KARSINOMA LIDAH

1. PENDAHULUAN Karsinoma lidah merupakan keganasan jenis karsinoma yang mengenai lidah dan hampir 95% berupa karsinoma sel skuamosa. Karsinoma lidah terletak sebagian besar pada dua pertiga anterior lidah, umumnya pada tepi lateral dan bawah lidah yaitu sekitar 40-75%. Keganasan ini menempati

insiden 1% dari seluruh karsinoma tubuh dan merupakan keganasan rongga mulut yang paling sering ditemukan yaitu sekitar 25-45%.1,2 Insiden karsinoma lidah di Indonesia masih belum diketahui dengan pasti tetapi bila dibandingkan dengan hasil penelitian di luar negeri dapat dikatakan bahwa insidennya masih jarang.3 Insiden pada penderita laki-laki di Perancis adalah 8 per 100.000 orang sedangkan di India adalah 6 per 100.000 orang. Pada tahun 2009 di Amerika ditemukan 10.520 kasus baru karsinoma lidah dan diperkirakan terjadi 1900 kematian. Karsinoma lidah lebih sering terjadi pada laki-laki dengan perbandingan laki-laki dan wanita adalah 2 : 1 serta lebih sering ditemukan pada usia lanjut daripada usia muda. 2,3 Faktor utama yang berperan terhadap timbulnya karsinoma lidah adalah penggunaan tembakau dan alkohol dalam jangka waktu lama. Faktor lain adalah infeksi virus papiloma dan faktor gigi serta mulut 4 Diagnosis karsinoma lidah ditegakkan berdasarkan anamnesis yang terarah dan pemeriksaan fisik yang cermat terutama dengan pemeriksaan bimanual. Kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau MRI. Diagnosis pasti adalah berdasarkan pemeriksaan histopatologi.2

2. ANATOMI DAN FISIOLOGI Lidah terletak di dasar rongga mulut, terbentuk dari otot lurik dan mukosa di permukaannya. Lidah merupakan organ penting dalam rongga mulut, ikut berperan dalam proses mengunyah, menelan, berbicara, dan mengecap, dan fungsi faal lainnya. 2

melalui frenulum linguae dihubungkan ke mukosa bagian anterior dasar mulut. Bagian anterior yang sempit disebut apeks linguae. vertikalis lingua.2 5 Otot lidah terdiri dari otot ekstrinsik yaitu m. m. Permukaan atas korpus linguae disebut dorsum linguae. kuntum pengecap tersebar pada papilla valatae dan papilla fungiformis. m. 2 5 Gambar 1.Diperbatasan 1/3 media dan posterior lidah terdapat sulkus terminalis terbentuk dari papilla valatae. Akar lidah relatif terfiksasi. disebut juga sebagai sulkus berbentuk V. Mukosa venter linguae licin.5 6 . 1/3 posterior adalah radiks linguae (akar lidah). longitudinalis lingua superior dan inferior. Kedua sisi disebut margo lateral lidah. di anterior bersinambung dengan frenulum linguae. Otot-otot ini dipersarafi oleh N.stiloglosus dan m. transversus lingua dan m. Anatomi lidah. termasuk lingkup orofaring. bersinambung ke dasar mulut. permukaan bawah disebut venter linguae. Dorsum linguae dipenuhi papilla. Otot-otot ekstrinsik berfungsi merubah posisi lidah sedangkan otot-otot intrinsik berfungsi merubah bentuk lidah. hipoglosus dan bekerja sama dalam proses menelan serta artikulasi berbicara (gambar 2). 2/3 bagian anterior sulkus V disebut korpus linguae (bagian bergerak). hioglosus. genioglosus serta otot intrinsik yaitu m.

glosofaringeus (gambar 3). mandibularis yang merupakan cabang ke tiga dari N.2 Gambar 3. lingualis cabang n.7.8 .Gambar 2. Inervasi lidah. trigeminus sedangkan sekretomotorik diinervasi oleh korda timpani cabang dari N. Bagian posterior lidah baik sensorik maupun sekretomotorik diinervasi oleh N.5 Sensorik lidah berfungsi untuk pengecapan yang diinervasi oleh n. Inervasi otot ekstrinsik dan intrinsik lidah.8 Motorik otot lidah terutama dipersarafi nervus hipoglossus. fasialis.

7 8 Gambar 4. Pada bagian sepertiga posterior lidah terdapat banyak anastomose drainase limfatik yang melewati garis tengah tubuh sehingga tumor satu sisi dapat bermetastasis ke sisi kontralateral sedangkan bagian duapertiga anterior lidah mempunyai drainase limfatik pada satu sisi (gambar 5). Vaskularisasi lidah. Kelenjar getah bening dari duapertiga lateral lidah mengalir ke kelenjar getah bening submandibula dan jugulodigastrikus.1. Kelenjar getah bening bagian tengah lidah mengalir ke kelenjar getah bening jugulomilohioid.Lidah mendapat vaskularisasi dari a.7.8 hanya . Kelenjar getah bening pada ujung lidah mengalir ke kelenjar getah bening submental.8 Lidah mempunyai banyak kelenjar getah bening. karotis eksterna (gambar 4). lingualis yang merupakan cabang dari A.

94% dari keganasan seluruh tubuh. Insiden karsinoma lidah di India mencapai 14%. ETIOLOGI Etiologi kanker lidah belum jelas. EPIDEMIOLOGI Karsinoma lidah merupakan keganasan yang paling sering ditemukan diantara keganasan rongga mulut. Menurut data dari RS Kanker Universitas Kedokteran Zhongshan.95% dari keganasan rongga mulut atau 0.2-1.8 : 1.3 . Laporan dari luar negeri menyebutkan pada umumnya karsinoma lidah menempati 2.3 4. (B) Tampak ventral.Gambar 5. karsinoma lidah menempati 39. Insiden di Asia berhubungan dengan kebiasaan mengunyah pinang sedangkan insiden di Eropa berhubungan dengan kebiasaan merokok dan alkohol.2 . Perbandingan antara laki-laki dan wanita adalah 1.13 3. Drainase limfatik lidah. Lebih sering ditemukan pada usia lanjut daripada usia muda. tapi setidaknya berkaitan dengan faktor berikut. 2 Insiden karsinoma lidah bervariasi di setiap negara dan berhubungan dengan perbedaan kebiasaan sosial. (A) Tampak lateral.5% dari keganasan seluruh tubuh.

Setelah kanker lidah disembuhkan masih tetap merokok. memacu zat karsinogen masuk ke lidah. karies dentis. bukan peminum bir. perubahan kromatin. mikronuklei.Karsinogen kimia Nikotin dalam tembakau berefek karsinogenik. rusaknya rantai DNA. HPV (virus papilloma humanus). perokok mudah terkena kanker lidah.2 . gigi palsu yang tidak pas. Pasien Karsinoma nasofaring pasca radioterapi memiliki insiden kanker lidah meningkat. gangguan metabolik nutrient. dan timbulnya kanker lidah jenis tertentu memiliki hubungan tertentu. Selain itu juga mutasi gen akan menginaktifkan tumor supresor yang secara normal berperan untuk mencegah perubahan sel-sel menjadi ganas. gangguan proliferasi. etnis juga berkaitan dengan timbulnya kanker lidah. Data luar negeri menunjukkan insiden kanker rongga mulut di kalangan perokok dan peminum bir adalah 15. penolakan G-S. 2 Karsinogen Biologik Infeksi treponema pallidum. mencegah apoptosis dan gangguan kelangsungan hidup sel. rudapaksa radiasi. Mutasi gen menyebabkan hiperaktif onkogen. gangguan kromosom. G-M dan M pada siklus sel. Kesukaan mengunyah pinang mungkin menjadi faktor pemicu karsinogen. Asap rokok merangsang perubahan genetik termasuk mutasi gen.2 3 Karsinogen fisika Kebiasaan higiene oral buruk. rudapaksa mekanik. seperti penyangga gigi. kerentanan individual. Bir dapat menjadi pelarut zat karsinogen. Faktor genetik. maka peluang timbulnya kanker primer kedua sangat meningkat.5 kali dari bukan perokok. gigi yang cacat. Efek karsinogenik dari tembakau sebagian besar dirangsang oleh zat kimia yang terdapat pada asap rokok. spur dan benda asing lain bergesekan dengan lidah menimbulkan transformasi ganas.

penebalan atau bentuk ulkus yang merupakan kelainan yang paling sering ditemukan (Gambar 7). progresi cepat. kemudian timbul lesi ulseratif 2. Lesi stadium lanjut. apeks lidah atau menginvasi garis tengah dapat mengalami metastasis kelenjar limfe bilateral. pterigoideus medialis. liur meleleh. Manifestasi tipikalnya adalah : 2 1. berdarah. tumor nekrosis. karena tumor menginvasi dasar mulut (otot ekstralingual). Anamnesis Kanker lidah predileksi timbul di1/3 tengah margo lateral lidah. dapat disertai otalgia radiatif 3. umumnya adalah limfadenopati leher ipsilateral. Lebih lanjut lesi dapat mengenai m. ulserasi. Gangguan nutrisi fisik : berat badan menurun 5. pemeriksaan fisik yang cermat dan pemeriksaan histopatologi sebagai diagnosis pasti. Pemeriksaan Fisik Pada stadium awal. timbul kesulitan membuka mulut 4. kelainan di lidah bermanifestasi dalam berbagai bentuk dapat berupa leukoplakia.9 . Derajat keganasan kanker lidah lebih tinggi dari kanker rongga mulut umumnya. Kanker lidah yang primernya di dorsum lidah.5. gangguan menelan. paling jarang ke apeks lidah. disusul venter lidah dan dorsum lidah. kelenjar mandibula. DIAGNOSIS Diagnosis karsinoma lidah berdasarkan anamnesis yang terarah. Benjolan di lidah. riwayat penyakit pendek. Nyeri. tumor menginfiltrasi luas sehingga lidah terfiksasi. Gerakan lidah terbatas : manifestasinya berupa bicara tak jelas. frenulum linguae. disebabkan oleh invasi tumor atau infeksi nekrosis. Limfadenopati leher : sekitar 30-40% pasien kanker lidah ketika datng berobat sudah menderita metastasis kelenjar limfe regional. eritroplakia.

Berdasarkan kondisi yang ditemukan pada palpasi ditentukan lokasi. 2 8 Gambar 8. ada tidaknya invasi ke dasar mulut dan frenulum lidah serta mobilitas tumor.9 Pemeriksaan palpasi bimanual pada tumor primer sangat penting dilakukan karena ukuran tumor yang teraba biasanya lebih besar dibandingkan yang terlihat. jarak dari ujung lidah. III dan IV berdasarkan area kelenjar getah bening leher menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center Classifiaction (gambar 8).2 Karsinoma lidah mudah metastasis ke kelenjar getah bening regional. Level kelenjar getah bening leher bening menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center Classifiaction. ukuran. garis tengah dan sulkus terminalis.Gambar 7.8 . Kelenjar getah bening leher yang sering terkena menurut urutannya adalah kelenjar getah bening pada level II. I.1. Bentuk ulkus pada karsinoma lidah.

M1 tunggal. 10 Tumor primer Tx Kelenjar getah bening regional Tumor primer tidak Nx metastasis kel limfe Mx dapat dinilai regional tidak dapat dinilai tidak tampak tumor NO tidak teraba MO pembesaran kelenjar tumor in situ N1 diameter < 3 cm. Klasifikasi stadium TNM karsinoma lidah berdasarkan kesepakatan Amerika Serikat (AJCC) dan Perancis (UICC) tahun 2002.2. Karsinoma lidah dapat bermetastasis jauh ke paru dan hati. sedangkan MRI dapat mendeteksi luasnya suatu massa pada jaringan lunak. Pemeriksaan CT scan mendeteksi juga dapat penjalaran karsinoma lidah ke tulang berupa nekrosis tulang.2 Pembesaran kelenjar getah bening lebih dari satu sentimeter dapat dideteksi pada pemeriksaan CT scan. Biopsi ini praktis.2 Pemeriksaan Penunjang Diagnosis pasti kanker lidah pada akhirnya bergantung kepada diagnosis patologi.10 Tabel 1. STADIUM Penentuan stadium karsinoma lidah menggunakan metode klasifikasi stadium yang disepakati oleh Amerika Serikat (AJCC) dan Perancis (UICC) edisi 7 tahun 2010. konsistensi dan mobilitas pembesaran kelenjar getah bening leher.2 6. ipsilateral Metastasis jauh Metastasis jauh tidak dapat dinilai tidak ada metastasis jauh terdapat metastasis jauh TO Tis . metode tersering adalah dengan biopsi.Palpasi daerah leher penting dilakukan untuk menentukan lokasi. Kanker lidah tipe infiltratif dengan mukosa intak dapat memakai cara aspirasi jarum halus untuk pemeriksaan sitologi atau operasi insisi untuk biopsi tumor. dan mudah dikerjakan.2 Pemeriksaan radiologi CT Scan atau MRI dapat digunakan untuk menentukan batas dan ukuran tumor serta keterlibatan kelenjar getah bening leher. ukuran. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya metastasis jauh adalah foto toraks dan pemeriksaan fungsi hati.1. permukaan.

kulit wajah tumor invasi ke celah posterior gigi molar. basis kranii.T1 T2 T3 diameter < 2 cm N2a diameter antara 2-4 N2b cm diameter > 4 cm. multipel. tunggal. sinus maksila. ipsilateral diameter < 6 cm. radioterapi. hemiglosektomi atau glosektomi subtotal. T1/T2/T3/T4A N2 M0 Semua T N3 M0 . T1/T2/T3 N1 M0 T4A N0/N1 M0 . N2c diameter 3-6 cm.10 . bilateral atau kontralateral diameter > 6 cm T4a T4b tumor invasi ke N3 korteks tulang.10 Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IVA Stadium IVB Stadium IVC Penggolongan stadium klinis Tis N0 M0 T1 N0 M0 T2 N0 M0 T3 N0 M0 . plat pterigoid. Penggolongan stadium klinis karsinoma lidah berdasarkan kesepakatan Amerika Serikat (AJCC) dan Perancis (UICC) tahun 2002. karotis int Tabel 2. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan karsinoma lidah meliputi pembedahan. A. otot lidah profunda atau otot luar lidah.1 Pembedahan a. Tumor Primer Tindakan pembedahan karsinoma lidah pada bagian anterior lidah dilakukan dengan pendekatan transoral berupa eksisi luas. 2. T4B semua N M0 Semua T semua N M1 7. ipsilateral diameter < 6 cm. kemoterapi dan kombinasi.

10 Pada tumor pangkal lidah jarang dilakukan tehnik transoral tetapi melalui transhioid seperti transhioid faringotomi dan faringotomi lateral. Glosektomi subtotal adalah pengambilan jaringan lidah lebih dari separuh tetapi tidak sampai seluruh lidah terambil.10 .Eksisi luas merupakan teknik pengambilan jaringan lidah kurang dari separuh lidah (gambar 10).10 Gambar 10. Pendekatan transhioid faringotomi. Tehnik transhioid faringotomi digunakan untuk mengangkat tumor kecil pada pangkal lidah.10 Gambar 13. Eksisi karsinoma lidah transoral. (A) Sebelum eksisi. (B) Sesudah eksisi. Hemiglosektomi adalah pengambilan separuh jaringan lidah. Dilakukan pemotongan tulang hioid dan mengikutsertakan valekula (gambar 13).

10 b. N. Pendekatan anterior midline glossotomy. laringeus superior. Tehnik ini memberikan hasil operasi yang baik. Pada tehnik ini lidah di bagi 2 pada bagian anteromidline dimana daerah ini relatif avaskular dan mudah mencapai daerah dasar lidah. lingualis dan N. Meskipun dengan tehnik ini menghasilkan lapangan operasi yang terbatas tetapi keuntungannya dapat mempertahankan integritas mandibula dan mobilitas lidah. hipoglosus dan n. lingualis.10 Pendekatan faringotomi lateral menghasilkan lapangan operasi yang cukup luas untuk pengangkatan tumor pangkal lidah. Gambar 14. Prosedur operasi ini cukup sulit dilakukan dan mempunyai resiko terjadi trauma n.10 Pendekatan anterior midline glossotomy digunakan untuk pengangkatan tumor yang kecil dan terbatas pada dasar lidah. Metastasis kelenjar limfe leher . Pada tumor yang besar digunakan kombinasi pendekatan transoral dan transhioid.Hal yang perlu diperhatikan pada tehnik ini adalah menghindari kerusakan a. hipoglosus pada sisi lesi.

Co60 dengan dosis 40-60 Gy selama 4-6 minggu selanjutnya diberikan radiasi internal implan interstisial. dan terhadap radioterapi tidak peka. pasca operasi dapat diradioterapi. Sebelum radioterapi harus diperhatikan higiene rongga mulut yang baik dengan membersihkan atau mencabut gigi yang karies. maka operasi merupakan terapi utama. mencegah dan mengeliminasi sumber infeksi dari dental.2 Pada tumor primer T1 dengan lokasi dimana saja pada lidah dapat dilakukan radioterapi dengan menggunakan brakiterapi implan jarum Ir192. Pada penderita yang tidak dapat dilakukan tindakan pembedahan diberikan radiasi ekternal paliatif dengan dosis total 70 Gy/7 minggu.Angka metastasis kelenjar limfe leher dari kanker lidah tinggi. harus dilakukan operasi pembersihan leher radikal (RND). Pada tumor primer T2 dan T3 yang eksofitik atau dengan infiltrasi minimal diberikan radioterapi eksternal menggunakan radiasi sinar X. Pasien stadium T2 pasca operasi sekitar 40% dapat timbul metastasis leher. pasien stadium T2-T4 walaupun secara klinis belum teraba pembesaran kelenjar limfe.2 Radioterapi Karsinoma lidah dapat dilakukan dengan terapi radiasi eksternal maupun radiasi internal.2 Kombinasi Pembedahan dan Radioterapi Terapi kombinasi pembedahan dan radioterapi memberikan hasil terapi yang lebih baik untuk karsinoma lidah stadium III dan IV. maka terapi preventif metastasis kelenjar limfe leher semakin penting. ketika klinis timbul lesi metastatic N1-N2. juga harus dilakukan operasi pembersihan leher elektif (END).2 . Dosis yang diterima medula spinal dibatasi kurang dari 40 Gy untuk mencegah mielitis radiasi. Terhadap pasien T3-T4 manapun harus dilakukan RND sebagai bagian dari terapi bedah pertama. Oleh karena itu kecuali kasus T1N0 yang dapat ditindaklanjuti secara berkala.

12 . radioterapi menyebabkan sklerosis dan menyumbat aliran kelenjar getah bening serta mengurangi penyebaran karsinoma saat pembedahan.Terapi kombinasi dilakukan dengan 2 cara yaitu terapi kombinasi terencana dan terapi kombinasi tanpa rencana. 11 Kemoterapi Kemoterapi digunakan pada karsinoma stadium lanjut dan sebagai terapi paliatif pada tumor rekuren untuk mengurangi rasa nyeri. Regimen yang digunakan adalah cisplatin dan 5-fluorouracil. Docetaxel berbeda dalam mekanisme kerjanya dengan cisplatin dan 5-fluorouracil sehingga dapat dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang lebih baik. Saat ini ada kecenderungan untuk melakukan pembedahan terlebih dahulu dan selanjutnya diberikan radioterapi. neutropenia. Terapi kombinasi terencana yaitu dilakukan pembedahan untuk mengambil semua tumor yang nampak dan teraba sampai 1–2 cm dari tepi tumor yang merupakan jaringan normal. Keuntungan pendekatan ini adalah morbiditas operasi dapat dikurangi dan kerugiannya adalah apabila terjadi komplikasi pembedahan maka pemberian radioterapi menjadi terlambat dan tidak efektif. Adapun regimen lain yang biasa digunakan adalah docetaxel yang mana merupakan agen efektif dan memiliki tingkat respons yang lebih baik pada pasien-pasien dengan stadium lanjut. Tetapi radioterapi preoperatif menyebabkan gangguan penyembuhan luka seperti fistula orofaringokutan. dan diare. ataupun metastatis. Kemoterapi kombinasi ini menghasilkan tingkat respon 90-93%. alopesia. Selanjutnya dilakukan radioterapi untuk eradikasi tumor residu secara mikroskopik. Efek samping yang dapat terjadi pada pemberian kombinasi terapi ini yaitu leukopenia. luka yang mengelupas serta ruptur vaskuler. rekuren. Keuntungan pemberian radioterapi preoperatif adalah sel kanker pada tepi tumor menjadi inaktif. thrombocytopenia.2. Terapi kombinasi tanpa rencana dilakukan sebagai terapi kuratif dan belum ada kesepakatan tentang waktu untuk dilakukan radioterapi.

2 . Karsinoma lidah dengan metastasis ke kelenjar getah bening leher memiliki five year’s survival hanya separuh dibandingkan karsinoma lidah tanpa metastasis ke kelenjar getah bening. Secara patologis. dimana pada stadium lanjut memiliki prognosis yang buruk dibandingkan stadium dini. semakin buruk derajat diferensiasinya maka semakin buruk prognosisnya. PROGNOSIS Prognosis karsinoma lidah terutama tergantung stadium penyakit.8.

Dalam: Desen W. Available from : http://www.p.DAFTAR PUSTAKA 1. 2006.medscape. Edge SB.p. 2012 7.p. Agur AMR.156-8 2. Edisi 6. 4th edition. Available from : http://emedicine. Edisi 2.hal. Ganly I. Clinical anatomy – a revision and applied anatomy for clinical student. Beijing: Science Publication.33-4 10. 2012 5.58 6.297-304 3. 2009. Shah JP. 2012 4.2006.ru/oxford/part4/oral cancer. Zhuming G. 8th edition. Restuti RD.htm. Bashiruddin J. AJCC cancer staging manual. 2008. Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala leher. 2011. Accessed January 12. Available from : http://emedicine.narod.com/article/847955-overview#a0101. 2010. Byrd DR. Lucarini JW.p. Gosselin BJ. Philadelphia: Saunders Elsevier. London: Springer. Tumor ganas rongga mulut.166-71 . Kelley DJ. Tumors of the oral cavity. In: Montgomery PQ. Ibrahimpasic T. eds. eds.medscape. Atlas of human anatomy. ed. 7th edition.Massachusetts: Blackwell Publishing Ltd. Iskandar N. Compton CC et al.12th edition. Malignant tumors of the mobile tongue. Gullane PJ. Accessed February 16. Jakarta: Balai penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.com/article/847428-overview#showall. Alih bahasa: Japaries W. Evans PHR. Accessed February 3. Dalam: Soepardi EA.273-5 8. Dalley AF. Onkologi klinis. Quan Z.ots 1. Principles and practice of head and neck surgery and oncology. 2010. Netter FH. 2010. London: Informa UK Ltd. Grant’s atlas of anatomy. Ellis H. 2007. ed. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins. Malignant tumors of the base tongue. 2nd edition.677-783 9.hal. 2009. Munir M.p. Patel SG. Oral and oropharyngeal cancer. Karsinoma lidah.

Seidman D.11. Kobe J. . Tardy ME. Induction Chemotherapy with Docetaxel.otolaryngology. Johnson JT. Philadelphia: JB Lippincott Co. In: Bailey BJ. Kohut of the oral cavity. Science Vol. Yokoo S. Shibuya Y. Med. Umeda M. RI. eds. Cisplatin and 5-fluorouracil for Tongue Cancer. Head and neck surgery. Komori T. 1993.50.p. Tanimoto H.1160-75 12. 2004. Neoplasma Pillsbury III HC. Levina PA.

Handoko Nugroho Y. DIBAWAKAN DALAM RANGKA KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN THT-KL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013 .BAGIAN ILMU THT-KL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN REFERAT NOVEMBER 2013 KARSINOMA LIDAH Oleh: Muhammad Azhary Eka Putra C111 08 117 Muh. Nafly Farizan C111 09 281 PEMBIMBING dr.