 4

'etelah dilakukan tindakanTea$hin'" Disease (ro$ess kepera*atan selama G. F #/ jam klien akan4 Ko#led'e" disease pro$ess %. "erikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang spesifik Ko#led'e" health #. ini -elaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan (ara yang tepat. Gambarkan tanda dan

Perilaku hiperbola 3etidakdaruratan -eha)ior, yang dibuktikan mengikuti perintah dengan indikator sebagai berikut4 !% :@ tidak pernah, jarang, tidak kadang kadang, sering, atau 1. selalu& Kriteria *asil " Pasien dan keluarga /. tentang kondisi, :.

3etidakdaruratan melakukan tes

Perilaku

tepat !misB histeria, bermusuhan, agitasi, apatis&

gejala yang biasa mun(ul pada penyakit, dengan (ara yang tepat Gambarkan tepat Identifikasi tepat 'ediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan (ara yang tepat 8indari kosong 'ediakan bagi keluarga harapan yang kemungkinan proses

Pengungkapan masalah

menyatakan pemahaman penyakit, pengobatan

penyakit, dengan (ara yang

6aktor yang berhubungan 4

prognosis dan program 3eterbatasan kognitif 'alah interpretasi informasi Pasien prosedur dan keluarga yang

penyebab, dengna (ara yang

mampu melaksanakan 2. dijelaskan se(ara benar Pasien mampu kembali dapat dan apa keluarga ;. yang <.

3urang pajanan 3urang dalam belajar minat

menjelaskan

3urang

dijelaskan pera*at0tim kesehatan lainnya

informasi tentang kemajuan

mengingat

pasien dengan (ara yang tepat familiar sumber =. 9iskusikan perubahan

Tidak dengan informasi

gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk men(egah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit %$. 9iskusikan pilihan terapi atau penanganan %%. 9ukung pasien untuk atau

mengeksplorasi

mendapatkan se(ond opinion dengan (ara yang tepat atau diindikasikan %#. Eksplorasi sumber atau kemungkinan dukungan,

dengan (ara yang tepat %1. Rujuk pasien pada grup atau agensi di komunitas lokal, dengan (ara yang tepat %/. Instruksikan untuk melaporkan pasien pada

mengenai tanda dan gejala pemberi pera*atan kesehatan, dengan (ara yang tepat

?. I)P,E)ENTA'I

Pada tahap ini untuk melaksanakan inter5ensi dan akti5itas akti5itas yang telah di(atat dalam ren(ana pera*atan pasien. Agar implementasi 0 pelakasanaan ini dapat tepat *aktu dan efektif maka perlu mengidentifikasi prioritas pera*tan, memantau dan men(atat respon pasien terhadap setiap inter5ensi yang dilaksanakan seta mendokumentasikan pelaksanaan pera*atan. 9. E>A,7A'I Pada tahap ini yang perlu die5aluasi pada klien dengan T" Paru adalah, menga(u pada tujuan yang hendak di(apai yakni apakah terdapat 4 a. 3eefektifan bersihan jalan napas. b. Intoleran akti5itas teratasi (. Perilaku0pola hidup berubah untuk men(egah penyebaran infeksi. d. 3ebutuhan nutrisi adekuat, berat badan meningkat dan tidak terjadi malnutrisi. e. Pemahaman tentang proses penyakit0prognosis dan program pengobatan dan perubahan perilaku untuk memperbaiki kesehatan.

9A6TAR P7'TA3A
A. http400imsyahrir.*ordpress.(om0#$%10$%0%;0asuhan kepera*atan pada klien tb

paru0
B. http400mualimreAki.blogspot.(om0#$%$0$20asuhan kepera*atan tb pada anak.html C. http400gieAta 5an.blogspot.(om0#$%%0%%0asuhan kepera*atan pada anak yang

tb.html
D. http400janisar*estri.blogspot.(om0#$%10$;0asuhan kepera*atan pada anak

dengan tb.html
E. Nurul

Naj*a

3amel.

#$%#.

T"

Paru

pada

Anak.

a5ailable

from4

http400id.s(ribd.(om0do(0 ;=//#;:%0T" Paru Pada Anak !dipostkan oleh Nurul Naj*a 3amel pada #2 -anuari #$%#&
F. Amin ). %===. Ilmu Penyakit Paru. 'urabaya4 Airlangga 7ni5er(ity Press. G. 'meltAer, 'uAanne ? dan "renda G "are. #$$#. Buku Ajar Keperawatan Medikal

Bedah Edisi 8 Volume 1. Penerbit "uku 3edokteran EG?.


H. Great Anoa. #$%#. Asuhan 3epera*atan T"? Paru pada Anak. a5ailable from4

http400healthyfo(usne*s.blogspot.(om0#$%#0$=0asuhan kepera*atan tb( paru pada anak.html !dipostkan oleh Great Anoa pada 1$ 'eptember #$%#&

I.

Dian. #$%#. Asuhan 3epera*atan T"? Paru pada Anak. a5ailable from4 http400***.healthyre(ipesdiary.org0asuhan kepera*atan tb( paru pada anak0 !dipostkan oleh Dian pada %/ April #$%#&

J. 'uriadi. #$%$. Asuhan Keperawatan Anak Edisi 2. -akarta4 'ugeng 'eto.