You are on page 1of 20

MAKALAH KARET (SOL PADAT

)
Diajukan sebagai salah satu tugas Pada Mata Kuliah Kimia Koloid Yang di Bimbing Oleh Dr. Siti Suryaningsih, M.Si

Disusun Oleh: Rizki Maulana Akbar Kelas B/VII 208 204 135

PRODI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2011 KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Makalah ini disusun untuk diajukan sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Kimia Koloid dengan judul “Karet (sol padat)”. Terima kasih disampaikan kepada Ibu Dr. Siti Suryaningsih, M.Si selaku dosen mata kuliah Kimia Koloid yang telah membimbing dan memberikan kuliah kepada kami dengan sangat sabar dan baik. Demikianlah makalah ini disusun semoga bermanfaat agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Kimia Industri. Bandung, 19 Oktober 2011

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................................. ix Daftar Isi.......................................................................................................... x BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 4 A. Pengertian Karet................................................................................. 4 B. Bahan................................................................................................. 4 C. Proses Pembuatan Karet..................................................................... 6

D. Proses Memperoleh Karet.................................................................. 12 E. Manfaat Karet.................................................................................... 18
F. Identifikasi Bahaya, Dampak (Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan), dan Pengendalian pada proses industri.................................................................. 20 BAB III PENUTUP......................................................................................... 27 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara dengan perkebunan karet terluas di dunia, meskipun tanaman karet sendiri baru di introduksi pada tahun 1864. Dalam kurun waktu sekitar 150 tahun sejak di kembangkan pertama kalinya, luas arealperkebunan karet di Indonesia telah mencapai 3.262.291 hektar. Dari total areal perkebunan karet di Indonesia tersebut 84,5% diantaranya merupakan kebun milik rakyat 8,4% milik swasta dan hanya 7,1% yang merupakan milik negara Dengan areal perkebunan karet terluas didunia tersebut Indonesia bersama dua Negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia dan Thailand, sejak abad 1920-an sampai sekarang merupakan pemasokan karet utama dunia. Puncak kejayaan karet Indonesia terjadi pada tahun 1926 sampai menjelang perang dunia II ketika itu Indonesia merupakan pemasokan karet alam terkemuka dipasar internasional. Dari begitu besarnya fakta dan potensi karet yang telah dijelaskan diatas diatas, sangatlah sayang jika kita tidak memanfaatkan sumber daya karet tersebut. Dengan modal yang bisa dikatakan cukup besar maka bukan mustahil karet bisa menjadi sumber pemasukan negara. Seiring dengan berjalannya waktu, belakangan ini industri karet dirasa cukup berkembang pesat. Melihat begitu besarnya potensi yang dapat dilakukan terhadap industri tersebut, telah membuka mata para investor untuk ikut serta bergerak di industri karet. Kegunaan karet pun saat ini dirasa sudah sangatlah amat penting. Baik masyarakat umum, maupun masyarakat modern saat ini mempergunakan karet.Hasil utama dari pohon karet

Di samping itu. kaca. slab/koagulasi ataupun sit asap/sit angin. Kayu karet sebenarnya juga banyak diminati oleh konsumen baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pemanfaatan kayu karet merupakan peluang baru untuk meningkatkan margin keuntungan dalam industri karet. Terlihat bahwa cukup banyak ragam produk yang dapat dihasilkan dari karet. pipa karet dan sebagai isolator kabel. karena warnanya yang cerah dan coraknya seperti kayu ramin. Menunjuk dari pohon industri berbasis karet. Kesemuanya ini memerlukan dukungan teknologi industri yang lengkap. Karet juga bisa digunakan untuk tahanan dudukan mesin. MDF (Medium Density Fibreboard) dan lain sebagainya. Bahan baku karet juga banyak digunakan untuk membuat perlengkapan seperti sekat atau tahanan alat-alat penghubung dan penahan getaran misalnya shock absorbers. B . arang. namun sampai saat ini potensi kayu karet tua belum dapat dimanfaatkan secara optimal. particle board. parquet. Produk industri karet perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang senantiasa berubah. Rumusan Masalah 1. kayu api. penggerak mesin. kayu karet juga merupakan salah satu kayu tropis yang memenuhi persyaratan ekolabeling karena komoditi ini dibudidayakan (renewable) dengan kegunaan yang cukup luas. Karet digunakan untuk mobilitas manusia dan barang yang memerlukan komponen yang terbuat dari karet seperti aneka ban kendaraan.adalah lateks yang dapat dijual/diperdagangkan oleh masyarakat berupa latek segar. Sebagai salah satu komoditi industri. dipakai sebagai lapisan karet pada pintu. produksi karet sangat tergantung pada teknologi dan manajemen yang diterapkan dalam sistem dan proses produksinya. ataupun kayu gergajian untuk alat rumah tangga (furniture). Apa saja kandungan dari karet? 3. sabuk. Untuk mengantisipasi kekurangan karet alam yang akan terjadi. diperlukan suatu inovasi baru dari hasil industri karet dengan mengembangkan nilai tambah yang bisa di peroleh dari produk karet itu sendiri. dan pada alat-alat lain sehingga terpasang kuat dan tahan getar serta tidak tembus air. yang mana diperoleh melalui kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi yang dibutuhkan. Bagaimana proses produksi dari karet sehingga di dapat hasil yang berkualitas dan berkuantitas ? . conveyor belt. yaitu sebagai bahan baku perabotan rumah tangga. Status industri karet Indonesia akan berubah dari pemasok bahan mentah menjadi pemasok barang jadi atau setengah jadi yang bernilai tambah lebih tinggi dengan melakukan pengeolahan lebih lanjut dari hasil karet. Selajutnya produk tersebut sebagai bahan baku pabrik Crumb Rubber/Karet Remah yang menghasilkan bahan baku untuk berbagai industri hilir. teknologi dan inovasi di bidang perkaretan. Nilai tambah produk karet dapat diperoleh melalui pengembangan industri hilir dan pemanfaatan kayu karet sebagai bahan baku industri kayu. Kayu karet dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan rumah. sepatu karet. Kayu karet yang dapat berasal dari kegiatan rehabilitasi kebun ataupun peremajaan kebun karet tua/tidak menghasilkan lateks lagi. Apa yang dimaksud dengan karet? 2. penggerak mesin. Umumnya kayu karet yang diperjual belikan adalah dari peremajaan kebun karet yang tua yang dikaitkan dengan penanaman karet baru lagi. Indonesia dalam hal ini telah memiliki lembaga penelitian karet yang menyediakan ilmu pengetahuan.

yaitu mikrossol blak 2B. Sekarang. Bagaimana cara mengolah limbah yang dihasilkan dari proses industri tersebut? C. 3. dan persentasenya terbesar dibandingkan dengan bahan-bahan lainnya. Bahan Baku Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk. Untuk mengetahui teknik pengendalian pencemaran industri karet. Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet. Pewarna. sedangkan lateks sawo manila biasa dipakai untuk permen karet (chicle). seperti anggota suku ara-araan (misalnya beringin). c. Untuk mengetahui proses pengolahan industri karet. bahan penolong dan bahan tambahan. . Euphorbiaceae lainnya. 2. Tujuan 1. b. sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet dari para. B. yaitu centrifuged lateks. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari industri tersebut terhadap kesehatan manusia.4. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). kemasan yang digunakan ada dua jenis yaitu kotak yang berukuran kecil ( inner box) dan kotak yang berukuran besar. 1. 4. Pengertian Karet Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Bahan Bahan yang digunakan dalam proses pengolahan benang karet ini dibagi dalam tiga jenis yaitu bahan baku. BAB II PEMBAHASAN A. digunakan untuk pengepakan benang karet. Bahan baku yang digunakan adalah karet alam. sawo-sawoan (misalnya getah perca dan sawo manila). Karet industri sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri perkaretan. Bahan Tambahan Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi dan berfungsi meningkatkan mutu produk serta merupakan bagian dari produk akhir. Talcum. red colour pigment. ikut dalam proses produksi. serta dandelion. kulit yang berkualitas. Bahan tambahan yang digunakan adalah: Karton. berfungsi sebagai anti perekat pada benang karet yaitu Magnesium a. Pada masa Perang Dunia II. violet mikrossol B. getah perca dipakai dalam kedokteran (guttapercha). Untuk mengetahui sumber dan kandungan dari karet 2. dengan kadar DRC (Dry Rubber Content) sebesar 60%. mikrossol BN.

berfungsi untuk mengikat ion-ion benang karet. sehingga zat-zat yang ada menyatu. Demin Water. Filler. berfungsi untuk mempersingkat waktu vulkanisasi. Bahan penolong yang digunakan adalah : Larutan CH3COOH (±30%). berfungsi untuk menstabilkan lateks. Memeriksa dispersi. d. Adapun yang diperiksa pada chemical laboratory section adalah: 1. berfungsi sebagai bahan pengisi dan menambah berat produk. Stabilisator. Anti Oksidan. Zat kimia yang digunakan sebagai stabilisator adalah KOH 30 % dan Potasium Oleat. bahan tambahan dan bahan penolong lainnya. Accelerator. dimana panas yang dihasilkan oleh thermopack digunakan pada water bath. ZDBC 50%. merupakan fluida cair yang dipanaskan dengan menggunakan thermopack. Membuat formulasi compound. h. f.3. Activator. tetapi tidak tampak di bagian akhir produk. Diathermic oil. Diathermic oil berfungsi untuk membantu proses pembuatan benang karet. e. g. . merupakan bahan penolong paling utama dalam pembuatancompound benang karet. Zat activator yang digunakan adalah ZnO 60%. larutan ini berfungsi membekukan/membentuk lateks menjadi benang karet (rubber thread) pada acid bath. berfungsi untuk membunuh kuman-kuman agar lateks tidak cepat mengalami pembusukan atau cepat rusak. Vulkanisir. berfungsi untuk mengaktifkan lateks. dan juga campuran bahan kimia. Misalnya untuk membersihkan former sebagai pendingin. emulsi. dan curing. i. Sulfur 60% berfungsi mengikat ion-ion pada benang karet (mengeraskan benang karet). Proses Pembuatan Karet Proses produksi a. 2. karet secara umum dibagi ke dalam dua section utama yaitucompound dan extrusion. Zat kimia yang digunakan adalah wingstay-1 dan Sunproof 50%. Memeriksa compound yang akan digunakan untuk pengolahan benang karet. c. solusi yang terdapat didalam tangki penyimpanan. Zat kimia yang digunakan sebagai filler adalah TiO2 70% dan Kaolin 50%. Bahan Penolong Bahan penolong adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperlancar proses produksi. C. a. lateks sebagai bahan baku utama terlebih dahulu diperiksa pada chemical laboratory section. b. Chemical Laboratory Section Sebelum dilakukan proses pengolahan benang karet. Zat kimia yang digunakan adalah ZnMBT 50%. sedangkan bagian extrusion berfungsi untuk menghasilkan benang karet. Bagian compound memproduksi bahan setengah jadi yakni berupa campuran bahan baku yakni lateks. drying oven. Adapun dua section lainnya yang berfungsi sebagai section untuk melakukan pengujian bahan secara kimia dan fisika adalah chemical laboratory section dan physical laboratory section. tetapi air tidak ikut dalam produk benang karet tersebut. 3.

Wingstay 55 %.4. Pembuatan Dispersi. dan Amonia 23%.Red Colour 25%. KOH 33. Kemudian lateks yang telah ditimbang akan di-transfer ke in active tank dengan vacuum pressure pump. Lateks yang hendak diolah menjadi benang karet terlebih dahulu ditimbang melalui weighting tank dan disesuaikan dengan banyaknya permintaan konsumen. untuk dicampurkannya digunakan bahan tertentu yang disebut emulgator. Dispersi adalah campuran bahan kimia yang sukar larut (dalam bentuk tepung) dalam air. serta emulsi sesuai dengan jumlah yang diperlukan. Active Compound Pada tahap ini lateks yang berasal dari In Active Compound akan dicampur dengan bahan activator seperti ZnO 60%. dan Emulsi Compound adalah lateks yang dicampurkan dengan bahan kimia dimana bahan-bahan tersebut diformulasikan dalam tiga bentuk yaitu dispersi. disolusi. KOH 30%. b. KOH 20%. TiO2 70 %. Emulsi terdiri dari ammonium casseinate 10%. Pencampuran bahan tersebut dengan air berdasarkan perbandingan antara pelarut (air) dengan zat terlarut yang akan disolusi dan hasilnya kemudian disimpan dalam solution storage tank. sunproof 50%. Solusi. Penimbangan Lateks Bahan baku lateks yang telah diperiksa pada chemical laboratory section dan telah memenuhi standar mutu yang baik akan di-transfer ke tangki induk (6 buah) dengan kapasitas 55 ton/tangki. dan diemulsi. . Zink Oxide 60%. selain zatactivator juga terdapat Demin Water pada active tank. 3. BW Colour P-90. SW (Super White) colour P-90. dan Kaolin 49%. pottasium oleat 20%. Dispersi ini terdiri dari ZMBT+KOH 50%. Compounding Section 1. Pada saat yang sama dilakukan penimbangan ketiga formulasi bahan kimia yakni dispersi. Sebelum dilakukan pencampuran lateks terlebih dahulu diperiksa di chemical laboratory section dan jika telah memenuhi standar mutu yang baik maka lateks akan di-transfer ke weighting tank dengan vacuum pressure pump untuk ditimbang sesuai dengan kebutuhan. c. ZDBC 60%. solusi. In Active Compound Pada proses in active ini dilakukan pencampuran bahan baku yaitu lateks dengan bahan kimia yang telah didispersi. contohnya KOH. 2. Emulsi adalah campuran bahan kimia yang tidak larut dalam air. Compound yang diperoleh dari proses In Active Compound kemudian dipindahkan ke Active Compound Tank dengan menggunakan vacuum pressure/pressure pump. dan solusi. dan hapteen base 50%. Memeriksa kadar acetid acid pada acid bath dan water bath. 1. Bahanbahan kimia tersebut diaduk dengan menggunakan stirrer portable dalam trolly yang kemudian di-transfer ke in active tank dengan vacuum pressure pump. Solusi terdiri dari KOH 20%. 3. Black Colour 25%. 2. Pada active tank terjadi proses maturasi atau pematangan lateks selama kurang lebih 5 jam dengan suhu 300C.54%. Bahan kimia powder yang digunakan dihaluskan dengan menggunakan grinding molteni (alat penggiling). Lama waktu yang dibutuhkan untuk pencampuran sampai pengadukan hingga campuran merata adalah selama 7 jam. Penimbangan dilakukan dengan mengeluarkan bahan kimia tersebut melalui pipa ke tangki manual/tangki sorong (trolly). ZDBC 50%. emulsi. kemudian disimpan dalam dispertion storage tank. Sulfur 55%. Solusi adalah campuran homogen antara bahan kimia yang larut dalam air. Proses dispersi dilakukan di dalam wetting tank dengan cara mencampurkan bahan yang didispersikan air.

Proses homogenasi ini berlangsung selama 2 jam dengan suhu yang masih sama pada prosescompounding. maka dapat mempengaruhi proses dan produk akhir. 5. Di dalam tangki ini. Apabila tidak tercampur dengan baik. Karena temperatur yang tidak sesuai akan dapat mempengaruhi produk akhir. Extrusion Section 1. Tujuan dilakukan pencucian ini adalah agar benang karet terbebas dari asam asetat (CH3COOH) dan tidak menjadi kuning akibat asam yang masih melekat pada benang karet. Panas . Untuk pengeringan ini digunakan panas dari diathermic oil yang dihasilkan oleh thermopack. d. Pencucian dilakukan sebanyak 4 tahap yang ditarik oleh roller I sampairoller IV.4 mm) yang memiliki diameter yang sama.5 rpm untuk dilakukan proses pencucian pada water bath. Pendinginan Compound Setelah dilakukan proses homogenasi. Dari feeding pump. Homogenisasi Proses homogenasi yaitu proses untuk menyatukan lateks dengan bahan kimia agar tercampur dengan baik dan homogen. Pengeringan (Drying) Benang karet yang telah dicuci dikeringkan pada drying oven dengan suhu 105 – 1100C. Pencucian ini dilakukan untuk membersihkan benang karet dari cairan asam asetat yang masih menempel pada benang karet dan untuk menurunkan kadar proteinnya dengan suhu air 700C.Count merupakan satuan banyaknya benang karet dalam 1 inchi (25. compounddialirkan ke penyaring (jet filter). Untuk mengontrol pengeluarancompound dari CCST digunakan alat BST (Bottom Service Tank) yang dilengkapi dengan alarm dan pelampung. Water Bath Pencucian benang karet dilakukan di water bath.4. sebagai contoh count 37 maka diameter benang yang dibuat adalah 25. pada alat ini terdapat lubang pengeluaran (kapiler) terdiri dari 320 lubang kapiler. Acid Bath Sebelum dilakukan pencetakan compound menjadi benang karet pada pipacapilary terlebih dahulu compound yang dari CCST (Cooling Compound Service Tank) dipompakan ke feeding tank. Proses pendinginan ini menggunakan suhu 130C dan didiamkan selama 17 jam. Setelah itu compound dipompakan ke proses selanjutnya. 2. 3.5–12. Pipa capilary yang berjumlah 320 buah terletak pada acid bath (bed separator) yang berisikan cairan asam asetat yang konsentrasinya sekitar 28 – 30%. Benang karet yang telah terbentuk ditarik oleh roller dengan kecepatan 9. lateks yang telah tercampur tersebut dipompakan ke Cooling Compound Service Tank (CCST) atau tangki pendingin.6865 mm. Artinya. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin yaitu homogenizer machine.4 mm dibagi dengan 37 yang setara 0. lalu selanjutnya dialirkan ke header melalui selang dan dimasukkan ke separator. Panas dari diathermic oil yang dihasilkan oleh thermopack masuk ke radiator. Melalui sebuahmonopump lateks dipindahkan ke homogenizer. Pada acid bath (bed separator) inilah terjadi pembekuan compound (mengkoagulasikan compound) membentuk benang karet sesuai dengan ukuran/count dari pipa capilary. mutu dari benang karet yang dihasilkan tidak memenuhi standar. Prinsip kerja dari drying oven yaitu benang karet yang telah dicuci pada water bath ditarik oleh roller I–IV menuju conveyor drying oven sepanjang 38 meter untuk dilakukan proses pengeringan. compound dijaga kestabilan temperaturnya.

Setelah pita karet dimasukkan ke . 8. 4. Jika produk (pita) masuk ke dalam box dalam keadaan panas akan terjadi proses oksidasi pada produk yang akan merusak mutu produk. maka benang karet menuju proses pembedakan (talcum process). 6. Maksud pendinginan ini adalah untuk menormalkan panas pada benang karet setelah terjadi pemasakan pada curing. benang yang akan dikemas mudah berjamur sehingga akan mengurangi mutu produk dan bila talcum yang diberikan terlalu sedikit maka benang akan lengket satu sama lain pada saat pembentukan pipa.dari radiator tersebut dihembuskan oleh blower yang digerakkan oleh elektromotor agar merata panasnya (radiasi). Pada proses ini temperatur harus diperhatikan karena apabila temperatur terlalu rendah dan tinggi akan menyebabkan proses pemasakan tidak sempurna (akan menimbulkan pasta dan sambungan benang tidak sempurna). Prinsip proses kerja pemasakan ini hampir sama dengan proses pengeringan. Packing Proses akhir pembentukan benang karet menjadi pita karet adalah dilakukan pengepakan pita karet tersebut di packing area. Bubuk talcum yang menempel pada benang harus memenuhi standar kadar yang telah ditentukan oleh laboratotium maupun atas permintaan dari konsumen. dimana panas yang ditransfer adalah melalui proses radiasi pada karet benang yang dibawa melalui konveyor. Pembentukan Pita (Ribboning) Proses selanjutnya adalah pembentukan benang karet menjadi pita karet yang dikerjakan dengan mesin ribboning. Kemudian 40 buah benang karet tersebut diatur posisinya pada roll gate sebelum dirapatkan menjadi pita pada ribboning roller. untuk bubuk talcumyang jatuh di lantai tidak dapat digunakan kembali karena telah bercampur dengan debu. Pemasakan Pita (Curing) Curing/pemasakan pita dilakukan pada mesin curing dengan suhu 130–1400C. Pada mesin tersebut terdapat sisirribboning yang berfungsi untuk mengatur jumlah benang dalam satu pita. Proses pembedakan ini menggunakan alat yang disebut dengan talcum box. Alat ini juga berfungsi untuk mengatur jumlahtalcum pada benang agar talcum yang melekat tidak terlalu banyak. Tujuan proses curing ini adalah untuk menjaga/memperoleh kualitas benang karet yang baik. Pendinginan (Cooling) Setelah proses pematangan. 7. Panas tersebut juga diperoleh dari panas diathermic oil yang dihasilkan olehthermopack. Namun. Untuk mengurangi kadar talcum. maka benang karet akan melewati proses pemukulan (beating). Adapun jumlah benang karet dalam satu pita adalah 40 buah. Pengepakan menggunakan kotak/box yang dilengkapi dengan plastik agar tidak tembus air yang berkapasitas 30–35 kg. pita tersebut harus didinginkan lagi. Proses ini dilakukan dengan memberi bubuk yang mengandung magnesium pada benang supaya benang satu dengan benang yang lain tidak bersatu. Proses pendinginan berlangsung di dalam sebuah alat yang disebut cooling drumdengan suhu sekitar ±120C dan maksimal suhu water cooling yang keluar sekitar 350C. Panas tersebut yang dimanfaatkan untuk pengeringan benang karet. Pembedakan (Talcum) Setelah proses pengeringan. 5. Adapun bubuk talcum yang jatuh selanjutnya ditampung untuk dipakai kembali di talcum box. karena apabila terlalu banyak.

jika dianggap perlu spout dapat dibersihkan pada waktu-waktu tertentu.  Membersihkan bidang sadap Jika dipandang perlu. Proses Memperoleh Karet  Pengumpulan dalam kebun Untuk dapat mencapai hasil karet yang bermutu tinggi sebanyak mungkin. Demikian pula sifat-sifat lateks seperti kadar karetnya. Pengawasan yang keras atas pekerjaan penyadapan dan pengumpulan lateks perlu dijalankan. ringan.dalam kotak dengan menggunakan mesin receiving. perbandingan harga dan (terutama untuk waktu sekarang) apakah mudah untuk mendapatkannya. Saluran sadap ini harus pula dibersihkan secara teratur lebih-lebih pada penyadapan dekat permukaan tanah. dan mempunyai keuntungan pula bahwa penyadap-penyadap dapat membawanya ke pabrik dimana mangkuk-mangkuk    . Sebelum pohon-pohon disadap. D. Mangkuk Pemilihan mengenai bahan untuk mangkuk (aluminium. spout dicabut untuk dibersihkan sebaik-baiknya dan dipasang kembali sebelum masa sadap yang baru dimulai. Hal ini pertama-tama berlaku untuk benda-benda yang berada di dalam kebun bersentuhan dengan lateks. Spout Biasanya spout dipasang dengan sudut 45º pada jarak 10 cm di bawah titik terendah sadap. cara penggunaannya. karena hanya dengan jalan inilah banyaknya lump dapat dibatasi sampai serendah-rendahnya. Kemudian box yang telah diberi label diselotip dan diikat dengan menggunakan mesin pengikat serta disusun dengan box lainnya yang telah di-packing untuk selanjutnya diangkut dengan menggunakan forklift menuju gudang bahan jadi. kotoran-kotoran tersebut dapat pula menyebabkan terjadinya pra koagulasi dan terbentuknya lump. maka keberhasilan dalam bekerja merupakan syarat paling utama yang harus diperhatikan. Pada penyadapan dua hari sekali. scrap yang melekat pad spout harus disingkirkan terlebih dahulu. karena spout dapat dipasang tepat di bawah torehan sadap. lamanya dapat dipergunakan. tanah yang diglasir atau tidak diglasir. Jika suatu masa sadap berakhir. Mangkuk-mangkuk ini tahan lama. arnit. Banyaknya lump dan scrap selanjutnya bergantung pula dari keadaan pertanaman dan sistem sadap yang dilakukan. mudah dibersihkan. bagian kulit pohon yang akan dibersihkan terlebih dahulu. maka akan dilakukan penimbangan dengan menggunakan timbangan digital dan pemberian label sesuai dengan spesifikasinya. Saluran sadap Dengan dipergunakannya gantungan mangkuk maka saluran sadap yang tegak lurus dapat diperpendek. warnanya. gelas. kecenderungan kepada pra koagulasi dan lain-lain. Selain dari kemungkinan terjadinya pengotoran lateks oleh kotoran-kotoran yang kelak sukar dihilangkannya. Jika penyadapan dilakukan tiap dua hari sekali pekerjaan membersihkan ini dapat dilakukan seperlunya saja. Dengan demikian jumlah scrap dapat diperkecil. sebelum sadap dimulai. Mangkuk yang paling banyak dipergunakan di Indonesia ialah mangkuk-mangkuk yang dibuat dari aluminium. batok kelapa dan sebagainya) pada umumnya ditetapkan oleh: harus mudah dipakai.

dan bentuk sudip dibuat sedemikian rupa hinga dengan sekali gerak lateks dapat disingkirkan dari mangkuk-mangkuk. Bersamaan dengan pemasangan mangkuk-mangkuk torehan kulit dikumpulkan segera sesudah pohon-pohon ditoreh.tersebut dapat dicuci di bawah pengawasan. diletakan satu per satu. keuntungan lateks yang diperoleh dengan memperlambat waktu pengumpulan. maka selaput mangkuk disingkirkan dulu dengan tangan sebelum penyadapan dimulai. maupun mengenai kadar karet dari lateks. Pada waktu senggang. yakni 3 atau 4 jam sesudah dimulai menyadap. yakni sesudah pohon-pohon selesai disadap dan sebelum dimulai mengumpulkan lateks. scrap. juga dipercepat oleh pengaruh suhu yang tinggi dan jangka waktu yang terlalu lama antara waktu menyadap dan koagulasi di dalam pabrik. maka sudah seharusnya untuk kedua keadaan tersebut diatas ini ditentukan pendapatan tiap hari untuk tiap penyadap. Lateks dalam mangkuk dituangkan ke dalam ember-ember dan sisa lateks dibersihkan dengan menggunakan sudip (spatel). karena hal ini mempercepat proses pra-koagulasi dan pembentukan lump dan dapat memperbesar timbulnya gelembung-gelembung udara pada pengolahan sheet. scrap yang terkumpul dipilih-pilih dalam scrap warna muda dan scrap warna tua. Kadar lateks Sedapat mungkin harus diusahakan agar lateks diterima dalam pabrik tanpa diencerkan terlebih dahulu. Sesudah dicuci mangkuk-mangkuk tersebut disimpan terbalik. Sudip-sudip harus dibersihkan dan diperiksa secara teratur dan harus diperbaharui pada waktu-waktu tertentu. Pengumpulan karet mutu rendah Scrap (lateks yang membeku pada alur sadap) dikumpulkan pada saat penyadapan akan dimulai. Pencampuran lateks dengan air di dalam kebun yang biasanya sudah mengandung kotoran-kotoran harus dicegah. baik pemeriksaan atas produksi. Sebaiknya para penyadap dilarang untuk masuk dalam ruangan    .  Pengumpulan lateks dan ember-ember lateks Terjadinya pra-koagulasi selain disebabkan oleh kurang bersihnya pekerja. Biasanya dipergunakan sebuah sudip terbuat dari kayu. suatu pengawasan atas tiap penyadap seorang demi seorang juga perlu. yang dibungkus dengan sehelai karet ban dalam. Biar bagaimanapun hendaknya jangan diperkenankan digunakannya bahan-bahan kain. Ember-ember pengumpul lateks yang terbaik adalah ember-ember yang dibuat dari aluminium. dimulai dengan pengumpulan lateks. sehingga air dapat menetes dengan leluasa. Walaupun penyadapan dilakukan dengan upah harian. jika hal ini belum dilakukan sambil menyadap. Pada umumnya. atau diberikan suatu premi tambahan untuk banyaknya hasil yang diperoleh di atas suatu ketetapan yang sudah ditentukan. Jika mangkuk ditinggalkan dalam kebun. Semua alat pengukur dan timbangan untuk menetapkan suatu upah harus diberikan dahulu oleh Jawatan Tera. dan mangkuk-mangkuk keesokan harinya sudah kering dan siap dipergunakan kembali. Oleh karena itu harus senantiasa diusahakan agar sesegera mungkin. Penerimaan Lateks Jika pembayaran upah kepada para penyadap dilakukan untuk tiap satuan bobot kering. atau rumput-rumput dan daun-daun untuk keperluan membersihkan sisa lateks ini. tidak sepadan dengan kerugian tersebut di atas.

Pekerjaan menimbang dapat dilakukan dengan cepat dan pasti tidak kurang telitinya. jangan dituangkan sampai habis. Pada saat ini di pabrik-pabrik yang besar sering kali terlihat bak-bak penerima yang tinggi letaknya sedangkan lateks ditekan ke atas dengan menggunakan tekanan udara. pabrik. Hal ini hanya dapat dilaksanakan jika bak-bak penerima lateksnya tidak terlalu tinggi di atas permukaan jalan masuk. Tekanan udara yang diperlukan dapat diperoleh dari sebuah kompresor kecil. Penetapan kadar karet kering tiap penyadap Cara koagulasi percobaan dan menimbang potongan bekuan yang digiling menjadi potongan crepe yang kecil. dituangkan ke dalam bak terpisah. Bobot ember yang sudah diketahui dengan sendirinya harus dipotong sebagai tarra. Tidak ada suatu keberatan untuk mengambil sebagai ketetapan bobot 1 kg untuk tiap liter lateks. yang jika perlu. Takaran ini. sedangkan bagian bawahnya harus dikerjakan secara terpisah. terdiri dari saringan kawat dengan lubang kasa kira-kira 2 mm lebar. Mangkuk-mangkuk ini diletakkan menurut urutan di atas sebuah rak. Larutan ini dapat terlebih dahulu  . berbentuk silinder pendek dan mempunyai pegangan. agar isi ember-ember lateks dituangkan dengan hati-hati. atau dapat juga dikerjakan menjadi karet mutu rendah. Hendaknya diperhatikan. Setelah diendapkan secukupnya. sebaiknya ditera dengan lateks. lateks dari tangki-tangki (atau drum) sedapat mungkin harus langsung mengalir melalui saringansaringan di atas bak-bak penerima. atau dari pelat aluminium berguna terutama untuk menahan lump. Hal ini hanya mungkin jika dipergunakan tangki-tangki yang tahan terhadap tekanan yang besarnya kira-kira 1 atm. dimana lateks diterima. maka bagian yang teratas dapat dibubuhkan ke dalam lateks campuran yang bersih. Takaran dikosongkan ke dalam mangkuk aluminium yang bagian luar dan dekat sekali pada tepinya diberi tanda nomor penyadap. untuk pipa-pipa lateks dan tekanan udara. Untuk keperluan ini pakailah senantiasa ember-ember yang sama. Setelah diaduk terlebih dahulu. Para penyadap dapat disuruh menanti giliran ruangan tertutup yang berdampingan dengan pabrik. sedemikian rupa sehingga waktu lateks dituang diperoleh jumlah lateks sebanyak 50 ml. dapat diberi tutup untuk mencegah kecurangan-kecurangan. Penetapan banyaknya lateks lebih baik dijalankan dengan jalan menimbang daripada dengan jalan mengukur.020 ml per kg lateks yang tidak diencerkan. Pada pengangkutan dalam tangki (atau drum) ke pabrik atau tempat pembekuan. masih merupakan satu-satunya cara yang dapat dipercaya untuk memeriksa kadar karet kering tiap penyadap. maka dari ember takaran untuk menggunakan sebuah takaran. jika jumlah kotoran ini sedikit dan sebagian besar dapat diperoleh crepe yang cukup baik atau dikerjakan menjadi off-sheet. Tangki serupa itu dilengkapi dengan penghubung-penghubung untuk pipa-pipa karet (sebaiknya memakai murwater). Sisa lateks yang dibiarkan dalam ember dengan endapan dan kotoran. Perhitungan isi yang tepat menjadi 1. yang dibuat dari kaleng. 10 ml larutan asam semut 1% atau asam cuka 2% sudah mencukupi. karena pada dasar ember banyak terkumpul kotoran sebelum disaring lateks tidak boleh diaduk. biasanya tidak perlu karena bobot lateks biasanya dihitung sampai kilogram penuh atau setengah kilogram. Untuk keperluan koagulasi. Penetapan bobot atau isi Penyadap menuangkan lateks dari ember-ember lateks ke dalam ember-ember takaran melalui sebuah saringan kasar.

yakni: soda. Dalam beberapa hal pemakaian anti koagulan memang sangat diperlukan. jika kebun muda baru disadap. Yang tersebut terakhir ini kadang-kadang perlu dan membutuhkan pengawasan yang ketat sekali. ke dalam ember pengumpul atau ke dalam mangkuk. contoh-contoh dikeringkan dengan menggunakan secarik kain. maka harus diselidiki lebih dahulu apakah peraturan-peraturan tentang kebersihan yang diuraikan di atas sudah dijalankan dan apakah di dalam kebun tidak terjadi kecurangan umpamanya pengenceran dengan air. semakin besar daya guna yang dapat diharapkan. dan harus dibatasi. sehingga terdapat peredaran udara yang kuat. jika lateks harus diangkut melalui jarak yang jauh. umpamanya: selama musim rontok. Jadi pemilihan mengenai cara bekerja bergantung juga pada sampai kemana ketelitian pengawasan terhadap para penyadap dan kadar karet lateks kebun akan dijalankan. alat-alat mana untuk keperluan tersebut di atas tidak dapat dipergunakan sama sekali. sebaiknya rak diberi pintu dari kawat kasa. semakin kecil pula kesalahan. Dan untuk mempercepat pengeringan sebaiknya dinding-dinding sisi diberi lubang. sesudah hujan-malam. Harus dipertimbangkan apakah pembubuhan anti koagulan harus terjadi pada waktu penerimaan lateks di pabrik. Perbedaan kecil pada pembubuhan dapat ditiadakan pada waktu pencampuran lateks di pabrik. yang dapat pula menghambat proses pengeringan. Jika diinginkan daya lebih kuat dari anti koagulan. maka bahan ini harus dibubuhkan ke dalam bejana atau tangki pengangkut. Dibeberapa perkebunan. Jika persentase lump tinggi. Semakin cepat anti koagulan dibubuhkan ke dalam lateks. metrolacs dan sebagainya. Pemakaian bahanbahan kimia memakan biaya dan kadang-kadang larutan asam untuk koagulasi terpaksa harus dinaikkan. Pembayaran penyadap tidak perlu diperhitungkan (lateks meters). Lebih baik lagi jika lembaran crepe itu ditegangkan pada pasak sehingga lembaran diregangkan sampai tipis sekali lebih cepat kering. karena biasanya terlalu banyak mempergunakannya. segera setelah digiling. Jika masih terdapat sisa anti koagulan. dan teristimewa pada kebun-kebun okulasi. Pemakaian asam keras tidak dapat dianjurkan. Banyaknya anti koagulan yang akan diserahkan kepada tiap penyadap ditetapkan menurut jumlah liter lateks yang ditaksir akan diperoleh tiap penyadap.dimasukan ke dalam mangkuk-mangkuk. semakin kecil koreksi. Setelah diberi tanda yang jelas contoh dapat juga dikeringkan dengan jalan menggantungkannya dengan pasak pada rak. Pembubuhan anti koagulan pada waktu menerima lateks di pabrik hanya dapat dijalankan jika lateks menunjukan sedikit sekali kecenderungan kepada pra koagulasi. Dalam paraktek dipakai 3 macam anti koagulan. atau sudah harus diberikan di dalam kebun. Dalam keadaan yang sedemikian pemakaian anti-koagulan dapat mempengaruhi penyaringan lateks. Sesudah itu ditimbang dan jika cara bekerja senantiasa sama maka hasilnya cukup memuaskan. ammoniak dan natrium sulfit. penyadap dapat menuangkan sisa ini ke dalam ember pengumpul. atau jika anti koagulan terutama dipergunakan sebagai desinfektan atau sebagai anti oksidan. Semakin kecil kadar air pada waktu menimbang. Untuk menghindar kecurangan. . atau dibubuhkan sesudah lateks ditakar dan sesudah itu harus senantiasa diaduk.  Pemakaian bahan anti koagulan Pemakaian anti koagulan tidak selamanya perlu.

serta peralatan tulis menulis seperti karet penghapus menggunakan jasa karet sebagai bahan pembuat. walaupun kini ada yang menggunakan bahan plastik. Alas lantai dari karet dapat dibentuk dengan bermacam-macam warna dan desain yang menarik. Manfaat Karet Karet memiliki banyak manfaat diantaranya : 1. pipa karet. Pemakaian lapisan karet pada pintu. sabuk penggerak mesin besar dan mesin kecil. motor. sepatu karet. misalnya shock absorbers. Bangunan-bangunan besar semakin banyak menggunakan bahan karet. pipa air. secara tidak langsung karet berjasa besar dalam keamanan dan pertahanan suatu negara. pengangkutan hasil. . Bahan karet yang diperkuat dengan benang-benang sehingga cukup kuat. misalnya pesawat tempur. dan keperluan lain. 2. Dengan demikian. serta barang lain yang banyak dipakai untuk peralatan kendaraan bermotor atau industri gas. Sebagai pencegah lecet atau rusaknya kulit dan kuku ternak karena lantai semen yang keras maka alas lantai dibuat dari karet dan sekarang banyak digunakan di peternakan besar. Dalam pembuatan jembatan sebagai penahan getaran juga digunakan karet. dan pada alat-alat lain membuat pintu terpasang kuat dan tahan getaran serta tidak tembus air. Bahan baku karet banyak digunakan untuk membuat perlengkapan seperti sekat atau tahanan alat-alat penghubung dan penahan getaran. kaca pintu. dan jeep. Manfaat karet alam Karet alam banyak digunakan dalam industri-industri barang. kasur busa. selang air. hingga pesawat terbang). dan macam-macam oil seals banyak juga yang menggunakan bahan baku karet. dan bahan-bahan pembungkus logam. Tak heran bila banyak pemerintah negara yang menimbun karet alam (strategic stock pile) seperti terjadi di beberapa negara maju. Beberapa alat olahraga seperti bermacam-macam bola maupun peralatan permainan juga menggunakan bahan karet. membran. kaca mobil. Alat-alat rumah tangga dan kantor seperti kursi. Peralatan dan kendaraan perang pun banyak yang bagian-bagiannya di buat dari karet. Jenis NBR (Nytrile Butadiene Rubber) yang memiliki ketahanan tinggi terhadap minyak biasa digunakan dalam pembuatan pipa karet untuk bensin dan minyak. traktor. seal. Sambungan pipa minyak. Belt ini pun terbuat dari karet. Tambang-tambang besar yang mengolah bijih besi dan batubara menggunakan belt yang sangat panjang untuk pengangkutannya. dan tidak menimbulkan suara yang berisik dapat dipakai sebagai tali kipas mesin. maka dalam pembuatan beberapa jenis barang banyak digunakan bahan baku karet sintetis. mobil. Alas lantai dari karet ini mudah dibersihkan dan cukup menyehatkan ternak seperti sapi atau kerbau.E. truk-truk besar. pipa udara. Umumnya alat-alat yang dibuat dari karet alam sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari maupun dalam usaha industri seperti mesin-mesin penggerak. kabel. panser berlapis baja. Barang yang dapat dibuat dari karet alam antara lain aneka ban kendaraan (dari sepeda. Bagian-bagian ruang atau peralatan-peralatan yang terdapat di dalamnya banyak yang dibuat dari bahan ini. isolator. gasket. Manfaat karet sintetis Karena memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh karet alam. elastis. lem perekat barang. Pabrik-pabrik juga menggunakan berbagai macam belt untuk power transmission belt. Karet bisa juga dipakai untuk tahanan dudukan mesin. tank.

 Pengendalian . Solusi. red colour. sunproof. Sebenamya manfaat karet bagi kehidupan manusia jauh lebih banyak daripada yang telah diuraikan di atas. hapteen base. wingstay. BW colour P-90. industri. dan banyak bidang kehidupan lain yang vital bagi kehidupan manusia. black colour. pembungkus kabel. Dampak (Keselamatan. Identifikasi Bahaya. Kesehatan.  Dampak Kesehatan Pekerja : Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian. Chemical Laboratory Section  Bahaya Kimia : acetid acid.Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker kimia dan sarung tangan karet .kaolin. dan kontak dengan bahanbahan kimia lainnya dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan pekerja seperti menimbulkan kanker dan iritasi kulit. Manfaat secara tak langsung pun banyak yang dapat diperoleh dari barang yang dibuat dari bahan karet. SO2.Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata atau masker. Pengendalian pada proses industri a. SW (Super White) colour P-90. dan  Dampak Kesehatan Pekerja : Bahan ini sangat korosif dan menyebabkan luka bakar yang serius. Jenis EPR juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kabel listrik. Compounding Section 1. dan sabuk pengangkut. ammonium casseinate. hiburan. Penimbangan Lateks  Bahaya :  Dampak :  Pengendalian : c. Sifat kedap terhadap gas yang dimiliki oleh jenis IIR dapat dimanfaatkan untuk pembuatan ban kendaraan bermotor. kontak dengan SO2 dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan dan mata juga dapat menyebabkan keracunan. kesehatan. Karet memiliki pengaruh besar terhadap bidang transportasi. serta pelapis bagian dalam tangki penyimpan lemak atau minyak. Zink Oxide. sarung tangan nitril. pottasium oleat. Perekat kadang-kadang dibuat dengan menggunakan jenis CR tertentu. gasket. pendidikan.  Pengendalian : . juga pembalut kawat listrik. F. Engineering Control dengan cara membuat ventilasi yang baik untuk perputaran Acetid acid di udara b. dan Lingkungan).Jenis CR (Chloroprene Rubber) yang tahan terhadap nyala api banyak digunakan dalam pembuatan pipa karet. komunikasi. ZDBC. seal. TiO2. ammonia. dan Emulsi  Bahaya Kimia : KOH. Pembuatan Dispersi.

Dampak Keselamatan pekerja: eracunan zat kimia Pengendalian: Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti pakaian/ sarung tangan. berbahaya jika tertelan.- Engineering Control dengan cara selalu menyiapkan pancuran air untuk keselamatan pekerja dan menyediakan alat pendeteksi SO2 2. Mekanik: Kebisingan Dampak Keselamatan pekerja: Tersengat listrik Kesehatan pekerja: ketulian . 3. In Active Compound Bahaya Kimia : Bahaya terpapar bahan-bahan kimia pada saat melakukan penimbangan ketiga formulasi bahan kimia yaitu. Active Compound Bahaya Kimia Bahan aktivator KOH menyebabkan luka bakar pada kulit dan kerusakan mata yang serius. pelindung mata/ muka.    - -    - -   4. Dampak: Keselamatan pekerja: keracunan Pengendalian: Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan. emulsi. karet isap (rubber bulb) atau alat vakum untuk mencegah tertelannya bahan kimia dan terhirupnya aerosol. dispersi. Homogenisasi Bahaya Elektrik : Penggunaan mesin. dapat merusak logam-logam. yaitu homogenizer machine yang bertekanan tinggi. Administrative Control dengan cara membuat ”Material Safety Data Sheet” (MSDS) dari seluruh bahan kimia yang ada. dan pelindung mata/pelindung muka. pelindung pernafasan. solusi dengan mengeluarkan bahan kimia tersebut melalui pipa ke tangki manual. Administrative Control terhadap pekerja dengan mengajarkan untuk menghindari penggunaan lensa kontak karena dapat melekat antara mata dan lensa.

sarung tangan.Kimia: Asam Asetat dengan konsentrasi 28-30% Mekanik: feeding tank. jet filter. pakaian anti bahan kimia. jas laboratorium.Fisik : suhu 105 – 1100C pada drying oven . separator. getaran akibat mesin dapat menyebabkan stress dan ketulian  Suhu dan kelembaban yang tinggi di tempat kerja Keselamatan Pekerja  Terimbas kecelakaan/kebakaran akibat lingkungan sekitar  Pengendalian Menggunakan Alat Pelindung Diri seperti pelindung mata. Extrusion Section 1. Pengeringan (Drying)  Bahaya . -   Pengendalian Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti pelindung mata. dan roller  Dampak Kesehatan pekerja  Pengendalian Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan. sarung tangan.Adiministrative Control dengan shift work/ job rotation untuk mengurangi keterpaparan suhu terhadap pekerja .Engineering control dengan memberikan pengaman pada mesin. d. dan masker pada pekerja untuk menghindari terkena Asam Asetat 2. Acid Bath  Bahaya .Fisik : temperatur air mencapai 7000C pada saat pencucian karet  Mekanik: roller  Dampak Keselamatan dan kesehatan pekerja  Pengendalian . bottom service tank.Kesehatan Pekerja  Kebisingan. Water Bath  Bahaya . 3. jas laboratorium 5. header. Pendinginan Compound Bahaya Mekanik: Penggunaan mesin pendingin Dampak .

Pembentukan Pita (Ribboning)  Bahaya Mekanik : mesin ribboning bagian roll gate  Dampak Keselamatan pekerja  Pengendalian Engineering control pada sumber dengan memberikan pengaman pada mesin. Packing  Bahaya Mekanik: kelebihan muatan pada forklift  Dampak .Mekanik : mesin conveyor drying oven  Dampak Keselamatan dan kesehatan pekerja  Pengendalian Adiministrative Control dengan shift work/ job rotation untuk mengurangi keterpaparan suhu terhadap pekerja Engineering control dengan memberikan pengaman pada mesin 4. Pembedakan (Talcum)  Bahaya Kimia : bubuk Talcum (Magnesium)  Dampak Kesehatan pekerja  Pengendalian Engineering control pada sumber dengan menyediakan ventilasi untuk perputaran bubuk yang terbuang ke udara. . dan masker pada pekerja untuk menghindari terkena Magnesium 5.. Pemasakan Pita (Curing)  Bahaya  Fisik : temperatur yang tinggi (130–1400C) : conveyor pada mesin curing Mekanik Dampak Kesehatan dan keselamatan pekerja  Pengendalian Administrative Control dengan cara job rotation/shift work untuk mengurangi keterpaparan suhu pada pekerja Engineering control dengan memberikan pengaman pada mesin. pakaian anti bahan kimia.Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan. Pendinginan (Cooling)  Bahaya:  Dampak :  Pengendalian : 8. 7. 6.

Keselamatan pekerja  Pengendalian Administrative Control dengan mengoperasikan forklift cara memberikan pelatihan kepada pekerja yang .

BAB III PENUTUP Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Diduga kuat. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Dengan bantuan katalisis dari prenil-transferase. searah dengan sumbu panjangnya. Karet adalah polimer dari satuan isoprena (politerpena) yang tersusun dari 5000 hingga 10. Sebagai bahan pembuatan starter. . sedangkan lateks sawo manila biasa dipakai untuk permen karet (chicle). Senyawa ini terkandung pada lateks pohon penghasilnya. Sekarang. Pada masa Perang Dunia II. Suatu enzim isomerase diperlukan untuk tugas ini. seperti anggota suku ara-araan (misalnya beringin). sawo-sawoan(misalnya getah perca dan sawo manila). karet akan mengembang. Karet industri sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri perkaretan. Lateks dibentuk pada permukaan benda-benda kecil (disebut "badan karet") berbentuk bulat berukuran 5 nm sampai 5 μm yang banyak terdapat pada sitosol sel-selpembuluh lateks (modifikasi dari floem).3—dimetilalil difosfat sebagai substrat kedua. Penurunan suhu akan mengembalikan keadaan mengembang ini. Dengan meningkatnya suhu. Pada suhu normal. Inilah al asan mengapa karet bersifat elastik. Pada suhu rendah ia akan mengkristal. getah perca dipakai dalam kedokteran (guttapercha). Euphorbiaceae lainnya. pemanjangan terjadi pada permukaan badan karet yang membawa suatupolipeptida berukuran 14kDa yang disebut "rubber elongation factor" (REF). sertadandelion. sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet dari para. Sebagai substratnya adalah isopentenil difosfat(IPD) yang dihasilkan sel-sel pembuluh lateks.000 satuan dalam rantai tanpa cabang. Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet. karet tidak berbentuk (amorf). tiga ikatan pertama bersifat trans dan selanjutnya cis. diperlukan pula 3.

pukul 17. Karet http://ditjenbun.00 WIB. Diakses Mei 2011.gov. “Your Total Toxic Gas Detection Solution. George. RUBBER. Karet. Tanggal Akses : 12 Mei 2011. Slide Mata Kuliah K3 Dasar.deptan.id/PaketInformasi/Karet. 2010 Nardalis.id/bitstream/123456789/18572/3/Chapter%20II.ac. Gambaran Sekilas Industri Karet.00 WIB. --------------. T. Loren. pukul 17. Anonymous.depperin. www. 1985 Hendra. G. Shreve’s Chemical Industries. Anonymous. London: Leonard Hill (Books) Limited. Industri Karet Nusantara” repository.pdf.com. “Karet Produk Industri Manufaktur”. pukul 08. Anonymous. 1962 tanggal 11 .pdf. “Pengendalian Bahaya dan Hazard and Risk”.usu.” Diakses tanggal 14 Mei 2011. 2009. 2009.id/images/stories/testing/karet.00 WIB. W.00 WIB.gmitoxics.00 WIB. 2009.pdfTanggal Akses : 12 Mei 2011.go.www. Frankfurt: Mc Graw – Hill Book Company. “Bab II: Gambaran Umum Perusahaan PT. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Polthamus. Diakses tanggal 14 Mei 2011. Tanggal Akses : 12 Mei 2011. www.00 WIB.wikipedia. pukul 08.org/wiki/Karet.DAFTAR PUSTAKA Anonim.cdc. http://www. pukul 20.go. pukul 17. Austin.