Penerjunan prajurit Linud 501/Kostrad pada Latihan Antar Kecabangan di Baturaja, 28 Agustus 2012

www.tniad.mil.id

Jurnal

Media Informasi dan Komunikasi TNI AD

Yudhagama
12
Transformasi TNI AD Dibidang Latihan

Vol. 33 No. I Edisi Maret 2013

6
Transformasi Peran Angkatan Darat Dalam Menghadapi Perubahan

D A F T A R I S I

Oleh: Brigjen TNI Bambang Hartawan, M.Sc.

Oleh: Brigjen TNI Irwansyah, M.Sc.

20
Kepemimpinan Militer Di Era Transformasi Angkatan Darat (Suatu tinjauan psikologi) Oleh: Brigjen TNI Ngurah Sumitra Jaya Utama, M.Psi.

28
Transformasi Doktrin TNI AD

Oleh: Kolonel Inf Joko P. Putranto, M.Sc.

Transformasi Pengelolaan Anggaran Dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Menjadi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Oleh: Brigjen TNI Dr. I Nengah Kastika, S.H., M.H.

34

42
Transformasi Pembinaan Personel Dalam Meningkatkan Kualitas Prajurit Oleh: Kolonel Caj Budi Prasetyono

50

Signifikansi Peran Pemimpin Transformasional Dalam Proses Transformasi TNI AD Oleh: Letkol Arh Hamim Tohari, MA

56
TNI AD Menuju Tentara Kelas Dunia, Mungkinkah?

Oleh: Mayor Kav M. Iftitah Sulaiman S.

Mayor Inf Dodi Fahrurozi.Si. Brigjen TNI 4 Volume 33 No. S. Kadispsiad.Sos. redaksi kembali dapat menghadirkan Jurnal Yudhagama Volume 33 Nomor I Edisi Maret 2013 yang menampilkan tulisantulisan aktual berisi informasi strategis mengenai Angkatan Darat dari buah pikiran para perwira yang berpengalaman dan memiliki kualitas serta kompetensi sesuai dengan bidangnya.Md. 5 Jakarta Pusat Tlp. (021) 3456838. ALAMAT REDAKSI : Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Jl. KETUA TIM EDITOR : Kolonel Inf Drs. Syarifuddin Sara. M. Integrasi kemampuan antar kesenjataan dan interoperabilitas antar matra ditunjang dengan komando dan pengendalian yang solid akan dapat bertindak sebagai pengganda kekuatan. Aspers Kasad. redaksi masih menghadirkan tulisan-tulisan mengenai transformasi Angkatan Darat. Aslog Kasad. M.co. baik secara individu maupun sebagai bagian dari suatu institusi agar pencapaian kinerja kita dapat optimal. S. Di awal tahun ini kita dituntut untuk bekerja lebih maksimal. Sri Indarti ANGGOTA TIM EDITOR : Letkol Caj Drs. Noor. Lettu Caj (K) Besarah Septiana M. S. DESAIN GRAFIS : Serka Enjang TATA USAHA : Peltu (K) Ety Mulyati.M.id ak terasa kita sudah berada di tahun 2013.Jurnal Yudhagama Kata Pengantar Susunan Redaksi Yudhagama Jurnal Media Informasi dan Komunikasi TNI AD T PELINDUNG : Kepala Staf TNI Angkatan Darat PEMBINA : Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat PENASEHAT : Irjenad. DISTRIBUSI : Mayor Chb Gara Hendrik.Si..M.E.Si. M. S. (021) 3848300. Di awal tahun ini. Zaenal Mutaqim. DEWAN REDAKSI : Kolonel Arh Erwin Septiansyah.Pd. Kolonel Caj Drs. M.S. Alamat email : jurnalyudhagama@yahoo. Andi Suyuti. Brigjen TNI Bambang Hartawan. Fax.Sc mengulasnya dalam judul “Transformasi Peran Angkatan Darat Dalam Menghadapi Perubahan”.. M. utamanya dalam teknologi dan persenjataan. Moh. S. Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari jurisdiksi profesionalisme militer tradisionalnya. Kasahli Kasad. Transformasi TNI Angkatan Darat dibidang Latihan. Organisasi TNI Angkatan Darat perlu melakukan berbagai perubahan mendasar terkait dengan sistem pengembangan kepemimpinannya. Aspam Kasad. S. Dimulai dari perumusan doktrin kepemimpinan yang tetap menjaga integritas nilai-nilai tradisional TNI AD namun dapat mengakomodir berbagai kecenderungan lingkungan strategis yang ada. Asrena Kasad. M. M. Aster Kasad.M. baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : Kolonel Chb Firdaus Komarno. Veteran No. diulas oleh Brigjen TNI Irwansyah. 3811260. rasa syukur selalu kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya.Sc. Kolonel Inf Drs. S.IP. SEKRETARIS TIM EDITOR : Mayor Caj (K) Dra. PEMIMPIN REDAKSI : Brigjen TNI Rukman Ahmad. Menurutnya. Asops Kasad. Yakub Mayor Caj (K) Yeni Triyeni. transformasi latihan justru sangat dinamis disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.IP.H. A. PNS Listin PNS Supriyatno REDAKTUR FOTO : Letkol Czi Drs. Mayor Inf Supriyatno Kapten Inf Candra Purnama. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya. I Edisi Maret 2013 . Pada edisi kali ini.

Transformasi pengelolaan anggaran (DIPA sebagai otorisasi) perlu dilakukan agar pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan secara transparan. Iftitah Sulaiman S menulis tentang “TNI AD Menuju Tentara Kelas Dunia. mengemban misi: a. serta peraturan perundang-undangan lainnya. dengan syarat merupakan karangan asli dari penulis. Menyebarluaskan kebijakan Pimpinan TNI Angkatan Darat kepada seluruh prajurit di jajaran TNI Angkatan Darat. segenap redaksi Jurnal Yudhagama menyampaikan terima kasih atas sumbangan tulisan baik berupa ide/gagasan maupun konsepsi yang sangat bermanfaat bagi kemajuan TNI Angkatan Darat. Mungkinkah? Akhirnya. efisien dan akuntabel sesuai undang-undang Nomor 17 tahun 2003.. I Nengah Kastika. M. Kolonel Caj Budi Prasetyono menulisnya dalam “Transformasi Pembinaan Personel Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Prajurit”. M.H. namun redaksi berhak merubah tulisan (rewrite) tanpa mengubah inti tulisan untuk disesuaikan dengan misi yang diemban Jurnal Yudhagama dan kebijakan Pimpinan TNI Angkatan Darat. I Edisi Maret 2013 5 . dengan ketentuan panjang tulisan berkisar sepuluh halaman kertas folio. Jurnal Yudhagama sebagai media komunikasi internal TNI Angkatan Darat. karena dalam teknologi militer terdapat hubungan kausal antara teknologi military hardware dengan doktrin yang menuntun sistem senjata yang digunakan. S. Tulisan lain yang tak kalah menariknya adalah “Signifikansi Peran Pemimpin Transformasional dalam Proses Transformasi TNI AD” oleh Letkol Arh Hamim Tohari. pembinaan personel merupakan bagian integral dari sistem pembinaan TNI Angkatan Darat. pembinaan prajurit memerlukan transformasi bidang personel yang tepat sesuai dengan tujuan dan sasaran pembinaan personel dengan tidak mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang personel. salah satu yang terpenting adalah doktrin. Tulisan yang dimuat dalam Jurnal Yudhagama ini merupakan pandangan pribadi penulisnya dan bukan pandangan resmi TNI Angkatan Darat.Sc. efektif. Menyediakan sarana komunikasi untuk penjabaran Kemanunggalan TNI-Rakyat. Kolonel Inf Joko P. Volume 33 No. Putranto. Topik dan judul tulisan diserahkan kepada penulisnya. Yang tak kalah menariknya. dengan jarak satu setengah spasi. Brigjen TNI Dr. akan membahasnya dalam judul tulisan “ Transformasi Pengelolaan Anggaran Dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Menjadi Peraturan Menteri Keuangan (PMK)”. dalam tulisannya berjudul “Transformasi Doktrin TNI AD” akan menunjukkan bahwa transformasi belum terjadi apabila tidak menyangkut hal dasar. Pembaca yang budiman.Psi membahasnya dalam judul “Kepemimpinan di Era Transformasi Angkatan Darat”. M. MA. Memberikan wadah untuk pemikiran-pemikiran yang konstruktif dalam pembinaan TNI Angkatan Darat dan fungsi teknis pembinaan satuan sesuai tugas pokok TNI Angkatan Darat sebagai kekuatan pertahanan negara matra darat. Transformasi pembinaan personel dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas prajurit untuk tercapainya kekuatan pokok minimum dengan sasaran kekuatan personel secara kuantitas dan kualitas yang mampu menjamin pelaksanaan tugas. Ngurah Sumitra. Redaksi menerima karangan dari dalam maupun dari luar lingkungan TNI Angkatan Darat. c. Redaksi berharap kiranya apa yang disajikan pada edisi kali ini senantiasa dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca sekalian. dan undang-undang Nomor 1 tahun 2004.H.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Drs. Sebagai penutup Mayor Kav M. b.

politik. Penataan merupakan salah satu hal mendasar yang harus dilakukan dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. kepemimpinan. M. baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Mengingat kompleksitas ancaman yang dihadapi. ide sering berperan sebagai kekuatan pendorong di belakang suatu transformasi institusi. persenjataan dan bahkan kebijakan Angkatan Darat perlu dilakukan oleh generasi mendatang. Penataan yang terarah dan berkesinambungan merupakan upaya kolektif  dalam penyiapan dini perwujudan kekuatan Angkatan Darat yang handal agar selalu siap dalam merespon dan menyikapi berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks dan cepat berubah. Disamping itu. Fenomena ini 6 Volume 33 No. informasi dan teknologi. Demikian juga dengan transformasi Angkatan Darat. ekonomi. teritorial. dan sebaliknya tidak mudah untuk diprediksi. B PENDAHULUAN. untuk mendukung perwujudan profesionalisme prajurit Angkatan Darat. pengelolaan anggaran. LATAR BELAKANG.Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI PERAN aNGKATAN DARAT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya. (Karo TUUD Kemhan RI) Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari juridiksi profesionalisme militer tradisionalnya. hukum. Saat ini sifat ancaman tidak lagi didominasi oleh ancaman militer tetapi juga oleh ancaman nonmiliter atau ancaman nontradisional. sebagai konsekuensi logis alat pertahanan negara di darat. Diantara ancaman aktual yang menuntut sinergitas yang tinggi dalam penanganannya dan harus mendapat perhatian yang serius pada saat ini dan kedepan. Dilihat dari sumber ancaman. doktrin. Untuk itu TNI Angkatan Darat harus mampu melaksanakan transformasi perannya dalam menghadapi berbagai perubahan. Dimensi ancaman mudah berkembang dari satu dimensi ke dimensi lain. personel. serta keamanan. penataan terhadap sistem pendidikan. latihan. semakin besar keterkaitan antara eksternal dan internal.Sc. Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari juridiksi profesional militer tradisionalnya. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat harus berubah menjadi modern karena fungsi outward-looking menuntut kapasitas ini. baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya. dengan senantiasa mengindahkan tataran dan lingkup kewenangan yang sudah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. I Edisi Maret 2013 . sosial. pokok-pokok organisasi dan prosedur. erangkat dari sejarah. Konsekuensinya. semua komponen pertahanan negara dan unsurunsur diluar bidang pertahanan dituntut untuk saling mendukung dan bersinergi satu dengan yang lain. Spektrum ancaman dapat berubah dengan tiba-tiba dari lokal ke nasional. adalah ancaman terhadap konflik di wilayah perbatasan dan keamanan Oleh : Brigjen TNI Bambang Hartawan. materiil. budaya. termasuk dimensi ideologi. Angkatan Darat dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan tugas yang akan datang. demikian juga perkembangan eskalasi keadaan dari tertib hingga darurat.

penduduk. pemanasan global. keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. (8) memberdayakan wilayah pertahanan . Kemampuan Angkatan Darat perlu dibangun berdasarkan pertimbangan kebutuhan satuan sendiri. beberapa kecenderungan dalam konflik akan bersifat konstan. terorisme. Filipina). ancaman separatisme. (10) membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur undang-undang. MENGAPA ANGKATAN DARAT PERLU MELAKUKAN TRANSFORMASI. Beberapa negara Asia (Thailand. Ancaman aktual ataupun ancaman potensial yang sifatnya militer akan berpengaruh langsung terhadap pertahanan negara. konflik horizontal. memenuhi tuntutan pelibatan satuan dengan besaran dan level yang berbeda. Kesiapan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman potensial seperti pencemaran lingkungan. akan tetapi menjawab pertanyaan ketiga inilah yang memerlukan dukungan dan fokus kepada transformasi rencana pertahanan nasional. Dengan demikian Angkatan Darat perlu mengantisipasi meluasnya tugas-tugas tersebut serta perlu membuka diri terhadap kemungkinan bertambahnya tugas-tugas yang saat ini belum tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004. lawan. maupun beroperasi bersama dengan institusi yang berbeda pula. (5) mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis. Amerika latin dan Afrika menganggap transformasi yang dilakukan TNI akan sama halnya dengan apa yang telah mereka lakukan yaitu suatu upaya yang lebih profesional dengan cara memanfaatkan akuisisi teknologi sebagai langkah awal transformasi. (11) membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. (2) mengatasi pemberontakan bersenjata. I Edisi Maret 2013 7 pulau-pulau kecil terluar. Angkatan Darat berpotensi dihadapkan pada operasi yang relatif berkelanjutan. respond dan prepare for tomorrow. kelangkaan energi dan berbagai kegiatan ilegal baik di darat maupun di laut yang membahayakan kedaulatan negara. pandemik. perompakan. Fenomena ini menunjukkan bahwa konflik cenderung membawa serta dinamika dan interaksi yang kemudian memberikannya “ruang” untuk terus berlanjut dan bahkan bergulir lebih jauh dari tujuan awal para pihak yang berhadapan. serta berbagai kemungkinan ancaman yang muncul di sepanjang alur laut kepulauan Indonesia tetap menjadi perhatian pembangunan pertahanan negara dalam jangka pendek. (7) mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. serta (14) membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan. (4) mengamankan wilayah perbatasan. sedangkan ancaman yang bersifat nonmiliter secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap pertahanan negara. krisis finansial. Korea Selatan. Asumsi tersebut membuahkan konsekuensi tersendiri bagi Angkatan Darat. yaitu menjawab shape. maka Angkatan Darat pun perlu meningkatkan kemampuan beradaptasinya. radikalisme. dan penyelundupan. dan pemberian bantuan kemanusiaan. Proses ini dihadapkan dengan ketiga parameter strategi pertahanan nasional. Sekalipun masa depan akan membawa serta perubahan pada dimensi ancaman dan karakteristik lingkungan operasional. Pertanyaan pertama dan kedua mungkin mudah. (3) mengatasi aksi terorisme. sedang maupun panjang. (12) membantu menanggulangi akibat bencana alam. sehingga dituntut memiliki “adaptabilitas operasional”. Selain itu. dan tugas lain yang berada diluar jurisdiksi profesionalisme militer tradisional. (6) melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. bencana alam. Langkah awal ini tentunya akan diikuti dengan modernisasi perangkat lunaknya seperti Volume 33 No. Sedangkan tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang antara lain : (1) mengatasi gerakan separatis bersenjata. (9) membantu tugas pemerintah di daerah. baik untuk menghadapi bentuk ancaman yang berbeda. agresi militer. Pasal 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004. cyber crime. tentang Tentara Nasional Indonesia.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai sistem pertahanan semesta. menegaskan tugas pokok TNI dalam operasi militer untuk perang adalah menghadapi agresi musuh dari luar negeri. (13) membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). pengungsian. Mengingat kebijakan keamanan nasional akan senantiasa berubah sebagai respon terhadap perubahan lingkungan operasional. dan variable lain.

Jurnal Yudhagama
doktrin, taktik, organisasi dan infrastrukturnya. Upayaupaya ini diliput dalam kegiatan yang mereka kenal dengan definisi revolusi urusan militer atau RMA (Revolution in Military Affairs), inilah mungkin yang perlu dicermati dan diharapkan. Mencermati fenomena tersebut tentu saja keberadaan Angkatan Darat tidak serta merta mengikuti berbagai pengembangan model RMA yang dilakukan di belahan lain dunia. TNI Angkatan Darat lebih mengedepankan pada perwujudan SDM berkualitas, seperti yang saat ini sedang berjalan yaitu proses kaji ulang pembinaan personel dan perlunya proses kaji ulang kesinambungan pola pembinaan pendidikan dengan pola pembinaan latihan  yang mensinergikan kecabangan-kecabangan yang ada di Angkatan Darat. Kekuatan utama Angkatan Darat terletak pada profesionalitas, soliditas dan kualitas prajurit Angkatan Darat serta kedekatannya dengan rakyat, sehingga peran sumber daya manusia dalam pembinaan Angkatan Darat bersifat mutlak, karena bagaimanapun keberhasilan atau kegagalan pembinaan kekuatan dan kemampuan Angkatan Darat diantaranya sangat ditentukan oleh kualitas personelnya. Konsep transformasi bagi Angkatan Darat bukanlah suatu yang baru. Konsep tersebut populer dikarenakan negara-negara besar beranggapan tuntutan revolusi urusan militer dan dukungan terhadap revolusi urusan bisnis (termasuk revolusi urusan industri pertahanan), akan berhasil mencapai sasaran bila mampu mentransformasikan rencana pertahanan dan proses alokasi sumber daya pertahanan nasional secara tepat, cepat, efektif dan efisien. DESAIN TRANSFORMASI ANGKATAN DARAT. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah membawa berbagai perubahan perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis. Pada aspek realitas, hakekat ancaman militer kedepan akan semakin kompleks, tidak pernah tunggal melainkan jamak dan bersifat multidimensional serta sulit diprediksi, sehingga penanganannyapun harus mencerminkan interoperabilitas yang tinggi. Respon berbagai negara di dunia menyikapi perubahan karateristik bentuk ancaman di abad ke-21, adalah dengan mengembangkan RMA (Revolution in Military Affairs) dalam rangka penyesuaian terhadap perubahan pola peperangan modern (modern warfare) yang sekaligus merubah karakteristik perang dimasa kini dan mendatang. Walaupun perang bukan pilihan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan antar negara, namun pembangunan kekuatan militer di dunia tetap menonjol mengingat kekuatan militer merupakan bagian dari alat diplomasi. Format modern dalam pembahasan ini lebih pada pengembangan strategi, taktik dan teknik bertempur kedepan serta meninggalkan kebiasaan lama dan tidak lagi membenarkan kebiasaan yang berorientasi pada pola peperangan lama yang sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju di dunia. Mindset kedepan adalah membiasakan penggunaan strategi, taktik dan teknik yang benar dan sesuai dengan fenomena kekinian dan sensitifitas lainnya  yang perlu ditinggalkan seperti adanya pemikiran yang masih bersifat linier dan regular. Pemikiran kedepan harus tidak terbelenggu dengan pola peperangan masa lalu dan tidak ragu untuk melakukan perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terus berkembang. SASARAN TRANSFORMASI. Pada masa lalu, hubungan elit sipil-militer di negeri ini diselesaikan dengan menegasikan dikotomi sipil-militer. Apakah dengan menegasikan isu ini, akan menyelesaikan masalah? Dua kubu yang berbeda peran, strategi dan perilakunya tersebut hampir dipastikan akan tetap menjadi isu utama bila tidak ada upaya untuk saling bersinergi satu dengan lainnya. Masalah berikutnya yang juga cukup krusial adalah trauma yang dialami publik tentang masa lalu TNI. Untuk itu perlu adanya upaya yang dapat menjadi solusi bagi isu-isu tersebut di atas yang salah satunya harus dilakukan melalui transformasi peran di lingkungan TNI khususnya TNI AD. Disamping itu, sasaran berikutnya adalah agar terwujud sinergitas, adaptabilitas dan interoperabilitas dari TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan misinya baik dalam rangka operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) bersama-sama dengan unsur-unsur TNI dan militer

8

Volume 33 No. I Edisi Maret 2013

Media Informasi dan Komunikasi TNI AD
lainnya, masyarakat sipil (politisi, ekonom, sosiawan, budayawan), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Polri, unsur pemerintah pusat dan daerah serta komponen-komponen bangsa lainnya termasuk juga dengan negara-negara sahabat. KONSEP TRANSFORMASI. Konsep transformasi, pada dasarnya tidak cukup dengan sekedar menata ulang administrasi dan menata koordinasi, tetapi lebih kepada konsep kuncinya, yaitu menata organisasi yang berorientasi serta fokus kepada “perubahan operasional”. Begitu luar biasanya proses transformasi jika dikembangkan dengan mencermati dan memerhatikan komponen-komponennya, terutama komponen “input dan output”. Ada tiga komponen “input”, yaitu komponen  transformasi teknologi dan persenjataan, komponen  transformasi struktur kekuatan, dan komponen transformasi  operasi penggunaan kekuatan. Komponen transformasi teknologi dan persenjataan dapat dibagi-bagi dalam sistem informasi dan pemetaan posisi geografi, teknologi dan subkomponennya, platform baru alat utama persenjataan (Alutsista) dan “munisi pintar” (smart ammunitions). Komponen transformasi  struktur kekuatan dapat dibagi dalam susunan kekuatan tempur dan organisasinya, dukungan logistik dan mobilitasnya, struktur  komando dan C4ISR, sistem pangkalan dan kehadiran kekuatannya di tempat yang jauh dari dukungan pangkalannya. Komponen transformasi operasi penggunaan kekuatan terbagi dalam jejaring antar kekuatan, doktrin operasi gabungan, doktrin Angkatan masing-masing, rencana kampanye dan wilayah atau mandalanya. Sebagai “output”nya ada beberapa bagian seperti perbaikan distribusi penembakan, kapasitas manuvernya, mempertahankan hidup termasuk logistiknya, kapasitas untuk lebih baik dalam melaksanakan misi dan operasinya serta kapasitas untuk mendukung spektrum operasi yang lebih luas baik yang bersifat strategis maupun kontinjensi. Kapasitas TNI untuk segera beradaptasi dengan perubahan strategis dan misinya, melalui doktrin operasi gabungan dalam konsep operasi baru guna membangun dan menggunakan kekuatan transformasi yang berasumsi dalam jangka panjang, akan menghadapi ancaman baik simetrik maupun asimetrik dengan derajat peluang “cukup besar”. Untuk itu diperlukan konsep operasi yang dapat menjawab tantangan tersebut yaitu, Pertama, konsep operasi untuk membangun kekuatan transformasi antara lain, Satuan Kekuatan Gabungan untuk melaksanakan aksi balas segera pada awal-awal pertempuran, jaminan sistem informasi dan jejaring kerjanya, penyesuaian ulang

kehadirannya  di  tempat yang jauh (far ground-sea presence) dan mobilitas yang lebih baik bila sewaktuwaktu terjadi pergeseran kekuatan baik yang sudah diproyeksikan maupun belum. Kedua, konsep operasi untuk penggunaan kekuatan transformasi antara lain operasi atau peperangan anti-litoral dalam rangka proyeksi kekuatan ke darat, berikutnya sasaran stand-off dan masuk dengan paksaan dalam rangka anti akses atau menolak ancaman, jaminan pukulan taktis jauh kedalam dari suatu sasaran dalam rangka penggunaan kekuatan secara efektif dengan kekuatan udara gabungan, operasi tempur yang mematikan dan manuver jauh kedalam bagi aset kekuatan daratnya. Operasi yang sangat terencana dan jaminan kelangsungan operasi tersebut hendaknya mampu berlangsung dalam jangka panjang. Selanjutnya membangun kurikulum operasi gabungan, dimulai dari operasi gabungan urusan sipil (joint civil affairs operation), operasi gabungan sipil-militer (joint civil-military operation) dan operasi gabungan militer  (joint   military   operation),  yang   dapat   diikuti   elit   sipil   di  semua tingkatan termasuk salah satunya dibidang pendidikan (antara lain memberikan kesempatan kepada generasi muda kandidat elit politik, eksekutif maupun yudikatif untuk dapat mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan tertinggi Angkatan, TNI maupun Nasional). Kalau di negara lain kebijakan pendidikan seperti ini sangat efektif, kenapa tidak dicoba di negeri ini? Sekurangkurangnya membangun format “knowledge-based” antara elit sipil dan militer tentang kepentingan nasional, strategi nasional, strategi keamanan nasional, substrategi DIME (Diplomasi, Informasional, Militer dan Ekonomi nasional), serta turunannya seperti kebijakan nasional dan program-program nasionalnya. Pembinaan dan pendidikan latihan “gabungan” dengan pihak/organisasi sipil dan pembinaan “think-tank” yang profesional dimaksudkan agar generasi muda sipil yang akan datang lebih mengerti fenomena yang terjadi dalam tubuh TNI, demikian juga sebaliknya.
Volume 33 No. I Edisi Maret 2013 9

Jurnal Yudhagama
Bahwa ada purnawirawan TNI yang kembali aktif kekancah politik, mestinya itu dianggap sah-sah saja, serta merupakan sesuatu yang alami dalam pertumbuhan demokrasi. Berlebihan barangkali jika mencurigai TNI menciptakan strategi untuk kembali kefungsi gandanya. Akan lebih penting bagi TNI untuk lebih memfokuskan diri bagaimana membangun dan menggunakan kekuatannya terhadap ancaman yang lebih rasional, yaitu ancaman asimetrik serta mempertajam operasi gabungan selain perang maupun operasi gabungan sipil-militer. Hal itu berbasiskan pada rancang bangun strategi pertahanan nasional sebagai arahan untuk membangun (Strategic’s Guidance Planning) dengan substrategi militer nasional tentang kearah mana TNI akan dimodernisasi agar siap sewaktu-waktu jika digunakan. Rancang bangun strategis yang tercipta tersebut setidak-tidaknya akan mampu mengarahkan transformasi TNI termasuk TNI Angkatan Darat. Transformasi peran institusi Angkatan Darat masih memerlukan berbagai evaluasi sampai dengan diperoleh format baru sesuai perubahan yang dikehendaki. Kemampuan institusi Angkatan Darat dalam memodifikasi pola hubungan baik dengan elit politik sipil maupun masyarakat secara umum menunjukkan adanya proses adaptasi institusi sesuai dengan perubahan peran yang dikehendaki. Namun demikian, sebagai suatu proses yang masih terus berlangsung, perlu mendapatkan dukungan khususnya adanya regulasi yang mampu mengatur secara jelas dan tegas tentang peran institusi TNI. Pada akhirnya, sinergi positif antara pemerintah, politisi sipil, masyarakat luas, serta pimpinan dan seluruh unsur TNI akan sangat mendukung bagi tercapainya tujuan dalam mewujudkan visi TNI sebagai tentara profesional dan modern, memiliki kemampuan yang tangguh untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga keselamatan bangsa dan negara serta kelangsungan pembangunan nasional. KESIMPULAN. Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari jurisdiksi profesionalisme militer tradisionalnya. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya, baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah membawa berbagai perubahan perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis. Pada kenyataannya, hakekat ancaman militer kedepan akan semakin kompleks, tidak lagi bersifat

Konsep OBE (Operasi Berbasiskan Efek) yang melibatkan badan di luar TNI, termasuk NGO/LSM. Konsep ini lebih banyak pada konsep operasi militer atau perencanaan pembangunan kekuatan TNI dengan memperbanyak membangun “think-tank” resmi yang didalamnya terdiri dari pakar-pakar sipil, militer aktif dan purnawirawan TNI untuk membangun proses transformasi TNI kedepan. Pembinaan “think-tank” akan lebih memberikan pandangan akademik dan ilmiah, konstruktif terhadap semua perangkat lunak organisasi, doktrin, sistem informasi dan lain-lainnya. Konsep seperti ini akan mendemonstrasikan gabungan antara kearifan intelektual, profesional, kepemimpinan dan pengalaman komandan di lapangan guna membangun suatu infrastruktur berikut perangkatnya menjadi lebih kokoh. Konsep yang ditawarkan di atas tadi, diharapkan dapat mengurangi bahkan mengeliminir sisa-sisa trauma publik yang ada. TRANSFORMASI PERAN INSTITUSI ANGKATAN DARAT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN. Transformasi peran institusi Angkatan Darat sebagai kekuatan pertahanan perlu didukung oleh berbagai pihak. Transformasi ini membutuhkan waktu dan komitmen bersama secara nasional untuk peran yang seharusnya dijalankan. Hubungan antara pemerintah, politisi sipil, masyarakat luas, serta pimpinan dan seluruh unsur TNI akan sangat menentukan bagi keberlangsungan transformasi peran institusi TNI khususnya Angkatan Darat kearah pencapaian tujuan sesuai dengan yang dikehendaki bersama. Angkatan Darat sebagai subsistem dalam sistem nasional Indonesia akan sangat terikat dengan pembagian tugas, struktur hirarkhis, aturan-aturan tingkah laku yang formal dan sasaran-sasaran masyarakat atau pola-pola hubungan antara struktur sosial dengan sistem-sistem normatif yang berkaitan dengan struktur sosial, dimana semua itu merupakan konsekuensi bagi perwujudan negara demokratis.
10 Volume 33 No. I Edisi Maret 2013

1. sosial. Thailand 15. 5. Danton Den-11 Dronkavser-1 Paspampres 4. 1. MSc Brigjen TNI Jakarta. Irdaum Itdam Jaya 12. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan III.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD tunggal melainkan jamak dan multidimensional serta sulit diprediksi. serta keamanan. A. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. 4. Pabandya D-52 Dit D BAIS TNI 11. Sus Athan : 2006 Volume 33 No. Lemhannas AS : : : : : : 1985 1985 1990 1996 2000 2011 B. Pendidikan. Angkatan Darat pun perlu meningkatkan kemampuan beradaptasinya. 6. Sussar Para : 1998 7. 3. Pamen Mabes TNI 16. Dikbangum. I Edisi Maret 2013 11 . baik untuk menghadapi bentuk ancaman yang berbeda. Kepala Biro TUUD Kemhan RI : : : : : : : Bambang Hartawan. Nama Pangkat Tempat/Tgl. Dimensi ancaman mudah berkembang dari satu dimensi kedimensi lain. KIBI I : 1987 2. memenuhi tuntutan pelibatan satuan dengan besaran dan level yang berbeda. Kasipam Pusdikkav Pussenkav 10. termasuk dimensi ideologi. demikian juga perkembangan eskalasi keadaan dari tertib hingga darurat dan sebaliknya serta tidak mudah untuk diprediksi. Data Pokok. 1. Pamen Ahli Pusintelad Bidang Lidpam 18. 1. TOEFL : 1994 6. Suslapa I 4. KIBI II : 1992 4. Sus Human Resources Management : 1993 5. Dandim-0504 /Jaksel Kodam Jaya 13. Spektrum ancaman dapat berubah dengan tiba-tiba dari lokal ke nasional. AKABRI 2. Danton Den-12 Dronkavser Paspampres 5. Pamen Denma Mabesad (Dik Lemhannas di AS) 17. Dikbangspes. Danton Denkavser Paspampres 3. Seskoad 7. 2. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan RI 19. Untuk itu TNI dalam hal ini Angkatan Darat harus mampu melaksanakan transformasi perannya dalam menghadapi perubahanperubahan tersebut agar dapat mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas pokoknya. Danden-11 Dronkavser Paspampres 8. Atase Pertahanan RI di Bangkok. Danden-12 Dronkavser Paspampres 6. ekonomi. politik. informasi dan teknologi. 20 Mei 1961 Islam Kawin AKABRI/1985 Karo TUUD Kemhan RI II. Diklapa II 6. Kasi Intelpam Dronkavser Paspampres 7. Pabandya B-23 Dit B BAIS TNI 14. hukum. Riwayat Jabatan. Sussarcab Kav 3. 7. Penataan yang terarah dan berkesinambungan merupakan upaya kolektif  dalam penyiapan dini kekuatan Angkatan Darat yang handal untuk selalu siap dalam merespon dan menyikapi berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks dan cepat berubah. Suspa Intelstrat : 2005 9. sehingga penanganannyapun harus mencerminkan interoperabilitas yang tinggi. Susdandim : 2004 8. Suspa Intel Ter : 1991 3. maupun beroperasi bersama dengan institusi yang berbeda pula. Pama Denkavser -1/ Paspampres Dam Jaya 2. Kasi Pengmilum Pusdikkav Pussenkav 9. Sekretaris Dispenad 18. Mengingat kebijakan keamanan nasional akan senantiasa berubah sebagai respon terhadap perubahan lingkungan operasional. budaya.

khususnya Angkatan Darat.2 Akan tetapi pandangan ini juga tidak berdiri secara eksklusif. Konsep “Si vis pacem para bellum” atau “Bila ingin damai. Akan tetapi. Hal ini terkait dengan keunggulan militer yang memiliki struktur komando dan pengendalian dengan hirarki yang tegas serta dukungan sumber daya yang dapat dimobilisasi dengan cepat. eberadaan suatu angkatan bersenjata tidak akan terlepas dari struktur formal negara. dimensi ancaman yang kompleks tidak lantas menghilangkan hakekat proyeksi pembangunan kekuatan militer karena sejarah secara dominan telah membuktikan bahwa dalam menghadapi ancaman militer jalan terbaik adalah apabila dihadapi secara militer. dilihat secara dominan dari kacamata proyeksi penggunaan kekuatan dalam rangka menghadapi ancaman bersenjata terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara dari agresi. I Edisi Maret 2013 keamanan suatu negara yang tidak melulu berasal dari ancaman yang bersifat militer. utamanya dalam teknologi dan persenjataan. menangani ancaman keamanan dan ketertiban dalam negeri maupun kejahatan transnasional. menyatakan bahwa tujuan pendirian negara utamanya adalah untuk memberikan rasa aman. Berbicara tentang tugas utama militer tidak akan bisa lepas dari pembinaan kekuatan dan kemampuan untuk dapat memenangkan suatu perang. Secara umum terjadi pergeseran persepsi ancaman terhadap Volume 33 No. M. maka pendekatan terhadap fungsi angkatan bersenjata. Integrasi kemampuan antar kesenjataan dan interoperabilitas antar matra ditunjang dengan komando dan pengendalian yang solid akan dapat bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier). aneksasi wilayah maupun separatisme dan pemberontakan. PERANG : SIFAT DAN KARAKTER.Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI TNI AD DIBIDANG LATIHAN Oleh : Brigjen TNI Irwansyah. sebaliknya dalam menghadapi ancaman yang bersifat nirmiliter metode yang terbaik adalah menempuh solusi yang juga sifatnya nirmiliter. Dalam rangka menyampaikan ide tulisan ini. sehingga memiliki efek tangkal yang tinggi dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan dan kelangsungan hidup negara.Sc. . Lalu secara khusus tulisan ini akan berdiskusi tentang upaya transformasi bidang latihan dalam lingkungan Angkatan Darat sebagai bagian integral dari transformasi TNI AD menuju menjadi kekuatan yang memiliki orientasi “outward looking” yaitu TNI AD yang diawaki oleh personel yang profesional dengan didukung Alutsista yang modern. (Waaspam Kasad) Transformasi latihan justru sangat dinamis disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. dalam pelaksanaannya negara lalu membentuk angkatan bersenjata untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya.1 Globalisasi dan batas negara yang semakin sumir saat ini menyebabkan semakin kompleks juga bentuk ancaman terhadap keamanan suatu negara. salah satu ahli teori kenegaraan ternama. Saat ini militer sangat sering dilibatkan untuk menangani ancaman yang berasal dari gangguan nirmiliter seperti penanganan bencana alam. Terkait dengan hal tersebut Thomas Hobbes. K 12 PENDAHULUAN. Dalam prakteknya militer sering dilibatkan dalam penanganan masalah-masalah yang bersifat nirmiliter.

akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa diseminasi transformasi militer yang saat ini terjadi secara global banyak terinspirasi dari proses transformasi yang sudah dilaksanakan secara sistematis oleh militer Amerika Serikat. kehancuran dan pemaksaan kehendak dari pihak yang menang terhadap pihak yang kalah. Jenderal Peter Schoomaker pada tahun 2006 menyatakan bahwa proses transformasi dalam tubuh angkatan darat Amerika Serikat adalah penting guna mempertahankan kondisi angkatan darat yang diawaki oleh personel dengan jumlah yang cukup. Menilik dari sudut pandang etimologi maka istilah transformasi yang kita sadur dari kata transform memiliki arti sebagai “suatu perubahan yang terlihat dengan jelas dalam bentuk tampilan ataupun ukuran”.3 Dalam upaya untuk memperoleh pengertian tentang perang ini selanjutnya kita juga perlu memahami tentang sifat perang (the nature of war) dan karakter perang (the character of war). TRANSFORMASI MILITER. dan sekutu yang ingin membantu dipukul mundur oleh lawan. organisasi serta teknologi baru dalam suatu angkatan bersenjata.5 Dalam hal ini maka perkembangan teknologi. transportasi dan komunikasi akan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter perang yang mungkin terjadi saat ini dan dimasa yang akan datang. Proses transformasi yang berorientasi pada pelaksanaan tugas yang akan dihadapi ini juga dengan jelas pada pernyataan beliau saat dengar pendapat dengan parlemen Amerika Serikat seperti kutipan dibawah ini : “The Army is steadfast in its determination to transform the total force from a Cold War structured organization into one best prepared to operate across the full spectrum of conflict. berkembang sesuai keadaan dan beradaptasi sesuai jamannya. memiliki sifat (nature) yang konstan.” 7 Dari pernyataan yang digaris bawahi dapat diambil kesimpulan bahwa proses transformasi di lingkungan angkatan darat Amerika Serikat sangat dipengaruhi Volume 33 No. Ibu kota dikuasai musuh. and a force generation model that provides for continuous operations.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD dan pengamat militer kontemporer Collin Gray menjelaskan bahwa karakter perang memiliki sifat yang tidak tetap. keberadaannya sangat tergantung dari banyak faktor sesuai dengan perkembangan yang terjadi di dunia. I Edisi Maret 2013 13 bersiaplah untuk perang” merupakan konsep pikir yang sudah diperkenalkan sejak jaman Plato. didukung alutsista yang modern dan dilatih dengan baik. Hal inilah yang telah ditangkap dalam penggolongan generasi perang yang dikenal luas saat ini. Karakter perang akan sangat terpengaruh oleh perkembangan keadaan sosial politik dan pengalaman dari sejarah. apapun itu bentuknya (agresi.4 Pernyataan ini semakin memperkuat pemahaman bahwa dalam pelaksanaan suatu perang akan terjadi kekejaman. modular conversion. Dalam teori yang sama Clausewitz juga menyatakan bahwa prasyarat suatu pihak dapat diindikasikan kalah dalam suatu perang adalah meliputi kehancuran angkatan bersenjata. Konsep transformasi di lingkungan militer telah dikenal sejak lama. Konsep ini jugalah yang hingga sekarang mendasari para pemikir militer untuk senantiasa berkontemplasi dalam membangun kekuatan dan meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan perang dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. rebalancing our forces across the active and reserve components. Penganut teori Clausewitz (Clausewitzian) mengambil kesimpulan bahwa perang. aneksasi. universal dan mengandung nilai yang tetap sepanjang masa yaitu melibatkan penggunaan kekerasan. Terkait dengan karakter perang. Teori Clausewitz . Penggolongan ini pada dasarnya merupakan upaya untuk memeroleh pengertian tentang karakter perang yang harus dihadapi guna memperoleh solusi yang terbaik untuk memenangkannya. perang saudara ataupun intervensi militer). This effort includes modernization. Perjalanan sejarah telah membuktikan bahwa pemikiran ini banyak mendasari keputusan para panglima dan pimpinan negara untuk berperang dengan negara lain.6 Transformasi dalam tubuh militer selanjutnya dapat dijabarkan sebagai penerapan konsep doktrin. Dalam masa kepemimpinannya sebagai US Army Chieff of Staff. memiliki kesempatan menang atau kalah serta penuh dengan unsur ketidakpastian dalam medan peperangan. Pemikiran yang sama juga tidak dipungkiri telah menginspirasi perkembangan generasi perang mulai dari generasi pertama (1st generation warfare) hingga perang generasi keempat (4th generation warfare).

Satu hal menarik yang dapat kita lihat bahwa US Army juga mempertimbangkan kondisi proses bisnis yang sangat memengaruhi proses transformasi. Berbicara tentang konsep transformasi TNI AD tidak akan terlepas dari konsep transformasi TNI secara umum. Hal utama yang menjadi dasar pemikiran tentang transformasi di lingkungan TNI dan TNI AD pasca reformasi internal adalah kebijakan negara untuk mengubah orientasi pengembangan pertahanan yang semula berorientasi menyelesaikan masalah keamanan dalam negeri (inward looking) menjadi pembangunan pertahanan yang juga mempertimbangkan faktor ancaman dari luar (outward looking) guna memberikan efek deteren yang kuat. Hal ini hanya dapat dicapai apabila kondisi Alutsista TNI AD sudah sesuai dengan . Angkatan Darat sebagai bagian dari militer Amerika Serikat secara umum merupakan salah satu pelaksana strategi militer Amerika Serikat sehingga harus mengembangkan kemampuan interoperabilitas yang baik dalam melaksanakan tugas-tugas matra gabungan. Pengembangan pertahanan tak akan pernah terlepas dari proses ekonomi akuisisi kemampuan pertahanan dan akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi suatu negara. terutama setelah adanya pergeseran dari masa perang dingin yang terkonsentrasi pada pengembangan kekuatan perang total (konvensional?) menjadi kekuatan yang lebih siap menghadapi konflik multi spektrum yang menuntut kemampuan operasional yang adaptif sesuai dengan perkembangan situasi dan lingkungan pertempuran. Secara umum proses transformasi dilaksanakan sebagai upaya untuk tetap dapat menyediakan kekuatan angkatan bersenjata yang relevan dan selalu siap dalam menghadapi kemungkinan ancaman yang beragam pada abad ke-21 yang semakin kompleks dan penuh dengan ketidakpastian. I Edisi Maret 2013 TRANSFORMASI TNI AD. Hal ini dapat dimengerti dengan pemahaman konsep pengembangan pertahanan “reality based”.Jurnal Yudhagama oleh kemungkinan penugasan yang dihadapi. 14 Volume 33 No. Visualisasi Konsep Transformasi US Army 8 Visualisasi Konsep transformasi US Army juga dengan jelas memperlihatkan kompleksnya implikasi dan proses transformasi.

Sebagai contoh. Dengan dasar pemikiran tersebut dapat dijabarkan bahwa transformasi TNI AD harus diarahkan untuk dapat meningkatkan kemampuan TNI AD melaksanakan tugastugas yang saling berkaitan baik itu dalam kerangka OMP maupun OMSP. konsep pengembangan force to-spaceratio tahun 2015-2019. Mengingat karakter Indonesia yang rawan terhadap bencana. Pada Tahap II. sasaran pembangunan kekuatan TNI AD untuk melanjutkan pemantapan Satpur dan Banpur. yang merupakan upaya untuk mengoptimalkan pengembangan pertahanan negara dihadapkan pada keterbatasan anggaran pertahanan negara. tugas-tugas pertahanan dalam negeri. baik itu keberhasilan maupun kegagalannya. Kedua. Selain itu. Inisiatif lain yang dapat dilakukan adalah peningkatan kemampuan mobilitas udara yang dapat meningkatkan kecepatan respon TNI AD. yakni dalam kerangka mengatasi konflik yang berdimensi keutuhan wilayah NKRI. negara seperti Singapura dan Australia sudah memiliki pengalaman tentang Main Battle Tank (MBT). Pembelajaran dari negara lain dapat mencegah kesalahan ataupun memperbaiki kekurangan yang mungkin terjadi saat pengintegrasian Alutsista baru tersebut dalam operasional TNI AD. konsep pengembangan force torisk-ratio tahun 2010-2014. Harus dimengerti bahwa proses integrasi suatu Alutsista dalam kemampuan TNI AD merupakan proses yang gradual. Tidak perlu malu mengakui bahwa dalam hal modernisasi Alutsista kita masih tertinggal dari beberapa negara tetangga. Sharing pengalaman seperti ini nantinya diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif dalam proses pengembangan taktik dan doktrin tempur TNI AD. dapat juga diperhitungkan sebagai faktor dominan penentu keberhasilan transformsi di tubuh TNI AD. sehingga banyak pelajaran yang dapat diambil TNI AD.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD perkembangan teknologi modern. kemampuan yang mendukung tugas penanggulangan bencana juga mutlak dikembangkan. baik dari segi pemenuhan TOP yang disesuaikan dengan perkembangan bidang militer (Revolution in Military Affairs) maupun interoperability dalam Volume 33 No. Interaksi dengan angkatan darat negara lain baik itu regional maupun internasional merupakan hal yang mutlak apabila TNI AD ingin mendapat pengakuan sebagai tentara kelas dunia (world class army). Titik berat transformasi TNI AD dalam tahap ini diantaranya dapat dilakukan melalui reorganisasi Satpur dan Satbanpur yang memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah keamanan di beberapa trouble spot di wilayah Indonesia. maka proses transformasi TNI AD seharusnya disesuaikan pula dengan pentahapan pencapaian sasaran MEF yang dijabarkan sebagai berikut: Pertama. Untuk itulah kita manfaatkan komunikasi yang baik dengan angkatan darat negara sahabat agar memeroleh manfaat berupa pertukaran pengalaman dan ilmu pengetahuan. Lalu bagaimanakah pentahapan transformasi TNI AD yang dapat memberikan hasil yang optimal? Secara logis proses transformasi TNI AD harus selaras dengan kebijakan pertahanan pemerintah yang saat ini dilaksanakan dalam format Minimum Essential Force (MEF). termasuk keamanan dalam negeri yang makin menguat yang ditandai dengan terbangunnya profesionalisme lembaga Pertahanan Negara serta meningkatnya kesejahteraan prajurit serta ketersediaan Alutsista TNI melalui pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri. Terkait dengan perkembangan terkini dimana interaksi antar negara merupakan salah satu faktor yang krusial maka tugas-tugas yang terkait dengan interaksi TNI AD dengan angkatan darat negara lain di dunia. kita juga dapat belajar tentang proses pengembangan doktrin maupun pengalaman operasi negara-negara lain yang mungkin tidak akan pernah diperoleh oleh TNI AD. diluar tugasnya untuk ikut aktif dalam perdamaian dunia dalam kerangka pasukan keamanan PBB. Urgensi lain yang membuat interaksi luar negeri ini cukup penting adalah proses transformasi TNI AD sendiri. Pada tahap ini sasaran yang dicapai adalah kemampuan Pertahanan Negara. Pada tahap ini sasaran Penyelenggaraan Pertahanan adalah terwujudnya kondisi aman dan damai di seluruh wilayah nusantara. menjaga perbatasan dan pulaupulau terluar Indonesia serta membantu pemerintah dalam penanganan dampak bencana alam di sejumlah daerah semakin menyadarkan betapa pentingnya kesiap-siagaan pertahanan. Tidak hanya dalam bidang Alutsista. Sesuai dengan pentahapan MEF. baik personel maupun Alutsista. Salah satu contohnya adalah kita dapat belajar tentang perang menghadapi insurjensi di Iraq dan Afghanistan dari pengalaman Amerika Serikat maupun Australia. I Edisi Maret 2013 15 TUGAS OMSP TUGAS OMP KOMITMEN LUAR NEGERI .

Dalam tahap ini.9 TRANSFORMASI TNI AD BIDANG LATIHAN. TNI AD sudah benarbenar berdiri sejajar dengan angkatan darat negara lain di dunia dengan menerapkan teknologi paling mutakhir hingga nano technology dalam kemampuan dan sistem tempurnya. yang didukung oleh mantapnya kemampuan pertahanan dan keamanan negara yang ditandai oleh terwujudnya TNI yang profesional dengan Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung yang kuat serta terwujudnya sinergi kinerja dalam bidang keamanan. Dari tinjauan sifat perang (nature of war) dan karakter perang (character of war) maka transformasi yang dapat dilaksanakan adalah sebagai berikut: Pertama. maka latihan yang akan dilaksanakan tetap tidak boleh menyampingkan nilai-nilai keprajuritan yang paling mendasar. Penguasaan wilayah tidak secara fisik juga menjadi pertimbangan dalam peningkatan kemampuan jangkauan tembakan senjata lintas lengkung untuk dapat mencapai batasbatas terluar wilayah NKRI untuk pertahanan dari ancaman luar. yaitu melibatkan kekerasan. disertai kemampuan industri pertahanan yang andal.Jurnal Yudhagama tercapai kekuatan minimum TNI AD yang memiliki daya tangkal untuk dapat memelihara keamanan Indonesia dari dalam dan luar negeri dengan dukungan Alutsista yang modern dan sesuai dengan perkembangan jaman. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa proyeksi utama penggunaan angkatan darat adalah dalam keadaan perang. Pada tahap ini sasaran pembangunan kekuatan TNI AD untuk menuntaskan pemantapan Satpur dan Banpur yang ditandai dengan tuntasnya pemenuhan TOP yang disesuaikan dengan perkembangan bidang militer (Revolution in Military Affairs). tahan menderita. Disposisi kekuatan secara merata merupakan hal mendasar untuk menjamin coverage terhadap seluruh wilayah NKRI. Terkait dengan hal tersebut. karena penerapan kemajuan teknologi juga akan sangat penting sebagai pengganda kekuatan prajurit (force multiplier). Berbicara tentang latihan akan sangat dipengaruhi oleh salah satu premis yang menyatakan bahwa “latihkanlah apa yang akan dilakukan”. Sebagai hal yang sudah diketahui bersama. Konsistensi dalam melaksanakan latihan yang menuntut ketahanan fisik dan mental ini penting mengingat pentingnya kualitas perorangan prajurit sebagai kombatan dalam kondisi wilayah pertempuran maupun konflik yang penuh dengan tantangan. seperti semangat pantang menyerah. intelijen. Pada tahap ini sasarannya adalah terwujudnya rasa aman dan damai bagi seluruh rakyat serta terjaganya keutuhan wilayah NKRI dan kedaulatan negara baik dari ancaman luar dan dalam negeri. dan kontraintelijen yang efektif. tahap akhir yaitu pembangunan postur pertahanan yang sudah sejalan dengan perkembangan terkini dalam penerapan teknologi militer (Revolution in Military Affairs). daya juang serta loyalitas yang tidak tergoyahkan kepada negara. Ketiga. tinjauan dari Sifat Perang (Nature of War). Saat ini US Army sudah memperkenalkan sistem pertempuran kerangka Tri-Matra Terpadu. serta semakin berfungsinya interoperability antar-angkatan. Ini juga tidak berarti kita akan tetap bertahan sebagai tentara tradisional. Hal ini dilaksanakan dengan tetap mengimplementasikan latihan-latihan yang keras baik itu dari segi fisik dan mental untuk dapat membentuk prajurit TNI AD yang tangguh. Sifat perang akan tetap sama sepanjang masa. Keempat. organisasi. materiil/Alutsista. kepemimpinan dan personel. kejam. I Edisi Maret 2013 . ada kemungkinan menang atau kalah serta penuh dengan ketidakpastian. latihan dalam lingkungan TNI AD dilaksanakan untuk memberikan. yang diharapkan untuk dicapai pada tahun 2050. berani. latihan. konsep pengembangan force to-force-ratio tahun 2020-2024. sejalan dengan industri pertahanan. Suatu pernyataan logis yang selanjutnya harus dijabarkan dengan pemikiran yang mendalam. memelihara maupun meningkatkan kemampuan prajurit maupun satuan TNI AD untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dalam rangka mendukung tugas-tugas TNI AD. Terkait dengan hal tersebut maka sejak tahap I pembangunan MEF ini TNI AD harus sudah mulai mensinergikan proses transformasinya sejalan dengan tahapan kebijakan pembangunan pertahanan negara. Pentingnya mempertahankan kemampuan dasar prajurit bahkan sudah diakui oleh angkatan darat modern seperti US Army. Transformasi ini juga harus dilakukan sebagai satu kesatuan yang utuh dan saling bergantung satu dengan yang lain baik itu dibidang doktrin. Sesuai dengan tujuan akhir dari Minimum Essential Force diharapkan pada tahun 2024 telah 16 Volume 33 No.

Kelima. Keempat. meriam Artileri medan dan meriam Pertahanan Udara. Doktrin yang lebih bersifat universal dan menginspirasi dari pada dogmatis merupakan salah satu hal penting untuk mendorong transformasi guna menghasilkan latihan yang realistis dan bisa memberikan hasil yang diinginkan. Doktrin perang akan sangat menentukan taktik dan teknik yang harus dilatihkan kepada prajurit dan satuan TNI AD dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur TNI AD secara terintegrasi dengan menggabungkan keunggulan personel yang profesional dan terlatih serta dilengkapi dengan dukungan alutsista yang modern. Jangan ada lagi “jawaban sekolah” dalam setiap persoalan. Salah satu hal yang urgen saat ini adalah adanya gelombang Alutsista baru yang akan memasuki lingkungan TNI AD. Dari tinjauan karakter perang. Program latihan harus dapat memberikan keleluasaan kepada unsur komandan untuk mengembangkan inisiatif dan menentukan cara bertindak sesuai dengan kondisi riil di medan latihan. Pelatih yang mengawasi jalannya latihan harus memiliki referensi yang terbaik dari dalam maupun luar negeri. Metode dalam latihan harus bisa memberikan realisme dan atmosfir dinamisnya medan pertempuran dengan kemungkinan besar untuk terjadi di daerah pemukiman. tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT). Kenyataan ini perlu ditindak lanjuti dengan latihan yang tidak hanya parsiil dalam melatih penggunaan Alutsista yang baru tersebut. Pendukung Latihan. Tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang struktur Brigade Kesenjataan Gabungan akan berkembang menjadi pola penyusunan organisasi TNI AD di masa depan. Pelaku. Pertimbangan dari pembentukan satuan komposit ini adalah guna menjamin kesiapan operasional satuan dihadapkan pada penugasan dan pada saat yang bersamaan juga akan meningkatkan integritas satuan. Keenam. Program Latihan. Sarana Prasarana. Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Pertama. Pelaku harus diberikan keleluasaan dalam mengambil keputusan terkait dengan Cara Bertindak yang dipilih saat latihan. tinjauan dari Karakter Perang (Character of War). Transformasi latihan tentu saja menuntut kualitas sarana dan prasarana latihan yang senantiasa siap mendukung pelaksanaan latihan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit. Kedua. Adanya pemikiran untuk membentuk struktur organisasi dalam bentuk Brigade Gabungan Kesenjataan secara langsung juga akan sangat berpengaruh terhadap pembinaan latihan di lingkungan TNI AD. Bukan untuk sekedar meniru akan tetapi untuk memperkaya khasanah pemberian materi dalam latihan. Kesembilan. Doktrin. Ketiga. Satuan pendukung selama latihan harus benar-benar dapat melaksanakan fungsinya sesuai perannya membantu pelaksanaan latihan seperti peran yang akan diemban di medan pertempuran. Metoda. maka perubahan doktrin merupakan hal utama yang menjadi dasar terlaksananya tranformasi latihan di lingkungan TNI AD. Terkait dengan pembelian Alutsista baru baik itu helikopter tempur. Secara umum transformasi latihan akan sangat bergantung kepada faktor-faktor lain terutama doktrin serta Alutsista yang dimiliki TNI AD. Pelatih. sehingga tidak ada skenario latihan yang benar-benar di daerah kosong tak berpenghuni. Kedua. Perkembangan ini akan menuntut peningkatan dalam skala latihan dari latihan tingkat Batalyon Tim Pertempuran yang terdiri dari batalyon infanteri yang diperkuat oleh satuan bantuan tempur yang nonorganik menjadi latihan tingkat brigade yang terdiri dari satuan tempur dan satuan bantuan tempur serta satuan pendukung yang keseluruhnya merupakan organik dari satu brigade. Anggaran latihan harus benar-benar dapat menunjang Volume 33 No. Rencana Latihan. Penggunaan “Red Force” atau pasukan penimbul situasi harus seoptimal mungkin menambah dinamika dan menginspirasi pelaku latihan untuk bereaksi di lapangan sesuai dengan pedoman taktik yang dimiliki. Rencana latihan sudah harus mempertimbangkan faktor penduduk dalam skenario latihan. Transformasi latihan ini secara umum lalu akan diaplikasikan kedalam komponen latihan untuk memberikan hasil yang optimal. Ketujuh. karena tidak ada yang pasti di medan pertempuran. Dukungan anggaran. Adanya konsep Batalyon Tim Pertempuran (BTP) dalam OLI dan Operasi Pertahanan secara umum telah dapat melatihkan tugas yang akan dilaksanakan oleh TNI AD dalam kerangka OMP dan OMSP.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD berbasis jaringan (network-centric battle system) yang dalam beberapa sisi sangat menguntungkan untuk dapat bertempur dengan kesenjataan dan matra gabungan. maka transformasi dibidang latihan dapat dilaksanakan sesuai dengan perkembangan teknologi terakhir yang penerapannya disesuaikan dengan proyeksi penugasan dan karakter unik wilayah pertahanan Indonesia. I Edisi Maret 2013 17 . Konsep latihan di TNI AD saat ini sudah cukup komprehensif dalam menghadapi proyeksi kemungkinan penugasan di masa yang akan datang. Akan tetapi juga perlu melatihkan penggunaan Alutsista tersebut secara terintegrasi untuk meningkatkan daya gempur satuan TNI AD dalam pertempuran. akan tetapi kajian terakhir menyebutkan bahwa sistem ini memiliki kerawanan terhadap terjadinya disorientasi dan kehilangan semangat tempur prajurit saat seluruh teknologi pendukungnya tidak berfungsi. Sistem ini memberikan interoperabilitas dan kodal yang sangat baik. Kedelapan.

Globalisasi juga telah membuka kesempatan bagi kerja sama antar angkatan darat tanpa harus perlu membentuk aliansi militer. I Edisi Maret 2013 memberikan efek yang dapat menumbuhkan semangat pantang menyerah dan tahan menderita dalam rangka mencapai tujuan nasional. Dengan alasan tersebut maka latihan-latihan yang bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan daya juang tidak perlu dilaksanakan transformasi karena hal ini tidak akan berubah sepanjang masih adanya kemungkinan perang di dunia.B. Leviathan. Macpherson. Kesepuluh. Tidak bertujuan untuk hanya mencari-cari kesalahan akan tetapi lebih kepada menunjukkan kekurangan untuk dapat diperbaiki dimasa yang akan datang. 1. Apabila perlu sistem dukungan anggaran yang ada sekarang dapat dirubah. Akan tetapi karakter perang akan berubah seiring dengan perkembangan jaman. Integrasi kemampuan antar kesenjataan dan interoperabilitas antar matra ditunjang dengan komando dan pengendalian yang solid akan dapat bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier). Sistem anggaran yang baru dapat berupa sistem pengajuan dana sesuai kebutuhan riil saat latihan dan dana turun sebelum kegiatan. Chapter XVII. Perang secara fisik akan tetap kejam akan tetapi tidak seperti masa silam dimana prajurit harus berhadap-hadapan langsung secara fisik dan bertarung mati-matian dengan taruhan nyawa untuk kemudian menyaksikan langsung bagaimana lawannya meregang maut. Penguin. Transformasi lain yang perlu dipertimbangkan adalah pemanfaatan latihan bersama dengan AD negara sahabat sebagai salah satu program untuk meningkatkan kemampuan operasional. Perkembangan teknologi militer saat ini telah memungkinkan untuk membunuh lawan yang jaraknya puluhan kilometer dan bahkan antar benua hanya dengan menekan sebuah tombol. Wæver. Dengan adanya strategi MEF maka dalam beberapa hal Alutsista yang dimiliki TNI AD sudah dapat disetarakan dengan beberapa negara di kawasan ataupun negara adi daya seperti Amerika Serikat. T Hobbes. Pengintegrasian kemampuan dan kesenjataan inilah yang nantinya akan menjadi pertimbangan utama dalam transformasi latihan sambil tetap menjunjung tinggi peningkatan kualitas personel agar dapat menjadi prajurit yang profesional. Berkaitan dengan hal tersebut maka latihan terhadap prajurit harus dapat 18 Volume 33 No. Adanya komunikasi dengan militer asing akan dapat menambah khasanah wawasan dan pengalaman prajurit TNI AD dalam meningkatkan profesionalisme. End Notes. Sebagai ilustrasi Angkatan Darat Australia membuat siklus latihannya menjadi siklus 2 tahunan. 2. Pengawasan. Terkait dengan hal tersebut transformasi latihan justru sangat dinamis disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi utamanya dalam teknologi dan persenjataan. laut dan udara Australia. (1995). Terkait dengan hal tersebut maka latihan bersama dengan angkatan darat negara lain dalam skala besar seharusnya sudah dapat dipertimbangkan menjadi agenda latihan TNI AD dalam rangka saling belajar dan berbagi pengalaman dengan angkatan darat negara sahabat. Pengendalian dan Penilaian Latihan. Siklus pada tahun berikutnya adalah siklus untuk latihan puncak “Talisman Sabre” yaitu latihan bersama dengan New Zealand dan Amerika Serikat. Harmondsworth. Pada tahun ini latihan diarahkan pada lingkup menciptakan interoperabilitas Trimatra Australia untuk dapat beroperasi dengan kekuatan darat. laut dan udara negara sekutunya. sehingga tak jarang satuan penyelenggara latihan harus berhutang terlebih dahulu untuk dapat melaksanakan latihan. 1660 in C. “Securitization and . Utamanya dengan kondisi saat ini dimana TNI AD sedang mulai melaksanakan modernisasi Alutsistanya. maka interaksi dengan AD negara sahabat dalam bentuk latihan bersama dapat dijadikan sebagai salah satu referensi tambahan bukan hanya untuk belajar dari pengalaman (Lesson Learned) tetapi juga sebagai sarana implementasi kemampuan untuk dapat berkembang sebagai salah satu kekuatan angkatan darat yang diakui dunia (world class army). Siklus latihan tahun pertama mencapai klimaks pada latihan puncak gabungan antar matra internal angkatan bersenjata Australia dengan kode “Exercise Hammel”. Perang saat ini walaupun kejam tidak harus dilakukan secara berhadapan langsung dengan musuh. Sesuai dengan hakekat perang yang merupakan upaya habis-habisan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam rangka memaksakan kehendak kepada lawan dan bilamana perlu terkadang harus menghancurkan lawan maka kekejaman adalah unsur yang sangat dominan dalam perang. Kemajuan teknologi dan persenjataan jelas merupakan faktor yang sangat dominan terhadap hal tersebut. Sistem anggaran yang ada saat ini menuntut perencanaan jauh di awal latihan namun dana baru turun setelah pertanggungjawaban keuangan selesai. 1968. sehingga dapat langsung digunakan.Jurnal Yudhagama pelaksanaan kegiatan latihan dengan cukup dan tidak kekurangan sesuai dengan kondisi di daerah masingmasing. KESIMPULAN. O. Pada tahun pertama ini seluruh latihan satuan diproyeksikan untuk melatihkan interoperabilitas latihan dalam lingkup matra darat. Leviathan.

Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan : : : : : : : Irwansyah. Kasi-1 Grup-1 Kopassus 10. Mintel Kopassus 12. 1. diakses pada 26 Oktober 2012. 1.mil/-speeches/2006/12/14/989statement-by-general-peter-schoomaker-chief-ofstaff-united-states-army-before-the-commission-onnational-guard-and-reserves/index. Oxford english dictionary. 1873. Kamboja 10.Trhbner. Sussarcab Inf 3. 3. Paban VI/Kermamil Sopsad 25. S2) 11. Australia 11. http://www. Suspa Sandi Yudha 6. 2. A. Pbdya. Dan Unit-22 Grup-2 Kopassus 3. Dikbangspes. Seroja 4. Amerika (USA) 9. Waaspam Kasad Volume 33 No. Pasi-1/22 Kopassus 7. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. Lemhannas USA B. On War. Kamboja 3.com/lind/lind26. Kementerian Pertahanan RI. or appearance. Pamen Mabesad (Dik) 22. Pgs. Dandim-1502/Malteng 16. The Four Generations of Modern War. Pamen Ahli Gol. 6. Sussar Para 2. Colonel J. E-32 Dit Bais TNI 18. Data Pokok. Suspa Intel 5. Sus Dandim 8. Sus Bahasa Inggris 4. Dantim-2 Grup-2 Kopassus 6. 2008. Pamen Kopassus (Dik. trans.) On security. Transform : a marked change in form. 1. Ops. Riwayat Pendidikan Militer. Riwayat Jabatan. I Edisi Maret 2013 19 . Athan RI 19. Lind. http://www. 9.mol/aps/05/images/purposechart. Paban V/Kermamil Sopsad 24. Lipschutz (ed. 6. Ops.lewrockwell. Pamen Kopassus (Dik) 13. Amerika (USA) : : : : : : : : : : 1991 1995 1997 2004 2006 2007 2011 2012 2012 2012 II. Ops. http://www. Wadanyon-11/1 Kopassus 9. Pakistan 6. 1. 8. Diklapa II 4. nature. Pbdya.” Pp.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD desecuritization.jpg. Press. Pbdya. Ops.army. Komando 3.html. Dalam negeri. Carl von. Dikbangum. 4. Akmil 2. Luar negeri. pp. Gal Sinteldam 14. Wadantim Grup-2 Kopassus 4.html diakses 28 Oktober 2012. Amerika (USA) 4. 5. Danden Inteldam XVI/Ptm 15.army. Pamen Mabes TNI 20. Sri Lanka 8. 46-86 in R. Seskoad 5. 1.596. M. Graham. Seroja 5. Australia 2. 7.Sc Brigjen TNI Makassar/10-11-1962 Islam Kawin Akmil/1984 Waaspam Kasad B. Saudi Arabia 5. or appearance. Waas Intel Kasdam XVI/Ptm 17. Dantim-3 Grup-2 Kopassus 5. Seroja 2. London : N. Suslapa I Inf 7. 7. William S. 1. Pam Konflik Ambon : : : : : 1988 1990 1994 1999 2002 IV. Reksaka Dharma 3. LN. Clausewitz. Oxford english dictionary. 4. Pabut Kamkonkomunal 21. Danton Kopassus 2. 5. Riwayat Penugasan. IV Kopassus 23. nature. Dansat Scuba Grup-3 Kopassus 8. NY: Columbia Univ. Nama Pangkat/NRP Tmp/Tgl. A. Postur Pertahanan Negara.J. Sus Intelstrat : : : : : : : : : : : : : 1984 1985 1995 2001 2011 1986 1986 1988 1989 1990 1991 2003 2005 III. Ops. 3. Transform : a marked change in form.

adalah sejauh mana sistem pengembangan kepemimpinan. menyatakan ada dua tantangan masa depan yang perlu dijawab oleh pemimpin militer di manapun. Organisasi Militer dan Dunia yang Tanpa Batas. Soh & Ramaya. setiap saat waktu dibutuhkan. I Edisi Maret 2013 . (Kadispsiad) Organisasi TNI AD perlu melakukan berbagai perubahan mendasar terkait dengan sistem pengembangan kepemimpinannya. Mengingat manusia adalah bagian dari sistem sosial yang selalu berubah. gugur dalam tugas adalah suatu kehormatan. berbeda dari perusahaan sebagai perseroan terbatas yang memiliki kewajiban yang juga terbatas (limited liability).Psi. dikaitkan dengan proses transformasi menuju Angkatan Darat yang berbasis kemampuan. yang berasal dari konflik antara tuntutan institusional versus okupasional (Chan. konsep K 20 epemimpinan sebagai ilmu dan seni memengaruhi orang lain. yang diakibatkan dari dua fenomena. Berikut adalah pemikiran yang melatarbelakangi paradigma ini. Ngurah Sumitra. Oleh karena itu. Dimulai dari perumusan doktrin kepemimpinan yang tetap menjaga integritas nilai-nilai tradisional TNI AD namun dapat mengakomodir berbagai kecenderungan lingkungan strategis yang ada dan mantan prajurit Pasukan Khusus Amerika Serikat. atau sebaliknya mengorbankan jiwanya sendiri. dapat menghasilkan kader pimpinan yang efektif. Ini karena militer adalah satu-satunya profesi yang memberi kewenangan pada pimpinannya. 2012). dan perubahan yang diperlukan. Dengan demikian. adalah suatu topik yang tidak pernah habis dibahas sepanjang masa. namun pada saat yang sama tetap memegang teguh nilai-nilai kemiliteran yang telah diturunkan oleh para founding fathers Angkatan Darat. tidak mengherankan jika para pakar selalu tergugah untuk mempelajari kembali perilaku kepemimpinan efektif. Era globalisasi saat ini. untuk memerintahkan anggotanya membunuh orang lain. Pertama adalah tantangan organisasional. dan dibunuh orang lain. Yang kedua adalah tantangan di tingkat individu. Terkait kepemimpinan militer yang efektif. Menurut Selmeski (2007). profesor antropologi di Akademi Militer Kanada Volume 33 No. Suatu kajian dari Departemen Psikologi Kementerian Pertahanan Singapura tentang Kepemimpinan Militer di Abad ke-21. yaitu munculnya dunia yang tanpa batas dan perubahan bentuk organisasi militer dari organisasi modern ke organisasi post-modern. Inilah pengertian dari kewajiban tak terbatas yang hanya ada di dunia militer. dimana bagi seorang prajurit. tantangan utama dalam membahas kepemimpinan militer. yang mampu melaksanakan tugas-tugas di lingkungan strategis yang sedang mengalami perubahan intens. menyebabkan dunia seolaholah menjadi tak berbatas.Jurnal Yudhagama KEPEMIMPINAN MILITER DI ERA TRANSFORMASI ANGKATAN DARAT (Suatu tinjauan psikologi) Oleh : Brigjen TNI Drs. M. yang dapat menjawab tantangan perubahan di eranya. organisasi militer menuntut kewajiban yang tidak terbatas dari anggotanya (unlimited liability). TRANSFORMASI BUDAYA MILITER DI ABAD KE-21. menarik untuk membahas terlebih dahulu ciri khas profesi militer.

Hal ini menyebabkan. Soh & Ramaya. Perubahan konsep profesionalisme yang paling signifikan dipicu pemaknaan kesesuaian orang dan jabatan (job-person fit). PNS. I Edisi Maret 2013 21 . dan pengorbanan. fleksibilitas dan integrasi. sebagai suatu fungsi militer baru yang memberi akses pada komandan lapangan untuk berkoordinasi dengan pihak sipil seperti LSM dan media massa. tunjangan. seorang Doktor Psikologi Organisasi dari Angkatan Darat Australia yang meneliti dampak NCW terhadap perilaku organisasi. maka sekarang mereka seolah-olah dapat ikut terlibat dalam pertempuran di bagian dunia lain. tidak lagi semata-mata muncul karena jabatan dan struktur Volume 33 No. yang menuntut hak untuk ikut beraktivitas di daerah operasi militer (Rehse. dalam bukunya The Rise of Strategic Private. Fox News. Perluasan Ruang Sipil di Ranah Militer dalam Era Organisasi Post-Modern. Konsep militer sebagai profesi khusus yang berorientasi pada nilai-nilai institusional seperti tugas. Bentuk organisasi militer post-modern ini. bersifat multi fungsi. secara perlahan telah berubah menjadi konsep militer sebagai suatu pekerjaan yang sama seperti pekerjaan sipil lainnya yang berorientasi pada nilai-nilai okupasional seperti gaji. dan disalurkan ke rumahrumah di seluruh dunia melalui televisi kabel (Compton. Perubahan ini terjadi akibat adanya pergeseran sosial dari masyarakat era industri di abad 20 yang disebut modern. Mereka bukannya sibuk menghadapi pasukan Garda Republik Irak. tetapi justru harus menghadapi wartawan dan juru kamera CNN. baik dari sisi misi seperti OMP dan OMSP.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD organisasi militer tradisional yang kaku dan hirarkis yang cocok di era Perang Dunia II. Dengan munculnya tuntutan keterbukaan dan penghormatan pada HAM. etnik minoritas. ke era informasi abad ke-21 yang disebut postmodern. serta mitra kerja sipil (Chan. pengambil keputusan dan prajurit lapangan. Berubahnya Nilai-Nilai Institusional-Ideologis Menuju Kearah Okupasional. Al Jazeera dan China Central Television (CCTV). Jika sebelumnya para komandan masih merencanakan strategi bertempur dengan menggunakan simulasi bak pasir. yang awalnya diciptakan negara-negara Barat untuk menghadapi Uni Soviet. organisasi militer masa kini harus memiliki prajurit rendah yang memiliki kompetensi kemampuan berpikir strategis setara dengan perwira menengah. dari yang berorientasi pada ‘pekerjaan’. Soh & Ramaya. 2000). Selain tantangan di tingkat organisasional. telah berubah menjadi konsep organisasi tanpa batas. organisasi militer multilateral seperti NATO. seperti meningkatnya peran wanita. kemudian berupaya menyesuaikan diri dan merancang konsep CIMIC (Civil-Military Co-operation). peningkatan daya gempur. 2012). serta peningkatan kemampuan bertahan dan sinkronisasi diri (Alberts. dalam rangka menciptakan pemahaman situasional yang sama. Fenomena ini telah menghasilkan Network Centric Warfare (NCW). konsep organisasi militer modern yang berorientasi pada struktur dan budaya perang. Garstka. yang harus mampu bersaing diera yang menuntut kecepatan. 2012). kehormatan. dan kepuasan kerja (Chan. percepatan tempo operasi dan waktu komandan. maupun dari komposisi personel. bahkan tinggi. 2004). telah berubah menjadi organisasi yang berorientasi pada struktur dan budaya gabungan militer-sipil. Contoh konkret dari fenomena ini adalah situasi ironis yang dihadapi prajurit Amerika Serikat saat pertama kali menyerbu Irak. Konsekuensinya. & Stein. Menurut David Schmidtchen (2007). sejak berakhirnya Perang Dingin di tahun 1990 an. 2004). melalui tayangan live show yang ditampilkan di monitor komputer. besarnya tanggung jawab akibat meningkatnya tugas dan jabatan. organisasi militer sudah tidak dapat lagi beroperasi di suatu ruang hampa. suatu konsep operasi militer berbasis superioritas informasi yang dapat menghasilkan peningkatan daya tempur melalui interaksi jejaring sensor. menemukan bahwa keputusan yang diambil seorang prajurit lapangan terendah (Prada/ Private) dapat memberikan dampak strategis pada keberhasilan misi secara keseluruhan. Menghadapi kecenderungan ini. yang harus lebih banyak berinteraksi luas dengan masyarakat sipil. yang juga berimbas ke lingkungan militer. di tahun 1980an. menjadi ke ‘pekerja’-nya. yang saling berkompetisi untuk menayangkan berita menurut versi editorial masing-masing selama 24 jam sehari 7 hari seminggu (24/7). Ini berarti di era post-modern. lingkungan strategis yang dihadapi para pemimpin militer juga mengalami perubahan di tingkat individual. inovasi.

Hal ini menjadi penting mengingat konsep transformasi TNI AD adalah merujuk pada konsep pembangunan berbasis kemampuan dengan tujuan agar organisasi Angkatan Darat mampu berkompetisi dengan organisasi Angkatan Bersenjata negara lain. Bengkel Industri Struktur Organisasi. termasuk di lingkungan militernya. permasalahan utama yang terkait dengan transformasi Angkatan Darat di bidang pengembangan kepemimpinan adalah belum terumuskannya doktrin kepemimpinan yang paling sesuai untuk TNI AD di era masa depan. TANTANGAN TNI AD TERKAIT KOMPETENSI MILITER DI ERA ABAD KE-21. Stouffer & A. dapat disimak dari tabel 1. Produk. konsep kepemimpinan di TNI baru ada sekitar tahun 1953. Analisa Jabatan Jabatan. “A Professional Development Framework to Address Strategic Leadership in the Canadian Forces”. . Keterampilan Kualitas Pribadi. Dalam J. maka selanjutnya perlu dibahas kompetensi kepemimpinan militer yang dibutuhkan. Walker (2007). Perubahan Kompetensi. I Edisi Maret 2013 Menurut penulis. Jenderal Sayidiman dan kawankawan. Strategic Leadership Development: International Perspectives. dan kualitas kepribadian yang dituntut di suatu jabatan (Walker. Pengakuan Lebih banyak Transformasional Pejuang + Ahli Teknik + Akademisi + Diplomat (Diadaptasi dari R. Letnan Jenderal (Purn. 22 Volume 33 No. tetapi lebih ditentukan oleh seberapa ‘lengkap’ seseorang telah meningkatkan kompetensinya dengan cara membekali diri dengan kapasitas.W. hal. Berdasarkan pembahasan sebelumnya tentang perubahan lingkungan strategis yang dapat memberikan dampak pengaruh terhadap peran. 2007). Dari latar belakang inilah. Steve Jobs Matriks. MacIntyre (Eds. Uraian Jabatan Pekerjaan. Peran/Pangkat Lebih banyak Transaksional Pejuang + Ahli Teknik Berorientasi pekerja Post-modern Informasi/Pengetahuan Teori Y dan Z Hubungan Timbal-balik Bill Gates. fungsi dan keberadaan organisasi dan profesi militer di abad ke-21. yang didasari pada nilai-nilai budaya Indonesia. 31) yang tersedia di organisasi. Birokratis Otot: Ban Berjalan di Pabrik Pabrik. konsep kepemimpinan (leiderschap) dianggap sebagai kemampuan yang muncul sejak lahir (trait approach). keahlian.).Jurnal Yudhagama TABEL 1: KONTEKS KESESUAIAN ORANG DAN JABATAN Kesesuaian OrangJabatan Era Gelombang Peradaban Teori Kepemimpinan Icon Struktur Organisasi Stereotip Pekerja Lokasi Kerja Kerangka Kerja Proses Kerja Kekuatan Pemimpin Gaya Kepemimpinan Profesionalisme Militer Berorientasi pekerjaan Modern Industri Teori X Peran Atasan Dominan Henry Ford.) Sayidiman Suryohadiprojo (1996). Beberapa fakta transformasi profesionalisme militer dalam konteks kesesuaian orang dan jabatan. Ontario: Canadian Defence Academy Press. Jaringan Otak : Teknologi Tinggi (Hi-tech) Desainer Piranti Lunak Tujuan/Sasaran. dan bukan karena mendapat pendidikan tertentu. dan Indonesia sebagai jajahannya. Hal ini disebabkan karena sebelumnya. berhasil merumuskan konsep kepemimimpinan TNI yang disebut dengan 11 Azas Kepemimpinan TNI. Fred Taylor Hirarkis. Menurut salah satu founding fathers TNI. di kalangan psikologi Belanda/Eropa. sejak sejumlah perwira TNI kembali dari pendidikan militer di Amerika Serikat dan mempelajari konsep kepemimpinan militer yang di kalangan psikologi dikenal sebagai pendekatan ilmu perilaku (behavioristic approach).

suatu asosiasi lembaga pengembangan kepemimpinan militer dari berbagai Angkatan Bersenjata dunia. Selain itu. adalah kemampuan memimpin organisasi. serta terakhir membentuk Lembaga Pengembangan Psikologi di Dispsiad. Sedangkan yang kedua. 2007a. yang lebih jarang dibahas. seperti pernah disimpulkan di awal tahun 1980 an oleh tim Pokja Dispsiad yang dipimpin Brigjen (Purn) Soemarto. Yang pertama. Dispsiad sebagai satuan berbasis psikologi terapan. sehingga agar dapat dijadikan sebagai pedoman. Dispsiad juga telah menyelenggarakan berbagai program penilaian kompetensi jabatan para komandan satuan TNI AD. dijabarkan lagi menjadi indikator perilaku sesuai strata kepemimpinan strategis. Karena itu. adalah pembahasan tentang kemampuan memimpin manusianya atau leading the people. atau leading the institution. selama ini masih ada kerancuan dalam proses pengajaran materi kepemimpinan di tingkat Taruna. juga bermanfaat untuk mengacu pada konsep dari Lembaga Kepemimpinan Angkatan Bersenjata Kanada (CFLI. Sebagai contoh. Dalam hal ini. perlu dirumuskan lebih lanjut agar tidak rancu. operasional dan taktis. operasional dan taktis. yang membagi kepemimpinan militer menjadi dua kompetensi.. telah melakukan berbagai upaya praktis untuk mengembangkan kepemimpinan militer di lingkungan TNI AD. Selanjutnya. yang memang merupakan kajian kepemimpinan pada umumnya. Selapa dan Seskoad tentang perbedaan esensi pengajaran 11 Azas Kepemimpinan dimasing-masing tingkatan ini. perubahan mendasar yang perlu dilakukan adalah merumuskan kembali doktrin kepemimpinan TNI AD yang dapat mengakomodir paradigma kepemimpinan militer modern. yang dianggap justru sangat dibutuhkan saat ini. akan dibahas beberapa kompetensi Volume 33 No. perilaku (behavior) dan nilai (values). dengan indikator perilaku yang berbeda untuk masing-masing gaya kepemimpinan di tingkat strategis. saat diperintahkan untuk mengkaji 11 Azas Kepemimpinan TNI dari disiplin ilmu psikologi oleh KASAD Jenderal Rudini: Konsep ini adalah gabungan dari sifat bawaan (trait). TNI AD dapat mengacu pada TNI AU yang telah berhasil menulis buku kepemimpinan militer Angkatan Udara yang mencakup berbagai konsep kepemimpinan masa kini (Mabesau. 2012). termasuk pengembangannya di berbagai strata berbeda di organisasi TNI AD.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Kenyataannya. Selain itu. I Edisi Maret 2013 23 . Upaya-upaya tersebut antara lain adalah di tahun 2007. yang antara lain bertujuan untuk mengukur dan mengembangkan kompetensi kepemimpinan mereka. Dipl Psych. Kedepan. yang dirancang sesuai kompetensi perilaku yang terukur. pada gilirannya menimbulkan kesulitan pada pihak-pihak yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk melahirkan kader-kader pimpinan TNI AD yang kompeten. Ketiadaan doktrin kepemimpinan yang mutakhir. Kemudian kedua kompetensi ini. 2007b). menjadi anggota International Military Leadership Association (IMLA).

dibawah pimpinan komandan negara lain. hal yang cukup krusial dan kritis adalah perubahan dalam nilai-nilai keprajuritan terkait persepsi tentang profesi militer yang lebih dikaitkan dengan nilai-nilai pekerjaan seperti gaji. Hal ini menuntut adanya kemampuan untuk melaksanakan operasi secara terpadu dengan negara lain (global interoperability). Kepemimpinan Militer Tradisional. regional maupun global. kecenderungan ini menuntut adanya kompetensi kepemimpinan global (global leadership) di kalangan perwira TNI AD. Di tingkat organisasi. ASEAN. Meningkatnya penggunaan teknologi tinggi oleh militer. tidak tertutup kemungkinan. dengan membangun secara terus menerus visi. ataupun standard lainnya). sehingga fungsi organisasi dan prosedur kerja militer yang berlaku di mitra kerja internasional. Di tingkat organisasi. Selain itu. perlu dirumuskan kembali indikator perilaku dari konsep kepemimpinan semacam 11 Azas Kepemimpinan. sistem nilai. terutama sebagai tentara pejuang yang diakui mampu menghasilkan militansi yang dapat menggetarkan pasukan militer negara lain. dan sasaran secara bersama (shared). 2004). Diantara sejumlah tantangan akibat transformasi budaya organisasi dan kemiliteran dewasa ini. karena memang selama ini doktrin TNI AD juga demikian dan tidak terlalu berorientasi pada penugasan yang bersifat internasional.Jurnal Yudhagama yang dianggap dapat menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks diera abad ke-21 saat ini. misi. dapat menjadi fasilitator yang mampu mengintegrasikan organisasi secara keseluruhan. TNI AD perlu merumuskan doktrin kepemimpinan yang dapat tetap menjaga nilai-nilai keprajuritan yang selama ini menjadi kekuatan ideologis dan jati diri profesionalisme TNI AD. yang mampu “menjaga” profesionalisme militer sebagai ideologi (profesional ideology). PBB. I Edisi Maret 2013 . baik dari sisi doktrin. pimpinan militer masa depan harus mampu menjadi pengarah (steward). penyelenggaraan latihan militer bersama. sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. kecuali di sebagian strata yang bersifat strategis. Ini berarti. untuk melaksanakan tugas dan wewenang yang telah menjadi tanggung jawabnya Kemampuan Penggunaan Teknologi Tinggi. serta berinteraksi dan menjalin kerjasama dengan organisasi militer negara sahabat. yang bersangkutan dapat juga digunakan oleh satuan-satuan militer internasional. mereka harus mampu memimpin prajurit dari negara atau budaya lain. Hal ini mengingat bahwa organisasi militer modern seperti Angkatan Darat Amerika Serikat pun juga memiliki kerangka kompetensi kepemimpinan yang disebut dengan “BeKnow-Do”. Di tingkat individu. terutama dalam peperangan berbasis NCW. seperti misalnya dalam penugasan di bawah bendera PBB. satuan-satuan militer TNI AD harus mampu beroperasi di dunia yang tanpa batas. Dengan demikian. sistem dan prosedur serta aturan. Shinseki & Cavanagh. untuk tingkat organisasi. sehingga pemimpin TNI AD di setiap strata. dapat lebih mudah dipahami dan dioperasionalkan ketika satuan TNI AD mendapatkan tugas di lingkungan militer global. seperti misalnya melalui pelibatan di misi pemeliharaan perdamaian PBB. Sedangkan di tingkat individu. memungkinkan penerapan operasi nonfisik dengan 24 Volume 33 No. Dalam hal ini sesuai doktrin kepemimpinan Angkatan Bersenjata Kanada. pada saat ideologi manajerialisme dan kewirausahaan menjadi dominan dalam pengelolaan organisasi masa kini (CFLI. baik di tingkat bilateral. hal ini menjadi tantangan tersendiri karena sistem pengembangan kepemimpinan TNI AD saat ini masih cenderung melahirkan perwira yang berorientasi kedalam (inward looking). tunjangan dan kepuasan kerja. dimana Be adalah domain sistem nilai yang dirumuskan dari nilai-nilai kepemimpinan tradisional yang dianggap tidak boleh berubah sepanjang masa (Hesselbein. berdasarkan suatu kesepakatan internasional (NATO. ataupun penanganan bencana. Kemampuan Operasional Terpadu Secara Global (Global Interoperability). 2007a).

berbagai kecenderungan ini menuntut kesiapan infrakstruktur. Di tingkat individu. Seperti terlihat pada Tabel Konteks Kesesuaian Orang dan Jabatan. taktik. Sebaliknya. yang tidak sesuai lagi dengan realitas perang modern yang melibatkan Youtube. di lingkungan TNI AD program pengembangan kepemimpinan secara terstruktur barulah bersifat massal. Ciri-ciri perilaku kepemimpinan yang melayani adalah (1) mendahulukan orang lain/organisasi di atas kepentingan pribadi. Sedangkan yang bersifat individual. program seperti ini perlu dijadikan sebagai program tetap. Untuk itu. pemimpin militer harus mampu menerapkan kepemimpinan digital (e-leadership). maka kepemimpinan militer TNI AD di abad ke-21 perlu mencakup unsur-unsur yang relevan dari kepemimpinan global. Didasari perubahan yang berlangsung di lingkungan strategis abad ini. tingkah laku. mau tidak mau akan menuntut perubahan secara total doktrin. alat angkut personel Marder. Dengan semakin meningkatnya ruang partisipasi sipil dioperasi militer. atau suatu kompetensi yang dapat menghasilkan perubahan sosial dalam sikap. melalui pengajaran di kelas. perlu dilakukan berbagai pelatihan dan program pengembangan kepemimpinan secara individual. kamera HP dan blog internet (Mitchell. Untuk jangka panjang. adanya tuntutan akan kesetaraan jender dan rekrutmen minoritas. Sampai saat ini.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD ke Youtube dan menjadi kasus pelanggaran HAM yang mendunia (Patnistik. serta proses transformasi yang dihadapi oleh TNI AD. Termasuk di dalamnya adalah penggunaan Alutsista canggih dengan bom-bom pintar (smart bombs) dan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle) yang dianggap dapat mengurangi korban warga sipil nonkombatan. satelit. dengan hasil yang cukup menjanjikan. organisasi militer saat ini tidak mungkin lagi menjadi tertutup. sehingga mereka menjadi satu kesatuan (Humphreys. dan (4) merangkul bawahan. 2012). mulai tidak relevan. penggunaan teori X dalam ilmu kepemimpinan yang lebih mengedepankan dominasi. 2011). tank Leopard. sebagai bagian dari perang dunia maya (cyber warfare) (Brenner. 2009). maupun piranti lunak terkait. Di tingkat individu. 2003: 54). baru dilakukan uji coba pengembangan kompetensi kepemimpinan para Danki di Kodam Jaya dan Kodam III/ Siliwangi. baik piranti keras. strategi. Kepemimpinan yang Melayani (Servant Leadership). terutama dihadapkan dengan tuntutan kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan organisasi sipil untuk pencapaian kepentingan militer. Sebagai contoh. kelompok serta organisasi. teori Y dan Z. melalui fasilitator dari Dispsiad. serta berbagai buku petunjuk yang terkait dengan penggunaan Alutsista canggih tersebut (Sasongko. I Edisi Maret 2013 25 pengendalian jarak jauh langsung ke sasaran tempur lawan. Hal ini menjadi lebih penting lagi terkait dengan fenomena Strategic Private yang telah dibahas sebelumnya. Dengan Kepemimpinan MiIliter Tradisional sebagai pusat. sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung pada jati diri TNI AD. serta meriam Caesar. 2008). mengingat pengorganisasian personel dan pengelolaannya dikebanyakan organisasi militer masih bertumpu pada konsep perang era Napoleon abad ke-19. emosi. karena videonya yang direkam melalui kamera telepon seluler diunggah . Hal ini telah dirasakan sendiri oleh pihak TNI AD. Di tingkat organisasi. melalui proses penerapan teknologi informasi tingkat tinggi (Avolio & Kahai. 2005: 1414). helikopter Apache. (2) menyimak aktif dalam rangka memahami orang lain. serta keterlibatan PNS sebagai mitra kerja dan komplemen dari personel militer. sehingga para perwira TNI AD mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan doktrin kepemimpinannya. penggunaan teknologi informasi di kalangan intelijen. maka selanjutnya dapat dilihat ilustrasi di Gambar 1: Kepemimpinan Militer TNI AD Abad ke21. serta penggunaan stasiun antariksa. semakin menjadi tuntutan di organisasi militer. pemikiran. (3) membangkitkan kepercayaan pada bawahan. dan unjuk kinerja individu. kepemimpinan yang melayani dan kepemimpinan digital. pemikir militer sudah mulai mengakomodir konsep “Kepemimpinan Yang Melayani” (Farmer 2011). Volume 33 No. yang pengadaannya baru dilakukan TNI AD. ketika prajuritnya terpaksa diadili atas tuduhan melakukan penyiksaan terhadap anggota OPM. serta teknologi informasi lainnya. yang dapat mencakup upaya menjalin komunikasi sosial yang efektif dan melayani kebutuhan masyarakat luas. yang lebih mengutamakan hubungan timbal balik.

Garstka. Placing the “E” in E-Leadership: Minor Tweak or Fundamental Change. S. Washington: Command and Control Research Program. The Future of Leadership Development. Servant leadership attributes in senior military officers: A qualitative study examining demographic factors. (2003). Leadership in the Canadian Forces: Leading people. Hesselbein. & Cavanagh. Shinseki. E.Jurnal Yudhagama GAMBAR 1: KEPEMIMPINAN MILITER TNI AD ABAD KE-21. & Ramaya.E. Brazil. D. serta proses transformasi TNI AD yang mengacu pada konsep pembangunan berbasis kemampuan. Alberts.S. J. (2000). Shocked and Awed: The Convergence of Military and Media Discourse. Dalam S. Dari pembahasan yang telah dilakukan. & Stein. Canadian Forces Leadership Institute/CFLI (2007a). Makalah yang dipaparkan di konferensi International Association for Media and Communication Research. 1410- 26 Volume 33 No. Soh. (2005). doktrin tersebut kemudian perlu dijabarkan menjadi berbagai pedoman yang dapat mengarahkan program-program pengembangan kompetensi kepemimpinan yang relevan. hal.. 43(10). Kingston: Canadian Defence Academy Press. Network Centric Warfare: Developing and leveraging information superiority.H. J. (2004). & Kahai. Contextual Implications for Transformational and Servant Leadership: A historical investigation. R. Proquest: UMI Dissertation Publishing. Management Decision. J. Murphy & Riggio (Eds. Kingston: Canadian Defence Academy Press. 2004. Chan. Singapore: Cengage.J. R.P. 2nd edition. maka dapat disimpulkan bahwa organisasi TNI AD perlu melakukan berbagai perubahan mendasar terkait dengan sistem pengembangan kepemimpinannya. San Fransisco: JosseyBass. (2012). S.). Military Leadership in the 21st Century: Science and Practice (2012). Porto Alegre.R. K-y. 25-30 Juli. Humphreys. Leadership in the Canadian Forces: Leading the institution. (2004). Farmer. DAFTAR PUSTAKA. New Jersey: Lawrence Erlbaum. B.. Cambridge. KEPEMIMPINAN GLOBAL KEPEMIMPINAN MILITER KEPEMIMPINAN MELAYANI (Servant Leadership) (Global Leadership) TRADISIONAL KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN MILITER ABAD 21 “DIGITAL” (e-Leadership) PENUTUP. F..W. terkait dengan perubahan lingkungan strategis yang berpengaruh terhadap dunia militer. Dimulai dari perumusan doktrin kepemimpinan yang tetap menjaga integritas nilai-nilai tradisional TNI AD namun dapat mengakomodir berbagai kecenderungan lingkungan strategis yang ada. Canadian Forces Leadership Institute/CFLI (2007b). S. I Edisi Maret 2013 . F. (2011). 49-70. Compton. Avolio. Be Know Do: Leadership the Army way. Adapted from the official Army leadership manual..

A. B. Rehse. Suskat Manajemen Modern : 1984 : 1990 : 1999 : 2007 IV. com. Military cross-cultural competence: Core concepts and individual development. Kingston: Royal Military College of Canada. Kingston : Canadian Defence Academy Press. Riwayat Penugasan. (2004). The Rise of Strategic Private: Technology. Definitions and Practice. Control and Change in a Network Enabled Military. P. Brigjen TNI Denpasar/27-01-1959 Hindu Kawin Sepawamil/1984 Kadispsiad II. 1 Suspa Ajen 2. Schmidtchen. 1. 3. A. Riwayat Jabatan. Cyber Threats: The Emerging Fault Lines of the Nation State. Kepemimpinan ABRI dalam sejarah dan perjuangannya. Dalam LtCol. Kaurah Sisel Subdispsiper Dispsiad 4. 10(4). The Canadian Army Journal.). Pgs. Sekretaris Dispsiad 16.com 14 Januari 2011. Tank Baru TNI AD: Punya alutsista baru. Dikbangspes. Ps. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan III. 5. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. Operasi Seroja Tim-Tim B. Sasongko. 3. 2.W. Kasubdispsiops Dispsiad 15. AS pantau peradilan TNI soal kasus Papua. 1. (2012). MacIntyre (Eds. 1. Selmeski. (2011).Media Informasi dan Komunikasi TNI AD 1431. I Edisi Maret 2013 27 . Pa Testor Lalek/Klas Dispsiad 2. Oxford University Press. Kepemimpinan TNI Angkatan Udara. P. (1996). 2. Data Pokok. 1.. Kompas. M. (2009). Singapura Belanda Swiss & Jerman Malaysia : : : : 1991 2008 2010 2012 : 1995 : : : : : : : Drs. “A Professional Development Framework to Address Strategic Leadership in the Canadian Forces”. Luar Negeri. Kaurmin Subdispsiops Dispsiad 5. Pamen Akmil 10. Hamburg: Institute for Peace Research and Security Policy. Mabesau (2012). Kaurdik Siklas Subdispsipers Dispsiad 6. (2007). (2008). Kasisel Subdispsipers Dispsiad 8. Kapsi Akmil 9. Patnistik. 2. 122-123. 6 November 2012. 4. Sayidiman Suryohadiprojo. Paursus Siklas Subdispsipers Dispsiad 3. B. 6. CIMIC: Concepts. Mitchell. Dikbangum. 4. J. 4. Ngurah Sumitra. Jakarta: Mabesau. Sussar Para 4. S. Brenner. Kabagrengar Setdispsiad 12. Solopos. Jakarta: Intermasa. Nama Pangkat Tempat/Tgl. Canberra: Land Warfare Studies Centre Publication. Susjurpa Minu 3. doktrin pertahanan perlu disesuaikan. Kasubdispsiklinik Dispsiad 13. Ps. A. 3. Kadispsiad Volume 33 No. Strategic Leadership Development: International Perspectives. Dalam Negeri. (2007). 7. Kasubdispsiklinik Dispsiad 14.R. Walker. Control. (2007). Kabag Anev Subdispsiteknomil Dispsiad 11. D. R. Stouffer & A. Kasisel Subdispsipers Dispsiad 7. Riwayat Pendidikan Militer.Psi. E. 21-65. 1. Sepawamil Sekalihpa Suslapa I Suslapa II Seskoad : : : : : 1984 1992 1993 1994 1999 B. 5. hal. Book Review on The Rise of the Strategic Private: Technology. and Change in a Network Enabled Military.

Salah satu yang terpenting dalam diskusi ini adalah TNI dan lebih khusus lagi TNI AD harus mengkaji ulang doktrin perang rakyat dengan cara gerilya dan menggantinya dengan doktrin yang lebih tepat untuk menggambarkan peperangan dimasa mendatang. alam Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008. Karena dalam teknologi militer terletak kapabilitas militer. Nasution dalam Pokok-Pokok Perang Gerilya D PENDAHULUAN. dan tidak mampu mengalahkan musuh. Oleh : Kolonel Inf Joko P. salah satu yang terpenting adalah doktrin. Kini tampak upaya yang dilakukan oleh pimpinan TNI-AD dalam mengarahkan tujuan ini yaitu seperti baru-baru ini diberitakan tentang pengadaan sistem senjata modern seperti Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4. latihan dan sebagainya.Sc. . Ukuran standar penangkalan dalam hal ini berada di atas kekuatan pokok minimum yang mempunyai kemampuan menjaga NKRI serta disegani minimal pada lingkup regional. sejak Perpres Nomor 41 tentang Kebijakan Umum Volume 33 No. Putranto. Tulisan ini akan fokus pada perlunya TNI AD mengembangkan doktrin baru untuk mengakomodasi masuknya sistem senjata berteknologi modern agar dapat mendukung penggunaan kapasitas yang dimilikinya dalam kondisi modern dimasa mendatang. untuk mencapai tingkat yang dapat menimbulkan efek gentar (deterrence effect).1 Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) adalah suatu standard kekuatan pokok dan minimum TNI yang mutlak disiapkan sebagai prasyarat utama serta mendasar bagi terlaksananya secara efektif tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi ancaman aktual. dan doktrin akan menentukan bagaimana menggunakan kapasitas tersebut. M. struktur organisasi (force structure).Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI DOKTRIN TNI AD Pertahanan Negara ditetapkan. (Sespri Kasum TNI) .2 Untuk mencapai hal tersebut memerlukan waktu 14 tahun. Apakah hal ini dapat dimaknai sebagai transformasi TNI-AD dalam persiapan menghadapi tantangan dimasa mendatang? Tulisan di bawah ini akan menunjukkan bahwa transformasi belum terjadi apabila tidak menyangkut hal dasar. Dengan kata lain apabila mengandalkan modernisasi military hardware semata. Musuh hanya bisa dikalahkan hanya dengan ofensif oleh unit-unit tentara reguler. Multiple Launch Rocket System (MLRS) Altros II yang berjangkauan 85 kilometer. . I Edisi Maret 2013 28 . pada hakekatnya perang gerilya adalah sama dengan bertahan. pendidikan. Untuk mencapai maksud tersebut akan diuraikan transformasi doktrin People’s Liberation Army (PLA)3 dari gerilya menuju PLA yang modern yang diproyeksikan mampu bertempur dengan menggunakan teknologi tinggi dalam kondisi modern dimasa depan. TNI akan dikembangkan secara profesional untuk mencapai tingkat kekuatan yang mencapai standar penangkalan (deterrence). Terdapat hubungan kausal antara teknologi military hardware dan doktrin yang menuntun sistem senjata tersebut digunakan (behavioural doctrinal software). melengkapi helikopter sejenis yaitu Mi-35 buatan Russia yang sudah terlebih dulu ada. dari mulai tahun 2010 hingga 2024.H. maka diperlukan waktu hingga beberapa dekade mendatang setelah MEF tercapai terlebih dulu. Meriam 155 mm Caesar dan sebagainya dalam jajaran TNI AD termasuk sedang mengupayakan helikopter serang Boeing AH-64 Apache. Introduksi sistem senjata dengan teknologi canggih dalam tubuh TNI-AD tentu akan berdampak (spin off) pada banyak sektor antara lain doktrin. Jenderal A.

Dalam dokumen Panduan Militer Strategis (Junshi zhanlue fanghzen) digambarkan bahwa dulunya kemungkinan China akan diinvasi oleh negara seperti Uni Soviet atau AS. Ellis Joffe dalam The Chinese Army after Mao menggambarkan bagaimana dulunya Partai Komunis China.5 Karena Uni Soviet telah colaps. ketika Jenderal Su Yu. Ada dua pandangan yang berbeda dalam memaknai modernisasi.6 Kemudian PLA membuat perubahan besar dalam konsep deterrence dimana PLA dikembangkan untuk mempunyai kemampuan menahan musuh agar tidak sampai masuk wilayah darat China. Pada Volume 33 No. antara PLA dan rakyat akan melakukan perang gerilya.4 Oleh sebab itu PLA harus siap menghadapi kenyataan ini. kini PLA lebih fokus kepada upaya penyatuan Taiwan dan menghadapi aneka kontijensi dalam bentuk perang terbatas. dan yang paling mungkin datang melalui darat oleh Uni Soviet. Hal ini diinspirasi oleh pengalaman gerilya dimasa pendudukan Jepang. perang elektronik dan perang rudal. I Edisi Maret 2013 29 .Media Informasi dan Komunikasi TNI AD TRANSFORMASI PLA DARI GERILYA MENUJU MILITER MODERN. pemegang kekuasaan tertinggi termasuk kontrol terhadap militer.”Mao juga mengisyaratkan untuk meninggalkan ajaran yang sudah usang dan diganti dengan yang baru sebagai respon terhadap perubahan kondisi obyektif.7 Dampak Perang Teluk dan colaps-nya Uni Soviet. amat mungkin melibatkan pihak ketiga yaitu super power Amerika Serikat. lembaga militer tinggi dalam struktur politik China. Sedangkan pandangan yang lain menginginkan perlunya formula yang sama sekali baru sebab kalau tidak maka modernisasi tidak lebih dianggap sebagai penggantian senjata lama menjadi baru. Pada waktu itu. pendek kata. perlengkapan dan latihan. memperkenalkan istilah “perang rakyat dalam kondisi modern” (xiandai jubu zhanzheng tioaojian xia de renmin zhanzheng). serta perkiraan strategis masa depan yang selalu dikaji secara periodik telah mendorong China untuk melakukan transformasi dalam tubuh militernya. pimpinan militer China masih berpikir bahwa perang dimasa mendatang apabila melawan agresor yang menginvasi China masih mungkin menggunakan strategi perang rakyat. melanjutkan upaya modernisasi yang melibatkan setiap unsur dalam organisasi militer dari doktrin sampai senjata. Namun. apalagi konsep people’s war awalnya untuk merespon invasi. China juga mengantisipasi invasi yang akhirnya melakukan perang berlarut di wilayah China. amat memegang teguh prinsipprinsip perang gerilya Mao sebagai panduan strategis pengembangan militernya. atau baik Soviet maupun AS akan melakukan perang nuklir dan China akan terkena dampaknya (collateral damage). lokal. Pimpinan PLA juga selalu menolak pemikiran yang tidak sejalan dengan Mao. sebagian para perwira pada waktu itu menyadari perlunya modernisasi asalkan tidak merubah apapun doktrin perang rakyat warisan Mao. Jiang Zemin (1989-2002) mengakui bahwa peperangan dimasa depan adalah perang multidimensi. perubahan belum terjadi hingga pada tahun 1979. Keberhasilan pasukan koalisi pimpinan AS dalam Perang Teluk 1991 juga amat menginspirasi pimpinan China untuk mempercepat modernisasi militernya. senjata yang dimiliki rendah teknologi. dalam kondisi modern komentator militer pada waktu itupun masih bersikeras bahwa teori dan metodologi Mao dalam perang masih dianggap relevan. dengan demikian tidak perlu lagi menjalankan perang rakyat dalam bentuk gerilya. dan akhirnya mampu bangkit melawan tentara pendudukan Jepang.11 Setelah Mao wafat pada 1976. Penerus Deng. tentara dapat bertahan karena dukungan rakyat. meskipun Mao sendiri yang mengatakan hal tersebut. pimpinan PLA selalu menekankan bahwa generasi muda militer harus menjaga dan mengamankan pemikiran Mao tentang perang rakyat sama seperti doktrin agama. PLA menginginkan peningkatan kemampuan tempur yang mampu untuk mempertahankan China dalam perang konvensional modern.10 Para pimpinan militer memerhatikan dengan seksama bagaimana implementasi perang rakyat dalam kondisi modern karena jelas harus ada pengembangan aturan untuk mengoperasikan strategi tersebut.8 Dari doktrin perang rakyat dengan strategi gerilya menjadi doktrin active defense (jiji fangyu). Kini mereka menyadari bahwa doktrin perang rakyat tersebut sudah tidak mampu lagi mengikuti langkah perubahan besar seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dalam hal strategi militer. PLA pada akhirnya juga menyadari bahwa doktrin operasional perang rakyat tidak akan mampu merespon situasi ini. pada waktu itu Mao sendiri mengatakan bahwa dasar-dasar perang gerilya harus dikembangkan sejalan dengan “kondisi aktual dalam peperangan masa depan. Deng Xiapoing memulai modernisasi dengan mentrasformasikan PLA menjadi kekuatan tempur modern. dimana tentara yang bergerilya harus bertahan tanpa dukungan logistik yang memadai. apapun yang dikatakan dan ditulis oleh Mao dianggap benar.9 Sebetulnya dalam doktrin perang rakyat ajaran Mao telah mengalami revisi sejak tahun 1958. pimpinan Central Military Commission (CMC). seperti Jiang Zemin. Pimpinan China pasca Deng Xiaoping (1982-1987). sistem senjata. Pada mulanya dalam mempelajari ajaran Mao tentang perang rakyat.

Nasution untuk diingat yaitu bahwa perang gerilya tidak bisa secara sendiri membawa kemenangan terakhir.17 Namun kini.12 Inilah yang disebut sebagai perang rakyat yang berlarut (protracted). baik Mao maupun Jenderal Nasution sudah menyadari bahwa perang rakyat dengan strategi gerilya hanya bisa bersifat temporer yang memang pada waktu itu sesuai. Sebetulnya hal ini tampak sebagai ironi.16 Lalu bagaimana apabila perwira TNI masa kini masih menginginkan bahwa doktrin gerilya masih ingin 30 Volume 33 No. perang gerilya hanyalah untuk memeras darah musuh. termasuk hukum perang internasional. Gerilya memang strategi yang hebat. sehingga gerilya masih dipandang sebagai solusi murah untuk menutup kelemahan tersebut. Sejak awal. Hal ini adalah konsekwensi Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan telah meratifikasi aneka hukum internasional. Tetapi meski Indonesia pernah sukses mengusir penjajah dengan. Hanya menggempur atau menghancurkan musuh. Kemenangan terakhir hanyalah dapat dengan tentara yang teratur dalam perang yang biasa karena hanya dengan tentara demikianlah yang dapat melakukan ofensif yang dapat menaklukkan musuh. Musuh hanya bisa dikalahkan hanya dengan ofensif oleh unit-unit tentara reguler. Namun keduanya mempunyai visi peperangan di masa mendatang yang sama yaitu keduanya menginginkan generasi mendatang untuk mengembangkan peperangan dalam kondisi dimasa mendatang. Doktrin militer tentu tidak bisa disamakan seperti ajaran agama yang tidak bisa dirubah. Di China sendiri terjadi perdebatan antara menghormati doktrin warisan pendahulu yang terbukti sukses dihadapkan dengan situasi modern yang sama sekali sudah berbeda dalam banyak hal. situasi dalam TNI juga demikian.18 . Secara gradual perlawanan menjadi membesar dan mengubah balance of power (perimbangan kekuatan). Dari gambaran situasi antara China dan Indonesia dapat diambil pelajaran yang berharga tentang bagaimana posisi doktrin perang warisan pendahulu ditempatkan. antara rakyat dan tentara tidak bisa dibedakan. karena para pendahulu yang juga merupakan pelaku perang gerilyapun menyiratkan untuk tetap mengembangkan satuan reguler [baca: konvensional]. Kini doktrin perang rakyat sudah ditinggalkan dan PLA memperkenalkan doktrin yang lebih diterima di era kini yaitu menyiapkan diri untuk perang yang cepat untuk mencapai hasil cepat (fight a quick battle to force a quick resolution).13 sehingga dengan doktrin ini rakyat tidak ikut menderita atau jadi korban dari peperangan itu sendiri. dan tidak mampu mengalahkan musuh. ada baiknya pokok-pokok gerilya yang pernah ditulis oleh Jendral A. Ini digunakan untuk menutupi kelemahan dalam hal persenjataan guna menghadapi musuh. Status sebagai tentara konvensional yang harus taat kepada hukum perang internasional pada saat perang dengan sendirinya telah menegaskan status konvensional yang inherent kepada TNI.H. perang dengan mengandalkan peran aktif rakyat sebagai kompensasi lemahnya sistem senjata yang dimiliki diyakini masih valid.15 Lebih lanjut lagi. Situasi di Indonesia memang mempunyai banyak kemiripan dengan China pada waktu dipimpin Mao Zedong. Meluasnya perlawanan yang didukung seluruh rakyat ini adalah kunci untuk sukses. yang secara berangsur-angsur bergerak dari daerah pedalaman ke kota dengan menggunakan taktik gerilya. Jenderal Nasution mengatakan bahwa gerilya bukan berarti bertempur asal berani-beranian dan sesuka hatinya saja. Rakyat semua bangkit mengangkat senjata dan ikut berjuang dengan tentara reguler maka kombinasi antara semangat untuk merdeka dan strategi gerilya diyakini sebagai key ingredient untuk menang perang adalah benar. seperti yang juga dikatakan oleh Letjen Suryo Prabowo. salah satunya strategi gerilya.14 Keampuhan perang gerilya memang tidak diragukan apalagi gerilya dilakukan dalam konteks perang kemerdekaan. Namun pada hakekatnya perang gerilya adalah sama dengan bertahan. perang revolusi atau perang pembebasan (war of liberation) dari belenggu penjajahan. Meski Indonesia tidak bisa disamakan dengan China. Jika perwira PLA pada awalnya amat sulit untuk meninggalkan dokrin perang rakyat warisan Mao. dapat mengikat dan melemahkan musuh yang berpuluh-puluh kali kekuatannya. ANALISA DAN DISKUSI. Meskipun TNI awalnya merupakan kelompok-kelompok gerilya yang berjuang bersamasama dengan rakyat mengusir penjajah. Mao mengembangkan kekuatan antara rakyat dan tentara. mereka tidak menginginkan bahwa perang gerilya tetap dipertahankan dalam kondisi modern era dimasa depan. masih banyak pandangan yang meyakini bahwa perang rakyat. namun apa yang dilakukan oleh PLA tentunya bisa menjadi inspirasi dalam melakukan perubahan doktrin dalam tubuh TNI. Tampak jelas antara Nasution dan Mao sebagai visioner ulung.Jurnal Yudhagama waktu itu tentara berperang menjadi satu diantara penduduk. I Edisi Maret 2013 dilestarikan dikarenakan masih adanya kelemahan dalam kualitas sistem persenjataan yang ada. namun gerilya dimasa mendatang sudah tidak bisa lagi dilakukan oleh militer konvensional seperti TNI. bahwa efektivitas perang gerilya sudah berakhir. tentara imperial Jepang yang powerful. seperti apa yang dikatakan oleh Mao bahwa antara rakyat dan tentara bagaikan ikan dan air yang tidak dapat dipisahkan.

I Edisi Maret 2013 31 . Kesemuanya adalah kunci PLA mentransformasikan dirinya menjadi militer modern yang kelak amat mungkin menyandang sebutan superpower. angkatan udara. mampu melaksanakan operasi gabungan. Sebagai negara terbesar di wilayah Asia Tenggara adalah wajar apabila tujuan pembangunan kekuatan TNI yaitu mencapai dampak deterrence minimal di wilayah regional seperti diisyaratkan dalam Buku Putih Pertahanan 2008. Dalam upaya transformasi dan modernisasi military hardware yang dilakukan oleh TNI AD. dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mendukung penyelenggaraan tugas pokok TNI di seluruh wilayah nasional. and Conventional Capabilities. dalam China’s Growing Military Power: Perspectives on Security. mobilitas tinggi. Perang Rakyat dibawah Kondisi Modern (1979-1985). China’s Growing Military Power and Its Significance for Japan’s National Security. Jakarta. Dengan cara demikian maka upaya modernisasi untuk memperoleh dampak deterrence di wilayah regional akan tercapai sesuai rencana strategis yang sudah ditetapkan. perlu dibarengi dengan transformasi software yaitu doktrin. Lihat Hideaki Kaneda. struktur organisasi yang efisien. dialokasikan dana. angkatan laut. 3. Dephan RI. latihan yang keras. meskipun menggunakan nama “army” terdiri dari lima cabang angkatan yaitu angkatan darat. People’s Liberation Army (PLA). disiplin tinggi. TNI-AD perlu mentransformasikan dirinya dari tentara rakyat yang bergerilya untuk merebut kemerdekaan menjadi tentara konvensional modern yang mampu menjaga kemerdekaan yang pernah diraih oleh para pendahulu tanpa harus lagi melakukan gerilya yang melibatkan rakyat nonkombatan yang jelas tidak sesuai dengan status militer konvensional yang ditegaskan dalam undang-undang. Perang Terbatas (1985-1991). Oleh sebab itu transformasi TNI untuk menjadi militer modern. KESIMPULAN. meski dengan tujuan akhir yang berbeda. dilengkapi. halaman 65. 4. 1. dan Cadangan. mampu dideploy dengan cepat. A View from Tokyo. dan Perang Terbatas dibawah Kondisi Teknologi Modern (1991-2004). Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008. Hal ini dikarenakan adanya introduksi konsep self-determination dalam hukum internasional didalam kurun waktu tidak lama setelah Perang Dunia II usai. Ballistic Missiles. kodal mumpuni (“total battlefield awareness”). memang suatu keharusan yang harus dilakukan oleh generasi TNI masa kini. lepas dari bayangan doktrin gerilya masa lalu. Dengan kata lain modernisasi membutuhkan profesionalisme yang pada gilirannya memerlukan banyak kemampuan yang dapat diklasifikasikan sebagai software yaitu kekuatan yang terlatih dan terdidik dengan baik. dan banyak pertimbangan lainnya didasarkan atas doktrin operasional militer. Di sini terlihat bahwa “software” berupa doktrin amat ditekankan daripada “hardware. Evolusi tahap akhir yang ingin mereka capai hingga kini adalah PLA mampu berperang dalam “perang terbatas dibawah kondisi informasi dan teknologi tinggi. Dalam contoh PLA.”20 Telah menunjukkan bahwa PLA mampu melepaskan bayangan doktrin perang rakyat warisan Mao.” Pelajaran dari peperangan di seluruh dunia telah dipelajari. 2. Prioritas MEF selanjutnya adalah pada peningkatan kemampuan satuan tempur khususnya pasukan pemukul reaksi cepat (striking force) baik satuan di tingkat pusat maupun satuan di wilayah. Korps Artileri II. salah satu upaya untuk mencapai tujuan ini adalah modernisasi sistem senjata. Departemen Pertahanan RI. intelijen yang canggih.19 Dengan demikian era kolonialisme seperti di masa lalu tidak akan ditemui lagi dimasa mendatang. diedit oleh Andrew Scobell Volume 33 No. Perang dengan strategi gerilya dalam konteks perang pembebasan. TNI Angkatan Laut (TNI AL). sistem logistik yang terpadu. Dengan demikian tidak ada pilihan lain bagi TNI selain mengembangkan kekuatan konvensional karena TNI adalah militer konvensional. sistem anggaran yang efisien dan rasional. Dengan demikian amat layak bagi TNI khususnya TNI AD untuk memetik pelajaran dari apa yang telah di lakukan oleh PLA. sehingga harus dikembangkan dengan kaidah-kaidah konvensional. diberi tugas. evolusi doktrin telah melalui setidaknya lima tahap yaitu: Perang Rakyat (1935-1979).Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Tunduknya TNI terhadap hukum perang internasional yang ditegaskan dalam undang-undang TNI telah mencegah TNI menjadi gerilyawan seperti era perang kemerdekaan. serta mempunyai kompleks industri militer yang canggih dan kompetitif. Karena semua militer modern beroperasi berdasarkan apa yang tertuang dalam diktat doktrin. maka bagaimana cara militer dilatih. End Notes. pendidikan militer profesional yang tertata rapi. serta penyiapan pasukan siaga (standby force) terutama untuk penanganan bencana alam serta untuk tugas-tugas misi perdamaian dunia dan keadaan darurat lainnya. Sesuai Perpres Nomor 41 tahun 2010 Prioritas pertama perwujudan MEF adalah peningkatan kemampuan mobilitas TNI Angkatan Udara (TNI AU). disesuaikan dangan kondisi modern dan aneka hukum internasional agar tercipta kemampuan militer modern. perang revolusi atau perang kemerdekaan lepas dari cengkeraman kolonial sudah tidak lagi valid sebagai justifikasi untuk tetap mempertahankan doktrin gerilya di era kini.

Lihat selengkapnya. hal 63. New York. China and the Revolution in Military Affairs. Problems. dalam China’s Growing Military Power: Perspectives on Security. US Army War College. Routledge. . Mao Tse-tung. dengan kata pengantar oleh Letjen TNI J. Lynne Rienner Publishers. A Modern Chinese Journey to the West: Economic Globalization and Dualism. Oxfordshire. Modernizing China’s Military. hal 224-225. The Chinese Army After Mao. China’s Growing Military Power and Its Significance for Japan’s National Security. Lihat sampul belakang. Inc. Mel Gurtov and Byong-Moo Hwang.Girling. Penerbit Dephan RI. Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2010. David Shambaugh. Pokok-Pokok Pikiran Perang Semesta cetakan ke-2.L. Himpunan Catatan Tentang Perang Gerilya. Juga bisa dilihat. Annual Report to Congress. University of California Press. New York. China’s Security. Indonesia 32 Volume 33 No. David Shambaugh. 1795-1989. hal 12. New York. Perang gerilya dengan perlawanan fisik bersenjata dilaksanakan oleh pertahanan militer sebagai kekuatan inti dan diselenggarakan dalam unit-unit perlawanan dalam satuan kecil dan terbesar [tersebar?] untuk menguras kekuatan lawan sampai akhirnya dapat melancarkan serangan yang menentukan untuk menghancurkan dan mengusir lawan dari bumi Indonesia. 2002.”. 1996. 2012. diedit oleh Ashley J. Doktrin Pertahanan Negara. Lihat David Shambaugh. hal 71-77. New York. hal 8. and Prospects.” 15.B Tauris & Co Ltd. hal 3. Alleman. The National Bureau of Asian Research. Bruce A. 14. Modern Chinese Warfare. 2001. diterjemahkan oleh Samuel B. 2010. 2007. and Conventional Capabilities. The Strategic Studies Institute. S. 2005. Penerbitasn Internal Terbatas. Carlisle. 2001. Washington. Che. Wortzel. Undang-Undang TNI no. Modernizing China’s Military. . hal 94-95. S. University of Illinois Press. TNI Dalam Menyikapi Perubahan Lingkungan Strategis. Juga lihat Ulric Killion. Hideaki Kaneda. Ellis Joffe. 16. Champaign.” Di halaman 85: “Konsep penangkalan dengan pembalasan dikembangkan untuk mampu menyelenggarakan perang berlarut dengan keunggulan pada perlawanan gerilya yang efektif untuk menguras kekuatan lawan yang unggul teknologi persenjataan sehingga membuatnya frustrasi dan pada akhirnya tidak mampu lagi melanjutkan tindakannya. in an Era of Uncertainty. Modernizing China’s Military. 5. 2004. Roudledge. Works Cited. Tellis dan Michael Wills. Nathan dan Andrew Schobell. Alleman. 1996. hal 281-282. Progress. hal 25-39. University of California Press. 10. 2007. US Departement of Defense. diedit oleh Andrew Scobell dan Larry M. Armed Forces of China. 1998. Nasution dalam buku Pokok-Pokok Perang Gerilya juga tercantum dalam hal 112. Problems. Prabowo. . I. S Prabowo. Mao. China’s Military Modernization.Jurnal Yudhagama dan Larry M. Progress. 9. Nathan dan Andrew Schobell. 2012. 1961. Penerbit Dephan RI. Nasution. 12. 2006. 6. dalam Military Modernization. David Shambaugh. J. PPSN. 1987. J. 8. Harvard University Press. 20. & Crabtree. Boulder. DC. 13. Harvard University Press.H. hal 85. L. New York. China’s Search for Security. the Strategic Studies Institute Publisher. I Edisi Maret 2013 pada masa perjuangan merebut kemerdekaan berhasil menggunakan strategi penangkalan dengan pola pembalasan dengan memadukan perlawanan secara bersenjata dan perlawanan tanpa senjata dengan taktik perang gerilya. Columbia University Press. 2012. 11. dan/atau dalam konflik dengan suatu negara atau lebih. Berkeley.S Prabowo. Lihat Letjen TNI J. Jakarta. 2004. Doktrin Pertahanan Negara. Cambridge. Kata Pengantar. Ibid. 2004 Departemen Pertahanan RI. China People’s War. US Army War College. Pada halaman79 menyatakan: “Kerangka perang rakyat semesta diwujudkan dalam Perang Gerilya dengan perlawanan bersenjata dan tidak bersenjata sebagai satu kesatuan perjuangan. and Prospects. 1999. Bates Gill dan Lonnie Henley. the New Roles of the Military. 34/2004 Pasal 7 ayat (2) huruf a yang menyatakan. yang didahului dengan adanya pernyataan perang dan tunduk pada hukum perang Internasional. Lihat J. hal 29. 2012. University of California Press. 17951989. Carlos. Griffith II. and Prospects. Lihat Office of the Secretary of Defense. 1987. Cambridge. Kutipan kata-kata Jendral A. Bates Gill dan Lonnie Henley. Andrew J. Berkeley. 18. hal 6566. Wortzel. On Guerilla Warfare. Lihat Departemen Pertahanan RI. the Strategic Studies Institute Publisher. Jakarta. Problems. melawan kekuatan negara lain yang melakukan agresi terhadap Indonesia. Modern Chinese Warfare. 19. Carlisle Barracks. 7. Berkeley. Ellis Joffe. 2002. Routledge. The Strategic Studies Institute. New York. Lihat You Ji.. Progress. A View from Tokyo.. Girling. Nova Science Publisher. Columbia University Press. Lihat Bruce A. Andrew J. hal 274-275. China’s Search for Security. 17. China and the Revolution in Military Affairs. Ballistic Missiles. The Chinese Army After Mao. Carlisle Barracks. Carlisle. 2005.

Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2010. PS. Dosen Muda Kardos Seskoad 29. You Ji. A. Wadanden-512/51 Grup-5 14. Kasi-1 Grup-5 Kopassus 18. Armed Forces of China. Roudledge. Pamen Kodam I/BB (Dik LN) 27. 1961. dengan kata pengantar oleh Letjen TNI J. Wadanden-512/51 Grup-5 11. Dikbangum. Nama Pangkat/NRP Tempat/Tgl. diterjemahkan oleh Samuel B. Ulric Killion. Sussar Para 4. China’s Security. Pajas Grup-3 Kopassus 10. Oxfordshire. China People’s War. On Guerilla Warfare. Carlos. 1. 5. 7. 2. 2010. Kaspri Pangdam I/BB 28. 1999. I Edisi Maret 2013 33 . 6. Danki-1 Yon-21 Grup-2 12. New York. Jakarta. 1. Dantim-2/2/21 Grup-2 9. Penerbitan Internal Terbatas. New York. TNI Dalam Menyikapi Perubahan Lingkungan Strategis. Danyonif-134/TS Rem-031/WB 25. 1. AKABRI 2. Putranto. 1. Champaign. the New Roles of the Military. PS. I. Danton-1Ki C Yon-742 Dam IX/Udy 4. S. 3. Danton Yonif Dam IX/Udy 3. Inc. Boulder. Data Pokok. Prabowo. Dansatdik Sespes Pusdikpassus 23. Wadanyonban Grup-5 Kopassus 20. L. Gultor 5. Griffith II. Seskoad B. S. Sespri Kasum TNI) 32. J. 1998. Pama Pussenif 2. Kolonel Inf/ Magelang/2-10-1966 Islam Kawin AKABRI/1990 Sespri Kasum TNI II. 2005. Pokok-Pokok Pikiran Perang Semesta cetakan ke-2. University of Illinois Press. Perpres Nomor 41 tahun 2010 Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Kasi-1 Grup-5 Kopassus 16. Sus Danyon : : : : : : : : : : : : 1990 1991 1991 2000 2004 1992 1993 1995 1997 1998 2002 2005 Volume 33 No.B Tauris & Co Ltd. Mao. Lat Komando 2. Jakarta.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Letjen TNI J. Girling. Pabandyalat Sops Dam I/BB 26. Riwayat Jabatan. Undang-Undang Nomor 34/2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia. 2012 Mao Tse-tung. & Crabtree. Aslog Danjen Kopassus 31. Wadantim-2/2/2 Yon-21 Grup-2 8. M. Sus Bahasa Inggris 7. Jendral A. PS. Che. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I.Girling. Himpunan Catatan Tentang Perang Gerilya. Danton-1/D Yon-742 Dam IX/Udy 5. Dan Unit-1/1/1/21 Grup-2 7. S Prabowo. Nasution dalam buku Pokok-Pokok Perang Gerilya juga tercantum dalam hal 112.c. Kasi Intel Sat-81/Gultor 21.L. Suslapa Inf 4. J. A Modern Chinese Journey to the West: Economic Globalization and Dualism. Nova Science Publisher. Pendidikan. PPSN. Nasution. Sussarcab Inf 3. Pama Kopassus 6. Jump Master 4.S Prabowo. 4. Kasiops Yon-21 Grup-2/Parako 13. Sus Gumil 3. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan III. Pamen Mabes TNI (Utk. Sespri Kasum TNI : : : : : : : Joko P. Wadanyon Ban Sat-81/Gultor 17. Lynne Rienner Publishers. Mel Gurtov and Byong-Moo Hwang.S. Kasbrigif-17/1 Kostrad 30. Danden Bannik Grup-5 Kopassus 19. Dikbangspes.H. 2006. 2012. J. Office of the Secretary of Defense. Danyonif-134/Tuah Sakti 24. Annual Report to Congress. Pamen Kopassus (Dik Seskoad) 22. Suspa Intel Analis 6. US Departement of Defense. Pasi Intelops Yon-51 Grup-5 15.

Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN DARI SURAT KEPUTUSAN BERSAMA (SKB) MENJADI PERATURAN MENTERI KEUANGAN (PMK) (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran/DIPA sebagai otorisasi) Oleh : Brigjen TNI Dr. Maksud dan Tujuan.. LATAR BELAKANG. Oleh karena itu. sedangkan pihak Kemhan menginginkan untuk saat ini lebih baik merevisi SKB terlebih dahulu. S. sejak dini Kemhan dan TNI harus sudah mulai menyiapkan konsep dan merumuskan materi muatan PMK atau apapun namanya agar dampak dari kebijakan baru itu tidak mengganggu kinerja Kemhan dan TNI secara keseluruhan. maka pemerintah menerbitkan UU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kemudian ditindaklanjuti dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 42 Tahun 2002. sebagaimana amanat reformasi yang menginginkan efektifitas dan efisiensi di dalam pengelolaan anggaran. dan UU Nomor 1 Tahun 2004. Adapun tujuannya adalah agar dapat dijadikan sebagai masukan dalam merumuskan konsep transformasi anggaran dari SKB menjadi PMK. maupun sistem yang sudah tergelar selama ini. memang kedepan rencana Kemenkeu dengan memberlakukan DIPA sebagai otorisasi harus dilaksanakan karena sudah sangat gamblang diatur didalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang K 34 PENDAHULUAN. Belum ada kesepakatan. efektif. Umum. dan perkembangan pembahasan seputar rencana transformasi SKB menjadi PMK. pengelolaan anggaran di lingkungan Departemen Pertahanan Keamanan/ Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Dephankam/ ABRI) menjadi tugas pokok atau dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Perencanaan Umum dan Anggaran (Ditjen Renumgar). maupun dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Sangat disadari. saya teringat dengan pengalaman menghadiri rapat membahas tentang rencana pemberlakuan DIPA sebagai otorisasi di lingkungan Kemhan dan TNI. Sebelum reformasi 1998. apakah akan merevisi Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Keuangan (Menkeu) Menhan yang berlaku selama ini. dengan PMK.1 Kemudian.H. serta peraturan perundang-undangan lainnya. dan sampai sekarang belum ada kesepakatan. Rapat telah dilaksanakan beberapa kali.H. Pihak Kemenkeu menginginkan SKB diganti Volume 33 No. (Irku Itjen Kemhan RI) Transformasi pengelolaan anggaran (DIPA sebagai otorisasi) perlu dilakukan agar pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan secara transparan. Maksud tulisan ini adalah menguraikan pelaksanaan anggaran sesuai SKB antara Menkeu dan Menhan. M. I Nengah Kastika. akan berdampak sangat signifikan terhadap organisasi Kemhan dan TNI. atau mengganti SKB dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). dimana menurut Kemhan jika SKB diganti dengan PMK (sebagaimana konsep RPMK yang telah dibuat). karena terdapat perbedaan sudut pandang antara Kemhan dan Kemenkeu. etika saya diminta menulis tentang transformasi Angkatan Darat dibidang pengelolaan anggaran. efisien dan akuntabel sesuai UU Nomor 17 Tahun 2003. I Edisi Maret 2013 .

dibidang piranti lunak. dan peraturan-peraturan lain dibawahnya. Belanja Modal dan Belanja Lain-Lain. terbitlah Kepres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Ditjenrenhan Kemhan (sebelumnya Ditjenrenumgar) ke Kemenkeu dalam hal ini. sehingga merekomendasikan agar materi muatan SKB diperluas. kemudian memerintahkan agar transformasi dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. dan peran badan keuangan. Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN)2 melalui perubahan dari SKB menjadi PMK.06/2004 dan MOU/04/M/XII/2004 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Belanja Pegawai. UU Nomor 34 Tahun 2002 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Rencana transformasi ini menjadi perhatian pimpinan termasuk pimpinan TNI Angkatan Darat. Sebagai tindak lajut dari UU tersebut. Di lingkungan Kemhan.3 termasuk penataan ulang peran badan anggaran. Kedua. Oleh karena itu. Kemudian. I Edisi Maret 2013 35 . SKB ini telah berjalan lebih dari 10 tahun. dimana pada Pasal 56 Ayat (2) disebutkan bahwa tata cara penerimaan dan pengeluaran baik rutin maupun pembangunan Dephan diatur bersama oleh Kemenkeu dengan Menhan. diterbitkan SKB antara Menkeu Menhan yang pada intinya memberikan kelonggaran kepada Menhan untuk mengatur kembali DIPA yang telah diterima melalui penerbitan otorisasi (kecuali gaji). hal ini tentu tidak serta merta dapat dilaksanakan karena beberapa alasan diantaranya Pertama. mekanisme penyaluran Volume 33 No. dibidang Sumber Daya Manusia (SDM) perlu segera disiapkan personel-personel yang akan melaksanakan tugas-tugas dibidang anggaran maupun dibidang pembiayaan/keuangan. dibidang pengelolaan anggaran. kemudian ada wacana pemberlakuan DIPA sebagai otorisasi yang pada intinya menginginkan transformasi pengelolaan anggaran dari Kemhan dalam hal ini. bahwa pengelolaan anggaran kementerian/lembaga berpedoman pada APBN yang kemudian ditindaklanjuti dengan Kepres Nomor 42 Tahun 2002 (terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010). sedangkan penyaluran anggaran belanja yang lainnya masih menggunakan mekanisme Otorisasi.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Pertahanan Negara. perlu dicari solusi agar nantinya tidak mengganggu kinerja Kemhan dan TNI. Seperti telah disinggung sebelumnya. Disamping itu. dan UU Nomor 35 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Selanjutnya. dibidang organisasi perlu adanya penataan ulang Satuan Kerja (Satker) sebagai penerima DIPA. Sebagai tindak lanjut terbitlah SKB Nomor 630/KMK. Hal ini kemudian menjadi salah satu temuan Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan (LK) Kemhan dan TNI Tahun 2011. banyak peraturan yang harus direvisi sebagai dampak perubahan mekanisme penyaluran anggaran dan pembiayaan. dan Ketiga. baru sebatas Belanja Pegawai khususnya gaji. Dephankam/ABRI divalidasi menjadi Kemhan dan TNI. serta POLRI. Belanja Barang. Adapun materi muatan SKB.

kedua.4 Oleh karena itu. efisiensi dan efektivitas serta kesinambungan dalam pembinaan keuangan negara.Keuangan negara dikelola secara tertib.. dan bidang pembiayaan melalui Badan Keuangan (Baku). Demikian pula dalam hal pelaporan keuangan dilakukan dari satuan bawah (Banggar/Baku Tingkat IV) ke Banggar/Baku di atasnya dan berujung pada LK Kemhan dan TNI. dan bertanggung jawab dengan memerhatikan rasa keadilan dan kepatutan”. Dari uraian di atas. TRANSFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN. lingkungan. arti kata transformasi sebagai berikut: 1. Edisi ketiga. Oleh karena itu. transparan. taat pada peraturan perundang-undangan. Selain itu juga memedomani prinsip “pembinaan tunggal keuangan” untuk menjamin ketertiban. dimana dari pihak Kemenkeu menyampaikan konsep PMK. fungsi dan sebagainya).. 2 . transformasi pengelolaan anggaran dapat diartikan sebagai perubahan bentuk pengelolaan anggaran dari SKB menjadi PMK. 36 Volume 33 No. penyaluran otorisasi (KOM/KOP/P-3) secara berjenjang dari Banggar Tingkat I sampai dengan Bagar Tingkat IV. kemudian pada saatnya nanti ditingkatkan menjadi DIPA sebagai Otorisasi. ada beberapa permasalahan yang dapat dikemukakan dan sekaligus akan dibahas dalam tulisan ini yaitu pertama.. sebagaimana diatur pula pada Pasal 3 (1) UU yang sama yang berbunyi: “. selanjutnya sesuai Pasal 6 Ayat (2). Banggar Tingkat II dalam hal ini Asrenum Panglima TNI. Baku Tingkat II dalam hal ini Bagku Pusku TNI/Ku Kotama. Sedangkan pengorganisasian Baku adalah Baku Tingkat I dalam hal ini Pusku Kemhan. apa dampaknya terhadap organisasi Kemhan dan TNI khususnya pada TNI Angkatan Darat. Pada saat ini. Kabagren Setjen Kemhan). ekonomis. efisien.. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. mengubah struktur gramatikal menjadi struktur gramatikal lain dengan menambah. Terkandung maksud bahwa sebagai penerima kuasa.. dan ketiga. sebagai wujud ketaatan kepada peraturan perundang-undangan. pada Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor: Skep/1590/XII/ 2003 tanggal 1 Desember 2003 tentang Petunjuk Pembinaan Keuangan di lingkungan Kemhan dan TNI disebutkan prinsip-prinsip pembinaan yang dianut dalam pengelolaan keuangan negara salah satunya adalah “saluran tunggal secara berjenjang” dalam bidang penganggaran melalui Badan Penganggaran (Banggar). pada UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. perubahan rupa (bentuk...”6 Berdasarkan prinsip “saluran tunggal secara berjenjang” dalam pembinaan pengurusan keuangan negara.. pengelolaan keuangan negara berpedoman kepada UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. pada Pasal 4 Ayat (1) disebutkan: “.Jurnal Yudhagama Kepada Menhan selaku pengguna anggaran/pengguna barang”. mengurangi. dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi BPK... Demikian juga. maka pengorganisasian Banggar dan Baku adalah Banggar Tingkat I dalam hal ini Dirjen Rensishan Dephan (sekarang Dirjen Renhan Kemhan). dan Baku Tingkat IV dalam hal ini Pekas. Menteri/Pimpinan Lembaga adalah sebagai pengguna anggaran/pengguna barang bagi kementerian/lembaga yang dipimpinnya”. diikuti dengan penyaluran dana (NPBM/NPBP/NPB) dari Baku Tingkat I sampai dengan Tingkat IV.dikuasakan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga dalam hal ini. keseragaman. sifat. Menhan wajib menjalankan kuasa yang diberikan oleh Presiden itu dengan sebaik-baiknya. efektif. dan Banggar Tingkat IV dalam hal ini Asrena Kotama). Didalam pengelolaan anggaran dan pembiayaan. pengelolaan anggaran di lingkungan Kemhan dan TNI harus berpedoman kepada kedua undang-undang tersebut. I Edisi Maret 2013 . atau menata kembali unsur-unsurnya. sehingga menimbulkan diskusi yang berkepanjangan antara merevisi SKB atau menggantinya dengan PMK. mengapa perlu dilakukan transformasi pengelolaan anggaran. Hanya saja dalam pembahasan berikutnya kemudian berkembang.. bagaimana transformasi dilakukan. secara sederhana. b disebutkan: “. anggaran melalui otorisasi menyebabkan pengelolaan anggaran tidak efektif dan efisien. Pada Pasal 6 Ayat (1) disebutkan Presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara. Banggar Tingkat III dalam hal ini Asrena Kas Angkatan. Masih dalam konteks pengelolaan anggaran. sehingga menghambat pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).. maka Kemhan menyiapkan konsep revisi SKB dengan menambahkan materi muatan pada SKB. Baku Tingkat II dalam hal ini Pusku TNI/Ditku/Disku Angkatan/ Bagku Setjen Dephan..5 Dari pengertian tersebut.

Oleh karena itu. Kemudian. sehingga penilaian opini terhadap LK Kemhan dan TNI maupun LKPP meningkat dari WDP menjadi WTP. Disamping itu. ada tiga pendapat yang mengemuka yaitu (1) dari pihak Kemhan menginginkan Volume 33 No. Kemudian. serta kelemahankelemahan lainnya.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Namun. sehingga menyebabkan keterlambatan dimulainya program/kegiatan. Hal ini berdampak pada terlewatinya batas akhir tahun anggaran 31 Desember atau terjadi kegiatan lintas tahun. perlu dilakukan transformasi pengeloaan anggaran agar LK Kemhan dan TNI dapat mendukung LKPP. Sebagai langkah persiapan didalam menyusun konsep transformasi pengelolaan anggaran maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama. dan mengesahkan dokumen tagihan serta memerintahkan bendahara untuk membayar. maka perlu segera dirumuskan konsep transformasi dari SKB menjadi PMK. mengesahkan tagihan dan membebankan pada akun yang tepat serta memerintahkan bendahara untuk membayar dan bendahara wajib menyelenggarakan pembukuan dan pertanggungjawaban atas dana yang diterima dan dibayarkan sesuai ketentuan. dan kepatutan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. birokrasi yang terlalu panjang tidak sejalan dengan prinsip “pembinaan tunggal keuangan” yang menitikberatkan pada efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan negara. Pada saat ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat Kemhan dan TNI. Secara garis besar. Menteri Pertahanan selaku PA mendelegasikan kewenangan kepada Dirjen Renhan untuk menerbitkan dan menandatangani KO atas nama Menhan. seperti telah disinggung di atas.06/2004 dan MOU/04/M/XII/2004. dan selanjutnya penetapan alokasi anggaran berdasarkan Keppres yang dimuat pada rincian APBN dan Rencana Kerja Anggaran (RKA) masing-masing Unit Organisasi (UO). mengingat pengelolaan anggaran Kemhan dan TNI pada saat ini berdasarkan Kepres Nomor 42 Tahun 2002 dengan mekanisme penerbitan otorisasi sesuai SKB. adanya tuntutan pemerintah bahwa LK Kemhan dan TNI harus sama dengan kementerian/ lembaga yang lainnya untuk mendukung Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Konsep Tranformasi. menurut BPK mekanisme ini menimbulkan jalur birokrasi yang cukup panjang atau penerbitan otorisasi memakan waktu cukup banyak. Sebagaimana diketahui bahwa anggaran Kemhan dan TNI dibebankan pada APBN dengan menggunakan DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan dengan DIPA yaitu Keputusan Otorisasi (KO). kemudian Kapusku Kemhan menerima. menguji. Pekas sebagai pejabat yang berwenang menerima.7 Sehubungan dengan itu. dalam rangka transformasi ketentuan-ketentuan beserta unsur-unsurnya seperti diuraikan di atas. mengakibatkan timbulnya kelemahan-kelemahan didalam penyajian LK seperti kelemahan sistem pengendalian internal dalam penyusunan LK. I Edisi Maret 2013 37 . Namun. KONSEP TRANSFORMASI DAN PENTAHAPANNYA. melakukan kajian dan memberikan masukan terhadap konsep revisi SKB Nomor 630/ KMK. menguji.

dan Kelima. Ketiga. Di lingkungan internal. keberadaan Satker di lingkungan TNI Angkatan Darat cukup banyak 38 Volume 33 No. Kedua. Belanja . piutang. Masa Transisi-I. kecuali dalam hal-hal khusus yang memang masih perlu diatur di tingkat Kemhan. sebagai antisipasi pelaksanaan transformasi dari SKB menjadi PMK. menginventarisasi pengelompokan anggaran sesuai Sumber Anggaran (SA). dan (3) TNI Angkatan Darat pada intinya menginginkan segera diterapkan mekanisme DIPA sebagai otorisasi. diarahkan agar dapat mengakomodasikan kebutuhan-kebutuhan dibidang perencanaan. Jenis Dana (JD) dan Belanja. Belanja Modal dan Belanja Lain-lain di lingkungan Kemhan dan TNI. Keempat. penataan kembali struktur organisasi yang ada saat ini.05/2007. Jumlah ini diharapkan mampu menyelenggarakan pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien dan dapat memenuhi kebutuhan satuan. antara lain mencakup rekonsiliasi antara UAKPA dengan UAKPB. sedangkan konsep yang diajukan sebanyak 466 buah. dan pelaporan serta pertanggungjawaban keuangan. meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pengelolaan anggaran maupun pembiayaan melalui pendidikan dan latihan baik formal maupun informal. Jumlah Satker yang ada pada saat ini sebanyak 604 buah. Tunjangan Anak PNS TNI. maka perlu ditetapkan adanya masa transisi dengan pentahapan sebagai berikut: Pertama. Demikian juga penataan Banggar sebagai fungsi anggaran dan Baku yang melaksanakan fungsi pembiayaan perlu segera divalidasi karena sebagian besar kewenangannya sudah beralih ke Kemenkeu. Belanja Tunjangan Struktural PNS TNI.Jurnal Yudhagama melaksanakan revisi SKB dengan penambahan belanja barang khususnya belanja barang operasional. Seperti telah diuraikan di atas. KPPN adalah Belanja Gaji Pokok PNS TNI. dimana penyalurannya tetap menggunakan mekanisme penerbitan otorisasi. pembentukan Satker yang akan ditunjuk sebagai pemegang DIPA yang nantinya harus menyajikan LK. Belanja Pembulatan Gaji PNS TNI. dalam rangka pelaksanaan transformasi pengelolaan anggaran TNI Angkatan Darat dari SKB menjadi PMK. kas dan setara kas. melakukan koordinasi dengan Kemenkeu cq. perlu meningkatkan koordinasi antara KPA dalam hal ini Kasad dengan para Pangkotama dan para Kasatker mengenai rekonsiliasi hasil IP serta memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas atas tindak lanjut serta pemanfaatan hasil IP. Disamping itu. serta mempertajam pemahaman atas sistem pencatatan dan pelaporan sebagai bahan pertimbangan dalam penyelesaian dan penyempurnaan IP. pada pasca terbitnya Kepres Nomor 42 Tahun 2002 yang ditandai dengan ditandatanganinya SKB. pelaksanaan. Ketiga. Agar transformasi pengelolaan anggaran dari SKB manjadi PMK dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. dan Belanja Modal masih dikelola oleh Kemhan dan TNI. setelah itu. Pada masa ini penyaluran anggaran ditentukan sebagai berikut Belanja Pegawai khususnya gaji dilayani langsung oleh KPPN Wilayah dimana satuan berada. serta akun yang akan didistribusikan kepada satuan pemegang DIPA sekaligus selaku KPA. pelaksanaan. penganggaran. PENTAHAPAN TRANFORMASI. Seperti telah disinggung sebelumnya. mengenai pencatatan persediaan dan Alutsista secara intensif dengan tetap mengakomodasikan keunikan proses bisnis dan kodifikasi di lingkungan Kemhan dan TNI khususnya TNI Angkatan Darat. dan pelaporan serta pertanggungjawaban keuangan. dan penyesuaian pencatatan transaksi dana terpusat. PNBP hasil pemanfaatan aset. sebagai tahap pertama terdapat 35 Jenis (belanja gaji) yang dikelola langsung oleh Kemenkeu dalam hal ini. perlu segera menyiapkan konsep penyempurnaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang diterapkan di lingkungan Kemhan dan TNI dengan mengacu kepada PMK Nomor 171/PMK. Direktur Jenderal (Dirjen) terkait pengelolaan anggaran dan BMN untuk melakukan inventarisasi serta penilaian ulang di seluruh Satker. Belanja Barang. Dibidang pengelolaan BMN. I Edisi Maret 2013 dan tersebar sampai ke tingkat daerah. membuat piranti lunak yang mengatur tentang tugas-tugas dibidang perencanaan. penganggaran. baru melangkah kepada draf DIPA sebagai otorisasi. Belanja Tunjangan Suami/Istri PNS TNI. mengadakan penatausahaan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi (SIMAK) dan mencatat seluruh aset serta permasalahan-permasalahan yang disampaikan BPK dengan melibatkan Kotama. maka ditetapkan tata cara pelaksanaan anggaran Belanja Pegawai. termasuk menyelaraskan metodologi dan standard penilaian dalam pelaksanaan Inventarisasi Penilaian (IP). penataan gelar Satker dan Baku (Pekas) perlu mendapat perhatian guna memudahkan koordinasi utamanya didalam melaksanakan kegiatan rekonsosiliasi antara bidang anggaran dan keuangan. Belanja Barang. dan Belanja Pegawai (selain gaji). sistem mekanisme pencatatan dan pelaporan secara berjenjang atas utang. Pada masa transisi-I ini. Kedua. (2) pihak Mabes TNI menginginkan mengganti SKB menjadi PMK dengan sedikit perubahan rumusan dalam pengelolaan anggaran yaitu ada DIPA Umum dan DIPA Khusus. Oleh karena itu. perlu segera ditata ulang sesuai dengan kebutuhan. perlu dilakukan langkah-langkah srategis sebagai berikut: Pertama.

dan lain sebagainya. Belanja Pembulatan Gaji TNI. Belanja Tunjangan Lauk Pauk TNI. melihat beberapa kekhususan seperti (1) terdapat 5 Unit Organisasi (UO) yang mengelola anggaran yaitu: UO Kemhan. namun dalam hal pengendalian dan pengawasan ada kelemahan karena hanya dilakukan oleh Satker dan Badan Keuangan (Baku) tingkat IV Pekas. dalam rangka pengendalian program seperti telah disinggung sebelumnya. Belanja Pengadaan Bahan makanan. Pada masa transisi-II ini. untuk DIPA Umum masing-masing Satker berhubungan langsung dengan KPPN dengan mekanisme sebagaimana yang berlaku di kementerian/lembaga lain. Belanja Tunjangan Babinkamtibmas TNI. Belanja Tunjangan Kompensasi Kerja Bidang Persandian PNS TNI. Dalam hal pembiayaan. Belanja Tunjangan Struktural TNI. Belanja Tunjangan Medis TNI. Belanja Tunjangan Suami/Istri TNI. Satuan-satuan penerima DIPA ditetapkan menjadi 5 UO (seperti telah diuraikan di atas). Panglima TNI dan Kas Angkatan secara berjenjang. Belanja Tunjangan Kowan TNI. Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh. UO Mabes TNI. Belanja Tunjangan Anak TNI. pendanaannya dilayani oleh KPPN wilayah. Setelah Volume 33 No. Belanja Tunjangan Daerah Terpencil/ Sangat Terpencil PNS TNI. DIPA Umum adalah DIPA yang program kegiatannya dilaksanakan langsung oleh Satker yang ditunjuk pada DIPA. Selanjutnya disalurkan dengan mekanisme penyaluran dana dengan Nota Pemindah Bukuan (NPB). Belanja Tunjangan Beras PNS TNI. Belanja Tunjangan Operasi Pengamanan pada Pulau Terluar dan Wilayah Perbatasan TNI. (2) jalur komando yang dianut dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Tunjangan Fungsional PNS TNI. dan Belanja Vakasi. Kedua. Belanja Jasa Profesi. Belanja Tunjangan Umum PNS TNI. Belanja Tunjangan Beras TNI. DIPA khusus adalah DIPA yang program kegiatannya dilaksanakan berdasarkan perintah Menhan. Pentahapannya dapat dimulai dari DIPA sebagai Otorisasi secara terbatas. maka sudah waktunya diadakan evaluasi atau revisi. Masa Transisi-II. Mabes TNI mengusulkan sebuah konsep dengan sedikit perubahan yaitu pola pelaksanaan pengelolaan anggaran melalui dua cara yaitu “DIPA Umum” dan “DIPA Khusus”. dan belanja yang lainnya yang dianggap perlu. Belanja Tunjangan Pegawai Transito. Sedangkan. DIPA Khusus dibiayai dengan penyaluran dana dari KPPN berupa Uang Persediaan (UP) kepada Kapusku Kemhan. Sedangkan. Belanja Tunjangan Daerah Terpencil/Sangat Terpencil TNI. dan (3) kebutuhan pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang mempunyai spesifikasi khusus. Belanja Tunjangan Medis PNS TNI. Belanja Tunjangan Kompensasi Kerja Bidang Persandian TNI. DIPA sebagai otorisasi artinya didalam penyaluran anggaran tidak perlu lagi melalui penerbitan otorisasi (KOM/ KOP). Belanja Uang Lembur. Kemhan telah menyusun konsep dengan menambahkan beberapa jenis belanja untuk dimasukkan kedalam DIPA Umum yaitu Belanja Barang Operasional yang dapat disalurkan langsung kepada Satker seperti Belanja Keperluan Perkantoran. Belanja Gaji Pokok TNI. Ketiga. Hal ini menyebabkan pengendalian maupun fungsi pengawasan internal (Itjenad) tidak berjalan secara maksimal. Belanja Tunjangan Khusus Papua PNS TNI. Belanja Uang Makan PNS TNI. Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat. Masa transisi-I ini. dan mereka berhubungan langsung dengan KPPN sesuai ketentuan yang berlaku. Belanja Tunjangan Khusus Papua untuk TNI. Belanja Tunjangan PPh PNS TNI. maka perlu persiapan-persiapan khusus sebelum melangkah kepada DIPA sebagai otorisasi. yaitu tidak semua jenis belanja diberlakukan DIPA sebagai otorisasi. melainkan masih ada belanja yang tetap menggunakan mekanisme penyaluran melalui penerbitan otorisasi seperti Belanja Modal khususnya untuk pengadaan Alutsista. UO TNI AD. melainkan DIPA disalurkan secara langsung ke masing-masing Satker. Namun. Belanja Tunjangan Umum TNI. Sehubungan dengan itu. UO TNI AL. Transformasi Pengelolaan Anggaran dari SKB menjadi PMK (DIPA sebagai otorisasi). secara umum dapat berjalan dengan baik. Belanja Pegawai Transito. dan Belanja Peralatan dan Mesin untuk diserahkan kepada Masyarakat/Pemda. dan UO TNI AU). Satuan diatasnya tidak melaksanakannya karena tidak mendapat tembusan arsip (arsip pertanggungjawaban/ Wabku gaji hanya berada di Satker dan Pekas). Belanja Jasa Lainnya. Belanja Langganan Daya dan Jasa Lainnya. Belanja Tunjangan PPh TNI. Honor Opersional Satuan Kerja. Setelah lebih dari 10 (sepuluh) tahun berjalannya masa transisi-I. I Edisi Maret 2013 39 . Belanja Tunjangan lain-lain termasuk Uang Duka TNI. Belanja Tunjangan Fungsional TNI.

efektif. Kesimpulan. sebagai jalan tengah. persepsi dan standard kompetensi yang memadai. 1. Hal ini perlu segera diputuskan di level pimpinan Kemhan dan TNI serta Kemenkeu agar segera dapat ditindaklanjuti di tingkat pelaksana. pengadaan dan auditor ahli yang diselenggarakan oleh Kemhan diikuti oleh personel pengelola anggaran dan pembiayaan. demikian juga bagian yang menangani bidang pendanaan yang diemban oleh Seksi Anggaran dan Pembiayaan (Garbia) di Baku I sampai dengan Baku IV (dengan pola DIPA sebagai otorisasi semuanya langsung ditangani oleh KPPN). I Edisi Maret 2013 rangka mewujudkan Good Governance dan Clean Government. Buku Petunjuk Pembinaan (Bujukbin). keuangan. Saran. apakah dengan merevisi SKB atau membuat PMK atau yang lainnya. perlu mendapat perhatian melalui pembinaan SDM dalam 40 Volume 33 No. belum ada kesepakatan antara Kemenkeu. Kemhan dan TNI telah menyikapinya dengan komitmen pengelolaan dan penyelenggaraan program pemerintah yang bersih dan transparan melalui kerja sama dengan BPKP. maka DIPA sebagai otorisasi secara penuh dapat mulai diterapkan. Demikian juga. Dengan demikian. Pertama. gelar Satker dan gelar Baku harus ditata ulang disesuaikan dengan kebutuhan Satker guna memudahkan koordinasi dalam penyusunan LK. tentu akan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk dapat menyusun piranti lunak yang dibutuhkan. perlu dilakukan langkah-langkah persiapan sebelum transformasi pengelolaan anggaran (DIPA sebagai otorisasi secara penuh) dilakukan seperti penataan organisasi. Buku Petunjuk Pelaksanaan (Bujuklak) dan Buku Petunjuk Teknik (Bujuknik) yang mengatur tentang bidang perencaan dan anggaran serta pendanaan/ pembiayaan yang telah dikuasai dan diaplikasikan dengan baik di jajaran Banggar maupun Baku harus segera divalidasi. Kedua. paling tidak pada organisasi yang berkaitan dengan penerbitan otorisasi dan pendanaan. Kedua. Dalam kontek ini. BPK RI. Dibidang Organisasi. PENUTUP. Hal ini. dan UU Nomor 1 Tahun 2004. pilihan bentuk transformasi pengelolaan anggaran disarankan menggunakan Peraturan Menteri Bersama (PMB) antara Kemenkeu dengan Kemhan. Misalnya. sudah tentu akan berdampak pada beberapa hal seperti organisasi. mengingat banyaknya piranti lunak yang harus divalidasi. Kemenkeu dan Bappenas dengan mengadakan pendidikan dan latihan seperti kursus perencanaan. efisien dan akuntabel sesuai UU Nomor 17 Tahun 2003. Tranformasi pengelolaan anggaran seperti diuraikan di atas. Kotama/Balakpus harus divalidasi. End Notes. Termasuk juga waktu untuk menyosialisasikan piranti lunak yang baru disusun. Piranti lunak yang telah ada seperti Peraturan Menteri (Permen). fungsi dibidang pelaksanaan anggaran yang berada di Mabes TNI AD. . Dengan adanya kebijakan baru yang berdampak kepada perubahan organisasi dan revisi piranti lunak. Dibidang Sumber Daya Manusia (SDM). maka secara tidak langsung akan berdampak kepada SDM yang mengawaki organisasi maupun yang menerapkan piranti lunak tersebut. Karena itu. pengelolaan anggaran DIPA sebagai otorisasi menuntut setiap Satker penerima DIPA wajib menyampaikan Laporan Keuangan (LK). semua instansi yang mengawaki bidang pengelolaan anggaran dan pembiayaan mempunyai pandangan. transformasi penglolaan anggaran (DIPA sebagai otorisasi) perlu dilakukan agar pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan secara transparan.Jurnal Yudhagama itu dengan tidak mengabaikan ketentuan-ketentuan khusus sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012) tentang kekhususankekhususan didalam pengadaan Alutsista. Kemhan dan TNI dalam pemilihan bentuk transformasi. serta peraturan perundang-undangan lainnya. Ketiga. Dibidang Piranti Lunak. dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang perlu segera disesuaikan. DAMPAK TRANFORMASI. piranti lunak dan penyiapan SDM yang memiliki kompetensi dibidangnya. karena itu gelar Satker dan jumlahnya hendaknya menyesuaikan dengan gelar badan keuangan (Pekas) agar rekonsiliasi laporan antara bidang anggaran dan pembiayaan dapat dilaksanakan dengan baik. maka akan memangkas organisasi yang ada sekarang ini. Pertama. Ditjen Renumgar adalah singkatan dari Direktorat Perencanaan Umum dan Anggaran yang berkedudukan di bawah Departemen Pertahan Keamanan/Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Dephankam/ABRI). Pelaksanaan pengelolaan anggaran Angkatan Darat dengan pola penyaluran anggaran DIPA sebagai Otorisasi sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003. piranti lunak.

Cetakan ke. 2. Suslapa Ku 4.1/06/2012 tanggal 5 Juni 2012 tentang Hasil Pemeriksaan atas LK Kemhan Tahun 2011. Pekas Kodim Agam 6.. Petunjuk Pembinaan Keuangan di Lingkungan Dephan dan TNI. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara./ KMK. 5. 7. Surat Keputusan Menteri Pertahanan RI Nomor : Skep/1590/XII/2003 tanggal 1 Desember 2003 tentang Petunjuk Pembinaan Keuangan di Lingkungan Dephan dan TNI.H. Dikbangum. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2002. Belanja Barang. Kabag Wasbannis Ditkuad 9. MOU/. Irku Itjen Kemhan RI II. 7. Belanja Modal dan Belanja Lain-Lain.. SKB Nomor 630/KMK... 2. Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Nelanja Negara (APBN). 5. I Nengah Kastika.. 10. 4./M/. Jakarta.. Suspabewan Hankam 2. Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap LK Kemhan/TNI diberikan oleh BPK RI lima kali berturutturut sejak tahun 2007 hingga tahun 2011. I Edisi Maret 2013 41 . 1. Belanja Barang.. Pekas Kodim Kepri 4. 2. 7. Brigjen TNI Bali/16-07-1956 HIndu Kawin Sepa PK/Sejenis/1982 Irku Itjen Kemhan RI III. 3.06/2004 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Belanja Pegawai. Draf SKB Menkeu dan Menhan Nomor: . Suspadnas Hankam 5. 6. Pasal 56 Ayat (1) Kepres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. S. Sekalihpa 3. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kasiev Bagrik Ditkuad 8. Belanja Modal dan Belanja Lain-lain di Lingkungan Dephan dan TNI. 6. hal1209. Seskoad : 1981 : 1989 : 1993 : 1997 : 1982 : 1988 : 1994 : 1999 : 2000 : 2000 : 2001 B. Riwayat Pendidikan Militer. Nama Pangkat Tmp/Tgl. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan : : : : : : : DR. 4. Susjemen Hankam 6.. 6. M.. 1. Pamen Ditkuad (Dik Seskoad) 10. Kaursil Pekas Gab-7 5. 3.. Susfungren Hankam 4.. 4. 8. Paurbia Kudam III/Slw 2. A. Suspabuk Hankam 3.H. 5. Danpusdikku Kodiklatad 15. 1. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). jumlah yang cukup besar. Pekas Gabpus-8/Ditkuad 11.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD 2.. Kakudam V/Brw 14.. Kaku Kopassus 12. Referensi: 1. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. 9. Edisi 3.06/2004 dan MOU/04/M/ XII/2004 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Belanja Pegawai. Pekas Korem-031/Wrb 7. Dikbangspes. Tim Penyusun.. Kakudam IX/Udy 13. Suskatjemen Hankam 7. Riwayat Jabatan.. Sepamilwa 2. 1./2012. Untuk lebih jelasnya secara rinci dapat dilihat pada surat BPK Nomor 54/SIII-VIV. Pekas Yon Arhanudse-13 3.. Balai Pustaka. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2002 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). 3. Jumlah Satker di lingkungan TNI Angkatan Darat lebih kurang 604 buah./2012 tentang Perubahan atas SKB Menkeu dan Menhan Nomor: 630/ KMK.. Data Pokok.. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diksar Para Volume 33 No. Paban IV/Lakgar Srenad 16.

diarahkan untuk memeroleh kualitas sumber daya manusia yang tepat dan memadai dalam mengawaki organisasi TNI Angkatan Darat. namun tetap dalam kerangka peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang personel. namun lebih pada upaya mencari efektivitas dan efisiensi dari anggaran yang tersedia. Kebijakan ini tentunya tidak terlepas dari sasaran jangka panjang dalam rangka mewujudkan optimum force dan ideal essential force.Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI PEMBINAAN PERSONEL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PRAJURIT Oleh : Kolonel Caj Budi Prasetyono (Paban V/Bin PNS Spersad) Transformasi pembinaan personel dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas prajurit untuk tercapainya kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) dengan sasaran kekuatan personel secara kuantitas dan kualitas yang mampu menjamin pelaksanaan tugas. Sejalan dengan kebijakan tercapainya Minimum Essential Force (MEF) dengan sasaran tingkat kekuatan yang cukup mampu menjamin kepentingan strategis. P 42 PENDAHULUAN. Sebagai unsur utama yang mengawaki organisasi TNI Angkatan Darat. embinaan personel merupakan bagian integral dari sistem pembinaan TNI Angkatan Darat secara keseluruhan. Pembinaan personel Angkatan Darat selama ini telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. diterapkan kebijakan Minimum Essential Force (MEF). Angkatan Darat perlu melaksanakan transformasi dalam pembinaan personel. maka pembinaan prajurit memerlukan transformasi bidang personel yang tepat dan sesuai dengan tujuan dan sasaran pembinaan personel. I Edisi Maret 2013 . Anggaran pertahanan negara tidak hanya terserap untuk anggaran rutin. sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas. sehingga selalu siap dan mampu melaksanakan tugas. Kebijakan tersebut bukan hanya karena terbatasnya anggaran pertahanan. tetapi dapat didayagunakan untuk penambahan dan pemeliharaan Alutsista sesuai dengan hakikat ancaman yang dihadapi. TRANSFORMASI ANGKATAN DARAT. Dengan keterbatasan anggaran pertahanan yang hanya sekitar 40 % dari kebutuhan aktual untuk mencapai standard penangkalan. setiap prajurit dituntut untuk memiliki kemampuan Volume 33 No. Transformasi bidang personel pada hakikatnya merupakan perubahan konsep pembinaan personel. Pembinaan personel tidak terlepas dengan penerapan kebijakan Zero Growth of Personnel (ZGP) dan Right Sizing dalam kerangka Minimum Essential Force (MEF). Dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas kedepan. Pembinaan prajurit memerlukan transformasi bidang personel yang tepat sesuai dengan tujuan dan sasaran pembinaan personel dengan tidak mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang personel. namun demikian kegiatan tersebut perlu ditingkatkan secara optimal untuk memperoleh kualitas prajurit yang diharapkan. mengemban tugas serta senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dimana peningkatan kemampuan anggaran pertahanan diprioritaskan pada peningkatan Alutsista.

perawatan. obyektif. Transformasi bidang personel juga tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pembinaan personel. dan kesamaptaan jasmani. kebijakan Alutsista. kemampuan penguasaan teknologi yang semakin mendalam dan penguasaan pengetahuan yang semakin luas. Pembinaan personel dalam aspek pembinaan tenaga manusia bertujuan untuk menentukan kebutuhan tenaga manusia untuk kepentingan organisasi secara kualitatif dan kuantitatif. dan pemisahan prajurit. Transformasi bidang personel justru akan meningkatkan optimalisasi pembinaan personel dalam mendukung pelaksanaan tugas. Perubahan pembinaan personel bukan berarti mengabaikan pembinaan personel yang telah berjalan selama ini. Penyediaan prajurit dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Pemisahan prajurit merupakan kegiatan akhir dari siklus pembinaan prajurit yang dilaksanakan untuk Volume 33 No. memiliki kepribadian pejuang prajurit dan prajurit pejuang. Penyediaan prajurit dilaksanakan melalui kegiatan penerimaan prajurit bagi prajurit sukarela dan pengerahan prajurit bagi prajurit wajib. Pembinaan personel merupakan bagian dari sistem pembinaan secara keseluruhan yang diarahkan untuk mencapai kualitas sumber daya manusia yang tepat dan memadai sesuai kebutuhan organisasi. sehingga dapat terwujud keserasian antara kepentingan organisasi dan kebutuhan prajurit. Dengan demikian. terarah dan berlanjut untuk membentuk dan mengembangkan kualitas calon prajurit dan prajurit yang berjiwa Pancasila dan Sapta Marga. Pemberian rawatan kedinasan dan purna dinas kepada setiap prajurit dan keluarganya diarahkan pada keseimbangan antara kewajiban dan hak setiap prajurit. Sebagai salah satu aspek dalam MEF. bintara dan tamtama. sehingga diperoleh keseimbangan kekuatan dan komposisi prajurit yang tepat dan diperlukan dalam mengawaki organisasi. serta memiliki kecerdasan. PEMBINAAN PERSONEL. perlu dilakukan transformasi pembinaan personel dalam meningkatkan kualitas prajurit TNI Angkatan Darat. Sedangkan pembinaan personel dalam aspek pembinaan personel prajurit bertujuan menyiapkan prajurit yang sanggup dan mampu secara optimal mengemban setiap tugas yang dihadapinya. penggunaan. Pendidikan prajurit yang ditempuh melalui berbagai jenis dan jenjang pendidikan memungkinkan prajurit memiliki kepribadian yang semakin mantap. maka perlu diterapkan kebijakan transformasi dalam bidang personel. sehingga terwujud profesionalisme sesuai dengan tugas dan peranannya. sehingga mampu mengemban setiap tugas yang diberikan. Untuk mewujudkan profesionalisme keprajuritan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Angkatan Darat agar setiap prajurit mampu melaksanakan tugas. Transformasi pada hakikatnya proses perubahan karakteristik pembinaan personel agar prajurit memiliki kemampuan dalam mendukung pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya. Pembinaan personel dalam arti luas mencakup dua aspek. keterampilan. Keberhasilan penggunaan prajurit diperoleh melalui pembinaan karier yang adil. Penggunaan prajurit dilaksanakan untuk mendayagunakan setiap prajurit secara optimal dalam penugasan dan pemanfaatannya serta memberikan kemungkinan pengembangan karier seluas-luasnya selama pengabdiannya. yaitu aspek pembinaan tenaga manusia (Binteman) dan aspek pembinaan personel (Binpers) prajurit sebagai individu perorangan. Pendidikan prajurit dilaksanakan secara terencana. untuk golongan kepangkatan perwira. Sejalan dengan kebijakan personel dalam kerangka MEF. I Edisi Maret 2013 43 . Perawatan prajurit diberikan untuk menjamin setiap prajurit selalu siap mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. transformasi bidang personel akan berjalan sesuai dengan track yang telah ditentukan. sehingga diperoleh kebutuhan tenaga manusia secara tepat dan berdaya guna. yang meliputi penyediaan. dan kebijakan personel. dan transparan dengan pemanfaatan setiap prajurit seoptimal mungkin. yaitu kebijakan organisasi.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Kebijakan MEF berlandaskan pada tiga aspek. maka kebijakan personel harus dilaksanakan dengan memerhatikan kepentingan organisasi dengan ketepatan postur (right sizing) dan Alutsista yang dibutuhkan dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman dan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis. pendidikan. Pembinaan personel dilaksanakan melalui siklus atau proses pembinaan prajurit.

perlu diimbangi dengan pembentukan Tim Seleksi penerimaan prajurit yang bersifat mobile selain kepanitiaan penerimaan prajurit yang dibentuk disetiap Panda dan Sub Panda. Penentuan alokasi penerimaan bintara dan tamtama perlu memerhatikan kompetensi prajurit yang dibutuhkan. listrik. Setiap kegiatan memelihara dan menjaga kekuatan dan komposisi prajurit. hendaknya diperuntukkan bagi sarjana yang berkualitas dan dibutuhkan organisasi sesuai dengan disiplin ilmunya. dan wilayah-wilayah terpencil lainnya. dan sebagainya. calon prajurit juga proporsional dari seluruh daerah atau suku bangsa di Indonesia. Manfaatkan keberadaan sekolah-sekolah unggulan di setiap provinsi atau daerah untuk kepentingan penerimaan prajurit. Hal ini akan mendukung keutuhan 44 Volume 33 No. seperti SMA Taruna Nusantara. kabupaten-kabupaten di pedalaman. Pramuka. justru terkandung di dalamnya perubahan menuju peningkatan kualitas personel dalam kerangka manajemen modern. Selain kualitas calon prajurit yang diharapkan. Sedangkan penerimaan Pa PK yang bersumber dari perguruan tinggi. seperti sekolahsekolah unggulan. Kampanye penerimaan prajurit bintara dan tamtama dilaksanakan langsung melalui organisasi pelajar. SMA Krida Nusantara dan lainlain. selain itu juga untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap prajurit untuk melanjutkan pengabdiannya di luar lingkungan TNI. • Penyediaan Untuk memeroleh calon prajurit yang berkualitas sesuai tuntutan organisasi perlu dilaksanakan kegiatan kampanye penyediaan prajurit dan seleksi penerimaan prajurit secara obyektif. Untuk menentukan calon prajurit hasil seleksi team mobile tersebut. Berdasarkan analisa kebutuhan prajurit dapat ditetapkan alokasi penerimaan bintara dan tamtama berdasarkan sumber pendidikan umum yang dimiliki. baik secara kuantitas maupun kualitas.Jurnal Yudhagama wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. adil dan transparan. bangunan. seleksi penerimaan prajurit dilaksanakan secara obyektif. Peningkatan kualitas prajurit merupakan tuntutan yang harus dihadapi dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas. Pemisahan prajurit dilaksanakan secara tepat waktu sesuai ketentuan perundang-undangan. sehingga calon prajurit tidak membuang waktu serta biaya transportasi dan akomodasi bila mengikuti seleksi penerimaan prajurit. Dayak. maka alokasi penerimaan prajurit hanya sebesar jumlah prajurit yang pensiun atau dipisahkan. yang dimulai dari penyediaan prajurit sampai dengan pemisahan prajurit. Dengan adanya kebijakan Zero Growth of Personnel (ZGP). seperti SMA jurusan IPA atau IPS. Flores. Mentawai dan sebagainya perlu mendapat perhatian dan rekomendasi dalam penerimaan prajurit. Selain melaksanakan kampanye penerimaan prajurit untuk memeroleh animo calon prajurit. tata boga dan sebagainya. Khusus untuk suku bangsa pada daerah-daerah perbatasan dan terpencil seperti Papua. Tim Seleksi ini akan bergerak di setiap sekolah dan daerah terpencil. TRANSFORMASI PEMBINAAN PERSONEL. untuk perwira. sehingga meningkatkan persaingan dan kompetisi sehat antar calon. Kampanye penerimaan prajurit. sehingga dapat menjaring calon prajurit di seluruh pelosok tanah air. Namun demikian hal tersebut bukan berarti stagnasi personel. dapat dilaksanakan oleh Panpus dengan memanfaatkan media tele conference maupun media teknologi informasi lainnya seperti skype. Peningkatan kualitas prajurit dilaksanakan melalui transformasi pembinaan personel yang terencana. bintara dan tamtama dilaksanakan secara terpusat dan tersebar ke seluruh daerah dan pelosok nusantara. kepemudaan dan kemasyarakatan yang ada. baik untuk prajurit pria dan wanita. Kampanye penerimaan prajurit khususnya Taruna Akmil dilaksanakan langsung ke sasaran yaitu sekolahsekolah unggulan yang terdapat di setiap daerah. PMR. adil dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan beragamnya suku bangsa prajurit TNI Angkatan Darat tentunya akan memudahkan pembinaan teritorial dalam mendukung pelaksanaan tugas. terarah dan berlanjut sesuai dengan siklus pembinaan personel. Hasil seleksi team mobile dapat diputuskan secara langsung melalui sidang pemilihan oleh Panpus. I Edisi Maret 2013 . seperti OSIS. khususnya pada daerah-daerah yang terbatas tranportasinya ke kota-kota besar tempat penerimaan prajurit. pecinta alam. Untuk memeroleh calon prajurit yang berkualitas. SMK jurusan otomotif. Kampanye penerimaan Pa PK dilaksanakan secara langsung ke perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkemuka.

perlu diberikan penekanan secara terus-menerus bahwa dalam seleksi penerimaan prajurit tidak dipungut biaya apapun. Diklapa I dan II merupakan pendidikan yang diprioritaskan bagi lulusan Akmil dan Pa PK sebagai perwira karier jangka panjang. Sesuai kebijakan MEF. maka pendidikan harus sejalan dengan pembenahan Alutsista yang akan digunakan. Dikma merupakan pendidikan awal bagi setiap prajurit agar dilaksanakan secara benar dan konsisten karena akan mengarah kepada pembentukan karakter keprajuritan dimasa datang. I Edisi Maret 2013 45 . psikologi. dan selalu diadakan rotasi penugasan. kesehatan. Pendidikan pertama (Dikma) dan pendidikan pembentukan (Diktuk) dilaksanakan agar memiliki sikap mental dan kepribadian. baik melalui pendidikan sekolah dan luar sekolah. Selain itu. Prioritas dalam pembinaan pendidikan adalah pembenahan komponen pendidikan untuk memeroleh peningkatan kualitas hasil didik. • Pendidikan Pendidikan prajurit dilaksanakan untuk menghasilkan prajurit yang berkualitas dan memiliki kemampuan sesuai dengan tujuan dan sasaran pendidikan. Calon peserta didik Seskoad harus memenuhi Volume 33 No. sehingga dapat menciptakan kompetensi sehat dalam pola pembinaan karier prajurit. Alutsista yang modern akan diawaki oleh prajurit yang memiliki bekal pendidikan yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan tugas.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD seleksi penerimaan. Selain itu. berjenjang dan berlanjut. wawancara maupun akademik dilaksanakan secara obyektif dan transparan serta diawasi secara ketat untuk menghindari segala bentuk manipulasi data dan percaloan. Untuk memeroleh prajurit yang berkualitas dan mampu mengawaki Alutsista dikembangkan pola pendidikan yang terarah. Dikbangum Diklapa (Diklapa I dan II) merupakan pendidikan berjenjang dan berlanjut untuk mengembangkan kemampuan umum diproyeksikan dalam rangka penggunaan prajurit selanjutnya. Keterkaitan dengan konsep penggunaan prajurit. Tenaga pendidik yang tersedia di lembaga pendidikan harus yang terbaik dan memiliki kualifikasi sebagai pendidik. Dalam pembenahan komponen pendidikan lainnya. memenuhi syarat dan lulus seleksi yang dilaksanakan secara obyektif dan transparan. jasmani. Kurikulum pendidikan harus dapat menjawab tuntutan keluaran hasil didik yang memadai dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas kedepan. Prajurit harus dibekali pendidikan yang keluarannya memiliki kemampuan dalam mengawaki Alutsista yang tersedia. Demikian juga peserta didik hendaknya diperoleh dari calon peserta didik yang berkualitas. kurikulum pendidikan harus dikaji ulang dan direvisi sesuai dengan tuntutan pembenahan Alutsista dalam kebijakan MEF. tenaga pendidik sudah memiliki pengalaman penugasan. intelektual. mulai dari seleksi administrasi. serta kesamaptaan jasmani sesuai dengan golongan dan kepangkatannya.

Dengan demikian. Sedangkan perwira karier jangka pendek lulusan Secapa Reguler diperuntukkan guna mengisi ruang jabatan Pama dan Gol. V ke atas. Oleh karena itu. Untuk itu. Selain itu. Setelah penugasan di satuan operasional. Lulusan Sesko TNI diproyeksikan untuk jabatan strategis yang diperlukan dalam operasi gabungan antar matra angkatan. namun harus memiliki kompetensi serta proyeksi dalam pembinaan karier yang bersangkutan. pembinaan karier perwira harus sesuai dengan konsep pembinaan prajurit jangka panjang dan jangka pendek. Penempatan pada satuan operasional merupakan kesempatan untuk mengenal dan merasakan langsung hakikat kehidupan prajurit senyatanya. yaitu kepentingan organisasi dan kepentingan prajurit sebagai individu. Dalam penentuan calon peserta didik Sesko TNI. Penempatan dalam jabatan berpedoman pada daftar urut kepangkatan dan jabatan (dafukaj) perwira serta pola pembinaan karier perwira yang terarah dan berjenjang sesuai dengan struktur organisasi yang semakin ramping ke atas. IV/Kolonel sesuai dengan kompetensinya. diadakan reklasifikasi untuk penentuan kecabangan perwira lulusan Akmil selanjutnya. minat dan potensi yang dimiliki seorang prajurit sesuai dengan pendidikan spesialisasi yang akan ditempuh. • Penggunaan Sesuai kebijakan MEF dan ZGP. Hasil dari reklasifikasi tersebut akan menyebabkan sebagian bintara dan tamtama . harus mempertimbangkan kecabangan dan arahan jabatan yang bersangkutan. penggunaan prajurit dilaksanakan seoptimal mungkin dan memberikan kemungkinan pengembangan karier seluas-luasnya. Kemampuan berbahasa asing diberikan secara intensif setelah yang bersangkutan lulus seleksi pendidikan di luar negeri sesuai dengan kompetensinya. yang menjadi pertimbangan utama adalah persyaratan lulusan Seskoad 30% terbaik dan/atau perwira pilihan berdasarkan track record dalam penugasannya di lapangan/satuan operasional. menyebabkan persaingan yang semakin ketat untuk memeroleh jenjang jabatan yang lebih tinggi dalam rangka pembinaan karier. sosiometri serta metode penilaian yang berbasis kompetensi jabatan. Setiap jabatan akan diisi oleh prajurit yang memiliki bekal pendidikan sesuai Dikbangspes yang telah dimiliki. Seleksi pendidikan Seskoad harus benar-benar obyektif dan transparan sehingga benar-benar menjadi ajang kompetisi dalam proyeksi pembinaan karier yang akan datang. setiap perwira lulusan Akmil akan memeroleh pengalaman penugasan di satuan operasional sebagai bekal kepemimpinan dimasa yang akan datang. Dengan adanya kelebihan personel pada strata kepangkatan tertentu. Setelah penugasan di satuan operasional. prestasi penugasan.Jurnal Yudhagama persyaratan dan lulus seleksi yang ketat serta potensial untuk menduduki jabatan Gol. Pendidikan di luar negeri perlu diseleksi berdasarkan kemampuan dan kompetensi prajurit yang bersangkutan karena membawa nama baik negara. Penempatan di satuan lapangan dapat memberikan bekal kepemimpinan tatap muka (face to face) dalam memegang tanggung jawab satuan tingkat terendah. Peserta didik di luar negeri tidak semata memiliki kemampuan berbahasa asing. peringkat pendidikan. setiap prajurit lulusan Dikma ditempatkan pada penugasan lapangan di satuan operasional. Hasil dari reklasifikasi tersebut akan menyebabkan sebagian perwira alih kecabangan dari kecabangan Pur/Banpur menjadi kecabangan Banmin. VI. Untuk memeroleh prajurit yang berkualitas dengan proyeksi pembinaan karier masa datang. setiap prajurit diarahkan pada kejuruan Pur/Banpur untuk memeroleh bekal penugasan lapangan. yang dalam keadaan tertentu kepentingan organisasi lebih diutamakan. 46 Volume 33 No. Perwira karier jangka panjang lulusan Akmil dan Pa PK diprioritaskan untuk menduduki jabatan Gol. Penggunaan prajurit memerhatikan kepentingan ganda yang tidak dapat dipisahkan. sebelum yang bersangkutan mengikuti Diklapa I. setiap prajurit lulusan Akmil diarahkan hanya pada kecabangan Pur/Banpur untuk memeroleh bekal penugasan lapangan. Seleksi Dikbangspes harus memerhatikan bakat. Demikian juga dalam pembinaan karier bintara dan tamtama. Dikbangspes dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan spesialisasi dalam rangka proyeksi penugasan prajurit selanjutnya. I Edisi Maret 2013 Penempatan dalam jabatan harus sesuai dengan prinsip the right man on the right place dan dilaksanakan melalui mekanisme seleksi karier dan sidang jabatan berdasarkan penilaian talent scouting. diadakan reklasifikasi sesuai dengan Dikbangspes yang telah dimiliki.

sehingga dapat meningkatkan wibawa satuan dan disiplin prajurit. Pembinaan moril dilaksanakan dengan memelihara dan meningkatkan moril prajurit melalui pemberian . perlu dioptimalkan peran Satkowil Volume 33 No. perlu dilakukan langkah-langkah efisiensi dalam proses pemberian tanda kehormatan militer. Penugasan prajurit di luar struktur TNI Angkatan Darat merupakan rangkaian pola pembinaan karier dalam rangka pengembangan karier yang seluasluasnya dengan tetap mengedepankan penilaian secara obyektif. Pemeliharaan dan pelayanan kesehatan bagi prajurit dan keluarganya diberikan secara berkala sesuai dengan hak dan kebutuhan prajurit. Tanda kehormatan militer yang diberikan secara tepat waktu dapat meningkatkan moril dan memberikan kebanggaan bagi setiap prajurit. Proses pemberian tanda kehormatan militer bagi prajurit TNI Angkatan Darat dapat diajukan oleh Mabesad ke Mabes TNI tanpa melalui Kemhan untuk segera diajukan kepada Presiden melalui Sekmilpres. Dalam kondisi tidak ada operasi militer perang. Tanda kehormatan militer berupa bintang dan satyalancana pada hakikatnya diberikan negara kepada prajurit yang berhak menerimanya. I Edisi Maret 2013 47 beralih kejuruan dari Pur/Banpur menjadi banmin sebelum yang bersangkutan mengikuti Diktuk Secapa atau Secaba. Selain kenaikan pangkat reguler yang diberikan sesuai dengan promosi jabatan yang telah dipangkunya. Rumah Sakit dan Poliklinik Angkatan Darat berkewajiban untuk memberikan layanan kesehatan terbaik kepada setiap prajurit dan keluarganya dibandingkan dengan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat umum. atau meninggal dunia dapat memeroleh asuransi yang sesuai dan memadai. Pemberian tanda kehormatan hendaknya bersifat otomatis tanpa usulan prajurit maupun membebankan satuan yang bersangkutan. perlu dilakukan kerja sama dengan lembaga asuransi pemerintah dalam pemberian asuransi jiwa bagi prajurit yang melaksanakan penugasan operasi. pemakaman kedinasan. Kelulusan kesamaptaan jasmani dalam setiap seleksi pendidikan. sehingga proses pemberian tanda kehormatan dapat bersifat otomatis tanpa membebankan prajurit dan satuannya. dan pemberian bantuan yang dapat meringankan beban prajurit. Sejalan dengan upaya meningkatkan moril prajurit. proporsional dan adil melalui mekanisme yang tepat. Pembinaan jasmani dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan jasmani prajurit agar mampu melaksanakan tugas seoptimal mungkin. Oleh karena itu. tewas. adil dan transparan. latihan maupun pendidikan militer. baik didalam struktur maupun diluar struktur. Prajurit yang tidak optimal dalam penugasan di luar struktur dapat segera diganti dengan prajurit yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pengguna diluar struktur TNI Angkatan Darat. Tidak ada lagi prajurit dan keluarganya yang merasa terabaikan dalam memeroleh pelayanan kesehatan. pemberian KPLB operasi militer selain perang akan dapat meningkatkan moril prajurit serta memberikan contoh dan tauladan bagi setiap prajurit. sehingga dapat melaksanakan tugas dengan penuh kepercayaan diri. perlu dukungan data personel yang tepat. Oleh karena itu. Untuk ketepatan dan kecepatan pemberian tanda kehormatan militer. Dalam rangka pemakaman kedinasan bagi purnawirawan. Pembinaan jasmani harus dilakukan setiap prajurit dengan orientasi bahwa hal tersebut merupakan suatu kebutuhan prajurit. Perawatan prajurit diberikan baik dalam bentuk materi maupun rohani agar setiap prajurit dapat memberikan pengabdian yang terbaik dalam setiap penugasannya. merupakan kewenangan Angkatan Darat dengan mempertimbangkan saran masukan pengguna diluar struktur. Demikian juga pemberian KPH bagi prajurit yang telah melaksanakan pengabdian secara sempurna dan tanpa terputus dengan dedikasi dan prestasi kerja yang tinggi dapat meningkatkan moril prajurit untuk berbuat yang terbaik dalam pengabdiannya.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD penghargaan dan tanda kehormatan yang tepat waktu. promosi jabatan prajurit. jabatan dan kenaikan pangkat merupakan sarana seleksi untuk memeroleh prajurit yang berkualitas. Prajurit yang gugur. perlu diberikan kenaikan pangkat khusus berupa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dan kenaikan pangkat penghargaan (KPH) bagi prajurit terpilih secara ketat dan selektif. Pemberian reward and punishment perlu dilaksanakan secara konsisten. • Perawatan Peningkatan kualitas prajurit sejalan dengan kebijakan MEF didukung dengan perawatan prajurit yang memadai. sehingga setiap prajurit senantiasa siap mengemban tugas yang dibebankan.

Selain pemberhentian dari dinas keprajuritan karena telah mencapai batas usia pensiun maksimal. Prajurit yang alih profesi diharapkan telah memiliki masa dinas keprajuritan minimal 15 tahun. Second career tentunya tidak hanya stagnant pada jabatan pada saat yang bersangkutan alih status atau alih profesi. sehingga yang bersangkutan statusnya bukan prajurit atau purnawirawan. 48 Volume 33 No. tepat dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal yang berbeda bagi prajurit sukarela dinas pendek (PSDP) penerbang yang berakhir masa Ikatan Dinas Pendek (IDP) setelah 10 tahun melaksanakan dinas. Prajurit aktif dengan pangkat minimal Letkol dapat alih status menjadi PNS dengan ketentuan yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan. Bila yang bersangkutan alih status atau alih profesi pada suatu jabatan tertentu. sehingga haknya dapat diteruskan sampai dengan warakawuri atau anaknya yang masih memenuhi persyaratan. sehingga yang bersangkutan memeroleh hak tunjangan bersifat pensiun yang maknanya sama dengan pensiun sebagai bekal di hari tua. I Edisi Maret 2013 setelah purna dinas prajurit tersebut juga memeroleh hak tunjangan bersifat pensiun yang maknanya sama dengan pensiun. Pemberian MPP tidak dilakukan secara menyeluruh kepada setiap prajurit. Alih Profesi adalah peralihan profesi prajurit TNI setelah berakhir dinas keprajuritannya atau pensiun untuk selanjutnya menjadi pegawai atau karyawan pada badan usaha milik negara/daerah dan badan usaha swasta lainnya. • Pemisahan Pemisahan prajurit sebagai bagian akhir dari pembinaan prajurit dilaksanakan secara cepat. yang membutuhkan kompetensi prajurit di instansinya. IDL juga merupakan alat kendali untuk memelihara kekuatan dan komposisi prajurit. Selain bermanfaat untuk kepentingan organisasi. perwira tersebut dapat diangkat kembali menjadi prajurit karier untuk selanjutnya dapat mengakhiri IDL setelah bertugas minimal selama 15 tahun. diharapkan karier yang bersangkutan dapat mencapai puncak yang lebih tinggi. II dan III). Alih Status adalah peralihan status prajurit TNI menjadi PNS pada jabatan di kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian. baik kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian. Untuk menjamin kepastian hunian dihari tua setelah pensiun. Menyikapi kondisi faktual khususnya jumlah perwira eligible yang tidak seimbang dengan ruang jabatan yang tersedia. perlu adanya second career. maupun Alih Profesi pada badan usaha milik negara/daerah serta instansi swasta lainnya. Yang bersangkutan diharapkan dapat menjalani karier lanjutan kejabatan yang lebih tinggi lagi pada instansi pengguna. minat dan potensi seseorang dengan . Atas dasar kebutuhan organisasi akan penerbang Angkatan Darat. Pemberian Masa Persiapan Pensiun (MPP) selama-lamanya satu tahun sebagai persiapan memasuki masa pensiun. Setiap prajurit yang memasuki pensiun akan memeroleh perumahan atau uang senilai harga rumah saat pensiun tanpa iuran yang memberatkan penghasilan prajurit. Oleh karena itu. namun yang terpenting adalah sebagai alat kendali untuk memelihara kekuatan dan komposisi prajurit. Kodim dan Koramil berkewajiban untuk memiliki data setiap purnawirawan yang berada di wilayahnya. baik secara kuantitas maupun kualitas. sehingga dapat bertindak cepat dan tepat untuk memberikan pelayanan pemakaman kedinasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat memiliki kebanggaan sebagai keluarga prajurit. pengakhiran dinas keprajuritan juga dapat disebabkan karena berakhirnya Ikatan Dinas Lanjutan (IDL I. dilaksanakan secara proporsional untuk memelihara kekuatan prajurit. sehingga yang bersangkutan tetap dapat memberikan kontribusinya dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. dengan bekal kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. dalam kegiatan penyaluran prajurit perlu adanya pembekalan pengetahuan dan keterampilan bagi prajurit yang akan menjalani second career. Pembekalan akan disesuaikan dengan bakat. setiap prajurit diberikan bantuan perumahan yang dikelola oleh BP TWP.Jurnal Yudhagama untuk memberikan pelayanan pemakaman kedinasan. Prajurit yang alih profesi diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan dengan memeroleh hak rawatan purna dinas sesuai ketentuan yang berlaku. Prajurit tersebut dapat menjalani second career berupa Alih Status pada lembaga-lembaga pemerintah. Dengan pemberian subsidi silang antar setiap prajurit dengan dukungan PT Asabri (Persero) akan dapat diperoleh perumahan bagi setiap prajurit yang memasuki masa pensiun. Oleh karena itu. namun diberikan sesuai dengan kebutuhan organisasi pada strata jabatan dan kepangkatan tertentu dengan mempertimbangkan kompetensi prajurit yang bersangkutan. Prajurit yang telah memiliki masa dinas keprajuritan 20 tahun atau berakhirnya IDL I dapat diberikan kesempatan untuk memasuki masa pensiun dengan diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan. Alat kendali lainnya dalam memelihara kekuatan dan komposisi prajurit adalah penyaluran prajurit yang dikenal dengan istilah second career. Pemisahan prajurit tidak hanya karena telah berakhir masa dinas keprajuritannya.

I Edisi Maret 2013 49 . Sumber Pa/Th 7. Paban V/Bin PNS Spersad : : : : : : : Budi Prasetyono Kolonel Caj/31913 Makassar/28-05-1958 Islam Kawin Sepamilwa/1985 Paban V/Bin PNS Spersad : 1984/1985 : 1996/1997 II. sehingga diperoleh hasil yang optimal dalam meningkatkan kualitas prajurit. Pabandya Minu & Turjuk Spaban I Spersad 9. dan pemisahan prajurit. Pasi Daktiloskopi Ditajenad 2. • Pembinaan personel yang dilaksanakan secara terencana. 1. I 2. Saran yang diberikan tentang transformasi pembinaan personel dalam meningkatkan kualitas prajurit sebagai berikut : • Transformasi pembinaan personel seyogyanya diterapkan secara gradual dan sistematis dengan senantiasa memertimbangkan kondisi kekuatan dan komposisi personel. Kaur Tap Siminpersmil Ajendam II/Swj 4. kesimpulan yang diperoleh tentang transformasi pembinaan personel dalam meningkatkan kualitas prajurit sebagai berikut : • Transformasi pembinaan personel dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas prajurit untuk tercapainya kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) dengan sasaran kekuatan personel secara kuantitas dan kualitas yang mampu menjamin pelaksanaan tugas. Jabatan III. Kasi Angkat Ba/Ta Ditajenad 3. perawatan. Pangkat/NRP 3. yang mencakup dua aspek. pendidikan. SARAN. Agama 5. Data Pokok. yaitu aspek pembinaan tenaga manusia (Binteman) dan aspek pembinaan personel (Binpers) prajurit sebagai individu perorangan yang meliputi penyediaan. Pembinaan prajurit memerlukan transformasi bidang personel yang tepat sesuai dengan tujuan dan sasaran pembinaan personel dengan tidak mengabaikan peraturan perundangundangan yang berlaku dibidang personel. Pabandya Anev/Data Stat Spaban I Spersad 8. Melalui konsep transformasi bidang personel diharapkan dapat dilakukan perubahan secara bertahap dan sistematis serta realistis dalam pembinaan personel untuk mendukung pelaksanaan tugas. Pabanda MPP Spaban II Spersad 6. Nama 2. terarah dan berlanjut akan memeroleh hasil yang optimal dalam meningkatkan kualitas prajurit yang merupakan tuntutan yang harus dihadapi untuk menghadapi tantangan tugas kedepan. Pendidikan. Program-program pembekalan pengetahuan dan keterampilan serta pendidikan dan pelatihan manajemen maupun teknis diberikan kepada prajurit yang diselaraskan dengan perkembangan tuntutan kebutuhan akan tenaga kerja saat ini. KESIMPULAN. • Perlu peran aktif dan kepedulian para Dan/Ka satuan untuk meningkatkan pembinaan personel di satuannya masing-masing dengan melaksanakan transformasi pembinaan personel. 1. • Transformasi pembinaan personel dalam meningkatkan kualitas prajurit dilaksanakan melalui berbagai upaya pembinaan personel dalam arti luas. Kasubdit Bindospers Ditajenad 11. Sepamilwa ABRI Gel. 1. Pabandya Anev/Dalprog Srendam VII/Wrb 7. Tempat/Tgl. baik secara kuantitas maupun kualitas yang sangat dinamis sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki serta kebutuhan instansi pengguna. Riwayat Jabatan. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. yang saling keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Kaajendam Jaya Kodam Jaya 10. Berdasarkan uraian di atas. Seskoad Susreg XXXIV Volume 33 No. Palan Ajenrem-043/Gatam Ajendam II/Swj 5. Lahir 4. penggunaan. Status 6.

efisien dan semakin profesional. Pemimpin-pemimpin tersebut harus disiapkan secara lebih dini agar berbagai persoalan-persoalan dapat diatasi dan pada akhirnya TNI AD akan berhasil melakukan transformasi secara komprehensif untuk menjadi sebuah organisasi yang modern. Diperlukan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter transformasional untuk mengawal proses transformasi secara menyeluruh. doktrin maupun sistem persenjataan. walaupun Volume 33 No. bahkan pada beberapa aspek justru mengalami stagnasi dan penurunan. S 50 PENDAHULUAN. maka persoalanpersoalan kultural tersebut perlu mendapatkan perhatian yang proporsional dalam keseluruhan proses transformasi sambil melakukan pembenahan institusional. berbagai perubahan telah banyak dilakukan dan tentu saja akan terus dilakukan oleh TNI AD sebagai sebuah organisasi sesuai dengan dinamika perubahan lingkungan strategis yang terjadi.Jurnal Yudhagama SIGNIFIKANSI PERAN PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL DALAM PROSES TRANSFORMASI TNI AD Oleh : Letkol Arh Hamim Tohari. . masih banyak persoalan kultural di dalam TNI AD yang harus dicarikan solusinya. efisien dan modern sesuai dengan tuntutan dinamika perubahan lingkungan strategis. Persoalanpersoalan kultural tersebut erat kaitannya dengan tata nilai dan kualitas sumber daya manusia seperti cara berpikir. bersikap dan bertindak yang cenderung nyaman dengan berbagai previlege yang pernah dimiliki dan disediakan oleh masa lalu. Konsep perubahan atau pengembangan TNI AD telah terwadahi dalam Postur 25 tahunan dan kemudian dijabarkan menjadi Rencana Strategis 5 tahunan. konsep transfromasi yang sering diwacanakan cenderung lebih mengarah pada perubahan-perubahan institusional. Untuk mengatasi persoalan-persoalan kultural tersebut. karena berkait dengan persoalan manusia. Namun demikian. sehingga memunculkan keengganan untuk berubah. Postur maupun renstra tersebut dan secara terus menerus serta berkesinambungan direvisi sesuai dengan arah kebijakan umum pertahanan negara yang ditetapkan oleh pemerintah. ejak awal terbentuknya hingga sekarang. I Edisi Maret 2013 Renstra telah disusun dan selalu direvisi. doktrin maupun sistem persenjataan. Namun sayangnya. karena sebagai bagian dari kehidupan sosial kemasyarakatan. sasaran dari perubahan yang diinginkan terkesan sangat lambat untuk tercapai. sedang dan akan terus dilakukan guna membawa TNI AD menjadi organisasi yang profesional. peran pemimpin yang memiliki kemauan dan integritas serta komitmen terhadap perubahan sangatlah signifikan. efektif. efektif. istilah transformasi kemudian mengemuka sebagai sebuah wacana untuk melakukan perubahan secara lebih radikal dan menyeluruh. Tentu saja transformasi yang berorientasi kesisteman tersebut belumlah cukup untuk membawa perubahan yang signifikan apabila tidak diikuti dengan transformasi yang bersifat kultural. Oleh karena itu. MA (Dandim-0505/JT) Transformasi TNI AD pada dasarnya merupakan sebuah proses yang telah. Mengingat pentingnya proses transformasi TNI AD untuk mengimbangi dinamika perubahan lingkungan strategis yang berjalan demikian cepat.

personel. TNI AD telah berupaya secara maksimal dan terus menerus untuk merevisi doktrin-dotrin pada semua tataran. Persoalan ini tidak terlepas dari persoalan kultural bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih menjadi keprihatinan bersama. dan d) Tunduk dan patuh kepada otoritas pemerintahan sipil. Konsekuensinya. operasional. yaitu: Transformasi budaya (transformed culture). c) Menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan (humanitarian). padahal memegang peran yang sangat signifikan dalam mewujudkan TNI AD menjadi sebuah organisasi yang benar-benar profesional. bahkan sebelum istilah transformasi itu sendiri menjadi semakin populer. doktrin. baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Dalam roadmap tersebut antara lain tercantum Strategi Transformasi AD Amerika yang terdiri dari tiga komponen yang perlu ditransformasi dalam AD AS. pokok-pokok organisasi dan prosedur. b) Dapat menjalankan tugas-tugas operasi militer perang dan selain perang (military operations other than war) termasuk melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan dan tugas perdamaian dunia di bawah bendera PBB. TNI AD akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari jurisdiksi profesional militer tradisionalnya. Sebagai bahan pembanding dapat dikemukakan bahwa Angkatan Darat AS. perubahan atau transformasi dirancang secara komprehensif agar dapat melahirkan TNI AD masa depan yang berciri. yang seringkali menjadi kiblat postur organisasi militer yang profesional dan modern. Rp 66. teritorial.5 triliun untuk pemeliharaan dan perawatan. Fenomena ini menjadi tantangan bagi TNI AD untuk terus membangun kemampuannya. perubahan doktrin untuk menyesuaikan dengan perang generasi keempat (4GW). latihan. efisien dan modern karena fungsi outward looking mengharuskan dimilikinya kapasitas ini. Menghadapi cepatnya dinamika perubahan lingkungan strategis serta hakekat ancaman terhadap NKRI yang semakin sulit diprediksikan. efektif. doktrin maupun sistem persenjataan.1 Pada dasarnya proses transformasi telah dilakukan oleh TNI AD dari waktu ke waktu. Anggaran ini akan mencakup tiga komponen utama. efisien dan modern. penataan terhadap sistem pendidikan.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD PROSES TRANSFORMASI TNI AD. efektif. terlihat sinyal keseriusan yang telah diberikan oleh pemerintah terhadap upaya peningkatan modernisasi pertahanan dengan tambahan anggaran untuk pembelian dan pemeliharaan Alutsista kira-kira sebesar Rp 156 triliun hingga 2014. TNI AD dituntut untuk berubah menjadi organisasi yang lebih profesional. juga memiliki apa yang disebut dengan Army Transformation Road Map 2004. Rp 32. I Edisi Maret 2013 51 . Komponen ketiga. dan tidak terlibat dalam politik praktis. Pada aspek organisasi. Transformasi proses (Transformed processes). Rp 57 triliun. a) Memiliki kemampuan dan postur yang dapat mengantisipasi perkembangan bentuk dan potensi ancaman. Sedangkan pada aspek sistem persenjataan. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 untuk penguatan Alutsista. Namun demikian. Kedepan. taktis maupun teknis agar tidak tertinggal dari perkembangan yang terjadi di negara lain. baik strategis. Sayangnya. secara terus menerus dan berkesinambungan menuangkan program-program perubahan atau pengembangan kekuatannya dalam bentuk rencana strategis (trategic plan). perubahanperubahan atau transformasi yang telah dan sedang dilakukan cenderung diprioritaskan pada perubahan organisasi sesuai dengan kebijakan Minimum Essential Force. ide sering berperan sebagai kekuatan pendorong dibelakang suatu transformasi institusi. serta perubahan lingkungan strategik. persenjataan. dan Transformasi Kapabilitas Volume 33 No.5 triliun dialokasikan untuk pembelian Alutsista sesuai dengan rencana pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF). transformasi pada aspek kultural ini masih terkesan dikesampingkan.2 Pada aspek doktrin. dan perubahan sistem persenjataan untuk memodernisasi Alutsista agar memiliki deterrent effect yang tinggi. sebagaimana organisasi yang lain. Berangkat dari konteks sejarah. dan bahkan kebijakan TNI AD juga tetap perlu dilakukan oleh generasi mendatang. untuk percepatan pemenuhan MEF sesuai dengan amanat Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2011. kepemimpinan. tetapi juga mencakup persoalan kualitas dan integritas sumber daya manusia yang mengawakinya.3 Namun perlu juga disadari bahwa persoalan TNI AD tidak sebatas pada persoalan organisasi. TNI AD.

4 Contoh pembanding lain yang lebih dekat adalah transformasi Angkatan Darat Philipina yang tertuang dalam Army Transformation Roadmap 2008 yang merupakan rencana strategis Angkatan Darat Philipina 18 tahun. Mereka menempatkan honor (kehormatan). TNI AD kemudian merasa berhak atas gagasan negara (NKRI). khususnya pada aspek kultural. ” Cultural change of an institution begins with the behavior of its people — and leaders shape behavior”. teknologi. Disamping itu. Jika merujuk pada US Army Transformation Roadmap 2004. Dengan demikian. sumber daya dan lain-lain. DIPERLUKAN PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL UNTUK MELAKUKAN TRANSFORMASI SECARA MENYELURUH.7 Dengan demikian. sebagai sebuah kelas elite tersendiri dalam struktur masyarakat Indonesia. sejarah dan ras. sistem.Jurnal Yudhagama (Transformed capabilities). Pada transformasi aspek kultural diperlukan pemimpin-pemimpin yang berpikir transformasional dan tidak alergi terhadap perubahan yang membawa konsekuensi mengurangi atau bahkan menghilangkan berbagai previlege yang diperoleh selama ini demi mewujudkan TNI AD yang benar-benar profesional. it is important to remember that at the center of every joint system are the men and women who selflessly serve the nation”. hal ini tentu saja membawa aroma perubahan yang harus disikapi dengan optimistik. terlihat bahwa organisasi militer sehebat Amerika Serikat yang memiliki keunggulan dibidang teknologi persenjataan sekalipun sangat mengakui bahwa manusia memegang peranan sentral dalam keberhasilannya. banyak kalangan menilai bahwa TNI AD pada dekade-dekade awal perkembangannya telah menikmati apa yang disebut sebagai karakter kultur yang Etnosentrisme. adalah merupakan cara hidup dan cara pandang yang terbaik. dapat dikatakan bahwa transfromasi TNI AD akan mencapai sasaran secara optimal dan menyeluruh apabila aspek kultural mendapatkan prioritas yang memadai.5      Pada konteks transformasi TNI AD. 52 Volume 33 No. dan duty (panggilan tugas) sebagai “core values” yang ingin dicapai dalam transformasi Angkatan Darat. serta menguasai berbagai sektor publik baik ekonomi. “Regardless of concepts. capabilities and technologies. tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan sebuah transformasi akan dapat dicapai secara optimal apabila keingingan untuk berubah itu datang dari manusiamanusia yang berada di dalamnya dan dimotori oleh para pemimpinnya. efektif. berhak untuk mengorganisasikan ideologi. efisien dan modern. dokumen tersebut juga menyatakan bahwa. 6 Selanjutnya. Dengan kondisi seperti ini. struktur organisasi. dimana TNI AD menganggap bahwa cara hidup mereka. sehingga dari karakter Etnosentris itu. sosial maupun politik. Reformasi 1998 menjadi sebuah titik tolak dimana TNI benar-benar menjadi lembaga yang dikritisi mulai dari kultur. Angkatan Darat Philipina juga menempatkan peningkatan kualitas disiplin dan integritas diri prajurit sebagai prioritas sasaran jangka pendek yang ingin dicapai dalam waktu 3 tahun pertama. patriotism (patriotisme). I Edisi Maret 2013 . agama. menurut Ikrar Nusa Bhakti butuh paling tidak waktu 15 tahun untuk merubah kultur yang sudah ada dan mendarah daging tersebut.

Dalam hal ini. lintas generasi dan dilalui dengan perubahan-perubahan cara berpikir. karena pada pelaksanaannya semua saling mempengaruhi. Tidak semua unsur pimpinan sampai level paling bawah mau begitu saja menerima perubahan-perubahan tersebut. telah dikenal luas sebuah teori yang disebut dengan teori kepemimpinan transformasional. dan disisi yang lain harus mampu memberikan pemahaman yang jelas kepada seluruh prajurit. Elemen yang paling utama dari karakteristik seorang pemimpin transformasional adalah dia harus memiliki hasrat yang kuat untuk mencapai tujuan organisasi. Diperlukan kader-kader pimpinan yang berkarakter transformasional dan harus direkrut. dididik dan disiapkan sejak dini. intelektualitas dan jasmani secara proporsional. Dalam konteks TNI AD. Pemimpin transformasional sesungguhnya merupakan agen perubahan.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Rasanya cukup membanggakan ketika membaca tulisan Letjen TNI Syaiful Rizal pada Majalah Yudhagama bulan Maret 2010 yang berani mengatakan bahwa pimpinan TNI AD saat ini telah membuktikan keunggulan kualitas determinasi dan visionary-nya. mengkomunikasikan dan mengartikulasikan visi organisasi. karena memang erat kaitannya dengan transformasi yang terjadi dalam suatu organisasi. Seorang pemimpin transformasional memiliki visi yang jelas. memiliki gambaran holistis tentang bagaimana organisasi di masa depan ketika semua tujuan atau sasaran telah tercapai. Teori atau model ini merupakan model yang relatif baru dalam studi-studi kepemimpinan dan digagas oleh James Mac Gregor Burns pada tahun 1978. karena telah merasa nyaman cara berpikir. memelopori perubahan dan memberikan motivasi dan inspirasi kepada individu-individu karyawan untuk kreatif dan inovatif. Berkait dengan teori kepemimpinan. hingga pada akhirnya perubahan itu merupakan kehendak bersama seluruh komponen organisasi. Disini terlihat pentingnya peran seorang pemimpin untuk membawa perubahan besar dalam sebuah organisasi besar seperti TNI AD yang pernah dalam kurun waktu cukup lama merasa nyaman dengan status quo yang dimilikinya. keinginan perubahan tersebut walaupun berasal dari pucuk pimpinan TNI AD. bersikap dan bertindak selama ini. bawahan harus menerima dan mengakui kredibilitas pemimpinnya. Pemimpin dengan kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang memiliki visi kedepan dan mampu mengidentifikasi perubahan lingkungan serta mampu mentransformasi perubahan tersebut kedalam organisasi. sehingga berbagai diskusi tentang kepemimpinan sering membandingkan atau mempertentangkan keduanya. Disisi yang lain. berani dan bertanggung jawab memimpin dan mengendalikan organisasi. membawa pembaharuan dalam etos kerja kinerja manajemen. Dengan demikian. Ketika proporsionalitas ketiga aspek tersebut tidak bisa terpenuhi secara optimal.9 Teori kepemimpinan transformasional ini bertolak belakang dengan teori kepemimpinan transaksional. para pakar kepemimpinan yang membahas tentang kepemimpinan transformasional sepakat bahwa seorang pemimpin harus mampu mendefinisikan. kebutuhan transformasi TNI AD yang sudah sangat mendesak tersebutpun sudah direalisasikan. kemudian muncul pertanyaan darimana memulai untuk mencetak pemimpin-pemimpin yang transformasional?. masih saja menemui berbagai tantangan dan hambatan. diperlukan mekanisme yang menjamin obyektivitas dengan berpedoman kepada prinsip tri pola dasar yaitu kepribadian. Seorang pemimpin transformasional adalah seorang pemimpin yang mempunyai keahlian diagnosis. namun argumen Letjen TNI Syaiful Rizal tersebut cukup beralasan apabila kita melihat pada kurun waktu beberapa tahun terakhir pimpinan TNI AD memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan berbagai perubahan di dalam sistem organisasi. Namun. serta membangun team work yang solid. seorang pemimpin TNI AD yang transformasional harus mampu dan mau mengesampingkan berbagai previlege yang selama ini dinikmatinya demi melakukan sebuah perubahan besar. I Edisi Maret 2013 53 . bukannya sebagai pengontrol perubahan. proses perubahan itu masih diperkirakan akan memakan waktu yang panjang.8 Walaupun mungkin belum sepenuhnya benar. maka prioritas harus diletakkan pada aspek kepribadian yang merupakan karakter utama seorang pemimpin Volume 33 No. dan selalu meluangkan waktu dan mencurahkan perhatian dalam upaya untuk memecahkan masalah dari berbagai aspek. Pada proses rekruitmen dasar perwira maupun seleksi lanjutan untuk menjadi pemimpin pada berbagai golongan. Fungsi utamanya adalah berperan sebagai katalis perubahan. Tentu saja proses itu harus dijalankan secara simultan dari kedua sisi. Pemimpin TNI AD masa depan pada satu sisi harus memilliki keberanian untuk menggagas perubahanperubahan penting kearah yang lebih positif. Burns pertama kali memperkenalkan konsep kepemimpinan transformasional dalam penelitian deskriptifnya dibidang kepemimpinan politik. namun kemudian istilah ini lebih banyak digunakan dibidang psikologi organisasi. apakah dari level bawah ataukah dari atas?. sebagaimana lazimnya dalam sebuah kehidupan. Tidak saja visi untuk menjadikan TNI AD sebagai “The world class-Army” sebagai “shock strategis” bagi komunitas internasional. Secara umum.

Ketika pemimpin pada semua tingkat atau golongan telah mampu memposisikan dirinya sebagai pelayan bagi organisasi dan anak buahnya. efektif. karena ketika seorang perwira ditanya tentang kepemimpinan maka yang ada di benaknya adalah 11 azas. berani melakukan perubahan dan mampu mengartikulasikan arah kebijakan secara gamblang kepada internal organisasi maupun kepada publik. KESIMPULAN. Ide-ide atau gagasan perubahan tersebut apabila telah dievaluasi akan menghasilkan dampak positif yang besar. merupakan langkah relevan untuk menilai kepribadian dan tingkat akseptabilitas seorang perwira dimata senior. diperlukan mekanisme pembinaan yang teratur. rekan maupun juniornya berdasarkan penilaian obyektif. TNI AD memerlukan pemimpinpemimpin yang transformasional. integritas serta kerjasama. Selanjutnya. Aspek kultural lain yang perlu dirubah untuk menciptakan pemimpin yang transformasional adalah persepsi bahwa pemimpin adalah pihak yang harus dilayani oleh bawahan. Walaupun hakekat dasar dari kepemimpinan tidak berubah. Pada proses seleksi lanjutan untuk memilih pemimpin pada berbagai tingkat golongan. maka proses transformasi dan sasaran yang diharapkan akan lebih mudah tercapai. pembinaan di satuan hingga seleksi lanjutan dengan menjamin obyektivitas serta proporsionalitas penggunaannya. Apabila hal ini dapat dilakukan dengan baik. namun setidaknya pemimpin yang transformasional dapat menjadi agen perubahan dan secara pelan namun pasti mampu mempengaruhi lingkungan untuk secara bersama-sama melakukan perubahan menuju sasaran yang disepakati bersama. sedang dan akan terus dilakukan guna membawa TNI AD menjadi organisasi yang profesional. efisien dan modern sesuai dengan tuntutan dinamika perubahan lingkungan strategis. sehingga perubahan-perubahan yang diharapkan akan mendapatkan dukungan secara bulat dari berbagai komponen. Bila pemimpinpemimpin yang transformasional telah dimiliki oleh TNI AD secara memadai. Untuk mengawal dan mengawaki proses transformasi tersebut. Disamping buku-buku referensi yang bersifat teoretis. TNI AD harus menciptakan atau membentuk pemimpin-pemimpin yang transformasional sejak proses rekruitmen dasar. Yang tidak kalah pentingnya adalah kemauan perubahan yang datang dari level atas. Mekanisme tersebut sudah sewajarnya diteruskan dengan jaminan bahwa proses itu dilakukan secara obyektif dan digunakan secara proporsional. dimulai dari satuan-satuan operasional.Jurnal Yudhagama dengan ditunjang oleh kemampuan intelektualitas yang mampu membangun rasionalitas berpikir guna mengembangkan organisasi. maka diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin TNI AD pada level penentu kebijakan atau pengambil keputusan strategis yang mumpuni. I Edisi Maret 2013 walaupun datangnya dari bawah. dalam arti bahwa pikiran dan tindakannya dicurahkan sepenuhnya untuk kepentingan organisasi dan anak buah. TNI AD juga perlu mempertimbangkan untuk merumuskan buku-buku pedoman praktis pembinaan dan pengembangan kepemimpinan perwira untuk dijadikan sebagai bahan acuan bagi kaderisasi pemimpin-pemimpin TNI AD dimasa depan. Sedangkan jasmani merupakan aspek pendukung yang secara alami dapat dilatih atau dibentuk melalui proses latihan. Para pemimpin yang telah berada pada level puncak organisasi harus lebih terbuka pada gagasan-gagasan perubahan. terarah dan terukur dan dijalankan secara konsisten. Dalam hal ini. maka penghormatan dan loyalitas dari anak buah akan secara otomatis diterima dengan ketulusan dan akan memberikan jalan yang mudah untuk menggerakkan seluruh komponen organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. sifat dan ciri kepemimpinan yang diperolehnya di buku-buku pelajaran sekolah. Pemimpin yang transformasional memang tidak dengan sendirinya akan mampu membawa perubahan yang signifikan manakala lingkungan sosial tidak mendukungnya. harus difasilitasi secara konstruktif untuk mendukung proses transformasi yang sedang dilaksanakan. Secara filosofis. sehingga tidak terkesan seolaholah menjadi “pembunuh berdarah dingin” bagi karier mereka yang ranking sosiometrinya rendah. pada masa-masa pembinaan dan pengembangan perwira sebagai pemimpin. namun kepustakaan TNI AD dibidang tersebut perlu terus diperkaya agar tidak berkurang relevansinya dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang terjadi. Transformasi tersebut harus dilaksanakan secara komprehensif hingga menyentuh pada aspekaspek kultural agar sasaran dapat tercapai secara optimal. Walaupun kepemimpinan adalah seni dan sekaligus ilmu. “value” tertinggi dari seorang pemimpin adalah ketika dia mampu menempatkan dirinya sebagai pelayan bagi organisasi dan anak buahnya. mekanisme sosiometri yang telah dimulai oleh TNI AD sejak awal tahun 2011 dan yang baru saja dilaksanakan dengan mengusung aspek kepemimpinan. yaitu pada unsur pimpinan puncak di lingkungan TNI AD. namun karakter kepemimpinan yang transformasional lebih banyak dibentuk oleh sebuah proses. 54 Volume 33 No. Transformasi TNI AD pada dasarnya merupakan sebuah proses yang telah. Harus diakui bahwa TNI AD kurang memiliki referensi yang memadai dibidang kepemimpinan. .

Determinan Transformasi TNI AD ?. Letjen TNI Syaiful Rizal psc. Australia USA Australia Polandia Thailand Perancis Jepang Australia : : : : : : : : 1996 1997 2004 2007 2007 2011 2011 2012 : : : : : : : Hamim Tohari. the imperative to transform. 9. Luar negeri. Jurnal Yudhagama Tahun XXX Bulan Maret 2010. 4. 4. 8. 2. Adaptabilitas Perwira Terhadap Perubahan Lingkungan Operasional.org/wiki/Transformational_ leadership. Bandung. Danyon Arhanudri-1/1 Kostrad 18. Kasilitbangmat Arh Baglitbangmat Pussenart 13. United States. Pangkat/NRP 3. PS. July 2004. Status 6. Danraimer A Yonarhanudri-3 9. Sip. Selapa Arh 4. Kelemahan Proses Transformasi Militer Indonesia. Agama 5. Ibid.wikipedia. hal 1-4. Pama Kopassus 5. Sussa Inggris 2. MA Letkol Arh/11940030240771 Trenggalek/22-07-1971 Islam Kawin Akmil/1994 Dandim-0505/JT II. 1. 1. 2004. Naskah Akademik Struktur Organisasi TNI Masa Depan. Letjen TNI Syaiful Rizal. hal. 8.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD End notes. Kerjasama Pusat Penelitian Politik LIPI dan Sesko TNI. Kasi-2/Ops Yonarhanudri-3 10. 5. Danton-2/B Yonarhanudri-3 3. 8. Data Pokok. 31 Januari 2012. 3. 31. Danton-1/A Yonarhanudri-3 4. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca di United States Army. Danton-3/B Yonarhanudri-3 2. A. Office of the Asst Chief of Staff for Plans. 5. Dikbangspes. Sip. 3. Kasilitbangmat Arh Baglitbangmat Pussenart 11. Kasi-1/Intel Menarh-1/F Dam Jaya 12. Dandim-0505/JT Rem 051/Wkt Volume 33 No. Nama 2. Kabagprogar Bagprogar Setpussenarh 17. Department of Defense. A. psc. Tempat/Tgl. Jabatan III. Danden Rudal-003/Dam Jaya 14. Alexandra Retno Wulan.. http://en. Pendidikan. 6.. 6. Kabaglatorsat Sdiirbindiklat Pussenarh 16. Dapat dibaca di Army Transformation Roadmap 2028 (Philippine Army’s 18-year Strategic Plan). Kabaglatorsat Sdiirbindiklat Pussenarh 15. Tardandim : : : : : : : : 1994 1994 2003 2008 1996 2000 2010 2011 IV. 2004 Army Transformation Roadmap. Sussarcab Arh 3. 1. Dikbangum. Seskoad B. 04-S-2404. Susdanrai Arh 3. 1. Metro Manila/ 6. I Edisi Maret 2013 55 . by the Office of Freedom of Information and Security Review. 2004 Army Transformation Roadmap. Sumber Pa/Th 7. hal 1-3. hal. Riwayat Jabatan. Riwayat Penugasan. 29 Mei 2002. Susdanyon 4. Philippine Army. Kauryanops Psi Sops Kopassus 6. A Journey Towards Good Governance and Performance Excellence. Ikrar Nusa Bhakti dkk. Tempo Online. Akmil 2. 2. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. Fort Andres Bonifacio. open publication Aug. 1. 1. 7. G5. Lahir 4. 7. Pama Denma Kopassus 7. Pama Yonarhanudri-3 8.

modern. secara umum kemampuan dan kualitas yang unggul tersebut belum menjadi standard bagi perwira TNI secara keseluruhan. latihan maupun penugasan operasi di luar negeri saat aktif di militer memiliki penilaian bahwa secara individu. atau mendengarkan ceramahnya. (Pembantu Asisten Sespri Presiden RI) “Saya ingin Jenderal-Jenderal kita berwibawa. seperti Amerika Serikat. kualitas. Padahal tantangan kedepan semakin membutuhkan sosok perwira perwira TNI yang kapabel untuk memimpin pasukan multinasional. Tetapi Oleh : Mayor Kav M. Kolonel kita. modern. Dari pengertian sederhana itu. maupun kontra terorisme. tidak berlebihan bila Presiden yang kerap mendapatkan peluang untuk mengikuti pendidikan. efektif dan menentukan. misi dan komitmen Jenderal Bintang Empat ini. penanggulangan bencana alam. kita punya outlook yang bagus serta tampil percaya diri…Saya lihat generasi Pak Benny Moerdani sudah hilang…Kita sekarang butuh perwira yang orang lapangan dengan wawasan global dan punya pengalaman kredibel. MUNGKINKAH? yang unggul yang profesional. maupun aspek komunikasi dan kemampuan menguasai bahasa pengantar internasional. entah dalam peacekeeping missions. baik kemampuan. Perwira kita berwibawa.” Presiden SBY. Australia. Juwono Sudarsono. khususnya TNI AD diawaki oleh perwira perwira dengan kompetensi dan kualitas Volume 33 No. maupun kinerja yang dimiliki oleh para perwira kita. Dr. untuk membangun TNI lebih baik dari masa kemasa. tentu tidak akan sulit memahami visi. maupun negara-negara di Eropa Barat. Hanya saja. jumlah pasukan kita di Libanon saja pada tahun 2006 hanya 850 personel. 21 April 2011 B 56 agi siapa saja yang pernah berdiskusi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. kita sorot soal kemampuan berbahasa saja. jika diamati lebih jauh. Kita mudah memahami tentang arti profesionalisme. Iftitah Sulaiman S. baik dalam operasi pemeliharaan perdamaian. Penulis mencermati bahwa grafik permintaan pasukan pemeliharaan perdamaian kepada Indonesia selalu menanjak dari tahun ketahun. yang akrab disapa SBY ini. atau paling tidak menyimak isi-isi pidatonya yang mudah diakses melalui situs resmi Presiden RI. Kemanapun berinteraksi. sejak masih aktif berdinas sebagai perwira militer. Sebenarnya TNI tidak kalah dengan mereka yang berasal dari negara-negara maju di dunia. saat berdinas di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI selaku Kepala Seksi Siap Operasi. kata-kata kelas dunia sebenarnya lebih mengacu kepada standard internasional. Kita gagah karena kita juga knowledgeable. Bahkan. aspek networking. mantan Menteri Pertahanan. Bayangkan. efektif dan tentu saja berkelas dunia. Yang menarik dari harapan Presiden adalah katakata berkelas dunia itu.Jurnal Yudhagama TNI AD MENUJU TENTARA KELAS DUNIA. entah dalam disaster relief operations atau dalam seminar dan simposium. Menurut Prof. baik dari segi pengetahuan dan keterampilan militer secara universal. Sudah siapkah kita menyambut peluang tersebut? Di satu sisi. Presiden telah mendambakan institusi TNI. Tetapi berkelas dunia? Apa maknanya? Dalam kaitan apa? Mengapa Tentara Nasional Indonesia harus berkelas dunia? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering dilontarkan oleh para perwira TNI dalam berbagai kesempatan di forum akademis maupun perbincangan sehari-hari membahas masa depan TNI AD yang kita cintai ini. I Edisi Maret 2013 . bandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai lebih dari 1800 orang.

rekan satu angkatan. agar saripati yang dihasilkan dalam tulisan ini bisa lebih membumi. Tentu peluang untuk memimpin pasukan multi nasional akan semakin terbuka lebar. maka sekali lagi. Termasuk bagi yang berkesempatan untuk melaksanakan penugasan operasi dibawah naungan PBB di berbagai misi pemeliharaan perdamaian dunia. Yang menggembirakan. Pada umumnya.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD dalam setiap laporan evaluasi Satuan Tugas (Satgas). aspek global networking yang luas. semudah musim berganti. dan bukan sekedar musiman. Keinginan yang kuat dari institusi untuk berubah kearah yang selalu lebih baik. bisa kita katakan. dapat mudah terbaca melalui Jurnal Yudhagama ini. keinginan kuat untuk melakukan perubahan itu. tidak sedikit nara sumber yang secara kritis berharap agar proses transformasi ini menjadi gerak kehidupan organisasi TNI AD. sebagai Komandan Pengamat Militer di Bosnia pada era 90an. tetapi juga untuk Merah Putih. kita pernah memiliki Jenderal Rais Abin. jawabannya tentu tidak. I Edisi Maret 2013 57 . serta senior dan junior. Untuk itu. Dengan mendapatkan pengalaman mengikuti pendidikan. Hanya saja. latihan maupun penugasan luar negeri ini. Dampaknya akan baik bukan saja untuk TNI dan khususnya TNI AD. 80% hambatan Satgas adalah soal penguasaan bahasa Inggris. Lalu apakah kita lantas hanya berpangku tangan sembari terpesona dengan sejarah dan nostalgia kehebatan yang dimiliki oleh para jenderal itu? Penulis yakin. Bahkan sering terjadi perwira piket harus memanggil interpreter setiap kali ada telepon berdering. Kita memiliki Jenderal Benny Moerdani. Apabila kita membaca perjalanan sejarah TNI. Karena transformasi juga adalah soal perubahan mind-set. khususnya bagi para perwira. apalagi bila kita menguasai bahasanya. penulis juga dalam menyusun tulisan ini. disamping beberapa tokoh sipil pengamat militer. para perwira yang dikirim untuk mengikuti pendidikan ataupun penugasan di luar negeri adalah mereka yang dianggap memiliki keunggulan pengetahuan dan keterampilan militer dibandingkan dengan rekan-rekannya. Dengan keterbatasan bahasa itu saja. tentu akan semakin mempercepat terwujudnya proses transformasi itu. Dengan demikian. Kesemua Jenderal tadi memiliki pengetahuan dan keterampilan militer mumpuni. termasuk dari sisi penguasaan bahasa asing. harus juga menjadi keinginan seluruh pembaca. bukan hanya keinginan para penulis saja. PERWIRA TNI AD HARUS BERKELAS DUNIA. Mereka juga mendapatkan pengalaman yang berharga untuk bekerja di dalam sebuah sistem dan mekanisme Volume 33 No. Kita juga memiliki Jenderal SBY. berupaya menggali pendapat dari semua lapisan perwira. makin banyak prajurit yang tergerak untuk bertransformasi. serta aspek komunikasi dan kemampuan menguasai bahasa internasional. para jenderal tersebut berkelas dunia. kita masih dipuji-puji oleh dunia internasional atas kinerjanya yang melampaui panggilan tugas. sebagai arsitek operasi pembebasan sandera di Thailand pada era 80an. tentu akan semakin membuka wawasan serta menambah ilmu pengetahuan bagi yang bersangkutan. transformasi akan mudah hilang. Bila musiman saja. sebagai Panglima Pasukan PBB di Timur Tengah pada era 70an. yakni mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia.

Merekapun tidak lepas dari permasalahan dan kekurangan. modern dan berkelas dunia. Revolution in Military Affairs telah menjadi agenda utama dalam rangka memodernisasi sistem senjata dan peralatan perang sebuah negara. Secara realistis. khususnya dibidang pendidikan. Presiden menyampaikan harapannya agar lembaga-lembaga pendidikan yang dimiliki TNI AD. Seorang perwira TNI AD tidak cukup hanya berbekal dan mengandalkan kemampuan fisik dan teknis kemiliteran saja. diharapkan menjadi pemicu bagi TNI AD untuk segera mewujudkan kemandirian dalam rangka mencetak kader-kader perwira yang berkelas dunia. baik dari segi kemajuan ekonomi. Saat ini. kita juga memiliki berbagai keunggulan yang dapat dijadikan sebagai referensi konstruktif bagi militer negaranegara maju tersebut. Apa yang disampaikan Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI sebagaimana dikutip di awal tulisan adalah wujud perhatiannya terhadap kondisi yang terjadi saat ini. PEMBENAHAN INTERNAL LEMDIK TNI AD : PROSES TIADA AKHIR. namun dibutuhkan pengetahuan dan wawasan yang luas serta pemahaman terhadap perkembangan situasi lingkungan strategis regional dan global yang relevan dengan tugas pokoknya. mencapai kesejajaran dan bahkan dapat melebihi negaranegara yang saat ini masuk kedalam klub negara maju. khususnya para perwira. Konsep scholar soldier sendiri menjadi salah satu prasyarat dari sebuah 58 Volume 33 No. yakni Seskoad. I Edisi Maret 2013 . dengan semakin tingginya ketergantungan terhadap kecanggihan teknologi dan Alutsista. sumber daya manusianya. Sebenarnya sistem pendidikan di jajaran TNI AD telah berjalan dengan baik. Karena di sisi lain. termasuk kemajuan di bidang pertahanan dan militer. bisa menyiapkan perwira-perwira TNI AD yang berkelas dunia. berlangsungnya transformasi di lingkungan TNI AD. outcome-nya adalah perwira-perwira yang semakin unggul dibandingkan dengan rekan-rekannya yang tidak memiliki kesempatan yang sama. seperti Indonesia. Terbatasnya kesempatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya perwira TNI AD melalui program-program kerjasama militer dengan negara lain. Menurut Presiden. Selanjutnya. pembangunan. baik dengan perwira TNI yang kembali dari luar negeri maupun Perwira Asing yang berkunjung ke Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu haus untuk belajar dari keunggulan yang dimiliki bangsa-bangsa lainnya. Namun. kita harus cerdas untuk memetik pengalaman berharga dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia.Jurnal Yudhagama kerja yang profesional. yang unik dan memiliki keunggulannya tersendiri. pendidikan yang berkualitas secara berjenjang menjadi kunci utama dalam mencetak prajurit-prajurit dan sumber daya manusia lainnya di bidang pertahanan yang berkelas dunia. Dengan demikian. Kita ingin mengejar ketertinggalan. para perwira yang tidak memiliki pengalaman luar negeri pun dapat mengisi dirinya dengan berinteraksi dalam rangka saling belajar dan saling melengkapi antara satu sama lainnya. Tentu ini semua harus didasarkan pada karakter jati diri bangsa serta nilai-nilai luhur budaya Indonesia. kita harus dapat mengakui bahwa negara berkembang. Dalam pembicaraannya lebih lanjut. termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya Perwira TNI AD. Terutama jika kita berbicara tentang pengalaman didalam counterinsurgency. Dengan demikian. Hal ini bukan saja dikemukakan oleh para nara sumber. harus diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengikuti semua level pendidikan yang ada di TNI AD. dan bagaimana winning the hearts and minds of the people. Dalam mewujudkan hal tersebut. mengharuskan kita untuk meningkatkan human capital. Pengamatan para nara sumber ini tidak berarti bahwa kita “mendewadewakan” sistem pendidikan dan latihan yang berlaku di militer negara-negara maju. peacekeeping. sehingga mampu menghadapi tantangan abad XXI yang tidak semakin mudah. dengan semakin tingginya tantangan tugas. tetapi juga oleh Presiden. hingga pendidikan tertinggi. maka semua prajurit. yang terus mengamati dari luar. counterterrorism. pendidikan. conflict resolution. teknologi. Secara objektif. masih perlu banyak belajar dari apa yang telah dicapai oleh negara-negara maju di dunia. sekali lagi secara relatif. konsep scholar soldier yang kini tengah dikedepankan oleh TNI AD harus terus ditingkatkan.

Dalam menghadapi perang generasi ke-4. namun juga dalam sejumlah penugasan luar negeri. dalam menyikapi dinamika yang terjadi dewasa ini. Mengapa? Dalam salah satu kegiatan seleksi Seskoad dengan materi psikologi misalnya. Volume 33 No. Indonesia memiliki potensi untuk itu. Semakin meningkatnya peran TNI saat ini tercatat berada dalam peringkat 14 Troops Contributing Country dalam misi-misi PBB. tentu TNI AD harus selalu dapat beradaptasi dengan tuntutan perkembangan zaman. Ambil contoh soal yang paling hangat saat ini adalah tentang social media dan pengaruhnya terhadap aspek keamanan nasional. Yang harus dilakukan adalah bagaimana mengajari prajurit kita agar bijak dan tepat dalam penggunaan media sosial. sebagai tentara profesional yang adaptif dan siap menghadapi ancaman maupun tantangan keamanan masa kini. bahkan memanfaatkan kehadiran media sosial untuk kepentingan aspek pertahanan dan tugas pokok TNI AD. kini saatnya TNI AD bersiap diri secara pengetahuan dan keterampilan dengan memberikan materi social media di bangku pendidikan. juga tidak boleh diabaikan oleh TNI AD dalam mewujudkan sebuah Angkatan Perang yang profesional dan modern. Kita ketahui bahwa terjadinya proses pergerakan massa besarbesaran di Timur Tengah yang menuntut demokrasi adalah ekses dari penggunaan social media seperti twitter dan facebook serta youtube. Sebagai militer yang profesional. para perwira TNI harus selalu bertindak dengan mengedepankan pandangan yang bersifat outward looking dan menghindari cara berpikir meminjam istilah para senior seperti “katak dalam tempurung”. Lantas apa antisipasi TNI AD menghadapi situasi tersebut? Penulis berpendapat. perubahan cara berpikir maju ini bukan milik para perwira lulusan luar negeri. Beberapa peristiwa kerusuhan di dalam negeri juga terjadi karena dipicu penggunaan media sosial. bagaimana mengaplikasikannya dalam sistem pendidikan TNI AD? Tentu semua itu akan berpengaruh terhadap kurikulum pendidikan. tentunya TNI AD tidak dapat lagi mengandalkan postur militer pada perang generasi ke-3 yang dimilikinya. Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh TNI AD tersebut bukan hanya ditunjukkan dalam penugasan dalam negeri. Rules of Engagement (ROE) serta Hukum-hukum Internasional lain yang telah diratifikasi. Lebih jauh lagi. Melalui partisipasinya dalam penugasan PBB. I Edisi Maret 2013 59 . Semua itu. sekali lagi. tentunya konsep cyber warfare. 4th generation warfare misalnya. Menurut para nara sumber. Negara kita tercatat sebagai 3 besar dunia dalam jumlah pengguna social media. Konsep ini sangat kontekstual mengingat saat ini telah terjadi perubahan paradigma bentuk ancaman dari tradisional menjadi nontradisional. Termasuk juga berkesempatan untuk belajar dari pengalaman dan keunggulan dari negara-negara lain yang berkontribusi dalam misi serupa. personel TNI perlu memiliki kesadaran akan kemajuan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) atau yang lebih dikenal dengan Information and Communication Technology (ICT) awareness. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi prajurit maupun satuan-satuan yang terlibat untuk dapat mencapai tingkat profesionalisme yang berstandar internasional.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD angkatan bersenjata berkelas dunia. Oleh karena itu. Menabukan social media bagi para prajurit TNI AD justru akan semakin menjauhkan institusi dari solusi masalah. Demikian pula dengan kemunculan konsep-konsep perang modern. Melalui pemahaman yang utuh terhadap peraturan-peraturan internasional yang berlaku. sehingga dapat memberikan motivasi untuk selalu memelihara keunggulannya dari personel militer negara lain. para calon siswa yang diharapkan lulus adalah para perwira yang selalu membuka dirinya dalam proses berdiskusi dan berinteraksi. personel TNI AD dapat belajar lebih banyak tentang Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku di lingkungan militer internasional. Cara berpikir outward looking ini memberikan pandangan baru dan bahkan membuka wawasan personel TNI AD. Dalam konteks tersebut. Pertanyaan yang paling mendasar sebenarnya adalah apakah kurikulum pendidikan yang ada saat ini sudah menjawab berbagai tantangan yang akan dihadapi itu? Khususnya untuk menghasilkan perwira lapangan dengan wawasan global dan pengalaman yang kredibel. hadirnya bentuk perang asimetris di berbagai belahan dunia menjadi pelajaran berharga yang harus dipedomani oleh TNI AD. personel TNI AD juga diharapkan bisa lebih memahami aturan-aturan internasional yang berlaku dalam perang maupun penanganan konflik. menghargai orang lain dan menyampaikan pandangan-pandangannya yang memiliki solusi atas berbagai permasalahan. tentunya akan membantu personel TNI AD untuk bisa menunjukkan performa yang baik dan mampu bersaing dengan personel militer dari negara lain. khususnya abit Seskoad. yang marak dalam satu dekade terakhir. khususnya proses pendidikan di semua lembaga pendidikan TNI AD. tentu saja harus dikaji lebih dalam di lembaga-lembaga pendidikan. menuntut TNI AD untuk bisa bersikap adaptif terhadap lingkungan strategis baik regional maupun global yang senantiasa dinamis. menjadi keharusan untuk dipahami. Dengan mencermati berbagai hakikat tantangan tersebut. Bahkan melalui penerapan konsep scholar soldier. tetapi milik semua perwira TNI AD. Di samping konsep asymmetric warfare dan 4th generation warfare.

untuk mencetak kader-kader pemimpin yang cakap dalam mengelola berbagai isu pertahanan dan keamanan. Komunikasi ini juga bukan hanya sebagai feedback bagi lembaga pendidikan. Dalam rangka menjawab tantangan untuk memenuhi kualitas sumber daya manusia yang unggul. Komunikasi ini harus terus intens dilakukan setiap tahun secara berkesinambungan. Presiden menganggap penting berdirinya sebuah institusi pendidikan untuk mempersiapkan kader-kader pimpinan di bidang pertahanan yang tidak hanya menguasai pengetahuan teknis dan taktis kemiliteran. Presiden melalui Kemhan RI telah mendirikan Universitas Pertahanan Indonesia pada awal Maret 2011. tapi juga memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan dalam lingkup yang lebih strategis. jago berperang. Hanya mereka yang mampu berpikir out of the box 60 Volume 33 No. maka dibutuhkan kehadiran lembaga pendidikan tinggi kredibel dan berkelas dunia. I Edisi Maret 2013 dan outward looking yang akan mampu menghadapi tantangan abad XXI yang sangat kompleks. yang terpenting adalah loyalitasnya.” Dengan intelektualitas yang baik. Tentu akan lebih efektif bila bahasa Inggris dipelihara kemampuannya di satuan setiap hari. geostrategi dan geoekonomi. yang setara dengan . tetapi juga untuk satuan pengguna. loyalitas tentara bisa menjadi loyalitas buta yang tidak rasional. dibandingkan hanya mengandalkan pada jam pelajaran di bangku pendidikan. Disamping pembenahan lembaga pendidikan di lingkungan TNI AD. UNIVERSITAS PERTAHANAN: BABAK LANJUTAN PEMBANGUNAN SDM TNI. Selain itu. selayaknya para pimpinan Lembaga pendidikan melakukan komunikasi dengan para pengguna peserta didiknya. Presiden memahami bahwa militer hanyalah sebuah komponen dalam sebuah perang maupun dalam pengelolaan pertahanan dan keamanan negara. loyalitas tentara akan semakin bermakna. beberapa materi pendidikan justru dikembangkan dan diajarkan di satuan-satuan pengguna. di tengah kompleksitas dunia yang terus berubah dengan cepat. Dengan demikian diperlukan tingkat pemahaman yang lebih utuh terhadap posisi Indonesia dikaitkan dengan aspek geopolitik. Komunikasi dua arah yang terjalin baik antara lembaga pendidikan dan satuan pengguna akan mengeliminir kesenjangan harapan keduanya terhadap para lulusan lembaga pendidikan itu. yang justru dapat menciderai organisasi secara keseluruhan. tidak perlu pintar. Seperti penggunaan bahasa Inggris misalnya. Tidak sedikit yang berseloroh bahwa tentara itu tugasnya berperang. berkarakter Sapta Marga. diharapkan para perwira TNI memiliki daya analisa terhadap sebuah permasalahan keamanan secara lebih tajam dan komprehensif. terutama atasan langsung satu atau dua tingkat. Tidak harus selalu masukan dari satuan pengguna merubah kurikulum yang ada. Menurut beberapa nara sumber yang juga para pakar pendidikan. Dalam konteks ini. Apakah para lulusan kursus atau sekolahnya telah memenuhi harapan para pengguna? Apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh para lulusannya? Apa saja materi yang perlu ditambah atau dikurangi di setiap jenis kursus/sekolah itu? Komunikasi seperti itu bisa dilakukan antara Gubernur Akademi Militer atau Danpusdik dengan para Komandan Batalyon misalnya.Jurnal Yudhagama STRATEGI MELIBATKAN SATUAN PENGGUNA. Bisa saja terjadi. solusi terbaik bagi TNI AD untuk melakukan transformasi dibidang pendidikan adalah dengan melibatkan satuan pengguna. Sebaliknya. sekaligus harus memiliki daya intelektual yang baik. karena keterbatasan alokasi waktu. Atau Komandan Seskoad dengan para Pangkotama. tanpa intelektualitas. Lulusan terbaik Seskoad 1989 ini menegaskan: “Tentara itu ya harus loyal. Dalam forum seperti Rabiniscab atau Apel Dansat. Komentar seperti ini seringkali diluruskan oleh Presiden. atau pun forum akademis lainnya.

Sharing lessons learned dari sebuah generasi ke generasi berikutnya. I Edisi Maret 2013 61 . maka TNI AD harus terus secara kreatif membangun motivasi sekaligus menyediakan reward bagi para perwira TNI AD yang mau dan berkemampuan untuk menghasilkan karya-karya tulis tentang militer. in the endeavor to discover improvements. Dengan berdirinya Universitas Pertahanan. Keberhasilan TNI dalam pembebasan sandera di Bandara Don Muang Thailand yang dilakukan oleh Kopassus pada tahun 1981. Namun demikian. militer. sehingga Program Pendidikan yang dikembangkan pun juga berorientasi kepada bidang-bidang tersebut.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD sejumlah universitas pertahanan di negara-negara lainnya di dunia. Menurut Gramedia. seperti Jenderal Nasution dengan Buku Perang Gerilyanya. Namun kelemahan yang ada saat ini adalah dalam mendokumentasikan berbagai keberhasilan dan kegagalan tersebut. seiring dengan perkembangan zaman. Dengan prestasi yang telah ditorehkan oleh TNI dalam berbagai operasi. which are practicable in the immediate future” (Menjadi tugas setiap prajurit. maka TNI AD harus dapat memanfaatkan kehadirannya sebagai wadah untuk mewujudkan SDM Perwira TNI AD berkelas dunia. Oleh karena itu. militer memang dipandang dan dituntut untuk menjadi ahli dalam berperang. Dari pengalaman-pengalaman tersebut. TNI perlu melakukan pembenahan dalam proses dokumentasi untuk kepentingan pengkajian. baik counterinsurgency. TNI berkontribusi cukup besar sehingga konflik yang berkepanjangan tersebut dapat diselesaikan secara damai pada tahun 2005. di dalam maupun luar negeri. serta internal conflict resolution. militer dituntut pula untuk dapat menyelesaikan dan menyudahi perang secara damai. Liddell Hart. BUDAYA MENULIS: SHARING LESSON LEARNED. serta membantu negara lain dalam proses perwujudan perdamaian dunia. Selain melakukan transformasi pendidikan secara formal melalui lembaga pendidikan. sehingga personel yang mengikuti pendidikan dapat dimanfaatkan ilmunya untuk kepentingan organisasi TNI AD.H. Padahal. Ditinjau dari sudut pandang profesi. yang belum tentu juga cocok dengan tantangan dan medan tugas yang akan kita hadapi. Proses rekrutmen mahasiswa Unhan pun harus dilakukan sedemikian rupa sesuai dengan tuntutan tugas. maupun peacekeeping. hendaknya dapat dikaji secara utuh dan objektif. Hal-hal itulah yang juga menjadi salah satu konsiderasi dalam pendirian Universitas Pertahanan. maka sebenarnya kita telah memiliki referensi yang sangat berharga untuk dapat digunakan bagi pengembangan kemampuan dan kualitas institusi di kemudian hari. Seorang ahli strategi dunia. untuk merefleksikan pengalaman-pengalaman di masa lalu. Selain itu. pembelajaran dan penelitian. serta bangsa dan negara. sehingga TNI justru seringkali membaca dan mempelajari lessons learned yang dimiliki oleh militer negara lain. sehingga dapat menjadi pelajaran berharga bagi prajurit TNI lainnya termasuk generasi selanjutnya. Melalui buku dan Volume 33 No. dimana terbukti tidak banyak literatur yang dapat ditemukan maupun mudah diakses secara luas. TNI. kesempatan bagi para perwira TNI AD untuk menerbitkan buku sangat luas. Bahkan dalam menangani resolusi konflik di Aceh. baik dalam lingkup kerjasama program pendidikan maupun kegiatankegiatan akademik lainnya. khususnya militer Indonesia. di sisi lain. baik pendidikan. perwira TNI dapat belajar banyak untuk lebih meningkatkan kualitas pengabdiannya. yang sulit adalah menemukan para penulisnya. menegaskan pula tentang pentingnya belajar dari pengalaman masa lalu. Ia mengatakan: “It should be the duty of every soldier to reflect on the experiences of the past. juga diharapkan bisa terlibat secara utuh dalam kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari Operasi Militer Selain Perang. B. Keberhasilan-keberhasilan ini tentunya menjadi catatan penting dan berharga yang harus diketahui oleh seluruh prajurit TNI dan generasi penerus dimasa yang akan datang. Di samping itu. Melalui berbagai lessons learned yang didapatkan dari setiap penugasan. maupun pembebasan sandera peneliti asing di Papua yang dilaksanakan oleh Brigif Linud-17 Kostrad pada tahun 1996 menunjukkan kualitasnya yang tidak kalah dengan negara lain. counterterrorism. transformasi pun bisa dilakukan secara informal. dalam upaya untuk menemukan perbaikan-perbaikan dalam lingkup tindakan tertentu yang dapat dikerjakan dalam waktu dekat) Berbekal pemahaman akan pentingnya lessons learned tersebut. sinergitas antara lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan TNI AD pun perlu dilakukan dengan Universitas Pertahanan. Namun demikian. in his particular sphere of action. kita juga dapat menarik berbagai pelajaran dari kekurangan yang dimiliki TNI selama perjalanannya dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. kita juga bangga bila karya perwira TNI. khususnya pelibatan dalam penanggulangan bencana. latihan maupun operasi. menjadi salah satu kunci keberhasilan TNI AD dalam menyiapkan SDM TNI AD yang unggul dan berkelas dunia serta sukses dalam mengemban tugastugas mendatang. sehingga pada akhirnya dapat memberikan keunggulan kompetitif dibandingan dengan militer negara-negara lainnya. menjadi referensi berbagai Akademi Militer di dunia.

Transformasi dibidang pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab Lembaga Pendidikan. juga akan didapat pemahaman yang lebih baik dari seluruh komponen masyarakat tentang institusi kita. Wadanki B Yon Mekanis Konga XXIII A 6.Jurnal Yudhagama tulisan. jalan transformasi kearah postur prajurit TNI AD yang berkelas dunia nampaknya harus selalu dipelihara dengan baik. dimana semakin banyak karya perwira TNI AD menjadi referensi di lembaga-lembaga pendidikan militer luar negeri. Upaya pembenahan sistem pendidikan TNI AD dengan memperbaiki kurikulum yang sesuai dengan tantangan tugas kedepan dan melibatkan satuan pengguna dalam prosesnya. Pasi-2/Operasi Yonkav-8 Tank/2 Kostrad 4. Agama 5. 1. Nama 2. Sumber Pa/Th 7. A. 1. KIBI 3. Libanon 2. paradigma baru TNI dan Doktrin Kartika Eka Paksi yang selalu memerhatikan tantangan tugas abad XXI yang semakin kompleks. 1. Perwira Staf Operasi PPRC TNI 3. hanyalah beberapa alternatif penyelesaian masalah. yang mungkin bisa digunakan untuk mewujudkan TNI AD sebagai tentara kelas dunia. Dikbangum. yang bisa digali melalui forum serupa atau forum akademis lainnya. TNI AD akan menjadi tentara kelas dunia. tetapi juga menjadi tanggung jawab kita. Sus Pelatih 4. Jabatan II. 1. Ps. I Edisi Maret 2013 . Italia 3. Kepala Sekretariat Staf Pribadi Panglima TNI 13. Riwayat Penugasan. Pasi Pulta Ditrenops PMPP TNI 11. Sus Combat Intel 2. Danki Kavtai 1/BS Divif-1 Kostrad 9. Data Pokok. 1. 1. Sussarcab Kavaleri B. masih banyak sumbangan pemikiran dari para perwira TNI AD. Mayor Kav/11990035730377 Pandeglang/10-03-1977 Islam Kawin Akmil/1999 Pembantu Asisten Sespri Presiden RI III. Dikbangspes. Kasi Siap Ops Diternops PMPP TNI 12. Sus Pastaf 5. Pasi-2/Operasi Yonkav-11/ Kodam IM 5. serta sinergi dengan Universitas Pertahanan dan membudayakan menulis di kalangan perwira. Pendidikan. A. Buku sebagai jendela dunia. Selanjutnya. Operasi Bantuan Kemanusiaan Aceh : 2005 B. merupakan pedoman terbaik yang harus kita pilih. Luar negeri. Bukankah Universitas sejati adalah pengalaman penugasan di lapangan? Maka feedback terhadap lembaga pendidikan tentunya menjadi sangat penting untuk diberikan oleh seluruh prajurit TNI yang telah mendapatkan ilmu di lembaga pendidikan sekaligus mengimplementasikannya dalam berbagai ragam penugasan. Tempat/Tgl. Iftitah Sulaiman S. Dalam negeri. Berdasarkan pembahasan itu. agar proses transformasi dibidang pendidikan dapat terwujud dengan baik. Kasi Pers Staf Pribadi Kasum TNI 10. agar keberadaan TNI AD tetap diakui dan prospektif. Australia : 2006 : 2007 : 2010 IV. Sus Paminu 6. Penulis berkeyakinan. Akademi Militer 2. TRANSFORMASI BIDANG PENDIDIKAN: TANGGUNG JAWAB SELURUH PRAJURIT TNI AD. Danki Tank 83 Yonkav-8 Tank/2 Kostrad 7. Lahir 4. Danton Yonkav-8 Tank / 2 Kostrad 2. Danki Tank 13 Yonkav-1 Tank/1 Kostrad 8. Status 6. Operasi Pemulihan Keamanan Aceh : 2004 3. Insya Allah. Pembantu Asisten Sespri Presiden RI 62 Volume 33 No. juga akan mempercepat terwujudnya TNI AD sebagai tentara yang berkelas dunia. Kesemuanya itu tentu membutuhkan komitmen yang kuat dari kita semua. Riwayat Jabatan. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. Pangkat/NRP 3. Selapa MC : 1999 : 2000 : : : : : : 2000 2000 2001 2003 2006 2009 : : : : : : : M. Operasi Rencong PPRC TNI Aceh : 2003 2.

Volume 33 No. 29 Agustus 2012 Media Informasi dan Komunikasi TNI AD 63 . I Edisi Maret 2013 Manuver Heli Bell pada Latihan Antar Kecabangan di Baturaja.

7 Oktober 2012 . Jakarta.Pameran Alutsista TNI AD di Monas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful