KARSINOMA LIDAH

1. PENDAHULUAN Karsinoma lidah merupakan keganasan jenis karsinoma yang mengenai lidah dan hampir 95% berupa karsinoma sel skuamosa.1 Karsinoma lidah terletak sebagian besar pada dua pertiga anterior lidah, umumnya pada tepi lateral dan bawah lidah yaitu sekitar 40-75%. Keganasan ini menempati

insiden 1% dari seluruh karsinoma tubuh dan merupakan keganasan rongga mulut yang paling sering ditemukan yaitu sekitar 25-45%.2 Insiden karsinoma lidah di Indonesia masih belum diketahui dengan pasti tetapi bila dibandingkan dengan hasil penelitian di luar negeri dapat dikatakan bahwa insidennya masih jarang.3 Insiden pada penderita laki-laki di Perancis adalah 8 per 100.000 orang sedangkan di India adalah 6 per 100.000 orang. Pada tahun 2009 di Amerika ditemukan 10.520 kasus baru karsinoma lidah dan diperkirakan terjadi 1900 kematian. Karsinoma lidah lebih sering terjadi pada laki-laki dengan perbandingan laki-laki dan wanita adalah 2 : 1 serta lebih sering ditemukan pada usia lanjut daripada usia muda. 2 3 Faktor utama yang berperan terhadap timbulnya karsinoma lidah adalah penggunaan tembakau dan alkohol dalam jangka waktu lama. Faktor lain adalah infeksi virus papiloma dan faktor gigi serta mulut 4 Diagnosis karsinoma lidah ditegakkan berdasarkan anamnesis yang terarah dan pemeriksaan fisik yang cermat terutama dengan pemeriksaan bimanual. Kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau MRI. Diagnosis pasti adalah berdasarkan pemeriksaan histopatologi.2

2. ANATOMI DAN FISIOLOGI Lidah terletak di dasar rongga mulut, terbentuk dari otot lurik dan mukosa di permukaannya. Lidah merupakan organ penting dalam rongga mulut, ikut berperan dalam proses mengunyah, menelan, berbicara, dan mengecap, dan fungsi faal lainnya. 2

1

Kedua sisi disebut margo lateral lidah. Anatomi lidah. hioglosus. di anterior bersinambung dengan frenulum linguae. Dorsum linguae dipenuhi papilla. longitudinalis lingua superior dan inferior. permukaan bawah disebut venter linguae. termasuk lingkup orofaring. hipoglosus dan bekerja sama dalam proses menelan serta artikulasi berbicara (gambar 2). m. Bagian anterior yang sempit disebut apeks linguae. transversus lingua dan m. genioglosus serta otot intrinsik yaitu m. kuntum pengecap tersebar pada papilla valatae dan papilla fungiformis.2 5 Otot lidah terdiri dari otot ekstrinsik yaitu m. 2 5 Gambar 1. vertikalis lingua. bersinambung ke dasar mulut. 1/3 posterior adalah radiks linguae (akar lidah). Otot-otot ini dipersarafi oleh N. 2/3 bagian anterior sulkus V disebut korpus linguae (bagian bergerak). Akar lidah relatif terfiksasi.5 6 2 . Mukosa venter linguae licin. melalui frenulum linguae dihubungkan ke mukosa bagian anterior dasar mulut.Diperbatasan 1/3 media dan posterior lidah terdapat sulkus terminalis terbentuk dari papilla valatae. m.stiloglosus dan m. disebut juga sebagai sulkus berbentuk V. Permukaan atas korpus linguae disebut dorsum linguae. Otot-otot ekstrinsik berfungsi merubah posisi lidah sedangkan otot-otot intrinsik berfungsi merubah bentuk lidah.

8 Motorik otot lidah terutama dipersarafi nervus hipoglossus.2 Gambar 3. Inervasi otot ekstrinsik dan intrinsik lidah. lingualis cabang n. trigeminus sedangkan sekretomotorik diinervasi oleh korda timpani cabang dari N. Inervasi lidah.Gambar 2.5 Sensorik lidah berfungsi untuk pengecapan yang diinervasi oleh n.7. glosofaringeus (gambar 3). mandibularis yang merupakan cabang ke tiga dari N. fasialis. Bagian posterior lidah baik sensorik maupun sekretomotorik diinervasi oleh N.8 3 .

Lidah mendapat vaskularisasi dari a. Kelenjar getah bening dari duapertiga lateral lidah mengalir ke kelenjar getah bening submandibula dan jugulodigastrikus. lingualis yang merupakan cabang dari A.7.7 8 Gambar 4. Vaskularisasi lidah. Kelenjar getah bening bagian tengah lidah mengalir ke kelenjar getah bening jugulomilohioid. Kelenjar getah bening pada ujung lidah mengalir ke kelenjar getah bening submental.8 Lidah mempunyai banyak kelenjar getah bening.8 hanya 4 .1. karotis eksterna (gambar 4). Pada bagian sepertiga posterior lidah terdapat banyak anastomose drainase limfatik yang melewati garis tengah tubuh sehingga tumor satu sisi dapat bermetastasis ke sisi kontralateral sedangkan bagian duapertiga anterior lidah mempunyai drainase limfatik pada satu sisi (gambar 5).

Chorda tympani adalah cabang dari nervus fasialis yang berfungsi untuk mentransmisikan rasa yang dikecap oleh lidah ke batang otak. Drainase limfatik lidah. Jalur Transmisi Pengecapan ke Sistem saraf pusat9 2/3 anterior lidah dipersarafi oleh chorda tympani.8 Gambar 6.Gambar 5. dipersarafi oleh nervus glossopharyngeus. Sedangkan pada 1/3 posterior lidah. maka molekul kimia yang terdapat dalam makanan akan berikatan dengan taste buds pada papilla papilla lidah. (B) Tampak ventral. Ketika seseorang makan. sehingga ion positif masuk ke dalam sel sehingga 5 . Ikatan ini membuka positive channel didaerah taste buds. (A) Tampak lateral.

Setelah kanker lidah disembuhkan masih tetap merokok. Efek karsinogenik dari tembakau sebagian besar dirangsang oleh zat kimia yang terdapat pada asap rokok. EPIDEMIOLOGI Karsinoma lidah merupakan keganasan yang paling sering ditemukan diantara keganasan rongga mulut. gangguan kromosom. 2 Insiden karsinoma lidah bervariasi di setiap negara dan berhubungan dengan perbedaan kebiasaan sosial.94% dari keganasan seluruh tubuh. lalu ke nukleus solitarius di batang otak.95% dari keganasan rongga mulut atau 0. Menurut data dari RS Kanker Universitas Kedokteran Zhongshan.9 3.3 4.5 kali dari bukan perokok. Data luar negeri menunjukkan insiden kanker rongga mulut di kalangan perokok dan peminum bir adalah 15.8 : 1. Lebih sering ditemukan pada usia lanjut daripada usia muda. Setelah sampai di batang otak. ETIOLOGI Etiologi kanker lidah belum jelas. mikronuklei. maka peluang timbulnya kanker primer kedua sangat meningkat. perubahan kromatin. bukan peminum bir. Asap rokok merangsang perubahan genetik termasuk mutasi gen. Perbandingan antara laki-laki dan wanita adalah 1.2 Karsinogen kimia Nikotin dalam tembakau berefek karsinogenik. Laporan dari luar negeri menyebutkan pada umumnya karsinoma lidah menempati 2. rusaknya 6 . signal diteruskan ke daerah thalamus ( ventral posterior medial nucleus ) lalu ke korteks gustatori (anterior insulafrontal operculum). karsinoma lidah menempati 39. memacu zat karsinogen masuk ke lidah. Impuls ini kemudian ditransmisikan ke chorda tympani/nervus glossopharyngeus kemudian ke nervus fasialis .2-1. tapi setidaknya berkaitan dengan faktor berikut.terjadilah depolarisasi. Insiden karsinoma lidah di India mencapai 14%. Insiden di Asia berhubungan dengan kebiasaan mengunyah pinang sedangkan insiden di Eropa berhubungan dengan kebiasaan merokok dan alkohol. perokok mudah terkena kanker lidah.5% dari keganasan seluruh tubuh. Bir dapat menjadi pelarut zat karsinogen.3 .

rudapaksa radiasi. gigi palsu yang tidak pas. kemudian timbul lesi ulseratif 2. gigi yang cacat. Manifestasi tipikalnya adalah : 2 1. Faktor genetik. spur dan benda asing lain bergesekan dengan lidah menimbulkan transformasi ganas. Derajat keganasan kanker lidah lebih tinggi dari kanker rongga mulut umumnya. Kesukaan mengunyah pinang mungkin menjadi faktor pemicu karsinogen. etnis juga berkaitan dengan timbulnya kanker lidah.rantai DNA. Selain itu juga mutasi gen akan menginaktifkan tumor supresor yang secara normal berperan untuk mencegah perubahan sel-sel menjadi ganas.2 3 Karsinogen fisika Kebiasaan higiene oral buruk. penolakan G-S.2 5. Pasien Karsinoma nasofaring pasca radioterapi memiliki insiden kanker lidah meningkat. rudapaksa mekanik. karies dentis. riwayat penyakit pendek. mencegah apoptosis dan gangguan kelangsungan hidup sel. 2 Karsinogen Biologik Infeksi treponema pallidum. Benjolan di lidah. progresi cepat. gangguan proliferasi. Anamnesis Kanker lidah predileksi timbul di1/3 tengah margo lateral lidah. seperti penyangga gigi. DIAGNOSIS Diagnosis karsinoma lidah berdasarkan anamnesis yang terarah. disebabkan oleh invasi tumor atau infeksi nekrosis. paling jarang ke apeks lidah. dapat disertai otalgia radiatif pemeriksaan histopatologi sebagai 7 . pemeriksaan fisik yang cermat dan diagnosis pasti. G-M dan M pada siklus sel. kerentanan individual. Mutasi gen menyebabkan hiperaktif onkogen. disusul venter lidah dan dorsum lidah. nyeri. dan timbulnya kanker lidah jenis tertentu memiliki hubungan tertentu. HPV (virus papilloma humanus). gangguan metabolik nutrient.

tumor nekrosis. kelenjar mandibula. Lesi stadium lanjut.2 Karsinoma lidah mudah metastasis ke kelenjar getah bening regional. apeks lidah atau menginvasi garis tengah dapat mengalami metastasis kelenjar limfe bilateral. liur meleleh. Berdasarkan kondisi yang ditemukan pada palpasi ditentukan lokasi. kelainan di lidah bermanifestasi dalam berbagai bentuk dapat berupa leukoplakia. Pemeriksaan Fisik Pada stadium awal. jarak dari ujung lidah. berdarah. karena tumor menginvasi dasar mulut (otot ekstralingual).9 Pemeriksaan palpasi bimanual pada tumor primer sangat penting dilakukan karena ukuran tumor yang teraba biasanya lebih besar dibandingkan yang terlihat. Bentuk ulkus pada karsinoma lidah. ukuran. Gangguan nutrisi fisik : berat badan menurun 5. umumnya adalah limfadenopati leher ipsilateral. Limfadenopati leher : sekitar 30-40% pasien kanker lidah ketika datng berobat sudah menderita metastasis kelenjar limfe regional.1. pterigoideus medialis. tumor menginfiltrasi luas sehingga lidah terfiksasi. ulserasi. Kelenjar getah bening leher yang sering terkena menurut urutannya adalah 8 .10 Gambar 7. ada tidaknya invasi ke dasar mulut dan frenulum lidah serta mobilitas tumor. garis tengah dan sulkus terminalis. penebalan atau bentuk ulkus yang merupakan kelainan yang paling sering ditemukan (Gambar 7).3. timbul kesulitan membuka mulut 4. Kanker lidah yang primernya di dorsum lidah. eritroplakia. gerakan lidah terbatas : manifestasinya berupa bicara tak jelas. Lebih lanjut lesi dapat mengenai m. gangguan menelan. frenulum linguae.

I. Kanker lidah tipe infiltratif dengan mukosa intak dapat memakai cara aspirasi jarum halus untuk pemeriksaan sitologi atau operasi insisi untuk biopsi tumor. Karsinoma lidah dapat bermetastasis jauh ke paru dan hati. konsistensi dan mobilitas pembesaran kelenjar getah bening leher.kelenjar getah bening pada level II. Biopsi ini praktis. permukaan. metode tersering adalah dengan biopsi.2 Pembesaran kelenjar getah bening lebih dari satu sentimeter dapat dideteksi pada pemeriksaan CT scan. III dan IV berdasarkan area kelenjar getah bening leher menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center Classifiaction (gambar 8).8 Palpasi daerah leher penting dilakukan untuk menentukan lokasi.2 Pemeriksaan radiologi CT Scan atau MRI dapat digunakan untuk menentukan batas dan ukuran tumor serta keterlibatan kelenjar getah bening leher. Pemeriksaan CT scan juga dapat 9 . dan mudah dikerjakan. 2 8 Gambar 8. ukuran. Level kelenjar getah bening leher bening menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center Classifiaction.2 Pemeriksaan Penunjang Diagnosis pasti kanker lidah pada akhirnya bergantung kepada diagnosis patologi.

2. atau Metastasis jauh Metastasis jauh tidak dapat dinilai tidak ada metastasis jauh terdapat metastasis jauh TO Tis T1 T2 T3 10 . tunggal. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya metastasis jauh adalah foto toraks dan pemeriksaan fungsi hati. cm multipel.Gambar 9.2 6. ipsilateral diameter < 2 cm N2a diameter 3-6 cm. M1 tunggal. ipsilateral diameter > 4 cm. ipsilateral diameter antara 2-4 N2b diameter < 6 cm. STADIUM Penentuan stadium karsinoma lidah menggunakan metode klasifikasi stadium yang disepakati oleh Amerika Serikat (AJCC) dan Perancis (UICC) edisi 7 tahun 2002. mendeteksi penjalaran karsinoma lidah ke tulang berupa nekrosis tulang.1. Klasifikasi stadium TNM karsinoma lidah berdasarkan kesepakatan Amerika Serikat (AJCC) dan Perancis (UICC) tahun 2002.11 Tabel 1. 11 Tumor primer Tx Kelenjar getah bening regional Tumor primer tidak Nx metastasis kel limfe Mx dapat dinilai regional tidak dapat dinilai tidak tampak tumor NO tidak teraba MO pembesaran kelenjar tumor in situ N1 diameter < 3 cm. CT-scan Karsinoma lidah pada bagian dorsum dextra. N2c diameter bilateral < 6 cm. sedangkan MRI dapat mendeteksi luasnya suatu massa pada jaringan lunak.

hemiglosektomi atau glosektomi subtotal. Glosektomi subtotal adalah pengambilan jaringan lidah lebih dari separuh tetapi tidak sampai seluruh lidah terambil. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan karsinoma lidah meliputi pembedahan.1 Pembedahan a. plat pterigoid. kemoterapi dan kombinasi. T1/T2/T3/T4A N2 M0 Semua T N3 M0 . basis kranii. Hemiglosektomi adalah pengambilan separuh jaringan lidah. 2. otot lidah profunda atau otot luar lidah. sinus maksila. A.10 Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IVA Stadium IVB Stadium IVC Penggolongan stadium klinis Tis N0 M0 T1 N0 M0 T2 N0 M0 T3 N0 M0 . T1/T2/T3 N1 M0 T4A N0/N1 M0 .11 11 . radioterapi.11 Eksisi luas merupakan teknik pengambilan jaringan lidah kurang dari separuh lidah (gambar 10). kulit wajah tumor invasi ke celah posterior gigi molar.kontralateral T4a tumor invasi ke N3 korteks tulang. T4B semua N M0 Semua T semua N M1 7. Tumor Primer Tindakan pembedahan karsinoma lidah pada bagian anterior lidah dilakukan dengan pendekatan transoral berupa eksisi luas. Penggolongan stadium klinis karsinoma lidah berdasarkan kesepakatan Amerika Serikat (AJCC) dan Perancis (UICC) tahun 2002. karotis int diameter > 6 cm T4b Tabel 2.

11 Hal yang perlu diperhatikan pada tehnik ini adalah menghindari kerusakan a. Dilakukan pemotongan tulang hioid dan mengikutsertakan valekula (gambar 13).Gambar 10. Eksisi karsinoma lidah transoral. (B) Sesudah eksisi. (A) Sebelum eksisi. Pendekatan transhioid faringotomi. Tehnik transhioid faringotomi digunakan untuk mengangkat tumor kecil pada pangkal lidah.11 Pada tumor pangkal lidah jarang dilakukan tehnik transoral tetapi melalui transhioid seperti transhioid faringotomi dan faringotomi lateral. lingualis dan N. Meskipun dengan tehnik ini menghasilkan lapangan operasi yang terbatas tetapi keuntungannya dapat mempertahankan integritas mandibula dan mobilitas 12 . hipoglosus pada sisi lesi.11 Gambar 11.

lingualis. dan terhadap radioterapi tidak peka. N. pasca operasi dapat diradioterapi. maka terapi preventif metastasis kelenjar limfe leher semakin penting. Pasien stadium T2 pasca operasi sekitar 40% dapat timbul metastasis leher. Pada tehnik ini lidah di bagi 2 pada bagian anteromidline dimana daerah ini relatif avaskular dan mudah mencapai daerah dasar lidah. maka operasi merupakan terapi utama.11 Pendekatan anterior midline glossotomy digunakan untuk pengangkatan tumor yang kecil dan terbatas pada dasar lidah. 13 .11 b. Metastasis kelenjar limfe leher Angka metastasis kelenjar limfe leher dari kanker lidah tinggi.lidah. Gambar 12. ketika klinis timbul lesi metastatic N1-N2. Tehnik ini memberikan hasil operasi yang baik. hipoglosus dan n. Prosedur operasi ini cukup sulit dilakukan dan mempunyai resiko terjadi trauma n. laringeus superior. harus dilakukan operasi pembersihan leher radikal (RND). Pendekatan anterior midline glossotomy.11 Pendekatan faringotomi lateral menghasilkan lapangan operasi yang cukup luas untuk pengangkatan tumor pangkal lidah. Oleh karena itu kecuali kasus T1N0 yang dapat ditindaklanjuti secara berkala. Pada tumor yang besar digunakan kombinasi pendekatan transoral dan transhioid.

Pada tumor primer T2 dan T3 yang eksofitik atau dengan infiltrasi minimal diberikan radioterapi eksternal menggunakan radiasi sinar X. Sebelum radioterapi harus diperhatikan higiene rongga mulut yang baik dengan membersihkan atau mencabut gigi yang karies. Terapi kombinasi tanpa rencana dilakukan sebagai terapi kuratif dan belum ada kesepakatan tentang waktu untuk dilakukan radioterapi. Selanjutnya dilakukan radioterapi untuk eradikasi tumor residu secara mikroskopik. Terapi kombinasi terencana yaitu dilakukan pembedahan untuk mengambil semua tumor yang nampak dan teraba sampai 1–2 cm dari tepi tumor yang merupakan jaringan normal.pasien stadium T2-T4 walaupun secara klinis belum teraba pembesaran kelenjar limfe. Dosis yang diterima medula spinal dibatasi kurang dari 40 Gy untuk mencegah mielitis radiasi.2 Kombinasi Pembedahan dan Radioterapi Terapi kombinasi pembedahan dan radioterapi memberikan hasil terapi yang lebih baik untuk karsinoma lidah stadium III dan IV.2 Radioterapi Karsinoma lidah dapat dilakukan dengan terapi radiasi eksternal maupun radiasi internal. Co60 dengan dosis 40-60 Gy selama 4-6 minggu selanjutnya diberikan radiasi internal implan interstisial.2 Terapi kombinasi dilakukan dengan 2 cara yaitu terapi kombinasi terencana dan terapi kombinasi tanpa rencana. Keuntungan pemberian radioterapi preoperatif adalah sel 14 .2 Pada tumor primer T1 dengan lokasi dimana saja pada lidah dapat dilakukan radioterapi dengan menggunakan brakiterapi implan jarum Ir192. Pada penderita yang tidak dapat dilakukan tindakan pembedahan diberikan radiasi ekternal paliatif dengan dosis total 70 Gy/7 minggu. juga harus dilakukan operasi pembersihan leher elektif (END). Terhadap pasien T3-T4 manapun harus dilakukan RND sebagai bagian dari terapi bedah pertama. mencegah dan mengeliminasi sumber infeksi dari dental.

neutropenia.. lokasi luka sesuai lokasi iritasi. Bila iritasi disingkirkan akan sembuh dalam waktu singkat. 13 8. luka yang mengelupas serta ruptur vaskuler. Efek samping yang dapat terjadi pada pemberian kombinasi terapi ini yaitu leukopenia. 12 Kemoterapi Kemoterapi digunakan pada karsinoma stadium lanjut dan sebagai terapi paliatif pada tumor rekuren untuk mengurangi rasa nyeri. 2 Adapun regimen lain yang biasa digunakan adalah docetaxel yang mana merupakan agen efektif dan memiliki tingkat respon yang lebih baik pada pasien-pasien dengan stadium lanjut. DIFERENSIAL DIAGNOSIS Berikut ini adalah diferensial diagnosis dari karsinoma lidah. radioterapi menyebabkan sklerosis dan menyumbat aliran kelenjar getah bening serta mengurangi penyebaran karsinoma saat pembedahan. melukai tepi lidah. Kemoterapi kombinasi ini menghasilkan tingkat respons 90-93%. Keuntungan pendekatan ini adalah morbiditas operasi dapat dikurangi dan kerugiannya adalah apabila terjadi komplikasi pembedahan maka pemberian radioterapi menjadi terlambat dan tidak efektif.2. pasien sering karena penyangga gigi. thrombositopenia. tapi tanpa indurasi. ataupun metastasis. Saat ini ada kecenderungan untuk melakukan pembedahan terlebih dahulu dan selanjutnya diberikan radioterapi. Docetaxel berbeda dalam mekanisme kerjanya dengan cisplatin dan 5-fluorouracil sehingga dapat dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang lebih baik. alopesia. Umumnya pada lansia. Tetapi radioterapi preoperatif menyebabkan gangguan penyembuhan luka seperti fistula orofaringokutan. Kedalaman ulkus bervariasi. Regimen yang digunakan adalah cisplatin dan 5-fluorouracil. Ulserasi Traumatik.kanker pada tepi tumor menjadi inaktif. dan diare. rekuren.5 a. gigi palsu kurang pas atau tepi gigi yang tajam. 15 .

Sering berupa ulkus bulat nyeri tanpa indurasi. c. di bawah mikroskop sering ditemukan karsinoma infiltratif dini. tepi jelas. umumnya di dorsum atau margin lidah berupa tonjolan papilar.2 16 . Lesi umumnya di dorsum lidah. kadang ditepi dan ujung lidah. semakin buruk derajat diferensiasinya maka semakin buruk prognosisnya. Eritroplakia berbentuk plak berwarna merah. 9.. PROGNOSIS Prognosis karsinoma lidah terutama tergantung stadium penyakit. d. Karsinoma lidah dengan metastasis ke kelenjar getah bening leher memiliki five year’s survival hanya separuh dibandingkan karsinoma lidah tanpa metastasis ke kelenjar getah bening. Secara patologis. dapat bertangkai.b. Ulserasi Inflamatorik. umumnya terdapat riwayat tuberculosis. Leukoplakia dan eritroplakia. sifilis. Papiloma lidah sering disebabkan iritasi kronik. tepi dapat meninggi. dapat dibagi menjadi tipe granular dan tipe licin. Leukoplakia berbentuk awan kapas berwarna putih dangkal atau biru kelabu konsistensi lunak. merupakan hiperplasia atipik dan hyperkeratosis dari epitel skuamosa mukosa lidah. dimana pada stadium lanjut memiliki prognosis yang buruk dibandingkan stadium dini.

Atlas of human anatomy. Accessed February 16. Compton CC et al.Massachusetts: Blackwell Publishing Ltd. Alih bahasa: Japaries W. Tumors of the oral cavity. Gosselin BJ.p.com/article/847955-overview#a0101.677-783 9.ots 1.2006. Edge SB. 4th edition. 2009.htm. Lucarini JW.12th edition. Principles and practice of 17 . Accessed January 12.p665-666 10. Available from : http://emedicine. Hall JE. ed. Dalley AF. 2010. 2012 5. 2011. Elsivier founders. Dalam: Soepardi EA. Tumor ganas rongga mulut. Grant’s atlas of anatomy. Restuti RD. Malignant tumors of the base tongue.com/article/847428-overview#showall.medscape. eds. Ibrahimpasic T. Onkologi klinis. AJCC cancer staging manual. 11thedition. Oral and oropharyngeal cancer. Ellis H. Malignant tumors of the mobile tongue. Edisi 6. Textbook of Medical Physiology.DAFTAR PUSTAKA 1. 2008. 2012 4.hal. Available from : http://www. London: Springer. Karsinoma lidah. Dalam: Desen W.medscape. Bashiruddin J.narod. Philadelphia: Saunders Elsevier. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins.ru/oxford/part4/oral cancer. 7th edition. 2006.p.hal.297-304 3.2006. 2002. Ganly I.p. Accessed February 3. Guyton AC. Gullane PJ.33-4 11. Munir M. Shah JP. 2010.Philadelpia.273-5 8. Zhuming G.156-8 2.p.58 6. Beijing: Science Publication. Iskandar N. Clinical anatomy – a revision and applied anatomy for clinical student. 2007. Edisi 2. Available from : http://emedicine. eds. Patel SG. 2012 7. In: Montgomery PQ. 8th edition. Kelley DJ. Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala leher. Agur AMR. Jakarta: Balai penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Evans PHR. Byrd DR. Quan Z. ed. Netter FH.

Philadelphia: JB Lippincott Co. Tardy ME. and 5-Fluorouracil for Tongue Cancer. Umeda M. 1993. Levina PA.Science Vol.p. Yokoo S. London: Informa UK Ltd. 2009. In: Bailey BJ. Induction Chemotherapy with Docetaxel.otolaryngology. Head and neck surgery. Kohut RI. 2nd edition. Seidman D. Kobe J. Tanimoto H. Shibuya Y.p.50. Cisplatin. Komori T.head and neck surgery and oncology. Neoplasma of the oral cavity. Johnson JT.166-71 12. eds. Pillsbury III HC.2004 18 .1160-75 13. Med.

Handoko Nugroho Y. Nafly Farizan C111 09 281 PEMBIMBING dr.BAGIAN ILMU THT-KL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN REFERAT NOVEMBER 2013 KARSINOMA LIDAH Oleh: Muhammad Azhary Eka Putra C111 08 117 Muh. DIBAWAKAN DALAM RANGKA KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN THT-KL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013 19 .