LAPORAN PENDAHULUAN PNEUMOTHORAKS DAN HEMOTHORAKS 1. Definisi Pneumothoraks adalah adanya udara dalam rongga pleura.

Pneumothorax dapat terjadi secara spontan atau karena trauma (British Thoracic Society 2003).Pneumothorax ialah didapatkannya udara didalam ka um pleura (!endra "ri#$ 2000) Pneumothoraks adalah suatu keadaan dimana terdapat udara %e%as dalam ruang antar pleura dan merupakan suatu keadaan ga&at darurat dalam dunia kedokteran serta harus memperoleh pertolongan secepatnya. "danyaudara %e%as dalam rongga antar pleura menye%a%kan kollapsnya paru ('usmiati dkk$ ())))

*ontusio paru adalah kelainan yang paling sering ditemukan pada golongan potentially lethal chest injury. *egagalan %erna#as dapat tim%ul perlahan dan %erkem%ang sesuai &aktu$ tidak langsung terjadi setelah kejadian$ sehingga rencana penanganan de#initi# dapat %eru%ah %erdasarkan peru%ahan &aktu. +onitoring harus ketat dan %erhati,hati$ juga diperlukan e aluasi penderita yang %erulang,ulang. Penderita dengan hipoksia %ermakna (Pa-2 . /0 mm!g atau 1$/ kPa dalam udara ruangan$ Sa-2 . )0 2) harus dilakukan intu%asi dan di%erikan %antuan entilasi pada jam,jam pertama setelah trauma. *ondisi medik yang %erhu%ungan dengan kontusio paru seperti penyakit paru kronis dan gagal ginjal

. Pada &aktu ekspirasi dinding dada menekan rongga dada sehingga tekanan intra pleura akan le%ih tinggi dari tekanan di al eolus ataupun di %ronchus sehingga udara ditekan keluar melalui %ronchus. Pele%aran dari al eoli dan pecahnya septa.septa al eoli yang kemudian mem%entuk suatu %ula di dekat suatu daerah proses non spesi#ik atau granulomatous #i%rosis adalah salah satu se%a% yang sering terjadi pneumotoraks$ dimana %ula terse%ut %erhu%ungan dengan adanya o%struksi em#isema. Tekanan intra %ronchial meningkat apa%ila ada tahanan jalan napas. !emothoraks adalah laserasi paru atau laserasi dari pem%uluh darah interkostal atau arteri mamaria internal yang dise%a%kan oleh trauma tajam atau trauma tumpul.menam%ah indikasi untuk melakukan intu%asi le%ih a&al dan entilasi mekanik pleura (!endra "ri#$ 2000). 3islokasi #raktur dari erte%ra torakal juga dapat menye%a%kan terjadinya hemotoraks pleura (!endra "ri#$ 2000). "pa%ila di %agian peri#er dari %ronchus atau al eolus ada %agian yang lemah maka akan pecah atau tero%ek. Etiologi dan Patogenesis 4ormal tekanan negati# pada ruang pleura adalah .. Penye%a% tersering adalah al e mekanisme di distal dari %ronchial yang ada keradangan atau jaringan parut. 'o%ekan ini akan %erhu%ungan dengan %ronchus. Pneumotoraks terjadi dise%a%kan adanya ke%ocoran di%agian paru yang %erisi udara melalui ro%ekan atau pecahnya pleura. Secara singkat penye%a% terjadinya pneumotorak menurut pendapat 7+"8*9:47 adalah se%agai %erikut .(0 s5d . 2. Pada &aktu inspirasi tekanan intra pleura le%ih negati# dari pada tekanan intra %ronchial$ maka paru akan %erkem%ang mengikuti dinding thoraks sehingga udara dari luar dimana tekanannya nol (0) akan masuk %ronchus sampai ke al eoli. Tekanan intra %ronchial akan le%ih meningkat lagi pada &aktu %atuk$%ersin$ atau mengejan$ pada keadaan ini glottis tertutup. "l eoli disanggah oleh kapiler yang lemah dan mudah ro%ek$ udara masuk ke arah jaringan peri%roncho askuler apa%ila al eoli itu menjadi le%ar dan tekanan didalam al eoli meningkat.(2 mm!g. 6ungsinya mem%antu pengem%angan paru selama entilasi.

. <. (. Berdasarkan lokalisasi. Klasifikasi Pneumotoraks dapat di%agi %erdasarkan atas %e%erapa hal$ yaitu . 2. Selanjutnya udara yang ter%e%as dari al eoli dapat menggoyakan jaringan #i%rosis di peri%roncho askuler kearah hilus$ masuk mediastinum dan menye%a%kan pneumotoraks atau pneumomediastinum. Berdasarkan jenis #istel. c) Pneumotoraks traumatika Pneumotoraks yang tim%ul dise%a%kan ro%eknya pleura iseralis maupun pleura parietalis se%agai aki%at dari trauma."pa%ila gerakan napas yang kuat$ in#eksi$ dan o%struksi endo%ronchial merupakan #akltor presipitasi yang memudahkan terjadinya ro%ekan. %) Pneumotoraks spontan sekunder Pneumotoraks yang ditemukan pada penderita yang se%elumnya telah menderita penyakit$ mungkin merupakan komplikasi dari pneumonia$ a%ses paru$ tu%erkulosis paru$ asma kista#i%rosis dan karsinoma %ronkus. Berdasarkan tingkat kolaps jaringan paru. Pada =aman dulu pneumotoraks arti#isialis sering dikerjakan untuk terapi tu%erkulosis paru. 3. 3. d) Pneumotoraks arti#isialis Pneumotoraks yang sengaja di%uat dengan memasukkan udara ke dalam rongga pleura$ dengan demikian jaringan paru menjadi kolaps sehingga dapat %eristirahat.  e!dasa!kan ke"adian a) Pneumotoraks spontan primer Pneumotoraks yang ditemukan pada penderita yang se%elumnya tidak menunjukkan tanda. Berdasarkan kejadian.tanda sakit.

&aktu dapat %eru%ah. Pem%erian oksigen . menim%ulkan. (c) Pneumotoraks tertutup 3i mana #istelnya tertutup udara di dalam rongga pleura$ terkurung$ dan %iasanya akan direso%si spontan. '. "pa%ila jaringan paru yang kolaps hanya se%agian. 3erajat kolaps paru pada pneumothorak totalis dapat dinyatakan dalam persen dengan rumus se%agai %erikut. Pneumotoraks parsialis. Pneumotoraks tertutup se&aktu. 'umus mengukur olumenya . Pem%agian pneumotoraks %erdasarkan jenis #istelnya ini se&aktu.e!dasa!kan Lokalisasi (a) Pneumotoraks parietalis (%) Pneumotoraks mediastinalis (c) Pneumotoraks %asalis e!dasa!kan tingkat kola#sn$a "a!ingan #a!% ". Pneumotoraks totalis$ apa%ila seluruh jaringan paru dari satu hemitoraks mengalami kolaps. (%) Pneumotoraks ter%uka 3i mana #istelnya ter%uka sehingga rongga pleura mempunyai hu%ungan ter%uka dengan %ronkus atau dengan dunia luar@ tekanan di dalam rongga pleura sama dengan tekanan di udara %e%as. B. "ki%atnya tekanan udara di dalam rongga pleura makin lama makin tinggi dan dapat mendorong mediastinum ke arah kontra lateral. (" x B) > (a x %) ? (002 (" x B) e!dasa!kan "enis &istel (a) Pneumotoraks entil 3i mana #istelnya %er#ungsi se%agai entil sehingga udara dapat masuk kedalam rongga pleura tetapi tidak dapat ke luar kem%ali. Manifestasi Klinik Pne%(o to!aks Te!t%t%# Tanda dan ge"ala )nte!&ensi Pneumotoraks yang kecil atau terjadi-%ser asi$ ra&at jalan lam%at$ tidak menim%ulkan gejala Pneumotoraks yang luas dan cepat *ola%orasi dengan tim medis.&aktu dapat %eru%ah menjadi pneumotoraks ter%uka$ dan dapat pula %eru%ah menjadi pneumotoraks entil.

sesak napas %erat$ terlihatTindakan kontra entil adanya luka ter%uka dan suaraPenutupan luka yang ter%uka Pemasangan AS3 mengisap ditempat luka saat ekspirasi Palpasi. penurunan sampai hilangnya suara napas pada sisi yang S#ontan Tindakan kontra entil dengan aspirasi pleura Pemasangan AS3 udara dari rongga sakit 4apas pendek dan tim%ul secara ti%a. pendorongan trakea dari garis tengah menjauhi sisi yang sakit dan distensi ena jugularis "uskultasi. Pe(e!iksaan Pen%n"ang . sesak napas %erat$ penurunanTindakan kontra entil sampai hilangnya pergerakan dadaPenutupan luka yang ter%uka Pemasangan AS3 pada sisi yang sakit Palpasi. penurunan sampai hilangnya pergerakan dada pada sisi yang sakit Perkusi.4yeri tajam saat ekspirasi Peningkatan #rekuensi napas Produksi keringat %erle%ihan Penurunan tekanan darah Takikardi :nspeksi dan palpasi. penurunan sampai hilangnya suara napas pada sisi yang sakit +. pendorongan trakea dari garis tengah menjauhi sisi yang sakit Perkusi. hiperresonan pada sisi yang sakit "uskultasi."pa%ila ti%a tanpa ada trauma dari luar paru dengan penatalaksanaan AS3 gagal$ untuk dipertim%angkan Tension dilakukan reseksi paru :nspeksi. hiperresonan pada sisi yang sakit "uskultasi. penurunan sampai hilangnya Te!*%ka suara napas pada sisi yang sakit :nspeksi.

a.".. *eadaan ini menunjukkan kolaps yang luas sekali. "nalisa Bas darah "nalisa gas darah juga penting dilakukan pada kasus Pneumotoraks dalam pemeriksaan ini dapat diketahui tekanan #ungsi -2 dan 8-2 dalam darah %er ariasi tergantung pada tingkatan tekanan #ungsi paru peru%ahan mekanisme perna#asan dan kemampuan untuk kompensasi pada kasus Pneumotoraks Pa-2 %iasanya menurun . Cenis kuman yang sering terdapat adalah Stappylococcus$ Pseudomonnas$ +yco%acterium Tu%erculosis. Pemeriksaan penunjang yang paling utama pada Pneumotoraks adalah #oto toraks. Ko(#likasi Pada Pneumotoraks yang tidak segera ditangani akan mengaki%atkan . Besar kolaps paru tidak %erkaitan dengan %erat ringan sesak na#as yang dikeluhkan. Tension Pneumotoraks *omplikasi ini terjadi karena tekanan dalam rongga pleura meningkat sehingga paru mengempis le%ih he%at$ mediastinum tergeser kesisi lain dan mempengaruhi aliran darah ena keatrium kanan. Pio Pneumotoraks Pio Pneumotoraks %erarti Pneumotoraks yang disertai empiema secara %ersamaan pada sisi paru. c. *adang. :n#eksinya %erasal dari mikroorganisme yang mem%entuk gas atau dari ro%ekan septik jaringan paru atau eso#agus kearah rongga pleura$ ke%anyakan %erasal dari ro%ekan a%ses su% pleural dan sering mem%uat #istula %roncopleura. !idropneumotoraks$ !emopneumotoraks . Perlu diamati ada tidaknya pendorongan. %. "dakalanya rongga ini sangat sempit sehingga hampir tidak tampak seperti massa yang %erada di daerah hilus. "pa%ila ada pandorongan jantung atau trakea ke arah paru yang sehat$ kemungkinan %esar telah terjadi pneumotoraks entil dengan tekanan intrapleura yang tinggi. Bagian pneumotoraks akan tampak hitam$ rata dan paru yang kolaps akan tampak garis yang merupakan tepi paru.kadang paru akan kolaps tidak mem%entuk garis$ akan tetapi %er%entuk lo%uler yang sesuai dengan lo%us paru. selain itu dapat diketahui jika adanya penyakit paru lain seperti asama $ Tu%erculosis sehingga dapat diketahui kemungkinan terjadinya Pneumotoraks karena komplikasi penyakit terse%ut. B.

e. #. Pneumotoraks stimultan %ilateral Pneumotoraks yang terjadi pada kedua paru secara serentak$ keadaan ini tim%ul secara serentak dan se%agai kelanjutan pneumomediastinum yang secara sekunder %erasal dari e#isien jaringan interstitial paru. Pneumotoraks kronik ini terjadi %ila #istula %ronko pleura tetap mem%uka dikarenakan adanya perlengkapan pleura yang menye%a%kan ro%ekan paru tetap ter%uka.Pada kasus Pneumotoraks ditemukan juga sedikit cairan dalam pleuranya$ cairan %iasanya %ersi#at serosa atau kemerahan (%erdarah) !idrotoraks tim%ul dengan cepat setelah terjadinya Pneumotoraks pada kasus > kausus trauma 5 perdarahan intrapleural. Pneumotoraks kronik Pneumotoraks dinyatakan kronik %ila tetap ada pada &aktu le%ih dari 3 %ulan. 8ara lainnya adalah melakukan penusukkan jarum ke rongga pleura melalui tranfusion set. +em%uat hu%ungan dengan udara luar melalui kontra entil  +enggunakan pipa Aater Sealed 3rainage (AS3). +enusukkan jarum melalui dinding dada hingga masuk ke rongga pleura$ dengan demikian tekanan udara yang positi# di rongga pleura akan %eru%ah menjadi negati#. d. 1. . !al ini dise%a%kan karena udara keluar melalui jarum terse%ut. +em%uat hu%ungan antara rongga pleura dengan lingkungan luar dengan cara. Penatalaksanaan Penatalaksanaan pneumotoraks tergantung pada jenis pneumotoraks yang dialami$ derajat kolaps$ %erat ringannya gejala$ penyakit dasar dan penyulit yang terjadi saat pelaksanaan pengo%atan yang meliputi . -. %. Pneumotoraks mediastinum "danya Pneumotoraks mediastinum dapat ditemukan dengan pemeriksaan #oto dada. *elainan ini dimuali dari ro%ekannya al eoli ke dalam jaringan interstisium paru dan kemudian diikuti oleh pergerakan udara yang progresi# kearah mediastinum (menim%ulkan Pneumomediastinum ) Pneumomediastinum jarang menunjukan kelainan klinis$ &alaupun secara potensi dapat menye%a%kan tamponade saluran darah %esar. Tindakan deko(#!esi a.

.  Pengisapan kontinu (continous suction).20 cm !2-.Pipa khusus (kateter thoraks) steril$ dimasukkan ke rongga pleura dengan perantara trokar atau dengan %antuan klem penjepit (pen) pemasukan pipa plastic (kateter thoraks) dapat juga dilakukan melalui celah yang telah di%uat dengan %antuan insisi kulit dari sela iga ke. Posisi ujung pipa kaca yang %erada di %otol se%aiknya %erada 2 .2 dari garis kla ikula tengah.( di %a&ah permukaan air supaya gelem%ung udara dapat dengan mudah keluar melalui per%edaan tekanan terse%ut. Selain itu$ dapat pula melalui sela iga ke. Selanjutnya$ ujung selang plastik di dada dan pipa kaca AS3 dihu%ungkan melelui pipa plastik lainnya.< pada garis axial tengah atau garis axial %elakang. Pengisapan ini dilakukan dengan cara mem%eri tekanan negati# se%esar (0. Tujuannya adalah agar paru cepat mengem%ang dan segera terjadi perlekatan antara pleura iseralis dan pleura parietalis. Pengisapan dilakukan secara kontinu apa%ila tekanan intrapleura tetap positi#.

d. Slang diatur se. %. Dalam perawatan yang harus diperhatikan : Penetapan slang. a. . Dntuk rasa sakit yang he%at akan di%eri analgetik oleh dokter. c.Penca%utan drain "pa%ila paru telah mengem%ang maksimal dan tekana intrapleura sudah negati# kem%ali$ drain dapat dica%ut. • 3engan AS35Bullo& drainage diharapkan paru mengem%ang. "pa%ila paru tetap mengem%ang penuh$ drain dapat dica%ut.  Pera&atan AS3 dan pedoman latihanya . +engurangi rasa sakit di%agian masuknya slang.paru. Mencegah infeksi di bagian masuknya slang. Pergantian posisi %adan.nyaman mungkin$ sehingga slang yang dimasukkan tidak terganggu dengan %ergeraknya pasien$ sehingga rasa sakit di %agian masuknya slang dapat dikurangi. +endeteksi di %agian dimana masuknya slang$ dan pengganti er%and 2 hari sekali$ dan perlu diperhatikan agar kain kassa yang menutup %agian masuknya slang dan tu%e tidak %oleh dikotori &aktu menyeka tu%uh pasien. +endorong %erkem%angnya paru. Dsahakan agar pasien dapat merasa enak dengan memasang %antal kecil di%elakang$ atau mem%eri tahanan pada slang$ melakukan pernapasan perut$ meru%ah posisi tu%uh sam%il mengangkat %adan$ atau menaruh %antal di %a&ah lengan atas yang cedera. Se%elum dica%ut$ drain ditutup dengan cara dijepit atau ditekuk selama 2< jam.

paru. slang terlepas$ %otol terjatuh karena kesalahan dll. #. 0) Penggantian harus juga memperhatikan keselamatan kerja diri.sendiri$ dengan memakai sarung tangan. Perdarahan dalam 2< jam setelah operasi umumnya 000 . <) Setiap penggantian %otol5slang harus memperhatikan sterilitas %otol dan slang harus tetap steril. 2 jam setelah operasi dan setiap ( . Cika %anyaknya hisapan %ertam%ah5%erkurang$ perhatikan juga secara %ersamaan keadaan pernapasan. %atuk dengan posisi duduk$ jangan %atuk &aktu slang diklem. 3inyatakan %erhasil$ %ila . Pera&atan EslangE dan %otol AS35 Bullo& drainage. 2) Setiap hendak mengganti %otol dicatat pertam%ahan cairan dan adanya gelem%ung udara yang keluar dari %ullo& drainage. () 8airan dalam %otol AS3 diganti setiap hari $ diukur %erapa cairan yang keluar kalau ada dicatat. 2 jam selama 2< jam setelah operasi.• 9atihan napas dalam. Cika perdarahan dalam ( jam mele%ihi 3 cc5kg5jam$ harus dilakukan torakotomi. Suction harus %erjalan e#ekti# . • 9atihan %atuk yang e#isien . Perlu sering dicek$ apakah tekanan negati e tetap sesuai petunjuk jika suction kurang %aik$ co%a meru%ah posisi pasien dari terlentang$ ke (52 terlentang atau (52 duduk ke posisi miring %agian operasi di %a&ah atau di cari penya%a%nya misal . /) 8egah %ahaya yang menggangu tekanan negatip dalam rongga dada$ misal . • *ontrol dengan pemeriksaan #isik dan radiologi. h. • Perhatikan %anyaknya cairan$ keadaan cairan$ keluhan pasien$ &arna muka$ keadaan pernapasan$ denyut nadi$ tekanan darah. 20 menit selama ( . e. 100 cc. Perhatikan setiap (0 . 3) Penggantian %otol harus EtertutupE untuk mencegah udara masuk yaitu mengEklemE slang pada dua tempat dengan kocher. Perhatikan keadaan dan %anyaknya cairan suction. . • g. slang tersum%at oleh gangguan darah$ slang %engkok atau alat rusak$ atau lu%ang slang tertutup oleh karena perlekatanan di dinding paru.

Pengka"ian Ke#e!a1atan 1. 4yeri da dirasakan pada sisi yang sakit$ rasa %erat$ tertekan dan terasa le%ih nyeri pada gerakan pernapasan. Tindakan %edah Pem%ukaan dinding thoraks dengan cara operasi$ maka dapat dicari lu%ang yang menye%a%kan terjadinya pneumothoraks$ lalu lu%ang terse%ut dijahit$ Pada pem%edahan$ jika dijumpai adanya pene%alan pleura yang menye%a%kan paru tidak dapat mengem%ang$ maka dapat dilakukan pengelupasan atau dekortikasi . c. %. a % c Ana(nesis :dentitas klien *eluhan utama Sesak napas$ nyeri disisi dada yang sakit 'i&ayat Penyakit Sekarang *eluhan sesak napas sering kali datang mendadak dan semakin lama semakin %erat. Paru sudah mengem%ang penuh pada pemeriksaan #isik dan radiologi. Tidak ada pus dari selang AS3.a. 2.Pem%edahan paru kem%ali %ila ada %agian paru yang mengalami ro%ekan atau %ila ada #istel dari paru yang rusak$ sehingga paru terse%ut tidak %er#ungsi dan tidak dapat dipertahankan kem%ali. 2) :stirahat total F *lien dilarang melakukan kerja keras (mengangkat %arang)$ %atuk$ %ersin terlalu keras dan mengejan. 0. Penatalaksanaan Ta(*a/an () "pa%ila terdapat proses lain di paru$ pengo%atan tam%ahan ditujukan terhadap penye%a%nya$ yaitu. c. F Terhadap proses TB paru$ di%eri -"T Dntuk mencegah o%stipasi dan memperlancar dekekasi$ penderita di%ei o%at laksati# ringan$ dengan tujuan agar saat de#ekasi$ penderita tidak perlu mengejan terlalu keras. Perlu dikaji apakah ada ri&ayat trauma tajam5tumpul yang mengenai rongga dada (tertem%us peluru$ tertusuk %enda tajam$ *99$ dll) d 'i&ayat Penyakit 3ahulu . 3arah cairan tidak keluar dari AS3 5 Bullo& drainage.

Sirkulasi Tanda. Berakan pernapasan ekspansi dada yang asimetris (pergerakan dada tertinggal pada sisi yang sakit)$ iga mele%ar$ rongga dada asimetris (le%ih cem%ung disisi yang sakit). hipotensi5hipertensi G 4adi. Trakhea dan jantung terdorong ke sisi yang sehat.  :nspeksi Peningkatan usaha dan #rekuensi pernapasan serta penggunaan otot %antu pernapasan.  Perkusi Suara ketuk pada sisi yang sakit /i#e!sono! sampai ti(#ani. # Psikososial +eliputi perasaan klien terhadap penyakitnya$ %agaimana cara mengatasinya serta %agaimana prilaku klien pada tindakan yang akan dilakukan terhadap dirinya. Pe(e!iksaan 2isik (. e 'i&ayat Penyakit *eluarga "pakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang mungkin menye%a%kan pneumotoraks seperti kanker paru$ asma$ TB paru$ dll. Batas jantung terdorong ke arah thoraks yang sehat apa%ila tekanan intrapleura tinggi. Tanda.tanda ital. Sistem perna#asan. G Takikardi G 6rekuensi tak teratur5disritmia . 2. G T3. Pada sisi yang sakit$ ruang antar >iga %isa saja normal atau mele%ar. *eadaan umum.  "uskultasi Suara napas menurun sampai menghilang pada sisi yang sakit."pakah klien pernah menderita TB paru dimana sering terjadi pada pneumotoraks spontan. 2. <. takipnea 3. 3isamping itu$ pada palpasi juga ditemukan pergerakan dinding dada yang tertinggal pada dada yang sakit. lemah$ gelisah$ penurunan kesadaran. Pengkajian %atuk yang produkti# dengan sputum yang purulen. %radikardi5takikardi G Perna#asan.  Palpasi Taktil #remitus menurun disisi yang sakit.

*erusakan integritas jaringan %erhu%ungan dengan adanya luka pasca pemasangan A3S. p! darah kurang H$32$ tekanan 8-2 . Diagnosa Ke#e!a1atan (. 0. <. Pola eliminasi.G :rama jantung gallop G Tanda !omman (%unyi renyah sehu%ungan dengan denyutan jantung$ menunjukkan udara dalam mediastinum) G T3. penurunan ekstensi urine Syok lanjut yang dise%a%kan oleh hipoksemia menye%a%kan penurunan curah jantung sehingga per#usi ke jaringan %erkurang yang dimani#estasikan dengan penurunan keluaran urine. "%domen. ekspirasi a%dominal kuat. )02. *ulit. 'esiko tinggi trauma %erhu%ungan dengan pemasangan AS3. Sistem sara#. *etidake#ekti#an pola pernapasan %erhu%ungan dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap peningkatan tekanan dalam rongga pleura. ). H. Bersihan jalan tidak e#ekti# %erhu%ungan dengan penurunan adanya akumulasi secret jalan napas. 14. /. 3. H0 mm!g dan saturasi -2 . 2. Stress #isik aura5psikologis terjadi sehu%ungan dengan gangguan sistem sara# sentral pada hipoksia. Terjadi hipoksia di mana tekanan -2 . 'esiko tinggi in#eksi %erhu%ungan dengan port de entrIe aki%at luka penusukan tindakan AS3. hipertensi5hipotensi 0. 3/ mm!g menye%a%kan sistem sara# sentral terganggu aki%at salah satunya terjadi penurunan sensasi ra%a. 1. Stress #isik aura5psikologis. 3. pucat$ sianosis$ %erkeringat /. Bangguan pertukaran gas %erhu%ungan dengan penurunan kemampuan ekspansi paru dan kerusakan mem%ran al eolar kapiler. T%"%an dan )nte!&ensi Ke#e!a1atan . Penurunan sensasi ra%a.

*riteria hasil.  +endemonstrasikan adekuat  +emelihara ke%ersihan paru paru dan %e%as dari tanda tanda distress perna#asan  +endemonstrasikan %atuk e#ekti# dan suara na#as yang %ersih$ tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum$ mampu %erna#as dengan mudah$ tidak ada pursed lips)  Tanda tanda ital dalam rentang normal  "B3 dalam %atas normal  Status neurologis dalam %atas normal :nter ensi 'asional Berikan pengertian tentang AS3 yang o%struksi akan selalu prosedur tindakan AS3$ terkontrol karena klien dan keluarga kooperati#. *riteria hasil. "danya kloting merupakan tanda penyum%atan AS3 yang %eraki%at paru kolaps. *etidake#ekti#an pola pernapasan %erhu%ungan dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap peningkatan tekanan dalam rongga pleura. Bangguan pertukaran gas %erhu%ungan dengan penurunan kemampuan ekspansi paru dan kerusakan mem%ran al eolar kapiler. -%ser asi tanda > tanda ital !ipertemi$ merupakan -%ser asi analisa %lood gas. dalam &aktu 3 x 2< jam setelah di%erikan inter ensi pertukaran pola pernapasan klien kem%ali optimal. dalam &aktu 3 x 2< jam setelah di%erikan inter ensi pertukaran gas pernapasan klien kem%ali optimal.tanda takipnea ketidak. peningkatan entilasi dan oksigenasi yang optimalan #ungsi paru. Periksa AS3 lokasi insersi$ selang drainage dan %otol. Tujuan.(. . kelancaran dan aki%atnya. "danya ronchi$ rales dan sianosis merupakan tanda >tanda ketidake#ekti#an #ungsi pernapasan 2. *aji karakteristik suara pernapasan$ sianosis terutama selama #ase akut takikardi$ tanda. *etidaknormalan "B3 menunjukan adanya gangguan pernapasan. Tujuan.

paru. *aji kualitas :rama$ #rekuensi$ dan +engetahui sejauh kedalaman pernapasan$ laporkan peru%ahan kondisi klien.< jam. !al terse%ut dapat menentukan #ungsi paru yang %aik dan ada tidaknya atelektasis. Bantu dan ajarkan klien untuk %atuk +enekan daerah yang nyeri ketika dan napas dalam yang e#ekti#. *emungkinan kelainan suara napas pada %agian %erkurangnya atau %er#ungsinya lo%us$ segmen$ dan salah satu dari paru.otot dada serta mem%uat e#ekti#.tanda takipnea ketidak. le%ih Penekanan otot. %atuk a%domen atau napas %atuk dalam. *ola%orasi untuk tindakan dekom +emungkinkan udara keluar dari . setiap peru%ahan yang terjadi. takikardi$ tanda. Pada daerah kolaps paru suara pernapasan tidak terdengar tetapi %ila hanya se%agian yang kolaps suara pernapasan tidak %egitu terdengar jelas. Penurunan dia#ragma memperluas daerah dada sehingga ekspansi menentukan aki%at dari tidak paru %isa maksimal. lakukan auskultasi suara napas "uskultasi dapat setiap 2. mana optimalan #ungsi paru. :rama$ #rekuensi$ dan kedalaman pernapasan dalam %atas normal  Pada pemeriksaan rontgen thoraks terlihat adanya pengem%angan paru  Bunyi napas terdengar jelas :nter ensi 'asional :denti#ikasi #aktor penye%a% kolaps +emahami penye%a% dari kolaps spontan$ trauma keganasan$ in#eksi paru komplikasi mekanik pernapasan. sangat penting AS3 untuk pada mempersiapka pneumothoraks dan menentukan untuk inter ensi lainnya.pensasi dengan pemasangan rongga pleura dan . -%ser asi tanda > tanda ital !ipertemi$ merupakan Baringkan klien dalam posisi yang nyaman atau dalam posisi duduk.

 :rama$ #rekuensi$ dan kedalaman pernapasan dalam %atas normal  Pada pemeriksaan rontgen thoraks terlihat adanya pengem%angan . <. dalam &aktu 3 x 2< jam setelah di%erikan inter ensi resiko trauma pernapasan tidak terjadi. Tujuan. 9eukositosis dan 9J3 yang meningkat menunjukan indikasi in#eksi. 'esiko tinggi trauma pernapasan %erhu%ungan dengan pemasangan AS3. *riteria hasil. tidak ada kemerahan$ purulent$ panas$ dan nyeri yang meningkat serta #ungsiolisa. :nter ensi 'asional Berikan pengertian dan moti asi Pera&atan mandiri seperti menjaga tentang pera&atan AS3 luka dari hal yang septic tercipta %ila klien memiliki pengertian yang optimal *aji tanda > tanda in#eksi +onitor leukosit dan 9J3 !ipertemi$ kemerahan$ purulent$ menunjukan indikasi in#eksi.  Be%as dari tanda>tanda in#eksi .  Tanda > tanda ital dalam %atas normal. dengan jalan mempertahankan tekanan negati e 3. Tujuan.AS3. 'esiko tinggi in#eksi %erhu%ungan dengan port de entrIe aki%at luka penusukan tindakan AS3. +empertahankan status nutrisi serta mendukung system immune Pera&atan luka yang tidak %enar akan menim%ulkan pertum%uhan mikroorganisme +encegah atau mem%unuh pertum%uhan mikroorganisme 3orongan untuk nutrisi yang optimal Berikan pera&atan luka dengan teknik aseptic dan anti septic Bila perlu %erikan anti%iotik sesuai ad is. Selama inter ensi klien %e%as dari in#eksi pada lokasi insersi selama pemasangan AS3 *riteria hasil. mempertahankan agar paru tetap mengem%ang pada intrapleura.

"njurkan klien untuk memegang +enghindari tarikan spontan pada selang apa%ila akan mengu%ah selang yang mempunyai resiko posisi terca%utnya selang dari rongga dada Beri tanda pada %atas cairan setiap hari$ catat tanggal$ dan &aktu. optimalan #ungsi paru. Baringkan klien dalam posisi yang nyaman atau dalam posisi duduk.paru  Bunyi napas terdengar jelas :nter ensi 'asional *aji kualitas :rama$ #rekuensi$ dan +engetahui sejauh kedalaman pernapasan$ laporkan peru%ahan kondisi klien. Perhatikan undulasi pada selang Dndulasi (pergerakan cairan AS3. diselang dan adanya gelem%ung udara yang keluar dari air dalam %otol AS3) merupakan indicator %ah&a drainase selang dalam keadaan optimal. . • • • +otor suction tidak %erjalan Selang terlipat tersum%at atau Paru telah mengem%ang -leh karena itu$ pera&at harus yakin apa yang menjadi penye%a% segera periksa kondisi sistem drainase$ dan amati tanda.tanda kesulitan %ernapas. Tanda atau %atas pada %otol dapat menjadi indicator dan %ahan monitor terhadap keadaan darinase AS3. setiap peru%ahan yang terjadi.tanda ketidak. Penurunan dia#ragma memperluas daerah dada sehingga ekspansi paru %isa maksimal. -%ser asi tanda > tanda ital mana !ipertemi$ takikardi$ takipnea merupakan tanda. Bila undulasi tidak ada$ ini mempunyai makna yang sangat penting karena %e%erapa kondisi dapat terjadi$ antara lain.

Cakarta . *epera&atan +edikal Bedah. 11. JB8. Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Pernapasan. Penatalaksanaan Pneumotoraks di Dalam Praktek. Jdisi /. Ailey. e#ekti# Penekanan otot. Refe!ensi Brunner and Suddarth$ ( 200( ). JB8. Jdisi 1.Black&ell 3oengoes$ +arilynn. Price$ Syl ia "nderson ( 2000 ).Botol AS3 harus rendah dari tu%uh selalu le%ih Bra itasi$ udara dan cairan mengalir dari tekanan yang le%ih tinggi ke tekanan yang rendah Beri penjelasan pada klien tentang +eningkatkan sikap kooperati# klien pera&atan AS3 dan mengurangi resiko trauma pernapasan Bantu dan ajarkan klien untuk +enekan daerah yang nyeri ketika melakukan %atuk dan na#as dalam %atuk atau napas dalam. 2001. Cakarta. Cakarta. JB8 +uttaMin$ ". ())1. Keperawatan Kritis. !udakLBallo$ 2000. 'encana Asuhan Keperawatan. Salem%a +edika "mirullah$ '. 2000.otot dada serta a%domen mem%uat %atuk le%ih e#ekti#. Cakarta. 200). Cakarta. jilid 2 Cakarta . 8ermin 3unia *edokteran 4"43" :nternational. JB8 ursing Diagnoses: Definition and !lassification "##$% . "#&&. Pato#isiologi *onsep *linis Proses > Proses Penyakit. Kolume 2.