Ikarine chrisjanie bab 1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Derajat kesehatan manusia dipengaruhi oleh faktor tingkat ekonomi, pendidikan, keadaan lingkungan, dan kehidupan sosial budaya. Faktor yang paling penting dan dominan dalam penentuan derajat kesehatan manusia adalah keadaan lingkungan. Kondisi lingkungan yang tidak sehat akan menjadi resiko yang buruk bagi kesehatan. UU No. 36 tahun 2 ! pasal "63 ayat 2 yang berbunyi lingkungan sehat men#angkup

lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. $engurangi dampak negatif dari kondisi lingkungan, Departemen Kesehatan melalui Direktorat %enderal &emberantasan &enyakit $enular dan &enyehatan 'ingkungan (&&$&') melakukan kegiatan penanggulangan penyakit menular. Kegiatan

penanggulangan tersebut salah satunya adalah pengendalian *ektor penyakit yang bertujuan menurunkan populasi *ektor penyakit sampai ke tingkat yang tidak membahayakan manusia. &asar merupakan fasilitas umum yang sering dikunjungi, mengingat bah+a banyak orang,orang yang berkumpul dan melakukan suatu kegiatan berarti akan

meningkatkan juga hubungan atau kontak antara antar satu dengan yang lainnya yang berarti terjadi penularan penyakit baik se#ara langsung maupun melalui perantara akan lebih meningkat (-uparlan, "!..). 'alat merupakan *ektor yang menjadi perantara penularan penyakit sehingga keberadaanya perlu dikendalikan. 'alat banyak jenisnya tetapi paling banyak merugikan manusia adalah jenis lalat rumah ( Musca Domestica), lalat hijau (Chrysomya megacephala) dan lalat biru lalat biru ( Calliphora vomituria), sebab dapat memba+a kuman dari sampah atau kotorannya kemakanan dan

menyebabkan penyakit. 'alat merupakan salah satu *ektor utama penyebaran berbagai jenis penyakit yang ditularkan se#ara mekanis, seperti diare, myiasis, disentri, cholera, thypus, dan penyakit saluran pen#ernaan lainnya (-u#ipto, 2 ""). &erlu dilakukan pemantauan dan pengendalian kepadatan lalat, salah satu tempat yang menjadi timbulnya masalah di pasar adalah /&- &asar 0amping. 1erdasarkan sur*ey pendahuluan tanggal . Desember 2 "", dilakukan pengukuran kepadatan lalat di /&- (/empat &embuangan -ementara) &asar 0amping dan dosis yang akan digunakan, hasil pengukuran di peroleh angka kepadatan lalat 23 ekor4 blok grill dan dikatagorikan populasi sanggat padat oleh karena 5 2 ekor4 blok grill sehingga populasi sangat padat, perlu dilakukan pengamatan terhadap tempat berbiak lalat, serta diadakan tindakan pengendalian. -ementara itu uji pendahuluan terhadap penggunaan perasan daun pandan sebagai insektisida nabati telah dilakukan pada tanggal 22 %anuari 2 "2 dengan dosis sebesar 3 6 ditambah 3 ml air dapat mematikan lalat sebanyak "3 ekor dari 3 lalat yang

diuji, dengan +aktu pengamatan selama " jam. &ada penelitian yang akan dilakukan peneliti menggunakan konsentrasi sebesar " 6, ml. "36, 2 6, 236 dan 3 6

yang ditambah air hingga men#apai "

1erdasarkan informasi dari penggelola pasar 0amping, pengambilan sampah untuk dibuang di /&7 &iyungan 2 kali sekali bahkan terkadang 3 kali sekali, sehingga sampah menumpuk dan memper#epat pertumbuhan dan berkembang biaknya lalat. 7lternatif untuk mengendalikan kepadatan lalat menggunakan insektisida nabati. 8nsektisida nabati yang digunakan peneliti adalah ekstrek daun pandan +angi (Pandanus amaryllifolius roxb). 1eberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun pandan +angi adalah alkaloida, saponin, fla*onoid, tanin, polifenol dan 9at +arna (7rief :ariana,2 ""). Daun pandan +angi ini mengandung insektisida berupa saponin dan fla*onoid. -aponin adalah suatu sapogenin glikosida, yaitu glikosida yang tersebar luas

pada tumbuhan. -enya+a tersebut rasanya pahit dan bersifat ra#un untuk binatang ke#il. -edangkan fla*onoid adalah senya+a yang bersifat ra#un atau aleopati yang terdapat pada daun pandan +angi (Pandanus amarylliforus roxb.) (&etijo, 2 2).

B. Rumusan Masalah 1erdasarkan latar belakang di atas maka peneliti mengajukan pertanyaan sebagai berikut; 7pakah ada pengaruh berbagai dosis perasan daun pandan +angi ( Pandanus amarylliforus roxb) terhadap kematian lalat sebagai insektisida nabati<

C. Tujuan ". /ujuan Umum Diketahui berbagai dosis perasan daun pandan +angi ( Pandanus amarylliforus roxb.) sebagai insektisida nabati untuk membunuh lalat. 2. /ujuan Khusus a. Diketahui jumlah kematian lalat pada berbagai dosis perasan daun pandan +angi (Pandanus amarylliforus roxb) sebagai insektisida nabati. b. Diketahuinya dosis perasan daun pandan +angi ( Pandanus amarylliforus roxb) yang paling efektif. D. Manfaat ". 1agi &emerintah ( Dinas Kesehatan dan &etugas -anitasi) $emberikan informasi bah+a perasan daun pandan +angi ( Pandanus amarylliforus roxb) dapat digunakan sebangai salah satu alternatif dalam pemberantasan binatang pengganggu, khususnya lalat.

2. 1agi 8lmu &engetahauan $enambah ilmu pengetahuan dalam bidang studi &engendalian =ektor khususnya tentang pemberantasan lalat. 3. 1agi &eneliti $enambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta ketrampilan yang diperoleh dibangku kuliah dalam bidang &engendalian =ektor yang sifatnya aplikatif.

E. Ruang Lingku ". 'ingkup Keilmuan &enelitian ini termasuk dalam lingkup ilmu Kesehatan 'ingkungan khususnya dalam bidang &engendalaian =ektor. 2. $ateri $ateri penelitian ini adalah tentang &engaruh berbagai dosis Daun &andan >angi (Pandanus amarylliforus roxb) terhadap kematian lalat. 3. ?byek ?byek penelitian ini adalah kepadatan lalat di /&- &asar 0amping, @ogyakarta. 2. 'okasi Kajor, 0amping, -leman, @ogyakarta 3. >aktu >aktu penelitian adalah bulan 7pril sampai dengan %uli 2 "2.

!. "easlian Penelitian &enelitian tentang pengendalian *ektor, khususnya lalat telah banyak diteliti. -ejauh yang peneliti ketahui, penelitian yang tujuannya untuk memberantas lalat dengan bahan

alami dari perasan daun pandan +angi ( Pandanus amarylliforus roxb.) belum pernah diteliti. &enelitian serupa pernah dilakukan oleh; a. @us#a 7melia tahun 2 tembakau (Nicotiana ., melakukan penelitian mengenai Afektifitas ekstrak daun tabacum) untuk mengendalikan lalat di /&(/empat

&enampungan -ementara) pasar Kranggan @ogyakarta. %umlah kematian lalat pada paparan +aktu " jam yaitu B2 dari 2 lalat dan pada +aktu paparan 3 jam yaitu "36

lalat. &erbedaan penelitian ini adalah menggunakan ekstrak tanaman yang berbeda kandungan kimia+inya, dalam daun tembakau terdapat nikotin sedangkan dalam daun pandan +angi terdapat kandungan alkaloida, saponin, tanin dan fla*onoid sebagai insektisida. b. Dessy Cahma+ti &utri tahun 2 penambahan berbagai !, melakukan penelitian mengenai pengaruh ekstrak daun pandan +angi (Pandanus

konsentrasi

amarylliforus Roxb) untuk mengendaliakan lar*a Aedes aegypti pada konsentrasi 22,36 dan 236, hasil penelitian menunjukan bah+a ekstrak daun pandan dapat membunuh " 6 he+an uji ('ar*a Aedes aegypti). &erbedaan penelitinan ini

menggunakan konsentrasi " 6, "36, 2 6, 236 dan 3 6 untuk membunuh lalat.

bab 2
BAB II TIN#AUAN PU$TA"A A. Lan%asan Te&ri '. Pasar &asar adalah segenap kelompok perantara yang sebagian beratap dan sebagian terbuka tanpa atap yang ditunjuk dengan keputusan pemerintah daerah, dimana pedagang,pedagang berkumpul untuk memperdagangkan dan menjual barang,barang dagangannya (-uparlan, "!..). &asar perlu adanya penga+asan dan pemeriksaan terhadap sanitasi

lingkungannya, sebab pasar dapat berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan dan kesehatan manusia baik se#ara langsung maupun tidak langsung, adapun pengaruh tersebut antara lain; a. &asar yang kurang diperhatikan akan kebersihannya seperti pembuangan sampah dan air limbah, akan menjadikan tempat berkembang biaknya *ektor penyakit terutama lalat dan gangguan estetika. b. &asar merupakan tempat paling baik untuk penularan penyakit dari seseorang ke orang lain melalui; ") &enularan langsung, misalnya karena padatnya pasar pengunjung berdesakkan sehingga terjadi sentuhan, maka akan terjadi penularan se#ara langsung dari penderita penyakit kulit, misalnya s#abies, kusta dan gudik. 2) &enularan se#ara tidak langsung, yaitu melalui air, alat makan seperti sendok, garpu, piring dan gelas. 3) &er#ikan ludah (droplet infection), seperti /1D dan 8nfluensa. #. &asar yang kurang diperhatikan baik kebersihan maupun letak lokasinya dapat menyebabkan ke#elakaan.

(. $am ah a. &engertian -ampah -ampah memiliki banyak pengertian dalam batasan ilmu pengetahuan. Namun pada perinsipnya, sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil akti*itas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis (/im &enulis &-, 2 " ). -ampah adalah sesuatu bahan atau benda yang sudah atau tidak dipakai lagi oleh manusia atau benda padat yang sudah digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang (Notoatmodjo, 2 3).

-e#ara sederhana, jenis sampah dapat dibagi berdasarkan sifatnya. -ampah dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. -ampah organik atau sampah basah ialah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti dedaunan dan sampah dapur. -ampah jenis ini dapat terurai se#ara alami ( degradable). -ementara itu, sampah anorganik atau sampah kering adalah sampah yang tidak dapat terurai ( undegradable), seperti karet, plastik, kaleng dan logam (/im &enulis &-, 2 " ). %ika diurai lebih rin#i, sampah dibagi sebagai berikut; 1) Refuse Refuse adalah hasil samping kegiatan rumah tangga atau bahan sisa proses industri. -ampah ini dibagi menjadi garbage (sampah lapuk) dan rubbish (sampah lapuk atau tidak mudah lapuk). -ampah lapuk adalah hasil samping kegiatan pasar bahan makanan seperti sayur mayur dan sisa,sisa pengolahan manusia. -edangkan sampah tidak lapuk merupakan jenis sampah yang tidak bisa lapuk sama sekali, seperti mika, ka#a dan plastik. ) !uman erecta !uman erecta merupakan istilah bagi bahan buangan yang dikeluarkan oleh tubuh manusia sebagai hasil pen#ernaan. /inja ( faeces) dan air seni (urine) adalah hasilnya.

-ampah manusia ini dapat berbahaya bagi kesehatan karena bisa menjadi *e#tor penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan *irus. ") #$age 7ir limbah buangan rumah tangga maupun pabrik termasuk dalam s+age. 'imbah #air rumah tangga umumnya dialirkan ke got tanpa proses penyaringan, seperti sisa air mandi, bekas #u#ian dan limbah dapur. -ementara itu limbah pabrik perlu diolah se#ara khusus sebelum dilepas kealam bebas agar lebih aman. Namun tidak jarang limbah berbahaya ini disalurkan kesungai atau laut tanpa proses penyaringan.

%) &ndustrial $aste &ndustrial $aste umumnya dihasilkan dalam sekala besar dan merupakan bahan,bahan buangan dari sias,sias proses industri. b. -umber -ampah /otal *olume sampah di 8ndonesia sekitar 6 ,. 6 dari yang dihasilkan merupakan sampah basah dengan kadar air antara 63,.36. -umber sampah terbanyak berasal dari pasar tradisional dan pemukiman. -ampah pasar tradisional, seperti pasar lauk, pauk dan sayur,mayur membuang hampir !36 sampah organi# (/im &enulis &-, 2 " ). -umber,sumber sampah menurut Notoatmodjo (2 ") -ampah yang berasal dari pemukiman -ampah ini terdiri dari bahan,bahan padat sebagian hasil kegiatan rumah tangga yang sudah terpakai dan dibuang, seperti ; sisa,sisa makanan baik yang sudah dimasak ataupun belum, bekasa pembungkus baik kertas, plastik, daun, ka#a dan logam, pakaian pakaian bekas, bahan,bahan ba#aan, perabot rumah tangga, daun,daunan dari kebun atau tanaman. 2) -ampah yang berasal dari tempat,tempat umum 3);

-ampah yang berasal dari tempat,tempat umum seperti; pasar, tempat,tempat hiburan, terminal bus, stasiun kereta api dan tempat ibadah. 3) -ampah yang berasal dari perkantoran -ampah ini dari perkantoran baik perkantoran pendidikan, perdagangan, departemen dan perusahaan. -ampah ini berupa keertas,kertas, plastik, karbon, klip, dan barang barang yang tidak digunakan lagi dalam perkantoran. Umumnya sampah ini bersifat kering dan mudah terbakar. 2) -ampah yang berasal dari jalan raya -ampah ini beerasal dari pembersihan jalan, yang umumnya berasal dari; kertas, kertas, kardus,kardus, debu, batu,batuan, pasir, sobekan ban, onderdil,onderdil kendaraan yang jatuh, daun,daunan dan plastik. 3) -ampah yang berasal dari industri -ampah ini berasal dari ka+asan industri, termasuk sampah yang berasal dari pembangunan industri dan segala sampah yang berasal dari proses produksi, misalnya sampah,sampah pengepakan barang, logam, plastik, kayu, potongan tekstil dan kaleng. 6) -ampah yang berasal dari pertanian atau perkebunan -ampah ini sebagai hasil dari perkebunan atau pertanian misalnya; jerami, sisa sayur, mayur, batang padi, batang jagung dan ranting kayu yang patah. .) -ampah yang berasal deri pertambangan -ampah ini berasal dari daerah pertambangan, dan jelisnya tergantung deri jenis usaha pertambangan itu sendiri, misalnya; batu,batuan, tanah atau #adas, pasir, sisa,sisa pembakaran (arang) dan sebagainya. B) -ampah yang berasal dari perternakan dan perikanan -ampah yang berasal dari pertanian dan perikanan ini, berupa; kotoran ternak, sisa, sisa makanan, bangkai binatang dan sebagainya. #. &engaruh -ampah /erhadap Kesehatan

-ampah akan terus diproduksi dan tidak pernah berhenti selama manusia tetap ada. -ampah yang kurang diperhatikan, dapat menyebabkan pen#emaran udara, air, tanah, gangguan berbagai penyakit, pen#emaran lingkungan disertai dengan penurunan kualitas estetika. Disamping itu dapat menjadi tempat berkembangnya serangga atau *ektor penyakit. -ehingga akan menimbulkan berbagai penyakit yang ditularkan *ektor yang bersarang pada sampah khususnya lalat. 'alat memba+a bakteri pada tubuh dan kakinya. -e+aktu lalat menikmati makanan, maka akan men#emari makanan melalui #airan atau air liur yang dikeluarkannya yang mengandung penyakit kemudian dihisapnya kembali. 'alat dapat membuang

kotorannya diatas makanan, sehingga dapat menyebabkan makanan menjadi ter#emar, gangguan estetika, gatal,gatal pada kulit dan penyakit perut (/im &enulis &-, 2 " ). d. -umber $asalah -ampah -ampah selalu menimbulkan terjadinya persoalan rumit dalam masyarakat yang kurang memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Ketidakdisiplinan mengenai kebersihan dapat men#iptakan suasana semra+ut akibat menimbulkan sampah. 'alat

berterbangan, bau tidak sedap dan gangguan berbagai penyakit siap menghadang didepan mata. -elain itu pen#emaran lingkungan serta penurunan kualitas estetika akan menjadi masalah bagi masyarakat setiap harinya. -ampah memang bukan perkara mudah, di perkotaan padat penduduk, pedesaan atau lokasi lain pun tidak terlepas dari persoalan ini. -umber permasalahan sampah salalu hadir, baik ditempat pembuangan akahir sementara (/&-) maupun tempat pembuangan akhir (/&7) (/im &enulis &-, 2 " ).

). Lalat a. /aksonomi 'alat &hilum ; Arthropoda

Dlass ?rdo -ub ?rdo

; &nsecta ; Diphtera ; Cyclorrapha ") adalah;

$orfologi umum 'alat menurut Depkes C8 (2

") Kepala relatif besar yang dilengkapi dengan antenna 2) $emiliki dua mata majemuk yang bertemu (holopti') yang menandakan jenis kelamin jantan atau terpisah (di'opti') yang menandakan jenis kelamin betina. 3) &anjang lalat kurang lebih E in#hi, dan memiliki 2 garis agak gelap hitam dipunggungnya. 2) $emiliki sepasang sayap yang berbentuk membaran pada bagian mesothoraF. 3) $emiliki 3 pasang kaki pada thoraF. b. -iklus hidup lalat $enurut Depkes C8 (2 ") sirkus hidup lalat dibagi menjadi 2 stadium;

") -tadium pertama (stadium telur) 1entuk telur lonjong bulat dan ber+arna putih dengan panjang kurang lebih " mm. -etiap bertelur akan menghasilkan "2 ,"3 telur dan akan menetas dalam +aktu B,"6 jam pada suhu rendah diba+ah "2,"3 D telur tidak akan menetas. 2) -tadium kedua (stadium lar*a) /elur yang menetas akan menjadi lar*a yang ber+arna putih kekuningan, panjang "2, "3 mm. 'ama stadium ini 2,B hari tergantung pada temperatur setempat. 'ar*a ini selalu bergerak dan makan dari bahan,bahan organik. 'ar*a ini dapat terbunuh dengan suhu temperatur .36. 3) -tadium ketiga (stadium pupa) 7khir dari phase lar*a ini berpindah tempat dari yang banyak makanan ke tempat yang dingin guna mengeringkan tubuhnya, setelah itu berubah menjadi kepompong yang

ber+arna #oklat tua, panjangnya sama dengan lar*a dan tidak bergerak. &hase ini berlangsung pada musim panas 3,. hari pada temperatur 3 G33 H D. 2) -tadium keempat (stadium de+asa) -tadium ini dimulai dari keluarnya lalat muda yang sudah dapat terbang antara 23 G! meter. -iklus hidup dari telur hingga menjadi lalat de+asa adalah 6,2 hari.

'alat de+asa panjangnya lebih kurang E in#i, dan mempunyai 2 garis yang agak gelap hitam dipunggungnya. &ada kondisi normal lalat de+asa betina dapat bertelur sampai 3 (lima) kali dan umumnya umur lalat sekitar 2,3 minggu, tetapi pada kondisi yang lebih sejuk biasa sampai 3 (tiga) bulan. 'alat tidak kuat terbang menantang arah angin. 0ambar ". -iklus :idup 'alat #. &ola hidup lalat ") /empat :idup /empat yang paling disenangi oleh lalat adalah sampah dan buangan material organik, kandang ternak, kandng ayam dan burung, kotoran ternak dan feses manusia. /&7 adalah tempat yang paling disukai oleh lalat karena !36 yang dihasilkan adalah sampah organi# yang merupakan sampah basah (-u#ipto, 2 ""). 2) /empat peristirahatan menurut Depkes C8 (2 ")

-iang hari lalat tidak makan tetapi beristirahat dilantai dinding, langit,langit, rumput,rumput dan tempat yang sejuk. %uga menyukai tempat yang berdekatan dengan makanan dan tempat berbiaknya, serta terlindung dari angin dan matahari yang terik. Didalam rumah, lalat istirahat pada pinggiran tempat makanan, ka+at listik dan tidak aktif pada malam hari. /empat hinggap lalat biasanya pada ketinggian tidak lebih dari 3 (lima) meter. 3) /empat perindukan menurut Depkes C8 (2 ")

/empat perindukan yang disenangi oleh lalat adalah tempat yang basah seperti sampah basah, kotoran binatang, tumbuh,tumbuhan busuk, kotoran yang menumpuk se#ara kumulatif (dikandang). a) Kotoran :e+an /empat perindukan lalat rumah yang paling utama adalah pada kotoran he+an yang lembab dan masih baru (normalnya lebih kurang satu minggu). b) -ampah dan sisa makanan dari hasil olahan 'alat suka hinggap juga berkembang baik pada sampah, sisa makanan, buah,buahan yang ada didalam rumah maupun dipasar. #) Kotoran ?rganik 'alat berkembang biak pada kotoran organik seperti kotoran he+an dan kotoran manusia. d) 7ir Kotor 'alat Cumah berkembang biak pada pemukaan air kotor yang terbuka. d. &erilaku dan perkembangbiakan -iang hari lalat berkumpul dan berkembang biak di sekitar sumber makanannya. &enyebaran lalat sangat dipengaruhi oleh #ahaya, temperatur, kelembaban. 'alat memerlukan suhu sekitar 33H,2 HD untuk beristirahat, kelembaban ! 6. 7ktifitas terhenti pada temperatur I "3HD. e. $akanan lalat 'alat sangat tertarik pada makanan manusia sehari,hari seperti gula, susu, makanan olahan, kotoran manusia dan he+an, darah serta bangkai binatang. -ehubung dengan bentuk mulutnya, lalat hanya makan dalam bentuk #airan, makanan yang kering dibasahi oleh lidahnya terlebih dahulu baru dihisap. 7ir merupakan hal yang dalam hidupnya, tanpa air lalat hanya hidup 2B jam saja. 'alat makan paling sedikit 2,3 kali sehari.

f. 0angguan 'alat pada $anusia menurut -u#ipto ( 2 "") 'alat tersebar merata diberbagai penjuru dunia sanitasi lingkungan yang buruk akan menyebabkan beberapa penyakit yang ditularkan oleh lalat, seperti disentri, kholera, ryphoid, diare dan gatal,gatal pada kulit. &enularan ini terjadi se#ara mekanis, dimana kulit, tubuh dan kakinya yang kotor tadi merupakan tempat menempelnya

mikroorganism penyakit perut kemudian hinggap pada makanan. g. &enga+asan dan &engendalian 'alat menurut -u#ipto ( 2 "") -ampai saat ini belum ditemukan penggendalian lalat yang efektif. 1eberapa metode pengendalian khususnya di /&7 (/empat &embuangan 7khir) hanya mungkin apabila dilakukan se#ara terpadu dengan berbagai metode. &engendalian lalat dapat dibedakan melalui 2 strategi yaitu langsung dan tidak langsung. -tratagi pengendalian se#ara tidak langsung adalah menghalangi lalat rumah untuk sampai pada tempat perindukannya atau sumber makanan sehingga menambah kematian lalat seperti sanitasi lingkungan (pengurangan sumber) dan modifikasi habitat. &engendalian dengan perbaikan sanitasi lingkungan dan hygiene lebih efektif dan keuntungannya lebih lama. &eningkatan sanitasi lingkungan dan higene dapat di lakukan dengan; &engurangan atau eliminasi tempat perindukan tempat perindukan lalat reproduksi atau pengurangan sumber,sumber yang menarik lalat, perlindungan terjadinya kontak antar lalat dengan patogrn dan proteksi makanan dan manusia dari kontak dengan lalat . h. /indakan pengendalian menurut Depkes C8 (2 &erbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan ; ") $engurangi atau menghilangkan tempat perindukan lalat. a) Kandang ternak kandang harus dapat dibersihkan se#ara rutin. 'antai kandang harus kedap air, dan dapat disiram setiap hari. ")

b) &eternakan 4 kandang burung 1ila burung4ternak berada dalam kandang dan kotorannya terkumpul disangkar, kadang perlu dilengkapi dengan *entilasi yang #ukup agar kandang tetap kering. Kotoran burung4ternak dapat dikeluarkan dari sangkar dan se#ara inter*al dapat dibersihkan. #) /imbunan pupuk kandang /imbunan pupuk kandang yang dibuang ke tanah permukaan pada temperatur tertentu dapat menjadi tempat perindukan lalat. tumpukan pupuk tersebut dapat ditutup dengan plastik atau bahan lain yang anti lalat. Dara ini dapat men#egah lalat untuk bertelur juga dapat membunuh lar*a dan pupa karena panas yang keluar dari proses komposting dapat memperpendek lalat untuk keluar. &upuk kandang yang dibuang ke tanah &emukaan pada alasnya perlu dilengkapi dengan pan#uran4pipa sekelilingnya, untuk men#egah perpindahan lar*a ke pupa diba+ah tanah dalam tumpukkan pupuk tersebut. &ada #ua#a panas, pupuk mungkin dapat menyebar ke ba+ah tanah dan menjadi kering sebelum lalat mempunyai +aktu untuk berkembang. d) Kotoran $anusia /empat berkembang biak lalat di pembuangan kotoran (jamban) terbuka dapat di#egah dengan membuat slab yang dapat menutup lubang penampungan kotoran. %amban perlu dilengkapi dengan leher angsa untuk men#egah bau dan kotoran tidak dihinggapi lalat, pipa ha+a (*entilasi) dilengkapi dengan ka+at anti lalat, bila air pada leher angsa tidak baik sambungan penutup tidak rapat, mungkin kebo#oran sampai merembes pada lubang jamban, pemasangan *entilasi pada lubang jamban dan juga menghilangkan tempat perindukan lalat, buang kotoran di sembarang tempat dapat sebagai tempat perindukan lalat kebun ($usa -orbens) 8ni merupakan problem dimana kelompok besar dari masyarakat misalnya pengungsi, tinggal bersama sementara di pengungsian. &erlu jamban yang #o#ok untuk tempat pengungsian

e) -ampah basah dan sampah ?rganik &engumpulan, pengangkutan dan pembuangan sampah yang dikelola dengan baik dapat menghilangkan media perindukan lalat. 1ila sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah dari rumahGrumah tidak ada, sampah dapat dibakar atau dibuang ke lubang sampah, dengan #atatan bah+a setiap minggu sampah yang dibuang ke lubang sampah harus ditutup dengan tanah sampai tidak menjadi tempat berkembang biaknya lalat. 'alat mungkin dapat berkembang biak di tempat sampah yang permanen dan tertutup rapat. Dalam iklim panas lar*a lalat ditempat sampah dapat menjadi pupa dalam +aktu hanya 3G2 hari. -ampah basah harus dikumpulkan paling lambat 2 kali dalam seminggu. 1ila tong sampah kosong adalah penting untuk dibersihkan sisa,sisa sampah yang ada di dasar tong &embuangan sampah akhir dibuang ketempat terbuka perlu dilakukan dengan pemadatan sampah dan ditutup setiap hari dengan tanah merah setebal "3G3 #m. :al ini untuk penghilangan tempat perkembang biakan lalat. i. &emberantasan lalat se#ara langsung menurut Depkes C8 (2 ")

Dara yang digunakan untuk membunuh lalat se#ara langsung adalah #ara fisik, #ara kimia+i dan #ara biologi. a) Dara fisik Dara pemberantasan se#ara fisik adalah #ara yang mudah dan aman tetapi kurang efektif apabila lalat dalam kepadatan yang tinggi. Dara ini hanya #o#ok untuk digunakan pada skala ke#il seperti dirumah sakit, kantor, hotel, supermarket dan pertokoan lainnya yang menjual daging, sayuran, serta buah,buahan . (") &erangkap 'alat (Fly /rap) 'alat dalam jumlah yang besar atau padat dapat ditangkap dengan alat ini. /empat yang menarik lalat untuk berkembang biak dan men#ari makan adalah kontainer yang gelap. 1ila lalat men#oba terbang maka akan tertangkap dalam perangkap dalam

perangkap yang diletakkan dimulut kontainer yang terbuka itu. Dara ini hanya #o#ok digunakan di luar rumah sebuah model perangkap akan terdiri dari #ontainer, plastik atau kaleng untuk umpan, tutup kayu atau plastik dengan #elah ke#il, dan sangkar diatas penutup. (2) Umpan kertas lengket berbentuk pita atau lembaran (-ti#ky tapes) Dipasaran tersedia alat ini, menggantung diatap, menarik lalat karena kandungan gulanya. 'alat hinggap pada alat ini akan terperangkap oleh lem. 7lat ini dapat berfungsi beberapa minggu bila tidak tertutup sepenuhnya oleh debu atau lalat yang terperangkap. (3) &erangkap dan pembunuh elektronik (light trap +ith ele#tro#utor) 'alat yang tertarik pada #ahaya akan terbunuh setelah kontak dengan jeruji yang bermuatan listrik yang menutupi. -inar bias dan ultra*iolet menarik lalat hijau (blo+ flies), tetapi tidak terlalu efektif untuk lalat rumah metode ini harus diuji diba+ah kondisi setempat sebelum in*estasi selanjutnya dibuat. 7lat ini kadang digunakan didapur rumah sakit dan restoran. (2) &emasangan kasa ka+at4plastik pada pintu dan jendela serta lubang angin4*entilasi. (3) $embuat pintu dua lapis, daun pintu pertama kearah luar dan lapisan kedua merupakan pintu kasa yang dapat membuka dan menutup sendiri. b) Dara kimia &emberantasan lalat dengan insektisida harus dilakukan hanya untuk periode yang singkat apabila sangat diperlukan karena menjadi resiten yang #epat. 7plikasi yang efektif dari insektisida dapat se#ara sementara memberantas lalat dengan #epat, yang aman diperlukan pada K'1 kolera , desentri atau tra#homa. &enggunaan pestisida ini dapat dilakukan melalui #ara umpan ( baits), penyemprotan dengan efek residu (residual spraying) dan pengasapan (space spaying). j. 8nterprestasi kepadatan lalat

$enurut Depkes C8 (2 titik lokasi adalah; G2 3G3 6 G 2

B) berdasarkan interprestasi data kepadatan lalat pada setiap

; &opulasi rendah, tidak menjadi masalah

; &opulasi sedang, perlu dilakukan pengamatan tempat berbiaknya (kotoran he+an) ; &opulasi padat, perlu dilakukan pengamanan tempat berbiaknya lalat dan bila mungkin diren#anakan upaya pengendaliannya.

52

; &opulasi sangat padat, perlu dilakukan pengamatan terhadap tempat berbiak lalat, serta diadakan tindakan pengendalian.

*. Pestisi%a Ha+ati a. &engertian &estisida Nabati &estisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuh,tumbuhan. &estisida nabati yang dibuat se#ara sederhana dapat berupa laurtan hasil perasan, rendaman, ekstrak dan rebusan bagi tanaman atau tumbuhan, yakni berupa akar, umbi, batang, daun, biji dan buah. 7pabila dibandingkan dengan pestisida kimia, penggunaan pestisida nabati relati*e lebih murah dan aman serta mudah dibuat sendiri (-udarmo, 2 3)

$enurt peraturan pemerintah C8 No. . tahun "!.3, yang dimaksud dengan pestisida adalah 9at kimia dan bahan,bahan lain serta jasad,jasad reknik dan *irus yang digunakan untuk; ") $emberantas atau men#egah hama penyakit yang merusak tanaman, bagian,bagaian tanaman atau hasil,hasil pertanian. 2) $emberantas rerumputan 3) $ematikan daun dan men#egah pertumbuahan yang tidak diinginkan 2) $engatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian,bagian tanaman 3) $emberantas atau men#egah hama,hama air

6) $emberantas atau men#egah binatang,binatang dan jasad,jasad renik dalam rumah, bangunan dan alat,alat pengangkutan .) $emberantas atau men#egah binatang,binatan yang dapat menyebabkan penyakit bagi manusia &estisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangga hama dan penyakit melalui #ara kerja yang unik. Dara kerja pestisida nabati se#ara spesifik menurut -udarmo (2 3), yaitu;

") $erusak perkembangan telur, lar*a dan pupa 2) $enghambat pergantian kulit 3) $engganggu komunikasi serangga 2) $enyebabkan serangga menolak makan 3) $enghambat reproduksi serangga betina 6) $engurangi nafsu makan .) $emblokir kemampuan makan serangga B) $engusir serangga !) $enghambat perkembangan patogen penyakit b. /ujuan penggunaan pestisida nabati menurut Kardinan (2 )

") $enjadi suatu alternatif untuk pengendalian hama penyakit yang murah, praktis dan relatif aman terhadap lingkungan serta bagi manusia, sehingga tidak tergantung pada penggunaan pestisida sintentik. 2) 7gar dapat men#egah kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pestisida sintentik. 3) $emanfaatkan sumber daya setempat dengan #ara mengolah tumbuhan sebagai bahan pestisida sehingga membantu masyarakan untuk mengembangkan

pengendalian yang ramah lingkungan. #. &estisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan pestisida nabati menurut -udarmo ( 2 3);

") $urah dan mudah untuk dibuat 2) Celati*e aman terhadap lingkungan 3) /idak menyebabkan kera#unan pada tanaman 2) -ulit menimbulkan kekebalan terhadap hama 3) 1ebas residu pestisida kimia Kelemahan pestisida nabati; ") Daya kerja relati*e lambat 2) /idak membunuh jasad sasaran se#ara langsung 3) /idak tahan terhadap sinar matahari atau kurang praktis 2) /idak tahan disimpan 3) Kadang,kadang harus disemprotkan berulang,ulang d. Kendala penggunaan pestisida nabati menurut Kardinan (2 );

") &estisida sintetis lebih disukai dengan alasan mudah didapat, praktis mengaplikasinya, hasilnya relati*e #epat terlihat, tidak perlu membuat sediaan sendirian, tersedia dalam jumlah banyak dan tidak perlu membudidayakan sendiri tanaman penghasil pestisida. 2) Kurang rekomondasi atau dorongan dari pengambil kebijakan ( lac' of official recommendation). 3) /idak tersedia barang se#ara berkesinambungan dalam jumlah yang memadai saat diperlukan. 2) >alau penggunaan pestisida nabati menimbulkan residu relatif rendah pada bahan makanan dan lingkungan serta dianggap lebih aman daripada pestisida sintetis, tetapi frekuensi penggunaannya menjadi tinggi. Karena sifatnya yang mudah terurai dialam sehingga memerlukan pengaplikasian yang lebih sering. 3) -ulitnya registrasi pestisida nabati mengingat pada umumnya jenis pestisida ini memiliki bahan aktif yang kompleks (multiple active ingredient) e. &embuatan pestisida nabati menurut Kardinan (2 )

Dara pembuatan pestisida nabati; ") &enggerusan, pembubukan, pengepresan untuk produk berupa abu atau pasta. 2) Cendaman untuk produk ekstrak. 3) Akstraksi dengan menggunakan bahan kimia pelarut disertai perlakuan khusus oleh tenaga yang terampil dan peralatan khusus. -e#ara garis besar pembuatan pestisda nabati dibagi menjadi dua #ara, yaitu; ") Dara sederhana Dara sederhana biasanya dilakukan sesegera mungkin sesudah pembuatan ekstrak dilakukan. 2) Dara laboraturium Dara laboraturium membutuhkan tenaga ahli, alat dan bahan khusus serta hasil ekstraksi dapat disimpan relati*e lama. -ehingga harganya lebih mahal daripada pestisida sintetis. &embuatan dan penggunaan pestisida nabati lebih diarahkan dan dianjurkan kepada #ara sederhana untuk luasan terbatas dan jangka +aktu penyimpanan terbatas. &estisida pada umumnya dianggap oleh masyarakat sebagai insektisida. &adahal insektisida termasuk dalam kelompok pestisida. Kegunaan pestisida dibedakan menjadi (Akha, "!!3); ") 8nsektisida; yaitu 9at senya+a kimia yang digunakan untuk mematiaka atau memberantas sarangga. 2) 7#arisida; untuk memberantas tungau. 3) Nematosida; obat pemerantas #a#ing nematode. 2) Fungisida; obat pemberantas jamur #enda+an. 3) :erbisida; obat pemberantas rumput dan gulma. 6) ?*isida; obat pemberantas telur serangga. .) 'ar*asida; obat pemberantas lar*a.

B) Cedentisida; obat pemberantas he+an perusak, pengerat atau tikus. !) 7lisida ; obat pemberantas algae. " ) $ollusi#ida; obat pemberantas he+an,he+an mollus#a,seperti siput. Dara kerja obat tersebut dalam membunuh hama dapat dibedakan lagi menjadi tiga golongan,yaitu; ") Ca#un perut Umumnya dipergunakan untuk membasmi serangga,serangga pengunyah, penjilat dan penggigit. Daya bunuh melalui perut. 7da empat #ara pokok berdasarkan

penggunaannya, yaitu; a) $era#uni makanan serangga b) $en#ampur ra#un dengan bahan,nahan yang disukai serangga dan memepatkakanya sebagai umpan di tempat,tempat yang ditemukan oleh sasaran. #) $enyebar ra#un di tempat jalannya he+an sasaran, dan bila dibersihkan dengan mulut akan masuk kesaluran pen#ernaannya d) $enge#lupkan bagian,bagaian tanaman kedalam ra#un 2) Ca#un kontak -erangga yang mempunyai bagaian mulut untuk menggigit dan menggambil makanananya dari ba+ah permukaan daun atau bagaian tanaman laiannya dan tidak terkena ra#un yang disemprotkan atau ditebarkan pada permukaannya,harus dihadapi dengan ra#un kontak 3) Ca#un gas %enis ra#un yang disebut juga fumigant ini digunakan terbatas pada ruang,ruang tertutup. ,. Daun Pan%an ". Klasifikasi 8lmiyah $enurut sistemetiknya daun pandan digolongkan dalam (:arian, 2 "");

Nama latin /ermasuk dalam kelas ?rdo Family 0enus 2. Deskripsi daun pandan

; &andanus ; 'iliopida ; &andanales ; pandana#eae ; pandanus

&andan merupakan tanaman yang berdaun memanjang , kaku, ber+arna hijau dan berbau harum. 1eberapa jenis pandan antara lain ('estari, 2 ""); ") &andan +angi ( Pandanus amaryllifolius roxb) 2) &andan laut 3) &andan duri &andan +angi tumbuh di daerah tropis dan banyak ditanam di halaman atau di kebun. &andan +angi kadang tumbuh liar di tepi sungai atau ra+a dan di tempat,tempat yang agak lembap, tumbuh subur di dareah pantai sampai daerah dengan ketinggian 3 meter dari permukaan laut. &andan +angi dapat tumbuh dengan tinggi ",2 meter. &andan +angi memiliki batang bulat dengan bekas duduk daun, ber#abang, memanjar, akar tunjang keluar disekitar pangkal batang dan #abang. Daun tunggal, dengan pangkal memeluk batang dan tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. :elai daun berbentuk pita, tipis, li#in, ujung run#ing, tepi rata, bertulang sejajar, panjang 2 ,B #m, lebar 3,3 #m, daun

ber+arna hijau. 1unga majemuk, berbentuk bonggol ber+arna putih. 1uahnya bulat batu, menggataung, berbentuk bola dengan diameter 2,.,3 #m, dinding buahnya berambut dan +arnanya jingga (Dalimartha, 2 3. Kandungan kimia Kandungan kimia yang terdapat pada pandan +angi adalah saponin, alkaloida, fla*onoida, tannin dan polifenol (&itojo, 2 2). B).

a. -aponin adalah suatu sapogenin glikosida, yaitu glikosida yang tersebar luas pada tumbuhan. -enya+a tersebut rasanya pahit dan bersifat ra#un untuk binatang ke#il. b. Fla*onoid Fla*onoid adalah senya+a yang bersifat ra#un4aleopati yang terdapat pada daun pandan +angi (Pandanus amarylliforus roxb.), selain itu fla*onoid mempunyai sifat yang khas yaitu berbau yang tajam. -enya+a *onoid umumnya dapat larut dalam air pada temperature tinggi dan pelarut organik, antara lain yaitu antosianin yang merupakan pigmen yang ber+arna biru, *iolet, sedangkan antosanin ungu antara lain terdapat pada bibit. #. 7lkaloida $erupakan senya+a kimia yang tidak berbau namun memberikan rangsangan yang keras bagi pemakainya, yang dapat mepengaruhi se#ara langsung kerja dari otot,otot, menghambat kon*eksi yang kemudian menyebabkan kelumpuhan. &ada serangga menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat, yang kenudian akan diikuti kelumpuhan sehingga akan menyebabkan kematian. 2. 1ahan tumbuhan yang digunakan 1agian tumbuahan yang digunakan adalah daun yang sudah dan dalam keadaan masih segar dengan #ara men#u#i sampai bersih kemudian dipotong ke#il,ke#il.

B. "erangka "&nse Daun pandan (Pandanus marylliforus roxb) &erasan mengandung insektisida berupa saponin dan fla*onoid. &enyemprotan perasan daun pandan +angi ( Pandanus marylliforus roxb.