Vaginosis bakterialis Definisi Vaginosis bakterialis merupakan sindrom klinik akibat

pergantian Bacillus Duoderlin yang merupakan flora normal vagina dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi seperti Bacterioides Sp, Mobiluncus Sp, Peptostreptococcus Sp dan Gardnella vaginalis dapat dijumpai duh tubuh vagina yang banyak, Homogen dengan bau yang khas se[erti bau ikan, terutama waktu berhubungan seksual. Bau tersebut disebabkan adanya amino yang menguap bila cairan vagina basa. Cairan seminal yang basa menimbulkan terlepasnya amino dari perlekatannya pada protein dan vitamin yang menguap menimbulkan bau khas. Djuanda A. 2007 Epidemiologi Penyakit vaginosis lebih sering ditemukan pada wanita yang memeriksa kesehatannya daripada vaginitis jenis lainnya. Frekuensi bergantung pada tingkatan sosial ekonomi penduduk pernah

disebutkan bahwa 50% wanita katif seksual terkena infeksi G. vaginalis, tetapi hanya sedikit gejala yang menyebabkan gejala sekitar 50% ditemukan pada pemakai AKDR dan 86% bersama-sama dengan infeksi Trichomonas. Djuanda A. 2007 Pada wanita hamil, penelitian telah didokumentasikan

mempunyai prevalensi yang hampir sama dengan populasi yang tidak hamil. Berkisar antara 6%-32%. Kira-kira 10%-30% dari wanita hamil akan mendapatkan Vaginosis bakterialis selama masa kehamilan mereka. Djuanda A. 2007 Gardnella vaginalis dapat diisolasi dari 15% anak wanita prapubertas yang masih perawan, sehingga organism ini tidak mutlak ditularkan lewat kontak seksual. Meskipun kasus Vaginosis bacterialis

Tidak mempunyai kapsul tidak begerak dan berbentuk batang gram negative atau variable gram. Djuanda A. tetapi tidak memnyebabkan uretritis. 2007 Hampir 90% laki-laki yang mitra seksual wanitanya terinfeksi Gardnerella vaginosis. mengandung G.vaginalis kemudian diubah menjadi genus Gardnerella atas dasar penyelidikan mengennai fenetopik dan asam dioksi-ribonukleat. dimana dalam keadaan normal ada dalam konsentrasi rendah. yang mungkin berkembang karena wanita tersebut berganti-ganti pasanagan lesbi. Djuanda A. terdapat pertumbuhan berlebihan dari beberapa spesies bakteri yang ditemukan. lebih sering terjadi juga pada wanita berkulit hitam yang menggunakan kontrasepsi dan merokok. Djuanda A. Vaginosis bakterialis yang rekuren prevalensinya juga tinggi pada pasangan-pasangan lesbi. Djuanda A. tetapi ada juga bakteri lainnya yaitu bakteri aerob dan anaerob. 2007 Vaginosis bakterialis yang rekuren dapat meningkat pada wanita yang mulai aktivitas seksualnya sejak umur muda.vaginalis dengan biotipe yang sama dalam uretra. Ekosistem vagina normal adalah sangan kompleks. Lactobaccilus merupakan spesies bakteri yang dominan (flora normal) pada wanita usia subur.dengan resiko kehamilan preterm ibu hamil sebanyak 60%. Pada saat Vaginosi bacterial muncul. Djuanda A. 2007 Penyebab Vaginosis bacterial adalah Gardnella vaginalis sangat erat hubungannya dengan Vaginosis bacterial. ataupun yang sering melakukan penyemprotan pada vagina. Organism ini mula-mula dikenal senbahagai H. 2007 Etiologi Meskipun penyebab dari Vaginosis bakterialis belum diketahui dengan pasti namun telah diketahui berhubungan dengan kondisi keseimbangan bakteri normal dalam vagina yang berubah. 2007 .

hidrogen peroksida (H2O2).5 (antara 3. Djuanda A. dimana merupakan tempat yang tidak sesuai bagi pertumbuhan bakteri khususnya mikroorganisme yang patogen bagi vagina. 2007 Asam laktat seperti organic acid lanilla yang dihasilkan oleh Lactobacillus. Dalam keseimbangannya. memegang peranan yang penting dalam memelihara pH tetap di bawah 4. Hidrogen peroksida dominan terdapat pada ekosistem vagina normal tetapi tidak pada bakterial vaginosis. Kemampuan memproduksi H2O2 adalah mekanisme lain yang menyebabkan Lactobacillus hidup dominan daripada bakteri obligat anaerob yang kekurangan enzim katalase. mengakibatkan tetap stabilnya sistem ekologi yang mengarah pada yang kesehatan ekosistem vagina.8-4. Aksi sinergetik dan antagonistik antara mikroflora vagina endogen bersama dengan komponen lain. Beberapa faktor/kondisi menghasilkan perubahan keseimbangan menyebabkan ketidakseimbangan dalam ekosistem vagina dan perubahan pada mikroflora vagina. 2007 Gardnerella vaginalis sendiri juga merupakan bakteri anaerob batang variabel gram yang mengalami hiperpopulasi sehingga .2).Patogenesis Ekosistem vagina adalah biokomuniti yang dinamik dan kompleks yang terdiri dari unsur-unsur yang berbeda yang saling mempengaruhi. ekosistem vagina didominasi oleh bakteri Lactobacillus yang menghasilkan asam organik seperti asam laktat. dan bakteriosin. Mekanisme ketiga pertahanan yang diproduksi oleh Lactobacillus adalah bakteriosin yang merupakan suatu protein dengan berat molekul rendah yang menghambat pertumbuhan banyak bakteri khususnya Gardnerella vaginalis. Salah satu komponen lengkap dari ekosistem vagina adalah mikroflora vagina endogen. bakteri fakultatif dan obligat anaerobik. yang terdiri dari gram positif dan gram negatif aerobik. Djuanda A.

Djuanda A. vaginalis. dan pertahanan dari berbagai infeksi.vaginalis sebagai pembentuk asam amino dan kuman anaerob beserta bakteri fakultatif dalam vagina yang mengubah asam amino menjadi amin sehingga menaikkan pH sekret vagina sampai suasana yang sesuai bagi pertumbuhan G. sebagai pelicin. Dalam kondisi normal. Pada wanita. atau berwarna kekuningan ketika mengering di pakaian. memiliki pH kurang dari 5. Capilosus dan B. Lactobacillus sendiri merupakan bakteri anaerob batang besar yang membantu menjaga keasaman vagina dan menghambat mikroorganisme anaerob lain untuk tumbuh di vagina. kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan jernih yang keluar. sekret vagina tersebut tampak jernih.menggantikan flora normal vagina dari yang tadinya bersifat asam menjadi bersifat basa.0 terdiri dari sel-sel epitel yang matur. Djuanda A. putih keruh. kemudian menambahkan deskuamasi sel epitel vagina sehingga terjadi perlekatan duh tubuh pada dinding vagina. disiens yang dapat diisolasikan dari infeksi genitalia. Organisme ini tidak invasive dan respon inflamasi lokal yang terbatas . G. bercampur dengan bakteri. Beberapa amin diketahui menyebabkan iritasi kulit dan menambah pelepasan sel epitel dan menyebabkan sekret tubuh berbau tidak sedap yang keluar dari vagina. sel-sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelenjar Bartolini. sekret vagina ini merupakan suatu hal yang alami dari tubuh untuk membersihkan diri. sejumlah normal leukosit. Dalam kondisi normal. vaginalis melekat pada sel-sel epitel vagina in vitro. 2007 Basil-basil anaerob yang menyertai bakterial vaginosis diantaranya Bacteroides bivins. B. Perubahan ini terjadi akibat berkurangnya jumlah Lactobacillus yang menghasilkan hidrogen peroksida. Pada bakterial vaginosis dapat terjadi simbiosis antara G. 2007 Sekret vagina adalah suatu yang umum dan normal pada wanita usia produktif.

membuatnya rentan terhadap kekambuhan. vaginalis dengan biotipe yang sama dalam uretra tetapi tidak menyebabkan uretritis pada laki-laki (asimptomatik) sehingga wanita yang telah mengalami pengobatan bakterial vaginosis cenderung untuk kambuh lagi akibat kontak seksual yang tidak menggunakan pelindung. vaginalis mengandung G. 3) Kegagalan selama pengobatan untuk mengembalikan Lactobacillus sebagai flora normal yang berfungsi sebagai protektor dalam vagina. Bakterial vaginosis yang sering rekurens bisa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang faktor penyebab berulangnya atau etiologi penyakit ini. Laki-laki yang mitra seksual wanitanya terinfeksi G. 4) Menetapnya mikroorganisme lain yang belum diidentifikasi faktor hostnya pada penderita. Djuanda A. 2007 Gejala Klinis Wanita dengan Vaginosis bacterial akan mengeluh adanya duh tubuh dari vagina yang ringan atau sedang dan berbau tidak enak (amis).dapat dibuktikan dengan sedikitnya jumlah leukosit dalam sekret vagina dan dengan pemeriksaan histopatologis. Walaupun alasan sering rekurennya belum sepenuhnya dipahami namun ada 4 kemungkinan yang dapat menjelaskan yaitu : 1) Infeksi berulang dari pasangan yang telah ada mikroorganisme penyebab bakterial vaginosis. yang dinyatakan oleh penderita sebagai satu-satunya gejala . Timbulnya bakterial vaginosis ada hubungannya dengan aktivitas seksual atau pernah menderita infeksi Trichomonas. 2) Kekambuhan disebabkan oleh mikroorganisme bakterial vaginosis yang hanya dihambat pertumbuhannya tetapi tidak dibunuh.

Whiff test Whiff test dinyatakan positif bila bau amis atau bau amin terdeteksi dengan penambahan satu tetes KOH 10-20% pada . dan jarang berbusa. dan kalau ada karena penyakit lain. warna abu-abu homogeny. dispareunia. Iritasi daerah vagina atau sekitar vagina (gatal. Gejala peradangan umum tidaka ada.yang tidak menyenangkan. lebih ringan daripada yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis atau C. Bau lebih menusuk setelah bersenggama dan mengakibatkan darah menstruasi berbau abnormal. berbau. Dan dilakukan pemeriksaan mikroskopik menggunakan kekuatan tinggi (400 kali) untuk melihat clue cells.5. 2007 Pemeriksaan Penunjang a. Nyeri abdomen. Pemeriksaan preparat basah dilakukan dengan meneteskan satu atau dua tetes cairan NaCl 0. Tim Pengajar FK UI. Djuanda A. atau nyeri waktu kencing jarang terjadi.albicans. sepertiga penderita mengeluh gatal dan rasa terbakar. pH secret vagina berkisar 4.9% pada sekret vagina diatas objek glass kemudian ditutupi dengan coverslip. Tim Pengajar FK UI. 2007 Pada pemeriksaan sangat khas. viskositas rendah atau normal. Clue cells adalah penanda bakterial vaginosis. Terdapat eritema pada vagina atau vulva atau petekie paada dinding vagina. yang merupakan sel epitel vagina yang diselubungi dengan bakteri (terutama basah Gardnerella mempunyai vaginalis). dan seperlima timbul kemerahan dan edema pada vulva. 2007 b. Gambaran serviks normal.13 Pemeriksaan preparat sensitifitas 60% dan spesifitas 98% untuk mendeteksi bakterial vaginosis. rasa terbakar) lebih ditemukan. Duh tubuh melekata pada dinding vagina dan terlihat sebagai lapisisa tipis atau kilauan yang difus.6.5-5. dengan adanya duh tubuh vagina bertambah. Pada pemeriksaan kolposkopi tidak terlihat dilitasi pembuluh darah dan tidak ditemukan penambahan densitas pembuluh darah pada dinding vagina. Disamping itu sekitar 50% penderita Vaginosis bacterial bersifat asimtomatik.

. Tim Pengajar FK UI. Djuanda A. 2007 Diagnosis Diagnosis pemeriksaan bakterial fisik.4. vaginalis pada bakterial vaginosis tanpa grjala klinis tidak perlu mendapat pengobatan.5 dan tidak ditemukan T. Tim Pengajar FK UI. Tim Pengajar FK UI. Bau muncul sebagai akibat pelepasan amin dan asam organik hasil alkalisasi bakteri anaerob. 2007 Pada pemeriksaan fisis relatif tidak banyak ditemukan apa-apa. Kultur vagina positif untuk G. atau nyeri abdomen.sekret vagina. berbau dengan pH 5-5.5. Tes lakmus untuk pH Kertas lakmus ditempatkan pada dinding lateral vagina.8 . 2007 e. kecuali hanya sedikit inflamasi dapat juga ditemukan sekret vagina yang berwarna putih atau abu-abu yang melekat pada dinding vagina. Pada 80-90% bakterial vaginosis ditemukan pH > 4. 2007 d. Whiff test positif menunjukkan bakterial vaginosis.vaginalis. Kultur vagina Kultur Gardnerella vaginalis kurang bermanfaat untuk diagnosis bakterial vaginosis. Pewarnaan gram sekret vagina Pewarnaan gram sekret vagina dari bakterial vaginosis tidak ditemukan Lactobacillus sebaliknya ditemukan pertumbuhan berlebihan dari Gardnerella vaginalis dan atau Mobilincus Spp dan bakteri anaerob lainnya. Gardner dan Dukes (1980) menyatakan bahwa setiap wanita dengan aktivitas ovum normal mengeluarkan cairan vagina berwarna abu-abu. Anamnesis pemeriksaan mikroskopis. Warna kertas dibandingkan dengan warna standar. Kadang penderita mengeluh iritasi pada vagina disertai disuria/dispareunia. pH vagina normal 3. homogen. c.2. dan vaginosis ditegakkan dari anamnesis. menggambarkan riwayat sekresi vagina terus-menerus dengan bau yang tidak sedap.

yangmana sekret vagina yang berbau amis sebelum atau setelah penambahan KOH 10% (Whiff test). Terdapat duh tubuh vagina berwarna kuning kehijauan. pH vagina lebih besar dari 4. d) Adanya clue cells pada sediaan basah (sedikitnya 20 dari seluruh epitel) Tim Pengajar FK UI. tipis. 2007 Dengan hanya mendapat satu gejala. oleh sebab itu didapatkan kriteria klinis untuk bakterial vaginosis yang sering disebut sebagai kriteria Amsel (1983) yang berpendapat bahwa terdapat tiga dari empat gejala.5. Biasanya penyakit ini tidak bergejala tapi pada beberapa keadaan trikomoniasis akan dan abnormal menunjukkan gejala. Tes amin yang positif serta pH vagina yang tinggi akan memperkuat diagnosis. 2007 Diagnosis Banding Ada beberapa penyakit yang menggambarkan keadaan klinik yang mirip dengan bakterial vaginosis. antara lain 1) Trikomoniasi Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. vaginalis. Eritem dan edem pada vulva. berbusa dan berbau. juga . putih. vaginalis sebagai flora vagina utama menggantikan Lactobacillus. 2007 WHO (1980) menjelaskan bahwa diagnosis dibuat atas dasar ditemukannya clue cells. yaitu : a) Adanya sekret vagina yang homogen. tidak dapat menegakkan suatu diagnosis.kemungkinan besar menderita bakterial vaginosis. melekat pada dinding vagina b) pH vagina > 4. Balckwell (1982) menegakkan diagnosis berdasarkan adanya cairan vagina yang berbau amis dan ditemukannya clue cells tanpa T. tes amin positif dan adanya G. Tim Pengajar FK UI.5 c) Tes amin yang positif. Tim Pengajar FK UI.

Tim Pengajar FK UI. Ampisilin atau amoksililin dengan dosis 4 x 500mg selama 5 hari. d. Tapi Mobilincus dan clue cell tidak pernah ditemukan pada Trikomoniasis. 2007 2) Kandidiasis Kandidiasis merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh Candida albicans atau kadang Candida yang lain. Serta pruritos. Sistemik a. Keluhan yang paling sering pada kandidiasis adalah gatal dan iritasi vagina Sekret vagina biasanya putih dan tebal.vagina dan serviks pada beberapa perempuan. b. Kadang dijumpai gambaran khas berupa vaginal thrush yaitu bercak putih yang terdiri dari gumpalan jamur. c. Katzung. 18Pada pemeriksaan mikroskopik. tanpa bau dan pH normal. Kilindamisin dengan dosis 2 x 300mg setiap hari selama 7 hari. 2007 Pemeriksaan apusan vagina Trikomoniasis sering sangat menyerupai penampakan pemeriksaan apusan bakterial vaginosis. Betram G. sekret vagina ditambah KOH 10% berguna untuk mendeteksi hifa dan spora Candida. Metronidazol dengan dosis 2 x 400mg atau 2 x 500mg stiap hari selama 7 hari. Gejala yang awalnya muncul pada kandidiasis adalah pruritus akut dan keputihan. Tim Pengajar FK UI. Dapat juga disertai rasa sakit pada vagina iritasi. dan dispareunia. Whiff test dapat positif pada trikomoniasis dan pH vagina 5 pada trikomoniasis. 2011 . rasa panas dan sakit saat berkemih. Tim Pengajar FK UI. Pemeriksaan mikroskopoik tampak peningkatan sel polimorfonuklear dan dengan pemeriksaan preparat basah ditemukan protozoa untuk diagnosis. Tinidazol denagn dosis 2 x 500mg setiap hari selama 5 hari. jaringan nekrosis epitel yang menempel pada vagina. disuria. Keputihan seringkali tidak ada dan hanya sedikit. 2007 Pengobatan 1.

Syarif A. dkk.7%. b.42%). 1 x sehari selama 5 hari. 2007 . c.75%) 5 gram. Triple sulfonamide krim (Sulfactamid 2.86%. Klindamisin krim (2%) 5 gram. Metronidazol gel intravagina (0. Sulfabenzamid 3. 1 x sehari selama 7 hari.2. dan Sulfatiazol 3. Topical a. 2 x sehari selama 10 hari.