TUGAS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL) NAMA NIM : ASEP JAKA RAMDHANI : 100121

PARAMETER: TIMBAL (Pb)

ANALISIS KADAR ION TIMBAL (Pb) DALAM SAMPEL AIR LAUT DENGAN METODE SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (AAS)

A. Tujuan 1. Mempreparasi sampel air laut yang akan ditentukan kadar ion timbalnya (Pb) dengan alat spektrometer serapan atom. 2. Menyiapkan larutan kerja dari larutan ‘stock’ yang tersedia. 3. Memahami prinsip penentuan kadar logam dalam suatu sampel dengan alat spektrometer serapan atom

B. Tinjauan Pustaka B.1 Spektrometri Serapan Atom (SSA) Spektrometri merupakan suatu metode analisis kuantitatif yang

pengukurannya berdasarkan

banyaknya radiasi yang dihasilkan atau yang

diserap oleh spesi atom atau molekul analit. Salah satu bagian dari spektrometri ialah Spektrometri Serapan Atom (SSA), merupakan metode analisis unsur secara kuantitatif yang pengukurannya berdasarkan penyerapan cahaya dengan panjang gelombang tertentu oleh atom logam dalam keadaan bebas Metode spektrometri serapan atom (SAA) adalah metode spektrometri yang didasari oleh adanya serapan/absorpsi cahaya ultra violet (UV) atau visible (Vis) oleh atom-atom suatu unsur dalam keadaan dasar yang berada didalam nyala api. Cahaya UV atau Vis yang diserap berasal dari energi yang diemisikan oleh sumber energi tertentu.

1

yaitu hubungan linear antara absorbansi (sumbu Y) dan konsentrasi (sumbu X). Hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi diturunkan dari: 1. konsentrasinya dapat dihitung. Hukum Beer : Intensitas sinar yang diteruskan berkurang secara eksponensial dengan bertambahnya konsentrasi spesi yang menyerap sinar tersebut. maka suatu cuplikan yang mempunyai serapan tertentu. Dari persamaan di atas. 2.C Keterangan: A = absorbansi/ daya serap ε = absorbtivitas b = lebar kuvet (cm) C = konsentrasi. Hukum Lambert : Bila suatu sumber sinar monokromatik melewati medium transparan. Alat spektrofotometer serapan atom digunakan untuk analisis logam atau mineral yang terdapat dalam suatu sampel secara kualitatif dan kuantitatif. dengan membuat kurva kalibrasi larutan standar. maka dapat ditentukan konsentrasi suatu sampel.Apabila cahaya dengan panjang gelombang tertentu dilewatkan pada suatu sel yang mengandung atom-atom bebas yang bersangkutan maka sebagian cahaya tersebut akan diserap dan intensitas penyerapan akan berbanding lurus dengan banyaknya atom bebas yang berada dalam sel. Dari kedua hukum tersebut diperoleh suatu persamaan: A = ε.b. maka hubungan antara absorbansi dan konsentrasi merupakan perbandingan langsung sehingga dapat dibuat kurva hubungan keduanya. Dengan cara kurva kalibrasi. dapat disimpulkan bahwa absorbansi cahaya berbanding lurus dengan konsentrasi atom Selain iitu. hanya media yang digunakan adalah uap-uap atom bebas dari unsur-unsur yang akan diperiksa. maka intensitas sinar yang diteruskan berkurang dengan bertambahnya ketebalan medium yang mengabsorpsi. Metode analisa alat ini adalah menggunakan nyala dimana sampel secara 2 . Prinsip kerja alat ini berdasarkan hokum Lambert-Beer.

diantaranya adalah logam berat yang berbahaya. 2008). Beberapa logam berat yang berbahaya dan sering mencemari lingkungan terutama adalah merkuri (Hg). Uap atom ini selanjutnya dilewatkan cahaya yang berasal dari lampu katoda sehingga akan terjadi resonansi radiasi. arsenik (As).langsung akan diatomisasi. Laut merupakan tempat bermuaranya sungai-sungai yang mengangkut berbagai macam zat. Komponen-komponen anorganik. cairan. khromium (Cr). Logam-logam berat tersebut diketahui dapat mengumpul di dalam tubuh 3 . B. sehingga tiap unsur logam atau mineral yang akan diperikasa mempunyai lampu katoda masing-masing yang sesuai. baik secara langsung maupun tidak langsung. Penggunaan logam-logam berat tersebut dalam berbagai keperluan sehari-hari. atau sengaja maupun tidak sengaja. baik berupa komponen-komponen organik maupun anorganik. cahaya yang dilewatkan tersebut mempunyai panjang gelombang yang sama dengan unsur logam atau mineral yang akan diperiksa. Beberapa logam berat tersebut banyak digunakan dalam berbagai keperluan sehari-hari.2 Air Laut Air laut mempunyai kemampuan yang besar untuk melarutkan bermacammacam zat. Analisa dengan alat AAS ini cukup teliti karena dapat mendeteksi logam atau mineral hingga konsentrasi ppm atau ppb. dan nikel (Ni) (Fardiaz. kadmium (Cd). maupun padatan seperti air tawar. 2000dalam Siaka. bahkan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan ikan dan organisme perairan atau dapat mengakibatkan penurunan kualitas air (Cahyadi. oleh karena itu diproduksi secara rutin dalam skala industri. Fungsi nyala disini berbeda dengan alat flamephotometer dimana uap atom dari unsur yang akan diperiksa tetap dalam tingkat energi dasar tanpa tereksitasi. dapat berupa zat hara yang bermanfaat bagi ikan dan organisme perairan. Penurunan kualitas air ini diakibatkan oleh adanya zat pencemar. dapat pula berupa bahan-bahan yang tidak bermanfaat. tembaga (Cu). baik yang berupa gas. 1992). telah mencemari lingkungan. timbel/timah hitam (Pb).

dan tetap tinggal dalam tubuh dalam jangka waktu lama sebagai racun yang terakumulasi (Fardiaz. peralatan 4 . Palar.620ºC. produk logam (logam lembaran. Timbal tidak mengalami penguapan namun dapat ditemukan di udara sebagai partikel. Timbal organik ditemukan dalam bentuk senyawa Tetra Ethyl Lead (TEL) dan Tetra Methyl Lead (TML). keramik.23 Timbal termasuk logam berat ”trace metals” karena mempunyai berat jenis lebih dari lima kali berat jenis air.organisme. tumbuhan dan hewan. amunisi. berat jenis 11. dan sisanya akan terbuang bersama bahan sisa metabolisme. Karena timbal merupakan sebuah unsur maka tidak mengalami degradasi (penguraian) dan tidak dapat dihancurkan. solder. nomor atom 82 mempunyai titik leleh 327. 1992. Timbal banyak dimanfaatkan oleh kehidupan manusia seperti sebagai bahan pembuat baterai. Waktu keberadaan timbal dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti arus angin dan curah hujan.batuan. Timbal adalah sebuah unsur yang biasanya ditemukan di dalam batu . Timbal 95% bersifat anorganik dan pada umumnya dalam bentuk garam anorganik yang umumnya kurang larut dalam air. dan pipa).4 Timbal (Pb) Timbal mempunyai berat atom 207. B.24 Bentuk kimia senyawa Pb yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan akan mengendap pada jaringan tubuh.34.abu dengan kilau logam. namun dapat dengan mudah larut dalam pelarut organik misalnya dalam lipid. 1994 dalam Siaka. tanah. cat. 2008). Jenis senyawa ini hampir tidak larut dalam air. Selebihnya berbentuk timbal organik.4ºC dan titik didih 1. perlengkapan medis (penangkal radiasi dan alat bedah).21. bersifat lunak serta berwarna biru atau silver abu .

misalnya di daerah industri. air minum. Berdasarkan penjelasan di atas maka diperlukan sebuah alat untuk mengetahui kandungan logam berat pada suatu perairan khususnya di perairan laut yang diduga telah terkontaminasi oleh bahan-bahan tercemar. Alat Labu takar 50 mL Labu takar 25 mL Pipet tetes Gelas Kimia 100 mL Gelas Kimia 500 mL Corong Kecil Batang Pengaduk Pipetukur 1 mL Hot plate Kaca arloji Spektrofotometer AAS 2 buah 4 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 set 2. Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengetahui kandungan logam berat pada sampel. dan tempat pembuangan sampah. Karena timbal banyak ditemukan di berbagai lingkungan maka timbal dapat memasuki tubuh melalui udara.kegiatan ilmiah/praktek (papan sirkuit/CB untuk komputer) untuk campuran minyak bahan .bahan untuk meningkatkan nilai oktan. makanan yang dimakan dan tanah pertanian. Konsentrasi timbal di lingkungan tergantung pada tingkat aktivitas manusia. Bahan Larutan HNO3 10-2 5 mL 5 . C. ALAT DAN BAHAN 1. di jalan raya.

tutup dengan kaca arloji dan panaskan kembali sampai warna larutan jernih. Tambahkan lagi 2. 10. Preparasi Sampel Ambil 50 mL sampel dan masukan ke dalam gelas kimia 100 mL Tambahkan 2. kemudian uapkan diatas hot plate sampai volumenya menjadi ± 15 mL.5mL HNO3 pekat.Larutan Stock Pb 1000 ppm Aquades Kertas saring watman Sampel air laut 5 mL secukupnya 1 lembar secukupnya D. 6 .5mL HNO3 pekat. 15. Pembuatan Larutan Kerja Pb Buatlah Larutan Kerja Pb dengan konsentrasi 5. tambahkan sedikit aquades dan tuangkan kedalam labutakar 50 mL Tepatkan volume sampel sampai dengan 50 mL dengan cara menambahkan aquades Jika masih ada yang tidak larut saring dengan kertas saring whatman 2. Pembuatan Larutan blanko Buatlah larutan blanko berupa larutan HNO3 yang memiliki pH 2 3. 20. aduk. dan 25 ppm. Prosedur Kerja 1. Pembuatan kurva kalibrasi dan pengukuran konsentrasi sampel Ukur absorbansi masing-masing larutan kerja yang telah anda siapkan dimulai dari konsentrasi terendah. dengan cara mengencerkan larutan stock dengan larutan blanko Catatan : Untuk larutan kerja konsentrasi terkecil dibuat dalam labu takar 50 mL sedangkan untuk larutan standar lainnya dibuat dalam labu takar 25 mL 4. Dinginkan larutan sampel.

Larutan blanko yang dibuat harus memiliki pH 2 karena analisis dilakukan dalam suasana asam. HNO3 bersifat sebagai oksidator pada keadaan panas. Larutan blanko ini digunakan sebagai pelarut sampel/ zat 7 . Preparasi ini dilakukan dengan maksud agar tidak terjadinya penyumbatan didalam instrumen AAS. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan sampling. hanya larutan sejati saja yang dapat melaluinya. Pengambilan sampel harus representative dan homogen. Sampel yang diambil berfasa cair yang diduga mengandung timbal. sehingga dapat melarutkan semua logam. Analisis Data Percobaan yang dilakukan adalah penentuan kadar Pb dalam sampel air laut dengan metode spektroskopi serapan atom.- Ukurabsorbansilarutansampel Buat grafik hubungan absorbansi vs konsentrasi dengan program Excell Tentukan persamaan matematik hubungan linear antara absorbansi dengan konsentrasi Tentukan konsentrasi (ppm) timbal dalam larutan contoh uji. Selain itu. sehingga setelah diaduk dan dipanaskan sampel menjadi jernih. kejernihan larutan merupakan salah satu syarat untuk memenuhi Hukum Lambert-Beer. E. karena di dalam instrumen AAS terdapat pipa kapiler yang ukurannya sangat kecil. Hal ini dilakukan untuk mendestruksikan ikatan Pb dengan atom-atom lain yang ada pada sampel. Digunakan HNO3 pekat karena pada umumnya garam-garam nitrat dapat larut dalam air dan juga dapat melarutkan semua jenis logam. sampel kemudian dipreparasi dengan cara ditambahkan HNO3 pekat. Fungsi lainnya adalah untuk mengurangi/mencegah terjadinya hidrolisis Pb2+ yang dikhawatirkan berubah menjadi Pb(OH)2. Setelah siap dilakukan analisis.

Kesimpulan Dari hasil percobaan penentuan kadar Pb dalam sampel dengan menggunakan alat AAS. Penentuan konsentrasi Pb dalam sampel dapat menggunakan kurva kalibrasi yang memplotkan data konsentrasi larutan standar terhadap data absorbansi yang diperoleh dari pengukuran menggunakan alat AAS. nilai absorbansi sampel ke dalam persamaan 8 . yaitu : Y = a + bX.masing larutan standar dimulai dari konsentrasi terendah karena jika tidak berurutan dari konsentrasi terendah dikhawatirkan kapiler masih ada komponen larutan yang tertinggal di dalam pipa bercampur dengan larutan berikutnya yang dapat sehingga mengakibatkan kesalahan pengukuran dan penyimpangan pada kurva kalibrasi. Dari hasil pembacaan AAS. F. nilai absorbansi akan meningkat pada konsentrasi larutan standar yang kadarnya juga meningkat. 15 ppm. dimana nilai a dan b akan tampak pada grafik persamaan garis lurus dari hasil pembacaan absorbansi larutan standar.yang akan dianalisis dengan AAS. Nilai X merupakan nilai absorbansi sampel yang didapatkan dari hasil pembacaan SSA. sedangkan Y adalah konsentrasi akhir dari logam berat pada sampel setelah memasukkan tersebut di atas. Pada saat pengukuran absorbansi masing. 20 ppm dan 25 ppm. Larutan standar yang digunakan adalah larutan Pb dengan konsentrasi 5 ppm. sehingga jika dihubungkan akan membentuk grafik dengan persamaan garis lurus. preparasi sampel dilakukan dengan pelarutan zat-zat terlarut menggunakan HNO3 pekat dan pemanasan. Pembuatan larutan kerja dilakukan dengan pengenceran larutan stock1000 ppm. 10 ppm. Persamaan garis antara kadar zat dengan absorbansi adalah persamaan garis lurus dengan koefisien arah positif.

Bukit Jimbaran Diakses http://ejournal. Kimia Analitik Instrumen. Sumar. Analisis Kandungan Logam Berat Timbel (Pb) dan Tembaga (Cu) pada Air Laut dengan Menggunakan Metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) di Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sulawesi Selatan.G. Handbook of Instrumental Technique for Analitical Chemistry.id/abstrak/vol%202%20no%202_1. (1994).ac. Hendayana. (2012). Semarang : IKIP Semarang Press Siaka.. Bandung : LKI UPI 9 .pdf. New Jersey: A Simon & Schuster Company. dkk. M. (1997). Tanggal 02 Januari 2014. FMIPA. Frank. Jurusan Kimia. Tim Kimia Analitik. Penuntun Praktikum Kimia Analitil Instrumen. Harlan. Settle. Jurnal Kimia 2 : Korelasi Antara Kedalaman Sedimen di Pelabuhan Benoa dan Konsentrasi Logam Berat Pb dan Cu. Uniersitas Udayana.unud. 2008. Daftar Pustaka A. 2009.