You are on page 1of 26

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut, sering kali disepelekan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidaksadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Diantaranya adalah ketidaktahuan atas risiko apabila masalah gigi dan mulut dibiarkan saja. Kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Ada berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan karena infeksi di dalam rongga mulut. Sumber infeksi di dalam rongga mulut disebut sebagai fokus atau fokal infeksi. Sedangkan infeksi yang ditimbulkannya disebut infeksifokal, yaitu menyebarnya kuman atau toksin dari fokus infeksi (pusat infeksi) yang mengakibatkan kerusakan jaringan di bagian tubuh yang lain. anyak penyakit yang dapat terjadi di glandula sali!a kita. "entu saja untuk mengatasinya perlu bantuan dan super!isi langsung dari dokter spesialis bedah mulut atau minimal dokter gigi umum. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada glandula sali!a adalah kista. Kista adalah suatu kantong tertutup, berdinding membrane yang berlapis epitel dan berisi cairan atau semi cairan, tumbuh tidak normal di dalam rongga suatu organ. #ucocele adalah salah satu kista rongga mulut yang berasal dari glandula sali!a minor tipe mucus. #ucocele adalah $esi pada mukosa (jaringan lunak) mulut yang diakibatkan oleh pecahnya saluran kelenjar liur dan keluarnya mucin ke jaringan lunak di sekitarnya. #ucocele bukan kista, karena tidak dibatasi oleh sel epitel. %aling sering terjadi pada bibir ba&ah ('() pada seluruh kasus), dan dapat terjadi juga di mukosa bukal, anterior lidah, dan dasar mulut. #ucocele jarang terjadi pada bibir atas, palatum (langit*langit) lunak. #ucocele merupakan kista retensi yang biasanya berhubungan dengan kelenjar liur minor. "erlihat sebagai pembengkakan akibat pengumpulan

musin, sering dijumpai pada bibir ba&ah. Dapat ditemukan di setiap tempat disekitar klelenjar liur minor dalam rongga mulut. #ococele biasanya berfluktuasi. Ini merupakan tanda yang dapat digunakan untuk membedakan dengan massa pembengkakan lain seperti mi+ed tumor (tumor jinak pada kelenjar liur), lipoma (tumor jinak pada jaringan lemak). #i+ed tumor terasa lebih padat pada palpasi, sedangkan lipoma terasa lunak dan ber&arna kekuningan.

BAB II STATUS PASIEN

2.1 Identitas Pasien ,ama 0mur Alamat 2enis Kelamin Agama Suku ,o /ekam #edis "anggal #asuk "anggal Keluar - An../ - 1 tahun - desa simpang $en - perempuan - Islam - Aceh - 3'. 45. 65 - 63 September 6(43 - 67 September 6(43

2.2 Riwayat Penyakit 4. Keluhan 0tama - "erdapat enjolan di bibir ba&ah kiri 6. /i&ayat %enyakit Sekarang %asien datang dari I8D cut meutia dengan keluhan terdapat benjolan pada bibir bagian ba&ah sebelah kiri sejak kira*kira 47 hari yang lalu.

%asien mengatakan, benjolan tidak terasa sakit, tidak gatal, dan tidak pernah berdarah. %asien mengaku sering menggigit*gigit bibir bagian ba&ahnya. %ada a&alya benjolan tumbuh sangat kecil seperti biji lada. Kemudian membesar hingga sebesar biji kacang hijau. benjolan terasa nyeri saat pasien makan maupun minum. %asien tidak megeluh adanya demam, mual dan muntah. AK (9) A (9). 3. /i&ayat %enyakit Dahulu - tidak ada 7. /i&ayat %enyakit Keluarga - tidak ada keluarga pasien yang menderita demam tifoid. 5. /i&ayat %emakaian :bat - tidak ada ri&ayat pemakaian obat

2.3 Pe eriksaan !isik Keadaan 0mum - aik Kesadaran ,adi %ernafasan Suhu - ;ompos #entis - 4(( +< menit - 63 +<menit - 3',5 = ;

2." Stat#s Intern#s

a. $#lit * * * * * * >arna "urgor Sianosis Ikterus :edema Anemia - sa&o matang - ;epat Kembali - (*) - (*) - (*) - (*)

%. $e&ala * * * /ambut >ajah #ata - ?itam, Sukar dicabut - Simetris, deformitas (*) -Konjuncti!a pucat (*<*), ikterik (*<*), refleks cahaya

langsung (9<9), refleks cahaya tidak langsung (9<9), pupil isokor 3 mm<3mm * * * "elinga ?idung #ulut - Sekret (*<*) - Sekret (*<*), darah (*<*)

ibir

- kering (9), pucat (*), Sianosis (*) terdapat

benjolan dibibir ba&ah kiri (9) ber&arna kemerah* merahan. '. Le(er * * Inspeksi %alpasi - Simetris - pembesaran K8 (*)

d. T()raks Par# Inspeksi - pergerakan dada simetris kanan dan kiri, retraksi intercostal (*). %alpasi %erkusi - Stem fremitus normal - Sonor

Auskultasi - @esikuler normal, ronki (*<*), >heeAing (*<*) *ant#ng Inspeksi %alpasi %erkusi o o o - Ictus cordis tidak terlihat - Ictus cordis teraba di I;S @ - Sonor - $inea parasternal de+tra - 4 cm linea midcla!icularis sinistra - I;S III sinistra

atas kanan atas kiri atas atas

Auskultasi - 2 I B 2 II, bising jantung (*), 8allop (*)

e. A%d) en

Inspeksi

- Simetris, distensi ( * ), tumor (*), @ena collateral (*) Ascites (*)

%alpasi

- Defans #uscular (*) , nyeri (*) di regio epigastrica, regio

hipokondrium kiri dan kanan. o ?epar o $ien o 8injal * * %erkusi - tidak teraba - tidak teraba - allotement tidak teraba

- "impani, Shifting dulness (*)

Auskultasi - %eristaltik usus normal, terdengar setiap 4( detik. Inferior Kanan * * * Kiri * * *

+. Ekstre itas

Superior Kanan Sianosis :edema Craktur * * * Kiri * * *

2., Stat#s l)kalisata Dibagian labia inferior sinistra -"erdapat benjolan (9) bulat,berukuran DD 4* 6 mm, nyeri tekan (*) kenyal (9) berbatas tegas, fluktuasi (9) ber&arna kemerah* merahan 2.- Res# e %asien datang dari I8D cut meutia dengan keluhan terdapat benjolan pada bibir bagian ba&ah sebelah kiri sejak kira*kira 47 hari yang lalu. %asien mengatakan, benjolan tidak terasa sakit, tidak gatal, dan tidak pernah berdarah.

%asien mengaku sering menggigit*gigit bibir bagian ba&ahnya. %ada a&alya benjolan tumbuh sangat kecil seperti biji lada. Kemudian membesar hingga sebesar biji kacang hijau. benjolan terasa nyeri saat pasien makan maupun minum. %asien tidak megeluh adanya demam, mual dan muntah. AK (9) A (9). %ada pemeriksaan !ital sign didapatkan Kesadaran- Compos Mentis, Heart Rate:4(( +<menit, Respiratory rate - 63+< menit, "- 3',5 = ;. %ada pemeriksaan fisik didapatkan pasien terlihat baik, bibir kering, dan terdapat benjolan.

2.. Diagn)sa $er/a * mucocele pada bibir ba&ah kiri

2.0 Planning * 2.1 %ro eksisi

Pr)gn)sis * * * Euo Ad @itam - Dubia ad bonam

Euo Ad Cungsionum - Dubia ad bonam Euo Ad Sanationum - Dubia ad bonam

LAP2RAN 2PERASI "anggal operasi ,ama operasi Diagnose pre op Diagnose post op %re opersi - 67 september 6(43 - eksisi - #ucocele - #ucocele - inform consent

Durante operasi

*posisi berbaring, desinfeksi dengan betadine *lapangan operasi dipersempit dengan duk steril *dilakukan anastesi disekelilig masa *masa dieksisi secara perlahan *kontrol perdarahan *luka operasi dijahit *operasi selesai P2ST 2P Infus /$* 4( gtt<i Inj cefota+ime 5(( mg <46 jam Inj ranitidine F amp <46 jam Inj ketorolac F amp <G jam

!2LL23 UP Tanggal S 2 A Tera&i

63 sept 6(43

"erdapat benjolan dibibir ba&ah

?/ - 4((+<i // - 63+<i " - 3',5 = ;

mucocele

* I@CD /$ 4(gtt<i * /encana op

67 sept 6(43

,yeri ditempat post operasi (9)

?/ - 4((+<i // - 63 +<i

mucocele

* I@CD /$ 4( gtt<i * Inj cefota+ime 5((mg <46 jam

" - 3',5 = ;

* Inj ranitidine F amp< 46 jam * Inj ketorolac F amp< G jam * %A%S jam 6(.(( malam

BAB III TIN*AUAN PUSTA$A 3.1 De+inisi #ukokel merupakan lesi mukosa oral yang terbentuk akibat rupturnya duktus glandula sali!a minor dan penumpukan mucin pada sekeliling jaringan lunak. 0mumnya sering diakibatkan oleh trauma lokal atau mekanik. #ukokel merupakan kista benigna, tetapi dikatakan bukan kista yang sesungguhnya, karena tidak memiliki epithelial lining pada gambaran histopatologisnya yang lokasinya ber!ariasi. ibir ba&ah merupakan bagian yang paling sering terkena mukokel, yaitu lebih dari '() dari seluruh kasus yang ada. 0mumnya terletak di bagian lateral mengarah ke midline. eberapa

10

kasus ditemui pada mukosa bukal dan !entral lidah, dan jarang terjadi pada bibir atas. anyak literatur yang menyebut mukokel sebagai mucous cyst. Kebanyakan kasus melaporkan insidensi tertinggi mukokel adalah usia muda tetapi hingga saat ini belum ada studi khusus pada usia yang spesifik. 3.2 Eti)l)gi #ukokel melibatkan duktus glandula sali!a minor dengan etiologi yang tidak begitu jelas, namun diduga terbagi atas dua, pertama diakibatkan trauma, baik trauma lokal atau mekanik pada duktus glandula sali!a minor, untuk tipe ini disebut mukus ekstra!asasi. "rauma lokal atau mekanik dapat disebabkan karena trauma pada mukosa mulut hingga melibatkan duktus glandula sali!a minor akibat pengunyahan, atau kebiasaan buruk seperti menghisap mukosa bibir diantara dua gigi yang jarang, menggigit*gigit bibir, kebiasaan menggesek*gesekkan bagian !entral lidah pada permukaan gigi rahang ba&ah (biasanya pada anak yang memiliki kebiasaan minum susu botol atau dot), dan lain*lain. Dapat juga akibat trauma pada proses kelahiran bayi, misalnya trauma akibat proses kelahiran bayi yang menggunakan alat bantu forceps, trauma pada saat dilakukan suction untuk membersihkan saluran nafas sesaat setelah bayi dilahirkan, ataupun trauma yang disebabkan karena ibu jari bayi yang dilahirkan masih berada dalam posisi sucking (menghisap) pada saat bayi mele&ati jalan lahir. Ketiga contoh trauma pada proses kelahiran bayi akan mengakibatkan mukokel kongenital. Setelah terjadi trauma yang dikarenakan salah satu atau beberapa hal di atas, duktus glandula sali!a minor rusak, akibatnya sali!a keluar menuju lapisan submukosa kemudian cairan mukus terdorong dan sekresinya tertahan lalu terbentuk inflamasi (adanya penumpukan jaringan granulasi di sekeliling kista) mengakibatkan penyumbatan pada daerah tersebut, terbentuk pembengkakan lunak, berfluktuasi, translusen kebiruan pada mukosa mulut yang disebut mukokel. Kedua diakibatkan adanya genangan mukus dalam duktu sekskresi yang tersumbat dan melebar, tipe ini disebut mukus retensi. 8enangan mukus dalam duktus ekskresi yang tersumbat dan melebar dapat disebabkan karena
11

plug mukus dari sialolith atau inflamasi pada mukosa yang menekan duktus glandula sali!a minor lalu mengakibatkan terjadinya penyumbatan pada duktus glandula sali!a minor tersebut, terjadi dilatasi akibat cairan mukus yang menggenang dan menumpuk pada duktus glandula sali!a, dan pada akhirnya ruptur, kemudian lapisan subepitel digenangi oleh cairan mukus dan menimbulkan pembengkakan pada mukosa mulut yang disebut mukokel. 3.3 Pat)+isi)l)gi erasal dari kelenjar sali!a minor tipe mucus. "erjadi karena mucus mengisi ruangan dalam jaringan ikat dengan cara menembus dinding saluran kelenjar sali!a ekstra!asasi. #ucocele terjadi karena pada saat air liur kita dialirkan dari kelenjar air liur ke dalam mulut melalui suatu saluran kecil yang disebut duktus. "erkadang bisa terjadi ujung duktus tersumbat atau karena trauma misalnya bibir sering tergigit secara tidak sengaja, sehingga air liur menjadi tertahan tidak dapat mengalir keluar dan menyebabkan pembengkakan (mucocele). #ucocele juga dapat terjadi jika kelenjar ludah terluka. #anusia memiliki banyak kelenjar ludah dalam mulut yang menghasilkan ludah. $udah tesebut mengandung air, lendir, dan enAim. $udah dikeluarkan dari kelenjar ludah melaluisaluran kecil yang disebutduct (pembuluh). "erkadang salah satu saluran ini terpotong. $udah kemudian mengumpul pada titik yang terpotong itu dan menyebabkan pembengkakan, atau mucocele. %ada umumnya mucoceledidapati di bagian dalam bibir ba&ah. ,amun dapat jugaditemukan di bagian lain dalam mulut, termasuk langit*langit dan dasar mulut. Akan tetapi jarang didapati di atas lidah. %embengkakan dapat juga terjadi jika saluran ludah (duct )tersumbat dan ludah mengumpul di dalam saluran. 2ika pembengkakan terjadi karena sub mandibular duct, mucocele tersebut dinamakan ranula. Sebuah ranula mempunyai ukuran yang cukup besar dan muncul di ba&ah lidah. 3." 4a %aran $linis dan Hist)&at)l)gis

12

#ukokel memiliki gambaran klinis yang khas, yaitu massa atau pembengkakan lunak yang berfluktuasi, ber&arna translusen kebiruan apabila massa belum begitu dalam letaknya, kadang*kadang &arnanya normal seperti &arna mukosa mulut apabila massa sudahter letak lebih dalam, apabila dipalpasi pasien tidak sakit. #assa ini berdiameter 4 mm hingga beberapa sentimeter, beberapa liter atur menuliskan diameter mukokel umumnya kurang dari 4 cm.

8ambar 4. #ukokel pada anterior median line permukaan !entral lidah yang melibatkan blandin-nuhn

8ambar 6. #ukokel pada bibir ba&ah 8ambaran histopatologi mukokel tipe ekstrsa!asasi mukus berbeda dengan tipe retensi mukus. "ipe ekstra!asasi gambaran histopatologinya memperlihatkan glandula yang dikelilingi oleh jaringan granulasi (8ambar 4). Sedangkan tipe retensi menunjukkan adanya epithelial lining (8ambar 6).

13

8ambar 3. 8ambaran histopatologi mukokel tipe ekstra!asasi mukus yang terletak di bibir ba&ah

8ambar 7. 8ambaran histopatologi mukokel yang bagian duktusnya mengalami dilatasi 3., $lasi+ikasi erdasarkan etiologi, patogenesis, dan secara umum mukokel dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu mukokel ekstra!asasi mukus yang sering disebut sebagai mukokel superfisial dimana etiologinya trauma lokal atau mekanik, dan mukokel retensi mukus atau sering disebut kista retensi mukus dimana etiologinya plug mukus akibat sialolith atau inflamasi pada mukosa mulut yang menyebabkan duktus glandula sali!a tertekan dan tersumbat

14

secara tidak langsung. $iteratur lain mengklasifikasikan mukokel menjadi tiga, yaitu superficial mucocele yang letaknya tepat di ba&ah lapisan mukosa dengan diameter (,4*(,7 cm, classic mucocele yang letaknya tepat di atas lapisan submukosa dengan diameter lebih kecil dari 4 cm, dan deep mucocele yang letaknya lebih dalam dari kedua mukokel sebelumnya. Dikenal pula tipe mukokel kongenital yang etiologinya trauma pada proses kelahiran bayi.

8ambar 5. #ukokel ekstra!asase #ucus

15

8ambar '. #ukokel retensi mukus 3.- Diagn)sis 0ntuk menegakkan diagnosa mukokel dilakukan prosedur*prosedur yang meliputi beberapa tahap. %ertama melakukan anamnese dan mencatat ri&ayat pasien. %ada pasien anak dilakukan aloanamnese yaitu anamnese yang diperoleh dari orang terdekat pasien. %ada pasien de&asa dengan
16

autoanamnese yaitu yang diperoleh dari pasien itu sendiri. Kedua melakukan pemeriksaan terhadap pasien dan pemeriksaan pendukung. %emeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik dengan tujuan melihat tanda*tanda yang terdapat pada pasien, yaitu pemeriksaan keadaan umum mencakup pengukuran temperatur dan pengukuran tekanan darah, pemeriksaan ekstra oral mencakup pemeriksaan kelenjar limfe, pemeriksaan keadaan abnormal dengan memperhatikan konsistensi, &arna, dan jenis keadaan abnormal, kemudian pemeriksaan intra oral yaitu secara !isual melihat pembengkakan pada rongga mulut yang dikeluhkan pasien dan melakukan palpasi pada massa tersebut. Diperhatikan apakah ada perubahan &arna pada saat dilakukan palpasi pada massa. Ditanyakan kepada pasien apakah ada rasa sakit pada saat dilakukan palpasi. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pendukung meliputi pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiografi. %emeriksaan laboratorium sanga tmembantu dalam menegakkan diagnosa. %ada kasus mukokel, cairan diambil secara aspirasi dan jaringan diambil secara biopsi, kemudian die!aluasi secara mikroskopis untuk mengetahui kelainan*kelainan jaringan yang terlibat. Kemudian dapat dilakukan pemeriksaan radiografi, meliputi pemeriksaan secara #/I (#agnetic /esonance Imaging), ;" Scan (;omputed "omography konfensional. Scan), ultrasonografi, sialografi, dan juga radiografi

3.. Pe eriksaan Radi)l)gi %emeriksaan radiografi, meliputi pemeriksaan secara #/I (#agnetic /esonance Imaging), ;" Scan (;omputed "omography Scan), ultrasonografi, sialografi, dan juga radiografi konfensional. 4a %aran Pe eriksaan 5RI

17

#/I "6

#/I "4

#/I "4 ;9

8ambar in!ol!ing ethmoid sinus - "4

in!ol!ing ethmoid and sphenoid sinus

&ith soft tissue &indo&ing

18

in!ol!ing frontal sinus

4a %aran Pe eriksaan 6T S'an

"anda panah menunjukkan mukokel di daerah sinus frontalis dekstra

#ukokel di sinus ma+ilaris

4a %aran Pe eriksaan Ultras)n)gra+i 7US48

#ukokel pada appendiks tipe onion layer appereance

19

#ukokel pada pankreatitis di pankreas

#ukokel di appendiks Pe eriksaan Sial)gra+i

#ukokel di kelenjar sali!a

20

Sialografi kelenjar sali!a potongan sagittal 3.0 Diagn)sis Banding 4. Adenoma %leomorfik Adalah suatu nodul keras ber&arna kebiru*biruan. 6. Kista nasolabial Adalah suatu nodula yang berfluktuasi pada palpasi. 3. Kista Implantasi 3.1 $) &likasi #ucocele biasanya tidak menimbulkan keluhan bila kecil, namun jika besar akan menimbulkan deformitas, penipisan korteks tulang, sehingga timbul fenomena bola pingpong (pingpong phenomenon). %ada perabaan akan juga akan teraba fluktuasi. terasa sakitdan timbul pus (nanah). 3.4( Penatalaksanaan %ada umumnya pasien yang berkunjung ke dokter gigi dan meminta pera&atan, memiliki ukuran mukokel yang relatif besar. %era&atan mukokel ila terus membesar akan menembus tulang, sehingga akan ditutupi jaringan lunak. ila kista ini terinfeksi akan

21

dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkan gangguan fungsi mulut yang dirasakan pasien akibat ukuran dan keberadaan massa. Sejumlah literatur menuliskan beberapa kasus mukokel dapat hilang dengan sendirinya tanpa dilakukan pera&atan terutama pada pasien anak*anak. %era&atan yang dilakukan meliputi penanggulangan faktor penyebab dan pembedahan massa. %enanggulangan faktor penyebab dimaksudkan untuk menghindarkan terjadinya rekurensi. 0mumnya mukokel yang etiologinya trauma akibat kebiasaan buruk atau trauma lokal dan mekanik yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan terjadinya rekurensi mukokel. Karena jika kebiasaan buruk atau hal yang menyebabkan terjadinya trauma tidak segera disingkirkan atau dihilangkan, maka mukokel akan dengan mudah muncul kembali &alaupun sebelumnya sudah dilakukan pera&atan bedah. %embedahan massa dibagi atas tiga jenis, yaitu eksisi, marsupialisasi, dan dissecting. %emilihan teknik pembedahan tergantung kepada ukuran dan lokasi massa. 3.11 Pr)gn)sis %rognosis pada umumnya baik, jika eksisi mengikutkan jaringan sehat (saluran kelenjar liur minor sekitarnya), mukokel superfisial relatif kambuh secara periodik. Selalu kirim hasil biopsi ke laboratorium %A untuk mencari apa ada kecenderungan ke cystadenoma atau mucoepidermoid carcinoma.

BAB I9

22

$ESI5PULAN #ukokel merupakan lesi mukosa oral yang terbentuk akibat rupturnya duktus glandula sali!a minor dan penumpukan mucin pada sekeliling jaringan lunak. 0mumnya sering diakibatkan oleh trauma lokal atau mekanik. #ukokel memiliki gambaran klinis yang khas, yaitu massa atau pembengkakan lunak yang berfluktuasi, ber&arna translusen kebiruan apabila massa belum begitu dalam letaknya, kadang*kadang &arnanya normal seperti &arna mukosa mulut apabila massa sudah terletak lebih dalam, apabila dipalpasi pasien tidak sakit. 0ntuk melakukan diagnosis dilaksanakan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. %emeriksaan penunjang terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiografi. %era&atan yang dilakukan meliputi penanggulangan faktor penyebab dan pembedahan massa. %embedahan massa dibagi atas tiga jenis, yaitu eksisi, marsupialisasi, dan dissecting. %emilihan teknik pembedahan tergantung kepada ukuran dan lokasi massa.

DA!TAR PUSTA$A

23

4. ClaitA

;#,

?icks

2.

6(('.

Mucocele

and

Ranula.

http-<<&&&.emedicine.com<dem<topics'7. 6. /shid AK, An&ar ,, AAiAah A#, ,arayan KA. 6((G. ;ases of #ucocele "reated in "he Dental Department of %enang ?ospital. Achi!es of :rofacial SciencesH 3(4)- 1*4( 3. Asgari A, Kourtsounis %, 2acobson $, Ihi!ago %. 6((J. MucoceleResection : A Comparison of Two Techniques 7. Al*"ubaikh 2A, /eiser #C. 6((J. Congenital !isease and "yndromes : The Head and #eck erlin ?eidenberg-71*G. 5. Ihi KE, >en .#, Ihou ?. 6((G. Management of The $ediatric $lunging Ranula : Result of %& 'ears Clinical ()perience ;hina KiLan 2iaotong 0ni!ersity and Sichuan 0ni!ersityH 4(1-7JJ*5((. '. @an 1. de graaff /$. 6((1. Ranula and $lunging Ranulas Mhttp-<<emedicine.medscape.com<article<G715GJ*printB radley %2. 6(('.Head and #eck : $athology and Treatment of "ali*ary +land Conditions Nlse!ier $td -3(7. G. Darby ?, $eonardi #. 6(('. Comprehensi*e Ri*iew of !ental Hygiene : Head and #eck Anatomy and $hisiology 'th ed. #osbyLs Nlse!ier -4'3*7. J. /osen CS. 6((4. Anatomy and $hisiology of The "ali*ary +lands. Mhttp-<<&&&.otohns.net<default.aspOidD47'7'B 4(. Anonymous. !ictionary : "ali*ary +land , http-<<&&&.ans&ers.com<topic<sali!ary*glandB 44. ,e!ille >, Damm DD, Allen ;#, ouPuot 2N. 6((6. -ral . Ma)illofacial $athology : "ali*ary +land $athology. 6nd ed. >. . Saunders ;o-3GJ*J3. 46. Krol D#, Keels #A. 6((1. %ediatric in /i!ie& - :ral ;ondition. American Academy of $ediatrics /ournalH 6G-4G. 43. #acdonald A2, SalAman K$, ?arnsberger ?/. 6((3. +iant Ranula of The #eck : !ifferentiation from Cystic Hygroma A/#R Am / #euroradiology H 67-151* G.

24

47. Anonymous.http-<<kimia.upi.edu<utama<bahanajar<kuliahQ&eb<6((G<#och amm ad)6((('(J44)<f6'*7aQsali!aryQglandsQc.jpg 45. .uca K, ayram I, ;ankaya ? et al. 6((5. %ediatric Intra :ral /anula - An Analysys of ,ine ;ase. Tohoku / ()p MedH 6(5-454*5. 4'. Angelica #S. Mucous cyst 6((3 http-<<&&&.emedicine.com<derm<topic617.htm 41. #enta #S,, ?ee 2%, @anessa S$. 6((G.Mucocele in $ediatric $atients : Analysis of 01 Children %ediatric Dermatology. @ol 65. %ublishing In-3(G* 44. 4G. ;ecconi D/, Achilli A, "aroAAi #, $odi 8, Demarosi C, Sardella A, ;arrassi A. Mucocele of The -ral Ca*ity : A 2arge Case "eries 3%44567789 and 2iterature Ri*iew #ed :ral %atol :ral ;ir ucal. 4J. Anonymous. $!: -ral !isease : "ali*ary +land !isease 6('*JH646*43. 6(. Anonymous.#ucocele http-<<&&&.simplestepsddental.com<ss<ihtSS%rint<r. >SI ?(((<st.3664. 64. Anonymous.Mucocele.Mhttp-<<&&&.domainhelp.search.com<reference<#u cocele 66. Anonymous. Mucous cyst : Medical (ncyclopedia http-<<&&&.nlm.nih.goh<medlineplus<print<ency<article<((4'3J.htm 63. /egeAi 2A, Sciubba 22. 4JGJ. -ral $athology : "ali*ary +land !iseases > Saunders ;o, -665*344. 67. $anglais /%, #iller ;S. 4JJ7. Atlas er&arna Kelainan /ongga #ulut .ang $aAim. Alih ahasa. udi Susetyo. 2akarta-?ipokrates -7(*4. 65. Iie!e D. The A ! A M Medical (ncyclopedia. A.D.A.#., Inc. 4JJ1*6(4( http-<<&&&.nlm.nih.go!<medlineplus<encyclopedia.html 6'. 2ahanshahi 8, #ansour AS, KhoAeimeh C. 6((1. Multiple Mucous Retention Cyst 3Mucocele9 of The -ral Mucosa : A Case Report !ent res / H7(6)-444*3. 61. ?asibuan S. 6((1. %enuntun %rosedur Diagnosa %enyakit #ulut %rosedur*prosedur untuk #enegakkan Diagnosa %enyakit 2aringan $unak #ulut. ina "eknik %ress. Ndisi II -3(*4. lack&ell

25

6G. >atanabe K, "omiyama S, 2innouchi K, ,akajima ?, .agi ". 2ocal ;n<ection of -=-506 in The Treatment of Ranula : A Case Report > original article http-<<findarticles.com<p<article<miQm( 0# 6J. $ych, rightman, 8reenberg, urkets. 4JG7. -ral Medicine !iagnosis and Treatment Gth ed. %hiladelphia - 2 $ippincott- 635*51. 3(. Anonymoushttp-<<content.ans&ers.com<main<content<img<else!ier<dental<f (533 *(4.jpg 34. Anonymous.http-<<&&&.rad*pb.de<e4573<e457'<e457'<e64(J<ranula.jpg

26