Vaksin BCG ( Bacillus Calmette Guerin ) 1) Diskripsi Vaksin BCG merupakan vaksin galur Mikrobacterium bovis yang dilemahkan

dan diberikan kepada menusia untuk pencegahan tuberkulosis. 2) Indikasi Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap TBC (Tuberculosa). 3) Cara Pemberian dan Dosis :  Sebelum disuntikkan vaksin BCG harus dilarutkan dengan 4 ml pelarut NaCl 0,9%. Melarutkan dengan menggunakan alat suntik steril dengan jarum panjang.  Dosis pemberian 0,05 ml, sebanyak 1 kali, untuk bayi. 4) Kontra indikasi : Adanya penyakit kulit yang berat / menahun seperti : eksim, furunkulosis dan sebagainya. Mereka yang sedang menderita TBC. 5) Efek samping : Imunisasi BCG tidak menyebabkan reaksi yang bersifat umum seperti demam. 1-2 minggu kemudian akan timbul indurasi dan kemerahan di tempat suntikkan yang berubah menjadi pustule, kemudian pecah menjadi luka. Luka tidak perlu pengobatan, akan sembuh secara spontan dan meninggalkan tanda parut. Kadang-kadang terjadi pembesaran kelenjar regional di ketiak dan / atau leher, terasa padat, tidak sakit dan tidak menimbulkan demam. Reaksi ini normal, tidak memerlukan pengobatan dan akan menghilang dengan sendirinya. Vaksin DPT – Hepatitis B 1) Diskripsi Vaksin mengandung DPT berupa toxoid difteri dan toxoid tetanus yang dimurnikan dan pertusis yang inaktifasi serta vaksin hepatitis B yang merupakan sub unit vaksin virus yang mengandung HbsAg murni dan bersifat non-infectious. Vaksin hepatitis B ini merupakan vaksin DNA rekombinan yang berasal dari HbsAg yang diproduksi melalui teknologi DNA rekombinan pada sel ragi. 2) Indikasi Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis dan hepatitis B. 3) Cara pemberian dan dosis : Pemberian dengan cara intra muskuler 0,5 ml sebanyak 3 dosis. Dosis pertama pada usia 2 bulan, dosis selanjutnya dengan interval minimal 4 minggu (1 bulan). Dalam pelayanan di unit statis, vaksin yang sudah dibuka dapat dipergunakan paling lama 4 minggu dengan penyimpanan sesuai ketentuan :  vaksin belum kadaluarsa  vaksin disimpan dalam suhu 2 derajat Celcius sampai dengan 8 derajat Celcius  tidak pernah terendam air  sterilitasnya terjaga  VVM (Vaksin Vial Monitor) masih dalam kondisi A atau B  Efek samping Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari. Vaksin Hepatitis B 1) Diskripsi Vaksin Hepatitis B terdiri atas partikel permukaan hepatitis B yang diinaktifkan (HbsAg) dan di absorpsi dengan tawas, kemudian simurnikan dari plasma manusia. Vaksin Hepatitis B kini telah diganti dengan vaksin rekombinan. Vaksin rekombinan HbsAg (rHBsAg) diproduksi dengan rekayasa genetik jalur Saccharomyces cereviseae yang mengandung plasmid/gen untuk antigen HbsAg.

5 ml atau 1(buah) HB ADS PID. Termasuk kelompok dari vaksin yang dilemahkan. 3) Cara pemberian dan dosis  Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen. Vaksin Varisela Vaksin yang digunakan untuk mencegah varisela. sebaiknya pada anterolateral paha.  Vaksin disuntikkan dengan dosis 0.Adanya aktivitas dari IgG menunjukkan bahwa ibu yang cukup diimunisasi dapat memindahkan antitoksik kepada janin dan dapat memberikan proteksi kedapanhari0hari pertama/minggu setelah lahir. Tidak diberikan pada bayi sampai IgG asal dari ibu hilang ( sekitar usia 15 bulan). kondisikan vaksin hingga mencapai suhu kamar.  Tidak dapat mencegah infeksi virus lain seperti virus Hepatitis A atau C atau yang diketahui dapat menginfeksi hati.Dengan teknik rekombinan.  Vaksin disuntikkan dengan dosis 0. dosis berikutnya dengan interval minimum 4 minggu (1 bulan). diberikan kepada orang yang dengan resiko. pemberian suntikkan secara intra muskuler. dan Klostridium tetani yang dimatikan.Sedangkan di posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari berikutnya. Aktitoksik dari hewan juga diperoleh namun tidak diutamakan karena resiko penyakit serum. Vaksin DPT Merupakan produk polivalen yang mengandung toksoid Korinebakteri difteri. Toksoid merupakan eksotoksin yang diolah dengan formaldehid yang merusak patogenitasnya tetapi tetap antigenik.  Dosis pertama diberikan pada usia 0-7 hari.  Pemberian sebanyak 3 dosis. Antitoksik Difteri Antitoksik difteri dibuat pada kuda dengan menyuntikkan toksoid Korinebakterium difteri.  Sebelum disuntikkan. .5 ml atau 1(buah) HB. produksi vaksin Hepatitis B dari jamur akan mempermudah untuk menghasilkan vaksin dalam jumlah yang besar dan aman dibandingkan dengan produksi dari setum 2) Indikasi  Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Vaksin Hepatitis A Vaksin Hepatitis A terdiri dari virus yang telah dimatikan.  Di unit pelayanan statis. vaksin HB yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4 minggu. Varisela yang dilemahkan diberikan kepada penderita dengan LLA. misalnya pada kunjungan ke negara dengan risiko. Bordeleta pertusis. Antitoksik Tetanus Aktitoksik tetanus terdiri atas globulin imun asal manuasia yang spesifik terhadapmtoksin Klostridium tetani.