BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang
Manusia memerlukan energi yang berasal dari lingkungannya untuk kehidupannya. Energy, didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja. Sumber energi tubuh adalah karbohidrat, lemak, protein (termasuk vitamin, mineral dan air). Agar dapat digunakan, sumber energi harus dirubah menjadi ATP (adenosin triphosphat) melalui bantuan katalisator berupa enzim. ATP merupakan komponen berenergi tinggi yang diperlukan untuk kontraksi otot dan melaksanakan fungsi sel yang lain. Perubahan sumber energi dilaksanakan melalui rantai metabolisme. Energi dalam tubuh dibutuhkan untuk : 1) kinerja (bio)-kimiawi, untuk mensintesis komponen sel yang diperlukan, menempertahankan dan mengubah sumber energi di dalam tubuh, 2) Kinerja mekanis, untuk kerja otot; 3) Transport work pumping of substances across membranes 4) Kinerja elektrokimia, untuk kerja saraf, otot, transpor aktif, pertukaran ion, membentuk perbedaan konsentrasi ion, dan transmisi impuls syaraf. Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia,dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (aves) dan mamalia.

1

untuk kerja otot. Perubahan sumber energi dilaksanakan melalui rantai metabolisme. sehingga sisa energi ini akan dirubah dalam bentuk panas. Sumber energi tubuh adalah karbohidrat. Energi dalam tubuh dibutuhkan untuk : 5) kinerja (bio)-kimiawi. 4) Energi kimia: adalah energi potential molekules yang dapat diukur dengan satuan Kalori (=Kal). Beberapa reaksi kimia yang memerlukan energi ATP hanya menggunakan beberapa ratus kalori dari 8 kkal yang tersedia untuk kerja. menempertahankan dan mengubah sumber energi di dalam tubuh. untuk kerja saraf. dan transmisi impuls syaraf. 6) Kinerja mekanis. Mekanisme umum perubahan zat gizi (karbohidrat.BAB II PEMBAHASAN B. untuk mensintesis komponen sel yang diperlukan. mineral dan air). Energi digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate 2 . sumber energi harus dirubah menjadi ATP (adenosin triphosphat) melalui bantuan katalisator berupa enzim. Energy. lemak dan protein) menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama. yaitu menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi. antara lain : 1) Energi potensial : adalah kapasitas melakukan kerja. pertukaran ion. 7) Transport work pumping of substances across membranes 8) Kinerja elektrokimia. protein (termasuk vitamin. METABOLISME Manusia memerlukan energi yang berasal dari lingkungannya untuk kehidupannya. membentuk perbedaan konsentrasi ion. ATP merupakan komponen berenergi tinggi yang diperlukan untuk kontraksi otot dan melaksanakan fungsi sel yang lain. 2) Energi kinetik : adalah energi untuk bergerak. lemak. Agar dapat digunakan. transpor aktif. otot. Energi dapat dijumpai dalam beberapa macam. didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja. 3) Energi termal : berupa panas (berasal dari transfer energi ke ATP).

(ATP). CP merupakan senyawa ―bufer/penyangga‖ ATP. Enzim-enzim oksidatif yang mengkatalis perubahan Adenosine Diphospate (ADP) menjadi ATP dengan serangkaian reaksi menyebabkan energi yang dikeluarkan dari pengikatan hidrogen dengan oksigen digunakan untuk mengaktifkan ATPase dan mengendalikan reaksi untuk membentuk ATP dalam jumlah besar dari ADP. melainkan Creatine Phospate (CP) yang mengandung ikatan phospate berenergi tinggi lebih banyak (9. karbohidrat. ATP ↔ ADP (adenosine diphosphate) + P + Energy ADP ↔ AMP (adenosine monophosphate) + P + Energy ADP + CP + ENERGY (Input) → ATP + H2O Hidrolisis ATP Dalam produksi energi. hanya untuk karbohidrat. yaitu: 1. Anaerob (tanpa oksigen). dan semua mekanisme fisiologis yang memerlukan energi untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP. 2. lemak. 3 . Dua rantai fosfat yang terakhir dihubungkan dengan bagian sisa molekul oleh ikatan fosfat berenergi tinggi yang sangat labil sehingga dapat dipecah seketika bila dibutuhkan energi untuk meningkatkan reaksi sel. terjadi di sitosol. Karena itu. dan protein. dan cukup untuk berlangsungnya hampir semua langkah reaksi kimia dalam tubuh. terjadi di mitokondria. ATP adalah suatu nukleotida yang terdiri dari basa nitrogen adenin. gula pentosa ribosa dan tiga rantai fosfat. Bila ATP di urai secara kimia sehingga menjadi ADP akan menghasilkan energi sebesar 8 kkal/mol. ATP merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di semua sel. Efek ini berguna untuk mempertahankan konsentrasi ATP hampir pada tingkat puncak selama CP tetap di dalam sel. Aerob (dengan oksigen).5 kkal/mol pada suhu tubuh) terutama di otot. Selanjutnya. terdapat dua macam metabolisme. CP dapat memindahkan energi dengan saling bertukar dengan ATP. ATP bukan zat yang terbanyak disimpan sebagai ikatan phospate berenergi tinggi dalam sel. ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel.

Oleh karena itu. Pada saat darah mengalir melalui pembuluh darah kapiler. Tiap mol glukosa dapat memberikan energi sebesar 686 kkal. sehingga total produksinya sebanyak 38 ATP (304 kkal/mol). Di dalam sel. gesekan dari lapisan darah yang mengalir satu sama lain terhadap dinding pembuluh mengubah energi ini menjadi panas. berupa kumpulan proses kimia yang mengubah bahan makanan menjadi dua bentuk. kecuali di otot yang digunakan untuk melakukan beberapa bentuk kerja di luar tubuh. ATP dinamakan sebagai bentuk energi sel karena dapat disimpan dan dibentuk kembali. Jumlahnya dalam setiap sel berbeda (dari puluhan sampai ribuan). yang kemudian ditransfer keluar mitokondria menuju semua bagian sitoplasma dan nukleoplasma. dan mitokondria mengadakan replikasi sendiri sampai tercapai jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan energi sel. sedangkan pada proses aerob yang terjadi di mitokondria menghasilkan 36 ATP.5 kali dibanding glukosa) atau sebanyak 146 ATP. energi digunakan untuk memberi tenaga pada fungsi-fungsi sel. 4 . karena menyaring energi dari zat gizi dan oksigen dan selanjutnya menyediakan sebagian besar energi (95%) yang diperlukan agar sel dapat melakukan fungsinya. Sedangkan untuk setiap mol lemak menghasilkan 2340 kkal (3. Hasil dari proses metabolisme yang terjadi di otot. menyiapkan suhu optimal untuk kerja enzim.Setiap mol glukosa dalam proses anaerob yang terjadi di sitoplasma/sitosol menghasilkan 2 ATP. sehingga energi yang tersisa dirubah dalam bentuk panas.  panan energi kinetik untuk pergerakan molekul-molekul. tergantung pada jumlah energi yang diperlukan oleh setiap sel. merenggangkan sistem arteri sehingga menyebabkan reservoar energi potensial. yaitu energi mekanik dan energi panas. Adapun. bahan makanan secara kimia bereaksi dengan oksigen dibawah pengaruh berbagai enzim yang mengawasi kecepatan reaksi dan menyalurkan energi yang dikeluarkan dalam arah yang tepat. Energi yang dihasilkan membentuk ATP. C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H20 + ENERGY Sebagian besar energi yang dirubah menjadi panas digunakan untuk :    membentuk panas inti di dalam tubuh. Proses dari pengubahan makanan dan air menjadi bentuk energi. Mitokondria dinamakan ―pusat energi‖ bagi sel.

Enzim – merupakan molekul katalitik (biological catalysts). dan merupakan reaksi endergonic 2) Degradative atau KATABOLISME – memecah molekul besar menjadi mulekul yang lebih kecil. dan (2) Exergonic – energi panas dikeluarkan dari dalam tubuh. Perubahan bentuk (konversi) energi umumnya bersifat reversibel. 6) metabolism Galaktose. pH dan salinitas yang sesuai dengan kerja masing-masing enzim. merupakan reaksi eksergonik. dan respirasi aerobik.Berdasarkan hukum termodinamik I – Jumlah energi selalu tetap. tetapi dapat dirubah bentuk. 7) metabolism fruktose and manose.. dan 9) siklus asam sitrat c) Metabolisme Lemak Reaksi metabolisme lemak meliputi : 1) Lipolisis (hormone sensitive lipase). a) Jalur Reaksi Metabolisme Sebagian besar jalur reaki metabolisme terjadi secara reversibel. 4) Glikogenolisis 5) Glicogen synthesis. 8) Glyoxylate pathway. yaitu : 1) Biosynthetic atau ANABOLISME – sintesis molekul menjadi molekul yang lebih besar. Berdasarkan reaksi metabolisme ini dikelompokkan dalam 2 jenis. tersusun dari protein dan beberapa dari RNA. Berdasarkan energi panas yang dihasilkan energi dapat dikelompokkan dalam (1) Endergonic – energi panas berada di dalam tubuh. 2) Carnitine shuttle (fatty acid uptake) 3) Mitochondrial β-oxidation. Fungsi enzim semakin meningkat ketika lingkungan sel berada dalam temperatur. b) Metabolisme Karbohidrat 1) Metabolisme karbohidrat meliputi : 2) Glikolisis 3) Glukoneogenesis. tidak dapat dibuat atau dihilangkan. yang berfungsi mempercepat reaksi bikimiawi. mem-butuhkan energi. menghasilkan energi. 5 .

musim. Laju metabolisme baku (standard metabolic rate) merupakan laju metabolisme hewan manakala hewan tersebut sedang istirahat dan tidak ada makanan dalam ususnya. Ketika pengukuran laju metabolisme tengah dilakukan. d) Metabolisme Energi Metabolisme energi adalah suatu ukuran dari intensitas dari hidup. 10) Synthesis and utilization of ketone bodies. stress fisiologis. 11) Sphingolipid and ceramide synthesis (lihat teksbook biokimia). Dengan begitu jika satu binatang mempunyai suatu tingkat relatif tinggi yang berkenaan dengan metabolisme. metode ini sungguh akurat dalam memberikan informasi tentang bahan bakar yang digunakan. cara ini hanya akurat digunakan untuk digunakan bila tidak terjadi perubahan komposisi tubuh hewan. 2) menghitung jumlah oksigen yang digunakan oleh organisme untuk proses oksidasi dan jumlah konsumsi oksigen. 6) Fatty acid synthesis. 1) menghitung produksi panas total pada organisme. fisiologi keseluruhannya sedang bekerja lebih cepat. status reproduksi.4) Peroxisomal β-oxidation 5) Glycerol catabolism. 8) Triacylglyceride synthesis. Tiga macam metode untuk mengukur metabolisme adalah : menghitung selisih antara nilai energi dari semua makanan yang masuk kedalam tubuh hewan dan semua ekskresi terutama urin dan feses. aktivitas. cara ini paling banyak digunakan dan mudah dilaksanakan tetapi tentu saja tidak bias digunakan untuk organisme anaerob sebab meskipun konsumsi oksigen nol bukan berarti tidak terdapat metabolisme dalam tubuh organisme tersebut Laju metabolisme dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk umur. makanan dalam usus. jarang sekali ikan berada dalam 6 . ukuran tubuh dan temperature lingkungan. organisme yang diukur dimasukkan dalam kalorimeter. suatu statistik ringkasan dari tingkat energi gunakan. Tingkat metabolisme mengacu pada metabolisme energi setiap waktu per unit. 9) Phospholipids biosynthesis. 7) Fatty acid elongation and desaturation. jenis kelamin.

yang disebut dengan efek kalorigenik. ginjal dan otak. 7 . Ini menyebabkan hasil pengukurannya biasanya lebih tinggi dari laju metabolisme manakala ikan benar-benar diam (Yuwono. kortisol. dan 2) sintesis ATP 3) Siklus ATP dan pembentukan ATP e) Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolisme adalah jumlah energi total yang dibutuhkan per unit waktu. Hormon yang ikut meregulasi metabolisme adalah hormon tiroid. Pengukuran kecepatan metabolisme menggunakan Basal metabolic rate (BMR). dan hormon pertumbuhan. meningkatkan BMR dengan efek kalorigenik. jantung. 4) Kortisol. dengan menstimulasi proses glukoneogenesis dan lipolisis. Proses metabolisme juga dikontrol oleh hormon-hormon. epinephrine. Pada kondisi BMR. merangsang pembongkaran simpanan glukosa hingga gula darh kembali normal (glikogenolisis). melalui mengurangan produksi ATP 2) Epinephrine. 5) Growth hormone.keaadaan diam. menstimulasi pertumbuhan dan anabolisme protein. sehingga istilah laju metabolsme rutin sering dipakai untuk menunjukkan bahwa laju metabolisme diukur dalam keaadaan selama level aktifitas rutin. menghambat metabolisme lemak dan karbohidrat. dan meningkatkan pemecahan triasilgliserol. energi sebagian besar digunakan untuk mempertahankan kondisi vegetatif tubuh atau untuk aktivitas kelenjar. 1) Hormon Tiroid. Epinephrine menstimulasi katabolisme glikogen dan triasilgliserol. BMR adalah kecepatan metabolisme dalam keadaan standar (subjek dalam keadaan fisik dan dan mental istirahat tetapi tidak tidur dalam temperatur nyaman dan tidak makan selama 12 jam). liver. dapat meningkatkan konsumsi oksigen dan produksi panas pada sebagian besar jaringan tubuh. 2001) Reaksi metabolisme energi terjadi melalui : 1) Posporilasi Oksidative. glukagon. 3) Glukagon. meningkatkan protein katabolisme. dan meningkatkan penggunaan lemak (lipolisis). menurunkan penyerapan glukose pada sel otot dan sel lemak.

Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktasi. pengaturan cairan tubuh. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. 1984). ikan. Di hipotalamus diketahui terdapat 2 pusat pengaturan suhu. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata. Reseptor suhu sangat aktif selama perubahan temperatur. yaitu di regio posterior dan anteror.B. Penyesuaian dikoordinasi dengan sangat rumit dalam mekanisme penambahan dan pengurangan suhu sesuai dengan keperluan untuk mengorekasi setiap penyimpangan suhu inti dari nilai patokan normal. Hipotalamus berfungsi sebagai termostat tubuh. THERMOREGULASI (Pengaturan Suhu Tubuh) Termoregulasi adalah proses fisiologis yang merupakan kegiatan integrasi dan koordinasi yang digunakan secara aktif untuk mempertahankan suhu inti tubuh melawan perubahan suhu dingin atau hangat (Myers. dingin dan nyeri di perifer).dan reptilia. Sensasi suhu primer diadaptasi dengan sangat cepat. Suhu inti dipantau oleh termoreseptor sentral yang terletak di hipotalamus serta di susunan syaraf pusat dan organ abdomen (Sherwood. Regio posterior diaktifkan oleh suhu dingin dan kemudian memicu refleks yang 8 . 1996). dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). a) Hipotalamus Hipotalamus adalah bagian yang sangat peka. tergantung pada suhu lingkungan. 1996).01ºC (Sherwood. dengan menerima informasi dari berbagai bagian tubuh di kulit. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Namun. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (aves) dan mamalia. amphibia. Hipotalamus terus-menerus mendapat informasi mengenai suhu kulit dan suhu inti melalui reseptor khusus yang peka terhadap suhu yang disebut termoreseptor (reseptor hangat. ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. yang merupakan pusat integrasi utama untuk memelihara keseimbangan energi dan suhu tubuh. Hipotalamus mampu berespon terhadap perubahan suhu darah sekecil 0. Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi).

dan saraf eferen serta termoregulasi dapat menjaga suhu tubuhnya. pada suhu-suhu tertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya Mekanisme pengaturan suhu tubuh merupakan penggabungan fungsi dari organ-organ tubuh yang saling berhubungan. b) Termoregulasi pada Manusia Termoregulasi manusia berpusat pada hypothalamus anterior terdapat tiga komponen pengatur atau penyusun sistem pengaturan panas. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan.memperantarai produksi panas dan konservasi panas. Banyak faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. paru-paru dan seluruh tubuh. didalam pengaturan suhu tubuh mamalia terdapat dua jenis sensor pengatur suhu. dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit. Mausia menggunakan baju merupakan salah satu perilaku unik dalam termoregulasi Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. diperlukan regulasi suhu tubuh. yang disebut titik tetap (set point). isyarat yang diterima langsung dikirimkan ke sistem saraf pusat dan kemudian dikirim ke syaraf motorik yang mengatur pengeluaran panas dan produksi panas untuk dilanjutkan ke jantung. yaitu termoreseptor. tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. yautu sensor panas dan sensor dingin yang berbeda tempat pada jaringan sekeliling (penerima di luar) dan jaringan inti (penerima di dalam) dari tubuh. Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. diterima kembali oleh sensor panas dan sensor dingin melalui peredaran darah. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas.Dari kedua jenis sensor ini. regio anterior yang diaktifkan oleh rasa hangat. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu tubuh inti telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu. Setelah itu terjadi umpan balik. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. apabila suhu tubuh meningkat 9 . dimana isyarat. Sebagian panas hilang melalui proses radiasi. Sedang. memicu refleks yang memperantarai pengurangan panas. berkeringat yang menyejukkan badan. hypothalamus. Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti konstan pada 37°C.

Sedangkan di udara panas. Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak. badan menggigil dan tampak pucat.lebih dari titik tetap. Pusat pengaturan suhu tubuh itu mematok suhu badan kita di satu titik yang disebut set point. selain berkeringat. Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit --> Reseptor ferifer --> hipotalamus (posterior dan anterior) --> Preoptika hypotalamus --> Nervus eferent --> kehilangan/pembentukan panas 10 . Hipotalamus bertugas mempertahankan suhu tubuh agar senantiasa konstan. suhu tubuh harus selalu diupayakan stabil. Termostat hipotalamus bekerja berdasarkan asupan dari ujung saraf dan suhu darah yang beredar di tubuh. pada saat kepanasan. termasuk pengaturan suhu tubuh. Pembuluh darah melebar. hipotalamus tentu saja harus menurunkan suhu tubuh untuk mencegah heatstroke. pernapasan pun menjadi lebih cepat. Caranya dengan mengerutkan pembuluh darah. sehingga manusia disebut sebagai makhluk yang mampu beradaptasi. c) Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus. hipotalamus akan terangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga suhu kembali pada titik tetap. Tubuh kita dilengkapi berbagai sistem pengaturan canggih. kulit kita juga tampak kemerahan (flushing). dengan menaikkan set point alias menaikkan suhu tubuh. Karena itu. di kutub atau di padang pasir. di mana pun manusia berada. berkisar pada suhu 37°C. Caranya dengan mengeluarkan panas melalui penguapan. terletak di bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Di udara dingin hipotalamus akan membuat program agar tubuh tidak kedinginan.. Itu sebabnya. Manusia memiliki pusat pengaturan suhu tubuh (termostat).

11 . Efek aktivitas otot pada BMR (Basal Metabolisme Rate) pria dewasa       Istirahat : BMR 75—110W Peningkatan tonus otot : BMR 150—200W Menggigil : BMR 200—500W Bekerja agak keras : BMR 400W Bekerja keras : BMR 600—800W Olahraga berat dalam waktu pendek atau mencapai: BMR > 2 000W 2. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. Jantung dan sistem sirkulasi 10% dan pada otot yang istirahat 20-25%. Rangsangan saraf simpatis Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Produksi panas pada basal metabolic rate (rata-rata BMR pada dewasa muda adalah 75-110W) dan kerja fisik (otot). Kecepatan metabolisme basal Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. otak dan susunan saraf pusat 15-20%. dll). Akibatnya. Liver dan organ dalam abdominal menghasilkan 50% BMR. 1997. Hormone pertumbuhan Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme. produksi panas tubuh juga meningkat. Umumnya. Sedang. rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Produksi panas dapat meningkat dan menurun. Disamping itu. Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya. sangat terkait dengan laju metabolisme. 3. temperatur tubuh dapat meningkatkan BMR 10-15% (Ganong.d) Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh 1. bahkan dapat meningkat sampai 15-20 kali BMR melalui aktivitas saraf autonomik atau muskular.

menyebabkan peningkatan produksi panas. fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0. yang kadang akan menunjukkan kedinginan dan menggigil. 5.4. akibat terjadinya peningkatan konsumsi oksigen pada organ lain tentunya akan menyebabkan iskemik yang meluas. 12 . Pada perempuan. Peningkatan produksi panas tubuh akan mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen. yang disebut endogenous pyrogen (EP). yang diaktivasi oleh hipotalamus. Hormone tiroid Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal. produksi karbon dioksida dan peningkatan curah jantung. perlu sekali dilakukan kontrol terhadap peningkatan suhu untuk menghindari peningkatan tekanan intra kranial dan perluasan area iskemik. Demam adalah peningkatan suhu tubuh karena pengaturan ulang termostat di hipotalamus. maka demam akan berhenti dan tubuh akan merasa hangat kembali. Pengaturan termostat tubuh akan menimbulkan sensasi dingin di seluruh tubuh. 6.6°C di atas suhu basal. Stimulasi peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh infeksi dan olahraga. Untuk itu. Hormone kelamin Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 1015% kecepatan normal. Termostat dapat dihentikan oleh biochemical messengers. Jika rekaman dalam termostat dihentikan. respon tubuh terhadap hipertermi seperti demam dan terjadinya peningkatan aliran darah ke otak dapat mengakibatkan peningkatan tekanan intra-kranial (TIK). Menurut Molton (2005). yang terdiri dari interleukin (IL-1 dan IL-6) yang dikeluarkan dari makrofag. Suhu tubuh selalu diusahakan untuk dipertahankan. Demam ( peradangan ) dah hipertermia Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C. Peningkatan tekanan intra-kranial sering menyebabkan kematian. Jika terjadi peningkatan suhu tubuh maka konsumsi oksigen ke otak akan menurun. demam disebabkan oleh infeksi dan stres. Pada umumnya.3 – 0.

Sedang. 13 . Selain itu. meningkatnya metabolisme tubuh dan produksi panas yang terus berlangsung. dan b) dilatasi berlebih pada pembuluh darah kulit sehingga menurunkan resistensi perifer. Heat Exhaustion dan Heat Stroke Panas yang hebat (Heat Exhaustion) dapat menyebabkan kolaps karena hipotensi. tidak sadar. orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain. dan aktifitas kinase. individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik.Manfaat menurunkan suhu inti untuk menghindari kerusakan yang luas dan komplikasi pada otak. Menurut Steiner. Penurunan suhu permukaan atau suhu kulit dapat dilakukan dengan memberikan alkohol (+air). Ginsberg.5 jam untuk menurunkan suhu inti sampai 32ºC. akibat a) penurunan volume plasma darah akibat semakin besarnya volume pengeluaran keringat. penurunan suhu dapat meningkatkan kadar glutamate dan menghindari perluasan iskemik dengan adanya hidroksil radikal. variasi temperature sangat erat kaitannya dengan injuri neuronal meliputi penurunan pengeluaran glutamate. Hal ini akan mengakibatkan umpan balik positif.5-6. depolarisasi iskemik. Menurut Dr. selimut pendingin dan matras pendingin. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. sehingga akan menurunkan CO jantung. Keadaan ini akan menunjukkan gejala kolaps. serangan panas (heat stroke) akan menyebabkan rusaknya sistem regulasi panas di otak. penurunan temperature otak dapat dilakukan dengan menurunkan suhu kulit atau suhu sentral/inti. Metode ini dapat dilakukan selama 3. Berdasarkan hasil penelitian. yang mengakibatkan semakin meningkatnya suhu tubuh. Dengan demikian. Status gizi Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%. serta penekanan mekanisme inflamasi. Serangan ini diakibatkan oleh overesktensi panas lingkungan. terjaganya aliran darah ke otak dan sitoskeleton. seizures. Meskipun target dan lamanya pendinginan masih diperdebatkan tetapi terapi hipotermi sangat mudah dilakukan dan aman. 7. delirium. mekanisme radikal bebas. sehingga suhu tubuh menjadi semakin panas.

9. Begitu juga sebaliknya. 10.3 – 40. dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang mengandung banyak otot. mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Gangguan organ Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus. Aktivitas Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme. 14 . artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Kecepatan aliran dalam fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai 30% total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efisien. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.8. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38. Lingkungan Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan.0 °C. lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu. Dengan demikian. kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh.

ahir kata wassalamualaikom wr wb…… 15 .BAB III PENUTUP mungkin hanya ini yang dapat kami sampaikan dalam makalah kami...kritik dan saran siap kami terima dari bapak dan temant-teman semua..kami menyadari makalah ini masih begitu banyak kekuranga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful